Episode 14 – Kenapa Prabowo Harus Nonton Ready Player One

Sebuah ulasan “In My Sok Tau Opinion” setelah nonton film READY PLAYER ONE karya Steven Spielberg. Ada empat bagian yang diulas, mulai dari setting film, tokoh-tokoh dan jalan cerita, apa yang menarik dari film ini dan kenapa bawa nama-nama Prabowo hehe..

Ya namanya juga review sok tau. Semoga bisa jadi semacam panduan sebelum nonton film keren ini. Bisa dengar langsung di sini, atau lewat player di bawah ini:

Disclaimer:
Gue nggak dibayar sama Steven Spielberg atau Warner Bros untuk review ini. Emang gue siapa? 😀

Music used in this episode:
– “Android Sock Hop” by Kevin MacLeod (incompetech.com)
Licensed under Creative Commons: By Attribution 3.0 License

– “8-Bit Retro Video Game Sound Effects” by Brand Name Audio.
@brand-name-audio

Dilan dan Milea baik-baik saja, Kamu sudah move on?


Mau saya ramal? Kita akan bertemu di novel ke-4 dan film Dilan yang selanjutnya. 3 novel tentang kisah masa lalu Dilan dan Milea karya Pidi Baiq tidak akan selesai di novel ke-3 yang berjudul "Milea, Suara Dari Dilan". Tetapi mau sampai seri berapapun juga, sepanjang memperlengkap kisah Dilan dan Milea akan tetap asik untuk dibaca, itu ramalan saya. Sambil dengar soundtrack film Dilan pasti lebih asik, bisa download di akhir postingan.

Gak tau deh kalau novel Dilan ke-4 nanti ternyata berisi kisah Dilan dan Cika, atau tentang Bunda (ibunya Dilan), apakah akan tetap gemesin dan berhasil bikin saya gak mau melepas bukunya sampai selesai baca seperti 3 novel itu. Atau bisa saja testimoni dan cerita dari tokoh-tokoh lain seperti Piyan, Wati, Susi, Rani bahkan Anhar kalau masih mau mempertajam buku Dilan, Dia Adalah Dilanku Tahun 1990 dan Tahun 1991.
Download Novel Dilan Milea
Pinjeman Novel Dilan dari Allan

Kenapa Dilan dan Milea harus putus?

Yah memang begitu, novel fiksi tanpa konflik bakalan kayak kasus rendang crispy, rasanya mungkin akan renyah dan garing sesuai selera, tapi yah bukan rendang namanya, mungkin dendeng atau fried chicken.

Kalau Dilan dan Milea gak putus, nanti Mas Herdi dan Cika bagaimana munculnya dalam cerita? Jangan-jangan Mas Herdi yang memegang tangan Cika di warung bakso sebelum kisah kerupuk dibagi dua? Gak seru atuh.

Memang sangat disayangkan kisah romantis Dilan dan Milea ini putus di tangan Pidi Baiq sang penulisnya. Padahal kan bisa saja dibuat balikan setelah dimediasi oleh Bunda di Dago Thee Huis atau Dago Tea House. Tapi, yah begitulah kisahnya, kalau mau protes yah jangan sama saya :)
"Aku tidak suka dikekang...., Tapi kalau yang mengekang Milea aku mau". Jelas itu bukan Dilan yang bilang, tapi bisot, lalu judul novelnya berubah menjadi Bisot dan Milea.... Gak yakin akan nge-hits seperti novel Dilan aslinya sih. :D

Dalam postingan blognya tertanggal 16 Juli 2015, Pidi Baiq (atau setidaknya menurut anggapan saya) memberi kode akan terbitnya buku ke-3 dengan postingan berikut:

download Novel Dilan Milea Suara dari Dilan
Milea: Suara Dilan
“Banyak Pembaca minta Dilan bicara”, kataku tiba-tiba membelokkan pokok bahasan.
“Bicara gimana?”
“Ya bicara. Menjelaskan, terutama menyangkut buku Dilan kedua. Bagaimana menurut sudut pandangnya tentang peristiwa yang dia alami terutama di bab-bab terakhir”
Milea diam, dengan sikap bagai orang berfikir. Kulihat kedua alisnya dia naikkan ke atas. 
“Aku terlalu ngontrol Dilan ya di buku kedua?”, katanya dengan wajah sedikit agak murung
“Kan sebelum diterbitkan, udah konfirmasi dulu, terus kamu setuju, ya udah”, kataku.
Dia ketawa, semua juga ketawa.
“Dilan nanti mau bicara apa?”, tanya dia dengan wajah sedikit agak cemas
“Kan dia juga berhak bicara”, kataku dan kemudian minum
“Sebelum terbit, aku baca dulu dong?”. Dia memohon dengan senyum
“Oke” ....

Buat yang belum membaca buku ke-3 yang berjudul "Milea: Suara dari Dilan", sepertinya akan kurang lengkap untuk memahami latar belakang putusnya Dilan dan Milea. Jadi kalau buku Dilan 1 dan 2 itu diceritakan dengan menggunakan sudut pandang Milea secara dominan maka di buku ke-3 inilah pembaca akan diajak menyelami kisah-kisah yang ada di buku 1 & 2 dalam sudut pandang atau perspektif Dilan. Dalam buku ke-3 "Milea, Suara Dari Dilan" inilah putusnya Dilan dan Milea juga dikaji oleh Remi Moore pada bagian akhir.

Sangat gamblang dijelaskan mengapa Dilan dan Milea putus, penyebabnya yah kolaborasi dari Dilan dan Milea sendiri. Jadi tokoh Remi Moore ini tokoh penting, selain telah menginspirasi modus ramalan yang dipakai Dilan saat PDKT, juga berjasa telah menjelaskan mengapa Dilan dan Milea putus dari sudut pandang androgini (maskulin dan feminim secara bersamaan) bahwa sudah kodratnya cowok gengsian dan cewek maluan dan hanya menunggu. Ya gitu deh... setidaknya Remi Moore sudah berperan baik meramu dua perspektif, yang mempertemukan sudut pandang feminim (Milea) dan maskulin (Dilan). *sotoy banget dah gue*

download novel dilan milea
Saya akui bahwa 3 novel dan 1 film yang sebenarnya untuk remaja ini cukup menarik, isinya cukup lengkap, mulai dari PDKT, bertengkar, hubungan dengan teman dan keluarga, putus cinta sampai bertemu lagi saat sudah memiliki pasangan baru. Pembaca bisa mengembangkan berbagai sikap yang sudah dicontohkan dalam skenario dalam film ataupun novel Dilan dan Milea ini.

Bahwa putus cinta itu gak serta merta berujung musuhan yang hanya saling menyiksa. Masing-masing antara Dilan dan Milea menempatkan kenangan itu sebagai aliran kisah hidup yang mengantar mereka pada kisah hari ini (begitu kata Bunda).
download novel Dilan Milea
Kamu sudah minta restu orang tua mau PDKT? Kalah sama Dilan dong :)

Lalu siapakah Cika? 

Dari Twitter Pidi Baiq ini saya kutipkan beberapa twit yang katanya komentar Cika atas kisah masa lalu Dilan dan Milea. Kalau buat saya ini semacam kode yang mungkin akan menjadi novel kelanjutan serial Dilan:
"Saya tidak ingin menjadikan kisah mereka sebagai tolok ukur untuk mengukur hubungan saya dengan Dilan. Saya menyukai kehidupan saya sekarang, dan insya Allah bisa toleran dengan semua kisah masa lalu mereka. Memang tidak banyak yang berhasil untuk lolos dari merasa cemburu, tapi saya tidak tertarik untuk terlibat di dalam persaingan macam itu. Hubungan saya dengan Dilan tidak harus menjadi pertempuran untuk melihat siapa, di antara saya dengan dia, yang memiliki pengalaman terbaik. Mudah-mudahan ini bisa menjadi contoh bagus bagaimana menghadapi masa lalu orang lain" Ancika Mehrunisa Rabu.

Saya sendiri lebih berharap buku serial Dilan ke-4 ini tentang Bunda. Dari semua tokoh dalam novel ini saya kagum sama tokoh Bunda. Sebagai seorang istri tentara, kepala sekolah/guru, sosok Bunda ini sangat mengayomi.

Adegan Bunda saat membela Milea di kantin sewaktu didatangi ibunya Anhar, dan saat bersama dengan Milea menjemput Dilan di rumah Burhan cukup menggambarkan ibu seperti apakah Bunda ini. Sangat logis. Sosok Ibu seperti ini umumnya didapati pada orang tua tunggal, ia bertindak sebagai ibu juga sebagai ayah. Dapat dimaklumi, karena ayah Dilan yang tentara tentunya lebih banyak berada di markasnya di Karawang daripada di Bandung.

Intinya, saya masih berharap ada lanjutan dari seri novel Dilan ini, berharap saja sesegera mungkin terbit :) Terlepas ini kisah nyata, fiksi atau campur-campur, saya merasa terhibur, banyak mengambil manfaat dan novel ini adalah bacaan yang rekomended buat remaja kalau kamu mencari bacaan yang tidak terlalu berat dan menghibur.

Oh iya, ini twit kode buku tentang Bunda juga bisa jadi akan terbit :) Amiin.


Untuk yang mau Download Album The Panasdalam Bank - Voor Dilan (EP) klik di sini aja yah.
Isi lagunya ada 5 lagu yang menjadi soundtrack film Dilan, yaitu: 1. Kamulah Mauku, 2. Dulu Kita Masih Remaja, 3. Kaulah Ahlinya Bagiku, 4. Di Mana Kamu dan 5. Kemudian Ini.


Bikin Usaha Lebih Mudah Dengan Chatbot


Tahu ngga sih kalau salah satu tugas terberat dalam membuat usaha baru adalah membuat garda terdepan seperti customer service yang selalu ready 24 jam sehari. Dan, bayangkan betapa mahalnya biaya yang harus dikeluarkan oleh pebisnis pemula bahkan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang tidak memiliki modal begitu besar. Bagi blogger atau sehari-hari yang memiliki aktivitas di dunia maya pasti juga ingin berinteraksi dengan pembacanya setiap waktu. 

Bayangkan jika kita dituntut untuk stand by selama 24 jam tanpa jeda dalam rentan waktu yang cukup lama. Bayangkan jika kita dituntut untuk selalu berinteraksi dengan klien, customer, pembaca dan lainnya dalam waktu 24 jam sehari. Begitu banyak usaha dan waktu yang terbuang sia-sia untuk menangani semuanya. Lalu adakah solusi yang tepat untuk menghemat waktu, uang, tenaga dan pikiran sehingga lebih efisien dan mudah. 


Saya berpikir keras apa itu BJTech? Beberapa waktu lalu saya pernah mendengar BJ adalah singkatan dari Bang Joni yang merupakan aplikasi chat dengan segala kemudahan dan dapat memesan apapun termasuk tiket pesawat untuk traveling. Nah, kalau BJTech, saya belum memiliki pemahaman yang jauh. 

Oh iya, ternyata BJTech adalah teknologi Chatbot. What is Chatbot? Sebetulnya chatbot ini merupakan teknologi yang memudahkan kita memprogram seluruh percakapan atau chat dengan jawaban yang kita kehendaki. Jadi, pertanyaan umum yang ditanyakan melalui messenger dapat dijawab secara otomatis dengan Bot.


Tentu saja hal ini sangat membantu seluruh pebisnis dan UKM yang sangat sibuk dan tidak sempat mengatur seluruh percakapan di messenger termasuk Line. Line adalah salah satu messenger yang sangat support terhadap chatbot. Pertumbuhan atau perkembangan Line bisnis sangat pesat sehingga sangat efektif dan membantu efisiensi dalam messenger.

Selain itu perkembangan UKM yang sangat pesat membuat Chatbot diminati seluruh UKM. Lalu bagaimana dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk mengatur chatbot di BJTech? Jawabannya sangat ringan karena sampai saat ini masih gratis. Sedangkan dalam beberapa bulan akan dikenakan biaya.


So, tunggu apalagi, sudah saatnya menggunakan BJTech untuk keperluan bisnis keil yang sedang dirintis. Informasi lebih lanjut bisa akses website resmi BJTech di www.bjtech.io .

Yuk kita bikin usaha dengan teknologi terbaru seperti BJTech. Sukses ya bisnis barunya.  

Episode 13 – Kepo Buku – Dari Chicago-Chicago, Eni Arrow, Fiksi Mini sampai Novelnya Prabowo

Cuy, lagi baca buku apa?” Inilah pertanyaan penting yang selalu diajukan di setiap segmen Kepo Buku yang selalu berusaha mencari rekomendasi buku bacaan. Kali ini kita akan kepoin empat buku. Diawali dari buku kumpulan tulisan seorang romo Jesuit Indonesia yang sedang belajar di Amerika. Selanjutnya diulas pula fenomena novel hits tahun 80-90an karya Eni Sukaesih alias Eni Arrow. Buku ketiga konsepnya cukup menarik, yakni kumpulan fiksi mini karya seorang penulis Amerika latin. Dan ditutup dengan novel yang belakangan ngetop setelah disebut oleh Jendral Prabowo! Daftar buku selengkapnya ada di bawah.

Silahkan dengarkan di sini atau langsung lewat player di bawah ini:

Buku Yang Dibahas di Episode Ini:

  • Chicago-chicago: Cinta, Politik dan Kemanusiaan di Negeri Paman Sam – Bhaskara T Wardaya
  • Novel-novel Eni Arrow 😀
  • Pemburu Aksara: Serpihan Fiksi Mini – Ana Maria Shua (terjemahan oleh Ronny Agustinus)
  • Ghost Fleet: A Novel of The Next World War – PW Singer & August Cole

 

Musik:

Music used in this episode:
Life of Riley by Kevin MacLeod (incompetech.com)
Licensed under Creative Commons: By Attribution 3.0 License

Alam Untuk Air


Tahukah bahwa krisis air akan terjadi jika alam yang kita tinggali sudah tidak mampu lagi memproduksi air bersih dalam jumlah yang banyak? Tahukah bahwa sebetulnya air siap minum hanya sebesar 1 persen dari jumlah air di Bumi? Tahukah bahwa sebetulnya kita pun dapat mandiri tanpa PDAM atau perusahaan penyuplai air? Seluruh pertanyaan ini sebetulnya harus dijawab oleh kita semuanya, bukan hanya beberapa pihak saja.Kalau saya ditanya dengan pertanyaan yang sama, tentu saja saya akan tergagap menjawabnya. Bahkan jika ditanyakan orang lain, baik yang memiliki ilmu ataupun kurang memiliki ilmu. 

Perjalanan menuju ke Sukabumi ditempuh sekitar 2,5 jam. Sesuai dengan jadwal yang direncanakan, karena banyak sekali agenda termasuk mengunjungi beberapa contoh yang dilakukan oleh AQUA-Danone di sekitar pabrik di Sukabumi.


Tadinya saya tidak mengetahui secara jelas apa yang akan kami lakukan dalam rangka hari air sedunia tanggal 22 Maret ini, namun dengan penjelasan yang dilakukan oleh Pak Arif Mujahidin, Corporate Communication Director Danone Indonesia, saya cukup mengerti. Beliau menjelaskan tema yang akan diangkat dan pelaksanaannya di sekitar pabrik AQUA - Danone.

Sedangkan Pak Karyanto mengedepankan pengetahuan tentang analisis air dan tanah serta strategi perencanaan konservasi air yang efektif bagi masyarakat dan perusahaan. Selain itu, pemahaman bahwa air yang dikonsumsi manusia hanyalah berjumlah 1 persen dari total air di bumi ini juga menyadarkan kita bahwa sebaiknya mulai sekarang hematlah dalam menggunakan air. Bukan dari kesadaran orang lain terlebih dahulu kemudian memberitahu kita, namun kesadaran diri sendiri betapa berharganya air dan berusaha menghemat air.

Hari air sedunia itu mengingatkan kita untuk senantiasa mencari solusi atas masalah kelangkaan air dan kebutuhan air bersih. Alam yang baik akan menghasilkan kebaikan untuk kita terutama air. Percaya atau tidak, alam untuk air bukanlah slogan semata, namun sangat dalam dan mampu menjawab tantangan ketersediaan dan pelestarian air di masa mendatang.

Pak Karyanto menyebutkan setidaknya ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh kita semuanya untuk konservasi atau pelestarian air. Danone-AQUA menjadikan Sukabumi sebagai percontohan konservasi air untuk daerah lain. Hal tersebut adalah :


1.  Penanaman 580.000 pohon yang tersebar di delapan desa di Sukabumi.
2.  Pembuatan kolam resapan air (Water Pond) dimana limpasan air dari kolam tersebut dimasukan ke dalam tanah melalui lubang resapan yang ada di sekitar area kolam.
3. Pembangunan Pemanen Air Hujan (PAH) dengan memanfaatkan air hujan untuk kebutuhan pemenuhan air bersih di mushola, madrasah, sekolah, atau rumah warga yang tersebar di Desa Pesawahan, Desa Tenjolaya dan Desa Cisaat.
4.  Pembuatan DAM Resapan Air yang berguna untuk menjaga memasukan air ke dalam tanah.
5.  Pembuatan 40 buah sumur resapan dengan kapasitas resapan sebesar 2.200 m3 untuk setiap sumur resapan yang tersebar di tiga desa yaitu Desa Pesawahan, Desa Tenjolaya dan Desa Cisaat. Tujuan dari sumur resapan ini agar dapat bermanfaat untuk mengimbuh sumur masyarakat dan mengurangi genangan atau banjir serta membantu menyuburkan tanah.


 
Sebagai individu, saya sangat salut dengan upaya Danone - AQUA dan masyarakat Sukabumi yang mampu memberikan inspirasi kepada kita semuanya bahwa dengan hal-hal sederhana yang dilakukan seperti membuat sumur resapan, lubang biopori, water pond dan lainnya membantu kita melestarikan air. Bahkan air hujan yang di tampung tersebut dapat digunakan oleh satu keluarga selama setahun bahkan lebih sehingga kita tidak akan tergantung kepada PDAM atau penyedia air.

So, selanjutnya tugas kita sendirilah yang harus melestarikan air dengan cara sederhana. Apakah sumur resapan atau water pond dapat diterapkan di rumah padat penduduk? Jawabannya adalah bisa, bahkan lubang yang dibutuhkan tidak lebih dari 1-2 meter dengan kedalaman 2 meter. Kalau belum mampu membuat sumur resapan, apa yang dilakukan? Setidaknya kita berusaha menghemat air yang ada di rumah dengan cara kita sendiri.



Kalau bukan kita maka siapa lagi dan kalau bukan sekarang kapan lagi? Sudah saatnya sadar melestarikan dan menjaga sumber air yang ada di alam dengan cara kita sendiri. Demikian oleh-oleh dari Sukabumi yang bisa saya bagikan. Sampai jumpa di cerita selanjutnya.
  


Waktu Yang Berhenti Di Pulau Pisang, Lampung


"Ija Mit Pulau Pisang", seolah-olah saya bisa mendengar kata-kata ini keluar dari laut yang terbelah oleh kapal berpenumpang sekitar 10 orang ini. Ija Mit berarti selamat datang. Tujuan kami berlima adalah Pulau Pisang. Sebuah pulau yang berada di pesisir barat provinsi Lampung. Tak sadar badan kami agak sedikit basah karena kapal sedikit menghantam ombak. Begitulah petualangan seru 2 hari ini dimulai. Petualangan menjelajah pulau yang sangat terbatas listriknya. 

Mba Donna (ayopelesiran.com), pernah bercerita sebelum berangkat dari Jakarta, bahwa saya harus mempersiapkan bekal yang cukup karena listrik di pulau ini sangat terbatas. Penduduknya mengandalkan jenset yang mulai dinyalakan dari jam 18.00 - 23.00. Maka dari itu diperlukan powerbank yang cukup banyak dayanya. Oh iya, saya teringat dengan pricebook.co.id, sebuah website yang dapat membandingkan seluruh harga barang dari seluruh situs dan toko di seluruh indonesia. Saya pun mencari informasi tentang powerbank tersebut dari website ini. 

Saya mempunyai tips tentang benda/barang apa saja yang harus dibawa dalam berlibur di Pulau Pisang ini. Yuk kita intip apa saja yang perlu di bawa. 

Power Bank 

Listrik di Pulau Pisang akan padam kala pagi sampai sore, sehingga waktu yang tepat untuk men-charge seluruh gadget adalah pada waktu setelah maghrib hingga tengah malam. Salah satu barang yang harus dibawa adalah Power Bank dengan daya melebihi 10.000 mAH dan dapat digunakan untuk gadget maupun benda lain seperti kipas angin, hair dryer dan laptop. Power Bank Vivan MF 20 adalah jawabannya. Power bank ini memiliki daya 20.800 mAH dan dapat digunakan untuk men-charge apapun melalui saklar yang tersedia. 

Batere Cadangan  

Jangan melupakan batere cadangan terutama kameramu. Sayang sekali kalau momen yang indah di pulau pisang tidak dapat diabadikan dalam kameramu. Bawalah minimal 1 batere cadangan yang sudah dicharge dari rumah atau sebelum mencapai pulau pisang. 


Dry Bag

Kameramu basah karena terkena ombak pada saat menyeberang dari Pelabuhan Krui menuju ke Pulau Pisang. Atau pada saat jalan-jalan menyusuri pantai lalu kameramu jatuh dan tersapu ombak. Hal ini akan mengundang malapetaka baru, so jangan lupa ya untuk membawa dry bag yang terbaik yang kamu miliki. 

Tongsis Atau Tripod

Dua barang ini pastinya akan mempermudah kita dalam mengambil gambar, apalagi jika travelingnya seorang diri. Tongsis dan tripod sebetulnya tergantung dari selera masing-masing, jadi sangat disarankan agar membawa yang tidak merepotkan dan ringkas. 

Setelah semuanya dibawa, marilah kita mulai petualangan yang sangat seru di Pulau Pisang. Bagi saya, berada di pulau ini sepertinya waktu itu terhenti dan dunia tak berputar. Keindahannya membuat saya betah berlama-lama dan menikmati suasana pantai dengan berbagai aktivitasnya. 

Perjalanan Menuju Pulau Pisang 


Sebelum ke Pulau Pisang, saya lebih dahulu menjelajah destinasi lain yang satu arah. Salah satu yang menarik adalah Kampung warna warni Peninjauan dan Pulau pasaran. Kampung Warna-Warni Peninjauan, Teluk Betung Barat, Lampung, merupakan salah satu kampung warna-warni di Indonesia. Meskipun tak sepadat Malang, Yogya ataupun Semarang, Kampung ini sangat menarik karena aktivitas warganya sebagai penghasil kolang-kaling. Jangan salah, kolang-kalingnya sangat tersohor sampai ke berbagai daerah lain di Indonesia.

Saat menginjakan kaki di Pulau Pasaran, saya terkesima dengan hutan bakau yang masih tumbuh subur. Jalanan menuju ke pulau disambung dengan jembatan seluas satu mobil. Panjangnya kira-kira ratusan meter saja tidak sampai 1 kilo. Yang menarik adalah aktivitas melaut, menangkap ikan dan menjemur ikan jadi sesuatu yang unik. Saya cukup menikmati karena di Jakarta, jarang sekali melihat kegiatan seperti ini.


Tiga bocah kecil mengikuti saya dan rombongan, mulanya kami hanya menyapanya saja, namun lama-kelamaan mereka beralih menjadi model ala-ala, bak supermodel. Bahkan saya menyebutnya sebagai iklan layanan masyarakat mengenai pentingnya mengkonsumsi ikan seperti Ibu Pudji, Menteri Perikanan.

Perjalanan menuju ke Pulau Pisang dapat ditempuh dengan jalur Krui, kita bisa melewati jalur lintas barat Sumatera yaitu, Bandar Lampung-Kemiling-Gedong Tataan-Gading-Pringsewu-Talang Padang-Gisting-Kotaagung-Hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan-Bengkunat-Krui-Dermaga Tembakak. Jika menggunakan transportasi publik, bisa naik bus dari Terminal Rajabasa, Bandar Lampung dan langsung menuju ke Krui. Atau bisa menggunakan Travel dari Bandar Lampung menuju ke Krui.

Setelah di Dermaga Tembakak, kemudian menggunakan kapal penyebrangan dengan harga sekitar 25-35 ribu per orang dan jam keberangkatan antara jam 7 pagi hingga jam 2 siang, selebihnya akan membayar sangat mahal tergantung kesepakatan. Atau jika ingin menyewa kapal sekitar 250.000-300.000 tergantung dari kesepakatan.

Waktu Yang Berhenti di Pulau Pisang


Ombak beradu dengan kecepatan kapal yang cukup kencang. Saya dan rombongan pun duduk terdiam menikmati langit yang cukup terik. Tak berapa lama, setelah menempuh perjalanan kurang dari satu jam, kapal kami bersandar di pantai pasir putih. "Ija Mit", lagi-lagi saya seperti mendengar pulau ini menyambut saya. Senyum menghias wajah-wajah yang terlihat letih karena perjalanan yang cukup panjang.

Kami beristirahat di Homestay yang cukup dekat dengan bibir pantai. Kami di sambut oleh Anjing yang di pelihara pemilik Homestay. Ekornya terkibas-kibas, tandanya anjing ini menyukai kami. Dan, memang betul selama kami bermain di pantai, anjing ini selalu berada di sekitar kami bersama anjing kecil, anaknya.

Setelah makan siang, saya tertidur sangat pulas. Bahkan, ombak pantai yang menderu-deru dan mengajak untuk bermain saya abaikan beberapa saat. Dan, mata terbuka ketika matahari mulai tenggelam di arah barat. Tangan ini kemudian bergegas mengenggam kamera pocket yang terbaru. Dan, sore itu memang tidak menampakan keindahan karena matahari masih malu-malu di balik awan.

Malam hari ketika jenset dinyalakan, kami semuanya memasang charger dan mengecharge seluruh gadget termasuk Power Bank yang memang kami butuhkan saat keesokan harinya.


Keesokan hari, kami berencana untuk naik ke menara untuk melihat keindahan yang luar biasa dari puncak tertinggi di pulau pisang. Saya pun tak mengira bisa naik sampai ke tangga ketiga, karena puncaknya sangat licin dan hanya terdapat tangga tanda adanya penyangga. Namun saya tetap bisa menikmati pulau lain tanpa harus naik sampai yang paling puncak.


Dan, swafoto pun dilakukan sebelum meninggalkan ketinggian diatas menara. Bolehlah berbangga karena bisa naik dan mengabadikannya sebagai oleh-oleh bagi orang yang memiliki badan sebesar saya. Hikmahnya, bukan badan atau fisik yang membuat kita tidak bisa, namun karena niat atau tekad yang kuat pun bisa menyingkirkan keterbatasan fisik yang kita miliki.

Sebelum kami kembali ke Homestay, kami menyempatkan diri mampir di Sekolah Dasar yang dibangun sejak zaman penjajahan Belanda, selain itu juga kami sempatkan berkeliling lagi ke pantai yang luar biasa indah. Perjalanan lain pun menanti, saatnya kami berkemas dan menuju ke kemabli ke Dermaga.

Stay Or Resign? #WaktunyaMoveOnSob


Stay or Resign? Bagai dua muka koin, jika dilempar maka salah satunya akan muncul. Bisa gambar atau tulisan nominal yang akan keluar dengan perbandingan yang setara 50 : 50. Kitalah yang harus memutuskan dengan matang dan tanpa ada penyesalan nantinya. Yes, karena kita harus bergerak maju atau move on, bukan sebaliknya. 

Kehidupan saya ketika bekerja di salah satu kantor swasta di Jakarta cukup seimbang antara yin dan yang. Banyak sekali pengalaman pertama yang saya dapati selama kurang lebih hampir 8 tahun, mulai dari pertama kali naik pesawat, pertama kali ke luar negeri sendiri, pertama kali meeting dengan orang luar dan masih banyak hal pertama yang saya lakukan. Disamping itu, dari sisi akademik atau pengetahuan pekerjaan, saya pun mendapatkan input yang cukup banyak, terutama dari atasan langsung. 

Dari tahun pertama sampai tahun kelima, semuanya mulus tanpa adanya hambatan. Begitu masuk tahun keenam, saya dilanda kebimbangan, antara tetap di kantor tersebut atau resign. Dua tahun kemudian, saya mengerucut dan memutuskan untuk resign


Sebelum resign, saya sempat memikirkan beberapa hal yang pernah saya dapatkan dari pekerjaan ini. Diantaranya, teman seperjuangan di kantor, kesempatan keluar kota bahkan keluar negeri, relasi dan klien, gaji, jenjang karir dan outing serta masih banyak lainnya. 

Teman Seperjuangan 

Apa yang membuat saya bertahan cukup lama di kantor tersebut? Jawaban utama adalah teman seperjuangan. Kebayang kan betapa merana dan menderitanya selama di kantor jika tidak memiliki gang yang senantiasa memback-up baik pekerjaan maupun semua hal tentang kita. Menemani dari pagi saat datang sampai pagi dini hari untuk menyelesaikan laporan yang harus diserahkan besok pagi ya. Ya, thank for being my supportive friends for along time.


Traveling and Backpacking

Hal yang menyenangkan adalah hobi yang dibayar. Saya sempat merasakan betapa enaknya melakukan perjalanan dalam rangka pekerjaan. Saya selalu senang melakukan perjalanan ke tempat-tempat yang belum saya kunjungi terutama Indonesia bagian timur seperti Raja Ampat dan Makasar. Selain karena pekerjaan, saya juga menyempatkan traveling sendiri atau backpacking. Tujuan pertama saya adalah Singapura, satu tahun kemudian saya memberanikan diri ke Jepang. Dengan berbekal nekat namun ternyata tak sengeri yang dibayangkan.


Kantor dan pekerjaan seketika itu hilang ketika saya traveling ke tempat yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya. Balance life, keseimbangan hidup yang dibutuhkan ketika kerja keras yang telah dilakukan maka diri sendiri membutuhkan sebuah penghargaan. Saya memilih traveling sebagai reward dari apa yang saya lakukan sebelumnya. Trust me, its works.

Klien, Gaji dan Outing Kantor


Apa yang membuat saya betah di kantor? Salah satunya adalah Gaji dan Outing. Kenapa kedua hal tersebut? Karena lagi-lagi saya memang saya sangat menyukai traveling kemanapun, dan outinglah yang dapat memenuhi passion saya ini selain tugas kantor keluar kota. Gaji? Yes, pasti akan menjadi pertimbangan yang sangat mendetail dalam memutuskan.

Klien juga memegang peranan penting. Apalagi saya setiap hari harus berhubungan dengan klien yang memiliki tingkah berbeda-beda mulai dari yang pengertian sampai yang tidak mau tahu.

Jenjang Karir


Saya memiliki banyak keinginan terutama jenjang karir di kantor. Jika jenjang karir tidak sesuai dengan yang diinginkan, maka saya pun berpikiran untuk tetap berada di kantor atau resign.

Bagaimanapun, stay or resign adalah keputusan yang diambil melalui pemikiran panjang. Bukan hanya sekedar karena salah satu hal sepele saja. Pada akhirnya, setelah memutuskan untuk resign, hal yang selanjutnya adalah melanjutkan hidup dengan pilihan yang baru. Its time to move on, waktunya untuk move on ya Sob.

Mengejar Passion

Waktu yang dibutuhkan untuk resign itu cukup lama. Saya harus memikirkan karir saya kedepan bagaimana? Bagaimana menyambung hidup? Bagaimana memulai pekerjaan atau hal baru? Itulah yang membuat saya berpikir cukup lama, sekitar 2 tahun sebelum memutuskan untuk resign. Cukup berat namun harus saya putuskan segera.

Setelah saya resign, berita dari rumah membuat saya cukup kaget. Mamah jatuh sakit dan harus dirawat dengan durasi cukup lama. Kini saya tahu kenapa saya harus resign? Karena jika saya masih berada di kantor maka, untuk menjaga atau merawat Mamah saya di rumah sakit pun saya harus cuti yang cukup lama dan akan sangat menganggu pekerjaan dan segalanya. Inilah hikmah dibalik saya memutuskan resign. Dan, beberapa bulan kemudian, Mamah saya meninggal dunia.



Sekali lagi saya harus move on, dan menyongsong sesuatu hal yang selama ini jadi Passion. Banyak yang bertanya, apakah saya akan bertahan jika bekerja atau memilih pekerjaan sesuai passion ? Saya hanya menjalankan sesuai dengan hati dan tentunya dengan bekerja keras. What is you passion? Passion saya adalah traveling dan menulis. Dengan keahlian pada waktu di kantor, saya pun menjalankan bisnis dengan teman, namun paruh waktu. Jadi, saya bisa traveling sambil menulis di blog serta mengerjakan project yang diberikan kepada saya.

Dahulu saya tidak pernah membayangkan bahwa bekerja sesuai passion dan dibayar itu akan sangat menyenangkan hati, bukan karena materi namun dengan traveling dan ngeblog, saya pun bertemu banyak orang setiap harinya sehingga saya memiliki teman-teman di setiap daerah yang saya kunjungi. Setiap bertemu orang, saya memiliki peluang untuk mengenalkan saya sebagai saya bukan institusi seperti yang saya lakukan sebelumnya di kantor. Dahulu belajar secara teknis, sekarang saya belajar untuk lebih profesional secara individu, karena saya bekerja dengan diri sendiri yang jadi bosnya. Mulanya sangat berat namun perlahan, saya mulai terbiasa dan merasakan keuntungannya.


Mengapa harus menulis blog? With traveling, I learn something. With writing, I share something. Ketika saya ke Jepang pertama kalinya, saya pun berjanji pada diri sendiri untuk kembali. Dan, ternyata saya pun dapat kembali 5 tahun kemudian. Dan, ternyata keberuntungan pun saya alami, yaitu saya bisa melihat sakura pada saat Tokyo sedang dilanda musim dingin. Saya menyebutnya Sakura Musim Dingin. Dengan, menulis di blog, rasanya saya telah membagikan seluruh informasi dan pelajaran yang berharga yang saya temui untuk orang lain baca dan terinspirasi. Bisa jadi, pembaca saya pun memiliki kegelisahan yang sama dengan saya sehingga melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Dengan, blog saya memiliki banyak kesempatan, selain uang sebagai penyambung hidup.

Ketika ingin menjadi seorang traveler sekaligus blogger, apa yang harus saya siapkan? Saya sebetulnya telah ngeblog dari tahun 2007, namun kala itu hanya sebagai hobi saja belum di jadikan ladang penghasilan seperti sekarang. Hal-hal yang harus dilakukan adalah menulis secara rutin, traveling, memiliki blog dengan domain dan hosting, memiliki social media, personal branding, komunitas dan lainnya.

Belum layak disebut sebagai blogger kalau tulisan yang dihasilkan dalam setahun bisa dihitung dengan jari. Mulailah menulis dengan rutin minimal 2 tulisan setiap bulan kemudian ditambah secara perlahan. Kemudian, jangan lupa untuk traveling dan mencari suasana serta pelajaran baru di luar sana. Kenapa harus traveling? Menurut saya traveling membuat seseorang menjadi lebih menghargai orang lain.

Social media dan personal branding adalah dua hal yang menjadi satu kesatuan. Instagram dan twitter bisa menjadi wadah untuk mengenalkan personal kita kepada orang lain. Apa label yang ingin orang kenal dari kita? Rajinlah posting sesuai dengan passion dan hobi kita. Jangan menjadi orang lain dengan gaya hidup, jadilah diri sendiri yang dapat menginspirasi. Dan, Komunitas adalah wadah seseorang untuk bersosialisasi dan belajar banyak hal. Manfaatkan sebaik-baiknya komunitas yang ada di dunia blogging dan traveling sehingga semakin berkembang.

Lalu bagaimana caranya memilih Domain dan Hosting untuk Blog? Nah ini dia tips memilihnya.

Memilih Domain dan Hosting Blog 


Memilih Domain itu seperti memilih nama untuk anak. Percaya atau tidak, jika domain diberikan nama yang cenderung negatif, niscaya orang akan enggan membuka blog kita. Apabila domain diberikan nama sesuai dengan ciri khas dan personaliti, maka pembaca pun dengan senang hati membukanya. Oh iya bagi yang belum tahu, domain itu adalah nama unik yang diberikan dalam dunia internet. Sedangkan hosting adalah ruang atau space yang diperlukan untuk menampung semua data di dalam domain atau website.

Saya menyukai warna biru, dan karena nama saya yang memiliki kemiripan dengan Raja Arab Saudi atau artis India, maka inilah salah satu keuntungan yang saya punyai. Maka blog saya namakan salmanbiroe, ejaan biroe inilah yang menjadi ciri khas biar orang penasaran dengan ejaan ini dan terus mengingat dalam benak mereka.

Sebetulnya saya masih menggunakan platform blogspot, atau hosting gratisan. Namun saya berencana untuk menggunakan hosting berbayar karena teman-teman saya sudah menyuruh saya dan banyak sekali fitur yang memudahkan jika memiliki hosting berbayar. Kayaknya kalau bukan sekarang kapan lagi kan untuk pindah ke sesuatu hal yang memudahkan kita.

Oh iya, setelah saya browing dan mencari informasi sana-sini. Akhirnya mata saya tertuju pada Jagoan Hosting. Kenapa harus Jagoan Hosting? Karena sudah terbukti memiliki layanan yang sangat bagus disamping itu juga pastinya Domain Murah. Kalau Hostingnya bagaimana? Pastinya Hosting Murah. Ngga percaya? Ini dia nih paketan yang bisa di pilih seperti Fame, Hits dan Superstar.

Fame cuma 5.000 per bulan, Hits 15.000 per bulan dan Superstar cuma 25.000 per bulan untuk Cloud Hosting di Indonesia dan Singapura. Harga ini masih dalam diskon, jadi sewaktu-waktu bisa berubah ya. Oh iya jika membeli paket Superstar, maka penyimpanan datanya sudah unlimited. Wah, saya baru ngeh kalau storagenya bisa unlimited, jadi jangan khawatir storage akan habis untuk penyimpanan foto, video dan lainnya.


Why Jagoan Hosting? Respon cepat dalam menanggapi keluhan adalah hal yang saya garis bawahi. Saya pernah sampai begadang atau tidak tidur untuk memperbaiki blog yang tiba-tiba tidak bisa diakses. Customer service akan sangat dibutuhkan dalam hal ini, jangan sampai kesempatan melayang gara-gara blog tidak dapat diakses. Jagoan Hosting sangat cepat dalam merespon keluhan ini, disamping itu memberikan unlimited storage, harganya cukup bersaing, banyak diskon, dan terdapat service seperti toko online sehingga membantu usaha para pengusaha muda dan skala kecil menengah.

Menulis blog adalah pekerjaan hati yang membuahkan kepuasan hati. Betapa senangnya menjalankan passion dan hobi yang mendapatkan bayaran. dan lebih senang lagi dapat menginspirasi orang lain untuk lebih baik dan bersemangat menjalani pilihannya. Oke, its your time to make a move, waktunya kamu move on sob dan menjalani pilihanmu, dengan senyum dan kebahagian.

Episode 12 – Ngobrol di Persimpangannya Asia Tenggara bersama Lia Sciortino

Tamu Suarane Podcast kali ini adalah Ibu Lia Sciortino Sumaryono, Pendiri dan Direktur SEA Junction, sebuah lembaga yang berlokasi di Bangkok Arts and Cultural Centre, sebuah oase di tengah gurun pusat perbelanjaan di kota Bangkok. SEA Junction adalah tempat untuk lebih mengenal lebih dari dekat berbagai aspek sosial, politik, budaya dan juga seni dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Apa yang menarik dari tempat ini sampai patut jadi tujuan kalau berwisata ke Bangkok? Ayo ikut ngobrol di Persimpangan Asia Tenggara ini. Kita juga akan ngobrol tentang sosok Bu Lia sendiri dan mendiang suaminya yang seorang legenda Pencak Silat Indonesia. Bisa didengarkan di sini atau cukup lewat player di bawah ini

Tautan Terkait:

Music used in this episode:
Pixeland by Kevin MacLeod (incompetech.com)
Licensed under Creative Commons: By Attribution 3.0 License

Mortar Utama Weber, Semen Instan Tanpa Debu, Kini Bangun Pabrik Di Cikande


Repot, lama dan berdebu. Begitu kira-kira kalau di rumah sedang ada perbaikan, entah kamar mandi, tembok pembatas, lantai dan lainnya. Repot karena harus mencampurkan banyak hal seperti semen, pasir, batu kerikil dan campuran lainnya. Belum lagi harus menunggu campuran tersebut diaduk hingga merata, seperti meratakan adonan kue. Dan, hal yang paling membuat saya sebel adalah debunya yang sangat banyak. Sama sekali tidak membuat saya betah berlama-lama di rumah ketika debunya bertebaran dimana-mana. Saya benci debu, apalagi ada anak kecil, keponakan saya yang sangat terganggu oleh debu tersebut. Dengan terpaksa, kadang saya harus keluar dan mampir di mall untuk sekedar membuang waktu sampai sore tiba.

Gara-gara debu dan perbaikan dalam rumah, semuanya menjadi terhambat. Bahkan, seharusnya saya bisa menggunakan waktu di rumah dengan sangat produktif namun tidak bisa seperti yang diharapkan.  Apakah ada solusi yang bagus untuk masalah yang sangat serius untuk rumah tangga seperti ini?

Mortar Utama (MU) - Weber merupakan jawabannya. Semen Instan tanpa debu dan dapat digunakan oleh siapapun termasuk ibu rumah tangga loh. Kenapa bisa begitu? Yes, karena memang dirancang untuk digunakan oleh siapapun serta tanpa debu. Beneran tanpa debu? Terus apa manfaat atau keunggulan MU-Weber yang lain? Nanti akan saya jelaskan ya.

Pembangunan Pabrik Ke-4 di Cikande 

Kiri - Kanan : 
Pak Jose Martos (Presiden Direktur PT Cipta Mortar Utama), Pak Ary Indra (Arsitek) 
dan Pak Anton Ginting (Direktur Nasional MU-Weber)
Kenapa harus di bangun pabrik ke-4 di Cikande? PT Cipta Mortar Utama ingin memberikan kapasitas produksi lebih bagi konsumen yang telah menggunakan beragam produk semen instan pertama di Indonesia ini.  Pabrik ini akan di bangun dalam kawasan seluas 5 hektar dengan kapasitas produksi yang lumayan besar sekitar 180.000 ton per tahun. Artinya, pengguna semen instan akan semakin banyak dan akan merasakan kemudahan menggunakannya tanpa ribet dan berdebu.

Presiden Direktur PT Cipta Mortar Utama, mengatakan bahwa MU-Weber adalah salah satu bukti kontribusi untuk menghadirkan material bangunan yang sangat inovatif dan membantu produktivitas.


Sedangkan Pak Ary Indra, Arsitek, mengatakan bahwa perkembangan budaya dan teknologi serta kebutuhan hidup manusia bertambah sementara daya dukung alam semakin terbatas, sehingga diperlukan inovasi dan pengembangan untuk memenuhi kebutuhan manusia tersebut. Salah satu yang diperlukan adalah teknologi pembangunan sehingga tidak runtuh atau roboh dalam waktu yang relatif singkat.

Pak Anton Ginting juga menambahkan bahwa MU-weber adalah semen instan yang ramah lingkungan dan sangat dianjurkan untuk efisensi pembangunan baik skala kecil misalnya rumah tangga sampai skala besar, yaitu pengembang besar. Keunggulan MU - Weber adalah praktis, efisien dan teknologi yang terdepan.

Keunggulan MU-Weber 


Tanpa Debu

Seperti yang saya bahas diatas, debu sangat menganggu aktivitas pembangunan rumah atau gedung, bahkan jika ada perbaikan rumah di tempat tertentu, kita terpaksa harus mengungsi ke tetangga karena debunya menjadi sangat banyak. Dust Lock Technology ini sangat minim sekali debunya sehingga aktivitas rumah tangga akan berjalan seperti biasa apabila terdapat perbaikan rumah pada bagian tertentu saja.

Efisien dan Praktis 

Bayangkan jika proses pembangunan yang seharusnya hanya 3 bulan dipangkas menjadi hanya 2 bulan. Maka percepatan pembangunan pun dilakukan dengan menambah tenaga kerja dan waktu pengerjaannya. Namun, semen instan ini sangat membantu terutama waktu pengerjaan sehingga memenuhi deadline yang ada.

Perekat Keramik Tanpa Membongkar Keramik

Nah, yang satu ini pasti dibutuhkan untuk keperluan dapur atau kamar mandi. Cobalah MU-480 renofix Low Dust ini mampu merekatkan keramik lama dan ditempelkan dengan keramik baru tanpa perlu membongkar keramik yang lama.

Ramah Lingkungan 

Produk ini didesain sangat ramah lingkungan dan tahan lama, tidak seperti campuran semen, pasir dan lain-lainnya yang harus menggunakan takaran tertentu baru mendapatkan formulasi yang tepat. MU-Weber ini sangat berbeda dan tidak usah menakar-nakar lagi.

Aplikasi MU-Weber AR Brochure


Aplikasi berbasis Augmented Reality yang berisi informasi produk dari MU-Weber berdasarkan area pada rumah. Aplikasi ini menyajikan informasi secara menarik dan lengkap. Informasi dilengkapi dengan lapisan aplikasi produk pada setiap solusi yang ditawarkan pada area-area di rumah Anda. Silahkan download disini.

Website: www.mortarutama.com
Twitter: @MortarUtamaID
Instagram: @MortarUtama.Weber