Arsip Bulanan: September 2018

5 Cozy Songs


Setiap orang pasti punya lagu favorit, lagu kegemaran, lagu kebangsaan, lagu kebesaran, dengan frekuensi dengar tinggi. Sama juga dengan saya kan saya masih orang/manusia juga. Jenis lagu apa yang saya sukai? Semua. Dangdut juga? Tentu saja! Apalagi Mendadak Dangdut-nya Titi Kamal. Heiiii saya masih mendengarkan lagu itu sampai sekarang. Qiqiqiqi. Bagi saya musik/lagu harus diapresiasi sama. Karena, bukan hal mudah untuk bisa menciptakan lagu, bahkan satu lagu pun. Dan saya baru bisa menciptakan belasan lagu baik bersama Cendaga Band, bersama Notes (Noel & Tuteh SideProject), maupun sendirian (dengan kunci C, D, F, G, dan lainnya yang saya hafal minus B dan Bm haha). Mood bikin lagu sedang mengembara, jadi belum produktif ke urusan lagu.


Kembali pada lagu favorit. Saya boleh mengatakan lima lagu yang bakal diulas ini merupakan lagu favorit. Lima lagu ini sangat-sangat nyaman didengar terutama saat malam sebelum eru (tidur dalam bahasa Ende). Setiap kali mendengar lagu-lagu ini rasanya seperti sedang berada di kafe, membaca Peyempuan 2, sambil menikmati sepiring mix sampler, secangkir mochacinno. O-le! Sayangnya jarang sekali saya membaca saat sedang di kafe, adanya malah mengobrol juga tertawa bareng keluarga atau teman, foto-foto, dan kadang-kadang diskusi serius. Haha.

Saya jamin, kalian juga bakal setuju sama lima lagu yang saya rekomendasikan sebagai cozy songs. Wajib dengarkan berulang-ulang sih tidak, tapi mencoba mendengarkannya itu wajib! Siapa tahu bakal masuk dalam list music player kalian.

Mari kita simak ...

1. Homesick by Kings of Convenience

Kings of Convenience adalah duo folk-pop indie dari Bergen, Norwegia. Duo ini beranggotakan Erlen Øye dan Eirik Glambek Bøe. Musik mereka; melodi gitar yang rumit dan halus, serta suara mereka sangat lembut dan menenangkan. Ini yang membuat saya jatuh cinta pada Kings of Convenience saat pertama kali diperkenalkan oleh Ilham. Tidak banyak musisi dunia yang mirip-mirip Kings of Convenience. Kita harus menggali lebih dalam pada masing-masing negara karena mungkin mereka tidak sepopuler Sia, Beyonce, atau Cardi B. Tapi percayalah, mereka termasuk musisi yang sulit hengkang dari hati penggemarnya.


Homesick merupakan salah satu lagu mereka yang sangat saya cintai. Dibuka dengan melodi yang lembut serta menyusul suara mereka yang tak kalah lembutnya! Awwww. Kalau kalian termasuk anak rantau, bisa paber keras kalau dengar lagu ini.


2. Out of My Head by Fastball

Kalau Out of My Head punya mulut, mungkin dia sudah bilang ke saya, "Kau tidak bosan kah, Teh?" haha. Tentu tidak. Siapa yang bisa bosan mendengarkan lagu milik Fastball ini? Fastball sendiri merupakan band rock asal Austin, Texas, Amerika yang dibentuk pada tahun 1995. Beranggotakan Tony Scalzo, Miles Zuniga, dan Joey Shuffield, awalnya nama mereka Magneto U.S.A. tapi berganti setelah tanda tangan kontrak dengan Hollywood Records.


Meskipun single pertama mereka adalah The Way, tapi saya menyukai Out of My Head yang merupakan single ketiga. Dulu banget kalau siaran Segelas Air Putih saya pasti memperdengarkan lagu ini juga, haha.

3. What Am I To You? by Norah Jones

Oh yess! Siapa sih yang tidak jatuh cinta pada perempuan cantik yang satu ini? Rata-rata semua lagunya selalu bikin terbuaiiii. Norah Jones adalah seorang penyanyi, penulis lagu, dan pianis Amerika. Dari semua prestasinya, tidak heran jika Billboard menobatkan si cantik ini sebagai penyanyi jazz top pada dekade 2000 - 2009. Lama juga ya. Kalau saya dinobatkan sebagai penyanyi gagal sepanjang masa.



Salah satu lagunya yang menjadi pilihan saya adalah What Am I To You? Meskipun, saya juga suka mendengarkan Come Away With Me dan Sunrise. Top lah pokoknya kalau dengar suara si Norah Jones. Sampai-sampai saya pernah ngetwit begini: Dear Norah Jones, may I hack your voice?



4. Who You Love by John Mayer & Katy Perry
  
Sudah pernah dengarkan lagu ini? Sudah pastinya ya. Kalau belum, siapa sih yang tidak suka? Katy Perry (John Mayer akan dibahas pada poin 5) merupakan penyanyi yang luar biasa apalagi pada lagu Firework; sangat memotivasi dan menginspirasi. Katy dikenal sebagai penyanyi Amerika dan penulis lagu. Lagu-lagunya banyak yang ngehits sejagad.


Bersama John Mayer, Katy menyanyikan lagu berjudul Who You Love. Dan saya mencintai lagu ini setiap melodinya. Kalian harus dengarkan juga :)

5. Waiting On The World To Change by John Mayer

Awwwww. John Mayer! Ye ye ye. Selain sebagai produser rekaman dan penulis lagu, John Mayer lebih dikenal sebagai penyanyi Amerika yang mendulang kesuksesan di setiap lagu-lagunya. Pada tahun 2005, dia pindah dari musik akustik yang dikenal sebagai jenis musik pada awal karirnya, dan mulai bermusik dalam ranah blues dan rock yang dulu mempengaruhinya (sebagai musisi).


Waiting On The World To Change merupakan lagu yang paling saya sukai sekaligus paling sulit saya mainkan kunci gitarnya, haha.  Percayalah, kalian akan sangat menyukai lagu yang satu ini. Liriknya itu penuh perdamaian perdamaiaaan *malah kasidahan*.


Saat menulis ini saya sedang mendengarkan lagu-lagu terebut di atas. Meskipun nulisnya di kamar, tapi rasanya sedang berada di kafe, ditemani secangkir kopi susu racikan Mamasia ... sadap!

Setiap orang punya lagu favoritnya masing-masing. Kita tidak dapat menilai, ah si dia seleranya jelek, hanya karena selera orang itu berbeda dari kita. Karena, yang namanya seni itu relatif, dinilai sejauh perspektif orang yang menikmatinya. Tidak baku! Jadi, jangan pernah ragu untuk membeberkan pada orang lain apa saja yang menjadi favorit kita. Justru apa yang menjadi favorit orang lain dapat menjadi inspirasi untuk kita (baca: saya) dengan mencobanya juga ...

Baiklah kengkawan semua, selamat menikmati akhir pekan dan jangan lupa berkebun :p


Cheers.

#PDL Jalan Malam Keliling Kota

Simpang Lima Ende.


#PDL adalah Pernah DiLakukan. Tulisan ringan tentang apa saja yang pernah saya lakukan selama ini; jalan-jalan di sekitar Kabupaten Ende, backpacker-an ke tempat-tempat di luar Kota Ende, merusuhi acara, termasuk perbuatan iseng bin jahil bin nekat.

***

Saya ini orangnya tidak tentu. Kadang spontan, kadang penuh rencana. Ketika saya menjadi begitu spontan (halah, bahasanya) biasanya orang lain yang keki setengah mampus sampai ingin mengeluarkan isi otak saya. Tapi kalau sedang berencana dan orang lain melanggar rencana itu, suasana hati saya langsung memburuk penuh mendung hitam menggantung, tinggal tunggu petir dan guntur mengamuk. Jadi kalau ditanya saya ini tipe seperti apa ... bingung juga hahaha. Sulit mendeskripsikan diri sendiri. Yang jelas saya tidak suka makan orang, tidak suka lelaki, tidak suka tipu-tipu. Tipu itu ... apa ya ... sekali menipu nanti akan terus menipu. Itu menurut saya.


Omong-omong ... eh, nulis-nulis soal spontan dan penuh rencana ini, berkaitan dengan kegiatan jalan malam keliling kota yang seterusnya disebut JMKK (ini istilah dari sahabat saya si Sisi; namanya Sisi). Iya, pernah. Saya pernah jalan malam keliling kota. Demi apa, anak-anaaaak? Demi mengurangi kadar gula dalam darah. Soal bobot yang berkurang banyak, itu super bonus. Sebenarnya, ide awal JMKK ini datang dari Sisi. Tapi dia jalannya siang bolong. What? I can't! Pekerjaan tidak memungkinkan saya jalan siang bolong keliling kota yang kalau disingkat menjadi JSBKK. Soal singkatan ini, jangan pernah menyingkat nama saya karena jadinya PDIP.

Adalah Inggi alias Mei Ing, ya - dia lagi, yang menyarankan saya untuk JMKK. Syaratnya: setelah mandi dan Shalat Subuh Maghrib, JMKK, setelahnya tidak boleh mandi lagi thanks God, dan tidur. Apakah saya melakukannya? Belum. Saat Inggi menyarankan itu, saya masih uring-uringan dan lebih sering menghabiskan waktu di depan teve menonton serial ini itu yang tayang di Fox, AXN, StarWorld, NatGeo. Syukurlah sekarang teve telah tidak dinyalakan di rumah kami.

Lantas ...

Spontanitas itu pun datang ...


Tanpa persiapan, tanpa aba-aba, sore itu (yang saya ingat tahun 2012) saya mengajak asisten Mamatua yang lama yang dipanggil Mamasin (bukan Mamasia) JJMK! Belum selesai wajah melongo Mamasin, belum selesai otaknya mencerna ajakan JMKK yang sangat tiba-tiba itu, saya sudah menyeretnya menuju jalan raya. Tanpa sepatu. Mamasin meringis ingin menangis tapi karena saya mengajaknya mengobrol, sakit pada telapak kaki pun hilang atau dia pura-pura kakinya tidak sakit lagi. Waktu itu memang tidak pakai sepatu karena konon katanya bagusan tidak pakai sepatu.

Mural di Polres Ende. Ende Lio Sare Pawe.

JMKK bersama Mamasin waktu itu dilakukan kontinyu, setiap malam usai Shalat Maghrib, dengan rute yang berganti-ganti. Hari pertama rute-nya yang singkat-singkat saja. Hari berganti hari seolah waktu akaaan malah nyanyi lagunya sinetron Tersanjung haha. Hari-hari berikutnya rute kami menjadi lebih jauh. Yang biasanya hanya satu kilometer JMKK, menjadi enam kilometer. Pokoknya semakin banyak keringat yang keluar, semakin bahagia perasaan saya. Sebahagian kalian yang akhirnya dilamar :p

Apa efeknya?

Efek JMKK sangat luar biasa. 

Efek pertama adalah mengantuk. Setiap kali kadar gula dalam darah meningkat atau berkurang, beberapa penderita diabetes merasa sangat mengantuk + sekali. Parahnya kantuk ini menyerang kapan pun dia mau. Pernah saat sedang mengendarai Oim Hitup (my matic) dari luar kota menuju Kota Ende, saya nyaris keluar dari badan jalan. Tuhan, tolong ... kalian tahu kan kondisi jalan antar kabupaten di Pulau Flores? Kanan jurang, kiri tebing. Kanan tebing, kiri sawahnya orang. Alhamdulillah setelah berhenti sejenak, loncat-loncat, membayangkan wajah Ryan Gosling, saya bisa melanjutkan perjalanan dan tiba di rumah dengan selamat.


Enam bulan JMKK kontinyu, dengan sesekali absen, efek yang lebih kentara di mata orang lain adalah bobot. Haaa? Suara ndenga/sengau antara tidak percaya tapi senang banget sama penilaian orang.

Are you sure?

Really?

Iyess. Bobot saya berkurang ternyata dan itu saya sadari ketika berusaha memerhatikan pakaian di tubuh. Oh, iya agak longgar di sana, di sana, dan di sana. Lemak pipi pada ke mana ya? Artinya, JMKK benar-benar menyukseskan saya mengurangi kadar gula dalam darah. Bonus: bobot berkurang banyak!

Bunga di halaman orang haha.

Lanjutannya ini berhubungan dengan manusia sebagai makhluk lemah ciptaan Tuhan. Sebagai manusia lemah iman, yang suka lekas puas sama hasil, saya kemudian berhenti JMKK. Efeknya? Kadar gula dalam darah kembali naik gara-gara sedikit keringat yang dikeluarkan sejak berhenti JMKK itu. Payah lu Teh. Tentu, ketika kadar gula meningkat saya jadi sering mengantuk juga hahaha. Tapi kengerian sebenarnya bukan pada kadar gula dalam darah, melainkan neuropathy yang kemudian menyerang kedua kaki saya. Awalnya hanya satu jari yaitu jari manis di kaki kiri, akhirnya merambat ke seluruh kaki.

Dan saya masih menertawai betapa bodohnya saya berhenti JMKK waktu itu. Saya tertawa karena untung kaki saya yang mati rasa dan menjadi menjengkelkan kala tidur malam. Bagaimana kalau perasaan saya yang mati rasa?

Bueh.

Setelah itu saya masih saja dengan kebiasaan buruk yakni jarang olahraga. Sering melewatkan jalan sehat mingguan bersama teman-teman kantor. Sering melewatkan ajakan olahraga dari teman-teman lain. Hingga saya mulai diet DEBM pada tahun 2018 kemarin, yang menyebabkan kadar gula dalam darah saya kembali berhasil dirosotkan (APA PULA BAHASA INI) dari 400-an menjadi 50-an. Dan itu tidak boleh. Maka saya kembali mengkonsumsi karbo meski tidak banyak. Efeknya juga ke bobot tubuh. Itu pasti.


Pikir punya pikir, kalau DEBM utuh kadar gula dalam darah saya merosot terlalu jauh, sedangkan saya kembali mengkonsumsi sedikit karbo ... maka saya harus punya solusi lain.

A-ha!

*tring!*

JMKK!

Again.

Spontanitas JMKK kali ini melibatkan Ocha yang mana dia juga senang karena ingin membesarkan betis. Itu katanya Ochaaaa, bukan kata saya hehe. Sudah semingguan JMKK dan efeknya terasa sekali di kaki.

Kalau dulu JMKKnya hanya sambil mengobrol dengan Mamasin, maka sekarang JMKKnya sambil foto sana sini terutama kalau melihat tanaman di rumah orang. Gemas-gemas bergembira lah kita. Beberapa foto JJMK bisa kalian lihat sepanjang membaca pos ini.

Bagaimana dengan kalian? Pernah JMKK juga?


Cheers.

5 Tanaman Dapur di Rumah

Cabe dan Kumbang, dari halaman Asrama Rumah Bujang.

Mau menulis berkebun tapi tidak punya kebun. Yang punya kebun maha luas berbukit-bukit itu justru si Kakak Pacar. Apa bagusnya menulis bercocok tanam saja? Entahlah. Kalau menulis bertani dan berladang justru lebih kurang ajar. Tapi yang jelas, kalian semua sudah tahu tentang hobi saya bergaul sama tanaman baik yang tidak berbunga, berbunga, maupun yang berbuah. Hobi ini bermula pada tahun 2016 ketika saya, akhirnya, menyadari betapa gersangnya rumah kami pasca stroke yang menyerang Mamatua pada tahun 2009 lampau. Menulis kata lampau kok rasanya macam lima abad yang lalu hahaha.


Sesungguhnya hobi bergaul sama tanaman ini merupakan hobi yang membutuhkan kesabaran super tinggi. Karena, untuk menunggu satu bibit tumbuh saja saya harus banyak berdoa dan melewati lima kali purnama menunggu berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Setiap hari pasti menengok pot semai-nya, mengajak mengobrol (serius), dan berdoa agar dia segera tumbuh. Maklum, saya memakai tanah belakang rumah yang lebih banyak biji lamtoronya :p dari pohon lamtoro yang tumbuh rindang, jadi yang tumbuh duluan itu anakan lamtoro hahaha. Cabut. Seharusnya tanah dicampur bokasi, tapi saya skip bokasi ini.

Menunggu anak daun sop ini tumbuh, sungguh membutuhkan waktu yang cukup lama dan harapan setinggi langit.

Ceritanya, menjelang Idul Fitri kemarin saya mendapat hadiah dua pot tanaman bambu air. Karena pernah kejadian dua kali pot bunga saya dicuri (tega sekali yaaaa yang mencuri kaktus dan bunga halus itu), maka khusus bambu air ini saya simpan di dalam rumah. Akan tetapi setiap pagi sampai sore pot bambu air diletakkan di beranda belakang agar bermandikan sinar matahari. Sayang banget kalau sampai mati. Baru-baru ini saya mulai menginspeksi ulang beranda belakang yang adalah bekas dapur dan tempat jemuran baju anak kos (dulu rumah kami ada kosnya). Setelah lama duduk di situ ... triiing! Terbit ide untuk mengisi beranda belakang dengan tanaman. 

Suasananya bikin hepi.

Awalnya belum tahu mau menanam tanaman apa. Pikir punya pikir, ingin memisahkan anakan lidah buaya alias diperbanyak begitu. Tetapi atas saran tetangga, No Andre, saya kemudian membeli polybag dan bibit sayur di Toko Sahabat Tani. Niatnya mau membeli bibit jahe, bawang, dan kacang panjang. Akan tetapi yang terbeli justru daun sop, bawang merah, dan sayur sawi putih. 

Polybag yang sudah ditanam bibit.

Mamasia membantu mengisi semua polybag dengan tanah halaman belakang yang lebih banyak biji lamtoro itu. Kalau kalian lihat gambar beranda belakang di atas: penampakan beranda belakang, tempat saya duduk untuk memotret itu beratap seng karena dulu bekas dapur anak kos, ada dua pot bambu air sedang bermandikan cahaya matahari, ada bak air bekas milik anak kos, dan sananya sedikit ada pohon lamtoro. Setelah atap, ada halaman belakang (dekat jalan) yang tidak luas tapi cukup untuk kami mengambil tanahnya.


Sesuai judul pos, ada lima tanaman dapur (saya menyebutnya begitu karena bisa buat keperluan dapur) yang saat ini sudah tumbuh subur dan baru saja ditanam bibitnya. Tanaman-tanaman itu adalah:

1. Cabe. 
2. Bawang dayak.
3. Daun sop.
4. Sawi putih.
5. Daun pandan.

Sedangkan dua tanaman lainnya yang pernah tumbuh subur tapi kemudian termakan hama adalah tomat dan bayam merah. Sereh antara hidup dan mati. Ini dia penampakan pohon tomatnya dulu:


Sayang ya tidak bertahan lama, padahal sudah berbunga dan membikin hati saya berbunga-bunga.


Khusus untuk cabe hijau dan daun sop, saya sudah berkali-kali panen, bahkan daun sop ada pula dibawa pulang sama teman sekalian sama potnya. Daun pandan masih dalam masa pertumbuhan. Sedangkan bawang dan sawi putih baru kemarin siang disemai. Ini yang bikin perasaan saya campur-aduk ... tumbuh nggak ya ... kalau tumbuh nanti dia secantik saya nggak ya ... dia bakal bertahan sama kehidupan yang semakin kejam ini nggak ya ... dia bakal belajar internet nggak ya ... *dijumroh*


Membeli polybag setengah kilogram ternyata banyak juga (lihat foto polybag, itu baru sebagian polybag). Besok lusa saya bakal coba saran dari Kakak Hendrika Dawi, untuk membeli jahe dan kunyit di pasar. Pilih yang bulat dan apalah (nanti lihat lagi di komentarnya di Facebook). Doakan agar polybag tersisa nanti dapat ditanam jahe dan kunyit. Untuk bibit sereh saya bisa memintanya lagi di Mila Wolo. Gampang diatur lah itu. Yang penting bibit yang baru kemarin saya tanam bisa tumbuh dulu.

Hobi bergaul dengan tanaman ini membikin saya selalu geregetan kalau melihat bunga atau kebun orang. Seperti gambar berikut ini, geregetan sama tanaman cabe di halaman Asrama Rumah Bujang, dekat-dekat rumah:

Cabenya semok! Tangannya juga semok!

Atau halamannya yang penuh tanaman cabe ini, yang bisa bikin tukang gorengan ngiler level galaksi:

 
Geregetan sama tanaman orang lain, geregetan juga sama tanaman sendiri.

Kemarin, setelah saya selesai menanam bibit dan Ocha selesai membersihkan bekas dapur anak kos, kami berbincang tentang sayur-mayur. Memperhitungkan antara menanam sendiri dengan membeli di pasar. Sebenarnya tidak ada untung-rugi; kalaupun ada tipis-tipis saja. Tetapi kemenangan menanam sayur-mayur sendiri adalah pada saat panennya. Bangga, bahagia, apalah, karena bisa memakan sayur-mayur hasil tanam sendiri. Untuk sementara kami sudah puas dengan cabe dan daun sop, lalu menunggu sawi tumbuh, kemudian mulai mencari bibit sayuran lainnya.


Bagaimana dengan kalian? Sudahkah kalian memanen hasil tanaman 'dapur' sendiri? Ditanamnya di kebun (lahan yang luas) atau di pot/polybag seperti saya?

Semoga bermanfaat :)


Cheers.

KEPO BUKU #11 – KEPOIN BUKU-BUKU SASTRA (2/2)

Inilah bagian kedua dari dua episode spesial Kepo Buku yang membahas soal buku-buku sastra favorit masing-masing hostnya (Rane Hafied, Steven Sitongan dan Hertoto Eko). Obrolan ini berangkat dari persepsi masing-masing host tentang apa itu buku sastra, sehingga menjadi sangat beragam (Lihat list buku di bawah)

Ada juga beberapa teman baik yang mengirimkan cerita buku-buku favorit mereka melalui Voice Note di Whatsapp. Untuk episode ini ada Tuteh Pharmantara yang akan berbagi cerita tentang bukunya. Terima kasih Tuteh.. 🙂 Mau ikutan cerita juga? Silahkan gulung ke bagian akhir posting ini.

Selamat mendengarkan. Semoga berkenan.



Di mana dengar podcast Kepo Buku?

Google Podcast | Spotify | Anchor | Breaker | Sticher | Pocketcast | Radio Public

Buku yang Disebut di Episode ini:
(Berdasarkan urutan kemunculan di episode ini)

  • Serial buku-buku karya Dr. Karl May
  • Papillon – Henri Charriere
  • Dan Perangpun Usai – Ismail Marahimin
  • Serial Tono dan Tini (Jip and Janeke) karya Annie M.G Schmidt
  • Rubuhnya Surau Kami – Ali Akbar Navis
  • Kabut Negeri Si Dali – Kumpulan Cerpen Ali Akbar Navis
  • Serial Wiro Sableng karya Bastian Tito
  • Sastra Indonesia di NTT Dalam Kritik dan Esai – Yohanes Sehandi
  • Sai Rai – Dicky Senda

 

AYO CERITAKAN BUKU YANG LAGI KALIAN BACA LEWAT AUDIO:

Yoi cuy, kita mau ngajak kalian buat ikutan di Kepo Buku. Intinya kita mau tahu kalian lagi baca buku apa? Kirim dalam bentuk rekaman suara (maksimal 5 menit). Jangan lupa sebut nama, lokasi dan ceritakan buku yang kalian lagi baca atau mau kalian rekomendasikan. Ada dua cara yang bisa dilakukan:

  1. ANCHOR: Untuk pengguna aplikasi Anchor, klik “Message” dan mulai rekam review kalian. (Durasi maksimal 1 menit tapi kalau masih kurang, silahkan rekam lagi)
  2. WHATSAPP:  Gunakan fasilitas Voice Note di Whatsapp. Klik/ ketik link ini di HP kalian: http://bit.ly/ikutkepobuku
  3. EMAIL: Rekam di voice note di hp dan kirim lewat email ke suarane@gmail.com

Rekaman yang kita terima akan kita sertakan dalam episode-episode Kepo Buku berikutnya.

 

Credits:

  • Cerita buku Sastra Indonesia di NTT Dalam Kritik dan Esai disampaikan oleh Tuteh Pharmantara
  • Musik: “Fretless” oleh Kevin MacLeod (incompetech.com). Licensed under Creative Commons: By Attribution 3.0 License
  • Cover: pixabay.com

 

-rh-

5 Manfaat Bekam


Kalian pasti sudah sering mendengar atau membaca soal bekam. Kalau belum pernah, coba membaca pos ini sampai selesai agar tahu manfaat bekam bagi tubuh manusia. Jujur, saya pribadi belum pernah mencobanya meskipun sudah ditawari oleh teman. Selalu saja terbentur waktu; kami ditakdirkan untuk tidak hidup bersama dapat saling bertemu dalam suasana yang asyik untuk dia membekam saya. Herannya setiap kali bertemu, ada saja cara yang dia tempuh untuk dapat membekap mulut saya. Oh ya, untuk menghindari salah paham, teman saya ini perempuan.


Apa dan bagaimana bekam, simak ulasan Wikipedia berikut ini: 

Bekam (Arab: الحجامة; al-hijamah) adalah metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah statis (kental) yang mengandung toksin dari dalam tubuh manusia. Berbekam dengan cara melakukan pemvakuman di kulit dan pengeluaran darah darinya. Pengertian ini mencakup dua mekanisme pokok dari bekam, yaitu proses pemvakuman kulit kemudian dilanjutkan dengan pengeluaran darah dari kulit yang telah divakum sebelumnya.

Bekam (blood cupping / blood letting / cupping therapy / blood cupping therapy) dilakukan menggunkan kop angin (semaca mangkuk kaca atau gelas kaca mungil), seperti pada gambar berikut ini:


Kop angin ini diletakkan di area punggung (pasien posisi tidur tengkurap) lantas divakum (dihisap) melalui lobang pada pantat kop angin. Sekitar lima sampai tujuh menit kop angin dilepas lantas daerah kulit yang dibekam tadi disayat kecil atau ditusuk menggunakan jarum (harus steril). Lalu kop angin dipasang lagi untuk menyedot darah kotornya. Melalui cara ini, racun-racun akan dikeluarkan melalui lubang-lubang tadi. Pada jaman dahulu, belum ada alat kop sehingga alat yang dipakai berupa tanduk kerbau/sapi, tulang unta, dan gading gajah. Oleh karena itu pada zaman Cina kuno bekam disebut dengan perawatan tanduk.



Selain di punggung, banyak juga yang melakukan bekam di wajah. Tetapi kalau di wajah sebaiknya menggunakan jarum (untuk membuka / melubangi kulit). Kan sayang, apalagi kaum perempuan, kalau wajahnya kemudian muncul bekas luka haha. 

Informasi dari Wikipedia:

Seorang herbalis Ge Hong (281-341 M) dalam bukunya A Handbook of Prescriptions for Emergencies menggunakan tanduk hewan untuk membekam/mengeluarkan bisul yang disebut tehnik “jiaofa”, sedangkan pada masa Dinasti Tang, bekam dipakai untuk mengobati TBC paru-paru. Pada kurun abad ke-18 (abad ke-13 Hijriyah), orang-orang di Eropa menggunakan lintah (al ‘alaq) sebagai alat untuk bekam dan dikenal dengan istilah leech therapy, praktik seperti ini masih dilakukan sampai dengan sekarang. 
 
Jadi, apa saja manfaat bekam?

1. Membersihkan Tubuh dari Darah Kotor.
2. Meringankan sakit punggung dan leher.
3. Mengobati sakit dada dan tenggorokan.
4. Mengobati sakit di sekitar kepala dan mata.
5. Mengobati diabetes.

Jadi kalau kepala dan punggung terasa berat, coba lakukan bekam. Niscaya, seluruh tubuh bakal terasa ringan. 


Yang paling paling pertama diketahui oleh masyarakat umum adalah bekam membersihkan racun / darah kotor dari dalam tubuh. Padahal banyak sekali manfaat bekam yang bisa diperoleh selain lima di atas, diantaranya sakit dada, tekanan darah tinggi, rematik pada otot, alergi, asma, dan lain sebagainya (Jerry D. Gray, 2010 : 115). Dan seperti kutipan dari Wikipedia di atas, bekam dipakai untuk mengobati TBC paru-paru.

Bagi kalian yang tinggal di kota besar, pasti sudah banyak tempat pengobatan dengan cara bekam ini. Di Ende belum ada, dan saya belum mau dibekam oleh teman sendiri, jadi yaaa belum pernah coba. Padahal manfaatnya bagus sekali!

Bagaimana? Mau mencoba bekam? Atau ada yang pernah dibekam? Bagitahu doooonk dengan saya :)

Semoga bermanfaat.


Cheers.

Blog It! Pilihan Nge-blog Pakai Smartphone


Sumpah, saya termasuk blogger yang enggan menggunakan smartphone untuk nge-blog. Alasannya? Alasan pertama, nge-blog pakai smartphone itu rempongnya minta ampun. Rempong terkadang bikin darah tinggi, jadi saya harus menghindarinya dari pada nanti smartphone berakhir di lantai. Alasan kedua, Aplikasi Blogger yang diunduh dari Playstore ternyata tidak mampu memenuhi keinginan saya sehingga dua hari setelah diunduh, pada tahun 2013 itu, langsung hapus tanpa kompromi. Sudah bisa dipastikan saya selalu nge-blog menggunakan laptop/komputer. Nge-blog di sini artinya mengutak-atik dashboard (tulis pos, balas komen, cek statistik, ganti tema, dan lain-lain), bukan blogwalking. Kalau sekadar blogwalking sih smartphone sudah lebih dari cukup.


Sampai kemudian, baru-baru ini saya coba menggali lebih dalam informasi tentang nge-blog pakai smartphone gara-gara banyak pertanyaan tentang itu dari peserta Kelas Blogging NTT yang tidak semua nge-blog menggunakan laptop. Saya terdampar pada sebuah blog milik seorang blogger bernama Antung Apriana dengan judul pos: [Review] Aplikasi Blogger Pro untuk Ngeblog. Ternyata Antung Apriana juga sependapat dengan saya soal Aplikasi Blogger yang sangat tidak memuaskan, di luar ekspetasi:  

Di playstore sendiri ada beberapa aplikasi yang bisa digunakan untuk ngeblog. Yang pertama tentu saja aplikasi Blogger yang sayangnya sangat jelek. Lalu ada Blogit!, Blogger Pro dan Blogaway. Keempat aplikasi yang saya sebutkan di atas merupakan aplikasi untuk blog dengan platform Blogspot.

Dari kutipan di atas, kalian sudah langsung tahu bahwa ada beberapa pilihan untuk nge-blog pakai smartphone yaitu BlogIt!, Bloggr Pro dan Blogaway. Tanpa menunggu duit jatuh dari langit, saya langsung mencari BlogIt! di Playstore, mengunduh dan menginstalnya. Jadi kali ini saya hanya bisa bercerita tentang BlogIt! untuk kalian, hehe. Aplikasi lainnya silahkan dicoba sendiri. Ikon BlogIt! dapat dilihat pada gambar di awal pos ini.

Baca Juga : Proyektor Ini Tidak Butuh Layar atau Dinding

Setelah diinstal (ikuti petunjuk termasuk mengijinkan BlogIt! untuk menggunakan file yang ada di smartphone), maka tampilannya seperti berikut ini:



Tampilannya langsung seperti itu (gamblang). BlogPacker adalah nama blog-nya, disusul bagian bawah terdiri dari dua item yaitu Post dan Comments. Artinya BlogIt! memudahkan para penggunanya. Post merupakan tampilan daftar konten blog kita baik yang sudah di-publish, draft, maupun terjadwal. Sedangkan Comments adalah semua komentar dari para pembaca (tanpa menampilkan komentar balasan dari kita), seperti yang bisa dilihat di gambar berikut:




Bagaimanan untuk memulai pos baru? Silahkan klik tanda + pada item Post, sudut kanan bawah. Kalian akan langsung diantar pada form pos seperti pada gambar berikut:


Silahkan isi judul dan isi pos (Post Title dan Write Your Post Here!). Panel pos memang sedikit, seperlunya saja, seperti menebalkan, memiringkan, menggarisbawahi kata/kalimat, ada juga strikethrough, menambah tautan, menambah gambar, serta rata kanan - tengah - kiri (sayang ya tidak ada justify), juga menambah label/tag. Tapi saya pikir, inilah yang paling utama dibutuhkan untuk membuat atau menulis sebuah pos blog. Pada bagian kiri atas ada pilihan untuk mem-publish pos, menyimpannya, dan tiga titik dengan tiga pilihan yaitu Schedule (membuat jadwal pos), Delete (menghapus pos), dan Edit HTML.

Baca Juga : Foto Kreatif Untuk Pos Blog

Awal pos ini sampai satu paragraf saya menggunakan BlogIt!, yang kemudian dilanjutkan dengan laptop. Jadi, saya bisa mengatakan bahwa BlogIt! lumayan kece karena untuk menambahkan gambar, suka-suka saya memilih letak/posisi. Sedangkan waktu pakai Aplikasi Blogger, gambar tidak bisa diatur (selalu di bawah pos). Makanya dua hari saja langsung saya hapus hehe. Tapi kalau ditanya mau pakai BlogIt! atau nge-blog pakai laptop, sekarang saya pikir tergantung situasi. Apabila situasi tidak memungkinkan saya pakai laptop tetapi ide sedang melayang-layang, pasti buka BlogIt! lantas menyimpannya sebagai draft saja. Ide itu nanti bisa diedit saat sedang online menggunakan laptop.

Semakin banyak aplikasi nge-blog pakai smartphone, tentu semakin membantu para blogger memperbarui konten blog mereka. Yaaa pasti lebih semangat kan. 

Nge-blog pakai smartphone ini mungkin akan menjadi salah satu materi Kelas Blogging NTT. Mengingat, peserta sudah sering menanyakannya (dan kami menjawab soal Aplikasi Blogger yang jelek, lebih baik pakai browser saja). Semoga akan lebih banyak peserta yang rajin memperbarui konten. Se-mo-ga!

Baca Juga : Legitnya Xiaomi Redmi 5 Plus

Bagaimana dengan kalian? Lebih suka nge-blog pakai smartphone atau laptop


Cheers.

Suarane 25 – #March4Lombok

Episode kali ini menghadirkan seorang tamu dari negeri tetangga yang menunjukkan kepeduliannya pada para korban bencana gempa di Lombok dengan cara berjalan kaki keliling Lombok sejauh 100 Km. Siapa dia? Mengapa memilih berjalan kaki? Kepedulian seperti apa yang ingin dibaginya? Enaknya sih memang dengerin lengkap episode ini sampai selesai. Semoga bermanfaat dan menginspirasi.



Credits:
Musik yang dipakai di episode ini adalah “Carefree” karya Kevin MacLeod (incompetech.com). Licensed under Creative Commons: By Attribution 3.0 License

Susah Cari Kerja? Coba Deh Lesatkan Karirmu Dengan Ikutan LDP Home Credit Indonesia


Susah cari kerja? Kamu tidak sendiri, diluar sana masih banyak yang menerima penolakan sama seperti kamu. Di era saat ini, pekerjaan itu ibarat permata yang banyak diburu oleh orang, namun hanya beberapa orang saja yang mampu mendapatkannya. Tentu saja banyak sekali jalan untuk mendapatkan permata, namun lagi-lagi tergantung pada kegigihan dan kesabaran dalam meraihnya. 

Kerja itu membutuhkan komitmen yang tinggi dan memilih sebuah perusahaan ini bagaikan memilih pacar karena dalam jangka waktu yang lumayan lama kita akan berada di perusahaan tersebut. Jika tidak cocok maka akan terjadi pergantian yang cukup sering. So, coba pikiran terlebih dahulu sebelum memasukan lamaran pekerjaan, perhitungkan kenyamanan dan fasilitas yang didapat serta nama dbesar perusahaan tersebut. 

Lalu kalau sudah berusaha mencari kerja namun ternyata tidak diterima, apa yang harus diperbuat untuk segera mendapatkan pekerjaan tersebut? Setiap orang memiliki rejeki dan karir masing-masing. Saya pernah berbincang-bincang dengan seorang pengemudi ojek online. Dia memiliki dua anak dengan pendidikan cukup tinggi, yang satu sudah lulus kuliah dan sudah berumah tangga, sedangkan si bungsu telah memasuki kuliah di salah satu perguruan tinggi. Kuncinya menurut bapak ini adalah kesabaran dan keikhlasan, serta tentu saja berusaha sehingga kita akan mudah menjalani hidup. 


Ikhlas, Sabar dan Kerja Keras, mungkin ini salah satu yang harus kita lakukan apabila belum menemukan pekerjaan yang cocok bagi kita. Nah, saya punya beberapa tips yang cocok agar kamu bisa cepat mendapatkan pekerjaan. 

Join Website Pencarian Kerja 

Sambil melamar melalui email langsung ke perusahaan, biasanya banyak sekali webiste penyediaan lowongan pekerjaan salah satunya yang sangat ternama adalah karir.com. Di karir.com banyak situs lowongan pekerjaan yang bisa kita pilih sesuai dengan jurusan dan level yang sedang kita incar saat ini.

Rajin Cari Informasi 

Salah satu yang membuat kita berpeluang mendapatkan pekerjaan adalah rajin mencari informasi dari siapapun termasuk teman, sahabat, pacar, gebetan, keluarga dan masyarakat. Siapa tahu dari merekalah pekerjaan ideal dan idaman bisa kita dapatkan dengan segera. 

Perbaiki Surat Lamaran Pekerjaan Dan CV

Sering kali banyak sekali surat lamaran dan cv kita di tolak oleh pihak perusahaan gara-gara tidak sesuai dengan kriteria. Kriteria yang dimaksud biasanya surat lamaran yang menggunakan bahasa Indonesia sedangkan pada lamaran disebutkan harus dalam bahasa Inggris serta tidak mencantumkan kontak, alamat dan informasi lainnya dalam cv sehingga sangat sedikit informasi yang didapatkan oleh pihak penyeleksi. 

Mulailah menyusun surat lamaran kerja dan cv dengan baik dan benar sehingga apabila terdapat lowongan maka dengan sangat mudah dan cepat kita bisa melamar dan tentu saja peluang untuk lolos ke tahap selanjutnya akan sangat memungkinkan.


Latihan Soal Test dan Wawancara 

Practice make perfect, yes betul banget pepatah ini. Latihan soal test seperti bidang ilmu sesuai dengang jurusan, kemudian TPA, Bahasa Inggris dan keahlian lainnya akan memudahkan kita untuk lolos ke tahap selanjutnya seperti Wawancara atau interview. Nah, wawancara pun memerlukan latihan karena pada dasarnya kita memerlukan penyesuaian dan kebiasaan agar dapat meyakinkan pihak perusahaan. 

Ikutan LDP Home Credit Indonesia


Nah, kali ini Home Credit Indonesia, sebuah perusahaan  pembiayaan berbasis teknologi global yang menyediakan layanan pembiayaan baik secara online maupun offline, membuka kesempatan bagi generasi muda untuk ikutan program LDP. LDP adalah Leadership Development Program dengan percepatan karir hingga posisi Asistant Manager dalam waktu satu tahun kerja, wow!. 

Selain percepatan karir, alumni LDP memiliki berbagai benefit sebagai berikut : 
  • Suasana kerja yang dinamis, terbuka & fleksibel
  • Kesempatan business trip ke Praha (Republik Ceko)
  • Kesempatan job shadowing ke 10 negara lain
  • Akses ke berbagai fasilitas olahraga (basket, futsal, gym, renang, sauna, tenis, golf), serta
  • Fasilitas kredit ringan bagi karyawan

Persyaratan untuk mengikuti Leadership Development Program Home Credit Indonesia :
  • Berusia maksimal 25 tahun
  • Lulusan S1 dengan IPK 3.00, Lulusan S2 dengan IPK 3.30 
  • Memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik 
  • Memiliki passion yang tinggi dalam leadership 
  • Menyukai tantangan dalam dunia kerja
  • Aktif dan senang berinovasi dalam lingkungan 

Bagi yang berminat untuk mengikuti LDP  dari Home Credit Indonesia di wilayah Jakarta bisa mengikuti Walk In Interview Jakarta Area pada tanggal 26 September 2018. Kegiatan Walk In ini akan dilaksanakan di tanggal 26 September 2018 di Ruang Auditorium Pusat Studi Jepang UI. Kampus UI Depok. Jl. Prof. Dr Selo Soemardjan, Pondok Cina, Kota Depok. 

Sementara di bulan Oktober 2018 akan dilaksanakan pada Walk in Interview Yogyakarta Area pada tanggal 11 Oktober di UGM: Hall Perpustakaan Sekolah Vokasi UGM. Jl. C Simanjuntak no. 76A, Caturtunggal, Kota Yogyakarta. 

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui website: karir.com/homecredit .