Arsip Bulanan: Mei 2020

Piknik Encim and The Gank di Tengah Pandemi Covid-19


Piknik Encim and The Gank di Tengah Pandemi Covid-19. Halo semua! Sudah lama, lama, lama sekali kalian tidak bertemu tulisan baru di blog ini. So sorry, keasyikan sama Horeday jadi lupa ngasih semacam notifikasi pada kalian. Hehe. Yang jelas, saya ingin mengucapkan Selamat Merayakan Idul Fitri bagi teman-teman yang merayakannya, meskipun sudah lewat jauh, dan semoga puasanya pada Bulan Ramadan kemarin betul-betul membersihkan hati dan pikiran saya, kalian, mereka. Insha Allah. Amin.


Baca Juga: Membagi Masker dan Tetap Menjaga Protokol Kesehatan

Sebenarnya sejak tahun lalu saya sudah berencana untuk close house (lawannya open house kan ya, haha). Rencananya Idul Fitri tahun 2020 ini saya bakal mengajak semua penghuni Pohon Tua termasuk Mamasia dan Mamalen untuk pelesir ke Riung. Kalau Riung terlalu jauh, menginap di hotel di Kota Ende pun boleh lah. Intinya kami tidak membikin kue, tidak memasak masakan khas Idul Fitri, serta tidak menerima tamu. Ndilalah, Covid-19 mewujudkan rencana itu *ngakak*. Kami memang tidak ke mana-mana alias #DiRumahSaja sekaligus tidak menerima tamu. Apakah dengan demikian pengeluaran terpangkas? Terpangkas sedikit, karena kami tetap membikin kudapan dan memasak meskipun jumlahnya sangat sedikit. Sesuai jumlah penghuni Pohon Tua dan anggota keluarga besar Pharmantara dan Abdullah Achmad (the only one kakak ipar laki-laki).


Hari kedua Idul Fitri saya pergi (untuk kedua kali) bersilaturahmi ke rumah Abang Nanu Pharmantara bersama Kakak Nani Pharmantara dan suaminya Ka'e Dul. Dari situ tercetus ide untuk piknik keesokan harinya. Selasa! Amboiiii rencana mendadak ini ... apakah terlaksana? Jelas! Melalui WAG Encim and The Gank, semua orang kebagian bekal bawaan. Piknik kali ini agak berbeda karena kami juga membawa tenda. Oh ya, bagi kalian yang penasaran dengan keseruan piknik Encim and The Gank ini, silahkan  nonton video berikut:


Sudah nonton videonya? 

Seru kan?


Nah, pasti ada yang bertanya mengapa kami 'berani-beraninya' piknik di tengah pandemi Covid-19 ini? Pasti kalian betul-betul emosi dengan keluarga kami kan? Hehe. Tidak apa-apa, setiap orang berhak untuk marah pada masa seperti sekarang ini. Inilah yang saya tulis pada deskripsi video tersebut:

Setelah sekian lama akhirnya keluarga besar kami, Keluarga Pharmantara dan Keluarga Abdullah Achmad, memutuskan untuk piknik. Kali ini pikniknya di Kali Nangaba. Meskipun piknik, kami tetap berusaha menjaga protokol kesehatan ya, gengs. Jangan marah atau menyalahkan keluarga kami karena piknik di tengah pandemi Covid-19. Yang perlu diketahui adalah bahwa Kali Nangaba itu panjaaaaang, dan area kering di sekitarnya sangat luas, sehingga jarak antara keluarga kami dengan orang lain lebih dari 10 meter. Tentu kami juga tidak ingin hal-hal buruk menimpa ... Insha Allah. Amin.

Tentu kami semua mengikuti protokol kesehatan yang dianjurkan. Semua kendaraan yang dipakai baik sepeda motor maupun mobil disemprot dengan disinfektan terlebih dahulu. Semua orang, sebelum berangkat, wajib mencuci tangan dengan sabun minimal dua puluh detik dan wajib memakai masker. Di Kali Nangaba (kami jarang menyebut sungai), jarak antara rombongan kami dengan orang-orang lainnya lebih dari sepuluh meter, bahkan lebiiiiiih lagi. Setiap orang tentu tidak mau terinfeksi Covid-19 bukan? 


Saya berharap kalian juga demikian ... masih bisa menikmati kebersamaan dengan keluarga di tengah pandemi Covid-19. Amin.

#SeninCerita
#CeritaTuteh



Cheers.

Yummy App Solusi Saat Aku Butuh Ilmu Memasak

Berhubung aku baru saja lulus SMA, sudah pasti belakangan ini aku akan sering berada di rumah, apalagi sekarang berniat untuk bekerja belum sepenuhnya dibolehkan orang tuaku. Aku adalah anak perempuan yang sudah mempunyai sebuah kewajiban untuk pandai memasak.  Jujur saja, semasa sekolah aku jarang sekali memberanikan diri untuk terjun langsung ke dapur untuk belajar masak. Karena

No Body Perfect

No Body Perfect Meutia.. Aku memandangmu dari jauh, dari balik cermin itu agar kau tak melihatku. mengapa kau gelisah, kau tampak merasa tertekan, seperti ada kehampaan dalam hatimu. Apa yang ingin kau raih? kau bingung .. seakan hatimu ingin menjerit.. Dan kau berkata padaku, "Aku tak tahu, sebenarnya apa yang ingin ku raih dalam hidup ini?.“ Ku mengernyitkan dahi, mengapa dia

pembangkit semangat saat lelah

Semua orang punya jalan hidup dan takdirnya masing-masing. Sekuat atau sekeras apapun saya bersikap seakan ingin menjadi orang lain, jika hidup saya tidak digariskan seperti itu, maka sampai hembusan nafas terakhir pun, saya tidak akan pernah sama seperti yang lain. Sudah terlalu banyak hitungan detik yang saya lewati dengan menyadari kesalahan setiap harinya. Banyak pertanyaan yang

Sedikit Cerita Tentang Lebaran di Kampung Sembilangan

Hari yang ditunggu hampir datang, puasa 30 hari telah selesai. Malam takbir akan terdengar, hal itu akan menjadi malam puncak dari segala perbuatan kita selama 1 bulan. Berkesan atau tidak bulan baik ini, semua tidak akan terulang atau 2 kali terjadi kecuali, kita sabar menunggunya dalam 1 tahun ke depan.  Di Kp. Sembilangan kue atau jenis manisan lainnya menjadi salah satu pelengkap hari

S0513: Create Your Own Podcast (Dari IG Live @Blogfam)

Ini adalah episode spesial satu jam yang merupakan rekaman dari Instagram Live Blogfam. Blogfam adalah komunitas blogger tertua di Indonesia yang didirikan pada tahun 2003. Di IG live dengan host Salman, seorang anggota senior  Blogfam dan juga seorang travel blogger, kita ngobrolin macam-macam hal seputar podcast, menjawab pertanyaan dari teman2 yang menonton dan untuk menunjukkan betapa mudahnya membuat podcast, dan juga mecontohkan untuk membuatnya secara live ketika itu. Oya karena ini adalah komunitas blogger, ada satu tips penting buat teman-teman blogger yang mau coba merambah ke dunia podcast. Episode IG Live ini diunggah dengan seizin teman-teman Blogfam. Versi videonya bisa dilihat di Instagram @Blogfam dan juga di aggregator mereka di blogfam.com.

– 

Suarane Podcast adalah podcast yang berbagi informasi seputar dunia Podcast dan dibawakan oleh Rane Hafied dari Bangkok, Thailand. Podcast ini bisa didengarkan di berbagai aplikasi podcast atau langsung ke website https://suarane.org. Kontak: suarane@gmail.com atau Instagram @SuaranePodcast.


Credits: Musik yang dipakai di episode ini adalah “Protofunk” by Kevin MacLeod – License: http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/ | CoverArt: @Blogfam

Send in a voice message: https://anchor.fm/suarane/message

Belajar Bahasa Inggris Online Bersama TBI English Course


Saya suka belajar bahasa apapun mulai dari bahasa Inggris dan Jepang. Namun dari ketiga bahasa yang saya pelajari, ternyata hanya bahasa Inggris saja yang masih melekat diingatan, sedangkan bahasa Jepang hanya mampu mengartikan kata-kata dasar yang tidak terlalu rumit. Oh iya, karena saya suka dengan Thailand, saya berkeinginan untuk belajar dalam waktu dekat melalui online. Yakin belajar bahasa melalui online? Iya donk yakin banget, apalagi pada saat pandemi sekarang ini, salah satu metode yang banyak dilakukan adalah kelas online baik belajar bahasa Inggris, maupun keahlian lainnya seperti keuangan, IT dan masih banyak lainnya. 

Gayung bersambut ketika Komunitas ISB (Indonesian Social Blogpreneur) mengadakan kelas online bahasa Inggris bersama TBI English Course. Saat itu saya terpikir untuk mengisi waktu pada saat pandemi dengan belajar apapun terutama skil bahasa Inggris yang nantinya akan sering saya gunakan. Iya, saya adalah seorang pemilik Trip Orginizer yang baru membuka usaha beberapa bulan belakangan in dan akan menggunakannya pada saat traveling ke beberapa negara lain seperti Thailand, Malaysia, dan Jepang. 


Yang menarik dari kelas online bahasa Inggris dari TBI English Course ini adalah metode yang digunakan yaitu metode interaktif melalui google classroom dan zoom. Baru kali ini saya merasakan manfaat teknologi terutama google classroom yang mampu menyajikan banyak fitur sehingga kelas menjadi lebih hidup dan interaktif. Sedangkan pada beberapa sesi lain digunakan zoom untuk melakukan diskusi dan materi yang harus disampaikan dengan cara bertatap muka. 

Saya cukup menikmati kelas ini, walaupun memang belajar online memerlukan 2 kali waktu lebih dibandingkan kelas tatap muka. Namun, keuntungannya adalah kita bisa mengerjakan tugas atau kelasnya dimana saja dengan dukungan koneksi internet yang cukup stabil. Namun, lagi-lagi internet di Indonesia memang masih memerlukan waktu menyesuikan gaya hidup di kala pandemi yang semuanya mengandalkan koneksi internet. 


Salah satu materi yang saya sukai adalah pada saat membahas A Travel Blog. Tidak dipungkiri jika materi ini sangat related dengan hobi saya jalan-jalan dan juga saat ini sedang merintis sebuah usaha dibidang traveling. Materinya menjelaskan inspirasi atau awal mulai membuat postingan blog. Dalam diskusinya, beberapa pendapat menyatakan bahwa "Experience is the one of source to make a blogpost. Without the experience, the blog will be the same as media". Intinya adalah pengalaman adalah salah satu sumber dalam penulisan blog, selain itu dibutuhkan reserach atau pengumpulan data yang valid untuk mendukung pengalaman yang telah kita alami. 

Selain itu banyak sekali materi yang mendukung saya sebagai blogger dalam mendalami bahasa Inggris dari prespektif yang lebih kaya lagi, bukan sekedar menerjemahkan bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris saja, namun banyak hal yang mesti dipahami. Dan lagi-lagi bukan hanya tenses ataupun vocabuary saja, namun juga pemahaman kita dalam berbahasa Inggris yang baik dan benar. Jika bisa saya simpulakan, bahasa Inggris haruslah dipraktekan terus-menerus sehingga tidak hanya sebatas mengetahui saja namun kita bisa memahami maknanya lebih dalam agar lebih mudah dipahami lagi.

Masih banyak hal yang belum saya pahami dalam berbahasa Inggris yang baik dan benar, namun saya yakin kedepannya akan jauh lebih baik. Beberapa hal yang biasanya saya lakukan dalam mempelajari bahasa Inggris adalah sebagai berikut :

1. Biasakan melihat drama Korea atau Jepang atau negara manapun dengan subtitle bahasa Inggris
2. Usahakan membaca artikel ringan dalam bahasa Inggris setiap minggu sekali
3. Mulai menulis blog dalam bahasa Inggris sebagai latihan
4. Mulai mempraktekan bahasa Inggris dengan teman yang mau belajar bersama 
5. Mencoba beberapa test bahasa Inggris sebagai bahan evaluasi kita setiap beberapa bulan sekali

Mungkin itu saja yang dapat saya bagikan dari satu bulan belajar bahasa Inggris online bersama TBI English Course. Semoga bisa melanjutkan di sesi lain terutama kelas tatap muka sehingga bisa lebih maksimal lagi. 

Informasi mengenai TBI English Course

Alamat :
TBI - The British Institute - Kuningan
Cohive 101, 10th Floor, Jl. DR. Ide Anak Agung Gde Agung No.1, RT.5/RW.2, Kuningan, East Kuningan, Setiabudi, South Jakarta City, Jakarta 12950

Website :
www.tbi.co.id

Telepon :
(021) 50820037



Lebaran di Kampung Dua Bekasi

ilustrasi lebaran tempo doeloe   Kalo ujan begini jadi inget masa lalu.. ..... .... .... Lebaran di Kampung Dua Bekasi By : Fahmi BenHud Kampung Dua di tahun-tahun silam sangat mempesona, puasanya sebulan maka lebarannya pun sebulan. Setiap keluarga saling bertegur sapa, ucap maaf maafan saling mengenali satu sama lain. Saling mengingatkan saudara yang lupa bahwa kita masih

PERJALANAN MENCARI OBAT KEHIDUPAN – Review Buku The Little Paris Bookshop

Jean Perdu, sang apoteker literatur, pemilik toko buku terapung di Sungai Seine, Paris, terkenal karena keahliannya meresepkan buku demi meringankan hidup para pelanggannya. Tiap buku sesungguhnya mirip dengan obat. Mereka dapat menyembuhkan penyakit Tiap buku sesungguhnya mirip dengan obat. Mereka dapat menyembuhkan penyakit, sekaligus mengandung efek samping. Dan Monsieur Perdu