Arsip Bulanan: Juli 2019

Keluarga Livina : Banyak Anak, Banyak Cerita (Rejeki)


Saya dahulu tidak pernah setuju dengan ungkapan "Banyak anak,  banyak rejeki". Tapi,  setelah dewasa dan menyaksikan secara langsung,  maka saya pun berubah menjadi setuju bahwa anak akan mendatangkan rejeki sekaligus cerita yang sangat berbeda dan luar biasa.

"Padhe dan Pamanmu ada berapa?"

"Banyak."

Jika dihitung secara langsung, saudara dari Ayah ada 6 orang dan saudara dari Mamah ada 1. Belum lagi sepupu dari Ayah dan Mamah,  jika dijumlahkan maka akan berjumlah puluhan orang.

"Ngga bingung tuh banyak saudaranya?"

"Bingung sih tapi malah senang karena banyak saudara."

Ya,  pengalaman sewaktu kecil setiap hari Lebaran,  maka banyak sekali keluarga yabg datang bersikaturahmi dan menceritakan segala macam pencapaian dan cerita-cerita masa kecil mereka dulu.


Saya masih berusia belum genap sepuluh tahun ketika Almarhum Om saya bepergian ke beberapa negara lain di Dunia. Waktu itu, saya mendengarkan dengan antusias,  meskipun tidak tahu negara mana saja yang pernah Om kunjungi.

Lain lagi cerita suami dari Tante saya nomor 6, Adik dari Ayah. Suami Tante sering keliling beberapa kota di Indonesia untuk studi banding pembangunan infrastruktur di daerah lain yang merupakan role model.

Atau cerita dari Budhe,  yang memiliki anak dan bersekolah di akademi militer. Budhe sangat bangga, walaupun bukan darah dagingnya secara langsung.

Inilah 3 cerita dari banyak cerita yang sampai saat ini masih lekat dalam ingatan saya. Cerita-cerita inilah yang menyalakan mimpi-mimpi sekaligus harapan saya di masa depan.


Secara tidak sadar,  dari cerita-cerita merekalah,  saya menjadi ingin mewujudkan mimpi, salah satunya jalan-jalan keliling beberapa negara. Dan,  dalam beberapa tahun belakangan ini semenjak 2011, saya tidak pernah melewatkan setiap tahunnya tanpa traveling ke suatu negara yang menarik perhatian saya. Dari cerita-cerita lama,  muncullah cerita baru yang menginspirasi bagi orang lain.

Oh iya,  sewaktu kecil dulu,  kebersamaan saya dan 2 saudara lainnya adalah pergi ke warung makan bersama-sama. Waktu itu kami menggunakan vespa, jadilah kami bertiga dibonceng di belakang,  dan adik saya terpaksa berdiri di depan. Walaupun agak berdesak-desakan,  tetapi kami merasakan kebersamaan dan kegembiraan. Dan, kini saya merindukan masa-masa itu.

Setelah,  kami tumbuh menjadi dewasa,  kebersamaan ini mulai terkikis. Namun kami merasa beruntung karena akhirnya memiliki mobil walaupun dari edisi yang sudah lama.


Banyak anak,  banyak cerita dan tentu saja banyak rejekinya. Berpergian pun menjadi lebih mudah karena New Livina bisa menampung seluruh anggota keluarga besar sampai 7-8 orang. Sangat ideal untuk keuarga besar seperti keluarga Ayah. Banyak anak,  banyak cerita bersama New Livina.

Mungkin,  di Indonesia bagian mana pun memiliki cerita yang sama bahkan lebih tidak beruntung dari saya. Namun,  saya yakin dengan mobil New Livina ini, makin banyak cerita-cerita yang tidak terduga dan membuka mata.

Bayangkan betapa bahagianya ketika keluarga besar pergi dengan New Livina melewati lembah dan gunung ketika berada di Gayo,  Aceh. Kemudian,  mereka menikmati pemandangan dari balik bukit. Atau,  keluarga lainnya di Papua yang memiliki medan lebih menantang dengan jarak yang lumayan jauh dan jarang pom bensin.



All New Nissan Livina ini memiliki banyak teknologi diantaranya sangat irit bahan bakar dan pengaturan kursi dan bagasi sehingga bisa menampung banyak bawaan sekaligus seluruh keluarga pun bisa nyaman.

"Kalau masalah keselamatannya bagaimana?"

Memang kadang piknik bersama keluarga pun tak boleh melewatkan faktor keselamatan, dan All New Livina ini memiliki fitur keselamtan yang sangat lengkap diantaranya Hill Start Assist,  Vehicle Dynamic Control dan Traction Control.

Manfaat Hill Start Assist ini sangat berguna pada saat jalanan menanjak dan macet. Pada saat kondisi saat ini pengemudi biasanya akan menekan gas sedikit untuk mendapatkan akselerasi cepat sehingga bahan bakar akan boros. All New Livina ini membuat pengemudi nyaman karena mendapatkan akselerasi putaran awal sehingga tidak mundur ke belakang dan bisa lebih santai menekan pedal gas. Selain itu,  bahan bakar pun lebih irit.


Kelebihan All New Livina lainnya adalah Start Engine Button dan Desain Interior. Start engine button memungkinkan untuk menyalakan mesin kendaraan dengan tombol start tanpa memasukan kunci. Dan,  interiornya pun didesain semodern mungkin sehingga sangat nyaman bersama keluarga.

Sudah saatnya cerita dari keluarga Livina berkumandag dan bergaung di Indonesia sehingga lebih banyak orang diluar sana terinspirasi menggunakan All New Livina dan mewujudkan seluruh mimpi dari cerita-cerita mereka.

All New Livina,  Aku tetap Cinta.




Ep.#13 – Temanku Mantan Preman

Dia dikenal sebagai pemeran sosok preman pasar yang garang, tapi takut istri. Dalam kenyataannya dia sendiri pernah mengalami kerasnya hidup di jalanan bahkan dari sejak usia SD. Dialah tamu di episode kali ini yang akan berbagi tentang kehidupannya hingga menjadi sosok yang dikenal masyarakat luas seperti sekarang.

Tamu: Rachmat Sudrajat

Selamat mendengarkan!

 



Suarane Podcast episode ini juga bisa didengarkan di Soundcloud atau bisa dicari di berbagai aplikasi podcast lainnya seperti Spotify, Apple Podcast, Google Podcast, Breaker, Castbox, Aplikasi Dengar Radio dll. dengan kata kunci pencarian: “suarane.”

 

 

Credits: 

  • Musik yang dipakai di episode ini adalah “Carpe Diem” karya Kevin MacLeod (incompetech.com). Licensed under Creative Commons: By Attribution 3.0 License

Cowok Perlu Nggak Sih Pake Skin Care? Coba Deh Pakai NIVEA MEN Creme


Sebetulnya cowok itu perlu nggak sih pakai skin care? Kalau menurut saya,  cowok itu perlu banget pakai skin care seperti pembersih muka, pelembab dan anti matahari atau yang biasa dikenal Sun Block. Beneran perlu pakai pelembab sama sun block? Sebelum menjawabnya,  saya ingin cerita mengenai kegiatan saya jalan-jalan atau traveling baik keliling Indonesia maupun keliling negara-negara lain seperti Jepang dan Korea Selatan.

Traveling membuat saya membuka mata,  bahwa banyak hal yang selama ini saya tolak namun saya akhirnya menerima bahkan menyarankan kepada orang lain.

Saat itu 2017, saya untuk kali kedua traveling ke Jepang. Pada saat itu,  cuaca sedang sangat dingin-dinginnya. Bahkan,  tadinya saya hanya membawa jaket tebal untuk menahan suhunya pun tak bisa,  untung saja saya membawa jaket khusus winter yang cukup tebal.

Awanya,  saya tak merasakan apapun sampai pada saat hari ketiga,  bibir saya mulai pecah-pecah dan menyebabkan luka yang cukup serius. Beberapa orang menyarankan untuk menggunakan lip balm.

"Beneran harus pake lip balm?"

"Iya donk."

"Itu kan buat cewek."

"Daripada bibir itu sobek dan berdarah."

Sejak saat itu saya mulai menggunakan lip balm atau aloe vera untuk melembabkan bibir. Kulit tangan dan kaki pun terpaksa saya gunakan lotion atau aloe vera untuk melembabkan dan supaya tidak luka karena terlalu kering.


Bukan hanya musim dingin,  tetapi musim panas pun menyebabkan kulit wajah,  tangan dan kaki pun kering dan cenderung gosong,  apalagi pada saat jalan-jalan keliling tempat wisata yang kece. Kulit saya termasuk sensitive dan mudah terbakar dibawah teriknya matahari.

"Muka lo gosong banget,  abis traveling ya?"

"Iya."

Apalagi kalau ada acara formal dan membutuhkan kehadiran,  maka mau tak mau saya datang dengan muka yang gosong.


Selain pembersih muka, wajah membutuhkan pelembab dan sun block untuk mencegahnya dari kekeringan dan kulit gosong. Selain wajah,  tangan dan kaki pun membutuhkan perlakuan yang sama.

Tapi,  kalau misalnya beli pelembab dan sun block masing-masing ditambah dengan tangan kaki serta badan maka bisa beli 4 sampai 6 produk. Belum lagi,  cowok pasti ogah dengan namanya skin care yang terlalu banyak serta wangi yang sangat cewek.



Saya akhirnya menemukan satu Creme dari NIVEA MEN yang sangat praktis dan wanginya sangat gentle tanpa ada wangi seperti cewek. Saya sudah menggunakannya beberapa hari ini. Pada awalnya memang belum terasa manfaatnya,  namun kulit menjadi lebih lembut dan sangat praktis karena bisa untuk wajah,  tangan dan bagian tubuh lainnya.

Kemasannya pun bisa dipilih antara yang kecil sekitar 30 ml dan yang besar sekitar 75ml. Dan,  setelah penggunaan kurang lebih seminggu,  kulit wajah dan lainnya terasa lebih kinclong daripada sebelumnya. Dan,  kalau biasanya muka saya bisa gosong jika terkena matahari,  maka tidak lagi gosong pada saat memakai NIVEA MEN CREME ini.


Bagi Cowok yang belum mencobannya,  jangan khawatir karena sangat wangi khas cowok dan praktis serta memgandung banyak formula terutama pelembab dan sun block atau UV.

Kini saatnya Cowok pun tampil lebih bersih dan tidak lagi gosong atau kulit tidak cerah serta kusam. Bye-bye wajah gosong dan kusam.

Informasi lebih lengkap bisa akses ke www.niveamen.co.id.


Literasi Desa, Program Keren KKN-PPM di Desa Ngegedhawe


Literasi Desa, Program Keren KKN-PPM di Desa Ngegedhawe. Musim KKN 2019 sudah tiba. Artinya, saya yang biasanya bertugas sebagai Panitia KKN Seksi Publikasi dan Dokumentasi harus bersiap ke luar kota, ke daerah lokasi KKN, bahkan yang di luar Kabupaten Ende. Kali ini saya dan Anto Ngga'a dikoordinir oleh Kakak Rossa Budiarti, siap menjalankan tugas. Tahun lalu peserta KKN yang di luar daerah tidak diliput. Tapi tahun ini wajib diliput terutama tiga desa penerima dana hibah KKN-PPM dari Kemenristek Dikti. Keren kan? Untuk pertama kali proposal yang diajukan oleh P3KKN lolos!

Baca Juga: Hari Literasi Sukacita Bersama Rumah Baca Sukacita

Ada tiga desa yang mendapat dana hibah PPM dan Kemenristek Dikti sesuai tiga proposal yang lolos diajukan oleh P3KKN. Tiga desa itu adalah Desa Nggedhawe, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Desa Anaraja di Kecamatan Nangapanda, Desa Wolofeo di Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende. Sabtu kemarin, 27 Juli 2019, peserta KKN - PPM untuk Desa Ngegedhawe diberangkatkan.

Literasi Desa


Program utama di Desa Ngegedhawe adalah Literasi Desa yaitu pembangunan rumah baca: pembangunan, stok buku, dan pengelolaan. Sudah sering peserta KKN membangun rumah tinggal bagi penduduk desa yang kondisi rumahnya tidak layak huni lagi. Tapi rumah baca? Ini perdana dan seperti kata Kepala LP2M Uniflor saat acara pelepasan duapuluh peserta KKN-PPM di Desa Ngegedhawe, ini adalah pilot project! Pilot project itu memang kudu hati-hati, terutama yang bakal dimonitoring oleh L2Dikti, maksudnya adalah kesuksesan merupakan goal yang tidak bisa ditawar-tawar dengan kata 'setidaknya'. Tentu saja, Tuhan adalah penentu utama. Hehe.



Sekretaris Desa Ngegedhawe dan Ketua BPD Desa Ngegedhawe menyambut baik program pembangunan rumah baca ini. Ketua BPD misalnya, menurutnya rumah baca akan berdampak sangat positif pada anak-anak dan masyarakat desa. Salah seorang Dosen Penamping Lapangan (DPL) yaitu Pak Gusty Dadi mengatakan bahwa meskipun zaman sekarang banyak informasi yang bisa dibaca melalui lini digital (internet di telepon genggam) namun membaca buku sebenarnya merupakan salah satu cara untuk memajukan sebuah peradaban. Saya suka sekali kalimat ini. 


Yang tidak saya duga adalah penyambutan yang luar biasa dari Sekdes dan jajarannya, semacam suatu harapan yang kemudian menjadi nyata. Baru saya tahu, tahun 2019 merupakan tahun kedua peserta KKN Uniflor ditempatkan di desa tersebut. Tentu, masih banyak harapan yang ingin diwujudkan oleh masyarakat Desa Ngegedhawe bersama peserta KKN yang ditempatkan di desa tersebut. Semoga.

Rumah Baca Harus Lebih Banyak Dibangun


Di Kota Ende, paling terakhir saya mengenal Rumah Baca Sukacita yang haru saja merayakan Hari Literasi Sukacita.


Saya diminta bercerita tentang dunia jurnalistik dan dunia blogger. Adalah kesenangan tersendiri jika bisa berbagi tentang kebiasaan-kebiasaan baik yaitu membaca dan menulis. Anak muda, sejak usia dini, memang harus ditanamkan nilai-nilai membaca dan menulis.

Rumah baca memang sudah seharusnya lebih banyak dibangun, sebagai tempat yang mengakomodir minat baca anak-anak bahkan orang dewasa. Apabila rumah baca memang ditujukan untuk suatu komunitas yang tidak memandang usia, maka tentu buku-buku yang disediakan pun harus beragam, untuk semua usia. Tetapi saya berpikir ada baiknya rumah baca dimulai dari kelas anak-anak terlebih dahulu, orang dewasa bisa menyusul. Karena anak-anak tidak saja membutuhkan buku tetapi juga bimbingan dari para pendamping atau kakak-kakak pengelola rumah baca.

Rumah baca dan pengelola adalah satu kesatuan. Bayangkan saja begini ... lima bocah balita dihadapkan pada sebuah granat. Apa yang akan mereka lakukan? Bisa saja diabaikan. Bisa saja salah seorang bocah balita menarik pemicu dan tamatlah riwayat orang-orang dalam radius ledakan. Tetapi, jika lima bocah balita itu dibimbing oleh orang dewasa yang waras dan bertanggungjawab, maka dia akan menjelaskan bahwa granat adalah benda yang harus dijauhi sejauh-jauhnya oleh anak-anak. Sama juga dengan buku. Pembimbing/pengelola merupakan mata angin yang akan mengarahkan dengan benar anak-anak tentang isi buku yang dibaca.

⇜⇝

Bagi saya pribadi, Literasi Desa merupakan program keren yang harus didukung oleh kita semua, tidak memandang orang tersebut merupakan bagian dari KKN-PPM Uniflor atau tidak. Karena literasi sangat dibutuhkan pada zaman sekarang ini, di tengah dunia digital yang serba praktis, di tengah dunia yangmana anak-anak lebih suka bermain tiktok ketimbang membaca dan menulis. Semoga harapan-harapan baik dapat terwujud. Amin.

Baca Juga: Gotong Royong Itu Masih Hidup Dalam Tubuh Masyarakat

Bagaimana dengan di daerah kalian, kawan? Adakah rumah baca yang sungguh-sungguh dikelola? Bagi tahu yuk di ... di mana-mana hatiku senang ... hehe. Di komen, tentu saja!



Cheers.

TENTANG BULAN

TENTANG BULAN

 TENTANG BULAN 

 karya jadi2an Erik Priabollywood 


Lama rasanya aku tak menilik sosok bulan
setelah sekian lama, akhirnya ku mencoba melihatnya
kulihati dia begitu menggiurkan
bulat
putih
tapi aku tak tahu apakah dia tersenyum hangat
ataukah ada kemarahan yang tertutup kecantikan

aku berlari menuju padang rumput malam itu
mencari sahabat yang dapat memberitahuku
apakah bulan memang cantik
ataukah bulan sedang marah padaku

kutemui engkau sahabatku
di padang rumput
kau pun menatap khusyu bulan di langit malam ini
apa yang kau pikirkan sahabatku?
cantikkah bulan itu?

kami duduk berdua menatap lebih khusyu ke atas
kunikmati waktu yang berjalan lambat
kunikmati pula senyummu ketika menatap bulan
tak ada kata yang membuncah dari lisan kami berdua
begitu indah bulan itu
walau tetap tak ku dapatkan jawaban
apakah bulan cantik?
atau marah yang bersembunyi dalam kecantikan?

andai aku mempunyai toples istimewa
tentu aku ambil bulan itu
dan kumasukkan ke dalam toples istimewaku
dan kubawa pulang bersamamu sahabatku
dan akan kita temukan bersama 
jawaban tentang bulan...........
sampai pagi datang mengetuk



Pesan Misterius Si Lembing Hitam

Capung Raja Maling
Foto Capung Raja Maling - gembelmotret.blogspot.com 
Dari cerita nenek menjelang tidur, aku percaya kakek bisa berkomunikasi dengan segala jenis hewan rawa, dari buaya yang besar sampai kutu air yang tak tampak. Selain bapak, kakek adalah lelaki idola kedua dalam dunia kecilku.

Kakekku seorang petani sederhana yang serba bisa. Kadang ia memberiku sawo matang sepulang dari ladang, itu yang membuatku suka menginap di rumahnya walau sederhana, ada saja yang kakek bawa sepulang dari sawah ladang. Sore kemarin ia membawa cukup banyak ikan air tawar yang ia tangkap di rawa dekat sawahnya.

"Mengapa kakek menangkap ikan nek?" Tanyaku setelah kami usai makan malam bersama.
"Kamu ingat capung besar yang masuk ke rumah kemarin siang?" balas nenek.
"Ya, dia membuatku kaget karena terbang berputar-putar dalam rumah, dan cicak-cicak selalu mengejarnya saat ia hinggap sehingga dia terbang lagi dan lagi".

"Capung itu mencari kakek, dia bercerita tentang anak-anaknya yang ketakutan dengan ikan-ikan besar yang memakan anak capung yang belum bisa terbang" kata nenek.

"Kamu tahu kan anak-anak capung yang kecil itu hidupnya di bawah air, sampai dia besar bisa terbang?" sambung nenek memberi penjelasan padaku yang heran bagaimana bisa ikan-ikan di air dapat memakan capung yang terbang.

***

Kenangan itu datang begitu saja saat beberapa ekor lembing menempel dekat asbak rokokku. Seorang teman pernah berkelakar bahwa lembing adalah kunang-kunang yang dikutuk. Saya menyukai lelucon satirnya itu.

Kembali tersadar saat hidung mencium bau sangit khas binatang kecil ini mengisi malam sepi di pertengahan bulan Juli yang dingin. 

Mungkin angin malam yang membawa lembing ini jauh masuk ke pemukiman hingga ke rumah. Jarak sawah terdekat paling tidak 1-2 kilometer jauhnya di sekitaran Kampung Kelapa Tiga, Kebalen Kecamatan Babelan Bekasi. 

Namun yang penting saat ini bukan nalar dan logika mengapa lembing-lembing ini bisa sampai ke hadapanku, tetapi kemungkinan bahwa mereka sengaja datang membawa pesan, tapi pesan apa yang mereka bawa? 

***

Lembing hitam ini adalah momok yang dibenci oleh para petani. Baunya yang menyengat tidak kalah mengganggu dengan efek gatal dan perih jika racunnya terkena kulit. Mereka akan terbang ke pemukiman saat bulan purnama bersinar terang. Seperti laron, mereka akan mendatangi sumber-sumber penerangan.

Lembing ini datang tidak sendirian, di lantai juga merayap beberapa, sebagian lagi berterbangan mengelilingi lampu di teras depan rumah.

"Pesan apa yang kamu bawa, hai makhluk kecil yang keberadaannya dikeluhkan?".

Sebentar dulu, ia memang makhluk kecil jika dibandingkan dengan manusia. Tapi kalau dibandingkan makhluk lain semacam kutu air atau virus jelas ia adalah makhluk yang besar. Jadi, menyebutnya sebagai makhluk kecil sebenarnya tidak relevan.

Mengenai keberadaanya yang dikeluhkan juga masih relatif, kita manusia menerapkan sudut pandang dan standar untung rugi jika berhadapan dengan makhluk lain. Makhluk semacam lembing yang tidak memiliki nilai intrinsik yang menguntungkan secara ekonomi apalagi telah terbukti merugikan para petani pastinya akan dikeluhkan.

hama lembing di lantai rumah

Lembing tadi masih diam seperti pura-pura mati. Atau memang sudah mati? Apa yang bisa disampaikan oleh lembing yang mati? Apakah udara di Babelan ini sudah sangat beracun hingga lembing saja sudah tidak bisa hidup?

***

Suatu ketika saat aku sedang asik memanjat pohon sawo di kebun tiba-tiba kakek menyuruhku turun dari pohon. Aku segera turun dan berpikir akan mendapat marah karena memanjat pohon sawo yang tidak terlalu besar itu.

"Ayo kita pulang" kata kakek, lalu pergi. Aku mengangguk dan mengikuti langkahnya dengan lega karena ternyata ia tidak memarahiku. Namun kehadiran kakek di kebun masih membuatku heran.

"Biasanya kakek pulang setelah adzan ashar, mengapa sekarang masih siang sudah pulang?" tanyaku dalam hati. 

Kami berjalan beriringan melalui jalan setapak di antara rimbun pohon penghujan yang membatasi kebun. Saat sampai rumah aku langsung membantu nenek yang sedang mengangkat jemuran, tidak lama setelahnya hujan gerimis mengguyur, kemudian semakin lama hujan semakin deras. Cuaca cepat sekali berubah, barusan tadi panas terik, sekarang berganti hujan deras. 

"Alam dan segenap isinya ini semua berkomunikasi, namun tidak dengan bahasa yang kamu pahami. Kadang perubahannya walau sedikit saja sudah menjelaskan, tinggal pintar-pintar kita menerjemahkan bahasa alam ini" suara kakek terngiang. 

***
Kebalen, Babelan 
Jumat, 19 Juli 2019. 
Kajeng Keliwon Uwudan

Kecil-Kecil Pun Bisa Jadi Ilmuwan Di Kalbe Junior Scientist Award 2019


Hai Ilmuwan cilik, siapa yang ingin mengikuti Kalbe Junior Scientist Award (KJSA) 2019? Sebelum masuk membahas apa saja sih persyaratan dan ketentuan KJSA 2019. Siapa yang pernah bercita-cita menjadi Ilmuwan pada saat kecil? Kalau saya dulu hanya bercita-cita menjadi presenter atau MC, pokoknya saya memang banci tampil deh dulu, walaupun masih malu-maluin banget, hahaha.

"Kamu cita-citanya jadi apa?"

"Polisi."

"Dokter."

"Pegawai."

"Guru."

Begitu banyak cita-cita yang sudah dilihat anak-anak namun sangat jarang yang menyebutkan cita-citanya menjadi "Ilmuwan".


Siapa yang membuat produk dengan inovasi luar biasa? Siapa yang menemukan listrik? Siapa yang membuat Laptop? Siapa yang membuat smartphone kita? Siapa yang membuat kehidupan jauh lebih praktis sekarang? Semuanya ditemukan oleh Ilmuwan yang memiliki kapasitas di bidangnya. Bahkan rata-rata diantara mereka adalah seorang Profesor dengan berbagai gelar keilmuannya. 

Mantan Presiden ketiga kita, Prof. BKJ. Habibie pun merupakan ilmuwan dan salah satu pembuat pesawat asi buatan Indonesia dan beberapa pesawatnya pun pernah di beli oleh pihak luar negeri yang percaya dengan kualitas tersebut. BJ. Habibie merintis Industri Dirgantara Indonesia (DI), DI didirikan pada 26 April 1976 dengan nama PT Industri Pesawat Terbang Nurtanio dan BJ Habibie sebagai Presiden Direktur. Industri Pesawat Terbang Nurtanio kemudian berganti nama menjadi Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) pada 11 Oktober 1985. Setelah direstrukturisasi, IPTN kemudian berubah nama menjadi Dirgantara Indonesia pada 24 Agustus 2000.


Dari salah satu mantan Presiden kita di Indonesia ini yang menginspirasi untuk menjadi seorang Ilmuwan, Kalbe berusaha menwadahi seluruh Anak Indonesia yang memiliki cita-cita menjadi Ilmuwan. Kalbe Junior Scientist Award (KJSA) adalah program lomba karya sains untuk siswa tingkat sekolah dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di seluruh Indonesia. Program ini diadakan setiap tahun, dimulai tahun 2011 sampai sekarang.


Nah, siapa yang mau menjadi Ilmuwan cilik melalui Kalbe Junior Scientist Award ini ada beberapa persyaratan dan kategori yang dilombakan.

Kategori Karya Sains yang Dilombakan
  • Merupakan lomba, karya sains untuk tingkat sekolah dasar kelas 4-6 dan tingkat SMP kelas 7-9. Karya sains dapat berupa produk atau alat yang di dalamnya sudah menerapkan teknologi digital atau ada potensi dikembangan menerapkan teknologi digital.
  • Ruang lingkup teknologi digital tidak dibatasi, mulai dari penggunaan alat bantu yang termasuk komputerisasi (tombol, sensor, remote, chip, micro-controler, micro-bit, raspberry pi, dl), automatisasi, programming dan lain sebagainya
  • Ide Karya sains diciptakan atas permasalahan yang terjadi di lingkungan sekitar dan memberikan solusi melalui karya sains tersebut.
  • Bidang karya sains dapat berasal dari IPA, teknologi terapan, tidak termasuk bidang-bidang sosial

Persyaratan
  • Peserta adalah siswa/i SD kelas 4-6  dan SMP kelas 7-9 ketika mendaftar
  • Perorangan (1 orang)
  • Mendaftarkan karya sains sesuai bidang yang ditentukan (IPA dan teknologi terapan). Karya sains yang didaftarkan dapat berupa karya yang sudah jadi atau rancangan karya yang dapat direalisasikan pada saat presentasi.
  • Karya sains/rancangan yang dibuat sudah menggunakan teknologi digital atau ada potensi dikembangkan menggunakan teknologi digital
  • Merupakan karya sendiri  dan belum memenangkan lomba sejenis pada tingkat nasional
  • Didaftarkan atas nama sekolah atau lembaga lain (bimbingan/kursus)
  • Karya sains yang terpilih sebagai finalis akan mendapat pembimbingan (mentoring) untuk diberikan perbaikan/penyempurnaan
  • Pendaftaran karya sains/rancangan harus mengikuti template yang disediakan panitia,  dapat dilengkapi gambar/foto/video.
  • Karya sains /rancangan dikirim ke ke alamat panitia secara elektronik (melalui email atau registrasi online)


Proses Seleksi
  • Seluruh hasil karya sains akan dinilai oleh dewan juri berdasarkan ide, latar belakang permasalahan yang dihadapi, solusi yang diberikan dalam menjawab permasalahan, inovasi/kebaruan/keunikan, serta manfaatnya.
  • Aspek digitalisasi karya.
  • Dewan juri akan memilih 20 finalis. Terdiri dari 10 finalis SD dan 10 finalis SMP.
  • 20 finalis terpilih akan dilakukan mentoring/pembimbingan oleh mentor yang ditunjuk.
  • Setelah proses mentoring, masing-masing finalis harus membuat video tanpa edit tentang karya sains yang dibuat. Video dikirimkan ke panitia atau di upload ke youtube
  • Terhadap 20 finalis, akan dipilih menjadi 10 pemenang  (5  pemenang SD dan 5 pemenang SMP) melalui penilaian video karya sains dan tanya jawab jarak jauh oleh tim juri .
  • 10 pemenang akan diundang ke Jakarta, untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang terdiri dari: penjurian final, pameran karya sains, dan awarding.
  • Semua biaya akomodasi dan transportasi akan ditanggung oleh panitia.

Informasi lebih lanjut bisa diakses melalui website resmi Kalbe di http://kalbe-kjsa.com/. 

Kepo Buku #19: Arswendo Atmowiloto

Kita baru saja kehilangan satu sosok penting di dunia literasi negeri ini. Seorang yang mengajarkan kita bahwa mengarang itu gampang, seorang yang memperkenalkan pada tokoh-tokoh menarik dalam cerita-ceritanya dan seorang yang berhasil menanamkan pada kita bahwa harta yang paling berharga itu adalah keluarga. Episode ini mengajak kita untuk mengenang beliau dan juga membuka pintu bagi mereka yang belum kenal pada Arswendo Atmowiloto, karya-karyanya dan warisannya bagi negeri ini.

Tamu: Hikmat Darmawan

Selamat mendengarkan.



Episode ini bisa juga didengarkan di:

Apple Podcast | SoundcloudGoogle Podcast | Spotify | Anchor | Breaker | Sticher | Pocketcast | Radio Public

Terima kasih buat:

Kepo Buku adalah:

Follow akun Instagram Kepo Buku di Instagram.com/KepoBuku

 

AYO CERITAKAN BUKU YANG LAGI KALIAN BACA LEWAT AUDIO:

Yoi cuy, kita mau ngajak kalian buat ikutan di Kepo Buku. Intinya kita mau tahu kalian lagi baca buku apa? Kirim dalam bentuk rekaman suara (maksimal 5 menit). Jangan lupa sebut nama, lokasi dan ceritakan buku yang kalian lagi baca atau mau kalian rekomendasikan. Ada dua cara yang bisa dilakukan:

  1. ANCHOR: Untuk pengguna aplikasi Anchor, klik “Message” dan mulai rekam review kalian. (Durasi maksimal 1 menit tapi kalau masih kurang, silahkan rekam lagi)
  2. WHATSAPP:  Gunakan fasilitas Voice Note di Whatsapp. Klik/ ketik link ini di HP kalian: http://bit.ly/ikutkepobuku atau ke 087878505012
  3. EMAIL: Rekam di voice note di hp dan kirim lewat email ke suarane@gmail.com

Rekaman yang kita terima akan kita sertakan dalam episode-episode Kepo Buku berikutnya.

 

Credits & Disclaimer:

  • Kepo Buku tidak berafiliasi dengan penerbit ataupun penulis buku yang diulas di episode ini.
  • Musik: “Rainbows” oleh Kevin MacLeod (incompetech.com). Licensed under Creative Commons: By Attribution 3.0 License

-rh-

 

 

Kertas-Kertas Kado Menarik dan Lucu Pendukung Proyek DIY


Kertas-Kertas Kado Menarik dan Lucu Pendukung Proyek DIY. Bagaimana kalian menyebutnya? Kertas kado, juga? Di Ende kami menyebutnya kertas kado: lembaran berukuran sekitar satu kali setengah meter yang dipakai untuk membungkus kado, hadiah, pemberian. Tahun 2017 s.d. 2018 saya baru tahu kalau salah satu pusat  perbelanjaan di Ende yaitu Roxy, menjual kertas kado berbagai jenis kertas, ukuran, dan motif/gambar. Ini menarik, karena kertas-kertas kado menarik dan lucu tersebut kemudian turut menjadi salah satu bahan permanis proyek-proyek Do It Yourself (DIY) yang saya kerjakan baik untuk coba-coba maupun pesanan orang.


Sayangnya baru-baru ini saat saya ke Roxy, kertas kadonya tidak se'kaya' dulu. Mungkin karena sudah jarang saya membeli kan yaaa hahaha *dikeplak pemilik Roxy*. Lagi pula zaman sekarang ini orang-orang lebih suka memberikan amplop (berisi duit dooonk) ketimbang kado. Di setiap pesta pernikahan pun demikian, kado hanya diserahkan oleh kelompok tertentu, misalnya penyerahakan kado (berukuran super besar) dari teman-teman mempelai.

Awal Mula Masih Pakai Kertas Majalah


Iya, sebelum mengenal dan mulai berkreasi dengan kertas kado, saya memakai kertas majalah untuk proyek DIY salah satunya desk-organizer. Kertas majalahnya pun lebih sering majalah katalog dari Sophie Martin atau Ifa begitu *emak-emak pasti tahu ini* haha. Penuh warna. 


Gambar di atas, desk-organizer pertama yang saya bikin untuk Kakak Shinta Degor. Super sederhana dan yaaaah begitulah. Tapi desk-organizer ini masih dipakai sampai sekarang loh! Bangga. Haha.

Mulai Menggunakan Kertas Kado


Mulai menggunakan kertas kado justru bukan pada saat membikin desk-organizer melainkan saat membikin keranjang serbaguna. Belum terpikirkan keranjang mini serbaguna ini ternyata cikal bakal tempat tisu yang paling banyak dipesan orang. Penampakan awalnya seperti pada gambar berikut ini. Sudah menggunakan kertas kado. Kertas kadonya dililit pada pipa kertas (dari gulungan koran atau kertas) kemudian dibentuk.


Melihat kerajang serba guna ini, Kakak Rikyn Radja yang saat itu main ke rumah lantas memesan tempat tisu yang modelnya mirip-mirip ini. Tentu ukurannya harus disesuaikan dengan kotak/besarnya tisu (isi ulang/kemasan plastik bukan kotak). Bismillah. Saya coba bikinkan. Dan hasilnya seperti pada gambar di bawah ini.


Tempat tisu pesanan Kak Rikyn belum ada tutupannya karena memang belum berniat membikin yang ada tutupannya. Tapi kemudian diperbarui dengan menambahkan tutupan. Yang jelas, tempat tisu ini kemudian menjadi viral. Banyak teman yang memesan tempat tisu tapi ... dengan tema tertentu seperti misalnya Doraemon, Micky Mouse, Frozen, dan lain sebagainya. Saya sampai kewalahan karena amunisi utama tempat tisu ini adalah pipa kertas yangmana proses membikinnya cukup memakan waktu. Syukurnya saya dibantu dengan sungguh-sungguh oleh Indra Pharmantara yang saat itu baru saja pulang kuliah dari Jogja. Asyik ... ada asisten. Haha.

Maka bermunculan lah satuper satu tempat tisu bikinan saya di media sosial, terutama Facebook, dan semakin banyak pula pemesanan yang datang. Rejeki anak solehah memang diam di tempat lah. LOL! Berikut, kalian bisa melihat tempat-tempat tisu yang saya bikin dengan pemanis kertas-kertas kado tersebut.





Ini baru sebagian kecil dari foto-foto tempat tisu yang pernah saya bikin hehe. Kalau semuanya dipos di sini, bisa panjaaaaang sekali pos ini hanya terisi foto.

Tempat tisunya menjadi lebih rapi jali dan manis dilihat. Semua berkat kertas kado dan percikan kreativitas yang terlatih. Jari-jari ini ibarat mesin yang sudah tahu mau ngapain, pokoknya. Otak saya sudah menghafal ukuran tempat tisu baik alas/dasar hingga tutupan, lubang untuk mengeluarkan tisu, jumlah kotak dari pipa kertas termasuk sampai pada pegangan/penahan kanan kiri agar tutupan tidak liar ke sana sini. Semua ada ukuran pasti. Kali ini tidak mereka-reka seperti biasanya saya. Hehe.

Baca Juga: Bunga Dinding

Kertas-kertas kado menarik dan lucu itu ... sangat berjasa!

Bagaimana dengan kalian kawan? Pernah bikin juga tempat tisu dari koran/majalah bekas, terutama mirip sama yang saya bikin? Bagi tahu yuk di komen :) semoga kreativitas akan terus hidup bersama kita sepanjang usia.



Cheers.

Filmora Aplikasi Sunting Video Android yang Juga Mengasyikan


Filmora Aplikasi Sunting Video Android yang Juga Mengasyikan. Hari ini saya masih disibukkan dengan peliputan kegiatan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Flores (Uniflor) yang pemberangkatan pertama bakal dilakukan tanggal 27 Juli 2019 dengan tujuan Kecamatan Aesesa di Kabupaten Nagekeo. Sibuk sih iya, tapi masih memberi ruang pada kami untuk bisa haha hihi bareng panitia lainnya. Oh ya, untuk kegiatan KKN ini, ada tiga orang yang ditugaskan menjadi tukang publikasi dan dokumentasi. Kakak Rossa Budiarti sebagai koordinator, dengan anggota saya dan Anto Ngga'a. Senangnya adalah kami dapat meliput ke tiga desa yang menerima dana PPM KKN dari Kemenristek Dikti. Dan itu artinya ... luar kota memanggil. Hahaha *dikeplak dinosaurus*.

Baca Juga: Tenda Pop Up Super Simpel Anti Air Itu Bernama Vitchelo

Hari ini juga saya melihat Anto menyunting video-video pendek dari kegiatan tersebut menggunakan telepon genggamnya. Kami memang ditugaskan juga untuk mengambil video-video pendek dari setiap kegiatan KKN. Aplikasi yang dipakai oleh Anto adalah Filmora. Mendegar tentang Filmora sudah sering, maupun membacanya di berbagai artikel, tapi saya belum pernah sekalipun mencobanya. Aplikasi sunting video yang ada di Android saya adalah KineMaster. Sementara itu kalau di laptop tetap pakai Sony Studio Platinum alias Vegas versi 13.

Tiba di rumah, saya langsung menginstal Filmora versi 3.1.4. di telepon genggam si Xiaomi Redmi 5 Plus. Kenapa harus menunggu tiba di rumah? Karena kan di rumah WiFi-nya lebih kencang ketimbang pakai paket data hahaha. Sekalian berhemat. Harga susu mahal, bung *LOL!*.


Tidak lama mengunduh Filmora di PlayStore. Tahu-tahu sudah siap dipasang. Ikuti petunjuknya, dan saya sudah bisa memakai aplikasi yang satu ini.

Mencoba Filmora


Antar Muka Filmora memang bersahabat. Ketika membukanya saya langsung dihadapkan pada dua pilihan utama yitu Buat Video Baru atau Proyek-Proyek yang Disimpan. Karena baru pertama kali, jadi saya pilih Buat Video Baru.



Saya diantar pada halaman di atas. Video-video saya tersimpan ke tiga folder memang; yang terkirim, dari kamera, dan dari WA. Saya pilih kamera, dan semua video yang direkam menggunkan kamera telepon genggam/Android pun terpampang nyata *halah* haha.


Selanjutnya, silahkan dipilih video mana yang mau disunting. Kira-kira sama seperti KineMaster, saya bisa memilih lebih dari satu video. Ini dia video yang saya pilih:


Setelah itu kita sudah bisa menyuntingnya. Mau ditambah musik, ditambah tema, atau dipotong sana-sini, semua tersedia. Menurut saya yang dasar-dasarnya penyuntingan video itu tersedia memang di Filmora. Sama kayak KineMaster. Asyiklah!



Kalau sudah oke sama penyuntingan, silahkan disimpan videonya. Boleh langsung disimpan atau diunggah ke berbagai media sosial seperti Instagram, Youtube, Vimeo, dan lain sebagainya; boleh juga disimpan di telepon genggam.


Selesai. Semudah itu. Dan tentu mengasyikan :)

Baca Juga: Sudah Saatnya Proses Belajar Mengajar Lebih Mudah

Bagi saya, Filmora merupaka pilihan yang boleh dijajal kemampuannya apabila kita memang perlu menyunting video di telepon genggam, pada saat itu juga, karena berbagai kebutuhan yang tentunya mendesak. Misalnya harus segera mempublikasikan suatu kegiatan. Tetapi kalau menyunting video panjang dan butuh lebih dari sekadar memakai tema dan musik yang disediakan oleh Filmora, tentunya saya harus tetap memakai laptop. Karena apa? Karena faktor kebiasaan saja. Hehe. Lebih leluasa lah untuk jari saya yang seukuran gajah ini.

Bagaimana dengan kalian, kawan? Terutama yang sudah mencoba Filmora atau aplikasi sunting video lainnya? Bagi tahu pengalaman kalian di komen doooonk. 



Cheers.