Penelitian Ini Dilakukan Oleh Dosen dan Mahasiswa Uniflor

Credit: Pak Yulius.

Penelitian Ini Dilakukan Oleh Dosen dan Mahasiswa Uniflor. Saya pernah menulis tentang teknologi pertanian pada pos berjudul Ternyata Teknologi Pertanian Itu Sangat Menarik dan Seru. Bagaimana Petrogenol yang bahenol memikat lalat jantan dengan daya tarik seksualitasnya yang palsu, itu pengetahuan baru bagi saya pribadi. Sebagai institusi pendidikan tinggi, berbagai pengetahuan dan informasi bertebaran di Universitas Flores (Uniflor). Sebagai pegawai yang bertugas mendokumentasikan dan mempublikasikan kegiatan-kegiatan di Uniflor, jelas saya adalah makhluk Tuhan paling beruntung. Otak saya betul-betul berfungsi sebagai spons yang menyerap semuanya dengan gilang-gemilang. Haha. Setiap hari saya belajar hal baru.

Baca Juga: Tidak Punya Clip On Manfaatkan Telepon Genggam Kalian

Rabu kemarin, 18 Maret 2020, saat hendak pulang kantor saya mampir di Kantor Kemahasiswaan Uniflor. Tujuan saya hanya satu, stoples berisi kudapan kuping gajah di atas meja! Hahaha. Sumpah, mata ini sangat cepat kalau melihat makanan. Belum sampai tangan saya masuk ke dalam stoples, Pak Yulius yang sedang berada di situ berkata: Kak Tuteh tangannya dibersihkan dulu pakai ini. Melihat botol mini khas hand sanitizer tanpa merek/label itu saya membalas bahwa saya pun membawa hand sanitizer sendiri. Tapi oh la laaaaa itu hand sanitizer yang dibikin sendiri! Uh wow sekali. Mulailah saya bertanya-tanya pada Pak Yulius.

Ceritanya, hari itu pada mata kuliah Fisika Lingkungan di Prodi Pendidikan Fisika pada FKIP Uniflor, Pak Yulius bersama mahasiswa semester 6 praktek membikin hand sanitizer dan disinfektan. Bahan-bahan hand sanitizer adalah alkohol, lidah buaya (isi atau jel bagian dalamnya), dan essential oil. Kalau disinfektan tidak saya tanya lebih lanjut. Ketiga bahan hand sanitizer itu punya takaran khusus untuk menghasilkan hand sanitizer yang kuat, sekitar 80% mampu menghambat berkembangbiaknya dan/atau membunuh mikroorganisme seperti virus dan bakteri yang menempel pada tubuh manusia dan benda mati. Hand sanitizer merupakan antiseptik yang diaplikasikan pada tubuh manusia terutama tangan. Sedangkan disinfektan diaplikasikan pada benda mati seperti meja, pegangan pintu, komputer, wastafel, dan lain sebagainya.

Menurut Pak Yulius, membuat hand sanitizer dan disinfektan dilakukan mengingat virus Corona yang oleh WHO diresmikan dengan nama Covid-19 merupakan virus dengan penyebaran yang cukup mudah yaitu melalui kontak fisik, serta berkaitan dengan lingkungan karena keberadaan virus Corona mengganggu idealnya lingkungan di mana manusia hidup, sehingga berbagai antisipasi harus dilakukan. Selain itu, hal ini dilakukan untuk menanggulangi kelangkaan hand sanitizer dan disinfektan di pasaran. Saat ini Pak Yulius bersama mahasiswa Semester 6 Prodi Pendidikan Fisika baru membuat prototype dan tidak menutup kemungkinan untuk memproduksinya secara massal.

Kalian bisa membaca pos kemarin berjudul Pembagian 100 Sampel Hand Sanitizer Sampai Social Distancing untuk informasi lengkapnya.

Baca Juga: Mengenal Masker Wajah Serbaguna Bernama AusAir

Kenapa perihal ini masuk di #SelasaTekno? Karena ini berhubungan dengan penelitian. Teknologi tepat guna. Menurut Pak Yulius, hand sanitizer dan disinfektan yang dibikin ini merupakan sebuah penelitian karena meskipun sudah banyak yang melakukannya, tapi menggunakan bahan yang berbeda, dengan tempat atau lokasi yang berbeda, serta perhitungan secara sains. Turunan perhitungan itu yang kemudian ditakar a la rumahan menggunakan gelas. Sumpah ya, penjelasan demi penjelasan di white board oleh Pak Yulius itu bikin kepala saya langsung oleng hahaha. Sangat ilmiah ... huhu. Berbahagialah kalian yang kuliah di Prodi Pendidikan Fisika.

Ya sudah deh, semoga pos ini bermanfaat untuk kalian semua.

#SelasaTekno



Cheers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *