Arsip Bulanan: Agustus 2020

Jangan Cemas, Tetap Tenang Dan Produktif Di Kala Pandemi

 


Cemas akan ketidakpastian di masa pandemi itu sesuatu hal yang wajar banget. Apalagi disaat pandemi, semuanya menjadi tidak pasti seperti pekerjaan yang tertunda, bisnis yang stagnan dan banyak hal lainnya. Ketidakpastian ini membuat kita cemas dan menjadi depresi. Trust me, kamu tidak sendiri mengalami hal ini, jutaan atau bahkan milyaran orang diluaran sana juga memiliki ketakutan dan kecemasan yang sama. 

Dan, itu pun terjadi pada saya. Saya seorang freelance blogger, vlogger, membuka usaha trip dan sedang merintis konsultan keuangan. Betapa berat rasanya menghadapi situasi pandemi dikala sedang membuka usaha trip yang mengandalkan wisata dalam negeri dan luar negeri. Beberapa trip yang sudah dirancang setengah tahun lalu atau bahkan sudah dari tahun lalu pun terpaska harus dibatalkan. Kondisi ini diperparah dengan banyak sekali usaha lain yang gulung tikar bahkan tutup, sehingga menciutkan niat saya untuk merintis konsultan keuangan bersama teman saya. Belum lagi, pekerjaan yang berhubungan dengan blog dan vlog pun nyaris sama, masih belum memberikan harapan yang sesuai dengan keinginan.

Selain mengalami kecemasan akan ketidakpastian, saya pun pernah mengalami perasaan bersalah. Banyak sekali perasaan bersalah kepada keluarga dan sahabat bahkan orang lain. Sering kali saya menjanjikan banyak hal kepada mereka, dan saya belum mampu memenuhi sehingga perasaan bersalah pun muncul. 

"Man, kapan kowe balik?"

Keluarga saya meminta saya untuk pulang. Namun, karena kondisi pandemi seperti ini, saya meras bahwa kesehatan keluarga sayalah yang lebih penting. Ayah saya menderita penyakit jantung dan adik ipar pun sedang mengandung. Tapi kan kamu nggak sakit corona? Iya, tapi kalau virus itu terbawa oleh saya dan malah menularkan pada keluarga di kampung halaman bagaimana? Apa salahnya saya menunda pulang kampung, demi kebaikan dan kesehatan bersama. Namun, tetap saja saya merasa bersalah. Belum lagi, ada beberapa kemauan Ayah yang belum saya penuhi, itu membuat saya merasa lebih bersalah lebih dalam. Tentu saja saya sedih belum mampu memenuhi semua permintaan keluarga. 

Pernah nggak merasakan hal tersebut dan menyiksa batin kita? Pasti pernah donk? Ya, kalian tidak sendiri, perasaan itu wajar adanya. 


Lalu, pelan-pelan saya menyadari bahwa semua orang adalah memiliki ketakutam, kecemasan dan perasaan bersalah yang sama. Tidak ada orang di dunia ini yang bebas dari perasaan tersebut. Tapi, cara mengatasinyalah yang berbeda-beda antara satu orang dengan lainnya. Ada yang sangat cepat mengatasinya bahkan mengubah kecemasan menjadi sebuah ketenangan, ada yang belum mampu mengatasi dan bahkan ada yang semakin cemas dan takut. 

Dan, saya adalah termasuk yang belum mampu mengatasi kecemasan dan ketakutan serta rasa bersalah dalam waktu beberapa tahun belakangan ini. Lalu, saya pun mencoba mencari solusi bagaimana mengatasi kecemasn tersebut. Dan, salah satunya adalah dengan hidup lebih seimbang serta mengatur semuanya. Saya mulai menata diri dan mencari apa saja yang kurang dalam diri saya. Misalnya saya sering terlambat dan kurang mempersiapkan diri, maka saya perbaiki dengan memanage waktu lebih efektif dan membuat jadwal dan prioritas.

Dan, inilah yang saya lalukan untuk mengatasi kecemasan dengan membuat beberapa perubahan :

1. Mengatur jadwal dan prioritas

Sering kali saya sering kali lalai dalam hal mengatur waktu. Saya kurang memperioritaskan apa yang seharusnya menjadi perioritas sehingga membuat semuanya berantakan. Lalu saya mengubahnya dengan membuat perencanaan waktu yang lebih matang dan membuat prioritas apa yang harus dikerjakan secara harian, minggu dan bulan. Dan, hasilnya saya merasa jauh lebih tenang dan tidak membuang waktu begitu percuma. 

2. Pola Hidup Lebih Teratur

Kecemasan dan ketakutan itu membuat depresi, sehingga hidup lebih berantakan seperti semuanya hancur. Pernah nggak merasa kalau sahabat menjauh dan tidak mau membantu kita yang kesulitan? Iya, saya pernah mengalaminya dan merasa hancur sekali. Namun, akhirnya saya sadar, saya harus memperbaiki pola pemikiran dan hidup saya agar terhindar dari depresi. 


3. Olahraga dan Diet

Selain menata waktu dan pola hidup, saya juga mencoba diet dan olahraga. Badan saya terlalu gemuk dan membuat pergerakan saya menjadi lebih lambat dan merasa beban sangat berat. Diet adalah salah satu solusi agar badan terasa lebih ringan. Kemudian, olahraga membuat badan lebih bugar sehingga tidak gampang sakit. Dua kombinasi yang membuat hidup pun lebih ringan dan bersemangat. 

4. Pola Tidur dan Istirahat

Semakin kacau pola tidur dan istirahat, maka sedikit banyak mempengaruhi produktivitas. Apalagi dimasa pandemi lebih banyak bekerja dirumah dan membuat ritme tidur pun kembali kacau. yang tadinya kita bangun pagi dan bekerja sampai sore atau malam kemudian tidur di jam 11 atau 12 kemudian bangun pagi. Dan, saya pun mengalami masalah yang sama pola tidur dan istirahat jadi kacau. Maka saya membenahi pola tidur sehingga lebih segar dan bangun lebih pagi untuk mengerjakan banyak hal di pagi hari seperti olahraga dan berkebun misalnya. 

5. Belajar Online 

Selain keahlian yang dikuasai sekarang ini, ada baiknya menambah skill atau pengetahuan baru agar kualitas diri lebih meningkat. Nggak ada salahnya untuk mengulik-ulik keahlian terpendam selama ini yang kurang terasah, apalagi di masa pandemi semuanya serba online sehingga tidak membutuhkan effort yang lebih untuk belajar dari rumah saja. 

Saya pun demikian, saya mengikuti beberapa kelas online seperti bahasa inggris dan kelas menulis skenario. Dua hal yang ingin saya latih lagi dimasa pandemi seperti ini. Skenario itu ternyata menarik banget kalau di dalami. Dengan skenario saya lebih mendalami film yang ditonton. Dengan skill dan pengetahuan baru, maka meningkatkan produktivitas karena memahami banyak hal lainnya. 

Selain skill, saya juga menambah pengetahuan seperti topik bagaiman mengatasi rasa cemas dan agar hidup lebih tenang sehingga lebih ringan melangkah. Saya mengikuti topik ini di IG Live @homecreditid bersama pembicara Mas Adjie Santosoputro. 
 

Mas Adjie merupakan pakar Mindfullness yang ternama di Indonesia. Beliau merupakan lulusan Psikologi dari Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. Mindfullness adalah kondisi dimana diri kita sadar disaat ini disini kini. Maksudnya itu adalah be present be here, right here right now, kita sering tubuh kita disini, pikirian kita ngelayap ke masa lalu atau masa depan. 

Kecemasan terjerat masa lalu atau masa depan. Kondisi saat ini pandemi, maka kita membayangkan hal-hal yang belum terjadi. Kita terjebak dengan pikiran kita sendiri. Dengan mindfullness, kita bisa  berdamai dengan rasa cemas, dengan itu menjaga kesehatan fisik dan meningkatkan imunitas tubuh kita dengan latihan mindfullness tersebut. Salah satu penyebab cemas adalah ketidakpastian. Dan sebetulnya bikin kita cemas adalah keinginan kita untuk memastikan tidak pasti. dari sini kita belajar berdamai dengan cemas. Karena dihidup ini banyak yang tidak pasti. 

Gembira dan bahagia itu dua hal yang sangat berbeda. Gembira atau sedih itu sementara, sedangkan bahagia adalah sesuatu kondisi melampaui sedih dan gembira. Bahagia itu bisa bersifat lebih long lasting. Karena kehidupan itu silih berganti sedih dan gembira namun kebahagiaan itu akan lebih kekal. 

Dan untuk tidak takut dan cemas yaitu setiap meluangkan waktu 5-10 menit untuk berlatih hening. Duduk diam pejamkan mata sadari nafas. Sadari nafas itu tarik nafas dan buang nafas secara perlahan dan pejamkan mata. Ini tips manjur ala Mas Adjie Santosoputro supaya kita bisa tetap tenang, langkah kita lebih ringan. Latihan ini supaya melatih pikiran kita menyadari napas, sehingga kita merasakan nafas pada masa kini sehingga tidak terbayang masa lalu dan masa depan. 

Cara Cerdas Refly Harun Membahas Sesuatu Bikin Kagum



Cara Cerdas Refly Harun Membahas Sesuatu Bikin Kagum. 26 Oktober 2019 lalu saat Refly Harun datang ke Kota Ende, khususnya menerima undangan Universitas Flores (Uniflor) untuk memberikan kuliah umum bertajuk Membangun Potensi Diri sebagai Mediator Budaya: Mengawal Ideologi, Melawan Radikalisme saya tidak sempat meliputnya. Iya, pada hari yang sama saya mendokumentasikan pernikahan sahabat baik, Mila Wolo dan Aram Ismail. Dalam hati saya berkata, pernikahan sahabat saya merupakan momen terpenting dalam hidupnya, mendengarkan kuliah umum Refly Harun, insha Allah, dapat saya lakukan di lain waktu. Siapa sangka kemudian saya menemukan channel Youtube milik Refly Harun. Channel ini ibarat oase yang memuaskan banyak orang, I guess, tentang banyak hal yang berkaitan dengan Indonesia, dalam perspektif hukum. 


Baca Juga: Eko Poceratu Nyong Maluku Yang Mendunia Melalui Puisi


Pada akhirnya saya dapat menjadi 'peserta kuliah umum' dengan pemateri tunggal Refly Harun, Pakar Tata Negara. Hehe. Di mana di setiap videonya ia tampil mengenakan kaos dengan kerah a la preman zaman dulu, selalu dinaikkan. Barangkali ini bakal jadi gaya memakai kaos (berkerah) yang bakal ditiru banyak lelaki *ngikik*. But I like his style.


Deskripsi pada channel Refly Harun super unik. Saya kopas langsung:


Di Channel ini, Anda akan di-RAYU, DICECAR, di-TiPU, di-BAPERIN, dan di-UBER di JALUR khusus. Karena channel ini adalah channel yang MENGANCAM, MEMERAS, dan MEMBENCI. 


#RAYU - Refly Answers You Understand

#DICECAR - Dialog Cerdas Cara Refly

#TiPU - Tiga Pertanyaan Utama 

#BAPERIN - Bahan Perbincangan Hari Ini

#UBER - Ulas Berita

#JALUR - Jalan Lurus 


MENGANCAM = MEmbahas PerbincaNGAN maCAM-macam

MEMERAS = MEMberi Edukasi secaRA bernaS

MEMBENCI = MEMBangkitkan Energi daN CInta


Cadas!


Refly Harun selalu membahas isu-isu terkini di negara ini. Secara obyektif. Ingat, obyektif memang menyakitkan bagi sebagian orang, tapi saya sendiri juga lebih suka segala sesuatu yang dipandang secara obyektif. Ada keberimbangan dalam obyektifitas. Kadang ia membahas berita, membahas artikel opini, atau membahas buku. Tapi yang jelas, tidak jauh-jauh dari isu terkini di negara ini. Seperti salah satu video yang membahas tentang artikel opini yang ditulis oleh Ubedilah Badrun seorang Analis Sosial Politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) di kolom opini Tempo.Com. Judulnya: 75 Tahun Indonesia Maju, Anak Maju Menantu Maju. Karenanya, 75 tahun Indonesia merdeka, yang merdeka itu dinasti politik. Menarik! Menarik! Menarik! Tapi blog saya tidak pernah membahas politik, haha, jadi yaaaa ...


Ada satu video yang juga sangat menarik minat saya yaitu tentang sebuah buku yang diberitakan di CNN. Buku itu ditulis oleh seorang peneliti asal Lowy Institute bernama Benjamin "Ben" Bland. Di buku itu Presiden Jokowi dikritik habis-habisan oleh Ben. Buku itu akan dirilis 1 September 2020 mendatang. Menurut Refly Harun ada empat kata kunci yang cukup jelas terpapar di sini yaitu terburuk, aneh, otoriter, dan kacau. Sayangnya di pemerintahan terakhir-terakhir ini, rasanya situasi demokrasi kita sangat mencekam dengan ancaman undang-undang ITE misalnya, dengan ancaman dari pintu belakang, misalnya remove from the office. Jadi, kita tidak siap berbeda pendapat.


Baca Juga: Jangan Suka Nyablak Karena Bicara Itu Ternyata Ada Seninya


Saya tentu tidak akan menceritakan satu per satu video yang telah tayang di channel kece Refly Harun tersebut. Kalian silahkan nonton sendiri. Hehe.


Well, 75 tahun Indonesia merdeka. Doa saya tetap cuma satu: Covid-19 segera berlalu! Supaya kita bisa jalan-jalan lagi mengeksplor Pulau Flores. Ha ha ha. Itu poinnya. Semoga akhir minggu kalian menyenangkan, kawan.



Cheers.

KEPINGAN HATI DI UJUNG HARI

KEPINGAN HATI DI UJUNG HARI

Sudah seminggu aku merasakan kesibukan yang lain dari biasanya. Selain menyediakan waktu keluar pada hari-hari tertentu, ada agenda lain yang harus kusiapkan acaranya yang memang agak "penting". Aku bukan "siapa-siapa", tugasku hanya menyusun acara, mengkondisikan tempat agar layak untuk dikunjungi para undangan, menyiapkan biodata penceramah, daftar hadir, dan koordinasi-koordinasi lainnya. Alhamdulillah semua sudah siap.

Tinggal besok siap-siap bangun lebih pagi lagi. Menyiapkan sarapan pagi lebih awal, mencuci pakaian, beres-beres rumah sebelum ditinggal namun uuffsss kulihat keranjang pakaian bersih yang belum disetrika telah menanti di sudut ruang belakang, seolah menatapku untuk segera dibenahi.

Lalu selesai mencuci piring, kusiapkan "arena jihad" ku yang sebenarnya menggelar kain alas setrika. Bismillah.

Hari sudah menunjukkan pukul 22.30 wib...urusan domestik yang penuh "iklan" gangguan si kecil sudah kurampungkan, cucian baru saja kuselesaikan, plus, bongkar-bongkar kamar si sulung jadi pekerjaan tambahan, sore tadi mendadak kebocoran karena ada salah satu genteng yang pecah.... hhhh..... what a day ....kubaringkan tubuh lelahku, mengiringi kesunyian malam, ditingkahi suara gerimis, berbarengan dengan helaan nafas nyenyak tiga orang anak-anakku.

Beres-beres rumah, mandiin si kecil, bikin sarapan.Usai shalat dhuha dan berpamitan pada suami dan anak-anak aku berangkat menuju tempat acara, sampai di tempat baru ada tiga orang panitia yang datang, maklum baru jam 07.00 pagi. 

Setelah mengucapkan salam, aku bergegas menyiapkan semua perlengkapan acara. Map susunan acara, biodata penceramah, ku letakkan di meja MC. Map Daftar hadir di meja registrasi. Waahhh, mejanya belum siap rupanya... lalu kuangkat meja di sudut ruangan musholla, memberinya taplak, menaruh vas bunga.... kemudian mata ku tertumbuk pada lantai teras musholla yang kotor terkena tanah, kuambil sapu dan ku bersihkan dengan kail pel. Jam 07.30.

"Konsumsi siaap," seru rekan ku. Aku ambil dus-dus itu, ku tata dekat meja registrasi. Lima belas menit kemudian, semuanya sudah siap. Bismillah.

Sambil duduk menunggu panitia yang lain, aku membereskan tata letak pohon-pohon penghias podium, HP-ku tiba-tiba berdering dari dalam tasku di sudut ruangan. 

"Assalamualaikum". Aku duduk diam, masih dengan hp ditanganku. Salah seorang temanku bertanya, "Siapa Bu? Ada apa? Anaknya rewel?."

Aku tersenyum kecil, "Nggak, ada yang meninggal dunia, aku diminta mandi-in."

Temanku bertanya lagi, "Terus?."

Aku melihat ke sekeliling, "Semuanya sudah siap kan,? Tinggal tunggu panitia yang lain sama peserta.?"

Temanku menjawab, "Iya sih, tugas ibu udah rampung."

"Kalo gitu aku tinggal yaa? Gapapa kan?" kataku. Aku teringat kisah sahabat Abu Bakar as Shiddiq yang mendapat pahala utama. Temanku mengangguk," Oke deh, hati-hati yaa..."

Aku pamit pada ketua panitia, "Ya udah bu, naik apa? naik motor aku ajah, nih kuncinya, jangan lupa, tar kalo udah selesai balik lagi yaa." Alhamdulillah, ucapku dalam hati. Allah telah memudahkan.

Sampai ditempat,aku terkejut, lho ini kan rumah. Beberapa orang yang kukenal menyapa dan menyalami ku. Ini rumah Naya, teman sekolah anakku, Fira. Rupanya nenek buyutnya tutup usia tadi subuh. Ibu Naya menyalamiku. 
"Terima kasih ya Fir."

"Sabar yaa.," ucapku sambil cipika-cipiki.

Dari keterangannya, aku mendapat informasi, nenek buyut Naya sudah sepuh, 87 tahun, mengidap kanker tiroid stadium 4 (merinding mengingatnya), "Kata dokter udah ga ada yang bisa diperbuat, nenek udah sepuh banget." terang mama Naya. Aku hanya mengangguk-angguk saja. Aku menelepon suamiku untuk membawakan barang-barang perlengkapan jenazah yang ada di rumah. Tikar, kafan, sarung tangan, masker.

Setelah team datang, dengan segera aku dan team menyiapkan semuanya, memotong kain kafan, menyusun nya sesuai urutan dan kebutuhan, kapas  pun menyiapkan tempat mandi, setelah hampir semua siap, tiba-tiba Mama Naya mendekatiku dan membisikkan sesuatu. Aku terkejut, mengernyitkan dahi sambil menatapnya aneh. "Itu yang nyuruh bu Bidan, Fir." 

Mama Naya menunjukkan pada seorang wanita, yang sempat aku kenal, dia bidan di komplek kami. Bidan itu tersenyum. Menghampiriku yang sedang memakai masker dan sarung tangan karet. "Iya,bu. Tadi si Ibu nanya sama saya. makanya saya kasih saran gitu. katanya gak enak sama yang mandiin. Di rumah sakit juga emang gitu 'kan? terangnya. Aku bertanya,"Kalo cairan itu, sakit gak kalo kena yang luka?."

"Ya sakitlah kalo buat yang hidup," jawabnya santai.

"Aku sedikit melotot," Ya kalo buat yang hidup aja sakit, apalagi buat yang mati."

Si bidan nyengir, "Ah masa sih, ibu bisa aja..." ujarnya santai. Aku ngeloyor pergi. Ku hampiri ketua team penyelenggaraan jenazah, setengah berbisik kukatakan yang terjadi. Dia terlihat bimbang. Namun mau tak mau, semua harus tetap berjalan, the show must go on.

Satu lagi tarbiyah Allah yang sangat berharga menyapaku hari ini

Satu lagi tarbiyah Allah yang sangat berharga menyapaku hari ini. Melalui "guru abadi" yang tak pernah henti memberiku pelajaran berharga. Ya Allah, berilah aku akhir "perjalanan" yang baik dalam kehidupanku... berilah kemudahan bagi ku menghadapi dahsyatnya sakaratul maut..... air mataku menitik membasuh tubuh tak bernyawa itu... Bu... maafkan kami yaa... kami telah mendzalimi ragamu, Astagfirullah, Astagfirullah, tiba-tiba kurasakan dadaku sesak oleh kepedihan.

Pukul 11.30 siang, waktu aku menginjak teras musholla. Acara sudah hampir selesai, kubiarkan baju dan jilbab yang sedari pagi kupakai masih tercium aroma bubuk cendana. Tak sempat aku menggantinya. Baru akan meletakkan tubuhku di karpet, ketua panitia dari DPC menghampiriku,"Ukhti, kok baru datang?" serangnya tegas.Aku tercekat, hampir tak bisa berkata-kata. "Mmm,habis ada perlu bu. Afwan." jawabku sekenanya. Dalam hati aku ingin berteriak.... tapi,ah... aku memutuskan untuk diam saja. 

Aku mengambil satu gelas air mineral di kardus dan aku meminumnya. Seorang teman menghampiriku, "Hei, dari mana?" Sambil mengulurkan tangan. Aku tersenyum saja menyalaminya. Lalu kulihat sesosok melintas di hadapanku. "Sori, bentar yaa..."

Aku bergegas. "Ummi....." seruku. Seorang wanita paruh baya yang kupanggil ummi itu menoleh dan tersenyum lebar kepadaku. 

"Assalamualaikum....." sapanya hangat sambil memelukku.

"waalaikumsalam. Ummi, aku mau nanya nih." Aku raih tangannya duduk di teras musholla.

"Iiiih, nih anak, serius amat sih" katanya.Namun Ia mengikuti juga.Ku ceritakan kejadian yang baru saja ku alami kepadanya.Ummi Mun, sapaannya, yang mengajariku ilmu memandikan jenazah dengan khusyuk mendengarkan keteranganku."Astagfirullah.... dibuka lagi deh buku panduannya. Ummi kan dah sering bilang, kalau badan jenazah itu lebih sensitif dari badan orang yang hidup. Anti kan dah paham, kok lupa?" nasihatnya.

"Insya Allah Ummi, tapi kami khilaf, keluarganya memberitahunya udah digituin..." belaku.
 
"Ya, yang sudah... ya sudah... lain kali jangan lagi yaa.... Istighfar lah... semoga Allah memaafkan kekhilafan kita. Semoga jadi pelajaran berharga untuk ke depannya. Udah ga usah sedih... semangat yaa."

Sampai akhir acara, tiada hal lain yang ada dalam fikiran ku, selain peristiwa tadi. Berulang kali aku mengucapkan istighfar dalam hati... terbayang tubuh yang ringkih menanggung sakit... Ya Allah ampunilah kami, berilah kelapangan jalan bagi nya, berilah ia tempat terbaik disisi Mu.

"Bu, yang di sini dah dipel?." Sebuah pertanyaan membangunkan aku dari lamunan panjang.
"Ya udah, tinggal terasnya saja," jawabku

"Cepat bu,bentar lagi ada yang mau adzan..." Ucap rekanku. Kubenahi peralatan pel, sapu dan keranjang sampah. Kardus-kardus penuh gelas air mineral, sampah pembungkus.... "Udah bu... mau sholat di sini?" tanyaku pada dua rekan yang sama-sama panitia. Memang tinggal hanya bertiga saja.

"Boleh....yuk wudhu duluan, mumpung belum ada bapak-bapak..." jawab rekanku.

**********

Kupandangi wajah balita ku yang terlelap di pangkuanku. Ku peluk ia berkali-kali, maafkan mama ya nak, setengah hari lebih tadi ia kutinggalkan bersama ayahnya, dan dua kakaknya saja. Padahal ia masih ASI. Alhamdulillah... keluargaku, terutama suamiku tak pernah keberatan dengan kesibukan sosial ku. Mereka dengan penuh mendukung. Meskipun sempat pula terlontar keluhan si kakak, kalo hari biasa, ayah yang ga ada, kalo hari libur mama yang gak ada... kita kapan jalan-jalannya? Hhmmm.

KEPINGAN HATI DI UJUNG HARI

"Bekerjalah untuk Allah... kamu gak akan pernah merasa sakit hati. Allah gak pernah mendzalimi "pegawai-Nya". Dia melihat semua, seluruh kerja kamu, dari mulai niat sampai hasil akhirnya, bahkan finishing touch-nya. Dia gak pernah lalai, gak pernah lengah sedikitpun, biarpun sampe kamu "belok" sedikit aja, meskipun dalam hati."

Ga usah mikirin kamu yang dikira datang telat, dikira gak bertanggung jawab... ingat, kamu kerja dakwah itu apa yang kamu cari... niat nya luruskan... bener-bener lurus.. kalo kamu cuma pengen di puji sama bu**** atau sama bu**** mending kamu di rumah aja. Aku gak pengen tuh punya bini ngetop. Kalo mau yang gitu mah, mending aku nikahin selebriti...." Nasehat suami ku ketika aku mencurahkan isi hati ku padanya lepas shalat isya.

"Emang ada apa seleb yang mau sama ayah?" tanya ku mulai bisa tersenyum. Dia tertawa.

"Mengenai soal nenek buyutnya Naya, ya... kayaknya ayah cuma bisa bilang, kamu gak salah... kan kamu gak tahu kalau keluarganya kasih cairan itu, udah gak usah dipikirin... meskipun ayah juga gak mungkin nyalahin yang ngasih. Dia juga cuma mengamal kan amalan yang dia tahu kan??? Jangan bikin patah semangat mikirin hal-hal yang sudah lewat. Sekarang kamu harus lebih banyak muhasabah, menguatkan jiwa.Kalo ayah perhatikan, tantangan kamu dalam memandikan jenazah mulai keliatan nih... itu bagus buat latihan mental kan?"

Aku merenungkan ucapan suamiku... ya beliau memang benar adanya. Sejak awal tahun,"kasus" jenazah yang ku urus memang meningkat "kualitasnya", artinya Allah mentarbiyah aku dan team secara perlahan lahan. Tak terbayang olehku jika baru mulai mencoba penyelenggaraan jenazah sudah dapat yang kelas "berat" punya... Alhamdulillah... Semoga Allah tetap memberi kekuatan mengemban amanah ini.

Dan soal para atasan yang telah bersikap kurang tabayyun terhadapku... aku mulai bisa memaafkan, seperti biasa, aku punya tempat curhat yang paling netral, tidak membela, juga bisa memposisikan dirinya sebagai hakim. Meskipun lebih seringnya perlakuan seperti itu mampu menggores bahkan mengiris kepingan hati ku, namun tidak sampai memporakporandakan keyakinan ku untuk tetap istiqomah meniti jalan dakwahNya. Aku memang membutuhkan sedikit waktu, namun selebihnya aku akan bisa menyatukan kepingan hati itu di penghujung hari sebelum lelap tertidur. 

Semoga Allah tetap memberiku ketabahan, kekuatan, dengan berjuta kekurangan yang ada dalam diriku,untuk tetap bisa memberikan yang terbaik.Menjadikan diriku, waktuku, ilmu dan kemampuanku, membawa manfaat bagi orang lain. Insya Allah... dan sebelum berakhirnya hari, suara sms berbunyi, berisi pesan dari sahabat ku dari kompleks sebelah, "Ukhti, aku besok ke rumah ya... ada kan... aku mau minta tolong. Boleh ya.?" 

Dan ku tutup hari itu dengan senyum. Insya Allah Ukhti, datang aja setelah jam 9 pagi. Insya Allah aku ada di rumah....

**********

Catatan satu hari di awal tahun 1432 H
Semoga jadi awal yang indah sepanjang tahun kehidupan ku
Amiin. Insya Allah.

Oleh Suharni Yang Berusaha Istiqomah pada 8 Desember 2010 pukul 22:01 

Jalan Berliku Pemanfaatan Daun Ganja Untuk Kesehatan

Jalan Berliku Pemanfaatan Daun Ganja Untuk Kesehatan

Awal 2020, Isu Legalisasi Ganja Kembali Mencuat

Awal tahun 2020 isu legalisasi ganja kembali mencuat setelah seorang legislator dari Komisi VI DPR RI, Rafly Kande dari Fraksi PKS melontarkan usulan agar ganja jadi komoditas ekspor.


Legislator yang terkenal dengan lagu-lagu daerahnya ini menyampaikan hal tersebut dalam rapat kerja bersama Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Kamis (30/1/2020).


Salah satu poin dalam rapat tersebut adalah adanya pembahasan mengenai rencana pengesahan kemitraan ekonomi antara Indonesia dengan negara-negara EFTA (European Free Trade Association).


Rafly Kande yang asal Aceh ini menyebutkan bahwa melalui perjanjian perdagangan bebas, Indonesia dapat mengekspor produk unggulan ke pasar Internasional, salah satunya adalah ekspor ganja Aceh.


Menurutnya, daun ganja yang sering disalahgunakan ini, dapat dimanfaatkan dalam hal medis, seperti kebutuhan untuk obat-obatan.


"Legalisasi ganja Aceh yang saya tawarkan merupakan mekanisme pemanfaatan ganja Aceh untuk bahan baku kebutuhan medis dan turunannya berkualitas ekspor ke seluruh dunia yang membutuhkan, dan akan diatur dalam regulasi dan dikawal oleh negara," kata Rafli, Jumat (31/1/2020), dikutip dari Tribunnews.com.


Meski usulan ini telah dibarengi dengan penjabaran kajian ilmiah, namun tak dapat dipungkiri, bahwa usulan Rafli dianggap kontroversial.


Rafli mengatakan, tanaman ganja memiliki banyak manfaat yang salah satunya adalah untuk kebutuhan dunia farmasi. Dia bahkan mengajak masyarakat untuk bisa berpikir terbuka dan tidak terjebak dalam anggapan yang tidak benar selama ini.


"Ganja, entah itu untuk kebutuhan farmasi, untuk apa saja. Jangan kaku, kita harus dinamis berpikirnya," ujar Rafli.


Rafli bahkan berani mengklaim bahwa anggapan buruk masyarakat terhadap tanaman ganja selama ini merupakan hasil konspirasi global yang dibuat oleh pihak-pihak tertentu yang tidak menginginkan manfaat ganja diketahui publik secara luas.


Meski demikian, Rafli mengakui bahwa kendala regulasi memang menjadi hal lain yang juga harus dipikirkan, mengingat saat ini status tanaman ganja secara hukum adalah sebagai salah satu jenis narkoba terlarang.


Untuk mengetahui efek buruk narkotika khususnya mengenai dampak negatif penyalahgunaan ganja sudah diulas lengkap di website Halodoc. Halodoc adalah sebuah platform kesehatan berbasis online, di mana tujuan utamanya adalah Simplifying Healthcare, membantu masyarakat Indonesia agar dapat berkonsultasi mengenai kesehatan dengan mudah dan dengan sumber yang tepat.


Jalan Berliku Pemanfaatan Daun Ganja Untuk Kesehatan


Upaya Memanfaatkan Ganja Sebagai Bahan Obat


Di Indonesia kegiatan advokasi dan mengedukasi untuk dilakukan riset-riset ilmiah terkait penggunaan ganja sebagai obat telah gencar dilakukan oleh komunitas Lingkar Ganja Nusantara (LGN) dan juga Yayasan Sativa Nusantara (YSN).


Penelitian tentang tanaman ganja atau kanabis sempat diajukan Yayasan Sativa Nusantara (YSN) kepada Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan pada  9 Oktober 2014. Permohonan itu sempat dikabulkan 30 Januari 2015, namun penelitian belum juga dilaksanakan.


"Untuk mengkaji kegunaan ilmiahnya kita bentuk YSN dan saat ini kami sudah ajukan proposal yang sudah disetujui Kemenkes untuk meneliti ganja sebagai obat diabetes dan kencing manis," papar Direktur Eksekutif YSN, Inang Winarso, di Jakarta, Senin (2/5/2016), dikutip dari Kompas.com


Penggunaan ganja dengan alasan untuk pengobatan


Kasus hukum terkait penggunaan ganja sebagai obat terakhir yang sempat menjadi perhatian publik adalah kasus seorang PNS di Sanggau, Kalimantan Barat, Fidelis Ari Sudarwoto yang ditangkap oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota karena kedapatan menanam 39 batang pohon ganja (Cannabis sativa) pada 19 Februari 2017. Pria 36 tahun tersebut beralasan ganja yang ditanamnya itu untuk kepentingan pengobatan istrinya, Yeni Riawati yang menderita Syringomyelia atau munculnya kista di sumsum tulang belakang.


Setelah penangkapan Fidelis, Yeni kemudian meninggal dunia. Kematian Yeni diduga karena tidak lagi mendapat asupan ganja untuk pengobatan sakit yang dideritanya.


Penggunaan ganja atau obat golongan narkotika diatur sangat ketat dalam  UU No.35 tahun 2009 tentang Narkotika. Undang-undang Narkotika mengatur bahwa narkotika hanya dapat digunakan untuk kepentingan pelayanan kesehatan dan/atau pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Akan tetapi, pada pasal berikutnya, narkotika golongan I dilarang digunakan untuk kepentingan pelayanan kesehatan.


Dalam kasus Fidelis, karena ia tidak memiliki izin untuk menanam dan menggunakan ganja, maka inilah yang menyebabkan Fidelis terjerat hukum. Mungkin Fidelis tidak menggunakan ganja tersebut untuk hal yang negatif negatif, namun karena ia menanam dan memanfaatkan ganja di luar pengawasan BNN dan tenaga kesehatan profesional, maka dalam hal ini Fidelis dinyatakan bersalah.


Kesalahan Fidelis tersebut dalam pandangan hukum positif bukan terletak di upaya Fidelis menyembuhkan sang istri tercinta, tetapi dalam hal tidak mencari bantuan tenaga kesehatan yang memiliki izin untuk memberikan obat dan penanganan terbaik bagi istri Fidelis. Meskipun tidak mengenakkan, namun hukum harus tetap berlaku.


Keindahan Rafflesia Arnoldii, Bunga Langka Dari Hutan Bengkulu

 


Pada saat sebelum mengunjungi Bengkulu, saya sempat bertanya dalam hati,  "Bengkulu ini kan ada bunga bangkai?". Pemikiran seperti ini seolah tertanam bahwa bunga bangkai itu adalah satu jenis tumbuhan yang mengeluarkan bau tidak sedap untuk mengundang mangsa agar datang. 

"Tar, lo mau extended?"

Kebetulan saya berangkat bersama teman traveling bernama Astari. 

"Iya, mungkin sampai 5 hari lah."

"Gue ngikut ya."

Entah apa yang menyebabkan kami berdua memutuskan untuk extend, namun karena saya belum pernah sama sekali ke Bengkulu, pun sama dengan Astari. Kami punya pencarian yang sama yaitu mencari sesuatu yang langka dan hanya bisa dijumpai di Hutan Bengkulu yang sangat indah. 


Perjalanan dari Jakarta menuju Bengkulu di tempuh sekitar 1 jam 15 menit. Sesampainya di Bandara Fatmawati Soekarno, saya sempat bertanya, apakah ditempat inilah Fatmawati bertemu dengan Soekarno dan menjalin kasih? Ternyata di Bengkulu inilah banyak kisah yang terjadi mulai dari  Bengkulu yang merupakan wilayah jajahan Inggris yang kemudian di ambil alih oleh Belanda, kemudian penemuan bunga bangkai yang ternama itu dan yang paling fenomenal adalah rumah pengasingan Bung Karno dan jalinan kasihnya dengan Fatmawati. Dari ketiga misteri ini, ternyata tempat pertama kami kunjungi akan menjawab pertanyaan dibenak saya sebelum datang ke Bengkulu.

Perjalanan dari Bengkulu menuju Taman Nasional Bukit Barisan ini memakan waktu sekitar 2 jam. Rasa lelah yang mendera akibat perjalanan udara pun seolah sirnah. Bahkan saya seakan tidak tersirih oleh rasa kantuk sedikit pun. Saya hanya memandangi luar bus yang membawa rombongan ke alam yang berbeda, bukan alam ghaib yang tak nyata, melainkan alam fantasi seperti di dongeng malam menjelang tidur. 

Seperti mendapat durian runtuh, pada saat bus melaju, sayup-sayup terdengar bahwa kami mendapatkan 2 bunga bangkai mekar sekaligus. Rafflesia Arnoldi dan Amorphophallus Titanum adalah nama latin kedua Bunga Bangkai tersebut. Masyarakat sering salah kaprah dengan kedua jenis bunga bangkai, bahkan sering menyamakan keduanya sebagai satu jenis. Kenyataannya sangat berbeda dan bahkan bentuknya pun berbeda. Rafflesia cenderung seperti bentuk bunga dengan 5 putiknya sedangkan bunga bangkai sangat tinggi sekitar 3 meter lebih. 


Rafflesia, nama ini tidak asing ditelinga, bahkan seantero Indonesia dahulu pun sangat mengenal beliau. Dialah Sir Thomas Stamford Raffles yang menemukan bunga unik dan besar seperti bokor atau cawan penampung air. Sebetulnya seorang pemandu dari Indonesialah yang menemukan dalam rombongan ekspedisi bersama Dr. Joseph Arnold. Perpaduan dari dua Tokoh tersebut sehingga  salah satu puspa langka ini dijuluki Rafflesia Arnoldi. Bunga berdiameter sampai 100 cm ini dapat ditemukan di semenanjung Malaya, Sumatra, Kalimantan dan Filipina.

Indonesia patut berbangga. Setidaknya 27 jenis Rafflesia, Sumatera memiliki 11 jenis dan 4 diantaranya terdapat di Bengkulu. Tak heran jika Bengkulu menasbihkan sebagai "Bumi Rafflesia" di Indonesia bahkan di Dunia. Bak cendawan di musim hujan, Rafflesia pun masih sering ditemukan tak jauh dari jalan raya diantara hutan. Bahkan jika masuk ke dalam hutan yang berjarak beberapa kilometer, sering ditemukan Rafflesia berdampingan antara jantan dan betina. What a wonderful Rafflesia.


Selain Rafflesia Arnoldi, Bengkulu memiliki 3 jenis lainnya yaitu Rafflesia Gatutensis Meijer, Rafflesia Hasseltii Suringar dan Rafflesia Bengkuluensis. Gatutensis Meijer dapat ditemukan di Bengkulu Utara dengan diameter 40-60 cm dan ditemukan oleh Meijer pada tahun 1984. Hasseltii Suringar merupakan Rafflesia paling cantik seperti cendawan merah-putih atau cendawan harimau. Spesies ini ditemukan oleh Suringar pada tahun 1979 dan dapat ditemukan di Kabupaten Lebong. Sedangkan Bengkuluensis, sesuai dengan namanya merupakan spesies yang ditemukan di tanah Bengkulu dengan diameter 50-55 cm. Bengkuluensis dapat ditemukan di daerah Taman Nasional Bukit Barisan, Bengkulu.
 

Begitulah cerita bunga langka dari hutan Bengkulu. Rasanya pada saat memperingati Hari Hutan Indonesia kita patut berbangga dengan segala kekayaan flora dan fauna yang terdapat di dalamnya. Dari hutan Bengkulu saja kita sudah sangat bangga dengan bunga langka yang hanya terdapat di beberapa negara dan termasuk paling langka di Dunia. Apalagi jika kita menulusuri seluruh hutan Indonesia, pasti kita merasa sangat bangga dan bersyukur dengan adanya hutan yang mampu menopang oksigen dan kehidupan disekitarnya. Maka bijaklah mengelola hasil hutan dan tidak mengeksploitasinya. 

Sebagai blogger, saya dengan bangga menyebarluaskan kekayaan alam yang Indonesia punya agar masyarakat luas mau melihat dan bangga serta mau menjaga dan melestarikan Hutan Indonesia. Apapun profesi kita, 








DILEMA SURYA – Masalah idealisme, itu jadi urusan kamu dengan Tuhan

“Oke Dakota Lovers, sebagai lagu penutup, saya mau kasih kamu-kamu semua satu lagu manis dari Geisha, check it out…and good day for you all.”Surya menutup siarannya siang itu. Melepas headset, dan keluar dari studio. Harry mengacungkan jempol manisnya di balik ruang programmers. Surya membalasnya dengan senyum lebar sambil mendongakkan kepala. Di meja depan, dilihatnya Yanti yang seksi

Kerajinan-Kerajinan Tangan Pada Level yang Lebih Tinggi


Kerajinan-Kerajinan Tangan Pada Level yang Lebih Tinggi. I know, I know, I know. Please don't judge me. Begitu lama tidak upldate BlogPakcer. Lebih lama lagi tidak update I am BlogPacker. Kenyataannya, meskipun berusaha mengatur waktu tapi ada saja perkara-perkara yang membikin saya tidak dapat memperbarui konten blog. Tapi itu tidak membikin saya lantas berhenti. Hahaha *ketawa mengejek* mana bisa saya berhenti nge-blog! Pekerjaan harus diutamakan. Hobby harus dijalankan. Kamu harus dikesampingkan. Begitulah. Bagi kalian, bos-bos pembaca blog ini, saya ucapkan terima kasih. Dan bagi kalian yang baru datang ke blog ini, welcome. Biasanya saya menulis blog Senin sampai Sabtu dengan beragam tema. 


#RabuDIY kali ini saya akan membahas kerajinan-kerajinan tangan, atau produk-produk Do It Yourself (DIY), yang boleh dibilang ber-level tinggi. 

Setiap orang tentu senang jika bisa menghasilkan sesuatu. Mulai dari menghasilkan gaji bulanan, menghasilkan kehidupan yang baik bagi diri sendiri maupun orang lain, hingga menghasilkan barang-barang yang bisa dipakai sendiri dan bisa dijual dan/atau dipakai orang lain. So do I. Menghasilkan barang baru dari barang bekas, membikin ini itu, sudah saya lakoni sejak lama. Ada yang dipakai sendiri, ada yang diberikan gratis ke teman, ada pula yang dijual. Keuntungannya jangan ditanya. Kalau tekun, kalau rajin promosi, kalau pandai menjaga lingkungan pergaulan, niscaya keuntungannya sangat banyak (bahkan tidak terduga). Tetapi selama ini saya hanya menghasilkan produk DIY yang level-nya masih di bawah alias standar saja. Menurut saya pribadi. Ya biasa saja sih membikin keranjang berbahan koran bekas, membikin tas berbahan celana jin bekas, atau membikin lilin berbentuk telur.

Saya melihat begitu banyak produk kerajinan tangan atau produk DIY pada level yang lebih tinggi. Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar di Universitas Flores (Uniflor) menghasilkan produk berbahan bambu, kayu, kertas, kerang, yang kesemuanya terlihat sangat profesional. Mahasiswa Pendidikan Ekonomi membikin bangku (bench) yang juga terlihat profesional, tidak kalah dengan hasil bikinan orang bengkel. Apakah barang-barang tersebut dijual? Iya, dijual. Harganya sepadan dengan produk. Siapapun yang membeli pasti puas.



Artinya, keseriusan terhadap apapun akan membawa kita pada level yang lebih tinggi. Coba bayangkan, seorang baker bakal bikin roti yang bantet kalau tidak serius. Tapi, ada baker lain yang bisa membikin roti yang boleh disebut sebagai maha karya.

Level yang lebih tinggi ini dapat kalian lihat pada produk-produk DIY-nya Thomas Dambo. Aktivis seniman daur ulang yang satu ini benar-benar membikin saya kagum! Dia adalah sebagai seniman yang berasal dan tinggal di Copenhagen, Denmark. Bersama dua orang teman/kru, dia membikin proyek yang indah dan menyenangkan terbuat dari sampah atau barang daur ulang. Barang-barang ini mereka temukan di sekitar kota: tempat pembuangan sampah umum atau tempat sampah pinggir jalan. Mengumpulkan sampah pun unik: pakai gerobak besi dengan boks kayu yang dipasang ke sepeda. Thomas Dambo tidak pakai mobil meskipun pasti bisa membelinya dengan mudah. Mengantar barang daur ulang pesanan pun dilakukan memakai gerobak, kadang ditarik kalau barangnya terlalu besar. Hwah. Ausam lah.

Dengan melakukan ini Thomas Dambo berharap dapat menginspirasi orang untuk bersenang-senang dan menganggap sampah sebagai sumber daya. Untuk itu dia punya bengkel kerja yang super besar dan halaman luas tempat dia bisa memamerkan pula hasil karya lainnya.

Semua foto berikut ini berasal dari situs Thomas Dambo.





Jadi, apa yang sebenarnya ingin saya sampaikan pada kalian hari ini?

Jangan pandang remeh dunia DIY, dunia daur ulang, dunia kerajinan tangan, dunia life hack! Karena, dari dunia itu (kayak dunia lain, haha) kalian dapat menemukan kesenangan, kepuasan, hingga ketenangan batin. Lebih dari itu, jika dilakukan dengan sungguh-sungguh, digeluti dengan kental, maka akan menghasilkan lebih banyak lagi keuntungan. Pada level biasa saja, level bawah seperti saya, keuntungan yang diraup berlipat ganda. Apalagi level di atasnya. Dan perlu diingat, ketika ada orang lain yang bisa menghasilkan sesuatu yang lebih tinggi dari kita, jangan pernah meracuni diri dengan dengki atau iri hati, jadikan itu sebagai motivasi. Jika dia bisa lebih tinggi, artinya dia punya usaha yang lebih dari kita. Betul? Betul doooong.

Sekian saja untuk hari ini di mana awalnya saya pengen membahas tentang tampilan dashboard Blogger yang baru (baru bagi saya) tapi nanti lah baru dibahas.

#RabuDIY



Cheers.