Foto yang Bercerita

Beberapa waktu yang lalu ada orang tua murid kursus privat fotografi yang bertanya soal bagaimana mendapatkan foto yang pas untuk sebuah lomba yang akan diikuti oleh anaknya. Pertanyaan ‘Obyeknya apa, ya?’ itu paling susah dijawab kalau berhubungan dengan tema sebuah lomba. Karena untuk membuat sebuah foto, harus ada inisiatif dari pemotretnya. Jadi saya nggak jawab… Read More Foto yang Bercerita

KEPALA BEKAKAK JIMAT JUDI

KEPALA BEKAKAK JIMAT JUDI

Kampung Pekuning/Pakuning (saya dulu menyebutnya Pulo Kuning), terletak di Desa Sukarapih Kecamatan Tambelang Kabupaten Bekasi. Dahulu saat saya kecil desa ini adalah sebuah desa dengan hamparan sawah dan ladang yang subur membentang. Keseharian saya hanya mencari ikan (ngebak) dan memancing saat siang. Sesekali ikut ngobor lindung dengan Lampu Petromax saat malam seusai bubar pengajian mengisi ingatan saya kalau mendengar nama kampung ini disebut.

Suasana malam yang sepi akan berubah menjadi ceria kalau ada keriyaan (keramaian hiburan hajatan), layar tancap bisa menjadi alasan untuk berkumpul bersama teman-teman dan menginap di mana saja, pulang pagi sudah pasti. Setelah hampir 30 tahun, samar-samar hanya beberapa nama yang masih mampu saya ingat.

Soal kenangan masa kecil saya di sana banyak sekali, salah satunya, yang masih sering diceritakan keluarga besar yaitu... Saat Nyak Aji (demikian saya memanggilnya sejak kecil) mengadakan keriyaan besar-besaran sunatan anak bungsunya. Kerabat saudara dari mana-mana datang berkumpul, menginap dan ngobrol sampai larut malam. Saya suka mencuri dengar kalau orang-orang tua sedang berbincang bebas, kisah-kisah apa saja saya dengar termasuk cerita soal bekakak. Entah dari siapa saya mendengar cerita bahwa kepala bekakak ayam adalah jimat menang judi. Saat itu saya sedang suka-sukanya main koplok (dadu koprok), biasanya lapak judi dadu koplok ini di bagian belakang layar tancap.

Dari cerita yang saya dengar tentang jimat judi itulah kehebohan saat sunatan adik sepupu saya ini berawal, saya tahu benar seluk beluk rumah Nyak Aji dan di mana bekakak ayam bakar akan disimpan. Kehebohan terjadi karena ayam bekakak hilang dari pendaringan, saya sebenarnya hanya mengincar kepalanya saja, tapi membayangkan rasa lezat bekakak ayam bakar menggoda saya, akhirnya bekakak tersebut saya ambil seluruhnya dan saya makan di kolong tempat tidur di mana saya biasa menginap. Saya gak sendirian bersama saudara-saudara yang sebaya saya menikmati ayam bakar yang gak bisa setiap hari ditemukan.
Ayam Bekakak
Ayam Bekakak (ilustrasi)
Banyak yang marah kepada saya, tapi ada juga yang mendukung saya, termasuk nenek saya dan Nyak Aji yang merupakan kakak ibu saya ini. Mereka membela saya karena pada dasarnya mereka tidak setuju dengan hal-hal klenik seperti itu. Sebagian hanya bisa memaklumi kenakalan saya sebagai kenakalan anak kecil yang belum tau apa-apa.

Apakah saya menang saat main judi dadu koplok malamnya? Ternyata enggak, malah kepala ayam yang saya simpan di kantong celana dikerubuti semut dan bikin gatal, akhirnya saya buang jimat yang sudah dikerubuti semut itu.

Sehat selalu Nyak Aji.
Alfatiha buat Baba Aji, Uwak, Engkong, Ende dan kerabat yang sudah almarhum.

Episode 10 – Ngobrol Soal Sex Bareng Yori

Tamu episode kali ini adalah Yori dari podcast “Celoteh Yori” yang banyak mengulas soal topik seksologi. Bersama Yori yang juga seorang psikolog dengan spesialisasi seksologi, kita akan sama-sama belajar tentang sebuah tema yang selama ini sering dianggap tabu di masyarakat, padahal banyak hal yang bisa kita pelajari di sini. Dengarkan selengkapnya di sini atau dengan klik player di bawah ini

Setelah ngobrol dengan Yori, gue malah tertarik untuk juga konsultasi sex dengannya mengenai sebuah hal yang sangat penting bagi masa depan. Boleh kalau kalian mau nguping. Setelah dengar episode ini, lanjut aja nguping konsultasi gue dengan Yori di channel podcast kedua gue di Anchor atau dengar lewat player di bawah ini:

 

TENTANG YORI:

Music used in this episode:
Carpe Diem by Kevin MacLeod (incompetech.com)
Licensed under Creative Commons: By Attribution 3.0 License

Tips Dan Strategi Mendapatkan Tiket Pesawat Murah Promo


Bagi seorang traveler, kebanggaan itu bisa tercermin dari seberapa murahkah tiket yang dibeli untuk ke suatu destinasi impian. Sederhana, namun sangat membuat saya bahagia dan menceritakan keseruan berburu tiket walau harus antri ataupun begadang selama beberapa untuk mencari tiket termurah. Teman saya banyak yang mendapatkan tiket murah karena strategi khusus, dan banyak orang sering melupakan langkah-langkah sederhana yang berdampak luar biasa tersebut. Namun, saya menyimpan strategi dan akan saya beberkan kepada semuanya tanpa terkecuali. 

2012, saya mendapatkan tiket murah dengan menggunakan pesawat budget murah. Waktu itu saya ingat betul saya bisa mendapatkan harga sekitar 2 juta dengan tujuan Jepang. Pada saat itu, harga 2 juta rupiah termasuk dalam kategori sedang atau bahkan murah tergantung dari musimnya. Saya memilih musim panas karena masih memiliki matahari yang sama dengan Jakarta. Maklum, saya takut badan saya tidak bisa menerima dinginnya Jepang pada bulan Januari-Maret. 

"Saya kini menyukai musim dingin, dan tidak sedingin yang dibayangkan karena terdapat pakaian khusus."

Statement ini muncul setelah beberapa tahun belakangan ini saya sering bolak-balik Jepang dan Korea Selatan. Dua negara yang memiliki musim dingin yang sangat saya sukai. 


Oh iya, setiap traveling satu hal yang mendapatkan prioritas utama adalah tiket pesawat terbang. Tanpa membeli tiket pesawat, traveling tidak akan terlaksana. Makanya saya sering mengajak sahabat traveling dan membeli tiket pesawat terlebih dahulu sebagai kesungguhan dan komitmen untuk traveling. Urusan hotel, transportasi dan tetek bengeknya bisa dipikirkan setelah mendapatkan tiket tersebut. So, kalau ada teman mengajak traveling namun hanya omongan saja tanpa realisasi, mendingan tinggalin aja teman seperti itu. PHP saja, hehehe.

Lalu bagaimana mendapatkan tiket pesawat murah? Oke, berikut tips dan strategi mendapatkan tiket pesawat murah. 

Pesan Tiket Jauh-Jauh Hari


Sebelum kerajaan api menyerang, Avatar pun harus mempersiapkan diri dengan kekuatan yang dimilikinya. Hahaha, ini gambaran persiapan mencari tiket pesawat murah dengan matang salah satunya adalah memesan jauh-jauh hari sekitar setahun atau paling lambat 3 bulan sebelumnya. Jadi, jika traveling akan dilakukan tahun 2019, usahakan dari tahun ini kamu sudah mengumpulkan uang dan mencari cari tiket melalui online, social media dan travel fair. 

Kenapa harus setahun sebelumnya? Saya penganut paham persiapan adalah yang terpenting dalam sebuah perjalanan terutama membeli tiket pesawat. Rute atau transportasi bisa dipikirkan setelah selesai membeli tiketnya. Selain itu, maskapai akan memberikan harga khusus dan promo pada periode setahun sampai 3 bulan menjelang hari keberangkatan. 

Perhatikan periode perjalanan, juga hari pergi dan pulang Anda


Kombinasi akhir pekan atau libur panjang membuat harga tiket akan melambung, usahakan untuk memilih pertengahan weekdays seperti Senin-Jumat atau  mencoba kombinasi Selasa-Kamis, Rabu-Jumat, Sabtu-Selasa, dan Minggu-Rabu. Maka dari itu, cuti anda akan sangat berharga, berhematlah dan rencanakan dengan sangat matang. Selain hari keberangkatan dan kepulangan, jangan lupa untuk memilih bulan low season seperti September-November dan Februari - April karena pada bulan tersebut harga tiket sangat bersahabat. 

Pelajari Tren Promo Maskapai


Setiap maskapai memiliki periode promo tertentu, salah satunya dengan Travel Fair dan dalam setahun akan ada beberapa promo. Kepolah dengan social media maskapai yang kamu incar. Misalnya Singapore Airlines, salah satu maskapai terbaik di Dunia yang beberapa hari lalu mengadakan travel fair di Gandaria City Mall, Jakarta. Selain travel fair, biasanya Singapore Airlines mengadakan online promo dan periodenya beberapa kali dalam setahun.

Pilih Penerbangan Dengan Rute Transit 


Biasanya rute transit harganya sangat berbeda dengan rute langsung. Harganya lumayan menghemat jika sedang terdapat kebutuhan lain selain tiket pesawat seperti hotel dan transportasi. Bayangkanlah apabila yang bisa dihemat dengan rute tidak langsung ini bisa mencapai angka jutaan, maka hal ini bisa menjadi alternatif jika periode traveling sangat lama dan banyak transit di beberapa kota lainnya. 

Misalnya kota A sangat dengan kota B, kota A adalah kota mahal sedangkan kota sedang dan cenderung murah. Usahakan membeli rute kota B, karena itu pun akan menghemat biaya tiket dan perjalanan secara keseluruhan. 

Jangan Memborong Tiket Pesawat

Jangan membeli tiket pesawat dalam jumlah yang sangat banyak dalam satu transaksi sebab akan mengakibatkan tiket akan lebih mahal meskipun duduk dalam satu barisan. Cara meyiasatinya adalah dengan cara memesan melalui window yang berbeda namun dalam satu aplikasi web.

Pergi Ke BCA SQ Travel Fair 2018



Trust Me It Works, karena di BCA Singapore Airlines Travel Fair ini banyak sekali promo menarik misalnya saja Cash Back, Cicilan 0 % jika menggunakan kartu kredit BCA dan masih banyak promo lain dari masing-masing tour travel. 

Travel Fair ini ibarat seperti oase di padang pasir yang memberikan kesegaran di tengah cuaca yang panas. Saya pasti akan menyempatkan datang ke travel fair seperti ini sambil melihat atau berburu tiket murah yang tersedia. Oh iya, cashback yang ditawarkan cukup mengiurkan yaitu untuk dibawah 5 juta mendapatkan cashback sebesar Rp 700.000 dan untuk transaksi diatas 5 juta mendapatkan cashback sebesar Rp 1.500.000. Untuk maskapai sekelas Singapore Airlines, maka harga tiket ke Jepang sebesar Rp 4 jutaan adalah harga yang lumayan, apalagi service yang diberikan sangat baik. 



Nah, itu dia tips yang bisa saya bagikan untuk pemburu tiket murah. Seiring menggali informasi dari berbagai macam sumber, maka pengetahuan tentang tiket akan sangat bermanfaat untuk menghemat budget traveling. So, kalau ad kebiasaan atau tips dari kamu juga, yuk sharing juga di komentar. 

Episode Anchor: Cover-Coveran Ukulele Lagi..

Sejak sebulan terakhir ini gue mulai punya channel kedua yang isinya cemilan-cemilan podcast pendek. Ini tempat gue bebas bereksperimen menggodok ide-ide podcast baru sekalian juga menyalurkan hobi ngoceh. Waktu terbitnya juga bebas tanpa aturan, kontennya pun semau gue. 😀

So inilah salah satu episode di mana gue kembali mencoba bikin cover lagu dengan ukulele setelah sekian lama berhenti. Kali ini yang jadi “korban perusakan” gue Akad dari Payung Teduh. Bisa didengarkan di browser dengan mengklik link ini, atau download aja aplikasi “Anchor” di sini dan cari ID akun gue: “Rane” atau dengar di player di bawah. Enjoy..

Podcast-podcast pendek gue yang lain ada di http://anchor.fm/suarane.

Disclaimer: Lagu Akad gue cover cuma buat hiburan ya, Daeng Is. Nggak ada maksud komersil kok. Suara gue mana komersil juga haha

Dari Kumpul Komunitas Pecinta Hewan Bekasi Menuju Patriot Fauna

Dari Kumpul Komunitas Pecinta Hewan Bekasi Menuju Patriot Fauna

Perhelatan Anniversary Komunitas Landak Mini (Kolam) Bekasi di Lapangan Alun-alun Kota Bekasi pada Minggu 26 Februari 2018 lalu berlangsung sukses. Acara yang dimeriahkan oleh beberapa komunitas pencinta hewan di Bekasi Raya ini sempat menjadi perhatian warga dan berhasil mengajak warga untuk memberikan donasi kepada warga di Brebes yang terkena bencana banjir dan longsor.

"Alhamdulillah acara berjalan lancar berkat kekompakan dan bantuan dari semua pihak, donasi yang terkumpul sudah kami sampaikan, terima kasih atas kerjasamanya teman-teman semua" ungkap Daffa Khairan (19) selaku Ketua Komunitas Landak Mini (Kolam) Bekasi.

Dari banyaknya komunitas pecinta hewan yang hadir, mungkin ada yang terlewat, antara lain Komunitas Otter Indonesia Reg. Bekasi (KOI), Bekasi Reptile Elite (Barelite), Pecinta Sugar Glider Bekasi (PSGB), Djaringan Musang lover (Djamal), Pasukan Pecinta Musang Area Bekasi, Keluarga Musang Bekasi Utara (KAMUBU), Awan Free Fly, Mamalia Reptile Bekasi (Mr. B), Team Hore, Keep Animal Bekasi (KAB), Sahabat Reptil Bekasi (SRB), Pemelihara Musang dan Kerabat wilayah Bekasi (Panksi), Tarantula Keeper Bekasi (Takesi) dan seterusnya.

"Acaranya lancar, dibuka dengan sambutan-sambutan dan perkenalan dari pengurus serta dari perwakilan masing-masing komunitas yang hadir, lalu dilanjut dengan acara potong tumpeng perayaan HUT Kolam Bekasi" Ungkap Usup Sahroni (38) yang hadir bersama keluarganya dan membawa berbagai koleksi hewan milik Sahabat Reptil Bekasi.
Dari Kumpul Komunitas Pecinta Hewan Bekasi Menuju Patriot Fauna
Sebagian dari para Ketua Komunitas Pecinta Hewan Bekasi
Dengan ditemani hewan-hewan peliharannya, komunitas para pencinta hewan ini berkeliling Alun-alun Kota Bekasi sambil menawarkan warga yang lewat untuk berfoto bersama dengan hewan yang lucu-lucu dan unik. Tidak ada tarif khusus untuk berfoto bersama musang, ular, landak, sugar glider, burung dan lain-lain.

Dana sukarela yang diberikan oleh warga selanjutnya dikumpulkan sebagai penambah sumbangan dari hasil penggalangan dana antar komunitas pecinta hewan ini. Selain penggalangan dana, acara ini juga bertujuan untuk menjadi ajang edukasi bagi para komunitas kepada masyarakat akan hewan-hewan yang menjadi peliharaan mereka.
Patriot Fauna Komunitas Pecinta Hewan Bekasi
Komunitas Pecinta Hewan Bekasi - Patriot Fauna
Selain dari Bekasi, rupanya acara ini juga kedatangan seorang sesepuh pencinta reptil dari Tangerang, Pakde Sukma yang datang untuk mengapresiasi kekompakan komunitas pecinta hewan di Bekasi. Hadir pula para pengurus Saung Musang Depok yang turut berpartisipasi meramaikan acara. Kedatangan mereka disambut baik dan menjadi penyemangat para hadirin yang didominasi anak muda ini untuk lebih banyak berkarya.

Sebagian pengurus komunitas pecinta hewan ini beberapa sudah bersepakat untuk menggagas wadah pemersatu bernama Patriot Fauna dengan harapan agar dapat saling mendukung kegiatan dan memudahkan komunikasi lintas komunitas pecinta hewan baik dari Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi. Beberapa hal positif telah disampaikan oleh para perwakilan komunitas yang hadir dalam kesan dan pesan saat acara penutupan menjadi tugas bersama untuk mewujudkannya.

"Harapannya jika ada wadah yang merupakan gabungan komunitas hewan ini kita bisa bekerjasama untuk melakukan banyak hal ke depannya" ungkap Usup sambil menceritakan kesulitan-kesulitan yang ia alami untuk tetap menghidupkan komunitas reptil yang ia bina.
Dari Kumpul Komunitas Pecinta Hewan Bekasi Menuju Patriot Fauna
Usup Sahroni dan keluarga Komunitas Sahabat Reptil Bekasi
Hal yang sama diamini oleh Daffa, ia berharap agar ada pihak yang dapat merangkul dan membina mereka khususnya dari pemda yang menangani urusan kepemudaan dan pariwisata.
"Kami ingin juga berbuat apa yang kami bisa, saya dan teman-teman pastinya siap berpartisipasi dalam acara-acara yang mempromosikan Bekasi" ungkap Daffa.

Pemuda-pemuda yang sepertinya asik sendiri dengan hobi atau kesenangannya masing-masing ternyata memiliki juga kepedulian kepada sesama dan kepada Bekasi sebagai tempat tinggalnya. Saya sih berharap kepedulian dan kecintaan mereka tidak diabaikan, potensi positif yang mereka gagas mustinya mendapat apresiasi yang layak. Kenapa tidak kita berikan mereka kesempatan untuk berkarya, kesempatan untuk mencintai Bekasi dengan caranya yang positif.

[Narsum: Daffa Kolam & Usup SRB]

Episode 09 – Kepo Buku – Dari Raditya Dika, Murakami ke Buku Kutu

Kita bagi-bagi rekomendasi buku lagi, mulai dari buku terbarunya Raditya Dika sampai buku uniknya Haruki Murakami sampai ke obrolan dengan host Podcast Buku Kutu. Simak juga siapa pemenang buku dari episode Kepo Buku 1 dan 2, serta juga kembali bagi-bagi buku dari sponsor kita, Ksatria Buku!

Peringatan: episode ini rekor banget, 1 jam cuy! Tapi gue bakal kasih penanda di bagian komen di Soundcloud dan juga time code di suarane.org untuk mempermudah loncat-loncat ke bagian tertentu.

Dengarkan di Soundcloud di sini atau lewat player di bawah ini:



Time Code:

Episode ini bakal panjang, sekitar 1 jam. Karena itu untuk mempermudah mendengarkan, berikut time code dari acara tersebut. Silahkan klik time code untuk menuju ke bagian-bagian tertentu (akan membuka windows baru di Soundcloud)

  • 00:00 – Opening bla bla bla 🙂
  • 02:50 – Rekomendasi bukunya Steven (Ubur-ubur Lembur, Raditya Dika)
  • 12:52 – Promo Komunitas Podcast Indonesia. Join yuk!
  • 14:20 – Rekomendasi bukunya Rane (What I Talk When I Talk About Running, Haruki Murakami)
  • 24:02 – Promo sponsor Kepo Buku: KSATRIA BUKU! Cekidot!
  • 25:15 – Obrolan dengan Adit dari Podcast Buku Kutu
  • 54:38 – Inilah pemenang hadiah buku dari Kepo Buku! Selamat
  • 56:14 – Bagi-bagi buku lagi cuy. Ini bukunya
  • 57:21 – Next on Suarane Podcast episode-episode berikutnya

SPONSOR:

Episode Kepo Buku ini disponsori oleh Ksatria Buku (Silahkan lihat koleksi buku mereka di Tokopedia atau Instagram)

Tautan Terkait:

Selamat mendengarkan.

Rane

Parodi Film Dilan 1990 Terlucu


Dilan 1990 menuai prestasi tersendiri di 2018 ini dengan menjadi salah satu film terlaris. Prestasi ini memang sangat membanggakan karena ditengah serbuan film asing, Dilan 1990 mampu membuktikan bahwa film Indonesia pun tak bisa di pandang sebelah mata. 

Berkat kesuksesan filmnya ini, maka banyak bermunculan parody dan meme yang membuat semarak di media sosial baik Youtube maupun Instagram. Namun sebelum berbicara parody-parody terlucu yang layak ditonton, maka ada baiknya kita menyaksikan trailer film yang sudah ditonton lebih dari 10 juta penonton di youtube ini.


Nah ini dia parody-parody terlucu oleh youtuber di Indonesia. 

Kery Astina



Kery Astina adalah youtuber asli Bandung yang dengan kreatif memparodikan trailer Dilan 1990 dengan mix antara Dilan dan Milea dengan peristiwa yang tren sekarang seperti komentator sepakbola dan ngopi-ngopi.

Edho Zell



Edho Zell memang sangat kece dan kretif dengan memparodykan Dilan 1990 versi dari masing-masing penggemarnya. Salah satunya Ngopi apa Ngopi, Moba, Mobile Legend, dan masih banyak lainnya.

Gracecika Marthgareth



Parody satu ini memang agak berbeda dengan pemeran Milea yang berjenis kelamin Laki-laki. Memang alurnya agak terpotong-potong, namun parodinya sangat lucu dan menghibur.

Social Bros Indonesia



Social Bross Indonesia membuat Parody Dilan 1990 menjadi Dolan 1998, beda sekitar 8 tahun dari Dilan hehehe. Parodynya sangat lucu dan menghibur banget, apalagi per scene sangat lucu sekali.

Jani Master



Parody ini merupakan kompilasi dari beberapa parodi yang beredar di social media. Sangat kreatif ya bisa parodiin Dilan 1990.


GORGAR Rungi, Sambal Goreng Garam Kekinian Penyokong Kegiatan Literasi

Kalau Googling "Goreng Garam" maka kita akan banyak temukan tawaran produk Goreng Garam Betawi di berbagai market place dll. Ini berarti secara umum tidak perlu lagi susah-susah memperkenalkan apa itu Goreng Garam yang konon adalah makanan legendaris orang Betawi belah wetan alias Bekasi. Goreng Garem sendiri punya banyak nama, menurut teman di Jakarta namanya "Sambel Terbang", ada juga yang menyebutnya Sambel Siwang alias Terasi Bawang dan lain sebagainya.

Goreng Garam Kekinian Penyokong Kegiatan Literasi

Sabtu tanggal 24 Februari 2018 sore saya berkunjung ke TBM Rumah Pelangi Bekasi (Rungi), salah satu produsen GorGar atau Goreng Garam kemasan yang dipasarkan secara retail sebagai salah satu usaha penunjang kegiatan literasi dan operasional perpustakaan di pelosok Kampung Babakan Kali Bedah Desa Sukamekar Kecamatan Sukawangi Kabupaten Bekasi Jawa Barat ini.

Lauk atau sambal yang berbahan utama bawang merah dan cabai ini saat pembuatannya juga melibatkan terasi, bawang putih, kemiri, garam dan gula untuk rasa Original, sedangkan untuk varian Jengkol dan Teri masing-masing ditambahkan irisan jengkol goreng dan teri goreng pada saat finishing sebagai penguat rasa. GorGar Rungi, atau Goreng Garam Rumah Pelangi saat ini dijual dengan 3 rasa varian, GorGar Rasa Original (bawang pedas), Rasa Jengkol dan Rasa Teri.

Goreng Garam Kekinian Penyokong Kegiatan Literasi

Muhaidin Darma (25), salah satu penggiat Rumah Pelangi bersama teman-temannya yang sedang mengemas GorGar Rungi menjelaskan bahwa GorGar ini adalah makanan yang sudah dikenalnya sejak kecil. Satu-persatu rekan-rekan yang membantunya juga menjelaskan hal yang sama.

"Dulu kalau ibu saya tidak sempat masak sarapan sebelum berangkat sekolah, ia akan membuat GorGar untuk kami sekeluarga, sebagian dibawa bapak ke sawah sebagai bekal makannya" ungkap Jamaludin menerawang. "Itu (GorGar) dicampur saja dengan nasi putih sudah langsung siap dikonsumsi, rasanya seperti makan nasi goreng saja" sambung Jamal menceritakan masa kecilnya dengan ceria.
"Seperti bumbu nasi goreng sachet gitu lah" sambung Jamal.

Goreng Garam Kekinian Penyokong Kegiatan Literasi

GorGar ini masih ada sampai sekarang salah satunya karena penduduk di Desa Sukamekar dan wilayah pertanian lainnya mayoritas adalah petani dan peladang, ada pantangan dalam membawa bekal ke sawah.
"Ada pantangan untuk membawa nasi yang digoreng ke sawah, para orang tua kami tidak berani membawa nasi yang telah digoreng ke sawah sebagai bekal, maka GorGar ini adalah jalan tengahnya karena yang digoreng bukan nasinya tapi bumbunya" Jelas Muhaidin.

Konon jika membawa bekal berupa nasi yang telah digoreng maka hasil sawahnya akan gagal panen karena banyak hal, padi yang kering ataupun hangus terserang wabah dll.

Diceritakannya pula tentang kenangannya dahulu saat kakek neneknya menunaikan ibadah haji yang masih berbulan-bulan perjalanan karena menggunakan kapal laut, GorGar adalah bekal utama masyarakat waktu itu, karena praktis dan awet. Selama disimpan dalam wadah tertutup dan kedap udara, GorGar akan awet berbulan-bulan, tapi kalau dibiarkan terkena angin dalam sehari saja bawang gorengnya jadi melempam, tidak gurih dan lama-lama tengik.

Goreng Garam Kekinian Penyokong Kegiatan Literasi

Dipasarkan dengan harga promo Rp. 15.000 per kemasan 200 gr, GorGar bukan jenis cemilan yang murah meriah bagi anak-anak, kecuali diperkecil kemasan dan disesuaikan dengan daya beli anak-anak. Tapi seperti penuturan teman-teman di Rumah Pelangi Bekasi, usaha GorGar lebih kepada membuat oleh-oleh atau sourvenir kuliner khas lokal yang dapat dikonsumsi dan awet, walaupun dapat langsung dikonsumsi menjadi cemilan, GorGar idealnya adalah lauk nasi, untuk cemilan Tim Usaha Rumah Pelangi sudah menggagas produk camilan lain yang masih dalam tahap perencanaan.

Ke depannya GorGar akan dipasarkan dengan harga normal Rp. 20.000 per bungkus, tapi ada diskon kalau beli 3 bungkus menjadi seharga Rp. 50.000. Untuk 1 bungkusnya bisa untuk porsi 6 kali makan (kalau porsi makan saya sih). Untuk saat ini peminat belum banyak, sehari biasanya produk hanya 20-30 bungkus, produksi akan dimulai kembali kalau stok sudah habis. Produksi GorGar rupanya sangat rentan terhadap harga Cabai, Teri dan Jengkol.... padahal jarang ada orang yang memperhatikan harga komoditas itu :) Soal pemasaran juga masih direct selling dan hanya sedikit promosi melalui Facebook.
"Produksi masih sedikit, masih dipasarkan terbatas sambil mempersiapkan adik-adik Rungi untuk menguasai semua proses hingga penjualannya" tutup Muhaidin sambil mempersilahkan saya mencicipi GorGar Rungi.

Goreng Garam Kekinian Penyokong Kegiatan Literasi

Yang berminat untuk membeli, kerja sama reseller atau dropship dapat langsung menghubungi Tim Usaha TBM Rumah Pelangi Bekasi di WhatsApp 0857 1065 6966 (Muhaidin Darma), atau bisa belanja online di Tokopedia, klik aja DI SINI.

Terima kasih.

-----
Buat yang belum tahu tentang TBM Rumah Pelangi Bekasi sila kunjungi blognya di www.pelangibekasi.com atau Sosmednya: Facebook Rumah Pelangi Bekasi dan Instagram Rumah Pelangi Bekasi.