Episode 15 – Steven dan Ksatria Buku

Obrolan dengan Steven Sitongan seorang penggila buku asal Ambon yang juga memiliki toko buku online di Ksatria Buku. Suatu hari di pertengahan Desember ini kita ngobrol macam-macam hal, mulai dari bisnis buku online, kecintaannya pada buku, jenis-jenis buku favoritnya dll. Simak juga informasi tentang segmen baru Suarane Podcast mulai Januari 2018 yang akan memberikan rekomendasi buku menarik, dan ngobrol segala sesuatu hal tentang buku yang disponsori oleh Ksatria Buku.



Time Code:

  • 00:00 – Teaser
  • 00:34 – Pembukaan
  • 06:22 – Tentang bisnis buku “Ksatria Buku”
  • 12:52 – Break, pesan sponsor ?
  • 13:46 – Tentang kecintaan pada buku dan kegiatannya di Ambon
  • 23:30 – Break, pesan sponsor ?
  • 24:21 – Koleksi Ksatria Buku
  • 35:13 – Sekilas tentang segmen baru tentang buku Suarane Podcast
  • 37:45 – Closing

Tautan Terkait:
Info lain tentang tamu kita kali ini bisa dilihat di:

Catatan Teknis:

  • Setelah menghilang di episode-episode sebelumnya, kali ini gue kembali menggunakan teaser di awal podcast. Teaser sekitar 30 menit diambil dari bagian-bagian menarik dalam obrolan episode ini untuk memancing ketertarikan. Sebuah teknik yang gue justru pelajarin dari trend vlog di YouTube ?
  • Teaser 30 detik ini juga dipakai untuk promo di Instagram @SuaranePodcast disertai dengan cuplikan foto-foto koleksi buku Ksatria Buku
  • Mixing suara menggunakan Audacity, 4 track, mono.
  • Levelling suara dengan Levelator, pastinya.
  • Musik pembuka dan latar: Life of Riley karya Kevin MacLeod (incompetech.com – recommended buat yang nyari musik-musik bebas royalty buat podcast)

Hak Cipta:

Eps.15 – Steven dan Ksatria Buku by Suarane is licensed under a Creative Commons License.

Smart Living And Investing At Bassura City


Sudah lama tinggal di Jakarta dengan segala dinamikanya dan terlihat begitu saja adanya. Macet dan stress jadi makanan sehari-hari. Mungkin orang-orang terpilih dan 'terpaksa' saja yang memilih tinggal di Jakarta dengan problematikanya ini. Namun, dibalik semuanya, Jakarta adalah segalanya. Mau cari apapun tersedia, mulai dari hitam dan gelap sampai yang putih dan terang. Tinggal kita yang menentukan arah hidup kita disini. 

Saya tidak menyangka akan betah di Jakarta selama lebih dari 10 tahun. Iya, 2006 akhir, saya memutuskan untuk merantau disini dengan beragam cerita dan kenangan. Namun, akhirnya apa yang saya dapat? Nothing. Yes, I enjoy my life but I don't have anything. Untuk memikirkan memiliki rumah dengan fasilitas lengkap dan mobil pun masih jauh dari pengharapan. Tapi, saya tetap optimis karena banyak sekali peluang untuk mendapatkan hunian atau kendaraan dengan harga terjangkau tanpa mesti mengubur mimpi untuk mengelilingi dunia. 


Setelah dipikir-pikir, kenapa saya tidak bisa membeli hunian dalam waktu dekat, sedangkan saya memiliki penghasilan yang lumayan. Ternyata banyak sekali pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu seperti jajan di mall, membeli elektronik yang tidak digunakan dan beberapa hal lainnya. Ternyata background saya sebagai anak ekonomi pun tidak begitu berguna untuk memfilter pengeluaran yang tidak perlu tadi. Sama seperti ibu-ibu yang seharusnya menggunakan uang sisa belanjaan untuk membeli kosmetik dan pakaian yang sedang diskon, saya pun demikian, kalau jalan-jalan di mall pun tidak bisa menahan godaan diskon yang merajalela. 

Give me break, ternyata segala jenis pengeluaran harusnya dicatat dengan baik. Bahkan, seharusnya pundi-pundi investasi atau tabungan dulu yang harus disisihkan sehingga tidak akan habis seluruh penghasilan kita. Nah, untuk lebih jelas lagi, beberapa waktu lalu saya sempat mengikuti obrolan menarik mengenai investasi properti yang menguntungkan. 


Kalau Pakar yang ngomong memang biasanya mampu menganalisa masalah dan mencarikan solusinya untuk kita. Pada dasarnya penghasilan kita harus disisihkan untuk dua hal, yaitu investasi dan pengeluaran. Yup, memang betul penghasilan harus dihabiskan namun dijalan yang benar yaitu investasi. 

Lalu, investasi apa yang seharusnya kita lakukan apalagi dengan penghasilan kaum milenial seperti saya yang masih pas-pasan? Nina Oppusunggu, Center Director Mall@Bassura, Asnedi, Advisor Synthesis Development dan Ahmad Gozali, Consultant Investment membeberkan bahaimana mengelola keuangan dan investasi yang tepat bagi kita-kita. 


Sebetulnya Investasi itu apa sih? Kata lainnya adalah simpanan atau tabungan yang dapat diambil kemudian hari dengan nilai manfaat yang bertambah. Artinya, investasi itu membeli sesuatu dengan harga 100 dikemudian hari harganya bisa mencapai 150 atau bahkan lebih. Contohnya investasi yang sangat umum biasanya adalah tanah dan rumah. Investasi bisa dibagi menjadi beberapa kategori yaitu yaitu aset likuid (uang, tabungan), bisnis dan pasar modal serta aset tetap seperti properti dan emas. 

Mengapa harus investasi di properti? Karena banyak keuntungan, 3 diantaranya adalah yaitu cashflow, capital gain dan collateral (bisa dijadikan agunan). Cashflow adalah hal yang penting karena dapat membantu penghasilan tetap bulanan. Capital Gain, kenaikan nilai investasi yang tadinya 100 berubah menjadi 150 misalnya. Kemudian Collateral artinya bisa dijadikan jaminan untuk pinjaman ke bank jika ingin membuka usaha lainnya. So, worthed it banget bisa investasi di properti. 



Lalu bagaimana jika Investasi di apartemen di Bassura City? Yes, segeralah menjadi 50 pemilik dari unit terakhir yang ditawarkan karena sangat terbatas dengan fasilitas yang sanga memuaskan karena lokasinya berada di Jl. Basuki Rahmat, Jakarta dekat dengan CBD Rasuna Said. 

Keunggulan- keunggulan Bassura City :

1. Lokasi Startegis

* Hanya 8 menit* ke CBD (Kuningan- Rasuna Said ), ± 1 KM* Akses TOL dalam Kota, TOL JORR, Jalan Layang Non TOL casablanka, Stasiun Kereta Api,

* Dikelilingi oleh kampus-kampus ternama di Jakarta dan Rumah Sakit Umum bertaraf nasional dan Internasional.

2. Harga Terjangkau
Dengan harga unit apartemen yang terjangkau dan beberapa cara bayar yang fleksibel sehingga memudahkan pembeli untuk dapat memiliki hunian di Bassura City.



3. Fasilitas Lengkap

Fasilitas internal di Bassura City antara lain swimming pool, kids pool, children playground, jogging track, fitness center, shopping mall , supermarket, food court, cafe, cinema, ATM center, office, function hall, security 24 jam, parkir basement, access card, interkom dan lain-lain.

Selain itu, Bassura City juga dikelilingi oleh fasilitas eksternal yaitu universitas (Mpu Tantular, STMT Trisakti, STIE Nusantara), rumah sakit (RS. Duren Sawit, RS Premier Jatinegara, RSIA Hermina – Jatinegara), akses tol dalam kota dan tol JORR, jalur busway.

So, tunggu apalagi, jadilah penghuni Bassura City dan berinvestasi karena kelak nanti, anak cucu pun akan menikmati. 

Informasi lengkap bisa langsung ke social media : 

Menjadi Lebih Produktif Dan Original Dengan Laptop Dell + Windows 10


Menjadi seorang blogger sekaligus traveler memang membutuhkan kerja keras dan daya tahan yang cukup. Kadang kala di sela-sela traveling, saya dituntut untuk segera menuntaskan "PR-PR" yang menumpuk. Tentu saja tidak mudah namun tidak begitu sulit, hanya saja saya kadang dihadapkan bahwa laptop yang saya bawa sangat besar dan berat. Belum lagi masalah keaslian dari software-software yang kadang membuat saya takut melakukan hal-hal besar seperti bertransaksi bank, karena takut dicuri datanya dan disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. 

Eits, masih banyak masalah lain seperti batere dan waktu mengisinya yang bahkan menyentuh bilangan 3 jam sehingga kadang membutuhkan waktu lagi untuk menunggu. So, akhirnya saya memutuskan tidak membawa serta laptop saya yang sudah menemani sekitar 3 tahun ini. Dan akibatnya lagi, pekerjaan pun bisa tertunda. This is big problem for me. 

Serius banget mencoba laptop Dell-nya 
Blogger dan Traveler membutuhkan laptop yang bisa memenuhi imajinasi dan produktivitas serta originalitas. Oh iya, apa sih yang membuat seorang dianggap karyanya Original? Ario Pratomo, seorang pengiat social media dan content creator menjelaskan bahwa tidak ada sesuatu yang original melainkan otentik. Yes, saya sebetulnya setuju karena di Dunia ini tidak akan ada orang yang menciptakan sesuatu tanpa terinspirasi dari orang lain yang terlebih dahulu menciptakannya. Namun, untuk masalah software pastinya mengharapkan produk yang original.  

Malu Kalau Palsu, apa yang membuat slogan ini menohok semuanya, karena Indonesia adalah salah satu pengguna software bajakan terbesar di Asia Pasifik. Bisa dibayangkan betapa banyaknya orang-orang yang menciptakan konten yang original dan otentik, lalu dengan seenak hati dibajak dan dijual. Keuntungan penjualan software bajakan ini bukan masuk ke kantong sang pencipta atau kreatornya, melainkan para pembajak. 


Lalu bagaimana solusi dari semua ini? Dell Indonesia dan Microsoft menjalin kerjasama dengan meluncurkan produk laptop dengan Windows 10 yang original tanpa harus membayar biaya tambahan alias gratis-tis. Dell percaya bahwa pelanggan di Indonesia pun memiliki pilihan yang menguntungkan dengan membeli laptop yang memiliki windows 10 original

Salah dua produk Dell yang memiliki windows 10 original adalah Dell Inspiron 15 dan Dell Inspiron 13. Jika Inspiron 15 merupakan laptop gaming, maka Inspiron 13 inilah yang menawan hati saya karena sangat ringan dan bisa menjadi dua mode yaitu laptop dan tablet. 


Lalu apa saja keunggulan produk Dell ini yang bisa membuat kamu akan tertarik membelinya. Yuk, sama-sama kita kulik dibawah ini. 

Windows 10 Original

Selama ini jika membeli laptop, ada kekhawatiran dengan orginalitas dari operating system yang tersedia. Tak banyak yang tahu bahwa membeli laptop dengan windows 10 yang original itu lebih berarti dibandingkan dengan membeli bajakan yang akan dengan mudah direntas oleh virus-virus berbahaya walaupun sudah dibackup dengan anti virus manapun.

Fast Charging 

Nah, inilah yang membuat laptop Dell memenuhi standar kekinian. Tidak perlu dicharge lama-lama karena teknologinya memungkinkan untuk charge hanya dalam waktu 1 jam-an dengan batere yang tahan lama untuk pemakaian yang normal tanpa games yang berat-berat ya.

Pena Stylus 

Pena ini sangat banyak gunanya, salah satunya untuk mode tablet pada saat mengambar, desain interior dan fashion serta banyak lain kegunaannya.

Build Quality

Desain laptop Dell memang kuat dan tahan banting karena dibalut dengan aluminium yang solid. Jangan khawatir kalau pemakaian normal dan dibawa kemana-mana, dijamin masih aman.


Berburu Sakura Musim Dingin Di Bawah Tokyo Sky Tree


Saya menyukai sakura. Saya menyukai setiap helai bunga-bunga yang jatuh dan tersapu oleh angin. Dan, saya menyukai menikmati indahnya matahari di balik bunga berwarna merah jambu ini. Namun, untuk mewujudkan wishlist ini, bukan berarti mudah dan tidak ada rintangannya. Seperti pernyataan, Manusia berencana namun Tuhan yang mengatur, benar adanya. Berarti ada dua kemungkinan, berhasil atau gagal. 

Lagi-lagi karena Negeri Matahari Terbit ini selalu mempesona, saya tidak akan menyerah begitu saja untuk mewujudkan mimpi ini. Oh iya, sebetulnya saya sudah pasti berangkat ke Jepang pada bulan Februari awal tahun ini. Dan, menurut informasi yang saya dapat di beberapa wilayah sebelah selatan seperti Okinawa, Nagasaki dan Fukouka diprediksi akan mekar pada bulan Februari, sedangkan Tokyo diprediksi akan mekar pada Maret akhir. Namun, berawal dari iseng-iseng melihat instagram, ternyata di Tokyo pun telah mekar sakura. Saya tidak mendapatkan petunjuk yang jelas, hanya di bawah Tokyo Sky Tree. Dan, perburuan ini pun di mulai. 

Dee, blog www.heydeerahma.com
Dee, salah satu teman saya ternyata juga di Jepang. Entah suatu kebetulan yang sangat jarang terjadi. Kami bertemu di Asakusa pada suatu sore. Padahal, kami tidak pernah merencanakan untuk traveling bersama, untuk bertemu di Jakarta saja sudah sangat jarang. Saya sangat senang dapat bertemu dengan teman dari Indonesia. Setidaknya saya bisa berbahasa Indonesia dan meluapkan kata-kata yang sudah tertahan beberapa hari di Tokyo

Lagi pula, selama berada di Tokyo saya hanya beberapa kali menjumpai orang Indonesia dan ngobrol hanya terbatas pada kalimat pendek saja. Rasanya ingin sekali meluapkan kata 'Lo, Gue', bahasa yang biasa dilontarkan antar teman dan dengan jarak usia yang tak terlalu jauh. 


Jam 5 sore saya sudah berada di Sensoji Temple, Asakusa. Alasan kami bertemu di Asakusa adalah karena sangat dekat dengan hostel saya, dan Dee pun sedang berada tak jauh dari daerah ini. Beberapa menit kemudian, Dee muncul di depan pos Polisi di depan kuil berwarna merah dengan ikon Kaminarimon atau Dewa Petir

"Akhirnya ketemu juga, di Jakarta kita ngga pernah ketemu, eh kita ketemunya malah di Jepang."

Begitulah kira-kira ungkapan kami berdua, serasa tak percaya bisa bertemu di Asakusa, sore ini. Karena kami berdua lapar, akhirnya mampir di salah satu fast food di sudut Asakusa. Makanan apapun bisa di dapatkan di Asakusa, apalagi seperti makanan fast food seperti ini.

Sayang, Dee harus segera pulang karena ada sesuatu hal yang harus dikerjakan. 

"Oke, nanti kita ketemu lagi. Masih banyak hari di Tokyo ini."

Kami berpisah di ujung jalan Asakusa, tepatnya di jembatan sungai Sumida River menuju ke arah Tokyo Sky Tree


" Dee, kita berburu sakura yuk," Saya melemparkan ajakan untuk melihat sakura dari dekat. Walaupun tidak ada petunjuk jelas dimana pohon sakura itu berada. 

"Yuk, sambil piknik juga nih. Gue bawain lo roti ya." 

Suhu udara di Tokyo bisa mencapai 4 derajat bahkan bisa menyentuh titik nol. Saya memastikan seluruh jaket winter dan sweater tidak tertinggal. Tak lupa penutup kepala dan sarung tangan pun saya bawa untuk menahan dingin. Meskipun matahari bersinar dan menghantarkan panas, namun hembusan udara dingin seakan membekukan tangan, kaki dan kepala. Apalagi setelah matahari tenggelam, maka udara akan menuju titik terdingin di hari itu. 

Saya dan Dee seperti biasa di depan Sensoji Temple. Dan kami langsung menuju sungai Sumida yang berada tak jauh dari Asakusa. Biasanya kalau di Jakarta, saya terbiasa dengan ojek online, maka disini saya membiasakan untuk jalan kaki dari satu tujuan ke tujuan lain atau naik sepeda keliling kota. Dan, metode jalan kaki ini bisa menurunkan berat badan sampai beberapa kilogram, hahaha. 



Sepanjang bantaran sungai Sumida, terdapat pohon-pohon sakura yang belum mekar. Selain terdapat pohon, terdapat taman bermain dan trek jalan kaki maupun sepeda. Tempat duduk dan toilet pun tersedia di sepanjang jalan menuju jembatan. Saya tak melewatkan satupun spot untuk dijadikan background foto. Apalagi selagi matahari masih menampakan diri dan langit masih biru. 

Kami melanjutkan perjalanan menuju jembatan dan terus menyusuri jalan menuju Tokyo Sky Tree. Kami sempat berhenti pada satu kuil kecil. Pada awalnya saya dan Dee hanya ingin mengambil gambar pohon yang mirip sakura. Pohon ini adalah 'Uma' atau aprikot dalam bahasa Indonesia. 


Seorang perempuan berusia hampir 50 tahun mendekati kami dan menyuruh kami untuk mampir sebentar. Setelah berada di dalam, kami berdua beradu pandang karena merasakan ada yang aneh. Dengan segera kami pamit dan meninggalkan kuil ini. 

Tulisan SAKURA dalam huruf Jepang
Saya sebetulnya hampir menyerah, tapi setelah melihat instagram dan ternyata terdapat balasan dari orang yang mengambil foto. Menurutnya, pohon ini berada persis di bawah Tokyo Sky Tree dan dekat dengan sungai. Saya kembali bersemangat dan menyalakan GPS dan menuju sungai yang di maksud. Sebelum sampai ke sungai, kami harus melewati Tokyo Solamachi, sebuah mall yang persis berada di bawah Tokyo Sky Tree


Kami sempat terkecoh dengan pohon Uma yang berada di dekat Tokyo Solamachi. Memang bentuk Uma dan Sakura hampir mirip, namun sakura lebih merah jambu sedangkan Uma atau Aprikot lebih terlihat merah dan kecil. 

Tak menyerah, saya pun menyebrang ke arah sungai melalui Jembatan. dari jauh terlihat beberapa pohon berwarna merah jambu. Mata saya langsung berbinar-binar. Setidaknya sudah lebih 3 jam kami menyusuri jalan dari Sumida River dan berakhir di sungai dibawah Tokyo Sky Tree. Bahagia rasanya menemukan Sakura di musim dingin. Terdapat 3 pohon yang persis berada di ujung jembatan arah menuju ke Tokyo Solamachi.  



From dream to reality. My dream comes true with this winter sakura. So, kalau punya mimpi yang ingin diwujudkan di 2018, mulailah dari hal-hal kecil dan lakukan dengan baik. Siapa tahu kamu akan mendapatkan durian runtuh atau bahkan emas dan berlian di negeri orang sekali pun. 

Tips Melakukan Perjalanan Backpacker Ke Jepang


Traveling ke Jepang saat ini bisa dilakukan oleh siapapun bahkan untuk solo traveler atau backpacker. Jepang terkenal sebagai destinasi favorite di Asia selain Korea Selatan, menjadi magnet apalagi semenjak adanya Visa Waiver. Visa Waiver merupakan visa kunjungan ke Jepang dengan durasi lama tinggal dalam waktu 15 hari selama 3 tahun. Visa ini bisa didapatkan bagi pemegang E-passport. Dan, visa ini gratis-tis dengan durasi pembuatan 1 hari di Kedutaan Besar Jepang di Jakarta. 

Jurus kedua untuk menghemat budget adalah pesan tiket pesawat beberapa bulan sebelumnya. Nah, kalau yang ini saya punya cara spesial dan mudah, yaitu Price Alert atau Notifikasi Harga dari Traveloka. Price Alert bisa diseting sesuai dengan kemauan kita, misalnya tujuan dari Jakarta ke Tokyo dengan budget 3 juta. Dapat di-setting tanggal keberangkatan dan dimana notifikasi akan muncul melalui email, layar ponsel atau keduanya. Jika terdapat harga tiket yang sama dengan budget atau lebih rendah, kita akan diberitahu secara langsung secara harian atau mingguan sesuai selera.





Hotel merupakan hal yang bisa dihemat dengan menginap di kapsul. Yes, di Tokyo banyak sekali pilihan hotel mulai dari bintang 5 sampai hostel yang beramai-ramai di dalam satu kamar namun sangat aman dan nyaman. Saya biasanya menginap di hostel dengan kisaran harga diatas 100 ribu rupiah per malam.

Urusan makanan, bisa disiasati dengan membeli nasi siap dihangatkan di oven dengan harga sekitar 120 yen per bungkus, atau sekitar 250 per 3 bungkus. Selain itu terdapat nasi bento mulai dari 250 yen. Atau bisa juga makan di Yoshinoya dengan paket makanan mulai dari sekitar 300-400 yen per porsi. 

So, ini beberapa tips yang bisa saya bagikan. So, mau kan traveling ke Jepang?

Notes : sebagain besar foto dari Dee, blog www.heydeerahma.com 

Starmeal : Warunk Gaul Buat Nongkrong Di Jakarta Selatan


Salah satu hal yang membuat saya betah nongkrong lama adalah karena dua hal, murah dan banyak pilihan makanan. Urusan wifi memang menjadi hal penting, tapi kalau makanannya ngga terlalu enak, wifi pun akan terasa hambar. 

Jadi, urusan tempat makan memang tak muluk-muluk harus yang mewah dan berkelas, kalau yang ini untuk kencan kali ya, kalau untuk ketemu sama teman-teman dan ngobrol ngalor ngidul ya pilihannya jatuh pada tempat ini. 

Warunk Starmeal inilah yang memikat hati saya baru-baru ini. Alasanya hanya karena pilihan makanannya yang buaaanyaak dan harganya juga terjangkau bagi kantong-kantong yang kempes ini. Lokasinya juga dekat dengan beberapa stasiun kereta serta dekat dengan kampung Betwai Setu Babakan di Jakarta Selatan. 



Kalau dibilang warunk ini merupakan konsep makanan praktis seperti mie, nasi goreng dan lain-lain, memang benar adanya. Bahkan dibilang konsepnya adalah warung yang pindah tempat menjadi lebih modern dan sangat terjaga kualitasnya. Mengenai harga dari awal saya bilang, Starmeal sangat terjangkau bagi anak sekolah dan kuliahan, bahkan orang kerja yang bokek atau akhir bulan. 

Lalu menu apa saja sih yang jadi andalan di Warunk Starmeal ini? Yuk kita lihat satu per satu. 

Nasi Ayam Pecak Seribu - Rp 24.000


One of my favorite. Ayamnya lumayan dengan sambal pecak yang pedas memang mengairahkan untuk makan bersama keluarga. Kalau bisa dibawa pulang dan dimakan rame-rame dengan nasi hangat tambahan akan sangat memuaskan. Pedasnya memang bukan malah membikin kapok tapi malah membuat ketagihan. 

Paket Nasi R'Chick - Rp16.000


Inilah menu favorite anak sekolahan dan kuliah yang sedang dalam masa injure time atau bokek. Ayam crispy dengan nasi memang bikin kenyang tanpa takut kehabisan ongkos pulang. Bagi saya yang suka dengan ayam maka akan menjadi pilihan selain nasi ayam pecak pedas tadi. 

Roti Bakar Special Starmeal - Rp 16.000


Salah satu yang saya suka adalah roti bakarnya. Harganya Rp 16.000 membuat saya pengen pesan lagi dan lagi. Cokelat dan kejunya itu bikin meleleh deh. Rasanya enak dan ngga bikin eneg. Sebagai cemilan atau makanan utama pun tidak masalah, yang menjadi masalah adalah seberapa kuatkah kamu menghabiskan roti bakar ini? hehehe. 

Nasi Goreng Special Starmeal - Rp 24.000


Makanan unik lainnya adalah nasi goreng ini. Rasanya memang sedikit berbeda karena mendapat sentuhan kari atau khas india dan timur tengah. Rasanya mirip dengan nasi briyani atau nasi kari yang di campur dengan telur, sosis dan ayam. So fresh juga ditambah dengan pedasnya cabai irisan serta sayuran. 

Mie Goreng Cah Kangkung Mbo Galak plus Telor Ceplok - Rp14.0000


Makan mie dengan cah kangkung memang sesuatu yang baru. Mie yang karbo ditambah dengan sayuran menjadi mie ini lebih sehat dari biasanya. Apalagi penggemar mie pasti tidak akan jauh-jauh dari menu satu ini. Nice choice karena ada tambahan telor ceplok. 

Cappucino - Rp 18.000


Dan, inilah salah satu minuman yang bikin saya merem melek menikmati rasanya, cappucino. Harganya yang tidak terlalu mahal memang membuat saya bisa beberapa kali pesan Cappucino ini. 

Warunk Gaul Jakarta Selatan 


Saya sangat menrekomendasikan Warunk ini untuk anak nongrong di Jakarta Selatan terutama daerah Setu Babakan, Universitas Pancasila, Pasar Minggu dan lainnya. temoatnya sangat besar dengan harga yang terjangkau. 


Oh iya pengen tahu suasana starmealnya. Ini dia videonya.


Informasi warunk Starmeal 

Alamat 
Jl. Moh Kahfi 2 (Seberang SPBU Warung Silah)
Jagakarsa, Jakarta Selatan

Maps 

Starmeal : Warunk Gaul Buat Nongkrong Di Jakarta Selatan


Salah satu hal yang membuat saya betah nongkrong lama adalah karena dua hal, murah dan banyak pilihan makanan. Urusan wifi memang menjadi hal penting, tapi kalau makanannya ngga terlalu enak, wifi pun akan terasa hambar. 

Jadi, urusan tempat makan memang tak muluk-muluk harus yang mewah dan berkelas, kalau yang ini untuk kencan kali ya, kalau untuk ketemu sama teman-teman dan ngobrol ngalor ngidul ya pilihannya jatuh pada tempat ini. 

Warunk Starmeal inilah yang memikat hati saya baru-baru ini. Alasanya hanya karena pilihan makanannya yang buaaanyaak dan harganya juga terjangkau bagi kantong-kantong yang kempes ini. Lokasinya juga dekat dengan beberapa stasiun kereta serta dekat dengan kampung Betwai Setu Babakan di Jakarta Selatan. 



Kalau dibilang warunk ini merupakan konsep makanan praktis seperti mie, nasi goreng dan lain-lain, memang benar adanya. Bahkan dibilang konsepnya adalah warung yang pindah tempat menjadi lebih modern dan sangat terjaga kualitasnya. Mengenai harga dari awal saya bilang, Starmeal sangat terjangkau bagi anak sekolah dan kuliahan, bahkan orang kerja yang bokek atau akhir bulan. 

Lalu menu apa saja sih yang jadi andalan di Warunk Starmeal ini? Yuk kita lihat satu per satu. 

Nasi Ayam Pecak Seribu - Rp 24.000


One of my favorite. Ayamnya lumayan dengan sambal pecak yang pedas memang mengairahkan untuk makan bersama keluarga. Kalau bisa dibawa pulang dan dimakan rame-rame dengan nasi hangat tambahan akan sangat memuaskan. Pedasnya memang bukan malah membikin kapok tapi malah membuat ketagihan. 

Paket Nasi R'Chick - Rp16.000


Inilah menu favorite anak sekolahan dan kuliah yang sedang dalam masa injure time atau bokek. Ayam crispy dengan nasi memang bikin kenyang tanpa takut kehabisan ongkos pulang. Bagi saya yang suka dengan ayam maka akan menjadi pilihan selain nasi ayam pecak pedas tadi. 

Roti Bakar Special Starmeal - Rp 16.000


Salah satu yang saya suka adalah roti bakarnya. Harganya Rp 16.000 membuat saya pengen pesan lagi dan lagi. Cokelat dan kejunya itu bikin meleleh deh. Rasanya enak dan ngga bikin eneg. Sebagai cemilan atau makanan utama pun tidak masalah, yang menjadi masalah adalah seberapa kuatkah kamu menghabiskan roti bakar ini? hehehe. 

Nasi Goreng Special Starmeal - Rp 24.000


Makanan unik lainnya adalah nasi goreng ini. Rasanya memang sedikit berbeda karena mendapat sentuhan kari atau khas india dan timur tengah. Rasanya mirip dengan nasi briyani atau nasi kari yang di campur dengan telur, sosis dan ayam. So fresh juga ditambah dengan pedasnya cabai irisan serta sayuran. 

Mie Goreng Cah Kangkung Mbo Galak plus Telor Ceplok - Rp14.0000


Makan mie dengan cah kangkung memang sesuatu yang baru. Mie yang karbo ditambah dengan sayuran menjadi mie ini lebih sehat dari biasanya. Apalagi penggemar mie pasti tidak akan jauh-jauh dari menu satu ini. Nice choice karena ada tambahan telor ceplok. 

Cappucino - Rp 18.000


Dan, inilah salah satu minuman yang bikin saya merem melek menikmati rasanya, cappucino. Harganya yang tidak terlalu mahal memang membuat saya bisa beberapa kali pesan Cappucino ini. 

Warunk Gaul Jakarta Selatan 


Saya sangat menrekomendasikan Warunk ini untuk anak nongrong di Jakarta Selatan terutama daerah Setu Babakan, Universitas Pancasila, Pasar Minggu dan lainnya. temoatnya sangat besar dengan harga yang terjangkau. 


Oh iya pengen tahu suasana starmealnya. Ini dia videonya.


Informasi warunk Starmeal 

Alamat 
Jl. Moh Kahfi 2 (Seberang SPBU Warung Silah)
Jagakarsa, Jakarta Selatan

Maps 

Menaklukan 4 Puncak Tertinggi Di Komodo Sailing Trip


What is your destiny? What is your purpose of your life? What is your big dreams? Kadang saya terbangun di tengah malam dengan 3 pertanyaan ini. Sepertinya terus menghantui, namun dengan senyum dan semangat saya melanjutkan tidur kembali. Kalau ditanya impian terbesar saya apa? Saya ingin sekali menaklukan puncak-puncak tertinggi di Indonesia. Memang impian ini terasa muluk kalau harus sampai ke Puncak Jaya Wijaya. Yang terpikir adalah menaklukan puncak-puncak tertinggi seperti Anak Gunung Krakatau, Lampung, yang sudah daya taklukan. Dan, ternyata perjalanan Komodo kali ini pun menguji seberapa besar kemauan saya ini. 

4 orang Indonesia dan 3 orang Malaysia berada dalam 1 kapal dalam perjalanan 3 hari 2 malam menyusuri pulau demi pulau di Kepulauan Komodo. Lagi-lagi saya berpikir, tidak mungkin kita bertemu tanpa ada tujuan dan takdir. Dan, kemudian bertambah pula 4 teman baru yaitu Bang Indra, Be Borneo Tour serta 3 anak buah kapal.  Semuanya terjadi bukan tanpa sebuah kebetulan. It is sound cliches, but I realized that I am happy in this boat. And, Living On Boat (LOB) stories begin. 


Sebelum sampai di Labuan Bajo, kota pelabuhan gerbang menuju Kepulauan Komodo, saya sempat mengalami kondisi keuangan yang kurang. Dua hari sebelum keberangkatan, saya belum membeli tiket sama sekali. Beruntung Rani dengan baik hatinya mau membelikan tiket terlebih dahulu. Tiket ke Labuan Bajo memang lumayan menguras pundi-pundi karena harus mengeluarkan uang setidaknya 2-3 Juta untuk perjalanan pulang pergi, namun jika beruntung dan memesan jauh-jauh hari bisa dikisaran harga dibawah 2 juta PP. So, it is your choice. 

Apakah memungkinkan untuk backpacker untuk Sailing Komodo Trip ini? Yes, karena sewa kapal dan paket open trip telah tersedia oleh Be Borneo Tour dengan harga 1,950 Juta untuk 3 Hari 2 Malam. Informasi lebih lengkap mengenai open trip murah ini bisa langsung ke websitenya disini.


Apa yang membuat saya jatuh cinta pada Trip kali ini? Banyak, terutama laut, ikan hias, pasir putih, bintang laut, komodo, makanannya, renang, snorkling dan yang paling berkesan adalah dapat menaklukan 4 puncak tertinggi di Trip ini. Pulau Gili Lawa, Pink Beach, Pulau Padar dan Pulau Kelor. 

Puncak Gili Lawa 


Bagi saya yang lumayan gemuk ini, menaklukan puncak dengan ketinggian sekitar 800 meter itu tidak mudah. Setidaknya membutuhkan waktu cukup lama dibanding lainnya untuk mencapai puncak. Sejak menaklukan puncak Anak Gunung Krakatau, Lampung dengan ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut, saya jadi termotivasi untuk naik puncak lainnya. Meski tidak bisa disebut sebagai pendaki gunung profesional, namun motivasi ini saya terus tanam. Siapa tahu beberapa tahun kedepan, saya bisa naik Gunung Slamet di kampung halaman saya, Pemalang

Bang Sham, Nazirul, Mba Donna dan Alma telah sampai terlebih dahulu. Tinggal saya dan Rani yang berada beberapa meter di bawah. Nafas saya masih terengah-engah karena semakin tinggi permukaan tanah, semakin tipis kadar oksigennya. Itulah mengapa saya harus pandai mengatur nafas agar mampu mencapai puncak. 


Mba Donna terus menerus memanggil saya dan Rani. Naz pun demikian, dengan suara sedikit menantang kami berdua, tujuannya agar kami cepat sampai. Naz sudah sampai terlebih dahulu. Maklum dia adalah salah satu yang tersehat diantara kami bertujuh. Yes, setelah beberapa langkah akhirnya saya sampai di puncak. Seperti mendapat kejutan dari pacar pada waktu ulang tahun, seperti itulah perasaan saya setelah sampai puncak Gili Lawa. Nothing better than this places, so wonderful. I love this landscape.  

Puncak Pink Beach 


Puncak kedua ini tidak seterjal atau setinggi yang lain. Namun, puncak ini adalah puncak terindah. Dari atas sinilah, pink beach dapat terlihat dengan sempurna. Sebelum melakukan snorkling di pantai, memang paling enak melakukan trekking menuju puncak yang tidak terlalu tinggi. Mungkin tingginya tidak sampai 500 meter karena hanya dibutuhkan waktu 15 menit untuk sampai di puncaknya. 

Puncak mana yang tidak membuat saya berdecak kagum. Dua dari 4 puncak ini membuat saya menikmati setiap lukisan alam yang ada. Lalu lalang kapal yang menurut orang biasa saja, bagi saya adalah mahakarya yang sangat indah jika dilihat dari puncak ini. 

Puncak Pulau Padar


Sebetulnya matahari mulai tenggelam ketika kami melakukan trekking menuju puncak Padar. Namun, kami masih memiliki banyak waktu karena jarum jam menujukkan pukul 4 sore lebih. Kami bisa menikmati puncak sambil foto-foto dan menikmati senja di gugusan pulau Komodo. 

Dari bibir pantai, tangga menuju ke atas terlihat dengan jelas. Sebelum ada tangga ini, untuk mencapai puncak harus trekking dan mendaki. Kontur Padar memang tidak seterjal Gili Lawa, namun cukup tinggi sehingga dibutuhkan waktu yang lebih lama. Taksiran saya, tinggi puncak ini bisa mencapai lebih 1.000 meter di atas permukaan laut. 

Dengan berbekal semangat menaklukan puncak ketiga ini, saya terus menaiki tangga. Pada puluhan meter sebelum puncak tertinggi, tangga terputus dan berganti dengan tanah berbatu yang sangat licin. Saya mencoba mengatur nafas agar bisa naik melalui celah-celah bebatuan. Dan, setelah beberapa menit istirahat akhirnya saya bisa menyusul yang lain yang telah dulu sampai. 

Puncak Kelor


Terik siang tidak mematahkan semangat saya untuk naik ke atas pulau kelor. Kalau bukan saat ini kapan lagi saya bisa sampai ke puncak sana dan mengabadikan salah satu signature dari Komodo Trip ini. 

Entah berapa kemiringan puncak ini, namun saya dan teman-teman harus berjuang dulu melawan panas dan tanah yang kering serta sedikitnya batu dan rumput yang biasanya bisa dijadian pijakan. Namun, lagi-lagi seperti ada suara penyemangat dari teman-teman diatas sana yang sudah terlebih dahulu sampai. 

Puncak Kelor akhirnya bisa ditaklukan dengan waktu lumayan singkat karena memang tidak terlalu tinggi, hampir mirip dengan puncak pink beach. Setelah foto-foto dan bermain-main sebentar, akhirnya kami turun. Karena begitu licin dengan sepatu, satu per satu sepatu pun akhirnya saya lepas. Alhamdulillah, akhirnya kami sampai dengan selamat walau sempat hampir jatuh. 


Inilah cerita siangkat pertama yang bisa saya bagikan. Ditunggu untuk cerita-cerita lainnya ya. Selamat berlibur di akhir tahun ini. Stay safe and happy holiday.

Mau Dibawa Ke Mana Peradaban Buni Bekasi?

Alhamdulillah, malam Minggu kemarin (16/12/2017) saya bisa ikutan numpang ngopi bareng dengan saudara-saudara yang aktif dalam estafet diskusi bertajuk Purnama Bekasi (purba). Dalam diskusi purba ke-10 ini saya tertarik untuk mengikutinya karena lokasi diskusi berada di Kp. Buni Pasar Emas Desa Muarabakti Babelan, tidak terlalu jauh dari TBM Rumah Pelangi Bekasi tempat saya biasa melalui malam minggu.
Mau Dibawa Ke Mana Peradaban Buni? Purba Purnama Bekasi
Flyer Purba 10
Hadir sebagai nara sumber dan undangan dalam diskusi ini, Bang Karyo, ketua Karang Taruna Desa Muarabakti, Bang Kamal Hamzah (Kopiah Baba - Kranji), Bang Jasan Supratman (Akademisi), Bang Sanusi Nasihun (Presiden Aliansi Utara - ALU). Nyai Atikah selaku tuan rumah hanya bisa menemani sebentar lalu kembali masuk ke dalam rumahnya, selanjutnya diskusi dimulai jam 9 malam diiringi sisa-sisa hujan di wilayah Babelan ini. Cak Sudi dari FLP (Forum Lingkar Pena) bertindak sebagai moderator dalam diskusi santai di pelataran samping Masjid Jami Nurul Yaqin Desa Muarabakti Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi ini.

Menurut Wikipedia, Kebudayaan Buni adalah sebutan bagi suatu kebudayaan protosejarah di pesisir utara Banten dan Jawa Barat yang muncul pada masa akhir pra-Masehi hingga sekitar abad ke-5 Masehi. Kebudayaan ini dinamai berdasarkan lokasi penemuan pertamanya di Buni, Babelan, Bekasi di sebelah timur Jakarta [sumber]. Hal ini yang dijelaskan secara singkat oleh Cak Sudi sebagai pembuka diskusi.
"Mengenai Kebudayaan atau Peradaban Buni (demikian disebut dalam diskusi) sudah diakui secara nasional dengan ditemukannya bukti-bukti artefak, gerabah dan lain-lain" ungkapnya dalam sambutan pembukaan diskusi.

Keterangan dari Cak Sudi tersebut sejalan dengan apa yang saya baca dari Web Arkeologi Nasional.
"Penelitian arkeologis di Situs Buni dilakukan oleh Lembaga Purbakala pada tahun 1960, 1964, 1969, dan 1970. Pada awalnya situs Kompleks Gerabah Buni hanya ditemukan di daerah Buni (Bekasi), namun kemudian penyebarannya semakin meluas di sepanjang pantai utara Jawa Barat di daerah Kedungringin, Wangkal, Utanringin sampai di wilayah Karawang (Batujaya, Puloglatik, Kertajaya, Dongkal, Karangjati, serta di Cikuntul dan Tanjungsari). Hasil penelitian tersebut umumnya berupa rangka-rangka manusia yang dikuburkan secara langsung (primer) dan berbagai bekal kubur antara lain: gerabah (tempayan, periuk, pedupaan, cawan, dan kendi), beliung dan gelang batu, benda-benda perhiasan dari emas, benda-benda logam dari perunggu-besi, dan manik-manik. Pertanggalan Situs Buni diperkirakan dari sekitar abad ke- 2 - 5 Masehi. [Sumber]

Diskusi semakin asik ketika Bang Sanusi Nasihun menceritakan apa yang kini sedang terjadi di wilayah pesisir utara Kabupaten Bekasi. Sebagai wilayah yang kaya akan sumber daya alam, masyarakat pesisir seperti Tarumajaya, Babelan, Cabangbungin dan Muaragembong justru merasakan pembangunan telah memangkas sendi-sendi kehidupannya. Sawah, ladang, tambak dan laut semakin sulit untuk memenuhi kebutuhan dasar penghidupan.
"Kesadaran sejarah dan budaya pasti dapat memberi manfaat kepada masyarakat, tapi konkritnya seperti apa? multiplier efeknya khususnya efek ekonominya bagaimana buat masyarakat?, itu yang perlu kita diskusikan agar ada "tapak" sejarah, jangan sampai kawasan Buni "hilang" dengan pesatnya pembangunan industri dan eksploitasi SDA di pesisir utara yang kaya ini".

Baba Kamal Hamzah selaku penggiat Komunitas Pencinta Sejarah dan Budaya Bekasi (Kopiah Baba) pada kesempatan ini menceritakan banyak tentang suka duka yang dialami Kopiah Baba dalam perjalanannya menelusuri, menginventarisir sejarah dan budaya. Baba Kamal (demikian beliau dipanggil) menekankan perlunya menggali sejarah dan budaya agar masyarakat tidak kehilangan jati diri. Selain itu Baba Kamal juga menekankan pentingnya menentukan ciri khas yang mewakili Bekasi, sebuah icon yang disepakati bersama oleh masyarakat sebagai icon kebanggaan warga.
"Ini penting, agar saat saudara-saudara saya yang dari Kalimantan atau Papua datang, saya bisa menunjukkan, ini loh khas Bekasi" ungkapnya dalam diskusi.

Beberapa nara sumber dan rekan-rekan yang hadir malam itu seperti Karang Taruna Desa Muarabakti, Cinong Bekasi, Rumah Pelangi Bekasi, Komunitas Pencinta Batu Akik Pandan Bekasi, Mahasiswa Ubhara, komunitas motor, Kosti dll juga banyak mengungkapkan pendapat dan ide-idenya mengenai Situs Buni dan kebudayaan atau sejarah Bekasi pada umumnya. Diskusi yang terus berlanjut hingga dini hari mengerucut pada ide-ide bagaimana cara menggukuhkan Situs Buni agar masyarakat Bekasi sadar akan sejarahnya dan bagaimana pula agar ada multiplier efek bagi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dengan pendekatan sejarah dan budaya secara nyata.

Tidak ada perselisihan mengenai pengakuan Peradaban Buni, berbagai museum dan literatur sejarah juga sudah mengungkapkan eksistensi Peradaban Buni di Bekasi. Namun demikian, jika kita ingin mencari di mana lokasi peradaban Buni maka kita akan menemukan kesulitan, karena Peradaban Buni yang penyebarannya meluas sepanjang pesisir pantai utara Bekasi tidak memiliki sebuah situs ataupun tugu sebagai penandanya, karenanya peserta diskusi sepakat agar ada sebuah lokasi yang menjadi simbol, menjadi wakil dari luasnya sebaran Peradaban Buni yang harus diresmikan oleh pemerintah, apapun bentuknya masih merupakan usulan-usulan. Peserta diskusi juga menyadari sebelum ke arah tersebut, masih banyak "PR" yang musti dibenahi, termasuk "PR" yang dipaparkan oleh Bang Jasan Supratman saat memaparkan teori manajemen pembangunan masyarakat.

Dengan hadir dalam diskusi ini, selain wawasan saya tentang kebekasian semakin bertambah, saya juga bisa ngopi bareng dengan orang-orang yang selama ini hanya saya kenal secara online di grup WA ataupun FB. Buat saya, mempererat silaturahim kurang afdol kalau belum ngopi bareng dan saling beradu gagasan dan berargumen dalam diskusi yang hangat dan guyub :)

Banyak yang hanya menjadi catatan pribadi, hanya sedikit yang bisa saya share di sini. 
Malam minggu yang bermanfaat.

Sedikit Tentang Mappacci

Upacara Adat Korongtigi Mappacci
Mappacci
Kalau saya sebut ritual budaya "siraman" sebelum "midodareni" itu sebagai "ritual menghias badan mempelai dengan mengguyur air ke seluruh badan"  kamu yang berasal dari Jawa akan menganggap saya lucu atau sotoy?

Jadi tadi saya membaca di sebuah website lumayan terkenal, tertulis "...Mappacci, ritual menghias tangan calon mempelai wanita dengan memberi daun pacar tumbuk atau daun inai ke tangan calon pengantin wanita...". Hah....? kalimat itu bikin saya bengong.

Buat saya yang sedikit paham apa arti Mappacci jadi merasa lucu membacanya. Asumsi saya ini penulisnya mungkin rancu dengan adat "Malam Berinai" dari budaya Melayu yang memang pada malam sebelum akad nikah akan ada ritual menghias kuku tangan dan kaki dengan inai/pacar.

Mappacci ini mirip maknanya dengan "siraman" yang bermakna membersihkan diri. Benar juga pada acara itu digunakan inai/pacar yang dalam bahasa Bugis Makassar disebut pacci. Pacci sendiri secara makna selain berarti daun pacar/inai juga bisa bermakna bersih, karenanya malam sebelum akad nikah bagi keturunan Suku Bugis Makassar akan melaksanakan upacara "mapacci" yang bisa diartikan membersihkan diri.

Mappacci ini akan berlangsung hikmat dan haru sebab di acara ini orang tua, keluarga dan sanak saudara sang mempelai sedang mempersiapkan si mempelai untuk mandiri, membina rumah tangganya sendiri, jadi jangan heran kalau di acara ini akan sering berisi isak tangis dari pihak keluarga, tangis haru dan bahagia tentunya.

Upacara Adat Korongtigi Mappacci
Mempelai pria memohon restu saat mappacci
Prosesi mappacci juga kental dengan nuansa Islami dan sarat dengan pemberian doa restu segenap anggota keluarga dan handai taulan kepada mempelai. Rangkaian acara adat calon mempelai diwajibkan mengikuti prosesi menamatkan Al Quran atau mappatamma', selanjutnya dilakukan prosesi siraman atau mappasili yang dilakukan oleh sanak keluarga yang telah menikah dengan mengguyurkan air ke calon pengantin. Semua ini adalah rangkaian prosesi adat menjelang pernikahan ala adat Bugis/Makassar.

Dalam pelaksanaan mappacci sendiri disiapkan perlengkapan yang kesemuanya mengandung arti makna simbolis seperti:
  • Bantal atau pengalas kepala yang diletakkan di depan calon pengantin, yang memiliki makna kesejahteraan, penghormatan, martabat, atau kemuliaan. Dalam bahasa bugis berarti mappakalebbi.
  • Sarung sutera yang tersusun di atas bantal yang mengandung arti harga diri dll.
  • Di atas bantal diletakkan juga pucuk pisang muda (pucuk pisang) yang melambangkan kehidupan yang berkesinambungan dan lestari.
  • Di atas pucuk daun pisang diletakkan pula daun nangka (biasanya 7 atau 9 lembar) sebagai permakna harapan atau menasa.
  • Sebuah wadah yang berisi wenno yaitu beras yang disangrai hingga mengembang sebagai simbol harapan perkembangan yang baik.
  • Patti atau lilin, yang bermakna sebagai suluh penerang. Juga diartikan sebagai simbol kehidupan lebah yang senantiasa rukun dan tidak saling menganggu.
  • Daun pacar atau pacci, sebagai simbol dari kebersihan dan kesucian.
Penggunaan pacci ini menandakan bahwa calon mempelai telah bersih dan suci hatinya untuk menempuh akad nikah keesokan harinya dan kehidupan selanjutnya sebagai sepasang suami istri hingga ajal menjemput. Daun pacar atau pacci yang telah dihaluskan ini disimpan dalam wadah bekkeng sebagai permaknaan dari kesatuan jiwa atau kerukunan dalam kehidupan keluarga dan kehidupan masyarakat.

Kalau bukan karena membaca artikel online itu mungkin saya gak akan menulis soal ini, karena banyak makna-makna yang tersirat yang saya sendiri belum tentu mampu memahami dan menjelaskannya. Seperti susunan sarung, lokasi atau tempat yang berjenjang antara keluarga inti, sanak keluarga, saudara jauh dan tamu undangan, lokasi acara mappacci digelar dalam rumah juga tidak sembarang tempat, semua itu memiliki makna simbolis yang tersembunyi dan juga halus sehingga sulit untuk dipahami bagi orang awam. Pendeknya, mappacci itu jelas bukan ritual menghias tangan pengantin, dan mappacci bukan hanya acara untuk mempelai wanita tapi juga berlaku untuk mempelai pria.

Salam

----

Foto dari  blog
http://zatagirlythings.blogspot.co.id 
http://syafri-alaskah.blogspot.co.id

Episode 14 – Cetar Wars For Beginners

Sebuah usaha (yang sangat subyektif) untuk menjelaskan apa itu Star Wars, siapa saja tokoh-tokoh utamanya, dan bahkan penjelasan singkat setiap episode Star Wars berdasarkan urutan rilisnya, mulai dari Original Trilogy, Prequel Trilogy, sampai ke Sequel Trilogy (hanya sampai episode 7, Force Awakens, karena saat ini direkam episode 8 jelas belum nongol).

PERINGATAN: Ini episode podcast solo yang sangat panjang, terpanjang dalam sejarah Suarane Podcast sejauh ini. Mungkin bakal membosankan, tapi semoga bisa membantu untuk memahami bagi mereka yang selalu bertanya: Apa sih Star Wars itu? Tentu ini penafsiran yang sangat subyektif, yang dilihat dari sudut pandang “In My Sok Tahu Opinion,” tapi semoga bermanfaat. Kalau ada yang salah, ditunggu masukannya. Silahkan dengar episode selengkapnya dengan mengklik player di bawah ini atau dengar langsung di Soundcloud. Semoga bermanfaat.



Panduan Mendengarkan:

Saking panjangnya episode podcast solo ini, berikut time code episode ini buat yang mau lompat-lompat atau tidak ada waktu mendengarkan secara utuh.

  • 00:00 – 02:57 – Pembukaan
  • 02:57 – 09:02 – Penjelasan umum tentang apa itu Star Wars,  apa itu The Force, siapa pihak baik, pihak jahat, beberapa istilah yang digunakan
  • 09:02 – 14:13 – Tokoh-tokoh sentral dalam Star Wars serta beberapa pendukungnya.
  • 14:13 – 18:19 – Urutan film-film Star Wars
  • 18:19 – 32:11 – Ringkasan film-film Star Wars berdasarkan urutan rilisnya.
  • 32:11 – 37:55 – Penjelasan subyektif kenapa Star Wars itu menarik + Penutup

?

Catatan Teknis:

  • Episode ini sebenarnya sederhana saja secara teknis karena hanya solo podcast, tapi yang menantang dari segi editing adalah karena menyertakan cuplikan-cuplikan dari film Star Wars.
  • Yang menantang juga adalah karena saya harus menyingkat episode ini dari rekaman aslinya yang mencapai satu setengah jam hingga menjadi sekitar 37 menit. Maklum rasanya banyat banget yang pengen diceritain soal Star Wars ini. *subyektif mode* ?
  • Saya juga masih ditemani ukulele setia untuk musik pembuka dan penutup yang merupakan cover version dari theme song Star Wars.
  • Cover theme song Star Wars versi utuh ada di Instagram saya. ?

*Disclaimer (1): Episode ini bukan penjelasan resmi. Hanya penjelasan dari seorang penggemar, dan tidak ada sangkut pautnya dengan Walt Disney Studios maupun Lucas Film (Baca: BUKAN BUZZER hehehe)

*Disclaimer (2): Hak Cipta cuplikan audio dari film Stars wars serta theme song Star Wars yang dicover dengan ukulele untuk episode ini sepenuhnya milik komposer aslinya, dan di cover di episode ini murni untuk tujuan non komersial.