Arsip Bulanan: April 2021

– BIDADARIKU – (Bagian 4)

-BIDADARIKU-

Part 4

(Sambungan dari - Bidadariku Bagian 3 -)


- BIDADARIKU - (Bagian 4)


"Laki-laki yang menganggap bahwa dirinya seorang raja maka ia akan menanggap istrinya adalah mahkota yang sangat berharga dan bagian dari pada harga dirinya.
Dan jika ada lelaki yang menganggap istrinya seperti sendal jepit yang dicari saat dibutuhkan saja, yang ketika rusak tinggal cari gantinya. Maka lelaki itu secara tidak langsung telah menganggap bahwa dirinya itu hanya sikil.."

KONTRAKAN


Lanjut cerita, Alhamdulillah kami dapat kontrakan yang tepat, tibalah saat pindahan Alhamdulillah orang tua kami, sanak saudara, Abang guru dan sahabat membantu kami untuk pindahan. Kami makan-makan dan canda tawa bersama saat itu, barakallah..

Di subuh pertama saat kami hidup mandiri masyaallah rasanya. Dia istriku seperti biasa bangun terlebih dahulu dengan ciri khasnya saat bangunkan saya. Dia selalu dalam keadaan cantik yang full, sudah mandi dan berdandan. Di waktu sebelum subuh itu ada sedikit dialog antara kami.

*Khumairahku : Aa.. bangun sayang udah mau subuh.. ( dengan nada lembut sambil cubit hidung dan pipinya ditempel ke pipi saya)
*Saya : Iyah khumairah Aa bangun sebentar lagi yah..
*Khumairahku : Aa.. iih.. Bangun katanya mau masak sarapan bareng..
*Saya : siapp bu bos bangun.. ( sambil cium kening )
*Khumairahku : mandii sana ih bauu..
*Saya : sayang.. Aa mau tanya dong, kenapa sih setiap pagi buta sebelum bangunin Aa kamu selalu berdandan dulu ?
*Khumairahku : A.. aku cuma mau berikan yang terbaik untuk suami aku, karena kecantikan aku hanya untuk suami aku.
*Saya : aahh.. jadii makin sayang... (sambil peluk)

Setelah subuh kami langsung masak berdua dan kami berbagi tugas, saya yang masak istri yang cicipi 😂. 

Menu andalan di pagi hari.. Jadilah nasi goreng.. setelah cobain masakan saya dia langsung cemberut dan bilang.. "Sebel ah masa enakan masakan Aa daripada aku ".. 

"Iishh bagi Aa enakan masakan kamu beib, number one pokoknya.. lope-lope ama masakan kamu.." jawabku. Sambil tertawa dia suapi saya dan begitu sebaliknya. 

Selesai sarapan saya bersiap untuk berangkat bekerja yang saat itu saya sudah bekerja di salah satu perusahaan minuman softdrink sebagai seorang merchandiser lapangan. Pakaian saya sudah rapih dan sudah disiapkan olehnya. 

Sebelum berangkat ada ritual yang harus dan wajib saya jalani yaitu cium kening, pipi kanan kiri, dan calon buah hati kami.. dan dia cium tangan saya dengan hangat sambil bilang 
"Jaga diri dan jaga hati yah A.. nanti sore aku masak spesial jadi Aa langsung pulang yah.." 
"Siapp khumairahku." 
Sungguh indah nikmatmu yaa Robb.

Selesai bekerja sesuai janjiku, aku langsung pulang dengan perut lapar. 
"Assalamualaikum de," ucapku.. 
"Wa'alaikumussalam" sambil senyum dan dandanan yang maksimal cantiknya, dengan seketika lelah pun hilang melihat wajahnya. 

Dilanjutkan dengan ritual yang sama saat sebelum berangkat. 

bidadariku cium kening, pipi kanan kiri, dan calon buah hati kami


Ternyata masakan sudah siap dihidangkan. "Makan yuk A.. aku udah siapin sepesial buat Aa, sop ayam dan tempe-teri kecap. 

Saat saya makan dalam hati saya (harus tahan asin bismillah 😂) tapii ternyata.. loh ko enak yah.. tapi ada yang aneh yah, ternyata ada beberapa wortel yang irisannya masih besar 😂, wkwkwk dengan sengaja saya makan potongan terbesar nya. 
"Yaallah A.. itu apaan..?" sambil tertawa.. "Maaf A.. "
"Ga apa apa sayang Aa suka wortel ko" 😂. 

Kami pun makan sepiring berdua sambil canda tawa dan saling cerita yang terjadi seharian. Selesai makan saya pun bersih-bersih dan kami langsung melaksanakan sholat magrib. 

Usai sholat saya simak bacaan Al-Qur'an istri dan dilanjutkan dengan membaca surah Yusuf dan Mariam, Lanjut ke isya. Setelah itu kami bersenda gurau sampai larut malam.

Sebelum tidur seperti biasa dia wudhu terlebih dahulu, dan istriku bilang.
*Khumairahku : A.. aku bahagia banget punya suami aa.
*Saya : begitupun Aa de bahagia banget punya bidadari seperti kmu.
*Khumairahku : A.. ridhoin aku yah, maafin semua kekhilafan aku yah a.. aku ga mau tidur dalam keadaan Aa kesel sama aku.
*Saya : khumairahku sayang.. ada ridho sayang.. i do love you my wife..
*Khumairahku : terimakasih yah Aa.. (sambil peluk)

Seperti biasa sebelum tidur kami mambaca dzikir, sholawat dan doa bersama. Sampai ketika suatu malam saya terbangun di tengah malam, ternyata istriku sedang sholat tahajud. 

"Masyaallah.. istriku.. terima kasih yaallah, telah memberikanku bidadari yang sholehah.."  (dalam hati)

Bersambung ke  - BIDADARIKU - (part 5)


_____________


Penulis: KHOIRUL UMAM
Selasa, 23 Maret 2021


S0608: Ajakan Berbuat Kebaikan Lewat Podcast

Memasuki bulan suci Ramadhan ada satu kegiatan menarik dari Komunitas The Podcasters Indonesia bekerjasama dengan Paberik Soeara Rakjat dan Jaringan Podcast Campus. Kegiatan ini intinya mengajak para podcaster untuk berbuat kebaikan lewat podcast mereka. Ini sekalian juga memberi ide kepada para podcaster yang belum tahu mau mengisi konten seperti apa di bulan Ramadhan nanti, lewat 10 macam konten atau episode. Selengkapnya dengarkan ceritanya langsung dari sang Ketua Panitia, Bang Odi.

* Music used in this episode: Loopster by Kevin MacLeod is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 license. https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/ – Source: http://incompetech.com/ 

Send in a voice message: https://anchor.fm/suarane/message

Di Antara Union Busting dan Solidaritas Pekerja (Bagian 5)

CERITA HALU 6

Kisah ini adalah kisah sambungan dari: Di Antara Union Busting dan Solidaritas Pekerja (Bagian 4) 


demo buruh Di Antara Union Busting dan Solidaritas Pekerja


Lastri terkejut bukan main melihat Fatur tiba-tiba ada di depannya. Tangannya masih memegang alat make up seperti biasanya yang ia lakukan jika sedang tak ada pekerjaan.


"Presdir ada?" tanya Fatur, agak geli melihat Lastri yang gelagapan. Memang sudah terkenal di kalangan karyawan jika Lastri sang sekretaris Presiden Direktur ini suka berdandan. Selalu terlihat cantik.


"A--ada ...." jawab Lastri agak gugup. "Mereka sudah menunggu Pak Fatur dari tadi, lho," lanjutnya setelah menenangkan diri.


"Mereka? Mereka siapa?," malah gantian Fatur yang heran.


"Presdir dan para direktur. Lalu ada beberapa orang lagi yang katanya dari serikat FSPGB. Dan ada dua orang tamu yang sepertinya mereka pejabat. Mereka semua menunggu, lho!."


Fatur cuman bengong.


"Lah, kok malah bengong sih, Pak! Buruan masuk aja langsung!" seru Lastri sambil tersenyum, giliran dia yang geli melihat roman muka Fatur yang terbengong-bengong.


"Oh! O--oke! Makasih Lastri." Agak gugup Fatur menjawabnya,  lalu ia langsung menuju pintu ruangan Presdir dan tanpa mengetuk langsung membukanya.


Begitu pintu terbuka, keheranan Fatur malah bertambah. Ia tak sempat berkata apa-apa. Hanya bisa melihat sekeliling ruangan. 


Ada meja besar berbentuk bundar di situ. Nampak presdir, Pak Kurniawan dan jajaran manajemen lain berkumpul di satu sisi. Di sisi lainnya yang membuat ia terkejut, karena ada bung Iqbasevic berdiri paling depan. Di sisi kanan kirinya duduk mendampingi orang-orang yang ia kenal sekali. Itu yang dibilang Lastri tamu pejabat tadi, yang tak lain adalah bung Obiwinanikeke dan bung Nyuysamzchy. Keduanya anggota senator.


Di belakang mereka ia mengenali sebagai para perangkat FSPGB yang sering berdiskusi perihal kasusnya.


Namun, suasana di situ malah mencekam. Presdir dan jajaran manajemen terlihat pucat. Sementara bung Iqbasevic menatap presdir dengan tajam. Wajahnya menegang, terlhat jelas dari guratan urat di sekitar pelipisnya.


Salah seorang perangkat FSPGB memberikan isyarat padanya untuk mendekat dan menaruh telunjuk di mulutnya. Fatur paham isyarat itu. Ia berjalan mendekat ke rombongan serikat tanpa berkata apapun.


"Saya ulangi!" Seru bang Iqbasevic dengan suara khasnya yang menggelegar.


"Kalian ini membuat peraturan sendiri! Seenaknya saja mempermainkan nasib orang! Pengecut dan cemen sekali! Saya tanya, mana ada aturan PHK sebrengsek itu? Siapa yang berpikir cara-cara kotor seperti itu?? Hahh!?"


Ruangan itu hening. Pak Kurniawan tampak semakin pucat. Butiran keringat tampak muncul di dahinya.


Presdir pun hanya termangu. Tak menjawab juga. Wajahnya menghadap ke atas, entah mengharapkan apa.


Yang santai hanya kedua senator. Mereka berdua kenal betul dengan dedengkot FSPGB ini. Tapi mereka juga memasang tampang angker. Fatur belum pernah melihat tampang keduanya semarah itu.


BRAAK!!


Hampir semua orang di ruangan itu terlompat kaget mendengar meja yang di pukul oleh Iqbasevic dengan keras. Fatur sendiri jantungnya sedetik terhenti yang membuat tubuhnya kesemutan.


"Jawab! Jangan cuman beraninya dengan buruh kecil! Bangsat kalian!" pekik Iqbasevic dengan suara bariton yang menggelegar.


Fatur melihat betapa wajah-wajah management semakin pias. Bahkan dilihatnya Ranto memegang perut dan pantat belakangnya. Mungkin mules dan ingin buang air. Hati Ranto tersenyum. 'Rasakan kau!' pikirnya.


Nyuysamzchy yang berada di samping Iqbasevic ikut berkata, "Kalian ini gagu semua atau bagaimana? Dari tadi ditanya malah planga-plongo! Gentle saja, jawab dengan jujur!,"" katanya lugas.


Mereka masih tak menjawab. Kurniawan mulai menggaruk belakang telinganya yang tak gatal. Narsih masih memilin ujung bajunya hingga koyak tak berbentuk.


"Sialan kalian! Ok! Kalau begitu, saya kasih waktu tiga puluh menit untuk memikirkan hal ini. Dan kalian harus punya alasan yang kongkrit! Jika tidak, saya bawa kasus ini ke ranah PIDANA! Biar kalian semua dipenjara!" Tegas suara Iqbasevic.


"Wah, Pidana?? Keren nih! Tapi gimana caranya?" pikir Fatur dalam hati. Ia menengok ke arah kedua senator yang mengangguk-angguk dengan pasti.  Ia jadi yakin jika para pengacara di serikatnya pasti punya cara dan celah untuk itu, apapun pasalnya.


Kemudian Iqbasenovic mengajak rombongan serikat keluar ruangan. Termasuk Fatur yang mengikuti paling belakang. Sekilas ia melihat presdir mengeluarkan saputangan dan mengelap wajahnya yang berkeringat.


Tiba di luar, Fatur dikejutkan oleh lautan manusia yang sudah berada di depan pabrik. Nampak bendera besar FSPGB dikibarkan dengan gagah. Terlihat juga banyak bendera serikat lain di situ. Semua orang menyambut yang keluar dari pabrik dengan yel yel gegap gempita.


"Hidup Buruuuuhhh!"

"Hidup Pekerja!"


Dan berbagai yel-yel yang bersahut-sahutan. Ramai sekali. Fatur melihat berkeliling, dan ia melihat lautan manusia itu tak terbatas. Ke mana matanya memandang, hanya manusia yang ia lihat. Luar biasa! Pikirnya.


Fatur jadi terharu. Ia tahu, bahwa mereka datang untuk dirinya. Solidaritas yang digaungkan selama ini ternyata dipraktekkan dengan patuh. Matanya berkaca-kaca, saat hampir semua kawan buruh memeluknya, bersalaman dengan hangat dan ikhlas. 


"Semangat, bung!" teriak Ozonolic, salah seorang orator ulung di FSPGB. "Kami semua bersama anda!"


"Hidup Fatur!!" teriaknya lagi yang disambut teriakan membahana dari segala penjuru.


"Hiduuup!"


"Hidup buruh!"


"Hiduuup!"


"Hidup  pekerja yang melawan!!"


"Hiduuup!"


Mata Fatur semakin basah. Ia sangat tersanjung dengan perlakuan mereka semua. Tak menyangka sama sekali.


Lalu di lihatnya Iqbasevic menaiki podium di mobil komando yang memang sudah diatur sedemikian rupa agar menghadap persis pintu masuk pabrik.


"Hidup buruuuh!" teriaknya memulai dengan suara khasnya yang membangkitkan semangat. Tangan kirinya mengepal ke atas.


"Hiduuup!" Jawaban membahana kembali terdengar, kali ini lebih keras. Ribuan tangan kiri meninju udara dengan semangat.


Tiga kali Iqbasevic berteriak. Tiga kali juga gema membahana terdengar. Sejenak, matahari terlihat bersembunyi di kumpulan awan. Sehingga teriakan-teriakan itu lebih terdengar bergemuruh.


Setelah semua diam. Hening. Iqbasevic melanjutkan. 


"Kawan-kawan buruh sekalian. Kita disini bukan hanya untuk bung Fatur! Tapi untuk keadilan! Perusahaan ini sangat jelas terindikasi melakukan union busting! Pemberangusan serikat pekerja!"


"Huuuuuuuu!" Teriak semua massa yang ada.


"Dan perusahaan ini telah melakukan PHK dengan cara biadab! Cara yang tak seharusnya dilakukan oleh bangsa sendiri! Mereka yang melakukan itu tak lebih hanya penjilat-penjilat kotor di perusahaan!."


Kali ini terdengar teriakan 'huuuu' yang panjang.


"Dan jika cara-cara biadab ini berhasil mereka terapkan pada saudara Fatur. Maka semua perusahaan di negara ini akan menerapkan cara biadab yang sama terhadap buruhnya!."


"Maka akan lahir penjilat-penjilat baru dari buruh yang takut melawan! Yang pengecut! Takut miskin! Tak peduli akan ketidak adilan! Tak peduli jika ada perlakuan sewenang-wenang! Banyak buruh yang hanya jadi pecundang! Bahkan tak peduli lagi dengan harga dirinya!."


"Maka jangan aneh, jika nanti ada kawan-kawan buruh yang mau saja meminum air kencing dari atasannya sendiri! Asal mereka tak di-PHK, mereka bersedia meminum air kotor itu!.  Itu maunya manajemen perusahaan ini! Sialan!"


"Huuuu!! Sialaaaaannnn!" sahut seluruh massa yang ada.


"Dan brengseknya, itu dilakukan oleh orang-orang bangsa sendiri!. Dasar penghianat!!. Jika begini kita diam atau lawan??" 


"Lawaaan!!"


"Diam atau lawan??"


"Lawaaan!!"


"Yang mau melawan angkat tangan kirinya!"


Ribuan tinju kembali mengepal ke udara.


"Hidup Buruuh!!" teriak Iqbasevic sepenuh hati.


"Hiduuuuup!!!"


Yel-yel terdengar kembali bersahut-sahutan. Mereka bertepuk tangan dengan gelora semangat yang menyala-nyala.


Namun tiba-tiba mereka dikejutkan oleh suara helikopter yang entah kapan sudah ada di udara. Banyak sekali. Suara teriakan tadi berganti dengan gemuruh suara baling-baling yang memekakkan telinga.


"Atas nama undang-undang Protokol kesehatan, anda semua kami bubarkan!." Terdengar suara dari salah satu helikopter yang mempunyai pengeras suara.


"Satu ... Dua ... Tiga ... Tembaak!!"


DHUARRR! DHUERRR! DHOORR!


Tanpa menunggu lagi, lusinan granat dilemparkan ke arah massa. Granat berisi gas air mata. Massa berhamburan! Berlarian ke sana ke mari.


Suasana bergelora namun tertib tadi berubah menjadi kepanikan luar biasa. Semua orang menyelamatkan diri masing-masing dari serangan gas yang memerihkan mata itu. Semua kalang kabut. Teriakan panik massa perempuan terdengar di mana-mana.


Brutal! 


Fatur sendiri mencoba ikut menghindar. Sekilas ia sempat melihat ke arah pabrik. Nampak rombongan manajemen perusahaan berkumpul di depan lobby. Ia melihat si presdir tersenyum-senyum puas. Beda sekali sikapnya dengan terakhir kali ia lihat di ruangan tadi.


Pak Kurniawan terlihat bertolak pinggang dengan pongah, mulutnya tertawa. Ranto dan Narsih bertepuk tangan dengan gembira. Bahkan Narsih malah memperagakan tarian Tiktok saking senangnya.


Ia lihat juga seseorang dengan jenggot panjang melambai hingga perut. Sedang bersedekap, mulutnya menyeringai licik.


Dasar bangke! Fatur hanya bisa mengutuk dalam hati dan tak sempat memperhatikan lebih lanjut karena ia terkena asap tepat saat sebutir granat meledak di depannya. Asap langsung menyerang panca inderanya. Mata, hidung mulutnya dimasuki asap yang terpaksa ia hirup.


Di Antara Union Busting dan Solidaritas Pekerja


Sesak dadanya. Nafasnya timbul tenggelam. Fatur terjatuh, ia tersandung entah apa karena matanya tak bisa ia buka saking perihnya. Tangannya menggapai siapa saja yang lewat di depannya. Namun tak mengenai seorangpun. Semakin lama, ia semakin tak bisa bernafas. Paru-parunya terkunci. Ia megap-megap!


Lalu seseorang menepuk pundaknya. Fatur masih tak mampu sadar. Orang itu mulai mengguncang tubuhnya dengan keras.


"Mas ..! Mas ...! Bangun! Istighfar, Mas!"


Sayup ia mendengar suara itu. Suara yang sangat dikenalnya. Semangatnya kembali muncul. Sekuat tenaga ia membuka matanya. Dan pertama yang ia lihat adalah Nikita! Istri yang dicintainya! Lalu ia memperhatikan sekeliling.Ternyata Ia berada di kamarnya sendiri!


Ya ampun! Ternyata itu semua hanya mimpi!

Mimpi indah yang berakhir buruk!


Fatur mengucapkan Istighfar berkali-kali. Badannya basah oleh peluh. Nikita memeluknya dengan kasih sayang mendalam terhadap suaminya.


Fatur hanya termangu.


++++++++++


Bersambung ke: Di Antara Union Busting dan Solidaritas Pekerja (Bagian 6)

Judul asli: CERITA HALU 6. 
Penulis; Yous Asdiyanto Siddik. Minggu, 21 Maret 2021.

Disclaimer:  nama jika sama hanya kebetulan belaka, tanpa menyinggung yang bernama sama dengan di cerita, maklum namanya juga HALU.

#save_ampi #StopPHKsepihak 


– BIDADARIKU – (Bagian 3)

-BIDADARIKU-

Part 3

(Sambungan dari - Bidadariku Bagian 2 - )


"Istriku penyejuk di mata dan penawar di hati"

"Jalan hidup yang terjal akan terasa mudah jika bersama teman hidup yang tepat. Khumairahku yang tak pernah menuntut tentang dunia.."

 


"Istriku penyejuk di mata dan penawar di hati"

Khumairahku, begitulah panggilan saya untuk istri, panggilan yang ternyata sangat dia sukai. Memang benar menikah adalah obat untuk hati karena di setiap saatnya mampu menenangkan hati, ibadah pun terasa lebih nikmat, bekerja lebih semangat dan hari-hari pun terasa lebih menyenangkan. 

Pantaslah rosululloh bilang menikah akan menyempurnakan separuh dari agama dan setengahnya lagi digapai bersama. Tidak tanggung-tanggung separuh dari agama guys.. cuma dengan catatan pasangan yang tepat adalah kuncinya.

Usai menikah kami sementara tinggal di rumah orang tua saya. Keunikan Khumairaku itu salah satunya ia mampu membuat orang sekitarnya itu menaruh kasih sayang dan care kepadanya. 

Seketika orang rumah dibuatnya menjadi lebih sayang kepadanya terutama bapak dan ibu yang begitu sayang kepada menantu pertamanya. Bukan hanya orang rumah, bahkan satu kampung emak-emaknya bilang "Resep bangat ama bininya si Umam, ajer ama cakep orangah." 

Sebagai suami ada rasa bangga karena tepat memilih istri seperti Khumairah yang tak hanya cantik rupa namun juga cantik akhlak.

Kami mulai merancang masa depan bersama, mulai dari rencana khumairahku yang akan melanjutkan kuliahnya dan sambil bekerja. 

Sebagai suami apapun rencananya akan saya dukung asalkan tidak bertentangan dengan syariat dan tidak meninggalkan kewajibannya sebagai seorang istri. Jadi kami memutuskan untuk menunda sementara untuk memiliki momongan. 

Seminggu setelah pernikahan kami pergi berlibur bersama ke salah satu daerah di Bogor selama 2 hari bersama teman-teman kerja saya dan keluarganya. 

Khumairahku begitu bahagia terlihat jelas di matanya karena ini kali pertama kita berlibur bersama setelah halal (sebelum nikah boro-boro  jalan-jalan, bisa ketemu aja syukur bangat 😂). 


ISTRI BEKERJA

2 Minggu menikah Alhamdulilah khumairahku diterima untuk bekerja di salah satu rumah sakit sebagai admin di sana. Dia begitu bahagia dan sangat semangat karena salah satu rencananya tercapai. " A, walaupun aku kerja aku ngga akan lepas tanggung jawab aku sebagai istri, aa ridho yah sama aku.." begitu lah ucapnya, bidadariku yang selalu berharap dan meminta suaminya ridho terhadapnya. 

Hari pertama dia mulai masuk bekerja, seperti biasa saat sebelum subuh ia bangunkan saya, hanya saja kali ini saat dia bangunkan saya utk sholat subuh ternyata dia sudah selesai menyuci pakaian dan sudah menyiapkan sarapan. 

Masyaallah.. Sholehahku.. sambil kecup keningnya dan pipinya. "Bangun jam berapa kamu sayang?," tanya ku.. "Sekitar jam 03.20 A, hehe," sambil senyum manis. 

Dalam hati bicara (barakallah gadis manja mampu berubah seperti ini) setelah sholat kita sama-sama untuk sarapan. Istriku membuatkan nasi goreng spesial katanya.. " A, nasi goreng spesial buatan aku, cuma kalo ga enak maafin aku yah a, perdana soalnya.." dan saat ku makan.. masyaallah.. Alhamdulillah saya ngga punya darah tinggi hehe.. gapapalah bukan soal rasa menurutku tapi soal menghargai, dengan melihat dia buatkan makan saja sudah luar biasa. 

Masakan yang enak bisa kita beli namun kasih sayang itu tak ternilai, karena bagi saya istri itu bukan tukang masak apalagi pembantu.  Suap demi suap saya makan dengan senyuman, "Gimana A rasanya..?" Tanya nya.. "Lah emang kamu ngga cobain khumairahku?" sambil tawa.. "Hehe ngga A.." yassalam.. pantesan aja.. dia ngga tau betapa nikmatnya nasi goreng cinta ini.. 😂

"Yauddah sini aa suapin yaah.." hap.. seketika raut wajahnya berubah sedih dan air matanya jatuh.. ga kaget sih emang cetek air mata kalo kata orang muara mah hehe. 

*Saya : Loh kenapa de..  

*Khumairahku : "Aa.. maafin aku.. ga belum bisa jadi yang terbaik"

*Saya : iishh.. kamu udah jadi istri terbaik khumairahku. Karena kalo masakan kamu enak kamu bukan istri yang terbaik de.

*Khumairahku : loh.. ko gitu A..?

*Saya : Iyah.. kalo masakan kamu enak jadinya master chef.. 😂

*Khumairahku : iih.. ga lucu.. (tapi sambil tawa)

*Saya : yauddah aa abisin dulu ini nasi goreng cintanya.

*Khumairahku : jangan a.. nanti suami aku kena darah tinggi..

*Saya : tinggal pendekin de.. 

*Khumairahku : iiisssshhh..

Selesai makan sebelum berangkat saya pergi ke kamar mandi, dan saya dapati pakaian yang telah dicuci istri. Ternyata belum bersih 😅  Sambil senyum dalam hati bilang "Melihat kamu sudah berusaha aja udah seneng aa de.." cuma demi menjaga perasaannya saya ngga komentar untuk ini.

Dan kami pun berangkat bersama. Sesampainya di tempat kerjanya ia cium tangan dan saya cium kening dia. Setiap ada waktu dia selalu memberi kabar. Dan ternyata hari itu saya pulang lebih cepat dari khumairah, langsung saya bergegas pulang ke rumah untuk mencuci lagi pakaian yang tadi pagi dia cuci dan langsung menjemurnya.

Alhamdulillah semua orang rumah mengertiin istriku dan semua tetap mencintai istriku. Selesai mencuci saya istirahat sebentar dan berangkat menjemput bidadari yang sudah menunggu. 

Di perjalanan pulang saya tanyakan bagaimana hari ini dan dia ceritain semua dari baru sampai sampai dengan pulangnya. 

*Khumairahku : Tadi aku benci banget sama laki-laki a, masa godain aku terus padahal aku jutek dan ga percaya aku udah nikah.. 

*Saya : terus kamu apain de..?

*Khumairahku : yauddah aku diemin A, ngapain aku jelaskan mendetail.

*Saya :Tampol de tadi mah.. (sambil bercanda)

*khumairahku : Iish aa mah..

Sesampainya di rumah setelah salim dengan ibu bapak dan seperti biasa dia juga cerita sama ibu bapak kejadian dia hari ini 😂. Setelah selesai khumairahku langsung ambil pakaian yang ia jemur. Daaan dia kaget ko jemuran seharian ngga kering 😂 orang rumah kompak bilang kalo tadi siang mendung dan dia percaya

Keesokan harinya berjalan seperti biasanya. Sampai ketika kita dia naik motor sendiri. Dan seperti biasa saya sampai rumah duluan. Dan tiba-tiba almarhumah pulang dan liat saya sedang mencuci pakaian. Seketika dia minta maaf dan menangis.. langsung saya peluk dan bilang ke dia, " 

Khumairahku.. Aa cari istri untuk sempurnakan separuh agama aa. Bukan mencari pembantu rumah tangga yang harus bisa masak dan mencuci, dengan liat kamu sudah berusaha saja sudah bahagia khumairahku.. " dia langsung tambah nangis dong.. 😂 aduh ya udahlah peluk aja sampai diam. Sehabis puas menangis dia katakan.. "Ada ridho kan sama aku.. aku akan terus berbenah diri demi keluarga kecil kita A.. ". 

Terima kasih banyak yah sayang.. 

simak bacaan Al-Qur'an khumairahku sambil jelaskan makhroj dan tajwidnya


NGIDAM

Malam harinya seperti biasa saya simak bacaan Al-Qur'an khumairahku sambil jelaskan makhroj dan tajwidnya. 

*Saya : pakai 'ain de bukan alif.

*Khumairahku : ..an am ta..

*Saya : an 'am ta de.. (dengan nada sedikit menekan huruf 'ain )

*Khumairahku : ko aa gentak aku 😭😭

*Saya : yassalam 😂 ngga gentak de.. (sambil peluk )

Keesokan harinya khumairahku bertingkah aneh, seperti sering muntah padahal ngga masuk angin dan sering enek liat orang makan mie instan, pas curiga hamil dia langsung tespek. Tabarokalloh.. 

Alhamdulillah.. ternyata Allah berkata lain, khumairahku hamil. Dan saat itu juga saya meminta dengan lembut untuk dia berhenti bekerja. Ternyata dia mengerti dan paham akhirnya dia berhenti demi sang calon buah hati.

Fase Masa-masa ngidam yang kudu diturutin 😂

Mulai dari minta seblak yang buat harus suaminya sampe minta telur gulung dan cilor yang lagi dimakan adenya. 

"A, kita ngontrak yuk.. aku ga enak sama ibu bapak, manjain aku banget jadi rasanya aku ga bisa Mandiri.." walaupun sedikit berat karena keadaan dia sedang hamil karena liat dia bersikeras merayu akhirnya keinginannya saya turuti. 

Kita pun mulai mencari kontrakan, dan Alhamdulillah ketemu di daerah Babelan yang notabene dekat dengan guru-guru saya dan sahabat-sahabat saya. Dan itupun rekomendasi dari salah satu sahabat saya yang kebetulan istrinya kakak kelas khumairah. Jadi makin yakin dia untuk mengontrak.

Bersambung ... 

(Cila bangun ajak main, ribet ngetiknya 😂)


Bersambung ke  - BIDADARIKU - (part 4)


_____________


Penulis: KHOIRUL UMAM
Sabtu, 20 Maret 2021