Arsip Bulanan: September 2020

Akhirnya, Levelator 3.0.2!

Pengguna Levelator mungkin menyadari kalau software ini sudah dari tahun 2012 tidak lagi diperbaharui oleh pengembangnya. Akibatnya pengguna MaC OS sudah tidak bisa menggunakannya lagi setelah apgred ke Mojave dan Catalina.

Tapi diam-diam developernya ternyata memperbaharui Levelator untuk Mac dan kini sudah bisa digunakan di MacOS terkini. Yayy!!

Aplikasinya masih tetap gratis dan bisa diunduh di Mac Appstore. Cari saja Levelator atau klik di sini.

Tidak ada yang berubah dari Levelator 3.0.2 ini kecuali tampilannya yang sedikit “modern” lah. Fungsinya tetap sama. Tinggal drag and drop file audio dan –SIMSALABIM!– level audio kita akan langsung rata dan nyaman didengar. Mantap lah!

Sejak upgrade Mac saya benar-benar kehilangan Levelator, karena software ini benar-benar membantu untuk leveling suara terutama bagi podcaster malas seperti saya ini yang maunya tinggal drag and drop saja. hehehe. Akhirnya kini berlangganan layanan Auphonic productions yang lumayan harganya. Okeh, waktunya cancel subscription Auphonic.

Oya, buat teman-teman Podcaster yang belum tahu apa itu Levelator, silakan baca di sini.

Mari lanjut podcasting!

Kongkow Santai di Hutan Bambu Kali Cikarang Warung Bongkok

Kongkow Santai di Hutan Bambu Kali Cikarang Warung Bongkok
Ini bukan kongkow di tambal ban ya sedara, wahai netizen sekalian, melainkan ini kongkow di bawah rumah pohon karya kawan-kawan Komunitas Save Kali Cikarang.

Pagi tadi sebelum saya sampai tempat sejuk nan asri walau agak bising bukan karena lalu lalang kendaraan, tapi suara dari PT Gunung Garuda yang berhadap-hadapan langsung dengan aliran #kalicikarang. Seperti biasa aktivitas saya di tengah keadaan begini mantengin HP, karena ada jadwal mengajar by online.

Gak saya kasih tugas kok para siswa/i, cuma saya minta baca materi saja, walaupun Alhamdulillah ada dari beberapa siswa/i berinisiatif mengubah materi yang saya sampaikan ke dalam bentuk PDF dan PowerPoint. Selesai memberikan materi serta menjawab beberapa pertanyaan siswa/i, saya coba online update biasalah gaya-gayaan, baca-baca berita, dan bikin ruang diskusi yang disediakan FB, eh nongol dan bergabung juga Bang Eko Djatmiko.

Itupun posisi saya masih di rumah, sudah seduh kopi, sembari menunggu istri selesai memasak, di tengah obrolan yang nan kentang (kepalang tanggung) sang Istri nyeletuk, "ngobrolnya di sana aja yuk".
Wah ayo dah, maka saya putuskan untuk segera cap cus, otw ke Hutan Bambu Kali Cikarang/ #KomunitasSaveKaliCikarang.

Dengan bermodal petunjuk dan arahan Bang Eko Djatmiko.
"Pokoknya dari tugu Bambu Warung Bongkok lurus ada Indomaret sebelah kiri jalan ada gang masuk dah, nanti ada plang nya Hutan Bambu Kali Cikarang". 

Memang antara bikin dahi mengkerut dan narik napas panjang menemui jalanan yang asal tambal berlubang, juga tata pemukiman dalam kepungan PT Gunung Garuda, bahkan makam juga dikepung oleh PT sekitaran. Parkirlah saya dan istri di pinggir jalan. Alhamdulillah disambut dengan baik oleh beberapa kawan yang sigap di depan areal pintu masuk.

"Jalan aja terus bang ikutin gang ini, banyak makam memang juga tembok-tembok batas yang dibuat oleh PT di sekitar areal makam," kata seorang pemuda di sana.

Ada sosok yang saya kenal betul tahu percis, postur badannya,tinggi badannya, suaranya, dia menyapa "Woy-woy". Tenang bukan penampakan di sekitar Hutan Bambu Kali Cikarang dan makam. Ini sosok yang terkenal piawai membawakan sejarah Bekasi, dan sudah membuat buku juga, gak hanya satu dalam dunia perbukuan. Tak lain tak bukan, kawan saya juga, Bang Endra Kusnawan.

Tapi yang saya lihat beliau ada obrolan agak serius dengan banyak produk-produk yang tersedia di mejanya, juga ada beberapa teman beliau. Maka satu tempat lain ruang diskusi. Beliau juga bertanya "Ngapain ke marih?."
Saya jawab "Pengen kepo aja di zona yang lagi viral ampe pusat", hahaha.

Saya langsung cari Bang Eko Djatmiko yang tengah asik memancing juga ngajarin beberapa anak cara memancing. 

Di sekitar areal juga ada Mushola, WC, dan tempat berfoto yang bagus, dan yang sangat langka, adalah beberapa pelajar tengah asik belajar sambil diskusi sepertinya tengah mengerjakan tugas sekolah

Dengan salaman kepalan tinju sebagai tanda jumpa awal saya dan bang Eko Djatmiko. Ini kalau yang paham, salaman dengan saling mengepalkan tangan ini adalah salam semangat perubahan gerak sosial.

Kongkow Santai di Hutan Bambu Kali Cikarang Warung Bongkok

Ngobrol Lah dengan santai, posisi awal ngobrol di kepala kapal hasil kreativitas kawan-kawan #Savekalicikarang. Berpindah tempat ke area rumah pohon agar geser dikit dengan tawaran kopi Sumatera asli. Istri saya tengah asik di bawah rimbunnya pohon bambu, dia paham bagaimana saya jadi tidak ikut ke area kongkowan.

"Jahat ya saya tinggalin".
Tapi tenang di area tadi kepala kapal hasil kreativitas kawan-kawan #savekalicikarang, ada yang lagi terus mengerjakan untuk mengokohkan tempat kongkow, jadi istri saya gak sendirian. Sebatang rokok lalu sebatang lagi dengan ditemani kopi Sumatera. Bahkan rokok yang dihisap beliau sama dengan rokok saya, kretek.

Belio sempat menunjukan video dari YouTube tentang liputan berita #savekalicikarang,
https://youtu.be/98EGtuE3CoM. Unik walaupun agak heran, itu berita jika ditonton dan channelnya milik Diksominfosantik Kab Bekasi.
Herannya di mana?

Sudah sampaikah jajaran pegawai dinas yang membuat video tersebut? Atau dinas terkait yang kudunya engeh dengan semangat kebangkitan masyarakat bantaran kali dengan membuat gerakan #Savekalicikarang serta Melestarikan #Hutanbambukalicikarang.

Antara cuman sekedar liput? atau akuisisi sepihak bahwa sudah ada tempat wisata bernuansa kali dan sebagai wadah pembelajaran peduli lingkungan dengan Jelas berhadapan langsung disekitarnya PT Gunung Garuda?.

Obrol punya obrol, ternyata istri beliau dengan saya masih satu kampung lah, malang melintang juga Bang Eko Djatmiko tahu kampung halaman saya. Istilahnya sekarang bahasa kodenya PLN (Palembang lagi Naik). Beliau lama juga di kampung halaman saya, Kikim Sumatera Selatan. Jangan-jangan masih saudara neh.

Udah ah kebayakan ini tulisan. Tapi yang pasti akan dan segera terbentuk dalam satu naungan masyarakat bantaran kali di Kabupaten Bekasi.

Penulis: Minon On Mini
Selasa, 28 Juli 2020


Paket Internet Unlimited Murah Yang Ramah Kantong Pelajar

Paket Internet Unlimited Murah Yang Ramah Kantong Pelajar

Beberapa waktu lalu, saya sempat bingung mau beli kartu dan menggunakan provider apa untuk memenuhi kebutuhan paket internet unlimited sehari-hari. Mau beli yang Telkomsel agak mahal, mau beli Smartfren sepertinya tidak jauh beda dengan Telkomsel. Mungkin perlu bertanya dulu kepada teman-teman supaya ada perbandingan.

Mega : "Girls, provider plus kuota yang paling murah enaknya apa ya?."  
Ayu : "Kalau menurut aku sih, 3 (Tri) bagus, apalagi harga sama paketannya, ih gila murah banget udah gitu ya, ada bonus internetannya terus dari Bima+. Asik banget gak tuh!."  
Mega : "Asiiik, cus lah beli."

Setelah percakapan ringan dengan Ayu, akhirnya saya beli deh tuh kartu (provider) 3 (Tri) hari itu juga. Dan ternyata..... bener banget, dapet bonus internetan terus, apalagi kayak saya gini nih yang hobi banget sama streaming film, seperti drama-drama Korea, nonton Vlog-nya anak anak kampus, fun sosmed di Instagram, WhatsApp dan masih banyak lagi. Tentunya, dengan harga dan kuota yang murah sangat memahami kantong. 

Mau tau, apa saja yang selama ini saya gunakan dari kartu 3 (Tri)? 


Selama saya pakai provider 3 (Tri) ini, saya tuh benar-benar bebas mengakses ke semua layanan yang saya butuhkan. 
BENAR BENAR BEBAS AKSES WOY. 
Apalagi sekarang nih, saya lagi sibuk-sibuknya ikutan Try Out UTBK, pasti perlu banget tuh kuota yang murah tapi tahan lama, dan yang terpenting nih, gak menguras kantong pelajar dan harganya itu loh, terjangkau bangeeettt, pelajar can relate deh.

Kalian mau internetan murah tanpa pusing mikirin kuota dan tanpa menguras uang saku yang berlebih? Pilihan yang paling tepat jatuh pada paket internet unlimited sebagai solusi dan jawaban yang paling ampuh gays.

Pilihan paket murah internet unlimited dari berbagai operator, kalau dihitung-hitung jatuhnya akan lebih murah gays, ketimbang paket internet volume based. Meskipun, paket unlimited biasanya dikenakan FUP (Fair  Usage Policy), sebentar dulu, Apa itu FUP? 

FUP (Fair  Usage Policy) itu adalah kebijakan batas pemakaian wajar paket internet unlimited yang diberlakukan oleh tiap tiap provider

Nah kita musti cermat melihat FUP yang diberlakukan oleh setiap operator agar tidak salah paham.

Nah, dari berbagai provider di Indonesia seperti, Telkomsel, Indosat Ooredoo, XL Axiata, 3 (Tri), AXIS hingga Smartfren menyediakan paket internet unlimited juga loh gays, jadi yah kita memang perlu jeli melihat perbedaan yang mereka tawarkan. Untuk tahu informasi ini kita bisa mencari tahu di situs informasi teknologi dan life style agar kita mendapat informasi yang cukup dan jelas.

Paket Internet Unlimited Murah Yang Ramah Kantong Pelajar

Lebih lanjut soal 3 (Tri),  nah provider 3 (Tri) ini juga mengincar para kawula muda dengan berbagai pilihan paket internetnya yang terjangkau dan juga menawarkan layanan internet yang menarik.  Provider yang dikenal dengan paketnya yang tergolong ekonomis dan murah ini memberikan pilihan paket internet unlimited untuk menarik lebih banyak pengguna.

Seperti layanan internet yang disediakan dengan harga yang terjangkau dan bisa juga melalui point provider kamu di Bima+ 

INGAT Internet Unlimited Always On: 

Internet unlimited AlwaysOn, detail paket Unlimited + AON 6GB seharga Rp 60.000,-
Internet unlimited 01.00-17.00 WIB (Masa Berlaku : 30 hari)
Kuota utama 24 jam : 6GB (Masa Berlaku Mengikuti Masa Aktif Kartu) 

Atau bisa juga kalian menukarkan point di pilihan BonsTri dalam aplikasi Bima+ 
Kuota internet 3GB 1 Hari (Jam 01.00-12.00) dengan menukarkan point dari BonsTri

Dan bisa juga untuk kuota internet lainnya seperti, kuota internet akses edukasi pilihan, e-commerce, shopping dan kuliner serta kalian bisa juga nih tukar point kalian untuk jalan jalan atau liburan dengan menukarkan point dari BonsTri.

Gimana? Apakah masih bingung memilih kartu dan provider kebutuhan internet kamu? 

Semoga sudah enggak yah guys :)

Salam

Penulis: Mega Dela | Instagram: @megadela17_  


Tentang Sahabat dan Teman

Tentang Sahabat dan Teman

Bukan sekedar ke sana ke sini teman, juga bukan karena jumlah banyaknya.


Sudah dipandang pandai bergaul.

Ada pepatah yang mengatakan, bertemanlah dengan siapa saja. 

Iya, pepatah itu benar kok, memang nggak ada salahnya berteman dengan semua orang. Namun, kenyataannya, banyak aspek dalam hidup kita yang akhirnya dipengaruhi oleh orang-orang di sekitar kita. Berangkat dari situ, sudah semestinya kita berhak menyeleksi teman-teman dalam hidup kita.

“Orang yang mau menunjukkan di mana letak kesalahanmu, adalah temanmu yang sebenarnya. Sedangkan orang-orang yang menyebar omong kosong dengan selalu memujimu, mereka sebenarnya adalah para algojo yang akan membinasakanmu.”

Kemudian, “Bertemanlah dengan orang-orang yang selalu bertaubat atas dosa-dosanya. Because really them is the person the sweetly. ”

“Jangan menginginkan persahabatan dari orang yang tidak menginginkannya darimu”.

Kemudian, “Seorang teman sejati adalah, dia yang memberi nasehat ketika melihat kesalahanmu, dan dia yang membelamu saat kamu tidak ada.”

Selanjutnya, “Seorang teman tidak bisa disebut sebagai teman sampai ia diuji dalam tiga keadaan;
  1. pertama , pada saat kamu membutuhkannya; 
  2. kedua , bagaimana sikap yang ia tunjukkan di belakangmu; 
  3. dan ketiga , bagaimana sikapnya setelah kematianmu.”

Lalu, “Berilah ribuan kesempatan bagi musuhmu untuk bisa menjadi temanmu, namun jangan berikan satu kesempatan pun pada temanmu untuk menjadi musuhmu”.

Berikutnya, “Jumlah teman yang kamu miliki mungkin terlihat ketika kamu menghitungnya, tetapi itu akan menjadi sedikit ketika kamu sedang dalam situasi sulit.”

Dan, “Tidak ada gunanya seorang penolong yang selalu menghina atau teman yang selalu berburuk sangka.”

"Janganlah merasa senang dengan banyaknya teman, selama mereka bukan orang yang baik-baik. Sebab, berada di tempat teman seperti api, adalah kenikmatan, banyaknya adalah kebinasaan. ”

Anda boleh berteman dengan siapa pun dan di manapun asal bisa menjaga diri dan tentunya bisa memberikan manfaat, serta bisa menanamkan kebaikan. Kebaikan yang berguna di kehidupan dunia, terlebih lagi di akhirat. Anda juga boleh memilah dan memilih teman, itu semua tergantung dari pribadi masing-masing karena semuanya juga akan bertanggung jawab terhadap pilihannya sendiri. 

Baik dan buruknya anda dalam sebuah persahabatan, anda sendirilah yang akan merasakan. Jangan bersedih hati ketika temanmu sedikit, juga jangan congkak dan sombong ketika temanmu sangat banyak dan ada di mana-mana.

Tentang Sahabat dan Teman


Sering terpukau dengan orang yang jumlah pertemanan banyak?

Apakah jaminan ia pandai bergaul?

Apakah dengan banyaknya jumlah teman membuatnya baik bisa ke sana ke sini dengan nyaman?

Apa perbedaan orang tulus dengan palsu?

Orang tulus akan baik setiap saat?.

Perbedaan dalam menghormati.

Orang yang tidak tulus biasanya hanya menghormati siapa saja yang punya kekuasaan atau kekayaan. Orang yang 'palsu' akan selalu mencari perhatian dengan cara yang cenderung norak dan berlebihan. Misalnya, mencari perhatian dengan memamerkan hal-hal yang sudah mereka siapkan untukmu. Namun orang yang hatinya tulus tidak perlu perhatian.

Mereka melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan dan tidak menuntut pengakuan ataupun pujian.


Perbedaan dalam bersikap

Orang yang menyebalkan biasanya terkesan sombong dan suka membanggakan diri mereka sendiri. Dalam pembicaraan, mereka cenderung memonopoli percakapan dan tidak mendengar lawan bicaranya.

Perbedaan dalam bergosip dan berpendapat

Berada dengan teman-teman yang palsu, biasanya mereka akan membicarakan orang lain, gosip dan semua kekurangan dari orang lain. Bedanya, teman yang sejati akan jujur dan mengatakan opini/pendapat mereka tanpa takut.

Mengatakan opini jujur berarti akan membuatmu menyadari kesalahan dan bukannya mengajakmu bergosip tentang masalah orang lain.

Perbedaan dalam memberi kritik

Teman yang buruk adalah teman yang selalu mengkritik apapun yang kamu lakukan. Asal tidak sesuai dengan keinginannya, mereka akan cenderung mengejek dan berkata bahwa kamu seharusnya mengikuti pendapatnya.

Kualitas diri semakin hari, bulan, tahun, juga mencerminkan kepada siapa bergaul, berteman.

Berkumpul, berkelompok. Orang baik. Orang tulus. Kadang sering ditemukan walau hanya sebentar, tapi jika seolah berkelakuan baik dalam hal-hal tertentu di depan diri, sekalipun banyak jumlahnya, tidak jaminan itu memang teman sejati. Karena saat diri terhimpit masalah, terlibat masalah, sakit, sekarat, kondisi sulit, belum tentu akan bisa selalu ada.

Namun saat di hamparan banyak makanan, minuman (hidangan), ketika punya jabatan, banyak harta, tentu semua orang di sekitar, walaupun nun jauh di sana, akan berdatangan mengaku teman, bisa memakai kalimat "kita kan teman lama".

Penulis: Minon On Mini


Mimpi Ganjil di Hari Ganjil

Mimpi Ganjil di Hari Ganjil


Mimpi itu kembali datang

Dalam bilangan hari-hari tertentu.


Tidak seperti biasanya setiap mimpi yang datang bisa ia ceritakan dengan mudah atau dicatat.


Yah, memang ia mempunyai semacam kesulitan mengungkapkan suatu hal, baik secara nyata maupun di luar nalar orang umum kebanyakan.


Ia hanya bisa mengungkapkan dengan keluar rumah bertemu satu, dua orang, tak perlu banyak, namun baginya sudah cukup lumayan memahami apapun yang ia rasakan, lihat.


Baginya tak semua orang bisa diajak diskusi, terlebih dengan kalimat-kalimat yang sukar dipahami, kecuali orang-orang yang memang menurut sorot matanya bisa diajak berbagi atas yang ia rasakan di alam mimpi.


Karena setiap mimpi itu datang seperti sebuah pesan, walau memang bila ia bisa menggambarkan dengan alat tulis tentu menyeramkan, berisi makhluk-makhluk yang tak ramah di dunia nyata.

Terkesan mistis tak berlogika, tidak rasional, sampai-sampai khawatir nantinya dianggap hanya bunga tidur oleh kebanyakan orang umumnya.


Air terjun yang sepi tak banyak dikunjungi.

Kalaupun ada hanya satu atau dua tiga orang yang berani ke sana, dan orang-orang di tempat itupun tak banyak berbicara satu sama lain,


Hanya senyum penuh misteri menjadi simbol, seperti cara diskusi bagi mereka yang memang mengerti seperasaan.


Danau yang diselimuti kabut dengan sekelilingnya pohon-pohon atau tumbuhan yang hanya tumbuh di sekitaran danau, hewan serangga, hewan air, hewan udara dan darat, juga hanya bisa hidup di danau itu.

Bukan gerbang tepatnya tapi seperti gapura besar dengan jalan bertangga batu-batuan di kiri kanan, jika dihitung banyak arca berukuran setengah badan orang dewasa.


Rumah besar tapi bukan pendopo, juga tak bisa dikatakan istana, berbentuk datar, dengan 7 tiang, setiap atapnya banyak genteng, jika juga dihitung jumlah gentengnya mungkin berjumlah 13, tidak bisa genap, selalu ganjil.


Jendela rumah yang berbentuk persegi panjang berjumlah 7, pintu yang besar.


Dalam ruangan terpampang lukisan besar. Wanita berkebaya merah kain jarik motif kembang kantil sebagai bawahan busananya. Itu letaknya berada di kiri ruangan.


Di kanan ruangan terpampang lebih besar lukisan wanita berbusana tingkat sosial tinggi berwarna hijau selendang kuning, bermahkotakan emas, kain jarik bermotif batik terhormat, dengan pemandangan danau diselimuti kabut.


Tepat di atas pintu masuk juga pintu ke luar rumah itu ada kaca sangat besar bermotif tokoh pewayangan penjaga waktu.


Di tengah ruangan penuh dengan alat-alat musik tradisional, lengkap dengan layar serta wayang-wayangnya.


Di tiang-tiang dalam rumah banyak topeng-topeng tradisional berbagai raut wajah 


Tapi kebanyakan dengan lidah yang menjulur panjang mata yang besar, adapun topeng kecil dengan mimik wajah yang sedih.


Tidak ada lampu yang begitu terang dalam rumah ini.

Hanya pencahayaan dari lampu berbahan serabut kelapa, kadang cahaya bulan bisa masuk ke dalam rumah ini, itupun tak begitu cerah.


Setiap mimpi itu datang  dari air terjun, danau, sampai kerumah besar.


Ia selalu mencari apa arti mimpi itu, pesan apa juga yang harus ia laksanakan?.



Penulis: Minon On Mini

Pahami Pinjaman Online, Hindari Gali Lubang Tutup Lubang di Zaman Fintech

Pahami Pinjaman Online, Hindari Gali Lubang Tutup Lubang di Zaman Fintech


Saya sudah banyak membaca tips aman keluar rumah saat Pandemi Covid-19, ditambah lagi tips-tips menjaga kesehatan saat PSBB, serta protokol kesehatan yang diberikan lembaga atau para ahli ini itu, inti dari semuanya itu hanya satu, ya jangan ke luar rumah.


Karenanya tidak sulit bagi saya untuk memahami fenomena kekinian efek Covid ini, seperti saat para pelajar yang asik berdiam diri di kamarnya melaksanakan "Belajar Dari Rumah", sementara sebagian orangtua mereka juga "Bekerja Dari Rumah" atau bahkan "Dirumahkan." Yang sulit itu mengubah kebiasaan offline menjadi serba online. Banyak hal yang tidak bisa tergantikan dengan kegiatan "apapun dari rumah" ini, sebut saja ngopi bareng teman-teman di warung kopi.


Saya bukan enggak percaya ada kegiatan yang bisa digantikan dengan praktek baru yang lebih efisien apalagi dengan memanfaatkan teknologi, tapi... ya enggak semua juga kali bisa digantikan dengan kegiatan online, kita kan manusia sosial.


Banyak kegiatan konvensional yang sudah mulai tergantikan dengan kebiasaan baru dengan memanfaatkan teknologi. Sebut saja, berbelanja dan berjualan secara online, saya kira sudah sangat umum dipraktekkan oleh masyarakat. Hal itu tentunya karena masyarakat juga sudah merasakan manfaat kegiatan itu. Minimal masyarakat telah merasakan efektivitas dan fleksibilitas kegiatan itu sehingga kegiatan itu menjadi budaya baru yang dengan senang hati dipraktekkan.


Hal lain yang menggoda saat PSBB ini diakui atau tidak adalah kegiatan pinjam meminjam uang secara online melalui pinjaman instan Kredit Tanpa Agunan atau KTA yang banyak ditawarkan aplikasi-aplikasi pinjaman online dan fintech.


Pahami Pinjaman Online, Hindari Gali Lubang Tutup Lubang di Zaman Fintech


Pinjaman Online, Gali Lubang Tutup Lubang di Zaman Fintech

Mirisnya yang banyak beredar di sosial media terkait pinjaman online, fintech ini adalah praktek "gali lubang tutup lubang, pinjam uang bayar hutang" sama persis dengan praktek yang disindir oleh sang Raja Dangdut, Haji Rhoma Irama di album Soneta Volume 15 yang hits di tahun 1989.


Kita kembali dulu ke istilah fintech. Fintech adalah singkatan dari financial technology. Menurut National Digital Research Center (NDRC) fintech dapat digunakan untuk menyebut inovasi dalam bidang jasa keuangan atau finansial yang diberikan sentuhan teknologi modern. Atau merupakan segmen di dunia start-up. Tujuannya adalah membantu untuk memaksimalkan penggunaan teknologi untuk mengubah, mempertajam atau mempercepat berbagai aspek pelayanan keuangan.


FinTech muncul seiring perubahan gaya hidup masyarakat yang didominasi oleh pengguna teknologi informasi dengan tuntutan hidup yang serba cepat


Bank Indonesia dalam laman resminya menjelaskan bahwa fintech muncul seiring perubahan gaya hidup masyarakat yang saat ini didominasi oleh pengguna teknologi informasi dengan tuntutan hidup yang serba cepat. Dengan fintech, permasalahan dalam transaksi jual-beli dan pembayaran seperti tidak sempat mencari barang ke tempat perbelanjaan, ke bank/ATM untuk mentransfer dana, keengganan mengunjungi suatu tempat karena pelayanan yang kurang menyenangkan dapat diminimalkan. Dengan kata lain, fintech membantu transaksi jual beli dan sistem pembayaran menjadi lebih efisien dan ekonomis namun tetap efektif.


Dari banyak manfaat fintech yang utamanya memberikan pinjaman instan Kredit Tanpa Agunan secara online atau sering diistilahkan Pinjol atau pinjaman online ini, sayang sekali kalau kita hanya tahu sisi negatifnya saja. 


Sisi negatif yang muncul sebagai akibat dari kegiatan gali lubang tutup lubang ini sering terjadi akibat meminjam di pinjol yang satu untuk melunasi hutang di pinjol lain, siklus kegiatan ini hanya membuat si peminjam terjerat lingkaran hutang pinjaman online yang tidak akan ada habisnya.


Pahami Pinjaman Online, Hindari Gali Lubang Tutup Lubang di Zaman Fintech


Mengenal Tunaiku, produk digital pinjaman tanpa agunan dari PT Bank Amar Indonesia Tbk

Mulai beroperasi pada 2014, Tunaiku merupakan produk digital pinjaman tanpa agunan (TKA) dari PT Bank Amar Indonesia Tbk yang dimiliki oleh perusahaan multinasional bernama TOLARAM. Awalnya Tunaiku berdiri sendiri sebagai fintech pinjaman online OJK yang terdaftar di OJK, namun kemudian Tunaiku membatalkan statusnya karena kembali ke bawah naungan Bank Amar Indonesia Tbk. Perbedaan Tunaiku dengan layanan fintech lain yang ada di Indonesia ada pada 2 hal penting yaitu keamanan dan fleksibilitas


Berbeda dengan situs atau aplikasi pinjaman online umumnya, Tunaiku berada di bawah naungan Bank Amar Indonesia Tbk yang terdaftar dan diawasi oleh OJK sehingga dari segi keamanan data nasabah tidak perlu diragukan karena Tunaiku melindungi data nasabah dengan standar kerahasiaan perbankan. 


Untuk fleksibilitas, Tunaiku juga cukup berbeda karena menyediakan fasilitas tenor yang panjang yaitu maksimum 20 bulan dengan limit hingga 20 juta rupiah, fleksibilitas inilah yang membedakan Tunaiku dengan jasa fintech yang lebih banyak memberikan limit kecil dan tenor pendek.


Tunaiku juga menawarkan syarat dan pengajuan lebih mudah dibanding layanan KTA tradisional yang biasanya membutuhkan agunan serta banyak dokumen saat proses pengajuan KTA online maupun offline. Di Tunaiku hanya menyediakan layanan kredit pinjaman online tanpa jaminan dan tanpa kartu kredit, serta proses pengajuan KTA yang hanya bermodalkan KTP dan 10 menit waktu untuk pengisian formulir. Ini dimungkinkan karena Bank Amar Indonesia sebagai induk Tunaiku telah bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan Dan Pencatatan Sipil (DUKCAPIL) Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia sehingga dapat melakukan verifikasi data NIK dan e-KTP secara cepat.


Tips Sebelum Memutuskan Untuk Meminjam Uang Online

Ya memang benar, saat ini, cuma bermodalkan akses internet dan KTP kita sudah bisa mendapatkan uang pinjaman lewat berbagai pilihan aplikasi pinjaman online. Menurut data, pinjaman online OJK hingga 14 Agustus 2020, jumlah penyelenggara fintech peer to peer lending yang terdaftar dan memperoleh izin dari OJK adalah 158 perusahaan


OJK mengimbau masyarakat untuk menggunakan jasa penyelenggaraan fintech peer to peer lending yang sudah terdaftar/berizin dari OJK. Selama dua tahun terakhir, OJK telah memblokir 2.591 perusahaan fintech peer-to-peer lending ilegal


Khusus 2020, Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) OJK Tongam L Tobing mengatakan OJK sudah memblokir 694 fintech ilegal. Meski sudah memblokir ratusan aplikasi dan website, tapi jumlah tersebut masih sedikit karena gerakan fintech ilegal terbilang gesit. 


Fintech P2P ilegal tidak murni menjalankan bisnis fintech lending yang sesungguhnya


Secara rinci ia menjelaskan, yang menjadi perhatian OJK yaitu Fintech P2P ilegal ini tidak murni menjalankan bisnis fintech lending yang sesungguhnya. Fintech P2P ilegal bahkan tidak melakukan penghimpunan dana dari pemberi pinjaman dan tidak menyalurkan dana dari fintech lending ilegal itu sendiri. Mereka hanya bertindak sebagai penghubung (calo).


OJK memberikan beberapa tips melakukan pinjaman online agar tidak menimbulkan kerugian. 

  1. Pinjam di perusahaan terdaftar/berizin di OJK. Pastikan kita melakukan pinjaman di perusahaan yang telah terdaftar/berizin di OJK. Dengan begitu, proses bisnis dan produk kredit fintech bisa diverifikasi dan mendapatkan pengawasan dari OJK. 
  2. Pinjam sesuai kebutuhan dan kemampuan. Jangan sampai kita meminjam lebih dari kemampuan untuk membayar. Total pinjaman yang diperbolehkan adalah maksimal 30% dari total penghasilan. 
  3. Lunasi cicilan tepat waktu. Selalu lunasi cicilan tepat waktu untuk menghindari denda yang membengkak. Agar tidak lupa membayar, pasang pengingat di ponsel atau beri tanda pada kalender di rumah atau kantor. 
  4. Hindari gali lubang tutup lubang. Jangan membayar pinjaman dengan pinjaman baru untuk menghindari terlilit utang. Jadikan membayar cicilan sebagai prioritas utama setelah menerima gaji. 
  5. Ketahui bunga dan denda pinjaman. Pelajari dengan cermat bunga dan denda pinjaman, sebab kedua hal ini akan mempengaruhi jumlah tagihan yang harus dibayarkan. Lakukan survei ke beberapa perusahaan fintech lending sebagai pembanding. 
  6. Pahami kontrak perjanjian. Baca dengan teliti kontrak perjanjian yang ditawarkan, dan ajukan pertanyaan apabila belum jelas.

Demikian sedikit catatan mengenai fintech (financial technology), pinjaman online (pinjol) Tunaiku dari Amar Bank dan tips agar kita tidak menyalahgunakan kredit tanpa agunan online dari OJK.

7 Tips Menghindar dari Telemarketing Bank yang Menawarkan Kredit (khusus PNS)

 7 Tips Menghindar dari Telemarketing Bank yang Menawarkan Kredit 

(Khusus PNS)

7 Tips Menghindar dari Telemarketing Bank yang Menawarkan Kredit Khusus PNS

Yang bikin kaget bin heran begitu dapat status Pegawai Negeri Sipil (PNS), adalah begitu banyaknya tawaran kredit khusus dengan menjaminkan  Skep Pengangkatan. Macam-macam lah namanya: multi karya, multi guna, guna usaha, dll.


Skep CPNS loh, bukan Skep PNS. Bukan main memang, nilai tawarnya tinggi, dan biasanya, atau minimal sebagian besar yang namanya Skep CPNS ya pernah dijadikan jaminan oleh pemiliknya. Survei terbatas di antara teman-teman saya ini…


Ya akhirnya saya juga terjerat sih, hehehe… Enggak banyak. Hanya beberapa kali di Mandiri, lalu BRI, BNI, BCA, Panin, dan terakhir di Commonwealth (Eh, banyak juga itu yah?).


Semua orang tahu, punya utang itu enaknya cuma di depan (saat dana cair), di belakang (saat gaji dipotong) sedih bukan kepalang


Semua orang tahu, punya utang itu enaknya cuma di depan (saat dana cair), di belakang (saat gaji dipotong) sedih bukan kepalang, karena yang seharusnya dapat, sebut saja 1.000, jadinya cuma dapat 500-600 saja. Akhirnya akhir bulan pontang-panting cari pinjaman, dan jadi kebiasaan… akhirnya… gali lubang tutup lubang… pinjem uang bayar utang… (iya benar, saya penggemarnya Bang Haji Rhoma Irama).


Nah, setelah pengalaman menjaminkan Skep CPNS yang tidak diragukan itu, bolehlah sekarang saya berbagi tips untuk menghindar dari telemarketing bank yang menawarkan kredit khusus PNS dengan semangat 45. Lumayan sukses saya praktekkan beberapa tahun terakhir. Nah ini dia 7 Tips Menghindar dari Telemarketing Bank yang Menawarkan Kredit:


7 Tips Menghindar dari Telemarketing Bank yang Menawarkan Kredit (khusus PNS)

1.    Cermati Nomor yang Menghubungi Kita

Kalo ada beberapa kali panggilan dengan nomor telepon yang berdekatan, sebaiknya enggak usah diangkat, bisa juga langsung diblokir saja. Demikian pun kalo ada angka-angka khusus di belakangnya, misalnya xxxx046, itu juga, kalo bukan mau menawarkan kredit ya paling juga nawarin asuransi.


 2.    Jawab dengan Bisikan

Kalo enggak atau belum diblokir, dan Anda ragu, ini kawan lama atau atasan yang menelepon (beberapa telemarketer menggunakan nomor hp pribadi), sebaiknya diangkat dengan berbisik, dan bilang aja sedang rapat, telepon lagi nanti jam 12 malam, biasanya mereka langsung mundur teratur.


 3.    Bilang Sedang Proses Pemecatan PNS

Kalo di waktu tidak sibuk mereka menelepon, dan terpaksa diangkat, jawab saja dengan penuh semangat bahwa Anda sedang menunggu-nunggu kesempatan meminjam uang karena gaji tidak cukup untuk membayar cicilan yang sudah ada, sementara sebentar lagi mau dipecat dari kantor karena pelanggaran PP 53. Pastilah keder sang telemarketernya.


 4.    Jawab dengan Suara Seram

Kalo mereka menelpon malam-malam sekitar jam 12, siapkan lagu Lingsir Wengi sebagai background, berbicaralah dengan perlahan dan suara yang berat, sesekali juga boleh sambil cekikikan, dan ajak diskusi si telemarketer tentang hal-hal yang menakutkan, misalnya tentang arwah gentayangan yang masih suka muncul karena banyak utangnya belum  terbayarkan.


 5.  Sampaikan Anda Sudah Hijrah

Jawab salam dengan Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, ganti kata saya dengan ana, dan kamu dengan antum. Sisipkan istilah-istilah bahasa Arab, syukur-syukur jika ada hadis atau ayat yang Anda ingat. Lalu sampaikan bahwa Anda sudah mantap berhijrah, tidak akan mengambil pinjaman dari bank karena itu adalah riba yang dilaknat Allah, dan dosanya sangat berat. Masya Allah!! Teganya antum mau menjerumuskan ana...


 6.    Balas dengan Menawarkan Barang

Kalo telemarketernya masih nekad, Anda bisa memakai jurus pamungkas ini: balik menawarkan barang untuk mereka beli dari Anda. Cari saja Saudara yang sedang menjual ruko, rumah, atau mobilnya, dan barang tersebut Anda tawarkan kepada si telemarketer. Siapa tahu ada jodoh, barang yang Anda tawarkan laku, dan anda mendapatkan komisi penjualan dari Saudara Anda. Lumayan kan?  


7.  Tanyakan Kemungkinan Kenaikan Plafon Pinjaman, karena Akan Digunakan Buat Bayar Pengacara

Bilang saja, tanggal 18 Agustus kemarin Anda tidak sengaja ikut Deklarasi KAMI di Tugu Proklamasi, lalu ketahuan sama atasan. Anda harus mempertanggungjawabkannya di depan pejabat pembina kepegawaian. Ancamannya serius yaitu pemecatan sebagai PNS karena ada bukti kuat berupa foto-foto di tempat kejadian. Anda harus bayar pengacara mahal dengan pinjaman tersebut, karena Pakde Anda yang tokoh Muhammadiyah lepas tangan, padahal beliau yang ngajakin Anda.


Demikian tips dari saya, semoga bermanfaat dan dapat dipraktekkan. Kalo ternyata tidak berhasil, yah gimana lagi ya, mungkin bolehlah sekali ini saja tawarannya diterima. Tapi janji jangan ambil pinjaman terlalu besar, dan cukup satu kali ini saja, untuk pengalaman... mumpung baru merayakan hari kemerdekaan Indonesia ke-75.


Merdekaaa...


Penulis: Heri Winarko


LIDAH

LIDAH fiksi depresi

“Waaahhhh.... ibu kelihatan cantik sekali... lebih muda 10 tahun, deh.... gaunnya cocok banget... coba lihat belakangnya... tuh.. perfecto, bu... gak nyesel kalo ibu ambil yang ini...” Puji Nanik kepada seorang wanita paruh baya berdandan menor di depannya. Perempuan yang jauh dari langsing itu melenggak lenggok di ruang ganti dengan sebuah terusan mahal yang sedikit nge-press di badan gemuknya. Sambil sesekali membelakangi cermin besar di ruangan itu.

“Aaah, masa sih? Agak ngepass tapi Mbak...” Ucapnya kurang yakin.

“ Ibu habis makan malam kan?” Tanya Nanik tak kehabisan akal.

“ Iyyaa... sih...” Jawab si perempuan.

“Lha... itu, jadi agak kelihatan nge-pass...” Ujar Nanik. “Pesta nya kapan, Bu??” selidiknya lagi.

“Minggu depan sih...” Jawab si Ibu.

“Nnnahhh, masih punya 5 hari bu, mulai besok ibu diet saja, gak usah makan malam. Baju nya bagus  sekali, lho.Kelihatan eksklusif, mewah dan berkelas. Sayang kalo nanti di pesta ada yang pakai... padahal ibu sudah oke sekali dengan gaun ini... mmm gini deh, spesial nih, saya kasih diskon 10% deh, gimana..?” Nanik berusaha meyakinkan.

“Aduh,gimana ya.... budgetnya kan gak segitu, nanti saya gak bisa beli sepatu dan tas nya dong...” Jawab perempuan itu.

Mata Nanik terbelalak, “Ooooh, kalau begitu sekalian aja deh, nanti saya carikan tas dan wedges yang cocok buat gaun ini... saya kasih diskon 15%, gimana...? Mmmm, ada tas tangan limited edition nih dari merk Prada.... Cuma ada 200 pcs di dunia, bener lho. Di Indonesia cuma butik kita yang punya.Wedges-nya dari Burgundy.....bla....bla.....” 

Nanik menggamit lengan perempuan yang menjadi sasaran nya untuk mendapat bonus mingguannya pekan ini. Lumayan buat tambahan bayar kartu kredit yang sudah jatuh tempo 2 hari lalu. Dengan mengerahkan keahliannya merayu dan membujuk customer yang datang di butik tempatnya bekerja.

Malam itu sebelum closing, transaksi di tutup dengan pembayaran kartu kredit perempuan paruh baya yang membeli gaun pesta yang kurang pas dengan ukuran tubuhnya, tas tangan KW 1 dari produk kenamaan dunia yang di bandrol dengan harga original, serta sepasang wedges yang sama sekali tak disarankan di pakai perempuan setengah uzur dengan penyakit rematik di kakinya. 

Tapi semua itu bukan urusan wanita tenaga marketing sebuah butik yang membuka gerai di Mall ternama, yang harga sewanya berharga 1 buah rumah kelas menengah. Yang jelas, bonus mingguan yang menjadi haknya sudah terbayang di depan mata, tak peduli dengan cara yang tidak mulia, pokoknya barang sudah berpindah tangan. Itu saja.

Nanik, wanita seksi 29 tahun, yang bekerja di sebuah butik mewah itu membuka pintu rumah, ia menghempaskan tubuhnya di sofa empuk ruang tamu. Matanya terpejam pelan, penat melanda, kepalanya seperti berputar, terbayang betapa kacaunya kondisi keuangan keluarganya. Sejak sang suami di PHK 2 tahun yang lalu, dan mereka bercerai karena tak kuat menanggung cobaan hidup, Nanik memutuskan untuk bekerja. 

Sebelumnya, ia sempat menjadi sales force beberapa buah produk, dari alat-alat rumah tangga, kosmetik, peralatan senam, aksesoris, bahkan sandal buatan lokal. Pengalaman pertamanya menjadi seorang tenaga sales door to door, unforgettable-lah. Masih lekat benar dalam ingatanya bagaimana sikap orang-orang yang didatanginya. Ada yang menolak secara halus, ada yang buru-buru masuk ke dalam rumah melihat kedatangannya dari kejauhan, ada yang membanting pintu, sampai ada yang pura-pura baik, menyuruhnya masuk ke dalam rumah, lalu berusaha melakukan perbuatan tak senonoh padanya. 

Nanik jadi pandai sekali memainkan lisannya untuk berbohong. Bahkan hampir tanpa rasa bersalah, bahwa kebohongannya itu berakibat buruk pada orang lain

Ah, namun semuanya menjadikan Nanik piawai dalam hal membujuk orang, di samping karena belajar dari pengalaman, dalam setiap kesempatan, perusahaan tempat ia bekerja selalu membekali para salesnya itu dengan segudang teori bagaimana cara orang agar terpikat dan membeli barang yang ditawarkan. 

Dan hasilnya, Nanik hampir selalu sukses membujuk para pengunjung untuk membeli barang di toko. Namun, dari proses yang ia jalani, ada satu perubahan yang sebenarnya sangat tidak terpuji, Nanik jadi pandai sekali memainkan lisannya untuk berbohong. Bahkan hampir tanpa rasa bersalah, bahwa kebohongannya itu berakibat buruk pada orang lain. 

Tapi ia tak peduli,yang penting, jualannya laku. Ia dan keluarganya bisa makan. Sekarang ia harus menanggung hidup seorang anak buah pernikahannya dengan mantan suami, 2 orang adik dan seorang ibu yang kebutuhannya tak pernah ada habisnya. 

Nanik sadar betul, bila ia keluar dari pekerjaannya, 2 adiknya tak bisa lagi meneruskan sekolah, dan anaknya? Ah, sekecil itu tapi banyak betul keinginannya. Lalu sang Ibu, yang bolak-balik ke dokter karena nyeri pinggang dan diabetes yang kerap kambuh tak kenal situasi.

***

“Bunda, nanti Evan beli-in mobil remote yang kayak Riyan ya... yang gede, ada lampunya.” Celoteh anak semata wayangnya di meja makan ketika mereka sarapan. 

“Iya sayang, nanti Bunda belikan,” ucap Nanik semanis mungkin sambil mengoleskan roti dengan selai.

“Teh, tas Prada yang oren di butik, udah laku belum? Aku masih pengen nih,” rajuk Tami adiknya.

“Kayaknya udah Neng, soalnya kemarin waktu stock taking udah ga ada,” Jawab Nanik santai.

“Iiiih, gantian napa, masak teh Tami mulu sih, kemaren kan dia udah ganti laptop. Sekarang aku dong,” Kilah si bungsu, Euis.

“Emang kamu mau tas juga?” Tanya Nanik.

“ Engga teh, Euis pengen jam tangan, yang kayak di pake Jessica di televisi.”

“iya deh, nanti ya,” jawab Nanik.

“Ihh, kapan teh, minggu depan, Euis kan ulang tahun, buat kado Euis aja atuh.”

Nanik tertawa renyah,’Oh iya, boleh deh kalo begitu.”

“Nik, uwa Hamid mau sunatan si Arif, anak si Hasan. Emak disuruh pulang kampung hari Jumat.” Emaknya muncul dari dapur.

“Oh jadi Mak? Emak mau pulang sama siapa? Nanik ga bisa anter, soalnya kalo akhir pekan, butik rame Mak, mana tanggal muda lagi,” kawab Nanik sambil meneguk kopi terakhirnya di cangkir.

“Ga papa Emak pulang sendiri, kan naik bis cuma sekali, nanti di terminal, si Ujang ditelepon aja suruh jemput Emak. Tapi anter Mak sampe terminal bis ya,Nik.”

“Oke deh Mak,” jawab Nanik sambil beranjak meninggalkan meja makan.

Dalam mobil Nanik memutar otak, bagaimana ia bisa menyediakan uang begitu banyak dalam waktu sesingkat ini. Gajiannya masih jauh dari pelupuk mata, bonusnya... aha, kartu kreditnya mungkin harus menunggu sampai bulan depan. Cicilan mobil... cicilan rumah... cicilan motor Tami... ahh... 

mawar hitam gugur fiksi depresi

Lalu, sudah berapa kah uang butik yang ia tidak setor ke pemiliknya karena habis ia pakai? Nanik juga bingung, bagaimana ia selalu tak mampu menolak keinginan anak dan kedua adiknya, meskipun permintaan mereka tidaklah penting. Bahkan, seringnya menjadi suatu kemubaziran belaka? Lalu darimana ia bisa membayar semua tagihan yang rata-rata sudah tertunggak dalam bilangan bulan.?

Mobil Nanik, hampir menabrak avanza di depannya, adduuuhh, that's close, hatinya berdebar lebih keras. Perlahan keringat dingin mengalir dari dahinya dalam mobilnya yang ber AC. Tangannya seolah menegang.

“Kamu tak pernah mengajarkan hidup sederhana dalam keluargamu, itu sebabnya mereka menjadi sangat konsumtif sekali, mereka semakin menjadi beban buat hidupmu.” 

Sebuah suara seakan bergema dalam mobil. Nanik melemparkan pandangan ke sekeliling mobil, hanya ada dia seorang di sini, lalu siapa yang bicara barusan ? Suaranya jelas sekali terdengar.

“Ssssiiappa?” tanya Nanik pucat.

“Eh ini aku, lidah mu yang berbicara.” jawab suara itu

Nanik menyapu seluruh pandangannya ke seluruh mobil. Benaar tak ada siapa-siapa. Setengah ngebut Nanik memacu mobil ke butik. Sampai di parkiran, Nanik bergegas. Langkahnya setengah berlari. Tak dihiraukannya ucapan salam dari sekuriti dan pegawai Mall seperti biasa. Keringat dingin membasahi tangannya yang terasa lebih dingin.

“ Pagi, Mba Nanik...” Suara Selvi di balik meja resepsionis.

Nanik terkesiap, ia segera sadar. Ia sudah sampai di butik. Diperbaikinya tatanan rambutnya. Lalu sekilas ia melihat di kaca toko, make-up sudah harus diperbaiki. “ Pagi Selvi.” jawabnya sambil tetap berjalan menuju ruangannya.

“Mbak,tadi Ibu Jocelyn pesan, kalau Mba Nanik sudah datang, di suruh menghubungi beliau. Terus juga ada telepon dari Bank BHG tentang kartu kredit Mbak.” Lanjut Selvi.

“Ooh..iya, nanti saya hubungi mereka. Maaf, soalnya tadi HP saya silence, tak baik kalau terima telpon sambil setir mobil,berbahaya.” Ucapnya datar dan dengan senyum tentunya. Selvi mengangguk dan ikut tersenyum.

“Mbaak... maaf...” dari dalam ruang ganti, Amel, muncul.

“Ya, ada apa Mel?” Tanya Nanik tenang.

“Bonus  saya pekan lalu bisa diambil sekarang ga? Saya butuh sekali Mbak, bapak saya mau melanjutkan operasinya lagi. Uangnya masih kurang Mbak.”

Ya, seharusnya bonus Amel dan dua karyawan lainnya itu sudah ia bayarkan,” Oke, begini, sekarang kan kamis, nanti akhir pekan biasanya toko ramai Mel, besok juga ada barang baru yang masuk dari bu Jocelyn, barusan saya disuruh menghubungi beliau. 

Bonusnya dibayar hari Senin saja ya? Sekalian 2 pekan, jadi tambah banyak kan? Bagaimana?” bujuk Nanik, persis seperti layaknya ia lakukan kepada pengunjung toko. Dilihatnya senyum Amel mengembang. Ya, rayuannya berhasil. Dengan senyum lebar Nanik meninggalkan ruang depan.

sedih fiksi depresi

Di dalam ruangan stok, Nanik terdiam. Bu Jocelyn bukan menyuruhnya menghubungi untuk membicarakan re-stok barang, tapi hampir dipastikan beliau menanyakan uang setoran butik yang sudah hampir 1 bulan tak ia bayarkan. Jumlahnya hampir 56 juta rupiah, termasuk bonus 3 karyawan butik. Dalam brankas toko masih ada 15-an juta lagi. 

Lalu HP-nya yang sudah 2 hari dimatikan, menghindari telepon dari bank menagih tunggakan kartu kreditnya, cicilan rumah yang sudah 4 bulan diabaikan. Mobil yang tinggal menunggu waktu diambil paksa oleh debt kolektor dari kantor leasing. Kembali suasana mencekam seperti dalam mobil pagi tadi.

“Apa yang hendak kau katakan kepada pemilik butik, Nanik? Mengatakan bahwa pengunjung sepi seperti yang sudah-sudah? Agaknya kamu harus mencari alasan yang lain,karena Jocelyn sedikit mulai curiga kepadamu.”

Aaahh, suara itu lagi... Nanik berputar mengelilingi ruangan, hanya ada sekumpulan pakaian-pakaian bisu di sana. Lalu matanya mengarah kepada tumpukan tas di sudut ruangannya, merekakah yang bicara.?

“Bukan Nanik, ini aku yang bicara,” kata suara itu lagi.

Nanik meremas rambutnya, setengah berlari ia menuju toilet. Alangkah terkejutnya ia ketika melihat bayangan wajahnya di cermin, sebuah lidah keluar dari mulutnya, menjulur keluar lebih panjang dari seharusnya. Lidah itu hampir menutupi seluruh wajah cantiknya yang dihiasi make-up tebal mempertegas kecantikannya.

Nanik berusaha menarik lidah itu. Tangannya menggapai-gapai ke semua arah. Lehernya tercekat. Suaranya mengerang parau. Tidak... Nanik tak mau seperti ini. Lalu berkelebatan bayangan Evan yang sedang riang bermain helikopter dengan remote control seharga 1,5 jt. Euis yang berlenggak lenggok dengan jeans mahal seharga 800 ribu, Tami yang melangkah ceria dengan tas Gucci seharga 4 jt. 

Lalu ia mendengar teriakan seorang ibu separuh baya yang jatuh dari lantai dua sebuah ruang pesta karena wedges-nya patah saat akan menuruni tangga, bajunya koyak di bagian perut. Dan perlahan terdengar suara rintih seorang wanita pengusaha warteg yang terluka bakar akibat regulator gas yang dibelinya dari Nanik tidak sebagus yang dipromosikannya.

Aahhh, Nanik akhirnya dapat memegang lidahnya... dicengkeramnya lidah itu... matanya liar mencari-cari... ah, itu dia... ia berlari ke sudut kotak rias, diambilnya sebuah gunting, lalu, kress.... 

Nanik memotong lidah itu dengan gunting. Ia tertawa puas.... darah mengucur deras dari mulutnya, ia berteriak.... aahhh.... dan berlari keluar toilet... keluar toko... tak dipedulikannya lagi teriakan Amel dan Selvi memanggil-manggil namanya.

Nanik berlari dan berlari.. lalu dilihatnya sebuah sungai, airnya jernih, banyak terlihat ikan yang berenang kian kemari di sana.... ahh, tiba-tiba Nanik merasa ingin menjadi seperti ikan. Ditatapnya sungai yang berair jernih di hadapannya, lalu Nanik pun melompat... ia ingin berenang bersama ikan-ikan itu.

Headline surat kabar sore. ”Seorang wanita muda pekerja butik ternama tewas setelah melompat dari lantai 4 sebuah Mall di Jakarta. Wanita itu ditemukan tewas dengan lidah yang terpotong.”


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Penulis: Sri Suharni Maks


Sedikit Tentang Asal Kata LEBARAN

Sedikit Tentang Asal Kata LEBARAN

Lebaran adalah kegiatan ritual dan sosial umat Islam di tiap tanggal 1 Syawal dan yang disebut juga Hari Raya IdulFitri.


Hari Raya Idul Fitri pertama kali dirayakan oleh umat Muslim pada tahun ke-2 Hijriah, yang sekaligus bertepatan dengan peristiwa Perang Badar, ketika kaum muslimin meraih kemenangan perang skala besar untuk pertama kalinya.


Peperangan yang terjadi pada 17 Ramadhan 2 H tersebut terjadi karena aksi monopoli pasar dan blockade aktivitas dagang oleh kaum Quraisy Mekah terhadap muslim Madinah. Pasukan yang dipimpin oleh Abu Jahal tersebut membawa pasukan besar sekitar 1.000 tentara lengkap dengan peralatan perang, sedangkan Nabi dari arah Madinah hanya membawa 300 sahabat yang kemudian menuju Badar.


Meski jumlah pasukan Nabi jauh lebih kecil dibandingkan kaum kafir tersebut, atas izin Allah kaum Muslimin berhasil meraih kemenangan yang menakjubkan. Hal ini tentu saja memiliki makna yang sangat besar karena kaum muslimin yang selama ini sering menjadi sasaran cemooh berbalik mendapat kepercayaan diri dan kehormatan dari berbagai kalangan.


Makna kemenangannya pun memiliki dua perspektif, spiritual dan sosial


Pada perayaan Idul Fitri pertama ini, kaum muslimin merayakan dua kemenangan perdana yakni pencapaian ritual puasa Ramadhan setelah berjuang menahan lapar, haus, dan hawa nafsu, sekaligus juga keberhasilan dalam Perang Badar. Makna kemenangannya pun memiliki dua perspektif, spiritual dan sosial.


Namun sebetulnya, jauh sebelum ajaran Islam turun, masyarakat Arab sudah memiliki dua hari raya yakni Nairuz dan Mahrajan yang berasal dari zaman Persia Kuno. Mereka merayakannya dengan menggelar pesta pora.


Seiring dengan turunnya kewajiban menunaikan Ibadah puasa Ramadhan pada tahun ke-2 Hijriah, turunlah hadis Nabi. “Sesungguhnya Allah mengganti kedua hari raya itu dengan hari raya yang lebih baik, yakni Idul Fitri dan Idul Adha.” [Hadis riwayat Abu Dawud dan An-nasa'i].


Makna Kata Lebaran


Lebaran secara etimologi, berasal dari kata dasar "Lebar" yang mendapat sufik "an" . Lebar artinya luas. Lebaran artinya keluasan hati untuk meminta maaf dan atau memaafkan atas segala kesalahan, yang dilakukan setelah berpuasa.


MA Salmun, seorang sastrawan dan budayawan Sunda yang dilahirkan di Rangkasbitung pada 23 April 1903 menjelaskan arti lebaran dalam satu artikelnya yang ditulis pada tahun 1954. Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa asal usul lebaran berkaitan dengan tradisi Hindu yang bermakna "Selesai, Usai menjalankan puasa". Tradisi ini semisal dengan ajaran Islam, setelah selesai menjalankan Ibadah Puasa (Shaum) dengan yang disebut Idul Fitri. Lebaran ini sudah dijalankan sejak masa Wali Songo.


Tak ubahnya dengan sebutan Sembahyang berasal dari budaya Hindu yaitu menyembah Sanghyang Widhi Wasa, yang dalam ajaran Islam yang semisal dengan Sembahyang disebut Sholat. Sholat dalam Islam adalah kegiatan ritual yang dimulai dari takbir dan diakhiri dengan salam dengan syarat-syarat yang ditentukan.


Penulis: Syakiran Muaragembong  di Grup Facebook Wisata Sejarah Bekasi tanggal 24 Mei 2020.

Foto : dari www.sutrisnobudiharto.net