Arsip Bulanan: November 2018

Sarasehan di SMPN Satap Koawena


Akhirnya bertemu Jembatan Gantung warna kuning itu lagi. Jembatan yang membikin jantung berdegup lebih kencang. Padahal waktu pertama kali melintasi jembatan ini saya sudah bilang: tobat. Tapi setobat-tobatnya saya, siapa sangka bakal melintasinya lagi? Coba nonton video berikut ini supaya ikut merasakan guncangannya. Thika Pharmantara saja sampai nyeletuk: Baca Ayat Kursi dulu! Haha. Koplak memang anak itu.




Cuplikan cerita tentang kegiatan ini bisa dibaca di pos berjudul 5 Workshop Blog & Social Media. Sekarang saatnya bercerita panjang lebar tentang kegiatan yang digagas oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknologi Informasi (FTI) dari Universitas Flores (Uniflor). Saya menerima undangan dari Kepala Tata Usaha FTI yaitu Om Ihsan untuk menjadi pemateri dalam kegiatan sarasehan dimaksud pada Sabtu, 17 November 2018. Begitu tahu lokasinya, jantung saya berdegup kencang karena ... seperti yang sudah kalian lihat pada video di atas. Dududud.

Baca Juga : Mengetik 10 Jari Itu Biasa

Kegiatan sarasehan dimulai pukul 10.30 Wita setelah saya tiba di lokasi pukul 08.00 Wita haha. Om Ihsan salah informasi nih. Tapi tidak mengapa. Sambil menunggu, sambil sarapan nasi kuning, sambil mengobrol dengan beberapa mahasiswa FTI yang sudah duluan datang. Kegiatan sarasehan berlangsung di ruang laboratorium SMPN Satap Koawena yang terletak di Kelurahan Rewarangga, Kecamatan Ende Timur, Kabupaten Ende.

Ada tiga narasumber yang dihadirkan pada kesempatan ini. Narasumber pertama Wakil Dekan FTI Maria Adelvin Londa, S.Kom, M.T., yang menyampaikan materi tetnang Manfaat Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Dunia Pendidikan diantaranya tentang software dan hardware yang sering digunakan sebagai instrumen pendidikan dalam dunia pendidikan. Narasumber kedua dari Komunitas SocMed Ende Ihsan Dato, S.Sos., yang menyampaikan materi tentang Etika Penggunaan Media Sosial dengan slogan Piki Ne Ote Timba Ne Ate (berpikir dengan akal dan pertimbangkan dengan hati) yang bermakna dalam bermedia sosial wajib berpikir dan menimbang terlebih dahulu bahan postingan sebelum diunggah ke media sosial. Kalau kalian pernah tahu soal Internetsehat atau ICTWatch, slogan seperti itu juga ada dalam bahasa Inggris yaitu: Wise While Online, Think Before Posting.


Sebagai pemateri ketiga (meskipun urutannya saya yang kedua), materi yang disampaikan adalah tentang Literasi Digital. Materi yang sama yang berasal dari Internetsehat. Saya mendapatkannya dari Kanaz di Kelas Blogging NTT. Sifat materi ini adalah creative common, artinya boleh disebarkan seluas-luasnya.

Hyess.

Yang menarik dari kegiatan ini adalah sesi tanya jawab. Awalnya saya pikir anak-anak SMP ini bakal enggan bertanya karena materi disampaikan sudah menjelang siang, lapar dan haus itu pasti, mana pula sudah kebayang bakal main sama teman-teman karena wiken. Tapi ternyata saya salah. Ketika Nata, moderator, memberikan kesempatan bertanya, malah begitu banyak tangan yang diangkat ke udara. Wah, luar biasa. Lucunya, lima penanya pertama, perempuan, punya nama depan dan nama tengah yang sama dengan si moderator: NATALIA! Luar bisa nama ini sakti banget sampai banyak dipakai hehehe.

Baca Juga : Kami Latu Untuk Miu

Pertanyaannya merata ditujukan untuk tiga pemateri. Senang sekali ketika salah seorang penanya berbisik pada moderator, "Mau tanya untuk Ibu yang pakai jilbab pink itu." Yang bikin saya ngikik dan balas, "Ini fushia bukan pink." LOL. Padahal mana saya tahu urusan warna begitu haha. Asal nyeletuk saja. Pertanyaan antara lain tentang contoh data pribadi itu seperti apa, tentang menjual hasil bumi lewat internet itu bagaimana, dan lain sebagainya.


Kegiatan berakhir pukul 13.30 Wita. Panjang juga kan? Iya, yang bikin panjang itu sesi tanya-jawabnya. Diakhiri dengan foto bersama, saya jadi pengen balik lagi ke sini dan ngasih materi soal blog dan kepenulisan. Semoga yaaa suatu saat nanti. Sekarang fokus sama kegiatan lain dulu.

Semoga, semua materi / informasi yang disampaikan dapat bermanfaat bagi peserta sarasehan, termasuk guru-guru, semoga kami dapat kembali ke SMPN Satap Koawena dengan jembatan gantung warna kuningnya yang cihuy itu.

Baca Juga : Dr. Zeus's Quote

Bagi saya, memberikan materi seperti kegiatan di SMPN Satap Koawena itu membangkitkan kenangan tentang kegiatan serupa. Salah satunya, saya pernah mengajari bapak-bapak petani (kelapa, kakao, vanili dan lain sebagainya) di Hotel Silvia - Maumere. Materinya tentang membikin e-mail, membikin blog di Blogger, membikin akun media sosial, dan bagaimana mensinergikan blog dengan media sosial. Kan luar biasa. Hehe. Mungkin, setelah agak terhenti sekian lama, akan kembali ada cerita-cerita tentang kegiatan serupa. Beda tempat, beda orang, beda materi. Yang jelas, bersedekah tidak selamanya harus dalam bentuk barang, dan berbagi tidak pernah merugi.


Semangat terus :)



Cheers.

Pengalaman ‘Curhat’ Menyenangkan Di Gerai Indosat Ooredoo ITC Roxy Mas


Kalau lagi suntuk biasanya saya suka banget ngobrol lama dengan teman. Tapi kalau menghadapi kendala terkait kartu sim, paket internet aktif namun kuota ngga muncul dan butuh bantuan lain seputar layanan telekomunikasi, mending saya ngobrol langsung aja deh sama tim di Gerai Indosat Ooredoo. Asal jangan curhat masalah keuangan atau percintaan, pasti customer servicenya akan siap melayani kita dengan ramah dan kooperatif.

Saya pelanggan Indosat Ooredoo sejak 2004, atau pada saat jaman-jaman handphone lagi tren dengan nada sambung polyphonic. Alasan saya menggunakan Indosat adalah karena banyak sekali promo dan termasuk sangat terjangkau bagi kantong saya. Dulu saya pernah menikmati promo sms ke sesama Indosat hanya 1 rupiah, kemudian telpon 3 detik pun masih gratis ke sesama Indosat. Kadang ini saya gunakan pada saat menanyakan teman saya di kampus.

"Ada kuliah ngga?"

"Ngga ada."

"Dosen selanjutnya?"

"Pak Wisnu."

"Ke perpus yuk?"

"Ayo."

"Ke parkiran ya."

"Iya."


Itulah adegan yang saya lakukan setiap kali di kampus untuk memastikan apa yang terjadi di kelas, dan ingin menanyakan kelas siapa saja. Kalau sekarang sih gampang banget, selain nelfon saya bisa pakai whatsapp atau line dalam berkomunikasi. Untung Indosat Ooredoo paham kebutuhan millenials kayak saya ini hehehe, makanya muncul Unlimited, paket internet lengkap buat YouTube-an, chatting atau main sosmed sepuasnya di semua jaringan. Mulai dari 5ribu aja.


Karena sudah lama menjadi pelanggan Indosat Ooredoo, saya kadang suka lupa untuk sekedar mengisi pulsa atau mengecek kuota karena sangkin banyaknya kuota yang di roll over, bahkan bisa sampai menyentuh angka 50 GB. Nah, ditambah lagi dengan jam terbang jalan-jalan yang lumayan menyita membuat saya tidak mengecek pemakaian kuota dan masa aktif nomornya. Nah, kemudian pada saat menelponlah saya diingatkan memasuki masa tenggang. Begitulah kira-kira problematika saya selama ini. Pas tahu kalau Gerai Indosat Ooredoo hadir juga di pusat-pusat perbelanjaan dan lokasi strategis lainnya, langsung deh cari tahu. Kebetulan Gerai Indosat Ooredoo di ITC Roxy Mas dekat dengan tempat saya beraktivitas pekan lalu.



ITC Roxy Mas ini salah satu tempat membeli smartphone yang terkenal di Jakarta selain Mall Ambassador. Jadi tidak heran kalau pada saat mampir ke Gerainya, saya melihat banyak sekali merk-merk smartphone yang ternama menawarkan handphone mulai dari spesifikasi yang kecil sampai yang segede 'monas' hehehe. Dan, Gerai Indosat Ooredoo ini menarik perhatian saya karena dengan warna kuning dan merah, langsung membuat mata saya melek dari yang tadinya ngantuk.

Gerai ini memang sangat nyaman karena banyak kursi-kursi disetiap meja. Bahkan, pada saat saya ke sana, banyak sekali tampilan smartphone yang selama ini jadi idaman saya loh. Dan, ternyata banyak sekali paket pembelian smartphone dengan Indosat Ooredoo atau yang biasa disebut dengan bundling. Bagaimana tidak tertarik coba, karena kalau misalnya kita membeli paket tersebut bisa juga menggunakan fasilitas cicilan yang tentunya akan sangat menguntungkan kita yang ngga punya uang lebih atau tabungan tapi pengen banget punya hape impian.



Oh iya, dalam rangka Indosat Ooredoo 51st Anniversary ada promo menarik nih. Kalau misalnya punya hape jadul yang masih jaringan 3G, bisa banget loh ganti dengan hape baru dan jaringannya sudah 4G. Karena dengan upgrade hape lama (3G) jadi smartphone 4G, semua hape 3G lama akan dihargai minimal 510 ribu hanya dengan berlangganan Paket Super Plan dan Freedom Postpaid Plus. Berlaku sampai 30 November 2018.



Selain itu, bukan hanya pemilik hape lama saja yang bisa membeli paket bundling ini karena setiap bulannya akan ada promo menarik. Yang paling menarik adalah promo bundling dengan AdvanAdvan dan Indosat Ooredoo meluncurkan paket bundling dengan harga sekitar 777 ribu yaitu seri Advan s50 4G dengan sekaligus mendapat nomor Indosat Ooredoo dengan gratis Youtube dan Social Media serta aplikasi lainnya. Nah, ada juga paket bundling dengan smartphone lain seperti Samsung, Oppo, Vivo dan lainnya, info lengkap bisa dilihat di Gerai Indosat Ooredoo atau website www.indosatooredoo.com. 



Selama di Gerai, saya merasa seperti di cafe saja. Customer Service melayani seperti layaknya teman curhat yang siap mendengarkan keluhan kita mulai dari masa aktif kartu yang sering kali keluapaan untuk mengisinya, kemudian kuota yang sering habis walaupun tidak digunakan atau curahan hati mengenai jodoh atau masalah keuangan eh, mas CSnya bukan konsultan percintaan atau keuangan ya hehehe.

Usut punya usut, kuota yang selama ini hilang bisa saja karena menggunakan aplikasi yang tidak gratis oleh Indosat Ooredoo seperti games, instagram, atau aplikasi yang memunculkan notifikasi atau pop up. Selain itu paket data yang tidak dimatikan juga biasanya akan terus menyedot kuota tanpa kita sadari, bahkan GPS pun menggunakan banyak kuota. So, kalau mau hemat kuota, cek terlebih dahulu pemakaian aplikasi yang banyak menggunakan kuota.


Selain itu pelayanan yang selalu memuaskan dan memberikan solusi, Gerai Indosat juga memberikan pelayanan one stop service, jadi bukan hanya memberikan solusi namun juga dengan mudah akan menyarankan paket data atau internet yang akan digunakan. Jadi, tidak ada lagi kata kehilangan kuota atau lupa masa aktif kartu karena terdapat pengingat masa aktif di aplikasi my IM3 terbaru. 

Gerai ini bukan hanya di ITC Roxy Mas, namun banyak sekali terdapat gerai-gerai lain yang sangat dekat dengan rumah kamu. So, kalau misalnya punya masalah dengan Indosat Ooredoo kamu, jangan segan-segan untuk datang dan mendapatkan pencerahan dan dapat hape baru kalo misalnya masih menggunakan hape dengan jaringan 3Gnya. So, #AyokeGeraiIndosatOoredoo . Info lengkap daftar Gerai Indosat Ooredoo bisa dilihat di http://indosatooredoo.com/gerai .

Alamat Gerai Indosaat Ooredoo ITC Roxy Mas :
ITC Roxy Mas Lantai 3 No. 6-7  
Jl. KH. Hasyim Ashari, RW.8, Cideng, Gambir, 
Kota Jakarta Pusat

Waktu Layanan :
Senin - Minggu : Jam Operasional Mall 


Angklung Kini Mendunia Di International Angklung Festival Kuningan 2018

Bluepacker - Indonesian Travel Blogger - International Angklung Festival Kuningan 2018

"Kalau mau ke curug harus ke Kabupaten Cirebon atau Kuningan yang banyak."

Kata-kata ini masih terngiang di telinga ketika memasuki pintu tol Cipali. Awal tahun ini saya sempat berkeinginan keliling Kabupaten Kuningan, bukan karena kuliner yang selalu berada salam pikiran saya selama ini,  melainkan pesona curugnya.

Konon,  Curug itu erat kaitannya dengan khayangan dan putri serta dayang-dayangnya. Impian kecil yang membawa saya ke Kuningan setelah lama   berucap dalam hati. Selain curug,  ternyata Angklunglah yang membawa saya betul-betul ke Kuningan untuk saat ini.

Bluepacker - Indonesian Travel Blogger - International Angklung Festival Kuningan 2018

"Angklung itu dari Kuningan?"

Antara tanya dan pernyataan, saya pun terkaget-kaget. Selama ini saya menganggap bahwa Angklung berasal dari Bandung. Dan, yang lebih membuka mata saya lebar-lebar adalah sosok Daeng Soetigna yang berguru pada Dad Jaya dari Kuningan sehingga Angklung menjelma menjadi alat musik yang bisa memainkan seluruh jenis musik baik itu dangdut,  pop,  rock dan musik populer di seluruh Dunia.

Ternyata kejutan tidak berhenti sampai disini. Kuningan dinobatkan sebagai Kabupaten Angklung di Indonesia. Sungguh luar biasa pencapaian Kuningan ini,  tak heran jika banyak sekali nuansa Angklung yang menyambut saya ketika memasuki Kuningan.

Bluepacker - Indonesian Travel Blogger - International Angklung Festival Kuningan 2018

Perjalanan dari Jakarta sebetulnya bisa ditempuh dalam waktu sekitar 4-5 jam. Namun ternyata banyak pembangunan LRT/MRT sehingga waktu tempuh lebih lama dari seharusnya. Walaupun seperti itu, rasa senang akhirnya bisa ke Kuningan menepis semuanya. Coba bayangkan saja ketika anak kecil dikasih es krim maka dia akan ceria, begitu juga dengan saya,  seorang traveller pasti sangat senang menemukan destinasi baru.

Suasana panas menyambut saya dan beberapa teman dari Genpi dan wartawan senior. Saat itu entah berapa suhunya,  yang jelas badan saya sudah memberikan tanda dehidrasi. Walaupun panas, namun hati saya tetap sejuk, karena Kuningan tetap mempesona saya dengan gunung Ceremai yang saat itu sudah terlihat dari tol cipali tadi.


Bluepacker - Indonesian Travel Blogger - International Angklung Festival Kuningan 2018

Kami menginap di Grand Purnama hotel,  tak jauh dari taman dan alun-alun kabupaten Kuningan. Malamnya, kami mencari kuliner khas Kuningan yang mampu melepas rasa lapar. Memang dari senja tadi, perut saya sudah meronta-ronta membutuhkan asupan yang lezat. Rombongan kami sampai di sebuah warung nasi Kasreng. Kasreng ini sebetulnya mirip angkringan di Yogyakarta,  hanya yang membedakan hanya lauk-pauknya yang banyak menyajikan pepes dan rebon atau udang, selain itu banyak menu yang serupa dengan angkringan. Jujur saya pengemar sate usus angkringan,  rasanya memang tiada duanyan. Nah,  kebetulan di warung ini terdapat sate usus, bedanya dengan sate usus Yogyakarta hanya kering atau basahnya saja,  selain itu rasanya hampir sama, mirip tahu tempe bacem kalo di Yogya.

Paginya, kami langsung menuju Museum Linggarjati. Kebetulan tempat pelaksanaan acara adalah museum perumusan naskah perjanjian Linggarjati. Nama Linggarjati ini telah tersohor semenjak kemerdekaan, bahkan berkat Linggarjati inilah kita dapat menikmati kemerdekaan seperti sekarang ini. Konon pada saat perundingan, angklung merupakan hiburan di sela-sela acara sehingga hiburan inilah yang membuat relaks dan menghasilkan kesepakatan yang menguntungkan pihak Indonesia dengan percepatan peralihan kekuasan pada saat itu.


Bluepacker - Indonesian Travel Blogger - International Angklung Festival Kuningan 2018

Bluepacker - Indonesian Travel Blogger - International Angklung Festival Kuningan 2018

Kini angklung pun kembali membanggakan kita semua,  masyarakat Indonesia,  khususnya kabupaten Kuningan yang menggelar International Angklung Festival Kuningan 2018. Selain itu Kuningan juga telah dinobatkan sebagai Kabupaten Angklung sehingga sangat tepat sekali apabila festival ini berada di Kuningan.

Angklung itu bukan hanya alat musik semata,  melainkan sudah menyatu dengan kehidupan masyarakat Kuningan. Mulai dari usia dini semenjak taman kanak-kanak sampai usia senja semuanya tahu cara memainkannya dengan baik. Bahkan pelajar SMP dan SMA pun membanggakan Kuningan dengan memenangkan lomba angklung tingkat Nasional.

Suasana Linggarjati cukup ramai walau acara masih belum mulai, anak-anak sampai orang dewasa sangat antusias dengan festival ini. Acara ini adalah agenda resmi dari Kementerian Pariwisata yang dicantumkan dalam calender of event. Dari seratus event yang menjadi prioritas,  festival Angklung inilah salah satu yang menarik untuk diikuti. Oh iya,  selain menjadi daya tarik wisatawan dalam negeri, Angklung juga memiliki daya tarik bagi wisatawan asing karena telah diakui sebagai warisan dunia oleh UNESCO. Wah, saya tak habis-habisnya berdecak kagum kepada angklung. Memang sudah saatnya kita menjaga dan melestarikan warisan ini agar generasi mendatang tidak kehilangan identitas bangsanya yang kaya akan warisan budaya.


Bluepacker - Indonesian Travel Blogger - International Angklung Festival Kuningan 2018

Bluepacker - Indonesian Travel Blogger - International Angklung Festival Kuningan 2018

Bapak Acep Purnama, Bupati Kuningan beserta perwakilan dari Kemenpar, Ibu Esthy Reko Astuti,  Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwsata Nusantara beserta rombongan telah hadir disambut dengan bunyi angklung dari ratusan anak-anak. Setelah itu, acara seremonial dan sambutan bergulir diakhiri dengan pemberian penghargaan kepada Kabupaten Kuningan yang diwakili oleh Bapak Acep Purnama.

Penampilan memukau datang dari SMP dan SMA yang memaikan Angklung dan menyajikan berbagai macam lagu mulai dari lagu sunda,  lagu populer Indonesia dan luar negeri yang dinyanyikan dengan apik oleh vokalis.


Bluepacker - Indonesian Travel Blogger - International Angklung Festival Kuningan 2018

Layaknya orkresta,  angklung berbagai ukuran dan nada menciptakan harmoni yang sangat indah ditelinga. Jarang sekali saya dimanjakan oleh angklung dengan sedekat ini. Biasanya saya hanya mendengarkan angklung di rumah makan sunda,  itupun bukan suara asli melainkan suara rekaman saja. Kini, saya merasakan betapa kayaknya alat musik tradisional kita ini,  sudah saatnya kita bersama mengembangkan dan tetap melestarikan angklung agar tidak hilang oleh alat musik modern.

Bukan Angklung namanya kalau tidak memikat masyarakat Indonesia, namun ternyata bukan hanya orang Indonesia saja yang perkiat melain warga Jepang pun ikut menyumbang beberapa lagu. Bukan hanya dari Jepang saja, namun banyak dari negara lain seperti Algeria. Warga Jepang pun usianya bukan tergolong belia namun sudah memasuki usia senja. Namun semangat mereka untuk mempelajari alat musik Angklung ini patut diapresiasi.


Bluepacker - Indonesian Travel Blogger - International Angklung Festival Kuningan 2018

Bluepacker - Indonesian Travel Blogger - International Angklung Festival Kuningan 2018

Tahu lagu Kokoronotomo ? Iya pada sekitar tahun 80-90an, lagu ini sangat terkenal di masyarakat Indonesia karena lagunya yang sangat mudah dihafalkan dan bernada sangat bagus. Warga Jepang pun melantunkan lagu ini dengan sangat bagus dan berhasil memukau masyarakat Kuningan yang menyaksikan dari pagi.

Bukan hanya Jepang, lagu Korea seperti Du du du dari Blackpink pun dinyanyikan oleh musisi Kuningan dengan alunan angklung yang sangat merdu. Ternyata K Pop rasa Kuningan ini pun mampu membuat saya berdendang pada saat cuaca terik mulai berhasil membuat saya berkeringat.


Bluepacker - Indonesian Travel Blogger - International Angklung Festival Kuningan 2018

Nah, kebanggaan kita bukan hanya sementara dan dibibirkan saja. Sudah saatnya kita menjaga angklung dengan ikut menjadi dutanya. Bagaimana caranya? Cukup membagikan blogpost ini pun kamu sudah menyebarkan kebanggaanmu terhadap angklung.

Kini, saatnya menjelajah wisata alam yang indah di Kuningan. Dan,  mari kita menuju ke destinasi selanjutnya. Nantikan di tulisan saya selanjutnya.

Bluepacker - Indonesian Travel Blogger - International Angklung Festival Kuningan 2018

Lagu-Lagu Ini Punya Kembaran


Waktu masih siaran di Radio Gomezone FM saya pernah membawakan program tentang lagu-lagu Indonesia yang dicurigai memplagiat lagu-lagu mancanegara. Ingat, ada kata dicurigai. Jadi bukan berarti saya langsung menuding lagu-lagu tersebut memplagiat karena toh saya sendiri tidak punya ilmu yang mumpuni untuk menuduh musisi A memplagiat karya/lagu musisi B, C, dan D. Tapi sebagai penikmat musik masa kini yang trendi dan bergaya bersama dinosaurus, saya tahu kemiripan antara lagu dari musisi A dengan musisi B, C, dan D. Hanya saja, pekerjaan yang berhubungan dengan mendengarkan lagu setiap hari selama berjam-jam itu membikin saya senyum-senyum sendiri ketika kuping mulai menangkap kemiripan antara lagu yang satu dengan lagu lainnya.

Baca Juga : Bermain Diksi dalam Kondensat

Menariknya, dari situs Okezone, pengamat musik Deny Syakrie berkata bahwa aturan delapan bar itu lama dan masih kontroversial sampai sekarang. Menurut Deny, kalau ada musisi yang menggunakan dua bar saja dari lagu orang lain tapi dimainkan secara berulang-ulang dan mirip ya itu sudah bisa dibilang menjiplak. Atau memplagiat. Tapi berdasarkan informasi dari situs ini, James F. Sundah mengatakan bahwa sebuah lagu dikatakan memplagiat tidak berpatok dari delapan bar saja, karena banyak lagu yang akhirnya memplagiat sebanyak tujuh bar untuk menghindari delapan bar tadi. Salah satu hal yang penting dan disebut substantial part adalah bagian terpenting dalam musik yang pernah dikenal orang. Jadi, hati-hati ya. Setiap lagu punya ciri, jangan sampai kalian membikin lagu yang intronya mirip Tokyo Drift mili Teriyaki Boyz. Meskipun hanya tujuh bar, kalian sudah bisa dikatakan memplagiat. Karena intro Tokyo Drift itu sesuatu yang sulit dilupakan orang.

Lantas, apa itu bar?

Dari situs ini dan juga bisa kalian cari di situs lainnya, bar adalah frase musik dalam lagu yang terdiri dari beberapa beat. Satu bar pada lagu komersial umumnya memiliki empat beat sehingga terdiri dari empat ketukan. Bagian-bagian lagu seperti verse dan chorus, biasanya diukur menggunakan bar yang umumnya selama delapan sampai enam belas bar. Untuk lebih jelas lagi, silahkan tanyakan pada teman kalian yang musisi atau sering bermusik.

Baca Juga : Ribut Berarti Mati dalam A Quiet Place

So ...

Jauh sebelum orang-orang sadar, eh gaya banget saya menulis ini hahaha, saya sudah tahu lagu Pacarku oleh Puput Melati itu memplagiat Hotel California milik Eagle. Wah, langsung menuduh? Iya, kalian bisa dengarkan sendiri. Itu bukan lagi delapan bar tapi keseluruhan lagu termasuk bagian terpenting yang pernah dikenal orang. Dududud. Tapi hanya lagu itu yang saya tulis memplagiat, lagu lainnya berikut ini saya tulis kembaran, karena saya tidak punya kapasitas untuk menulis mereka memplagiat.

Yang mengejutkan saya ketika mulai meriset lagu-lagu Indonesia yang punya kemiripan signifikan dari lagu-lagu mancanegara dan/atau lagu lain, juga diskusi bersama teman-teman radio, adalah D'Massive. Sebagian besar lagu-lagu mereka mempunyai kemiripan yang sulit dielakkan dari lagu-lagu yang sudah duluan ada. Diantaranya adalah Cinta Ini Membunuhku dengan I Don't Love You milik My Chemical Romance, Diam Tanpa Kata dengan Awakening milik Switchfoot, Dilema dengan Soldier's Poem milik Muse, sampai Tak Pernah Rela dengan Is It Any Wonder milik Keane. 

Tidak hanya D'Massive, Hello Band juga punya beberapa lagu yang kembaran sama lagu lainnya. Pejuang Cinta misalnya, begitu kembarnya sama Makes Me Wonder milik Maroon 5. Kalian pernah dengar lagu Never Be The Same Again yang dinyanyikan Mel C (from Spice Girls)? Kalau belum, coba didengarkan kemudian lanjutkan dengan lagu berjudul Bunga milik Bondan feat Fade2Black. Atau dengarkanlah lagu milik Grabielle yang berjudul Rise, lalu dengarkan lagu Kau Cantik Hari ini milik Lobow. Anyhoo saya suka banget sama Rise yang dinyanyikan Gabrielle ini, pesannya dalam.

Vierratale yang dulunya bernama Vierra saja, punya satu lagu yang kembaran banget sama lagu Rooftops milik Lostprophets. Lagu itu berjudul Dengarkan Curhatku. Yuhuuu itu single mereka yang dulu suka banget saya dengarkan meskipun kata teman-teman tidak cocok sama usia. Epen lah hahaha.

Tapi di luar dari itu semua, menurut saya, kemiripan itu (apalagi memplagiat) kadang tidak bisa dihindari karena yang namanya solmisasi ya hanya itu: do re mi fa sol la si (do). Kunci pun yang itu saja seperti D, G, C, F, dan seterusnya yang membentuk akord. Kalau nada dasarnya diubah, kata orang Ende: main dari mana? Dari D atau dari C?, maka akordnya pun berubah. Ya begitu-begitu saja. Kemiripan sulit dielakkan.

Baca Juga : TIKIL, Kami Antar Kami Nyasar

Sebagai orang yang juga suka membikin lagu, karena urusan penciptaan adalah milik Allah SWT, kesulitan agar lagunya tidak diolok memplagiat juga terjadi. Sekitar dua puluh lagu sudah dibikin baik sendiri, bersama Cendaga Band, maupun bersama Notes (Noel Fernandez & Tuteh Pharmantara Side Project). Paling enak bikin lagu bareng Noel, dia punya banyak referensi, mulai dari Jimi Hendrix, Nirvana, The Beatles, dan lain sebagainya. Soalnya dia juga gemar banget dengerin musik berjam-jam. 

Para musisi juga lebih kreatif. Semakin ke sini kalian pasti pernah dan/atau sering dengerin lagu-lagu yang dicover atau dibikin ulang musiknya. Salah satunya adalah lagu bergaya vintage. Apa sih itu? Nanti doooonk kita bahas di lain kesempatan. Hehehe.

Bagaimana, kawan? Pernah dengar lagu yang mirip atau terdengar tidak asing di telinga? Bagi tahu donk di komen :)

Happy weekend.


Cheers.

5 Alasan Kenapa Podcast Adalah Masa Depan Konten

0

Dalam kesempatan ngobrol di salah satu episode podcast Inspigo belum lama ini saya ditanya apakah audio khususnya podcast punya masa depan? Mantap saya jawab: YA! Walaupun secara guyon saya bilang, begitu juga dengan visual, begitu juga dengan tulisan. Ya, saya yakin setiap medium akan tetap punya masa depan, tergantung pada apakah kita mau untuk terus mengembangkannya.

Podcast sendiri bisa dibilang cukup tertinggal dalam perkembangannya, namun bukan berarti tidak berkembang apalagi tidak punya masa depan. Berikut adalah 5 alasan mengapa podcast sangat punya masa depan di Indonesia:

1. Semua Orang Bisa Bicara, Tidak Semua Bisa (dan Suka) Tampil

“Mau jadi Youtuber, Pak!” kata seorang anak kepada Presiden Jokowi ketika ditanya apa cita-citanya. Meski Pakdhe Jokowi dan orang-orang yang hadir dibuat terkekeh-kekeh mendengarnya, tapi itulah kenyataan yang terjadi. You Tube sekarang memang sedang jadi fenomena.

Masalahnya, tidak semua orang bisa atau suka tampil di depan kamera, tapi rasanya nyaris semua orang bisa bicara. Hal yang sama juga berlaku untuk medium tulisan. Tidak semua orang bisa mengungkapkan pikirannya lewat tulisan, tapi rasanya nyaris semua orang bisa mengungkapnya lewat kata-kata.

Bukan kebetulan pula bahwa ada sejumlah Youtuber di Indonesia yang kini juga memiliki channel podcast. Bisa jadi juga karena proses produksinya yang jauh lebih mudah ketimbang memproduksi video.

2. Akrab dan Personal

Medium paling akrab dengan kita itu adalah audio karena manusia kebanyakan berkomunikasi dengan berbicara dan mendengar.

Medium audio menjadi terasa lebih personal lagi ketika semakin banyak orang yang mendengarkan podcast dengan menggunakan headphone. Ini membuat seolah pesan yang disampaikan lewat audio itu ditujukan kepada kita pribadi, seolah bicara hanya dengan kita.

Yang menggembirakan, maraknya kemunculan podcast di Indonesia belakangan ini rata-rata memanfaatkan kelebihan ini. Pakem podcast yang awalnya tidak jauh dari gaya produksi radio show, kini banyak berubah menjadi layaknya sebuah acara obrolan biasa. Tidak sedikit podcaster yang sudah membuktikan kelebihan ini dilihat dari jumlah pendengar yang sangat tinggi.

Sepertinya orang memang butuh hiburan dan informasi, tapi mereka lebih butuh teman. 😊

3. “Gambarnya” Lebih Keren

Radio is the theater of the mind; television is the theater of the mindless,” begitu kata Steve Allen, seorang penyiar terkenal Amerika era 60-70 an. Konon Allen adalah orang yang pertama kali memperkenalkan istilah yang kemudian sangat akrab di kalangan orang radio, yaitu: “Theatre of Mind.” Ini adalah istilah yang mengacu pada kemampuan manusia memunculkan gambaran yang jelas di kepala hanya lewat suara, lewat kata-kata.

Lebih dari sekedar teori, sebenarnya ini sudah kita praktikkan sehari-hari. Tidak jarang mendengarkan orang cerita tentang sebuah makanan yang lezat, misalnya, akan lebih menggoda ketimbang melihat gambarnya, karena imajinasi kita jauh lebih canggih daripada kamera paling canggih manapun.

 

4. Bisa Disambi, Tidak Suka Ngatur

Masih adakah diantara kita yang bisa dan mau diatur untuk mengkonsumsi media pada waktu-waktu tertentu? Selamat kalau masih ada. Saat ini orang semakin sibuk dan pilihan media semakin beragam, sehingga media makin kesulitan menarik perhatian orang untuk mengkonsumsi di jam-jam tertentu. Maka hadirlah media yang bersifat on-demand, bisa dikonsumsi kapan saja.

Ya, kelebihan utama podcast adalah kemampuannya untuk dikonsumsi sambil mengerjakan hal lain. Kelebihan tersebut tidak ada di medium lain dan itu disadari betul oleh para podcaster dan para pendengar podcast di Indonesia. Fakta ini juga ditunjang oleh survei terbaru Daily Social di Indonesia yang menyebutkan bahwa hampir 60% responden menyukai podcast karena sifatnya yang fleksibel (on-demand).

5.Teknologi dan Masa Depan

Gambaran masa depan medium podcast sebenarnya sudah bisa terlihat dari berbagai teknologi media yang semakin mengakomodir fitur audio terutama di ponsel, benda yang saat ini sudah tidak terpisahkan dengan kita. Ini hanya beberapa diantaranya

  • Facebook Live Audio: Di penghujung 2017 Facebook memperkenalkan layanan yang disebut Live Audio yang tidak lain adalah fitur Facebook Live yang sudah lama ada tapi dengan meniadakan unsur videonya. Dalam pernyataannya Facebook mengakui orang seringkali mendengar audio sambil melakukan hal lain karenanya fitur itu mereka buat.
  • Spotify Podcast: Spotify sebagai aplikasi streaming musik yang sangat populer juga telah memperkenalkan fitur distribusi podcast dan kesempatan itu langsung disambar oleh berbagai podcaster. Survei terbaru dari Daily Social misalnya mengungkap lebih dari 50 persen responden di Indonesia mendengarkan podcast lewat Spotify. Di Indonesia maraknya kemunculan berbagai macam podcast di Spotify tidak bisa dilepaskan dari aplikasi podcast bernama Anchor.
  • AnchorAwal tahun 2016 muncul Anchor, aplikasi podcast yang sangat pantas disebut revolusioner karena memiliki fitur lengkap. Hanya dengan memasang aplikasi ini di ponsel, kita sudah bisa merekam, mengedit, memasukkan musik dan efek termasuk juga merekam obrolan jarak jauh. Sesuatu yang mungkin 5-10 tahun lalu hanya bisa dilakukan di studio rekaman. Bahkan yang lebih menarik lagi adalah Anchor secara otomatis menyebarkan podcast kita ke berbagai layanan distribusi terkenal seperti Apple Podcast, Google Podcast, Castbox, dan Spotify. Mereka yang sudah lama di dunia podcasting pastinya akan sangat mengapresiasi fitur ini karena tahu betapa repotnya masuk ke berbagai jalur distribusi podcast yang ada. Mereka harus melakukan registrasi satu persatu dan tidak jarang harus membayar. Hebatnya, semua layanan super lengkap Anchor ini disodorkan secara gratis! Salah satunya berkat suntikan dana 10 juta dolar dari Google Venture.
  • Hey Google!, Siri, Cortana, Alexa dan kawan-kawan: Meski belum populer di Indonesia, namun kini semakin banyak fitur teknologi yang mengandalkan perintah suara. Fitur ini menjadi pelengkap bagi maraknya perkembangan podcast. Bayangkan di tengah kemacetan kita memerintah Siri atau Google Voice untuk memutar acara podcast tertentu. Tunggu.. Jangan dibayangkan. Langsung dicoba saja karena fitur ini sudah ada di nyaris semua ponsel pintar di tangan-tangan Anda itu.
  • “Studio” Rekaman di Genggaman Tangan (update 24/10): Ada satu teknologi penting di dalam kebanyakan ponsel pintar saat ini yang sedianya diperuntukkan bagi kenyamanan bertelepon tapi tanpa disadari bermanfaat untuk podcasting. Teknologi itu disebut Noise Cancelling Microphone yang intinya mengurangi -kalau tidak bisa disebut menghilangkan- suara latar agar suara penelepon jelas terdengar walau di tengah keramaian sekalipun. Teknologi ini menjadi penting ketika dipadu oleh beragam aplikasi perekam suara yang sudah banyak beredar sehingga kualitas rekaman suara di ponsel menjadi semakin bagus. Banyak podcaster Indonesia yang muncul belakangan ini merekam dengan ponsel mereka dengan kualitas yang bagus. Memang kalau mau kualitas yang super “cring”, idealnya menggunakan studio rekaman dengan mikrofon professional. Sama halnya dengan membuat foto yang bagus idealnya dilakukan dengan kamera DSLR. Toh yang penting kualitasnya.

Apa Dampak Perkembangan Podcast Bagi Para Marketer

Beberapa teman di agency dan juga beberapa praktisi marketing pernah menanyakan hal seperti ini: “Oke, podcast is the future. Terus apa untungnya buat para marketer? Bagaimana kita bisa memanfaatkannya?”

Ini perlu artikel terpisah sih untuk membahasnya (Hmm.. good idea hehe). Tapi sebenarnya dari 5 poin tadi saja sudah banyak hal yang bisa diantisipasi.

Bisa saja kita langsung bereaksi cepat dengan memasang iklan di podcast-podcast populer, seperti layaknya memasang iklan di radio. Bahkan lebih bagus lagi, tidak seperti memasang iklan di radio yang sekali lewat, iklan di podcast akan terus ada secara permanen selama episode podcast itu tersedia di internet. Karena itu tentu pendekatannya harus berbeda dengan radio.

Di Amerika Serikat, beriklan di podcast sudah umum dilakukan, mulai dari pemasangan spot 15-60 detik, adlib atau penyebutan brand, hingga pemberian kode-kode diskon seperti yang belakangan dilakukan brand seperti Squarespace atau Stamp.com di sejumlah podcast populer di Amerika dan terbukti sukses.

Buat saya pribadi kalaupun ada satu kelebihan podcast yang paling layak dimanfaatkan oleh para marketer adalah sifat personal dari podcast. Cocok buat brand yang aktif main dengan gaya subtle marketing 😊

Satu hal pasti: podcast perlahan tapi pasti mulai populer di Indonesia. Survey Daily Socialyang tadi saya kutip beberapa kali menyebutkan hampir 70 persen dari lebih 2000 responden mereka di Indonesia mendengarkan podcast dan kebanyakan mereka ada di rentang usia generasi millennial yang merupakan pasar paling seksi dan menggiurkan saat ini.

Bangkok, 22 Oktober 2018

Rane.

*Penulis adalah podcaster di http://suarane.org

**Artikel ini pertama kali terbit di LinkedIn tanggal 22 Oktober 2018

#PDL Tas DIY Celana Jin



#PDL adalah Pernah DiLakukan. Pos #PDL merupakan cerita ringan tentang apa saja yang pernah saya lakukan selama ini.

***

Kalau rajin main ke blog ini, kalian pasti tahu bahwa saya termasuk dinosaurus orang yang gemar mendaur ulang dengan proyek-proyek Do It Yourself (DIY) serta gemar nge-craft. Tentang barang-barang hasil daur ulang bisa kalian baca pada pos 5 Hasil Daur Ulang. Tentang keuntungan yang diperoleh dari barang hasil daur ulang bisa kalian baca pada pos Pemulung Rupiah. Bagaimana saya memanfaatkan barang bekas pun bisa dibaca di pos 5 Cara Memanfaatkan Botol Plastik Bekas. Kegiatan mendaur ulang ini, pada masa jayanya, berhasil mengalihkan saya dari Battle Realms.

Baca Juga: #PDL Menjadi Hakim Anggota

Suatu hari saat lelah menganyam keranjang, saya iseng membuka Youtube dengan kata kunci DIY atau Do It Yourself. Salah satu video yang ditampilan teratas adalah tentang membikin tas berbahan celana jin. Tapi cara membikinnya itu harus pakai mesih jahit. Ganti pencarian dengan dua kata: no sew. Voila! Satu video teratas yang ditampilkan benar-benar memikat. Dalam hati saya berkata: kalau dia bisa membikin tas tanpa dijahit, saya juga bisa! Bukankah bahan-bahannya juga saya punyai?

Eng ing eng ... satu celana jin lama yang tidak dipakai lagi karena ukurannya sangat besar, iyaaaa dulu kan saya sebesar brontosaurus, kemudian menjadi korban. Ikuti petunjuknya, mulai mengukur dan menggaris, mulai menggunting sana sini, mulai sibuk menarik kabel roll, dan panaskan pistol lem tembaknya.

Seperti yang sering saya tulis, hanya butuh sedikit percikan kreativitas.

Kreativitasnya memang hanya butuh sedikit saja, tapi lem tembaknya itu banyak banget ha ha ha. Maklum, tidak dijahit, jadi kalau mau tasnya kuat, harus diberi cukup lem. Proses mengelem juga tidak mudah karena imbuhan lem tanpa memanaskan yang sudah tertancap duluan itu bakal bikin dia tidak merekat. Dan ... TRADA, hasilnya bisa dilihat pada satu-satunya gambar di pos ini. Tas selempang berbahan (celana) jin. Tidak serapi buatan pabrik tapi memakainya adalah suatu kebanggaan tersendiri.

Baca Juga : #PDL Blog Travel

Apakah tas itu saya pakai? Iya donk. Sudah terjawab di kalimat terakhir paragraf di atas.

Apakah kuat? Iya donk. KUAT! Bahkan mampu menyimpan semua keperluan saya sehari-hari; dompet, dompet tabungan, dompet powerbank dan flashdisk, dompet minyak Varash dan botol Klorofil, satu atau dua buah buku yang selalu saya bawa, dan HP. Bahkan sering ditanya soal tas ini. Saya jawab (dengan bangga tentu saja): bikin sendiri. Hehe. tas DIY celana jin itu masih saya pakai sampai sekarang, bergantian dengan backpack, tergantung kebutuhan.

Selain dibikin tas, celana jin yang tidak terpakai juga saya jadikan cover sofa loh. Nanti yaaa kisahnya di lain pos saja. Not now.

Bagaimana dengan kalian?

Pernah, saya pernah begitu ...


Cheers.

5 Workshop Blogging & Social Media


Ketika undangan itu mampir di pesan WA, terutama saat membaca lokasi kegiatan, jantung saya berdegup lebih kencang. Berdegup lebih kencang karena perasaan ini begitu bahagia ketika diajak berbagi informasi dengan orang lain, terutama anak muda, lagi dan lagi. Plus, karena untuk tiba di lokasi itu, saya harus mellintasi Jembatan gantung kuning yang sama, yang pernah bikin jantung saya dan jantung para dinosaurus nyut-nyutan hehe. 

Baca Juga : 5 Yang Unik dari Ende (Bagian 2)

Sabtu, 17 November 2018 kemarin, BEM Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Flores (Uniflor) menyelenggarakan kegiatan sarasehan tentang teknologi informasi. Tiga narasumber yang diundang adalah Wakil Dekan FTI Maria Adelvin Londa, S.Kom., M.T. dengan materi Manfaat Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Dunia PendidikanPerwakilan dari Komunitas SocMed Ende Ihsan Dato, S.Sos., menyampaikan materi tentang Etika Penggunaan Media Sosial dengan slogan "Piki Ne Ote Timba Ne Ate" (berpikir dengan akal dan pertimbangkan dengan hati), dan saya yang menyampaikan materi Literasi Digital.

Cerita tentang kegiatan tersebut akan saya pos lain kesempatan.

Gara-gara kegiatan tersebut, pikiran saya melambung jauh terbang tinggi melayang pada kegiatan serupa yang sudah mulai saya gulati sejak mengenal blog pada tahun 2003. Sejak saya merasakan manfaat nge-blog yang luar biasa dan ingin orang lain juga turut merasakan hal yang sama. Apa pun namanya itu; workshop, seminar, sarasehan, baik tentang blog, media sosial, maupun dunia internet pada umumnya, saya tidak kehilangan semangat untuk ikut serta. Jadi penyelenggara, boleh. Jadi Peserta, boleh. Jadi pemateri pun boleh. Bareng komunitas  maupun solo player *hualah* come on lets go

Dari sekian banyak kegiatan, ijinkan saya mengklasifiksinya menjadi lima (saja) workshop tentang blogging & social media.

Cekidot.

1. Workshop SocMed4SocGood

Workshop yang satu ini terselenggara berkat kerjasama Greeneration Foundation dan US Embassy dengan local partner Komunitas Blogger NTT a.k.a. Flobamora Community. Dua pembicara utamanya waktu itu dari Good News from Indonesia dan Relawan Bung Karno Ende. Tentu pembicara pembuka datang dari US Embassy dan Greeneration Foundation. Cerita lengkapnya silahkan klik tautan ini: SocMed4SocGood.

2. Pelatihan Internet, Blog, Socmed LSM VECO

LSM Veco adalah penyelenggara kegiatan yang satu ini. Waktu itu saya dihubungi oleh mas Antonemus untuk menjadi pematerinya. Why not? Jadi, berangkatlah saya ke Kota Maumere setelah selesai mengantar bantuan untuk korban erupsi Gunung Rokatenda. Memberikan pelatihan tentang internet, blog, dan media sosial untuk bapak-bapak petani sangat menyenangkan. Kegiatannya berlangsung di ruang pertemuan Hotel Silvia, Kota Maumere. Cerita lengkapnya silahkan klik tautan ini: Pelatihan Internet, Blog, SocMed Untuk LSM dan Petani.

Yang ini, solo player.

3. Seminar Remaja dan Internet

Lagi, solo player, saat itu sebagai mahasiswi Fakultas Hukum saya diminta oleh BEM Fakultas Hukum untuk mengisi materi tentang Remaja dan Internet di SMK St. Clements Boawae (Kabupaten Nagekeo). Seru? Sangat! Ceritanya dapat dibaca di tautan ini: Study Tour.

4. Pelatihan Blog, Nobar, dan Diskusi

Akademi Merdeka Ende menggandeng Komunitas Blogger NTT untuk menggelar pelatihan blog, nobar #Linimassa, dan diskusi terbuka. Filem dokumenter Linimassa sangat populer pada masanya, sampai sekarang dooonk, karena benar-benar 'membumi'; mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam melawan hoaks melalui jurnalisme warga dan bagaimana masyarakat dapat memanfaatkan media sosial dengan lebih positif dari sekadar menyerang orang lain. Cerita lengkap silahkan klik tautan ini: Pelatihan Blog, Nobar, dan Diskusi.

5. Blog untuk GMIT

Bersama Flobamora Community, saya memberikan materi tentang blog di Aula Gereja Syalom - Ende. Silahkan baca cerita lengkapnya di tautan ini: Kembali ke Fitrah, Kembali ke Blogsphere.

Karena berbagi tidak pernah merugi.

Apa yang saya peroleh dari semua itu? Persahabatan, semakin luasnya pergaulan, menambah wawasan diri, dan seterusnya, dan sebagainya. Saya dan teman-teman Komunitas Blogger NTT tidak mengejar materi dari kegiatan-kegiatan tersebut. Gratis. Bahkan kalau tidak ada yang meminta kami memberikan materi tentang hal-hal di atas, kami lah yang menawarkannya. Sekali lagi: gratis.

Baca Juga : 5 Kelas Blogging

Kapan tidak gratis? Ketika saya menjadi solo player hahaha. Tapi tidak selamanya sih, tergantung pada penyelenggara saja. Kalau saya sendiri tidak bisa menyebutkan angka. Begitu diminta, tanpa bayaran pun, ayo saja. Tentang angka ini juga sama kalau saya diminta mendokumentasikan kegiatan pemakaman, misalnya, tabu untuk menyebut angka kalau urusannya sama keluarga dari orang yang sudah meninggal dunia. Kalau pernikahan, Teh? Oh itu lumayan bisa buat beli laptop baru hahaha.

Intinya begini, kawan, jangan sampai proses mentransfer ilmu dan informasi terhambat hanya karena Rupiah.

Bagaimana dengan kalian? Bagi tahu donk pengalaman kalian tentang kegiatan workshop, seminar, atau sarasehan tentang internet, blog, dan media sosial. Yuk ...



Cheers.

5 Manfaat Garam



Otak manusia merupakan organ perkasa yang bahkan dinosaurus pun membutuhkannya yang mampu menyimpan banyak perkara. Bahkan, hebatnya perkara-perkara yang disimpan itu, tanpa diminta, saling bertaut. Saling nge-link kayak network. Tidak percaya?

Fulana: Ternyata lidah buaya banyak manfaatnya.

Fulane: Tuteh.

Fulana: Tuteh? Emang kenapa?

Fulane: Dia pernah nulis soal manfaat lidah buaya.

Fulana: Oooh iya! Dia juga pernah nulis manfaat kopi!

Dan seterusnya. Bertaut ke sana, bertaut ke sini. Sampai habis itu Fulana dan Fulane ngomongin isi blog saya dari cerita perjalanan sampai review filem, dari hal-hal berbau teknologi sampai manfaat ini itu, dari dunia nge-blog sampai cerita lama yang pernah dilakukan. Hahaha. Senangnya kalau percakapan itu terjadi di dunia nyata. Sayang ... hanya imajinasi saya saja. 

Baca Juga : 5 Manfaat Bawang Putih

Nulis soal otak manusia dan perkara-perkara saling bertaut yang tersimpan di dalamnya, wajah eksotik Nusret Gokce sering terlintas di benak saya kalau orang ngomong atau nulis soal garam. Nusret yang asli Turki ini dikenal dengan julukan Salt Bae karena gaya menabur garamnya itu fenomenal betul. Ambil garam sejumput, lengan ditekuk seksi, miringkan posisi berdiri sekian derajat, taburkan garam pada potongan daging, serrrrr ... sambil mata ngintip dari balik kaca mata. Rambutnya yang agak gondrong, otot lengannya, sixpacks-nya. Eh. Maaf, jadi bertaut ke fisik. Gagal fokus. Silahkan cari di Youtube video-video chef keren yang satu ini dan silahkan gagal fokus berjamaah.


Tapi kali ini saya tidak menulis tentang Nusret. No no no. Bisa kesulitan tidur kalau ingat fisik dan gayanya. Saya mau menulis soal garam yang identik dengan si chef Salt Bae itu. Garam? Kenapa harus garam? Karena garam yang punya empat bentuk itu memberikan banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Lagi-lagi literasi utama tulisan ini adalah buku karya Jerry D. Gray

Empat bentuk garam itu adalah: garam batu, garam hitam, garam laut, dan garam danau. Kalau garam-garam kamu ... itu lagunya Slank. Eh ;)

Komposisi garam antara lain:
Sodium untuk membantu menyembuhkan keasaman dan membersihkan darah, Klor untuk membersihkan tubuh dari elemen-elemen asing, Kalsium untuk membantu tulang untuk tumbuh dan berkembang, Fosfor yang sangat penting untuk fungsi otak, Zat Besi untuk membantu tubuh menyerap oksigen dan mengeliminasi gas CO2, Mangan untuk membantu mendistribusikan garam ke seluruh tubuh, Kalium untuk menguatkan jantung - hati - dan saraf-saraf, Sulfur untuk membersihkan darah dan kulit, Silikon untuk menguatkan mata dan telinga, Magnesium yang penting bagi kesehatan tubuh secara umum, dan Fluorine untuk memperkuat tulang dan mengatur kadar keasaman.

Di atas *tunjuk-tunjuk* itu baru kandungan atau komposisi garam. Belum manfaatnya loh. 

Baca Juga : 5 Cara Mengatasi Kerontokan Rambut

Lantas, apa saja manfaat garam? Garam ternyata dapat mengatasi:

1. Jerawat

Oleskan campuran jus jahe dan garam pada jerawat untuk menghilangkan jerawat tersebut.

2. Ketombe

Cuci rambut dengan air bergaram. Hal ini akan membantu menghilangkan ketombe. Gray mengatakan bahwa sebagai seorang scuba diver dia telah membuktikan bahwa hal ini benar. Tidak ada ketombe selamanya.

3. Masalah Gigi dan Mulut

Berkumur secara teratur dengan air garam akan mengurangi rasa sakit karena gigi keropos dan menyegarkan mulut serta menghilangkan bau tak sedap. Memasukkan garam (batu) ke dalam lubang di gigi akan mengurangi atau menghilangkan sakit gigi dalam beberapa menit.

Tapi jangan ditelan yaaaa.

4. Cacing

Makan pisang ditaburi garam batu dan jus lemon pada perut kosong pada pagi hari akan menghancurkan cacing perut.

5. Masalah Perut

Campurkan satu atau dua sendok teh jus bawang merah (air perasan bawang merah) dengan sejumput garam batu sesudah makan akan meringankan pencernaan. Mencampurkan sedikit garam dengan air panas akan menyembuhkan sakit perut dan juga akan membantu memperbaiki BAB (yang tidak lancar).

Ini bagus banget ya, apalagi yang mengalami masalah cacingan (atau anaknya). Kira-kira si Nusret juga mengalami masalah cacingan tidak yaaa ... semoga tidak ... kan dia bergaul terus sama garam, qiqiqi ;)

Baca Juga : Manfaat Telur Bagi Tubuh

Semoga bermanfaat!



Cheers.

ScootMatic


Pada semula jadi *backsound suara alam, cuitan Twitter burung, air terjun, dan daun-daun oak yang terkibas angin* saya begitu iri melihat orang-orang mengendarai sepeda motor matic seperti Yamaha Nouvo. Saya yang waktu itu masih mengendarai Suzuki Bravo berpikir keras bagaimana cara kerja rem motor matic tersebut. Tepatnya, saya jadi mupeng kan melihat pemandangan seperti itu, motor matic melintas gesit dan anggun. Lebih iri lagi, setelah lulus SMA, ketika saya melihat guru SMA mengendarai Vespa Corsa warna merah. Itu guru laki-laki, kendarai Corsa! Lha saya? Bravo! Dududu. Dasar saya ini anak tidak tahu diuntung.

Baca Juga : The Pause Pod

Suatu kali saya melihat salah seorang pemilik toko di Kota Ende mengendarai motor matic mungiiiillll banget. Ternyata kata orang-orang itu motor matic listrik. Lengkaplah sudah penderitaan saya.

Pada akhirnya saya bisa kendarai motor matic yang dibeli sendiri dengan susah payah. Yamaha Mio Sporty keluaran pertama! Dia saya baptis bernama Oim Hitup. Sumpah nih ya, sampai sekarang si lelaki yang jagoannya matic dari bengkel Anu, yang oleh orang-orang disebut dokter matic, masih mau membeli si Oim Hitup. Sebel kali ya si dia setiap kali saya lewat depan bengkelnya sama Oim Hitup sambil senyum-senyum. Maaf, Oim Hitupnya sudah diwariskan ke Thika Pharmantara. Gantinya, masih dari kelas Mio juga. Mio Fino yang saya baptis bernama Onif Harem.

Dunia motor matic ini luar biasa. Inovasinya melahirkan satuper satu motor matic tangguh idaman. Tapi bagi kalian yang tinggal di wilayah perkotaan dengan topografi 90% datar (tidak berbukit-bukit), motor matic tidak harus yang paling tangguh ya. Beda sama di Kota Ende. Kalau mau beli sepeda motor, harus yang tangguh, karena setiap hari bakal diajak hiking di jalanan tanjakan. Nah, untuk itu kalian yang tinggal di daerah minus perbukitan, perlu kenalan sama motor matic yang satu ini.

Namanya: SCOOTMATIC.


Tahun 2016 ScootMatic masih dalam tahap pengembangan (fund raised). Entah dengan sekarang. Saya belum berhasil menemukan informasinya. Akan tetapi pada artikel yang satu ini, dikatakan bahwa ScootMatic dibanderol seharga 1.799 Dollar. Kalau kalian tahu informasinya, boleh bagi tahu di kolom komentar.

Baca Juga : The Ninox Flatlay Hammock

ScootMatic diklaim sebagai combo sepeda atau skuter paling inovatif yang pernah ada. Berkat sistem brushless-nya, ScootMatic menjadi kendaraan yang ringan dengan berat 265 LBS. Apa saja yang ditawarkan oleh ScootMatic? Mesin 500W, konsep lipat unik, speaker bluetoothpengisi daya USB, remote control starterlayar LED, rem cakram hidraulik, suspensi depan dan belakang, baterai Samsung lithium, motor iInti Jerman, tahan air, sadel kulit, lampu depan LED, dibuat dengan aluminium penerbangan, sistem alaram seperti alaram mobil, dan lain sebagainya.


Dari Indiegogo ditulis bahwa ScootMatic telah memperluas jangkauan untuk gaya hidup perkotaan atau pinggiran kota. Dapat digunakan sebagai pengganti atau dengan transportasi umum, dan dapat membantu pengendara mencapai tujuan dengan kendaraan yang menyenangkan dan menarik! Menarik karena ringkas setelah dilipat, jarak 28 mil dengan sekali di-cas (setara 45 Kilometer) dan kecepatan 16 MPH. 

Khusus untuk paket telepon, ScootMatic disediakan asesoris yang sempurna seperti dudukan telepon (cocok untuk semua jenis ponsel: iPhone 5, 6, 6+, dan Ponsel Samsung), kemampuan untuk mengaktifkan GPS untuk arah saat dikendarai, kantong untuk membawa barang-barang berharga, terbuat dari PU berkualitas tinggi.


Di luar dari fitur-fitur di atas, yang jelas desain ScootMatic memang luar biasa. Sederhana dan ramping. ScootMatic memiliki tampilan ultra-modern. Semua fungsi ScootMatic terintegrasi dengan mulus dalam bentuk murni dan bekerja selaras bersama. Iya, itu yang ditulis di situs Indiegogo. Haha.

Baca Juga : Freestate, Sepatu Idaman Traveler

Nah, sekarang saatnya saya bertanya pada kalian ... maukah kalian mengendarai ScootMatic? Pertanyaan macam apa itu, Teh? Maaf, maaf. Bukan itu. Pertanyaan saya adalah, apabila kalian punya informasi lebih tentang ScootMatic, seperti apakah sudah dijual di Indonesia dan berapa harga pastinya, maukah kalian berbagi informasi itu pada saya? Hehe. Gemas to the max soalnya melihat penampakannya.

Selamat bermupeng-ria!


Cheers.