Arsip Bulanan: Juli 2018

Sajak Bang Iwan Bonick Saat Syukuran 1 Tahun Perpusjal Bekasi

Ada beberapa puisi dan sajak yang dibacakan saat Perpustakaan Jalanan Bekasi menghelat "Sekadar Syukuran 1 Tahun Pelaksanaan Perpustakaan Jalanan Bekasi", malam Minggu 28 Juli 2018 kemarin. 

Saya beruntung bisa mendapatkan 3 sajak atau puisi diantaranya,  dan akan saya arsipkan dalam blog ini. Salah satu dari 3 sajak itu adalah sajak dari Bang Iwan Bonick sang pelopor Perpustakaan Jalanan Bekasi.

Iwan Bonick yang saya kenal adalah seorang pencinta barang-barang tempoe doeloe, kalau sempat mampir di kios Asaldoe di Jl KH Agus Salim No 71A tempatnya sehari-sehari mangkal, maka kita akan menemukan jejeran barang-barang antik tempoe doeloe koleksinya. 

Apakah koleksi barang antik itu dijual? Gak semua untuk dijual, tapi kalau mahar sesuai, siapa pun bisa membawa pulang koleksi barang-barang kuno dan antik yang dia kumpulkan dari mana saja. Saya selalu menyempatkan mampir sekadar numpang ngopi atau istirahat di kiosnya yang seperti museum mini.

Selain itu Bang Bonick (sapaan akrabnya) juga dikenal sebagai aktivis kesejarahan dalam Komunitas Historika Bekasi, mulai dari sepeda ontel sampai foto-foto Bekasi lama miliknya sudah berkeliling Bekasi dipinjamkan kepada siapa pun yang memerlukan saat ada acara terkait kebekasian.
Iwan Bonick Saat Syukuran 1 Tahun Perjuangan Perpusjal Bekasi
Sajak ini ia posting di Facebook tanggal 30 Juli 2018, saya salin dan publish ulang sebagai arsip jika kelak kita mau kembali bernostalgia atau sekadar merenungi sajak yang ia lontarkan malam minggu lalu. Berikut selengkapnya sajak yang mungkin ia buat khusus untuk dipersembahkan dalam  acara ini.

Menyusun huruf
Merangkai kata
Membuat kalimat 
Walau mungkin tak bermakna

Kala saat tak disengaja
Tampaklah bentuk di sudut mata 
Terlihat wujud di kolong meja
Terkadang terselip di antara meja
Tempat mengasikkan tetaplah di atas meja

Bila dia sendiri tak ada teman 
Tak berarti rasanya diri 
Kawannya pun sendiri 
Hampa dan kosong

Suatu waktu dalam satu hari
Kita melihatnya 
Bergeraklah menghampirinya
Lalu sentuhlah 
Kita belai 
Kita rayu
Cumbulah dia 
Dengan rasa, karsa, cipta dan cinta

Kita bantu mencari temannya
Kita bimbing menemui temannya
Karena Mereka saling menanti 
Potlot dan kertas putih
Sudah lama mereka berteman
Sudah lama mereka berkawan

Maka
Menulislah apa yang bisa kita tulis
Menulislah apa yang ingin kau tulis
Menulislah selagi bisa menulis
Menulislah tentang apa saja

Tak peduli ada yang membaca atau pun tidak 
Tapi nanti akan menjadi yang dinanti
Setelah kita mati 
Dan mereka menjadi berarti

Kp Teluk Angsan Bekasi. Sabtu Wage 28 Juli 2018

Sajak Bang Iwan Bonick Saat Syukuran 1 Tahun Perpusjal Bekasi
Dalam banyak acara, Iwan Bonick memang telah sering melontarkan puisi-puisi, baik karya sendiri mau pun karya orang lain. Ekspresinya saat membacakan puisi bisa mengingatkan kita pada Rendra Sang Burung Merak. Kadang suaranya melembut, kadang berteriak lantang menjiwai setiap bait sajak.

Lanjutkan terus karya dan kreasinya Bang Bonick, kali aja nanti puisi-puisi dan sajak karyamu dapat dibukukan sebagai salah satu potret perjalanan Bekasi dari waktu ke waktu dalam bentuk puisi, sajak atau lainnya... amin.

Salam.

Kepo Buku #7 – Bicara Toko Buku

Dalam episode ini kami bertiga (Rane di Bangkok, Steven di Ambon dan Toto di Singapura) ngobrol ke sana ke mari tentang toko buku, mulai dari soal toko buku yang asik itu seperti apa sampai toko buku seperti apa yang akan kita bikin kalau kita punya modal. Ngayal dikit boleh doong 🙂

Di bagian terakhir kita seperti biasa juga akan mengulas singkat tiga buah buku yaitu:

1. Playing On: My Life on and Off the Field – Alessandro del Piero.
2. Off the Record – Ria SW
3. The President is Missing – Bill Clinton & James Patterson

Mulai episode ini kami juga akan mengundang teman-teman untuk ikut merekomendasikan buku-bukunya lewat rekaman suara/ audio, baik lewat fasilitas pesan audio di Anchor maupun lewat Voice Note di Whatsapp. Detilnya ada di bagian bawah posting ini.

Sementara itu dengerin dulu Kepo Buku episode 7 ini yang juga bisa didengarkan di Anchor, Spotify dan Google Podcast. Selamat mendengarkan!

 

“CUY, LO LAGI BACA BUKU APA?” – KIRIM REVIEW BUKU KALIAN LEWAT AUDIO:

Yoi cuy, kita mau ngajak kalian buat ikutan di Kepo Buku. Intinya kita mau tahu kalian lagi baca buku apa? Kirim dalam bentuk rekaman suara (maksimal 5 menit). Jangan lupa sebut nama, lokasi dan ceritakan buku yang kalian lagi baca atau mau kalian rekomendasikan. Ada dua cara yang bisa dilakukan:

  1. ANCHOR: Untuk pengguna aplikasi Anchor, klik “Message” dan mulai rekam review kalian. (Durasi maksimal 1 menit tapi kalau masih kurang, silahkan rekam lagi)
  2. WHATSAPP:  Gunakan fasiltias Voice Note di Whatsapp. Klik/ ketik link ini di HP kalianbit.ly/kirimkepobuku

Rekaman yang kita terima akan kita sertakan dalam episode-episode Kepo Buku berikutnya.

Ditunggu yaa..

🙂

Mudahnya Beli Tiket Asian Games 2018 Online Via Kios Tix Yang Terlindungi Asuransi Mandiri AXA General Insurance (MAGI)


Asian Games 2018 sudah semakin dekat, kira-kira kurang lebih 2 minggu lagi kita akan menyaksikan perhelatan olahraga terbesar kedua setelah Olimpiade. Saya sih sangat menunggu, terutama karena saya penggemar Bulutangkis dan saya sangat suka kalau ada atlet yang membawa nama Indonesia di kancah Asia. Rasanya pengen setiap hari mendukung atlet tersebut sehingga dapat medali, syukur-syukur dapat medali Emas seperti yang kita harapkan bersama ya. 

Bulutangkis merupakan cabang olahraga andalan Indonesia untuk meraup 2 atau 3 medali Emas. Ganda Putra, Ganda Campuran dan Ganda Putri diharapkan mampu mengumandangkan lagu Indonesia Raya di Istora. Saat Asian Games 1962, Indonesia berhasil meraih 5 Emas melalui beregu putra dan putri, tunggal putra dan putri serta ganda putri di Istora. Kini, saya yakin Indonesia akan mengulang sukses yang sama dengan menjadi juara umum di cabang bulutangkis, semoga itu terjadi, Amin.


Ngomongin nonton Asian Games, tak lepas dari masalah tiket. Sebetulnya saya bingung dengan cara pembelian tiket tersebut apakah harus beli secara langsung atau online dan siapa yang menjadi ooficial ticketing untuk Asian Games kali ini? Ternyata KIOS TIX lah yang menjadi pengelola tiket Asian Games kali ini dengan cara online maupun offline. 

Untuk pembelian online bisa melalui website resmi KIOS TIX yaitu https://www.kiostix.com/id/AsianGames2018 atau melalui booth di beberapa mall di seluruh Jakarta. 

Pembelian tiket online bisa mengakses website kemudian pilihlah olahraga yang akan ditonton, misalnya Bulutangkis atau Badminton. Kemudian pilih  hari dan event yang akan ditonton misalnya preliminary beregu putra dan pilihlah metode pembayaran dengan banyak pilihan salah satunya dengan Bank Mandiri.

Berikut adalah cara pembelian tiket melalui website KIOS TIX : 





Kerjasama antara Kios Tix dan Mandiri AXA General Insurance (MAGI)


Beberapa hari lalu, di AXA Tower lantai 12 dilakukan penandatangan kerjasama antara Kios Tix dengan Mandiri AXA General Insurance (MAGI). Kerjasama ini menegaskan bahwa pembelian Asian Games 2018 akan sangat mudah karena baik Kios Tix dan MAGI memiliki komitmen untuk memberikan yang terbaik pada saat Asian Games nanti pada tanggal 18 Agustus - 2 September 2018 di Jakarta dan Palembang.

Kios Tix merupakan perusahaan penyedia tiket yang sangat kredible sedangkan MAGI pun merupakan perusahaan asuransi yang sudah sangat berpengalaman dalam beberapa puluh tahun terakhir. 

Penandatangan tersebut dilakukan oleh President Director of MAGI, Paul Henri Rastoul dan CEO Kios Tix, Ade Sulistioputra. Dengan ini, maka jaminan tiket Asian Games akan sangat meyakinkan dan sangat terjamin.


Lalu kalau beli tiket Asian Games di Kios Tix ini apakah sudah terlindungi oleh Asuransi? 



Sangat akan dijamin bahwa pembeli tiket di Kios Tix akan mendapatkan perlindungan dari Mandiri AXA General Insurance (MAGI) dengan perlindungan dari kecelakaan selama di vemue acara. Asuransi tersebut mengcover kecelakaan diri yang terjadi pada saat perhelatan Asian Games dengan manfaat asuransi yang didapatkan adalah sejumlah Rp 10.000.000. 

Siapa pun atlet yang kamu dukung di Asian Games, Kios Tix dan MAGI akan selalu memberikan kenyamanan dan keamanan selama event berlangsung. Dengan perlindungan ini, kayak saya jadi semangat untuk terus mendukung atlet Indonesia yang berjuang mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional. 


Dukung terus atlet Indonesia dan jangan lupa beli tiketnya di website kiostix karena sudah terlindungi. Selamat teriak-teriak membela nama Indonesia. 

Cara Ampuh Mengatasi Macet Jakarta Dengan Aplikasi Moovit Selama Asian Games 2018


Asian Games sudah di depan mata, Jakarta dan Palembang berbenah bersiap menyambut event olahraga terbesar di benua Asia ini. Demi kelancaran dan kesuksesan kegiatan, lalu lintas di Jakarta mau tidak mau harus direkayasa. Ganjil genap diperluas dan periodenya pun diperpanjang. Sebagai informasi, hampir seluruh negara yang menghelat event-event internasional khususnya olahraga melakukan rekayasa lalu lintas. Salah satunya Olimpiade Beijing 2012 lalu. Beijing sebagai ibukota China raksasa baru perekonomian, mengalami masalah lalu lintas yang hampir dialami oleh semua negara berkembang, yaitu macet. Jika di Jakarta pengaturan hanya sebatas plat ganjil genap, Beijing lebih ekstrim pengaturan benar-benar berdasarkan nomer plat mobil. Misal angka 1 dan 2 hanya bisa melintas di Senin dan Rabu, angka 3 dan 4 hanya bisa Kamis dan Jumat, dan seterusnya. TIdak main-main, pelajaran dari Olimpiade ini diimplementasikan bahkan setelah pekan olahraga dunia tersebut berakhir.



Lalu, kenapa Jakarta sangat perlu rekayasa lalu lintas saat Asian Games 2018 ini?  Pertama, kita sudah tahu kemacetan masih jadi masalah krusial di Ibukota dan sekitarnya meskipun segala upaya menguranginya terus dilakukan oleh Pemerintah. Namun sejatinya ini masalah klasik yang dialami hampir semua kota-kota besar negara berkembang di dunia. Apalagi, Jakarta tengah gencar membangun infrastruktur di hampir setiap sudutnya, yang mempengaruhi arus lalu lintas. Kedua, ada standar internasional pihak OCA (Olympic Council of Asia) yang menerapkan syarat waktu tempuh atlet ke venue sekitar 30 menit dan kualitas udara yang baik, setidaknya  mengikuti baku mutu harian menurut PP Nomor 41 Tahun 1999 adalah 65 mikrogram per meter kubik atau  baku mutu  menurut WHO adalah 25 mikrogram per meter kubik.



Pasti ada pro kontra, tapi kita hampir tidak punya pilihan lain selain mengatur ulang lalu lintas dibarengi tentu saja penyediaan angkutan umum yang lebih memadai. Kebijakan meliburkan kegiatan ekonomi, pastilah bukan pilihan yang bijak. Bagi yang setiap hari berkendaraan umum, rekayasa lalu lintas ini bukan sebuah masalah besar. Jika diamati, di dunia maya, netizen yang tidak mendukung berasal dari mereka yang sudah nyaman dengan kendaraan pribadinya dan terlihat tidak mengenal transportasi publik di Jakarta. Citra kendaraan umum di Jakarta, sudah terlanjur melekat seperti tahun 1990an dan awal 2000an, yang kumuh, berdesak-desakan, tidak aman dan jauh dari kata nyaman. Sayang sekali masih ada anggapan seperti itu, transportasi publik di Jakarta memang belum sempurna, namun kita tidak bisa menutup mata, bahwa makin hari semuanya makin baik.

Tentu saja perlu dilakukan penyediaan angkutan umum untuk menunjang mobilitas masyarakat akibat dari kebijakan pengaturan penggunaan pribadi serta mendukung kebutuhan penonton dan wisatawan mancanegara yang berkunjung  ke event Asian Games. Kebijakan ini meliputi penambahan armada bus Transjakarta ke venue sebanyak 76 unit dari kondisi existing 294 unit, penyediaan 57 unit bus dari Hotel/Mall ke Venue, penyediaan 204 bus khusus untuk wilayah-wilayah yang terdampak perluasan kebijakan ganjil-genap, serta penyediaan 10 unit bus guna keperluan non pertandingan (wisata). Menariknya, semua bus dengan trayek menuju venue akan digratiskan untuk masyarakat umum.



Penggunaan Teknologi

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan juga menyarankan para pengguna transportasi publik untuk menggunakan Moovit. Moovit adalah aplikasi transportasi publik yang bisa diakses dengan gratis Untuk bisa menggunakannya kita bisa melakukannya dengan dua cara, pertama mengunduh aplikasi moovit gratis di google play, kedua menggunakan moovit versi mobile. Dengan menggunakan aplikasi ini kita bisa melihat jadwal kereta dan bis, serta angkot. Selain itu juga bisa kita cek waktu kedatangan, notifikasi tujuan dan rute detail di dalam maps, sehingga kita bisa dengan mudah menemukan rute di jakarta dengan cara paling efisien dan efektif. Selain menyediakan menu pemilihan moda transportasi paling cepat ke suatu tujuan, moovit juga memiliki beberapa feature keren:




- Ada notifikasi jika kita sampai di suatu halte, atau tujuan atau ketika harus berpindah moda, sehingga kita tidak perlu khawatir dan terus menerus mengecek kita sdh sampai halte mana saat berkendara.
- terdapat informasi jarak total yg ditempuh, jarak antar halte, maupun jarak antara satu moda dengan moda yang lain jika perjalanan harus menggunakan beberapa moda transportasi yang berbeda.
- terdapat informasi berapa lama kita harus menunggu suatu moda transportasi sampai moda tersebut sampai

Bagi yang tetap akan berkendaraan pribadi, BPTJ pun memfasilitasi melalui kerja sama dengan Google Indonesi dimana Google Map telah disinkronkan dengan kebijakan ganjil genap . Aplikasi  ini akan memberikan informasi mengenai rute  mana yang harus dilalui jika menggunakan kendaraan pribadi agar tidak melanggar jalur ganjil genap. Pengguna juga akan mendapatkan informasi waktu tempuh yang dibutuhkan jika melalui jalur alternatif.  Jika mendapatkan hambatan, pengguna dapat berganti menggunakan kendaraan umum dan cari tahu rutenya melalui Moovit.



Kepala BPTJ, Bambang Prihartono menjelaskan tersedianya fitur tersebut bermanfaat bagi masyarakat untuk cepat mengenal perluasan kebijakan ganjil genap dengan cara yang praktis, serta mendorong mereka untuk lebih cepat beradaptasi. 
Nah, sudah banyak kemudahan yang ditawarkan, bukan? Jadi tidak ada alasan untuk tidak mendukun Asian Games 2018

Ayo Indonesia!



Selamat 1 Tahun Perjuangan Untuk Perpusjal Bekasi

Menghadiri ulang tahun pertama Komunitas Perpustakaan Jalanan Bekasi tadi malam (Sabtu 28/7/2018) bagi saya seperti menemukan oase, menghilangkan dahaga setelah sekian lama "dipaksa" mengkonsumsi kampanye-kampanye pilpres, pilgub hingga pilkades saat ini.
Selamat 1 Tahun Perjuangan Untuk Perpusjal Bekasi
Bertemu anak-anak muda yang "tidak normal" ini membuat saya sejenak melepas topeng-topeng sosial, menyimpan segala perbedaan di dompet dan berbaur dalam tawa, riuh tepuk tangan apresiasi dan perbincangan yang menghidupkan kembali harapan akan masa depan.

Ya, harapan, bukankah harapan adalah salah satu faktor pendorong untuk berbuat?, karena menurut saya hanya orang bodoh yang berani berharap tapi tak berbuat apa-apa untuk mewujudkan harapannya. Kalau kamu gak setuju pendapat saya, yah silahkan saja, tulis pendapatmu itu di blogmu sendiri :D

Selamat 1 Tahun Perjuangan Untuk Perpusjal Bekasi

Selain memang ingin hadir, alasan lain yang membuat saya nimbrung karena saya diposisikan sebagai narasumber cadangan, sebagai pengganti jika ada narasumber yang berhalangan hadir. Tapi kesempatan itu saya percayakan kepada M. Yasin, seorang tenaga pengajar di salah satu SMK swasta di Kota Bekasi dan juga relawan di Rumah Pelangi Bekasi. Jadilah Yasin yang tidak siap itu menjadi salah satu dari 3 narasumber diskusi soal pendidikan dalam gelaran "Sekadar Mensyukuri 1 Tahun Pelaksanaan Perpusjal Bekasi".

Diskusi itu lumayan untuk membuka wawasan dan memotret lebih detail mengenai wajah pendidikan yang ruwet, setidaknya kalau kita tahu apa yang sedang kita hadapi maka kita akan lebih mampu mempersiapkan diri dan mengambil strategi. Selain M Yasin, hadir sebagai narasumber yaitu Nana Praja selaku pendiri Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Rumah Warna Bekasi di Desa Pantai Harapan Jaya juga Mbak Ira dari TBM Terasuka, kedua TBM ini terletak di Kecamatan Muaragembong, pesisir Bekasi. Bertiga inilah narasumber dalam diskusi dengan topik "Melihat Sudut Pandang Pendidikan".

Yang susah itu kalau kita tidak tahu apa yang sebenarnya kita hadapi... Paling pakai jurus SWAG - Selow Woles Anti Galau kalo kata Choky yang malam itu sempat open mic bersama MC, Resky Hariansyah, menghibur sambil menunggu panitia mempersiapkan kolaborasi pembacaan sajak oleh Vrandes dari Langit Tjerah Cikarang berjudul "Sajak Jalanan Bertanya" dan Goden (Arif Rahman) dan Andy Nurwanto dari Perpustakaan Jalanan Atap Usang yang mengiringi pembacaan sajak dengan alunan karinding, alat musik tradisional Jawa Barat.

Selama di jalanan, 
kami membaca pesan-pesan yang ia katakan 
bahwa ia memberikan pilihan 
kepada semua orang

Mau berlanjut atau menyerah
Mau jadi pengecut atau pencerah
Mau berbagi atau menjarah,
Mau berbakti atau berulah
Stagnasi, atau bergerak,
Partisipasi, atau sekedar sorak-sorak

Setiap orang bebas memilih,

Menjadi samudra yang menerima segala beda,
Atau menjadi kandang yang menolak 
siapa pun yang bukan ternak
.......
Ikhlas bernyanyi atau pamer eksistensi,
Menyampaikan isi hati atau memuaskan birahi
.......
Jalanan terus berbicara
Dan jelasnya, jalanan bertanya 
dengan sedikit penekanan 
dan nada yang ditinggikan: 
MENJADI INSPIRASI KEHIDUPAN 
ATAU SEKADAR RONGSOKAN PERADABAN?

Jalanan mempertanyakanmu, kawan!

Itu hanya sebagian kutipan dari keseluruhan sajak yang berhasil merangkum banyak pertanyaan, menggambarkan perjalanan Perpustakaan Jalanan Bekasi selama setahun ini. Selengkapnya sajak ini saya posting di Sajak Diiringi Karinding Persembahan Langit Tjerah dan Perpustakaan Jalanan Atap Usang.

Jika sebelumnya diskusi banyak menggambarkan masalah-masalah di lapangan hingga apa yang narasumber lakukan untuk menghadapi masalah berdasarkan macam sudut pandang mereka, maka sajak ini seperrti menegaskan pertanyaan kepada masing-masing hadirin. Akan "MENJADI INSPIRASI KEHIDUPAN ATAU SEKADAR RONGSOKAN PERADABAN?", seperti itu rasa yang saya tangkap malam itu.


Selamat 1 Tahun Perjuangan Untuk Perpusjal Bekasi

Perhelatan syukuran 1 tahun perjalanan Perpusjal Bekasi tetap ceria dan lancar, selain pengenalan Jabaraca oleh Meita Eryanti dalam tajuk "Berliterasi Digital ala JABARACA", pembacaan puisi oleh Iwan Bonick dan Cahyo dari Taman Baca Tanjung, dimeriahkan juga dengan live musik dari Kirana (Violint Cilik), Next Voice Street, Unklflynn dan Ridwan Rau-Rau. Di salah satu dinding juga tampak hiasan kolase foto-foto kegiatan Perpusjal Bekasi dan koleksi foto "Bekasi Tempoe Doeloe" dari Komunitas Historika Bekasi.

Acara ini juga menggalang berbagi buku dan menerima donasi buku untuk Taman Baca Apung di Muaragembong serta memamerkan pojok kreasi yang berisikan karya-karya dari; Egerr Art, Kreasi flanel dari Murnisfelt dan juga karya dari Maryo Pratama.



Ok, selamat 1 tahun perjuangan untuk Perpustakaan Jalanan Bekasi :) tetap semangat dan tetap cair agar selalu dapat mengalir dan membasahi bibit-bibit yang tersudut situasi serta menghidupkan akar-akar yang mencoba bertahan menegakkan idealismenya.

Bagian kritiknya nanti aja yah, siap-siap mau ke Pekuning Tambelang, Ada kabar duka dan saya harus ke sana. Nanti kita sambung lagi.

Salam

Allan Maulana, Suami dari narasumber Meita Eryanti juga mendokumentasikan acara ini dalam tulisan berjudul: Menghadiri Syukuran Perpustakaan Jalanan Bekasi.



Stadhuis Schandaal, Film Sejarah Batavia Rasa Milennial


Batavia, sebuah masa dimana Jakarta masih dibawah pendudukan Hindia Belanda sekitar tahun 1600-an. Sejarah mencatat banyak sekali hal yang terjadi di Jakarta tempoe doeloe. Bukan hanya tentang penjajahan, namun dibalik itu semua terdapat kisah menarik yang patut kita ikuti. Kisah romansa lama yang akhirnya menjadi cerita turun temurun. 

Saya sebetulnya tidak terlalu suka namun saya juga tidak menolak jika diberikan banyak soalan mengenai Sejarah. Bagi saya pelajaran ini akan terasa sama saja, namun ketika lulus Sekolah Menengah, justru saya tak sadar sangat ingin tahu kehidupan dimasa lampau lebih dalam lagi dan lagi. Ya, sangat bertolak belakang dengan jaman-jaman SMA dulu.


Beberapa waktu lalu, saya menemukan kesenangan baru berupa film yang bergenre masa lampau Batavia, karena mengambil setting tempat di Museum Fatahillah atau yang dikenal dengan sebutan Museum Sejarah Jakarta. Dulunya, Fatahillah merupakan balaikota Batavia, seluruh kegiatan dan perdagangan dilakukan disekitar wilayah ini. Ternyata banyak kisah yang tidak terungkap di Batavia, salah satunya adalah kisah romansa antara Noni Belanda dengan kekasihnya dari kalangan bawah, atau prajurit.

Bagi saya, Indonesia memang butuh banyak film yang mengangkat Sejarah, karena masih banyak bangunan kuno yang harusnya tetap dilestarikan. Lagi pula, Kids Zaman Now juga harus tahu dan faham mengenai sejarah Indonesia di masa lampau. Dulu saya sangat hambar dalam menelaah Sejarah, kini seakan saya haus akan sejarah mengenai banyak hal termasuk sejarah Batavia dan lain-lainnya. 

Trailer Film Sara dan Fei Stadhuis Schandaal

Sebelumnya mari kita saksikan dulu bagaimana trailer film ini.


Sinopsis Film Sara dan Fei Stadhuis Schandaal

Fei (Amanda Rigby) adalah seorang mahasiswi yang sedang bertugas di kota tua Batavia. Saat ia mencari bahan dan riset tentang  The Old Batavia di kota tua, ia diperhatikan oleh seorang gadis cantik turunan Belanda-Jepang yang kemudian kita kenal dengan nama SAARTJE SPECX dipanggil Sara (Tara Adia), yang pernah hidup pada awal abad ke 17, tepatnya tahun 1628 saat Gubernur Jenderal Jan Pieterzoon Coen menjabat.

Suatu hari setelah kembali dari Shanghai, Fei meneruskan tugasnya. Di gedung Fatahillah, Sara kembali muncul dan tanpa sadar Fei dibawa melalui lorong waktu kembali ke abad 17. Sara menceritakan siapa, apa,dan kenapa. Sara membutuhkan media masa kini untuk menyampaikan bahwa hubungannya dengan Peter Cortenhoof adalah cinta murni, bukan perselingkuhan yang menyebabkan Peter dihukum gantung hingga mati dan Sara dibuang serta dikawinkan dengan orang lain.

Di lain sisi, Fei semakin dekat dengan Danny (Volland Voolt), seorang pengusaha partner ayahnya, setelah pacarnya Chiko semakin hari semakin tidak terkendali dan ternyata anggota sindikat Abimanyu (Anwar Fuady ) yang bergerak dalam kegiatan Cyber Crime. Pihak berwajib dapat menggulung sindikat Abimanyu.

Danny yang menemani Fei dalam perkara Chiko, kembali ke Shanghai, di mana dia tinggal sejak usia tujuh tahun. Fei menunda tugasnya dan menerbitkan sebuah novel yang menceritakan tentang Sara dan Peter, sebagaimana yang diinginkan oleh Sara.

What's My Poin

Menurut saya film seperti ini perlu diperbanyak dan saya harap banyak pihak yang mau mendukung film jenis sejarah seperti ini. Dari segi akting dan setting, saya akui sangat mengalir dan sesuai dengan karakter yang ditokohkan. Namun, beberapa hal yang seharusnya menjadi detail tidak digarap dengan sempurna. Serta, harusnya film ini membutuhkan sentuhan lain seperti humor yang akan menambah betah penonton mengikuti alurnya. 

Detail dan Cast Film Sara dan Fei Stadhuis Schandaal

Tanggal Rilis : 26 Juli 2018
Genre : Drama-Misteri
Sutradara : Adisurya Abdy
Penulis Skenario : Adisurya Abdy
Rumah Produksi : Xela Pictures

Amanda Rigby sebagai Fei
Tara Adia sebagai Sara
Michael Lie sebagai Peter Cortenhoof
Villand Voolt sebagai Danny Wong
Anwar Fuady sebagai Abimanyu
Roweina Umboh sebagai Eva Ment
Julian Kunto sebagai Komandan Polisi Cyber Crime
Septian Dwi Cahyo sebagai Perwira Belanda
Ricky Cuaca sebagai Teman Fei

Dan tonton juga keseruan Gala Premierenya

Produktif di Dunia Online, Kenapa Enggak?

Produktif dari Dunia Online, Kenapa Enggak?
“Bisnis kamu sudah online?” Pertanyaan ini semacam pertanyaan retoris yang saat ini sudah tidak perlu ditanyakan, karena sudah tentu dilakukan oleh hampir semua orang, terutama masyarakat urban.

Ibarat makanan yang harus dipenuhi sehari-hari, begitulah kebutuhan manusia abad ini terhadap dunia online. Kalau "gak online, ibaratnya gak makan". Sekrusial itu.

Penggunaan internet di Indonesia memang termasuk fantastis. Menurut data dari eMarketer, jumlah pengguna Internet di Indonesia pada tahun 2018 sudah mencapai 123 juta dari jumlah penduduk Indonesia yang kurang lebih 250 juta jiwa. Artinya, ada separuh lebih dari jumlah penduduk. Tak heran, Indonesia pun masuk peringkat ke-6 dunia sebagai pengguna internet setelah Cina (termasuk Hongkong), Amerika, India, Brazil, dan Jepang.  
Produktif dari Dunia Online, Kenapa Enggak?
Fakta ini bisa jadi potensial bagi orang-orang yang ingin memanfaatkannya di ranah produktif, tidak hanya konsumtif. Gak hanya rajin menggunakan semua aplikasi itu, tapi juga memproduksi aplikasinya, misalkan. Atau yang sederhana lagi, gak cuma login dan ber-"say hello" di media sosial, tapi juga menjadikan media sosial sebagai etalase usahanya. Istilah bisnis online pun cukup populer sebagai pilihan bisnis zaman now. 

Internet yang borderless membuat semua orang bebas menjajakan apapun kepada seluruh penduduk bumi, tak hanya Indonesia. Kalau dulu, orang harus lewat di depan area toko kita, menoleh, melihat spanduk atau banner toko, atau mampir mengambil brosur dan kartu nama untuk tahu produk apa yang ditawarkan oleh si penjual, kini cara-cara semacam itu boleh dibilang sudah usang.

Jaringan internet membuka banyak sekat. Tergantung bagaimana kita sebagai pengguna menggunakannya dengan bijak dan tentunya menguntungkan. Syukur bisa menambah penghasilan.

Banyak kan sekarang slogan emak-emak berdaster dengan penghasilan jutaan rupiah dari rumah? Atau bapak-bapak yang tak lagi pergi ke kantor sebagai rutinitas, tapi diganti dengan pergi ke meja kerja dengan laptop dan jaringan wifi di sebuah sudut rumah dan kemudian menghasilkan pundi-pundi rupiah. Pun dengan mahasiswa yang menjadikan bisnis online sebagai tambahan untuk membayar uang kuliah.

Kemungkinan itu ada dimana-mana. Pertanyaannya, apakah cukup bisnis online dilakukan hanya dengan bermedia sosial?

Ternyata gak cukup. Media Sosial adalah platform di mana orang harus memiliki akun untuk bisa mengaksesnya. Sedangkan, pencarian terbesar di jagat maya saat ini masih didominasi oleh si Google atau mesin pencari lainnya. Artinya, jika sebuah bisnis online memiliki sebuah toko online berbasis web, tentu akan membuatnya mudah terdeteksi dan bisnis akan memiliki peluang lebih besar. 

Jika di dunia nyata, kita memiliki alamat rumah yang mudah dikunjungi siapa saja, begitupun di dunia maya. Memiliki sebuah alamat rumah dan “gudang” untuk menyimpan segala macam barang yang kita miliki atau pun jasa yang kita tawarkan pastinya juga mutlak diperlukan. Ya, karena kita hidup layaknya amphibi, di dua dunia :)
Produktif dari Dunia Online, Kenapa Enggak?
Bisnis online yang sudah profesional juga membutuhkan support domain dan web hosting yang mumpuni. Artinya, gak nebeng di platform web atau blog gratisan. Namanya juga usaha ya, bagian ini juga merupakan modal utama.

Niagahoster bisa menjadi pilihan. Sesuaikan kebutuhan kita dengan berbagai produk yang ditawarkan. Boleh juga berkonsultasi dengan customer service nya bila kita ragu-ragu dengan kebutuhan bisnis online kita.

Untuk membuat sebuah web yang mumpuni untuk bisnis online yang akan atau sedang dijalankan, memang diperlukan perencanaan yang tepat. Misalnya tentang nama domain yang mudah terdeteksi jagat maya, kemudian kapasitas “gudang” yang pas untuk menampung semua data, dan sebagainya. Tapi percayalah, itu semua lebih murah dan efektif dibandingkan kita harus menyewa sebuah ruko di dunia nyata. Saran saya, pilih Wordpress Hosting :)

Supaya makin mantap, berikut beberapa kelebihan toko online yang bisa kamu pertimbangkan (sumber dari sini) :
  • Tidak perlu mengeluarkan modal besar untuk sewa tempat
  • Tidak perlu menyediakan biaya untuk display mewah dengan etalase-etalase khusus
  • Tidak perlu berpindah tempat dan menghabiskan budget untuk transportasi, karena semuanya dilakukan tanpa batas ruang dan waktu. Sambil selonjoran di rumah, dan mengasuh anak buat para ibu rumah tangga juga sangat sesuai.
  • Pangsa pasar lebih luas, tidak terbatas pada pengunjung yang datang ke tempat kita, melihat spanduk atau banner toko kita secara langsung.
  • Bisa dengan mudah menambah jumlah varian barang karena kita bisa menyimpannya sendiri dan lebih mudah melakukan pencatatan. 
  • Pada awalnya, kita bisa menjalankan sendiri semuanya, hingga kita siap untuk benar-benar memiliki tenaga tambahan jika membutuhkan.    
Buat kamu yang baru memulai bisnis online, sudah punya rumah maya yang asik belum? Kalau belum, boleh memikirkannya dari sekarang dan coba tengok penawaran paket Hosting Indonesia ini. 

Bagi yang sudah melanglang buana dengan bisnis online nya, selamat menciptakan produktivitas dengan segala kemewahan jagat maya.  []


_________
*Tulisan ini adalah tulisan Mbak Prita yang sudah saya edit, tulisan lainnya dapat dibaca di alamat: https://www.pritahw.com/





Finalis Miss Grand Indonesia Menimba Ilmu Perbankan Di BCA Learning Institute


Bagi saya, generasi emas adalah generasi muda yang memiliki semangat luar biasa dan menjadi pelopor perubahan di suatu negara. Bayangkan, jika pemuda mampu memberikan seluruh sumbangsihya bagi Indonesia, maka kita akan menjadi negara yang kreatif, dinamis dan tersohor. Sejalan dengan komitmen inilah, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali mendukung secara penuh kegiatan Miss Grand Indonesia 2018.

30 Finalis Miss Grand Indonesia 2018 bersama National Director, Dikna Faradiba pada minggu lalu mengunjungi BCA Learning Institute di Sentul,  Bogor,  Jawa Barat. Seluruh finalis disambut hangat oleh Bapak Jahja Setiaatamdja dan Bapak Santoso. Saya cukup terpesona dengan kecantikan para finalis Miss Grand Indonesia. Setelah cukup lama mengidam-idamkan bisa bertatap muka secara langsung dengan kontes kecantikan di Indonesia,  hari ini rupanya menjadi kenyataan dalam hidup saya. Kesan pertama adalah cantik, kemudian adalah kelihatan sangat cerdas dan tinggi. Saya yang termasuk kategori lumayan tinggi ternyata masih tenggelam diantara deretan para finalis ketika pada sesi coffee break diluar ruangan.



Satu hal yang saya tangkap dalam obrolan dan sharing kali ini adalah mengenai digital banking. Sebagai pelanggan BCA dari tahun 2009, saya tahu betul inovasi-inovasi yang terus dilakukan oleh BCA,  mulai dari mobile banking,  internet banking dan lainnya.

Termasuk, ketika saya kehilangan kartu ATM karena tertelan di ATM bank lain pada saat transaksi di kota kecil di Jawa Tengah. Teller di BCA sangatlah ramah dan sangat responsive dalam menangani nasabah. Tak heran hanya dalam waktu beberapa menit saja, saya sudah bisa menggunakan kartu ATM tersebut. Apalagi pada saat ini saya harus mengurus kartu ATM karena malam harinya saya harus ke Jepang. Kartu ATM BCA dengan logo MasterCard ini bisa digunakan dimanapun tak terkecuali untuk transaksi pengambilan uang tunai di mesin ATM di Jepang. Pengalaman yang sangat luar biasa sekali.



Bapak Jahja semangat sekali menjelaskan secara runtut mengenai teknologi perbankan saat ini terutama mengenai Sakuku. Sakuku adalah sebuah teknologi terbaru karena bisa mengambil tunai di ATM tanpa kartu ATM. Loh,  kok bisa mengambil uang tanpa kartu? Iya dengan aplikasi sakuku, kita bisa mengakses kode-kode yang digunakan untuk mengambil uang tunai tersebut. Jadi,  kalau ketinggalan dompet dan membawa smartphone,  maka tarik tunai di ATM manapun bisa dilakukan dengan aman.

Bapak Santoso juga mengungkapan perihal inovasi BCA yang selalu mengikuti teknologi terkini,  bahkan selalu menjadi yang terdepan dalam hal teknologi. Tidak hanya dari kedua nara sumber,  Finalis Miss Grand Indonesia pun ikut aktif menanyakan beberapa hal terkait perbankan dan teknologi serta era digital saat ini. Apalagi banyak pengguna dan pelanggan perbankan ini menyebar di seluruh Indonesia.



Saya menyukai pertanyaan dari salah satu finalis yang menyoroti apakah dunia digital sedikit banyak mempengaruhi penerapannya bagi pelanggan,  karena tidak semua pelanggan tersebut melek teknologi. Dan, memang benar terdapat pelanggan yang tidak paham mengenai teknologi,  namun tetap dibantu oleh pihak Bank bahkan akan dipandu sampai pelanggan tersebut bisa menggunakan teknologinya tersebut. Sedangkan yang lain menyoroti pemerataan lapangan kerja dalam era digital dan industri kreatif saat ini. Dan, lagi-lagi ini merupakan tantangan bagi kita semua untuk meningkatkan skill dan kreatifitas sehingga dapat bersaing dengan rekan kerja dan robot.

Pengalaman menggunakan Sakuku juga menjadi poin penting karena merupakan teknologi terbaru yang dapat membantu kehidupan dalam era digital saat ini. Hayo siapa diantara kalian yang punya pengalaman menggunakan sakuku? Ceritakan pengalaman kalian ya di kolom komentar.



Di My BCA,  finalis Miss Grand Indonesia mendapatkan pengalaman secara langsung menggunakan halo BCA dan bisa berbicara secara langsung dengan Customer Service atau Customer Care secara online seperti bertatap muka di layar komputer atau smartphone. Pengalaman menggunakan dan menikmati pelayanan di My BCA ini memang sangat menyenangkan karena sangat mudah mulai dari mengisi kartu Flazz, Pembukaan Tahapan Xpresi,  pengajuan kartu kredit,  KPR dan lain-lain. Sebagai pelanggan,  saya tentu saja sangat terbantu karena kemudahan-kemudahan yang diberikan termasuk pengantian kartu ATM yang pernah saya alami beberapa minggu yang lalu.

Setelah mengunjungi My BCA,  finalis Miss Grand Indonesia 2018 ini melihat lebih dekat sejarah BCA mulai dari awal mula berdiri sampai sekarang ini. Mulai dari teknologi pada saat awal mula sampai teknologi terbaru,  semuanya terdapat di Galeri BCA atau semacam museum.




Saya cukup terkesan dengan Galeri BCA. Di dalamnya terdapat banyak tempat unik seperti

1. Mobil pertama yang digunakan untuk operasional bank BCA.
2. Permainan sepeda onthel yang sangat canggih.
3. Permainan baju teller BCA mulai dari tahun terdahulu sampai sekarang.
4. Susunan kartu baik ATM,  kartu kredit,  flazz dan lain-lain yang membentuk instagramable spot.
5. Mesin EDC mulai dari pertama kali muncul sampai edisi terakhir.
6. Lorong penghargaan yang sangat bagus buat foto-foto.
7. Ruang uang-uang yang membuat kami kaya dalam waktu beberapa menit saja.




Sebetulnya masih banyak spot atau tempat menarik di Galeri BCA ini,  dan pastinya banyak sekali hal yang dapat dilihat disini.

BCA Learning Institute memberikan banyak kejutan terutama di luar lobby terdapat sebuah karya seni berupa patung yang menyerupai Manuscript dan daun lontar.


Tahukah bahwa bentuk benda ini merupakan perlambangan daun lontar dan manuscript. Manuscript merupakan ilmu pengetahuan yang berada di alam semesta kemudian jatuh ke bumi hingga ditanah,  kemudian dengan lontar ilmu tersebut dituliskan sehingga akan terus dapat diteruskan ke generasi selanjutnya. Dahulu,  daun lontar digunakan untuk menuliskan banyak kitab-kitab yang mengubah dunia hingga ditemukan kertas sebagai penggantinya. Filosofi inilah yang melandasi BCA Learning Institute,  Sentul,  Jawa Barat.



Banyak hal yang kita petik dari kunjungan finalis Miss Grand Indonesia 2018 kali ini. Salah satunya adalah bahwa pengetahuan merupakan aspek penting dalam segala hal. Sedangkan Inovasi adalah sebuah perwujudan dari pemenuhan kebutuhan pelanggan di saat ini dan masa yang akan datang.

Kontes kecantikan pun mempunyai peran yang sangat strategis karena sebagai generasi muda sangat dibutuhkan peranannya dalam masyarakat secara nyata. Dengan slogan "Beauty in Diversity", Miss Grand Indonesia menjadi simbol yang menjunjung tinggi ragam dan persatuan di Indonesia.