Arsip Bulanan: Juni 2020

Menengok Komunitas Save Kali Cikarang di Segarnya Hutan Bambu Warung Bongkok Sukadanau

Kawasan Industri Kota CikarangJika mendengar nama Kota Cikarang disebutkan, tidak salah jika yang terlintas dalam pikiran adalah pusat kawasan industri yang tidak pernah berhenti berproduksi. Sebagai warga Bekasi, saya tahu kuatnya citra tersebut adalah hasil branding puluhan tahun dari para public relation berbagai perusahaan yang berkepentingan di Cikarang, namun citra tersebut juga tidak 100%

Khasiat Vitamin C sebagai Penjaga Daya Tahan Tubuh Saat Pandemi Covid-19

Fitri. Gadis berusia 18 tahun ini baru saja tamat dari SMA. Berhubung Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) belum berakhir, ia lebih banyak menggunakan waktu luangnya dengan menyibukkan diri belajar menulis termasuk menulis blog. Kali ini ia ingin menulis tentang Vitamin C yang bagus untuk daya tahan tubuh selama masa pandemi Covid-19.Ide menulis tentang Vitamin C tersebut ia dapatkan karena

Bincang Sore Tentang Bisnis dan Membuka Lowongan Pekerjaan

Akhir pekan lalu seorang teman yang berprofesi sebagai chef di salah satu restoran di Bali menghubungi saya. Obrolan yang berawal dari saling komentar di status Facebook lalu berlanjut ringan-ringan saja, dari tentang bagaimana kabar teman-teman lainnya hingga pertanyaan kapan saya akan ke Bali lagi."Tergantung bro," jawab saya singkat."Yah tergantung kapan saja kamu mau membelikan saya tiket ke

Lavon Swan City, Kota Mandiri di Tangerang Karya China Fortune Land Development

China Fortune Land Development adalah sebuah perusahaan pengembangan infrastruktur dan berbagai bangunan lainnya, yang telah memiliki berbagai proyek pembangunan kawasan industri berskala Internasional di berbagai negara, tidak hanya terbatas pada kawasan Asia saja, namun berbagai belahan bumi lainnya pun juga telah dijelajahi oleh perusahaan pengembangan yang satu ini. Di Indonesia sendiri,

5 Kegiatan New Normal Saya Sebelum New Normal Diberlakukan


5 Kegiatan New Normal Saya Sebelum New Normal Diberlakukan. Saya sudah menulis pos berjudul Sebenarnya Istilah New Normal Bukan Sesuatu Yang New. Dari sudut pandang saya sebagai awam. Karena sejak lahir hingga seterusnya, manusia mengalami atau merasakan atau menjalani yang disebut new normal itu. Silahkan baca pos melalui tautan di atas. Bagi saya pribadi new normal sudah dimulai sejak Maret 2020 saat work from home. Semua yang bukan kebiasaan kemudian menjadi kebiasaan. Senin kemarin new normal mulai diberlakukan, termasuk di Universitas Flores (Uniflor). Kami kembali bekerja seperti hari-hari kemarin tetapi wajib mengikuti protokol kesehatan yang berlaku. Kita ulangi ya: memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun minimal dua puluh detik dan/atau membersihkan tangan menggunakan hand sanitizer sebelum menyentuh wajah (mata, hidung, mulut), menyemprot cairan disinfektan pada benda/tempat sebelum kita menempati atau menyentuhnya, rajin olah raga, minum vitamin (jaga kesehatan tubuh).

Dan jangan lupa, kalau bisa di rumah saja ... ya di rumah saja (selain ke kantor) hehehe.

Baca Juga: 5 Kegiatan Yang Saya Lakukan Saat Di Rumah Saja

Berikut ini ada lima kegiatan new normal saya sebelum new normal diberlakukan Senin kemarin. Sekalian nostalgia prematur bahwa saya pernah menjalaninya sejak Maret 2020 hingga 15 Juni 2020.

Jadi, apa saja 5 kegiatan new normal saya pada masa pandemi Covid-19?

Cekidot!

1. Bangun Tidur Langsung Nyalakan Laptop


Kebiasaan yang benar-benar baru. Sebelum pandemi Covid-19 menyerang, pada hari kerja setiap bangun tidur saya harus menuju kamar mandi untuk mandi dan diteruskan dengan bersiap-siap berangkat kerja. Sejak #DiRumahSaja diberlakukan, setiap bangun tidur di pagi hari saya langsung memencet tombol power laptop. Laptop-nya masih loading, lalu saya ke kamar mandi. Untuk mandi? Tidak. Haha. Mandi bisa nanti. Menghadap laptop artinya bekerja (nge-game kalau pekerjaan sudah selesai). Memangnya apa yang saya kerjakan? Bukannya saya tidak pergi meliput, tidak memotret kegiatan kampus, dan lain sebagainya? Ini yang perlu kalian tahu. Hehe.

Pekerjaan saya di Universitas Flores (Uniflor) memang sebagai tukang cari berita, tukang liput, tukang publikasi. Tapi itu bukan berarti saya semata-mata memperoleh informasi dari 'turun lapangan'. Terima kasih pada internet di mana banyak informasi dan foto yang bisa saya peroleh melalui pesan WhatsApp (WA) untuk kemudian disusun menjadi berita. Selain kegiatan daring, ada juga kegiatan luring. Apabila membutuhkan informasi tambahan seperti pendapat petinggi/pejabat Uniflor, saya bisa memohon pada beliau-beliau melalui WA juga. Alhamdulillah, beliau-beliau sangat kekinian dan sangat membantu. Saya bersyukur karena petinggi/pejabat Uniflor semuanya ramah dan menganggap kami tidak sebagai bawahan tetapi juga sebagai keluarga (adik/kakak) sehingga suasana pekerjaan memang jauh lebih menyenangkan.

Oh ya, bekerja dari rumah artinya bisa memakai pakaian rumah. Hihihi.

Sekarang sih, sejak 15 Juni 2020, sudah kembali bekerja seperti biasa: memakai pakaian kerja dan harus bersepatu haha.

2. Ke Kantor Dua Hari/Kali Seminggu 


Diberlakukannya piket membikin saya punya dua hari penuh di kantor (pada jam kerja) yaitu Senin dan Selasa. Karena tidak ada apel/upacara bendera Senin, maka saya tidak perlu menabrak pintu lemari alih-alih masuk kamar mandi, hahaha. Ada kerinduan untuk apel/upacara bendera Senin, ada kerinduan nongkrong di kantin bersama kakak-kakak lainnya, ada kerinduan merasakan perasaan was-was karena terlambat bangun. Tapi selama Covid-19 masih lalu-lalang, semua harus ditahan. Nah, kalau saya ke kantor, saya berusaha untuk bisa memperoleh sebanyak-banyaknya informasi bakal berita.

Sisi positifnya dari piket-piketan ini adalah: hemat deodorant dan parfum *dikeplak Dinosaurus*.

Sekarang sih, sejak 15 Juni 2020, sudah kembali bekerja seperti biasa: Senin sampai Sabtu.

3. Menjaga Protokol Kesehatan (Ekstrim)


New normal! Protokol kesehatan pada masa pandemi Covid-19 ini harus diterapkan dengan sungguh. Bahkan teman-teman mengatakan saya ekstrim. Setiap kali keluar rumah saya wajib memakai masker, menyiapkan hand sanitizer, dan menyiapkan disinfektan. Disinfektan itu sudah disimpan di wadah bekas parfum jadi bisa disemprot kapan pun saya mau dan/atau merasa 'terancam'. Hehe. Sebelum pegang gagang pintu semprot disinfektan, sebelum duduk meja kursi di kantor semprot disinfektan, bahkan saat hendak pulang dari kantor pun disinfektan saya semprotkan pada sepeda motor Onif Harem dan helem. Saya pikir ini perlu dilakukan karena kita tidak pernah tahu di mana kah Covid-19 berada.

Setiap orang yang masuk ke dalam rumah wajib disemprotkan disinfektan dengan mereka menutup mata dan memutar badan. Ha ha ha. Setelah itu dilanjutkan dengan mencuci tangan di kamar mandi atau memakai hand sanitizer. Cahyadi dan Kahar paling suka ngakak setiap kali mereka datang ke rumah gara-gara disinfektan ini. Dan tentu, kami pun wajib menjaga jarak. Memang ekstrim, tapi itulah apa yang bisa saya upayakan untuk menjaga diri sendiri dan orang lain. Ayo ditiru! Jangan andalkan hand sanitizer saja.

Sekarang sih, sejak 15 Juni 2020, protokol kesehatan tetap berjalan dan tetap (dikatakan sama teman-teman) ekstrim.

4. Berkebun


Ya jelas. Berkebun merupakan salah satu cara untuk mengisi waktu luang saat masih work from home. Selesai mengetik berita, langsung ke kebun mini. Selesai memandikan Mamatua, langsung ke kebun mini. Pokoknya kebun mini yang tidak seberapa itu mendapat perhatian yang sama dengan hal-hal lainnya. Untuk cerita-cerita tentang kebun mini di beranda belakang Pohon Tua, silahkan baca pos-pos berikut ini:

5 Kegiatan Yang Saya Lakukan Saat Di Rumah Saja
Membikin Kebun Mini di Beranda Belakang Pohon Tua
Panen Sorgum Untuk Pertama Kalinya Sungguh Bikin Happy
5 Tanaman Kebutuhan Dapur Ini Sangat Mudah Ditanam

Sekarang sih, sejak 15 Juni 2020, sudah kembali bekerja seperti biasa: berkebun tetap berjalan! Bahkan saya juga kembali menanam bunga-bunga. Hehe.

5. Menonton Video di Youtube


Aaaah kembali lagi ke Youtube sebagai hiburan. Bagi bos-bos yang sering main ke blog ini pasti tahu bahwa saya berhenti menonton televisi. Itu bukan berarti saya sama sekali berhenti menonton video/gambar bergerak haha. Youtube masih menjadi pilihan sebagai pengantar tidur. Upin Ipin, Larva, Oggy, semuanya jelas. Tapi beberapa minggu terakhir saya keranjingan menonton Shaun the Sheep dan Jewel in the Palace. Selain menghibur, keduanya sama-sama meninggalkan makna dan nilai yang sangat dalam bagi penonton. Nanti akan saya ulas tentang keduanya dan alasan saya menonton ulang.


Bagaimana dengan kalian?

Baca Juga: 5 Buku Self Improvement yang Wajib Kalian Baca

Menyoal new normal, kita wajib mematuhinya, untuk memulai kehidupan seperti sedia kala namun dengan memerhatikan protokol kesehatan. Ini bukan masalah siapa yang bertahan dialah yang hidup. Bukan. Ini masalah kepentingan kita masing-masing terutama para pekerja yang menopang perekonomian kehidupan rumah tangga. Cara-cara yang bisa kita lakukan agar tetap bisa bekerja tetapi juga menjaga diri dari Covid-19 adalah menjaga protokol kesehatan. Ingat, selain yang sering kalian lakukan (protokol kesehatan) selalu bawa disinfektan dalam kemasan kecil (botol parfum) agar bisa disemprot kapan pun kalian mau, atau seperti saya, menyemprotnya kapan pun saya merasa 'terancam'. Terlihat sepele tapi menurut saya ini tindakan yang bagus.

Semoga bermanfaat!

#KamisLima



Cheers.

Ternyata Mudah Membikin Mangkuk Berbahan Koran


Ternyata Mudah Membikin Mangkuk Berbahan Koran. Hampir dua mingguan saya absen dari blog ini, dan itu menimbulkan kerinduan yang teramat sangat. Meskipun sudah berjanji pada diri sendiri untuk nge-blog setiap hari, tetapi ternyata ada masa-masa 'lumpuh'. Waktu yang Allah SWT berikan sehari dua puluh empat jam tidak cukup untuk memenuhi semuanya. Agar tidak depresi *hayah, gaya banget depresi* saya harus memerhatikan skala prioritas. Itu yang diajarkan oleh Bapa (alm.) dan Mamatua. Skala prioritas sangat membantu saya menyelesaikan semua pekerjaan, baik pekerjaan kantor maupun pekerjaan sampingan, dengan baik. Insha Allah. Setelah rentetan pekerjaan itu selesai, akhirnya saya bisa bernafas lega, dan mulai kembali membikin video untuk channel Youtube dan mulai menulis konten blog.

Baca Juga: Jangan Dibuang, Tutup Botol Plastik Mempunyai Banyak Manfaat

Menjelang Lebaran kemarin saya mengajak Melly untuk membikin mangkuk koran. Mangkuk koran ini sudah lama saya ingin membikinnya tapi selalu terkendala ini itu. Akhirnya saya menitipkan Thika dan Melly untuk membeli lem sejenis Weber dan balon. Balon? Yakin? Iya, yakin. Karena memang itu bahan dasarnya. Bagi kalian yang mau membikinnya juga, karena sangat mudah, coba baca sampai selesai.

Apa yang perlu dipersiapkan?

Alat dan bahan:
1. Koran/kertas bekas.
2. Balon.
3. Lem Weber.

Cara membikin:
1. Gunting koran/kertas seukuran dua jari.
2. Tiup balon (besarnya sesuai keinginan).
3. Campurkan lem dengan air secukupnya.
4. Rendam potongan koran di lem, lalu tempelkan pada balon.
5. Jemur hingga kering.
6. Kempiskan balon.
7. Mangkuk koran sudah jadi.

Mudah bukan?

Saya tidak sempat memotret proses membikinnya. Melly pun demikian. Karena tangan kami berlumuran lem. Haha. Harus diingat: untuk memperoleh mangkuk koran yang tebal dan kuat, jangan pelit dengan lem dan harus tiga sampai empat lapis potongan koran. Bahkan ada yang sampai lima lapis untuk memperoleh hasil yang maksimal. Sedangkan untuk penampilan/estetika, mangkuk koran dapat dicat. Saya pribadi memilih untuk tidak mengecatnya agar bahan korannya tetap terlihat. Unik sekali.


Mangkuk koran bisa dipergunakan untuk berbagai keperluan antara lain tempat permen, tempat benang-benang dan jarum, tempat menyimpan segala sesuatu barang-barang mini agar tidak tercerai-berai. Dua mangkuk koran di atas merupakan percobaan pertama. Saya tidak menyangka percobaan pertama langsung sukses. Biasanya bakal gagal dulu. Haha. Alhamdulillah.

Baca Juga: Membikin Pajangan Cantik Berbahan Beras dan Kulit Kerang

Saya selalu suka #RabuDIY. Tema ini tidak saja menjadi media saya berbagi tutorial dan hasil karya bikinan sendiri, tetapi juga sekaligus motivasi saya untuk tidak melupakan dunia DIY yang begitu saya gandrungi. Bahwa, begitu banyak barang bekas maupun barang baru yang bisa dikreasikan untuk menjadi barang lainnya yang punya nilai ekonomi lebih tinggi. Koran bekas mungkin tidak ada artinya bagi sebagian orang tapi bagi saya koran bekas sangat penting untuk dunia DIY. Balon pun demikian, mungkin sebagian orang hanya memanfaatkannya sebagai penghias dekorasi pesta ulang tahun, tapi ternyata balon punya banyak manfaat, termasuk pot dari semen! Nanti ya bakal saya bikin dan menulisnya untuk kalian.

Jadi, tunggu apa lagi? Ayo berkreasi sepuas-puasnya. Mumpung #DiRumahSaja. Hehe.

Semoga bermanfaat!

#RabuDIY



Cheers.

S0515: Masuk Neraka Bareng Fikri

Setiap orang rasanya pernah melalui proses pencarian bahkan mungkin masih di proses itu. Tamu kali ini juga tidak terkecuali. Di usianya yang masih cukup muda, dia sudah sangat intens melakukan pencarian soal ketuhanan, agama dan spiritualitas dan semua proses itu dituangkannya dalam bentuk podcast bernama unik: Podcast Masuk Neraka! Kenapa sampai namanya seseram itu? Apa saja yang dia bicarakan? Apa sih yang dia cari? Kita dengar saja langsung dari pemilik podcastnya.

Peringatan: Podcast ini bukan untuk mereka yang tidak bisa membuka diri pada perbedaan dan diskusi yang membangun!

Tentang Podcast Masuk Neraka.

Podcast Masuk Neraka dibawakan oleh Muflih Dwi Fikri, seorang mahasiswa di Solo. Fikri bisa dihubungi di masukneraka.podcast@gmail.com atau lewat akun instagramnya @masukneraka.podcast 

Tentang Suarane Podcast Podcast:

Suarane Podcast adalah podcast yang berbagi informasi seputar dunia Podcast dan dibawakan oleh Rane Hafied dari Bangkok, Thailand. Podcast ini bisa didengarkan di berbagai aplikasi podcast atau langsung ke website https://suarane.org. Kontak: suarane@gmail.com atau Instagram @SuaranePodcast.


Credits: Musik yang dipakai di episode ini adalah “Protofunk” by Kevin MacLeod – License: http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/ | CoverArt: Pillow Talk Podcast

Send in a voice message: https://anchor.fm/suarane/message

Ngoblog Soal Digital Marketing Bareng Nunik Utami di Live IG


Ngoblog Soal Digital Marketing Bareng Nunik Utami di Live IG. Silahkan baca dulu pos berjudul Mengintip Talkshow Keren a la Blogfam di Live Instagram. Ya, reborn kali ini Blogger Family (Blogfam) betul-betul mantul karena diisi dengan kegiatan talkshow yang dijadwal secara berkala di live Instagram. Baik narasumber maupun host-nya sama-sama anggota Blogfam. Materinya pun luar biasa. Mulai dari kepenulisan buku anak, foto pakai telepon genggam, hingga podcast. Itu berarti anggota Blogfam memang luar biasa karena untuk talkshow bergengsi pun belum perlu mengundang narasumber dari luar Blogfam. Sombong? Tidak. Kenapa sombong? Ini kan kenyataan yang tidak bisa dihindari lagi. Hehe.

Baca Juga: Guru TK Pun Harus Menyiapkan Materi Pembelajaran Online

Sebagai salah seorang anggota Blogfam, saya pun menjadi host pada edisi ke-empat talkshow ini. Sementara itu sampai dengan saat ini talkshow masih berjalan, menghadirkan narasumber-narasumber kece badai tralala yang rugi banget kalau sampai kalian tidak menonton dan berinteraksi. Soalnya selain berbagi informasi ada juga doorprize-nya. Anyhoo mungkin kalian bertanya-tanya apa kaitannya Ngoblog (Ngobrol Bareng Blogfam) sama #SelasaTekno. Sangat berkaitan, gengs. Pertama: Ngoblog dilakukan melalui sistem digital/internet. Kedua: Kak Nunik Utami bicara tentang atau temanya adalah Ditigal Marketing.

Ngoblog waktu itu agak molor karena ternyata di rumah Kak Nunik listrik padam. Sambil menunggu, sambil saya menyapa teman-teman yang sudah siap menunggu materi digital marketing itu.

Berdasarkan hasil talkshow, izinkan saya membikin rangkuman berikut ini.

Pada zaman dahulu kita menjual segala sesuatu secara konvensional/tradisional: di pasar, di toko, dari pintu ke pintu, juga dari mulut ke mulut. Tapi sejak ada internet, kemudian menjamurnya media sosial, tren berjualan pun mengikuti perkembangan zaman (internet). Para pedagang dapat memanfaatkan internet, dalam hal ini media sosial untuk menjual barang dagangan mereka. Media sosial itu antara lain blog, Youtube, Facebook, Instagram, Twitter, Tumblr, dan lain sebagainya. Tidak lupa aplikasi mengobrol seperti WhatsApp, Telegram, dan sebangsanya. Meskipun hanya menjangkau para pengguna internet, tetapi digital marketing sangat ampuh. Ada unsur efektif dan efisiennya. Secara waktu, tentu lebih hemat. Secara biaya, bisa sekalian dengan biaya pribadi menggunakan internet dan tidak perlu membangun toko/kios fisik.

Selain menggunakan media sosial pribadi, para pedagang juga bisa memanfaatkan market place (e-commerce) seperti Lazada, Tokopedia, Blibli, Shopee, hingga Buka Lapak. Caranya: secara umum cukup mendaftarkan toko di market place tersebut dan mengikuti semua syarat yang ditentukan. Kalau tidak salah, sebagai penjual, kita baru boleh menerima uang pembelian barang dari pengelola market place setelah barang yang dikirimkan tiba di tujuan atau diterima oleh pembeli. Kalau saya salah, mohon koreksi.

Digital marketing tidak selamanya bermakna kita/pedagang menjual barang dagangan melalui internet (media sosial). Digital marketing juga bermakna mem-branding diri. Bagi para blogger dan youtuber, branding diri ini penting. Karena sejatinya bagi blogger dan youtuber yang hendak meraih keuntungan dari blog dan channel Youtube, harus pandai 'menjual diri'. Pedagang memang bisa menjual barang dagangan melalui blog dan Youtube, tetapi mereka juga bisa memperoleh keuntungan lain apabila blog dan Youtube-nya dikelola dengan baik. Semua blogger dan youtuber pasti tahu tentang hal ini.

Apakah tren digital marketing akan mengalahkan atau melumpuhkan pasar konvensional? Tentu tidak. Meskipun arah ke digital marketing semakin kuat, seperti beberapa petani menjual hasil panen melalui internet (dikelola oleh Bumdes), tapi begitu banyak orang masih memilih pasar konvensional. Buktinya Pasar Mbongawani Ende masih ramai setiap hari, toko-toko pun demikian, bahkan pedagang buah pinggir jalan masih dikerubuti pembeli. Karena apa? Karena masih banyak pedagang yang tidak menggunakan internet bahkan sama sekali tidak tahu soal internet, dan banyak pembeli yang juga tidak menggunakan internet bahkan sama sekali tidak tahu soal internet. Kata Mamatua, ada seni tersendiri berinteraksi dengan para pedagang di pasar. Seni tawar-menawar! Hahaha.

Jadi itu dia rangkumannya, gengs.

Baca Juga: Mengenal PhotoScape Untuk Keperluan Sunting Foto

Kak Nunik Utami adalah contoh paling nyata yang sukses berkiprah melalui digital marketing. Sebagai penulis buku, ia juga memanfaatkan blog dan media sosial untuk mempromosikan buku-bukunya. Sebagai pedagang hijab, ia memanfaatkan berbagai lini agar hijab dagangannya diburu pembeli. Tetapi ada yang harus dipelajari di sini yaitu pandai melihat peluang dan keinginan pasar. Niscaya berkat doa dan usaha insha Allah sukses. Kapankah itu? Mulai dari sekarang. Karena Kak Nunik tidak menunggu harus sempurna untuk memulai. Saya, kalian, mereka, pun juga harus begitu. Mulailah terlebih dahulu. Segala sesuatunya akan kita ketahui dan pelajari seiring berjalannya usaha.

Semoga bermanfaat!

#SelasaTekno



Cheers.

10 Skill Yang Wajib Dikuasai Agar Sukses di Masa Depan Versi World Economic Forum

World Economic Forum meramalkan 10 skill atau kemampuan yang wajib dimiliki oleh para profesional masa depan. Semuanya akan saya jabarkan satu persatu, kalau terlalu panjang nantinya akan saya buat per artikel jika perlu. Baiklah, apa saja sih 10 skill yang wajib dikuasai agar bisa sukses di masa depan? Ini dia:Cognitive Flexibility atau Fleksibilitas KognitifNegotiation atau NegosiasiService