My Boss, My Coach, My Friend

Untuk tulisan random kedua ini saya pilih Tema chemistry antara pemimpin dan bawahannya request dari Kak Evi Yuniati.Kalo soal topik hubungan antar atasan dengan bawahan, yang masih segar diingatan...

[[ This is a content summary only. Visit my website for full links, other content, and more! ]]

Opini Versus Fakta

Pada saat saya sedang iseng menulis dumelan sepeti sekarang ini, saya akan banyak membaca bahan untuk referensi. Nah saat sedang membaca bahan itu, selalu saya ingatkan diri saya sendiri "bedakan...

[[ This is a content summary only. Visit my website for full links, other content, and more! ]]

Mari Makan Cokelat Lokal

Agak sulit dipercaya bahwa Indonesia adalah produsen kakao terbesar ketiga di dunia. Menurut data International Cocoa Organization (ICCO) pada 2015 lalu, peringkat pertama negara penghasil kakao...

[[ This is a content summary only. Visit my website for full links, other content, and more! ]]

Pilihan Menu Sahur Dan Berbuka Puasa Dari Fiva Food – Rajanya Rollade


Pernah mengalami waktu sahur hanya tinggal beberapa menit? Atau tidak ada pilihan menu berbuka puasa karena repot dengan kondisi rumah yang berantakan dan pembantu yang pulang kampung? Solusinya adalah Fiva Food, sebuah Perusahaan Makanan Olahan yang berada di Bekasi. Produk Makanan Olahan Fiva Food terdiri dari rollade, sosis, burger, kornet, nugget dan lainnya. Tinggal goreng atau diolah dengan bahan-bahan lainnya menghasilkan sajian yang nikmat.

Sebelum membuka rahasia bagaimana sajian menu sahur atau buka puasa praktis dan tidak lebih dari lima menit, mari kita keliling dulu Pabrik Fiva Food. 


Kami disambut oleh Mas Yosy Revalio di sebuah ruang pertemuan, layaknya sebuah saung. Disebelah kiri, terdapat sebuah kolam renang berukuran sedang. Dibelakang kami terdapat saung kecil tempat menghabiskan waktu bersama orang terdekat. Matahari memang terik, jadi kami langsung disuguhkan minuman dan snack, yang ternyata merupakan salah satu produk dari Fiva Food

Tak berapa lama, Mas Yosy menjelaskan Fiva Food lebih dekat, salah satunya tentang sosok Ibunda beliau yang membangun usaha dari nol. Ibu Besty Monoarfa memulai bisnis dari sebuah ruangan berukuran 1,5 m x 7 m di Jatibening, Bekasi pada tahun 1983. Berkat kerja kerasnya, Fiva Food sekarang berdiri di tanah dengan luas beberapa hektare. 

Keliling Pabrik Fiva Food


Masker dan penutup rambut saya kenankan ketika memasuki area pabrik pengolahan daging. Standar inilah yang wajib dikenakan oleh seluruh karyawan yang memasuki area pengolahan daging. Alasan utamanya adalah untuk menjaga standar kualitas dan sertifikasi yang telah diberikan oleh beberapa pihak pemberi sertifikasi salah satunya sanitasi dan pengolahan limbah. Pada saat kami mengunjungi pabrik, karyawan memang libur sehingga kami hanya menemukan beberapa karyawan saja. 



Lingkungan pabrik bersih, mesin dan peralatan tersusun rapi tanpa adanya sampah ataupun perkakas yang tercecer. Lantai pun kinclong, bahkan bau daging dari mesin pun tak tercium sekalipun karena alat-alat pengolahan telah dibersihkan pada saat selesai mengolah produk. Bahkan kami sempat ditunjukan bagaimana pengolahan air limbah yang sangat baik dan tak tercium oleh rumah penduduk disekitar pabrik. 

Produk-Produk Fiva Food 


Fiva Food mengolah beberapa daging seperti ayam, sapi dan ikan. Nah, mau tahu seperti apa produknya, ini dia :

Produk Olahan Ayam

Produk olahan ayam terdiri dari Kornet Ayam, Rolade Ayam dan Bratwurst Ayam. 



Produk Olahan Ikan

Produk olahan ikan terdiri dari Tuna Kaki Naga dan Tuna Keong Mas.


Produk Olahan Sapi

Produk Olahan Sapi terdiri dari Rolade Sapi, Bratwurst Sap, Kornet Sapi dan Sosis Sapi. Untuk olahan Sapi, saya menyukai Kornet dan Rolade yang telah digoreng garing tanpa perasa apapun. 

Produk Lunch Box atau Bento


Selain produk olahan, Fiva Food memiliki produk makanan siap saji berupa lunch box atau bento dengan rasa rolade, sosis dan kornet. Harganya berkisar antara 18.000-25.000. So, produk ini sangat praktis apalagi sebagai menu buka puasa pada saat dikantor atau event yang dihadir oleh banyak orang. 

5 Alasan Memilih Fiva Food


Halal dan Thayyib

Fiva Food mendapatkan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia dan telah bersertifikasi BPPOM sehingga tidak diragukan lagi kehalalan produknya.

Lezat dan Bergizi


Produk Fiva diolah dari bahan alamiah dengan kandungan gizi seperti protein dari daging sapi, ayam dan ikan, diramu dengan dengan bumbu-bumbu berkualitas seperti susu murni, jahe, bawang dan lainnya.

Mudah Disajikan

Produk olahan seperti kornet, rolade dan sosis tidak membutuhkan banyak waktu berjam-jam untuk memasaknya. Cukup dengan waktu 5 menit, dan makanan bisa langsung disajikan, makanya sangat cocok untuk menu sahur ataupun berbuka puasa.

Mudah Didapat


Fiva Food telah menjangkau pasar tradisional dan modern dibeberapa kota besar, selain itu Fiva Food memiliki Fiva Express, sebuah layanan antar yang cukup mudah, tinggal pesan dan produk akan sampai di rumah anda.

Harga Terjangkau


Seperti tampilan di website Fiva Food, harga produk berkisar antara 20.000 - 50.000 untuk ukuran 250 gram, sehingga sangat terjangkau dibandingkan produk sejenis dipasaran.

Sajian 5 Menit Untuk Sahur dan Berbuka 


Nah inilah rahasia memasak cepat ala Fiva Food, yaitu Oseng-Oseng Kornet Ayam Cabai Hijau dalam waktu 5 menit. 

Bahan

Sediakan 1 pak 250 gram kornet ayam

Bumbu 

Sediakan bawang merah, cabai merah, bawang putih, cabai hijau, daun salam dan kecap 

Cara Memasak :


  • Irislah Bawang Putih dan cabai merah sampai halus
  • Tumis Bawang Putih dan Cabai Merah sampai matang
  • Masukan cabai hijau yang telah diiris sedang, tomat segar dan daun salam, tambahkan sedikit air dan kecap manis
  • Masukan kornet ayam yang telah diiris seukuran dadu dan aduk rata
  • Kemudian hidangan siap disajikan
Nah, praktis bukan? Hanya 5 menit sebuah sajian lezat telah dihidangkan untuk menu sahur atau berbuka puasa bersama keluarga. Informasi mengenai Fiva Food bisa diakses melalui www.fivafood.com atau 0817 00 3482. Yuk pesan sekarang juga atau beli produknya di mini market atau hypermarket di sekitar anda.

FILM KING ARTHUR LEGEND OF THE SWORD : LEGENDA PEDANG SAKTI DAN KISAH KOLOSAL SANG PAHLAWAN

Ada begitu banyak film yang mengangkat tema Raja Arthur bersama pedang sakti Excaliburnya ini. Pada film King Arthur : Legend of the Sword, saya menyaksikan sebuah”cita rasa” yang berbeda. Pakem konvensional yang selama ini muncul dalam film-film King Arthur sebelumnya, mendapatkan sebuah sentuhan spesial dari Guy Ritchie (sutradara film The Man from U.N.C.L.E., 2015) dengan tafsir lebih “gaul”. Ya, Guy Ritchie membuat kisah mitologi Britania Raya dalam presentasi yang lebih progresif.

Dikisahkan King Arthur ( (Charlie Hunnam) yang dibesarkan di kompleks prostitusi mendadak mendapatkan perhatian besar setelah berhasil menarik pedang Excalibur yang tertancap diatas batu. Banyak pemuda sebayanya tak berhasil menarik keluar pedang fenomenal tersebut. Arthur sempat kebingungan karena selama ini yang ia tahu adalah ia dibesarkan dalam atmosfer keberingasan di sekitar lingkungan dan jalanan kota Londonium.

Uther Pendragon (Eric Bana), ayah Arthur memang memiliki ekspektasi tinggi pada sang anak yang dihanyutkannya ke sungai menjelang ajalnya tiba, saat kekuasaannya dirampas & dikhianati secara brutal oleh adik kandungnya sendiri, Vortigern (Jude Law). Ketika mengetahui kehadiran sosok Arthur, Vortigern tak tinggal diam dan berusaha menghalangi niat sang keponakan yang didukung oleh masyarakat luas untuk meraih kembali kekuasaan sang ayah.

Adegan-adegan dengan ritme cepat disertai parade efek spesial yang menawan mewarnai sepanjang film berdurasi 126 menit ini. Saya terkesan pada penggambaran karakter Arthur dari masa kecil hingga dewasa yang ditampilkan dengan peralihan dari gambar ke gambar secara memukau tanpa mengurangi esensi pesan yang disampaikan. Musik modern dengan sentuhan klasik serta humor ikut memperkaya film yang naskah ceritanya ditulis Ritchie bersama dengan Joby Harold (Awake, 2007) dan Lionel Wigram (The Man from U.N.C.L.E.) ini.

Eric Bana dan Jude Law tampil berkilau sebagai kakak beradik yang kharismatik namun salah satu dari mereka menyimpan nafsu kekuasaan yang tinggi. Pemeran Arthur, Charlie Hunnam, juga berusaha menghayati perannya dengan baik namun sayangnya saya melihat kurang optimal dan relatif kaku dalam memainkan emosinya termasuk menanggapi humor yang dilontarkan. Meskipun begitu, dengan sosok yang kekar dan tegap, Charlie memang sesuai memerankan karakter King Arthur yang fenomenal. Beruntung, para pemeran pendukung seperti Djimon Hounsou, Àstrid Bergès-Frisbey dan Aidan Gillen tampil tak mengecewakan.

Nuansa musik yang ditata oleh Hans Zimmer membuat film ini kian “bernyawa” terlebih ditambah dengan visualisasi kolosal efek 3 dimensi yang megah serta mengagumkan. Ya,film King Arthur Legend of the Sword memang salah satu pilihan film terbaik yang menghibur anda.

 

FILM MULTIVERSE : THE 13TH STEP : TENTANG DUNIA LAIN DAN MISTERI YANG MENYERTAINYA

Hari Rabu sore (24/5) saya bersama sejumlah rekan-rekan blogger Bekasi mendapat kesempatan berharga menonton film Multiverse:The 13th Step di XXI Mega Bekasi.  Senang sekali bisa berjumpa kembali dengan mbak Mira Sahid, mbak Irma Senja, mbak Winda Krisnadafela, mbak Susi, mbak Lidya Fitrian dan tentu saja mbak Driana”Simbok Venus” yang mengajak kami semua berkumpul dalam moment tersebut.

Pukul 16.45 kami serentak memasuki studio 9 XXI Mega Bekasi. Adegan film Multiverse dibuka dengan awal yang menegangkan. Tentang sosok Diana (Olivia Jensen) yang mengalami halusinasi mengerikan di rumah yang ditinggalinya. Bayangan-bayangan bernuansa mistis membuatnya ketakutan. Kejadian tersebut bermuara pada hilangnya Diana secara misterius di gudang rumah. Sang ayah (Ari Wibowo) dan ibu (Olga Lidya) panik dan mencari si putri bungsu yang tiba-tiba raib seakan ditelan bumi,

Beberapa tahun berselang, rumah yang dulu ditempati oleh keluarga Diana, akhirnya dihuni oleh keluarga Farel (Rendy Kjaernett). Dalam beberapa saat kemudian, Farel mengalami sejumlah kejadian aneh. Dia bahkan dapat berkomunikasi dengan sosok misterius bernama Nadia (juga diperankan oleh Olivia Jensen) melalui telepon genggamnya.  Bersama kawan-kawan barunya di SMA, Farel berusaha menguak jejak misteri di rumah yang baru dihuninya itu. Dan mereka menemukan sesuatu yang sangat mengejutkan!

Patut diapresiasi ide mengangkat “dunia lain” yang oleh sebagian besar orang masih dianggap sebagai mitos lewat film yang diproduseri oleh Amarta Pictures ini. Menyajikan film bergenre horor-fantasi memang sebuah tantangan tersendiri, tidak hanya dari sisi cerita namun juga kemampuan memainkan karakter para pemainnya.

“Film ini akan membuat kita sedikit berpikir akan keberadaan dunia selain dunia kita berada saat ini,” ujar Alfrits J Robert, sang sutradara, dalam sebuah konferensi media, seperti dikutip dari sini. Dibawah arahannya, film ini mampu membangkitkan rasa penasaran penonton dengan nuansa suspense menegangkan. Rendy Kjaernett berhasil menghidupkan sosok Farel dengan gerak tubuh dan mimik natural. Olivia Jensen yang memerankan 2 karakter sekaligus: Nadia dan Diana juga menampilkan parade akting yang lumayan menawan. Dan tentu saja, aktor lawas tampan awet muda, Ari Wibowo secara gemilang mampu menghidupkan sosok ayah Diana.

Dari sisi sinematografi, perpindahan antar adegan diatur begitu mulus dan dinamis. Meski sempat terasa agak mengganggu ketika muncul adegan aksi perkelahian di sebuah padang rumput dengan adegan sebelumnya yang kebanyakan diambil secara indoor. Penonton juga seakan dibawa rasa bingung dan penasaran yang tak terlampiaskan pada relasi antara pencairan ksatria ketigabelas dengan hilangnya Diana. Elemen ini yang sepertinya kurang tuntas dijelaskan, khususnya mulai pada pertengahan film yang diproduseri oleh Gerry Resuka dan Indra Pasaribu ini.

Menjelang film berakhir, salah satu artis pemeran film ini, Ari Wibowo berkenan hadir dan menyapa para penonton. Alhamdulillah, saya masih berkesempatan berfoto bersama artis yang mudanya masih awet ini, di salah satu sudut yang disiapkan.

Selamat dan sukses untuk film Multiverse : The 13th Step!