Arsip Bulanan: April 2019

Ruang Tamu DIY


Hola! Ketemu lagi di #RabuDIY, saatnya kita berkreasi, saatnya kita ber ... ber ... kre ... a ... si. Hehe. Oh ya, sebelumnya saya harus mengucapkan Selamat Hari Buruh untuk kalian semua. Liburan sehari main ke mana? Main ke blog saya saja. Silahkan cari tema yang kalian sukai di sini. Mulai dari cerita ringan dan opini, teknologi, DIY, rangkuman lima, PDL, sampai review. Bahkan pernah ada tema kesehatan. Komplit kan? Sedangkan kisah perjalanan saya bisa dibaca di blog travel yang satu ini. Urusan tema harian pos blog ini, saya lupa tautan blog-nya apa, yang jelas saya pernah membaca bahwa blogger tersebut ingin blog-nya seperti perpustakaan. Sedangkan saya sendiri menginginkan blog ini seperti sebuah majalah. Mimpi saya memang ketinggian. Biarin *jitak dinosaurus*.

Baca Juga: Coin Storage

Rabu lalu saya sudah menulis tentang Tempat Surat berbahan majalah lama yang tidak terpakai. Alhamdulillah ternyata pos tersebut bermanfaat bagi yang membacanya. Seperti komentar dari Kakak Vika Hamidah si Ratu Tips dan Himawan Sant si Travel Blogger.


Hari ini saya ingin berbagi pengalaman dari kebiasaan mengubah gaya ruang tamu. Padahal, ruang tamu rumah saya itu mau dibikin bagaimana pun juga tetap tidak menarik. Lhaaa orang-orang kalau bertamu lebih suka duduk di ruang makan sekaligus ruang keluarga. Terutama saat Idul Fitri! Percumaaaa mempercantik ruang tamu. Tidak dilirik sama sekali. Cuma bilang: waaaa, yuk kita foto di sini! Terus ngeloyor ke belakang mencari Mamatua. Hiks.

Karena ruang tamu rumah saya itu cukup luas, agak sulit mencari artikel yang berkaitan dengan membenahi ruang tamu berukuran luas. Kebanyakan artikel memuat tips menata ruang tamu sempit minimalis bla bla bla shaaattt sheeettt. Oleh karena itu saya harus memutar otak bagaimana caranya mengubah gaya ruang tamu. Dan ada aturan di rumah saya: siapa pun yang memberikan ide, dia harus melaksanakan idenya tersebut. Makanya si Indra dan Thika paling malas kalau saya kasih tugas mencari ide tata letak ruang tamu. Wajah mereka kayak habis disiram air raksa. Pernah suatu kali Indra mengusulkan membikin bola-bola cokelat. Kalian tahu siapa yang membikinnya? Ya si Indra sendiri ha ha ha. Kapoooook.

Konon katanya: kesulitan membikin manusia menjadi lebih kreatif. Asal jangan sampai kesulitan duit lantas ngerampok. Haha. Kesulitan mencari artikel tentang penataan ruang tamu yang (cukup) luas membikin saya memutar otak dengan mengubah gaya ruang tamu sampai dengan menambahkan meja-kursi baru. Saya pernah membikin meja dan kursi berbahan kotak/keranjang kayu (palet) bekas buah. Belinya di penjual buah. Satu kotak/keranjang kayu diharga Rp 10K. Hasil DIY itu masih terpakai sampai sekarang.


Suatu hari, saat sedang duduk nganga, terlintas ide menata ruang tamu tapi a la DIY. Kebetulan yang manis, pada saat itu salah seorang teman saya ngepos soal meja-bangku baru di kafenya. Nama kafe itu adalah Violet Cafe dan pemiliknya bernama Gito. Tidak pikir lama-lama saya pun bertanya pada Gito di mana dia memesan meja-bangku itu. Kata Gito, meja-bangku itu dia pesan di bengkel kayu seharga Rp 750K. Hmmmm. Putar otak. Saya pun menghubungi Bapa Sam. Karena apa? Karena kakaknya Bapa Sam ini bisa membikin barang-barang dari kayu meskipun aslinya dia dikenal sebagai tukang bangunan andal. Bukan DIY donk? Yaaa memang bukan saya yang bikin sendiri, tapi konsepnya teteup dari saya ha ha ha.


Hanya dengan Rp 500K saya mendapatkan satu set meja-bangku, empat bangku kafe, dan dua gantungan baju. Semuanya berbahan kayu! Yipieeee. Empat bangku kafe itu bonus dari kayu berbentuk bundar bekas bolongan speaker hahaha. Mereka memang sedang merakit speaker sendiri. Sedangkan dua gantungan baju itu ya untuk menggantung baju-baju karena lemari-lemari sudah penuh dengan buku, buku, dan buku. Koplak kan? Yaaaah ... untuk keperluan gantungan baju ini, saya terpaksa membeli tambahan limabelas lusin hanger. Hiks.


Maka saya pun memulai menata ruang tamu. Ruang tamu itu dibagi dua. Bagian paling depan, tidak seberapa luas, dijadikan ruang tamu DIY. Setengahnya lagi, yang lebih luas, ya ruang tamu biasa dengan sofa-sofa yang sudah ada sejak zaman Imhotep belum jadi mumi. 


Ruang tamu DIY ini terdiri dari:

Baca Juga: Travel Booth

1. Rak kuning hadiah dari Flora Wodangange.
2. Satu set meja-bangku.
3. Satu set meja-bangku-kafe.

Perlu diketahui ...

Pertama:
Taplak mejanya adalah kain tenun ikat bakal sarung Mangga. Jadi ini memang jenis sarung Mangga, hanya saja masih dalam bentuk dua lembaran, belum dijahit dijadikan sarung.

Kedua: 
Satu set meja-bangku-kafe. Untuk mejanya berbahan ubin atau keramik lantai berukuran raksasa yang dikasih Mukhlis A. Mukhtar. Awalnya Mukhlis memberikan dua keramik lantai sebagai alas memotong kertas dan karton dalam dunia DIY saya. Saya memakai yang kecil untuk alas memotong kertas dan karton, sedangkan yang besar saya jadikan meja.

Ketiga:
Satu set meja-bangku-kafe. Untuk dasar mejanya saya gunakan bangku-bangku mini yang terbuat dari keranjang kayu bekas buah itu. Ini dia penampakannya:


Maka, jadilah ruang tamu DIY yang membikin teman-teman syuuuuka qiqiqi. Mereka jadi suka foto-foto di ruang tamu. Manapula rak kuning hadiah dari Flora Wodangange itu memuat banyak buku. Psssttt tapi saya hitung loh bukunya! Kalau hilang kan gawat juga ha ha ha. By the way, keranjang kayu bekas buah (seperti yang menyangga ubin keramik di atas) memang tidak banyak yang rapi, palet kayunya banyak miring. Ternyata sepupu saya punya banyak yang bagus palet kayunya. Nanti minta lagi ah. Minta? Iya, dulu kan pernah dia bawakan juga dan sekarang menjadi meja di ruang belakang hahaha.


Saat ini ruang tamu DIY ini tidak di bagian paling depan dari ruang tamu, melainkan bagian paling belakang dari ruang tamu dengan alasan dekat colokan. Karena teman-teman saya suka juga kerja di meja-bangku itu, dan pasti butuh colokan kalau baterai laptop-nya sekarat. Melihatnya, Mukhlis malah pernah menyarankan saya bikin kafe privat begitu. Mumpung ada Wi-Fi kan. Duh ... tidak ah. Biar saja. Yang mau datang bekerja di rumah, menggunakan internet, atau apalah, silahkan saja. Tidak ada yang melarang. Justru kami senang ada banyak orang di rumah.

Tahun ini, ruang tamunya mau diapakan? Sedang saya pikirkan. Oh ya, kalian juga belum tahu kan kalau di rumah saya juga ada sofa berbahan celana jin bekas? Jin saya menulisnya, bukan jeans hahaha. Nanti bakal saya bahas lah sofa itu. Yang jelas tahun ini saya pengen karya DIY kaktus berbahan batuan alam sudah bisa nongkrong di ruang tamu. Ya, itu stone project yang belum disentuh sama sekali hiks.


Bagaimana, kawan? Pernahkah kalian mengubah gaya ruang tamu dan mengisinya dengan barang-barang hasil DIY? Karena, selama ini saya bosan juga melihat ruang tamu dengan set-set sofa gede yang dibeli di toko. Sumpah, selain sofa yang kainnya diganti dengan celana jin bekas itu, saya juga masih pengen bikin tempat duduk berbahan ban bekas (ban mobil), tempat duduk berbahan keranjang minuman yang terbuat dari plastik itu, serta tempat duduk dari drum. Kesalnya adalah, saat saya sudah dikasih ban mobil bekas dari Abang Nanu Pharmantara dan saya lupa membawa pulang ... sudah diambil orang lain. Dududud.

Baca Juga: Bunga Dinding

Semoga pos ini bermanfaat untuk kalian semua, terutama Kakak-Kakak perempuan yang telah menikah. Siapa tahu jadi inspirasi untuk ruang tamu di rumahnya.



Cheers.

Wuling Cortez CT dan Confero S ACT, Mobil Pilihan Keluarga Millennial


Bagaikan memilih rumah, memilih mobil pun membutuhkan pemikiran yang panjang dan tidak semudah yang dibayangkan. Apalagi bagi pasangan muda atau millenial yang membutuhkan mobil yang spesifikasi bagus dan harganya pun tidak membuat kantong jebol. Yes, bagi pasangan muda atau keluarga millenial tentu banyak faktor yang sangat dibutuhkan tak terkecuali mobil yang muat banyak tapi sudah sangat canggih dengan desain interior yang kece. 

Bagi saya, mobil merupakan rumah kedua. Walaupun belum memiliki mobil, karena alasan belum bisa nyetir dan masih dalam tahap menabung, tapi saya sudah memiliki gambaran mobil apa yang akan saya gunakan nantinya. Saya ingin mobil saya nanti sangatlah gesit dan bisa diajak jalan ke segala medan tanpa adanya hambatan. Selain itu, berlama-lama didalam mobil pun tak menjadi masalah karena interior dan ruangan di desain sangat bagus. Selain itu, harganya pun tak membuat saya mikir dua atau tiga kali untuk membelinya nanti.

Nah, kalau kalian apa sih mobil impian yang akan dibeli nantinya? Sudah ada gambaran seperti apa? Kalau belum ada gambarannya, saya akan aja ke sebuah mobil yang sangat menjawab kebutuhan semuanya. Yuk, ikut saya keliling hehehe.


Nah, Wuling Motors resmi meluncurkan seri terbarunya yaitu Cortez CT dan Confero S ACT, pada gelaran Telkomsel IIMS 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Keduanya hadir untuk melengkapi seri Cortez dan Confero yang sudah dipasarkan di Indonesia. Cortez CT diniagakan mulai dari Rp 232.000.000 hingga Rp 282.000.000, sementara untuk Confero S ACT ditawarkan seharga Rp 191.800.000, keduanya merupakan harga on the road Jakarta.

Selain harganya yang sangat reasonable, teknologi yang disuguhkan pun tidak kalah dengan lainnya. Bahkan, teknologi yang ditawarkan sangatlah canggih dibandingkan dengan harga yang ditawarkan. Mau tahu spesifikasi dari kedua mobil ini? Yuk, kita bedah satu per satu apa saja keunggulan dari Cortez CT dan Confero S ACT.

Wuling Cortez CT

Wuling Cortez CT yang mengusung tagline ‘The New Advanced MPV’ dibekali mesin 4 silinder 1.500cc dengan Turbocharger keluaran Honeywell. Kompetensinya menghasilkan tenaga maksimal 140 HP serta torsi 250 Nm. Dalam rangka menyalurkan performa ke roda depan, Cortez CT memiliki dua pilihan transmisi, yaitu manual 6 percepatan untuk tipe C atau Continuously Variable Transmission (CVT) yang tersedia di tipe C dan L.

Nuansa baru yang elegan terasa pada interior medium MPV ini, didukung dengan ruang kabin lega dan konfigurasi 7-seater captain seat yang menambah kenyamanan. Tidak hanya itu, beragam fitur terdepan juga semakin melengkapi Cortez CT, seperti One Push Start/Stop Button, Keyless Entry, hingga Emergency Stop Signal (ESS). 

Selain itu, fasiltas lainnya meliputi Advanced 8” Entertaiment System with Navigation, 7” MID, Convenient Electric Front Seat Adjuster, Classy Electric Sunroof, Rear Camera, Parking Sensor, USB charging untuk baris pertama sampai ketiga, Traction Control System (TCS), Electronic Stability Control (ESC), Hill Hold Control (HHC), TPMS, ISOFIX, Automatic Vehicle Holding (AVH), Electric Parking Brake (EPB), sistem deselerasi ABS, EBD, BA, hingga front and side airbag. Untuk Pilihan warna Cortez CT terdiri dari Pristine White, Dazzling Silver, Aurora Silver, Starry Black dan Burgundy Red.

Confero S ACT


Confero S ACT hadir dengan transmisi e-Clutch dari Schaeffler yang memudahkan pengoperasian transmisi manual tanpa adanya pedal kopling serta efisien dalam biaya perawatan. Disamping penggunaan transmisi e-Clutch, MPV ini turut diberikan sentuhan berjiwa muda berkat pengaplikasian Black Ambience With Red Stitches dan aksen Red Carbon Style pada panel pintu dan head unit. 

Tak hanya itu, produk yang bermain di segmen MPV ini juga menawarkan kenyamanan dengan kabin yang lapang hingga baris ketiga. Wuling pun menghadirkan beberapa fitur tambahan mulai dari Electric Adjustable Foldable Mirror, Emergency Stop Signal (ESS) hingga driver seat height adjuster di Confero S ACT. 


Berbagai perangkat penunjang kenyamanan berkendara lainnya turut dihadirkan di produk ini, mulai dari Rear Parking Camera, TPMS, Head unit 8” Touchscreen, USB Charging hingga baris ketiga, Audio Control & Answering Call Button. Fitur pendukung lainnya yakni Dual SRS Airbag, Parking Sensor, sistem pengereman ABS & EBD dan seatbelt indicator, immobilizer, ISOFIX, anti-theft alarm pun disematkan di Low MPV ini. Terdapat lima pilihan warna untuk Confero S ACT, yaitu Carnelian Red, Pristine White, Dazzling Silver, Aurora Silver dan Starry Black.

Nah, sudah terjawab bukan seluruh kcangihan dari kedua mobil tersebut. Jadi, apakah kamu sudah menentukan pilihan? Teknologi apa saja yang membuat kamu memilih Wuling? Ceritakan kepada saya ya. 

Selamat berjalan-jalan dengan Wuling Cortez CT atau Confero S ACT bersama keluarga. Jangan lupa untuk selalu mengecek kendaraan sebelum berangkat berwisata. Have fun and stay safety. Sampai jumpa di jalan raya bersama Wuling. 

Makin Kuat Internetan Menjelang Bulan Ramadhan Dan Lebaran Di Banjarmasin

salmanbiroe - indonesian lifestyle blogger - makin kuat internetan di bulan ramadhan dan lebaran di banjarmasin bersama indosat

Ada pertama kali, mungkin saja kali kedua dan seterusnya. Dan, itu terjadi ketika menginjakan kaki di Banjarmasin. Kota terbesar kedua di Kalimantan yang pernah saya singgahi selain Pontianak di Kalimantan Barat. Saya masih ingat betul ketika saya berada di sungai Kapuas, lalu seorang disana mengatakan kalau saya minum air sungai Kapuas, maka saya akan kembali lagi di tanah Borneo ini. Saya tak lantas percaya begitu saja, bisa saja itu hanya tahyul atau kepercayaan turun temurun. Namun, tak lama berselang dalam hitungan bulan saya kembali lagi ke Pontianak. 

Banjarmasin masih sama dengan beberapa tahun lalu. masih panas dan menyengat. Yang saya kangenin dari Banjarmasin adalah kuliner dan wisata yang sangat khas, sebut saja soto banjar dan lontong orari serta pasar terapung yang sangat unik dan jarang dijumpai di daerah mana pun. Dan, kini saya kembali bersama Indosat yang melakukan test jaringan 4G plus di kawasan Kalimantan Selatan dan seluruh Kalimantan menjelang Bulan Ramadhan (Puasa) dan Lebaran (Idul Fitri) bulan depan. 

salmanbiroe - indonesian lifestyle blogger - makin kuat internetan di bulan ramadhan dan lebaran di banjarmasin bersama indosat

salmanbiroe - indonesian lifestyle blogger - makin kuat internetan di bulan ramadhan dan lebaran di banjarmasin bersama indosat

Selain Banjarmasin, Indosat juga melakukan serentak dibeberapa kota seperti Padang, Sumatera Barat, Makassar, Sulawesi Selatan, Solo, Jawa Tengah, dan Malang, Jawa Timur. Kita tahu bahwa tradisi merantau sangat kental di Padang, dan akan terjadi arus mudik yang cukup tinggi ke daerah tersebut. Pun demikian dengan Makassar, Solo, Malang ataupun Banjarmasin, daerah ini termasuk yang paling tinggi arus mudik maupun balik. Maka dari itu Indosat melakukan test jaringan 4G plus sebagai bagian dari kesiapan menyambut ratusan ribu bahkan jutaan yang akan memadati kota-kota tersebut. 

Pagi hari sekitar pukul 09.30 WITA, kami bersama rombongan dari divisi regional Kalimantan Selatan dan Kalimantan mengadakan uji coba jaringan di beberapa titik seperti Soto Banjar Bang Amat, Masjid Sabilal Muhtadin, Patung Bekantan dan Duta Mall hingga 12.00 WITA. Perjalanan yang ditempuh saat uji jaringan sekitar 50 km. Hasilnya kecepatan paling tinggi berapa di Titik ramai Patung Bekantan yang mencapai 104 Mbps. 

salmanbiroe - indonesian lifestyle blogger - makin kuat internetan di bulan ramadhan dan lebaran di banjarmasin bersama indosat

salmanbiroe - indonesian lifestyle blogger - makin kuat internetan di bulan ramadhan dan lebaran di banjarmasin bersama indosat

Soto Banjar Bang Amat memang sangat legendaris, bagaimana tidak, karena banyak sekali pelanggan yang datang termasuk rombongan kami. Soto banjar memang berbeda dari daerah lain. Apalagi yang menjadi spesial adalah sotonya mengunakan susu atau santan dan rasanya mirip seperti sop kalau di Jawa. Rasa gurih dan segar dicampur menjadi sangat spesial. Apalagi terdapat sate ayam dilumuri kuah kacang yang mengundang selera untuk nambah dan nambah lagi. 

Di patung Bekantan, kami cukup lama karena menikmati sungai dan suasananya yang tidak panas. Selain mengujicoba jaringan, kami juga sempat berfoto-foto dengan maskot kota Banjarmasin. 

Hasil uji jaringan cakupan 4G, kualitas streaming, dan video call dinilai baik. Untuk diketahui, dalam uji jaringan juga tim Indosat Ooredoo mencoba untuk memutar YouTube streaming selama perjalanan dan melakukan video conference bersama lima kota. Kemudian untuk rata-rata kecepatan di jalur test drive mencapai 15,9 Mbps. Sementara itu untuk kecepatan maksimal jalur DT hingga 53,0 Mbps.


salmanbiroe - indonesian lifestyle blogger - makin kuat internetan di bulan ramadhan dan lebaran di banjarmasin bersama indosat

salmanbiroe - indonesian lifestyle blogger - makin kuat internetan di bulan ramadhan dan lebaran di banjarmasin bersama indosat

Sales Manager Area Banjarmasin, Eko Yanurianto menuturkan jika 4G hampir seratus persen menyelimuti wilayah Kalimantan Selatan dan terdapat 187 site, ada Tanjung Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara. Hampir seluruh wilayah sudah diselimuti 4G semuanya, hampir seratus persen. Selain itu Indosat Ooredoo tengah melakukan tiga upaya untuk meningkatkan jaringan miliknya yakni perluasan cakupan 4G, penambahan kapasitas, dan peningkatan kualitas secara general.

Secara keseluruhan, uji coba jaringan ini membuktikan bahwa 4G plus telah meliputi seluruh wilayah Kalimantan Selatan dan akan terus diperbaiki kedepannya. Semoga kualitas jaringan untuk streaming youtube dan unlimited juga bisa ditingkatkan dan tidak ada buffering sama sekali.



Pada hari terakhir, sebelum kami pulang. Kami sempat ke pasar terapung di Lok Baintan, Sungai Anak Martapura. Sungai anak Martapura ini memang berbeda dengan Martapura. Daerah ini masih termasuk di area Banjarmasin. Untuk mencapai Lok Baintan dibutuhkan kurang lebih sekitar 30-45 menit dari kota Banjarmasin. 

Beruntung pedagang di pasar ini masih lumayan ramai menjajakan dagangannya. Sebelumnya kami ingin menyaksikan secara langsung sunrise di sepanjang sungai, namun ternyata matahari urung menampakan diri masih malu-malu. 

Memori beberapa tahun tentang pasar terapung kemudian muncul kembali. Sepertinya, memang pasar ini sangat unik dan tradisional. Selain itu, di tengah sungai pun saya masih mengabadikan momen-momen dengan menggunakan jaringan 4G plus dari Indosat Ooredoo. 

Kapan kita jalan-jalan lagi ke pasar terapung dan keliling kota Banjarmasin? Sudah minum air sungai Anak Martapura dan berharap tahyul itu memang benar-benar terjadi? Saya yakin suatu saat akan kembali lagi kesini, saya berharap dan berdoa, Amin. 


Dijamin Aman Pulang Larut Malam Pakai GOJEK


Kadang kala ada rasa yang bagaimana gitu, apalagi ketika di Bali. Saya dibonceng sama teman perempuan karena saya tidak bisa naik sepeda motor. Sebagai laki-laki, runtuhlah semua harga diri yang telah dibangun selama ini.

"Man, beneran lo enggak bisa naik motor?"

"Sebetulnya bisa, tapi sudah lama banget enggak dipraktekin jadi agak kagok gitu lah."

"Mending belajar deh naik motor, biar bisa mboncengin kita."

Yup, belajar motor itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh waktu sih sebetulnya, dan saya termasuk orang yang enggak mau ribet ini dan itu. Kalau punya motor atau terpaksa banget harus pegang motor, barulah dengan semangat belajar. Intinya saya harus dipacu atau ada motivasi tersendiri untuk bisa naik motor. Kelihatannya sepele ya naik motor, tapi ada sesuatu trauma masa kecil yang masih tidak bisa dilupakan sampai saat ini. 

"Terus kalau ke mana-mana pakai apa?"

Biasanya setelah tahu bahwa saya tidak bisa naik motor, lalu mereka tidak lantas berhenti menanyakan dan memberikan pernyataan lainnya.

"Kalau sekarang sih enggak perlu khawatir lagi, sudah ada GOJEK."

Wajah mereka yang tadinya khawatir berubah seketika. 

"Oh iya ya, sekarang mah zamannya online semuanya termasuk ojek."


Ternyata perbincangan ini tak terhenti, ada jeda namun tetap berlanjut dengan beragam pertanyaan lainnya. 

"Kalau pulang malam kan suka serem gitu, apalagi Jakarta gitu loh."

Mereka mengeryitkan dahi dan masih menyimpan rasa horor bukan karena takut kuntilanak ataupun pocong, mereka takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. 

"Makanya, jangan lupa untuk update aplikasi GOJEKnya. Sekarang sudah ada fitur-fitur keamanan seperti Tombol Darurat di GO-CAR, Bagikan Perjalanan, dan sudah dicover perlindungan asuransi loh."

"Beneran lo, seriusan."

"Ya, ampun masa sih gue bohong. Enggak adalah tampang semanis ini jadi pembohong."

"Hahaha!"

Riuh tawa dan kegembiaraan ini ternyata hadir setelah #UninstallKhawatir


Mungkin saja, saya bukan satu-satunya yang tidak bisa naik sepeda motor dengan lancar atau bahkan tidak berminat sekalipun untuk belajar dari awal. Namun, sekarang sudah sangat mudah dan praktis dengan GOJEK. 

Dahulu, saya pernah merasakan betapa beratnya menjadi pekerja kantoran dengan intensitas pulang larut malam yang tinggi. Banyak kekhawatiran dan banyak sekali ketidaknyamanan karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kejahatan malam di Jakarta memang membuat kita semua menjadi was-was. 


Tetapi itu sudah OLD banget, sekarang sudah bisa #UninstallKhawatir dengan GOJEK karena kini sudah ada fitur-fitur keamanan Tombol Darurat di GO-CAR dan Bagikan Perjalanan serta perlindungan Asuransi GO-RIDE

"Lalu bagaimana dengan drivernya?" 

Drivernya pun sudah mendapatkan pelatihan atau training yang tidak ala kadarnya. 

"Beneran nih sudah ditraining?"


Yup, GOJEK bekerja sama dengan Rifat Drive Labs dalam penyelenggaraan pelatihan bagi para driver. Program RDL GOJEK diinisiasi Duta Keselamatan Berkendara, Rifat Sungkar. Dalam waktu 4 tahun terakhir, sekitar 300 ribu mitra pengendara GOJEK di 20 kota di Indonesia, sudah bergabung dalam program ini. Program ini masih terus berjalan dan diikuti sekitar 10 ribu mitra driver setiap bulannya. Program ini memberikan edukasi mengenai pengetahuan tentang tanggung jawab, kesabaran, dan empati; defensive riding; keselamatan berkendara; pre trip inspection, dan sesi praktek.

Selain itu, GOJEK memberikan edukasi kepada mitra driver melalui #TrikNgetrip. Program ini memberikan edukasi kepada mitra dengan cara yang menyenangkan mengenai memberikan pelayanan terbaik, dan tips dalam berkendara serta perjalanan.

Tak hanya itu, GOJEK menyelenggarakan serangkaian workshop dalam upaya meningkatkan keterampilan mitra driver melalui Bengkel Belajar Mitra. Program ini rutin diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia dengan menggandeng para profesional di bidangnya masing-masing untuk memberi pembekalan kepada driver GOJEK dalam meningkatkan layanan dan mengasah pengetahuan di bidang lainnya. Untuk para mitra driver yang telah memberikan pelayanan prima dan kontribusi positifnya dalam masyarakat, GOJEK turut mengapresiasi dengan memberikan sebuah penghargaan, bernama Driver Jempolan. Penghargaan ini diberikan GOJEK untuk memotivasi para mitra driver untuk selalu meningkatkan kualitas pelayanan mereka. Penghargaan ini disematkan pada driver berupa pin pada jaket GOJEK mereka.

"Terus ada lagi yang baru untuk pelanggan. Kita bisa membagikan perjalanan kita?"



Iya, Bagikan Perjalanan ini adalah fitur yang memungkinkan pengguna membagikan tautan kepada keluarga atau kerabat melalui Whatsapp, LINE, SMS, atau aplikasi bertukar pesan lainnya. Tautan berisi informasi berupa titik pick up dan drop off; informasi pengendara secara detail baik nama, nomor kendaraan, dan nomor pesanan; serta live location.

Dengan fitur ini, pengguna dapat merasakan keamanan karena perjalanannya dipantau oleh orang-orang terdekatnya. 

    

Ada pula fitur Tombol Darurat. Fitur ini memungkinkan pengguna mendapatkan rasa aman karena GOJEK menyediakan tombol yang dapat digunakan untuk keadaan atau situasi darurat. Tombol tersebut akan langsung terhubung pada Unit Darurat GOJEK yang siap melayani 24/7. Sehingga pengguna dapat merasakan keamanan karena GOJEK sudah menyiapkan pertolongan untuk kondisi terburuk. Kabar baik nih, Tombol Darurat udah bisa diakses customer GO-CAR seIndonesia. Semoga bisa segera diakses di GO-RIDE juga ya. Eh tapi semoga kita enggak pernah pakai fitur ini dan selalu aman di perjalanan ya

"Terus kalau terjadi kecelakaan, siapa yang akan menanggung biaya rumah sakit?"

Jika terjadi kecelakaan atau pencurian selama perjalanan, maka kita bisa memanfaatkan perlindungan asuransi. Tenang saja, perjalanan menggunakan layanan GO-RIDE kita dijamin kok dari titik penjemputan hingga lokasi tujuan. 


"Wah, benar-benar ya saya sudah lupa sama trauma dan horornya perjalanan malam. Sudah yakin deh bakalan aman kalau pakai GOJEK.

Kami pun tertawa dengan riang karena sudah melupakan ketakutan dan horor yang terjadi ketika pulang larut malam atau bahkan dini hari. Bagi saya, rasa aman dan nyaman itulah yang dicari ketika melakukan perjalanan di kala orang lain sedang terlelap dalam mimpi-mimpi mereka.

Dan, sudah saatnya saya #UninstallKhawatir dengan menggunakan GOJEK. Oh iya jangan lupa untuk update aplikasi GOJEK sehingga bisa menggunakan fitur-fitur keamanan terbaru ini. 


Menyiapkan Materi


Meskipun tidak semua, saya yakin ada dari kalian para pembaca yang tutehman, yang pernah membikin materi untuk kegiatan pelatihan ini itu. Om Bisot dan Kanaz, misalnya, dua blogger yang saya kenal paling rajin menjadi pemateri bertema blog, baik latihan membikin blog maupun manfaat lain dari nge-blog. Kami pernah menjadi BAT-man (Bisot, Anazkia, Tuteh) berkolaborasi demi terlaksananya Kelas Blogging NTT dan Kelas Blogging Online. BAT-man yang satu ini tidak ngeronda di Kota Gotham melainkan di WAG.


Tahun 2009, sejak Komunitas Blogger NTT dibentuk, and I don't know how the condition of this community now, saya sudah rajin wara-wiri di kancah pelatihan blog antar galaksi. Saya sadari, banyak orang yang kepo sama dunia blog, tapi setelah belajar bikin blog, banyak pula yang meninggalkannya karena tidak mampu konsisten menulis. Jangankan mereka, saya sendiri pernah tidak konsisten nge-blog. Alhamdulillah tahun 2018 kembalilah saya, si anak hilang, ke ranah per-blogger-an internasional *diseruduk dinosaurus*.


Kancah pelatihan blog menggiring saya pada malam-malam yang dingin, duduk manis di depan laptop, menyiapkan materi. 

Materi tentang blog yang saya sudah susun itu bejibun! Bayangkan, sudah berjalan sejak tahun 2009. Perlu diingat, saya tidak pernah kopas materi orang lain yang sileweran di internet, karena itu perbuatan yang merugikan diri sendiri. Saya juga tidak menggunakan materi yang sama di setiap kesempatan. Lihat dulu audiensnya (dengan demikian saya tahu materi seperti apa yang bakal disusun, menggunakan karikatur atau tidak, dan lain sebagainya), apa kebutuhan mereka, barulah saya mulai menyusun materinya.

Baru-baru ini saya dihubungi pihak Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Uniflor. FTI bekerjasama dengan Prodi Sejarah dan Prodi Fisika dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) untuk kegiatan yang berhubungan dengan multimedia. Dan saya kebagian memberikan pelatihan blog kepada para pesertanya. Oleh karena itu, kali ini saya bakal mengajak kalian mengintip cara saya menyiapkan materi kegiatan yang berkaitan dengan pelatihan blog. Seperti yang sudah saya tulis di atas, saya tidak pernah menggunakan materi yang sama. 

Setiap kegiatan pelatihan blog punya nyawanya masing-masing ... Mari kita cek ...

Judul


Judul ini penting. Meskipun materinya sama-sama tentang belajar bikin blog atau pelatihan blog, tapi judulnya pasti beda. Pernah saya memakai judul: Mengenal Blog dan Manfaatnya. Pernah juga memakai judul: Apa Itu Blog? Klasik sekali kan ya hahaha *terdengar irama Sonata No 11*. Untuk kegiatan kerjasama FTI dan Prodi Sejarah dan Prodi Fisika, saya menyusun materi baru. Menyusunnya pun tidak selekas jadi, melainkan per tahap, agar hasilnya baik.

Judul apa yang saya pakai kali ini?


Blogging is Fun and Easy. Itu judul yang saya pakai untuk materi baru ini. Alasannya? Karena peserta rata-rata adalah mahasiswa, sehingga perlu menentukan judul yang menarik minat mereka, semacam shock therapy melalui judul. Kenapa pakai bahasa Inggris? Karena lebih singkat saja.

Memilih Template dan Kustomisasi


Sudah pasti saya menyiapkan materi menggunakan Power Point. Ini bagian tersulitnya. Karena apa? Karena template merupakan jalan panjang menuju akhir pelatihan sehingga harus 'bersih' dan 'menarik'. Sudah sering saya berburu template gratisan di internet. Bahkan di laptop pun ada folder khusus template Power Point. Tapi toh ... tetap saja saya kembali ke hutan belantara internet untuk berburu haha. Semacam ada kepuasan tersendiri, sekalian cuci mata, setiap kali berburu template Power Point.

Baca Juga: LED For Camera

Tahukah kalian? Template yang bertema blog itu sangat sulit didapat. Entah saya yang menggali kurang dalam atau memang demikian adanya. Kalaupun ada template tentang blog, sudah pasti berbayar. Oleh karena itu, biasanya saya akan mengkustom template unduhan. Mengganti huruf, mengganti tata letak, dan mengganti gambar, agar sesuai dengan materi kita. Alhamdulillah saya menemukan template bernama Jaques - Slide Carnival. Meskipun bukan template tentang blog, tapi kebutuhan saya bisa dipenuhi oleh template yang satu ini. 

Beberapa hasil mengkustom:

Halaman profil. 

Halaman sub-materi.

Halaman materi (dengan gambar berbeda-beda). 

Saya jatuh cinta sama template ini. Banyak ikon-ikon/gambar yang disediakan pada dua halaman terakhir. Jadi tinggal pilih mau pakai ikon/gambar yang mana, dari bawaan template. Pun gambar dari luar template.

Gambar Pendukung


Sebuah materi tentu membutuhkan gambar pendukung. Bukan gambar materi, itu beda, melainkan gambar pendukung. Contohnya karikatur. Kenapa harus pakai gambar pendukung? Karena sesungguhnya materi pada Power Point itu dasarnya cuma gambar-gambar saja, dengan penjelasan panjang-lebar dari si pembawa materi. Tapi karena you know lah, materi saya juga banyak tulisannya, haha. Saya belum mencapai tahap materi bergambar only. Nantilah ... belajar.

Materi Itu Sendiri


Menyiapkan materi gaya saya ... setelah tiga hal di atas sudah terkumpul dalam satu folder, barulah saya mulai menyusun materinya baik materi tulisan maupun materi gambar. Mungkin beda dengan gaya kalian yang menyusun materinya terlebih dahulu baru kemudian mempercantiknya. Mana-mana suka, sih ... kembali pada kenyamanan masing-masing.

Khusus materi blog, bisa saja saya mengkustom materi lama, tapi bisa juga saya membikin materi baru melalui proses screen shoot dan croping untuk menghasilkan gambar berformat JPG seperti contoh di bawah ini:


Menyiapkan materi tidak bisa sekali jadi, mungkin karena saya kuatir ada kurang sana sini, makanya sering banget ngecek dari halaman pertama meskipun proses sudah mencapai halaman duapuluh. Tapi itu menyenangkan. Sungguh.


Jadi demikian cara/gaya saya menyiapkan materi bakal pelatihan blog. Urutannya selalu sama. Mulai dari judul, kemudian rempong mencari template Power Point dan mengkustomisasi, lantas mencari gambar-gambar pendukung, dan terakhir menyusun materi intinya. Ada kepuasan tersendiri ketika selesai. Tapi, tidak berhenti di situ. Saya masih melatih ulang diri ini untuk membawakan materi itu alias latihan sendiri. Kadang lucu juga ... sambil lihat materi sambil ngomong sendiri seakan-akan laptop adalah peserta pelatihan. Haha.

Jadi ingat, hampir semua hal saya berlatih terlebih dahulu. Berlatih siaran gaya kocak, Berlatih siaran berita, berlatih ngemsi, berlatih bawakan materi, berlatih ini itu. Saya ingat, suatu masa saat saya ngemsi konsek Anima Band di Kota Ende, saya pernah dimarahi EO dari Kota Kupang, karena sebagai MC tidak satu pun kertas yang saya pegang. Iya, saya dimarahi karena katanya; sejago-jagonya seseorang ngemsi, dia butuh contekan. Betul ... malam itu saya dua kali sesi lupa menyebut sponsor makanya dimarahi qiqiqiqi. Pengalaman yang seru.

Baca Juga: Re:Ease

Semoga pos ini bermanfaat bagi kalian semua.



Cheers.

Menyaksikan Keindahan Festival Kebudayaan Helaran Kabupaten Bogor 2019


Suatu ketika di Kerajaan, hiduplah penduduk dengan damai dan makmur. Alam yang subur dan kaya, hasil bumi pun tak pernah surut. Baginda Raja penguasa yang memerintah dengan wibawa dan ketegasan serta adil memberikan kenyamanan dan kedamaian penduduknya. Dan, kini masyarakat pun merasakan hal yang sama di Kabupaten Bogor. Inilah serangkaian adegan Festival Kebudayaan Haleran Kabupaten Bogor 2019 yang diadakan untuk menyambut ulang tahun Kabupaten Bogor pada bulan April ini. Perwakilan Kementerian Pariwisata, 16 duta besar negara sahabat, serta para pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Bogor menghadiri acara puncak Festival Budaya Helaran Bogor 2019




Sebelum menampilkan pawai budaya dari 40 Kecamatan Kabupaten Bogor, terlebih dahulu menampilkan kesenian dari berbagai daerah di Indonesia seperti Daerah Istimewa Yogyakarta, Sulawesi Selatan, Bali, Kalimantan, dan Lampung.

Tak dipungkiri, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Bali memiliki budaya khas dan tradisi pariwisata yang sangat bagus di Indonesia. Bali contohnya merupakan salah satu aset pariwisata yang menjadi acuan daerah lainnya. Bali menampilkan kesenian pertunjukan unik kisah Rama dan Shinta serta Rahwana dan Hanoman. Legenda dan kisah cinta yang selalu menarik untuk dinikmati. 

Sedangkan DI Yogyakarta yang selalu menampilkan tradisi yang unik, salah satunya penampilan pertarungan diselingi dengan komedi yang menghibur. Selain itu, provinsi lainnya pun meanpilkan tarian dan budaya yang sangat kaya dan beragam.  






Kabupaten Bogor terdiri dari 40 kecamatan dan memiliki potensi kekayaan kesenian tradisional yang sangat beragam. Setiap kesenian memiliki ciri khas masing-masing, yang lahir dari khasanah wilayahnya. Terdapat parade pakaian adat, tari-tarian, hingga pawai mobil hias.

Dalam sambutannya, Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan festival ini awalnya digagas untuk memperingati hari jadi Kabupaten Bogor. Berkat dukungan dan antusias masyarakat setempat, acara ini kemudian menjadi agenda tahunan 

"Terimakasih banyak kepada Kementerian Pariwisata yang telah mendukung penuh acara ini sehingga dapat terlaksana tiap tahunnya. Begitu juga kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Bogor, seluruh instansi, dan seluruh masyarakat yang ikut membantu mensukseskan acara ini. Kepada para duta besar negara sahabat, semoga terhibur," ucapnya.



Memiliki 40 Kecamatan, tentunya Kabupaten Bogor sangat bangga karena banyaknya keragaman budaya yang ditampilkan di jalan utama Stadion Pakansari. Terik dan panas tak menyurutkan antusiasme warga Bogor yang sedari pagi telah memadati jalanan ini. 

Akar budaya Sunda dan terakulturasi dengan budaya-budaya lainnya membuat sajian pawai budaya ini sangatlah menarik untuk di tonton. Tak hanya satu dua budaya yang bercampur menjadi satu melainkan banyak budaya bahkan terdapat akulturasi dari negara lain seperti Tiongkok, Arab dan India. Tak heran jika kisah atau budaya kita terinspirasi dari budaya lain di Asia. 



Sebagai penikmat budaya, saya mengharapkan banyaknya masyarakat yang turut melestarikan budaya tersebut agar tidak hilang tergerus roda zaman yang semakin modern. Sudah saatnya budaya dikemas secara modern tanpa menghilangkan akar budaya tersebut. 

Selamat menyaksikan festival budaya Haleran ditahun-tahun berikutnya, semoga festival ini akan terus menginspirasi generasi muda untuk aktif meneruskan dan menyebarluaskannya. 

Lomba SUC Endenesia


Stand up comedy (SUC) bukan hal baru di Indonesia. Mulai dari zamannya Ernest Prakasa, Panji Pragiwaksono, Raditya Dika, Abdur, Fico, sampai Ridwan Remin dan Dana. Saya selalu suka menonton SUC. Siapa sih yang tidak suka? Satu orang di panggung bisa bikin satu Indonesia tertawa itu luar biasa. Karena, satu orang di dunia politik bikin satu Indonesia berantem itu sudah biasa. Oleh karena itu, ketika tahu bahwa salah seorang pemuda Ende begitu pandai membikin joke-joke segar dengan muatan lokal, saya pikir itu luar biasa. 

Baca Juga: Politik Itu Abu-Abu

Sudah lama saya mengenal Udo, Facebook: Udo Jee Petruz, mahasiswa Prodi Sastra Inggris Universitas Flores. Minatnya pada dunia stand up comedy didukung bakat ngelucunya yang selalu bisa menghidupkan suasana. Saya dan Iwan Aditya pernah mengundang Udo sebagai bintang tamu dalam program Tuwan Show di Radio Gomezone Flores tahun 2016 dan suasana malam itu pecah sepecah-pecahnya. Saya memang sering melempar joke dan pasti tertawa setiap kali mengudara, tapi malam itu otot perut saya kram maksimal. Baik joke dari Udo, joke dari saya, maupun joke typo bibir ciri khas Iwan. Haha.

Beberapa kali Udo menghubungi saya dan mengutarakan rencananya untuk menggelar acara stand up night. Acara itu bakal menghadirkan para komika asal Kota Ende dan Kota Maumere. Belum tahu perkembangan tanggapan dari komika asal kota lainnya. Tapi tentu stand up night membutuhkan waktu, tenaga, juga dana, yang lumayan besar. Ya kan? Lagi pula stand up comedy merupakan sesuatu yang masih baru di Kota Ende. Bagaimana cara menarik perhatian sponsor, itu yang harus dipikirkan, karena rata-rata sponsor selalu tertarik dengan event musik yang massa-nya ugh wow.

Lalu, suatu hari di awal April 2019 saya dihubungi Udo. Dia meminta bertemu di Miau-Miau Cafe milik Andi Ginta. Oh ya, saya pernah mengajari blog kepada mahasiswa yang memilih lokasi di kafe ini karena akses internetnya kencang. Siang itu kami membicarakan tentang rencana membikin Lomba Stand Up Comedy Endenesia yang super sederhana karena dananya hanyalah modal pribadi Andi seorang. 

Modal Pribadi


Andi Ginta, yang selain memiliki Miau-Miau Cafe juga Hotel Satar Mese, menyediakan dana pribadi untuk menggelar lomba tahap awal ini. Jumlahnya tidak banyak, tapi cukuplah untuk memulai sesuatu yang sudah seharusnya berjalan sejak lama. Saya pikir, kalau tidak sekarang, kapan lagi? Kapaaaan dunia stand up comedy ini bergerak di kota kecil kami? Apakah cuma Udo saja yang tampil di acara-acara untuk open mic? Andi sendiri meminta lomba ini diselenggarakan setiap bulan atau setiap tiga bulan. Dia bakal tetap menanggung dananya meskipun kelak, kalau sukses, sudah ada sponsor.

Saya terkesiap.

Baca Juga: Jaga Waka Nua

Andi Ginta loh, darah asli yang mengalir di tubuhnya adalah Manggarai, tetapi dia mau berbuat untuk kota ini, Kota Ende. Itu kan seperti ditampar halus bolak-balik hahaha. I'm in! Saya setuju. Apa yang harus kami pikirkan? Dana (untuk hadiah) ada, lokasi gratis di Miau-Miau Cafe, soundsystem secukupnya, juri saya dan Udo, dokumentasi si Cahyadi sudah oke untuk merekamnya menggunakan kamera saya. Bukankah sudah siap tancap gas? Maka bermodal Canva saya pun membikin e-pamflet.


Bahkan, setelah e-pamflet ini beredar di media sosial, banyak juga mau terlibat. Misalnya Armando, sahabat saya yang adalah penyiar RRI bersedia menjadi MC, dan Kiss dan Ampape Sablon pun bertanya-tanya apakah dia bisa ikut berpartisipasi dengan menyumbangkan kaos, dan Habibie dari SUC Jogja (anak Ende yang kuliah di sana) pun bersedia berpartisipasi. Lhaaaa tidak disangka kan? Dari ide dan langkah kecil kemudian, Insha Allah, menjadi besar.

Quota Yang Terpenuhi


Kami optimis meskipun hadiahnya kecil. Kalau tidak optimis ... ya tidak jalan lah. Untuk kegiatan perdana ini, dibuka slot untuk sepuluh pendaftar pertama saja. Kalau masih ada yang mau mendaftar, kami simpan untuk kegiatan berikutnya (tiga bulan berikutnya). Tidak disangka, sejak dikeluarkan e-pamflet itu, menerima banyak inbox dan pesan WA, pada akhirnya pada Jum'at, 26 April 2019, quota-nya terpenuhi. What!? Are you kidding me?

SEPULUH PENDAFTAR!
7 LAKI-LAKI, 3 PEREMPUAN.

Mata saya berkaca-kaca. Terbukti para calon komika ini membutuhkan wadah, bukan hadiah. Dan Alhamdulillah wadah itu sudah terbentuk dan tinggal diisi saja.


Menjadi juri Lomba Stand Up Comedy Endenesia, kalau boleh disebut Episode 1, membikin saya belajar untuk melucu hahaha. Kalian bisa lihat video di Youtube saya, tentang hal-hal absurd. Tapi baru tiga video saja. Selain itu saya pun harus membekali diri dengan apa-apa yang berkaitan dengan dunia stand up comedy. Misalnya apa itu premis, punchline, blue material, timming, ripping, act-out, artikulasi, sampai mic-ing. Ya, bagaimana seorang komika mampu menampilkan komedi yang lucu bagi semua orang yang menontonnya. Mama eee sa pikir mudah ternyata uzu roooo.

Satu yang saya pinta dari kalian. Bukan suara, karena saya tidak nyaleg dan Pemilu sudah berakhir. Yang saya minta hanyalah doa dan dukungan agar kegiatan ini berjalan dengan baik dan lebih berkembang ke depannya.

Baca Juga: Fair Play Flag

Salam ngakak :p



Cheers.

SUARANE #9 – KAWAL PEMILU (UPDATE)

Episode kali ini kembali mengulas tentang Kawal Pemilu, sebuah inisiatif dari para relawan untuk menyajikan data real count yang akan menjadi pembanding hasil resmi dari KPU. Kali ini kita melihat sudah sampai di mana upaya yang dilakukan Kawal Pemilu, bagaimana cara membaca data yang sudah masuk, dan bagaimana kita semua masih bisa ikut menjadi relawan dengan cara yang sangat mudah sekali. Dengar juga cerita-cerita di balik suka duka para relawan Kawal Pemilu.

Tamu: Elina Ciptadi, Penggagas KawalPemilu.org



Suarane Podcast episode ini juga bisa didengarkan di Soundcloud atau bisa dicari di berbagai aplikasi podcast lainnya dengan kata kunci “suarane.”

 

AYO IKUTAN MENGAWAL PEMILU 2019 di KAWALPEMILU.ORG

 

Credits: 

  • Musik yang dipakai di episode ini adalah “Carpe Diem” karya Kevin MacLeod (incompetech.com). Licensed under Creative Commons: By Attribution 3.0 License
  • Cover art: Facebook kawalpemilu.org

Ep.#9 – Kawal Pemilu (Update)

 Episode kali ini kembali mengulas tentang Kawal Pemilu, sebuah inisiatif dari para relawan untuk menyajikan data real count yang akan menjadi pembanding hasil resmi dari KPU. Kali ini kita melihat sudah sampai di mana upaya yang dilakukan Kawal Pemilu, bagaimana cara membaca data yang sudah masuk, dan bagaimana kita semua masih bisa ikut menjadi relawan dengan cara yang sangat mudah sekali. Dengar juga cerita-cerita di balik suka duka para relawan Kawal Pemilu.

Tamu: Elina Ciptadi, Penggagas KawalPemilu.org

Credits: Musik yang dipakai di episode ini adalah “Carpe Diem” karya Kevin MacLeod (incompetech.com). Licensed under Creative Commons: By Attribution 3.0 License

Send in a voice message: https://anchor.fm/suarane/message

Pita’s Life


Suatu malam di minggu ini, saat DMBC (Datang Makan Baku Cap) sedang ngumpul di ruang tamu rumah saya, salah satu topik yang dibahas adalah tentang betapa sabarnya Deddy Corbuzier menghadapi seorang penyanyi dangdut yang diduga serta dituduh transgender. Kalau saya jadi Deddy, mungkin kesabaran saya sudah wassalam dan jadinya malah perang berkepanjangan macam Perang Teluk zaman dahulu. Tapi Deddy Corbuzier sungguh gentle meskipun emosinya sudah terpicu begitu rupa. Kendali dirinya bagus. Haha.

Baca Juga: Searching

Untungnya topik itu segera berakhir. Yaaa topik DMBC kan selalu meloncat-loncat kayak kanguru dan pocong. Etchon lantas menyeletuk tentang Pita's Life. Saya pikir Lupita Nyong'o. Ternyata bukan! Hari-hari berikut, ya kemarin-kemarin, hampir setiap siang saya menonton video-video Pita di Youtube dan sangat terhibur karenanya. Kalau saya boleh bilang, Pita adalah vlogger dengan konten unik karena begitu apa adanya. Dia punya dialeg tidak berubah. Pun kalau bicara bahasa Inggris sangat fasih dan enak didengar. Amboi. 

Tentang Pita


Sejak kecil Pita sudah tertarik dengan bahasa Inggris karena Bapaknya adalah seorang Pendeta yang sering membawa bocah-bocah bule ke rumah. Sambil bermain dengan bocah bule itu, sambil belajar bahasa Inggris. Ketertarikannya pun semakin menjadi saat menonton filem Titanic dan terpesona sama lagu My Heart Will Go On yang dinyanyikan oleh Celine Dion. 

Tahun 2011 Pita kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Asing di Manado. Dosennya memberi tugas untuk hunting bule dengan tujuan bisa langsung bicara dan berinteraksi dengan bule-bule itu. Sebagai bukti hunting, harus ada tanda tangan supaya dosen percaya. Selain tanda tangan, kontak yang diberikan berupa e-mail pun boleh. Adalah teman Pita, Medi, yang kemudian menyarankan sebuah situs pada Pita. Apabila ingin lebih fasih belajar bahasa Inggris melalui percakapan langsung dengan bule, bisa kok dilakukan melalui situs tersebut. Nama situsnya Asian Dating. Di situs itulah Pita bertemu Travis. Dan mereka pun pacaran.

Singkat kata singkat cerita, Travis datang ke Indonesia untuk bertemu Pita, dengan sebelumnya mengirimkan baju agar dipakai Pita saat menjemput Travis di bandara. Selanjutnya Pita diminta berlibur ke Amerika dengan drama visa yang luar biasa bikin kesal. Daaaan mereka menikah. Dua anak mereka adalah Zachary dan Rachel. 

Kenapa Video Pita Menarik?


Ya, memangnya ada apa dengan video-video Pita sehingga saya sampai meluang waktu menulis ini? Boleh dibilang ini adalah respon positif saya terhadap perempuan Indonesia yang tidak kehilangan jati diri meskipun sudah memperoleh green card dan menetap di Amerika. Dialeg Maluku-nya begitu kental ketika dia berbicara baik Bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Pun banyak sekali istilah-istilah Maluku/Manado yang terucap. Perempuan ini benar-benar bikin ngakak. Manapula dia suka sekali menertawai dirinya sendiri.

Vlog Pita sangat apa adanya. Saat bangun tidur, make up, memasak, jalan-jalan, menjemput anak, nongkrong di tempat makan bareng keluarga, hang out bareng mertua, bahkan saat harus temani Travis ke kantor/pangkalan (waktu Travis naik jabatan atau apalah itu wuih keren sekali). Cara dia berbicara itu sungguh roto (istilah Orang Ende untuk orang yang bicaranya lancar jaya tanpa titik koma) terutama kalau sedang bicara dalam Bahasa Indonesia. Dia tidak malu mengakui kekurangannya, tapi pun tidak merasa kehidupannya lebih baik dari orang lain.

Baca Juga: The Willis Clan

Pada salah satu vlog, saya terpingkal-pingkal waktu Pita nyerocos tentang perempuan Indonesia yang menikah dengan bule. Belajar masak dari sekarang karena tidak ada orang jual nasi goreng dan gorengan lainnya di sana kapanpun kalian ingin. Harus bisa masak sendiri. Uh she uuuup!

Yang juga membikin saya suka berlama-lama menonton vlog si Pita adalah informasi-informasi baru. Perlu dicatat, menonton vlog Pita juga memperluas wawasan. Apanya yang memperluas wawasan? Melihat video perempuan Indonesia yang menikahi bule dan tinggal di Amerika itu memperluas wawasan, are you sure? Ya, saya yakin. Layaknya blogwalking dan membaca blog kalian semua, itulah yang saya peroleh saat menonton video Pita. Diantaranya adalah tentang toko baju bekas di Amerika, tutorial make up, serta cara Pita mendidik dan merawat kedua anaknya dengan berani bilang, "No!" pada permintaan si anak. Saya lihat, Pita sangat tegas pada anak-anaknya, punya aturan yang diterapkan dengan sangat 'halus' tapi super 'tegas'.

Jadi, Ingin Menjadi Seperti Pita Juga?


Siapa yang tidak ingin? Subscriber banyak, iklan pun wara-wiri di vlog-nya. Tapi menjadi vlogger tidak semudah itu. Konten harus yang berkualitas, setidaknya menurut saya, dan mengundang ke-kepo-an orang lain terhadap konten kita. Pita berhasil membangunnya, karena ... siapa sih yang tidak ingin tahu tentang kehidupan di Amerika? Disajikan dengan cara yang sangat Indonesia pula. Jujur, saya tidak bisa menghasilkan konten berkualitas seperti konten berkualitas milik Ewafebri misalnya hahaha. Jadi, ingin menjadi seperti Pita boleh-boleh saja, tapi harus siapkan konten unik yang kita yakin bakal diburu banyak orang.

Ah ... apalah saya yang bicara konten video Youtube ... subscriber saja masih bisa dihitung dengan jari. Sudahlah ...


Semoga akhir minggu kalian menyenangkan ya ... kalau bosan, nonton saja Pita's Life. Sudah pasti kalian bakal terhibur, ngakak sendiri, sekaligus menambah wawasan.

Baca Juga: Bodo Amat

Yuk ah ...



Cheers.