Bingung Cari Sewa Apartemen Di Jakarta? Jendela360 Solusinya

Sewa Apartemen Jakarta Royal Mediterania Garden Residence
Ikram merupakan seorang karyawan muda yang masih single. Setelah 2 tahun bekerja di sebuah perusahaan IT, ia mempertimbangkan untuk pindah kost. Ikram sudah tinggal di kos ini sejak ia masih kuliah karena harganya yang terjangkau dengan fasilitas lengkap dan jarak yang dekat ke kampus.

Namun, setelah bekerja, Ikram merasa kehidupan di kos tersebut sudah kurang cocok untuknya. Para penghuni lain kebanyakan mahasiswa yang mengerjakan tugas beramai-ramai hingga larut malam dan cukup menimbulkan suara ribut sehingga Ikram merasa waktu istirahatnya terganggu. Ikram mempertimbangkan untuk mencari kos yang berisikan karyawan karena kebanyakan karyawan akan langsung istirahat begitu pulang dan tidak berisik hingga larut malam.

Selain mencari kost karyawan, Ikram juga mempertimbangkan untuk mencari sewa apartemen yang dekat dengan kantornya. Penghuni apartemen biasanya jarang bertemu muka sehingga Ikram yang introvert tak perlu sering berbasa basi ria dengan tetangganya. Namun, Ikram merasa agak kesulitan untuk mencari sewa apartemen yang sesuai dengan budget karena kebanyakan sewa apartemen di Jakarta meminta uang sewa dibayar secara tahunan sementara Ikram mendapatkan gajinya secara bulanan sehingga pengeluaran sewa tahunan akan sangat memberatkan Ikram.

Dodi, teman kantor Ikram, menyarankan Ikram untuk mencari sewa apartemen di Jendela360.com karena sepupuhnya berhasil menemukan apartemen yang cocok di website tersebut dan puas dengan pelayanannya. Ikram yang penasaran dengan akhirnya memutuskan untuk membuka dan mempelajari website Jendela360.

Begitu membuka websitenya, Ikram langsung terpukau dengan Jendela360, karena website ini menawarkan keunggulan yang jauh melebihi agen perorangan yang banyak memasang iklan di internet.
Sewa Apartemen Jakarta Royal Mediterania Garden Residence Fully Furnished

Keunggulan dan Kelebihan Jendela360

Bagi Penyewa / Pencari Apartemen Jendela360 hadir untuk memudahkan para pencari hunian khususnya apartemen di Jakarta dan sekitarnya. Bagi calon penyewa, keuntungan yang didapatkan adalah:
  • Mendapatkan informasi yang lengkap mengenai apartemen di seluruh Jakarta serta dapat melihat foto seluruh ruangan apartemen dengan foto 360 derajat di website Jendela360.com
  • Calon penyewa didampingi oleh representative Jendela360 untuk kunjungan ke beberapa unit sekaligus.
  • Dengan sistem cicilan bulanan (menggunakan kartu kredit), penyewa tidak akan lagi merasa keberatan dengan sistem pembayaran 1 tahun dimuka (hard cash)
Sedangkan bagi Pemilik Apartemen, Jendela360 sebagai startup proptech (property technology) juga hadir sebagai agen di mana para pemilik apartemen bisa menitipkan apartemennya untuk dipasarkan melalui Jendela360. 

Berbeda dengan situs marketplace umum dan marketplace properti, di Jendela360 pemilik apartemen tidak perlu repot mengurus listing dan negosiasi dengan klien (calon penyewa apartemen) karena semuanya akan diurus oleh Jendela360. 
Sewa Apartemen Jakarta Royal Mediterania Garden Residence Fully Furnished

Keuntungan menitipkan apartemen di Jendela360:

  • Tidak perlu pusing memikirkan materi iklan (copywriting, marketing).
  • Tidak perlu repot memfoto unit apartemen karena fotografer dari Jendela360 siap datang ke apartemen dan memotret unit secara gratis!
  • Tidak perlu lagi mendampingi calon penyewa untuk melihat atau kunjungan unit.

Fitur dan Layanan Jendela360

Selain kelebihan yang ditonjolkan oleh Jendela360, platform penyewaan apartemen kekinian di Indonesia saat ini juga menawarkan fitur dan layanan yang memudahkan penggunanya, di antara lain:
  • Navigasi Website Jendela360.com mudah dipahami serta menyediakan informasi apartemen yang lengkap;
  • Adanya teknologi virtual tour 360 pada website Jendela360 sehingga pengguna bisa melihat setiap sudut apartemen dengan jelas;
  • Layanan Customer Service Full Day yang siap membantu menjawab pertanyaan baik dari calon penyewa maupun pemilik yang ingin menitipkan apartemennya untuk disewakan;
  • Offline Visitation yang didampingi oleh representative Jendela360
  • Proses pembayaran dengan sistem cicilan 12 bulan.
Selain itu, ada satu produk lagi dari Jendela360 yang membuat Ikram semakin tertarik, adalah Star Listing.

Apa itu Star Listing?

Star Listing adalah listing unit apartemen di Jendela360 yang memiliki kelebihan di antara listing unit apartemen lainnya. Kelebihan unit apartemen yang berlabel Star Listing ini di antaranya;
  1. Well Furnished, unit tertata rapi dengan sentuhan hiasan modern
  1. Win a Trip To Bali, penyewa unit yang berlabel Star Listing akan mendapatkan kesempatan memenangkan perjalanan ke Bali dengan memutar fortune wheel.
  1. Bisa dibayar bulanan (dengan kartu kredit ataupun tanpa kartu kredit)
  1. Unit-unit berlabel Star Listing baru tersedia di beberapa apartemen di Jakarta seperti apartemen Central Park (Jakarta Barat), Condominium SeaView Pluit (Jakarta Utara), Mediterania Garden Residence 2 (Jakarta Barat), Royal Mediterania Garden Residence (Jakarta Barat), Sudirman Park (Jakarta Pusat), Westmark (Jakarta Barat), Bassura City (Jakarta Timur), The Mansion Kemayoran Jasmine (Jakarta Pusat), Green Pramuka (Jakarta Timur), Belmont Residence (Jakarta Barat), Season City (Jakarta Barat), Puri Park View (Jakarta Barat), Thamrin Residence (Jakarta Pusat), Puri Orchard (Jakarta Barat).
Ikram tertarik dengan Star Listing karena bisa dibayar secara bulanan dengan cash tanpa kartu kredit seperti halnya bayar kos. Tentu saja ini sesuai dengan kondisi keuangan dan kebiasaan Ikram untuk langsung bayar kos begitu gajian.
Tidak pakai lama lagi, Ikram langsung melihat-lihat halaman Star Listing di Royal Mediterania Garden Residence yang paling dekat ke kantornya. Karena tinggal sendirian, Ikram hanya memerlukan unit studio atau 1BR. 

Tertarik dengan foto-foto unit dan harga sewanya, Ikram langsung menghubungi CS Jendela360 untuk memastikan ketersediaan unit. Begitu CS memastikan bahwa unit yang diinginkan masih tersedia, CS langsung mengkonfirmasi kapan Ikram bisa datang berkunjung melihat unit di Royal Mediterania Garden sambil ditemani adviser.

Pada hari yang dijanjikan, Ikram datang untuk melihat unit bersama adviser. Setelah melihat-lihat unit dan lingkungan apartemen, Ikram merasa cocok dan memutuskan untuk mengambil sewa di unit tersebut.

Kini, Ikram tinggal berjalan kaki pulang pergi ke tempat kerjanya dan bisa menikmati ketenangan saat beristirahat. Tentu saja dengan harga sewa yang terjangkau dan bisa dibayar dengan mudah secara bulanan seperti bayar kos.



***

*Semua foto dari web Jendela360



Jangankan Makan Siang Gratis, Umroh Gratis Juga Ada

Ibadah Umroh dan Haji di Mekah

Belum lama ini saat sedang ngopi santai seorang teman bercerita tentang tetangganya yang berprofesi sebagai guru ngaji kampung mendapatkan rezeki berangkat umroh gratis tanpa dia tahu siapa yang telah membayar semua biayanya.

Fenomena seperti ini mungkin bukan hal yang aneh atau ajaib bagi sebagian orang, tapi bagi sang guru ngaji yang berekonomi pas-pasan tersebut, berangkat umroh gratis adalah sama dengan mendapatkan rezeki super nomplok yang tak terduga.

Namun teman tersebut juga menceritakan tentang bagaimana sang guru ngaji sederhana tersebut sempat kerepotan mengenai biaya untuk mengadakan acara sebelum keberangkatannya. Acara itu biasa disebut "walimatussafar", ada juga yang menyebutnya "walimah safar" atau "ratiban" saja, sebuah acara yang digelar saat orang akan berangkat haji dan umroh.

Acara walimatussafar ini menurut beberapa teman adalah semacam acara pamitan sebelum keberangkatan umroh/haji yang digelar si pemangku hajat.

Tapi menurut pandangan saya sebagai orang awam, kalau kita berpamitan yah seharusnya kita yang mendatangi orang-orang yang kita hormati untuk memohon pamit dan doanya sebelum berangkat, bukan mereka yang kita datangkan. Jadi kalau dalam pemikiran saya yah kurang pas kalau dikatakan sebagai pamitan :)

Dalam acara walimatussafar tersebut para undangan datang dan mendoakan keselamatan si pemilik acara, baik dalam perjalanan berangkat dan pulangnya. Nah kalau demikian saya paham. Sebuah tradisi yang baik-baik saja saya rasa.

Soal walimatussafar ini saya hanya berani menyatakan itu adalah sebuah tradisi dan memang tidak termasuk dalam sunah atau rukun haji dan umroh kan?.

Sebuah tradisi yang jika tidak memberatkan silahkan dilakukan, jika pun tidak dilaksanakan yah berpulang ke yang bersangkutan.

Soal dalil-dalil sholat sunah sebelum safar dan apa yang dilakukan nabi dan para sahabatnya sepulang bepergian jauh, sepertinya para ustad yang lebih paham daripada saya, jadi saya hanya memandang dari perasaan dan pemikiran awam saja,... sotoylogi detected.

guru ngaji kampung berangkat umroh gratis

Soal hadiah umroh gratis yang tidak diketahui siapa yang memberi ini keren loh. Itu sebuah cara halus untuk menjaga nama baik si penerima, untuk tetap memuliakan harga diri si penerima. Ini salah satu jurus tingkat tinggi, memberi tanpa membuat yang menerima pemberiannya merasa berhutang budi atau sejenisnya.

Bayangkan kalau guru ngaji tersebut tahu siapa yang membiayainya umroh. Walaupun si pemberi benar-benar ikhlas, tapi secara manusiawi sangat wajar kalau yang menerima pemberian akan sangat berterima kasih kepada yang memberi dan akan melakukan balas budi

Dari sisi pemberi, ia hanya ingin memberi secara ikhlas, sudah selesai. Ia tidak mau ada perubahan pandangan, perasaan dari pihak penerima. Bagi si pemberi, cukup Allah SWT yang tahu karena ia percaya bahwa sebaik-baiknya balasan adalah keridhoan Allah SWT.

Membuka identitas si pemberi juga saya kira kurang bijak, itu juga kayaknya akan mengurangi nilai pemberian karena akan menimbulkan risiko pergunjingan dan ghibah yang tertuju kepada si pemberi dan si penerima.

Coba deh cek ayat ini: 
"Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu, menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Baqarah: 271)

Orang yang menampakkan sedekahnya itu baik sekali, karena dapat memberi contoh atau teladan yang baik dan pendidikan karakter bagi pihak yang terlibat. Bagi si pemberi akan menjadi ujian keikhlasan sedekahnya, bagi penerima akan terjalin hubungan silaturahim dan kelapangan hati menerima sedekah. Bagi yang mengetahui dapat menggugah keinginan untuk meneladani. Namun bersedekah secara rahasia ternyata lebih baik bagi si pemberi, bukan saya yang bilang begitu, Al-Quran yang menyatakan demikian.

Ayat tersebut mungkin juga tidak cocok, karena mungkin saja umroh untuk guru mengaji tersebut adalah hadiah bukan sedekah. Buat teman-teman yang mengerti perbedaan sedekah dan hadiah juga pasti paham mengapa nabi tidak ikut memakan roti sedekah tapi ikut makan dengan sahabatnya saat beliau tahu roti tersebut adalah hadiah.

Semoga Allah SWT membalas kebaikan yang berlipat ganda kepada mereka yang telah memberangkatkan umroh sang guru ngaji sederhana tetangga teman saya itu. Dan untuk kita, semoga selalu ada hikmah pelajaran pada setiap kejadian jika saja kita mau menelitinya lebih jauh. 

Semoga kejadian ini menyadarkan kita bahwa ungkapan "tidak ada makan siang gratis" yang semakin sering didengar itu sebenarnya bukan berasal dari negeri ini, karena kalau di negeri ini, "jangankan makan siang, umroh gratis saja ada kok".

Wassalam.


Akeyla Naraya, Batik Bekasi dan Homeschooling

Diplomatic Spouses Association of Lebanon (DSAL) International Charity Bazaar dan Indonesian Days di Lebanon
Batik Bekasi di Indonesian Days, Antonine University Lebanon
"Pemuda adalah harapan bangsa" itu merupakan sebuah slogan yang sudah bosan saya dengar. Bosan karena semua orang juga sudah tahu dan menjadi hambar rasanya kalau terlalu sering digembar-gemborkan tanpa ada tindakan lanjutannya.

Pemuda itu siapa?

Organisasi Kesehatan Dunia WHO yang berkantor pusat di Jenewa, Swiss melalui studi tentang kualitas kesehatan dan harapan hidup rata-rata manusia di seluruh dunia menetapkan kriteria baru yang membagi kehidupan manusia ke dalam 5 kelompok usia.

Pertama, ‎ usia 0 – 17 tahun adalah anak-anak di bawah umur. Kedua, 18 – 65 tahun pemuda. Ketiga, 66 – 79 tahun setengah baya. Keempat, 80 – 99 tahun orang tua. Kelima, 100 tahun ke atas orang tua berusia panjang‎. 

Ini berbeda dengan definisi pemuda dalam Pasal 1 Ayat (1) UU Nomor 40 Tahun 2019 tentang Kepemudaan yang menyatakan batas usia muda dimulai dari 16-30 tahun. Di lain pihak UNESCNO dalam halaman web-nya yang berjudul What do we mean by “youth”? mengkategorikan pemuda dalam rentang usia 15 hingga 35 tahun.

Dari definisi pemuda itu setidaknya sudah jelas bahwa usia 9 tahun masih dalam kategori anak-anak di bawah umur. Nah ngomong-ngomong soal pemuda harapan bangsa, mari kita (yang masih masuk dalam kategori pemuda) mengenal seorang anak di bawah umur yang sudah memiliki berbagai prestasi gemilang. 

Mudah-mudahan bisa menjadi penyemangat yah :) Amiin
Akeyla Naraya, Desainer Cilik dari Bekasi di Libanon
Akeyla Naraya, Desainer Cilik dari Bekasi

Akeyla Naraya, Siapa dia?

Bernama lengkap Akeyla Naraya Aliandina, putri dari Ibu Ina Raya kelahiran 4 Februari 2010 ini bukan anak perempuan biasa. Di usianya yang belum genap berusia 9 tahun ini Akeyla Naraya sudah memiliki berbagai macam prestasi luar biasa dalam dunia fashion, baik dalam dan luar negeri. Soal prestasinya silahkan cari nama "Akeyla Naraya" di Google, akan panjang kalau saya catat semua di sini.

Menurut beberapa media, untuk menampung karyanya, desainer cilik yang tinggal di perumahan Wisma Asri Bekasi Utara ini memiliki sebuah butik di Gedung Smesco Jakarta Selatan. Jadi mau lihat butiknya nih, kapan-kapan deh yah :)

Nah teman-teman tahu gak? belum lama ini, Akeyla Naraya bersama sejumlah desainer asal Kota Bekasi, Jawa Barat, memperkenalkan batik khas Bekasi dalam kontes busana internasional di Beirut, Lebanon tanggal 2-4 Desember 2018.

Selain itu, Akeyla juga ikut berpartisipasi dalam misi budaya Indonesia di acara Diplomatic Spouses Association of Lebanon (DSAL) International Charity Bazaar dan Indonesian Days di Antonine University, Lebanon. DSAL International Charity Bazaar adalah kegiatan sosial yang berlangsung di Hotel Phoenicia, Beirut, Lebanon. 

Nah Lebanon itu di mana? Jauh lah, naik pesawat saja bisa 10 jam lebih, Lebanon itu sebuah negara dengan ibukota Beirut yang terletak di tepi pantai Laut Tengah - Timur Tengah, terletak di antara Palestina dan Suriah. Ok, pelajaran Geografinya cukup yah.
Akeyla Naraya, Batik Bekasi dan Homeschooling
Batik Bekasi dalam kreasi desainer cilik Akeyla Naraya
DSAL International Charity Bazaar sendiri diikuti 37 negara ditambah enam pegiat seni asal Lebanon. Indonesia sebagai salah satu sponsor DSAL International Charity Bazaar ini berkesempatan memamerkan produk-produk khas Indonesia, termasuk fashion berbahan batik Bekasi yang dirancang oleh tangan mungil Akeyla Naraya.
Akeyla Naraya menerima penghargaan dari rektor Universitas Antonine Lebanon
Akeyla Naraya menerima penghargaan dari rektor Universitas Antonine Lebanon
Bakat Akeyla Naraya jelas menurun dari ibunya, Ina Raya yang juga seorang desainer yang sudah sering melakukan acara fashion show di mana-mana. Salah satu karya Ibu Ina Raya adalah Batik Gotik yang bercirikan kreasi warna hitam pekat dengan motif batik.

Saya mendapatkan foto-foto Akeyla dari seorang warga Tarumajaya Kabupaten Bekasi yang sedang kuliah di Libanon. Menurutnya acara Indonesian Days dilaksanakan di Antonine University, Senin (3/12/2017). Dari informasi media, acara Indonesian Days semula direncanakan akan dilaksanakan di University of Beirut, berbeda lokasi dengan acara DSAL International Charity Bazaar yang dilaksanakan di Hotel Phoenicia.
Indonesian Days di Antonine University Lebanon
Batik Bekasi di Indonesian Days, Antonine University Lebanon


Kembali ke Akeyla Naraya, bagaimana anak seusia Akeyla dapat mengatur jadwalnya yang padat dengan kewajiban belajarnya?

Soal pendidikan Akeyla Naraya yang padat itu jawabannya adalah dengan Homeschooling atau Sekolah Rumah. Peraturan Homeschooling di Indonesia terdapat pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 129 Tahun 2014 tentang “Sekolah Rumah” (homeschooling). 

Pada Pasal 1 Ayat (4) disebutkan: yang dimaksud sekolah rumah adalah proses layanan pendidikan yang secara sadar dan terencana dilakukan oleh orangtua/keluarga di rumah atau tempat-tempat lain. 

Sementara bisa dalam bentuk tunggal, majemuk, dan komunitas dimana proses pembelajaran dapat berlangsung dalam suasana kondusif. Ini bertujuan agar setiap potensi peserta didik yang unik dapat berkembang secara maksimal.

Kemudian pada Pasal 7 Ayat (1) disebutkan: kurikulum yang diterapkan dalam sekolah rumah mengacu pada Kurikulum Nasional. Berikutnya, Ayat (3): kurikulum yang dimaksud sebagaimana Ayat (1) yang digunakan dapat berupa kurikulum pendidikan formal atau kurikulum pendidikan kesetaraan, dengan memperhatikan secara lebih meluas atau mendalam bergantung pada minat potensi dan kebutuhan peserta didik

Saat ini saya hanya mencatat mengenai kedudukan homeschooling menurut peraturan, untuk lebih jauh saya belum pernah mendalami bagaimana praktek homeschooling ini.

Berkaca dari Akeyla yang masih belia ini, saya sebagai pemuda (berdasarkan kategori WHO) jelas banyak ketinggalan. Ini baru Akeyla, belum lagi adik-adik yang berprestasi di bidang lain, banyakkkk....

Huffttt walaupun masih mengaku muda, tetap saja saya tidak bisa kembali muda lagi untuk benar-benar memahami dunia ini dalam pandangan para pemuda saat ini. Jadi inget kutipan Oscar Wilde: ‘I am not young enough to know everything’,  saya tidak cukup muda untuk mengetahui semuanya... karena; mereka sebagai pemilik masa depan memiliki mimpi yang saya tidak mampu memimpikannya.

:) 

Sumber foto: Fahri Abidin, Mahasiswa Indonesia di Lebanon.


7 Hal Yang Harus Dilakukan Saat Pertama Kali Membuat Website

7 Hal Yang Harus Dilakukan Saat Pertama Kali Membuat Website
idwebhost
IDwebhost menyediakan jasa hosting domain yang berguna bagi anda untuk membuat sebuah website. Dari sinilah anda akan bisa mendapatkan web terbaik yang dibutuhkan. Namun satu hal yang pasti, anda harus benar-benar membuat sebuah website yang bisa sesuai dengan kebutuhan. Banyak yang bingung apa yang harus dilakukan saat pertama kali membuat website. 

Terlebih lagi jika anda pemula dan benar-benar baru dalam hal CMS WordPress dan semacamnya. Tapi untung saja jenis CMS yang satu ini sudah banyak yang menggunakannya. Jadi anda tak akan kebingungan pada saat berawal menggunakan website dengan CMS tersebut. Malahan anda akan semakin diuntungkan jika membuat WordPress ini. Dari sini anda akan bisa belajar lebih banyak tentang membangun sebuah website dengan metode yang lebih sederhana dan mudah.

Install Plugin Untuk SEO

Apakah setelah membangun website dari jasa hosting www.IDwebhost.com, anda berkeinginan membangun sebuah konten website yang sesuai kebutuhan? Jika jawabannya adalah iya, maka disinilah anda akan memperoleh semua itu. Sebuah konten yang bagus bisa meningkatkan algoritma di mesin pencari. Google, Bing, Yahoo, dan sejumlah mesin pencari lain benar-benar teliti dalam hal konten yang anda buat. Jika SEO-nya bagus, maka konten anda pasti masuk di halaman pertama. 

Disini yang terpenting adalah originalitas dan anda tau cara membuat konten yang SEO. Disini tak perlu khawatir karena anda bisa memakai Yoast SEO atau All in One Pack SEO sebagai dua plugin utama dalam membangun konten yang bisa SEO. Alhasil, anda akan bisa menginput meta description, alt text, keyword yang SEO, serta sejumlah ketentuan lainnya untuk membuat konten high quality, salah satunya adalah konten yang memiliki keyword density yang cukup bagus.

Cegah SPAM Menggerogoti Website Anda

Tanpa adanya perlindungan anti SPAM maka website anda akan rentan terhadap serangan semacam ini. SPAM tersebut akan bisa masuk via comment pada bagian artikel, email domain yang digunakan, dan juga berbagai cara lain yang tak pernah anda duga. Dari sinilah anda bisa mendapatkan solusi dengan cara memasang plugin tertentu yaang mampu mencegah serangan SPAM. 

Kalau anda pakai CMS WordPress, anda akan bisa mendapatkan semuanya dengan mudah. Disini proses pencegahan SPAM akan bisa ditanggulangi secara otomatis. Semakin banyak pula kemudahan yang bisa anda dapatkan. Siapa saja bisa membangun website terbaik tanpa khawatir adanya serangan SPAM didalamnya.

Bangun Website Terbaik Dengan Melakukan Customizes Theme

IDwebhost menyediakan sebuah website dengan CMS WordPress dengan banyak theme yang responsif. Jadi anda tak perlu cemas akan kehabisan pilihan. Disini anda akan mampu menerapkan theme apapun dengan customizes yang anda sesuaikan kebutuhan. Silahkan mengeset menu, heading image, widget, sidebar, dan sejumlah fitur lain yang ingin anda kembangkan dalam situs baru anda. 

Dari sini anda pun akan mampu membuat sebuah web terbaik yang sedap dipandang. Tak hanya itu saja, ini juga mampu meningkatkan user experience dari orang yang mengunjungi website anda tersebut. Disitulah banyak yang akan bisa anda peroleh didalamnya nanti. Anda akan bisa menciptakan sebuah web terbaik yang sesuai dengan kebutuhan terbaik anda.

Bikin Konten Yang Original

7 Hal Yang Harus Dilakukan Saat Pertama Kali Membuat Website
idwebhost
Dalam rangka membuat web yang anda ciptakan dari jasa hosting IDwebhost ini, anda harus menambahkan konten yang original didalamnya. Dengan menambahkan konten yang original tersebut, sudah pasti anda akan mampu menciptakan sebuah website terbaik yang anda butuhkan. Dari sini anda akan bisa mendapatkan sebuah website terbaik yang sesuai dengan kebutuhan anda. 

Di sisi lain, website yang terbaik itu juga akan bisa meningkatkan jumlah pengunjung yang datang. Pastikan mengutamakan pembuatan konten atau artikel yang fresh dan belum pernah dibuat sebelumnya. Alhasil, anda pun akan bisa meningkatkan traffic yang dimiliki website anda dengan segera dan mudah. Dengan cara tersebut, maka anda pun akan mampu menghasilkan sebuah website terbaik yang sesuai kebutuhan anda. 

Tak hanya itu saja, pembaca pun juga akan tertarik berkunjung berkat adanya konten yang anda buat tersebut.

Anda Juga Bisa Menggunakan CMS Lainnya Jika Mau Mencoba

IDwebhost memberikan kemudahan bagi para pengguna untuk menginstall CMS apapun yang diinginkan. Dalam hal ini, anda bisa memilih beberapa CMS lain seperti Joomla dan lain sebagainya. Sebetulnya fungsi dan cara gunanya juga sama seperti WordPress. Anda akan mendapatkan kemudahan dalam membangun WordPress yang diinginkan dengan CMS tersebut. 

Jadi tak ada yang perlu anda ragukan lagi. Yang jelas, sebuah CMS yang baik pastinya akan memberikan kemudahan kepada anda untuk mengoperasikan, membangun dan mengoptimalkan website yang dimiliki. Selain itu, ini juga akan menambah pengalaman anda tentang penggunaan CMS untuk build website anda sendiri. Untuk bantuan lebih lanjut, anda bisa menghubungi staff IDwebhost guna mendapatkan saran yang diinginkan.

Sediakan Menu Untuk Mempermudah Navigasi

CMS yang anda dapatkan dari IDwebhost paket unlimited juga bisa anda beri sejumlah fitur untuk mempermudah navigasi. Dalam hal ini navigasi memang sangat penting guna memudahkan anda untuk berkunjung ke halaman tertentu yang berisikan konten tertentu, misalnya promo, katalog, artikel, form kontak, dan lain sebagainya. 

Dengan adanya kemudahan dalam melakukan navigasi maka banyak keuntungan yang akan bisa anda peroleh nantinya. Sudah pasti hal tersebut akan bisa meningkatkan user experience yang anda miliki dalam membuat sebuah website yang tepat guna dan bisa berfungsi dengan signifikan. Dari sinilah keuntungan yang akan bisa anda peroleh akan amat luar biasa. Pengaturan menu bisa anda letakan di bagian atas website anda sehingga lebih mudah digunakan.

Fungsikan Social Media Sebagai Promosi Website Anda

7 Hal Yang Harus Dilakukan Saat Pertama Kali Membuat Website
idwebhost
Di era modern ini, sangatlah bagus kalau anda mampu melakukan promosi dengan menggunakan social media. Dengan memanfaatkan social media tersebut maka anda pun juga akan bebas mendapatkan semua yang diinginkan. Dari sinilah anda akan bisa bebas mendapatkan semua keuntungan yang ada didalamnya. 

Social media yang dapat anda gunakan disini adalah Facebook, Twitter, Instagram, dan lain sebagainya. Dengan memanfaatkan social media tersebut sudah pasti banyak keuntungan yang akan bisa anda peroleh didalamnya. Social media akan memudahkan anda untuk bisa melakukan promosi dengan cara termudah dan tercepat didalamnya. Mendapatkan website terbaik yang diinginkan bukan lagi mimpi. Kini anda akan bisa memaksimalkan fungsi website yang anda bangun tersebut lebih mudah.

Kesimpulannya, membangun website yang anda miliki butuh waktu. Tapi sangatlah disarankan menggunakan jasa domain hosting paling baik, seperti IDwebhost untuk mendapatkan semua kemudahan yang anda butuhkan. 

Dengan menggunakan jasa professional IDwebhost, semua kebutuhan anda dalam membangun website akan bisa semakin mudah diterapkan. Banyak sekali manfaat yang akan bisa anda dapatkan nantinya dengan menciptakan sebuah website terbaik yang sesuai dengan kebutuhan yang anda inginkan saat ini.



Kampung Kite, Lagu Nasehat Dari "Bahasa Aliza"

Kampung Kite, Lagu Nasehat Dari "Bahasa Aliza"

Hari semakin petang, saat-saat terbaik di halaman TBM Rumah Pelangi Bekasi sebentar lagi akan datang. Yaitu saat matahari semakin condong ke barat sehingga panasnya jauh berkurang, lalu angin sepoi-sepoi meniup dari pepohonan, perkebunan dan sawah yang membentang membawa udara segar khas pedesaan.

Sambil menikmati suasana ruang terbuka dan bercengkrama akrab, di hadapan saya 4 personil band Bahasa Aliza sudah lengkap. Kami asik terlibat obrolan-obrolan mengenai rencana-rencana ke depan. Mengenai kampanye budaya, gerakan literasi dan berbagai kegiatan yang sempat ada namun terhenti sejak wafatnya alm. Ane Matahari, penggerak sanggar Sastra Kali Malang dan Kelompok Penyanyi Jalanan Kota Bekasi.

Muhammad Genta Aliza Putera atau yang akrab disapa Genta, masih bersemangat bercerita mengenai niatnya melanjutkan apa yang sudah alm ayahnya mulai. Yah menurut saya, wafatnya alm. Ane Matahari seperti memutus komunikasi antara para penggiat penggerak sastra dan musik di kota dan kabupaten Bekasi, sehingga sudah jarang bertemu dan melakukan aksi bersama lagi, itulah yang ingin Genta bersaudara giatkan kembali.

Muhammad Gema Aliza Putera, Muhammad Genta Aliza Putera dan Muhammad Gaung Aliza Putera, ketiganya merupakan putera dari alm Ane Matahari. Ketiganya membentuk band bernama "Bahasa Aliza", yang pada kesempatan Sabtu sore 27 Oktober 2018 menjadi bintang tamu acara Festival Rungi 2.0
Kampung Kite, Lagu Nasehat Dari "Bahasa Aliza"

Dengan dibantu Muhamad Fauzi atau Uzi sebagai pemain cajon, Bahasa Aliza membawakan 2 buah lagu ciptaan mereka sendiri yang berjudul "Kampung Kite" dan "Dari Sabang Hingga Merauke".

"Pung kampung-kampung, ini kampung kite... 
Dulu dikate dusun, sekarang udeh jadi kote...
Di sini sodare di sana sodare, banyak teman banyak sahabat, 
kudu akur, kudu inget nasehat...". 

Demikian cuplikan lagu berjudul Kampung Kite yang dinyanyikan dengan suara serak dan lantang khas suara Gaung sang vokalis. Lagu ini menggambarkan potret kampung-kampung yang sekarang sudah menjadi kota, namun demikian lagu ini mengingatkan bahwa perubahan demografis jangan sampai menggerus kekeluargaan, persaudaraan, persahabatan, kudu akur. 
"Banyak belajar biar jadi anak yang pintar, anak kampung sini kudu ngebangun kote ini".
Saat saya tanyakan kesan dan pesan setelah datang dan tampil di halaman TBM Rumah Pelangi dalam gelaran acara Festival Rumah Pelangi 2.0, Genta mengatakan TBM Rumah Pelangi berhasil menjadikan ruang publik sebagai ruang budaya.

"Dalam perjalanan ke Rumah Pelangi, kami sudah merasakan sisi lain Bekasi, bahwasanya Rumah Pelangi adalah salah satu kekayaan yang Bekasi punya. Bagaimanapun perbedaanlah yang mempersatukan, TBM Rumah Pelangi telah berhasil menjadikan ruang publik sebagai ruang budaya." ungkap Genta.

"Semoga semakin kompak dan sukses, Aamiin. Kite kudu bangga jadi bocah Bekasi." tegasnya.

--------------
Mau dengar lagu Kampung Kite versi full?
Simak deh, ini saya ambil dari Soundcloud, enjoy :)



:)

Kampung Kite, Lagu Nasehat Dari "Bahasa Aliza"

Kampung Kite, Lagu Nasehat Dari "Bahasa Aliza"

Hari semakin petang, saat-saat terbaik di halaman TBM Rumah Pelangi Bekasi sebentar lagi akan datang. Yaitu saat matahari semakin condong ke barat sehingga panasnya jauh berkurang, lalu angin sepoi-sepoi meniup dari pepohonan, perkebunan dan sawah yang membentang membawa udara segar khas pedesaan.

Sambil menikmati suasana ruang terbuka dan bercengkrama akrab, di hadapan saya 4 personil band Bahasa Aliza sudah lengkap. Kami asik terlibat obrolan-obrolan mengenai rencana-rencana ke depan. Mengenai kampanye budaya, gerakan literasi dan berbagai kegiatan yang sempat ada namun terhenti sejak wafatnya alm. Ane Matahari, penggerak sanggar Sastra Kali Malang dan Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) Kota Bekasi.

Muhammad Genta Aliza Putra atau yang akrab disapa Genta, masih bersemangat bercerita mengenai niatnya melanjutkan apa yang sudah alm. ayahnya mulai. Yah menurut saya, wafatnya alm. Ane Matahari seperti memutus komunikasi antara para penggiat penggerak sastra dan musik di kota dan kabupaten Bekasi, sehingga sudah jarang bertemu dan melakukan aksi bersama lagi, itulah yang ingin Genta bersaudara giatkan kembali.

Muhammad Gema Aliza Putra, Muhammad Genta Aliza Putra dan Muhammad Gaung Aliza Putra, mereka bertiga adalah putra dari alm. Ane Matahari. Ketiganya membentuk band bernama "Bahasa Aliza", yang pada kesempatan Sabtu sore 27 Oktober 2018 menjadi bintang tamu acara Festival Rungi 2.0
Kampung Kite, Lagu Nasehat Dari "Bahasa Aliza"
Dengan dibantu Muhamad Fauzi (Uzi)  dari KPJ Kota Bekasi sebagai pemain cajon, Bahasa Aliza membawakan 2 buah lagu, 1 lagu ciptaan mereka sendiri yang berjudul "Kampung Kite" dan lagu milik KPJ yang berjudul "Dari Sabang Hingga Merauke".

"Pung kampung-kampung
ini kampung kite... 
Dulu dikate dusun
sekarang ude jadi kote...
Di sini sodare di sana sodare, 
banyak teman banyak sahabat, 
kudu akur, kudu inget nasehat...". 

Demikian cuplikan lagu berjudul Kampung Kite yang dinyanyikan dengan suara serak dan lantang khas suara Gaung sang vokalis. Lagu ini menggambarkan potret kampung-kampung yang sekarang sudah menjadi kota, namun demikian lagu ini mengingatkan bahwa perubahan demografis jangan sampai menggerus ikatan kekeluargaan, tali persaudaraan, persahabatan, semuanya kudu akur. 

Selain itu lagu ini juga berpesan agar kita sebagai bocah kampung harus tetap mengasah diri agar dapat berperan membangun kampung.
"Banyak belajar biar jadi anak yang pintar, anak kampung sini kudu ngebangun kote ini".
Saat saya tanyakan kesan dan pesan setelah datang dan tampil di halaman TBM Rumah Pelangi dalam gelaran acara Festival Rumah Pelangi 2.0, Genta mengatakan TBM Rumah Pelangi telah berhasil menjadikan ruang publik sebagai ruang budaya.

"Dalam perjalanan ke Rumah Pelangi, kami sudah merasakan sisi lain Bekasi, bahwasanya Rumah Pelangi adalah salah satu kekayaan yang Bekasi punya. Bagaimanapun perbedaanlah yang mempersatukan, TBM Rumah Pelangi telah berhasil menjadikan ruang publik sebagai ruang budaya." ungkap Genta.

"Semoga semakin kompak dan sukses, Aamiin. Kite kudu bangga jadi bocah Bekasi." tegasnya.

Untuk mengikuti perkembangan dan kabar terbaru dari band indie asal Bekasi ini kita bisa follow akun Instagram mereka di @BahasaAliza atau berkirim email ke bahasaaliza @ gmail. com jika ingin menghubungi mereka.

--------------
Mau dengar lagu Kampung Kite versi full?
Simak deh, ini saya ambil dari Soundcloud, enjoy :)



:)

Malam Minggu Seru Di Peringatan Puncak Hari Puisi Indonesia (HPI) Bekasi Raya

Peringatan puncak Hari Puisi Indonesia (HPI) Bekasi Raya
Sabtu malam, (20/10/2018) saya kembali mengonsumsi bawang putih mentah untuk menekan sisa-sisa batuk dan melegakan pernafasan sebagai persiapan menyumbang suara sember saya dalam acara Peringatan puncak Hari Puisi Indonesia (HPI) Bekasi Raya. 

Setelah tahu panitia acara tidak menyediakan gitar maka saya ajak seorang teman untuk ikut berboncengan notor sekalian membantu saya memegangi gitar, karena setelah saya cari-cari saya lupa di mana menyimpan sarung gitar saya :D

Bersama DAF yang bertemu di jalan akhirnya sampailah kami di lokasi. Sebuah rumah dengan halaman yang cukup luas dan sudah dipasang panggung sederhana. Kanan kiri panggung (bukan panggung beneran sih) diterangi tambahan cahaya dari obor yang ujungnya diberi pijar api dari buah bintaro kering yang dibakar.

Setelah sedikit berakrab-akrab walau tidak semua hadirin saya kenali akhirnya saya memilih duduk di samping Baba Fahmi Benhud, agak di bagian depan berhadapan dan sejajar dengan Kong Guntur Elmogas dan Bu Dyah Kencono.
Kong Guntur Elmogas Peringatan puncak Hari Puisi Indonesia (HPI) Bekasi Raya
Kong Guntur Elmogas saat membuka acara
Singkat cerita dengan tetap santai, Kong Guntur duduk bersila (deprok) membacakan pantun-pantun dan memberikan sambutan yang secara resmi membuka acara Peringatan puncak Hari Puisi Indonesia (HPI) Bekasi Raya malam itu. 

Bertempat di Rumah Budaya Bekasi, Kampung Ujung Harapan Bahagia, RT. 04/RW.04, Babelan, Kabupaten Bekasi, Peringatan puncak Hari Puisi Indonesia (HPI) Bekasi Raya berjalan lancar dan penuh hikmat. Bang Rian Hamzah selaku MC benar-benar bisa membawa acara malam itu menjadi "berkelas". 

Selanjutnya Ketua Panitia HPI Bekasi Raya, Bu Dyah Kencono Puspito Dewi menceritakan rangkaian acara peringatan HPI hingga malam puncak perayaan Hari Puisi Indonesia 2018 yang dilaksanakan di kediaman Bang Hilalludin Yusri. 

Sebelumnya, perayaan HPI Bekasi Raya yang bertema "Gaung Puisi di Tapal Batas Bekasi" telah digelar di tujuh tempat yang berbeda, yaitu:
  1. Sekolah Alam Prasasti di Desa Sukatenang Kecamatan Sukawangi yang diprakarsai oleh Komarudin Ibnu Mikam;
  2. Komunitas Mendut Tambun yang diprakarsai oleh Raden Sudarmono;
  3. Madrasah, Jaka Sampurna yang diprakarsai oleh Fahmi Benhud;
  4. Islamic Centre yang diprakarsai oleh Kong Guntur Elmogas;
  5. BKMB Kartini yang diprakarsai oleh Abdul Choir;
  6. Dinas Pendidikan Kota Bekasi yang diprakarsai oleh DKB Kota atau Ridwan Marhid
  7. Saung Bitung yang diprakarsai oleh DKB Kabupaten atau Iswandi Ichsan.

Acara selanjutnya sambutan dari Sofyan RH. Zaid selaku sekretaris panitia Hari Puisi Indonesia 2018 mewakili Yayasan Hari Puisi yang menjelaskan mengenai 2 bentuk puisi. Menurut Sofyan RH. Zaid Puisi dapat kita lihat dengan konteks yang lebih luas. Bila dilihat dari kaca mata literasi, puisi terbagi menjadi dua, yakni puisi teks dan puisi diri

Puisi teks adalah apa yang kita tulis dan dapat kita baca. Sedangkan puisi diri adalah apa yang tak bisa kita tulis namun tetap bisa kita baca. Contohnya berbuat baik pada sesama dalam kegiatan sosial, peduli lingkungan, bekerja mencari nafkah, mendukung acara puisi, menjadi juri lomba puisi, tidak melakukan korupsi, hadir di acara perayaan puisi seperti ini, dan lainnya adalah contoh puisi diri.
Dengan membacakan kutipan dari WS Rendra, "Kemarin dan esok adalah hari ini" yang diikuti oleh para hadirin sambutan dari Sofyan RH. Zaid berakhir.
Bang Rian Hamzah Peringatan puncak Hari Puisi Indonesia (HPI) Bekasi Raya
Bang Rian Hamzah selaku MC yang kece badai malam itu
Baba Fahmi Benhud untuk kesempatan pertama membawakan puisinya yang berjudul "Aku bertanya padamu wahai saudara", dibawakan dengan suara yang lantang namun tetap diselingi canda.

Aku bertanya padamu wahai saudara
Aku bertanya pada saudara
Apakah saudara tidak sadar atau lupa?
bahwa kita terus menukar tanah, air, sawah 
dengan rupiah tak berdaya

Tanah sudah tiada..
Air sudah tak mengalir.. (sekali mengalir, tapi ada salju genit...)
Sawah bukan lagi milik kita !
Warisan pun habis !!
Hidup di kontrakan milik Tuhan? 
Tidak saudara..

Demikian potongan puisi dari Baba Fahmi Benhud, selanjutnya disambung dengan pembacaan puisi tentang Kali Bekasi dari Iwan Bonick, lalu Mbak Nila Hapsari, Yahya Andi Saputra dari Komite Sastra Jakarta, Komunitas Malam Puisi Bekasi, Ridwan Ch Marhid,  Ridwan Fauzi, Diana Prima Resmana, Nila Hapsari, Armen S Doang, Ali Satri Efendi, Wieke, dan lainnya. Di antara yang hadir juga tampak Ayid Suyitno Ps, Wig MS, Widodo Arundono, serta Giyanto Subagio, Asep Setiawan, Jaronah Abdullah dan masih banyak lagi.

Malam itu saya menikmati sesi pembacaan puisi yang benar-benar membuat malam minggu jadi bermakna. Gak sia-sia saya memutuskan untuk menghabiskan malam minggu menghadiri acara ini walau seharian sudah keliling kemana-mana. 

Beragam gaya pembacaan puisi saya saksikan secara langsung oleh para pembaca puisi yang keren-keren. Alhamdulillah, untung saya duduk di bagian depan sehingga dapat dengan jelas melihat ekspresi dan penjiwaan dari masing-masing yang tampil.
Sebagai anti klimaks, saya selaku penikmat puisi tidak membaca puisi, seperti sebelumnya saya sekadar menyanyikan lagu "Soedirman Soejono (1)" dari Akar Bambu dan Puisi "Bunga Dan Tembok" karya Widji Thukul yang dimusikalisasi oleh Fajar Merah, putra Widji Thukul. Iya, anti klimaks, biar ada jeda sedikit sebelum sesi pembacaan puisi kembali berlanjut :D

Acara puncaknya? tentu saja bagi saya acara puncaknya yah makan malam hehehe, para hadirin dengan santai menikmati sajian makan malam yang disediakan panitia sambil menonton film puisi karya Rian Hamzah. Film yang cukup bagus, sayangnya walau kadang berbahasa Indonesia, kebanyakan dialog dalam film menggunakan bahasa Sunda jadi saya kurang paham jalan ceritanya. 

Semakin malam acara semakin cair, kami ngobrol-ngobrol sambil menikmati kopi hingga sesi foto bersama sebelum acara resmi ditutup.

Malam itu, saya puas menyaksikan langsung pembacaan puisi dari orang-orang yang sepertinya sudah punya nama dalam jajaran pembaca puisi di Bekasi dan Jakarta. Acara yang sederhana tapi keren banget, semoga bisa menyaksikan lagi acara-acara selanjutnya.





Memahami Selisih 1 Hari di Kalender Saka Jawa dan Hijriyah

Sultan Agung Adi Prabu Hanyakrakusuma dan kalender saka jawa

Misteri Malam 1 Suro setelah mengikuti Kirab Agung Pusaka Tarumanagara membawa saya pada jejak Sultan Agung Adi Prabu Hanyakrakusuma yang telah ditetapkan menjadi pahlawan nasional Indonesia berdasarkan S.K. Presiden No. 106/TK/1975 tanggal 3 November 1975 sehingga menjadi Pahlawan Nasional ke-12 dari Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Mengapa malam 1 Suro terkait dengan Sultan Agung Mataram?

Perhitungan kalender Saka Jawa adalah karya dari Sunan Agung Hanyakrakusuma. Sebelumnya kalender saka Jawa dihitung berdasarkan peredaran matahari atau mengikuti sistem syamsiyah, yaitu perhitungan perjalanan bumi mengitari matahari. Sedangkan kalender Sultan Agung mengikuti sistem qomariyah, yakni perjalanan bulan mengitari bumi seperti pada kalender Hijriah.

Walaupun tahun Saka menggunakan peredaran bulan sebagaimana kalender Hijriah, dalam kalender Jawa ini terdapat perputaran waktu khusus (siklus) yaitu Windu, Pasaran, Selapan dan Wuku.

Pada waktu itu kalender Saka sudah berjalan sampai akhir tahun 1554. Angka tahun 1554 itu diteruskan dalam kalender Sultan Agung dengan angka tahun 1555, sekalipun dasar perhitungannya sama sekali berlainan. Perubahan kalender di Jawa itu dimulai hari Jum’at Legi, tanggal 1 Sura tahun Alip 1555 bertepatan dengan tanggal 1 Muharam tahun 1043 Hijriah, atau tanggal 8 Juli 1633. Kalender ini dikenal pula dengan Kalender Jawa Sultan Agungan atau Penanggalan Jawa (Anno Javanico).

1 Muharram 1440 berbeda hari dengan 1 Suro 1952 

Menetapkan tanggal merah jelas merupakan kewenangan pemerintah yang menggunakan Kalender Gregorian Masehi. Pemerintah RI telah menetapkan hari Senin tanggal 11 September 2018 sebagai tanggal merah untuk memperingati 1 Muharram yang berarti menurut pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama, 1 Muharram jatuh pada hari Selasa tanggal 11 September 2018. 

Sedangkan menurut penanggalan Saka/Jawa Kalender Jawa Sultan Agungan tanggal 1 Suro Tahun Be 1952 atau tahun Dal 1952 jhe adalah tanggal 12 September 2018. Karena perbedaan sistem penanggalan tersebut maka tanggal 1 Suro 1952 dan 1 Muharram 1440 H berbeda 1 hari.  Inilah penyebab ada kalender yang mencetak tanggal 12 September 2018 sebagai tanggal merah. Kemungkinan besar pencetak mengikuti penanggalan kalender Saka/Jawa dalam menentukan tanggal 1 Suro atau beranggapan bahwa tanggal 1 Suro tahun ini berbarengan dengan 1 Muharram 1440 H, atau mungkin alasan lainnya.

Untuk di Bekasi perbedaan tanggal merah ini mungkin tidak terlalu penting, paling hanya perbedaan tanggal merah yang tercetak di kalender, tapi untuk warga di wilayah Surakarta perbedaan waktu antara 1 Muharam dan 1 Suro terlihat pada acara di Pura Mangkunegaran dan Keraton Surakarta Solo Jawa Tengah. 

Pura Mangkunegaran Solo, Jawa Tengah menggelar kirab budaya menyambut malam satu suro pada Senin malam (10/9/2018), karena menurut kalender hijriyah 1 Muharram 1440 H atau 1 Suro jatuh pada hari Selasa tanggal 11 September 2018. 

Sedangkan Keraton Surakarta Hadiningrat mengadakan kirab 1 Suro pada Selasa malam (11/9/2018) karena berdasarkan perhitungan Kalender Jawa Sultan Agungan atau penanggalan Jawa (Anno Javanico) tanggal 1 Suro Keraton Solo tahun Dal 1952 jhe jatuh pada hari Rabu tanggal 12 September 2018.

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat di Jogja seperti juga Keraton Surakarta Hadiningrat di Solo, mengadakan Hajad Kawula Dalem Mubeng Benteng pada Selasa malam (11/9/2018) karena Keraton Ngayogyakarta juga menggunakan Kalender Jawa Sultan Agungan sebagaimana Keraton Surakarta Hadiningrat Solo.

Penjelasan Perbedaan penetapan 1 Muharram 1440 dengan 1 Suro 1952 

Dari laporan Almira Nindya di media online Rakyat Merdeka (RMOL) Jateng, mengutip pernyataan Pangageng Parentah Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, KGPH Dipokusumo menjelaskan, selama ini Keraton Surakarta mengacu pada kalender Jawa karya Sultan Agung yang juga mengadopsi penanggalan Islam yang berbasis pada perputaran Bulan dan menetapkan tanggal 1 Suro 1952 jatuh pada tanggal 12 September 2018 sehingga kirab 1 Suro diselenggarakan pada Selasa malam tanggal 11 September 2018.

"Untuk penyelenggaraan kirab 1 Suro pada tahun ini, keraton mendasarkan pada perhitungan Kalender Sultan Agung, yang jatuh pada Selasa (11/9). Maka dengan perhitungan tersebut kadang bisa bareng dengan Masehi namun bisa juga selisih sehari," kata Gusti Dipo, menjelang kirab pusaka malam 1 Suro di Keraton Surakarta. 

Terpisah, pendapat dari Sejarahwan UNS Solo, Tundjung W. Sutirto mengatakan, perbedaan waktu 1 suro atau 1 Muharam terjadi karena Keraton Surakarta menggunakan pendekatan penanggalan Aboge, sedangkan Pura Mangkunegaran menggunakan penanggalan Asapon.

Perbedaan itu terkait adanya pendekatan penanggalan Asapon yang digunakan Mangkunegaran dan penanggalan Aboge yang digunakan Keraton Surakarta, kedua penanggalan itu ada selisih perhitungan, biasanya selisih satu hari," kata Tundjung. 

Dikutip dari Tugu Jogja pada halaman Kumparan, Pihak Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat melaksanakan tradisi Mubeng Beteng pada hari Selasa (11/9) malam. Puteri Raja Keraton Yogyakarta, Gusti Condro Kirono mengungkapkan, pelaksanaan laku Mubeng Beteng tersebut baru akan dilaksanakan pada hari Selasa (11/9). Sebab, berdasarkan kalender Sultan Agung, 1 Suro jatuh pada hari Rabu tanggal 12 September 2018.

"Keraton memang menganut Kalender Sultan Agung,"ujar Gusti Condro Kirono di Kompleks Kepatihan Yogyakarta.

Hajad Kawula Dalem Mubeng Beteng 1 Suro Jogjakarta
Hajad Kawula Dalem Mubeng Beteng 1 Suro Jogjakarta 2018
Hal tersebut mengonfirmasi infromasi dari akun Twitter Kraton Jogja @kratonjogja tanggal 6 September 2018 yang menginformasikan: "Sahabat, kami informasikan bahwa Hajad Kawula Dalem Mubeng Beteng untuk memperingati tahun baru Jawa, 1 Sura Tahun Be 1952 akan digelar Selasa (11/9) malam. Acara dimulai pukul 20.00 WIB dengan pembacaan macapat di Bangsal Pancaniti  Kraton Jogja." #kratonjogja.

Kalender Sultan Agung berbeda dengan kalender Hijriah yang awal dan akhir bulannya ditentukan dengan fenomena hilal atau penampakan bulan sedangkan Kalender jawa sistem perhitungan yang menggunakan hisab urfi (rata-rata), sehingga tak jarang di jumpai perbedaan antara kalender Jawa Islam dengan kalender Hijriyyah. Karena bersifat urfi maka kalender Jawa Islam ini tidak bisa digunakan sebagai acuan dalam kegiatan Ibadah umat Islam khususnya penentuan 1 Ramadhan.

Sistem perhitungan kalender Sultan Agung rata-rata lebih panjang sebanyak 1 hari setiap 120 tahun, agar kalender Sultan Agung tetap sesuai dengan kalender Hijriyah, maka dalam kurun 120 tahun kalender Sultan Agung selalu dihilangkan satu hari. Peristiwa menghilangkan tanggal 1 Sura pada awal permulaan kurup tahun Alip ini disebut ganti kurup atau salin kurup.

Siklus 120 tahun yang disebut dengan kurup ini baru diketahui setelah 72 tahun kalender Jawa berjalan. Sejauh ini sudah terdapat 3 kurup. Pertama, 1 Sura 1627 (Alip) jatuh pada Kamis Kliwon. Kedua, 120 tahun kemudian, 1 Sura 1747 (Alip) jatuh pada Rabu Wage atau dikenal sebagai kalender Aboge. Ketiga, kurup Aboge itu berakhir dengan datangnya kurup baru, yaitu 1 Sura 1867 (Alip) yang jatuh Selasa Pon atau disebut Asapon. Kurup Asapon itulah yang saat ini berlaku, mulai 24 Maret 1936-25 Agustus 2052 M.

Sebuah Karya Agung Nusantara

Menurut peneliti, pembuatan sistem kalender ini dilakukan oleh Raja Mataram Sultan Agung Anyakrakusuma saat itu bertujuan untuk menyatukan sistem penanggalan masyarakat kejawen dan santri. Saat itu, masyarakat kejawen menggunakan kalender Saka, sedangkan kaum santri menggunakan kalender Hijriah.

Kalender Saka merupakan sistem penanggalan yang didasarkan pergerakan bumi mengelilingi matahari. Kalender tersebut telah digunakan oleh masyarakat Hindu di India sejak tahun 78 masehi dan masih digunakan oleh masyarakat Hindu di Jawa dan Bali hingga kini. 

Untuk merangkum semua kepentingan masyarakat yang berbeda, maka sistem penanggalan baru dibuat dengan menggabungkan kalender Saka dengan kalender Hijriah. Nama bulan dan jumlah hari didasarkan degan sistem kalender Hijriah. Sedangkan angka tahun Saka dipertahankan. Ini membuat kalender pertama Jawa bukan 1 Sura tahun 1 Jawa, melainkan 1 Sura tahun 1555 Jawa.

Dari sini saya kira kita dapat membayangkan kearifan Sultan Agung selaku raja Mataram kala itu. Kalender Sultan Agung ini juga memiliki keistimewaan karena memadukan sistem penanggalan Islam, sistem Penanggalan Hindu, dan sedikit penanggalan Julian (perhitungan kalender lunar Julius Caesar Romawi Kuno) yang merupakan bagian budaya Barat. Sistem penanggalan ini cukup rumit dengan perhitungan astronomi yang cukup detail dan masih digunakan oleh banyak orang hingga sekarang. 

Jika kalender yang ada di rumah Anda mencetak tanggal 12 September 2018 sebagai merah, maka besar kemungkinan percetakan tersebut mengadopsi kalender Jawa Sultan Agungan atau Penanggalan Jawa (Anno Javanico).

Salam.

*dirangkum dari berbagai sumber



Memahami Selisih 1 Hari di Kalender Saka Jawa dan Hijriyah

Sultan Agung Adi Prabu Hanyakrakusuma dan kalender saka jawa

Misteri Malam 1 Suro setelah mengikuti Kirab Agung Pusaka Tarumanagara membawa saya pada jejak Sultan Agung Adi Prabu Hanyakrakusuma yang telah ditetapkan menjadi pahlawan nasional Indonesia berdasarkan S.K. Presiden No. 106/TK/1975 tanggal 3 November 1975 sehingga menjadi Pahlawan Nasional ke-12 dari Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Mengapa malam 1 Suro terkait dengan Sultan Agung Mataram?

Perhitungan kalender Saka Jawa adalah karya dari Sunan Agung Hanyakrakusuma. Sebelumnya kalender saka Jawa dihitung berdasarkan peredaran matahari atau mengikuti sistem syamsiyah, yaitu perhitungan perjalanan bumi mengitari matahari. Sedangkan kalender Sultan Agung mengikuti sistem qomariyah, yakni perjalanan bulan mengitari bumi seperti pada kalender Hijriah.

Walaupun tahun Saka menggunakan peredaran bulan sebagaimana kalender Hijriah, dalam kalender Jawa ini terdapat perputaran waktu khusus (siklus) yaitu Windu, Pasaran, Selapan dan Wuku.

Pada waktu itu kalender Saka sudah berjalan sampai akhir tahun 1554. Angka tahun 1554 itu diteruskan dalam kalender Sultan Agung dengan angka tahun 1555, sekalipun dasar perhitungannya sama sekali berlainan. Perubahan kalender di Jawa itu dimulai hari Jum’at Legi, tanggal 1 Sura tahun Alip 1555 bertepatan dengan tanggal 1 Muharam tahun 1043 Hijriah, atau tanggal 8 Juli 1633. Kalender ini dikenal pula dengan Kalender Jawa Sultan Agungan atau Penanggalan Jawa (Anno Javanico).

1 Muharram 1440 berbeda hari dengan 1 Suro 1952 

Menetapkan tanggal merah jelas merupakan kewenangan pemerintah yang menggunakan Kalender Gregorian Masehi. Pemerintah RI telah menetapkan hari Senin tanggal 11 September 2018 sebagai tanggal merah untuk memperingati 1 Muharram yang berarti menurut pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama, 1 Muharram jatuh pada hari Selasa tanggal 11 September 2018. 

Sedangkan menurut penanggalan Saka/Jawa Kalender Jawa Sultan Agungan tanggal 1 Suro Tahun Be 1952 atau tahun Dal 1952 jhe adalah tanggal 12 September 2018. Karena perbedaan sistem penanggalan tersebut maka tanggal 1 Suro 1952 dan 1 Muharram 1440 H berbeda 1 hari.  Inilah penyebab ada kalender yang mencetak tanggal 12 September 2018 sebagai tanggal merah. Kemungkinan besar pencetak mengikuti penanggalan kalender Saka/Jawa dalam menentukan tanggal 1 Suro atau beranggapan bahwa tanggal 1 Suro tahun ini berbarengan dengan 1 Muharram 1440 H seperti tahun-tahun sebelumnya, atau mungkin alasan lainnya.

Untuk di Bekasi, perbedaan tanggal merah ini mungkin tidak terlalu penting, paling hanya perbedaan tanggal merah yang tercetak di kalender. Tapi untuk warga di wilayah Surakarta Solo, perbedaan waktu antara 1 Muharam dan 1 Suro terlihat pada perbedaan pelaksanaan acara menyambut malam 1 Suro di Pura Mangkunegaran dan Keraton Surakarta Solo Jawa Tengah. 

Pura Mangkunegaran Solo, Jawa Tengah menggelar kirab budaya menyambut malam satu suro pada Senin malam (10/9/2018), karena menurut kalender hijriyah 1 Muharram 1440 H atau 1 Suro jatuh pada hari Selasa tanggal 11 September 2018. 

Sedangkan Keraton Surakarta Hadiningrat mengadakan kirab 1 Suro pada Selasa malam (11/9/2018) karena berdasarkan perhitungan Kalender Jawa Sultan Agungan atau penanggalan Jawa (Anno Javanico) tanggal 1 Suro Keraton Solo tahun Dal 1952 jhe jatuh pada hari Rabu tanggal 12 September 2018.

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat di Jogja seperti juga Keraton Surakarta Hadiningrat di Solo, mengadakan Hajad Kawula Dalem Mubeng Benteng pada Selasa malam (11/9/2018) karena Keraton Ngayogyakarta juga menggunakan Kalender Jawa Sultan Agungan sebagaimana Keraton Surakarta Hadiningrat Solo.

Penjelasan Perbedaan penetapan 1 Muharram 1440 dengan 1 Suro 1952 

Dari laporan Almira Nindya di media online Rakyat Merdeka (RMOL) Jateng, mengutip pernyataan Pangageng Parentah Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, KGPH Dipokusumo menjelaskan, selama ini Keraton Surakarta mengacu pada kalender Jawa karya Sultan Agung yang juga mengadopsi penanggalan Islam yang berbasis pada perputaran Bulan dan menetapkan tanggal 1 Suro 1952 jatuh pada tanggal 12 September 2018 sehingga kirab 1 Suro diselenggarakan pada Selasa malam tanggal 11 September 2018.

"Untuk penyelenggaraan kirab 1 Suro pada tahun ini, keraton mendasarkan pada perhitungan Kalender Sultan Agung, yang jatuh pada Selasa (11/9). Maka dengan perhitungan tersebut kadang bisa bareng dengan Masehi namun bisa juga selisih sehari," kata Gusti Dipo, menjelang kirab pusaka malam 1 Suro di Keraton Surakarta. 

Terpisah, pendapat dari Sejarahwan UNS Solo, Tundjung W. Sutirto mengatakan, perbedaan waktu 1 suro atau 1 Muharam terjadi karena Keraton Surakarta menggunakan pendekatan penanggalan Aboge, sedangkan Pura Mangkunegaran menggunakan penanggalan Asapon.

Perbedaan itu terkait adanya pendekatan penanggalan Asapon yang digunakan Mangkunegaran dan penanggalan Aboge yang digunakan Keraton Surakarta, kedua penanggalan itu ada selisih perhitungan, biasanya selisih satu hari," kata Tundjung. 

Dikutip dari Tugu Jogja pada halaman Kumparan, Pihak Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat melaksanakan tradisi Mubeng Beteng pada hari Selasa (11/9) malam. Puteri Raja Keraton Yogyakarta, Gusti Condro Kirono mengungkapkan, pelaksanaan laku Mubeng Beteng tersebut baru akan dilaksanakan pada hari Selasa (11/9). Sebab, berdasarkan kalender Sultan Agung, 1 Suro jatuh pada hari Rabu tanggal 12 September 2018.

"Keraton memang menganut Kalender Sultan Agung,"ujar Gusti Condro Kirono di Kompleks Kepatihan Yogyakarta.
Hajad Kawula Dalem Mubeng Beteng 1 Suro Jogjakarta
Hajad Kawula Dalem Mubeng Beteng 1 Suro Jogjakarta 2018
Hal tersebut mengonfirmasi infromasi dari akun Twitter Kraton Jogja @kratonjogja tanggal 6 September 2018 yang menginformasikan: "Sahabat, kami informasikan bahwa Hajad Kawula Dalem Mubeng Beteng untuk memperingati tahun baru Jawa, 1 Sura Tahun Be 1952 akan digelar Selasa (11/9) malam. Acara dimulai pukul 20.00 WIB dengan pembacaan macapat di Bangsal Pancaniti  Kraton Jogja." #kratonjogja.

Kalender Sultan Agung berbeda dengan kalender Hijriah yang awal dan akhir bulannya ditentukan dengan fenomena hilal atau penampakan bulan sedangkan Kalender jawa sistem perhitungan yang menggunakan hisab urfi (rata-rata), sehingga tak jarang di jumpai perbedaan antara kalender Jawa Islam dengan kalender Hijriyyah. Karena bersifat urfi maka kalender Jawa Islam ini tidak bisa digunakan sebagai acuan dalam kegiatan Ibadah umat Islam khususnya penentuan 1 Ramadhan.

Sistem perhitungan kalender Sultan Agung rata-rata lebih panjang sebanyak 1 hari setiap 120 tahun, agar kalender Sultan Agung tetap sesuai dengan kalender Hijriyah, maka dalam kurun 120 tahun kalender Sultan Agung selalu dihilangkan satu hari. Peristiwa menghilangkan tanggal 1 Sura pada awal permulaan kurup tahun Alip ini disebut ganti kurup atau salin kurup.

Siklus 120 tahun yang disebut dengan kurup ini baru diketahui setelah 72 tahun kalender Jawa berjalan. Sejauh ini sudah terdapat 3 kurup. Pertama, 1 Sura 1627 (Alip) jatuh pada Kamis Kliwon. Kedua, 120 tahun kemudian, 1 Sura 1747 (Alip) jatuh pada Rabu Wage atau dikenal sebagai kalender Aboge. Ketiga, kurup Aboge itu berakhir dengan datangnya kurup baru, yaitu 1 Sura 1867 (Alip) yang jatuh Selasa Pon atau disebut Asapon. Kurup Asapon itulah yang saat ini berlaku, mulai 24 Maret 1936-25 Agustus 2052 M.

Sebuah Karya Agung Nusantara

Menurut peneliti, pembuatan sistem kalender ini dilakukan oleh Raja Mataram Sultan Agung Anyakrakusuma saat itu bertujuan untuk menyatukan sistem penanggalan masyarakat kejawen dan santri. Saat itu, masyarakat kejawen menggunakan kalender Saka, sedangkan kaum santri menggunakan kalender Hijriah.

Kalender Saka merupakan sistem penanggalan yang didasarkan pergerakan bumi mengelilingi matahari. Kalender tersebut telah digunakan oleh masyarakat Hindu di India sejak tahun 78 masehi dan masih digunakan oleh masyarakat Hindu di Jawa dan Bali hingga kini. 

Untuk merangkum semua kepentingan masyarakat yang berbeda, maka sistem penanggalan baru dibuat dengan menggabungkan kalender Saka dengan kalender Hijriah. Nama bulan dan jumlah hari didasarkan degan sistem kalender Hijriah. Sedangkan angka tahun Saka dipertahankan. Ini membuat kalender pertama Jawa bukan 1 Sura tahun 1 Jawa, melainkan 1 Sura tahun 1555 Jawa.

Dari sini saya kira kita dapat membayangkan kearifan Sultan Agung selaku raja Mataram kala itu. Kalender Sultan Agung ini juga memiliki keistimewaan karena memadukan sistem penanggalan Islam, sistem Penanggalan Hindu, dan sedikit penanggalan Julian (perhitungan kalender Julius Caesar Romawi Kuno) yang merupakan bagian budaya Barat. Sistem penanggalan ini cukup rumit dengan perhitungan astronomi yang cukup detail dan masih digunakan oleh banyak orang hingga sekarang. 

Kesimpulan saya, jika kalender yang ada di rumah Anda mencetak tanggal 12 September 2018 sebagai tanggal merah, maka besar kemungkinan percetakan tersebut mengadopsi kalender Jawa Sultan Agungan atau Penanggalan Jawa (Anno Javanico) yang menetapkan tanggal 1 Suro jatuh pada tanggal 12 September 2018.

Salam.

*dirangkum dari berbagai sumber



Numpang Ngopi di Acara Kirab Agung Pusaka Tarumanagara

Numpang Ngopi di Acara Kirab Agung Pusaka Tarumanagara
Seumur hidup, baru kali ini saya menghadiri acara budaya yang lebih dikenal dengan istilah "Malam 1 Suro". Kepada ketua panitia yang mengundang saya sudah menyampaikan sebelumnya kemungkinan saya tidak bisa hadir karena dilaksanakan pada hari kerja, yaitu Senin 10 September 2018. Soal lokasi acara di kawasan wisata Rumah Joglo Puri Wedari Mutiara Gading City, Desa Babelan Kota, Kec Babelan Kab Bekasi ini tidak masalah karena tidak terlalu jauh dari rumah saya. 

Setelah melihat kembali undangannya, ternyata acara Kirab Agung Pusaka Tarumanagara diselenggarakan pada malam hari, dan hari Senin saya ambil cuti karena selain harpitnas, rasa-rasanya sakit pinggang saya belum sembuh benar. Sepertinya saya memang harus hadir, karena acara ini secara waktu dan tempat memungkinkan untuk didatangi, akhirnya bersama teman-teman dari Cinong Bekasi saya berangkat ke lokasi, selain menjaga silaturahim, kiranya mudah-mudahan akan ada hikmah yang dapat saya ambil dari acara ini.

Tadi malam saat berlangsungnya Kirab Agung Pusaka Tarumanagara di kawasan wisata Rumah Joglo Puri Wedari Mutiara Gading City salah seorang pembicara menyampaikan, malam 1 Suro itu bertepatan dengan 1 Muharram, diperingati sebagai peringatan hijrahnya Nabi Muhammad SAW.

Peristiwa sejarah hijrah meninggalkan Mekah menuju Madinah ini banyak memiliki arti yang sudah digali oleh pendahulu kita, salah satunya hijrah menuju keselamatan. Doa-doa keselamatan dan syukur kemudian dibacakan dalam bahasa Arab, Indonesia dan Sunda. Semoga ke depan semua akan menjadi lebih baik dengan memasuki tahun 1440 H, 1952 Saka/Jawa, Pabaru Sunda 1955 Caka.

Sebelum ditutup dengan pemotongan tumpeng, acara diisi dengan pencucian benda-benda pusaka dengan air "Tirta Kencana" yang menurut panitia bersumber dari 7 sumber mata air se-nusantara. Saya baru paham, dalam pandangan budaya, keris ataupun benda pusaka itu adalah perlambang diri pribadi pemiliknya, karenanya pencucian keris dengan segala prosesi puasa, 7 sumber mata air hingga pencuciannya adalah perlambang membersihkan jiwa raga agar kembali bersih dan menjadi lebih baik dari waktu sebelumnya


Semangat yang diwariskan oleh para orang tua dalam memperingati peristiwa hijrah ataupun tahun baru ternyata lebih filosofis dari sekadar memasang petasan yang buang-buang uang. Sayangnya prosesi pencucian benda pusaka saat malam 1 Suro lebih diperkenalkan pada generasi sekarang sebagai hal yang mistis ataupun klenik. Saya kira ini menjadi "PR" buat para penggiat budaya untuk memperkenalkan dan mengemas acara seperti ini agar lebih menarik buat kalangan umum, setidaknya agar generasi sekarang dapat mengenal makna filofofis dan melestarikannya dalam kehidupan sesuai pemahamannya. 

Soal mistis dan klenik itu menurut saya tergantung pribadi masing-masing pelakunya, saya tidak paham soal itu dan tidak mau berkomentar mengenai itu... tapi secara umum, setidaknya saya jadi tahu kalau prosesi pencucian benda pusaka juga memiliki semangat yang baik dan makna yang lebih masuk akal (buat saya). 

Nuansa acara ini menurut saya pribadi lebih kental dengan unsur-unsur budaya Sunda, bukan hal yang aneh buat saya dan mungkin juga warga Bekasi pada umumnya. Bekasi secara keseluruhan selain masih termasuk wilayah Provinsi Jawa Barat, Bekasi secara kultural juga memang dipengaruhi dua budaya dominan yaitu Betawi dan Sunda. Sesuatu yang dengan indah menyatu di Bekasi dan tidak perlu dijadikan bahan perdebatan.
Sambut 1 Suro, Komunitas Budaya Bekasi Gelar Kirab Agung Pusaka Tarumanagara
Foto Bang Iwan Bonick
Semoga acara ini dan juga acara kebudayaan lainnya dapat terus dilaksanakan oleh semua pihak agar terus memperkaya wawasan kebudayaan dan dapat menarik bagi para generasi muda Bekasi khususnya. Soal Tarumanagara saya kira memang sudah seharusnya digali terus dan disosialisasikan 

Terima kasih kepada Padepokan Pusaka Parahyangan, ISPI Group, MGC, Karang Taruna Babelan Kota, dan seluruh pihak panitia penyelenggara yang saya tidak tahu sehingga tidak saya sebutkan.

Duduk bersila menikmati hidangan kopi, ubi dan kacang rebus serta suasana lokasi yang jauh dari keramaian membuat saya dapat lebih akrab dengan para hadirin lainnya. Sayang tidak bisa memotret lebih banyak karena terhalang tembok dan saya juga tidak mau menginjak rumput untuk sekadar mencari posisi yang bagus di belakang para fotografer dan wartawan yang sedang bekerja.

Soal letak Rumah Joglo Puri Wedari secara administrasi masuk ke dalam wilayah Desa Babelan Kota atau Desa Kedung Jaya Kecamatan Babelan atau Desa Setia Asih Kecamatan Tarumajaya saya  belum tahu pastinya karena memang letaknya yang berada di perbatasan Kecamatan Babelan dan Kecamatan Tarumajaya. Pada acara Kirab Agung Pusaka Tarumanagara ini hadir Sekretaris Desa Babelan Kota, Anggota Karang Taruna dan Destana Babelan Kota sehingga membuat saya berasumsi bahwa lokasi Rumah Joglo Puri Wedari ini masuk ke dalam wilayah administrasi Desa Babelan Kota. Kalau salah yah nanti saya perbaiki :)

Lebih dan kurangnya atas opini saya di atas mohon dimaafkan. Salam.