Arsip Bulanan: Desember 2018

Happy Yellow New Year 2019



Hi, folks!

Happy YELLOW New Year 2019!

May Allah SWT listen our pray and touch our hope for a better life in 2019. Amen.

And also ... this is my Kaleitutehskop.


Kaleitutehskop, flash story in pics about me and my life in 2018. Hope you all have your own kalei(yourname)skop. You know, it's simple and fun to make your own kaleidoscope. Just collect your photos throughout 2018 that you post on Facebook or Instagram. Voila! I have Kaleitutehskop, you can alos have yours too. Example: Kaleirisnaskop, Kaleihimawanskop, Kaleievvaskop, or Kakaleivilaskop. The last one is quite unique, huh?

Love you all ...



Cheers.

Yellow Cakes Blast



Sabtu, 29 Desember 2018, sekitar pukul 09.00 Wita saya sudah bangun tidur. Tumben? Memang! Saya menikmati kopi susu pagi dengan wajah masih belepotan kapuk. Baru seteguk kopi susu melewati kerongkongan, keponakan saya yang kami panggil Bunda Rara sudah muncul di rumah dengan wajah cemas. "Ncim! Minta tolong Thika temani saya antar si Rara ke UGD. Asmanya kambuh. Dia harus dinebu (nebulizer)!" Saya terkejut, kayak kena bom nuklir pagi hari, lantas bilang, "Segera ke UGD! Jangan dibiarkan! Ini pasti gara-gara dia main sama anak kucing."

Mereka pun berangkat diiringi tarian chacha dari dinosarus.

Baca Juga: Penjurian Lomba Kandang Natal

Tapi insting saya tidak membaui adanya hal-hal buruk. Iya, kadang insting saya benar, seringnya salah. Hahaha. Selepas mereka pergi, Tante Lila sudah datang ke rumah, haha hihi bareng.

Tidak perlu menunggu dinosaurus belajar menari salsa, saat saya dan Tante Lila sedang mengobrol seru, dari pintu depan terdengar suara ramai menyanyikan lagu: 

HAPPY BIRTHDAY TO YOU! HAPPY BIRTHDAY TO YOU!


AWWWWW!

Insting saya tepat. Bunda Rara, Thika, Rara, dan Mely, bergerombol jalan ke belakang rumah tempat saya sedang bersantai sambil membawa sepiring cake warna kuning. Oalaaah. Ritus ini ... eh ... tradisi ini tidak pernah punah dalam keluarga kami. Maklum, semuanya pada jago bikin cake sih. Kecuali saya. Saya ingat, Bunda Rara pernah membikin puding kuning khusus untuk saya pada ultah beberapa tahun lampau. Haha.






Sepanjang hari itu, setelah mandi yang tumben, saya tiduran di kamar sambil nonton The Mentalist (oh tentu, serial favorit ini bakal saya bahas di Sabtu). Eh, mendadak ada yang muncul di kamar sambil membawa ... cake kuning! Again!? Kali ini keponakan yang lain yang punya usaha cake and bakery juga. Namanya Indri atau lebih sering kami panggil Mbak In, beserta suaminya Hendrik, dan anak pertamanya si Syiva. Hwah. Meskipun setiap tahun pasti selalu ada cake, tapi mereka selalu punya cara-cara mengeZuDkan yang berbeda setiap tahunnya.




Belum cukup itu, mendadak Thika yang akhir-akhir ini mengeluh sakit gigi pamit hendak ke apotik. Saat saya bilang saya punya stok Menfentan, dia galau setengah mati, pokoknya dia harus pergi ke apotik! Ya sudah ... lagi pula saya pikir mungkin dia juga sedang ada keperluan lain. Mampir ke Roxy dan membeli cemilannya. Barangkali begitu.


Baca Juga: Stik Keju Legendaris

Saat sedang ramai foto-foto sama Mbak In sekeluarga, si Thika muncul lagi sama Mely sambil membawa CAKE KUNING again!!!



Excuse me, is this the yellow cakes blast's day?

Saya, Presiden Negara Kuning yang menjabat abadi, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk semua cake kuning yang telah memenuhi kulkas hingga kami harus menyingkirkan beberapa kotak makanan *ngikik*.

Saya pikir sudah selesai kejutan-kejutan ini. Mbak In sekeluarga sudah pulang, Thika dan Mely sudah santai di kamar sambil nonton Upin Ipin. Sekitar pukul 21.00 Wita, si Indra pulang kerja, mendadak dia muncul di kamar sambil senyum-senyum nista dan menyerahkan sebuah kotak.

Saya:
Apa ini?

Indra:
Hhaha kalau tidak mau, tidak apa-apa, saya bawa lagi.

Saya:
Dasar!!!!


Terimakasih Indra, meskipun bukan kuning, tapi engko masih inga Encim jo No ... *mulai sembarangan dialek Flores Timur. Terima kasih untuk selalu mendengar nasihat Encim, dan masih setia ber-#QualityTime dengan mendiskusikan banyak hal. Mulai dari pekerjaan masing-masing, sampai filem favorit.


Meskipun Hilda Wangu, sahabat saya yang pulang libur ke Ende karena dia bekerja di Jakarta, mengajak makan (traktir nih ceritanya) di Hari Minggu (kemarin), saya terpaksa menolak karena hari Minggu-nya kami ada acara keluarga, Aqiqah-nya Azka (cucu saya, adiknya Syiva). Dududu. Soalnya kan Kakak Nani Pharmantara sedang berada di Kupang, jadi sebagai satu-satunya tante yang ada di Kota Ende, saya tidak dapat menghindar. Hahaha. Lagian saya tidak berani dipelototin Abang Nanu Pharmantara.


Baca Juga: Buku Pelulu



Don't ask how old I am because I definitely answer; I am 17 years old plus a few years into UZUR.






Cheers.

Corn Island

Gambar diambil dari Wikipedia.


like to laugh. So much. Also, I like to make other people laugh. Often I laugh at myself. Come on, laughing at yourself is not a sin. It's a remedy! And for this laugh stuff (Oh, stuff!?) I have partners.

Baca Juga: Ngelawak Bersama Mamatua

Adalah Martozzo Hann, Kiki Albar, dan Kakak Pacar, yang menjadi teman saya terbahak-bahak. Kami sering menertawai suatu peristiwa lucu berulang-ulang, bahkan hal-hal yang menurut orang lain sepele atau tidak lucu kemudian menjadi sesuatu yang super lucu untuk kami tertawai bersama. Tapi bukan berarti kami menghina orang lain loh, tidak sama sekali, kami takut kena tulah. Dinosaurus saja takut kena tulah, tentu kami juga.

Suatu malam kami berkumpul di ruang tamu sambil mengobrol ngalor-ngidul. Kebanyakan sih topiknya tentang proyek tukang syuting. Iya, saya sering mengajak mereka bergabung, apalagi untuk proyek video yang membutuhkan banyak sudut pandang (wide, medium, close up, details, dan lain sebagainya). Biasanya untuk video dokumenter tertentu kami memakai lima sampai enam kamera dan empat tripod.

Malam itu kami menertawai sebuah filem berjudul Duyung Melayu. Sebuah filem fantasi asal Malaysia yang kocak parah. Kami mengingat adegan-adegan lucu antara Jimmy, Berug, dan tentu saja terus-terusan berkata: ASPALELA BINTI PAGEEEEEEK!

Hihi.

Lalu Martozzo bertanya, "Encim sudah nonton Corn Island? Ini filem paling baguuuus!" Sebenarnya saya sudah merasa ada yang aneh ketika mendadak roman wajah Kiki menjadi a-ha-korban-baru. Karena saya penasaran, "Mana? Kopi rooo!"

Singkatnya, malam itu juga setelah mereka pulang, saya menonton Corn Island. Amunisi semacam Chitato dan kopi susu sudah tersedia manis di samping laptop.

Mari nonton!

Sunyi.

Su-nyi.

Se-nyap.

Sejak awal sampai akhir SENYAP. Jadi, sebelum ada A Quiet Place, sudah duluan ada Corn Island. Martozzo dan Kiki mengirim pesan ha ha ha. Sialan, kena kerjain ini sayanya.

Tapi, sebenarnya Corn Island merupakan filem bermakna dalam. Buktinya filem yang dirilis di Festival Film Internasional Karlovy Vary ke-49 pada Juli 2014 ini memenangkan Crystal Globe serta the Award of Ecumenical Jury. Corn Island juga dipilih sebagai filem dari Georgia untuk dipertimbangkan sebagai Film Berbahasa Asing Terbaik dalam Penghargaan Academy Awards ke-87.

Baca Juga: TIKIL, Kami Antar Kami Nyasar

Corn Island bermula dengan adegan seorang pria tua yang menemukan pulau kecil tak berpenghuni dan tak berempu. Pulau ini muncul di tengah danau setelah banjir. Pria tua yang diperankan oleh Ilyas Salman itu kemudian mulai menanami biji jagung di pulau tersebut. Setelah membangun gubuk kecil di tengah pulau yang mulai ditumbuhi jagung, pria tua itu mengajak cucunya untuk tinggal bersamanya. Untuk datang dan pergi mereka menggunakan sebuah sampan kecil. Mereka adalah etnis Abkhazia dan bertukar anggukan dengan melewati tentara Georgia.

Saat jagung-jagung mulai dewasa (uhuy) datang seorang prajurit yang terluka. Si pria tua menyelamatkan dan melindungi si prajurit dari kejaran prajurit lain. Sampai kemudian si prajurit sembuh dan meninggalkan mereka. Terakhir, ketika panen jagung dimulai, musim hujan datang dan menyebabkan banjir parah yang sewaktu-waktu dapat menenggelamkan pulau tersebut. Pria tua itu menyelamatkan cucunya dengan sesampan penuh jagung. Sedangkan dirinya sendiri ... hanyut terbawa banjir. Ya, tamat riwayatnya di filem itu.

That's all.

Filem tanpa percakapan ini, kalau pun ada percakapan hanya terjadi sekali dua, yang membikin Martozzo dan Kiki terbahak-bahak. Kata Martozzo begini, "Filem apa iii, lihat pulau, tanam jagung, pas panen dia mati."

Sampai Corn Island ternyata menyabet penghargaan pun saya pikir mungkin karena makna-makna lain dari filem ini. Makna itu antara lain:

1. Cinta


Cinta yang indah dari seorang kakek kepada cucunya. Cinta itu yang membikin si kakek melindungi si cucu yang yatim-piatu, memberinya makan, mengajarinya tentang jagung, dan lain sebagainya.

2. Prinsip


Ketika pria tua di dalam Corn Island berprinsip untuk melindungi si prajurit, dia akan melindunginya meskipun nyawa sendiri menjadi taruhannya (jika ketahuan para prajurit yang mengejar).

3. Sacrifice


Pengorbanan. Ini luar biasa. Pria tua ini berkorban asalkan cucunya selamat dari banjir. Saya jadi ingat pengorbanan Constantine yang dianggap bunuh diri lagi oleh Lucifer dalam filem Constantine. Pengorbanan itu sesuatu yang langka.

Baca Juga: The Nun

Bagi kalian yang belum menonton filem ini, cobalah menontonnya. Bagi kalian yang sudah menonton filem ini, bagi tahu donk makna lain yang kalian tangkap dari filem senyap ini. Siapa tahu pendapat kita berbeda.

Liburan masih panjang ... mari berdoa agar mendung segera pergi agar rencana jalan-jalan dapat terwujud hehe.



Cheers.

“Mencoba Ada Perpustakaan” ala Perkabu Kaliabang


"Biarkanlah dirimu dibentuk oleh tarikan yang kuat dari sesuatu yang kamu cintai." ~ Rumi.

Tidak ada yang istimewa dari "Perpustakaan Kampung Baru" atau yang disingkat PERKABU di Kaliabang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi ini.
Mencoba Ada Perpustakaan ala Perkabu Kaliabang
Dalam ruangan yang dihiasi berbagai sticker itu, terdapat koleksi buku seadanya dengan beragam topik dan genre bercampur dalam susunan yang rapih di beberapa lemari buku, sepertinya semua buku adalah hasil donasi jaringan penyumbang buku di Perpustakaan Jalanan (Perpusjal) Bekasi.

Di jendela depannya tertempel stiker kontras berlatar merah dengan tulisan "MENCOBA ADA PERPUSTAKAAN". Sebuah pengumuman jujur dan sederhana untuk menjelaskan apa yang ada di PERKABU.
Mencoba Ada Perpustakaan ala Perkabu Kaliabang
Penggiat atau pengurus PERKABU ini gak lain adalah si pemilik akun Facebook: "Bayu Nggak Penting". Pria sederhana yang tidak mudah mengorek keterangan apapun darinya.

"Sedih itu bila dinilai baik, padahal belum bisa berbuat baik," ungkap Bayu menggambarkan kegelisahan dan kekhawatiran akan publikasi yang tidak proporsional pada diri dan aktivitasnya.

Selasa, 25 Desember 2018 siang, saya dan beberapa teman berkunjung ke PERKABU sekadar silaturahim dan menunaikan beberapa kepentingan. Sempat bingung juga masuk ke dalam Jalan Haji Hamdani, karena ini kali kedua saya datang, agak lupa di mana pastinya lokasi Perkabu ini.
Diaz SAJUBU
Diaz SAJUBU
Diaz mengantarkan buku donasi dari komunitas Sajubu (satu Juta Buku) yang diketuainya, Meita dan Alan hendak mengantarkan sebuah buku kompilasi di mana Bayu menjadi salah satu kontributor dalam buku terbitan Jabaraca berjudul Lentera. 

Sedangkan saya? Seperti biasa, sok sibuk motret segala macam dan sotoy mendefinisikan hal-hal yang sudah jelas dan gak perlu didefinisikan lagi, modus andalan untuk menutupi niat numpang ngopi.

Sekitar 8 anak di bawah umur kemungkinan masih usia SD berkunjung untuk mewarnai dan bermain di Perkabu. Bayu sedikit terselamatkan dan meninggalkan saya yang sudah ngerepotin dirinya demi segelas kopi pahit.
Mencoba Ada Perpustakaan ala Perkabu Kaliabang
Di pos samping rumah ini juga sudah berkumpul sekitar 7 anak usia SMP yang meminta Bayu mengajak mereka melakukan "Kuis Cerdas" seperti yang biasa mereka mainkan, semacam cerdas cermat ala Perkabu. Belakangan datang seorang perempuan bernama Tika yang membantu Bayu dalam menangani anak-anak remaja super aktif tersebut.

Datang juga Endra menambah seru obrolan  kami di siang itu, khususnya saat Diaz bertanya, "Apa kata yang sering membersamai kata selat?." Rupanya Diaz sedang mencari inspirasi untuk membuat poster kegiatan komunitasnya terkait pasca tsunami Selat Sunda.

Kata "membersamai" ini mungkin lebih tepat kalau diganti dengan "menyertai" atau "mambarengi". Tanya Ivan Lanin aja, yang pasti kata dia "membersamai" ini tidak ada di KBBI, cari aja di twitter-nya 😁☕.

Gak terasa sudah sekitar 4 jam saya ngerecokin aktivitas sang pemilik distro "Suckit Stuff" yang menjual berbagai merchandise "under ground" ini.
Mencoba Ada Perpustakaan ala Perkabu Kaliabang
Kuis Cerdas ala Perkabu
Tidak ada yang istimewa di sini. Anak muda yang peduli dengan pendidikan anak-anak lingkungannya melakukan hal biasa, rela menyediakan ruang rumahnya sebagai tempat beraktivitas bagi anak-anak tetangganya. Semua orang juga mungkin bisa melakukan apa yang Bayu lakukan, tapi yang pasti gak semua orang mau melakukannya.

Jangan berharap Bayu akan senang hati menjelaskan apa yang dia lakukan untuk saya publikasikan. Mendapati saya bertanya macam-macam saja dia menjadi kurang nyaman, sama kurang nyamannya jika saya dipaksa menjelaskan apa-apa yang saya lakukan.

Menuruti kata hati itu menyenangkan dan membahagiakan, sampai saat ada orang yang bertanya macam-macam tentang apa yang kita lakukan itu. Tidak semua minat dan passion bisa dijelaskan dengan kalimat yang sederhana, apalagi untuk dipahami dengan mudah. Toh selama bermanfaat dan tidak merugikan orang lain, yah biarkan saja, sepakat?.

Dalam kehidupan ini kita tidak dapat selalu melakukan hal yang besar. Tetapi kita dapat melakukan banyak hal kecil dengan cinta yang besar.

Di Perkabu tidak ada hal-hal istimewa yang bisa kita harapkan, tapi coba tanyakan pada anak-anak yang riang bermain, membaca, mewarnai, bermain kuis cerdas dst.

Mereka mungkin tidak dapat menjawab dengan sempurna apa pertanyaan kita, tapi kedatangan mereka ke PERKABU membuktikan mereka lebih memprioritaskan untuk datang ke Perkabu daripada pilihan lain untuk menghabiskan waktu mereka.

Anak-anak masih jujur dan polos, mereka datang bukan karena kepentingan macam-macam, kalau mereka mau, mereka dapat menggunakan waktu mereka bermain di tempat lain, tapi ternyata mereka memilih bermain di Perkabu bersama teman-temannya yang lain.

Hal itu cukup bagi saya untuk menjelaskan bahwa apa yang tidak istimewa dan biasa-biasa saja bagi kita, mungkin bagi orang lain merupakan sesuatu yang istimewa dan pantas untuk diprioritaskan dibanding dengan yang lain.

Jadi, lakukan saja hal-hal yang menurut kita biasa dan tidak istimewa, selama itu berguna bagi orang lain, mungkin juga itu akan menjadi istimewa buat orang lain.

Tetap semangat Perkabu  🙏😁☕






Momen Liburan Tahun Baru Bersama Keluarga Di Kampung Halaman

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Momen Liburan Tahun Baru Bersama Keluarga Di Kampung Halaman

Momen apa yang paling berharga di Tahun Baru? Tentu saja bisa kumpul bersama keluarga di kampung halaman, Pemalang. Tapi, karena banyak sekali hal yang harus dilakukan di Jakarta, jadi saya harus urungkan terlebih dahulu. 

"Man, kapan pulang?"

Pertanyaan dari Adik atau Ayah ini memang bikin baper. Disatu sisi saya kangen rumah, tapi disisi lain saya harus menyelesaikan semua pekerjaan. Memang tidak ada tradisi apapun ketika tahun baru, tapi ketika semua orang berkumpul bersama keluarga, rasa kangen itu timbul. 

Beda dengan Lebaran yang liburannya cukup panjang, momen tahun baru ini hanya libur satu hari saja sehingga serba nanggung. Tapi, rumah memang selalu membawa pada kerinduan yang penuh.

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Momen Liburan Tahun Baru Bersama Keluarga Di Kampung Halaman

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Momen Liburan Tahun Baru Bersama Keluarga Di Kampung Halaman

Selain pada keluarga, kuliner di kampung memang bikin kangen. Setiap beberapa hari sekali, saya selalu makan lotek. Lotek ini mirip dengan pecel. Bedanya hanya diproses pembuatannya saja. Kalau lotek ini sayuran dan bumbunya diulek, sedangkan pecel bumbunya hanya disiramkan saja. Selain murah, makanan ini juga sehat karena banyak sayurannya. 

Keluarga dan kuliner udah, ternyata yang bikin kangen selanjutnya adalah kucing. Yes, saya suka banget sama kucing. Sejak kecil memang sudah pelihara kucing, dan sampai sekarang pun banyak kucing yang ada di kampung. Meskipun kucing kampung, namun bulu-bulunya juga cantik banget. 

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Momen Liburan Tahun Baru Bersama Keluarga Di Kampung Halaman

Bukan hanya satu atau dua, tapi kami memiliki belasan kucing. Sudah bisa dibayangkan bahwa rumah kami sangat ramai dengan suara meong pada saat memberikan makanan pada pagi dan sore hari. Dulu, almarhum Kakak sangat rajin merawat dan memberi makan setiap pagi dan sore. Racikan nasi dengan ikan teri selalu menarik perhatian kucing yang sedang berada di luar. Tak sampai 1 menit, seluruh kucing telah berkumpul dan menanti makanan mereka. 

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Momen Liburan Tahun Baru Bersama Keluarga Di Kampung Halaman

Momen spesial tetaplah pada saat Lebaran, dimana lontong opor menjadi masakan terlezat yang ada di Dunia. Masakan rumah memang tidak ada duanya. Kadang saya selalu menemukan lontong opor di daerah lain, tapi selalu menyimpulkan kalau ini belum sebandung dengan yang ada di rumah. Ya, karena momennya yang sangat pas dan bisa kumpul dengan keluarga. 

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Momen Liburan Tahun Baru Bersama Keluarga Di Kampung Halaman

Yang bikin kangen selanjutnya itu Shafira. Anak perempuan dari adik saya ini memang ceriwis banget. Kalau ketemu saya pasti ada saja yang mau dibicarakan, memang awalnya sangat pemalu tapi kalau sudah lama dan akrab maka Shafira ini akan ngobrol apapun mulai dari mainan sampai hal-hal yang kecil seperti makanan. 

Pada saat Umroh bersama, kebetulan Shafira ikut dengan rombongan. Hebat ya, bocah usia 3 tahun ini sudah pergi Mekkah dan menemui Ka'bah. Betul-betul sebuah mimpi yang menjadi nyata. Pada saat usia 3 tahun mungkin saya hanya di rumah dan bermain saja. 

Sebagai paman Shafira, saya ingin dia mendapatkan sebuah kepastian dalam masa depan. Masa depan tentu saja bermula dari pendidikan. 2 tahun lagi, Shafira akan memasuki bangku sekolah dasar. Tidak ada salahnya mulai dipersiapkan yang menjadi kebutuhan dan dana untuk sekolah nantinya. Dan, tentu saja kita tidak tahu akan kejadian di masa datang seperti apa, maka dari itu diperlukan Happy Edu

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Momen Liburan Tahun Baru Bersama Keluarga Di Kampung Halaman

Happy Edu dari Happy One ID membantu perlindungan pendidikan anak apabila terjadi kecelakaan terhadap tertanggung. So, asuransi santunan pendidikan ini merupakan jaminan pendidikan anak yang sangat baik disiapkan dari sedini mungkin. Informasi lengkap bisa dicek melalui https://www.happyone.id/happy-edu/product-info .


#PDL Ini Bukan Cyber Crime



#PDL adalah Pernah DiLakukan. Pos #PDL merupakan cerita ringan tentang apa saja yang pernah saya lakukan selama ini.

***

Tahun 2010 saya tergoda membikin blog di BlogDotCom. Judulnya Ini Bukan Cyber Crime. Kisah di dalam blog itu adalah tentang kelucuan dan kekonyolan yang terjadi di sebuah tempat berkumpulnya banyak orang bernama warnet. Bagi kalian yang pernah bekerja di warnet pun pasti tahu bahwa kalau mau haha hihi cukup nongkrong di warnet saja, pasti terhibur.

Baca Juga: #PDL Menulis Tentang Toleransi

Ratusan tahun-tahun yang indah bergelung dalam gelombang industri warnet, saya merasa jadi karyawati warnet terfavorit dan terabadi sepanjang masa. Mulai dari jaman kuda gigit DIAL UP ampe kuda lari secepat SPEEDY, saya udah di sini … di tempat ini … war-net.

W.a.r.n.e.t

Satuper satu kisah asmara terjadi di tempat ini. Mungkin karena saya ini rajin, jadi saya merangkumnya dalam dokumen Word agar mudah mengenangnya kembali. Eh, benar saja, blog yang itu sudah tidak bisa dibuka. Tak apalah, lagi pula bahasa yang saya pakai di blog itu sungguh jauh dari kesempurnaan terhakiki. Haha.

Salah satunya adalah kisah Mister Hallo.


Mister Hallo


Awalnya saya tidak begitu peduli pada si Bapak yang satu ini. Dia termasuk yang paling rajin datang ke warnet. Gejala alam yang terjadi setiap kali dia datang adalah bergetarnya seluruh bumi gara-gara suaranya kencang banget, dan membahana, padahal dia cuma sedang mengobrol sama lawan bicaranya di henpon (handphone). Gara-gara itu saya menjulukinya Mister Hallo. Jiji, teman kerja, cuma bisa ngikik kalau Mister Hallo muncul di warnet. Artinya, kesabaran kita bakal diuji. Lagi dan lagi.

Suatu hari batang hidung Mister Hallo muncul di warnet.

Mister Hallo:
Masalah itu kan sudah saya bilang nggak secepatnya bisa diurusi. Saya masih ngurus beberapa blah blah bleh.

Dia berdiri di depan meja kami (saya dan Jiji), menatap kami dengan tatapan saya-mau-ngenet-nih. Dan lewat gerakan tangan yang naujubileh, karena dia tidak mau meninggalkan obrolannya di henpon, saya menunjuk komputer Nomor 1. Dia langsung menuju ke komputer itu, lantas menjepit henpon diantara dagu dan bahu, lantas mulai mengetik. Duileeeh ... pakai headset atau handsfree kan bisa.

Tidak berapa lama berselang, tangan Mister Hallo terangkat, melambai-lambai kayak nyiur ditiup topan, tapi still sibuk berbicara di henpon. Warrrggghhh! Kalau didatangi pun dia cuma menunjuk ke layar monitor sambil pasang tampang ini-gimana-sih-ngopinya-ke-flashdisk? Lantas, dia pun selesai mengobrol di henpon. Terus dia cabut flashdisk dan datangi kami sambil bilang, "Mbak, mau nge-print!

Saya:
Nama file-nya apa, Pak?

Mister Hallo:
(Menatap ke arah saya dan Jiji. Heran. Bingung. Kening berkerut). Hmmm tadi saya simpan pakai nama apa ya? Coba saya lihat dulu ...

Saya dan Jiji mulai tidak ikhlas karena bersamaan datang pula dua mahasiswa yang hendak mencetak tugas kuliah mereka. Nampanya mereka sedang terburu-buru karena harus menyetor tugas ke dosen. Sementara itu Mister Hallo masih berkutat dengan komputer kami, mencari file yang disimpannya tadi dari komputer Nomor 1.

Saya:
Tadi simpan file-nya pakai nama apa, Pak?

Mister Hallo:
Tadi saya simpan pokoknya. Hmmm. He eh. He eh. Iya. Uuuummmm. Nama file-nya apa yaaaaa. Saya juga lupa ini file-nya. Namanya apa yaaaaa.

Ya mana saya tahu!!!!!

Saya: 
Pak, bisa ke komputer client lagi dan ngecek di sana? Kami mau ...

Lalu Mister Hallo terkejut parah, saya pikir karena sudah ketemu file-nya, eh ternyata karena henponnya berdering. Dia terus meninggalkan kami yang sedang menunggu otaknya bekerja normal mengenali file sendiri, dan menempelkan henpon ke kuping: Halloooooo Pak Candraaaaa ...

Doh, naseb!


Mister Hallo hanyalah satu dari sekian banyak tingkah konyol para pelanggan warnet yang bisa bikin otak saya cenat-cenut. Kalian juga pasti bakal kesal banget kalau mendadak datang seorang perempuan yang mengenakan pakaian super lengkap sampai sarung tangan di tengah cuaca panas menyengat lantas menyodorkan flashdisk sambil bilang, "Kak, tolong print, semuanya ada di FLEDI."

Saya langsung membayangkan Hogwarts dengan Profesor Snape sedang mengayunkan tongkat sambil bilang, "Fledi!"


Pernah, saya pernah melakukannya, menulis kisah konyol yang terjadi di warnet, dan menyimpannya dalam dokumen Word. Buat dibaca-baca lagi haha. Ternyata, ada untungnya juga menyimpan kembali tulisan dari blog itu, karena sekarang blog yang bersangkutan sudah tidak bisa diakses.

Selamat melanjutkan liburan, kawan ...


Cheers.

Jangan Traveling Saat Musim Liburan, Tips Jalan-Jalan Murah, Hemat Dan Aman

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Jangan Traveling Saat Musim Liburan, Tips Jalan-Jalan Murah Hemat

Akhir tahun 2018 ini pasti banyak orang yang akan liburan dan mengisinya dengan traveling atau jalan-jalan. Banyak banget destinasi di Indonesia yang bisa dipilih mulai dari Bandung, Yogyakarta (Jogja), Malang (Bromo), Cirebon, Banyuwangi, Bali, Pulau Komodo dan masih banyak yang di dalam negeri. Nah kalau luar negeri pastinya akan banyak yang ke Jepang, Macau, Malaysia, Thailand (Phuket, Bangkok), Korea Selatan, Singapore, Hongkong, Vietnam dan bahkan banyak yang memilih ke Eropa atau Amerika.

Dan, setelah dipikir-pikir traveling atau jalan-jalan di saat musim liburan (liburan anak sekolah dan liburan akhir dan awal tahun) itu Mehong alias Mahal, jauh dari kata murah, hemat atau menabung. Lalu, apa sih tipsnya biar bisa liburan murah dan bisa ngajakin keluarga (termasuk orang tua, anak, bayi, keponakan, saudara sekampung, hehehe) atau kalau mau jalan sendirian, ngajakin pacar, teman atau gebetan pun tidak menguras isi dompet. Kalau aku sih favorit dan pengennya bisa Jepang, Korea atau Eropa dan gratis gitu hehehe, serasa anak sekolahan kali ah bisa dapat gratis dari orang tua. 

Sebelum ngasih tipsnya, saya mau tanya nih, seberapa besar sih budget traveling yang dianggarkan setiap tahunnya? Hayo mulai berhitung dan sebutkan angkanya sekarang juga. Pasti banyak yang ngga bisa jawab atau malah ngga ada planning sama sekali untuk menganggarkan budget traveling. Wow, kamu luar biasa banget loh, bisa traveling dengan mengandalkan dana-dana yang seharusnya tidak digunakan untuk traveling. Lain hal kalau misalnya habis dapat bonus atau rejeki nomplok bisa dianggarkan untuk traveling, tapi tetap jangan sampai berlebihan. 

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Jangan Traveling Saat Musim Liburan, Tips Jalan-Jalan Murah Hemat

Dulu pada saat kerja kantoran, saya biasanya selalu menganggarkan budget untuk traveling maksimal 2 kali dalam setahun. Biasanya saya akan menghitung biayanya terlebih dahulu atau perhitungan kasar sehingga bisa menganggarkan setiap bulan. Dan, setelah itu saya akan menyisihkan berapa ratus ribu tergantung dari budget kasar tersebut. Kalau biasanya saya sering jajan atau makan di restoran setiap weekend, maka demi jalan-jalan maka saya mengurangi intensitasnya jadi 2 kali dalam sebulan. Tetap saja saya makan atau shopping tapi lebih selektif dan menghindari barang yang tidak perlu. 

Dan, selama ini traveling itu membuat bahagia karena budgetnya selalu sesuai dengan perkiraan sehingga ada beberapa lembar uang sisa dari perjalanan yang masih saya simpan. Setelah beberapa kali melakukan traveling, biasanya saya selalu belajar dan belajar lagi, bagaimana cara supaya jalan-jalan saya lebih hemat dan murah serta aman, karena biasanya setiap yang murah itu mengesampingkan keamanan, bagi saya itu tidak berlaku karena selain murah juga harus aman terkendali selama liburan di negeri orang.

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Jangan Traveling Saat Musim Liburan, Tips Jalan-Jalan Murah Hemat

Penasaran kan gimana caranya biar jalan-jalan murah dan hemat serta aman. Ini dia beberapa tips yang harus dilakukan ya.

Jangan Traveling Saat Musim Liburan

Haram banget bagi traveler sejati memilih musim liburan sebagai pilihan. Loh kok bisa? Kan setiap bulan atau tanggal itu sama saja? Bukan karena bulan atau tanggalnya, tetapi karena pada saat musim liburan itu harga tiket dan hotel sangatlah mahal. Apalagi pada saat akhir tahun seperti ini berbarengan dengan anak sekolah liburan maka dipastikan banyak orang tua yang akan mengajak anaknya liburan otomatis permintaan terhadap tiket dan akomodasinya pun akan meningkat.

Kan masih ada juga yang ngasih diskon? Iya memang betul terkadang ada beberapa aplikasi atau hotel yang ngasih diskon tetapi tetap saja harga-harga lain masih sangat mahal.

Booking Tiket Pesawat Jauh-Jauh Hari

Dari dulu saya selalu bilang ke semua orang kalau mau jalan-jalan itu hal yang paling utama adalah book tiket pesawat terlebih dahulu. Kenapa? karena harga tiket masih sangat terjangkau dan biasanya dalam periode tertentu beberapa maskapai memberikan diskon yang lumayan besar sehingga bisa menghemat. Biasanya saya memesan sekitar 6 bulan atau 3 bulan sebelum keberangkatan. Kalau misalnya ada yang kasih diskon menarik bagaimana? Yes silahkan ambil dan menikmati liburan dengan syarat ada budgetnya ya.

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Jangan Traveling Saat Musim Liburan, Tips Jalan-Jalan Murah Hemat

Perkirakan Budget Sedetail Mungkin

Biasanya kita mengabaikan budget dengan alasan kita punya kartu kredit atau kartu lain yang bisa tarik tunai. Oke, kita bisa mengunakan kartu-kartu tersebut, tapi sebelum traveling kita harus tahu secara terperinci agar tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan yang tidak perlu yang tidak sesuai dengan budget. Kenapa sih harus bikin budget? Hai, hai (hai tayo, hai tayo), Budget itu bukan berarti kita ngga bisa makan enak atau tidur nyaman ya, budget itu fungsinya sebagai panduan berapa yang harus kita keluarkan selama di perjalanan.

Biasanya saya buat coret-coretan atau tulis di smartphone, apa saja pengeluaran sedetail mungkin dari mulai makan, penginapan, tiket masuk obyek wisata, transportasi, tiket pesawat atau kereta dan biaya-biaya lainnya termasuk pengurusan visa atau passport apabila memang dibutuhkan.

Buat Itinerary

Budget dan Itinerary itu sebetulnya satu kesatuan. Jadi, setelah menentukan kemana saja maka akan didetail apa saja yang memerlukan biaya tambahan seperti misalnya kita pindah dari kota A ke kota B dengan tranportasi kereta maka kita perlu berhitung berapa biaya yang akan dikeluarkan. Bukan hanya itu saja, setiap kita ke tempat wisata pun harus diperhatikan apakah berbayar atau gratis.

Tipsnya adalah usahakan tidak pindah-pindah kota atau tempat, sebisa mungkin disekitar kota tempat kita landing pesawat. Misalnya kita mendarat di Tokyo, maka nanti kita pulang pun akan melalui tokyo kembali. Apabila mau explore, usahakan ke kota sekitar misalnya Yokohama, Kamakura, Niigata dan lainnya yang hanya memerlukan waktu tempuh dan biaya yang sedikit saja.

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Jangan Traveling Saat Musim Liburan, Tips Jalan-Jalan Murah Hemat

Menginap Di Hostel 

"Kamu nginep dimana?"

"Hostel."

"Apa itu hostel?"

Hostel itu kayak dormitory atau kalau di Indonesia, dikenal dengan sebutan asrama. Kenapa harus hostel? Kalau mau murah dan traveling sendirian, maka hostel inilah pilihan yang paling pas. Mengenai harganya sudah pasti sangat terjangkau. Kalau misalnya traveling berdua atau bertiga atau selebihnya bisa menginap di hotel bintang 2-3 yang cukup bagus atau dengan sebutan hotel budget.

Biar Aman, Asuransikan Diri


salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Jangan Traveling Saat Musim Liburan, Tips Jalan-Jalan Murah Hemat

Kita tidak akan tahu kondisi keamanan di negara lain sampai kita tahu beritanya dan mengalami peringatan dini tentang keamanan dan bencana alam. Ini yang pernah saya alami ketika di Jepang dilanda banjir dan badai. Sehari sebelum ke Osaka dari Tokyo, saya melihat di televisi telah terjadi bencana alam yang cukup merisaukan. Bahkan teman saya yang tinggal di Osaka sempat whatsapp bahwa saya harus mengungsi kalau terjadi tanda alarm atau peringatan. Antara ketakutan dan penasaraan, saya pun mencoba tetap tenang. Selang beberapa jam, rupanya cuaca berubah menjadi sangat panas dan berubah drastis. Teman saya sempat bilang, kalau saya sangat beruntung karena cuacanya berubah sangat cepat dan kini berubah menjadi sangat bersahabat.

Bagaiman jika terjadi bencana alam dan kondisi keamanan yang tiba-tiba tidak kondusif di negara orang? Kita perlu menjaga diri dengan happy trip. Happy trip ini adalah salah satu perlindungan dari Happy One (Astra Insurance). Dengan premi mulai dari 40 ribu untuk domestik dan 120 ribu untuk international maka sangatlah terjangkau. Nah, yang masih penasaran dengan happy trip bisa lihat infonya di https://www.happyone.id/happy-trip/product-info.

Selamat liburan dan jalan-jalan dengan murah, hemat dan aman ya. See you. 

5 Dari 2018 dan Akan 2019



Hari Raya, baik Idul Fitri maupun Natal, di Kota Ende tidak berpatokan pada kalender apalagi pada emosi dinosaurus yang tidak stabil. Maksud saya adalah, silaturahmi dan/atau open house, akan terus berlangsung sampai satu minggu lamanya. Waktu masih kecil saya bingung melihat orang-orang masih datang ke rumah pada hari ketiga, keempat, kelima, setelah Idul Fitri. Setelah dijelaskan sama Mamatua baru saya paham. Bahwa terkadang dua hari tidak cukup untuk bersilaturahmi ke semua rumah keluarga, tetangga, teman-teman, dinosaurus, hingga Isla Nublar.

Baca Juga: 5 Yang Unik dari Ende (Bagian 2)

Dengan berlalunya tanggal 25 Desember 2018, kini giliran kita semua menantikan Tahun Baru 2019. Telah banyak teman blogger yang menulis resolusi 2019. Saya pun termasuk, menulis ringan tentang 2019 Tetap Nge-blog. Tentu saja 2019 saya tidak hanya tetap nge-blog. Tetap bersahabat dengan dinosaurus salah satunya.


Inilah tahun kebangkitan dinosaurus. Api dari ritus kebangkitan ini masih terus menyala. Saya pikir lucu juga, setelah lama bermain gila dengan blog ini, kemudian baru mulai mengajaknya serius ke pelaminan menyongsong masa depan yang lebih baik. Duileeeeh haha. Semua peristiwa yang terjadi dalam hidup manusia itu pasti penting. Namun, tentu saja selalu ada yang lebih menonjol. Peristiwa yang benar-benar membahagiakan maupun yang sangat menampar (memotivasi).

Mari kita mulai:

1. Semangat Nge-blog


Nomor satu. Semangat nge-blog. Sekitar Februari 2018 saya dan dinosaurus kembali ke peradaban ranah blog setelah ritus kebangkitan dilakukan. Anggap saja sebagai pelunasan hutang karena sebelumnya sering sekali saya mengabaikan blog ini. Bukankah perasaan yang diabaikan itu jauh lebih sakit ketimbang ditinju? Haha. Eh, bukan pengalaman pribadi yaaa. Bukaaan.

Gara-gara kembali (rajin) nge-blog, jadi punya banyak teman baru. Mengenal Risna dengan Sukaraja-nya, Himawan Sant dengan Trip of Mine, Pak Martin di Kaka Vila, ada pula Mamak Bowgel Ewafebri yang fokus menulis tentang Bullet Journal, serta teman-teman lainnya dari Komunitas Blogger Perempuan. Tentu tetap menjalin hubungan baik dengan teman blogger sejak zaman purba seperti Om Bisot dan Kak Anazkia.

2. DEBM


Diet Enak Bahagia Menyenangkan atau DEBM. Kalian bisa mencari tahu tentang diet ini di Facebook. Gara-gara diet ini gula darah saya bisa turun, bobot pun berkurang, bahkan kondisi mata menjadi lebih baik karena setiap hari saya mengkonsumsi telur.

3. Kelas Blogging


Tahun 2018, bersama Kak Anazkia dan Om Bisot, membuka kelas blogging melalui WAG. Pertama Kelas Blogging NTT (Angkatan I dan Angkatan II), lalu ada Kelas Blogging Flopala, Kelas Blogging dan Fotografi Menwa, dan terakhir Kelas Blogging Online. Di kelas blogging saya tidak saja menjadi salah seorang mentornya, tetapi juga turut belajar lagi dan lagi. Rasanya senang sekali kembali berinteraksi dengan banyak orang yang mau belajar blog. Jadi ingat zaman dulu, dari sekolah ke sekolah, dari komunitas ke komunitas, mahasiswa hingga dosen, saya menjadi pemateri untuk belajar membikin dan mengelola blog. Seperti CLBK. Hahaha.

4. Olah Raga


Hyess! Olah raga ini penting. Tahun 2018 saya kembali melakukan JMKK (Jalan Malam Keliling Kota) yang kadang diganti dengan menari sendirian di dalam kamar. Kalau menari sendirian di luar kamar nanti dihina sama Thika hahaha. Olah raga ini penting karena sehari-hari pekerjaan saya lebih lengket sama kursi dan laptop atau komputer.

5. Wisuda


Akhirnya. Setelah menunggu selama satu tahun usai ujian skripsi, hari wisuda pun tiba. Lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali. Hehe. Mengejar S2 bukan prioritas sih, tapi kalau ada kesempatan ... boleh lah ... kelak.


Baca Juga: 5 Alasan Kenapa Harus Nge-blog

Terima kasih Allah SWT atas semua peristiwa di tahun 2018. Yang baik, Alhamdulillah. Yang buruk, pun Alhamdulillah. Keduanya sama-sama mengajarkan kita pelajaran yang tidak diperoleh di bangku sekolah. Pelajaran yang mahal karena dibayar dengan waktu.

Sampai jumpa nanti di KALEITUTEHSKOP!


Hai 2019 *lambai-lambai tangan* kita akan berjumpa, Insha Allah, dalam suasana yang lebih baik dan penuh harapan. Apa saja resolusi saya di tahun 2019?

1. Tetap bersyukur pada Allah SWT.
2. Tetap nge-blog.
3. Mencoba berkreasi dengan batu.
4. Rajin ngantor :D
5. Beli mobil.

Mohon maaf, yang nomor lima itu terketik oleh jari tanpa konfirmasi ke otak. Kata si jari, "Siapa tahuuuu Abang Nanu Pharmantara serius menjual mobil lamanya untuk kau tooo. Judulnya beli mobil bekas." 

HA HA HA ...


Bagi saya, resolusi mungkin dapat berubah, namun resolusi merupakan panduan dasar langkah kita ke depan.

Bagaimana dengan kalian, kawan? Apa pencapaian kalian di tahun 2018, dan apa yang hendak kalian lakukan di tahun 2019? Pencapaian di tahun 2018, seremeh apa pun itu, patut kita rayakan. Resolusi untuk tahun 2019, sesederhana pun, boleh kita tulis sebagai pengingat bahwa kita pernah berharapan ... andaikata tidak terwujud ya tidak apa-apa. Selama Allah SWT masih memberi kesempatan untuk mewujudkannya, lakukan di lain kesempatan.

Baca Juga: 5 Tanaman Dapur di Rumah

Selamat menikmati Kamis yang manis :)



Cheers.

Natal di Ende



Rabu kali ini tidak ada tips hidup sehat haha. Mari kita nikmati saja suasana yang baik ini.

Sebelumnya saya mohon maaf apabila tidak akan mengijikan seorang pun berkomentar tentang perdebatan boleh atau tidak mengucapkan Selamat Hari Raya Natal kepada saudara/saudari yang merayakannya. Karena, di Kabupaten Ende kami tidak memikirkan hal-hal semacam itu. Yang kami tahu, semuanya bersaudara, dan sesama saudara sudah selayaknya saling menghargai perbedaan dan bertoleransi antar umat beragama yang telah hidup sejak kami lahir. Deal ya hehe.

Baca Juga: 5 Manfaat Bernyanyi

25 Desember 2018, Hari Raya Natal. Seperti yang sudah kalian ketahui, apabila sudah sering main blog ini, bahwa keluarga besar Mamatua merayakan Natal. Sejak pagi saya dan Thika Pharmantara sudah beberes rumah karena Mamasia tidak masuk kerja soalnya beliau kan juga merayakan Natal. Setelah beberes kami masih bersantai main game, haha, sampai akhirnya sadar bahwa begitu banyak rumah yang harus dikunjungi. Mengajak Mely, keponakannya Mamasia, dia mau. Ya sudah, yuk bersiap.

Baru hendak bersiap, Tante Lila Lamury sudah datang membawa sepiring kudapan khas Hari Raya Natal. Horeee. Terimakasih Tante yang baik hati. Padahal baru kemarin saya mengantar sestoples stik keju dan kue tart untuk si Tante yang terjadwal selalu mengantar puding untuk kami saat Hari Raya Idul Fitri.


Kue sagu dan kukis itu favorit lah haha. 

Perjalanan bersilaturahmi kali ini berpacu dengan cuaca. Soalnya langit mendung dan dinosaurus sedang kurang enak bodi, jadi kita harus tahu diri untuk tidak duduk berjam-jam di rumah keluarga, pun di rumah Oma Gita, adiknya Mamatua. Meskipun berpacu dengan waktu, seperti biasa by default, kita selalu makan siang di rumah Kakak Selvy Bata, anaknya (alm.) Bapa Frans Bata, adiknya Mamatua. Sudah menolak, tapi dipelototin hahah.

Kakak Selvy Bata. Kaka sepupu yang baik hati, yang bekerja di Dinas Pariwisata Ende.

Setelah perjalanan siang yang super panjang, malamnya pun kami masih sempat mengunjungi beberapa rumah. Melintasi Jalan Melati, ini dia pemandangan yang tersaji:


Kurang bagus ya hasil fotonya. Tak apalah. Nah, pemandangan seperti ini dapat dilihat di beberapa jalan seperti salah satunya di Jalan Garuda. Rata-rata masyarakat berlomba-lomba memasang ornamen Natal seperti Pohon Natal dan lampu-lampu sepanjang jalan. Seni sekali kalau kata Orang Ende hehehe.

Baca Juga: 5 Manfaat Berpikiran Positif

Berangkat menuju rumah Effie Rere sahabat saya, saya lebih dulu mengirim pesan WA untuk meminta secangkir kopi hitam dengan sedikit gula. Rasanya begitu enak. Dan saya yakin itu kopi yang disangrai dan digiling sendiri (olahan rumah) karena menemukan satu biji kopi ini:


Satu rumah terakhir yang kami kunjungi adalah rumah Kakak Yuni Turu, salah seorang anak perepuannya Oma Gita. Eh, di sana ketemu Abang Nanu Pharmantara dan Mbak Wati.


Yang rencananya hanya sebentar, jadi berlama-lama mengobrol ngalor-ngidul. Maklum, meskipun Kota Ende ini kecil, tapi kami bersaudara tidak mungkin kan mengobrol setiap hari karena semuanya punya kesibukan masing-masing.

Selesai sudah haha. Mari pulang.

Demikian cerita Natal kemarin. Cerita seru yang belum tentu dapat tersaji seru juga di tulisan ini. Biar kami yang merasakannya saja *senyum manis*. Bagaimana dengan kalian? Cerita yuk di papan komentar.



Cheers.