Perlengkapan Penting Yang Wajib Dibawa Saat Traveling Ke Luar Negeri – Smartphone Samsung Salah Satunya


Tokyo, Seoul, London, New York ... 

Sepenggal bait pertama lagu Mister Taxi dari Girl's Generation ini mengingatkan saya pada list-list kota-kota di Dunia, baik yang sudah pernah saya singgahi maupun yang masih menjadi impian. Semoga semuanya akan terwujud dalam waktu yang tak lama lagi, amin.

Traveling dalam beragam keperluan baik itu untuk liburan bersama keluarga, bisnis, backpacking, solo traveling dan lainnya sudah menjadi hal yang lumrah. Jika bepergiannya masih di dalam negeri, persiapannya pun tak sesemrawut dan seheboh yang dibayangkan, namun jika ke luar negeri, persiapannya pun lebih banyak dari yang kita bayangkan. 

Sepele dan kecil kadang memmbuat kita melupakannya, padahal jika dilihat dari urgensinya, barang perlengkapan ini adalah hal yang harus selalu ada dimanapun. Kadang kala hal-hal diluar dugaan seperti kehilangan tas, dompet atau bahkan uang dan kartu kredit membuat perjalanan yang harusnya menyenangkan berubah menjadi dramatis dan runyam. So, ada baiknya persiapkan perlengkapan yang wajib dibawa saat traveling ke luar negeri. 

Apa saja kira-kira perlengkapan yang wajib dibawa, oke mari kita lihat satu per satu perlengkapannya. 

Dokumen penting seperti paspor dan uang cadangan untuk keperluan tak terduga


Dokumen penting seperti paspor, print out tiket perjalanan dan dokumen penting lainnya sering kali terlupakan pada saat hendak traveling. Kesibukan kantor atau kesibukan mengurus perlengkapan traveling lain contohnya, akan membuat dokumen penting terabaikan. Dan, akumulasinya pada saat di counter cek in, ternyata paspor tidak dibawa sama sekali. Atau, paspor hilang pada saat perjalanan diluar negeri, oh no, hal-hal inilah yang membuat liburan jadi hambar bahkan cenderung dramatis.

Agar tidak terjadi hal-hal ini, siapkan paspor atau visa jika negara yang kita tuju membutuhkan visa dan dokumen penting lainnya, kemudian simpan dalam tempat yang aman. Sebelum traveling, fotocopy atau scan dokumen penting tersebut, sehingga terjadi kehilangan atau apapun kita masih memiliki back up dokumen.

Uang cadangan mungkin sangat sepele, namun setelah terjadi peristiwa yang tidak kita sangka misalnya dompet hilang atau masuk rumah sakit. Uang cadangan biasanya disimpan pada tempat tersembunyi misalnya disisipkan di backpack, tas selepang kecil atau sabuk (Money Belt).

Backpack, Daypack dan Money Belt


Setelah membawa carrier atau koper besar, tidak mungkin mengelilingi kota dengan beban berat di punggung. So, bawalah backpack atau daypack yang kecil dan ringkas untuk menampung kamera, notes, air minum, charger dan perlengkapan yang mendukung selama berkeliling menikmati destinasi wisata. Sedangkan fungsi money belt adalah untuk menaruh uang cadangan atau uang emergency yang sewaktu-waktu dibutuhkan.

Universal Adapter dan Charger 



Satu negara dengan negara lainnya memiliki colokan listrik yang berbeda, seperti Singapura dan Malaysia tentu saja berbeda dengan colokan listri yang di Indonesia. Bahkan ketika kita ke Korea Selatan dan Jepang pun memiliki colokan yang berbeda. Universal Adapter adalah solusi terbaik ketika traveling ke negara lain dengan beragam sistem colokan listrik.

Selain universal adapter, jangan lupakan charger smartphone dan kamera. Traveling tanpa mengabadikannya bagiakan makan nasi tanpa lauk, terasa plain dan begitu-begitu saja. So, jangan samapi lupa ya benda kecil yang selalu membuat kerepotkan ketika traveling.  

Kamera Digital dan Action Cam 




Bagi sebagian orang mengabadikan momen pada saat traveling adalah sebuah keharusan. Saat kesebuah negara favorite, tentu saja ini momen sekali seumur hidup, anggap saja kita tidak akan pernah mengujungi negara tersebut untuk kedua kalinnya. Maka, kamera digital dan action cam menjadi list yang harus dibawa. 

Smartphone dan Selfie Stick (Tongsis)


Biasanya selain kamera digital, smartphone pun cukup ringkas dan praktis digunakan pada saat traveling. Apalagi smartphone saat ini sudah dilengkapi dengan kamera yang bagus dan aplikasi pendukung sehingga gambar yang dihasikan cukup memuaskan. Namun, bagi traveler smartphone ini berfungsi sebagai backup data atau sebagai kamera cadangan apabila kamera ditigal habis baterenya. Salah satu kamera yang direkomendasikan untuk traveling adalah Samsung Galaxy A7. Smartphone ini kamera bagus dan spesifikasinya pun telah mendukung untuk digunakan dalam segala situasi.

Apa saja sih spesifikasi Samsung Galaxy A7 yang bisa membantu di dalam traveling ke luar negeri? Galaxy A7 didesain sangat mewah karena terbuat dari bahan dasar kaca dan berwarna gold sehingga sangat elegan. Kameranya beresolusi 16 MP sehingga bisa digunakan sebagai back up dari kamera utama.

Dengan RAM 3GB, Galaxy A7 ini sudah mampu mengoperasikan aplikasi-aplikasi yang sangat berat terutama games yang membutuhkan kinerja smartphone yang cepat. Disamping itu baterenya dirancang sangat tahan lama dengan kapasitas 3.600 mAh sehingga tidak perlu khawatir kehabisan batere pada saat berkunjung ke destinasi wisata favorite. Kamera dengan desian, kamera, kapasitas memori dan batere tahan lama inilah yang membuat saya rekomendasikan Samsung Galaxy A7 untuk menemani perjalanan ke luar negeri.


Selfie Stick atau Tongsis wajib hukumnya dibawa, namun memang ada bebearapa bandara yang melarangnya terutama pada saat dibawa ke kabin. Tongsis lebih aman apabila dimasukan dalam bagasi pada saat cek in. 

Barang satu ini memang wajib dibawa karena membantu kita dalam melakukan swafoto atau selfie. Kalau jalan bersama  dengan keluarga, selfie stick membantu foto bersama tanpa bantuan orang disekitar, nah apalagi kita jalan seorang diri, maka barang satu ini wajib hukumnya. 

Laptop yang ringkas 


Kita tidak tahu betapa pentingnya barang yang satu ini sampai pada suatu ketika semua data foto kita hilang karena terhapus begitu saja. Mimpi buruk dan semuanya jadi runyam. Ini terjadi ketika saya traveling ke Korea beberapa tahun silam, tepatnya 2014. Saat itu saya tidak membawa laptop, pikir saya memori yang banyak, sekitar 32 Giga, sangatlah cukup. Namun kenyataannya, baru dipakai 3 hari saja, memori sudah full. Bukan hanya foto, saya merekam setiap momen dan destinasi yang ada. 

Kemudian, saya minta tolong kepada pemilik hostel untuk mentransfer sebagian foto kedalam flash disk berukuran 16 Giga. Pada saat proses transfer nampaknya akan baik-baik saja, namun setelah dilihat, sebagian data terakhir sudah hilang atau corrupt. Saya shock dan sedih. Masalahnya, belum tentu tahun depan saya ke nami Island. Ini pengalaman pribadi yang saya ingat, dan sekarang saya selalu menyediakan back up minimal membawa laptop yang ringkas dan external hardsik. 

Travel Vacuum Bag

Sumber : easysource
Carrier atau koper penuh dengan pakaian padahal beberapa baang belum masuk kedalamnya? Nah, salah satu solusinya adalah Vacuum Bag. Vacuum bag bisa meringkas pakaian sehingga space dalam carrier atau koper menjadi lebih luas dan barang-barang lain atau bahkan oleh-oleh bisa masuk kedalamnya. Cara pengunanya pun sangat mudah, cukup masukan pakaian yang sudah terlipat kemudian tekan vacuum bag sampai udara yang ada di plastik tersebut keluar dan tutup. Cukup mudah bukan. Selamat mencoba. 

Dry Bag


Dry Bag tentunya menjadi satu benda yang wajib dibawa pada saat traveling. Bukan saja ketika cuaca hujan mendominasi, namun pada saat ke suatu tempat yang didominasi oleh air. Salah satu fungsi dry bag adalah melindungi benda-benda eletronik dari air. Kehilangan data foto sudah mimpi buruk, apalagi kehilangan kamera kesayangan yang dibeli dari hasil menabung selama ini. 

Perlengkapan mencuci dan handuk kecil 

Ketika laundry menjadi hal yang menjadi budget tambahan atau diluar budget, maka salah satu solusinya adalah mencuci. Bawalah sabun cuci kemasan kecil yang praktis dibawa kemana-mana. Apabila sering mengunakan softener, kini kemasan kecil pun sudah banyak ditemukan di mini market atau supermarket. 

Handuk kecil cepat kering biasanya berbahan khusus dan sangat cepat kering karena berbahan dasar fiber. Tentu saja handuk ini wajib dibawa kemana-mana, apalagi jika kamu tidak memiliki waktu untuk mengeringkan handuk karena harus pindah dari satu hostel ke hostel lainnya. So, ini salah satu solusinya. 

Sarung 

Sarung sangat praktis dan ringkas jika dibawa kemana pun. Selain itu, banyak kegunaannya bisa untuk selimut, sholat untuk yang muslim dan bergaya. Sarung pun bisa dipilih mulai dari bahan yang berat samai yang ringan. Boleh juga membawa semacam syal atau kerudung besar seperti sarung. 


Nah, mungkin ini perlengkapan penting yang harus dan wajib dibawa pada saat traveling ke luar negeri. Oh iya jangan sampai lupa membawa notes, maps, payung kecil, jaket dan benda-benda penting lainnya ya. Have nice traveling. 

Playlist Lengkap Podcast Suarane Extra

Selama 30 hari di bulan Ramadhan saya membuat podcast singkat hampir setiap hari yang isinya pengalaman saat melakukan “puasa media sosial.” Ini semacam eksperimen pribadi untuk melakukan detox media sosial selama satu bulan. Kebetulan ini juga ini bertepatan dengan kepindahan kerja ke Bangkok, Thailand. Jadi sekaligus juga cerita-cerita tentang proses kepindahan tersebut. Podcast ini murni hanya ocehan spontan yang saya rekam dalam keseharian menggunakan sound recorder di ponsel. Hasilnya saya rangkum dalam playlist di bawah ini (atau bisa langsung akses ke playlistnya di soundcloud):

Film “Surat Kecil Untuk Tuhan” : Meretas Takdir dan Keniscayaan Cinta

Sebelum menonton film “Surat Kecil Untuk Tuhan” (SKUT) bersama keluarga kecil saya di Studio-1 Cinemaxx Mall Lippo Cikarang, Rabu sore (28/6), saya sempat didera kebingungan apakah ini film kelanjutan dari film sebelumnya yang berjudul persis sama dan dirilis pada tahun 2011 yang disutradarai oleh Harris Nizam, dan dibintangi oleh Alek Komang, Dinda Hauw, Esa Sigit, Ranty Purnamasari?. Tercatat film SKUK versi 2011 ini mampu mendulang sukses dalam meraih jumlah penonton, sekitar 700 ribu penonton.

Ternyata setelah menyimak film SKUK versi 2017 secara utuh, tidak ada relevansinya sama sekali dengan film berjudul yang sama dan dirilis 6 tahun silam yang ceritanya berkisah tentang seorang anak gadis yang menderita kanker dan menulis surat untuk Tuhan. Walau alur kisahnya juga tentang ketangguhan anak-anak dalam menghadapi takdirnya yang tak mudah. Kedua film berjudul sama dan dirilis pada tahun berbeda ini, sama sekali tidak ada hubungannya.

Film SKUK kisahnya diawali tentang romantika kelam dan pilu yang dihadapi oleh 2 kakak beradik cilik yatim piatu Anton (Bima Azriel) dan Angel (Izzati Khanza). Keduanya terjebak dalam sindikat kejam yang dipimpin oleh Pak Rudi (Lukman Sardi) yang memanfaatkan anak-anak terlantar untuk menjadi pengemis jalanan. Pada usia yang masih kecil, Anton bersama bocah-bocah lainnya diperbudak menjadi mesin uang untuk Pak Rudi tanpa kenal waktu. Masa kecil nan indah hanyalah mimpi belaka. Anton bertekad menjaga sang adik dengan baik hingga maut memisahkan mereka.

Peristiwa kecelakaan yang menimpa Angel merubah segalanya. Ketika ia tengah koma di rumah sakit, sang kakak terpaksa meninggalkannya karena diminta Pak Rudi mengikuti orang tua angkat yang akan mengadopsinya.  15 tahun kemudian, Angel dewasa (diperankan oleh Bunga Citra Lestari) yang hidup bahagia dengan keluarga yang mengadopsinya di Sydney Australia berkenalan dan menjalin hubungan dengan dokter muda spesialis jantung yang tampan, Martin (Joe Taslim). Angel masih diliputi bayang-bayang sang kakak Anton. Ia bertekad pulang kembali ke Jakarta dan menguak misteri itu : mencari sang kakak tercinta, hidup atau mati.

Martin tak kuasa untuk menahan kehendak kuat sang kekasih, Angel. Dibantu oleh kawan masa kecilnya, Ningsih (Aura Kasih) dan sang suami Asep (Rifnu Wikana) serta Letnan Joko (Ben Joshua), Angel yang juga berprofesi sebagai Pengacara ini berusaha menguak tabir hilangnya sang kakak kesayangannya. Tak diduga dari hasil penyelidikan secara intensif, Angel menemukan hal yang sangat mengejutkan dan membuatnya nyaris tak percaya atas apa yang sudah terjadi.

Pada film berdurasi 107 menit ini, Bunga Citra Lestari (BCL) dan Joe Taslim beradu peran dengan apik dan natural. Keduanya menunjukkan kelasnya sebagai artis profesional yang secara ekspresif dan dramatis tampil sebagai sosok adik yang mencari keberadaan sang kakak tercinta. Sementara itu, meski lekat citranya sebagai bintang laga, Joe Taslim mampu mengimbangi akting BCL pada adegan-adegan bernuansa melankolis. Tampaknya, pengalaman Joe sebelumnya yang berperan di film drama “La Tahzan” (2013) saat bermain bersama Atikah Hasiloan sangat membantu menghayati perannya sebagai Martin.

Para pemeran pendukung juga tak kalah memukau menampilkan kemampuan akting terbaiknya. Bima Azriel dan Izzati Khanza, dua artis cilik pemeran Anton dan Angel layak diberikan apresiasi dengan menyajikan parade akting nan cemerlang. Demikian pula Lukman Sardi yang tampil prima sebagai Pak Rudi yang dingin, kejam dan licik.

Sebagai sutradara, tak urung, Fajar Bustomi terasa menanggung beban berat menampilkan film SKUT setelah pada 2016, tiga film Komedi yang diproduseri oleh Falcon Pictures meraup untung besar sebagai film Box Office Indonesia (Comic 8, My Stupid Boss dan Warkop DKI-Reborn). Namun, didukung oleh skenario yang ditulis apik oleh Upi Avianto berdasarkan novel karya Agnes Davonar ini, saya meyakini, film SKUK yang bergenre drama mampu meraih sukses.

Dari sisi sinematografi, Yudi Datau begitu piawai menyajikan gambar-gambar indah dan impresif didukung oleh penataan musik dari Khikmawan Santosa dan Mogammad Ikhsan Sungka. Mereka mampu memberikan “nyawa” pada film ini, mulai dari kerasnya kehidupan anak-anak jalanan di ibukota hingga keindahan monumental kota Sydney di Australia. Yang paling meninggalkan kesan mendalam buat saya adalah lagu-lagu anak seperti “Nina Bobo”, “Ambilkan Bulan” dan “Bintang Kecil” ikut hadir di film ini dengan aransemen baru dan sangat memikat.

Salut dan sukses untuk film Surat Kecil Untuk Tuhan.. 

 

June 2017


~~~

Previous months:

2017 | Jan Feb Mar | Apr | May | Jun | Jul | Aug | Sep | Oct | Nov | Dec |

2016 | Apr May Jun | Jul | Aug Sep Oct Nov | Dec  |

Contact me here.