Arsip Bulanan: Agustus 2017

August 2017

  • 25/08Lenka: Kembali ke Khittah Fotografi – Ulasan tentang Lenka, aplikasi fotografi hitam putih untuk ponsel yang diciptakan seorang fotografer kelas dunia. Ini bukan sembarang aplikasi!
  • 22/08 – So how do you explain the solar eclipse phenomenon -currently happening in the US- to the millenials? How about: WHEN THE MOON PHOTOBOMBS THE SUN! Hahaha!
  • 22/08 – Terinspirasi dari essay foto Lonely in Jakarta” di Stellernya Annisa Nuraida, gue memulai serial street photography dengan tema: “Alone in Bangkok” di Instagram gue.  Sebenarnya ini tantangan karena gue nggak terlalu suka foto hitam putih. Tapi tantangan utamanya adalah memotret suasana Bangkok yang pasti ramai, tapi dengan hanya satu orang di dalam frame. Hasilnya? Ini foto pertama dan ini foto kedua. Selanjutnya bisa dilihat di Instagram gue ?  Satu hal positif dari tantangan pribadi ini adalah gue jadi banyak jalan hahaha
  • 2o/08Mulai lagi deh sentimen nasionalisme kebablasan begitu bicara Malaysia. Kali ini gara-gara booklet resmi Sea Games di Malaysia di mana bendera Indonesia dicetak terbalik. Dua menteri Malaysia sudah minta maaf. Tapi tetap aja ramai! Ckckck…
  • 17/08 – Belum pernah saya sebangga ini jadi orang Indonesia. Pakdhe Jokowi kembali bikin sesuatu yang baru dengan membuat Upacara Hari Kemerdekaan di Istana jadi luar biasa ramai dengan tamu berpakaian daerah. Kabar lebih seru lagi adalah karena para mantan presiden akhirnya kumpul semua di Istana. Bonus: Di acara yang biasanya disakralkan itu, Pakdhe Jokowi mengumumkan tamu yang memakai pakaian daerah terbaik dan diberi sepeda hahaha! I love you, Pakdhe!! Merdekaaa!!
  • 15/08 – Setelah pusing mikirin cara promosi Facebook Frame, ternyata mereka diam-diam memperkenalkan fitur shareable link untuk Frame. Ini keren. Cukup klik link itu di HP dan kamera Facebook langsung terbuka dengan frame kita.  Sementara kalau kita klik di komputer, akan muncul tombol untuk mengirim link ke HP. Keren lah. Dari dulu keeek. Sejak promosi dengan shareable link ini, pengguna Frame buatan saya melonjak drastis. Coba deh klik salah satu link ini di HP, dan silahkan bergaya hehe – Versi Aku Indonesia | Versi Gue Indonesia | Versi Indonesia Satu | Versi Polos. Enjoy!
  • 13/08 – Pejabat tidur di kereta jadi viral. Pejabat belanja di pasar viral. Pejabat naik kereta viral. Sekarang ini kenapa ya segala hal yang harusnya biasa aja jadi viral. Lucunya, Buya Syafii Ma’arif naik kereta pun viral dan beliau disebut punya kesederhanaan yang ekstrim. Apa kita sekarang udah manja ya?
  • 07/08 – Facebook Frame: Jajal bikin Facebook Frame dengan tema HUT RI ke 27. Bisa dilihat di sini dan di sini. Kalau mau pakai bisa ke sini dan search keyword: “Indonesia Satu Suarane” ?
  • 02/08 – Klipping: Lagi browsing arsip berita lama dan ketemu banyak sekali  artikel online tentang radio siaran yang saya kumpulkan dari berbagai media dan blog. Saya simpan di sini pelan-pelan sesuai tanggal terbitnya dan bisa dilihat di kategori baru: KLIPPING ARTIKEL RADIO.
  • 01/08 – And so another August.. Bulan keramat ?

 

~~~

Previous months:

2017 | Jan | Feb | Mar | Apr | May | Jun | Jul | Aug | Sep | Oct | Nov | Dec |

2016 | Apr | May | Jun | Jul | Aug | Sep | Oct | Nov | Dec  |

Contact me here.

Lenka: Kembali ke Khittah Fotografi

Motret hitam putih? Ah gampang. Tinggal ambil foto biasa, terus pakai efek hitam putih. Ini jawaban yang khas sekali di era di mana kita dimanja dengan segala macam filter di aplikasi ponsel.

Tapi memotret hitam putih tidak semudah itu. Perlu mindset yang berbeda. Memotret dengan hitam putih menuntut kita untuk melihat dengan cara yang berbeda entah itu dari sisi angle, frame, kontras pencahayaan dan lain sebagainya. Konon begitulah cara berpikir para penggila foto hitam putih.

Inilah yang agaknya ingin dicapai oleh Lenka, sebuah aplikasi foto hitam putih yang tersedia buat iOS dan Android. Aplikasi ini benar-benar tidak neko-neko. Tidak ada flash (yang ada hanya pilihan lampu yang terus menyala), tidak ada fungsi post-processing (filter ini itu) bahkan fungsi editingnya hanya untuk cropping saja, dan tidak bisa pakai kamera depan yang kualitasnya lebih rendah (maaf ya penggemar selfie cari aplikasi lain deh).

Lenka sepertinya ingin mengembalikan kegiatan memotret (hitam putih) ke khittahnya yaitu: memotret saja, titik!

Namun justru karena kesederhanaan itu, Lenka mengembalikan khittah memotret ini pada soal kualitas dan tidak berlebihan kalau dikatakan ini adalah aplikasi foto hitam putih terbaik.

Tidak tanggung-tanggung, Lenka ini dikembangkan oleh salah seorang fotografer kelas dunia, Kevin Abosch yang terkenal dengan karya potret orang-orang terkenal dunia mulai dari Yoko Ono, Aung San Suu kyi, Steven Spielberg, sampai Malala Yousafzai. Kabarnya saat mengembangkan aplikasi ini Pak Abosch dan timnya sampai mempelajari karakterisik sensor kamera ponsel untuk sebisa mungkin menyamai karakteristik foto hitam putih yang dibuat dengan kamera profesional.

Enough said! Silahkan coba saja sendiri dan lihat hasilnya. Ada ulasan yang menyebut kontras warna yang dihasilkan Lenka sangat berbeda dibandingkan aplikasi hitam putih lainnya atau bahkan jauh lebih beda lagi dibandingkan memotret dengan warna dan diberi filter hitam putih.

Silahkan coba sendiri aplikasi Lenka yang tersedia (masih) gratis di Playstore (Android) atau App Store (iOS).

Saya sendiri sudah menggunakan beberapa aplikasi foto hitam putih seperti Hypocam dan Hueless yang juga mengklaim sebagai aplikasi hitam putih sejati! Tapi di mata saya yang bukan fotografer profesional ini, hasil memotret dengan Lenka itu terasa berbeda dan yang lebih penting lagi, pemakaiannya sederhana. Tinggal jepret! Cocok untuk street photography.

Saat ini saya sedang menggunakan Lenka untuk sebuah tantangan pribadi memotret setiap hari selama satu bulan dengan tema “Alone in Bangkok“. Tantangan ini lebih ke bagaimana memotret suasana kota Bangkok dengan hanya memasukkan satu orang saja dalam frame dan sebisa mungkin tidak melakukan editing. Kalau pun harus saya edit dengan aplikasi lain, saya menggunakan Snapseed untuk mengatur kontras atau pencahayaan pada bagian-bagian tertentu dari foto khususnya obyek manusianya untuk menonjolkan sisi “alone” sesuai dengan tema foto saya. Di bawah ini adalah beberapa hasilnya (klik untuk memperbesar), sementara selengkapnya bisa diikuti di Instagram saya.

Mau lihat hasil yang lebih profesional? Silahkan saja tengok hasil kurasi foto-foto yang dijepret dengan aplikasi Lenka dari berbagai belahan dunia di Lenka Grid.

Bangkok, 25 Agustus 2017

Alone in Bangkok #1 Alone in Bangkok #2 Alone in Bangkok #3 Alone in Bangkok #4 Alone in Bangkok #5

 

Negeri Dongeng, Film Dokumenter Ekspedisi 7 Puncak Gunung Tertinggi Di Indonesia


Saat memulai perjalanan, semua terasa menyenangkan dan penuh canda tawa. Namun, ditengah perjalanan semuanya bisa berubah drama, duka dan malapetaka. Tujuan akhirlah yang menguatkan semuanya dan semuanya menanggalkan ego-egonya demi menuju puncak tertinggi, Jaya Wijaya, Papua. 

Negeri Dongeng, bukan sebuah cerita malam pengantar tidur yang indah, namun penuh lika-liku dan memacu adrenaline mendaki 7 puncak tertinggi di Indonesia. 7 puncak tertinggi di masing-masing pulau seperti Semeru di Jawa, Kerimci di Sumatera, Rinjani di Nusa Tenggara Barat, Bukit Raya di Kalimantan, Latimojong di Sulawesi, Binaiya di Maluku dan Jaya Wijaya di Papua. 

Trailer 


Sinopsis

Negeri Dongeng berkisah tentang 7 sineas muda Indonesia yang mendaki 7 puncak gunung tertinggi di Indonesia dengan berbekal 7 buah kamera, bersama-sama. Perjalanan panjang membuat mereka mengupas setiap cerita pada setiap tempat yang disinggahi. Beragam emosi berkecamuk dalam perjalanan.

Pertemuan dengan orang-orang baru selama perjalanan darat, laut dan udara. Setiap potongan kisahnya akan memperlihatkan betapa Indonesia begitu kaya dan luas untuk dijelajahi bersama-sama. Dan, diujung perjalanan itu, kita akan menemukan arti sebuah perjalanan.


Cast 

Expeditor yang mendaki 7 gunung tertinggi tersebut adalah Anggi Frisca, Teguh Rahmadi, Rivan Hanggari, Jogie KM. Nadeak, Yohannes Patiasina dan Wihana Erlangga. Disetiap kisah terdapat Guest Star seperti Nadine Chandrawinata, Darius Sinatria, Medina Kamil, Djukari "Bongkeng" Adriana, Alfira "Abex" Naftaly Pangalila dan "si kecil" Matthew Tandioputra.


Review 

Menonton film dokumenter bukanlah sebuah keharusan bagi saya beda dengan film komersial, selain membutuhkan daya tarik lebih, fil dokumenter harus memiliki sisi lain yang membuat saya mampu duduk selama lebih dari satu setengah jam. Namun, Negeri Dongeng ini mampu menarik perhatian saya. Jujur, sebagai traveler yang tidak memiliki keberanian untuk naik gunung manapun, saya terkesima dengan para warrior Aksa 7 yang mampu menaklukan 7 puncak gunung tertinggi di Indonesia. Nurani saya tergugah, list saya selama ini dipenuh dengan pantai, air terjun dan bukit tak lebih dari seribu meter mulai berubah. Someday, doakan saja saya dapat menaiki salah satu puncak tertinggi ini. Amin.

Semua foto diambil dari negeridongeng.co.id
Menonton film dokumenter memang akan sangat membosankan jika tidak ada soul didalamnya, namun berbeda dengan Negeri Dongeng. Alur cerita memang terasa membosankan diawal, namun hanya beberapa menit saja ketika kekonyolan terjadi, semuanya berubah menjadi cair. Tanda tanya menghantui dari awal, apa yang akan terjadi nantinya? Alur kisah menjadi begitu drama dan emosional ketika warrior dan guest star tidak dapat melanjutkan perjalanannya sehingga harus terpisah dengan rombongan. Kita yang menyaksikan diajak untuk berempati dengan kondisi pendakian yang tak selalu mulus, namun saya tahu betapa beratnya sebuah perjalanan menuju tempat-tempat yang baru apalagi ini mendaki ke puncak gunung.

Alam Indonesia memang kaya, ini ditunjukan di frame selama sekitar hampir 100 menit. Tidak ada yang tidak sempurna di tanah air ini, semuanya begitu indahnya. 7 puncak gunung tertinggi pun menjadi saksi bahwa selain keindahan alamnya, warganya pun menyambut hangat expeditor dengan senyuman dan ramah tamah.

Dari segi cast, Nadine dan Darius mampu menjadi teman yang baik ditengah berat medan pendakian di Maluku dan Papua.

Film dokumenter ini sangat cocok ditonton oleh pendaki di seluruh Indonesia atau yang baru memulai menekuni dunia pendakian. Bagi saya, film ini bukan sekedar film pendakian semata. Film ini merupakan suara hati pemuda Indonesia yang patut diapresiasi dan mudah-mudah muncul film-film lain yang dapat menginspirasi lainnya. 

Kemudahan ‘Digital’ Dalam Genggaman : Inovasi Home Credit dalam Dunia Teknologi


Dunia dalam genggaman. Dunia dalam sebuah smartphone. Kata-kata itu kini menjadi nyata. Siapa sangka, dahulu di era 90-an, belum ada benda-benda canggih yang ada saat ini. Lantas, apa kabar dengan Dunia Digital dalam 20 tahun bahkan 50 tahun kedepan? Bisa dibayangkan betapa pesatnya kemajuan teknologi yang membuat kita berdecak kagum dengan segala kemudahannya. 

Indonesia menjadi salah satu penguna aktif Internet terbesar di Asia Tenggara. Bahkan penggunaan smartphone pun melebihi penduduk Indonesia itu sendiri atau bisa dikatakan rata-rata penduduk memiliki hampir 1,5 smartphone. Wow, luar biasa sekali penguna ponsel di Indonesia. Oleh karena itulah, Indonesia merupakan pasar strategis dalam bidang teknologi di era Digital saat ini.


Ada yang menyatakan sekarang ini lebih baik ketinggalan dompet daripada ketinggalan smartphone. Yesss, memang benar segala yang dibutuhkan sudah terangkum dalam smartphone. Mau belanja bisa via online, transfer via online, pesan kendaraan via online, pesan makan pun via online dan lainnya. Sekarang, orang-orang sangat tergantung dengan smartphone mereka. Memang fakta ini disadari atau tidak sangat nyata adanya.

Lalu, seperti apakah gambaran penguna Internet di Indonesia ? Sekitar awal tahun 2017, we are social dan hootsuite merilis tentang Dunia Digital di Indonesia. Dan, inilah hasilnya.


Peguna internet naik menjadi 132,7 juta dari sebelumnya dibawah 100 juta. Bahkan penguna smartphone melebihi dari populasi Indonesia sebesar 371,4 juta. Data-data ini membuat kita tercengang, begitu digitalnya masyarakat Indonesia, namun masih terdapat beberapa wilayah yang tidak terjangkau oleh teknologi bahkan listrik pun belum masuk ke wilayahnya.


Dan, youtube memegang peringkat pertama sebagai social media yang digunakan di Indonesia kemudian disusul facebook, instagram, twitter dan whatsapp. Social media memainkan peranan penting bagi dunia digital saat ini.


Everyday is Digital day. Setiap bangun pagi, yang dipegang pertama kali bukanlah benda-benda lain melainkan smartphone. Bahkan, smartphone selalu setiap menemani kita kemanapun termasuk ke kamar mandi dan pada saat yang sangat penting sekalipun hehehe. Tak salah dikatakan sebagai #LiveDigital, kehidupan digital sudah menyatu dengan kita dan tidak bisa dipisahkan seperti cinta sejati dan saling melengkapi, aih so sweet banget deh.

Memenuhi kebutuhan digital dan kebutuhan rumah tangga, kini terdapat satu solusi pembiayaan bagi semuanya tanpa perlu repot. Biasanya belanja di online bisa dicicil namun dengan kartu kredit dan terdapat batasan, namun tidak demikian dengan Home Credit.


Home Credit merupakan pelayanan pembiayaan atau istilah kerennya cicilan yang dapat dilakukan di berbagai macam toko atau website yang telah menjadi mitra. Jadi, sudah tidak jaman lagi untuk mengapply cicilan dengan keribetan berkas ini itu, cukup dengan online segalanya akan menjadi mudah. Mitra Home Credit untuk cicilan belanja online sendiri antara lain Electronic Solution, Laku6, Sunda Motor, TokoPDA.com dan Arjuna Elektronik.

Nah lalu apa saja sih kelebihan Home Credit ?

Aplikasi My Home Credit 


Melalui aplikasi My Home Credit, kita serasa dimanjakan karena seolah kita memiliki asisten pribadi yang menjadi pengingat kita apabila telah berbelanja dan mengajukan cicilan. Proses yang begitu mudah pada saat belanja dan melakukan cicilan, kemudian tidak terbatas jumlah yang diinginkan karena bisa mencapai angka kisaran puluhan juta rupiah untuk kebutuhan rumah tangga seperti televisi, smartphone, lemari, kulkas, mesin cuci dan kebutuhan lainnya.

Aplikasi ini dapat di dowload disini

Indikator Pengingat 




My Home Credit memudahkan kita untuk selalu mengingat berapa cicilan yang harus dibayar tiap bulan dan akan selalu diingatkan dengan indikator warna. Kalau warna masih hijau berarti waktu untuk melunasi cicilan masih panjang, namun apabila telah orange atau merah berarti kamu harus sesegera mungkin membayarnya. 

Cicilan Tanpa Kartu Kredit 


Biasanya apabila belanja kebutuhan dan berjumlah besar maka yang ada dibenak kita adalah cicilan dengan kartu kredit, namun bagi yang tidak memilikinya tentu akan kesulitan untuk mencicilnya.

Home Credit merupakan solusi tepat. Tanpa proses lama, tinggal download aplikasi, daftar, verifikasi dan tinggal mengajukan kredit via mitra yang telah menjalin kerjasama. 

Hanya Sekitar 30 Menit


Oh iya, ada yang bertanya-tanya seberapa cepat proses cicilan atau kredit di Home Credit, jawabannya hanya 30 menit saja. Wow, cepat sekali. Yes, karena dengan pengajuan online maka waktunya sangat cepat untuk memprosesnya dan tidak merepotkan bagi karyawan atau yang sibuk dengan kerjaannya tanpa ada waktu untuk mengurus dokumen ini itu.

Market Share Nomor 1 di Indonesia


Dalam waktu 4 tahun, Home Credit telah menjadi leader market share di Indonesia. Menjadi nomor 1 didalam bisnis pembiayaan di Indonesia membuat Home Credit berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan terhadap konsumen. Salah satunya dengan aplikasi My Home Credit

Wow, luar biasa sekali kemudahan yang kita dapatkan di Dunia Digital saat ini. Oh iya, bagi yang suka menulis dan punya kegalauan tentang kemudahan di Era digital, kamu harus mengikuti Lomba Blog Live Digital dari Home Credit sampai dengan 31 Agustus 2017.


Tema lomba blognya adalah tentang “kemudahan hidup di era digital” dan jangan lupa kaitkan tulisanmu di blog dengan aplikasi mobile My Home Credit, cicilan belanja online, dan kemudahan mengajukan cicilan secara paperless. So simple kan? 

Mau tahu apa saja hadiahnya? 

HADIAH UTAMA
Juara 1: Smartphone Moto Z Play + merchandise
Juara 2: Smartphone Samsung Galaxy A3 2017 + merchandise
Juara 3: Smartphone Vivo V5S + merchandise

HADIAH HIBURAN
1. Smartphone Lenovo A1000 + merchandise
2. Smartphone Lenovo A1000 + merchandise

Waaah, keren-keren hadiahnya. So don't miss it untuk ikutan lombanya ya. Info selengkapnya tentang lomba bisa diakses disini. Selamat berlomba.

How “Indon” Can You Go?

Bukan bermaksud melunturkan semangat memperingati kemerdekaan Indonesia, tapi sekedar menumpahkan uneg-uneg saja. Kemarin saya melihat karikatur ini di akun twitter @ndorokakung. Menurut saya, karikatur ini sarat makna. Siapapun pembuatnya, saya salut! Maafkan karena keterbatasan yang saya punya, saya nggak bisa menelusuri siapa pembuat karikatur ini. Melihat tikus-tikus yang menggerogoti bendera Indonesia yang sedang dijahit, pikiran… Read More How “Indon” Can You Go?