Sedikit Tentang Kesenian Ujungan dan Tari Uncul di Bekasi

Kesenian Ujungan dan Tari Uncul di Bekasi

Alhamdulillah, kemarin (Sabtu, 13 April 2019) saya berkesempatan mendengarkan wawancara seorang mahasiswi UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) Bandung yang sedang melakukan penelitian terkait Seni Tari Silat Uncul yang hanya ada saat berlangsung aksi Ujungan.

Narasumber yang diwawancarai adalah Kong Mitra, Baba Rahman, Bang Jamal dan lain-lain dari Perguruan Silat Cinong Bekasi, sedangkan yang mewawancarai adalah Chika, mahasiswi UPI yang juga aktif di Sanggar Tari Chyka di Kebalen Babelan Kabupaten Bekasi.

Kesenian Ujungan


Mengenai Kesenian Ujungan sebelumnya perlu dibahas sedikit bahwa selain di Bekasi, beberapa daerah juga mengenal Kesenian Ujungan dengan masing-masing variasinya, seperti Banyumas, Majalengka, Cirebon, Tegal, Jombang, Probolinggo dan  lainnya. Khusus untuk Banyumas dan Majalengka Kesenian Ujungan konon dikaitkan dengan ritual meminta hujan.

Dari Memoar Pangeran Aria Achmad Djajadiningrat atau Herinneringen van Pangeran aria Achmad Djajadiningrat (Balai Poestaka, Kolff-Buning, Jakarta, 1936) juga mengisahkan dirinya yang belajar Ujungan dan Pencak Silat saat ia dikirim ke pesantren di Karundang, Serang Banten sekitar tahun 1883, 136 tahun yang lalu.

Berikut catatan terjemahan dari Memoar  Pangeran Aria Achmad Djajadiningrat yang saya capture dari buku "Indonesia: Selected Documents on Colonialism and Nationalism 1830-1942", Penders, Chr.L.M. (Editor and Translator) 1977. University of Queensland Press, St Lucia. © Copyright, Dr Chris Penders, 1977, 2005.
Kesenian Ujungan dan Tari Uncul di Bekasi
Kesenian Ujungan juga tercatat dalam buku berbahasa Sunda berjudul "Rasiah Priangan" karya Mas Kartadinata, terbitan Balai Poestaka tahun 1921. Buku Rasiah Priangan ini mencatat bahwa kesenian ujungan merupakan permainan yang biasa diselenggarakan di Garoet untuk memeriahkan pesta atau hajatan daerah yang dilaksanakan di alun-alun Garoet. Tapi disebutkan pula bahwa ujungan tidak khas Garoet. Ujungan yang sama diselenggarakan pula di Soemedang dan Soekapoera, tetapi di Bandoeng dan Tjiandjoer tidak ada.

Kembali ke penuturan Kong Mitra, Baba Rahman dan lain-lain, saya simpulkan Kesenian Ujungan ini pada intinya sama, dua orang berlaga dengan menggunakan alat pemukul berupa batang rotan, sasaran pukulan adalah bagian kaki. Untuk di Bekasi khususnya Babelan, Kesenian Ujungan membatasi area anggota badan yang boleh dipukul hanya bagian dengkul ke bawah. Sedangkan daerah lain ada yang memperbolehkan daerah pusar ke bawah.

Dalam aksi Ujungan yang resmi ada yang disebut Bobotoh yang bertindak layaknya wasit dan sebagai pemimpin jalannya aksi Ujungan. Ujungan biasanya dilaksanakan malam hari saat terang cahaya bulan mencukupi dan dilakukan di lapangan terbuka atau area persawahan saat panen padi atau acara lain.

Kong Mitra sebagai salah satu pemain Ujungan di Babelan Kota, kemudian menjelaskan bahwa Kesenian Ujungan dimulai saat bobotoh sebagai wasit mempersilahkan salah satu pemain memasuki gelanggang. Pemain ini kemudian menari Uncul yang mirip ibing silat mengikuti irama musik dari alat musik perkusi yang disebut Samyong semacam Gambang sederhana yang terdiri dari 7 bilah kayu, toktok atau kentongan dari bambu dan kecrek yang terbuat dari logam.

Tari Uncul


Tari Uncul ini adalah gerakan-gerakan pemain yang mengikuti irama musik yang dimaksudkan sebagai undangan terbuka buat pemain lain untuk turun ke gelanggang untuk menjadi lawan tanding dalam seni Ujungan. Pemain yang ingin melawan akan muncul masuk ke gelanggang dan ikut menari Uncul dengan tetap menjaga jarak dan mencoba mengukur kekuatan pemain yang akan ia lawan dari gerakan dan irama tarian Uncul yang diperagakan.

Bobotoh akan memanggil kedua pemain yang sedang menari Uncul untuk mendekatinya dan menerangkan peraturan-peraturan yang berlaku. Jika kedua pemain sudah siap maka kemudian Bobotoh menyerahkan rotan atau kayu kepada masing-masing pemain dan memberi isyarat yang menyatakan Ujungan dimulai. 

Soal kesamaan kata "uncul" dan "muncul" ini juga menarik, mungkin berkaitan mungkin juga tidak, saya tidak punya referensi tapi dugaan saya kata "uncul" adalah dasar dari kata "muncul".
Tari Uncul ini seperti juga Ibing Silat, adalah gerakan-gerakan mengikuti irama musik yang menyerupai tarian tapi lebih menonjolkan sisi maskulin dan bersifat tantangan. 
Munculnya pemain lain adalah jawaban tantangan. Selama Ujungan berlangsung musik samyong terus terdengar dan para pemain Ujungan tetap mengikuti irama musik sampai terlibat adu fisik jarak dekat.

Berbeda dengan beberapa tempat yang menggunakan pengikat di ujung rotan, Kong Mitra menjelaskan kalau kesenian Ujungan di Babelan rotan dipegang sekuat-kuatnya karena kalau sampai rotan terlepas dari tangan pemain maka ia akan dinyatakan kalah, baik terlepas karena pukulan lawan atau lainnya.
Kesenian Ujungan dan Tari Uncul di Bekasi
Saat ini Kesenian Ujungan bukan lagi untuk kompetisi, unsur membahayakan tubuh yang menjadi alasan pelarangannya sudah ditiadakan. Kesenian Ujungan dilestarikan dengan kemasan atraksi hiburan yang masih terus berkembang mencari format agar dapat diterima masyarakat sekarang.

Unsur seni dalam kesenian Ujungan setidaknya ada 3, yaitu seni musik (samyong), seni tari-silat (uncul), dan seni bela diri tongkat (ujungan). Kesenian yang saat ini hanya menjadi pertunjukkan tetap dipelihara dengan mengajarkan sikap menjunjung tinggi nilai sportivitas dan ketangkasan, pelestarian seni dan budaya, persaudaraan, rasa nasionalisme, dan semangat patriotisme sebagai generasi penerus bangsa.

Sudah lama saya mendengar tentang Kesenian Ujungan, sudah melihat beberapa penampilan Ujungan dari beberapa komunitas berbeda tapi baru kali ini saya mendengar banyak langsung dari penuturan Kong Mitra dan Baba Rahman sebagai pemain Ujungan Tempoe Doeloe.

Catatan ini ditulis dari hasil mendengar wawancara dan beberapa sumber referensi, lebih dan kurangnya mohon dikoreksi.

Salam

5 Penginapan Murah di Canggu Bali

Jonsen Homestay Cangu Bali Penginapan Murah
  Jonsen Homestay, Canggu - Bali  

Kalau membicarakan pariwisata Indonesia, maka mungkin semua orang juga sudah tahu tentang 
Bali , tapi apakah semua orang Indonesia sudah pernah ke Bali?

Dari obrolan dengan beberapa teman yang belum pernah ke Bali, ada fakta menarik yang membuat teman-teman saya tidak memasukkan Bali sebagai destinasi wisata pilihan mereka, salah satunya yang menurut saya kurang tepat adalah alasan budget penginapan.

Kalo soal tiket pesawat yah saat ini harganya memang sedang mihil, tapi kalo soal penginapan sebaiknya teman-teman jangan over estimate. Jangan menganggap semua penginapan di Bali mahal, banyak penginapan murah di Bali dengan tarif terjangkau tapi tidak kalah keren dan nyaman.

Berikut saya list 5 penginapan keren di daerah Canggu Bali yang tarifnya pasti terjangkau, tidak membuat dompet jebol karena tarifnya tidak sampai 500 ribu per malam. List ini sudah tidak memasukkan penginapan-penginapan transit yang memang umumnya tidak mahal.

Oh iya kenapa Canggu Bali? 

Gini bro, Bali itu kan luas, nah salah satu daerah destinasi wisata favorit wisatawan lokal dan internasional yang terbilang lengkap itu yah wilayah sekitaran Canggu, Kuta Utara. Minimal Canggu adalah daerah favorit saya kalau sedang ke Bali. Alasannya karena suasana pantai di Canggu relatif tidak terlalu ramai dan juga pemandangan hamparan sawah yang instagramable. Ya Canggu adalah perpaduan pemandangan pantai yang indah dan pesawahan yang eksotis di Bali.

Sebagai daerah yang memiliki banyak spot destinasi pariwisata, wilayah Kuta Utara ini bisa dibilang cukup lengkap, dari mulai wisata kuliner lokal sampai internasional juga ada, juga spot-spot wisata khas Bali dan pusat-pusat sentra kerajinan tangan dan kesenian, dan yang terpenting, wilayah Canggu ini jauh dari suasana ramai kota Denpasar.

Kalo soal spot liburan atau destinasi pariwisata di daerah Canggu Bali sudah banyak yang menulis, nah saya ingin melengkapi tulisan mereka dengan memberi daftar 5 penginapan yang bagus dengan harga terjangkau. 

5 Penginapan Murah di Canggu Bali dengan Harga Mulai 120 Ribuan.

Berikut adalah 5 list penginapan berupa hostel, lodge, pondok, asrama, Guesthouse, homestay atau apapun istilahnya yang tarif per malamnya tidak sampai 500 ribu, tentunya dengan fasilitas penginapan standar yah, kalau yang murah tapi minim fasilitas saya gak masukkan dalam list ini :)

1. Point Break Hostel

Dengan rate Rp.120.000,00 per hari, Point Break Hostel  menawarkan fasilitas kamar tipe asrama yang cukup membuat kita beristirahat dengan nyaman, mulai dari ruangan yang ber-AC, kamar mandi dalam, air panas, akses wifi gratis, kipas angin, dapur sederhana, kolam renang dan lainnya. 

Harga Rp.120.000,00 ini untuk tipe asrama maksimal 8 orang, baik ruang tidur campuran maupun khusus wanita, harganya tetap sama. Hostel juga menyediakan penyewaan motor jika kita memerlukan. Murah kan? Gak mahal deh kalo menurut saya sih :)

Point Break Hostel terletak di Jalan Padang Linjong No.72F, Canggu, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali. Penginapan ini berjarak sekitar 1,4 kilometer dari pantai.

Castaway Hostel Cangu Bali Penginapan Murah
  Castaway Hostel Canggu - Bali  

2. Castaway Hostel

Dengan tarif mulai dari Rp 148.000-an kita sudah bisa menginap di Castaway Hostel. Dengan tarif tersebut, kita bisa bermalam di kamar asrama yang memuat sampai 6 orang dengan tempat tidur bertingkat. Selain tipe asrama ada juga ruang tidur khusus untuk perempuan dengan tarif per malamnya mulai dari Rp152.000-an.

Setiap kamar penginapan murah di Bali ini juga sudah disediakan akses wifi gratis, AC, rak pengering baju, dan lainnya. Selain fasilitas tersebut, keunggulan penginapan ini karena lumayan dekat dengan beberapa spot wisata Bali yang populer, seperti:
  • Pantai Echo (1,3 kilometer)
  • Finns Recreation Club (2 kilometer)
  • Vue Beach Club (2,2 kilometer)
  • La Laguna Bali (2,5 kilometer)
  • Potato Head Beach Club (3,7 kilometer)

Lokasi Castaway Hostel: Jalan Tanah Barak No.19A, Canggu, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali

3. Surf Lodge Canggu

Surf Lodge Canggu memasang tarif per malamnya mulai dari Rp180.000,00 untuk kamar jenis asrama campuran. Harga tersebut sudah termasuk sarapan dan beberapa fasilitas yang meliputi AC, brankas, kamar mandi lengkap dengan peralatan, dan lain sebagainya.

Surf Lodge Canggu juga menawarkan kamar yang hanya memuat 2 orang dengan tarif mulai Rp360.000,00. Surf Lodge Canggu akan menjadi tempat istirahat yang nyaman karena memiliki pemandangan kolam renang outdoor dan taman yang bersih. 

Lokasi Surf Lodge Canggu : Jalan Nelayan No.20 D, Canggu, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, lumayan dekat dari Pantai Echo, yaitu sekitar 1,2 kilometer.

Dari penginapan murah di Bali ini, beberapa beach club terkenal juga mudah dijangkau. Misalnya saja seperti:
  • Finns Recreation Club (1,5 kilometer)
  • Vue Beach Club (1,6 kilometer)
  • La Laguna Bali (1,8 kilometer)
  • Potato Head Beach Club (3,1 kilometer)

4. Jonsen Homestay

Soal tarif, Jonsen Homestay menawarkan layanan penginapan murah di Bali sekelas hotel, mulai dari Rp360.000,00. Fasilitasnya juga sudah cukup lengkap meliputi kamar mandi pribadi lengkap dengan peralatannya termasuk hot/cold shower, AC, akses wifi gratis, kolam renang, dan lainnya.

Jonsen Homestay berada di Jalan Munduk Catu, Echo Beach, Canggu, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali. Enaknya nih, dari Jonsen Homestay ke Pantai Echo kita bisa jalan kaki saja sekitar 600 meter karena lokasinya yang memang dekat dengan pantai. 

Jonsen Homestay juga dekat dengan beach club terkenal, seperti Finns Recreation Club, Vue Beach Club, La Laguna Bali, dan Potato Head Beach Club.

5. Bima Sakti House Canggu

Yang terakhir, Bima Sakti House Canggu. ima Sakti House Canggu menawarkan tarif menginap mulai dari Rp385.000,00 dengan fasilitas kamar yang setara hotel. Selain akses wifi gratis, masing-masing kamar di penginapan ini dilengkapi dengan bathroom amenities, AC, TV layar datar dengan beberapa channel, kolam renang, balkon dan beberapa fasilitas lainnya. 

Beberapa unit kamar penginapan murah ini punya tempat duduk untuk santai-santai menikmati suasana. Begitu juga dengan balkon menghadap kolam renang dan menghadap pemandangan sawah yang ada di beberapa kamar tertentu.

Guesthouse di Canggu ini dekat dari Pantai Echo maupun Batu Bolong dengan jarak sekitar 800 meter saja. Kalau dari Bandara Internasional Ngurah Rai sekitar 11 kilometer.

Selain itu, Bima Sakti House juga dekat dengan beberapa beach club populer di Bali, seperti Finns Recreation Club, Vue Beach Club, La Laguna Bali, dan Potato Head Beach Club.

Lokasi Bima Sakti House : Jalan Pura Batu Mejan, Canggu, Bali

***

Nah Itu tadi 5 penginapan murah di Canggu yang harganya di bawah 500 ribu per malam  dengan fasilitas kamar yang lumayan lengkap dan beberapa kelebihan lainnya. Untuk detail fasilitas silakan browsing karena beberapa penginapan tersebut memiliki website dan  akun media sosial masing-masing sehingga cukup terkenal di sosial media.

Harga yang tertera adalah sesuai harga yang tercatat di Qupas, web yang berisikan artikel-artikel ringan mengenai Review Kuliner, Hiburan, Kecantikan, Adventure dll. 

Oh iya, jangan kaget yah kalau kalian menginap di antara 5 penginapan murah di Bali ini, ternyata penginapan ini juga merupakan penginapan favorit para turis, digital nomad dan backpackers dari luar negeri bro. Jadi, plisss behave, bersikaplah layaknya tuan rumah yang baik kepada tamu-tamu dari mancanegara.

Selamat liburan :)


Ngidam Earphone Audio Technica Terbaik

Ngidam Earphone Audio Technica Terbaik
Alhamdulillah, Sabtu, 16 Maret 2019 akhirnya reuni alumni SMAN 54 berjalan dengan lancar. Senangnya bisa bertemu kembali teman-teman semasa sekolah dan juga beberapa guru yang sempat dihadirkan oleh panitia. Suasana "pecah" karena panitia berhasil meramu berbagai mata acara dan selingan yang menarik.

Terhitung sejak menghadiri reuni SMA di Transera Waterpark Bekasi sampai saat ini, saya sudah berkali-kali mendengarkan lagu “Paijo” yang diciptakan oleh Yogi RPH & DJ Donallize dan dinyanyikan oleh Zaskia Gotik. Ini satu-satunya lagu Zaskia Gotik yang saya dengarkan, saya tidak tahu lagi lagu-lagu lainnya yang konon beraliran Dancedhut. Yang saya tahu lagu Paijo ini lebih bernuansa Trap Hip Hop dengan kombinasi suara gamelan dan lirik berbahasa Jawa.

Lagu ini adalah salah satu lagu yang digunakan oleh teman-teman sebagai musik pengiring flashmob joget dan nge-dance bareng-bareng semua peserta reuni. Dari 3 lagu yang diputar oleh panitia, hanya lagu Paijo yang serasa unik dengan dentuman bass dan suara musik tradisional perkusi dan gamelannya, sehingga saya memutuskan untuk menanyakan judul lagu ini kepada panitia. Demikian perkenalan saya dengan lagu Paijo yang kini masuk dalam list lagu penyemangat dan moodboster.

Mendengarkan musik melalui earphone sudah menjadi kebiasaan saya sejak lama. Antara menonton film atau mendengarkan radio melalui smartphone, mendengarkan musik adalah pilihan utama saat menempuh perjalanan Bekasi - Jakarta PP (Pulang - Pergi) dengan bus atau kereta commuter line setiap harinya.

Dulu saya mengandalkan earphone bawaan handphone, tapi sekarang beberapa merek telpon selular terkini tidak lagi memasukkan earphone dalam paket penjualannya, sehingga kita harus membelinya secara terpisah. Kadang ada juga tawaran discount earphone saat kita membeli handphone di konter resmi. Kebetulan saya menggunakan HP yang tidak menyediakan earphone dalam paket pembelian, karenanya saya sudah beberapa kali mencoba berbagai merek earphone, dari harga puluhan ribu hingga ratusan ribu. 

Mengapa Saya Lebih Memilih Earphone?

Sebelum menjawab pertanyaan itu, mari kita sepakati dahulu istilah yang kadang membingungkan bagi sebagian orang ini. 

Headphone adalah speaker mini yang saat digunakan akan menutupi telinga. Sedangkan earphone atau earbuds digunakan dengan cara memasukkan mini speaker ke tepian lubang telinga. 

Cara kerja keduanya sama, biasanya disambungkan ke berbagai perangkat digital, seperti mp3 player, radio, komputer, dan hp dengan menggunakan kabel atau bluetooth. 

Kelebihan headphone itu ada pada kualitas suara yang dihasilkan, bagus dan jernih. Headphone cocok untuk menonton DVD ataupun untuk mendengarkan lagu dari gadget di ruangan. Selain itu sirkulasi udara di dalam kuping pun tetap lancar, karena masih adanya celah antara headphone dan kuping.
Sayangnya, ukuran headphone yang cukup besar akan merepotkan penggunanya untuk mobile. Sebagian orang juga akan merasakan panas dan kuping telinga yang memerah setelah beberapa saat menggunakan headphone.
Sedangkan kelebihan earphone itu cocok untuk digunakan mobile. Apalagi jika kita termasuk orang aktif yang selalu bergerak, earphone menjadi pilihan yang pas. Ukuran earphone yang cukup kecil mudah untuk dibawa ke mana pun kita pergi. Earphone cocok untuk digunakan mendengarkan musik dari iPod, mp3 player, dan notebook selama perjalanan.  

Dengan earphone kita bisa mendengarkan berbagai macam suara yang diinginkan dengan volume yang lebih rendah dibandingkan saat kita menggunakan headphone.

Tapi hati-hati juga, untuk sebagian telinga yang cukup sensitif, penggunaan earphone juga berisiko bisa menyebabkan timbulnya rasa sakit pada gendang telinga karena distribusi suara langsung dari earphone bisa merusak telinga.

Earphone impian

Kalau soal earphone dan headphone, saya butuh dua-duanya untuk dipakai dalam situasi yang berbeda. Kalau sedang di rumah menonton film atau mendengarkan musik tentunya headphone adalah pilihan ideal, tapi kalau sedang beraktivitas, earphone yang berukuran kecil pastinya lebih mudah dan nyaman untuk dibawa ke mana pun kita pergi.

Earphone impian saya gak muluk-muluk, spesifikasi baik dan tentunya harga yang murahSalah satu produsen headphone dan earphone terbaik versi saya adalah Audio-Technica, sebuah perusahaan audio asal Jepang yang merancang dan memproduksi banyak perangkat audio dengan harga yang cukup terjangkau.
Shopee Earphone Audio Technica Terbaik
Perhatikan deh jejeran produk headphone dan earphone Audio Technica Terbaik di atas, harganya ituloh yang ramah di kantong.

Nah lihat deh harga Earphone Audio Technica ATH-CKL220is dibandrol di harga Rp.185.000, murah kan? tenang, produk Audio Technica pastinya sudah termasuk garansi selama 12 bulan resmi dari Audio Technica Indonesia.
Shopee Earphone Audio Technica Terbaik

Audio Technica ATH-CKL220iS yang ditawarkan di Shopee seharga Rp. 185.000 ini tersedia dalam 4 warna NEON baru dan dengan bungkus kabel yang disertakan, terlihat stylish dan modern. 

Nah, yang menarik adalah, harga Rp.185.000 bisa berubah menjadi lebih murah saat ada produk Audio Technica yang masuk dalam Flash Sale harian. Lumayan banget kalau beruntung bisa dapat Earphone Audio Technica Terbaik dengan harga yang murah. 

Spesifikasi Earphone Audio Technica ATH-CKL220iS
Type: Dynamic 
Driver Diameter: 8.5mm 
Frequency Response: 20 ''" 23,000 Hz 
Sensitivity: 100 dB/mW 
Maximum Input Power: 200 mW 
Impedance: 16 
Cable: 1.2m (Y-Type) 
Connector: 3.5mm 4-Pole gold plated stereo plug 
Accessories: Cable Wrap holder, ear pieces (XS/S/M/L) 
Weight: 3.5g 

MICROPHONE 
Polar Pattern: Omni-directional 
Type: Electret Condenser 
Frequency Response: 100Hz ''" 10,000Hz 
Open Circuit Sensitivity: -44dB (0dB=1V/Pa,1kHz) 

Isi dalam Kemasan : 
  •  Earphone Audio-Technica ATH-CKL220iS in-Ear Headphones with Mic
  •  Garansi Resmi 12 Bulan Audio Technica

Yuk ah pantengin promo di Shopee di bagian electronic sale Shopee, karena akan ada promo-promo khusus dan menarik setiap harinya

Cekidot langsung gan electronic sale Shopee harian di link ini!



Ngopi Bersama Motek’r Coffe di Event AKU PONDOK GEDE


AKU PONDOK GEDE (Menyibak Gelap menggapai Terang)

Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan
Ataukah jiwa kami melayang untuk kemerdekaan, kemenangan dan harapan
Atau tidak untuk apa-apa
Kami tidak tahu, kami tidak bisa lagi berkata

Dengan diiringi sayup-sayup instrumental lagu "Gugur Bunga", puisi karya Chairil Anwar dikumandangkan syahdu oleh salah seorang siswi SMK Merah Putih Pondok Melati. Puisi ini mengajak puluhan hadirin yang malam itu duduk diterangi lampu temaram untuk menghadirkan kenangan suasana Bekasi saat masa revolusi. 

Puisi "Karawang Bekasi" adalah performance pembuka sesi seminar sejarah sebagai acara puncak event AKU PONDOK GEDE (Menyibak Gelap menggapai Terang) dengan menghadirkan narasumber Dr. Tri Wahyuning M. Irsyam M.Si (Dosen Sejarah FIB UI), G.J Nawi (Pegiat Sejarah & Penulis Buku "Maen Pukulan"), Kong Guntur Elmogas (Seniman Situn Bekasi), Ari Trismana (Watchdoc Documentary), dan Hasan Basri, S. Pd selaku tuan rumah dan Kepala sekolah SMK Merah Putih.
Acara AKU PONDOK GEDE (Menyibak Gelap menggapai Terang)
Dengan disimak para peserta seminar pada sambutan pembuka, Hasan Basri, S. Pd. menjelaskan tujuan dari diadakannya seminar sejarah AKU PONDOK GEDE (Menyibak Gelap menggapai Terang) ini sebagai pemantik agar para hadirin yang mayoritas adalah siswa SMK Merah Putih dan pemuda Bekasi akan lebih tergugah untuk mempelajari sejarah dan mengenal lebih jauh Pondok Gede dari masa ke masa.

Nugraha Arie Prabowo dari Komunitas Penter juga selaku ketua panitia acara menekankan pentingnya belajar sejarah sebuah kota agar ada keterikatan yang diharap dapat membuat masyarakat lebih peduli pada daerah tempat tinggalnya sendiri.

Komunitas Penter bersama Yayasan Pendidikan Al Falah Pondok Melati selaku pelaksana acara ini juga menggandeng berbagai komunitas pemuda untuk bersama-sama mengisi acara seminar sejarah ini dengan format gabungan dari kegiatan pensi (pentas seni) sekolah, event komunitas dan seminar agar lebih mengena kepada siswa dan juga masyarakat umum, itu yang saya tangkap dari acara ini.
Foto bersama crew AtmaGo
Acara AKU PONDOK GEDE (Menyibak Gelap menggapai Terang) dilaksanakan sehari penuh pada hari Sabtu 2 Maret 2019 di lingkungan sekolah SMP Al Falah/SMK Merah Putih Pondok Melati. Karena acara di lingkungan sekolah, tentunya bebas dari isu politik yang sedang hangat menjelang pemilu april nanti. Pada pagi hari acara ini diisi dengan kegiatan pentas seni SMK Merah Putih yang kemudian pada siang hari diisi dengan berbagai aksi komunitas dan lain-lain. 

Pada kegiatan siang tersebut hadir pula Dr. Anhar Gonggong (Sejarawan Nasional) yang memberikan kuliah umum kesejarahan terkait Bekasi dan perlunya generasi kini banyak belajar agar memiliki keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk menghadapi masa depan.
"Indonesia menjadi bangsa yang merdeka karena diperjuangkan oleh orang-orang berpendidikan. Kemerdekaan terwujud karena para pendiri bangsa menggunakan ilmunya untuk memikirkan nasib bangsanya." Kata Anhar Gonggong kepada para murid SMK Merah Putih dan hadirin.
Cukup banyak performance yang disajikan dalam gelaran event ini, ada Sorakan Oleh Kasundaan yang menampilkan atraksi ular, atraksi permainan yoyo dari komunitas Yoyo Mania, musikalisasi puisi dari Cahyo dkk dari Taman Baca Tanjung yang membawakan "Bebal" dari Sisir Tanah, dan lain-lain.
Materi 3 Kerangka Literasi Digital Indonesia dari ITC Watch
Di sisi lapangan tempat berlangsungnya acara diisi dengan berbagai gelaran booth komunitas, ada Komunitas Hobi Kayu chapter Bekasi, Komunitas Bambu, gelaran koleksi barang antik dari Asaldoe, Booth Perpustakaan Jalanan, AtmaGo, Komunitas Baca Betawi, Awi Koneng, Bekasi Community Connection, Bandeng Rorod kuliner Bekasi, Net Good People dan masih banyak lagi.
Acara AKU PONDOK GEDE (Menyibak Gelap menggapai Terang)
Komunitas PENTER dan panitia AKU PONDOK GEDE
Dalam acara ini saya bersama AtmaGo kebagian mengisi acara workshop literasi digital dan pengenalan aplikasi AtmaGo. Kegiatan ini dilaksanakan di dalam salah satu ruang kelas dengan peserta lebih dari 60 siswa. sayang suara acara di lapangan mengganggu konsentrasi para peserta sehingga saya persingkat materi agar Yasin dan Mas Alfan bisa segera membawakan materi mereka.

Kegiatan kali ini lumayan menambah beberapa pengguna AtmaGo yang semuanya siswa SMK Merah Putih. Mereka langsung praktek dengan melaporkan kegiatan "Aku Pondok Gede" yang berlangsung di sekolahnya. Semoga ke depannya mereka akan aktif menjadi warga net yang berkontribusi positif untuk lingkungannya.
Ngopi Bersama Motek;r Coffe di Gelaran AKU PONDOK GEDE
Selain mengisi acara literasi digital saya juga ikut menjaga stand jualan kopi milik Motek'r Coffe yang menyediakan kopi gratis untuk dicoba. Sukses selalu buat Motek'r Coffe yang sudah turut meramaikan gelaran acara ini :)
Lapak Kopi Motek'r Coffe
Motek'r Coffe

Yang bikin nyaman mengikuti acara di SMK Merah Putih ini;

  • sepanjang acara siswa maupun hadirin rajin memunguti sampah yang tercecer sehingga lapangan tempat acara benar-benar bersih dari sampah;
  • pihak sekolah dari guru, siswa, satpam dll sangat koperatif kepada kami yang membuka lapak, kami merasa diperlakukan sebagaimana layaknya tamu;
  • Panitia responsif saat disampaikan ada kebutuhan yang kurang saat sebelum memulai materi;
  • GRATIS... iya, acara ini gratis, termasuk kami yang jualan kopi, tinggal daftar ke panitia selama masih ada slot maka panitia akan memberikan lapak tanpa biaya, kebetulan lapak kopi Motek'r kemarin itu sebenarnya lebih ke promosi, memperkenalkan kopi beneran ke teman-teman dengan harga yang sama dengan kopi sachet, kami di Motek'r menamakannya Kopi Rakyat seharga 5 ribu rupiah per gelas :);

Terima kasih Komunitas PENTER, Yayasan Pendidikan Al Falah SMK Merah Putih dan teman-teman sekalian yang sudah membuat tanggal 2 Maret 2019 menjadi istimewa. 

Sukses selalu



KAMPUNG LAWAS MASPATI, Wisata Sejarah di Kampung Kreatif Kota Surabaya

KAMPUNG LAWAS MASPATI, Wisata Sejarah di Kampung Kreatif Kota Surabaya
Belakangan ini masyarakat umum mulai menyadari dampak buruk dari pariwisata yang mengandalkan pemandangan alam. Berita akan ditutupnya Taman Nasional Komodo sebenarnya sudah didahului berita rusaknya terumbu karang akibat vandalisme, pantai di Bali yang tercemar sampah dan terbakarnya salah satu bukit  di NTB akibat kembang api wisatawan.

Kejadian-kejadian yang patut disesalkan itu menggugah banyak pihak untuk menciptakan berbagai destinasi wisata alternatif yang ramah lingkungan. Syukurlah, destinasi pariwisata baru terus bermunculan dengan konsep yang berbeda, konsep wisata sejarah dan budaya misalnya. 

Selain  wisata sejarah di Kota Tua Jakarta dan Lawang Sewu Semarang, Kota Surabaya juga banyak sekali memiliki destinasi wisata sejarah, salah satunya yang baru diperkenalkan adalah KAMPUNG LAWAS MASPATI.

KAMPUNG LAWAS MASPATI diresmikan sebagai kampung wisata pada Minggu (24/1/2016), dihadiri Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan pihak PT Pelabuhan Indonesia III. Kampung Lawas Maspati merupakan wilayah Program Bina Lingkungan dan Kemitraan PT Pelindo III.
KAMPUNG LAWAS MASPATI, Wisata Sejarah di Kampung Kreatif Kota Surabaya

KAMPUNG LAWAS MASPATI

Kampung Lawas Maspati adalah destinasi wisata budaya dengan konsep "kampung wisata", namun juga menjadi obyek wisata sejarah karena memiliki banyak bangunan bersejarah yang masih terawat baik, seperti rumah bekas kediaman Raden Sumomiharjo (keturunan Keraton Solo yang menjadi mantri kesehatan di Kampung Maspati), Sekolah Ongko Loro yang merupakan bekas Sekolah Rakyat, dan bangunan kuno bekas markas tentara yang dibangun pada tahun 1907. 

Di kampung ini juga ada makam pasangan suami istri Raden Karyo Sentono dan Mbah Buyut Suruh. Mereka adalah kakek dan nenek dari Joko Berek atau Sawunggaling yang merupakan pahlawan besar di Kota Surabaya.

Selain memiliki bangunan bersejarah, Kampung Lawas Maspati juga mengemas kegiatan warganya sebagai komoditas wisata edukatif, seperti proses daur ulang sampah dan proses mengolah air limbah serta urban farming. Kita juga dapat belajar membuat sirup markisa atau minuman cincau yang merupakan produk unggulan di Kampung Lawas Maspati. 

Untuk memudahkan wisatawan yang berkunjung, warga telah membuat peta alur perjalanan wisata yang dimulai dari titik masuk dari Jalan Semarang dan keluar di Jalan Bubutan, dekat Monumen Tugu Pahlawan. Wisatawan dapat menyusuri gang-gang di Kampung Lawas Maspati dengan berjalan kaki sambil menikmati suasana wisata kampung yang terus dirawat oleh masyarakat setempat.
KAMPUNG LAWAS MASPATI, Wisata Sejarah di Kampung Kreatif Kota Surabaya

PROFIL KAMPUNG LAWAS MASPATI

Dari segi demografi, Kampung Lawas Maspati terdiri dari 6 RT yang dihuni oleh 350 keluarga atau 1.350 jiwa, 20 persen warganya merupakan anak muda. Sejak diresmikan pada tahun 2016, sudah banyak wisatawan dari luar negeri yang datang ke Kampung Lawas Maspati seperti dari Belanda, Korea Selatan, dan Amerika Serikat. Mereka biasanya tamu Pemerintah Kota Surabaya yang sedang berkegiatan di Surabaya. Tamu dari dalam negeri sebagian besar adlah mahasiswa di Surabaya. 

Kampung Lawas Maspati memiliki 6 gang yang cukup besar, rata-rata sekitar 3 meter lebarnya. Masing-masing gang memiliki produk unggulan yang disediakan untuk wisatawan. Gang 1 memiliki produk unggulan berupa cincau, gang 2 menghasilkan lidah buaya, gang 3 khusus menanam jahe merah, gang 4 menanam pohon belimbing, gang 5 khusus home industri, dan gang 6 mengembangkan produk olahan khas dari markisa.

Budaya dan tradisi mainan anak kampung juga terus dirawat dan dikemas lebih modern hingga menarik, seperti engkle, gobak sodor, dakon, nekeran dan permainan tradisional semacamnya. Tak ketinggalan tradisi dan budaya berpakaian ala orang kampung, seperti memakai slempang sarung dan udeng, dijadikan seragam bersama untuk waktu-waktu tertentu. Terutama saat menggelar Festival kampung Lawas Maspati pada bulan Mei setiap tahunnya.
KAMPUNG LAWAS MASPATI, Wisata Sejarah di Kampung Kreatif Kota Surabaya
Foto Twitter @banggasurabaya 
Di sini juga telah tersedia penginapan kampung untuk wisatawan yang ingin menikmati suasana menginap di Kampung Lawas Maspati. Bahkan ada penginapan kampung ala homestay dan rumah yang disediakan bagi wisatawan yang ingin menginap di Kampung Lawas Maspati dengan harga yang bervariatif.

Soal tiket masuk wisata Kampung Sejarah Kampung Lawas Maspati, ada 4 jenis tiket yang disediakan tergantung paket yang diinginkan. Untuk paket termurah dengan didampingi tour guide yang akan menemani dan memberikan penjelasan tentang seluk beluk Kampung Lawas Maspati tersedia paket II seharga Rp. 15.000 (minimal 10 orang). Paket I tidak akan ditemani tour guide dengan harga tiket Rp.5000 (minimal 5 orang). Beneran murah kan tiketnya?

Saat yang tepat untuk mengunjungi Kampung Lawas Maspati adalah bulan Mei. Pada bulan Mei akan digelar Festival Kampung Lawas Maspati, yang dilaksanakan selama 1 hari penuh dengan menyuguhkan banyak keunikan wisata tengah kota ini, termasuk wisata kuliner

Melalui Festival Kampung Lawas Maspati ini kita akan diperkenalkan suasana Surabaya tempoe doeloe dengan sajian berbagai bazar makanan, souvenir, lomba permainan tradisional dan hiburan lawas. Kuliner khas asli Kota Pahlawan juga akan tersaji lengkap pada acara tersebut, seperti kue Rangin, Semanggi hingga Arum Manis yang biasa dijajakan oleh pedagang dengan memainkan biola

Sayangnya belum ada informasi kapan tepatnya acara Festival Kampung Lawas Maspati 2019 akan digelar. Kemungkinan besar awal bulan Mei karena bertepatan dengan masuknya awal bulan Ramadhan (bulan puasa).

PegiPegi Tiket Pesawat Murah Ke Surabaya

TIKET PESAWAT MURAH KE SURABAYA

Jika informasi Festival Kampung Lawas Maspati 2019 telah diumumkan, kita dapat segera mengatur jadwal perjalanan ke Surabaya. Mengatur jadwal keberangkatan dan booking tiket pesawat ke Surabaya sudah bukan masalah rumit, kita bisa memantau harga tiket pesawat murah di web atau aplikasi PegiPegi dengan tampilan yang sederhana dan mudah dipahami.

Tinggal tentukan bandara keberangkatan dan tujuan lalu pilih tanggal keberangkatan yang diinginkan, voila! harga tiket pesawat murah sampai mahal dari berbagai maskapai sudah tertera lengkap dengan jadwal jam keberangkatan - perkiraan tiba, durasi penerbangan dilengkapi keterangan transit, fasilitas bagasi dan harganya.

PegiPegi Tiket Pesawat Murah Ke Surabaya
Selain melalui web PegiPegi, kita juga bisa instal aplikasinya agar lebih mudah memantau harga tiket murah ke Surabaya dan kota lainnya. Aplikasi PegiPegi ini selain ringan dan tanpa iklan, kita juga bisa mencoba menu Promo Bulanan untuk melihat kemungkinan adanya tiket pesawat murah yang pas dengan jadwal keberangkatan. Bisa juga dilihat dari hasil list pencarian, di mana harga promo akan ditandai dengan tag "promo" sehingga memudahkan kita membandingkan list harga untuk mencari tiket pesawat paling murah yang tersedia.

Nah, kalau kita sudah tiba di Surabaya, maka dari Bandara ke Kampung Lawas Maspati yang berjarak sekitar 20 KM ini dapat dicapai menggunakan travel ke arah Stasiun Kereta Pasar Turi. Letak Kampung Lawas Maspati tidak terlalu jauh dari Stasiun Kereta Pasar Turi.

Begitu memasuki KAMPUNG LAWAS MASPATI maka kita akan menemukan banyak spot foto unik yang Instagramable. Juga sambutan ramah warga kepada pengunjung yang memperlihatkan kesadaran akan pentingnya kenyamanan para tamu yang datang untuk menikmati suasana Surabaya Tempoe Doeloe.

Masih banyak orang yang belum tahu destinasi wisata tengah kota ini. Jika sudah mengunjunginya, bersiaplah menjawab rasa penasaran banyak orang.

Selamat berlibur, jangan lupa piknik :)



Mampir di Gedung Kesenian dan Wisata Air Situ Rawa Gede Kota Bekasi

Gedung Kesenian dan Wisata Air Situ Rawa Gede Kota Bekasi
Matahari sudah jauh condong ke barat, awan mendung menjadikan suasana menjelang sore di Bojong Menteng menjadi lebih teduh.

"Saat yang tepat untuk menikmati suasana danau Situ Rawa Gede," ucap M Noer mengajak saya meninggalkan halaman Perpustakaan dan Rumah Belajar Forum Aksara.

Sesampai di Situ Rawa Gede kami lihat parkiran di gedung kesenian sudah banyak motor terparkir. Dari arah danau sesekali terdengar teriakan-teriakan penyemangat dari tepian Situ Rawa Gede terdengar saling saut menyemangati beberapa penjala ikan di tengah danau yang menggunakan anco

Dari tempat beberapa penangkap ikan berdiri itulah kedalaman danau di Bojong Menteng Rawa Lumbu Bekasi ini bisa saya prediksi. Tempat mereka berdiri walaupun berada hampir di tengah danau, kedalamannya tidak lebih dari 1,5 meter, kedalaman air hanya sedada orang dewasa. Tapi menurut teman-teman KPPL Bojong Menteng Amphibi kedalaman danau ini mencapai 6 meter di tempat tertentu.

Suasana Wisata Air Situ Rawa Gede Kota Bekasi ini sudah agak ramai, saung paling besar sudah terisi sekitar 20 pengunjung yang berkumpul dalam rangka reuni. 

Di tepian Situ Rawa Gede, saya lihat wahana air masih lengkap tertambat. Mungkin menunggu suasana lebih teduh atau ingin memastikan apakah turun hujan atau tidak. Ditemani Baba Samen dari Sanggar Melati Bojong Menteng, saya melihat-lihat ke dalam gedung kesenian, ingin tahu lebih jauh seperti apa ruangan di dalamnya.
Wisata Air Situ Rawa Gede Kota Bekasi
Plang info Situ Rawa Gede -Foto: Bang Imam

Ruang Dalam Gedung Kesenian Kota Bekasi

Ruang Dalam Gedung Kesenian Bojong Menteng Rawa Lumbu Kota Bekasi
Ruang Dalam Gedung Kesenian Bojong Menteng Kota Bekasi
Pemerintah Kota Bekasi memperlihatkan keseriusannya dalam melakukan pengembangan Seni Budaya untuk menjadi daya tarik wisata. Salah satunya dengan membuat wadah untuk para pegiat seni dan budaya di Kota Bekasi berupa Gedung Kesenian di Situ Gede yang berlokasi di Jalan Pansor RT 01/02, Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu yang dulunya merupakan lahan pool Dinas Kebersihan Kota Bekasi.

Sebelumnya Gedung Kesenian menempati lahan sempit di bagian belakang Gelanggang Olahraga Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan. Kemudian direlokasi karena adanya perubahan tata ruang di GOR Kota Bekasi yang difokuskan bagi pengadaan tambahan sejumlah venue cabang olahraga.

Gedung ini cukup luas, kira-kira 2500 meter persegi dan luas lantai bangunan kurang lebih 1700 meter persegi yang terdiri dari dua lantai. Aula di dalamnya saya perkirakan yah kurang lebih sekitar 400-800 X 50 meter. Memiliki panggung permanen dan ada balkon di lantai 2. Untuk naik ke lantai 2 saya melewati ruang ber-AC yang juga cukup luas sekitar 50 x 10 meter.

Selesai melihat-lihat ruang dalam gedung kesenian kota bekasi yang megah ini kami kembali ke danau. Kali ini situasi dan kondisi sudah pas untuk menikmati suasana Wisata Air Situ Rawa Gede Bojong Menteng.

Wisata Air Situ Rawa Gede Bojong Menteng Kota Bekasi

Ada 3 macam wahana air yang bisa kita pilih untuk menikmati suasana Wisata Air Situ Rawa Gede Kota Bekasi seluas 7 hektar ini; ada perahu, sepeda air dan "bale kambang". Kalau hanya berdua bisa mencoba wahana sepeda air, kalau 4 orang pas untuk menggunakan bale kambang, kalau lebih  dari 6 orang sebaiknya pakai perahu saja yang bisa menampung sampai 15 orang sekali jalan.

Karena kami hanya bertiga maka kami memilih bale kambang, sejenis wahana air yang terbuat dari bambu dengan memanfaatkan 4 drum plastik sebagai pengapung. 

Wahana ini dan juga perahu yang disediakan semua tidak bermesin, untuk menggerakkannya digunakan batang bambu sebagai pendorong dan penentu arah.
Wisata Air Situ Rawa Gede Kota Bekasi
M Noer dan Baba Samen pilot Bale Kambang :)
Wahana wisata air Bale Kambang bergerak lambat, tenang tanpa suara melewati para penjala ikan yang masih asik memunguti ikan mujair sebesar telapak tangan yang terjebak dalam jaring anco mereka.
Wahana air bale kambang Situ Rawa Gede Bekasi
Wahana air bale kambang Situ Rawa Gede Bekasi. Foto: Krisdayadi
Bale Kambang atau wahana air ini benar-benar nyaman, stabil dan tidak merusak suasana hening di tengah danau. Arus air yang terdorong angin mengantar kami hingga sandar ke beton penyangga pipa buangan limbah pabrik kecap yang melintang seperti jembatan. Cukup sampai di situ, karena tebaran jaring menutup jalur sehingga kami tidak sampai ke masuk ke wilayah danau yang berbatasan dengan tembok pembatas perumahan Kemang Pratama 5.
Wahana air bale kambang Situ Rawa Gede Bekasi
Wahana air bale kambang Situ Rawa Gede Bekasi. Foto: Krisdayadi
Ketika saya tanyakan tarif wahana air ini termasuk perahu dan bale Kambang, M Noer yang juga merupakan anggota KPPL Amphibi selaku pengurus Situ Rawa Gede hanya tersenyum dan menghindar untuk menjawab.

"Seikhlasnya aja bang, gak ada tarif, yah sewajarnya aja buat beli kopi yang mendorong sampan," jawabnya diplomatis.


"Ya susah bang kalo dikembalikan ke ukuran wajar karena setiap orang beda standarnya, umumnya yang orang sering kasih dan menurut teman-teman wajar rata-rata pengunjung ngasih berapa bang?," desak saya meminta angka pasti.


"Umumnya rata-rata orang memberi minimal 10 ribu rupiah untuk orang dewasa, untuk anak-anak 5 ribu, terus khusus anak-anak kecil belum sekolah gratis bang asal dijaga atau ditemani orangtuanya," jelas M Noer yang hari itu banyak bercerita bagaimana KPPL Amphibi Bojong Menteng bersama banyak pihak terus mencoba merevitalisasi Situ Rawa Gede yang tadinya tidak terawat menjadi indah seperti sekarang.

Gedung Kesenian dan Wisata Air Situ Rawa Gede Kota Bekasi
Dokumentasi KPPL Bojong Menteng Amphibi Bekasi kerja bakti

***

Berkeliling dengan wahana air bisa memakan waktu 25 menit sampai 1 jam, bisa karena permintaan pengunjung, bisa juga karena angin yang menimbulkan arus sehingga sampan akan terbawa jauh dan perlu usaha untuk merapatkan kembali sampan ke dermaga.

Saung di pinggiran Wisata Air Situ Rawa Gede ini juga berfungsi sebagai pos keamanan yang terus dijaga 24 jam untuk memonitor segala aktivitas yang ada di sekitar gedung kesenian dan danau. Selain untuk keamanan gedung juga berfungsi sebagai pengawasan agar tidak ada lagi warga yang mencari ikan dengan menggunakan setrum listrik serta menghindari penyalahgunaan lokasi ini dari hal yang tidak baik, misalnya tempat berkumpul meminum minuman keras, narkoba dan pacaran.


Kalau mau menikmati wisata air ini saya sarankan sebaiknya pagi atau sekalian sore hari, jadi kita tidak kepanasan. Kalau nekat ingin mencoba wahana air di siang hari maka gak usah khawatir di bale kambang ada payungnya yang cukup lebar, perahu juga beratap, hanya sepeda air yang tidak memiliki atap.

Di sekitar danau belum ada warung, ada 1 warung kopi letaknya di samping gedung kesenian yang juga menyediakan mie instant dan air mineral, kalau dari danau warung tersebut tidak terlihat. 

Lokasinya dapat diakses dengan kendaraan roda dua dan roda empat. Oh iya jangan lupa siapkan uang kecil untuk membayar parkir saat mau pulang. :)

______
Harpitnas, Senin 4 Februari 2019. Bojong Menteng Rawa Lumbu Kota Bekasi, Jawa Barat.


***

Kampung Peduli Pencemaran Lingkungan (KPPL) Aliansi Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup dan B3 (Amphibi) Bojong Menteng Bekasi bisa dipantau di media sosial berikut:


Google Map:



Melawan Hoax Bersama AtmaGo

"Media sosial itu seperti dua sisi mata pisau, kalau kita bisa memanfaatkannya dengan positif maka akan bermanfaat buat pengguna dan lingkungannya, tapi kalau tidak maka media sosial bisa merugikan dan membuat kita berurusan dengan hukum," ungkap pak Jamhuri ZH selaku Kepala Sekolah MI Al-Hikmah Kp. Babakan Mustikasari, Kecamatan Mustika Jaya Kota Bekasi. Minggu, 27 Januari 2019.

Pada Minggu pagi itu ada sekitar 110 peserta dari 10 sekolah menengah atas di Bekasi yang mengikuti seminar literasi digital dengan tema "Melawan Hoax Bersama AtmaGo".
Melawan Hoax Bersama AtmaGo
Yasin menjelaskan mengenai AtmaGo
Dalam seminar kecil-kecilan ini saya mengangkat hasil survey Daily Social tahun 2018 tentang distribusi hoax. Menurut survey tersebut hanya 25 % responden yang bisa mengenali hoax, selebihnya sebesar 75% menyatakan tidak dapat mengenali dan sulit mendeteksi berita hoax di social media.

Jika media sosial yang seharusnya bisa bermanfaat bagi kehidupan sosial banyak berisi hoax dan sebagian besar dari kita tidak bisa mengenalinya maka larangan penggunaan media sosial akan saya dukung.

Lalu apakah ada cara lain agar para pengguna media sosial dapat selamat dari jebakan hoax?

Ada banyak, tapi yang saya lakukan adalah menyibukkan diri dengan konten positif dan kabar di lingkungan terdekat yang dapat dikonfirmasi lokasi dan sumbernya.

Karena itu, perlu rasanya kita mengenal 7 macam disinformasi dan bagaimana cara mengenali ciri-ciri berita hoax sambil terus membuat konten positif yang lebih bermanfaat.
Melawan Hoax Bersama AtmaGo

Selain dihadiri oleh pelajar, acara ini juga dihadiri oleh beberapa pengurus karang taruna kelurahan Mekarsari dan juga Bhabinkamtibmas kecamatan Mustika Jaya, bapak Aiptu Sarjono.

Agak sulit bagi saya mendeliver materi kepada publik yang heterogen latar belakang dan beda usia ini. Saya memilih target audience kepada hadirin dari sekolah karena mereka mayoritas.

Dengan memutar film kartun Juki tentang hoax saya kira peserta akan paham apa yang saya bahas selanjutnya.

Alhamdulillah setelah saya selesai memberikan materi, Aiptu Sarjono selaku Bhabinkamtibmas Kel. Mustikasari kembali menekankan bahayanya Hoaks dan mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh AtmaGo dan MI Al-Hikmah.
Melawan Hoax Bersama AtmaGo
Aiptu Sarjono menyampaikan sambutan
"Kegiatan seperti ini seharusnya dilakukan bukan hanya untuk pelajar sekolah tapi juga untuk masyarakat, semoga AtmaGo bisa melakukan penyuluhan bahaya Hoax sampai ke tingkat RW dan RT."

Acara hari itu diakhiri dengan materi dari Muhammad Yasin yang memperkenalkan aplikasi AtmaGo dan bagaimana memanfaatkan AtmaGo serta media sosial lainnya agar lebih bermanfaat, baik untuk diri pengguna sendiri hingga masyarakat di lingkungannya.

AtmaGo adalah situs web dan aplikasi Android gratis yang dapat digunakan untuk melaporkan masalah, berbagi solusi, mencari pekerjaan, dan memposting berita mengenai lingkungan pengguna. 

"AtmaGo dibuat dengan ide dan semangat “warga bantu warga” untuk mewujudkan lingkungan yang lebih baik dari bawah melalui komunikasi dan informasi lokal di lingkungan penggunanya," tutur Yasin. Tentang AtmaGo saya pernah menulisnya di tulisan ini: Gotong Royong di Internet dengan AtmaGo.
Melawan Hoax Bersama AtmaGo

Kongko Bareng Blogger Bersama Siswa SMK Al Muhadjirin Bekasi

Kongkow Bareng Blogger Bersama Siswa SMK Al Muhadjirin Bekasi
Sabtu, 26 Januari 2019. Sudah larut pagi saat saya menelusuri peta google untuk mencari tahu di mana letak pasti SMK Al-Muhadjirin yang beralamat di Perumnas III, Jl. P. Jawa Raya, Aren Jaya, Bekasi Timur. Google Map mengantar saya ke gerbang sekolah yang tergembok. 

Dari hasil interogasi kepada adik-adik yang bersepeda di dekat gerbang akhirnya saya tahu kalau yang digembok adalah gerbang SMP Al-Muhadjirin, SMK yang saya tuju masih satu komplek tapi beda gerbang, saya harus melewati Masjid Al Muhadjirin baru bisa masuk ke SMA dan SMK Al-Muhadjirin.

Saat saya tiba, ternyata acara Kongko Bersama Bloger ini sudah dimulai. Pak Rijan Sania Saputra. ST selaku kepala sekolah SMK AL-Muhadjirin sedang memberikan sambutan pembukaan dan membawakan materinya. Btw Pak Rijan Sania selain kepsek ternyata juga seorang penulis loh. Keren lah ini kepsek SMK AL-Muhadjirin, beliau salah seorang penulis produktif dari Komunitas Guru Penulis Bekasi Raya :)

Sisi baiknya, saya jadi punya kesempatan menikmati kopi sambil ngobrol banyak sama Taufik dan Galing selaku panitia. Ngopi santai menunggu materi Pak Rijan selesai, gak lama Gorby yang ternyata alumni SMK Al-Muhadjirin ikut bergabung menemani saya.

Acara "Kongko Bareng Blogger & Entrepreneur di Zaman Milenial" ini terselenggara atas kerjasama civitas akademika SMK Al Muhadjirin Bekasi dan Yayasan Relawan Sedekah Indonesia.
Kongkow Bareng Blogger Bersama Siswa SMK Al Muhadjirin Bekasi

Kongko apa monolog nih?

Setelah break dan hiburan maka tibalah waktunya saya menjadi narasumber kongko bareng blogger. Judulnya kongko jadi harus lebih banyak interaksi, setidaknya saya bisa pakai 15-20 menit memberi materi supaya tuning-nya pas lalu tanya jawab sebelum lanjut ke sesi berikutnya. Btw kalau belum tahu, kongko itu artinya ngobrol atau berbincang-bincang.

Untuk menjelaskan blog dan blogger saya mengutip kisah sukses Raditya Dika dan Pidi Baiq yang keduanya menuangkan tulisan melalui blog kemudian dibukukan/novel kemudian menjadi film.

Blog adalah wadah untuk mempublikasikan tulisan-tulisan kita apapun bentuknya, bisa puisi, syair, cerita fiksi, cerpen, reportase, review, dan lain-lain. Raditya Dika awalnya menulis kisah-kisah jenaka yang ternyata mendapat respon positif dari netizen. 

Tulisan-tulisan bernada komedi di blognya sangat digemari sehingga berhasil memenangkan penghargaan Indonesian Blog Award dan penghargaan dari Indosat sebagai The Online Inspiring di tahun 2009.
Raditya Dika
Tulisan di blognya itu kemudian dibukukan dalam novel Kambing Jantan dan kemudian diangkat dalam film komedi yang berjudul sama. Tentu di balik kisah sukses ini ada kisah perjuangan tak kenal lelah, keseriusan dan semangat yang tak gampang patah, itulah yang perlu diteladani oleh siapa saja termasuk saya.

Begitu juga dengan Pidi Baiq yang awalnya menceritakan kisah Dilan dan Milea melalui blognya. Seperti yang kita ketahui, saat ini novel Dilan menjadi novel yang sangat laris dan sudah 2 novel Dilan yang dijadikan film.
novel dilan dan milea
Dari kisah ini yang ingin saya sampaikan adalah, internet juga membuka peluang bagi kita untuk kita manfaatkan sebagai wadah kreativitas seperti menulis, fotografi, lukisan, rekaman lagu hingga video. Pintu keberhasilan menunggu di sana, tentu tidak mudah, karenanya butuh banyak pengalaman dan kreativitas.

Setelah sekilas membahas mengenai blog kemudian sengaja saya bahas mengenai perkembangan evolusi web 1.0, web 2.0 dan web 3.0. Kita saat ini sudah mulai tahap awal evolusi web 3.0 yang sudah memanfaatkan AI (artificial intelligence). Bahwa smartphone yang kita gunakan saat ini sudah berisikan operating sistem yang mulai mengadopsi AI dan Learning Machine.

Asisten digital di HP akan semakin pintar, tapi sayang penggunanya jauh tertinggal karena masih kurang smart akibat sering mengonsumsi hoax. Materi 3 kerangka literasi digital Indonesia sempat pula saya sampaikan walau waktunya sudah mepet. Tentu tidak maksimal, tapi berbicara di depan kelas sampai 90 menit itu benar-benar menguras energi :D
Kongkow Bareng Blogger Bersama Siswa SMK Al Muhadjirin Bekasi
Hasil dari kongko ini saya berharap semoga dengan acara ini adik-adik SMK dan para hadirin tergugah untuk membuat konten kreatifnya sendiri. Menjadikan sosmed sebagai media promosi kegiatan positif dan informasi bermanfaat. 

Pemateri selanjutnya adalah Nana Praja, penggiat literasi dan pendiri TBM Rumah Warna Bekasi yang terletak di Kampung Penombo, Desa Pantai Harapan Jaya Kecamatan Muaragembong Kabupaten Bekasi.  Mungkin Nana yang akan membawakan materi mengenai entrepreneur dan usaha. Saya selesai materi langsung kabur untuk menambah kadar nikotin dan kafein setelah 1 jam setengah mencoba menjadi guru yang baik :D

Dari hasil ngobrol dengan Galing Gema Takbir yang mengundang saya ke acara ini mudah-mudahan mading (majalah dinding) yang ada di sekolah bisa  berfungsi maksimal. Ke depan mudah-mudahan kalau lancar akan ada ekskul jurnalistik di SMK ini.  Amiiin.




80 Juta Bisa Dapat Apa? 80 Juta Dari Mana?

80 Juta Bisa Dapat Apa? 80 Juta Dari Mana?
Sebentar lagi jagad dunia maya pasti akan diramaikan dengan debat capres. Entah kenapa buat saya jauh lebih menarik mengikuti diskusi mengenai fenomena Vanessa Angel (VA); mengapa ia harus minta maaf, mengapa pihak prianya gak terlalu terekspos, kenapa di masa ekonomi (yang katanya) sulit uang 80 juta seakan mudah dibelanjakan, mengapa ia dibebaskan penegak hukum dst dst.

Menarik mencermati berbagai pendapat yang mencerminkan cara berpikir orang-orang yang terlibat dalam diskusi tersebut, dan bagaimana orang secara beragam sudut memandang masalah yang sama, bagaimana mereka mengemukakan pendapat dan bagaimana mereka menarik kesimpulan.

Teman saya dengan geram menyorot ke pihak pria yang disebut-sebut sebagai salah satu pengusaha tambang pasir di Lumajang. Sebuah daerah di mana pernah ada seorang aktivis lingkungan bernama Salim Kancil yang tewas karena protesnya melawan penambangan pasir di sana.

Di antara kita, sampai sekarang masih ada yang bertanya, kenapa banyak orang membahas "80 juta" karena tidak tahu konteks dan muasalnya. Seandainya saya berada di barisan orang yang tidak tahu menahu ini, pasti hidup saya jauh lebih ringan.

Kenapa hidup menjadi lebih ringan jika kita tidak mengetahui sesuatu yang tidak penting?


Jadi begini, (pura-pura jadi psikolog dulu) segala informasi yang masuk disadari atau tidak akan diproses oleh otak, banyak informasi yang berhasil diabaikan dalam kategori "tidak penting" tapi ada juga informasi yang nyangkut dalam "folder" Memori Jangka Pendek (Short Term Memory). 

Agar informasi itu tersimpan sebagai ingatan yang berguna maka perlu pendekatan pemikiran positif, nah proses inilah yang membuat hidup saya menjadi tidak ringan, saya harus bisa mengelola informasi itu menjadi sebuah input yang positif agar kelak bermanfaat bagi kehidupan saya. Setidaknya mengurangi input negatif yang hanya akan memenuhi ingatan dan berakibat buruk untuk kesehatan jiwa raga saya.

Kata-kata "Siapa yang menanam, akan menuai hasilnya” juga berlaku dalam pikiran, jika kita menyimpan input-input emosi dan ingatan yang negatif, kelak akan tumbuh dan kita tuai entah jadi apa, mendingan kita menanam ingatan dan emosi yang positif sehingga bisa bermanfaat kelak.

Jadi menurut referensi, short-term memory adalah tempat menyimpan informasi yang saat ini sedang kita pikirkan. Jenis ingatan ini dikenal juga sebagai primary atau active memory. Kejadian terbaru dan data sensorik seperti suara disimpan pada short-term memory. Short-term memory biasanya mencakup kejadian yang berlangsung pada periode antara 30 detik hingga beberapa hari.

Karena short-term memory perlu dipanggil kembali dalam waktu lebih singkat dari long-term memory, kemampuan otak untuk menjaga ingatan di dalamnya menjadi lebih terbatas. Otak dapat menyimpan hanya sekitar lima hingga sembilan hal. Sayang banget kalau kemampuan yang terbatas itu hanya diisi dengan informasi-informasi negatif.

Selanjutnya tahapan berbeda dari short-term memory diatur oleh bagian berbeda dari otak. Short-term memory berawal dari bagian lobus frontal pada bagian korteks serebral, kemudian informasi singgah di bagian hippocampus dan dipindahkan ke wilayah korteks serebral yang melibatkan bahasa dan persepsi untuk disimpan secara permanen. 

Sementara long-term memory memiliki kapasitas lebih besar dan menyimpan berbagai hal seperti fakta, ingatan pribadi, dan informasi terkait orang-orang di sekitar kita.

So, jelas buat saya lebih baik tidak tahu daripada membebani otak dengan informasi-informasi yang tidak penting. Otak butuh sumber daya untuk bekerja, artinya butuh energi dan waktu, apa gak lebih baik memikirkan hal-hal yang penting? membuang-buang energi dan waktu adalah hal yang paling dibenci manajemen... #ehhh

***

Diskusi mengenai VA yang saya sempat baca di Twitter adalah bermula dari pertanyaan "mengapa ia harus minta maaf kepada publik?". Pertanyaan ini diajukan Deddy Corbuzier melalui chanel  media sosialnya dan berkembang menjadi topik pro dan kontra.

Pengacara VA, Zakir Rasyidin sudah menjelaskan alasan kliennya menyampaikan permohonan maaf.
"Permintaan maaf itu sifat personal karena sudah membuat gaduh. Jadi, (sebagai) warga negara, dia meminta maaf karena sudah ada yang menyampaikan isu Rp 80 juta," kata Zakir dalam jumpa pers di kawasan Jakarta Selatan, Senin (7/1/2019). Saya kutip dari berita "Kenapa Vanessa Angel Minta Maaf? Ini Penjelasan Pengacara" Detik Online - Senin 07 Januari 2019, 22:09 WIB.

"VA dg merek PF, yg terkena mereknya. Kalau dia tak bermerek, orang gak peduli. Pemakai apa salahnya? Dia sanggup bayar mereknya.....kalau barang dg kualitas jauh lebih bagus banyak. Tapi dia mau beli mereknya. Sederhana...,"  tulis sebuah akun di Twitter.

Beberapa akun di Twitter lebih menjelaskan bahwa VA sebagai Public Figure (PF) memiliki tanggung jawab moral untuk tidak melanggar hukum dan norma. "Kalau dia tidak minta maaf sama seperti mendukung hal tsb. Even if its her body herself her consent it is wrong to do something illegal," jelas salah satu akun.

"Yg pemesan beli adalah status si VA sebagai public figure. Kalau hanya sekedar gadis semlohay jauh di atas VA fisiknya, dg bayar sepersepuluhnya dia bisa dapatkan. Di mana letak salahnya?," lanjut akun lainnya.

Mengikuti diskusi ini mengajak saya memperluas sudut pandang, terlebih lagi saya tidak kenal siapa itu VA, jadi saya lebih tertarik pada respon pro dan kontra atas permohonan maaf VA. Diskusi mengenai hukum sudah selesai dengan dilepaskannya VA dan 2 orang ditetapkan sebagai TSK Mucikari oleh kepolisian, karenanya diskusi yang berlanjut adalah mengenai norma khususnya aksi permintaan maaf VA kepada publik.

Apapun pembahasannya, faktanya VA sudah meminta maaf kepada publik secara terbuka melalui media. Tentunya itu dia tujukan kepada pihak-pihak yang menganggap dia telah melakukan kesalahan, mungkin pihak keluarganya dan seterusnya. Saya bukan bagian dari publik tersebut. 

***

80 Juta Bisa Dapat Apa? 80 Juta Dari Mana?

Saya gak kenal VA, walaupun kata orang dia seorang PF. Saya bukan siapa-siapa dan bukan pihak yang dirugikan. VA dan pria berinisial R itu gak perlu minta maaf kepada saya atas apapun yang mereka lakukan itu. 

Masyarakat ada yang merasa VA memang perlu untuk meminta maaf yah wajar, dan wajar juga kalo sebagian menganggap tidak perlu. Yang gak wajar itu menjadi pihak yang mengambil keuntungan dari perbuatan mereka, seperti mucikari, media-media gossip, dst.

Yang saya lihat VA sebagai perempuan terus saja menjadi korban pola pikir maskulin, tergambar dari fokus media yang lebih banyak menyorotinya. Terlebih statusnya sebagai PF sehingga lebih menjual untuk dijadikan komoditas berita.

Konsep berpikir win/loose juga akhirnya ngambang dan menjadi guyonan "80 juta bisa buat apa?". Cara berpikir demikian memang membutuhkan siapa yang benar dan siapa yang salah. Siapa menang siapa kalah. Nyatanya dalam kasus ini tidak ada yang menang dan kalah, bermain hakim dalam pikiran jadi menguap tanpa ada kambing hitam yang bisa dijadikan sasaran.

Apalah daya, kuatnya media membuat fenomena ini masuk dalam pikiran saya. Saya musti menyimpannya sebagai cermin, bahwa apapun yang kita lakukan maka akan selalu ada pihak yang merasa berhak menjadi hakim.

Akan selalu ada pihak yang menuntut maaf jika ada tindakan saya yang tidak sesuai dengan norma dan citra ideal yang mereka lekatkan kepada saya. 

Lebih baik berjalan apa adanya. Sebisa mungkin lepaskan pencitraan-pencitraan yang tidak sepantasnya kita emban. Yang begitu hanya menjadi beban dan membatasi kebebasan pribadi.

Nominal 80 juta bukan uang yang sedikit, memikirkannya hanya akan menyiksa batin. Saya gak siap menjawab pertanyaan "dari mana asalnya dan dipakai untuk apa?". Sedangkan untuk membeli motor seharga 20 jutaan saja sudah sekian bulan belum terwujud. 

Lah Kok malah curhat?




Catatan Akhir Tahun 2018 dan Impian di Tahun 2019

Festival Kali Piket sukatenang sukawangi bekasi
Tadi malam saat blogwalking, saya lihat tulisan salah satu bloger berjudul catatan akhir tahun 2018. Ide yang menarik, kenapa saya nggak kepikiran untuk membuat hal serupa :)

Bagi orang yang sudah mulai pikun seperti saya, catatan menjadi penting. Ya memang saya juga merekam apa yang terjadi melalui lini masa media sosial, catatan dan foto di media sosial akan cepat tenggelam dan sulit untuk menelusurinya kembali, karenanya saya memilih blog.

Blog selain media untuk terus memelihara kebiasaan menulis juga berfungsi sebagai diari yang berisi opini, persepsi dan dumelan.

Tahun 2018 ini, blog ini hanya menyumbang artikel sebanyak 60 artikel, 4 diantaranya berupa content placement, artinya bukan saya yang nulis. Rerata dalam sebulan saya hanya menulis 4-5 artikel. Hanya bulan Desember 2018 blog ini sampai mempublish 10 artikel, efek cuti akhir tahun yang total hingga 2 minggu.

Tahun 2018 ditutup dengan seminar akhir Tahun dimana saya berbagi tentang literasi digital yang materinya saya ambil dari web internet sehat. Intinya hanya  mengurai tentang Kerangka literasi digital yang terdiri atas 3 (tiga) bagian utama, yaitu 1). proteksi (safeguard), 2). hak-hak (rights & obligations), dan 3). pemberdayaan (empowerment).

Kerangka literasi digital

Materi yang sebelumnya sudah saya paparkan saat menggantikan Kak Anazkia yang berhalangan dalam memberikan materi ini di kelas blog online melalui Grup WhatsApp. Oh iya, tahun 2018 saya terlibat dalam 2 kelas online tentang blogging yang diinisiasi oleh Tuteh dan Anazkia, 2 srikandi blogger yang sepak terjangnya banyak mempengaruhi saya :).

Secara offline saya 2 kali melakukan kunjungan ke Sungai Rindu di Sembilangan, wawancara dan ngobrol dengan para penggiat dan pihak-pihak yang terlibat di dalamnya. Alhamdulillah setidaknya ada 15 media online dan 1 media cetak yang bersedia menerbitkan artikel liputan ke Sungai Rindu, pas di saat momen liburan akhir tahun 2018. Semoga membantu publikasi apa yang teman-teman IRTRA Sembilangan sedang perjuangkan.

Bagaimana dengan tahun 2019? 

Saya rasa tidak ada yang banyak berubah. Kemungkinan besar, demisioner sebagai ketua KOSAGA (organisasi alumni SMA) yang banyak kegiatannya sudah saya tidak bisa ikuti lagi karena satu dan lain hal. Lebih intens lagi dalam pergerakan kepemudaan di Babelan dan sekitarnya, atau kegiatan baru yang sesuai passion dan minat.

Hari ini rencananya saya mau numpang ngopi sambil merekam apa yang akan dibahas dalam talkshow bertema "Kampung Inspirasi Peradaban" sebagai salah satu acara Festival Kali Piket yang digelar oleh Sekolah Alam (Salam) PRASASTI di Desa Sukatenang Sukawangi Kabupaten Bekasi ini.

Kampung saat ini diperlakukan tidak lebih sebagai objek properti yang puncaknya adalah alih fungsi lahan menjadi aset kapital, sasaran budaya pop dan konsumerisme, tempat penyebarluasan hoax melalui sosmed dan hal negatif lainnya.

Banyak sebab mengapa menjadi seperti itu, salah satunya adalah efek dari mindset pembangunan nasional warisan orde baru yang eksploitatif, yang menjadikan kampung sebagai lahan pengerukan sumberdaya alam, ekonomi, industri dan pembangunan terpusat dengan kapital sebagai titik orientasinya.

Lalu apa yang bisa masyarakat kampung lakukan? Semoga Festival Kali Piket dapat menyumbangkan ide dan inspirasi. Amiin.

Kegiatan awal tahun yang inspiratif, semoga bisa menjadi jiwa untuk kegiatan selanjutnya.

Impian di tahun 2019


Kalau agenda pribadi sepertinya tidak ada selain terus berbuat agar meninggalkan jejak-jejak positif. 2019 kemungkinan saya akan lebih fokus ke Cinong Bekasi dan beberapa komunitas pemuda di Babelan. Lebih banyak turun ke lapangan merealisasikan teori dan menikmati prosesnya.

Saya berharap tahun 2019 masih bisa memberikan sumbangsih dalam kelas-kelas online atau offline terkait literasi digital, pemanfaatan sosmed, internet marketing dan sejenisnya. Banyak topik baru yang terus berkembang, semoga masih bisa mencerna dan berbagi.

Masih mau belajar soal fotografi dan menulis feature news yang terus tertunda hingga sekarang. Kalau karir sepertinya sudah mentok :D berusaha bisa mengimbangi yang muda aja agar tidak kadaluarsa.

Bismillah saja, 2019 semoga menjadi ladang amal yang terbuka lebar bagi kita semua, amiin.

Masih panjang perjuangan, panjang umur perlawanan. 
Sabtu, 5 Januari 2019. 
Dumelan Kopi Pagi