Arsip Bulanan: Juni 2017

Film “Surat Kecil Untuk Tuhan” : Meretas Takdir dan Keniscayaan Cinta

Sebelum menonton film “Surat Kecil Untuk Tuhan” (SKUT) bersama keluarga kecil saya di Studio-1 Cinemaxx Mall Lippo Cikarang, Rabu sore (28/6), saya sempat didera kebingungan apakah ini film kelanjutan dari film sebelumnya yang berjudul persis sama dan dirilis pada tahun 2011 yang disutradarai oleh Harris Nizam, dan dibintangi oleh Alek Komang, Dinda Hauw, Esa Sigit, Ranty Purnamasari?. Tercatat film SKUK versi 2011 ini mampu mendulang sukses dalam meraih jumlah penonton, sekitar 700 ribu penonton.

Ternyata setelah menyimak film SKUK versi 2017 secara utuh, tidak ada relevansinya sama sekali dengan film berjudul yang sama dan dirilis 6 tahun silam yang ceritanya berkisah tentang seorang anak gadis yang menderita kanker dan menulis surat untuk Tuhan. Walau alur kisahnya juga tentang ketangguhan anak-anak dalam menghadapi takdirnya yang tak mudah. Kedua film berjudul sama dan dirilis pada tahun berbeda ini, sama sekali tidak ada hubungannya.

Film SKUK kisahnya diawali tentang romantika kelam dan pilu yang dihadapi oleh 2 kakak beradik cilik yatim piatu Anton (Bima Azriel) dan Angel (Izzati Khanza). Keduanya terjebak dalam sindikat kejam yang dipimpin oleh Pak Rudi (Lukman Sardi) yang memanfaatkan anak-anak terlantar untuk menjadi pengemis jalanan. Pada usia yang masih kecil, Anton bersama bocah-bocah lainnya diperbudak menjadi mesin uang untuk Pak Rudi tanpa kenal waktu. Masa kecil nan indah hanyalah mimpi belaka. Anton bertekad menjaga sang adik dengan baik hingga maut memisahkan mereka.

Peristiwa kecelakaan yang menimpa Angel merubah segalanya. Ketika ia tengah koma di rumah sakit, sang kakak terpaksa meninggalkannya karena diminta Pak Rudi mengikuti orang tua angkat yang akan mengadopsinya.  15 tahun kemudian, Angel dewasa (diperankan oleh Bunga Citra Lestari) yang hidup bahagia dengan keluarga yang mengadopsinya di Sydney Australia berkenalan dan menjalin hubungan dengan dokter muda spesialis jantung yang tampan, Martin (Joe Taslim). Angel masih diliputi bayang-bayang sang kakak Anton. Ia bertekad pulang kembali ke Jakarta dan menguak misteri itu : mencari sang kakak tercinta, hidup atau mati.

Martin tak kuasa untuk menahan kehendak kuat sang kekasih, Angel. Dibantu oleh kawan masa kecilnya, Ningsih (Aura Kasih) dan sang suami Asep (Rifnu Wikana) serta Letnan Joko (Ben Joshua), Angel yang juga berprofesi sebagai Pengacara ini berusaha menguak tabir hilangnya sang kakak kesayangannya. Tak diduga dari hasil penyelidikan secara intensif, Angel menemukan hal yang sangat mengejutkan dan membuatnya nyaris tak percaya atas apa yang sudah terjadi.

Pada film berdurasi 107 menit ini, Bunga Citra Lestari (BCL) dan Joe Taslim beradu peran dengan apik dan natural. Keduanya menunjukkan kelasnya sebagai artis profesional yang secara ekspresif dan dramatis tampil sebagai sosok adik yang mencari keberadaan sang kakak tercinta. Sementara itu, meski lekat citranya sebagai bintang laga, Joe Taslim mampu mengimbangi akting BCL pada adegan-adegan bernuansa melankolis. Tampaknya, pengalaman Joe sebelumnya yang berperan di film drama “La Tahzan” (2013) saat bermain bersama Atikah Hasiloan sangat membantu menghayati perannya sebagai Martin.

Para pemeran pendukung juga tak kalah memukau menampilkan kemampuan akting terbaiknya. Bima Azriel dan Izzati Khanza, dua artis cilik pemeran Anton dan Angel layak diberikan apresiasi dengan menyajikan parade akting nan cemerlang. Demikian pula Lukman Sardi yang tampil prima sebagai Pak Rudi yang dingin, kejam dan licik.

Sebagai sutradara, tak urung, Fajar Bustomi terasa menanggung beban berat menampilkan film SKUT setelah pada 2016, tiga film Komedi yang diproduseri oleh Falcon Pictures meraup untung besar sebagai film Box Office Indonesia (Comic 8, My Stupid Boss dan Warkop DKI-Reborn). Namun, didukung oleh skenario yang ditulis apik oleh Upi Avianto berdasarkan novel karya Agnes Davonar ini, saya meyakini, film SKUK yang bergenre drama mampu meraih sukses.

Dari sisi sinematografi, Yudi Datau begitu piawai menyajikan gambar-gambar indah dan impresif didukung oleh penataan musik dari Khikmawan Santosa dan Mogammad Ikhsan Sungka. Mereka mampu memberikan “nyawa” pada film ini, mulai dari kerasnya kehidupan anak-anak jalanan di ibukota hingga keindahan monumental kota Sydney di Australia. Yang paling meninggalkan kesan mendalam buat saya adalah lagu-lagu anak seperti “Nina Bobo”, “Ambilkan Bulan” dan “Bintang Kecil” ikut hadir di film ini dengan aransemen baru dan sangat memikat.

Salut dan sukses untuk film Surat Kecil Untuk Tuhan.. 

 

June 2017


~~~

Previous months:

2017 | Jan Feb Mar | Apr | May | Jun | Jul | Aug | Sep | Oct | Nov | Dec |

2016 | Apr May Jun | Jul | Aug Sep Oct Nov | Dec  |

Contact me here.

Tips dan Cara Tampil Stylish Mengunakan Celana Chino Pria


Kaum Adam pasti membutuhkan waktu yang sedikit untuk berpakaian, setidaknya tidak lebih dari 10 menit. Memang Pria tidak membutuhkan waktu lebih bahkan ekstra untuk menyesuaikan style berpakaiannya, namun ada kalanya Pria pun wajib tampil cool didepan pacar, gebetan atau acara khusus seperti pernikahan, ulang tahun relasi dan acara penting lainnya. 

Kaos, kemeja, polo shirt, jeans, jaket, sweater, jas dan chino merupakan item yang mendukung penampilan. Bagi pria kantoran, item wajib pastilah kemaja dan celana formal. Bosan, sudah tentu, apalagi bila kantor mewajibkan memakai seragam dengan warna yang sama dengan teman sekantor lainnya. Nah, saya memiliki tips apabila hari Jumat, tidak diwajibkan memakai pakain formal dan cenderung bebas. Yup, salah satu item yang wajib digunakan adalah Chino.

Chino sebetulnya bisa digunakan dalam suasana formal, asal memilih model yang tepat seperti straight-fit atau celana chino berpotongan lurus. Oh iya, selain modelnya, warna juga dapat mempengaruhi formal atau tidaknya. Warna cerah cenderung lebih santai, sedangkan warna gelap cenderung formal.


Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk tampil Stylish dengan mengunakan celana chino

Kenali Jenis Celananya

Ragam celana Chino sangat banyak seperti slim-fit, skinny, straight-fit dan boot cut. Salah satu yang sangat populer di Indonesia adalah skinny. Skinny membantu postur tubuh yang tidak terlalu tinggi tampak tegap dan tinggi, sangat sesuai dengan postur pria Indonesia yang cenderung lebih kecil daripada Amerika atau Eropa. Celana Chino Skinny sangat cocok untuk acara santai, dan sayangnya tidak cocok untuk acara formal. Untuk acara formal bisa digunakan celana jenis yang berpotongan lurus atau straight-fit. Slim-fit dan boot cut bisa dipadu padankan dengan kemeja untuk acara formal, atau kaos atau polo shirt untuk acara santai. 

Warna

Chino yang berwarna dasar gelap cocok dipadukan dengan atasan yang lebih terang dan sebaliknya chino yang terang dapat dipadukan dengan atasan yang gelap. 

Chino Khaki merupakan Chino dengan unsur warna bernuansa padang pasir. Khaki cenderung berwarna terang sehingga sangat cocok dengan orange, merah, biru dongker, hitam dan lainnya. Namun khaki juga bisa dipadukan dengan warna putih atau biru muda sehingga nampak lebih fresh dan segar. 

Warna Maroon merupakan warna merah agak gelap. Walaupun identik dengan warna wanita, pria pun dapat mengunakan warna ini dipadukan dengan warna hitam, putih atau gradasi warna merah dan putih. 

Turkish atau campuran antara warna hijau dan biru ini memiliki kesan sejuk dan terang. Warna ini bisa dipadukan dengan atasan dengan warna hitam atau putih atau gradasi warna biru dan hijau. 

Navy atau biru dongker biasanya identik dengan warna laut sehingga sangat cocok digunakan pada saat acara formal maupun santai. Dan warna Chino lainnya adalah brown. Light brown dapat dipadukan dengan warna yang cerah sedangkan dark brown bisa dipadukan dengan warna hitam, abu-abu atau warna terang lainnya. 


Ukuran 

Sebelum membeli celana Chino, biasakan untuk mengukurnya terlebih dahulu. Atau misalnya membeli online, sebaiknya meneliti dengan seksama apakah ukuran tersebut ukuran Asia atau Eropa. Biasanya untuk ukuran Asia akan sama dengan ukuran yang biasa kita kenakan, namun apabila ukurannya Eropa atau internasional, usahakan untuk melihat detail ukuran pada box deskripsi.

Kesalahan yang sangat fatal adalah ukuran yang kita pilih tidak sesuai karena lebih kurus atau bahkan lebih gendut. So, harap hati-hati ya, ukuran ini bisa mempengaruhi penampilan kita, kita tidak mau pada saat berjalan orang disekitar melihat ke arah kita karena celana yang kedodoran atau melorot. 

Padukan dengan asesoris

Celana Chino Pria ini biasanya terlihat sangat simple. Untuk menambah dan menunjang penampilan, dibutuhkan asesoris seperti ikat pingang, sepatu, kaca mata, jam tangan, tas, kalung dan lainnya. Saya memiliki rumus untuk tampil simple namun elegan dan terlihat berwarna yaitu 

Atasan gelap + Chino warna terang + Ikat pingang warna gekap + jam tangan kulit + kacamata hitam = Perfect 

Atasan terang + Chino warna gelap + Ikat pingang brown atau khaki + jam tangan warna terang = Perfect 



Nah, begitu saja tips yang dapat saya bagikan untuk tampil stylish dengan mengunakan Celana Chino Pria