7 Hal Yang Harus Dilakukan Saat Pertama Kali Membuat Website

7 Hal Yang Harus Dilakukan Saat Pertama Kali Membuat Website
idwebhost
IDwebhost menyediakan jasa hosting domain yang berguna bagi anda untuk membuat sebuah website. Dari sinilah anda akan bisa mendapatkan web terbaik yang dibutuhkan. Namun satu hal yang pasti, anda harus benar-benar membuat sebuah website yang bisa sesuai dengan kebutuhan. Banyak yang bingung apa yang harus dilakukan saat pertama kali membuat website. 

Terlebih lagi jika anda pemula dan benar-benar baru dalam hal CMS WordPress dan semacamnya. Tapi untung saja jenis CMS yang satu ini sudah banyak yang menggunakannya. Jadi anda tak akan kebingungan pada saat berawal menggunakan website dengan CMS tersebut. Malahan anda akan semakin diuntungkan jika membuat WordPress ini. Dari sini anda akan bisa belajar lebih banyak tentang membangun sebuah website dengan metode yang lebih sederhana dan mudah.

Install Plugin Untuk SEO

Apakah setelah membangun website dari jasa hosting www.IDwebhost.com, anda berkeinginan membangun sebuah konten website yang sesuai kebutuhan? Jika jawabannya adalah iya, maka disinilah anda akan memperoleh semua itu. Sebuah konten yang bagus bisa meningkatkan algoritma di mesin pencari. Google, Bing, Yahoo, dan sejumlah mesin pencari lain benar-benar teliti dalam hal konten yang anda buat. Jika SEO-nya bagus, maka konten anda pasti masuk di halaman pertama. 

Disini yang terpenting adalah originalitas dan anda tau cara membuat konten yang SEO. Disini tak perlu khawatir karena anda bisa memakai Yoast SEO atau All in One Pack SEO sebagai dua plugin utama dalam membangun konten yang bisa SEO. Alhasil, anda akan bisa menginput meta description, alt text, keyword yang SEO, serta sejumlah ketentuan lainnya untuk membuat konten high quality, salah satunya adalah konten yang memiliki keyword density yang cukup bagus.

Cegah SPAM Menggerogoti Website Anda

Tanpa adanya perlindungan anti SPAM maka website anda akan rentan terhadap serangan semacam ini. SPAM tersebut akan bisa masuk via comment pada bagian artikel, email domain yang digunakan, dan juga berbagai cara lain yang tak pernah anda duga. Dari sinilah anda bisa mendapatkan solusi dengan cara memasang plugin tertentu yaang mampu mencegah serangan SPAM. 

Kalau anda pakai CMS WordPress, anda akan bisa mendapatkan semuanya dengan mudah. Disini proses pencegahan SPAM akan bisa ditanggulangi secara otomatis. Semakin banyak pula kemudahan yang bisa anda dapatkan. Siapa saja bisa membangun website terbaik tanpa khawatir adanya serangan SPAM didalamnya.

Bangun Website Terbaik Dengan Melakukan Customizes Theme

IDwebhost menyediakan sebuah website dengan CMS WordPress dengan banyak theme yang responsif. Jadi anda tak perlu cemas akan kehabisan pilihan. Disini anda akan mampu menerapkan theme apapun dengan customizes yang anda sesuaikan kebutuhan. Silahkan mengeset menu, heading image, widget, sidebar, dan sejumlah fitur lain yang ingin anda kembangkan dalam situs baru anda. 

Dari sini anda pun akan mampu membuat sebuah web terbaik yang sedap dipandang. Tak hanya itu saja, ini juga mampu meningkatkan user experience dari orang yang mengunjungi website anda tersebut. Disitulah banyak yang akan bisa anda peroleh didalamnya nanti. Anda akan bisa menciptakan sebuah web terbaik yang sesuai dengan kebutuhan terbaik anda.

Bikin Konten Yang Original

7 Hal Yang Harus Dilakukan Saat Pertama Kali Membuat Website
idwebhost
Dalam rangka membuat web yang anda ciptakan dari jasa hosting IDwebhost ini, anda harus menambahkan konten yang original didalamnya. Dengan menambahkan konten yang original tersebut, sudah pasti anda akan mampu menciptakan sebuah website terbaik yang anda butuhkan. Dari sini anda akan bisa mendapatkan sebuah website terbaik yang sesuai dengan kebutuhan anda. 

Di sisi lain, website yang terbaik itu juga akan bisa meningkatkan jumlah pengunjung yang datang. Pastikan mengutamakan pembuatan konten atau artikel yang fresh dan belum pernah dibuat sebelumnya. Alhasil, anda pun akan bisa meningkatkan traffic yang dimiliki website anda dengan segera dan mudah. Dengan cara tersebut, maka anda pun akan mampu menghasilkan sebuah website terbaik yang sesuai kebutuhan anda. 

Tak hanya itu saja, pembaca pun juga akan tertarik berkunjung berkat adanya konten yang anda buat tersebut.

Anda Juga Bisa Menggunakan CMS Lainnya Jika Mau Mencoba

IDwebhost memberikan kemudahan bagi para pengguna untuk menginstall CMS apapun yang diinginkan. Dalam hal ini, anda bisa memilih beberapa CMS lain seperti Joomla dan lain sebagainya. Sebetulnya fungsi dan cara gunanya juga sama seperti WordPress. Anda akan mendapatkan kemudahan dalam membangun WordPress yang diinginkan dengan CMS tersebut. 

Jadi tak ada yang perlu anda ragukan lagi. Yang jelas, sebuah CMS yang baik pastinya akan memberikan kemudahan kepada anda untuk mengoperasikan, membangun dan mengoptimalkan website yang dimiliki. Selain itu, ini juga akan menambah pengalaman anda tentang penggunaan CMS untuk build website anda sendiri. Untuk bantuan lebih lanjut, anda bisa menghubungi staff IDwebhost guna mendapatkan saran yang diinginkan.

Sediakan Menu Untuk Mempermudah Navigasi

CMS yang anda dapatkan dari IDwebhost paket unlimited juga bisa anda beri sejumlah fitur untuk mempermudah navigasi. Dalam hal ini navigasi memang sangat penting guna memudahkan anda untuk berkunjung ke halaman tertentu yang berisikan konten tertentu, misalnya promo, katalog, artikel, form kontak, dan lain sebagainya. 

Dengan adanya kemudahan dalam melakukan navigasi maka banyak keuntungan yang akan bisa anda peroleh nantinya. Sudah pasti hal tersebut akan bisa meningkatkan user experience yang anda miliki dalam membuat sebuah website yang tepat guna dan bisa berfungsi dengan signifikan. Dari sinilah keuntungan yang akan bisa anda peroleh akan amat luar biasa. Pengaturan menu bisa anda letakan di bagian atas website anda sehingga lebih mudah digunakan.

Fungsikan Social Media Sebagai Promosi Website Anda

7 Hal Yang Harus Dilakukan Saat Pertama Kali Membuat Website
idwebhost
Di era modern ini, sangatlah bagus kalau anda mampu melakukan promosi dengan menggunakan social media. Dengan memanfaatkan social media tersebut maka anda pun juga akan bebas mendapatkan semua yang diinginkan. Dari sinilah anda akan bisa bebas mendapatkan semua keuntungan yang ada didalamnya. 

Social media yang dapat anda gunakan disini adalah Facebook, Twitter, Instagram, dan lain sebagainya. Dengan memanfaatkan social media tersebut sudah pasti banyak keuntungan yang akan bisa anda peroleh didalamnya. Social media akan memudahkan anda untuk bisa melakukan promosi dengan cara termudah dan tercepat didalamnya. Mendapatkan website terbaik yang diinginkan bukan lagi mimpi. Kini anda akan bisa memaksimalkan fungsi website yang anda bangun tersebut lebih mudah.

Kesimpulannya, membangun website yang anda miliki butuh waktu. Tapi sangatlah disarankan menggunakan jasa domain hosting paling baik, seperti IDwebhost untuk mendapatkan semua kemudahan yang anda butuhkan. 

Dengan menggunakan jasa professional IDwebhost, semua kebutuhan anda dalam membangun website akan bisa semakin mudah diterapkan. Banyak sekali manfaat yang akan bisa anda dapatkan nantinya dengan menciptakan sebuah website terbaik yang sesuai dengan kebutuhan yang anda inginkan saat ini.



Kampung Kite, Lagu Nasehat Dari "Bahasa Aliza"

Kampung Kite, Lagu Nasehat Dari "Bahasa Aliza"

Hari semakin petang, saat-saat terbaik di halaman TBM Rumah Pelangi Bekasi sebentar lagi akan datang. Yaitu saat matahari semakin condong ke barat sehingga panasnya jauh berkurang, lalu angin sepoi-sepoi meniup dari pepohonan, perkebunan dan sawah yang membentang membawa udara segar khas pedesaan.

Sambil menikmati suasana ruang terbuka dan bercengkrama akrab, di hadapan saya 4 personil band Bahasa Aliza sudah lengkap. Kami asik terlibat obrolan-obrolan mengenai rencana-rencana ke depan. Mengenai kampanye budaya, gerakan literasi dan berbagai kegiatan yang sempat ada namun terhenti sejak wafatnya alm. Ane Matahari, penggerak sanggar Sastra Kali Malang dan Kelompok Penyanyi Jalanan Kota Bekasi.

Muhammad Genta Aliza Putera atau yang akrab disapa Genta, masih bersemangat bercerita mengenai niatnya melanjutkan apa yang sudah alm ayahnya mulai. Yah menurut saya, wafatnya alm. Ane Matahari seperti memutus komunikasi antara para penggiat penggerak sastra dan musik di kota dan kabupaten Bekasi, sehingga sudah jarang bertemu dan melakukan aksi bersama lagi, itulah yang ingin Genta bersaudara giatkan kembali.

Muhammad Gema Aliza Putera, Muhammad Genta Aliza Putera dan Muhammad Gaung Aliza Putera, ketiganya merupakan putera dari alm Ane Matahari. Ketiganya membentuk band bernama "Bahasa Aliza", yang pada kesempatan Sabtu sore 27 Oktober 2018 menjadi bintang tamu acara Festival Rungi 2.0
Kampung Kite, Lagu Nasehat Dari "Bahasa Aliza"

Dengan dibantu Muhamad Fauzi atau Uzi sebagai pemain cajon, Bahasa Aliza membawakan 2 buah lagu ciptaan mereka sendiri yang berjudul "Kampung Kite" dan "Dari Sabang Hingga Merauke".

"Pung kampung-kampung, ini kampung kite... 
Dulu dikate dusun, sekarang udeh jadi kote...
Di sini sodare di sana sodare, banyak teman banyak sahabat, 
kudu akur, kudu inget nasehat...". 

Demikian cuplikan lagu berjudul Kampung Kite yang dinyanyikan dengan suara serak dan lantang khas suara Gaung sang vokalis. Lagu ini menggambarkan potret kampung-kampung yang sekarang sudah menjadi kota, namun demikian lagu ini mengingatkan bahwa perubahan demografis jangan sampai menggerus kekeluargaan, persaudaraan, persahabatan, kudu akur. 
"Banyak belajar biar jadi anak yang pintar, anak kampung sini kudu ngebangun kote ini".
Saat saya tanyakan kesan dan pesan setelah datang dan tampil di halaman TBM Rumah Pelangi dalam gelaran acara Festival Rumah Pelangi 2.0, Genta mengatakan TBM Rumah Pelangi berhasil menjadikan ruang publik sebagai ruang budaya.

"Dalam perjalanan ke Rumah Pelangi, kami sudah merasakan sisi lain Bekasi, bahwasanya Rumah Pelangi adalah salah satu kekayaan yang Bekasi punya. Bagaimanapun perbedaanlah yang mempersatukan, TBM Rumah Pelangi telah berhasil menjadikan ruang publik sebagai ruang budaya." ungkap Genta.

"Semoga semakin kompak dan sukses, Aamiin. Kite kudu bangga jadi bocah Bekasi." tegasnya.

--------------
Mau dengar lagu Kampung Kite versi full?
Simak deh, ini saya ambil dari Soundcloud, enjoy :)



:)

Kampung Kite, Lagu Nasehat Dari "Bahasa Aliza"

Kampung Kite, Lagu Nasehat Dari "Bahasa Aliza"

Hari semakin petang, saat-saat terbaik di halaman TBM Rumah Pelangi Bekasi sebentar lagi akan datang. Yaitu saat matahari semakin condong ke barat sehingga panasnya jauh berkurang, lalu angin sepoi-sepoi meniup dari pepohonan, perkebunan dan sawah yang membentang membawa udara segar khas pedesaan.

Sambil menikmati suasana ruang terbuka dan bercengkrama akrab, di hadapan saya 4 personil band Bahasa Aliza sudah lengkap. Kami asik terlibat obrolan-obrolan mengenai rencana-rencana ke depan. Mengenai kampanye budaya, gerakan literasi dan berbagai kegiatan yang sempat ada namun terhenti sejak wafatnya alm. Ane Matahari, penggerak sanggar Sastra Kali Malang dan Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) Kota Bekasi.

Muhammad Genta Aliza Putra atau yang akrab disapa Genta, masih bersemangat bercerita mengenai niatnya melanjutkan apa yang sudah alm. ayahnya mulai. Yah menurut saya, wafatnya alm. Ane Matahari seperti memutus komunikasi antara para penggiat penggerak sastra dan musik di kota dan kabupaten Bekasi, sehingga sudah jarang bertemu dan melakukan aksi bersama lagi, itulah yang ingin Genta bersaudara giatkan kembali.

Muhammad Gema Aliza Putra, Muhammad Genta Aliza Putra dan Muhammad Gaung Aliza Putra, mereka bertiga adalah putra dari alm. Ane Matahari. Ketiganya membentuk band bernama "Bahasa Aliza", yang pada kesempatan Sabtu sore 27 Oktober 2018 menjadi bintang tamu acara Festival Rungi 2.0
Kampung Kite, Lagu Nasehat Dari "Bahasa Aliza"
Dengan dibantu Muhamad Fauzi (Uzi)  dari KPJ Kota Bekasi sebagai pemain cajon, Bahasa Aliza membawakan 2 buah lagu, 1 lagu ciptaan mereka sendiri yang berjudul "Kampung Kite" dan lagu milik KPJ yang berjudul "Dari Sabang Hingga Merauke".

"Pung kampung-kampung
ini kampung kite... 
Dulu dikate dusun
sekarang ude jadi kote...
Di sini sodare di sana sodare, 
banyak teman banyak sahabat, 
kudu akur, kudu inget nasehat...". 

Demikian cuplikan lagu berjudul Kampung Kite yang dinyanyikan dengan suara serak dan lantang khas suara Gaung sang vokalis. Lagu ini menggambarkan potret kampung-kampung yang sekarang sudah menjadi kota, namun demikian lagu ini mengingatkan bahwa perubahan demografis jangan sampai menggerus ikatan kekeluargaan, tali persaudaraan, persahabatan, semuanya kudu akur. 

Selain itu lagu ini juga berpesan agar kita sebagai bocah kampung harus tetap mengasah diri agar dapat berperan membangun kampung.
"Banyak belajar biar jadi anak yang pintar, anak kampung sini kudu ngebangun kote ini".
Saat saya tanyakan kesan dan pesan setelah datang dan tampil di halaman TBM Rumah Pelangi dalam gelaran acara Festival Rumah Pelangi 2.0, Genta mengatakan TBM Rumah Pelangi telah berhasil menjadikan ruang publik sebagai ruang budaya.

"Dalam perjalanan ke Rumah Pelangi, kami sudah merasakan sisi lain Bekasi, bahwasanya Rumah Pelangi adalah salah satu kekayaan yang Bekasi punya. Bagaimanapun perbedaanlah yang mempersatukan, TBM Rumah Pelangi telah berhasil menjadikan ruang publik sebagai ruang budaya." ungkap Genta.

"Semoga semakin kompak dan sukses, Aamiin. Kite kudu bangga jadi bocah Bekasi." tegasnya.

Untuk mengikuti perkembangan dan kabar terbaru dari band indie asal Bekasi ini kita bisa follow akun Instagram mereka di @BahasaAliza atau berkirim email ke bahasaaliza @ gmail. com jika ingin menghubungi mereka.

--------------
Mau dengar lagu Kampung Kite versi full?
Simak deh, ini saya ambil dari Soundcloud, enjoy :)



:)

Malam Minggu Seru Di Peringatan Puncak Hari Puisi Indonesia (HPI) Bekasi Raya

Peringatan puncak Hari Puisi Indonesia (HPI) Bekasi Raya
Sabtu malam, (20/10/2018) saya kembali mengonsumsi bawang putih mentah untuk menekan sisa-sisa batuk dan melegakan pernafasan sebagai persiapan menyumbang suara sember saya dalam acara Peringatan puncak Hari Puisi Indonesia (HPI) Bekasi Raya. 

Setelah tahu panitia acara tidak menyediakan gitar maka saya ajak seorang teman untuk ikut berboncengan notor sekalian membantu saya memegangi gitar, karena setelah saya cari-cari saya lupa di mana menyimpan sarung gitar saya :D

Bersama DAF yang bertemu di jalan akhirnya sampailah kami di lokasi. Sebuah rumah dengan halaman yang cukup luas dan sudah dipasang panggung sederhana. Kanan kiri panggung (bukan panggung beneran sih) diterangi tambahan cahaya dari obor yang ujungnya diberi pijar api dari buah bintaro kering yang dibakar.

Setelah sedikit berakrab-akrab walau tidak semua hadirin saya kenali akhirnya saya memilih duduk di samping Baba Fahmi Benhud, agak di bagian depan berhadapan dan sejajar dengan Kong Guntur Elmogas dan Bu Dyah Kencono.
Kong Guntur Elmogas Peringatan puncak Hari Puisi Indonesia (HPI) Bekasi Raya
Kong Guntur Elmogas saat membuka acara
Singkat cerita dengan tetap santai, Kong Guntur duduk bersila (deprok) membacakan pantun-pantun dan memberikan sambutan yang secara resmi membuka acara Peringatan puncak Hari Puisi Indonesia (HPI) Bekasi Raya malam itu. 

Bertempat di Rumah Budaya Bekasi, Kampung Ujung Harapan Bahagia, RT. 04/RW.04, Babelan, Kabupaten Bekasi, Peringatan puncak Hari Puisi Indonesia (HPI) Bekasi Raya berjalan lancar dan penuh hikmat. Bang Rian Hamzah selaku MC benar-benar bisa membawa acara malam itu menjadi "berkelas". 

Selanjutnya Ketua Panitia HPI Bekasi Raya, Bu Dyah Kencono Puspito Dewi menceritakan rangkaian acara peringatan HPI hingga malam puncak perayaan Hari Puisi Indonesia 2018 yang dilaksanakan di kediaman Bang Hilalludin Yusri. 

Sebelumnya, perayaan HPI Bekasi Raya yang bertema "Gaung Puisi di Tapal Batas Bekasi" telah digelar di tujuh tempat yang berbeda, yaitu:
  1. Sekolah Alam Prasasti di Desa Sukatenang Kecamatan Sukawangi yang diprakarsai oleh Komarudin Ibnu Mikam;
  2. Komunitas Mendut Tambun yang diprakarsai oleh Raden Sudarmono;
  3. Madrasah, Jaka Sampurna yang diprakarsai oleh Fahmi Benhud;
  4. Islamic Centre yang diprakarsai oleh Kong Guntur Elmogas;
  5. BKMB Kartini yang diprakarsai oleh Abdul Choir;
  6. Dinas Pendidikan Kota Bekasi yang diprakarsai oleh DKB Kota atau Ridwan Marhid
  7. Saung Bitung yang diprakarsai oleh DKB Kabupaten atau Iswandi Ichsan.

Acara selanjutnya sambutan dari Sofyan RH. Zaid selaku sekretaris panitia Hari Puisi Indonesia 2018 mewakili Yayasan Hari Puisi yang menjelaskan mengenai 2 bentuk puisi. Menurut Sofyan RH. Zaid Puisi dapat kita lihat dengan konteks yang lebih luas. Bila dilihat dari kaca mata literasi, puisi terbagi menjadi dua, yakni puisi teks dan puisi diri

Puisi teks adalah apa yang kita tulis dan dapat kita baca. Sedangkan puisi diri adalah apa yang tak bisa kita tulis namun tetap bisa kita baca. Contohnya berbuat baik pada sesama dalam kegiatan sosial, peduli lingkungan, bekerja mencari nafkah, mendukung acara puisi, menjadi juri lomba puisi, tidak melakukan korupsi, hadir di acara perayaan puisi seperti ini, dan lainnya adalah contoh puisi diri.
Dengan membacakan kutipan dari WS Rendra, "Kemarin dan esok adalah hari ini" yang diikuti oleh para hadirin sambutan dari Sofyan RH. Zaid berakhir.
Bang Rian Hamzah Peringatan puncak Hari Puisi Indonesia (HPI) Bekasi Raya
Bang Rian Hamzah selaku MC yang kece badai malam itu
Baba Fahmi Benhud untuk kesempatan pertama membawakan puisinya yang berjudul "Aku bertanya padamu wahai saudara", dibawakan dengan suara yang lantang namun tetap diselingi canda.

Aku bertanya padamu wahai saudara
Aku bertanya pada saudara
Apakah saudara tidak sadar atau lupa?
bahwa kita terus menukar tanah, air, sawah 
dengan rupiah tak berdaya

Tanah sudah tiada..
Air sudah tak mengalir.. (sekali mengalir, tapi ada salju genit...)
Sawah bukan lagi milik kita !
Warisan pun habis !!
Hidup di kontrakan milik Tuhan? 
Tidak saudara..

Demikian potongan puisi dari Baba Fahmi Benhud, selanjutnya disambung dengan pembacaan puisi tentang Kali Bekasi dari Iwan Bonick, lalu Mbak Nila Hapsari, Yahya Andi Saputra dari Komite Sastra Jakarta, Komunitas Malam Puisi Bekasi, Ridwan Ch Marhid,  Ridwan Fauzi, Diana Prima Resmana, Nila Hapsari, Armen S Doang, Ali Satri Efendi, Wieke, dan lainnya. Di antara yang hadir juga tampak Ayid Suyitno Ps, Wig MS, Widodo Arundono, serta Giyanto Subagio, Asep Setiawan, Jaronah Abdullah dan masih banyak lagi.

Malam itu saya menikmati sesi pembacaan puisi yang benar-benar membuat malam minggu jadi bermakna. Gak sia-sia saya memutuskan untuk menghabiskan malam minggu menghadiri acara ini walau seharian sudah keliling kemana-mana. 

Beragam gaya pembacaan puisi saya saksikan secara langsung oleh para pembaca puisi yang keren-keren. Alhamdulillah, untung saya duduk di bagian depan sehingga dapat dengan jelas melihat ekspresi dan penjiwaan dari masing-masing yang tampil.
Sebagai anti klimaks, saya selaku penikmat puisi tidak membaca puisi, seperti sebelumnya saya sekadar menyanyikan lagu "Soedirman Soejono (1)" dari Akar Bambu dan Puisi "Bunga Dan Tembok" karya Widji Thukul yang dimusikalisasi oleh Fajar Merah, putra Widji Thukul. Iya, anti klimaks, biar ada jeda sedikit sebelum sesi pembacaan puisi kembali berlanjut :D

Acara puncaknya? tentu saja bagi saya acara puncaknya yah makan malam hehehe, para hadirin dengan santai menikmati sajian makan malam yang disediakan panitia sambil menonton film puisi karya Rian Hamzah. Film yang cukup bagus, sayangnya walau kadang berbahasa Indonesia, kebanyakan dialog dalam film menggunakan bahasa Sunda jadi saya kurang paham jalan ceritanya. 

Semakin malam acara semakin cair, kami ngobrol-ngobrol sambil menikmati kopi hingga sesi foto bersama sebelum acara resmi ditutup.

Malam itu, saya puas menyaksikan langsung pembacaan puisi dari orang-orang yang sepertinya sudah punya nama dalam jajaran pembaca puisi di Bekasi dan Jakarta. Acara yang sederhana tapi keren banget, semoga bisa menyaksikan lagi acara-acara selanjutnya.





Memahami Selisih 1 Hari di Kalender Saka Jawa dan Hijriyah

Sultan Agung Adi Prabu Hanyakrakusuma dan kalender saka jawa

Misteri Malam 1 Suro setelah mengikuti Kirab Agung Pusaka Tarumanagara membawa saya pada jejak Sultan Agung Adi Prabu Hanyakrakusuma yang telah ditetapkan menjadi pahlawan nasional Indonesia berdasarkan S.K. Presiden No. 106/TK/1975 tanggal 3 November 1975 sehingga menjadi Pahlawan Nasional ke-12 dari Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Mengapa malam 1 Suro terkait dengan Sultan Agung Mataram?

Perhitungan kalender Saka Jawa adalah karya dari Sunan Agung Hanyakrakusuma. Sebelumnya kalender saka Jawa dihitung berdasarkan peredaran matahari atau mengikuti sistem syamsiyah, yaitu perhitungan perjalanan bumi mengitari matahari. Sedangkan kalender Sultan Agung mengikuti sistem qomariyah, yakni perjalanan bulan mengitari bumi seperti pada kalender Hijriah.

Walaupun tahun Saka menggunakan peredaran bulan sebagaimana kalender Hijriah, dalam kalender Jawa ini terdapat perputaran waktu khusus (siklus) yaitu Windu, Pasaran, Selapan dan Wuku.

Pada waktu itu kalender Saka sudah berjalan sampai akhir tahun 1554. Angka tahun 1554 itu diteruskan dalam kalender Sultan Agung dengan angka tahun 1555, sekalipun dasar perhitungannya sama sekali berlainan. Perubahan kalender di Jawa itu dimulai hari Jum’at Legi, tanggal 1 Sura tahun Alip 1555 bertepatan dengan tanggal 1 Muharam tahun 1043 Hijriah, atau tanggal 8 Juli 1633. Kalender ini dikenal pula dengan Kalender Jawa Sultan Agungan atau Penanggalan Jawa (Anno Javanico).

1 Muharram 1440 berbeda hari dengan 1 Suro 1952 

Menetapkan tanggal merah jelas merupakan kewenangan pemerintah yang menggunakan Kalender Gregorian Masehi. Pemerintah RI telah menetapkan hari Senin tanggal 11 September 2018 sebagai tanggal merah untuk memperingati 1 Muharram yang berarti menurut pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama, 1 Muharram jatuh pada hari Selasa tanggal 11 September 2018. 

Sedangkan menurut penanggalan Saka/Jawa Kalender Jawa Sultan Agungan tanggal 1 Suro Tahun Be 1952 atau tahun Dal 1952 jhe adalah tanggal 12 September 2018. Karena perbedaan sistem penanggalan tersebut maka tanggal 1 Suro 1952 dan 1 Muharram 1440 H berbeda 1 hari.  Inilah penyebab ada kalender yang mencetak tanggal 12 September 2018 sebagai tanggal merah. Kemungkinan besar pencetak mengikuti penanggalan kalender Saka/Jawa dalam menentukan tanggal 1 Suro atau beranggapan bahwa tanggal 1 Suro tahun ini berbarengan dengan 1 Muharram 1440 H, atau mungkin alasan lainnya.

Untuk di Bekasi perbedaan tanggal merah ini mungkin tidak terlalu penting, paling hanya perbedaan tanggal merah yang tercetak di kalender, tapi untuk warga di wilayah Surakarta perbedaan waktu antara 1 Muharam dan 1 Suro terlihat pada acara di Pura Mangkunegaran dan Keraton Surakarta Solo Jawa Tengah. 

Pura Mangkunegaran Solo, Jawa Tengah menggelar kirab budaya menyambut malam satu suro pada Senin malam (10/9/2018), karena menurut kalender hijriyah 1 Muharram 1440 H atau 1 Suro jatuh pada hari Selasa tanggal 11 September 2018. 

Sedangkan Keraton Surakarta Hadiningrat mengadakan kirab 1 Suro pada Selasa malam (11/9/2018) karena berdasarkan perhitungan Kalender Jawa Sultan Agungan atau penanggalan Jawa (Anno Javanico) tanggal 1 Suro Keraton Solo tahun Dal 1952 jhe jatuh pada hari Rabu tanggal 12 September 2018.

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat di Jogja seperti juga Keraton Surakarta Hadiningrat di Solo, mengadakan Hajad Kawula Dalem Mubeng Benteng pada Selasa malam (11/9/2018) karena Keraton Ngayogyakarta juga menggunakan Kalender Jawa Sultan Agungan sebagaimana Keraton Surakarta Hadiningrat Solo.

Penjelasan Perbedaan penetapan 1 Muharram 1440 dengan 1 Suro 1952 

Dari laporan Almira Nindya di media online Rakyat Merdeka (RMOL) Jateng, mengutip pernyataan Pangageng Parentah Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, KGPH Dipokusumo menjelaskan, selama ini Keraton Surakarta mengacu pada kalender Jawa karya Sultan Agung yang juga mengadopsi penanggalan Islam yang berbasis pada perputaran Bulan dan menetapkan tanggal 1 Suro 1952 jatuh pada tanggal 12 September 2018 sehingga kirab 1 Suro diselenggarakan pada Selasa malam tanggal 11 September 2018.

"Untuk penyelenggaraan kirab 1 Suro pada tahun ini, keraton mendasarkan pada perhitungan Kalender Sultan Agung, yang jatuh pada Selasa (11/9). Maka dengan perhitungan tersebut kadang bisa bareng dengan Masehi namun bisa juga selisih sehari," kata Gusti Dipo, menjelang kirab pusaka malam 1 Suro di Keraton Surakarta. 

Terpisah, pendapat dari Sejarahwan UNS Solo, Tundjung W. Sutirto mengatakan, perbedaan waktu 1 suro atau 1 Muharam terjadi karena Keraton Surakarta menggunakan pendekatan penanggalan Aboge, sedangkan Pura Mangkunegaran menggunakan penanggalan Asapon.

Perbedaan itu terkait adanya pendekatan penanggalan Asapon yang digunakan Mangkunegaran dan penanggalan Aboge yang digunakan Keraton Surakarta, kedua penanggalan itu ada selisih perhitungan, biasanya selisih satu hari," kata Tundjung. 

Dikutip dari Tugu Jogja pada halaman Kumparan, Pihak Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat melaksanakan tradisi Mubeng Beteng pada hari Selasa (11/9) malam. Puteri Raja Keraton Yogyakarta, Gusti Condro Kirono mengungkapkan, pelaksanaan laku Mubeng Beteng tersebut baru akan dilaksanakan pada hari Selasa (11/9). Sebab, berdasarkan kalender Sultan Agung, 1 Suro jatuh pada hari Rabu tanggal 12 September 2018.

"Keraton memang menganut Kalender Sultan Agung,"ujar Gusti Condro Kirono di Kompleks Kepatihan Yogyakarta.

Hajad Kawula Dalem Mubeng Beteng 1 Suro Jogjakarta
Hajad Kawula Dalem Mubeng Beteng 1 Suro Jogjakarta 2018
Hal tersebut mengonfirmasi infromasi dari akun Twitter Kraton Jogja @kratonjogja tanggal 6 September 2018 yang menginformasikan: "Sahabat, kami informasikan bahwa Hajad Kawula Dalem Mubeng Beteng untuk memperingati tahun baru Jawa, 1 Sura Tahun Be 1952 akan digelar Selasa (11/9) malam. Acara dimulai pukul 20.00 WIB dengan pembacaan macapat di Bangsal Pancaniti  Kraton Jogja." #kratonjogja.

Kalender Sultan Agung berbeda dengan kalender Hijriah yang awal dan akhir bulannya ditentukan dengan fenomena hilal atau penampakan bulan sedangkan Kalender jawa sistem perhitungan yang menggunakan hisab urfi (rata-rata), sehingga tak jarang di jumpai perbedaan antara kalender Jawa Islam dengan kalender Hijriyyah. Karena bersifat urfi maka kalender Jawa Islam ini tidak bisa digunakan sebagai acuan dalam kegiatan Ibadah umat Islam khususnya penentuan 1 Ramadhan.

Sistem perhitungan kalender Sultan Agung rata-rata lebih panjang sebanyak 1 hari setiap 120 tahun, agar kalender Sultan Agung tetap sesuai dengan kalender Hijriyah, maka dalam kurun 120 tahun kalender Sultan Agung selalu dihilangkan satu hari. Peristiwa menghilangkan tanggal 1 Sura pada awal permulaan kurup tahun Alip ini disebut ganti kurup atau salin kurup.

Siklus 120 tahun yang disebut dengan kurup ini baru diketahui setelah 72 tahun kalender Jawa berjalan. Sejauh ini sudah terdapat 3 kurup. Pertama, 1 Sura 1627 (Alip) jatuh pada Kamis Kliwon. Kedua, 120 tahun kemudian, 1 Sura 1747 (Alip) jatuh pada Rabu Wage atau dikenal sebagai kalender Aboge. Ketiga, kurup Aboge itu berakhir dengan datangnya kurup baru, yaitu 1 Sura 1867 (Alip) yang jatuh Selasa Pon atau disebut Asapon. Kurup Asapon itulah yang saat ini berlaku, mulai 24 Maret 1936-25 Agustus 2052 M.

Sebuah Karya Agung Nusantara

Menurut peneliti, pembuatan sistem kalender ini dilakukan oleh Raja Mataram Sultan Agung Anyakrakusuma saat itu bertujuan untuk menyatukan sistem penanggalan masyarakat kejawen dan santri. Saat itu, masyarakat kejawen menggunakan kalender Saka, sedangkan kaum santri menggunakan kalender Hijriah.

Kalender Saka merupakan sistem penanggalan yang didasarkan pergerakan bumi mengelilingi matahari. Kalender tersebut telah digunakan oleh masyarakat Hindu di India sejak tahun 78 masehi dan masih digunakan oleh masyarakat Hindu di Jawa dan Bali hingga kini. 

Untuk merangkum semua kepentingan masyarakat yang berbeda, maka sistem penanggalan baru dibuat dengan menggabungkan kalender Saka dengan kalender Hijriah. Nama bulan dan jumlah hari didasarkan degan sistem kalender Hijriah. Sedangkan angka tahun Saka dipertahankan. Ini membuat kalender pertama Jawa bukan 1 Sura tahun 1 Jawa, melainkan 1 Sura tahun 1555 Jawa.

Dari sini saya kira kita dapat membayangkan kearifan Sultan Agung selaku raja Mataram kala itu. Kalender Sultan Agung ini juga memiliki keistimewaan karena memadukan sistem penanggalan Islam, sistem Penanggalan Hindu, dan sedikit penanggalan Julian (perhitungan kalender lunar Julius Caesar Romawi Kuno) yang merupakan bagian budaya Barat. Sistem penanggalan ini cukup rumit dengan perhitungan astronomi yang cukup detail dan masih digunakan oleh banyak orang hingga sekarang. 

Jika kalender yang ada di rumah Anda mencetak tanggal 12 September 2018 sebagai merah, maka besar kemungkinan percetakan tersebut mengadopsi kalender Jawa Sultan Agungan atau Penanggalan Jawa (Anno Javanico).

Salam.

*dirangkum dari berbagai sumber



Memahami Selisih 1 Hari di Kalender Saka Jawa dan Hijriyah

Sultan Agung Adi Prabu Hanyakrakusuma dan kalender saka jawa

Misteri Malam 1 Suro setelah mengikuti Kirab Agung Pusaka Tarumanagara membawa saya pada jejak Sultan Agung Adi Prabu Hanyakrakusuma yang telah ditetapkan menjadi pahlawan nasional Indonesia berdasarkan S.K. Presiden No. 106/TK/1975 tanggal 3 November 1975 sehingga menjadi Pahlawan Nasional ke-12 dari Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Mengapa malam 1 Suro terkait dengan Sultan Agung Mataram?

Perhitungan kalender Saka Jawa adalah karya dari Sunan Agung Hanyakrakusuma. Sebelumnya kalender saka Jawa dihitung berdasarkan peredaran matahari atau mengikuti sistem syamsiyah, yaitu perhitungan perjalanan bumi mengitari matahari. Sedangkan kalender Sultan Agung mengikuti sistem qomariyah, yakni perjalanan bulan mengitari bumi seperti pada kalender Hijriah.

Walaupun tahun Saka menggunakan peredaran bulan sebagaimana kalender Hijriah, dalam kalender Jawa ini terdapat perputaran waktu khusus (siklus) yaitu Windu, Pasaran, Selapan dan Wuku.

Pada waktu itu kalender Saka sudah berjalan sampai akhir tahun 1554. Angka tahun 1554 itu diteruskan dalam kalender Sultan Agung dengan angka tahun 1555, sekalipun dasar perhitungannya sama sekali berlainan. Perubahan kalender di Jawa itu dimulai hari Jum’at Legi, tanggal 1 Sura tahun Alip 1555 bertepatan dengan tanggal 1 Muharam tahun 1043 Hijriah, atau tanggal 8 Juli 1633. Kalender ini dikenal pula dengan Kalender Jawa Sultan Agungan atau Penanggalan Jawa (Anno Javanico).

1 Muharram 1440 berbeda hari dengan 1 Suro 1952 

Menetapkan tanggal merah jelas merupakan kewenangan pemerintah yang menggunakan Kalender Gregorian Masehi. Pemerintah RI telah menetapkan hari Senin tanggal 11 September 2018 sebagai tanggal merah untuk memperingati 1 Muharram yang berarti menurut pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama, 1 Muharram jatuh pada hari Selasa tanggal 11 September 2018. 

Sedangkan menurut penanggalan Saka/Jawa Kalender Jawa Sultan Agungan tanggal 1 Suro Tahun Be 1952 atau tahun Dal 1952 jhe adalah tanggal 12 September 2018. Karena perbedaan sistem penanggalan tersebut maka tanggal 1 Suro 1952 dan 1 Muharram 1440 H berbeda 1 hari.  Inilah penyebab ada kalender yang mencetak tanggal 12 September 2018 sebagai tanggal merah. Kemungkinan besar pencetak mengikuti penanggalan kalender Saka/Jawa dalam menentukan tanggal 1 Suro atau beranggapan bahwa tanggal 1 Suro tahun ini berbarengan dengan 1 Muharram 1440 H seperti tahun-tahun sebelumnya, atau mungkin alasan lainnya.

Untuk di Bekasi, perbedaan tanggal merah ini mungkin tidak terlalu penting, paling hanya perbedaan tanggal merah yang tercetak di kalender. Tapi untuk warga di wilayah Surakarta Solo, perbedaan waktu antara 1 Muharam dan 1 Suro terlihat pada perbedaan pelaksanaan acara menyambut malam 1 Suro di Pura Mangkunegaran dan Keraton Surakarta Solo Jawa Tengah. 

Pura Mangkunegaran Solo, Jawa Tengah menggelar kirab budaya menyambut malam satu suro pada Senin malam (10/9/2018), karena menurut kalender hijriyah 1 Muharram 1440 H atau 1 Suro jatuh pada hari Selasa tanggal 11 September 2018. 

Sedangkan Keraton Surakarta Hadiningrat mengadakan kirab 1 Suro pada Selasa malam (11/9/2018) karena berdasarkan perhitungan Kalender Jawa Sultan Agungan atau penanggalan Jawa (Anno Javanico) tanggal 1 Suro Keraton Solo tahun Dal 1952 jhe jatuh pada hari Rabu tanggal 12 September 2018.

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat di Jogja seperti juga Keraton Surakarta Hadiningrat di Solo, mengadakan Hajad Kawula Dalem Mubeng Benteng pada Selasa malam (11/9/2018) karena Keraton Ngayogyakarta juga menggunakan Kalender Jawa Sultan Agungan sebagaimana Keraton Surakarta Hadiningrat Solo.

Penjelasan Perbedaan penetapan 1 Muharram 1440 dengan 1 Suro 1952 

Dari laporan Almira Nindya di media online Rakyat Merdeka (RMOL) Jateng, mengutip pernyataan Pangageng Parentah Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, KGPH Dipokusumo menjelaskan, selama ini Keraton Surakarta mengacu pada kalender Jawa karya Sultan Agung yang juga mengadopsi penanggalan Islam yang berbasis pada perputaran Bulan dan menetapkan tanggal 1 Suro 1952 jatuh pada tanggal 12 September 2018 sehingga kirab 1 Suro diselenggarakan pada Selasa malam tanggal 11 September 2018.

"Untuk penyelenggaraan kirab 1 Suro pada tahun ini, keraton mendasarkan pada perhitungan Kalender Sultan Agung, yang jatuh pada Selasa (11/9). Maka dengan perhitungan tersebut kadang bisa bareng dengan Masehi namun bisa juga selisih sehari," kata Gusti Dipo, menjelang kirab pusaka malam 1 Suro di Keraton Surakarta. 

Terpisah, pendapat dari Sejarahwan UNS Solo, Tundjung W. Sutirto mengatakan, perbedaan waktu 1 suro atau 1 Muharam terjadi karena Keraton Surakarta menggunakan pendekatan penanggalan Aboge, sedangkan Pura Mangkunegaran menggunakan penanggalan Asapon.

Perbedaan itu terkait adanya pendekatan penanggalan Asapon yang digunakan Mangkunegaran dan penanggalan Aboge yang digunakan Keraton Surakarta, kedua penanggalan itu ada selisih perhitungan, biasanya selisih satu hari," kata Tundjung. 

Dikutip dari Tugu Jogja pada halaman Kumparan, Pihak Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat melaksanakan tradisi Mubeng Beteng pada hari Selasa (11/9) malam. Puteri Raja Keraton Yogyakarta, Gusti Condro Kirono mengungkapkan, pelaksanaan laku Mubeng Beteng tersebut baru akan dilaksanakan pada hari Selasa (11/9). Sebab, berdasarkan kalender Sultan Agung, 1 Suro jatuh pada hari Rabu tanggal 12 September 2018.

"Keraton memang menganut Kalender Sultan Agung,"ujar Gusti Condro Kirono di Kompleks Kepatihan Yogyakarta.
Hajad Kawula Dalem Mubeng Beteng 1 Suro Jogjakarta
Hajad Kawula Dalem Mubeng Beteng 1 Suro Jogjakarta 2018
Hal tersebut mengonfirmasi infromasi dari akun Twitter Kraton Jogja @kratonjogja tanggal 6 September 2018 yang menginformasikan: "Sahabat, kami informasikan bahwa Hajad Kawula Dalem Mubeng Beteng untuk memperingati tahun baru Jawa, 1 Sura Tahun Be 1952 akan digelar Selasa (11/9) malam. Acara dimulai pukul 20.00 WIB dengan pembacaan macapat di Bangsal Pancaniti  Kraton Jogja." #kratonjogja.

Kalender Sultan Agung berbeda dengan kalender Hijriah yang awal dan akhir bulannya ditentukan dengan fenomena hilal atau penampakan bulan sedangkan Kalender jawa sistem perhitungan yang menggunakan hisab urfi (rata-rata), sehingga tak jarang di jumpai perbedaan antara kalender Jawa Islam dengan kalender Hijriyyah. Karena bersifat urfi maka kalender Jawa Islam ini tidak bisa digunakan sebagai acuan dalam kegiatan Ibadah umat Islam khususnya penentuan 1 Ramadhan.

Sistem perhitungan kalender Sultan Agung rata-rata lebih panjang sebanyak 1 hari setiap 120 tahun, agar kalender Sultan Agung tetap sesuai dengan kalender Hijriyah, maka dalam kurun 120 tahun kalender Sultan Agung selalu dihilangkan satu hari. Peristiwa menghilangkan tanggal 1 Sura pada awal permulaan kurup tahun Alip ini disebut ganti kurup atau salin kurup.

Siklus 120 tahun yang disebut dengan kurup ini baru diketahui setelah 72 tahun kalender Jawa berjalan. Sejauh ini sudah terdapat 3 kurup. Pertama, 1 Sura 1627 (Alip) jatuh pada Kamis Kliwon. Kedua, 120 tahun kemudian, 1 Sura 1747 (Alip) jatuh pada Rabu Wage atau dikenal sebagai kalender Aboge. Ketiga, kurup Aboge itu berakhir dengan datangnya kurup baru, yaitu 1 Sura 1867 (Alip) yang jatuh Selasa Pon atau disebut Asapon. Kurup Asapon itulah yang saat ini berlaku, mulai 24 Maret 1936-25 Agustus 2052 M.

Sebuah Karya Agung Nusantara

Menurut peneliti, pembuatan sistem kalender ini dilakukan oleh Raja Mataram Sultan Agung Anyakrakusuma saat itu bertujuan untuk menyatukan sistem penanggalan masyarakat kejawen dan santri. Saat itu, masyarakat kejawen menggunakan kalender Saka, sedangkan kaum santri menggunakan kalender Hijriah.

Kalender Saka merupakan sistem penanggalan yang didasarkan pergerakan bumi mengelilingi matahari. Kalender tersebut telah digunakan oleh masyarakat Hindu di India sejak tahun 78 masehi dan masih digunakan oleh masyarakat Hindu di Jawa dan Bali hingga kini. 

Untuk merangkum semua kepentingan masyarakat yang berbeda, maka sistem penanggalan baru dibuat dengan menggabungkan kalender Saka dengan kalender Hijriah. Nama bulan dan jumlah hari didasarkan degan sistem kalender Hijriah. Sedangkan angka tahun Saka dipertahankan. Ini membuat kalender pertama Jawa bukan 1 Sura tahun 1 Jawa, melainkan 1 Sura tahun 1555 Jawa.

Dari sini saya kira kita dapat membayangkan kearifan Sultan Agung selaku raja Mataram kala itu. Kalender Sultan Agung ini juga memiliki keistimewaan karena memadukan sistem penanggalan Islam, sistem Penanggalan Hindu, dan sedikit penanggalan Julian (perhitungan kalender Julius Caesar Romawi Kuno) yang merupakan bagian budaya Barat. Sistem penanggalan ini cukup rumit dengan perhitungan astronomi yang cukup detail dan masih digunakan oleh banyak orang hingga sekarang. 

Kesimpulan saya, jika kalender yang ada di rumah Anda mencetak tanggal 12 September 2018 sebagai tanggal merah, maka besar kemungkinan percetakan tersebut mengadopsi kalender Jawa Sultan Agungan atau Penanggalan Jawa (Anno Javanico) yang menetapkan tanggal 1 Suro jatuh pada tanggal 12 September 2018.

Salam.

*dirangkum dari berbagai sumber



Numpang Ngopi di Acara Kirab Agung Pusaka Tarumanagara

Numpang Ngopi di Acara Kirab Agung Pusaka Tarumanagara
Seumur hidup, baru kali ini saya menghadiri acara budaya yang lebih dikenal dengan istilah "Malam 1 Suro". Kepada ketua panitia yang mengundang saya sudah menyampaikan sebelumnya kemungkinan saya tidak bisa hadir karena dilaksanakan pada hari kerja, yaitu Senin 10 September 2018. Soal lokasi acara di kawasan wisata Rumah Joglo Puri Wedari Mutiara Gading City, Desa Babelan Kota, Kec Babelan Kab Bekasi ini tidak masalah karena tidak terlalu jauh dari rumah saya. 

Setelah melihat kembali undangannya, ternyata acara Kirab Agung Pusaka Tarumanagara diselenggarakan pada malam hari, dan hari Senin saya ambil cuti karena selain harpitnas, rasa-rasanya sakit pinggang saya belum sembuh benar. Sepertinya saya memang harus hadir, karena acara ini secara waktu dan tempat memungkinkan untuk didatangi, akhirnya bersama teman-teman dari Cinong Bekasi saya berangkat ke lokasi, selain menjaga silaturahim, kiranya mudah-mudahan akan ada hikmah yang dapat saya ambil dari acara ini.

Tadi malam saat berlangsungnya Kirab Agung Pusaka Tarumanagara di kawasan wisata Rumah Joglo Puri Wedari Mutiara Gading City salah seorang pembicara menyampaikan, malam 1 Suro itu bertepatan dengan 1 Muharram, diperingati sebagai peringatan hijrahnya Nabi Muhammad SAW.

Peristiwa sejarah hijrah meninggalkan Mekah menuju Madinah ini banyak memiliki arti yang sudah digali oleh pendahulu kita, salah satunya hijrah menuju keselamatan. Doa-doa keselamatan dan syukur kemudian dibacakan dalam bahasa Arab, Indonesia dan Sunda. Semoga ke depan semua akan menjadi lebih baik dengan memasuki tahun 1440 H, 1952 Saka/Jawa, Pabaru Sunda 1955 Caka.

Sebelum ditutup dengan pemotongan tumpeng, acara diisi dengan pencucian benda-benda pusaka dengan air "Tirta Kencana" yang menurut panitia bersumber dari 7 sumber mata air se-nusantara. Saya baru paham, dalam pandangan budaya, keris ataupun benda pusaka itu adalah perlambang diri pribadi pemiliknya, karenanya pencucian keris dengan segala prosesi puasa, 7 sumber mata air hingga pencuciannya adalah perlambang membersihkan jiwa raga agar kembali bersih dan menjadi lebih baik dari waktu sebelumnya


Semangat yang diwariskan oleh para orang tua dalam memperingati peristiwa hijrah ataupun tahun baru ternyata lebih filosofis dari sekadar memasang petasan yang buang-buang uang. Sayangnya prosesi pencucian benda pusaka saat malam 1 Suro lebih diperkenalkan pada generasi sekarang sebagai hal yang mistis ataupun klenik. Saya kira ini menjadi "PR" buat para penggiat budaya untuk memperkenalkan dan mengemas acara seperti ini agar lebih menarik buat kalangan umum, setidaknya agar generasi sekarang dapat mengenal makna filofofis dan melestarikannya dalam kehidupan sesuai pemahamannya. 

Soal mistis dan klenik itu menurut saya tergantung pribadi masing-masing pelakunya, saya tidak paham soal itu dan tidak mau berkomentar mengenai itu... tapi secara umum, setidaknya saya jadi tahu kalau prosesi pencucian benda pusaka juga memiliki semangat yang baik dan makna yang lebih masuk akal (buat saya). 

Nuansa acara ini menurut saya pribadi lebih kental dengan unsur-unsur budaya Sunda, bukan hal yang aneh buat saya dan mungkin juga warga Bekasi pada umumnya. Bekasi secara keseluruhan selain masih termasuk wilayah Provinsi Jawa Barat, Bekasi secara kultural juga memang dipengaruhi dua budaya dominan yaitu Betawi dan Sunda. Sesuatu yang dengan indah menyatu di Bekasi dan tidak perlu dijadikan bahan perdebatan.
Sambut 1 Suro, Komunitas Budaya Bekasi Gelar Kirab Agung Pusaka Tarumanagara
Foto Bang Iwan Bonick
Semoga acara ini dan juga acara kebudayaan lainnya dapat terus dilaksanakan oleh semua pihak agar terus memperkaya wawasan kebudayaan dan dapat menarik bagi para generasi muda Bekasi khususnya. Soal Tarumanagara saya kira memang sudah seharusnya digali terus dan disosialisasikan 

Terima kasih kepada Padepokan Pusaka Parahyangan, ISPI Group, MGC, Karang Taruna Babelan Kota, dan seluruh pihak panitia penyelenggara yang saya tidak tahu sehingga tidak saya sebutkan.

Duduk bersila menikmati hidangan kopi, ubi dan kacang rebus serta suasana lokasi yang jauh dari keramaian membuat saya dapat lebih akrab dengan para hadirin lainnya. Sayang tidak bisa memotret lebih banyak karena terhalang tembok dan saya juga tidak mau menginjak rumput untuk sekadar mencari posisi yang bagus di belakang para fotografer dan wartawan yang sedang bekerja.

Soal letak Rumah Joglo Puri Wedari secara administrasi masuk ke dalam wilayah Desa Babelan Kota atau Desa Kedung Jaya Kecamatan Babelan atau Desa Setia Asih Kecamatan Tarumajaya saya  belum tahu pastinya karena memang letaknya yang berada di perbatasan Kecamatan Babelan dan Kecamatan Tarumajaya. Pada acara Kirab Agung Pusaka Tarumanagara ini hadir Sekretaris Desa Babelan Kota, Anggota Karang Taruna dan Destana Babelan Kota sehingga membuat saya berasumsi bahwa lokasi Rumah Joglo Puri Wedari ini masuk ke dalam wilayah administrasi Desa Babelan Kota. Kalau salah yah nanti saya perbaiki :)

Lebih dan kurangnya atas opini saya di atas mohon dimaafkan. Salam.


Sharing tentang media sosial di MPLS SMPN 2 Babelan

Sharing tentang media sosial di MPLS SMPN 2 Babelan
Penyalahgunaan media sosial di kalangan remaja sudah bukan hal yang perlu ditutup-tutupi lagi seakan-akan semua baik-baik saja, ini hanya akan memperburuk keadaan. Kalo menurut saya sih begitu, terserah kalau menurut kamu bagaimana :)

Teman saya bilang: "Salah satu cara untuk mengurangi berbagai kenakalan remaja di dunia maya adalah dengan memperkenalkan media sosial dan internet dengan pendekatan yang lebih positif," saya setuju dengan pendapatnya. Pendekatan positif memperkenalkan media sosial dan internet ini oleh sebagian orang disebut literasi digital.

Masa remaja adalah dunia di mana adik-adik kita ini memasuki dunia yang baru. Mereka menanggung banyak tuntutan, diantaranya adik-adik yang baru lulus sekolah dasar ini dituntut untuk bisa belajar bertoleransi sekaligus menumbuhkan karakter dirinya, berbagi versus menegaskan identitas, mempraktekkan tanggung jawab sekaligus memenuhi rasa ingin tahu yang sangat besar. 

Masih banyak pertentangan-pertentangan yang terjadi dalam kehidupan mereka, karenanya bimbingan yang positif amat dibutuhkan, namun juga perlu pendekatan yang lebih arif agar tidak meredupkan gejolak darah muda yang haus akan pengetahuan dan pengalaman.
Sharing tentang media sosial di MPLS SMPN 2 Babelan
Sementara itu, media sosial berkembang dengan begitu cepat, adik-adik generasi milenial ini mengalami apa yang tidak kita alami semasa kita remaja. Internet dengan segala manfaat positif dan kutukan negatifnya sudah ada di hadapan mereka sejak mereka lahir. 

Sialnya, orang tua dan kita yang seharusnya memberi rambu-rambu keselamatan juga kadang gagal mengadaptasi perubahan, tidak jarang justru sang anak yang lebih menguasai tekhnologi dan belantara media sosial.

Setelah "bermain" dan mengajak adik-adik kelas 7 SMPN 2 Babelan berdialog sedikit dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) ini, saya menemukan bahwa mereka sudah mengenal Facebook, Twitter, WhatsApp, Line, SnapChat, Instagram, Path, TikTok, WattPAd dan berbagai platform media sosial terkenal lainnya.

Maaf saja, tapi saya yakin 80%... tidak semua orang tua dari anak-anak ini mengenal semua platform media sosial yang mereka sebutkan dengan agak ragu-ragu seperti menunggu teman-temannya yang lain menyebutkan. Saya tidak heran kalau sebagian orang tua melarang penggunaan medsos sehingga adik-adik ini menjawab dengan ragu, apakah dirinya aman menjawab pertanyaan saya dengan jujur :) Sebagian orang tua mengambil jalan singkat dengan melarang penggunaan media sosial, saya memaklumi langkah itu tapi saya khawatir kalau larangan itu justru akan menjadi penghalang dialog kekeluargaan antara sang anak dengan orangtuanya.

Sore itu, tanpa persiapan saya menyebutkan beberapa fungsi atau manfaat dari media sosial sesuai interaksi yang berkembang, saya memancing adik-adik ini mengenai manfaat dari sosial media kemudian mengurutkannya sesuai jawaban dari sebagian besar peserta.

Kami merumuskan ada 4 manfaat dari media sosial dan saya kebagian sedikit memaparkan baik dan buruknya. Manfaat media sosial versi kami saat itu adalah; 1. Jaringan Pertemanan (networking) 2. Hiburan, 3. Berbagi Informasi, dan 4. Sebagai Alat Komunikasi. Untuk nomor 5 dan seterusnya, biarkan mereka yang mencari sendiri jawabannya dengan mengikuti pola sebelumnya. Semoga mereka paham bahwa fungsi dan manfaat yang saya sebutkan secara numerik itu bukan sebuah teori mati dan bisa mereka perbanyak sesuai pengetahuan mereka lengkap dengan manfaat positif dan efek negatifnya :)

Sharing tentang media sosial di MPLS SMPN 2 Babelan

Salah satu senior mereka bertanya, mengapa banyak terjadi penyalahgunaan media sosial?
Pertanyaan yang sederhana, pertanyaan yang butuh jawaban praktis dengan kemasan yang bisa dipahami adik-adik dengan rentang umur 13-16 tahun. Pertanyaan inilah yang kadang membuat kebijakan-kebijakan kementerian komunikasi dan informasi menjadi bahan cibiran netizen.

Lalu siapa yang bisa menjawab pertanyaan tersebut? Entahlah...
Saya menjawab dengan jawaban diplomatis, ada 2 sebab yang menurut saya menyebabkan terjadinya penyalahgunaan media sosial. Pertama mereka tidak tahu apa fungsi dan manfaat positif media sosial, dan yang kedua belum ada yang memberi tahu mereka apa manfaat positif media sosial. 

Saya kira kita (saya dan Anda) termasuk di kategori kedua; tidak atau belum memberi tahu apa fungsi dan manfaat positif media sosial kepada mereka. Karenanya sadar atau tidak, kita (saya dan Anda pembaca blog ini) turut bersalah jika terjadi penyalahgunaan media sosial di lingkungan kita. 

Bukankah kita lebih suka menghukum tanpa mau melihat peranan dan keterlibatan kita sehingga sesuatu terjadi?, sudahkah kita memberi rambu-rambu keselamatan sebelum menyalahkan korban? yah, adik-adik yang menyalahgunakan media sosial itu bagi saya adalah korban. Korban dari ketidaktahuan mereka atau korban dari abainya kita mempersiapkan generasi yang melek tekhnologi.

Salam :)

@ Southlake Adventure Park - Babelan Kota, 1 Sept 2018.



Lamunan Kopi Sore Dan Mata Indah Bola Pingpong

Lamunan Kopi Sore Dan Mata Indah Bola Pingpong

Mungkin kelak orang akan paham betapa mewahnya memiliki waktu untuk diri sendiri, dan kesendirian pun tidak selamanya berarti kesepian. Seperti sore ini, saat matahari mulai dipeluk langit jingga di ufuk barat. Surya semakin tenggelam menyisakan gelap di atas langit Tarumajaya Bekasi.
Entah berapa lama kesendirian ini bisa kunikmati, rona temaram lampu yang selalu menyala kini semakin  jelas, pertanda magrib akan segera tiba.

Sengaja aku datang lebih awal dari waktu yang disepakati agar bisa menikmati suasana sore lebih pribadi. Ternyata tidak selama yang kuduga. Seorang tukang pos dengan senyum ramah mendatangiku lalu duduk berhadapan di kursi besi kafe, dibuka tasnya lalu memberikan sebuah surat , "surat dari pujangga" katanya berusaha menjelaskan. Penjelasan yang tidak berarti, karena aku malah tambah bingung mendengar penjelasannya itu. Baiklah, sebut saja pujangga yang tidak kukenal.

"Aku tak lagi menemukan ibu-ibu yang mencari kutu di kepala" ujarnya putus asa. Kemudian ia memberikan pula 2 buah kantong plastik. Tatapan matanya begitu lekat dan tampak akrab, tapi aku gagal mengenali wajah tukang pos yang jelas lebih muda dari aku ini.

Aku tak tahu musti berkata apa, senyum ramah dari wajah lelah yang putus asa itu jelas telah berhasil mengunci logika untuk sekadar bertanya, siapa pengirim semua ini?. Kemudian tukang pos itu meninggalkanku tenggelam dalam banyak pertanyaan yang menggantung. Bergegas langkahnya pergi, postur tubuhnya tegap seperti seorang olahragawan itu berjalan menjauh dan hilang di keramaian sore.

Setelah kubuka, tas plastik kresek hitam berisikan kotak-kotak nasihat dan satu plastik lagi yang transparan berisikan naskah adegan-adegan sebuah drama atau sandiwara, setidaknya demikian yang aku duga. Dan telah berkali-kali aku baca surat berisi puisi itu tanpa paham apa yang dimaksudkannya. Mungkin aku sudah terlalu tua untuk dapat memecahkan rangkaian kode-kode berbentuk kalimat sastra yang pastinya berisikan makna, entah apapun itu. 
"Atau mungkin belum saatnya" batinku, seperti mewakili suara dari surat yang misterius ini.

"....Kalau kau sudah siap, kepakkan sayapmu
Aku menunggu di balik beribu awan itu
Meski tak sempat bicara rindu pada angin 
yang mungkin bisikkan cinta hanya sampai pada daun telingamu
Tak apa!
Belum saatnya kau tahu sayang."

Aku tersenyum kecil, "Yah antara belum saatnya atau sudah kadaluarsa" batinku. Kulipat kembali surat itu dan kumasukkan ke dalam tas. Dua plastik lusuh dan misterius itu kusimpan di bawah meja kafe agar tidak mengganggu pemandangan. Matahari sudah terbenam, lampu-lampu penerang jalan yang menghias berjajar mulai menyala mewarnai kanvas kehidupan yang tidak pernah beristirahat. Di lain sisi, lampu-lampu kendaraan dan sesekali bunyi klakson melontarkan berbagai cerita yang meramaikan sepiku. Yah aku sendirian, tapi bukankah semua juga sendirian?.

Pelayan kafe mendatangiku, kupesan kopi Arabika Java Preanger untuk menemaniku menyambut malam yang masih muda.
"Masih ada waktu menikmati kesendirian sebelum Ratna datang" gumamku sambil memeriksa jam di ponsel.

Sayup petikan gitar lagu Now and Forever - Richard Marx terdengar, seperti menambah kekuatan bagi kenangan-kenangan itu untuk mencoba menerobos pikiranku. Ini pasti konspirasi alam, lagu itu seperti sengaja diputar untuk menemaniku menunggunya.

Berbagai kenangan-kenangan mulai hadir, beberapa yang masih melekat kuat langsung hadir lengkap dengan senyum manis dan tatapan berbinar dari mata indah bola pingpongnya. Apalah dayaku, kenangan-kenangan itu adalah bagian kecil dari masa lalu yang paling menyenangkan untuk diingat kembali dari sebagian besar kenangan yang kurang menyenangkan.

"Sudah lama?" tanyanya membubarkan lamunanku.
"Eh, yah, baru, ini kopiku saja masih penuh" jawabku gugup.
"Maksudku sudah lama melamunkan aku?" tanyamu kembali.
"Hahahahaha" hanya tawa yang keluar setelah sempat sekian detik tertegun mendengarnya menanyakan itu. 
"Kamu sendiri sudah lama duduk di situ?" tanyaku berusaha mengendalikan perasaan.
"Yah, lumayan, gak tega merusak lamunanmu hehehe" jawabnya sambil memanggil pelayan dan kemudian memesan Thai Tea untuk menggantikan teh melati kesukaannya.

Aku lebih banyak diam mendengarkan, cerita-ceritanya yang mengalir tenang tanpa henti seperti ombak Pantai Indrayanti dan sebagian besar Pantai Utara Jawa lainnya. Ceritanya mulai dari bisnis rumah makan seafood yang ia rintis, penginapan, percetakan hingga rencana-rencana ke depan lancar terucap. Semua terencana dan tertata dengan rapih. Aku menyimak, hanya memberi komentar saat ditanyakan saja.

Teringat cerita dari adiknya tentang keinginannya untuk tinggal di pantai atau danau, di mana pun yang ada unsur air. Kini impian itu sudah mewujud menjadi kenyataan, hidup memang akan sangat baik pada beberapa orang namun juga dapat sangat kejam. Untuk Anna aku tidak bisa memberikan opini tentang jalan hidupnya, lebih 20 tahun kami terpisah dan kini skenario kehidupan kembali mempertemukan kami sebagaimana adanya saat ini. 

"Suamimu mana?" tanyaku ketika ia mulai bertanya tentangku.
"Sedang bertemu suplier onderdil jetski di Ancol, kalau cepat selesai dia akan menyusul kita" jawabnya sambil menikmati Thai Tea beraroma rempah.
"Kalau begitu aku akan pulang sebelum dia sampai hahaha" sahutku cepat.
"Loh kenapa? aku sudah sering kok cerita tentang kamu, gapapa kok".
"Aku gak akan bisa menyembunyikan cemburuku kalau bertemu suamimu, hahaha".
"Ah kamu itu, biasa saja kenapa sih" ketus  tanggapannya tapi tidak ada intonasi marah. 

Lalu aku ceritakan tentang apa yang terjadi sebelum ia datang. Mengenai puisi dan 2 kantong plastik misterius dari tukang pos yang juga tak kalah misteriusnya. Aku tahu, Anna bukanlah tipe kutu buku yang gemar membaca, tapi ia cukup akrab dengan berbagai jenis bacaan dan sepanjang yang kutahu, ia lebih suka film.
"Aku suka nasihat-nasihat ini, sudah ada gambaran tentang siapa yang membuatnya?" tanyanya sambil membaca satu-persatu kertas nasihat yang tersimpan dalam kotak-kotak terbuat dari triplek sebesar tempat tisu.
"Entahlah, aku belum mau memikirkannya saat ini". Jawabanku membuatnya mengangguk dan tersenyum simpul.
"Boleh buatku saja? Kamu sepertinya tidak butuh nasihat-nasihat ini deh" ucapnya tanpa mengalihkan pandangan ke kertas-kertas yang dengan cepat ia lihat sekilas satu per satu. 
"Hmmm boleh, tapi aku masih butuh nasihat kok, bagaimana kalau kamu yang membacanya lalu nanti kalau aku butuh nasihat aku akan menghubungi kamu dan kamu membacakannya untuk aku"
"Kok terdengar seperti modus yah? hehehe, yo wis ini buat aku saja" jawabnya lirih tanpa mengalihkan pandangan.

Malam semakin larut, kopiku yang sudah mulai dingin masih enggan kutuntaskan. Aroma kopi dan semua kenangan itu masih tersimpan rapih walau sudah sekian tahun berlalu. Lagu Doping dari Garux Band yang kerap kunyanyikan di ujung gang dekat rumahnya saat kami remaja sudah berganti lagu Selamat Tinggal Masa Lalu dari Five Minutes.

"Anna aku sedang butuh nasihat" tulisku melalui aplikasi perpesanan WhatsApp.
"Kalau butuh nasihat dari kotak nasihat aku akan fotokan, kalau mau dengar suaraku aku rekam voice chat, kalau ingin ngobrol nanti saja, aku masih sibuk urus catering, ba'da zuhur saja kita ngobrol :)"
"Siap ndan :) abis zuhur aku WA lagi yah".
"Ok, ttyl*".
Sejenak kupandangi foto profil WhatsApp-nya. Anna yang ayu dan suaminya yang gagah. Aku pernah melihat wajah itu... senyum ramah itu... aku tidak akan lupa tatapan akrab si tukang pos pengantar surat misterius itu. []

---

*ttyl - talk to you later
Inspired by: belantarakoma.blogspot.com
Foto: kak-dean.blogspot.com


6 Tips PDKT Ke Gebetan Bertipe ENFP

6 Tips PDKT Ke Gebetan Bertipe ENFP
Soal ini sebenarnya soal yang menyangkut ilmu psikologi, hanya saja berdasarkan pengalaman hidup sebagai orang bertipe ENFP (katanya test ini itu) sedikit banyak ini menyangkut narsisitas, karenanya saya perlu untuk menerjemahkan artikel berbahasa Inggris tulisan dari Mpok Heidi Priebe yang berjudul 7 Things You Should Know Before You Date An ENFP untuk membantu adik-adik saya berhadapan dengan tipe-tipe manusia ENFP yang hidup sesukanya, ngeselin dan susah diatur. Yah seperti saya yang ENFP juga sih 😊.

Tapi saya hanya menerjemahkan versi suka-suka hanya 6 saja, kalau mau tahu tips ke-7 yah baca saja artikel aslinya hehehe. Woles saja, saya juga menggunakan Google Translate saat membacanya kok.

Jadi menurut Mpok Heidi Priebe, orang-orang ENFPs adalah tipe orang yang menggunakan prinsip "semua-atau-tidak sama sekali" dalam kehidupannya, termasuk dalam hal urusan asmara. Mereka membangun hubungan romantis yang serius, dengan pendekatan yang melibatkan antusiasme dan kehangatan. Mereka yang berkepribadian ENFP mendambakan hubungan yang bermakna dengan pasangannya dan cenderung untuk memutuskan hubungan sejak awal jika ia tidak merasakan adanya hubungan yang bermakna itu. Konon katanya tipe ENFP ini paling cocok dengan INFJ atau INTJ - mereka menawarkan alasan, analisa yang kontras dan kreatif bagi seseorang berkepribadian ENFP.

6 Tips PDKT Ke Gebetan Bertipe ENFP

Jadi apa trik atau tips untuk menundukkan orang-orang bertipe ENFP yang eksentrik dan kadang bikin gondok? Ini 6 Tipsnya:

1. Tantang mereka.

Diskusi yang berkualitas adalah foreplay utama untuk ENFP. Mereka akan sangat bersemangat dalam mengeksplorasi ide-ide baru dan menghargai siapa pun yang dengan cerdas dapat menantang cara berpikir mereka. Pokoknya, diskusi yang baik adalah kencan pertama yang tepat. Semakin banyak ide-ide yang Anda bawa, Anda akan semakin seksi bagi orang-orang ENFP. Rayuan bagi mereka, dimulai dalam pikiran. Soal tempat bisa di mana saja yang sekiranya kondusif dan bisa membuat nyaman.

2. Konsisten

Kepribadian orang-orang ENFP adalah "Semua atau Tidak Sama Sekali", itulah mengapa mereka kadang lebih dikenal sebagai orang yang pendiam/pasif dan sensi serta mengutamakan intuisi dalam menilai. Tipe INTJ dan INFJ akan menjadi pasangan romantis yang terbaik untuk sifat-sifat seperti itu. Sahabat yang secara konsisten dapat berperan introspektif adalah Ying untuk seorang ENFP yang sangat pencemburu dan posesif (Yang). Seperti anak-anak, ketertarikan alaminya akan lebih nyaman dengan pemikiran-pemikiran yang terstruktur dan bermakna.

3. Berpikiran Terbuka

ENFP adalah tipikal "orang aneh". Semakin cepat Anda menerima kenyataan itu maka ke depannya akan lebih mudah bagi Anda. ENFP cenderung tidak konsisten, mereka selalu memiliki rencana dan agenda baru "setiap detik", kadang pemikirannya dapat bertentangan satu sama lain dan berujung pada kesimpulan yang tidak ada hubungannya dengan topik masalah. Sifat tertutup mereka lah yang secara alami telah melatihnya mahir untuk mengubah sebuah topik. Mereka berpikir jauh dan dapat mengubah pemikirannya dalam waktu singkat, namun mereka dapat menyenangkan jika Anda tetap terbuka untuk topik-topik baru, aktivitas baru dan keputusan baru untuk meraih sebuah tujuan. Karakter ENFP cukup menyenangkan dan jarang mengecewakan.

4. Pertahankan Pendapat Anda Ketika Itu Penting

Para ENFP adalah kombinasi antara berpikiran terbuka dan keras kepala. Mereka akan dengan gigih mempertahankan pendapatnya jika itu ia anggap penting sekaligus dapat menghargai orang yang gigih mempertahankan pendapatnya. Itulah mengapa orang-orang ENFP dapat memahami jika Anda menjelaskan skala prioritas Anda dan gigih mempertahankannya. Pribadi ENFP bukan tipe pemaksa dan karenanya mereka juga tidak suka dipaksa. Mereka dapat memahami dan mengubah cara berpikirnya jika Anda dapat mengajaknya berdiri di sudut pandang Anda, dengan intuisinya para ENFP mampu melihat dari sudut pandang Anda (walau dalam versi mereka sendiri) jika mereka mau.

5. Berikan Umpan Balik

Orang-orang berkepribadian ENFP mengembangkan hubungannya dengan komunikasi. Mereka akan berusaha untuk membuat pasangan mereka bahagia, namun demikian hal tersebut tidak selalu berjalan dengan mulus. Contohnya jika ia sangat bersemangat membuat semacam pesta kejutan namun berjalan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Hal terbaik yang dapat dilakukan adalah tetap mengapresiasi niatnya dan menjelaskan bahwa ada cara lain untuk melakukannya dan hasilnya mungkin akan sesuai dengan harapan. Orang-orang ENFP memang perasa dan mudah tersinggung dengan kritik langsung, namun sangat menghargai hubungan, Jika mereka melakukan kesalahan, mereka jelas ingin mengetahui di mana letak kesalahan itu untuk memperbaikinya di lain waktu.

6. Buat Mereka Merasakan Kebebasan

Hal yang paling dibenci oleh para ENFP adalah dikekang. Sementara mereka mudah terlibat dalam hubungan persahabatan yang akrab namun mereka bukan tipe pribadi yang mudah mengesampingkan perkembangan dirinya sendiri. Hubungan yang sehat bagi pribadi ENFP adalah sama-sama tumbuh dengan saling asah, asih, asuh dan tidak stagnan tanpa perkembangan.

Cukup itu saja, walau di artikel aslinya ada 7 tips tapi karena tips ke-7 itu menggunakan bahasa perumpamaan, maka sebaiknya Anda membaca sendiri artikel aslinya dan meraba-raba apa maksudnya. :)

Oh iya, hanya dengan membaca ini saja tidak akan cukup untuk modal menundukkan seorang bertipe ENFP, lagi pula mereka bukan tipe yang perlu untuk ditundukkan kok. Artikel ini setidaknya dapat menjadi wawasan awal jika ingin menjalin hubungan yang lebih serius dengan kenalan atau sahabat berkarakter ENFP. Kalau kamu sudah membaca artikel ini sampai habis dan belum mengerti apa itu ENFP yah baca juga artikel ini: ENFP: Giving life an extra squeeze!, judulnya saja yang berbahasa Inggris, artikelnya sih Bahasa Indonesia :)

Happy weekend :)