Arsip Bulanan: Desember 2019

Sudah Saatnya Masyarakat Berperan Aktif Dalam Pemilu – Penguatan Pengawasan Partisipatif Bawaslu Kepulauan Seribu


Pemilihan Umum 2019 berlangsung aman dan damai tanpa adanya hal yang tidak diinginkan. Dari Pemilu 2019 ini kita belajar banyak bahwa dibalik itu banyak pihak yang bekerja keras dibaliknya termasuk KPU dan Bawaslu. Selain itu petugas KPPS, penjaga keamanan, perangkat desa dan masyarakat pun berperan dalam kelancaran pemilu tahun 2019 ini. Oh iya, setelah pemilu berakhir sebetulnya tidak ada lagi pendukung 01 ataupun 02, yang adalah kita satu Indonesia. 

Pendapat saya mengenai pemilu tahun 2019 ini, memang ada beberapa yang perlu diperbaiki, terutama tentang kualitas dari KPU dan Bawaslu sendiri, mengenai kesiapan dan berbagai hal. Dan, yang paling diinginkan masyarakat adalah netralitas dan profesionalitas dari KPU dan Bawaslu sendiri. 

Jika ditanya bagaimana dengan pemilu 2019, beberapa orang tentu masih menyimpan ketidakpuasan tersebut. 

"Gimana pemilu kemaren?"

"Masih belum puas dan masih terdapat banyak berita simpang siur. Bikin bingung."

"Iya sih banyak sekali pertanyaan dan ketidakjelasan ya."

"Betul, kita sih sebagai masyarakat pengennya bisa berkontribusi dalam pengawasan."

"Pengawasan seperti apa sih maksudnya?"

"Maksudnya, kita bisa menjaga dan mengawal TPS sehingga tidak ada lagi pihak atau oknum tertentu yang bisa membuat pemilu ini tidak lagi netral dan profesional."

"Iya saja juga sangat setuju banget."



Peran warga masyarakat inilah yang dibutuhkan pada saat ini selain dari Bawaslu. Bawaslu sebetulnya secara kelembagaan hanya membantu masyarakat untuk mengawasi pemilu. Jadi, sebetunya kitalah yang mengawasi pemilu sepenuhnya.

Dalam acara Penguatan Pengawasan Partisipatif bersama Bawaslu Kepulauan Seribu hadir Bapak Mahyudin (Anggota Bawaslu Propinsi DKI Jakarta), Bapak H. Syaripudin (Ketua Bawaslu Propinsi Kabupaten Adminstrasi Kepulauan Seribu) dan juga Bapak Ahmad Fiqri (Anggota Bawaslu Kab. Adm. Kepulauan Seribu) sebagai narasumber.

Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh undangan seperti dari Pemda Kepulaun Seribu, Lurah,  Kepolisian, Eks Panwascam 2019, Stakeholder Pemilu, Ormas, Forum Kemasyarakatan dan Keagamaan, juga rekan Blogger dan para mahasiswa dari berbagai kampus.


Dalam acara pula dijelaskan bahwa sudah saatnya masyarakat mengawasi pemilihan umum sehingga pemilu akan betul-betul terlaksana dengan baik tanpa adanya kecurangan atau ketidakberesan selama pelaksanaan.

Melalui forum ini juga didiskusikan bagaimana Penguatan Pengawasan Partisipatif dari Bawaslu Kepulauan Seribu. Dan berita baiknya, selama pemilihan umum baik tingkat daerah, nasional yaitu legislatif maupun pemilihan presiden semuanya terlaksana dengan baik tanpa adanya kendala yang berarti. 


Ngobrolin mengenai pengawasan partidipatif terutama masyarakat, beberapa tahun lalu diluncurkan gowaslu. Gowaslu adalah Aplikasi laporan pelanggran Pilkada berbasis Android untuk memudahkan pemantau dan masyarakat pemilih dalam mengirimkan laporan dugaan pelanggaran yang ditemukan dalam proses pelaksanaan Pilkada.

Dengan basis teknologi, pengawas memberikan fasilitas yang mempercepat pelapor dalam menyampaikan setiap laporan pelanggaran Pilkada yang terjadi kepada pengawas Pemilu untuk menindaklanjuti temuan dan dugaan pelanggaran.

Gowaslu menfasilitasi adanya data, temuan dan informasi mengenai pelaksanaan Pilkada yang dilakukan oleh individu, kelompok masyarakat, atau organisasi pemantau.

Dengan adanya aplikasi ini, diharapkan warga masyarakat bisa langsung melaporkan tindak kecurangan yang terjadi dibuktikan dengan bukti-bukti yang sudah didapatkan sebelumnya. 

Pemilihan umum bukan hanya tugas Bawaslu semata untuk mengawasi, tugas kita semua untuk peduli dengan keberlangsungan pemerintahan di negeri kita ini. 

Sebuah Catatan Akhir Tahun Untuk Saya, Kalian, Mereka


Sebuah Catatan Akhir Tahun Untuk Saya, Kalian, Mereka. Sebelumnya, ijinkan saya mengucapkan Selamat Natal untuk semua saudara/i yang merayakannya. Semoga damai Natal senantiasa memberikan kedamaian dan bersemayam pula dalam hati. Bagi teman-teman yang sudah menerima kiriman video ucapan Natal dari saya, perlu diketahui, foto kandang Natal di dalam video itu merupakan kandang Natal yang saya bikin tahun 2018 saat mengikuti Lomba Kandang Natal di Universitas Flores (Uniflor). Sayangnya tahun 2019 tidak ada lomba apapun yang diselenggarakan oleh Uniflor. Padahal sudah banyak ide berkeliaran dalam kepala saya. Haha. Gemas, pengen bisa jadi juara lagi seperti tahun 2017. Tidak adanya lomba ini dikarenakan sepanjang tahun 2019 hingga Juli 2020 nanti, Uniflor sudah mempunyai seabrek kegiatan menyongsong Panca Windu-nya.

Baca Juga: Sebuah Seni Untuk Melepaskan Sesuatu Yang Bukan Milik Kita

Sebentar lagi kita bakal say goodbye sama tahun 2019. Kalian sudah bikin resolusi? Saya sendiri belum bisa membikin resolusi karena sepertinya resolusinya tidak jauh berbeda dengan resolusi yang saya bikin tahun lalu. Terutama, masih tetap nge-blog! Ya, ya, ya, meskipun tidak banyak bolongnya, tapi saya akui aktivitas nge-blog saya di tahun 2019 ada bolongnya sehari dua. Maklumi, kesibukan itu ternyata memang terlalu banyak mengambil waktu saya dalam sehari. Terutama kesibukan mengalahkan clan Lotus, Serphent, dan Wolf, karena saya pemakai Dragon. Haha. Cuma anak Battle Realms yang paham *ngakak guling-guling*. Jangan terlalu serius membaca tulisan saya, banyak jumpscare dan twist-plot-nya.

Mari kita mulai catatan akhir tahun ini ...

Revolution


Pada tahun 2018 saya menulis resolusi. Pada tahun 2019 resolusi itu dijalankan dengan bumbu revolusi. It's like make a resolution, do revolution, then. Dalam arti yang sesungguhnya, revolusi adalah perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung secara cepat dan menyangkut dasar atau pokok-pokok kehidupan masyarakat. Di dalam revolusi, perubahan yang terjadi dapat direncanakan atau tanpa direncanakan terlebih dahulu dan dapat dijalankan tanpa kekerasan atau melalui kekerasan. Dalam kehidupan saya sepanjang 2019, revolusi terjadi dengan satu cara saja yaitu tanpa kekerasan. Saya menyebutnya revolusi hidup. Saya pikir semua orang pasti punya revolusi hidup. 

Revolusi hidup yang saya maksudkan ini adalah menjadi seseorang yang bisa menerima. Apapun yang terjadi, saya harus berusaha untuk bisa menerimanya. Terima kasih, hidup. Telah mengajarkan saya untuk lebih mengenali diri sendiri, untuk lebih tahu diri, untuk lebih bisa menerima apapun yang digariskan Tuhan untuk saya. Kalau kata Sheila On 7, Terima Kasih Bijaksana.

Responsibility 


Seiring dengan bertambahnya usia (ini tulisan ikut orang-orang, biar kelihatan bijak) maka mengikuti pula tanggung jawab besar yang harus dipikul. Tanggung jawab ini tidak hanya berkaitan dengan pekerjaan utama, tetapi juga berkaitan dengan lingkungan sekitar, pergaulan, dan perasaan.

Di awal tahun saya diberikan tugas dan tanggung jawab mempromosikan Uniflor di semua SMA sedaratan Flores dan sekitarnya (ada anggota Tim Promosi Uniflor yang bahkan ke Pulau Lembata, Pulau Adonara, dan Pulau Solor). Senang? Tentu. Bekerja sekaligus jalan-jalan, pun mengumpulkan materi untuk blog travel I am BlogPacker. Menyusulinya, masih banyak tanggung jawab lain yang alhamdulillah mampu dikerjakan-diselesaikan dengan baik, baik itu tanggung jawab pekerjaan di sekitar kampus maupun pekerjaan kantor yang mengharuskan saya ke luar kota. Bagi saya pekerjaan adalah hobby. Dan, tidak ada seorang pun di dunia ini yang tidak menyukai hobby-nya sendiri kan? Saya pikir kalian juga sependapat dengan hal ini. Insha Allah masih terus bisa melakukannya di tahun-tahun yang akan datang.

Dari dunia komunitas, dimana saya sendiri sudah berjanji untuk tidak mau berkomunitas lagi, saya menyeret diri sendiri untuk turut membangun dua komunitas. Ada kata 'turut' sehingga kalian salah kalau berpikir saya sendiri yang membangunnya. Yang pertama, Stand Up Comedy Endenesia. Yang kedua, Exotic NTT Community. Keduanya punya gaya yang berbeda. Berbeda dari lini komunitas yang sebelumnya saya bangun dan/atau ikuti. Bukan komunitas blog, bukan komunitas self improvement, bukan komunitas charity, dan lain sebagainya. Stand Up Comedy Endenesia dan Exotic NTT Community mengantar warna baru dalam hidup saya yang ringih ini. Sayangnya, karena kesibukan yang lagi-lagi menyita begitu banyak waktu, saya agak abai dengan Stand Up Comedy Endenesia. Tidak mengapa, yang pasti masih tetap bersama mereka semua. Sementara itu, Exotic NTT Community yang baru seumur jagung, lebih mudah bersamanya karena base camp sementara masih di rumah saya. Haha.

Bagaimana dengan ranah asmara? Banyak yang menulis resolusi #2019GantiStatus (dari belum kawin menjadi kawin) sementara saya menulis #2019TetapNge-blog. Mungkin karena feeling saya mengatakan bahwa 2019 status KTP masih akan sama (itu KTP seumur hidup, hiks). Saya bukan tipe manusia yang suka memburai-burai kehidupan pribadi terutama asmara di muka publik. Yang jelas, saya cukup bertanggungjawab terhadap perasaan sendiri sehingga tidak perlu terjadi silang-sengketa dengan pihak manapun. Termasuk mantan. Ahaaayyy!

Lingkungan keluarga besar Pharmantara juga semakin mendewasakan saya sebagai bungsu dari pasangan kesohor *ngikik* Asmady Pharmantara dan Regina Bata. Meskipun di dalam keluarga kami harus ada yang berpisah tetapi banyak yang semakin erat. Di akhir tahun 2019, tepatnya 30 November, my Mom lost her sight. But it's okay. Believe or not, I'm much better prepared for this condition than 2009 when stroke attacked her. Kami semua mencintainya. Tentu. Dan sebagai bungsu yang masih belum mandiri, karena masih tinggal bersamanya di Pohon Tua, saya benar-benar siap melayaninya. Dia adalah ratu. Kalau dipikir-pikir, ini juga sekalian latihan. Latihan mengurus baby seandainya Allah SWT menganugerahkannya pada saya. Haha. Laki saja belum punya, malah memikirkan baby. Psssttt! Mengkhayal itu perlu kan yaaaaa.

Reborn


Tahun 2020, bagi saya pribadi, akan menjadi tahun dimana saya (merasa) terlahir kembali. Terlahir kembali setelah begitu banyak tempaan pengalaman hidup di tahun 2019. Kalau tidak ada tempaan, tidak ada cerita. Bukan begitu? Ya, begitu! Hehe. Konsep terlahir kembali merupakan konsep paling sederhana; mencerminkan aura positif. Tidak ada orang yang mau terlahir kembali sebagai penjahat. Kira-kira begitu. Sama juga, terlahir kembali tanpa harus mati terlebih dahulu, bermakna kita ingin menjadi pribadi yang jauh lebih baik. Menjadi lebih baik berarti harus mengubah apa yang selama ini dalam pandangan kita: tidak baik. Sederhana memang. Tapi, mungkin untuk mewujudkannya butuh langkah-langkah yang besar.

Terlahir kembali menjadi manusia yang sabar.
Terlahir kembali menjadi manusia yang bisa menekan ego.
Terlahir kembali menjadi manusia yang lebih penyayang.
Dan lain sebagainya.

Ah, menulis tentang ego. Saya memang masih belum sepenuhnya mampu mengendalikannya. Egobender wannabe. Hahaha. Makanya tahun 2020 harus bisa menekan ego sedapat-dapatnya. Karena apa? Karena seorang bungsu terbiasa mendapatkan apapun yang diinginkan. Kalau kalian bilang tidak, saya bilang iya. Karena saya adalah bungsu. Ingin dimanja? Iya. Ingin diperhatikan? Apalagi! Dan satu keinginan yang paling absurd dari seorang bungsu bercampur Capricorn adalah ingin orang lain tahu apa yang diinginkannya tanpa dia harus meminta atau bicara. Itu kan koplak. Hehe. Iya, saya harus mengakui bahwa saya ego dan koplak sekaligus. Padahal orang lain bukan dewa yang punya kemampuan membaca perasaan. Dududu.


Semua yang ditulis di atas semata-mata tentang saya, sedangkan judulnya adalah Sebuah Catatan Akhir Tahun Untuk Saya, Kalian, Mereka. Di mana kolerasinya? Kolerasinya terletak pada pembelajaran. Apa yang saya alami selama tahun 2019, bisa menjadi pembelajaran untuk diri saya sendiri, kalian, dan mereka. Karena, sebagai penghuni semesta kita akan terus belajar terutama dari pengalaman masing-masing, dan tentu belajar dari pengalaman orang lain. Kenapa kita harus belajar dari pengalaman? Karena pengalaman akan membikin kita melakukan revolution yang responsibility dan menjadikan kita manusian yang reborn.

Punchline-nya asyik juga. Hahahaha.

Baca Juga: Bisakah Saya Berhenti Berpikir dan Bersikap Konyol?

Terakhir, untuk kalian semua yang membaca tulisan ini. Marilah kita terus menjaga tali silaturahmi, apapun kondisinya, karena itu salah satu hal yang ingin terus saya upayakan di tahun-tahun yang akan datang. Termasuk, memperbaiki tali silaturahmi yang rusak. Ijinkan saya menutup tulisan ini dengan mengucapkan: selamat menikmati akhir tahun yang legit bersama keluarga, teman-teman, tetangga, orang-orang tersayang. Jangan lupa berdoa agar tahun depan kita masih dapat menikmati akhir tahun yang sama legitnya.

Selamat tinggal 2019.
Terima kasih 2019.

Dan ya, #2020TetapNge-blog!



Cheers.

Resolusi Tahun Baru 2020, Salah Satunya Pengen Smartphone Murah Dengan Fitur Premium


Tahun baru 2020 itu sebentar lagi, tinggal menghitung hari. Nah, dipenghujung tahun ini biasanya kita sudah memiliki beberapa rencana di tahun mendatang itu seperti apa. Salah satu yang biasanya dilakukan adalah membuat resolusi atau harapan yang akan diwujudkan nantinya. 

Resolusi bukan hanya bentuk barang atau benda saja ya, namun lebih dari itu, banyak sekali yang memiliki resolusi berupa pernikahan atau pergi keluar negeri. Tapi, semuanya bakal bisa diwujudkan apabila diusahakan dengan keras serta target yang realistis.


Pengen tahu apa saja yang menjadi Resolusi saya di tahun 2020 ini? Saya targetnya tidak muluk-muluk namun memiliki beberapa target yang memang harus dicapai dalam waktu yang dekat.

Traveling Ke Belanda, Jepang, Thailand

Eropa itu menjadi salah satu wishlist beberapa tahun belakangan ini. Dan, salah satu berita baiknya adalah saya mendapatkan tiket pesawat dari KLM Royal Dutch Airlines. Ini bener-bener mimpi sih, dan ngga nyangka banget mendapatkan hadiah diakhir tahun ini. Dengan udah adanya tiket, semoga pengurusan Visa Schengen ini bisa jauh lebih mudah dan berhasil, doain ya semuanya. 

Kalau Jepang, selalu menjadi impian saya untuk kembali lagi dan lagi karena Jepang sudah menjadi negara kedua setelah Indonesia. Pun demikian dengan Thailand yang membuat saya selalu kangen dengan suasananya serta kuil-kuil yang super cantik banget dan sangat worth it banget untuk dijadiin koleksi foto instagram.


Diet Dan Olahraga

Kalau lihat foto-foto beberapa tahun ke belakang, bikin saya mengelus dada. Rasanya ingin sekali bisa sekurus yang dulu sekaligus lebih sehat daripada yang sekarang. Karena pekerjaan sekarang yang memang jarang gerak dan hanya stay di tempat itu saja membuat tubuh terus mengelembung. 

Tahun ini semoga bisa menguruskan badan dengan program diet yang benar dan tentu saja olahraga. Sebetulnya dulu pernah punya program yang sangat manjur dengan food combaining pada saat malam hari disertai dengan olahraga. Semoga bisa diterapkan kembali di tahun ini. 

Bikin Film Pendek 


Bikin film pendek itu cita-cita dari beberapa tahun yang lalu. Namun, karena faktor kesibukan dan padatnya jadwal membuat resolusi ini hilang dari peredaran. Oh iya, saya kan sering juga bolak-balik dari satu tempat ke tempat lain, saya ingin membuat film pendek tentang budaya Indonesia serta nilai-nilai luhurnya.


Bikin Usaha Travel

Memiliki hobi jalan-jalan ternyata membuat saya pengen mendalami bisnisnya. Apalagi inilah salah satu hobi dan pekerjaan sekaligus yang membuat saya senang. Tahun 2020 ini saya ingin membuka trip ke beberapa negara termasuk Thailand dan Jepang.

Vlogger dengan Subscriber 25 ribu


Selain Ngeblog, saya juga memiliki beberapa cita-cita yaitu menjadi youtuber seperti Atta Halilintar dan Ria Ricis. Konsistensi dan kerja kerasnya patut diapresiasi sehingga bisa menjadi youtuber nomor 1 di Indonesia seperti saat ini.

Smartphone 


Bisa dibilang kalau smartphone ini sangat mendukung pekerjaan saya sebagai blogger, influencer dan vlogger. Apalagi saya diharuskan untuk membuat konten yang selalu fresh dan dapat dinikmati oleh banyak orang. Nah, saya membutuhkan smartphone yang premium fiturya namun harganya tidak terlalu mahal. Memangnya ada smartphone seperti itu? 


Ini dia smartphone idaman kamu ADVAN G3 Pro dengan fitur-fitur premium dan membuat harga 1 jutaan itu sangatlah reasonable. Lalu apa saja sih keunggulan dari ADVAN G3 Pro ini? 


Desain Premium dan Stylish

Dari penampilan pertama saja, kita bisa menyimpulkan bahwa ADVAN G3 Pro ini merupakan handphone dengan desain yang sangat bagus. Tampil stylish dengan warna Jade Green dan Peacock Blue, Advan G3 Pro mengadopsi desain Pro WaterDrop Screen dengan notch berbentuk tetesan air yang masih trend hingga saat ini. Dengan bentang layar 6.3 inci beresolusi HD+ dan aspek rasio layar menyentuh 85%, Advan G3 Pro juga sangat nyaman digunakan untuk menonton video favorit, eksis di medsos, dan bermain game favorit. Oh iya, smartphone ini juga sudah bundling dengan Axis dan Genflix loh, kece kan.


Kamera Utama 12+2 MP & Selfie Camera 8 MP

Untuk kamu yang hobi fotografi, ADVAN G3 Pro juga bisa memberikanmu pengalaman berfoto yang cukup memuaskan. Sebab, dengan mengandalkan kekuatan dual kamera 12MP+2MP di bagian belakang kamu bisa mendapatkan hasil foto seperti kamera profesional.


Performa Tangguh

ADVAN G3 Pro dibekali dengan dapur pacu Super Speed yang mumpuni. Semua rutinitas mobile bisa dilakukan dengan cepat, termasuk multitasking dan bermain game tanpa macet. Advan G3 Pro dibekali dengan prosesor octa core A55 berkecepatan 1.6Ghz + 1.2GHz dengan New CPU SC9863A yang 3x lebih cepat.

Tampilan antarmuka juga ramah pengguna dengan bekal antarmuka IDOS 9S.12 berbasiskan OS Android 9.0 Pie, Advan G3 Pro juga dibesut dengan sensor keamanan Face ID yang bisa mengenali wajah penggunanya dengan cepat dan juga sensor fingerprint untuk membuka perangkat dengan menggunakan sidik jari.


Nah, itu dia beberapa resolusi saya di tahun 2020, semoga semua yang diharapkan dapat terwujud serta menambah motivasi saya untuk selalu menjadi yang terbaik dan membahagiakan keluarga dan orang-orang yang terdekat.

Advan Start Go TWS 2, Earphone Bluetooth Termurah Dan Terbaik 2020

  

Tahu ngga kalau saat ini Advan resmi meluncurkan Earphone atau Headset Bluetooth dengan harga yang cukup murah dibandingkan dengan yang lainnya. Yes, alat kecil ini saat ini memang sangat booming dan viral karena bisa digunakan bukan hanya telepon, tapi juga pada saat olahraga (Sport) serta lainnya. 

Oh iya, Earphone Bluetooth ini sangat viral belakangan ini, apalagi bagi millenials atau pekerja kantoran yang merasa bahwa kalau menggunakan alat ini, ketampanan atau kecantikannya akan bertambah 100 persen. Atau, jika pada saat mager alias males gerak, maka Headset ini adalah alat yang dibutuhkan untuk sekedar menjawab telepon, mendengarkan musik atau sekedar gaya-gaya saja. 


"Ada ngga ya, earphone yang kece tapi murah?"

"Earphone biasa atau yang bluetooth nih?"

"Bluetooth lah, biar ketampanan gue itu bertambah seratus persen hahaha."

"Ada kok, beneran loh kalau lo pakai ini ngga bakalan ketinggalan jaman dan bikin cewek lengket sama lo."

"Beneran ada, tapi gue ngga mau ya, yang mahal-mahal."

"Yes, adalah, dan kualitasnya ngga kalah kok sama yang lain."

"Mana ada deh?"

"Ada, ini nih ADVAN START GO TWS. Ini Earphone Bluetooth dengan banyak keunggulan dan fitur-fiturnya juga ngga kalah sama yang lain."

"Kece ya bentuknya, dan compact banget ya."


Lalu, apa saja sih yang membuat Advan Start Go TWS 2 ini berbeda dengan lainnya , atau bahkan lebih baik dibandingkan dengan lainnya? Yes, saya akan jelaskan beberapa hal yang membuat bluetooth ini lebih unggul dibandingkan dengan lainnya.

Bluetooth 5.0

Yes, Advan Start Go TWS 2 ini memang sangat canggih, terbukti sudah disematkannya teknologi bluetooth terbaru yaitu 5.0. Seperti kita ketahui, bahwa beberapa bluetooth lainnya masih menggunakan teknologi lama seperti 3.0 atau 4.1 serta yang terakhir 4.2 sebelum akhirnya teknologi terakhir 5.0. 

Jarak 15 Meter

Apa sih yang menyebabkan kita menggunakan earphone bluetooth? Pasti karena jaraknya dan males menggunakan headset yang masih ada kabelnya karena ribet dan takut kusut kan. Yes, Start Go TWS 2 ini mampu menyambungkan device dengan smartphone kamu dari jarak yang cukup jauh sekitar 15 meter. 

3 Jam Non Stop

Biasanya Earphone yang digunakan hanya mampu digunakan dalam durasi 1 jam atau 2 jam saja, namun Advan Start Go ini bisa digunakan lebih dari 3 jam sehingga bisa digunakan untuk telponan atau bahkan nonton film online dari smartphone kamu. 


Nah, itu dia keunggulan dari ADVAN START GO TWS 2 yang begitu memikat. Namun, biasanya dengan fitur-fitur serta kecanggihan tersebut maka device ini akan begitu mahal. Bagaimana dengan harga Start Go TWS 2 ini? Yes, harga dibandrol kisaran 190 ribu sampai sekitar 250 ribu tergantung dari toko dan distributornya. Info lengkap mengenai earphone ini bisa dilihat di website resminya https://www.advandigital.com/wearable-devices.


Liburan Akhir Tahun di Jogja Bikin Happy

28 November pagi saya berangkat dari Gambir dengan kereta Taksaka yang berangkat jam 08.30. Pemandangan sawah nan hijau mulai terlihat setelah melewati Bekasi, lalu kereta mampir di Cirebon, Purwokerto, Stasiun Kutoarjo (Purworejo) lalu tiba di Stasiun Tugu Yogyakarta sore sekitar jam 16:30. Ada yang bilang seharusnya Taksaka berhenti juga di Stasiun Kebumen, tapi seingat saya enggak, atau

Bisakah Saya Berhenti Berpikir dan Bersikap Konyol?


Bisakah Saya Berhenti Berpikir dan Bersikap Konyol? Suatu kali ada seseorang, entah siapa saya lupa, yang bilang ke saya: sudah, stop diet, kamu itu jelek banget kalau kurus! Omongan itu semacam kalimat ampuh yang terlontar dari bibir pengacara kondang. A-ha! Mari makan, mari ngemil, karena kalau kurus saya jelek *digampar dinosaurus*. Tapi bukan karena omongan itu kemudian tubuh saya menjadi sulit mengempes. Mengempes atau mengempis? Dasarnya tulang saya yang gemuk. Haha. Yang jelas, porsi makan saya normal seperti rakyat jelata pada umumnya, porsinya sedikit tapi tambah terus *muka serius*. Hei kamuuuu yang mau pedekate jangan mundur doooonk. Seriusnya, yang jelas porsi normal atau sedikit lebih banyak, tubuh saya begini-begini saja.

Baca Juga: 5 Perkara yang Saya Sadari Tentang Sebuah Hubungan

Ketika suatu kali saya memasang wajah super serius, ada yang menyeletuk: tidak cocok! Haha. Mau tidak mau saya tertawa mendengarnya. Nampaknya wajah saya ini dari keluaran pabrik memang tidak digariskan untuk menjadi terlalu serius. Sama seperti otak saya yang sering sekali keluar dari jalur. Maksudnya sering banget otak saya ini mendadak mengalami jalur sibuk dimana orang lain sedang ngomong serius ke saya tetapi otak saya fokus memikirkan hal lainnya yang bisa jadi penting bisa jadi sangat remeh. Jadi, tidak ada salahnya kalau sedang mengobrol dengan saya kalian bertanya: lu dengerin nggak, Teh!? Sumpah, saya tidak akan tersinggung kalau kalian bertanya begitu, karena saya sendiri juga tidak kuasa menahan otak saya memasuki jalur sibuk.

Sama juga, untuk peristiwa-peristiwa penting lainnya, seringkali saya berulah konyol sampai pernah dikeplak sama Kakak. Tapi sebenarnya konyol ini bukan disengaja. Lhaaaa bemana lagi ... saat sedang Yassin-an sekeluarga besar mendadak saya tertidur begitu saja. Duhai, entah apa yang merasuki saya saat itu. Kepala saya dikeplak *ngakak guling-guling*. Atau, saat sedang santai bersama teman-teman, saya menyumpal kedua lobang hidung dengan tisu sampai yang melihat terkejut. Untungnya mereka sudah tahu perihal kekonyolan ini sehingga tidak sampai lah mereka mengeplak kepala saya.

Ternyata, urusan berpikir dan bersikap konyol ini merembet ke ranah nyaris-asmara. Pasti kalian bakal bilang: kok bisa? Ya, bisa. Jangan diikuti jejak konyol ini, karena kalau iman kalian tidak kuat, resiko silahkan tanggung sendiri.

Pada dasarnya saya suka berkhayal. Menulis fiksi memang butuh khayalan tingkat tinggi. Konyolnya, kalau sedang berkhayal saya tidak mengenal tempat. Kakak ipar saya, Mbak Wati, cuma bisa mengelus dada waktu melihat saya menyapu rumah sambil mulut komat-kamit. Dikiranya saya sedang membaca mantera, ternyata saya sedang bercerita. Coba kalian bayangkan, sambil menyapu rumah saja otak saya menyusun cerita asmara (fiksi)! Paling parah, saya menyusun fiksi saat sedang kendarai sepeda motor, terutama ke luar kota. Makanya, kalau hendak ke luar kota mengendarai sepeda motor sejak dari rumah sudah saya mulai Ayat Qursi agar keterusan dan otak saya tidak liar ke arah jalur sibuk.

Balik lagi ke urusan berpikir dan bersikap konyol yang merembet ke ranah nyaris-asmara. Otak saya itu sering banget ngelantur ke mana-mana. Waktu ada yang pedekate, baru pedekate nih, otak saya sudah menampilkan seseorang (lelaki dong) datang ke rumah secara mendadak, bawa batako buat lemparin kepala saya terus bilang pengen ngelamar. Tidak berhenti di situ! Cerita fiksi itu mulai dirangkai satu per satu. Mulai dari pedekate, pacaran, proses lamaran, menikah, punya anak, cek-cok, sampai manajemen emosi saya dan dia. Ya ampuuuun! Itu konyol sekali kan, kawan? Belum berhenti sampai di situ! Saat si dia berhenti pedekate alias menghilang pun otak saya masih melanjutkan cerita fiksi itu. Berulang-ulang.

Konyol to the max.

Nampaknya berpikir dan bersikap konyol sulit sekali terurai dari pribadi saya. Entah mengapa, otak saya begitu saja bermain liar, berkhayal, mengarang cerita fiksi. Untungnya, saya tidak terbawa pada kerja otak yang seperti itu. Maksudnya, saya tidak sampai berhalusinasi apalagi mengalami delusi. Hahaha. Bisa dibayangkan kalau itu terjadi? Tingkat konyolnya di atas pencapaian maksimum standar hidup manusia *ngakak guling-guling*.

Baca Juga: 5 Jenis Tenun Ikat Dari Provinsi Nusa Tenggara Timur

Apakah kalian juga mengalaminya? Kalau iya, artinya saya tidak sendiri. Tapi berpikir dan bersikap konyol ini ada manfaat positifnya. Misalnya, saat ini saya harus lebih intens merawat Mamatua karena kedua matanya kehilangan penglihatan. Pola berpikir dan sikap yang konyol ternyata sangat membantu menghibur beliau yang sangat kami sayangi itu. Misalnya selalu bertanya tentang biodata-nya beliau sendiri, mengajaknya bernyanyi, mencoba menggodanya dengan kalimat-kalimat konyol, dan lain sebagainya. Bagi saya, orang sakit tidak butuh dikasihani. Orang sakit butuh dihibur, terutama dengan hal-hal konyol-positif, agar semangat mereka tetap membara untuk menjalani hidup. Setidaknya, meskipun saat ini Mamatua praktis harus diurus a to z, tapi otak dan bibirnya tidak berhenti bekerja. Mamatua masih bisa bercerita tentang masa lalu, masih bisa meraba-raba kami yang duduk di dekatnya, masih bisa bercerita, berkomentar ini itu, bahkan menggoda Mamasia dan Mamalen yang senantiasa membantu kami mengurusinya.

Hati yang gembira adalah obat ~ H. J. Gadi Djou.

Life is good!

Kembali ke judul; bisakah saya berhenti berpikir dan bersikap konyol untuk semua lini kehidupan saya? Belum bisa. Kalau saya berhenti berpikir dan bersikap konyol ... bukan saya namanya. Haha.

Semoga bermanfaat!

#KamisLegit



Cheers.

Membikin Aneka Kerajinan Tangan Berbahan Kancing


Membikin Aneka Kerajinan Tangan Berbahan Kancing. Do it yourself a.k.a. DIY selalu mampu membikin saya berdecak kagum. Hebatnya, itu berefek domino. Decak kagum itu berujung pada aksi membikin sendiri juga. Iya dooong. Prinsip saya, kalau orang lain bisa melakukannya, saya juga harus bisa. Kalau ternyata setelah dicoba berkali-kali gagal, artinya saya harus berhenti mencoba membikinnya. Selama ini gagalnya cuma sekali dua, selebihnya alhamdulillah sukses. Benar, hasil tidak pernah mengkhianati usaha. Kecuali usahanya setengah-setengah. Haha.

Baca Juga: Ruang Tamu Pohon Tua Kini Punya Galeri Mini Sketsa VK

Salah satu benda yang acap dipakai untuk berkreasi adalah kancing (baju). Saya melihat di internet, kancing baju dipakai untuk membikin lukisan (dahan dan ranting pohon), ada juga yang berbentuk hewan (gajah), dan lain sebagainya. Ndilalah, saya justru lebih terinspirasi ketika melihat gantungan kunci ruangannya Kakak Shinta Degor di kantor. Maka, dengan semangat 45 pergilah saya membeli aneka kancing baju di toko. Seharusnya kancing yang dipakai merupakan kancing dari baju-baju atau kemeja lama yang sudah tidak dipakai. Tetapi menurut saya tidak ada salahnya membeli saja kancingnya ketimbang menunggu baju-baju atau kemeja tersebut afkir.

Ayo siapkan!

1. Kancing baju.
2. Benang.
3. Ring gantungan kunci (kalau ada).

Caranya? Mudah. Cukup satukan kancing seperti pada gambar di bawah ini, dan jadi.


Unik dan keren kan? Iya dooong, bikin sendiri ini. Barang itu, sekalipun murah, pasti bagus asalkan dibikin sendiri. Haha.

Baca Juga: Konsep DIY Dari Brand-Brand Baru Wirausahawan Muda Ende

Untuk berkreasi tidak perlu terlalu pusing memikirkan ini dan itu. Yang penting ada ide, ada kemauan, pasti ada jalan. Kalau ide hanya sekadar berputar saja di kepala, barang impian tidak bakal jadi sampai kiamat. Ide itu sama seperti niat. Kalau tidak dijalankan ya percuma. Saya yakin kalian juga bisa bikin, mudah ini kok. Siapa tahu kalian bisa membikin tidak hanya gantungan kunci super sederhana, tapi bisa juga bikin gelang, anting, kalung, atau hiasan dinding! Ayo berkreasi sepuas-puasnya.

#RabuDIY



Cheers.