Pilihan Menu Sahur Dan Berbuka Puasa Dari Fiva Food – Rajanya Rollade


Pernah mengalami waktu sahur hanya tinggal beberapa menit? Atau tidak ada pilihan menu berbuka puasa karena repot dengan kondisi rumah yang berantakan dan pembantu yang pulang kampung? Solusinya adalah Fiva Food, sebuah Perusahaan Makanan Olahan yang berada di Bekasi. Produk Makanan Olahan Fiva Food terdiri dari rollade, sosis, burger, kornet, nugget dan lainnya. Tinggal goreng atau diolah dengan bahan-bahan lainnya menghasilkan sajian yang nikmat.

Sebelum membuka rahasia bagaimana sajian menu sahur atau buka puasa praktis dan tidak lebih dari lima menit, mari kita keliling dulu Pabrik Fiva Food. 


Kami disambut oleh Mas Yosy Revalio di sebuah ruang pertemuan, layaknya sebuah saung. Disebelah kiri, terdapat sebuah kolam renang berukuran sedang. Dibelakang kami terdapat saung kecil tempat menghabiskan waktu bersama orang terdekat. Matahari memang terik, jadi kami langsung disuguhkan minuman dan snack, yang ternyata merupakan salah satu produk dari Fiva Food

Tak berapa lama, Mas Yosy menjelaskan Fiva Food lebih dekat, salah satunya tentang sosok Ibunda beliau yang membangun usaha dari nol. Ibu Besty Monoarfa memulai bisnis dari sebuah ruangan berukuran 1,5 m x 7 m di Jatibening, Bekasi pada tahun 1983. Berkat kerja kerasnya, Fiva Food sekarang berdiri di tanah dengan luas beberapa hektare. 

Keliling Pabrik Fiva Food


Masker dan penutup rambut saya kenankan ketika memasuki area pabrik pengolahan daging. Standar inilah yang wajib dikenakan oleh seluruh karyawan yang memasuki area pengolahan daging. Alasan utamanya adalah untuk menjaga standar kualitas dan sertifikasi yang telah diberikan oleh beberapa pihak pemberi sertifikasi salah satunya sanitasi dan pengolahan limbah. Pada saat kami mengunjungi pabrik, karyawan memang libur sehingga kami hanya menemukan beberapa karyawan saja. 



Lingkungan pabrik bersih, mesin dan peralatan tersusun rapi tanpa adanya sampah ataupun perkakas yang tercecer. Lantai pun kinclong, bahkan bau daging dari mesin pun tak tercium sekalipun karena alat-alat pengolahan telah dibersihkan pada saat selesai mengolah produk. Bahkan kami sempat ditunjukan bagaimana pengolahan air limbah yang sangat baik dan tak tercium oleh rumah penduduk disekitar pabrik. 

Produk-Produk Fiva Food 


Fiva Food mengolah beberapa daging seperti ayam, sapi dan ikan. Nah, mau tahu seperti apa produknya, ini dia :

Produk Olahan Ayam

Produk olahan ayam terdiri dari Kornet Ayam, Rolade Ayam dan Bratwurst Ayam. 



Produk Olahan Ikan

Produk olahan ikan terdiri dari Tuna Kaki Naga dan Tuna Keong Mas.


Produk Olahan Sapi

Produk Olahan Sapi terdiri dari Rolade Sapi, Bratwurst Sap, Kornet Sapi dan Sosis Sapi. Untuk olahan Sapi, saya menyukai Kornet dan Rolade yang telah digoreng garing tanpa perasa apapun. 

Produk Lunch Box atau Bento


Selain produk olahan, Fiva Food memiliki produk makanan siap saji berupa lunch box atau bento dengan rasa rolade, sosis dan kornet. Harganya berkisar antara 18.000-25.000. So, produk ini sangat praktis apalagi sebagai menu buka puasa pada saat dikantor atau event yang dihadir oleh banyak orang. 

5 Alasan Memilih Fiva Food


Halal dan Thayyib

Fiva Food mendapatkan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia dan telah bersertifikasi BPPOM sehingga tidak diragukan lagi kehalalan produknya.

Lezat dan Bergizi


Produk Fiva diolah dari bahan alamiah dengan kandungan gizi seperti protein dari daging sapi, ayam dan ikan, diramu dengan dengan bumbu-bumbu berkualitas seperti susu murni, jahe, bawang dan lainnya.

Mudah Disajikan

Produk olahan seperti kornet, rolade dan sosis tidak membutuhkan banyak waktu berjam-jam untuk memasaknya. Cukup dengan waktu 5 menit, dan makanan bisa langsung disajikan, makanya sangat cocok untuk menu sahur ataupun berbuka puasa.

Mudah Didapat


Fiva Food telah menjangkau pasar tradisional dan modern dibeberapa kota besar, selain itu Fiva Food memiliki Fiva Express, sebuah layanan antar yang cukup mudah, tinggal pesan dan produk akan sampai di rumah anda.

Harga Terjangkau


Seperti tampilan di website Fiva Food, harga produk berkisar antara 20.000 - 50.000 untuk ukuran 250 gram, sehingga sangat terjangkau dibandingkan produk sejenis dipasaran.

Sajian 5 Menit Untuk Sahur dan Berbuka 


Nah inilah rahasia memasak cepat ala Fiva Food, yaitu Oseng-Oseng Kornet Ayam Cabai Hijau dalam waktu 5 menit. 

Bahan

Sediakan 1 pak 250 gram kornet ayam

Bumbu 

Sediakan bawang merah, cabai merah, bawang putih, cabai hijau, daun salam dan kecap 

Cara Memasak :


  • Irislah Bawang Putih dan cabai merah sampai halus
  • Tumis Bawang Putih dan Cabai Merah sampai matang
  • Masukan cabai hijau yang telah diiris sedang, tomat segar dan daun salam, tambahkan sedikit air dan kecap manis
  • Masukan kornet ayam yang telah diiris seukuran dadu dan aduk rata
  • Kemudian hidangan siap disajikan
Nah, praktis bukan? Hanya 5 menit sebuah sajian lezat telah dihidangkan untuk menu sahur atau berbuka puasa bersama keluarga. Informasi mengenai Fiva Food bisa diakses melalui www.fivafood.com atau 0817 00 3482. Yuk pesan sekarang juga atau beli produknya di mini market atau hypermarket di sekitar anda.

FILM KING ARTHUR LEGEND OF THE SWORD : LEGENDA PEDANG SAKTI DAN KISAH KOLOSAL SANG PAHLAWAN

Ada begitu banyak film yang mengangkat tema Raja Arthur bersama pedang sakti Excaliburnya ini. Pada film King Arthur : Legend of the Sword, saya menyaksikan sebuah”cita rasa” yang berbeda. Pakem konvensional yang selama ini muncul dalam film-film King Arthur sebelumnya, mendapatkan sebuah sentuhan spesial dari Guy Ritchie (sutradara film The Man from U.N.C.L.E., 2015) dengan tafsir lebih “gaul”. Ya, Guy Ritchie membuat kisah mitologi Britania Raya dalam presentasi yang lebih progresif.

Dikisahkan King Arthur ( (Charlie Hunnam) yang dibesarkan di kompleks prostitusi mendadak mendapatkan perhatian besar setelah berhasil menarik pedang Excalibur yang tertancap diatas batu. Banyak pemuda sebayanya tak berhasil menarik keluar pedang fenomenal tersebut. Arthur sempat kebingungan karena selama ini yang ia tahu adalah ia dibesarkan dalam atmosfer keberingasan di sekitar lingkungan dan jalanan kota Londonium.

Uther Pendragon (Eric Bana), ayah Arthur memang memiliki ekspektasi tinggi pada sang anak yang dihanyutkannya ke sungai menjelang ajalnya tiba, saat kekuasaannya dirampas & dikhianati secara brutal oleh adik kandungnya sendiri, Vortigern (Jude Law). Ketika mengetahui kehadiran sosok Arthur, Vortigern tak tinggal diam dan berusaha menghalangi niat sang keponakan yang didukung oleh masyarakat luas untuk meraih kembali kekuasaan sang ayah.

Adegan-adegan dengan ritme cepat disertai parade efek spesial yang menawan mewarnai sepanjang film berdurasi 126 menit ini. Saya terkesan pada penggambaran karakter Arthur dari masa kecil hingga dewasa yang ditampilkan dengan peralihan dari gambar ke gambar secara memukau tanpa mengurangi esensi pesan yang disampaikan. Musik modern dengan sentuhan klasik serta humor ikut memperkaya film yang naskah ceritanya ditulis Ritchie bersama dengan Joby Harold (Awake, 2007) dan Lionel Wigram (The Man from U.N.C.L.E.) ini.

Eric Bana dan Jude Law tampil berkilau sebagai kakak beradik yang kharismatik namun salah satu dari mereka menyimpan nafsu kekuasaan yang tinggi. Pemeran Arthur, Charlie Hunnam, juga berusaha menghayati perannya dengan baik namun sayangnya saya melihat kurang optimal dan relatif kaku dalam memainkan emosinya termasuk menanggapi humor yang dilontarkan. Meskipun begitu, dengan sosok yang kekar dan tegap, Charlie memang sesuai memerankan karakter King Arthur yang fenomenal. Beruntung, para pemeran pendukung seperti Djimon Hounsou, Àstrid Bergès-Frisbey dan Aidan Gillen tampil tak mengecewakan.

Nuansa musik yang ditata oleh Hans Zimmer membuat film ini kian “bernyawa” terlebih ditambah dengan visualisasi kolosal efek 3 dimensi yang megah serta mengagumkan. Ya,film King Arthur Legend of the Sword memang salah satu pilihan film terbaik yang menghibur anda.

 

FILM MULTIVERSE : THE 13TH STEP : TENTANG DUNIA LAIN DAN MISTERI YANG MENYERTAINYA

Hari Rabu sore (24/5) saya bersama sejumlah rekan-rekan blogger Bekasi mendapat kesempatan berharga menonton film Multiverse:The 13th Step di XXI Mega Bekasi.  Senang sekali bisa berjumpa kembali dengan mbak Mira Sahid, mbak Irma Senja, mbak Winda Krisnadafela, mbak Susi, mbak Lidya Fitrian dan tentu saja mbak Driana”Simbok Venus” yang mengajak kami semua berkumpul dalam moment tersebut.

Pukul 16.45 kami serentak memasuki studio 9 XXI Mega Bekasi. Adegan film Multiverse dibuka dengan awal yang menegangkan. Tentang sosok Diana (Olivia Jensen) yang mengalami halusinasi mengerikan di rumah yang ditinggalinya. Bayangan-bayangan bernuansa mistis membuatnya ketakutan. Kejadian tersebut bermuara pada hilangnya Diana secara misterius di gudang rumah. Sang ayah (Ari Wibowo) dan ibu (Olga Lidya) panik dan mencari si putri bungsu yang tiba-tiba raib seakan ditelan bumi,

Beberapa tahun berselang, rumah yang dulu ditempati oleh keluarga Diana, akhirnya dihuni oleh keluarga Farel (Rendy Kjaernett). Dalam beberapa saat kemudian, Farel mengalami sejumlah kejadian aneh. Dia bahkan dapat berkomunikasi dengan sosok misterius bernama Nadia (juga diperankan oleh Olivia Jensen) melalui telepon genggamnya.  Bersama kawan-kawan barunya di SMA, Farel berusaha menguak jejak misteri di rumah yang baru dihuninya itu. Dan mereka menemukan sesuatu yang sangat mengejutkan!

Patut diapresiasi ide mengangkat “dunia lain” yang oleh sebagian besar orang masih dianggap sebagai mitos lewat film yang diproduseri oleh Amarta Pictures ini. Menyajikan film bergenre horor-fantasi memang sebuah tantangan tersendiri, tidak hanya dari sisi cerita namun juga kemampuan memainkan karakter para pemainnya.

“Film ini akan membuat kita sedikit berpikir akan keberadaan dunia selain dunia kita berada saat ini,” ujar Alfrits J Robert, sang sutradara, dalam sebuah konferensi media, seperti dikutip dari sini. Dibawah arahannya, film ini mampu membangkitkan rasa penasaran penonton dengan nuansa suspense menegangkan. Rendy Kjaernett berhasil menghidupkan sosok Farel dengan gerak tubuh dan mimik natural. Olivia Jensen yang memerankan 2 karakter sekaligus: Nadia dan Diana juga menampilkan parade akting yang lumayan menawan. Dan tentu saja, aktor lawas tampan awet muda, Ari Wibowo secara gemilang mampu menghidupkan sosok ayah Diana.

Dari sisi sinematografi, perpindahan antar adegan diatur begitu mulus dan dinamis. Meski sempat terasa agak mengganggu ketika muncul adegan aksi perkelahian di sebuah padang rumput dengan adegan sebelumnya yang kebanyakan diambil secara indoor. Penonton juga seakan dibawa rasa bingung dan penasaran yang tak terlampiaskan pada relasi antara pencairan ksatria ketigabelas dengan hilangnya Diana. Elemen ini yang sepertinya kurang tuntas dijelaskan, khususnya mulai pada pertengahan film yang diproduseri oleh Gerry Resuka dan Indra Pasaribu ini.

Menjelang film berakhir, salah satu artis pemeran film ini, Ari Wibowo berkenan hadir dan menyapa para penonton. Alhamdulillah, saya masih berkesempatan berfoto bersama artis yang mudanya masih awet ini, di salah satu sudut yang disiapkan.

Selamat dan sukses untuk film Multiverse : The 13th Step!

 

Semarak Bulan Puasa Ramadhan Di Grand Cempaka Hotel


Rajab menginjak 10 hari terakhir, dan artinya Bulan Ramadhan akan datang. Sahur lagi, Buka Puasa Bersama lagi, ngabuburit lagi, berburu takjil lagi dan masih banyak kebiasaan pada bulan penuh berkah ini segera kita rasakan. Sebagian dari kita pasti akan mencari-cari Jadwal Imsakiyah atau Sholat, kemudian mempersiapkan diri baik secara fisik maupun mental. 

Minggu pertama Bulan Ramadhan, keluarga merupakan prioritas utama. Buka Puasa Bersama keluarga sudah menjadi tradisi dan tidak akan dilewatkan begitu saja. Bagi keluarga besar biasanya secara bergiliran menjadi tuan rumah dan menyediakan semua masakannya. Nah biasanya yang tak mau repot mengadakan acara tersebut di Hotel. Kebetulan Grand Cempaka Hotel, Jakarta, sudah memiliki pilihan menu.


Yup, Harmoni Resturant di Hotel Grand Cempaka menyediakan buffet dengan pilihan menu antara lain Gudeg dan Nasi Kebuli. Gudeg mengingatkan kita pada kota Yogyakarta, sebuah kota dengan kebudayaan yang kental. Sedangkan Nasi Kebuli erat kaitannya dengan nuansa Arab dan Timur Tengah. Dua tradisi yang berbeda namun menyatu dalam Bulan Ramadhan kali ini.


Gudeg memiliki citarasa manis biasa ditemukan di Yogyakarta. Namun, Harmoni Restaurant menyelaraskannya dengan menambahkan sensasi pedas. Variasi gudeg sebetulnya sangat beragam, namun Gudeg Yogyakarta lebih terkenal. Gudeg terdiri dari gudeg basah, kering dan Solo. Pembeda dari ketiganya hanya pada Areh. Gudeg kering disajikan dengan Areh kental, sedangkan gudeg basah disajikan dengan Areh encer. Lain lagi dengan gudeg Solo yang Arehnya berwarna putih. Grand Cempaka Hotel menyajikan Gudeg dengan Areh kental.


Bagi pecinta masakan dari kambing harus mencoba Nasi Kebuli. Nasi ditanak dengan campuran kaldu kambing dan susu kambing. racikan berikutnya adalah minyak samin untuk menumis rempah-rempah termasuk jintan, kapulaga, kayu manis dan pala. Bayangkan aroma yang tercium dari racikan kaya rempah-rempah di Nasi Kebuli ini.

Nasi Kebuli sangat terkenal diMasyarakat Betawi dan Keturunan Arab di Indonesia. Tastenya memang mirip dengan Nasi Briyani, sehingga sangat mudah untuk diterima dikalangan Muslim. Selain Ramadhan, Nasi kebuli biasanya disajikan pada saat momen Hari Besar Islam seperti Maulid Nabi Besar, Lebaran dan Idul Qurban.


Kedua Menu, Gudeg dan Nasi Kebuli merupakan pilihan Buffet di Harmoni Restaurant. Ragam menu lainnya seperti ayam goreng, mie goreng, sayur dan pilihan lainnya juga melengkapi buffet ini.

Paket Menu Ramadhan dan Lebaran Di Hotel Grand Cempaka


Berapa sih harga yang tiwarkan untuk menikmati buffet pada saat berbuka puasa? Tenang saja, hanya dengan Rp 130.000/net termasuk ta'jil dan makan malam. Nah, bagi yang menginap di Hotel Grand Cempaka, dikenakan rate harga kisaran mulai dari Rp 644.000 sudah termasuk Sahur atau makan pagi (sarapan) untuk dua orang. Paket Ramadhan ini berlaku mulai dari 25 Mei - 25 Juni 2017.



Setelah Bulan Ramadhan, tersedia paket lebaran dengan rate harga yang sama Rp 644.000/net per kamar termasuk makan pagi untuk dua orang. Selain itu terdapat paket Halal Bi Halal yang bisa dinikmati dengan harga Rp 200.000 dengan coffee break dan makan siang/malam.


Silahkan yang sudah memantapkan pilihan buka puasa dan berkumpul pada halal bi halal bisa melakukan pemesanan +62 21 4260015 . So, enjoy your Holy Month with your family and friends.

Harmoni Restaurant 
Hotel Grand Cempaka 
Jl. Letjen. Suprapto
Cempaka Putih, Jakarta Pusat
Webiste : www.grandcempaka.co.id

My Coffee Diary



Day 1 

I am not coffee lover, but I am addicted with Nescafe Dolce Gusto Piccolo. 
Bohong kalo saya mendeklarasikan sebagai pencinta kopi, namun tidak dipungkiri kopi sudah menjadi bagian dari hidup. Setiap ke Cafe, saya mencoba memesan varian rasa kopi mulai dari Cappucino, Mochacino, Classic atau bahkan kopi tubruk, dan saya sukses menyukai salah satunya yaitu Capuccino. Oh iya, dulu saya pernah mencoba salah satu varian rasa, Double Espresso. Saya kira varian ini akan sama rasanya dengan Cappucino yang biasa saya minum, namun ketika datang, gelasnya kecil. Ah, ini mungkin tak sepahit atau sezonk yang saya kira, namun begitu tegukan pertama, muka saya langsung merah padam. Tidak enak dan cenderung membuat saya mual. Saya kapok minum double espresso. Cappucino sudah cukup bagi saya, apalagi sekarang sudah ada mesin kopi Nescafe Dolce Gusto Piccolo dengan banyak varian rasa, dan salah satunya Cappucino.

Day 2



Setelah memiliki Mesin Kopi Dolce Gusto, saya dapat kabar dari salah seorang teman bahwa pemiliki Dolce Gusto pun memiliki Club. Wah, dasarnya saya suka dengan yang berbau diskon, so saya putuskan untuk bergabung. Cara cukup mudah untuk bergabung dengan Dolce Gusto Club. Ikuti beberapa langkah singkat berikut ini :
1. Klik website resmi Dolce Gusto Club di www.dolce-gusto.co.id/club 
2. Kemudian di halaman paling depan, akan terdapat tombol Daftar Sekarang, silahkan klik.
3. Isilah biodata seperti nama lengkap, tanggal lahir, nomor telepon, email dan password.
4. Setelah mendaftar, maka akan terdapat email konfirmasi pendaftaran. 
5. Dan, selesai kamu sudah menjadi bagian dari Dolce Gusto Club

Setelah menjadi anggota Dolce Gusto Club, silahkan daftarkan mesin Dolce Gusto atau kapsul dengan upload struk pembelian dan nomor mesin untuk mendapatkan poin. Kumpulkan poin sebanyak-banyak dan kemudian tukarkan poinnya dengan Voucher hotel atau Mesin Dolce Gusto Piccolo yang baru. Waaah, pengen banget dapat mesin untuk saudara di kampuang sana. So, happy hunting poin ya. Hehehe.

Day 3

Setiap pagi biasanya rutinitas diawali dengan minum air putih yang banyak, air putih juga sangat penting, kemudian sarapan. Setelah makan siang, biasanya mata akan terasa ngantuk, nah saatnya saya membuat kopi rasa Cappucino dengan mesin Dolce Gusto. Cara membuatnya pun terbilang mudah. 

Langkah pertama, siapkan air putih beberapa ratus mililiter sesuai dengan ukuran gelas yang akan diminum. Kemudian, tuangkan air kedalam mesin khusus untuk air. Siapkan kapsul rasa yang akan di mix. Sebut saja Cappucino dan susu. Di dalam kemasan rasa Cappucino terdapat takaran yang pas antara kapsul Cappucino dan Susu. Kemudian kapsul dimasukan kedalam  mesin dan siapkan gelas dibawahnya. Dan lakukan langkah yang sama untuk kapsul kedua dan ketiga. Campuran antar kapsul disesuiakan dengan selera, kalau saya lebih prefer mengikuti takaran yang ada dalaam kemasan. 
Yes, segelas Cappucino telah siap di meja sambil menemani saya di depan laptop dan menyelesaikan semua kerjaan yang harus diselesaikan hari ini.

Day 4

Cleaning day. Yes, sangkin rajinnya, semua hal saya bersihkan termasuk hati, eaaa. Oh iya, setelah beberapa hari digunakan, dibutuhkan sedikit perawatan agar mesin ini tetap fit dan bugas, emang ini manusia ya, hehehe. Oke, saya memiliki tips merawat mesin kopi agar bersih dan terjaga dalam beberapa tahun kedepan. 

Oh iya, terlepas yang memiliki cara masing-masing, tips saya ini sangat simple. Mesin kopi ini sebetulnya dirancang untuk mudah dibersihkan. Apalagi yang dicuci hanyalah bagian penampung air, bagian untuk kapsul dan gelas. Hanya bagian tersebutlah dicuci, karena hanya dua bagian tersebut yang dapat dilepas. Untuk bagian lain, siapkan lap basah kemduian bersihkan secara merata keseluruh mesin. Yup, sangat simple bukan cara merawatnya. 

Kinclong, kini mesin kopi saya sudah siap untuk digunakan kembali membuat kopi-kopi yang lain. 

Day 5


Hari ini saya tidak kemana-mana hanya di kos saja. Berhubung, beberapa artikel belum sempat dikerjakan, jadi saya memutuskan untuk mengerjakan sebagain artikel di kosan aja. Menemani saya mengerjakan artikel, saya membuat Cappucino, namun saya membuatnya berbeba. Sedikt bereksperimen, saya mencoba mengabungkan beberapa kapsul sehingga menciptakan rasa yang baru. Dasar memang kalau sudah bosen dengan rasa yang itu-itu saja, saya biasanya mencoba rasa lain. Eits, kalau masalah cinta saya ngga akan bosen kok, saya setia, hehehe. 

Selain Cappucino, saya menyukai Chococino. Nah, saya mencoba kombinasikan dua rasa ini. Caranya simple, saya membuat Cappcuino seperti biasa, kemudian ditambahkan satu kapsul Chococino. Taraaattt, hasilnya menakjubkan, Cappucinonya masih terasa dan cokelatnya pun sedikit terasa. 

Seteguk demi teguk, akhirnya segelas CappcuChoco ini ludes dengan hasil seluruh artikel saya pun rampung. What’s a day, I am happy right now.

Yang penasaran bagaimana Dolce Gusto Piccolo ini digunakan, silahkan lihat videonya dibawah ini :


Day 6

Setelah cek lemari, ternyata kapsul Cappcucinonya tinggal satu set saja. Itu artinya saya harus berbelanja di outlet disekitaran Jakarta. Menurut info, dibeberapa outlet di mall menjual kapsul, namun karena hari ini saya harus menghadiri banyak meeting dan acara, saya memutuskan untuk mencarinya di toko online seperti blibli.com, lazada.com dan beberapa toko online. Dan, akhirnya saya membelinya di lazada dengan harga 329.900 dengaan 3 box atau 1 karton. 

Meeting tenang dan lancar, dan kebutuhan Cappucino pun akhirnya terpenuhi juga. Thanks God ada toko online jadi semua jadwal hari sangat lancar.

Day 7

Sehari kemudian, kapsul saya tiba. Sesuai dengan pesanan, 1 karton dan didalamnya berisi 3 box Cappucino. Dan, ternyata setelah saya mengupdate pembelian saya di Dolce Gusto club. Tak lama kemudian, saya mendapatkan email konfirmasi dan ternyata saya mendapatk sebuah berita yang cukup mengejutkan. Saya mendapatkan sebuah Mobil dari Dolce Gusto Club. Wah, saya langsung menjerit kegirangan. Tak lama, setelah menjerit, beberapa buah box jatuh dan menimpa tangan saya. Duh, saya tersadar dengan 2 buah box Cappucino, ternyata saya bermimpi. Sayang sekali sebetulnya saya menginginkan mobilnya.

Semoga dengan bergabung dengan Dolce Gusto Club, saya bisa mendapatkan banyak keuntungan salah satunya Mesin Kopi baru yang saya idam-idamkan. Hehehe, amin.

Menikmati Pesona Tari Guel Kala Senja Di Danau Laut Tawar, Takengon


"Selamat datang di negeri di atas awan, Takengon"
Awan putih dan langit biru menyambut kami siang itu. Matahari engan menyapa dan bersembunyi di balik bukit, namun mendung pun urung datang, jadilah siang itu redup dan terang. Kaki saya terhenti ketika dipersimpangan antara landasan pacu dan jalan menuju terminal kedatangan. Kamera saku kemudian melaksanakan tugasnya mengabadikan pemandagan di sekiling Bandara. Rembele, begitulah masyarakat menyebut bandar udara yang hanya dapat menampung pesawat berkapasitas kurang dari 100 orang. Sebenarnya saya masih mengira kalau Rembele identik dengan Indonesia Timur, namun ternyata Aceh pun memiliki nama Bandara yang cukup unik.

Setelah mengambil bagasi, kami dijemput dengan dua kendaraan, karena memang jumlah kami hampir genap 10 orang. Mata saya masih takjub dengan paduan warna putih dan bitu yang menghias langit. Langit inilah yang saya temukan setahun silam di Pulau Rote. Tidak ada langit yang tidak sempurna di Rote ini, saya menyebutnya berkali-kali pada perjalanan lalu. Dan, kemudian saya menemukan langit yang sama, bahkan saya baru sadar kalau Takegon layak mendapatkan julukan "Negeri Di Atas Awan"


Sejauh mata memandang, pohon hijau menghias di kanan kiri. Roda mobil berderit tanda mengerem. Sebelah kanan kami terdapat kebun kopi dan bangunan seperti saung, rumah makan khas Sunda yang terbuat dari bambu. Setelah melihat ke dalam, ternyata inilah Kafe Kopi. Bentuknya memang sangat tradisional, hampir seluruhnya terbuat bambu dan kayu. 

Di tempat duduk di samping kami, sekitar empat orang sedang menikmati kopi. Sangat lumrah warga Takengon menikmati kopi sebagai sebuah sajian yang wajib setiap harinya. Kedai, kafe atau pun warung kopi dimana pun selalu ramai. 

"Kedai kopi itu tempat melakukan pertemuan bisnis mulai dari uang receh sampai milyaran. Dan biasanya kami membawa bolpoint dan stempel." 

Pemiliki Kafe menjelaskan mengapa tradisi minum kopi dan bersosialisasi di kedai sangat digemari di daerah penghasil kopi Arabica terbaik di Indonesia. Dari kedai kecil ini terciptalah bisnis milyaran. Apabila saya mengidolakan toilet sebagai sumber ide yang tak pernah surut, maka warga Takengon mengatakan kedai adalah sumber ide dan bisnis yang tak pernah padam.


Perbincangan asik kami terhenti ketika sebuah botol disajikan. Eits, botol ini bukanlah minuman memabukan, namun kopi pekat dengan fermentasi. Melihat kopi hitam saja saya sudah tidak berselera, ditambah dengan campuran fermentasi, maka 100 persen saya tidak akan mencoba setetes pun. Beberapa orang kemudian menenguknya dan terlihat baik-baik saja, tanpa ada yang kejang-kejang, pingsan atau bahkan mati mendadak. 

Oke, jadi saya memutuskan untuk mencobanya. Hidung saya menangkap aroma tajam dan asam. Hingga akhirnya lidah saya merasakan kopi pahit dengan asam yang keterlaluan. Ah, apa enaknya kopi ini? Namun, pengemar kopi memang memiliki seleranya sendiri-sendiri. Kopi hitam fermentasi ini pun ternyata sangat digemari, terutama oleh Gondrong, pemilik kafe Seladang. 

Kopi Hitam Fermentasi yang belum diseduh dengan air.
Jalanan aspal sedikit berlubang tak menghentikan laju mobil. Malah kecepatannya semakin bertambah, sementara pepohonan disekitar kami berubah menjadi pemadangan Danau. Inilah Danau Laut Tawar, sebuah rumah bagi suku Gayo, masyarakat menyebutnya Tanoh Gayo atau Dataran Tinggi Gayo. 



Lebih dari 5.000 hektare luas Danau Laut Tawar membuatnya disejajarkan dengan Danau-Danau luas di Sumatra, seperti Danau Toba, Sumatra Utara dan Danau Ranau, Lampung dan Sumatra Selatan. Pantas saja disebut sebagai Negeri Di Atas Awan, yang saya lihat sepanjang perjalanan adalah keindahan Danau disandingkan dengan pepohonan hijau serta langit yang selalu cerah dengan putih birunya. 

Dalamnya Danau Laut Tawar pun siapa yang tahu dan menjadi misteri yang tak terpecahkan sampai sekarang. Banyak sekali misteri dan legenda yang melekat dan sudah turun temurun diceritakan oleh masyarakatnya. Dan, inilah salah satu legenda yang tersohor dari Takengon, Aceh Tengah. 

Dahulu kala, seorang Putri Raja yang mendiami wilayah ini disukai oleh Pangeran dari Kerajaan lain. Putri tersebut akhirnya dioersunting oleh Pangeran. Namun malang, Sang Putri tidak mendapatkan restu dari orang tuanya. Namun kemudian orang tuanya hanya berpesan saat melakukan pelarian jangan sekali-kali menoleh dan teruslah menghadap ke depan. 

Sang Putri tidak tega meninggalkan orang tua. Saat pergi meninggalkan daerahnya, sang Putri pun menoleh ke belakang untuk melihat orang tuanya. Karena pesan orang tuanya dilangar, Langit pun murka dan petir pun menyambar serta menurunkan hujan deras. Sang Putri pun menangis disertai dengan air hujan. Lama kelamaan terciptalah sebuah Danau laut Tawar. Inilah legenda yang beredar di masyarakat. 


Asam Jing Khas Gayo.
Tak lengkap menikmati Danau Laut Tawar tanpa menikmati sajian kulinernya. Kami berhenti disebuah restoran. One-One Cafe tepatnya (Baca On ne - On ne Ka fe, bukan one-one kafe). Restoran ini terletak di Kampung One-One dekat dengan Teluk One-One. Restoran yang menyajikan santap siang ikan air tawar seperti Mujahir dan Bawal. Selain ikan, sajian lainnya adalah Udang, namun jenisnya bukan udang laut melaikan udang air tawar.Tak lengkap rasanya tidak menikmati sayuran dan sambal. Sayurnya terbuat dari sayur dau labu sementara sambalnya racikan antara terong belanda dan cabai. 

Sajian lain yang terbuat dari ikan air tawar adalah Masam Jing khas Gayo (Dikenal juga sebagai Asam Jing). Sepintas Asam Jing seperti pindang ikan patin dengan kuah kuning. Rahasianya terdapat pada kacang-kacangan dan kunyit sebagai bumbu-bumbu. Dari segi taste memang sangat kaya rempah dan sudah menjadi ciri khas masakan Dataran Tinggi Gayo ini.


Hari berganti, Danau Laut Tawar masih menampakan keanggunanya. Awan putih kini agak berubah keabuan, sementara langit biru agak tertutup hari ini. Saya dan rombongan melanjutkan separuh hari menyaksikan sebuah pertunjukan Tari Guel. Kami hampir menyusuri kawasan Danau dari sebelah timur. Selain menyaksikan tari, tujuan lainnya adalah berburu sunset di Danau Laut Tawar. 

Taufik dan Alma tengah bersiap mengenakan baju adat khas Gayo. Baju didominasi warna hitam dengan warna lain seperti merah, kuning, hijau dan putih sebagai motifnya. Baju adat disebut Kerawang. Setiap warna memiliki artinya sendiri dan berhubungan erat dengan alam. 

Tari Guel dahulunya dilakukan untuk mendapatkan Gajah Putih sebagai salah satu hadiah untuk Putri Sultan Aceh. Sengada, Putra Raja Linge XII, bermimpi dan bertemu dengan seseorang bernama Bener Meria. Dalam mimpinya, ia diharuskan menangkap seekor Gajah Putih untuk dipersembahkan kepada Sultan Aceh. 



Sesuai dengan petunjuk, Ia mengadakan kenduri dan melakukan tarian dengan gerakan-gerakan serta diiringi oleh musik. Tak hanya Sengada saja yang melakukan tarian, namun kemudian warga sekitar pun melakukannya. Berkat tarian tersebut, muncullah Gajah Putih ditengah pesta. Sesuai petunjuk Bener Meria, Gajah Putih kemudian dijinakan dan ditangkap untuk dipersembahkan kepada Putri Kesultanan Aceh. 

Tari Guel memiliki gerakan yang cukup mudah seperti gerakan-gerakan hewan dipadukan dengan musik dan suara nyanyian khas Gayo. Baju Kerawang yang warnanya mencolok mampu menyihir penonton untuk mengikuti gerakannya. Inilah yang dimaksud dengan kemagisan Tari Guel. 

Matahari kemudian mulai tengelam di balik bukit. Kami pun masih sempat berbincang-bincang di bibir Danau. Kamera kami pun masih sempat mengabadikan sunset. Walaupun tak seindah yang dibayangkan, namun keindahan dan pesona Danau Laut Tawar di Dataran Tinggi Gayo ini cukup kami nikmati degan senda gurau yang tak ada habis-habisnya. 



Nescafe Dolce Gusto Piccolo : ‘Create Your Own Taste’


Bagi saya kopi adalah karya seni mengunakan hati, rasa dan segala panca indera. Walau pun saya bukan pengemar kopi garis keras, namun kopi adalah  piliahan tepat sebagai pemicu semangat kerja dikala deadline melanda. Istilah yang tepat untuk mengambarkan kesukaan saya adalah "Penikmat Kopi Sesaat". Meskipun hanya sesaat, namun memori yang didapat tentang kopi cukup mendalam, sedalam kenangan masa lalu. 

Beberapa minggu lalu, saya berkunjung ke Aceh yang terkenal dengan tradisi kopinya. Minuman berkadar kafein ini bukan hanya sebagai tradisi melainkan menjadi mata pencaharian. Dari sana saya menjadi tahu bahwa Kopi bukan hal yang sederhana, sesederhana meminum kopi dari sebuah cangkir. Dari sajian secangkir kopi, terdapat filosofi dan seni disetiap sesapnya. Ah, namun bagi penikmat kopi sesaat, lagi-lagi yang saya inginkan, hanya meraciknya dengan seni dan menyesapnya sepenuh hati, that's it, so simple. Dan, salah satu alat yang memenuhi dua kebutuhan saya adalah Mesin Kopi Dolce Gusto.

Nescafe Dolce Gusto Piccolo, Bisa Panas dan Dingin

Mesin Kopi Nescafe Dolce Gusto telah bersama pengemar kopi instan sejak beberpa tahun lalu. Uniknya, Nescafe kini menghadirkan mesin jenis terbaru yaitu Piccolo. Kecil, begitulah arti Piccolo dalam Bahasa Italia. Meskipun kecil, namun mesin ini memiliki kemampuan membuat minuman panas dan dingin, dan merupakan satu-satunya di Indonesia. 

Tepat dua hari lalu, Nescafe meluncurkan Piccolo. Dalam malam yang seru, kami dihibur dengan musik dan kopi tentunya. Dan pengalaman yang paling mengesankan adalah mencoba membuat kopi dengan kreasi sendiri. Maklum, sebagai orang awam yang penasaran dengan kehidupan seni seorang barista, maka disinilah saat yang tepat karena bisa belajar menciptakan rasamu sendiri dari sebuah mesin. Caranya tinggal klik mesinnya, tuangkan air, masukan kapsul dan dalam beberapa detik kemudian terciptalah sebuah Mahakarya dengan style kamu. Bisa cappucino dengan susu yang banyak atau Chocochino dengan susu sedikit, terserah kamu mau berkreasi sesuai kesukaanmu. Meskipun orang gaptek pun bisa mengoperasikan Mesin Kopi ini dengan bantuan manual dan video panduan di youtube.

Apa yang membuat Piccolo, eits, ini bukan musuh bebuyutan Sun Go Ku ya, ini lebih sempurna dibandingkan dengan edisi sebelumnya. 

Bisa Panas dan Dingin 


Piccolo berarti rentang antara hitam ke putih, warna perpaduan antara hitam dan putih. Bisa panas dan dingin. Yup, mesin kopi ini memungkinkan mengolah kapsul rasa seperti Cappucino dan Chocochino yang panas, dan kemudian mengolah Milo yang dingin. Tinggal sesuaikan saja suhunya atau air kemasan yang dituangkan kedalam mesin.

Bisa Berkreasi Layaknya Barista


Barista dadakan, bisa jadi inilah yang akan kita lakukan, setelah mengotak-atik mesin kopi ini. Apalagi tanpa pengetahuan tentang kopi pun, kita bisa membuat kopi ala-ala cafe hanya dengan beberapa menit saja. Hanya beberapa langkah saja, kemudian terciptalah sebuah Kopi Mahakarya. 

Bikin Kopi Pakai Apps


Sejauh yang saya tahu, baru kali ini saja terdapat satu aplikasi yang membantu kita membuat secangkir kopi kesukaan. Aplikasi ini gratis dan dapat didownlad melalui google playstore dan apple store. Aplikasi ini membantu mengontrol waktu yang dibutuhkan sekaligus menakar seberapa kopi yang akan dihasilkan dengan kapsul yang dimasukan dalam mesin. 

Create Your Own Taste At Home

Saya termasuk orang yang suka wara-wiru untuk ketemu dengan klien, partner kerja,  teman dan menghadiri acara-acara blogger. Sering kali,  jenuh melanda dan membutuhkan minuman sepeti kopi sebagai mood booster. Namun,  lagi-lagi karena padatnya jadwal membuat saya tak sempat mengolah kopi sesuai selera atau kreasi style saya. Kehadiran mesin kopi Dolce Gusto Piccolo menjawab semua kebutuhan saya selama ini.


Percaya atau tidak,  Piccolo itu termasuk mesin kopi yang cool banget, bagaimana tidak,  saya bisa menciptakan rasa kopi sendiri. Mungil dan Ringkas,  mesin kopi ini memungkinkan dibawa kemanapun tanpa repot,  pun jika ditaruh dalam rumah, tidak membutuhkan tempat yang luas karena dimensinya yang kecil.

Cappucino,  itu perpaduan antara esspreso,  steamed milk dan milk forth. Apabila meminumnya, akan terasa foam yang tegas disertai dengan bagian milky dibagian ujungnya. Lidah akan merasakan sensasi kopi sekaligus susu didalamnya. Yup,  begitulah kenapa saya menyukai Cappucino. Disetiap kesempatan apapun Cappucino merupakan pilihan utama. Piccolo menyederhanakan rasa Cappucino dalam sebuah kapsul dan tinggal memasukannya kedalam mesin dan kemudian tercipta minuman dalam gelas sesuai dengan ukuran yang tertera. Rasa kedua setelah Cappucino adalah Chococino. Berbahan dasar cokelat, rutinitas padat yang menyebabkan stress dapat diredam  dengan mengkonsumsi rasa ini. Hanya 19 detik saja di dalam mesin,  segelas Chococino siap disesap dalam sebuah kenikmatan.

Bagaimana cara membuat kopi dalam beberapa menit, simak videonya dibawah ini yak.


Nah, sudah tahu bagaimana kemampuan Mesin Kopi Nescafe Dolce Gusto Piccolo ini kan? Kalau penasaran pengen melihat-lihat seperti apa dan berapa harganya, silahkan cek ke Lazada disini. Oh iya, kenapa membeli online di Lazada? Banyak sekali kemudahan yang didapat dengan membeli online salah tiganya yaitu kemudahan pembayaran,  pengiriman langsung ke rumah dan banyak sekali promo termasuk mebeli mesin kopi Dolce Gusto Piccolo ini. Kini saatnya membuat kopi dengan kreasi sendiri selayaknya seorang Barista di sebuah kedai kopi berpelanggan setia.