Arsip Bulanan: Oktober 2016

Lasem : Tiongkok Kecil Di Tanah Jawa

bluepackerid.com - Lasem : Tiongkok Kecil Di Tanah Jawa

Selain Semarang yang memiliki Klenteng Sam Poo Kong dan erat kaitannya dengan Laksamana Cheng Ho, Lasem pun memiliki sejarah panjang tentang Opium dan Tiongkok. Maka tak jarang, masyarakat menyebutnya dengan Tiongkok Kecil di Jawa Tengah. Lasem telah mengikuti kemajuan jaman dengan berdiri bangunan megah masa kini, namun kejayaan masa lalunya pun tetap abadi dan lestari.

Lasem berjarak sekitar 119 KM dari Semarang. Apabila ditempuh mengunakan bus umum hanya sekitar 3 jam perjalanan. Moda transportasi yang digunakan bisa bus umum, mobil travel dan mobil pribadi. Lasem merupakan salah satu kecamatan di Rembang, jalur pantai utara (pantura) yang menghubungkan Semarang dan Surabaya. 

Saya bersama seorang kawan seperti tersedot kedalam jembatan masa lampau di Lasem. Saya tidak merencanakan dengan matang kunjungan kali ini. Hanya berbekal kenekatan semata, referensi blog teman dan bantuan mbah google, Lasem akan menjadi menarik dan petualangan kami dimulai. Namun, diawal perjalanan masalah itu datang, kami belum memesan satu pun hotel. Beruntung sekali mbah google menunjukan kami sebuah hostel sederhana dengan tarif 110 ribu semalam. Kami pun selamat malam ini, dan mengumpulkan energi untuk petualangan esok hari.

Klenteng Gie Yong Bio dan Pusat Batik Lasem 

bluepackerid.com - Lasem : Tiongkok Kecil Di Tanah Jawa

bluepackerid.com - Lasem : Tiongkok Kecil Di Tanah Jawa

Pada abad ke-14 dan 15, Lasem merupakan salah satu tempat berkembangnya imigram asal Tiongkok selain Semarang dan Surabaya. Laksamana Cheng Ho, sebagai perwakilan dari Dinasti Ming menjadi salah satu perwakilan politik dengan Kerajaan Majapahit. Di Sungai Babagan Lasem, seluruh transaksi perdagangan dilakukan, lambat laut bermukimlah penduduk imigram asalah Tiongkok dan membangunan rumah pecinan dan tempat peribadahan seperti klenteng.

Klenteng yang masih berdiri di Lasem adalah Gie Yong Bio, Cu An Kiong dan Po An Bo. Di Gie Yong Bio adalah klenteng Istimewa yang dibangun untuk menghormati pahlawan Lasem yaitu Tan Kee Wie, Oey Ing Kiat dan Raden Panji Margono. Klenteng ini berdiri pada tahun 1780 setelah perang melawan VOC pada tahun 1742 dan 1750. Ketiga pahlawan ini secara bersama-sama melawan VOC dan mengangkat sumpah sebagai saudara angkat.

bluepackerid.com - Lasem : Tiongkok Kecil Di Tanah Jawa

bluepackerid.com - Lasem : Tiongkok Kecil Di Tanah Jawa

Raden Panji mungkin adalah satu-satunya Kongco pribumi. Kongco merupakan sebutan kakek buyut dan memiliki altar penyembahan di klenteng ini. Selain di Gie Yong Bio, Raden Panji memiliki altar pada klenteng Cu An Kiong.

Memasuki pintu gerbang yang didominasi warna khas merah, saya terkagum dengan tembok keramik yang dipenuhi dengan gambar-gambar. Gambar ini hampir semunya ditulis dengan aksara kanji bahasa Mandarin. Sedangkan gambar memperlihatkan adegan-adegan dari dewa-dewa yang dipuja. Meski altar atau tempat pemujaan tak sebesar klenteng lainnya, namun halaman depan cukup besar ditambah dengan altar bagian samping.

bluepackerid.com - Lasem : Tiongkok Kecil Di Tanah Jawa

Gie Yong Bio terletak di gerbang pintu masuk Desa Babagan, populer sebagai kampung Batik. Tak lengkap rasanya, jika tak melihat batik Lasem lebih dekat. Belum lama kaki ini melangkah, tembok besar dengan pintu besar dengan arsitektur abad 15 masih kokoh dan indah.

Hanya cat dan tembok luar saja yang terkelupas membuka lapisan bata merah menambah keunikan bangunan ini. Kami sengaja berlama-lama di jalan hanya untuk mengabadikan rumah-rumah yang tampak sepi dan hanya beberapa sepeda motor lalu lalang. Kadang-kadang ada juga sepeda yang wara-wari dengan orang yang berjalan beriringan. Namun, sayang kami harus buru-buru menuju salah satu rumah batik di ujung jalan berliku ini.

bluepackerid.com - Lasem : Tiongkok Kecil Di Tanah Jawa

bluepackerid.com - Lasem : Tiongkok Kecil Di Tanah Jawa

Corak batik Lasem sangat dipengaruhi oleh budaya Tionghoa. Masyarakat Tionghoa sangat mempercayai bahwa hewan dan tumbuhan merupakan pembawa keberkahan dalam kehidupan. Sebut saja burung Hong dan Naga yang banyak digunakan sebagai simbol keberuntungan. Lasem pun memiliki ciri khas dalam motifnya. Motif Sekar Jagad, Latohan dan Watu Pecah, ketiga motif inilah yang dikembangkan sebagai ciri khas Lasem.

Motif Latohan berasal dari buah tanaman yang hidup ditepi laut. Lasem terkenal sebagai pesisir pantai utara sehingga tumbuhan ini sangat sering dijumpai. Sedangkan Sekar Jagad berasal dari kumpulan motif bunga yang berserak. Lain Latohan ataupun Sekar Jagad yang berasal dari tumbuhan, motif Watu Pecah berasal dari peristiwa pembangunan jalan Daendels, yaitu pada saat masyarakat diminta memecah batu besar menjadi kecil-kecil.

Rumah batik yang kami kunjungi nampak sepi, hanya terdapat seorang bapak dan seorang anak yang sedang bermain. Dengan ramah, bapak tersebut mempersilahkan kami masuk.

"Kebetulan yang sedang membatik libur hari ini," Ujar Bapak tersebut dari luar.

Di dalam terdapat beberapa orang yang tengah memilah-milah batik. Kami berdua langsung nimbrung dan duduk. Kami larut dalam cerita sambil melihat beberapa motif batik. Sebetulnya kami ingin berlama-lama, namun waktu kami hanya sampai sore dan harus kembali ke Semarang.

Sebelum pamit, kami menanyakan Makam Han Wee Sing yang terkenal itu. Kami hanya mendapatkan sedikit penjelasan tentang jalan yang kami lalui. Petunjuk arah menuntun kami ke arah yang benar. Dan pada ujung beberapa belokan kami pun sempat bertanya, dan sampailah pada makam Han.

Misteri Makam Han Wee Sing

bluepackerid.com - Lasem : Tiongkok Kecil Di Tanah Jawa

Di kala terik matahari tepat berada diatas kepala, kami melanjutkan pencarian terhadap salah satu makam yang melegenda. Legenda kutukan kepada Marga atau pemiliki nama Han, bagi laki-laki yang berbisnis, maka akan bangkrut, bagi perempuan tidak akan memiliki keturunan. Mitos ini sampai saat ini masih dipercayai, bahkan pemilik marga Han tidak akan melintas atau bepergian baik jalur darat ataupun udara melalui Lasem.

Menurut Legenda, Han Wee Sing adalah saudagar kaya raya dan memiliki dua putra. Han Wee Sing terkenal karena sifatnya yang baik hati dan suka berbagi, bertolak belakang dengan kedua putranya yaitu Han Te Su dan Han Te Ngo. Keduanya suka menghamburkan uang dan berjudi. Kekayaan Han Wee Sing berangsur berkurang sehingga jatuh miskin.

bluepackerid.com - Lasem : Tiongkok Kecil Di Tanah Jawa

Pada saat kematian Han Wee Sing pun harus menderita, karena uang hasil sumbangan kematiannya pun digunakan kedua putranya untuk berjudi. Akhirnya jenazah Han Wee Sing pun dimakamkan dengan hanya membungkusnya dengan kain. Tak sampai ke pemakaman, kemudian terjadi mendung dan hujan badai. Setelah hujan, ditempat jenazah Han Wee Sing pun kemudian membentuk sebuah makam. Tak lama kemudian, dari makam terdengar suara kutukan keluarga Han tidak boleh tinggal dan Menetap di Lasem.


bluepackerid.com - Lasem : Tiongkok Kecil Di Tanah Jawa

Begitulah legenda ini mengusik saya untuk mampir ke Makam dan sekedar melihat dari dekat. Ternyata jalan yang ditempuh tak semulus yang dibayangkan. Kami harus menyusuri kebun milik warga setelah pemakaman yang berada di depan sebelum kebun. Makam Han Wee Sing ternyata sangat tersembunyi. Di tutupi pohon jati yang masih muda dan dipagari oleh bambu. Kami masuk dan melihat lebih dekat makam yang tampak terawat dengan bong, batu nisan berwarna putih serta diukir huruf Mandarin bertuliskan nama Marga Han.

Bulu kudu saya sedikit merinding padahal waktu itu masih siang bolong. Tak berapa lama, saya dan teman saling berpandang dan berbalik badan segera keluar dari Makam Han yang penuh dengan kutukan.

Rumah Candu dan Klenteng Cu An Kiong 


Kami menyusuri jalan raya berukuran bernama Dasun, Desa Soditan. Tujuan kami adalah Rumah Candu, atau nama lainya adalah Opium. Cuaca mendung ketika kami sampai pada pintu gerbang berwarna jingga dan diatas bertuliskan Lawang Ombo. Kami sempat melihat ke kanan dan ke kiri dan melihat ke dalam, namun tak satupun orang terlihat.

Tak patah arang, kami berjalan ke pintu lainnya yang tak jauh dari pintu gerbang. Pintu berwarna kuning dan lebih kecil dari pintu sebelumnya. Kami mengetuk beberapa kali, namun tetap tak ada jawaban. Kami kembali lagi ke pintu utama, sambil melihat-lihat siapa tahu ada orang setelah kami ketuk. Dan hasilnya nihil, hanya suara sahutan anjing penjaga saja yang menyambut kami kemudian.



Dahulu Candu atau Opium sangat terkenal pada abad 19. Candu ditukar dengan senjata api dan digunakan sebagai salah satu alat melawan penjajah. Karena takut terlihat atau tertangkap Belanda pada waktu itu, Lawang Ombo inilah yang dijadikan sebagai lalu lintas Opium. Di dalam rumah, terdapat sebuah lubang berukuran tak lebih dari 3 meter dan berhubungan langsung dengan sungai menuju ke laut.

Lubang tersebut masih ada namun telah mengalami penyempitan ataau ditutupu sehingga hanya berdiameter 1 meter saja. Menurut sumber, pemilik rumah ini adalah Liem Kim Slok, seorang syahbandar yang melakukan perdagangan atau penyelundupan Opium terhdap kapal-kapal yang berlabuh di Lasem.



Berdekatan dengan Lawang Ombo, terdapat sebuah klenteng tertua yang dibangun pada tahun 1335 dan direnovasi pada tahun 1838, bernama Klenteng Cu An Kiong. Bisa dikatakan Klenteng ini adalah terbesar diantara ketiga klenteng yang ada di Lasem.

Pada abad 15, Masyarakat Tionghoa datang dan membabat hutan Jati untuk dijadikan rumah dan rumah peribadahan termasuk Klenteng. Cu An Kiong dahulunya dibangun mengunakan kayu jati sebagai tiang penyanganya. Sampai saat ini kedua tiang penyanga masih mengunakan kayu jati dan belum pernah diganti sampai sekarang.



Ukiran-ukiran dalam Klenteng merupakan hasil karya dari ahli ukir yang didatangkan langsung dari Guangdong, Tiongkok. Tak lama setelah menyelesaikan ukirannya, ahli ukir tersebut menetap di Kabupaten Kudus dan mengajarkan seni ukir.

Aliran sungai di Lasem yang bermuara ke Laut menyebabkan perkembangan pesat. Salah satu sumber menyatakan bahwa Laksamana Cheng Ho pernah mendarat di depan Klenteng dan berinteraksi dengan warga dan melakukan perdagangan serta alih teknologi seperti pertanian dan peternakan.

Lasem memiliki ratusan situs heritage atau kota tua yang wajib dijaga oleh kita bersama. Memasuki Lasem, sama seperti menikmati Tiongkok dalam versi lebih mini. Menginjakan kaki di Lasem seperti memasuki peradaban masa lalu yang masih terjaga. Tak hanya instagramable namun sangat menarik menyimak cerita sejarah yang menyatu didalamnya.

Lasem, saya akan kembali lagi, itu janji saya.

"Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Visit Jawa Tengah 2016 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah @VisitJawaTengah "  

Delicious Indonesian Signature Dish At Porta Venezia, Aryaduta Semanggi


Kadang Ibukota menawarkan kerinduan yang sempurna pada kampung disana. Walaupun banyak pula penawar atas kerinduan sesaat yang memanjakan semua indera termasuk indera perasa. Kampung halaman saya berada di pesisir pantai utara, jadi wajar selera masakan saya pun tak jauh-jauh dari masakan jawa yang manis, semanis saya hehehe. 

Citarasa masakan jawa identik dengan kuah kental, manis dan sambal ini setidaknya identik dengan masakan nusantara yang mengenal sambal dan rempah sebagai bumbunya. Meskipun tak bisa digeneralisir, namun setidaknya masakan di Pulau Jawa memiliki citarasa nusantara secara umum. Apalagi bagi orang yang Indonesia di luar negeri sana, pasti akan kangen dengan masakan masa kecilnya. Nah, yang saya rasakan saat ini. Rindu seindunya dengan masakan rumah.


Porta Venezia, sebuah gerbang menuju Milan, Italia. Nama ini diabadikan sebagai salah satu restoran masakan Italia di Jakarta, tepatnya di Semanggi. Porta Venezia merupakan bagian dari Arya Duta Hotel Semanggi. Saya cukup familiar dengan kawasan ini, dulu kantor saya sangat dekat dengan semanggi dan setiap saat pasti bolak-balik ke Semanggi. Namun, untuk saat ini, saya cukup jarang ke Semanggi, malah saya lebih sering ke Kuningan City karena menemukan tempat baru untuk sekedar nongkrong atau menyelesaikan tulisan di blog saya.

Dihibur sama Live Music Keren :D
Indonesian Signature Dish 


Porta Venezia memiliki ciri khas Italia yang kental, bahkan setelah ditelusuri melalui google pun, banyak review menyatakan bahwa tempat ini memiliki spesialisasi dalam masakan Italia atau Europian taste. Namun, kali ini saya diajak menikmati sajian khusus bertema Indonesian Dish, sebuah citarasa yang sangat saya kenal dengan ramuan rempah dan bahan-bahan lain yang khas.

Dalam kamus saya, Makanan Indonesia tidak pernah gagal memuaskan indra perasa, bahkan selalu mempesona dan penuh senasi sehingga ingin menikmatinya lagi dan lagi. Selain Makanan, Indonesia memiliki beragam ramuan rempah yang beragam sebut saja jahe, kunir, beras kencur, bandrek dan lain-lain. Bayangkan sajian makanan dan minuman Indonesia dalam bentuk yang lebih cantik dan indah berada dalam satu waktu yang sama. Bisa ditebak, saya tak ingin menyantapnya melainkan memotretnya berlama-lama untuk mencari angle terbaik.

Appetizer 

Makanan pembuka biasanya dibuka dengan makanan ringan pengugah selera makan seperti gorengan, sup atau salad, namun Porta Venezia justru menyajikan gado-gado, rujak dan lumpia. Oh wow, how came gado-gado and rujak be part of this appetizer? Biasanya kan gado-gado disajikan sebagai menu utama. Hahaha tenang pemirsa, gado-gado atau rujak ini justru akan mengugah selera makan loh.

Gado-gado


Jika yang kamu bayangkan adalah gado-gado dengan porsi besar dan mengenyakan itu salah besar. Totally wrong. Porsinya cukup sedikit dibandingkan dengan gado-gado pada umumnya. Penyajiannya pun sangat indah. Pertama melihat bukanya ingin menyantap tapi malah memandanganya saja karena indah.

Masalah rasa, gado-gado ini sebagian besar berisi sayuran rebus dengan sambal khas gado-gadonya. Saya sangat suka dengan sambalnya. Racikan sambalnya sangat pas bahkan sangat enak untuk ukuran gado-gado.

Rujak Buah 


Kombinasi buah segar dan sambal kacang membuat mulut merasakan sensasi segar. Mungkin inilah satu alasan mengapa rujak buah menjadi salah satu appetizer kali ini. Untuk buah saya memang pemilih, sehingga tak semua buah menarik selera saya. Coba ada mangga didalamnya, maka mulut ini tak akan berhenti mengunyah.

Lumpia 


Lumpia yang saya kenal itu biasanya berisi rebung (tunas pohon bambu), makluma saja saya dulu pernah menetap di Semarang. Lumpian sebetulnya isinya sangat beragam dan bisa diisi apapun seperti daging, sayura atau bahkan buah, oh wow. Dihadapan saya sudah disuguhkan lumpia dengan isi bihun dan udang yang mejulur dari lapisan luar yang renyah. Dapat dibayangkan bahwa paduan bihun dan udang memiliki taste tersendiri dan enak menurut saya.

Main Course  

Sepertinya saya memang menunggu-nunggu menu utama hadir untuk dihidangkan. Dari daftar yang dihidangkan terdapat empat menu utama yaitu Indonesian Seafood Platter, Gurame Pecak, Iga Sambal Mangga dan Tongseng Kambing. It's look so tasty banget ya. Mari kita menjelajah rasa demi rasa.

Indonesian Seafood Platter


Ada tuna, sate lilit, udang, sambal dan nasi. Paket komplit banget ini mah namanya. Secara personal saya menikmati tuna dan sambal, sedangkan rasa sate lilit memang tidak semenarik tuna tadi. Untuk udang, dengan ukuran yang begitu besar dan digoreng garing membuat kombinasi seafood platter ini makin komplit.

Gurame Pecak 


Gurame ukuran sedang dengan sambal diatasnya membuat sajian ini luar biasa perfect. Apalagi sambal yang diracik mengugah selera makan dan menyantapnya lagi dan lagi.

Iga Sambal Mangga


Iga ini diapain juga pasti hasilnya enak banget hehehe. Kali ini sajian Iga dibakar dengan matang ditambah dengan sambal mangga yang segar. Oh rasanya tuh pengen makan iga ini lagi.

Tongseng Kambing


I love the sweet thing. Dan tongseng kambing yang disajikan benar-benar semanis yang dirasakan dan daging kambingnya pun empuk. Jadi tidak ada alasan lain kecuali harus menikmatinya kan.

Dessert

Dessert is always in my list. Pokoknya kalo bagian ini saya selalu exicited banget. Apalagi dessert yang disajikan namanya unik-unik seperti Chocolate Talam Jagung, Es Selendang Mayang dan Colenak.

Chocolate Talam Jagung



Yang terpenting dalam sajian ini adalah cokelat dan jagung. Cokelat sangat dominan dipadu dengan bagian atas yang manis dan berisi jagung dalam adonan. Butuh waktu untuk menerka-nerka dimanakah jagung itu berada.

Es Selendang Mayang 



Es krim hampir saja meleleh karena saya asik memotret dessert ini. Ketika menyuapkan satu sendok teh ke dalam mulut, es krim ini menyatu dengan gula jawa cair. Setelah itu suapan kedua, barulah saya meraasakan perpaduan sempurna antara es, gula jawa dan pacar cina atau lebih seperti dawet teksturnya.

Colenak


Sajian ini hampir membuat saya tertipu. Tebak apa isi bagian bawah? bukan seperti yang dibayangkan sebelumnya, isinya adalah peyuem atau singkong yang difermentasi dan kemudian disajikan sedemekian rupa. Secara personal, saya hanya menikmatinya 60 persen saja, selebihnya saya hanya meringis merasakan rasa asam. Memang saya menghindari jenis peyeum ini dan hanya mencobanya sedikit saja.

Live Music Dan Sajian Lain




Nah kalau malam sabtu berada disekitar semanggi dan ingin dinner dengan suasana Italia atau Eropa bisalah mampir ke Porta Venezian. Masalah harga, all in dinner atau buffet ini biasa dibandrol dengan hanya puluhan ribu saja atau dibawah 100 rb. Wow, harga fantastis namun kelasnya bintang banyak kan.




Informasi Porta Venezia , Aryaduta Semanggi , Jakarta

Alamat Lengkap 
AryaDuta Semanggi
Jl. Garsium Dalam No. 8, Karet Semanggi
Jakarta Selatan 12930

Phone 
+62 21 251 5151

Email 
info.semanggi@aryaduta.com

Website 
www.aryaduta.com

Maps 

Serunya Nonton Ketoprak Di Pasar Malam Ngarsopuro Solo


Malam minggu di Solo merupakan malam yang panjang, bagaimana tidak, banyak sekali alternatif hiburan masyarakat yang hadir di sekitar jantung kota seperti di Jalan Diponegoro, Solo. Ngarsopuro Night Market atau lebih dikenal sebagai Pasar Malam Ngarsopuro adalah salah satunya. Dulu, sebelum ditertibkan menjadi kawasan budaya, jalan Diponegoro dipenuhi pedagang elektronik hampir sepanjang jalan, namun semenjak tahun 2009, jalanan ini berubah menjadi sebuah kawasan yang nyaman bagi warga. Jalan ini berhubungan langsung dengan Pura Mangkunegaran, salah satu Keraton terpenting di Solo.

Solo selalu menjadi daftar utama untuk saya kunjungi, dan baru tahun inilah saya dapat mewujudkan impian saya. Bolehlah eforia ini saya rayakan dengan teman yang kebetulan tinggal di Solo. Halim, Jejak Bocah Hilang, secara sengaja mengajak saya ke Ngarsopuro. Tentu saja saya segera mengiyakan saja tanpa berpikir panjang.



Pasar Malam selalu menyajikan sesuatu berbeda disetiap kota, entah karena tradisi, barang yang dijual, atraksi, kuliner dan budaya yang bercampur dalam satu tempat. Di pasar malam ini pula saya dapat merasakan suasana keakraban dan interaksi sesama warga dengan natural. Dan tentu saja menikmati obrolan logat Jawa yang kental dan sangat berbeda dengan kota lain. Karena hal itulah yang membuat saya jatuh hati pada pasar malam. 

Halim muncul tepat dibawah Tulisan Ngarsopuro. Wajahnya tergurat senyum khasnya, sementara kacamata beberapa kali ia betulkan. Kami pun berbincang sebentar sebelum mampir ke es krim Tentrem. Bagi penyuka es krim, wajib mampir ke sini karena enak dan harganya lumayan murah. Selain es krim, terdapat sajian menu tradisional salah satunya nasi liwet. 



Jalan Diponegoro sengaja ditutup setelah maghrib menyambut pasar malam. Ngarsopuro hadir hanya pada saat malam minggu saja, jadi keberuntungan bagi saya dapat menikmati malam minggu disini. Selain pasar malam, ternyata pada waktu itu juga dilaksanakan festival ketoprak, jadi lengkaplah keberuntungan malam itu di Solo.

Festival ketoprak diadakan di depan Pasar Triwindu, sebuah pasar yang menjual barang-barang antik dan langka. Pasar Triwindu berada di tengah jalan Diponegoro. Halaman yang sangat luas menjadi salah satu alasan festival ketoprak diadakan disini. 

Sebelum menonton festival ketoprak, saya sengaja berputar-putar terlebih dahulu melihat barang-barang yang dijual disepanjang jalan. Dan, ternyata tak sekedar barang-barang biasa, namun sangat luar biasa. Sebut saja kerajinan rumah-rumahan yang terbuat dari kayu dan jerami. Kemudian lampu hias warna-warna yang terbuat dari botol plastik bekas minuman. Dan tentunya gantungan kunci berbetuk tokoh kartun yang menarik.


Salut dengan kreatifitas warga Solo dalam menjual barang-barang tak biasa hasil dari kreasi mereka sendiri. Sesuatu yang tak bernilai seperti botol bekas, jerami, kain perca atau lainnya disulap menjadi sesuatu dengan nilai ekonomis yang tinggi. Luar biasa kerennya.Bagi fashion lover, tenang saja karena baju, celana atau kain batik dengan harga murah namun kualitasnya lumayan pun dijual di sini. 


Menonton Festival Ketoprak 


Kapan terakhir menonton ketoprak? Pertanyaan itu mendadak muncul ketika berada di depan Pasar Triwindu. Pasar yang hiruk-pikuk dan penuh barang dagangan berubah menjadi pangung utama. Nampak beberapa lakon memainkan peran. Wajah pria dan wanita telah berubah setelah diberikan make-up pangung. Beberapa lakon memang terlihat lucu sebelum mengelurkan dialognya. Iya, bisa ditebak bahwa kali ini ketopraknya menampilkan adegan humor.

Solo bisa dibilang sebagai kota 'Ketoprak'. Bahkan grup lawak Srimulat pun lahir dari kota Solo ini. Pantas saja pemeran ketoprak rata-rata memiliki keahlian dalam mengocok perut warga dengan dagelan yang dibuatnya. Selain Srimulat, dulu pernah digaungkan ketoprak humor sebagai salah satu ikon ketoprak dan ditayangkan ke seluruh penjuru Indonesia. Tentu saja saya adalah salah satu penikmat tayangan ini pada saat populer di era tahun 90-an. 



Cerita ketoprak mengangkat wajah masyarakat tempo dahulu dengan kostum tradisional jawa. Dialog diucapkan dalam bahasa jawa namun kadang kala terdapat beberapa kalimat dalam bahasa Indonesia. Saya cukup paham karena mengerti bahasa jawa secara umum. Seting pangung cukup sederhana namun terdapat layar besar yang digunakan sebagai background. Walau sederhana namun dapat menampilkan suasana tempo dulu seperti pasar dan bangunan tempo dulu. 

Saya cukup menikmati ketoprak ini sebagai salah satu nostalgia masa kecil dahulu. Dahulu saya sering menonton Wayang Kulit pada saat tetangga mengadakan hajatan, namun sekarang telah bergeser menjadi hiburan lain yang lebih modern. Rasanya ingin sekali membuat ketoprak menjadi satu kemasan hiburan menarik di televisi. Semoga saja ketoprak dan kebudayaan lain dapat menjadi tonton yang ditunggu. Semoga bisa terwujud, amin.

Dibalik Layar Musikal Khatulistiwa

 

Dibalik sebuah Drama Musikal pastinya banyak sekali persiapan yang harus dilakukan. Dibalik sebuah produksi "Drama Musikal" pasti terdapat orang yang sangat berperan namun tidak akan nampak dalam layar. Lalu apa saja sisi-sisi unik dalam sebuah proses menuju sebuah pementasan terutama Drama Musikal? Kemudian, siapa saja sih yang berperan dalam menyukseskan Drama Musikal ? Dan apa saja yang perlu disiapkan? Ternyata banyak sekali pertanyaan yang timbul dalam benak kita kan tentang 2 hari pementasan Drama Musikal.

Seperti halnya Film atau Sinetron, untuk memproses satu adegan saja dibutuhkan waktu cukup banyak, apalagi satu episode sinetron atau bahkan satu film dengan durasi sekitar 120 menit, dibutuhkan banyak waktu, tenaga, pikiran, ide dan lainnya. Makanya kita wajib menghargai jerih payah tim dibalik layar dengan mengapresiasi karyanya dengan menonton secara bijak dan tidak sembarang mengupload ulang di youtube karyanya. Kalau sekilas dan cenderung promosional sih tidak masalah hehehe.

Khatulistiwa, sebuah drama Musikal yang mengangkat sejarah Bangsa Indonesia dengan kemasan yang sangat berbeda pun memiliki sisi-sisi unik pada saat proses dibalik layarnya. Saya seperti dibawa masuk dan berada dalam suasana Musikal ketika saya melihat secara langsung Behind The Scenenya. Selain perasaan senang, saya pun merasakan bagaimana seluruh pihak dalam Khatulistiwa sangat berkerja keras demi kesuksesan acara bulan November.

Dari Balik Layar


Sutradara pasti selalu dalam sebuah karya, ibarat dalam mobil, pengemudilah yang akan membawa kita sampai pada tujuan, seperti itu pula tugas seorang sutradara yang membawa pertunjukan menuju kesuksesan. Namun ternyata bukan hanya seorang sutradara saja yang berperan dalam sebuah Drama Musikal, melainkan banyak pihak yang turut mendukung dari balik layar. Sebut saja Penulis Naskah, Penata Multimedia, Penata Musik, Penata Lighting, Penata Kostum, Koreografer dan masih banyak lainnya. Dan sekarang saya sadar bahwa dibalik sebuah karya terdapat tim solid yang bekerja dengan tangan dinginnya dibalik layar.

Seperti menonton Vlog Raditya Dika pada saat memproduksi film terbarunya Hangout, rasanya saya diajak untuk mengenal lebih jauh teknis pelaksanaan Drama Musikal Khatulistiwa. Saya harus menyebut Raditya Dika sebagai salah satu orang yang turut andil mengenalkan saya pada urusan teknis proses produksi sebuah film. Dengan gambaran Vlog itu, saya menjadi tahu betapa panjangnya sebuah produksi film. Salut dengan Vlog Raditya Dika yang memberikan pengetahuan film dengan gayanya yang kocak dan menghibur. Behind The Scene Drama Musikal Khatulistiwa ini pun memberikan gambaran yang sama. 

Mari kita berkenalan lebih dalam dengan Tiara Josodirdjo, Melvi Tampubolon, Adjie N.A, Nataya Bagya, Ifa Fachir dan Auguste Soesastra. 


Tiara Josodirdjo merupakan pengagas Drama Musikal Khatulistiwa atau Produser Eksekutif. Tiara memiliki pengalaman selama 21 mengelar event mulai dari pernikahan, eksibisi dan perhelatan lainnya. Tiara memiliki ketertarikan untuk mengemas sebuah pertunjukan yang memuat konten lokal seperti "Kampung Anak Indonesia" dan "Bawang Merah dan Bawang Putih".

Tak jauh berbeda dengan Tiara, Melvi Tampubolon, Produser, pun memiliki kecintaan yang hampir sama. Melvi menyukai pertunjukan 'Broadway'. Berangkat dari kecintaan inilah, Melvi bercita-cita menghadirkan konsep broadway yang diangkat dari cerita-cerita Indonesia.


Adjie N.A, sosok yang sederhana, namun pemikirannya tak sederhana yang dibayangkan. Adjie memiliki pengalaman yang mumpuni dibidang pertunjukan atau film. Adjie sering menjadi sutradara pertunjukan teater dan menjadi acting coach dalam beberapa film sepeti Guru Bangsa Tjokroaminto, Cahaya dari Timur, Filosofi Kopi, Surat Cinta Dari Kartini dan lainnya.

Ifa Fachir dikenal sebagai anggota dari band Maliq and the Essential. Selain itu, Ifa terkenal sebagai Composer, Music Director dan Produser. Pernah mendengar Jatuh Hati milik Raisa? Ya, Ifa adalah orang dibalik lagiu ini. Jauh sebelum berkiprah dalam musik Indonesia, Ifa telah mengenal lebih dahulu musik-musik populer di New York, tempat Ifa belajar musik pertama kalinya. Maka tak heran apabila Ifa sangat tepat menemoati posisi Music Director pada Khatulistiwa.  


Tak lengkap sepertinya jika tidak mengenalkan bahwa dibalik bagusnya kostum pertunjukan terdapat seorang desainer handal. Auguste Soesatro, pria yang menempuh pendidikan Arsitektur di Sydney, ini membuktikan bahwa apapun background pendidikan, passion menjadi desiner pun bisa diwujudkan. Setelah dari Sydney, Auguste mempelajari mode pakaian di Paris dan New York. Bagi Auguste, dalam Khatulistiwa inilah untuk pertama kalinya memproduksi kostum pertunjukan untuk ratusan orang sekaligus.

Wah, ternyata dibalik sebuah pementasan terdapat orang-orang dengan dedikasi dan melakukan semuanya dengan passion dan hati mereka. Kalau kamu? Apa yang menjadi panggilan jiwamu?

Artis Dan Ratusan Talent


Selain orang-orang yang berperan dibalik layar, pendukung utamalah yang nantinya akan menjadi pusat perhatian pada pementasan nanti. Tak banyak yang tahu bahwa Drama Musikal selalu menyajikan cast yang banyak dari bervariasi dari usia dini sampai yang telah senior. Dan bukan hanya dalam hitungan jari, pemeran musikal kali ini mencapai angka ratusan orang. Makanya dibutuhkan waktu latihan sampai berbulan-bulan untuk menghasilkan pementasan dua hari tersebut.


Rio Dewanto adalah salah satu aktor yang mendukung Khatulistiwa kali ini. Selain itu terdapat Kelly Tandiono, Sita Nursanti, Tika Bravani, Ade Firman Hakim, Epy Kusnandar, Gabriel Harvianto, Haikal Baron dan masih banyak lainnya.

Mau tahu seperti apa suasana dibalik layar Drama Musikal Khatulistiwa. Ini dia videonya untuk kamu semua.


Jangan lupa nonton Drama Musikal Khatulistiwa pada tanggal 19-20 November 2016 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Hanya Ganti Oli Dapatkan Mobil Baru Di Shop And Drive


Mendapatkan mobil baru idaman itu ibarat mendapatkan jodoh yang sudah diharapkan lama dan akhirnya menikah. Duh bahas nikah-nikah segala, ntar jadi baper lagi. Tapi kali ini tidak mungkin dibawa perasaan, karena something big will be happen in the end of the year loh. Apalagi kalau bukan mendapatkan mobil hanya dengan menganti oli di Shop & Drive. 

Oh iya mobil itu bagi sebagian orang sudah seperti rumah berjalan. Bagaimana tidak, setiap hari di Jakarta, rata-rata dibutuhkan waktu berkendara lebih dari 4-8 jam setiap hari. Artinya, lebih dari seperempat waktu hidup dihabiskan dijalan. Apa jadinya apabila mobil kita tidak terawat? Bukan malah nyaman malah akan menyulitkan seperti mogok, mesin rusak dan kondisi mobil tidak nyaman. Nah, kalau sudah sepert itu, solusinya harus dirawat secara teratur dan ganti oli secara berkala. 

Sebelumnya, apa sih sebetulnya manfaat dari ganti oli bagi kendaraan? Dan apa itu Shop & Drive? Tenang, saya akan mengulas lebih jauh keduanya. 

Manfaat Ganti Oli Bagi Mobil (Kendaraan) 


Oli dalam mobil itu seperti air dalam tubuh manusia. Tanpa air, manusia akan terkena dehidrasi dan mengakibatkan kinerja tubuh tak maksimal, bahkan akan mengakibatkan kerusakan pada organ-organ tubuh tertentu akibat kekurangan air. Lalu apa yang terjadi jika mobil tidak diganti olinya secara rutin? Akibatnya banyak, salah satunya adalah kerusakaan pada mesin. Oli yang tidak diganti akan menghambat kinerja mesin dan malah memakan BBM semakin banyak.

Pengaruh oli pada mobil ini sangat penting, sehingga kita perlu tahu apa saja manfaat oli pada mesin.

Sebagai Pelumas 

Oli berfungsi melapisi seluruh komponen-komponen mesin sehingga tidak menyebabkan gesekan-gesekan yang membuat mesin menjadi aus. Mesin mobil yang sering digunakan perlu menambahkan oli untuk membantu menutupinya.

Sebagai Pembersih 

Secara tak langsung, mesin pun memerlukan pembersih kotoran yang menempel dinding-dinding mesin. Nah, salah satu fungsi oli adalah membersihkan kotoran-kotoran tersebut dan selanjutnya akan disaring oleh saringan oli mesin.

Sebagai Penyekat

Mesin bergerak sejalan dengan mobil yang dioperasikan. Mesin yang bergerak secara bebas seperti pada ring piston inilah fungsi oli sangat dibutuhkan sebagai penyekat antar komponen sehingga dapat mencegah kebocoran.

Sebagai Pencegah Karat

Seperti yang sudah diketahui, mesin-mesin terbuat dari logam-logam yang rentan dengan terjadinya karat. Oli dengan kekuatannya akan mencegah karat yang terjadi mesin dalam waktu yang cukup lama.

Sebagai Pendingin 

Seperti halnya AC dapat mendinginkan rumah, seperti itulah fungsi oli yang berfunsi sebagai pendingin pada mesin-mesin yang dialiri oleh oli.

Manfaat oli sangat banyak bagi mesin mobil (kendaraan), sehingga sudah saatnya menganti oli secara rutin dan mengunakan oli yang berkualitas seperti Astra Shell, castrol, federal mobil, pertamina, dan lain-lain.

Shop And Drive

Shop & Drive merupakan salah satu inovasi dari PT Astra Otoparts. Pada Tahun 1998, Shop & Drive dikenal dengan nama "Super A", seiring dengan berjalananya waktu, pada tahun 2000 "Super A" berubah menjadi 'Shop & Drive".

Shop & Drive memberikan service seperti pengantian oli, aki dan service cepat lainnya sehingga dapat cepat memberikan pelayanan. Selain quick service, pelayanan lain seperti ganti ban dan spooring balancing dapat dilakukan di Super Shop & Drive.

Lalu dimana saja outlet Shop & Drive ini? Tenang saja, karena outletnya sudah tersebar di seluruh Indonesia dengan 300 outlet. Wah, jadi bisa melakukan pengantian oli dan pengecekan mobil di outlet-outlet terdekat.

Ganti Oli Dan Dapatkan Hadiah Mobil 


Hari gini, siapa sih yang tidak mau mendapatkan mobil baru, sepeda motor, iphone, voucher dan lainnya hanya dengan menganti oli saja. Wah ini beneran? Iya beneranlah. Shop & Drive mengelar Semarak Shop & Drive berhadiah Mobil Daihatsu Ayla, Iphone, Honda Beat dan Voucher Shop & Drive.

Lalu bagaimana cara ikutannya? 

1. Ganti oli minimal 3 liter dan akan mendapatkan 1 kupon undian (berlaku kelipatan). Khusus Astra Shell akan mendapatkan 2 kupon undian (berlaku berkelipatan).
2. Kupon undian akan diundi pada akhir periode (Pengundian dilakukan 31 Januari 2017).
3. Tambahan 1 kupon undian setiap pembayaran dengan kredit/debit Mandiri.
4. Pengumuman pemenang akan dilakukan pada tanggal 28 Februari 2017 melalui website www.shopanddrive.com.
5. Pajak hadiah ditanggung oleh Shop & Drive.

Hadiah

- 1 unit mobil Daihatsu Ayla X Elegant AT MI
- 5 unit sepeda motor Honda Beat ESP CBS ISS
- 7 unit iphone 6 64 GB
- 15 voucher belanja Shop & Drive senilai @1.000.000
- 150 voucher belanja Shop & Drive senilai @500.000

Informasi lengkap mengenai Semarak Shop & Drive dapat dilihat disini. So, selamat berbelanja di Shop & Drive dan dapatkan mobil baru ya. See ya. 

Kepala Daerah Mirip Dengan Pilot

Gara-gara jadi penonton menjelang pilgub DKI, saya jadi mikir. Kepala daerah itu mirip dengan pilot gak sih? Pilot adalah orang yang mengendalikan pesawat dalam waktu tertentu ke sebuah kota tujuan. Dia yang berkuasa penuh atas seluruh penumpang, tapi dia tetap harus mengikuti aturan penerbangan dan arahan petugas air traffic control. Pilot digaji oleh maskapai, maskapai… Read More Kepala Daerah Mirip Dengan Pilot