AKU PONDOK GEDE (Menyibak Gelap Menggapai Terang)

PONDOK GEDE

Membicarakan Pondok Gede kepada generasi milenial bisa berarti membicarakan wilayah administratif sebuah kecamatan seluas 1.592.246 Ha yang terbagi menjadi 5 kelurahan, yaitu: Kel. Jatiwaringin, Kel. Jatimakmur, Kel. Jatibening, Kel. Jatibening Baru dan Kel. Jaticempaka, namun belum tentu demikian bagi generasi sebelumnya.

Itu karena sampai dengan sekitar tahun 1978, Pondok Gede juga mencakup wilayah-wilayah yang sekarang dikenal dengan Kecamatan Jatiasih, Jatisampurna dan Pondok Melati.

Mengingat kembali Pondok Gede dalam bingkai kesejarahan tentunya berguna bagi generasi sekarang untuk lebih mengenali kembali identitas wilayah tempat tinggalnya sebagai salah satu unsur identitas diri.

Dengan demikian membicarakan kembali sejarah Pondok Gede menjadi penting agar dapat mengisi kekosongan identitas dan menganyam kembali rasa nasionalisme pada diri generasi muda yang pada gilirannya akan menghidupkan kembali kolektivitas dan jiwa patriotisme para pemuda Pondok Gede dan pemuda Bekasi umumnya.

Dimulai dari kepercayaan diri mengaku: Aku Pondok Gede, kemudian Aku Bekasi, lalu Aku Jawa Barat hingga berujung pada Aku Indonesia, diharapkan akan menjadi karakter dan kesatuan tekad sebagai modal untuk menghadapi segala tantangan di masa depan.

Namun demikian, berbicara sejarah tidak semudah membicarakan fiksi atau cerita, diperlukan data, fakta, saksi sejarah dan berbagai sumber lainnya agar potret yang didapatkan menjadi lebih detail dan lengkap.

Sulitnya menggali berbagai sumber ini menjadi beban berat yang akhirnya menghentikan penelusuran kesejarahan di banyak tempat termasuk di Pondok Gede ini.


AKU PONDOK GEDE (Menyibak Gelap Menggapai Terang)

AKU PONDOK GEDE

Sejarah adalah masa lalu yang darinya kita dapat bercermin dan introspeksi. Belajar dari sejarah akan membuat wawasan kita lebih lengkap dan diharapkan dapat mengambil keputusan dengan lebih bijaksana.

Karenanya Yayasan Al Falah yang peduli dengan pendidikan ingin tugas berat ini bukan hanya menjadi beban sejarawan, tapi masyarakat setempat harus berperan aktif menggali dan mencari sumber-sumber sejarah yang sekiranya masih ada di sekeliling lingkungannya.

Lokasi akan bertempat di lingkungan SMK Merah Putih, Rawa Bacang, Jl. Pasar Kecapi No. 2, RT 000/14, Jatirahayu, Pondok Melati, Bekasi 17414. "AKU PONDOK GEDE (Menyibak Gelap Menggapai Terang)" digelar di lingkungan sekolah dengan menyasar para pelajar dan pendidik, event ini adalah kegiatan edukatif yang terbuka untuk umum agar masyarakat juga dapat terlibat secara positif.

Dengan menggandeng Komunitas PENTER yang giat melakukan diskusi kesejarahan dan kebudayaan, insya Allah pada hari Sabtu, 2 Maret 2019 di SMK Merah Putih (Yayasan Al Falah) akan menggelar diskusi kesejarahan dengan menghadirkan beberapa narasumber yang kompeten. Harapan dilaksanakannya diskusi ini adalah sebagai pemantik upaya panjang menggali sejarah Pondok Gede dan Bekasi pada umumnya kepada para hadirin. 

Hadir untuk meramaikan acara ini beberapa pengisi acara dan narasumber antara lain; Dr. Anhar Gonggong (Sejarawan Nasional), Dr. Tri Wahyuning M. Irsyam M.Si (Dosen Sejarah FIB UI), G.J Nawi (Pegiat Sejarah & Penulis Buku "Maen Pukulan"), Syamsuddin HS (Pegiat Sejarah dan Budaya), Kong Guntur Elmogas (Seniman Situn Bekasi), Jaya Golok (Atraksi Seni Silat), Sorakan Oray (Atraksi Ular Kasundaan), Afiat Cahyo Wiwoho (Taman Baca Tanjung), Ari Trismana (Watchdoc Documentary), dan saya sendiri bersama AtmaGo dalam workshop literasi digital. Acara ini juga didukung oleh Pemerintah Kota Bekasi khususnya Diskominfostandi dan Disparbud Kota Bekasi.

Kegiatan ini dirangkum dalam event "AKU PONDOK GEDE (Menyibak Gelap Menggapai Terang)" yang akan diisi dengan kreativitas kesenian dan kebudayaan serta akan diramaikan dengan pentas kreasi seni para pelajar dan pemuda dari berbagai komunitas, Bazaar dan pameran, pemutaran film dokumenter serta dialog sejarah dan budaya.

Acara ini gratis, kita hanya perlu membayar dengan mengambil manfaat sebanyak-banyaknya dari acara ini dan merasakan kembali cinta yang pernah kita punya.

Peta Lokasi Acara


Yuk ramaikan acaranya :)



Sharing Memanfaatkan Medsos Bersama Saka Bhayangkara Babelan

Bersama Saka Bhayangkara Babelan Sharing Memanfaatkan Medsos

Minggu siang, 10 Februari 2019 saya berkesempatan berbagi dengan Sekitar 35 anggota Pramuka Saka Bhayangkara Polsek Babelan. Agendanya adalah sharing mengenai media sosial dan belajar membuat berita ringan.

"Tujuan kegiatan ini adalah agar adik-adik anggota dan calon anggota Saka Bhayangkara Polsek Babelan dapat memanfaatkan media sosial untuk berbagi informasi, baik itu kegiatan positif yang mereka lakukan ataupun informasi-informasi yang sekiranya perlu dibagikan di media sosial (medsos)," demikian menurut Mawadah Warahmah selaku Ketua Dewan Saka Bhayangkara Polsek Babelan Kwartir Ranting Kec. Babelan Kab. Bekasi.

Sesi sharing tentang medsos atau sosmed ini awalnya akan dilaksanakan di Aula Polsek Babelan yang ber-AC, tapi berhubung peserta hingga 35-an orang, maka acara dipindah ke Aula Kantor Desa Babelan Kota yang ruangannya lebih luas walau tanpa AC.
Bersama Saka Bhayangkara Babelan Sharing Memanfaatkan Medsos
Suasana awal masih agak tegang, walaupun sudah dijelaskan oleh para senior saat pembukaan acara bahwa materi ini adalah materi di luar materi kepramukaan.

Untuk mencairkan suasana saya mulai menjelaskan mengenai media informasi secara umum, lalu mengerucut pada media sosial. Saya mulai dengan menanyakan pengalaman-pengalaman adik-adik remaja ini di media sosial. Sekadar memancing feedback dan membuka dialog.

Jawabannya sudah saya duga, tidak ada satu pun hadirin yang tidak memiliki akun Facebook, sebagian adalah pengguna Instagram dan sebagian kecil pengguna Twitter walaupun secara pasif.

Setelah cair barulah saya memberikan materi mengenai berbagai konten yang bisa dibuat oleh siapapun, baik itu teks, gambar/foto, suara/musik dan video dengan menjelaskan berbagai macam media sosial yang diperuntukkan untuk berbagi berbagai konten tersebut.

Acara ini adalah hasil diskusi dengan Bang Rusli salah satu senior Saka Bhayangkara Polsek Babelan. Bang Rusli pula yang dulu pernah mengajak saya ikut memberikan materi pengenalan sosmed saat MPLS SMPN 2 Babelan seperti yang saya catat di sini.

Beda dengan acara MPLS, adik-adik Saka Bhayangkara ini jenjang sekolahnya sudah SMA, jadi lebih cepat "nyambung" saat diarahkan bagaimana membuat konten sederhana berupa teks dan foto dari kegiatan yang mereka lakukan.
Bersama Saka Bhayangkara Babelan Sharing Memanfaatkan Medsos


Membuat berita

Cara mudah membuat berita tercakup dalam rumus ADI SIKAMBA yang merupakan terjemahan rumus jurnalistik 5W+1H ( What, Where, Who, When, Why, and How).

ADI SIKAMBA (Apa, Di mana, Siapa, Kapan, Mengapa, dan Bagaimana) adalah pertanyaan panduan dalam mengumpulkan informasi yang musti terjawab dalam sebuah berita. Idealnya untuk menulis sebuah berita, pertanyaan ADI SIKAMBA sudah harus dijawab terlebih dahulu, barulah kemudian dirangkai dalam sebuah tulisan.

Tetapi dalam sharing kali ini pembahas lebih fokus pada merangkai informasi ADI SIKA (Apa, DImana, SIpa dan KApan) agar mudah diserap dan langsung dipraktekkan.

Setelah break adzan ashar kelas kemudian dibagi menjadi 7 kelompok yang ditugaskan untuk membuat status di salah satu akun facebook anggota kelompok, status tersebut minimal berisi informasi kegiatan hari itu. 

Alhamdulillah dalam waktu 30 menit semua kelompok sudah selesai melaksanakan tugasnya.
Bersama Saka Bhayangkara Babelan Sharing Memanfaatkan Medsos
Salah satu hasil praktek kelompok peserta sharing
Sebagai penutup, dibuka kembali sesi tanya jawab untuk membahas apa yang sekiranya menjadi masalah dalam menyelesaikan tugas kelompok membuat status info kegiatan. 

Dari sesi tanya jawab itu terungkap bahwa tidak ada masalah dalam penerapan rumus ADI SIKA, namun mereka mengaku kesulitan dalam menyusun redaksi tulisan agar menjadi informasi yang mudah dipahami oleh pembaca. Hal yang menurut saya akan teratasi jika kita banyak latihan dan terus belajar.

***
Bersama Saka Bhayangkara Babelan Sharing Memanfaatkan Medsos
Foto bersama peserta sharing sosial media Saka Bhayangkara Babelan
Konten yang kami bahas hari itu adalah konten teks yang berupa status di media sosial. Konten teks bisa berupa apa saja; berita, cerita, puisi, opini, informasi dan lain sebagainya. 

Intinya tujuan kelas sharing hari itu adalah agar adik-adik pramuka ini dapat membuat berita sederhana dari apa yang mereka saksikan atau yang mereka lakukan. 


Banyak sekali kegiatan adik-adik pramuka ini yang dapat dibagikan di medsos untuk memperbanyak konten positif dan wadah bagi mereka untuk mengembangkan kemampuan literasi digital mereka.

Pastinya akan perlu banyak latihan untuk mengolah konten berupa teks menjadi menarik dan informatif. Setidaknya dari pertemuan hari ini adik-adik sudah semakin paham dan bisa mengembangkan sendiri jika memang mereka berminat dalam dunia tulis menulis dan jurnalistik.


Harapan saya semoga adik-adik ini dapat memanfaatkan media sosial lebih baik lagi, baik untuk kepentingan dirinya maupun untuk lingkungannya, amiin.




Yang Terdampar dan Yang Menyambungkan


Yang Terdampar dan Yang Menyambungkan

Konon tersebutlah sebuah kerajaan yang adil makmur, kerajaan itu sedang dirundung duka karena putri kerajaan terserang penyakit kulit menular. Sekian banyak tabib tidak ada yang dapat menyembuhkan putri cantik kesayangan negeri.

Tak tega menyaksikan putrinya terkurung karena penyakit, dengan berat hati sang raja dan ratu melepas putrinya ke tanah pengasingan dengan bekal keris pusaka kerajaan dan berbagai benda pusaka sebagai bukti identitas sang putri.

Sang putri dengan senang menukar karantina istana dengan kebebasan meski jauh, ia juga tidak ingin penyakitnya menular kepada kerabat istana dan rakyat negerinya.

Berperahu dan ditemani beberapa pengawal setia kerajaan dan keluarganya akhirnya sang putri dengan berat hati pergi meninggalkan negaranya menyusuri sungai dan kemudian menetap di pinggir hutan di mana mereka terdampar. "Orang terdampar", begitulah kemudian mereka menamakan diri dan tempat tinggal mereka sekarang.

Suatu saat kala sang putri mencuci di tepi danau, tanpa disadari datang seekor kerbau albino yang menjilat kulitnya. Awalnya ia merasa terganggu dan mencoba mengusir si kerbau, tapi menyadari penyakit kulitnya berangsur sembuh dan hilang dalam sekejap ia kemudian memerintahkan pengawalnya berhenti mengusir kerbau itu.

Bersyukur atas kesembuhannya, sang putri memerintahkan para pengawalnya untuk tidak mengganggu kerbau albino (kerbau bulan/kerbau bule). "Aku minta mulai saat ini jangan menyembelih kerbau bule, karena dia adalah kiriman dewata untuk menyembuhkanku".


***

Singkat cerita, serombongan pemburu bermalam di hutan karena tidak berani pulang. pangeran kerajaan yang ikut dalam rombongan berburu hilang, ia terlalu asik memburu binantang buruan hingga terpisah dari rombongan. 

"Kita tidak boleh pulang sebelum pangeran ditemukan. Jika sampai akhir hayat tidak ditemukan, biar kita semua terkubur di sini," ucap salah satu dari pemburu itu. Menyadari hukuman yang menanti jika mereka pulang tanpa pangeran, tidak ada seorang pun dari rombongan itu yang berani menyanggah kata-kata itu.

Tersesat dalam gelap hutan bukan hal yang menakutkan bagi pangeran namun ia juga tidak ingin dirinya celaka dari sergapan binatang buas. Tidak lama si pangeran memanjat pohon besar yang ia temui dan berniat istirahat di sana. Dari ketinggian di atas pohon ia melihat ada beberapa nyala cahaya di kejauhan, ia perhatikan dan yakin itu bukan halusinasi dan tipuan mambang hutan. Ya itu cahaya lampu dari rumah penduduk.

Berharap dapat tempat istirahat yang lebih layak akhirnya sang pangeran memutuskan untuk mendatangi sumber cahaya yang ia lihat. Tibalah ia di rumah sumber cahaya yang tidak lain adalah rumah sang putri.

Tidak mudah bagi sang pangeran untuk masuk ke rumah itu, para pengawal sang putri mempertaruhkan nyawanya demi menjaga keselamatan putri dari raja yang mereka hormati.

"Aku hanya ingin istirahat, mengapa tidak boleh? Sekarang pertemukan aku dengan siapapun yang memiliki kewenangan untuk memberiku izin beristirahat di sini".

Rasa heran pangeran belum habis saat ia terpaksa melawan para pengawal sang putri yang tetap mengusir dirinya.

Lelah karena berburu dan tersesat membuat sang pangeran tidak ingin berlama-lama, ia mengungkap identitasnya dan menyampaikan maksud hanya ingin menumpang beristirahat.

Sang pangeran telah curiga sejak awal, jika rumah itu dihuni warga biasa mengapa ia tidak diizinkan memasukinya padahal ia sudah meminta izin sebaik-baiknya. Dan mengapa ada pengawal-pengawal yang sulit ia taklukkan, kalaupun prajurit pastinya mereka prajurit pilihan yang pilih tanding.

Kecurigaan itu justru mengundang rasa penasaran dan memancing emosi jiwa mudanya sehingga terjadi pertarungan yang menambah lelah dirinya.


***

Sang putri sudah sejak awal memperhatikan keributan di halaman rumah tinggalnya, namun ia memilih untuk diam memperhatikan, karena baru kali ini ada tamu yang ia tidak kenal dan berhasil memaksa para pengawalnya mencabut pedang.

Mengetahui tamunya adalah salah satu putra kerajaan tetangga ia kemudian memerintahkan pengawalnya agar mengizinkan pangeran masuk menemuinya.

Setelah meminum hidangan yang dipersilahkan si pangeran bertanya sesopan mungkin sambil menahan gejolak rasa penasaran dalam hatinya.

"Boleh aku tahu siapakah pemilik rumah yang sudah berbaik hati memperbolehkan aku yang tersesat ini masuk dan menghidangkan minuman herbal hangat penghilang lelah ini?".

Sang pangeran akhirnya tidak dapat menahan diri untuk membalas tatapan tajam dari balik kerudung. Dari cara duduk, jenis kain selendang atau kerudung penutup wajah dan jenis kain sarung yang dikenakan lawan bicaranya sang pangeran tahu yang ia hadapi adalah seorang perempuan bangsawan.

Tergagap sang pangeran tidak menduga lawan bicaranya menjawab pertanyaan dengan menyodorkan senjata pusaka yang berbalut sulaman panji bendera khas kerajaan. Sadarlah ia sedang berhadapan dengan salah satu keluarga inti kerajaan yang termasyur karena memiliki raja yang adil dan bijaksana.

Tanpa panjang basa-basi ia kemudian mengungkapkan maksud untuk bisa menumpang beristirahat dan akan segera kembali mencari rombongannya pada esok pagi.

Lawan bicaranya hanya mengangguk lalu memanggil pengawal yang berjaga di pintu untuk mengiringi pangeran ke luar.

Singkat cerita sang pangeran mendapat jamuan makan dan tempat istirahat setelah membersihkan diri dan berganti pakaian yang cukup layak untuk dirinya. Lelah membuatnya cepat tertidur malam itu.

Saat pagi hari ia segera ia berpamitan untuk kembali mencari rombongannya. Tapi apa daya, tuan rumah telah menyiapkan sarapan dan kali ini putri sendiri yang menemaninya makan pagi.

Perkenalannya dengan putri yang terdampar itu membuat pangeran meminta ayahnya melamar sang putri. Niat ini ia sampaikan sepulangnya berburu bersama rombongan.

Sang raja menyambut gembira permintaan anaknya ini akan mempererat hubungan dua kerajaan, tapi ia juga khawatir jika keinginan putranya tersebut ditolak oleh pihak kerajaan tetangga, maka akan meretakkan hubungan antar dua kerajaan.

"Maksud baik tidak selamanya diterima baik anakku, temui kembali putri pujaan hatimu dan sampaikan maksudmu, jika ia menerimanya maka mudah-mudahan semua dilancarkan." 


***

Tidak ada jawaban dari sang putri, ia tahu tidak bijak menjawab pinangan itu tanpa sepengetahuan orang tuanya. Iya atau tidak bukan jawaban sederhana, sang putri sangat sadar apapun jawabannya akan menentukan masa depan dua buah kerajaan dan rakyat yang ada di dalamnya.

Sang putri kemudian menyerahkan senjata pusaka titipan ayahnya dan berpesan.

"Sampaikan maksudmu kepada ayah ibuku dan berikan senjata pusaka ini kepada mereka, jika mereka menolak senjata ini, itu artinya kita tidak ditakdirkan bersatu, tapi jika mereka menerima dengan baik maka jemput aku untuk hidup bersamamu selamanya".

Mendengar jawaban itu sang pangeran langsung berangkat menuju pusat kerajaan di mana ayah dan ibu sang putri tinggal.

"Doakan agar alam merestui perjalananku, dan saksikan bahwa 'orang yang terdampar' akan kembali dengan sambutan cinta dari semua orang yang merindukannya, karena ia yang menyambungkan dan mengantarkan aku, orang dari seberang menuju masa depan" ucap sang pangeran.

Ternyata kedatangan sang pangeran diterima dengan baik oleh orang tua sang puteri.
Raja dan permaisuri gembira mendengar kabar putri mereka telah sembuh dan menerima senjata pusaka yang pernah mereka berikan.
"Ia mempercayakan dirimu untuk mengembalikan senjata pusaka ini kepada kami, artinya ia telah menemukan orang yang ia percaya untuk melindungi dirinya" ungkap permaisuri.

"Niat baikmu kami terima, kembalilah bersama perwakikan kami untuk menjemputnya pulang, sampaikan kepada rajamu, anaknya juga adalah anak kami" ungkap sang raja memeluk sang pangeran.

Demikianlah akhirnya mereka menikah dan merekatkan hubungan dua kerajaan. Mereka menetap dan beranak pinak di tempat mereka pertama berjumpa.

Walaupun mereka tidak menjadi raja di kerajaan masing-masing, kisah hidup mereka terus direkam dalam kenangan kolektif masyarakat dari 2 kerajaan dan dituturkan sebagai warisan dalam berbagai versi cerita.

----------------
Adaptasi dari kisah hikayat Putri We Tadampali.

"Orang Terdampar" disebut Tosora'e, nama tempat itu kemudian disebut Tosora ibukota kerajaan Wajo di Sulawesi Selatan dahulu kala.

Bingung Cari Sewa Apartemen Di Jakarta? Jendela360 Solusinya

Sewa Apartemen Jakarta Royal Mediterania Garden Residence
Ikram merupakan seorang karyawan muda yang masih single. Setelah 2 tahun bekerja di sebuah perusahaan IT, ia mempertimbangkan untuk pindah kost. Ikram sudah tinggal di kos ini sejak ia masih kuliah karena harganya yang terjangkau dengan fasilitas lengkap dan jarak yang dekat ke kampus.

Namun, setelah bekerja, Ikram merasa kehidupan di kos tersebut sudah kurang cocok untuknya. Para penghuni lain kebanyakan mahasiswa yang mengerjakan tugas beramai-ramai hingga larut malam dan cukup menimbulkan suara ribut sehingga Ikram merasa waktu istirahatnya terganggu. Ikram mempertimbangkan untuk mencari kos yang berisikan karyawan karena kebanyakan karyawan akan langsung istirahat begitu pulang dan tidak berisik hingga larut malam.

Selain mencari kost karyawan, Ikram juga mempertimbangkan untuk mencari sewa apartemen yang dekat dengan kantornya. Penghuni apartemen biasanya jarang bertemu muka sehingga Ikram yang introvert tak perlu sering berbasa basi ria dengan tetangganya. Namun, Ikram merasa agak kesulitan untuk mencari sewa apartemen yang sesuai dengan budget karena kebanyakan sewa apartemen di Jakarta meminta uang sewa dibayar secara tahunan sementara Ikram mendapatkan gajinya secara bulanan sehingga pengeluaran sewa tahunan akan sangat memberatkan Ikram.

Dodi, teman kantor Ikram, menyarankan Ikram untuk mencari sewa apartemen di Jendela360.com karena sepupuhnya berhasil menemukan apartemen yang cocok di website tersebut dan puas dengan pelayanannya. Ikram yang penasaran dengan akhirnya memutuskan untuk membuka dan mempelajari website Jendela360.

Begitu membuka websitenya, Ikram langsung terpukau dengan Jendela360, karena website ini menawarkan keunggulan yang jauh melebihi agen perorangan yang banyak memasang iklan di internet.
Sewa Apartemen Jakarta Royal Mediterania Garden Residence Fully Furnished

Keunggulan dan Kelebihan Jendela360

Bagi Penyewa / Pencari Apartemen Jendela360 hadir untuk memudahkan para pencari hunian khususnya apartemen di Jakarta dan sekitarnya. Bagi calon penyewa, keuntungan yang didapatkan adalah:
  • Mendapatkan informasi yang lengkap mengenai apartemen di seluruh Jakarta serta dapat melihat foto seluruh ruangan apartemen dengan foto 360 derajat di website Jendela360.com
  • Calon penyewa didampingi oleh representative Jendela360 untuk kunjungan ke beberapa unit sekaligus.
  • Dengan sistem cicilan bulanan (menggunakan kartu kredit), penyewa tidak akan lagi merasa keberatan dengan sistem pembayaran 1 tahun dimuka (hard cash)
Sedangkan bagi Pemilik Apartemen, Jendela360 sebagai startup proptech (property technology) juga hadir sebagai agen di mana para pemilik apartemen bisa menitipkan apartemennya untuk dipasarkan melalui Jendela360. 

Berbeda dengan situs marketplace umum dan marketplace properti, di Jendela360 pemilik apartemen tidak perlu repot mengurus listing dan negosiasi dengan klien (calon penyewa apartemen) karena semuanya akan diurus oleh Jendela360. 
Sewa Apartemen Jakarta Royal Mediterania Garden Residence Fully Furnished

Keuntungan menitipkan apartemen di Jendela360:

  • Tidak perlu pusing memikirkan materi iklan (copywriting, marketing).
  • Tidak perlu repot memfoto unit apartemen karena fotografer dari Jendela360 siap datang ke apartemen dan memotret unit secara gratis!
  • Tidak perlu lagi mendampingi calon penyewa untuk melihat atau kunjungan unit.

Fitur dan Layanan Jendela360

Selain kelebihan yang ditonjolkan oleh Jendela360, platform penyewaan apartemen kekinian di Indonesia saat ini juga menawarkan fitur dan layanan yang memudahkan penggunanya, di antara lain:
  • Navigasi Website Jendela360.com mudah dipahami serta menyediakan informasi apartemen yang lengkap;
  • Adanya teknologi virtual tour 360 pada website Jendela360 sehingga pengguna bisa melihat setiap sudut apartemen dengan jelas;
  • Layanan Customer Service Full Day yang siap membantu menjawab pertanyaan baik dari calon penyewa maupun pemilik yang ingin menitipkan apartemennya untuk disewakan;
  • Offline Visitation yang didampingi oleh representative Jendela360
  • Proses pembayaran dengan sistem cicilan 12 bulan.
Selain itu, ada satu produk lagi dari Jendela360 yang membuat Ikram semakin tertarik, adalah Star Listing.

Apa itu Star Listing?

Star Listing adalah listing unit apartemen di Jendela360 yang memiliki kelebihan di antara listing unit apartemen lainnya. Kelebihan unit apartemen yang berlabel Star Listing ini di antaranya;
  1. Well Furnished, unit tertata rapi dengan sentuhan hiasan modern
  1. Win a Trip To Bali, penyewa unit yang berlabel Star Listing akan mendapatkan kesempatan memenangkan perjalanan ke Bali dengan memutar fortune wheel.
  1. Bisa dibayar bulanan (dengan kartu kredit ataupun tanpa kartu kredit)
  1. Unit-unit berlabel Star Listing baru tersedia di beberapa apartemen di Jakarta seperti apartemen Central Park (Jakarta Barat), Condominium SeaView Pluit (Jakarta Utara), Mediterania Garden Residence 2 (Jakarta Barat), Royal Mediterania Garden Residence (Jakarta Barat), Sudirman Park (Jakarta Pusat), Westmark (Jakarta Barat), Bassura City (Jakarta Timur), The Mansion Kemayoran Jasmine (Jakarta Pusat), Green Pramuka (Jakarta Timur), Belmont Residence (Jakarta Barat), Season City (Jakarta Barat), Puri Park View (Jakarta Barat), Thamrin Residence (Jakarta Pusat), Puri Orchard (Jakarta Barat).
Ikram tertarik dengan Star Listing karena bisa dibayar secara bulanan dengan cash tanpa kartu kredit seperti halnya bayar kos. Tentu saja ini sesuai dengan kondisi keuangan dan kebiasaan Ikram untuk langsung bayar kos begitu gajian.
Tidak pakai lama lagi, Ikram langsung melihat-lihat halaman Star Listing di Royal Mediterania Garden Residence yang paling dekat ke kantornya. Karena tinggal sendirian, Ikram hanya memerlukan unit studio atau 1BR. 

Tertarik dengan foto-foto unit dan harga sewanya, Ikram langsung menghubungi CS Jendela360 untuk memastikan ketersediaan unit. Begitu CS memastikan bahwa unit yang diinginkan masih tersedia, CS langsung mengkonfirmasi kapan Ikram bisa datang berkunjung melihat unit di Royal Mediterania Garden sambil ditemani adviser.

Pada hari yang dijanjikan, Ikram datang untuk melihat unit bersama adviser. Setelah melihat-lihat unit dan lingkungan apartemen, Ikram merasa cocok dan memutuskan untuk mengambil sewa di unit tersebut.

Kini, Ikram tinggal berjalan kaki pulang pergi ke tempat kerjanya dan bisa menikmati ketenangan saat beristirahat. Tentu saja dengan harga sewa yang terjangkau dan bisa dibayar dengan mudah secara bulanan seperti bayar kos.



***

*Semua foto dari web Jendela360



Jangankan Makan Siang Gratis, Umroh Gratis Juga Ada

Ibadah Umroh dan Haji di Mekah

Belum lama ini saat sedang ngopi santai seorang teman bercerita tentang tetangganya yang berprofesi sebagai guru ngaji kampung mendapatkan rezeki berangkat umroh gratis tanpa dia tahu siapa yang telah membayar semua biayanya.

Fenomena seperti ini mungkin bukan hal yang aneh atau ajaib bagi sebagian orang, tapi bagi sang guru ngaji yang berekonomi pas-pasan tersebut, berangkat umroh gratis adalah sama dengan mendapatkan rezeki super nomplok yang tak terduga.

Namun teman tersebut juga menceritakan tentang bagaimana sang guru ngaji sederhana tersebut sempat kerepotan mengenai biaya untuk mengadakan acara sebelum keberangkatannya. Acara itu biasa disebut "walimatussafar", ada juga yang menyebutnya "walimah safar" atau "ratiban" saja, sebuah acara yang digelar saat orang akan berangkat haji dan umroh.

Acara walimatussafar ini menurut beberapa teman adalah semacam acara pamitan sebelum keberangkatan umroh/haji yang digelar si pemangku hajat.

Tapi menurut pandangan saya sebagai orang awam, kalau kita berpamitan yah seharusnya kita yang mendatangi orang-orang yang kita hormati untuk memohon pamit dan doanya sebelum berangkat, bukan mereka yang kita datangkan. Jadi kalau dalam pemikiran saya yah kurang pas kalau dikatakan sebagai pamitan :)

Dalam acara walimatussafar tersebut para undangan datang dan mendoakan keselamatan si pemilik acara, baik dalam perjalanan berangkat dan pulangnya. Nah kalau demikian saya paham. Sebuah tradisi yang baik-baik saja saya rasa.

Soal walimatussafar ini saya hanya berani menyatakan itu adalah sebuah tradisi dan memang tidak termasuk dalam sunah atau rukun haji dan umroh kan?.

Sebuah tradisi yang jika tidak memberatkan silahkan dilakukan, jika pun tidak dilaksanakan yah berpulang ke yang bersangkutan.

Soal dalil-dalil sholat sunah sebelum safar dan apa yang dilakukan nabi dan para sahabatnya sepulang bepergian jauh, sepertinya para ustad yang lebih paham daripada saya, jadi saya hanya memandang dari perasaan dan pemikiran awam saja,... sotoylogi detected.

guru ngaji kampung berangkat umroh gratis

Soal hadiah umroh gratis yang tidak diketahui siapa yang memberi ini keren loh. Itu sebuah cara halus untuk menjaga nama baik si penerima, untuk tetap memuliakan harga diri si penerima. Ini salah satu jurus tingkat tinggi, memberi tanpa membuat yang menerima pemberiannya merasa berhutang budi atau sejenisnya.

Bayangkan kalau guru ngaji tersebut tahu siapa yang membiayainya umroh. Walaupun si pemberi benar-benar ikhlas, tapi secara manusiawi sangat wajar kalau yang menerima pemberian akan sangat berterima kasih kepada yang memberi dan akan melakukan balas budi

Dari sisi pemberi, ia hanya ingin memberi secara ikhlas, sudah selesai. Ia tidak mau ada perubahan pandangan, perasaan dari pihak penerima. Bagi si pemberi, cukup Allah SWT yang tahu karena ia percaya bahwa sebaik-baiknya balasan adalah keridhoan Allah SWT.

Membuka identitas si pemberi juga saya kira kurang bijak, itu juga kayaknya akan mengurangi nilai pemberian karena akan menimbulkan risiko pergunjingan dan ghibah yang tertuju kepada si pemberi dan si penerima.

Coba deh cek ayat ini: 
"Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu, menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Baqarah: 271)

Orang yang menampakkan sedekahnya itu baik sekali, karena dapat memberi contoh atau teladan yang baik dan pendidikan karakter bagi pihak yang terlibat. Bagi si pemberi akan menjadi ujian keikhlasan sedekahnya, bagi penerima akan terjalin hubungan silaturahim dan kelapangan hati menerima sedekah. Bagi yang mengetahui dapat menggugah keinginan untuk meneladani. Namun bersedekah secara rahasia ternyata lebih baik bagi si pemberi, bukan saya yang bilang begitu, Al-Quran yang menyatakan demikian.

Ayat tersebut mungkin juga tidak cocok, karena mungkin saja umroh untuk guru mengaji tersebut adalah hadiah bukan sedekah. Buat teman-teman yang mengerti perbedaan sedekah dan hadiah juga pasti paham mengapa nabi tidak ikut memakan roti sedekah tapi ikut makan dengan sahabatnya saat beliau tahu roti tersebut adalah hadiah.

Semoga Allah SWT membalas kebaikan yang berlipat ganda kepada mereka yang telah memberangkatkan umroh sang guru ngaji sederhana tetangga teman saya itu. Dan untuk kita, semoga selalu ada hikmah pelajaran pada setiap kejadian jika saja kita mau menelitinya lebih jauh. 

Semoga kejadian ini menyadarkan kita bahwa ungkapan "tidak ada makan siang gratis" yang semakin sering didengar itu sebenarnya bukan berasal dari negeri ini, karena kalau di negeri ini, "jangankan makan siang, umroh gratis saja ada kok".

Wassalam.


Akeyla Naraya, Batik Bekasi dan Homeschooling

Diplomatic Spouses Association of Lebanon (DSAL) International Charity Bazaar dan Indonesian Days di Lebanon
Batik Bekasi di Indonesian Days, Antonine University Lebanon
"Pemuda adalah harapan bangsa" itu merupakan sebuah slogan yang sudah bosan saya dengar. Bosan karena semua orang juga sudah tahu dan menjadi hambar rasanya kalau terlalu sering digembar-gemborkan tanpa ada tindakan lanjutannya.

Pemuda itu siapa?

Organisasi Kesehatan Dunia WHO yang berkantor pusat di Jenewa, Swiss melalui studi tentang kualitas kesehatan dan harapan hidup rata-rata manusia di seluruh dunia menetapkan kriteria baru yang membagi kehidupan manusia ke dalam 5 kelompok usia.

Pertama, ‎ usia 0 – 17 tahun adalah anak-anak di bawah umur. Kedua, 18 – 65 tahun pemuda. Ketiga, 66 – 79 tahun setengah baya. Keempat, 80 – 99 tahun orang tua. Kelima, 100 tahun ke atas orang tua berusia panjang‎. 

Ini berbeda dengan definisi pemuda dalam Pasal 1 Ayat (1) UU Nomor 40 Tahun 2019 tentang Kepemudaan yang menyatakan batas usia muda dimulai dari 16-30 tahun. Di lain pihak UNESCNO dalam halaman web-nya yang berjudul What do we mean by “youth”? mengkategorikan pemuda dalam rentang usia 15 hingga 35 tahun.

Dari definisi pemuda itu setidaknya sudah jelas bahwa usia 9 tahun masih dalam kategori anak-anak di bawah umur. Nah ngomong-ngomong soal pemuda harapan bangsa, mari kita (yang masih masuk dalam kategori pemuda) mengenal seorang anak di bawah umur yang sudah memiliki berbagai prestasi gemilang. 

Mudah-mudahan bisa menjadi penyemangat yah :) Amiin
Akeyla Naraya, Desainer Cilik dari Bekasi di Libanon
Akeyla Naraya, Desainer Cilik dari Bekasi

Akeyla Naraya, Siapa dia?

Bernama lengkap Akeyla Naraya Aliandina, putri dari Ibu Ina Raya kelahiran 4 Februari 2010 ini bukan anak perempuan biasa. Di usianya yang belum genap berusia 9 tahun ini Akeyla Naraya sudah memiliki berbagai macam prestasi luar biasa dalam dunia fashion, baik dalam dan luar negeri. Soal prestasinya silahkan cari nama "Akeyla Naraya" di Google, akan panjang kalau saya catat semua di sini.

Menurut beberapa media, untuk menampung karyanya, desainer cilik yang tinggal di perumahan Wisma Asri Bekasi Utara ini memiliki sebuah butik di Gedung Smesco Jakarta Selatan. Jadi mau lihat butiknya nih, kapan-kapan deh yah :)

Nah teman-teman tahu gak? belum lama ini, Akeyla Naraya bersama sejumlah desainer asal Kota Bekasi, Jawa Barat, memperkenalkan batik khas Bekasi dalam kontes busana internasional di Beirut, Lebanon tanggal 2-4 Desember 2018.

Selain itu, Akeyla juga ikut berpartisipasi dalam misi budaya Indonesia di acara Diplomatic Spouses Association of Lebanon (DSAL) International Charity Bazaar dan Indonesian Days di Antonine University, Lebanon. DSAL International Charity Bazaar adalah kegiatan sosial yang berlangsung di Hotel Phoenicia, Beirut, Lebanon. 

Nah Lebanon itu di mana? Jauh lah, naik pesawat saja bisa 10 jam lebih, Lebanon itu sebuah negara dengan ibukota Beirut yang terletak di tepi pantai Laut Tengah - Timur Tengah, terletak di antara Palestina dan Suriah. Ok, pelajaran Geografinya cukup yah.
Akeyla Naraya, Batik Bekasi dan Homeschooling
Batik Bekasi dalam kreasi desainer cilik Akeyla Naraya
DSAL International Charity Bazaar sendiri diikuti 37 negara ditambah enam pegiat seni asal Lebanon. Indonesia sebagai salah satu sponsor DSAL International Charity Bazaar ini berkesempatan memamerkan produk-produk khas Indonesia, termasuk fashion berbahan batik Bekasi yang dirancang oleh tangan mungil Akeyla Naraya.
Akeyla Naraya menerima penghargaan dari rektor Universitas Antonine Lebanon
Akeyla Naraya menerima penghargaan dari rektor Universitas Antonine Lebanon
Bakat Akeyla Naraya jelas menurun dari ibunya, Ina Raya yang juga seorang desainer yang sudah sering melakukan acara fashion show di mana-mana. Salah satu karya Ibu Ina Raya adalah Batik Gotik yang bercirikan kreasi warna hitam pekat dengan motif batik.

Saya mendapatkan foto-foto Akeyla dari seorang warga Tarumajaya Kabupaten Bekasi yang sedang kuliah di Libanon. Menurutnya acara Indonesian Days dilaksanakan di Antonine University, Senin (3/12/2017). Dari informasi media, acara Indonesian Days semula direncanakan akan dilaksanakan di University of Beirut, berbeda lokasi dengan acara DSAL International Charity Bazaar yang dilaksanakan di Hotel Phoenicia.
Indonesian Days di Antonine University Lebanon
Batik Bekasi di Indonesian Days, Antonine University Lebanon


Kembali ke Akeyla Naraya, bagaimana anak seusia Akeyla dapat mengatur jadwalnya yang padat dengan kewajiban belajarnya?

Soal pendidikan Akeyla Naraya yang padat itu jawabannya adalah dengan Homeschooling atau Sekolah Rumah. Peraturan Homeschooling di Indonesia terdapat pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 129 Tahun 2014 tentang “Sekolah Rumah” (homeschooling). 

Pada Pasal 1 Ayat (4) disebutkan: yang dimaksud sekolah rumah adalah proses layanan pendidikan yang secara sadar dan terencana dilakukan oleh orangtua/keluarga di rumah atau tempat-tempat lain. 

Sementara bisa dalam bentuk tunggal, majemuk, dan komunitas dimana proses pembelajaran dapat berlangsung dalam suasana kondusif. Ini bertujuan agar setiap potensi peserta didik yang unik dapat berkembang secara maksimal.

Kemudian pada Pasal 7 Ayat (1) disebutkan: kurikulum yang diterapkan dalam sekolah rumah mengacu pada Kurikulum Nasional. Berikutnya, Ayat (3): kurikulum yang dimaksud sebagaimana Ayat (1) yang digunakan dapat berupa kurikulum pendidikan formal atau kurikulum pendidikan kesetaraan, dengan memperhatikan secara lebih meluas atau mendalam bergantung pada minat potensi dan kebutuhan peserta didik

Saat ini saya hanya mencatat mengenai kedudukan homeschooling menurut peraturan, untuk lebih jauh saya belum pernah mendalami bagaimana praktek homeschooling ini.

Berkaca dari Akeyla yang masih belia ini, saya sebagai pemuda (berdasarkan kategori WHO) jelas banyak ketinggalan. Ini baru Akeyla, belum lagi adik-adik yang berprestasi di bidang lain, banyakkkk....

Huffttt walaupun masih mengaku muda, tetap saja saya tidak bisa kembali muda lagi untuk benar-benar memahami dunia ini dalam pandangan para pemuda saat ini. Jadi inget kutipan Oscar Wilde: ‘I am not young enough to know everything’,  saya tidak cukup muda untuk mengetahui semuanya... karena; mereka sebagai pemilik masa depan memiliki mimpi yang saya tidak mampu memimpikannya.

:) 

Sumber foto: Fahri Abidin, Mahasiswa Indonesia di Lebanon.


7 Hal Yang Harus Dilakukan Saat Pertama Kali Membuat Website

7 Hal Yang Harus Dilakukan Saat Pertama Kali Membuat Website
idwebhost
IDwebhost menyediakan jasa hosting domain yang berguna bagi anda untuk membuat sebuah website. Dari sinilah anda akan bisa mendapatkan web terbaik yang dibutuhkan. Namun satu hal yang pasti, anda harus benar-benar membuat sebuah website yang bisa sesuai dengan kebutuhan. Banyak yang bingung apa yang harus dilakukan saat pertama kali membuat website. 

Terlebih lagi jika anda pemula dan benar-benar baru dalam hal CMS WordPress dan semacamnya. Tapi untung saja jenis CMS yang satu ini sudah banyak yang menggunakannya. Jadi anda tak akan kebingungan pada saat berawal menggunakan website dengan CMS tersebut. Malahan anda akan semakin diuntungkan jika membuat WordPress ini. Dari sini anda akan bisa belajar lebih banyak tentang membangun sebuah website dengan metode yang lebih sederhana dan mudah.

Install Plugin Untuk SEO

Apakah setelah membangun website dari jasa hosting www.IDwebhost.com, anda berkeinginan membangun sebuah konten website yang sesuai kebutuhan? Jika jawabannya adalah iya, maka disinilah anda akan memperoleh semua itu. Sebuah konten yang bagus bisa meningkatkan algoritma di mesin pencari. Google, Bing, Yahoo, dan sejumlah mesin pencari lain benar-benar teliti dalam hal konten yang anda buat. Jika SEO-nya bagus, maka konten anda pasti masuk di halaman pertama. 

Disini yang terpenting adalah originalitas dan anda tau cara membuat konten yang SEO. Disini tak perlu khawatir karena anda bisa memakai Yoast SEO atau All in One Pack SEO sebagai dua plugin utama dalam membangun konten yang bisa SEO. Alhasil, anda akan bisa menginput meta description, alt text, keyword yang SEO, serta sejumlah ketentuan lainnya untuk membuat konten high quality, salah satunya adalah konten yang memiliki keyword density yang cukup bagus.

Cegah SPAM Menggerogoti Website Anda

Tanpa adanya perlindungan anti SPAM maka website anda akan rentan terhadap serangan semacam ini. SPAM tersebut akan bisa masuk via comment pada bagian artikel, email domain yang digunakan, dan juga berbagai cara lain yang tak pernah anda duga. Dari sinilah anda bisa mendapatkan solusi dengan cara memasang plugin tertentu yaang mampu mencegah serangan SPAM. 

Kalau anda pakai CMS WordPress, anda akan bisa mendapatkan semuanya dengan mudah. Disini proses pencegahan SPAM akan bisa ditanggulangi secara otomatis. Semakin banyak pula kemudahan yang bisa anda dapatkan. Siapa saja bisa membangun website terbaik tanpa khawatir adanya serangan SPAM didalamnya.

Bangun Website Terbaik Dengan Melakukan Customizes Theme

IDwebhost menyediakan sebuah website dengan CMS WordPress dengan banyak theme yang responsif. Jadi anda tak perlu cemas akan kehabisan pilihan. Disini anda akan mampu menerapkan theme apapun dengan customizes yang anda sesuaikan kebutuhan. Silahkan mengeset menu, heading image, widget, sidebar, dan sejumlah fitur lain yang ingin anda kembangkan dalam situs baru anda. 

Dari sini anda pun akan mampu membuat sebuah web terbaik yang sedap dipandang. Tak hanya itu saja, ini juga mampu meningkatkan user experience dari orang yang mengunjungi website anda tersebut. Disitulah banyak yang akan bisa anda peroleh didalamnya nanti. Anda akan bisa menciptakan sebuah web terbaik yang sesuai dengan kebutuhan terbaik anda.

Bikin Konten Yang Original

7 Hal Yang Harus Dilakukan Saat Pertama Kali Membuat Website
idwebhost
Dalam rangka membuat web yang anda ciptakan dari jasa hosting IDwebhost ini, anda harus menambahkan konten yang original didalamnya. Dengan menambahkan konten yang original tersebut, sudah pasti anda akan mampu menciptakan sebuah website terbaik yang anda butuhkan. Dari sini anda akan bisa mendapatkan sebuah website terbaik yang sesuai dengan kebutuhan anda. 

Di sisi lain, website yang terbaik itu juga akan bisa meningkatkan jumlah pengunjung yang datang. Pastikan mengutamakan pembuatan konten atau artikel yang fresh dan belum pernah dibuat sebelumnya. Alhasil, anda pun akan bisa meningkatkan traffic yang dimiliki website anda dengan segera dan mudah. Dengan cara tersebut, maka anda pun akan mampu menghasilkan sebuah website terbaik yang sesuai kebutuhan anda. 

Tak hanya itu saja, pembaca pun juga akan tertarik berkunjung berkat adanya konten yang anda buat tersebut.

Anda Juga Bisa Menggunakan CMS Lainnya Jika Mau Mencoba

IDwebhost memberikan kemudahan bagi para pengguna untuk menginstall CMS apapun yang diinginkan. Dalam hal ini, anda bisa memilih beberapa CMS lain seperti Joomla dan lain sebagainya. Sebetulnya fungsi dan cara gunanya juga sama seperti WordPress. Anda akan mendapatkan kemudahan dalam membangun WordPress yang diinginkan dengan CMS tersebut. 

Jadi tak ada yang perlu anda ragukan lagi. Yang jelas, sebuah CMS yang baik pastinya akan memberikan kemudahan kepada anda untuk mengoperasikan, membangun dan mengoptimalkan website yang dimiliki. Selain itu, ini juga akan menambah pengalaman anda tentang penggunaan CMS untuk build website anda sendiri. Untuk bantuan lebih lanjut, anda bisa menghubungi staff IDwebhost guna mendapatkan saran yang diinginkan.

Sediakan Menu Untuk Mempermudah Navigasi

CMS yang anda dapatkan dari IDwebhost paket unlimited juga bisa anda beri sejumlah fitur untuk mempermudah navigasi. Dalam hal ini navigasi memang sangat penting guna memudahkan anda untuk berkunjung ke halaman tertentu yang berisikan konten tertentu, misalnya promo, katalog, artikel, form kontak, dan lain sebagainya. 

Dengan adanya kemudahan dalam melakukan navigasi maka banyak keuntungan yang akan bisa anda peroleh nantinya. Sudah pasti hal tersebut akan bisa meningkatkan user experience yang anda miliki dalam membuat sebuah website yang tepat guna dan bisa berfungsi dengan signifikan. Dari sinilah keuntungan yang akan bisa anda peroleh akan amat luar biasa. Pengaturan menu bisa anda letakan di bagian atas website anda sehingga lebih mudah digunakan.

Fungsikan Social Media Sebagai Promosi Website Anda

7 Hal Yang Harus Dilakukan Saat Pertama Kali Membuat Website
idwebhost
Di era modern ini, sangatlah bagus kalau anda mampu melakukan promosi dengan menggunakan social media. Dengan memanfaatkan social media tersebut maka anda pun juga akan bebas mendapatkan semua yang diinginkan. Dari sinilah anda akan bisa bebas mendapatkan semua keuntungan yang ada didalamnya. 

Social media yang dapat anda gunakan disini adalah Facebook, Twitter, Instagram, dan lain sebagainya. Dengan memanfaatkan social media tersebut sudah pasti banyak keuntungan yang akan bisa anda peroleh didalamnya. Social media akan memudahkan anda untuk bisa melakukan promosi dengan cara termudah dan tercepat didalamnya. Mendapatkan website terbaik yang diinginkan bukan lagi mimpi. Kini anda akan bisa memaksimalkan fungsi website yang anda bangun tersebut lebih mudah.

Kesimpulannya, membangun website yang anda miliki butuh waktu. Tapi sangatlah disarankan menggunakan jasa domain hosting paling baik, seperti IDwebhost untuk mendapatkan semua kemudahan yang anda butuhkan. 

Dengan menggunakan jasa professional IDwebhost, semua kebutuhan anda dalam membangun website akan bisa semakin mudah diterapkan. Banyak sekali manfaat yang akan bisa anda dapatkan nantinya dengan menciptakan sebuah website terbaik yang sesuai dengan kebutuhan yang anda inginkan saat ini.



Kampung Kite, Lagu Nasehat Dari "Bahasa Aliza"

Kampung Kite, Lagu Nasehat Dari "Bahasa Aliza"

Hari semakin petang, saat-saat terbaik di halaman TBM Rumah Pelangi Bekasi sebentar lagi akan datang. Yaitu saat matahari semakin condong ke barat sehingga panasnya jauh berkurang, lalu angin sepoi-sepoi meniup dari pepohonan, perkebunan dan sawah yang membentang membawa udara segar khas pedesaan.

Sambil menikmati suasana ruang terbuka dan bercengkrama akrab, di hadapan saya 4 personil band Bahasa Aliza sudah lengkap. Kami asik terlibat obrolan-obrolan mengenai rencana-rencana ke depan. Mengenai kampanye budaya, gerakan literasi dan berbagai kegiatan yang sempat ada namun terhenti sejak wafatnya alm. Ane Matahari, penggerak sanggar Sastra Kali Malang dan Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) Kota Bekasi.

Muhammad Genta Aliza Putra atau yang akrab disapa Genta, masih bersemangat bercerita mengenai niatnya melanjutkan apa yang sudah alm. ayahnya mulai. Yah menurut saya, wafatnya alm. Ane Matahari seperti memutus komunikasi antara para penggiat penggerak sastra dan musik di kota dan kabupaten Bekasi, sehingga sudah jarang bertemu dan melakukan aksi bersama lagi, itulah yang ingin Genta bersaudara giatkan kembali.

Muhammad Gema Aliza Putra, Muhammad Genta Aliza Putra dan Muhammad Gaung Aliza Putra, mereka bertiga adalah putra dari alm. Ane Matahari. Ketiganya membentuk band bernama "Bahasa Aliza", yang pada kesempatan Sabtu sore 27 Oktober 2018 menjadi bintang tamu acara Festival Rungi 2.0
Kampung Kite, Lagu Nasehat Dari "Bahasa Aliza"
Dengan dibantu Muhamad Fauzi (Uzi)  dari KPJ Kota Bekasi sebagai pemain cajon, Bahasa Aliza membawakan 2 buah lagu, 1 lagu ciptaan mereka sendiri yang berjudul "Kampung Kite" dan lagu milik KPJ yang berjudul "Dari Sabang Hingga Merauke".

"Pung kampung-kampung
ini kampung kite... 
Dulu dikate dusun
sekarang ude jadi kote...
Di sini sodare di sana sodare, 
banyak teman banyak sahabat, 
kudu akur, kudu inget nasehat...". 

Demikian cuplikan lagu berjudul Kampung Kite yang dinyanyikan dengan suara serak dan lantang khas suara Gaung sang vokalis. Lagu ini menggambarkan potret kampung-kampung yang sekarang sudah menjadi kota, namun demikian lagu ini mengingatkan bahwa perubahan demografis jangan sampai menggerus ikatan kekeluargaan, tali persaudaraan, persahabatan, semuanya kudu akur. 

Selain itu lagu ini juga berpesan agar kita sebagai bocah kampung harus tetap mengasah diri agar dapat berperan membangun kampung.
"Banyak belajar biar jadi anak yang pintar, anak kampung sini kudu ngebangun kote ini".
Saat saya tanyakan kesan dan pesan setelah datang dan tampil di halaman TBM Rumah Pelangi dalam gelaran acara Festival Rumah Pelangi 2.0, Genta mengatakan TBM Rumah Pelangi telah berhasil menjadikan ruang publik sebagai ruang budaya.

"Dalam perjalanan ke Rumah Pelangi, kami sudah merasakan sisi lain Bekasi, bahwasanya Rumah Pelangi adalah salah satu kekayaan yang Bekasi punya. Bagaimanapun perbedaanlah yang mempersatukan, TBM Rumah Pelangi telah berhasil menjadikan ruang publik sebagai ruang budaya." ungkap Genta.

"Semoga semakin kompak dan sukses, Aamiin. Kite kudu bangga jadi bocah Bekasi." tegasnya.

Untuk mengikuti perkembangan dan kabar terbaru dari band indie asal Bekasi ini kita bisa follow akun Instagram mereka di @BahasaAliza atau berkirim email ke bahasaaliza @ gmail. com jika ingin menghubungi mereka.

--------------
Mau dengar lagu Kampung Kite versi full?
Simak deh, ini saya ambil dari Soundcloud, enjoy :)



:)

Kampung Kite, Lagu Nasehat Dari "Bahasa Aliza"

Kampung Kite, Lagu Nasehat Dari "Bahasa Aliza"

Hari semakin petang, saat-saat terbaik di halaman TBM Rumah Pelangi Bekasi sebentar lagi akan datang. Yaitu saat matahari semakin condong ke barat sehingga panasnya jauh berkurang, lalu angin sepoi-sepoi meniup dari pepohonan, perkebunan dan sawah yang membentang membawa udara segar khas pedesaan.

Sambil menikmati suasana ruang terbuka dan bercengkrama akrab, di hadapan saya 4 personil band Bahasa Aliza sudah lengkap. Kami asik terlibat obrolan-obrolan mengenai rencana-rencana ke depan. Mengenai kampanye budaya, gerakan literasi dan berbagai kegiatan yang sempat ada namun terhenti sejak wafatnya alm. Ane Matahari, penggerak sanggar Sastra Kali Malang dan Kelompok Penyanyi Jalanan Kota Bekasi.

Muhammad Genta Aliza Putera atau yang akrab disapa Genta, masih bersemangat bercerita mengenai niatnya melanjutkan apa yang sudah alm ayahnya mulai. Yah menurut saya, wafatnya alm. Ane Matahari seperti memutus komunikasi antara para penggiat penggerak sastra dan musik di kota dan kabupaten Bekasi, sehingga sudah jarang bertemu dan melakukan aksi bersama lagi, itulah yang ingin Genta bersaudara giatkan kembali.

Muhammad Gema Aliza Putera, Muhammad Genta Aliza Putera dan Muhammad Gaung Aliza Putera, ketiganya merupakan putera dari alm Ane Matahari. Ketiganya membentuk band bernama "Bahasa Aliza", yang pada kesempatan Sabtu sore 27 Oktober 2018 menjadi bintang tamu acara Festival Rungi 2.0
Kampung Kite, Lagu Nasehat Dari "Bahasa Aliza"

Dengan dibantu Muhamad Fauzi atau Uzi sebagai pemain cajon, Bahasa Aliza membawakan 2 buah lagu ciptaan mereka sendiri yang berjudul "Kampung Kite" dan "Dari Sabang Hingga Merauke".

"Pung kampung-kampung, ini kampung kite... 
Dulu dikate dusun, sekarang udeh jadi kote...
Di sini sodare di sana sodare, banyak teman banyak sahabat, 
kudu akur, kudu inget nasehat...". 

Demikian cuplikan lagu berjudul Kampung Kite yang dinyanyikan dengan suara serak dan lantang khas suara Gaung sang vokalis. Lagu ini menggambarkan potret kampung-kampung yang sekarang sudah menjadi kota, namun demikian lagu ini mengingatkan bahwa perubahan demografis jangan sampai menggerus kekeluargaan, persaudaraan, persahabatan, kudu akur. 
"Banyak belajar biar jadi anak yang pintar, anak kampung sini kudu ngebangun kote ini".
Saat saya tanyakan kesan dan pesan setelah datang dan tampil di halaman TBM Rumah Pelangi dalam gelaran acara Festival Rumah Pelangi 2.0, Genta mengatakan TBM Rumah Pelangi berhasil menjadikan ruang publik sebagai ruang budaya.

"Dalam perjalanan ke Rumah Pelangi, kami sudah merasakan sisi lain Bekasi, bahwasanya Rumah Pelangi adalah salah satu kekayaan yang Bekasi punya. Bagaimanapun perbedaanlah yang mempersatukan, TBM Rumah Pelangi telah berhasil menjadikan ruang publik sebagai ruang budaya." ungkap Genta.

"Semoga semakin kompak dan sukses, Aamiin. Kite kudu bangga jadi bocah Bekasi." tegasnya.

--------------
Mau dengar lagu Kampung Kite versi full?
Simak deh, ini saya ambil dari Soundcloud, enjoy :)



:)

Malam Minggu Seru Di Peringatan Puncak Hari Puisi Indonesia (HPI) Bekasi Raya

Peringatan puncak Hari Puisi Indonesia (HPI) Bekasi Raya
Sabtu malam, (20/10/2018) saya kembali mengonsumsi bawang putih mentah untuk menekan sisa-sisa batuk dan melegakan pernafasan sebagai persiapan menyumbang suara sember saya dalam acara Peringatan puncak Hari Puisi Indonesia (HPI) Bekasi Raya. 

Setelah tahu panitia acara tidak menyediakan gitar maka saya ajak seorang teman untuk ikut berboncengan notor sekalian membantu saya memegangi gitar, karena setelah saya cari-cari saya lupa di mana menyimpan sarung gitar saya :D

Bersama DAF yang bertemu di jalan akhirnya sampailah kami di lokasi. Sebuah rumah dengan halaman yang cukup luas dan sudah dipasang panggung sederhana. Kanan kiri panggung (bukan panggung beneran sih) diterangi tambahan cahaya dari obor yang ujungnya diberi pijar api dari buah bintaro kering yang dibakar.

Setelah sedikit berakrab-akrab walau tidak semua hadirin saya kenali akhirnya saya memilih duduk di samping Baba Fahmi Benhud, agak di bagian depan berhadapan dan sejajar dengan Kong Guntur Elmogas dan Bu Dyah Kencono.
Kong Guntur Elmogas Peringatan puncak Hari Puisi Indonesia (HPI) Bekasi Raya
Kong Guntur Elmogas saat membuka acara
Singkat cerita dengan tetap santai, Kong Guntur duduk bersila (deprok) membacakan pantun-pantun dan memberikan sambutan yang secara resmi membuka acara Peringatan puncak Hari Puisi Indonesia (HPI) Bekasi Raya malam itu. 

Bertempat di Rumah Budaya Bekasi, Kampung Ujung Harapan Bahagia, RT. 04/RW.04, Babelan, Kabupaten Bekasi, Peringatan puncak Hari Puisi Indonesia (HPI) Bekasi Raya berjalan lancar dan penuh hikmat. Bang Rian Hamzah selaku MC benar-benar bisa membawa acara malam itu menjadi "berkelas". 

Selanjutnya Ketua Panitia HPI Bekasi Raya, Bu Dyah Kencono Puspito Dewi menceritakan rangkaian acara peringatan HPI hingga malam puncak perayaan Hari Puisi Indonesia 2018 yang dilaksanakan di kediaman Bang Hilalludin Yusri. 

Sebelumnya, perayaan HPI Bekasi Raya yang bertema "Gaung Puisi di Tapal Batas Bekasi" telah digelar di tujuh tempat yang berbeda, yaitu:
  1. Sekolah Alam Prasasti di Desa Sukatenang Kecamatan Sukawangi yang diprakarsai oleh Komarudin Ibnu Mikam;
  2. Komunitas Mendut Tambun yang diprakarsai oleh Raden Sudarmono;
  3. Madrasah, Jaka Sampurna yang diprakarsai oleh Fahmi Benhud;
  4. Islamic Centre yang diprakarsai oleh Kong Guntur Elmogas;
  5. BKMB Kartini yang diprakarsai oleh Abdul Choir;
  6. Dinas Pendidikan Kota Bekasi yang diprakarsai oleh DKB Kota atau Ridwan Marhid
  7. Saung Bitung yang diprakarsai oleh DKB Kabupaten atau Iswandi Ichsan.

Acara selanjutnya sambutan dari Sofyan RH. Zaid selaku sekretaris panitia Hari Puisi Indonesia 2018 mewakili Yayasan Hari Puisi yang menjelaskan mengenai 2 bentuk puisi. Menurut Sofyan RH. Zaid Puisi dapat kita lihat dengan konteks yang lebih luas. Bila dilihat dari kaca mata literasi, puisi terbagi menjadi dua, yakni puisi teks dan puisi diri

Puisi teks adalah apa yang kita tulis dan dapat kita baca. Sedangkan puisi diri adalah apa yang tak bisa kita tulis namun tetap bisa kita baca. Contohnya berbuat baik pada sesama dalam kegiatan sosial, peduli lingkungan, bekerja mencari nafkah, mendukung acara puisi, menjadi juri lomba puisi, tidak melakukan korupsi, hadir di acara perayaan puisi seperti ini, dan lainnya adalah contoh puisi diri.
Dengan membacakan kutipan dari WS Rendra, "Kemarin dan esok adalah hari ini" yang diikuti oleh para hadirin sambutan dari Sofyan RH. Zaid berakhir.
Bang Rian Hamzah Peringatan puncak Hari Puisi Indonesia (HPI) Bekasi Raya
Bang Rian Hamzah selaku MC yang kece badai malam itu
Baba Fahmi Benhud untuk kesempatan pertama membawakan puisinya yang berjudul "Aku bertanya padamu wahai saudara", dibawakan dengan suara yang lantang namun tetap diselingi canda.

Aku bertanya padamu wahai saudara
Aku bertanya pada saudara
Apakah saudara tidak sadar atau lupa?
bahwa kita terus menukar tanah, air, sawah 
dengan rupiah tak berdaya

Tanah sudah tiada..
Air sudah tak mengalir.. (sekali mengalir, tapi ada salju genit...)
Sawah bukan lagi milik kita !
Warisan pun habis !!
Hidup di kontrakan milik Tuhan? 
Tidak saudara..

Demikian potongan puisi dari Baba Fahmi Benhud, selanjutnya disambung dengan pembacaan puisi tentang Kali Bekasi dari Iwan Bonick, lalu Mbak Nila Hapsari, Yahya Andi Saputra dari Komite Sastra Jakarta, Komunitas Malam Puisi Bekasi, Ridwan Ch Marhid,  Ridwan Fauzi, Diana Prima Resmana, Nila Hapsari, Armen S Doang, Ali Satri Efendi, Wieke, dan lainnya. Di antara yang hadir juga tampak Ayid Suyitno Ps, Wig MS, Widodo Arundono, serta Giyanto Subagio, Asep Setiawan, Jaronah Abdullah dan masih banyak lagi.

Malam itu saya menikmati sesi pembacaan puisi yang benar-benar membuat malam minggu jadi bermakna. Gak sia-sia saya memutuskan untuk menghabiskan malam minggu menghadiri acara ini walau seharian sudah keliling kemana-mana. 

Beragam gaya pembacaan puisi saya saksikan secara langsung oleh para pembaca puisi yang keren-keren. Alhamdulillah, untung saya duduk di bagian depan sehingga dapat dengan jelas melihat ekspresi dan penjiwaan dari masing-masing yang tampil.
Sebagai anti klimaks, saya selaku penikmat puisi tidak membaca puisi, seperti sebelumnya saya sekadar menyanyikan lagu "Soedirman Soejono (1)" dari Akar Bambu dan Puisi "Bunga Dan Tembok" karya Widji Thukul yang dimusikalisasi oleh Fajar Merah, putra Widji Thukul. Iya, anti klimaks, biar ada jeda sedikit sebelum sesi pembacaan puisi kembali berlanjut :D

Acara puncaknya? tentu saja bagi saya acara puncaknya yah makan malam hehehe, para hadirin dengan santai menikmati sajian makan malam yang disediakan panitia sambil menonton film puisi karya Rian Hamzah. Film yang cukup bagus, sayangnya walau kadang berbahasa Indonesia, kebanyakan dialog dalam film menggunakan bahasa Sunda jadi saya kurang paham jalan ceritanya. 

Semakin malam acara semakin cair, kami ngobrol-ngobrol sambil menikmati kopi hingga sesi foto bersama sebelum acara resmi ditutup.

Malam itu, saya puas menyaksikan langsung pembacaan puisi dari orang-orang yang sepertinya sudah punya nama dalam jajaran pembaca puisi di Bekasi dan Jakarta. Acara yang sederhana tapi keren banget, semoga bisa menyaksikan lagi acara-acara selanjutnya.