Arsip Bulanan: Januari 2021

S0604: Menculik Sang Penculik

Dia salah satu pemenang Challenge #30HariBersuara dari Komunitas ThePodcasters Indonesia lewat salah satu kreasinya yakni Podcast Penculikan. Ide podcast ini sederhana sekali sebenarnya yaitu wawancara dengan berbagai macam nara sumber. Yang berbeda adalah karena ia menggunakan konsep seperti proses interogasi di film-film kriminal. Jadilah sebuah kemasan yang sekilas seperti crime-story, tapi sebenarnya adalah wawancara. Ide inilah yang membuat para juri #30HariBersuara tertarik.

Dengarkan saja sendiri obrolan di balik layar Podcast Penculikan bersama Β Dodi “Bang Odi” Susetiadi, si pelaku penculik.

WASPADALAH! πŸ˜€

Tentang Suarane Podcast Podcast:

Suarane Podcast adalah podcast yang berbagi informasi seputar dunia Podcast dan dibawakan oleh Rane Hafied dari Bangkok, Thailand. Podcast ini bisa didengarkan di berbagai aplikasi podcast atau langsung ke website https://suarane.org. Kontak: suarane@gmail.com atau Instagram @SuaranePodcast. Mau ikut bersuara di podcast ini dalam bentuk pertanyaan atau komentar, kirim voice note via Whatsapp ke 08 7878 5050 12.

Credits: Musik yang dipakai di episode ini adalah:

Loopster by Kevin MacLeod
Link: https://incompetech.filmmusic.io/song/4991-loopster
License: https://filmmusic.io/standard-license

Send in a voice message: https://anchor.fm/suarane/message

Cerita Tentang Obat Paten Dan Obat Generik

 PATEN DAN STANDAR


Cerita Tentang Obat Paten Dan Obat Generik



Ruangan kasir rumah sakit itu terlihat sempit, mungkin tidak sampai 1 x 2 meter. Seperti loket untuk membeli karcis bioskop atau tiket kereta di stasiun. Kaca dengan lubang kecil berbentuk mulut gua menjadi satu-satunya celah untuk berkomunikasi dengan penghuni ruang sempit itu.


Seorang perempuan berusia sekitar 20 tahun sedang duduk di balik loket, menunduk, entah mengerjakan apa. Tak terlalu terlihat dari tempatku berdiri sebab terhalang penyekat tak tembus pandang.


"Permisi, Sus." Aku menyapanya dengan panggilan yang biasa dan umum ditujukan untuk pekerja rumah sakit yang perempuan selain dokter. 


Suster itu sedikit kaget, menoleh ke arahku. 


"Eh--Iya, Pak. Ada yang bisa saya bantu?," katanya dengan gerakan sopan dan senyum khas sesuai standar pelayanan pelayan garis depan.


"Saya mau tanya, tentang tagihan sementara hingga saat ini untuk perawatan istri saya."


"Oh, baik. Siapa nama pasiennya, Pak?"


"Namanya sebut saja Melati."


"Ok. Ditunggu sebentar ya, Pak." 


Suster loket itu beranjak ke ruangan dalam, menuju meja komputer. Aku duduk di ruang tunggu itu sambil memandang sekeliling. Sepi, hanya ada beberapa orang saja di ruang tunggu yang dilengkapi pendingin ruangan ini. Rapih dan bersih juga. Lantai dan perabotannya terlihat rutin dibersihkan. Yah, lumayanlah untuk ukuran rumah sakit kecil seperti ini.


Tak beberapa lama, kepala suster loket itu muncul di balik jendela kaca. "Pak, ini tagihannya atas nama sebut saja Melati." katanya sambil menyodorkan selembar kertas print out tagihan.


Aku menghampiri loket dan kuambil kertas kecil yang bertuliskan angka-angka itu. 


"Whaatt!!?." Jumlahnya gede banget! Untuk ukuranku yang hanya tukang ojek, jumlah segitu bisa menguras tabungan hasil ojek selama 5 bulan,! kataku dalam hati. 


Masalahnya, aku gak sempet nabung. Penghasilan ojek hanya cukup untuk keperluan sehari-hari. Boro-boro untuk menabung atau membayar premi asuransi kesehatan.


Setelah berhasil menenangkan pikiran, kutatap suster yang diam saja melihat kekagetanku.


"Yang bikin mahal apa ya, Sus?," tanyaku penasaran.


"Oh, kalo dilihat dari daftarnya, yang bikin harga tinggi itu obat-obatan, saya juga kaget lihat harga obatnya yang mahal," kata Suster loket sambil memandangku, ada empati di sinar matanya.


"Maksudnya gimana, Sus?," kejarku yang benar-benar tidak dapat mencerna kata-kata suster muda ini.


"Sebaiknya, bapak tanya saja ke ruang perawatan kamar, biar lebih jelas. Kalo saya hanya kasir pak, hanya tahu jumlah tagihan," hindar suster muda ini. Sekilas sempat kubaca nama di bajunya.


Aku mengangguk, "Ok baik, saya akan tanya ke sana. Terima kasih ya, Sus."


"Sama-sama, Pak."


Aku berlalu dari bagian kasir, langsung menuju lantai dua tempat istriku di rawat. Ada Ruang Perawat di sana.


****


Ruangan para perawat jaga terletak di sudut gang tempat lalu lalang pasien/pengunjung. Di situ ada  4 orang perawat yang sedang duduk, berkutat dengan entah apa. 


"Permisi, Sus." Aku menyapa mereka. Keempatnya kompak mendongak, ada juga yang kaget sambil menyembunyikan ponselnya. 


Bruder, perawat yang laki-laki menyahut, "Ya, pak. Ada yang bisa dibantu?."


"Begini mas, tadi saya dari bagian kasir, menanyakan tagihan sementara untuk perawatan istri saya." Aku diam sejenak. Bruder dan tiga orang suster juga diam menyimak.


"Tagihannya ternyata lumayan besar, padahal istri saya baru masuk jam 11 siang kemaren, sampai hari ini jam 2 siang, hanya satu  hari lebih dikit, atau 26 jam saja."


Mereka masih diam tak menanggapi.


"Menurut kasir yang bikin mahal adalah tagihan obat-obatan, benarkah demikian?." Aku sengaja menekannya di bagian kata "obat-obatan" seperti yang disampaikan oleh kasir muda tadi.


"Oh, kalo boleh tau, pasien pake jaminan apa pak?," tanya si mas Bruder.


"Saya bayar mandiri, kartu BPJS saya gak bisa digunakan," kataku lemah.


"Oh gitu ya, Pak. Memang obat-obatan untuk pasien yang bayar mandiri, diberikan  yang bagus dan paten yang bikin cepat sembuh, jadinya mahal, sama dengan pasien peserta asuransi," Bruder itu menjelaskan dengan ringan. 


Penjelasan yang ringan itu terasa berat bagiku. Aku hanya terbengong-bengong mendengar itu. 


"Kalo ada pasien yang pake BPJS, dikasih obat yang sama?," tanyaku penasaran.


"Oh enggak pak, harga obat disesuaikan dengan tarif di BPJS, biasanya lebih murah." jawab si Bruder dengan entengnya.


"Berarti dikasih obat yang gak paten?."


"Iya, obatnya yang standar, obat generik."


Aku tambah pusing. Obat standar? Obat Generik? Obat paten? untuk orang sakit?.


Aku ngeloyor pergi sambil mengucapkan terima kasih. Setelah menghubungi sana-sini terkumpul dana sumbangan dari keluarga. Akhirnya diputuskan membawa pulang istriku yang belum sembuh benar. Di rawat di rumah. Sambil mencari celah untuk mendapatkan kartu sakti guna berobat gratis.


Beruntung punya kawan-kawan yang hebat-hebat, mereka mau membantu. Semoga berhasil.


****


Inget tetanggaku yang seorang kontraktor, pernah bilang saat nge-cor jalan perumaan. Cor yang mahal kualitas campuran dan obatnya lebih paten. Jadi kering lebih cepat dan awet puluhan tahun.


Beda dengan Cor-an yang murah, kering lebih lama, dan gampang hancur. 


Omaygat!



_________________
Penulis: Yous Asdiyanto Siddik 
Selasa, 11 Februari 2020


Cerita Tentang Obat Paten Dan Obat Generik


*Catatan editor mengenai Obat Paten dan Obat Generik*

Obat generik adalah obat-obatan yang sudah habis masa patennya. Oleh sebab itulah jenis obat generik dapat di produksi oleh hampir seluruh perusahaan farmasi yang ada tanpa harus membayar royalti. 


Obat generik dapat dijual dengan harga yang jauh lebih murah karena ada dua faktor yang mempengaruhi hal tersebut, yakni karena memproduksi obat generik tidak membutuhkan biaya untuk riset atau penelitian (RND) serta tidak membutuhkan biaya untuk pematenan obat atau membayar royalti kepada pemilik atau pemegang hak paten. 


Obat generik sendiri ada 2 jenis. Yakni obat generik bermerk dan obat generik berlogo


Obat Generik Berlogo (OGB)

OGB atau obat generik berlogo adalah obat yang diberi nama sesuai dengan kandungan zat aktif yang dikandung. Sebagai contoh obat antibiotik seperti amoksisilin. Pada obat generik berlogo atau OGB, maka nama pada kemasannya adalah Amoksisilin tanpa ada nama lain di bagian belakang nama obat tersebut.


Obat Generik Bermerk

Sedangkan obat generik bermerk adalah obat generik yang dinamai sesuai dengan keinginan dari produsen farmasi yang memproduksinya. Contohnya pada obat antibiotik seperti amoksisilin di atas tadi. Misalnya sebuah perusahaan BP memproduksi obat tersebut, maka nama pada obat tersebut akan menjadi Amoksisilin BP pada kemasannya.


Obat generik bermerk lebih mahal karena menggunakan kemasan yang lebih baik sesuai dengan keinginan produsennya. Perbedaan lainnya dengan OGB juga pada beberapa zat tambahan serta zat pelarut yang digunakan pada racikan obat tersebut. Pada sebagian jenis obat generik bermerk, biasanya akan ditambahkan zat yang akan mengurangi aroma yang kurang sedap dari obat.



Pengertian Obat Paten

Berbeda dengan obat generik, obat paten adalah obat baru yang diproduksi serta dipasarkan oleh sebuah perusahaan farmasi yang sudah memiliki hak paten terhadap produksi obat baru tersebut. 


Hal tersebut tentu saja dilakukan menurut serangkaian uji klinis yang telah dilakukan oleh pihak perusahaan farmasi tersebut. Tentunya disesuaikan dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan secara internasional. Sehingga obat yang telah diberikan hak paten tersebut tidak dapat diproduksi hingga dipasarkan oleh berbagai perusahaan farmasi lainnya tanpa seizin perusahaan farmasi yang memiliki hak paten. 


Izin produksi ataupun pemasaran akan diberikan kepada perusahaan farmasi lain dengan pembayaran royalti, besaran biaya royalti inilah yang membuat harga obat tersebut menjadi mahal.


Masa berlaku hak paten di Indonesia adalah 20 tahun. Dan saat masa hak paten tersebut habis, maka pihak perusahaan farmasi pemilik paten tersebut tidak dapat memperpanjangnya kembali. 


Jenis obat yang masa patennya telah habis tersebut dapat diproduksi kembali oleh perusahaan farmasi lain dalam bentuk obat generik bermerk atau obat generik berlogo.





5 Alasan Mengapa Podcast (Cocok/Tidak Cocok*) Buat Para Blogger

*Coret yang tidak perlu

Artikel blog ini saya persembahkan untuk Kumpulan Emak-emak Blogger (KEB) yang tahun ini menyambut usianya yang ke 9. Selamat ulang tahun ya, Mak! πŸ™‚ Sukses terus!!

Tidak semua orang cocok dengan podcast! Karena itu alih-alih mempromosikan podcast, di kesempatan ini saya akan memaparkan 5 alasan mengapa podcast mungkin saja cocok atau tidak cocok buat para blogger.

Pada akhirnya teman-teman blogger sendiri yang nanti akan bisa memutuskan setelah menyimak ke lima poin berikut ini! πŸ™‚

~~~

1. PODCAST ITU PERLU SUARA

Suara saya jelek, suara saya cempreng kayak Donald Bebek. Ih, geli denger suara sendiri! Amit-amit deh!

Terlalu sering saya mendengar komentar-komentar seperti ini, dan tanggapan saya selalu sama: MEMANG!

..eh gimana? gimana?

Ya memang aneh! Tapi ada alasannya. Alasan paling sederhana adalah karena kita jarang sekali mendengarkan rekaman suara kita sendiri. Jangankan suara, buat yang hobi selfie, coba lihat kamera ponsel sendiri dan perhatikan seberapa banyak kita mengambil foto kita sendiri dari berbagai sudut, karena merasa ada yang kurang pas. Padahal kita sudah monyongin mulut sana sini, mata dipelotot-pelototin! Kenapa terasa tidak pas, karena foto tidak pernah seindah aslinya. Foto akan selalu dipengaruhi oleh sudut pengambilan, cahaya, sudut pandang dan itu semua sering menipu mata kita sendiri

Alasan kedua, dan ini ilmiah sekali! Suara kita terdengar lewat dua cara. Pertama lewat gelombang suara yang ditangkap gendang telinga yang cenderung memiliki nada tinggi. Kedua lewat getaran di dalam tempurung kepala yang ditangkap dengan nada yang cenderung terdengar rendah atau ngebas! Tapi ketika kita mendengar rekaman suara kita sendiri, yang terdengar hanya suara nada tinggi itu dan itu sering ditafsirkan sebagai cempreng!

Seorang teman yang kebetulan adalah Komunitas Voice Over, Dubber dan Announcer Indonesia (KVDAI) pernah bilang begini:

Tidak ada suara yang jelek! Yang ada hanyalah suara yang tidak terlatih!

Arief Budiman, Presiden KVDAI

Bagaimana melatih suara? Paling sederhana adalah dua hal berikut ini:

a. Intonasi: Nada suara tinggi atau rendah, pelan atau cepat.
b. Artikulasi: Pengucapan kalimat yang harus jelas.

Kedua hal tersebut sebenarnya sudah sering kita latih di keseharian. Wahai para emak, mari kita coba praktekkan kedua hal itu, misalnya saat bicara kepada anak yang malas makan atau kepada si babeh yang baru beli Play Station 5 πŸ™‚ Rasanya otomatis langsung intonasi dan artikulasi akan terbentuk sendiri, karena kita ingin pesan kita ditangkap.

“Adek, ingat ya. Kalau kamu malas makan, nanti sakit loh. Kalau sakit, nggak bisa jalan-jalan ke Dufan, kan?”

“Oh gitu ya.. Harga Play Station 5 cuma satu juta ya. Dipikirnya Mamah gak tau harga, apa?”

~~~

2. PODCAST ITU PERLU ALAT

“Podcast itu perlu alat. Mahal, tau! Mikrofon aja udah berapa? Belum mixer. Belum studio kedap suara!”

Ini betul sekali! Sangat betul! Ada yang pernah dengar atau nonton podcastnya Om Deddy Corbuzier? Mari kita lihat harga alat yang kelihatan di gambar ini saja ya

Headphone yang dipakai itu adalah Audio Technica ATH-M50x yang harganya Rp.2 juta. Mikrofonnya adalah Shure SM7B yang rata-rata harganya mencapai Rp. 7 juta. Mic-standnya sepertinya adalah Rode PSA1 yang harganya Rp.1.5 juta. Jadi total yang kelihatan di gambar itu saja sudah 10.5 juta. Kalikan dengan jumlah tamunya. Itu belum termasuk audio mixer dan komputernya ya.

Masih mau bikin podcast?

Tunggu! Jangan langsung mengambil kesimpulan sebelum kita lanjut dengan yang satu ini.

Oke, sekarang mari kita lihat satu contoh podcaster lain. Dia ini salah satu podcaster ekslusif dari Spotify, salah satu platform streaming musik dan podcast terbesar di dunia.

Podcast Rintik Sedu Selalu ada di peringkat-peringkat atas podcast yang paling banyak pendengarnya di Spotify. Nah, alat apa yang dia pakai? Kalau didengarkan dari ciri suara dan musik yang dia pakai, Mbak Rintik Sedu ini modalnya cuma ponsel dan aplikasi yang namanya Anchor! Berapa sih harga ponsel sekarang? Silakan hitung sendiri deh. Yang di kisaran sedang saja harganya bisa jadi belum menyamai harga satu mikrofonnya Om Deddy πŸ™‚

Masih mau bikin podcast?

~~~

3. PODCAST ITU RIBET!

“Podcast itu kan ribet. Harus direkam di ruang kedap suara, terus edit, masukin wawancara, masukin musik, sound effect… Ah, pokoknya ribet! Enakan nulis deh. Tinggal ketik, publish, beres!”

Betul sekali!!! Idealnya podcast memang harus punya semua unsur itu. Ada musik pembuka, di edit yang rapi, kalau perlu ada sound effect dll. Biar lebih menarik, toh?

Tapi coba lihat lagi poin kedua tadi, yang cerita tentang Mbak Rintik sedu, podcaster top Indonesia sekarang. Dia rekamnya pakai ponsel dan aplikasi kok. Ada musik pembuka dan musik latarnya juga, kan?

Begini saja. Coba ambil ponsel yang rasanya nyaris selalu ada di tangan kita itu, download dan install aplikasi yang namanya Anchor** di PlayStore atau AppStore, registrasi terus langsung coba rekam dan upload.

**Disclaimer: saya bukan promosi aplikasi Anchor atau Spotify. Tapi rasanya belum ada aplikasi yang selengkap itu saat ini. Jadi, mau gimana lagi? πŸ™‚

~~~

4. PODCAST ITU BELUM BISA DIDUITIN!

“Podcast itu belum bisa diduitin, dicuanin! Kalau blog kan bisa jadi buzzer atau influencer, dapat duit kan?”

Betul!

Ambil contoh podcast di Anchor atau Spotify yang rasanya masih merupakan platform podcast nomor satu di Indonesia saat ini! Di Indonesia mereka belum punya sistem monetisasi seperti halnya Youtube. Namun sistem itu sudah ada di tempat kelahirannya di Amerika. Melihat jumlah channel podcast Anchor di Indonesia yang terbanyak ke 3 di dunia, bukan tidak mungkin suatu saat sistem itu akan masuk. Sabarlah! πŸ™‚

Masih mau punya podcast?

Di blog memang banyak kan cara untuk mendatangkan cuan? Bisa pasang ad-sense di blog, atau jadi buzzer dan influencer yang rajin memberikan testimoni produk dan lain sebagainya.

Namun di podcast pun banyak cara untuk mendatangkan cuan. Berikut ini contoh hasil survei tahun lalu di Amerika terhadap sejumlah cara yang dipakai para podcaster untuk menghasilkan uang.

Saat ini di Indonesia sendiri sudah banyak podcaster yang mendapatkan penghasilan dari podcastnya, baik dengan mengiklankan produk dari brand atau sekadar menjadikan podcastnya sebagai portfolio keahliannya yang secara tidak langsung menghasilkan juga.

Masih mau jadi podcaster?

~~~

5. SAYA KAN BLOGGER!

Sori deh. Saya kan sudah lama jadi blogger. Sudah tahunan, loh. Ngapain pindah jadi podcaster? Lagian saya lebih nyaman menulis. Blog saya juga sudah mendatangkan penghasilan juga kok”

Bagus dong! Konsistensi itu penting bagi para konten kreator!

Tapi bagaimana kalau saya bilang podcast itu bisa melengkapi blog kalian?

Nah, sekarang bayangkan artikel-artikel blog kalian bukan hanya berisikan tulisan-tulisan yang memang sudah keren itu, tapi juga ada versi audionya. Jadi orang yang tidak sempat membaca artikel-artikel blognya, bisa mendengarkan audionya, kan? Pembaca blog kita bisa tetap mengkonsumsi tulisan-tulisan kita sambil beraktifitas, entah sedang mengemudi, sedang kerja, sedang berolahraga, atau sedang masak. Bukankah itu menjadi nilai tambah bagi blog kalian?

Mau nilai tambah lain? Yang paling sederhana begini saja. Coba download aplikasi podcast di ponsel, lalu cari artikel-artikel blog lama kalian, rekam dan bacakan, lalu publish. Setelah itu tinggal pasang di bawah artikel kalian, lengkap dengan playernya. Keuntungannya, blog kalian jadi lebih kaya fitur dan artikel-artikel lama itu bisa kembali terekspose ke audience.

Come on. Coba aja dulu. Kalau nggak nyaman tinggal hapus. Gratis ini kok.

Oya, buat yang sedang mengakses tulisan ini di website, tidak sempat melanjutkan baca artikel ini karena terlalu panjang dan karena terpotong kesibukan pekerjaan, atau lagi di jalan, atau anak minta ditemani tidur, atau sudah waktunya masak, artikel di blog ini juga tersedia dalam bentuk audio kok. Tinggal pasang headphone dan klik player di bawah ya lalu lanjutkan beraktifitas. πŸ™‚

~~~

Nah, dari 5 poin yang saya ceritakan tadi, silakan teman-teman memutuskan sendiri apakah podcast memang cocok untuk kalian atau tidak.

Kalau tertarik, mari kita bicara! πŸ™‚

.

Bangkok, 16 Januari 2021

Rane

Obrolan Menjelang Siang di Pelataran Ruko Kosong

Obrolan Menjelang Siang di Pelataran Ruko Kosong

Akhirnya, ada juga yang menanyakan hal menyeramkan itu. Padahal sudah gak mau dengar lagi masalah bangsat kayak gitu. Gini ceritanya.

Rehat di pelataran ruko kosong. Di situ sudah ada beberapa kawan ojol yang sedang duduk-duduk. Ada yang memejamkan mata sambil duduk bersandar ke dinding, berusaha tidur. 

Ada yang asyik memainkan hp, ane intip sekilas, ternyata sedang main game domino, game favorit ojol. Ada yang berkumpul bertiga mengelilingi ponsel sambil cekikik lirih. Ane tebak, pasti main Ludo.

Ane hampirin ojol yang di pojokan, sedang melamun dia. 

"Ramai?" tanya ane sambil mengajaknya bersalaman.

"Ramai bang.... Jalannya mah" jawabnya sambil nyengir sumbang menyambut uluran salam tangan.

Ane ikutan sumbang nyengir, basa-basi.

"Ngelamun bae ah, ntar kesambet jin ruko lho..." kata ane nyoba becanda.

Dia hanya mendengus lirih. Gak peduli Ama candaan ane. Garing kali ya?

"Kenapa sih? Galau amat? Order mah gak usah dipikirin, ntar ge kalo rezeki mah tuh hape bunyi sendiri. Minum?" nyerocos ane sambil nawarin air mineral yang tinggal separuh.

Dia menggeleng pelan. Ane tau diri. Mungkin ini ojol tipe pendiam. Ane diem aja, sambil sandaran di tembok. Setelah beberapa saat, mata ane mulai terbius hawa ngantuk. Tiba-tiba dia bertanya.

"Abang punya kartu BPJS?" tanyanya ngagetin.


Kayak petir di siang bolong mendengar pertanyaan itu, ane kaget bukan kepalang. Badan langsung meriang, kepala cekot-cekot, hawa tubuh mendadak panas 100Β° C, rasanya kayak iblis kepanasan yang akibat disembur ayat-ayat suci. Nafas ane memburu, tersengal. Setelah 7 kali ambil nafas panjang, yang sekali campur tanah, emangnya kena najis? akhirnya ane jawab.

"Punya sih, cuman gak aktif."

"Wah sama bang, punya ane juga udah 3 tahun gak aktif. Nunggak. Sampe sekarang belum sanggup bayar."

"Sama ane juga.. belum sanggup bayar."

"Gila ya bang, saya harus lunasin tagihan yang sampe 5 jutaan," kata dia, nadanya kesal. Dia meremas tangannya berkali-kali.

"Iya...emang gila," jawab ane sekenanya. Males ngomongin masalah bangsat kayak gini.

"Mana istri saya lagi sakit bang, gak tau parah atau enggaknya, semalam saya bawa ke dokter kampung, bayar 55 ribu buat beli obat sekalian. Untung bisa tidur setelah saya pijit dan usap-usap punggungnya," katanya sambil ikut bersandar di dinding, kakinya selonjoran.

"Sekarang kondisinya bagaimana? Baikkan kah?," tanya ane nyoba berempati.

"Tadi pagi panas banget, ane beliin bubur gak dimakan, nangis mulu nahan sakit. Ane bingung harus bagaimana. Tadi sebelum berangkat ane minta tolong tetangga buat jagain sampe ane pulang. Bocah kan harus sekolah bang. Abis anter bocah ane langsung mlipir, ini baru dapet 2 trip, jarak deket, sekarang malah anyep," jawabnya panjang lebar.

Ane terdiam. Melirik ke jam di hape, saat ini pukul 10.15. kalo dia berangkat jam 6.30 waktu anak sekolah, 2 trip jarak dekat berarti baru sekitar 20 ribuan dia dapat. 

"Saya mo bawa istri ke rumah sakit rencananya sore ini, makanya saya ngarepin dapet banyak hasil hari ini, cuman yaahhh...udah jam segini malah anyep," keluhnya sedih.

Ada rasa ngilu di hati ane dengerinnya. Kuping ane seperti denger suara kuku yang digaruk di lembaran seng, sresekkk....sresekkk...." seperti itu ngilunya.

"Sabar bang.... Jangan banyak ngeluh, ngeluh itu hanya berasal dari rayuan iblis lho.."  kata ane. Malah kaget sendiri ane, kenapa ngomong gituan. Hadeuhh...

Sontak dia berpaling, natap ane, matanya tajam, terlihat gusar.

"Sabar udah jadi darah daging saya bang, jangan ngajarin masalah sabar ke orang seperti saya! Kalo saya gak sabar, sudah saya ambil parang di dapur, saya rampok bank di depan kita itu!!," ketusnya.

Wuaduhhh.....ane ingin narik ucapan barusan, nyesel juga, hanya bisa garuk-garuk kepala. Ane terdiam. Dia juga diam. Kami diam-diaman. Halahhh...

"Bang..." Dia membuka suara duluan.

"Hmmm...." Jawab ane. Deuh malah jadi kayak orang pacaran. Geli sendiri.

"BPJS itu bukan buat kita ternyata ya?" 

"Ehm..maksudnya?" tanya ane bingung. Kulirik dia masih meremas jarinya.

"Iya, BPJS bukan buat orang miskin kayak kita. Lihat saya, tunggakan BPJS belum terbayar, dianggap hutang. Lah kabarnya mulai tahun depan iuran BPJS dinaikkin...."

Ane diam sambil merem. Malas dengerin kata bangsat itu lagi.

"Itu artinya secara gak langsung kita disuruh mati bang! atau kita dilarang sakit! Dan kalo ane terpaksa sakit sedikit parah aja, mendingan bilang ama dokter minta disuntik mati aja, biar gak ngerepotin keluarga. Tinggal kubur. Beres. Itu maunya pemerintah kita kali ya bang? Biar yang idup orang kaya semua?!"

Glek!

Ane coba telan ludah. Gak bisa. Kerongkongan kering. Tiba-tiba bibir terasa pahit. Kepala berkunang-kunang. Ane hanya tutup kuping dengan kedua tangan keras-keras. 

Gak mau denger lagi !!!


_________________
Penulis: Yous Asdiyanto Siddik 
Senin, 9 Desember 2019



Angry Birds Blues: Tontonan Baru Yang Tidak Membosankan

 

Sumber Gambar: Cartoongoodies.


Angry Birds Blues: Tontonan Baru Yang Tidak Membosankan. Mungkin Youtube merasa kasihan pada saya. Mungkin. Lingkaran setan tontonan malam masih berputar pada yang itu-itu juga. Upin-Ipin, Larva, Zig and Sharko, Oggy and the Cockroaches, Shaun the Sheep, sampai kadal gurun Oscar's Oasis. Yang herannya kalau saya ketiduran, pas bangun, tahu-tahu layar telepon genggam malah menayangkan gamers lagi streaming nge-game. Uwuuu. Beruntunglah dia. Anyhoo, rasa kasihan itu kali ya yang membikin Youtube kemudian merekomendasikan video menarik yang satu ini. Terpampang nyata di time line Youtube. Video yang sukses membikin saya terbahak-bahak pada suatu malam, dan pada malam-malam berikutnya, meskipun menonton video yang sama berulang kali. Ya, Angry Birds Blues menjadi tontonan baru yang tidak membosankan.


Baca Juga: Corona Membikin Saya Teringat Sama Filem-Filem Ini


Untuk sesuatu yang sudah menghibur, menurut saya pribadi, adalah lumrah kalau saya berbagi dengan kalian semua tentang tontonan baru yang satu ini. Jadi, mari kita cari tahu tentang Angry Birds Blues.


Angry Birds Blues


Bersumber pada Wikipedia, Angry Birds Blues adalah serial televisi animasi komputer Finlandia yang dibintangi oleh the Blues (Jay, Jake, dan Jim) dan Hatchling yang muncul di The Angry Birds Movie. Dianimasikan dengan gaya yang sama dengan filmnya, film ini diproduksi oleh Rovio Entertainment bersama dengan perusahaan afiliasinya Kaiken Entertainment, dengan Bardel Entertainment menyediakan animasinya. Serial ini ditayangkan perdana pada 10 Maret 2017 di saluran Toons.TV, sebelum melanjutkan di saluran YouTube resmi Angry Birds setelah Toons.TV ditutup.


Triplet


Karakter utama Angry Birds Blues adalah triplet atau kembar tiga anak burung. Saya menulis anak burung, karena mereka belum bisa dikatakan remaja apalagi dewasa. Mereka tidak seperti Private, Kowalski, Skipper, dan Rico dari The Madagascar Penguins. Dunia mereka adalah dunia anak-anak yang nakal, pintar, dan selalu punya rencana (entah rencananya berhasil atau tidak). Kembali lagi pada triplet itu, ketiganya benar-benar identik kayak Upin dan Ipin, dengan bulu biru menggemaskan. Jadi, apa yang menjadi pembeda? Warna mata! Jake, Jay, dan Jim dibedakan oleh warna mata mereka. Dikatakan Jay memiliki iris biru, Jake memiliki iris hijau, dan Jim memiliki iris cokelat. Jay adalah pemimpin The Blues. The Blues disuarakan oleh HeljΓ€ Heikkinen, Vilppu Uusitalo dan Vertti Uusitalo dalam seri ini. Jay adalah pemimpin blues dan akan disuarakan oleh JoJo Siwa di The Angry Birds Movie 2.


Kocak dan Konyol Tiada Batas


Ada 30 (tiga puluh) epidose berdurasi pendek dari Angry Birds Blues Season 1. Meskipun tidak nampak di setiap episode, tapi setiap kali mereka memesan barang dari katalog, maka jasa pengiriman paket bernama Mighty Eagle Express. Dikirim sekedip mata, kotak kayu jatuh dari angkasa, brung. Seperti main sulap. Hahaha. Namanya juga kartun kan ya. Semua episodenya kocak dan konyol tiada batas. Tapi ada dua yang bikin saya terbahak-bahak bahkan setelah saya berada di kantor. Judulnya Trampoline Rescue dan On Target. Coba deh kalian menonton dua episode ini. Saya sangat merekomendasikan Angry Birds Blues pada kalian, terutama ditonton setelah pulang ke rumah, sedang bersantai melepas penat.


Baca Juga: Pariwisata Nusantara


Dan kita tiba pada pertanyaan: mengapa saya sangat menyukai kartun? Orang-orang bahkan pernah melabeli saya: terlambat puber. Entahlah. Sejak dulu saya suka menonton kartun. RCTI pernah menayangkan kartun berbeda secara maraton di Minggu pagi hingga siang. Anak 90-an pasti tahu. Bagi saya kartun bukan sekadar tontonan bocah semata. Kartun, kalau kita jeli, menyelip pesan-pesan yang ditugaskan pada orangtua untuk mengurainya. Makanya kalau bocah menonton kartun bareng orangtua, saya rasa itu bagus, karena orangtua dapat menjelaskan ini itu ... apa yang sebenarnya dimaksudkan oleh kartun yang ditonton bareng itu.


Well, selamat menikmati akhir minggu :)


Have fun!


Cheers.

Kurang Bijak Membanding-Bandingkan Antara Single dan Double


Kurang Bijak Membanding-Bandingkan Antara Single dan Double. Saya percaya Tuhan mengirimkan manusia ke bumi untuk mengemban misinya masing-masing. Kerajaan Inggris selalu welcome dengan calon menantu perempuan atau menantu perempuan yang berasal dari keluarga bangsawan, dan berkulit putih. Lalu Meghan Markle pun datang. Saya pikir, dia memang ditugaskan Tuhan untuk mendobrak pintu besar bertulis 'menantu perempuan kami harus bangsawan dan berkulit putih'. Bahkan, Meghan Markle bersama-sama Pangeran Harry kemudian memutuskan untuk hidup mandiri. Keluar dari kehidupan British Royal Family. Banyak mulut ternganga; tempat lalat bertelur. Mahatma Gandhi ditugaskan Tuhan untuk menjadi pemimpin gerakan kemerdekaan India: pembangkangan sipil tanpa kekerasan. J. K. Rowling mengemban tugas menciptakan dunia sihir fiksi dengan tokoh sentral Harry Potter, menghibur dan memberi warna baru bagi para pembaca. 


Baca Juga: Jangan Mengeluh: Hidup Memang Penuh Warna dan Cerita


Misi/tugas yang diembankan Tuhan pada umatNya berbeda-beda, termasuk dalam urusan status: single atau double. Orang-orang single gerah dengan pertanyaan cukup menegangkan ini: kapan menikah? Pertanyaan itu melewati satu pertanyaan awal: sudah punya calon isteri/suami? Pertanyaan kapan menikah ibarat emak bikin lumpia tanpa proses membikin kulit lumpia. Tahu-tahu sudah jadi. Dan pertanyaan itu merupakan serial killer terparah yang ada di muka bumi. Dimulai dengan kapan menikah, dilanjutkan dengan kapan punya momongan, kapan si kakak punya adik, anak-anak disekolahkan di mana, dan seterusnya. Yang tidak pernah ditanyakan adalah kapan bercerai dan kapan meninggal dunia. Haha.


Setiap manusia mengalami banyak peristiwa dan pengalaman hidup yang menjadi fondasi mereka terus single atau kemudian double. Percaya tidak percaya, banyak manusia di muka bumi ini yang diberi tugas oleh Tuhan untuk menaiki bahtera rumah tangga. Begitu mudah dipertemukan dengan seseorang, dengan mudah dicintai dan disayangi oleh seseorang, dan kalau beruntung kemudian menikah. Hidup bahagia selamanya seperti cerita dari negeri dongeng. Ada pula yang begitu mudah dipertemukan dengan seseorang, dengan mudah dicintai dan disayangi oleh seseorang, namun kemudian memilih untuk tidak melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan karena alasan-alasan tertentu. Alasan-alasan ini kadang menimbulkan trauma bagi manusia, lalu memilih untuk single forever. Tuhan juga memberi tugas untuk orang-orang yang tidak semudah itu menemukan seseorang: dicintai, mencintai, disayangi, menyayangi, bahkan hingga akhir hayatnya.


Kurang bijak memang jika kita membanding-bandingkan antara single dan double. Single bukan berarti tidak laku. Bisa saja dia adalah orang yang begitu mudah bertemu seseorang. Saking mudahnya, dia belajar dari pengalamannya itu. Pengalaman mengajarkannya untuk tetap single. Tapi, ada orang yang memang sadar bahwa tugasnya di bumi masih belum sampai pada urusan men-double-kan diri dengan orang lain. Seorang pengurus panti asuhan, yang begitu menyayangi anak-anak panti tersebut, tentu akan sangat berat menikah, jika setelah menikah dia harus meninggalkan panti asuhan. Secara moral dia tidak tega meninggalkan anak-anak panti diurus oleh orang lain yang belum tentu kapasitas sayangnya sama dengan dirinya. Betapa mulianya. Alasan yang tidak diketahui khalayak ini kemudian menjadikan si pengurus panti sebagai pusat hujatan. Dasar tidak tahu untung, sudah diajak menikah, malah ditolak. Come on, it's not fair.


Iya, tidak adil. Karena, tahukah orang-orang bahwa di luar sana banyak single yang berdoa meminta jodoh tetapi belum juga dikabulkan oleh Tuhan? Kembali pada Tuhan dan tugas-tugas yang diembankanNya pada setiap manusia, apakah kalian berani menyalahkan Tuhan karena seseorang terus single selama hidupnya? Atau, kalian lebih suka melihat single menerobos batas, menikah hanya karena memaksa dirinya bunting duluan? No, no, no. Jangan. Biarkan single menikmati kehidupannya, sama seperti single membiarkan kalian menikmati hidup kalian. Anyhoo, saya menulis 'bunting duluan' bukan hanya berkonotasi pada perempuan, tetapi juga pada laki-lakinya. Bunting tidak hanya terjadi begitu saja seperti lumpia tanpa proses membikin kulit lumpia kan


Baca Juga: Sebuah Seni Untuk Melepaskan Sesuatu Yang Bukan Milik Kita


Maka, mari kita coba untuk berhenti membanding-bandingkan. Manusia yang memilih single itu sama-sama berdayanya dengan manusia yang kemudian menjadi double (couple). Masing-masing bertanggungjawab pada diri mereka, pada kehidupan mereka, dan mungkin pada orang-orang lain di sekitar mereka. Jangankan membandingkan single dan double, masih banyak orang yang membandingkan pasangan yang satu dengan pasangan yang lain. Pasangan A punya lima anak, pasangan B belum dikaruniai anak tapi memilih untuk memelihara banyak hewan peliharaan seperti kucing atau anjing. Masiiiih juga mereka dibanding-bandingkan. Hahaha. Kan kasihan, itu mulut atau comberan


I'm single and very happy ~ Oppie Andaresta. 


Saya tidak berharap para single bersorak-sorai merayakan tulisan ini. Karena, para single pun kurang bijak jika membanding-bandingkan dirinya dengan orang-orang yang memilih menjadi double (couple). Hidup itu seimbang.


#LifeBeginAtForty


Cheers.

Breaker+Twitter=Masa Depan Podcast?

Masa depan podcast di 2021 bakal makin seru nih! Breaker, salah satu platform distribusi podcast dengan fungsi jejariang sosial kemarin mengumumkan bergabung dengan Twitter. Serius, lo gak salah dengar: Twitter!

Menurut founder dari Breaker, Leah Culver dan Erik Berlin, langkah itu diambil karena mereka percaya pada masa depan komunikasi audio. Apa ini berarti Twitter bakal punya fitur baru setelah memperkenalkan fitur Voice Tweet untuk pengguna iOS di bulan Juni 2020 lalu? Hmmm…

Usut punya usut, Twitter sejak Desember lalu sudah memberikan sedikit bocoran tentang fitur yang disebut sebagai Spaces!

Sumber: @TwitterSpaces

~~~

Nasib Breaker

Sedihnya, seiring pengumuman ini aplikasi Breaker malah bakal ditutup per 15 Januari 2021 ini juga. Padahal Breaker adalah salah satu aplikasi podcast yang keren, karena mereka menggabungkan fitur jejaring sosial. Mereka menyebut diri sebagai Social Podcast. Jadi sambil mendengarkan podcast lewat Breaker, pendengar juga bisa berinteraksi antar sesama mereka. Malah Breaker sendiri ternyata juga sudah punya fitur hosting podcast yang gratis, mirip Soundcloud dan Anchor!

Jadi kalau kalian pengguna Breaker, segera export subscription podcast kalian atau kalau sudah menggunakan Breaker untuk hosting, buruan ekspor audinya. Breaker malah menyarankan untuk pakai Anchor haha.

Eits! Jangan nyengir senang dulu, Anchor! Ide Spacesnya Twitter ini bisa jadi mirip dengan kalian di masa-masa awal, loh.

~~~

Menebak-nebak Wujud Twitter Spaces

Tidak banyak yang bisa kita tahu saat ini tentang seperti apa wujud mahluk bernama Spaces. Hingga kini mereka baru memberi akses uji coba ke beberapa orang terpilih, sekaligus untuk menjaring masukan.

Tapi kalau kita kepoin akun Twitternya Spaces, sepertinya ini akan jadi fitur ngobrol via audio. Kabarnya fitur ini akan memungkinkan siapapun menjadi host untuk ngobrol live dengan follower mereka yang sudah diberi akses, sementara follower yang lain bisa nguping. Eh tunggu.. jadi ingat sama apa ya? Hmm.. Aha! Podcast! Tapi ini lebih mengingatkan lagi pada Anchor, aplikasi hosting podcast sejuta umat saat ini.

Di tahun 2015, sekitar 4 tahun sebelum dibeli oleh Spotify, Anchor muncul memperkenalkan diri sebagai aplikasi obrolan shortform via audio. Dalam waktu setahun Anchor bisa dibilang berhasil menjaring pengguna setia dari seluruh dunia yang rutin berinteraksi, ngobrol-ngobrol santai tentang berbagai hal.

Tahun 2017 ketika saya mulai kenal Anchor, saya langsung nimbrung dan punya teman banyak dari berbagai belahan dunia, mulai dari Inggris, Amerika, Israel, Italia, Jepang dll. Kami rajin ngobrol sana-sini, cerita tentang keseharian, cerita tentang negara tempat kita tinggal, cerita tentang musik, dan siapapun boleh ikut nimbrung, sementara yang lain boleh nguping. Ini salah satu contoh interaksi dengan seorang teman dari Jepang, kalau tidak salah di penghujung 2018 lalu.

Nah, kalau dugaan ini benar, bahwa Spaces bakal jadi aplikasi ngobrol via audio, wah ini bakal gila!

~~~

Social Podcast

Kalau harus menunjuk satu hal yang masih kurang dari podcast saat ini adalah kemampuannya untuk bisa berinteraksi dengan pendengar, baik melalui fitur comment box ataupun fitur membalas dengan audio. Podcast perlu fitur jejaring sosial untuk menjadikannya lebih interaktif. Mungkin meminjam istilah Breaker, perlu ada fitur Social Podcast yang memang dimungkinkan lewat aplikasi yang sebentar lagi akan “rest in peace” itu.

Saat ini untuk berinterksi dengan para podcaster kebanyakan harus beralih ke media jejaring sosial seperti Twitter, Facebook dan –yang paling populer di kalangan podcaster di Indonesia saat ini- Instagram!

Anchor sebagai aplikasi “sejuta umat” di kalangan Podcaster di Indonesia saat ini, bukannya tidak mencoba. Mereka memperkenalkan fitur untuk meninggalkan pesan lewat audio yang bisa dipasang di setiap audio. Sayangnya fitur ini masih belum cukup populer, entah kenapa. Come on, Anchor. You can do better! Kalian kan pernah melakukannya di 2015-2017 an. Come on..

Nah, akankah Twitter Spaces mengisi ceruk Social Podcast ini? Inovasi apa yang akan mereka perkenalkan? Seperti apa “jawaban” platform podcast lainnya? Hmm….

~~~

Twitter Kembali ke Sarang

Terakhir, ada satu fakta sejarah yang sering terlupakan dari Twitter. Mereka ini bukan anak ingusan di dunia audio! Tidak banyak yang tahu bahwa cikal bakal Twitter sebermulanya adalah sebuah start-up bisnis podcast yang namanya Odeo.

Singkat ceritanya begini -cerita panjangnya silakan baca di tautan di bawah-. Di tahun 2005 Odeo lahir sebagai sebuah layanan di mana siapapun bisa menghubungi sebuah nomor telepon, bicara dan otomatis akan tersimpan menjadi file audio yang bisa didengarkan oleh siapapun. Yes, Odeo ingin menjadi sebuah bisnis podcast. Ini terjadi saat podcast sudah mulai marak setahun setelah podcast pertama muncul, namun pembuatannya masih rumit. Odeo adalah jawaban atas kerumitan ini.

Namun, tidak lama ketika itu juragan Apple, Steve Jobs, mengumumkan bahwa iTunes akan memasang fitur podcast di iPod sehingga semua orang bisa mendengarkan podcast dari alat itu. Rupanya ini menciutkan nyali orang-orang di balik Odeo. Pada saat yang sama, muncullah sosok Jack Dorsey di Odeo yang kemudian berperan besar memperkenalkan fitur micro-blogging yang kemudian dikenal dengan nama Twitter, and the rest is history.

Akankah si burung biru kembali ke sarangnya?

Ah, bakal seru nih dunia audio dan podcasting!

.

Bangkok, 6 January 2021

Rane

*TAUTAN TERKAIT:

Ngidam Makan Mie Goreng Basah Akhirnya Bikin Sendiri

 


Ngidam Makan Mie Goreng Basah Akhirnya Bikin Sendiri. Bagi kalian yang berada di luar Kota Ende, mungkin belum seberapa tahu geliat tempat nongkrong di kota yang salah satunya terkenal akan Situs Bung Karno ini. Sudah lama saya tidak nongkrong di kafe, misalnya, bukan berarti kehilangan informasi tentang kafe-kafe baru yang dibuka di Kota Ende. Salah satu tempat nongkrong itu bernama Morowae. Morowae terletak di tengah kota, Jalan Masjid Raya, dengan konsep setengah dinding dan menyediakan fasilitas free Wi-Fi. Menu-menunya tidak selamanya makanan ringan, contohnya kentang goreng, karena di Morowae juga tersedia makanan seperti ayam geprek, ayam tulang lunak (and I do love this menu), nasi goreng, capcay, hingga mie goreng. Dan, selain ayam tulang lunak, saya jatuh cinta pada mie goreng a la Morowae. 


Baca Juga: Kerajinan-Kerajinan Tangan Pada Level yang Lebih Tinggi


Senin kemarin, bersama Kakak Rossa dan Kakak Shinta, kami memutuskan untuk makan siang di Morowae. Sejak ide ini tercetus, otak saya sudah menyajikan sepiring mie goreng Morowae yang enak itu. Sayangnya menu mie goreng baru tersedia sore hari. Maklum, tanggal 4 Januari 2021 semua orang baru mulai benar-benar beraktifitas. Akhirnya saya memesan seporsi nasi ayam tulang lunak dan jus tomat. Sampai pulang ke rumah pun otak saya masih menyajikan pemandangan mie goreng Morowae ... dan itu sungguh menyiksa. Ditambah suasana hujan. Amboiiii. Akhirnya saya memutuskan untuk membikin sendiri, dimulai dari mie-nya! Semua gara-gara mie goreng Morowae dan tayangan video memasak mie Nex Carlos bersama ibunya.


Kita mulai dari mie. Untuk membikin mie bahan yang dibutuhkan hanyalah tepung terigu (saya pakai Kompas), sedikit bibit roti, garam dan air. Setelah adonan jadi, didiamkan, barulah mulai diolah menggunakan mol mie/molen.



Resep ini hasil menonton video di Youtube. Hahaha. Nanti baru saya tahu bahwa mie bikinan sendiri ini kurang terigu. Oh, pantas. Tapi tidak apa-apa, yang penting bisa direbus. Jangan lupa air rebusan ditambahkan sedikit minyak agar mie tidak lengket.


Untuk campuran mie goreng terpaksa hanya memakai irisan sayur kol, potongan sosis, dan telur. Rencananya memakai pentol/bakso tetapi karena sedang hujan ... terpaksa menggunakan bahan yang ada di kulkas. Bumbunya juga seadanya. Pertama, goreng potongan sosis, lalu masukkan bawang merah dan bawah putih halus, kemudian sayur dan telur. Setelah semuanya setengah matang, tambahkan mie, kecap manis, garam, dan sedikit penyedap rasa. Aduk sebentar ... boleh diangkat.



Hasilnya seperti pada penampakan di atas. Mie goreng basah bikinan sendiri. Tidak lupa sambal jeruk segar bikinan Mama Len. Sungguh menggiling lidah! Apalagi dinikmati saat hujan. 


Baca Juga: Manfaatkan Celana Jin Bekas Untuk Mempercantik Sofa


Apa yang saya pelajari dari membikin mie? Ya itu tadi, tepungnya harus banyak, karena mie yang saya bikin itu takaran airnya yang terlalu banyak. Kemudian, sebenarnya setelah mie sudah jadi, harusnya dibanting-banting agak lama di tepung terigu, baru kemudian direbus. Tidak apa-apa lah, yang penting jadi dan bisa dinikmati bersama penghuni Pohon Tua. Next, bikin lagi!



Cheers.

Teknologi Akuaponik di Kebun Percontohan Universitas Flores

 


Teknologi Akuaponik di Kebun Percontohan Universitas Flores. Kalian pasti sudah sering mendengar tentang hidroponik. Bagaimana akuaponik? Ya ampun, Tuteh, akuaponik bukan sesuatu yang baru di masyarakat. Kalau poliponik? Hahaha. Zaman kapan itu poliponik. Oke, jadi kita akan langsung meluncur pada kronologi. Pada tanggal 12 Oktober 2020 Universitas Flores (Uniflor) kedatangan tamu dari Kedutaan Besar Polandia di Indonesia. Kami memanggilnya Mr. Michael atau Pak Michael. Asli, ganteng beud! Apa urusannya? Jadi, bakal ada kerja sama tentang akuaponik. Pihak Uniflor mengajak Mr. Michael pergi ke Kebun Percontohan Uniflor yang terletak di daerah Lokoboko, Ndona. Lokasi yang sangat strategis/bagus untuk membangun akuaponik. Menurut saya. Hanya berjarak sekitar 5 kilometer dari pusat Kota Ende.


Gara-gara kesengsem sama Mr. Michael, hari itu saya mengalami kecelakaan tunggal, terjungkal dari sepeda motor yang saya kendarai sendiri gara-gara pasir dan mengelamun. Konyol.


Baca Juga: Inovasi Canggih dan Keren Cerita dari Serambil Uniflor


Lalu, apa itu Kebun Percontohan Uniflor?


Mungkin belum semua orang tahu bahwa Uniflor mempunyai area kebun yang sangat luas, saya tidak tahu berapa hektar, yang disebut Kebun Percontohan Uniflor. Kebun ini dikelola oleh Fakultas Pertanian Uniflor. Ada bapak-bapak yang bertugas menjaga ekosistemnya, para dosen dan mahasiswa juga secara berkala (terjadwal) mengunjungi kebun ini untuk mengelolanya dan terutama untuk mata kuliah praktek. Kebun Percontohan Uniflor juga menghasilkan antara lain sayur dan buah. Ada beberapa bangunan seperti gudang dan saung di dataran yang agak tinggi. Saya suka duduk-duduk di saung ini karena nyamaaaaan. Banget. Uniflor pernah menggelar acara besar di Kebun Percontohan Uniflor yaitu Pelantikan Rektor dan jajaran Wakil Rektor pada awal 2020 yang lalu. Bukan, bukan di bagian kebunnya tetapi di bukit/dataran tinggi yang belum dikelola menjadi kebun, dengan pemandangan spektakuler ke arah Kota Ende.



Dan teknologi akuaponik itu saya temukan di Kebun Percontohan Uniflor pada tanggal 26 November 2020 saat meliput kegiatan kunjungan murid Raudhatul Athfal Al Fatih. Raudhatul Athfal itu setingkat taman kanak-kanak. Mengenal lebih dekat alam. Itu yang ditawarkan oleh pengelola Kebun Percontohan Uniflor. Sejak kecil para bocah ini diajak untuk melihat lebih dekat berbagai macam tanaman, melihat tentang akuaponik, hingga menanam benih tanaman pada bedeng yang disediakan.



Akuaponik. It's amazing.


Menurut Wikipedia:

Akuaponik adalah sistem pertanian berkelanjutan yang mengkombinasikan akuakultur dan hidroponik dalam lingkungan yang bersifat simbiotik. Dalam akuakultur yang normal, ekskresi dari hewan yang dipelihara akan terakumulasi di air dan meningkatkan toksisitas air jika tidak dibuang. Dalam akuaponik, ekskresi hewan diberikan kepada tanaman agar dipecah menjadi nitrat dan nitrit melalui proses alami, dan dimanfaatkan oleh tanaman sebagai nutrisi. Air kemudian bersirkulasi kembali ke sistem akuakultur. Karena sistem hidroponik dan akuakultur sangat beragam bentuknya maka sistem akuaponik pun menjadi sangat beragam dalam hal ukuran, kerumitan, tipe makhluk hidup yang ditumbuhkan, dan sebagainya.





Sederhananya akuaponik itu adalah memelihara dua jenis makhluk hidup sekaligus yaitu flora (biasanya sayuran) dan fauna (ikan). Jadi tanamannya tidak ditanam di tanah? Tidak. Umumnya yang sering saya lihat itu tanamannya berupa kangkung yang akarnya menjuntai ke air di bawahnya, dan di dalam air itu dipeliharalah ikan-ikan. Sama seperti hidroponik, akuaponik dapat dilakukan oleh kalian yang tidak mempunyai lahan/tanah tetapi tetap ingin berkebun. Bedanya, akuaponik ibarat sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui, karena air yang digunakan sebagai media tanam itu dipeliharalah ikan-ikan terutama ikan yang dapat dikonsumsi.






Setelah berkeliling kebun, melihat akuaponik, serta menanam benih, murid-murid RA Al Fatih, beristirahat sambil menikmati jagung rebus (hasil dari Kebun Percontohan Uniflor juga). 



Di luar dari konteks teknologi akuaponik, secara umum saya melihat kegiatan ini sebagai kegiatan yang sangat bermanfaat. Tidak saja bagi murid-murid RA Al Fatih, tetapi juga sangat bermanfaat bagi dosen dan pengelola kebun. Murid-murid RA Al Fatih tentu menemukan suasana lain dari keseharian mereka di kelas dan/atau saat belajar dari rumah. Ya itu tadi, lebih dekat dengan alam. Sedangkan bagi dosen, kegiatan ini merupakan salah satu wujud dari pengabdian kepada masyarakat. Karena pada kesempatan tersebut para dosen seperti Pak Alan dan Ibu Tensi juga dibantu mahasiswa menjelaskan pada murid-murid RA Al Fatih tentang tanaman hingga teknologi akuaponik.


Baca Juga: Mau Tidak Mau Covid-19 Menjadi Daya Dorong Bagi Kita


Dari pengakuan KTU Fakultas Pertanian, Om Ismail Langga, serta bapak-bapak pengelola kebun, selain RA Al Fatih juga pernah ada rombongan murid SMP berkunjung ke Kebun Percontohan Uniflor. Artinya, Kebun Percontohan Uniflor juga terbuka bagi lembaga pendidikan lain di bawah tingkatan perguruan tinggi. Dan bagi yang hendak berkunjung ke sana dapat mencari informasi terlebih dahulu di Fakultas Pertanian Uniflor untuk menyusun/menentukan jadwal. Belajar langsung di alam memang baik, menjadi imbang dengan belajar melalui text-book. Dan saya sangat menyukai kegiatan-kegiatan seperti ini.



Cheers.

Selektif Memilih Pinjaman Online, Perhatikan Keamanan Data Pribadi dan Fleksibilitas

Saat ini, Indonesia masih dihadapkan dengan banyak persoalan dalam aspek ekonomi akibat dari pandemi Covid-19. Kondisi ini memicu penurunan perdagangan nasional bahkan perdagangan internasional. Di Indonesia berbagai sektor terkendala dalam proses operasi, seperti pabrik-pabrik yang harus menghentikan proses operasi karena kondisi tidak memungkinkan sehingga berakibat pada pengurangan pegawai dan buruh. Pada gilirannya pandemi ini telah menambah kumlah pengangguran.

Dalam keadaan ekonomi sulit seperti ini. Pinjaman online (Pinjol) hadir menawarkan banyak angin segar kepada masyarakat guna memenuhi berbagai kebutuhannya. Namun demikian, tidak sedikit dari penyelenggara pinjaman online hanya memanfaatkan situasi yang sedang terjadi saat ini. Hal ini dapat dilihat dari banyak hadirnya perusahaan pinjaman online ilegal di tengah masyarakat.

Mengapa bisa pinjaman online ilegal tumbuh subur di tengah masyarakat? Hal itu tidak terlepas dari pesatnya perkembangan teknologi digital di dalam masyarakat itu sendiri. 

Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indone (AFPI) telah sering memperingatkan kepada kita semua untuk waspada dan kritis terhadap penawaran pinjaman online (fintech peer to peer lending) ilegal. Karena telah banyak terjadi penyelenggara pinjaman online yang menawarkan pinjaman dengan syarat mudah namun tidak bertanggungjawab dan menyalahgunakan data-data pribadi peminjam saat melakukan penagihan. 

Di sisi lain, keadaan sulit seperti sekarang membuat penyelenggara pinjaman online legal menjadi lebih selektif dalam menyalurkan pinjaman sebagai antisipasi tingginya gagal bayar.

Oleh karena itu, menghadapi berbagai penawaran pinjaman online janganlah kita mudah tergiur harus selektif, cermati dahulu kelengkapan izin dari pihak otoritas dan poin-poin perjanjian pada kontrak pinjaman.


Selektif Memilih Pinjaman Online, Perhatikan Keamanan Data Pribadi dan Fleksibilitas


TUNAIKU hadir memberikan pinjaman online dengan aman dan terpercaya


Tunaiku merupakan salah satu situs pinjaman online pertama di Indonesia dan sudah berdiri sejak tahun 2014. Tunaiku sendiri adalah salah satu produk dari Amar Bank , salah satu institusi finansial berbentuk bank resmi di Indonesia yang sudah beroperasi pada tahun 1991. 

Selain di bawah naungan bank resmi, Tunaiku dan Amar Bank juga berdiri di bawah bendera perusahaan multinasional yaitu Tolaram Group. Karena berada di bawah naungan bank, KTA online di Tunaiku aman terpercaya.

Dengan visi Tunaiku untuk memberikan layanan kredit tanpa agunan yang mudah, aman, terpercaya kepada seluruh masyarakat Indonesia yang tidak hanya ingin tapi juga butuh dana tunai tanpa jaminan langsung cair untuk memenuhi kebutuhan mendesak untuk modal usaha, renovasi rumah, biaya pendidikan, biaya pernikahan hingga biaya kesehatan yang tak terduga.



Tunaiku Beda dengan Fintech dan KTA Konvensional


Banyak sekali situs KTA tradisional dan situs teknologi finansial (fintech) yang menawarkan layanan KTA online langsung cair mirip seperti Tunaiku. Lalu apa perbedaan Tunaiku dengan situs - situs tersebut?

Perbedaan Tunaiku dengan situs fintech lain yang ada di Indonesia ada pada 2 hal penting yaitu keamanan dan fleksibilitas.
 

Standar Keamanan Data Nasabah Tunaiku

Berbeda dengan situs fintech biasanya, Tunaiku berdiri dibawah naungan institusi finansial berbentuk bank resmi di Indonesia yang terdaftar dan diawasi oleh OJK sehingga dari segi keamanan data nasabah tidak perlu diragukan lagi karena Tunaiku berusaha sebaik mungkin untuk melindungi data nasabah. 

Fleksibilitas Bentuk Pinjaman di Tunaiku

Untuk fleksibilitas, Tunaiku juga cukup berbeda karena menyediakan fasilitas tenor yang sangat panjang yaitu maksimum 20 bulan dengan limit hingga 20 juta rupiah berbeda dengan situs fintech yang lebih banyak memberikan limit kecil dan tenor pendek.

Tunaiku juga menawarkan syarat dan pengajuan lebih mudah dibanding layanan KTA tradisional yang biasanya membutuhkan agunan serta banyak dokumen saat proses pengajuan KTA online maupun offline. 

Di Tunaiku hanya menyediakan layanan kredit pinjaman online tanpa jaminan dan tanpa kartu kredit, serta proses pengajuan KTA yang hanya bermodalkan KTP dan 10 menit waktu Anda untuk pengisian formulir.

Bagi pengguna Android, kita dapat mendownload aplikasi Tunaiku di Google Playstore.

download aplikasi Tunaiku di Google Paystore

Keunggulan Melakukan Pinjaman Uang di Tunaiku


Cicilan di Tunaiku Bisa Bayar Bulanan. Berbeda dengan situs fintech lain, Tunaiku memberikan kredit tanpa agunan online yang tidak memberatkan nasabah dikarenakan limit Tunaiku besar mulai dari 2 juta hingga 20 juta dan tenor yang panjang mulai 2 – 20 bulan.

Bunga dan Cicilan Ringan. Suku bunga di Tunaiku bersaing yaitu 3% - 4% per bulan sehingga menghasilkan cicilan ringan yang sesuai dengan kemampuan serta tidak memberatkan nasabah.

Pengajuan online mudah dan praktis. Berbeda dengan pengajuan dana tunai konvensional yang terkadang membutuhkan Agunan ataupun kartu kredit, Di Tunaiku Anda hanya bermodalkan KTP dan komputer / handphone untuk mengajukan KTA online di Tunaiku, pengisian formulir pengajuan nya hanya 10 menit.

Proses Cepat Cair. Setelah mengajukan kredit tunai pinjaman online 24 jam, Anda cukup menunggu 1 - 7 hari kerja (sesuai standar operasional Tunaiku) untuk proses persetujuan, tanda tangan kontrak melalui kurir resmi Tunaiku hingga dana tunai cair ke rekening Bank Anda.

Tunaiku Aman Terpercaya. Berbeda dengan kebanyakan perusahaan teknologi finansial di Indonesia, Tunaiku berada di bawah naungan institusi keuangan resmi di Indonesia dan perusahaan multinasional.
Terdaftar dan diawasi OJK. 

Selektif Memilih Pinjaman Online, Perhatikan Keamanan Data Pribadi dan Fleksibilitas
Tunaiku telah mendaftarkan diri sebagai produk fintech lending resmi yang beroperasi di Indonesia dan merupakan produk resmi PT Bank Amar Indonesia Tbk. kepada OJK sejak tahun 2014. Tunaiku dan Amar Bank telah dikenal lembaga keuangan negara tersebut hingga kini.

Program Referral Tunaiku. Selain menyediakan layanan kredit tanpa agunan, Tunaiku juga mempunyai program khusus untuk Anda yang sudah menjadi nasabah dan ingin merekomendasikan Tunaiku kepada kerabat Anda. Di program ini, Anda bisa mendapatkan insentif khusus hingga 200 ribu rupiah untuk tiap aplikasi yang direkomendasikan oleh Anda.

Syarat Untuk Mengajukan Kredit Tanpa Jaminan di Tunaiku


Persyaratan sebelum mengajukan KTA online di Tunaiku, antara lain:
  1. Calon Nasabah merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berdomisili atau tinggal di wilayah layanan Tunaiku yaitu: Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Gresik, Sidoarjo, Surabaya, Medan, Palembang, Pekanbaru, Makassar dan Denpasar
  2. Usia calon nasabah 21 – 55 tahun pada saat pengajuan KTA Tunaiku.
  3. Calon nasabah online Tunaiku minimal mempunyai penghasilan tetap per bulan atau pekerja tetap.
  4. Nasabah Tunaiku wajib memiliki rekening bank Indonesia yang aktif pada saat pengajuan kredit tanpa agunan (KTA) online di Tunaiku.

Produk Tunaiku Pinjaman Online Cepat Cair

  • Jumlah pinjaman cepat cair: 2-20 juta;
  • Masa Tenor: minimal tenor 6 bulan dan maksimal tenor 20 bulan;
  • Bunga pinjaman rendah: 3% - 4% per bulan;
  • Bunga maksimum pertahun (APR): 36% - 48%;
  • Biaya administrasi pinjaman tunai: Rp 540ribu;