Arsip Bulanan: Mei 2021

Cara Top Up GoPay Melalui SMS Banking Bank Mandiri (*141#)

Cara Top Up GoPay Melalui SMS Banking Bank Mandiri (*141#)


Apa itu GoPay?

GoPay adalah dompet digital serba guna. Kita bisa memanfaatkan GoPay sebagai alat transaksi pada semua layanan Gojek dan rekan usahanya, termasuk juga untuk mengirim atau menerima uang lintas aplikasi. 

Intinya, aplikasi dompet digital GoPay dapat kita gunakan untuk melakukan pembayaran secara online (digital payment) ketika menggunakan aplikasi Gojek, seperti memesan Go-Ride, Go-Cara, Go-Food atau layanan lainnya yang ada di dalam aplikasi Gojek. 

Untuk menggunakan Gopay kita harus memastikan terlebih dahulu bahwa saldo dalam aplikasi Gopay mencukupi untuk melakukan transaksi seperti pembayaran misalnya agar transaksi berjalan lancar. 

Namun apabila saldo tidak mencukupi, Gopay juga menyediakan layanan pembayaran parsial yaitu fitur untuk mengabungkan pembayaran dengan saldo GoPay dan uang tunai, layanan ini merupakan salah satu keunggulan yang dimiliki oleh Gopay.

Semisal kita kekurangan saldo untuk membayar perjalanan kita dengan menggunakan Go-Ride, maka kita dapat melakukan pengisian saldo melalui driver dengan menggantikan uang tunai ke driver tersebut. 

Cara inipun aman, karena saat melakukan pengisian saldo, driver tinggal melakukan transfer saldo ke GoPay kita, dan kita tinggal membayarnya saat saldo sudah masuk.

Cara Top Up GoPay Melalui SMS Banking Bank Mandiri (*141#)


Atau contoh lain, saat kita menggunakan layanan GoFood, GoShop, GoBluebird, GoMart dan lain sebagainya. 

Ketika saldo kita tidak mencukupi untuk membayar tagihan online maka akan otomatis kita akan mendapat tagihan untuk membayar driver dengan uang tunai (cash) ketika kita menerima barang yang dibeli. dan segala bentuk promo yang melekat masih dapat digabungkan untuk kita manfaatkan.

Tapi sebaiknya sih ya jangan sampai kita kekurangan saldo supaya semuanya lancar dan cepat selesai. 


Bagi pengguna SMS Banking Bank Mandiri seperti saya, berikut cara Top Up  Gopay melalui SMS Banking Bank Mandiri


  1. Ketik kode *141*6# di HP
  2. pilih angka 4. Bayar
  3. pilih angka 99. Pembayaran Berikutnya
  4. Pilih angka 3. Lainnya
  5. pilih angka 1. GOJEK TOPUP CUSTOMER
  6. Masukkan nomor HP yang digunakan sebagai Akun Gojek/Gopay
  7. Masukkan/Ketik Nominal rupiah
  8. Ketikkan PIN SMS Banking
  9. Top Up GoPay Melalui SMS Banking Bank Mandiri telah selesai

Catatan: PIN SMS Banking berbeda dengan PIN ATM

Coba ingat-ingat kembali angka-angka yang kita jadikan PIN dari masing-masing layanan tersebut. Saya membedakan PIN kedua layanan tersebut dengan alasan keamanan. Jika Anda menggunakan PIN yang sama untuk kedua layanan tersebut ya silakan saja :) 


Kalau Cara Top Up GoPay melalui Anjungan Tunai Mandiri alias ATM berikut caranya:


  1. Masukkan kartu ATM dan PIN Mandiri Anda
  2. Masuk ke menu BAYAR/BELI > LAINNYA > LAINNYA > pilih e-Commerce
  3. Masukkan kode perusahaan untuk GO-JEK: 60737
  4. Masukkan nomor telepon yang terdaftar pada aplikasi GO-JEK
  5. Masukkan jumlah top up yang diinginkan
  6. Ikuti instruksi untuk menyelesaikan transaksi

Cara tersebut saya catat karena saya rutin mengisi akun GoPay anak saya, daripada lupa, lebih baik saya catat di sini sekalian update blog :)

Salam




Di Antara Union Busting dan Solidaritas Pekerja (Bagian 7)

CERITA HALU 8


Kisah ini adalah kisah sambungan dari: Di Antara Union Busting dan Solidaritas Pekerja (Bagian 6) 


Di Antara Union Busting dan Solidaritas Pekerja (Bagian 7)



BRAAKKK!

Meja kerja tebal itu dipukul sekuat tenaga oleh si Presdir.

"Tidaaak!! Sekali tidak, tetap tidak!!" teriaknya sambil memandang dengan sorot mata tajam pada Benarudinawisata, sang Pengacara.

Benarudinawisata hanya diam. Namun mimik wajahnya santai saja. Sebagai profesional, ia sudah biasa menghadapi hal begini. Tangannya asyik mengelus jenggotnya yang panjang hingga perut.

Si Presdir bangkit dari duduknya dengan tubuh bergetar menahan amarah. Ia melangkah ke jendela besar di ruangan itu. Melihat keluar jendela, banyak gedung-gedung tinggi di luar sana. Ciri khas kota besar.

"Perusahaan ini bukan perusahaan sembarangan, pak Sata." Ia bergumam, nyaris seperti bicara pada dirinya sendiri. Ia memang suka memanggil pengacara itu dengan penggalan nama belakang, Sata. Karena menurutnya kalau dipanggil pak Benar, atau pak Udin, itu nggak bonafid.

Benarudin mendengar itu. Ia tetap diam dan menunggu kalimat berikutnya.

"Perusahaan ini multinasional. Besar sekali. Dan saya pertaruhkan jabatan saya untuk menjaga nama baik perusahaan. Jangan sampai masalah sampah seperti si Fatur ini menurunkan derajat perusahaan," lanjut Presdir. Matanya masih memandang jauh keluar jendela. 

"Dan jika dia tak mau menerima tawaran kita, yang pesangon yang besar itu, maka sekalian saja, kita akan ladeni mereka."

"Pengadilan?" tanya Ranto yang sedari tadi sibuk dengan hape di tangannya. 

"Ya! Bahkan kalau mereka mau bawa ini ke tingkat lebih tinggi, ikutin!"

"Bagus jika mereka mau bawa ini ke jalur hukum. Pengadilan adalah kuburan untuk mereka ...," cetus Kurniawan sambil nyengir lebar.

Benarudinawisata mengangguk mengiyakan. Ia sering berhadapan dengan buruh-buruh di pengadilan. Dan mereka tak satupun yang berhasil memenangkan gugatan. 

Tadi ia memberikan laporan kepada Presdir hasil pertemuannya dengan perangkat organisasi. Di mana, hasil pertemuan itu tak menemukan kata sepakat. Tawaran nilai pesangon yang besar tidak mereka terima. Dan malah meminta agar Fatur dipekerjakan kembali tanpa syarat.

Dan seperti yang ia duga. Presdir pasti tak mau menerima hal itu. Konon, ia dengar si Presdir ini punya dendam pada organisasi FSPGB. Entah dendam kenapa, ia tak begitu paham. Selentingan gosip yang ia ketahui adalah bahwa Presdir ini akan membubarkan FSPGB di perusahaannya.

Tentu dengan cara seperti Fatur ini. Satu persatu ia preteli. Apapun caranya semua pengurus serikat pekerja akan dihabisi. Berikut anggota-anggotanya. Itu jika mereka tak mau keluar dari FSPGB.

Pengadilan adalah kuburan untuk mereka


Tok ... Tok ... Tok!

Semua yang ada diruangan dikejutkan dengan ketukan pintu. Presdir membalikkan badannya, wajahnya agak gusar terganggu oleh ketukan itu. "Masuk!" serunya kesal.

Pintu terbuka perlahan. Muncul Lastri dengan wajah pucat. Ia membawa selembar kertas. Dan ia tergopoh-gopoh menghampiri Presdir sambil memberikan kertas itu.

"Apa ini!?" tanya Presdir agak kasar.

"Surat aksi, Pak." Lastri menjawab takut-takut.

Presdir memperhatikan seksama isi surat. Membacanya dari awal hingga akhir.

"Hmm, mereka mau aksi besar-besaran? Berarti mereka menyatakan perang dengan kita?" ujarnya hampir bergumam. 

Senyum sinis muncul di wajahnya. Tarikan bibirnya yang melengkung ke bawah memperlihatkan kekejaman.

"Baik! Jika mereka mau perang! Kita beri mereka peperangan! Ha ... ha ... ha!" Ia tertawa terbahak-bahak namun sinar matanya mencorong sadis.

"Kurniawan, Lastri, dan kau Ranto! Siapkan semuanya. Hubungi semua kolega kita. Minta mereka semua bergerak! Kita perang!" Presdir langsung memberikan instruksi sesuai yang ia rencanakan.

"Siap, Pak. Kolega dari tukang pukul sudah siap, mereka yang di bawah komando para juragan sampah, siap bergerak. Aparat sudah menyiapkan empat pleton pasukan dan berperalatan lengkap. Mereka tinggal menunggu biaya operasional, Pak!" Lastri menjawab dengan semangat. Libido iblisnya muncul.

"Sialan kolega itu! Bilang pada.mereka malam ini dana semua turun! Dan Kurniawan, siapkan dana berapa pun jumlahnya untuk berperang! Gak usah tanggung-tanggung, buat kolega kita semua itu kenyang, hingga mereka akan menuruti semua kemauan kita!" Presdir mencak-mencak karena menganggap kolega mereka tak percaya akan dana yang ada.

"Si--siap, Pak!" Agak gugup Kurniawan menjawabnya. Ia merasa sayang dengan dana yang akan dikucurkan, karena biasanya dana itu akan masuk ke kantong pribadinya.

"Dan bagaimana dengan ribuan buruh, yang bakal datang? Dan kawan-kawan Fatur di dalam perusahaan?" Lanjut Kurniawan setelah bisa menguasai dirinya.

"Hancurkan! Bubarkan mereka! Toh gak bakalan banyak yang datang!" cetus Lastri.

"Iya! Sekarang mereka sudah pada penakut! Gak bakal banyak yang datang!" sambung Ranto dengan semangat.

"Terus, anggota yang di dalam perusahaan, bagaimana? Jika mereka ikut aksi, atau mogok?" tanya Kurniawan penasaran.

"Gak akan berani, Pak. Mereka semua penakut. Info dari kawan mata-mata, anggota yang lain nyalinya sudah gak ada. Termasuk beberapa pengurusnya. Sudah tak bernyali lagi!" jawab Ranto sambil menyeringai.

"Padahal, mau mereka ikut aksi atau enggak, mereka akan kita habisi semua!" kata Presdir santai.

"Tapi, Pak. Gima--" Kurniawan tak sempat selesaikan bicaranya.

"Tak ada tapi lagi! Hancurkan mereka semua, yang di luar, yang di dalam! Basmi!" potong Presdir yang berteriak dengan gemas.

Semua terdiam mendengar teriakan Presdir itu. Kurniawan menelan sisa kalimatnya yang terpotong tadi. Suasana menjadi hening.

Lalu, Presdir berjalan lagi menyusuri jendela ruangan. Yang lain tetap diam menanti. Kemudian ia tiba di jendela paling ujung, jendela yang bisa menampilkan pemandangan di luar lebih luas. Ia berdiri lama sambil menatap ke luar.

"Kau ingin perang Fatur? Akan ku beri kau sebuah perang yang bakal melumatkanmu!" desisnya. 

Membuat semua orang diruangan itu merinding.


++++++++++

Bersambung ke: Di Antara Union Busting dan Solidaritas Pekerja (Bagian 8)

Judul asli: CERITA HALU 6. 
Penulis; Yous Asdiyanto Siddik. Selasa, 6 April 2021.

Disclaimer:  nama jika sama hanya kebetulan belaka, tanpa menyinggung yang bernama sama dengan di cerita, maklum namanya juga HALU.

#save_ampi #StopPHKsepihak 


Aurelia Rahman, Waktu Berbeda Untuk Meluncurkan Sebuah Lagu

 


Setiap musisi menemukan jalan menuju sukses dengan cara berbeda-beda, mungkin inilah yang dirasakan oleh Aurelia Rahman yang meluncurkan single "Waktu Berbeda" di saat pandemi seperti ini dengan modal smartphone saja. Seperti Aurelia, seorang musisi atau pekerja seni membutuhkan sebuah ruang kreativitas yang tidak terbatas dengan ide yang datang dari mana saja. Bagi semua orang keterbatasan justru kadang membuahkan sebuah kerja keras dengan hasil luar biasa. 

Aurelia Rahman semenjak SMA rajin mencover lagu-lagu yang menurutnya bisa dilakukan menggunakan keyboard. Dimulai dari iseng mengisi waktu luang, kemudian diseriusin membuahkan karya lagu yang sangat mudah dinikmati dengan suara yang merdu. Alat untuk merekam pun cukup sederhana, hanya menggunakan smartphone, namun hal ini tidak memudarkan semangat Aurelia untuk menghasilkan cover dan lagu yang enak ditelinga penikmat musik di Indonesia. 

Sama dengan pengalaman saya ketika masa penantian antara selesai kuliah dan mencari pekerjaan, disela-sela waktu inilah saya menemukan beberapa hal yang sangat menyenangkan seperti bergabung dengan komunitas penulis dan ajang Abang Mpok yang membuka mata bahwa ternyata saya memiliki banyak bakat yang sangat kalau dilewatkan begitu saja. Oh iya, persamaan saya dengan Aurelia ini adalah inspirasi atau ide yang datang ketika waktu yang tidak terduga. Di waktu tersebut, saya bisa membuat banyak karya terutama puisi, cerita pendek dan beberapa tulisan di blog. 

Salah satu cover lagu yang membuat saya terpana dengan suara Aurelia adalah Bahasa Kalbu dari Titi Dj dan dipopulerkan kembali oleh Raisa. Mari kita dengarkan suara merdu dari Aurelia Rahman.

Baca juga : Love 15 Rio Febrian Concert 

Dari Mencari Nada Terciptalah Single Waktu Berbeda 

Aurelia-Rahman-Single-Waktu-Berbeda

Single "Waktu Berbeda" ini sungguh misterius, menurut Aurelia Rahman, proses pembuatan lagu ini memang berbeda dengan lainnya. Lagu ini tercipta ketika sedang mencari nada malah menemukan rangkaian nada dan terciptalah lagu ini. 

"Aku coba rekam pakai HP. Setelah direkam lalu aku satukan dan sesuaikan lirik dan nada. Dan aku kaget sendiri ternyata aku berhasil menciptakan sebuah lirik lagu dan musiknya," kata dara berdarah Minang-Palembang ini tersenyum.

Dari titik inilah, Aurelia mulai memberanikan diri mengupload di social media bahkan mulai meluaskan suara  dengan mengupload lagu Waktu Berbeda ke Spotify, Joox dan Apple Music.

Kamu bisa menikmati suara Aurelia Rahman di Spotify : Single "Waktu Berbeda" - Aurelia Rahman


"Aku ingin orang lain mendengarkan lagu Waktu Berbeda. Mumpung masih di rumah aja, aku penasaran bagaimana reaksi orang dengan lagu ini. Sekaligus aku belajar menganalisa bagaimana mempromosikan lagu ini. Single ini sebagai langkah awal aku," kata Aurelia yang pintar memainkan alat musik keyboard, piano dan gitar.

Meluncurkan lagu mellow bukan berarti Aurelia hanya terfokus pada satu genre saja, melainkan ia pernah mengasah beragam genre pada saat ia berlatih vokal di Purwacaraka dan mengexplore genre lainnya pada saat bangku sekolah.

Selain itu ia sangat menyukai genre lain seperti lagu-lagu dari Taylor Swift dengan suara khas ceria sehingga membuat mood bahagia sepanjang hari. Dengan beragam jenis genre ini menambah input bagi lagu lainnya yang sedang dipersiapkan dalam waktu dekat sambil menyelesaikan studinya di S2 ini.

Sukses selalu buat Aurelia Rahman dengan single lagu terbaru yang lebih fresh dan siap mengebrak belantika musik Indonesia.