Arsip Bulanan: Desember 2020

Ngobrol Podcast bareng @PodcastCampus

Di penghujung 2020 saya diajak untuk ngobrol bareng di Instagram Live teman-teman @PodcastCampus untuk bicara tentang podcast dan dunia siaran. IG Live yang seru, terutama karena hostnya Gresita Siahaan yang pandai sekali menghidupkan obrolan. Thanks Gres dan teman-teman Podcast Campus. Sukses selalu buat kalian!

Simak rekamannya di bawah ini atau langsung ke channel Instagram mereka di: https://www.instagram.com/p/CJbDui8plKL/

Selamat Merayakan Tahun Baru, Abaikan Aku yang Tak Ikut Merayakan

Selamat Merayakan Tahun Baru, Abaikan Aku yang Tak Ikut Merayakan


Sore ini hujan. Gak lebat sih, tapi cukup bikin basah jalanan. Kuputuskan gak pake jas hujan saja. Toh jaket ojol ini sudah cukup lumayan untuk melindungi badan dari hujan kecil. 


Laju motor tak terlalu kencang, cenderung santai menikmati gerimis di sore yang teduh. Aplikasi ojol sudah kumatikan sejak awal hujan tadi. Pengalaman-pengalaman tidak enak membuatku malas mengambil penumpang atau mengantar makanan hujan-hujanan.


Sepanjang jalan, banyak motor menepi di beranda toko-toko. Beberapa kawan-kawan ojol nampak di situ. Bernaung dan sekadar berlindung dari air hujan agar tidak kebasahan.


"Woiii....sini bro, ujan! Ngopi dulu lah!!" Teriak salah satu kawan ojol, sambil mengangkat gelas plastik berisi kopi. Kawan yang lain juga melambaikan tangan mengajak bergabung.


Aku hanya menggeleng lemah. Membunyikan klakson sebagai balasan. Kuteruskan laju motor hasil kredit yang setahun lagi akan lunas. 


Langit nampak semakin gelap. Semakin lama semakin cepat air yang turun dari langit. Hujan mulai deras dan bertambah lebat.


Tanggung, aku tak jadi berhenti untuk berlindung. Kubiarkan saja hujan ini menerpa tubuh. Jaket ojol ini tak sanggup lagi menahan air hujan yang banyak. Merembes, menembus hingga kulit. Sekujur tubuhku akhirnya basah.


"Lampu merah! Huh sialan!." Kutukku dalam hati. Sebal juga terhambat oleh lampu aneh ini. Angka di lampu mulai menghitung mundur. Dari angka 30.  Deuh! 


Di ujung jalan, di dekat serambi Pos Polisi, tampak seorang lelaki tua penjual terompet berteduh. Wajahnya murung dan lusuh, romannya sedih. Plastik yang menutupi dagangannya gagal melindungi seluruh terompet yang memenuhi pikulannya. Sebagian terompet untuk perayaan tahun baru itu rusak dan basah. 


Kasihan juga, pikirku. Terbayang di benakku, saat ia pulang nanti, ia hanya membawa berita kegagalan. Mungkin istri dan anak-anaknya saat ini sedang di rumah menunggu hasil jualan yang ternyata hanya harapan hampa.

 

Bapak Penjual Terompet Tahun Baru
Sumber: https://lihatfoto.com


Ku teringat di salah satu broadcast grup Whatsapp, yang memberitahukan akan larangan bagi umat muslim untuk meniup terompet di tahun baru. Entahlah, walau aku sedikit mengerti esensi larangan itu, tapi tetap saja kalau melihat tukang jualan terompet, merembet ke para pembuatnya, ke keluarganya dan semua mereka yang mengharapkan rezeki dan penghasilan di malam pergantian tahun, hati kecilku menjadi gamang. 


Jelas mereka hanya rakyat kecil yang mengharapkan rezeki dan mencari penghasilan lebih memanfaatkan momen setahun sekali. Untuk sekadar bertahan hidup lebih lama di hari-hari berikutnya. Apa yang salah dengan hal itu?.


Entahlah... Hal-hal seperti ini memang sering membingungkanku. Hanya saja sebagai mahluk sosial, hati kecilku tak terima jika kesempatan atau pintu-pintu rezeki mereka ditutup begitu saja tanpa penjelasan yang masuk akal.


Lamunanku buyar oleh suara klakson mobil di belakang. Sudah hijau rupanya. Kulajukan motor hati-hati. Sebelahku motor jenis RX-King meraung-raung, melaju dengan kencang. Merebak membelah genangan air di depan, muncratan air yang ia sebabkan di kanan kirinya, indah juga. Lihat motor itu, aku teringat bung IM sekjen, yang hobby motor seperti itu.


Akibat lamunan di lampu merah tadi. Aku jadi sadar bahwa sekarang adalah malam menjelang tahun baru. Malam nanti pasti banyak yang melek. Menunggu detik-detik pergantian tahun. Macam-macam kegiatan sukacita untuk merayakan malam tahun baru. Entah merayakan apa. Bagiku sama saja. Hari-hari yang harus dilewati dengan kerja keras, jungkir balik memeras keringat.


Terngiang berita-berita di media, bahwa awal tahun baru ini pemerintah berniat menaikkan macam-macam harga. Iuran BPJS, tarif listrik, cukai rokok, tarif jalan tol, dan lain-lain, ku tak ingat lainnya. 


Sialan! Entah apa yang mereka rayakan dengan gegap gempita saat malam pergantian tahun. Apakah merayakan penderitaan yang semakin kelam untuk rakyat miskin seperti kami? 


Tak terasa air mataku malah mengalir. Membayangkan harga-harga yang harus kupenuhi. Membayangkan seringai para pembuat kebijakan di pemerintahan. Para pembuat kebijakan yang meremehkan untuk berpihak pada rakyat miskin.


Air mataku, air mata geram. 

Air mataku,  air mata tak berdaya.

Air mataku, air mata yang hanya penuh sumpah serapah.


Air mata itu semakin deras. Tanggung,  Kumenangis sekencang-kencangnya. Berharap hujan lebat menyamarkan tangisanku. Tak ada yang tahu.


Sementara rumahku semakin dekat. Langit semakin pekat, menjelang maghrib rupanya. Aku malu jika terlihat menangis, cengeng. 


Kubuka saja helm ojol ini. Kubiarkan air hujan menerpa kepala, membasahi seluruh wajah, agar istri dan anak-anak tak tahu kalau aku menangis.


Selamat Tahun baru.

Selamat apa ??!!!

Sialan!


_________________
Penulis: Yous Asdiyanto Siddik 
Selasa, 31 Desember 2019


Ingin Bebas Kanker? Yuk Ubah Pola Hidupmu

 


Lebih Dalam Mengenal Kanker

Siapa tidak mengenal satu penyakit ini, iya Kanker. Penyebab kematian nomor dua di dunia ini menjadikan kanker sesuatu yang harus diwaspadai. Sebetulnya apakah kanker itu? Menurut alodokter.com, Kanker merupakan penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali di dalam tubuh . Pertumbuhan sel abnormal ini dapat merusak sel normal di sekitarnya dan di bagian tubuh yang lain. Lebih jauh lagi, kanker adalah penyakit yang kadang kala terlambat dideteksi sehingga sudah dalam tahap stadium lanjut.

Lalu, apa saja penyebab kanker? Penyebab utama kanker adalah perubahan genetik pada sel dalam tubuh. Dan, perubahan genetik inilah yang menyebabkan tubuh akan bereaksi menghancurkan sel abnormal, namun apabila tidak sempurna malah membuat sel tersebut tumbuh dan membesar. 

Nah, selain itu terdapat beberapa hal yang mendukung mutasi genetik atau perkembangan sel kanker diantaranya adalah memiliki riwayat kanker dalam, berusia lebih dari 65 tahun dan sebagian beresiko pada anak-anak, terpapar radiasi zat kimia, terinfeksi virus hepatitis, hormon dalam kadar tinggi, menurunnya sistem kekebalan tubuh dan lain sebagainya. 



Sedikit orang yang mengenali gejala kanker dan dianggap sebagai penyakit biasa saja. Nah, kita bisa mengenali gejalanya seperti muncul benjolan, penurunan berat badan secara drastis, gangguan buang air besar atau kecil, demam yang terus berulang, memar dan mengalami pendarahan spontan. 

Jika sudah mengetahui gejalanya, usahakan untuk menghubungi dokter dan dilakukan pengecekan secara menyeluruh. Selain itu, untuk pencegahannya usahakan dilakukan pengecekan kesehatan secara menyeluruh setahun sekali. 

Hidup Sehat untuk Cegah Penyakit Kanker



Setelah kita kenal lebih dalam mengenai Kanker, maka untuk pencegahan sebelum segala sesuatu terjadi, maka sebaiknya mengubah pola hidup. Memang inilah hal tersulit yang harus dilakukan, karena pola hidup biasanya sudah terjadi selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Untuk mengubah pola hidup merupakan PR yang sangat sulit. 

Pun demikian dengan saya. Setahun sebelumnya, saya mengalami penyakit yang tidak biasa karena saya mengalami pusing kepala yang sangat berlebihan dan nafsu makan pun sangat berkurang. Setelah, saya sembuh, saya bertekad untuk mengubah kebiasaan makan makananan kurang sehat seperti gorengan dan minuman manis. Setelah melalui proses, akhirnya tahun ini saya bisa menurunkan berat badan kurang lebih sekitar 15 kilogram dari 110 kg menjadi 95 kg. Semua ini berkat mengubah olah hidup yang tadinya mengkonsumsi banyak makanan tinggi karbohidrat dan mengantinya dengan sumber karbohidrat lainnya seperti kentang atau bihun jagung. 

Nah, pun demikian dengan penyakit lainnya termasuk kanker membutuhkan komitmen untuk mengubah pola hidup dari pola makan, pola olahraga dan pola istirahat. Selama ini kita fokus pada pola makan atau pola olahraga tanpa memperhatikan pola istirahat yang merupakan sumber perbaikan sel-sel tubuh sehingga bisa melakukan aktivitas sehari dengan baik. 

Percaya atau tidak, mengubah pola hidup akan membuatmu lebih bersemangat dan lebih ringan menjalani hidup karena pastinya tubuh dan jiwa akan selaras sehingga tidak menyebabkan stress terlalu berlebihan. 

Tidak stress juga tidak ribet dengan berbagai persoalan seperti masalah kesehatan yang mungkin saja suatu saat nanti menjadi masalah yang tidak terduga, oleh karenanya dibutuhkan perencanaan keuangan dan perlindungan kesehatan dengan asuransi kesehatan yang sangat mudah dari FWD yaitu FWD Cancer Protection

Kesehatan Finansial Juga Penting 


Selain kesehatan secara fisik dan jiwa, satu hal lainnya adalah sehat secara finansial. Seperti kita tahu, biaya berobat dan perawatan adalah salah satu biaya yang paling susah diprediksi dan jumlahnya pun tidak sedikit. Setelah mengubah pola hidup, kita juga butuh mengubah pola keuangan sehingga tidak merasakan kesulitan nantinya, entah berapa tahun atau puluh tahun kemudian, karena kesehatan pun susah diprediksikan. 
Cara paling mudah untuk mencegah banyak ketidakpastian adalah dengan merencanakan keuangan secara bijaksana. Biasakan untuk membuat pos pengeluaran dan tabungan serta janggan lupakan biaya tidak terduga seperti biaya kesehatan tersebut. 
\
Misalnya penghasilan kamu adalah 7 juta perbulan dan sudah diposkan masing-masing sehingga sisa untuk tabungan adalah 1.750.000. Nah, kamu bisa sisihkan sekitar 250 ribu sampai 500 ribu untuk biaya kesehatan yang tidak terduga. Nah, kamu bisa saja mengalokasikanya untuk asuransi kesehatan atau perlindungan kesehatan agar lebih terencana dan lebih tenang apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. 

Lindungi Diri Dengan FWD Cancer Protection


Nah, ini dia Asuransi Kanker Online yang praktis dan sangat terjangkau serta prosesnya tidak ribet mulai dari pendaftaran sampai klaim asuransi sehingga sangat cocok buat pekerja kantoran atau pengusaha yang tidak ada waktu untuk ke kantor asuransi. FWD Cancer Protection memberikan 4 kemudahan dalam prosesnya, mulai dari pengajuan online yang mudah melalui website e-commerce FWD Life, ifwd.co.id, hingga klaim secara online yang mudah di satu aplikasi FWD MAX.

Oh iya, bagi yang bertanya berapa sih premi asuransi FWD Insurance ini? Bukan ratusan atau bahkan jutaan loh, cukup dengan 10 ribu rupiah saja kamu sudah bisa mendapatkan asuransi dan perlindungan  memberikan manfaat 100% uang pertanggungan apabila didiagnosis kanker, termasuk kanker stadium awal. 

Nah, fiturnya utama Asuransi Kanker Online ini sangat banyak seperti : 


Dan, untuk pendaftarannya pun tidak ribet karena Asuransi mudah beneran sehingga bisa melalui online dan aplikasi ya. Oh iya, data apa saja sih yang harus diisi pada saat pendaftaran? Nah ini dia data yang dibutuhkan.


Selain itu Siap-siap ada kejutan akhir tahun dari FWD! Dengan membeli FWD Cancer Protection selama periode 21-31 Desember 2020, kamu berkesempatan ikutan undian untuk memenangkan sepeda Brompton, iPhone 12, dan iWatch 6. Preminya mulai dari Rp10 ribu/bulan dan bisa dibeli secara online! Mudah beneran kan? Beli sekarang di ifwd.co.id

Benarkah Hanya Ada 4 (Empat) Bulan Sepanjang Tahun 2020?

 


Benarkah Hanya Ada 4 (Empat) Bulan Sepanjang Tahun 2020? A-ha. Ouwyess baby, orang-orang menulisnya demikian. This is 2020, the year where you only meet January, February, Covid-19, and December. Akhir Desember 2019 Covid-19 datang. Januari dan Februari 2020 Covid-19 menyebar dan menyerang penjuru dunia. Dan ... blep. Lebih tepatnya ceklik. Pintu ditutup. Jangankan orang-orang yang berada di zona merah, saya yang berada di zona hijau (pernah menjadi zona merah tapi lantas kembali hijau) pun ketar-ketir setengah mampus. My God, is this end of the world? Proteksi diri lebih ketat. Bahkan kalau hand sanitizer dan disinfektan boleh diminum, sekalian saja saya minum. Kemudian, kita bertemu Desember. Bulan terakhir, bulan penuh harapan, bulan dimana secara pribadi saya ingin percaya bahwa Covid-19 benar-benar telah enyah dari muka bumi.


Baca Juga: Beli Gitar Itu Kayak Cari Calon Suami Harus Yang Nyaman


Desember datang. Semua orang bergembira. Dan Covid-19 masih ada. Ini seperti suami nge-prank isteri.


Suami: Mam, mulai bulan depan duit belanja Papa naikin seratus persen!

Isteri: *Syok*

Suami: Tapi bo'ong.

Isteri: *Pingsan* 


Awal Maret 2020 saya masih bisa bergembira bersama semua teman karyawan/i di Uniflor, terutama saat menerima SK naik jabatan menjadi Kabag Publikasi dan Dokumentasi dari UPT Publikasi dan Humas Uniflor. Kakak Rossa diangkat menjadi Kabag Humas dari  UPT Publikasi dan Humas Uniflor. Naik jabatan, naik gaji, naik pula tanggungjawab pekerjaan. Insha Allah dapat mengemban amanat yang besar tersebut. 


Actually, tidak ada yang betul-betul berbeda di tahun 2020 selain kampus sempat diliburkan selama sekitar 3 (tiga) bulan dimulai pertengahan Maret 2020. Yeeeaaayyy. Tapi dosen dan karyawan menjalankan work form home. Batal yeeeaaayyy. Karena waktu libur itu berkaitan dengan masa-masa promosi kampus, masa-masa dimana kami harus mampu menjaring sebanyaknya mahasiswa sesuai rasio jumlah dosen, maka work from home adalah real work from home. Bangun pagi-agak-kesiangan langsung menyalakan laptop, membikin video promosi program studi, mengunggah video ke Youtube, menyebar ragam informasi secara gila-gila'an sampai memasang iklan di Facebook, mengecek statistik iklannya, menanggapi WAG Tim Promosi, sampai pertemuan melalui aplikasi Zoom Meeting. That was really really really work from home. Oh ya, awal tahun 2020 kami malah sempat promosi kampus ke beberapa SMA di Kabupaten Nagekeo area Kota Mbay dan Marapokot.


Sistem piket dimulai dimana selama seminggu saya mendapat jatah piket di ruang kerja sebanyak 2 (dua) kali. Gara-gara ada lagi pasien Covid-19, kami kembali diliburkan. Sistem piket pun bubar. Haha, bukannya tertawa di atas penderitaan orang lain, but I like it. Tapi cuma beberapa minggu. Seperti kalimat: tidak kerja, tidak makan. Maka ketika new normal diberlakukan, kami pun menjalaninya sampai hari ini. Dan yeaaa, setelah Februari ada Maret, April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, November, dan Desember. Bulan-bulan dimana pesta pernikahan berlangsung meriah (di Kota Ende) dan salah satunya pesta pernikahan keponakan saya Kiki Abdullah dan Solihin. Pernikahan, terutama pesta pernikahan, di tahun 2020 sungguh menjadi sorotan publik. Jika ada pasien Covid-19 setelah pesta pernikahan, maka pesta pernikahan itu menjadi bulan-bulanan warga hahaha. Seketat apapun protokol kesehatan yang diterapkan oleh tuan pesta. Untungnya belum ada pasien Covid-19 gara-gara pesta pernikahan. 


Juli 2020, Uniflor menggelar wisuda yang tertunda. Wisuda yang seharusnya dilaksanakan pada April 2020 terpaksa mundur jauh ke Juli. Wisuda dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting. Saya sedih. Kucir mahasiswa dipindah oleh orangtua masing-masing di rumah masing-masing, bukan oleh Rektor. Kata Rektor Uniflor, hal tersebut dapat dilaksanakan oleh orangtua karena wisudawan/i sudah mengikuti yudisium sebagai momen resmi mereka meraih gelar Sarjana. Wisuda kedua di tahun 2020 agak lebih fleksibel karena 14 (empat belas) mahasiswa cum laude boleh mengikuti wisuda secara luring. Yang lainnya, tetap secara daring.


Saya tidak ingat kapan tepatnya, sekitar Juni atau Juli saya sudah dapat pergi ke kota lain terutama Kota Mbay. Pertama-tama tentu untuk urusan pekerjaan di mana saya harus merekam ucapan selamat ulang tahun Uniflor dari Bupati Nagekeo. Ada pula berbagai liputan peneltian dan pengabdian masyarakat baik di Kota Mbay maupun di wilayah Kabupaten Ende seperti Desa Randotonda. Saya juga menjadi tester (orang yang mengetes) homestay rumah adat yang dikelola oleh Pokdarwis Rendo Ate di Dusun Rada'ara. Silahkan baca postingan Rada'ara: Pesona Dusun Wisata Budaya. Iya, itu di blog sebelah. Saya masih bisa mendapat jatah di beberapa homestay. Next year, maybe.


Lalu Oktober pun datang. Bulan di mana rencana foto prewedding Kiki dan Solihin harus dilaksanakan. Di mana? Di Kota Mbay dan sekitarnya! Lagi-lagi Kota Mbay. Foto-fotonya keren, dipakai untuk undangan pernikahan baik undangan cetak maupun undangan video. Dan pernikahan dilaksanakan pada November 2020. Ada pestanya? Ya. Ada. Menjadi sorotan? Mungkin. Saya tidak tahu persis. Yang jelas kami berusaha pesta pernikahannya dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Anyhoo, untuk souvenir pernikahan itu saya membikin sabun-sabun mini. Di Kota Ende, souvenir pernikahan umumnya berbentuk kipas, gantungan kunci, pin, talenan mini, dan lain sebagainya. Ketika ada teman yang tahu saya membikin sabun mini mereka protes. Dengan sangat elegan saya menjelaskan:


Sabun mini sebagai souvenir pernikahan pada masa pandemi Covid-19 bermakna dalam. Pertama, sabun ya sabun, dapat dipakai untuk mencuci tangan. Ya souvenir sabun itu benar berfungsi layaknya sabun. Kedua, makna/filosofi sabun di masa pandemi Covid-19 ... kalian harus rajin cuci tangan huh? Ketiga, ada fakta sabun, berupa kartu mini, yang disertakan bersama sabun mini itu. Soooo what's wrong with this souvenir?


Yang salah adalah bentuknya yang super cute, warnanya yang menggoda, sehingga ada anak kecil yang memakannya.


Mati ketawa.


Pernikahan Kiki dan Solihin berjalan mulus pada 28 November 2020. Alhamdulillah.


Baca Juga: Pembagian 100 Sampel Hand Sanitizer Sampai Social Distancing


Meluncur ke Desember. Kami merayakan ulangtahun Mamatua dengan riang gembira. Kampus diliburkan sejak tanggal 23 Desember 2020 sampai 2 Januari 2021. Ya, kembali beraktivitas pada tanggal 4 Januari 2021. Masih ada seminggu hari libur, entah apa yang akan saya lakukan ke depan. Jalan-jalan ... mungkin. Tapi yang jelas usaha stik keju menjadi sangat boombastis. Itulah salah satu alasan kesibukan saya selama ini. Saya punya resep istimewanya, punya tenaga dan waku, punya orang-orang yang siap mendukung, kenapa tidak teruskan saja usaha stik keju ini? Selama semua pelanggan mengatakan rasanya enak dan ketagihan ... mari jalan terus. 


Kesimpulannya, tahun 2020 sama seperti tahun lainnya. Ada 12 (dua belas) bulan dan semuanya kita lalui, kita isi, dengan berbagai ketigatan. Kita belajar banyak hal baru di tahun 2020. Dan berterimakasihlah pada semua pengalaman baru di tahun 2020.


#SeninCerita

#CeritaTuteh


Cheers.

Deras Hujan Memberkahi Milad 4 Cinong Bekasi di Panjibuwono Babelan

"Jangan lupa, entar jam 8 anterin si bontot lomba," kata istri saya.

"Ok cyin, tar abis ngopi dianterin," jawab saya santai mendengar peringatan yang sudah diulang-ulang sejak beberapa hari lalu.

Milad 4 Cinong Bekasi Ruko The Plaza Perumahan Panjibuwono Kedung Pengawas Babelan


Sekira jam 8;30 WIB barulah saya sampai di Ruko The Plaza Perumahan Panjibuwono di Desa Kedung Pengawas, Kec. Babelan, Bekasi. Setelah registrasi ulang saya mengantar si bontot mencari tempat yang tersedia, ternyata para peserta lomba sudah duduk rapih memenuhi tenda dengan alat gambar masing-masing. Saya sebenarnya berharap jadwal lomba ngaret, tapi ternyata kami terlambat, karena rupanya lomba benar-benar dimulai jam 8 teng.


Lomba mewarnai dalam rangka Milad Cinong Bekasi ke 4 boleh dibilang berjalan sukses. Acara yang diminati anak-anak khususnya oleh siswa TK IT Generasi Emas Cinong Bekasi ini dimulai sejak pagi hari hingga menjelang siang diakhiri dengan sesi pembagian piala kepada para pemenang setiap kategori. Lomba yang terbagi dalam 3 kategori ini dilaksanakan di pelataran Ruko The Plaza Perumahan Panjibuwono di Desa Kedung Pengawas, Kec. Babelan, Bekasi, Minggu, 6 Desember 2020. 


Walau sempat terhenti karena hujan lebat yang disertai tiupan kuat angin, Lomba mewarnai sebagai salah satu rangkaian acara peringatan Milad ke-empat Perguruan Silat Cinong Bekasi ini terselesaikan dengan baik. 


Di tengah lomba, angin dan awan mendung sempat membuat Kak Mae selaku pengasuh Sanggar Lukis Cinong Bekasi dan juga ketua panitia lomba khawatir kalau tiba-tiba akan hujan dan membuat peserta lomba terganggu. Namun sampai lomba selesai hanya rintik hujan dan angin yang membuat suasana menjadi dingin. 


Tak lama setelah lomba selesai, barulah hujan mulai turun, seakan-akan menunggu adik-adik peserta lomba menyelesaikan lombanya. 


"Alhamdulillah lomba mewarnai anak-anak sudah selesai," kata Kak Mae lega saat berteduh di Warkop DKI Panjibuwono menghindari derasnya hujan.


Hujan yang turun dengan lebat ini membuat para peserta lomba dan orangtuanya, serta hadirin berteduh di bawah kanopi ruko, ada juga yang masuk ke dalam kafe-kafe dan ruko yang ada. Kafe-kafe dan warung atau saung kuliner di Ruko The Plaza Perumahan Panjibuwono dipenuhi pengunjung yang berteduh, para pelayan menjadi sibuk melayani pesanan para pengunjung. Hujan yang membawa berkah untuk para pemilik lapak jajanan kuliner.


Saat hujan mulai reda, Bang Jamal selaku ketua Yayasan Generasi Emas Cinong Bekasi (GECB) beserta dengan para pelatih dan pembina mengumpulkan murid-murid Cinong Bekasi untuk kembali menyemangati panitia dan anggota agar acara kembali dilanjutkan walau genangan air sisa hujan membuat lokasi menjadi becek.


"Siapa kita? Cinong Bekasi!"

"Siapa kita? Cinong Bekasi!"


Terdengar keras teriakan-teriakan yang disertai yel-yel penyemangat memecah kebisuan. Tatapan semangat barisan anak-anak berpakaian silat anggota perguruan Silat Cinong Bekasi sepertinya kembali bangkit melawan sisa gerimis yang masih turun. Dan acara yang sempat terhenti karena hujan kembali berjalan. 


Dimulai dengan 4 penari cilik dari Sangar Tari Cinong Bekasi menampilkan kebolehan mereka membawakan Tari Manuk Dadali yang kemudian langsung disusul 6 penari remaja membawakan Tari Genjring Party. Tari Genjring Party yang enerjik ini sepertinya merupakan perpaduan tari tradisional yang dikreasikan dengan tarian modern. Cocok untuk menggairahkan kembali suasana yang tadinya garing karena hujan deras. Selain terhibur, tari ini juga berhasil membuat para hadirin kembali merapat ke area panggung.

Milad 4 Cinong Bekasi Ruko The Plaza Perumahan Panjibuwono Kedung Pengawas Babelan

Hari semakin siang ketika adik-adik pencak silat menampilkan seni pencak silat beregu putra, Serang-Bela anak-anak Putri, Tunggal Baku Jurus IPSI, Serang-Bela Remaja Putra dan seterusnya hingga acara kembali dihentikan karena hujan kembali turun. Selain karena alasan kesehatan, acara diberhentikan karena khawatir terjadi korsleting listrik yang membahayakan. Namun semua rangkaian acara yang disusun panitia Milad 4 Cinong sudah selesai, walaupun ada acara yang terpaksa dipindahkan ke Saung Pusat Cinong  di Babelan Kota karena situasi yang tidak mendukung di lokasi acara.


Ruko The Plaza Perumahan Panjibuwono sebagai lokasi acara bukan tempat asing buat teman-teman Cinong Bekasi. Sebelumnya mereka sudah pernah menampilkan atraksi silat dan tradisi palang pintu pada Minggu malam 11 Oktober 2020 saat menyambut  kedatangan Tim Bekatul ke Kafe TKP, salah satu kafe di  Ruko The Plaza.


Hujan hari itu tidak membuat murid-murid Cinong Bekasi yang didominasi remaja ini patah semangat, mereka tetap menampilkan performance terbaik mereka. Matras dan lantai yang licin, angin dingin dan gerimis yang terus saja turun, sepertinya justru membuat mereka tambah energik memperagakan gerakan-gerakan dan jurus-jurus silat dibandingkan jika melakukannya di bawah panas siang yang terik seandainya saja tidak hujan.


Pada akhirnya faktor hujan lebat dan angin kencang yang merubuhkan salah satu tenda acara menjadi sarana langsung ujian mental, gak perlu visualisasi & imagery karena sudah terjadi di depan mata. Tinggal bagaimana soal memilih respon positif yang terbaik untuk menjawab keadaan yang ada. 


Selesai acara, beberapa adik-adik murid Cinong Bekasi tampak bermain di genangan air hujan. Wajah-anak-anak yang tidak bisa berbohong itu memancarkan kepuasan dan kebahagiaan, menghapus lelah para panitia penyelenggara acara Milad 4 Cinong Bekasi. 


Saya rasa wajah-wajah mereka tidak akan segembira itu jika saja mereka gagal menampilkan performance yang sudah sekian lama mereka latih. Ya, memang semangat di balik perhelatan acara ini sebagian besar adalah guna menyediakan wadah kepada kalian para generasi emas Cinong Bekasi, memberikan panggung atau kesempatan kepada adik-adik dan generasi muda untuk tampil menunjukkan ekspresi dan prestasi. 

Milad 4 Cinong Bekasi Ruko The Plaza Perumahan Panjibuwono Kedung Pengawas Babelan


Baca Juga: Sejarah Cinong Bekasi


Seminggu kemudian, (Sabtu 12 Desember 2020) di Saung Pusat Cinong Bekasi, saat rapat evaluasi sekaligus pembubaran panitia, saya sampaikan bahwa acara Milad 4 Cinong di Panjibuwono juga adalah tolok ukur kemampuan dan pelajaran untuk semua anggota dalam merencanakan, melaksanakan kegiatan atau event di luar. Kegiatan ini akan menjadi modal pengalaman untuk kegiatan-kegiatan selanjutnya, terlebih jika kegiatan tersebut merupakan event berskala lebih besar, maka para anggota Cinong Bekasi sudah memiliki pengalaman sebagai event organizer atau penyelenggara acaranya sendiri.


Selamat Milad Ke-4 Cinong Bekasi, selamat naik kelas, semoga semakin bermanfaat untuk masyarakat, amiin.


Milad 4 Perguruan Silat Cinong Bekasi sukses terselenggara dengan didukung oleh: Panjibuwono Residence, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Bekasi, Pemdes Kedungjaya, Babinsa Kedungjaya, Komunitas Anak Betawi Bujug Buneng, Crew Dikadalin TV, Warkop DKI, Prasbhara Polsek Babelan, Komunitas Onthel Babelan Klasik (KOBAK), Saung Asyila, Obon Tabroni Center, Komunitas Fotografi Babe'lens, Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) Kabupaten Bekasi, Perguruan dan Padepokan Silat di Babelan dan sekitarnya, serta pihak-pihak yang tidak tercantum di sini karena kealpaan saya. (mohon diingatkan)


-----------

Pada saat yang sama (Minggu, 6 Desember 2020) hujan lebat dan angin kencang menyebabkan Greenlab di Sekolah Alam Prasasti rubuh tertiup angin, juga terjadi kecelakaan perahu wisata yang terbalik di pesisir Tarumajaya Kabupaten Bekasi.


TELISIK NAMA KAMPUNG MUARA BLACAN

Kali Blacan Muaragembong  TELISIK NAMA KAMPUNG MUARA BLACAN
Kali Blacan Muaragembong 


TELISIK NAMA KAMPUNG MUARA BLACAN

Kampung Muara Blacan (disingkat Kp. Muara Blacan) adalah kampung yang kini sudah tidak lagi menjadi lahan pemukiman. Kampung ini berada dalam wilayah desa Pantai Mekar di sebelah utara dan wilayah desa Pantai Harapan Jaya di sebelah selatan yang dibatasi dengan Sungai Blacan berada di wilayah kecamatan Muaragembong kabupaten Bekasi.


Ada yang unik tentang kampung ini, karena sulitnya mencari informasi terkait asal usul nama kampung, seolah-olah kampung Muara Blacan ini tak pernah ada. Saya mencoba membuka tabir kegelapan ini dengan menelusuri tempat, mencari peninggalan, peta arsip maupun berita koran kuno. 


Pernah juga ditemani Komarudin Ibnu Mikam (seorang pegiat budaya), Yusuf Maulana (pegiat sosial lingkungan) dan Junaedi / Didi (mantan kepala dusun I desa Pantai Sederhana). Dan ternyata, di Kp. Muara Blacan ini pernah ada peradaban yang tidak kalah dengan peradaban yang ada di kampung lain pada zamannya.


MUARA BLACAN Secara Etimologi

Secara etimologi, kata MUARA menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah tempat berakhirnya aliran sungai di laut, danau, atau sungai lain; sungai yang dekat dengan laut. Sedangkan kata BLACAN menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dari bahasa Jawa adalah Kucing Hutan atau dalam sebutan orang di Muaragembong adalah Macan Memeng.


TELISIK NAMA KAMPUNG MUARA BLACAN Blacan Kucing Hutan /Macan Memeng
Blacan Kucing Hutan /Macan Memeng


Jadi, MUARA BLACAN adalah Muara sungai yang banyak Kucing Hutannya.


Hal ini menjadi sesuatu yang logis jika sebelumnya wilayah yang menjadi perkampungan Muara Blacan sebelumnya adalah hutan belantara yang banyak Kucing Hutannya sezaman dengan Kp. Muara Gembong di sebelahnya yang awalnya banyak dihuni Harimau Loreng. 


MUARA BLACAN Secara Histori

Kp. Muara Blacan ini adalah nama kampung yang dibuka dan didirikan oleh eks tentara Mataram yang tidak kembali ke Mataram karena khawatir atas konsekwensi yang akan diterima dari Sultan Agung Hanyokrokusumo atas kegagalannya menyerang VOC di Batavia pada tahun 1628 dan 1629 M.


Seiring waktu yang terus berjalan, Kampung Muara Blacan pun hilang. Hilangnya perkampungan ini karena ditinggalkan penghuninya karena akses transportasi ke kampung Muaragembong sulit. Sungai Blacan yang berhulu di Citarum mengalami pendangkalan akibat sedimentasi lumpur banjir musiman. 


Sekalipun demikian, namun dari artefak yang ditemui, di Kp. Muara Blacan ini pernah ada pengolahan Kerang Putih skala perumahan, tentunya untuk dijual ke Batavia dilihat dari jumlah kulitnya yang sudah ratusan karung dimanfaatkan para petambak untuk menguruk tepi Pintu Air sebagai pencegah ikan Sembelang bersarang di sisi pintu air yang dapat mempercepat kebocoran tambak. 


Dan terhadap yang menyebut BELACAN yang berarti TERASI, bisa juga benar, seiring perkampungan yang berpotensi membuat terasi. Tapi tentunya penamaan Belacan yang berarti Terasi setelah banyaknya penduduk dan didahului Blacan yang awal dihuni. 


Dan jika kata Belacan mengacu kepada kulit Kerang Putih yang banyak ditemukan, maka sebenarnya tidak ada kaitannya, sebab bahan baku terasi bukan dari Kerang Putih tapi udang rebon atau ikan kecil (untuk jenis terasi ikan).


Di Kp. Muara Belacan ini disinyalir dulu dihuni oleh orang-orang yang secara ekonomi sudah mapan, dilihat dari temuan alat Rumah Tangga yang digunakan berbahan Keramik buatan China, Belanda dan bahkan buatan Jepang. Jepang dalam hal ini bukan Jepang yang menjajah Indonesia 1942-1945, karena perkampungan Muara Blacan sudah hilang di tahun 1915. Ditemukan juga gerabah jenis periuk, paso, jambangan, bata tegel dan lain-lain.


Di kampung ini berdasarkan artefak diyakini pernah berdiri Masjid Alam (peta 1902) dan yang berdiri sekarang, posisinya telah bergeser sekitar 700 m dari posisi awalnya. Secara usia tidak berjauhan dengan Masjid Alam Al Mutaqoddimin yang ada di Kp. Gaga desa Pantai Sederhana kecamatan Muaragembong Kabupaten Bekasi Jawa Barat.. 


Disebut Masjid Alam Blacan karena awal ditemukan tidak ada plang nama atau bukti lain yang mengisyaratkan nama masjid tersebut.


Baca juga: Ekowisata Mangrove ke Masjid Alam Blacan Muaragembong


Penulis: Syakiran. 09092019
Facebook Grup Wisata Sejarah Bekasi




Bikin Studio Youtube Murah Dengan BARDI Smarthome

 


Sebagai youtuber pemula yang memiliki cita-cita menjadi seperti Atta Halilintar, Rans Entertainment atau Ria Ricis, maka hal utama yang harus dilakukan adalah memiliki peralatan syuting termasuk studio. Berhubung saya masih amatiran dan tidak terlalu tahu bagaimana cara membuat studio yang bagus, maka saya mencari tahu merek apa yang paling pas dengan budget yang serba minim ini. 

Menjadi youtuber memang butuh pengorbanan terutama gear dan lainnya, dan dibutuhkan komitmen yang nggak main-main. Bahkan sekarang youtuber harus memikirkan konten yang harus ditayangkan setiap harinya. Iya, dibutuhkan keahlian edit dan konsep yang bagus untuk konten yang dilirik oleh jutaan penonton. Bayangin aja kalau youtuber pemula yang sedang merintis channel maka dibutuhkan peralatan yang cukup menguras kantong. 

Selain itu, kadang setelah dibeli peralatan untuk studio malah tidak sesuai dengan apa yang diharapkan dan kemudian tidak digunain karena tidak sesuai harapan. Atau, karena terlalu ribet dan susah digunakan karena tidak bisa disambungkan dengan smartphone. Jadi, bakalan susah banget untuk menyambungkan alat misalnya ampu LED ke smartphone. 

Dengan pertimbangan sana-sini, akhirnya saya menemukan BARDI Smarthome, sebuah brand smarthome dengan harga yang pas dikantong dan sangat mudah digunakan karena bisa disambungkan ke smartphone atau device lain. Banyak banget produk yang disediakan mulai dari lampu LED Strip, Bulb Lamp, IR Remote, Doorlock, IP Camera, Robot Vacum Camera, Fish Feeder dan masih banyak lainnya. 

Nah, saya kebetulan akhirnya memilih Smart Bulb 12W- RGBWW, IR Remote 10M dan LED Strip 2M - RGBWW. 

Kenapa BARDI SmartHome?

Saya sempat berfikir apakah bisa membuat studio dalam kos-kosan sempit dan tidak representatif karena barangnya banyak, namun setelah melihat youtube bagaimana cara menjadikan kamar sempit menjadi studio akhirnya saya memutuskan untuk bikin studio youtube dalam kamar. Selain menghemat budget, juga bisa memaksimalkan apa yang ada disekitar kita terlebih dahulu. 

Setelah mencari apa saja yang dibutuhkan dan apa merek yang cocok, akhirnya rekomendasi jatuh pada BARDI SmartHome. Yes, sebuah merek yang cukup terjangkau dan cukup lengkap untuk content creator (terutama youtube). Dan, akhirnya saya memantapkan hati memilih merek ini. 

Sebagai informasi, BARDI adalah salah satu produsen smarthome meliputi banyak produk seperti bulb(lamp), LED Strip, Remote, IP Camera dan lainnya. Jadi, selain cocok buat content creator, produk ini juga cocok bagi keluarga. 

Produk BARDI SmartHome Untuk Studio Youtube


Lampu Ajaib Ganti Warna - Smart Light Bulb 12W RGBWW

Salah satu produk yang paling saya suka adalah Smart Light Bulb 12W RGBWW. Lampu ini merupakan bohlam pintar yang bisa diubah warna dan kecerahannya bisa digunakan untuk berbagai keperluan misalnya membaca, kegiatan sehari-hari, saat tidur bahkan untuk bikin studio seperti yang saya sebutkan sebelumnya. 

Lampu ini memiliki kecerahan maksimal 1110 lumens dan bisa diredupkan sampai 110 lumens. Dan, yang paling membuat lampu ini spesial adalah range warna cahaya yang dihasilkan dari lampu ini. Bayangkan saja, lampu ini memiliki kombinasi warna RGB sampai 16 juta warna dan gradasi putih dari warm white ke cool white. Jadi, lampu RGBWW ini cocok banget bagi yang mau menghias kamar dan membuatnya lebih berwarna sekaligus multifungsi. 


LED Strip 2M RGBWW 


Selain Lampu Ajaib, LED Strip ini juga bisa dijadikan sebagai hiasan kamar dan pelengkap studio youtube bagi content craetor. Sama dengan lampu ajaib, LED Strip ini juga mampu menghias kamar lebih berwarna-warni karena memiliki spektrum warna sampai 16 juta warna. Jadi bisa tidur ditemani dengan lampu kedap-kedip ini.

Selain itu, untuk mengatur warna dan redup terangnya bisa menggunakan aplikasi BARDI Smarthome sehingga sangat mudah tanpa perlu repot bolak-balik setel lampunya. Apalagi misalnya sedang bikin konten, maka ini adalah solusinya. 

Pengontrol Perangkat Serba Bisa - IR Remote 10M


Nah, ini dia perangkat Remote serba bisa. IR Remote merupakan pemancar infrared pintar yang bisa di kendalikan melalui aplikasi selama ada wifi/hotspot. Remot ini dapat menggantikan semua remot infrared dengan mayoritas sudah ada dalam daftar dan bila tidak ada, bisa di duplikat signal infrared dari remot lama ke remot Bardi.

Dengan sudut pemancaran di 360 derajat dan jarak hingga 10m, remot Bardi dapat mengendalikan banyak perangkat yang dalam garis pandang karena signal infrared tidak dapat tembus halangan. Remot ini sangat mudah di pasang, hanya dengan menghubungkan ke listrik mengingat kepala adaptor sudah termasuk dalam dus IR Remote Bardi.

Nah, itu dia perangkat yang bisa membantu bikin studio mini kamu di rumah atau kamar bisa diwujudkan dengan BARDI Smarthome. Selain itu masih banyak produk lain yang bisa bermanfaat untuk keperluan rumah tangga dan kebutuhan untuk Content Creator seperti kamu. 

Trevor Noah Si Komedian Yang Mencuri Semua Perhatian Saya

 

Sumber foto: Press.Cc.Com

Trevor Noah Si Komedian Yang Mencuri Semua Perhatian Saya. Sudah lama sekali saya tidak memperbarui tulisan di blog ini. Rasanya basi kalau lagi-lagi alasannya karena kesibukan meskipun yaaaa memang itulah alasannya. Melihat statistik pengunjung/pembaca blog ini, saya mengucapkan terima kasih. Kalian baik. Masih mau datang ke sini, masih mau membaca pos demi pos, terutama yang berkaitan dengan pos rangkuman seperti 5 manfaat, 5 tips, 5 ini-itu, dan sejenisnya, yang selalu berdasarkan pengalaman pribadi. Ada banyak peristiwa yang terjadi baik dalam lingkungan keluarga maupun lingkungan pekerjaan (kampus) seperti membikin sabun untuk souvenir di pernikahan keponakan dan peresmian patung Sang Visioner. Tapi hari ini izinkan saya menulis tentang seorang komedian bernama Trevor Noah.


Baca Juga: Eko Poceratu Nyong Maluku Yang Mendunia Melalui Puisi


Siapa Trevor Noah? Dan kenapa dia mencuri semua perhatian saya? Yuk dibaca.


Trevor Noah


Trevor Noah lahir di Johannesburg, Afrika Selatan, pada tanggal 20 Februari 1984. Selain sebagai seorang komedian dia juga dikenal sebagai pembawa acara televisi, produser, penulis, komentator politik, dan aktor. Dia adalah pembawa acara The Daily Show, program berita satir Amerika di Comedy Central. Sejak tahun 2002 dia menjadi pembawa acara (Perusahaan Penyiaran Afrika Selatan|SABC) dan menjadi runner-up di musim keempat Iterasi Strictly Come Dancing di Afrika Selatan pada tahun 2008. Dari tahun 2010 hingga 2011, ia bertindak sebagai pencipta dan pembawa acara talk show larut malam Tonight with Trevor Noah, yang disiarkan di M-Net dan DStv. Setelah karir stand up comedy-nya mencapai kesuksesan internasional, Trevor mulai muncul di acara bincang-bincang larut malam Amerika dan acara panel bahasa Inggris. Pada tahun 2014, Trevor menjadi Koresponden Internasional Senior untuk The Daily Show, dan tahun berikutnya, ia menggantikan pembawa acara lama Jon Stewart, dan ditetapkan untuk tetap di posisi ini hingga 2022. Buku komedi otobiografinya Born a Crime diterbitkan pada tahun 2016 dan mendapat pujian kritis. 


Noah telah menerima berbagai penghargaan, termasuk kemenangan Primetime Emmy Award dari sembilan nominasi. Dia dinobatkan sebagai salah satu dari "35 Orang Paling Kuat di New York Media" oleh The Hollywood Reporter pada tahun 2017 dan 2018. Pada tahun 2018, majalah Time menobatkannya sebagai salah satu dari 100 orang paling berpengaruh di dunia


Dan ya, itu yang diinformasikan oleh Wikipedia. Hehe. Informasi lengkap soal lelaki cerdas yang satu ini dapat kalian peroleh juga di situs resminya Trevor Noah.


Komedi Cerdas


Saya pernah membahas seorang komedian bernama James Veitch yang menurut saya sangat cerdas. Tidak dapat membandingkan antara komedian yang satu dengan yang lain, tapi Trevor merupakan komedian cerdas lainnya yang saya temukan di Youtube. Seperti saya menemukan James Veitch dan Gabriel Iglesias. Trevor membicarakan semua hal. Politik? Itu pasti. Bagaimana dia berbicara tentang Donald Trump, Jacob Zuma, dan Kim Jong-un, membikin penontonnya meledak dalam tawa, termasuk saya. Isu-isu di dunia politik itu dibalut kehidupan percintaan misalnya antara Melania dan Donald Trump. Haha. Atau tentang pandangan Kim Jong-un terhadap Donald Trump yang you know lah. Atau tentang rasisme yang terjadi hampir di semua negara. Dia mengkaitkan antara satu isu dengan isu lainnya melalui kabel konektor yang sangat halus.


Trevor juga seorang impressionist andal. Tidak saja dalam perilaku tetapi juga mampu meniru berbagai aksen dari seluruh dunia. Lagi-lagi saya terbahak-bahak mendengar dia menirukan aksen orang Rusia. Katanya, aksen orang Rusia itu begitu mengintimidasi dan terdengar sangat berbahaya meskipun mereka hanya berbicara hal-hal biasa atau romantis. Dan ya, dia mencontohkannya dengan sangat sempurna. Bagaimana dia menggambarkan skenario percakapan antara Barack Obama dengan Nelson Mandela, itu sungguh luar biasa. Bagaimana dia menggambarkan skenario percakapan antara Melania dan Donald Trump, itu sungguh bakal bikin otak kalian juga ikutan ngakak di dalam sana. Bagaimana dia membandingkan antara announcer bandara di negara lain dengan di Afrika Selatan, duuuuh ... sudahlah, jangan sampai saya terhibur dan tertawa sendiri. 


Kalian juga harus menonton Trevor Noah. Banyak videonya di Youtube. Atau, sekalian saja subscribe akun Youtube-nya.


⇜⇝


Beberapa hari terakhir saya sejenak absen dari Upin Ipin, Larva, Shaun the Sheep, Zig and Sharko, hingga Oggy and the Cockroaches. Semua gara-gara Trevor Noah. Saya melahap habis semua videonya di Youtube, terbahak-bahak, bahkan sampai heboh bercerita pada Indra Pharmantara tentang gaya dia mencontohkan annoucer bandara. Karena bagi saya hal bagus harus diceritakan pada orang lain. Energi positif itu harus tertularkan pada orang lain. Termasuk kalian yang hari ini membaca pos tentang Trevor Noah. Come on, hiburlah diri sendiri karena kita sudah cukup lama dihantui oleh Covid-19. Hehe.


Hope you enjoy, it!


#SabtuReview


Cheers.

"Setiap Pramuka Adalah Pewarta", Ngopi Bareng Pramuka Ambalan Dewakarni SMKN 1 Babelan

Setiap Pramuka Adalah Pewarta
Infografis Setiap Pramuka Adalah Pewarta 



Visi: Mewujudkan anggota Gerakan Pramuka yang relevan sesuai kebutuhan zaman mereka untuk melakukan perubahan yang lebih baik lagi dalam kehidupannya.

Misi: Mengarahkan dan menjadikan kaum muda agent of change (pelopor pembaharu) yang lebih inovatif, relevan, dan berguna bagi bangsa, Negara, masyarakat Indonesia sesuai marwah Gerakan Pramuka yang berkarakter, berkebangsaan dan memiliki kecakapan hidup.

Demikian visi dan misi Kepengurusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka masa bakti 2018-2023 yang dipimpin oleh Komjen Pol (Purn) Drs. H. Budi Waseso yang resmi terpilih sebagai Ketua Kwarnas dalam Musyawarah Nasional (Munas) X Gerakan Pramuka tahun 2018 di Kendari, Sulawesi Tenggara, 25-29 September 2018 lalu.

Selanjutnya, salah satu dari tujuh Program Prioritas Kwarnas Gerakan Pramuka Masa Bakti 2018-2023 adalah: 

Membangun citra positif Gerakan Pramuka dengan mewujudkan kapasitas informatika, integritas dan kompetensi komunikasi publik di era digital.

Dalam Rakernas yang dilaksanakan pada 19-21 Februari 2020, Program Prioritas Kwarnas nomor 6 ini diterjemahkan menjadi dua sasaran strategis oleh Komisi Kehumasan & Informatika Kwarnas, yaitu;  Membangun citra positif Gerakan Pramuka dan Re-branding Gerakan Pramuka. Dalam paparan Komisi Kehumasan & Informatika ini dilaporkan pula kegiatan mempopulerkan tanda pagar (tagar) atau hashtag  #SetiapPramukaAdalahPewarta di media sosial.

Tagar "Setiap Pramuka Adalah Pewarta" tidak bermakna berbeda dengan semboyan “Setiap Pramuka Adalah Kantor Berita” yang menjadi semboyan Kwarnas Gerakan Pramuka dalam kepemimpinan Dr. H. Adhyaksa Dault masa bakti tahun 2013 - 2018.

Kata Setiap Pramuka Adalah Pewarta ini juga saya baca pada e-flyer Pelantikan Kenaikan Tingkat Pramuka Penegak Bantara Ambalan Ki Hajar Dewantara - R.A. Kartini (Dewakarni), SMKN 1 Babelan Gudep 02117-02118 yang dilaksanakan di Rumah Pelangi Bekasi pada tanggal 21-22 Desember 2020.

Setiap Pramuka Adalah Pewarta, Ngopi Bareng Pramuka Ambalan Dewakarni SMKN1 Babelan
E-flyer Pelantikan Kenaikan Tingkat Pramuka Penegak Bantara
Ambalan Ki Hajar Dewantara - R.A. Kartini (Dewakarni), SMKN 1 Babelan

Mengutip dari salah satu tulisan di laman kumparan.com (2017/05/03), semboyan "Setiap Pramuka Adalah Pewarta" tujuannya adalah supaya setiap anggota gerakan Pramuka memiliki kesadaran sebagai pemilik, pemimpin redaksi, sekaligus wartawan bagi akun media sosialnya. Tanggung jawab yang tinggi terhadap suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.

Lebih lanjut besar harapan dari semboyan Setiap Pramuka Adalah Pewarta adalah agar setiap anggota gerakan Pramuka mempunyai kemampuan menulis tentang aktivitas Pramuka, produk lokal spesifik lokalita, kegiatan pemuda, destinasi pariwisata, berbagai kuliner, informasi tentang budaya, eksplore potensi daerah, dan banyak hal positif lainnya.

Dari 2 poin tersebut saya merangkum 4 poin sebagai sasaran dari semboyan Setiap Pramuka Adalah Pewarta dalam sebuah infografis sederhana seperti gambar paling atas.

Intinya, Pramuka masa kini harus bisa mengkolaborasikan kegiatan Pramuka konvensional dengan penguasaan teknologi informatika. Aksi sosial tetap menjadi kegiatan utama dengan merevitalisasi nilai budaya bangsa yakni gotong royong yang kemudian didokumentasikan dan dikemas dalam publikasi konten yang positif dan inspiratif.

Isu demikian sudah diakomodasi oleh Kwarnas tentunya juga Kwarda hingga ke bawahnya cukup sadar akan pentingnya isu Re-branding Gerakan Pramuka yang berhubungan erat dengan kehumasan dan publikasi-publikasi yang dihasilkan oleh setiap anggota Pramuka di akun media sosialnya masing-masing.

Menimbang hal di atas, maka dalam infografis sederhana yang saya buat itu, saya masukkan 4 poin sasaran yang hendak saya sampaikan pada adik-adik Pramuka dalam sesi sharing saya.

4 sasaran dalam infografis Setiap Pramuka Adalah Pewarta itu adalah:


1. Aksi

Aksi di sini adalah kegiatan Pramuka secara umum, kegiatan sosial kemasyarakatan dan semacamnya. Hal ini sudah biasa dilakukan dan tidak diragukan lagi peran aktifnya dalam kegiatan sosial baik dalam situasi bencana maupun kegiatan-kegiatan rutin yang menjadi aksi Pramuka.

2. Dokumentasi

Dalam setiap aksinya, hendaknya kegiatan tersebut didokumentasikan dengan baik, sehingga tersedia  lengkap bahan untuk laporan dan evaluasi kegiatan. 

3. Konten Kreatif

Hasil dokumentasi yang baik juga dapat menjadi bahan untuk membuat ragam konten kreatif yang berisikan pesan-pesan positif dan inspiratif. Ketersediaan bahan dapat menentukan kualitas sebuah konten yang akan dibuat. Konten juga dibuat dengan berbagai macam bentuk agar dapat menyesuaikan dengan wadah publikasi dan sasaran yang hendak dicapai.

4. Publikasi

Konten hasil kreasi dari dokumentasi pada akhirnya dipublikasikan dengan menggunakan banyak wadah saluran. Baik itu tulisan, poster, video dan lain sebagainya. Jejaring media sosial dan internet memudahkan publikasi konten, sehingga kita dapat memanfaatkannya dengan sebaik mungkin. 


Sasaran nomor 1 dan 2 saya kira adik-adik Pramuka sudah paham maksudnya, sehingga saya langsung lompat membahas sedikit ke sasaran nomor 2 dan 3.

Pada saat sesi sharing, saya sudah jelaskan makna kata pewarta yang lebih saya arahkan ke pengertian "konten kreator", sehingga adik-adik Pramuka ini sadar bahwa dirinya adalah seorang pembuat konten yang memiliki tanggung jawab sosial terhadap isi dari media sosial mereka.

konten kreator
konten kreator


Semua yang hadir, kurang lebih 20 siswa ini mengaku memiliki akun media sosial baik akun Facebook, Youtube, TikTok, Instagram dan seterusnya. Beberapa mengaku aktif menggunakan media sosial tersebut namun belum menggunakannya sebagai media publikasi hasil konten kreasinya yang penyampaian pesan atau informasi sebagaimana diharapkan dalam slogan "Setiap Pramuka Adalah Pewarta".

Wajar saja, karena untuk menjadi konten kreator dan memenuhi misi seperti itu dibutuhkan lebih dari sekadar kesadaran, tapi pelatihan-pelatihan agar mereka memiliki kemampuan dasar memproduksi konten yang baik. Khususnya konten seputar kegaitan kepramukaan yang mereka lakukan.

"Setiap Pramuka Adalah Pewarta", Ngopi Bareng Pramuka Ambalan Dewakarni SMKN1 Babelan
Sharing "Setiap Pramuka Adalah Pewarta" di Rumah Pelangi
Foto by: Adit Rungi

Mengenai konten, sebelumnya juga saya sudah berbagi dengan Adik-adik SMA Sekolah Rakyat Babelan saat acara LDKS di Sekolah Alam Prasasti pada hari Sabtu tanggal 28 November 2020. Materi yang hampir sama juga saya sampaikan, mengenai konten dan mendorong mereka agar menjadi kreator konten, minimal untuk publikasi kegiatan mereka di sekolah. 

Para generasi muda ini sebagian besar akrab dengan media sosial, walau sebagian besar masih menjadi konsumen setidaknya mereka perlu didorong terus untuk berani dan mampu memproduksi konten-konten yang bermanfaat. Beberapa orang memang sudah mulai memproduksi konten, baik itu tugas dari sekolah atau inisiatif pribadi, saya berharap ke depannya sekolah-sekolah bisa mendorong dan mengapresiasi murid-murid yang berprestasi dalam pembuatan konten kreatif.

Semoga setelah sharing ini mereka paham mengenai bentuk-bentuk konten, mulai berani membuat konten untuk memperbanyak konten positif di dunia maya, berkreasi sesuai minat mereka dan dapat memanfaatkan media sosial dengan tepat untuk kebaikan dirinya dan masyarakat.

Dari bahan ini hanya sedikit yang sempat saya sampaikan pada adik-adik Pramuka Penegak Bantara  Ambalan Ki Hajar Dewantara - R.A. Kartini (Dewakarni), SMKN 1 Babelan, mudah-mudahan tulisan ini dapat mengisi apa yang belum dapat saya sampaikan pada saat pertemuan sore yang menyenangkan itu. []


Rumah Pelangi Bekasi
Senin, 21 Desember 2020.




MOGOK NASIONAL

MOGOK NASIONAL BURUH


Ada sebuah kerajaan di sebelah utara kepulauan Madagaskar. Saat ini, sedang ada gonjang-ganjing di kerajaan itu, penyebabnya adalah buruh-buruhnya sedang gelisah karena akan melakukan mogok nasional.


Di sebuah tempat tersembunyi yang terhalang oleh pohon-pohon raksasa peninggalan jaman purba, berdiskusilah para pimpinan buruh. Pimpinan dari berbagai serikat buruh kerajaan. Tempat yang merupakan sebuah ruangan lumayan besar, dan puluhan orang sedang berkumpul di dalamnya.


"Kita harus secepatnya melakukan mogok nasional ini!" seru Ngadiroen, seorang pimpinan Serikat Buruh Elektronik.


"Setuju!"


"Sepakat!"


"Ayo! Gak pake lama"


Berbagai tanggapan dari orang-orang yang hadir.


"Bagaimana cara mogoknya?" tanya Soemirjand, ia adalah salah seorang pimpinan Serikat Buruh Kain Kulit Kayu, terkenal pemberani.


"Stop Produksi! Kita penuhi jalan-jalan!" teriak Kertoelontoe, pemuda yang hampir membakar dirinya di alun-alun kerajaan saat demo PP69 beberapa tahun yang lalu.


"Betul! Sweeping semua pabrik, keluarkan seluruh buruhnya!." Seorang wanita bernama Juliet dengan semangat berteriak sambil mengacungkan tangan kirinya yang penuh gelang emas mulai dari pergelangan hingga siku.


Ngadiroen mengangkat kedua tangannya, meminta hadirin tenang. Kemudian ia berkata, "Mogok dengan cara itu sudah sering kita lakukan, hanya pertama kali yang berhasil, ke sininya kita dibubarin paksa, babak belur dihajar ponggawa kerajaan, belum lagi ancaman preman-preman bayaran dari tuan modal, ada ide lain?."


Hening sesaat.


"Kita coba lagi, asal kita kompak, semua buruh stop mesin produksi, kemaren-kemaren kita gak kompak, makanya gampang dibubarin!," sahut Kertoelontoe dengan semangat.


"Jika tetap dibubarkan paksa oleh ponggawa dan preman bagaimana?."


"Kita lawan!."


"Lawan bagaimana?."


"Ya, kita lawan sampai titik darah penghabisan! Pantang mundur sebelum menang! seperti slogan kita!." teriak Gendoer berapi-api, seorang pimpinan buruh Otomokar.


"Kalo kita di hajar?."


"Hajar balik!."


Ngadiroen menggeleng-gelengkan kepalanya. Wajahnya berkerut sedih. 


"Jika yang melawan itu aku atau kalian yang ada di sini, aku yakin, kita semua akan berani, tapi beranikah buruh-buruh itu?  Buruh-buruh perempuan? Buruh yang baru kawin? Buruh yang punya cicilan pedati baru? Buruh yang biasa hidup di ruangan berpendingin? Buruh yang istrinya baru melahirkan?."


Ruangan itu hening. Orang-orang yang hadir saling berpandangan.


MOGOK NASIONAL BURUH


"Mereka, buruh-buruh anggota kita harus berani! Lagipula mereka gak akan melakukan kekerasan terhadap buruh perempuan!," sanggah Juliet dengan yakin.


"Siapa bilang mereka gak akan berani menyakiti buruh perempuan? Ingat aksi demo di pabrik obat di ujung kerajaaan? Para ponggawa biadab itu menyemprotkan air merica ke mata buruh-buruh perempuan yang sedang duduk mogok di sana!," sahut Ngadiroen berapi-api.


Juliet terdiam, ia ingat kejadian itu beberapa waktu lalu, karena ia termasuk yang ikut disemprot matanya dengan merica. Pedihnya seperti baru ia rasakan sekarang, tak sadar tangannya menyeka matanya yang tiba-tiba berair.


Ruangan itu kembali hening. Semua orang diam, sibuk dengan pikirannya masing-masing.


Beberapa saat kemudian Soemirjand bersuara, "Lalu bagaimana baiknya?."


Ngadiroen mengambil sebatang rokok bako yang dilintingnya sendiri, membakarnya, lalu mengisapnya dalam-dalam, kemudian ia hembuskan asapnya perlahan. Semua mata memperhatikan asap itu menari-nari di ruangan, lalu memudar, dan akhirnya hilang meninggalkan bau khas tembakau murahan.


"Begini, sebaiknya ki..."


"Maaf, boleh saya bicara?." 


Seseorang memotong pembicaraan Ngadiroen. Semua orang menoleh ke salah satu sudut ruangan, di mana seorang pemuda kurus, dengan lengan penuh tatto hingga lehernya, berdiri dengan mata yang seperti mengantuk.


Ngadiroen mengangkat dagunya memberi isyarat agar pemuda itu bicara.


"Saya Abutalas, pimpinan Serikat Buruh Kirim-Kirim," katanya memperkenalkan diri. Ia diam sejenak sambil memperhatikan semua orang yang memandangnya dengan tatapan aneh.


"Sebelumnya saya tanya dulu, mogok yang dimaksud itu apakah mogok kerja?," tanyanya entah pada siapa.


"Iya!," beberapa orang menyahut kompak. Ngadiroen mengangguk.


"Apakah mogok kerja harus selalu datang ke pabrik?," tanya lagi Abutalas.


Tak ada yang menjawab. Ada yang menggeleng, ada yang mengangguk. Abutalas tersenyum.


"Jika mogok nasional adalah gak kerja bareng-bareng seluruh buruh di seluruh kerajaan, terus ngapain pergi ke pabrik? Di rumah saja, seperti yang saya instruksikan ke anggota serikat Kirim-Kirim yang jutaan jumlahnya."


Hadirin memandangnya sambil melongo. Abutalas tak peduli tatapan orang-orang, ia melanjutkan.


"Saya instruksikan mereka, jika instruksi Mogok Nasional muncul, gak usah berangkat ke pabrik, diam di rumah, di kontrakan-kontrakan, di kost-kost-an, ngapain buang tenaga berantem dengan preman? baku hantam dengan ponggawa kerajaan yang peralatannya lebih komplit?," papar Abutalas menggebu-gebu.


Para hadirin masih tak bersuara, beberapa mulai mengangguk -angguk.


"Lahhhh! Bilang aja kau takut!," teriak Gendoer meremehkan.


Abutalas menatap Gendoer dengan tajam. Rahangnya bergetar. 


"Gak ada kamus takut dalam hidup saya! Kau kira siapa yang menghancurkan sarang preman kalau bukan anggota serikat kami saat pendopo buruh luluh lantak diserbu mereka? Kau kira siapa yang menjadi martir menahan gelombang pasukan ponggawa agar buruh-buruh lain termasuk anggotamu, dan pabrikmu selamat dari amukan mereka? Saya dan anggota saya! Dan di mana kalian saat itu?? Saat anggota saya mampus dipukuli oleh aparat dan preman? Sampai beberapa orang sekarat hampir mati! Hah!?." 


Gendoer terdiam. Abutalas masih bergetar badannya karena emosi yang diluapkannya barusan. Tak terima dibilang takut. Ngadiroen masih menghisap bakonya, memperhatikan kelanjutannya.


MOGOK NASIONAL BURUH


"Itulah yang saya maksud. Ngapain mengorbankan anggota untuk berperang dengan mereka? Jika masih ada cara yang cukup efektif untuk melakukan mogok kerja. Toh, sama saja. Mesin-mesin berhenti meraung. Kain akan tetap menjadi kain. Pabrik sepi seperti gedung mati. Kecil kemungkinan resiko anggota kita bentrok dengan mereka." 


Semakin banyak yang mengangguk-angguk. Mereka memandang Abutalas dengan kagum. Tak ada lagi tatapan aneh.


"Dan kita sebagai pimpinan yang ambil resiko itu! Kita undang pihak kerajaan untuk diskusi. Jika tak mau, lanjutkan mogok itu. Dan kali ini, gak usah tanggung-tanggung, kita mogok hingga tuntutan kita mereka kabulkan!," kata Abutalas dengan semangat makin menjadi-jadi.


Beberapa orang bertepuk tangan sambil bersorak sorai, setuju dengan usulnya. Kemudian suasana kembali hening, Abutalas tak lagi berbicara, ia sudah kembali ke sudutnya. Semua mata kini memandang Ngadiroen yang tiba-tiba dianggap sebagai pimpinan di situ.


Ngadiroen merenung.  Tak semudah itu pikirnya. Lalu kembali mengisap bako murahnya dalam-dalam. Lama sekali. Kemudian menghembuskan asapnya ke atas. Ke langit-langit, tempat para Langitan berada.


*********


END


Note:

Republik Madagaskar, adalah sebuah negara pulau di Samudra Hindia, lepas pesisir timur Afrika. Pulau Madagaskar adalah pulau terbesar keempat di dunia. Selain pulau utama, beberapa pulau kecil di sekitarnya juga menjadi klaim republik ini, yaitu Pulau Juan de Nova, Pulau Europa, Kepulauan Glorioso, Pulau Tromelin Island, dan Bassas da India. Dan cerita di atas gak ada hubungannya sama sekali dengan pulau-pulau itu. Kesamaan nama dan tempat hanya khayalan ane karena mabok kebanyakan ngopi. Piss!


_________________
Penulis: Yous Asdiyanto Siddik 
Sabtu, 22 Februari 2020