Episode 06 – Nongkrong Bareng Podcast Pojokan

Kali ini gue mau rekomendasi satu lagi channel podcast keren: Podcast Pojokan yang digawangi oleh Buluk dan Hap. Baru kali ini gue wawancara atau ngobrol lah lebih tepatnya, yang bikin keluar semua dari pakem ilmu wawancara yang selama ini gue yakini. Tapi justru di situlah kelebihan podcast ini. Meski terpisah jarak lebih dari 3000 Km antara Bangkok dan Depok, tapi rasanya seolah lagi nongkrong bareng mereka di pos siskamling di Kampung Beji sana, ngobrol segala macam tentang podcast podcast mereka dan juga podcast secara umum di Indonesia

Ayo ikutan nongkrong, yok. Masih ada tempat nih di pos kamling kita atau lumayan lah buat temen macet2an pulang pergi kerja.  Bisa dengar langsung di Souncloud di sini atau lewat player di bawah ini:



Dengarkan Podcast Pojokan ini di:

Soundcloud.com/podcastpojokan untuk episode terbaru atau di:

mixcloud.com/podcastpojokan untuk arsip-arsip podcast lama mereka.

 

Music used in this episode:

Carpe Diem by Kevin MacLeod (incompetech.com)

Licensed under Creative Commons: By Attribution 3.0 License

Tips Merekam Podcast dengan Ponsel

Belakangan ini makin banyak saja podcast Indonesia yang bermunculan dan menariknya banyak sekali yang direkam menggunakan ponsel pintar/ smartphone. Ini jelas bukan lagi masalah karena kualitas mikrofon ponsel pintar yang semakin canggih dan sudah mendekati kualitas mikrofon biasa.

Tapi, makin banyak yang merekam podcast dengan ponsel, makin banyak pula muncul “penyakit” terkait kualitas suara hasil rekaman dari ponsel dan ini malah berpotensi menjauhkan pendengar. Beberapa diantaranya:

  • Suara terlalu kecil, bahkan sekalipun volumenya di naikkan sampai maksimal. Sebagus apapun obrolan kalian kalau suara kecil, tentu tidak nyaman didengarkan.
  • Suara terlalu “kotor.” Kotor di sini maksudnya bisa karena gangguan suara dari sekeliling yang terlalu besar, musik yang terlalu besar, suara hembusan angin dari mulut saat merekam, suara kresek mikrofon yang tergesek-gesek, suara hembusan angin saat rekaman di luar dan tertangkap oleh mikrofon dll.
  • Hasil rekaman tidak stabil. Percayalah, paling tidak nyaman mendengarkan podcast yang suaranya bisa tiba-tiba tinggi, lalu kemudian rendah dan naik lagi bahkan sampai pecah.
  • Suara podcaster yang tidak jelas, entah terlalu lambat atau terlalu cepat atau tidak jelas bicara apa. Ini bukan soal bagus tidaknya suara. Meskipun lahir dari era radio dengan penyiar-penyiar “golden voice“, gue nggak percaya ada suara yang bagus dan tidak. Suara semua orang punya keunikan. Yang ada adalah suara yang jelas dan mudah dipahami dan yang tidak. Titik!

Nah, berangkat dari itu berikut beberapa tips yang semoga berguna bagi para podcaster atau calon podcaster yang mau memanfaatkan ponsel mereka untuk merekam.

 

KENALI POSISI MIKROFON PONSEL
Tips pertama dan paling penting adalah kenalilah baik-baik mikrofon ponsel kalian.

  • Kenali di mana posisi mikrofon di ponsel.  Jangan sampai kalian justru bicara ke speaker dan bukan mikrofon. Umumnya mikrofon di ponsel sudah dirancang sedemikian rupa sehingga dekat dengan mulut yaitu di bagian ujung bawah sebelah kiri sementara pengeras suara di ujung bawah sebelah kanan. Jadi buat yang kidal, jangan sampai tertukar dan bicara di pengeras suara dan bukannya mikrofon karena sedikit banyak ini berpengaruh ke hasil rekaman.Karena itulah salah satu cara ideal jika merekam dengan ponsel adalah dengan menggunakan posisi sebagaimana layaknya sedang menelpon. Kalaupun harus menggunakan mikrofon ponsel untuk ditodongkan ke orang lain, misalnya saat wawancara, pastikan posisi ponsel tidak persis horizontal dengan mulut pembicara. Letakkan sedikit ke bawah, sekitar dagu. Mengapa? Lebih lengkap lagi dibahas di tips berikutnya dan juga tips terakhir.
  • Jaga jarak mikrofon – Jarak ini jadi penting. Kenali posisi dan jarak yang paling menghasilkan suara terbaik entah dari segi volume atau daya tangkap. Posisi ideal mikrofon adalah yang tidak horizontal dengan mulut, tetapi sedikit di bawah mulut. Dengan demikian mikrofon tidak akan terganggu suara hembusan angin atau suara mulut lain yang tidak nyaman didengar.Berapa jarak yang ideal? Tentu saja tergantung kualitas mikrofon. Ada yang sensitif walaupun jauh tapi ada yang harus dekat dengan mulut. Jadi akrabi, kenali mikrofon di ponsel kalian. Jangan malas untuk melakukan tes rekaman.

 

NOISE CANCELLING MICROPHONE
Nyaris setiap mikrofon ponsel sudah menggunakan teknologi “noise cancelling“. Ini adalah teknologi yang memungkinkan mikrofon menangkap suara yang paling dekat dengannya dan meredam suara-suara lain di sekelilingnya. Inilah yang menjelaskan kenapa ada jenis ponsel tertentu yang meskipun kita merekam di tempat yang ramai namun suara kita tetap terdengar jelas.

Tapi di sisi lain, inilah yang menyebabkan kenapa sangat tidak disarankan untuk meletakkan ponsel di meja saat rekaman, terutama saat rekaman ngobrol beramai-ramai atau saat wawancara. Kenapa? Karena bisa jadi suara akan terdengar sangat jauh atau malah apesnya, mikrofon akan lebih menangkap suara sekitar daripada suara kita.

 

KENALI LOKASI REKAMAN
Lokasi menentukan kualitas. Perhatikan hal berikut dari segi lokasi:

  • Kebisingan – Dengan ponsel yang rata-rata mikrofonnya sudah memiliki teknologi noise cancelling, merekam di tengah pasar atau di atas angkot sekalipun, misalnya, bukan lagi masalah. Tapi hindari sumber suara yang sangat keras karena bisa jadi akan lebih ditangkap oleh mikrofon. Contoh: suara mesin motor atau mobil yang terlalu keras.
  • Angin – Mau ponsel kalian dilengkapi dengan teknologi noise cancelling secanggih apapun, angin adalah musuh besar. Suara angin yang terarah ke mikrofon jelas akan menimbulkan suara yang mengganggu, misalnya merekam di tengah angin kencang atau merekam di pinggir pantai. Coba saja tiup mikrofon ponsel. Seperti itulah suaranya. Karena itu cari lokasi yang tidak terlalu berangin, atau kalau terpaksa benar coba lindungi mikrofon dengan telapak tangan agar angin tidak berhembus langsung ke mikrofon. Bayangkan kalian lagi ngobrol di ponsel tapi tidak mau didengar orang lain. Nah seperti itu posisinya. Cuma jangan bisik-bisik juga kali.. :p
  • Ruangan – Merekam di dalam ruangan bukan berarti masalah terselesaikan. Seringkali hasil rekaman malah menggema atau malah seperti ngobrol di dalam kaleng. Kadang ini tidak nyaman bagi yang mendengarkan, Pastikan kondisi ruangan tidak mengeluarkan gema saat kita bicara.

 

JANGAN CHARGE PONSEL SAAT REKAMAN
Nah, ini juga seringkali mengganggu karena ada ponsel yang mengeluarkan suara listrik statis saat dipakai rekaman sambil dicharge. Kenali penyakit ini di ponsel masing-masing dengan merekam dalam posisi dicolok dan tidak. Kalau tidak ada beda kualitas suara, alhamdulillah. Ponsel mahal ya? Hehe..

 

PAKAI KONDOM!
Serius! Kondom adalah istilah becandaan untuk pelapis mikrofon yang berfungsi menyaring suara-suara luar, termasuk angin. Ini biasa dikenal dengan muffler, windscreen atau pop filter. Ada trik lain yaitu menggunakan sapu tangan atau handuk kecil yang tidak terlalu tebal. Tapi pastikan untuk mengecek kualitas suaranya, karena kadang-kadang malah membuat suara kita “mendem.”

 

PAKAI MIKROFON TAMBAHAN/ EKSTERNAL
Oke, buat yang mau selangkah lebih serius ke podcasting dengan ponsel, cobalah cari mikrofon tambahan. Ada beberapa macam mikrofon tambahan yang bisa gue rekomendasikan mulai dari yang sederhana sampai yang agak tidak sederhana hehe.

  • Handsfree – Handsfree adalah mikrofon tambahan paling terjangkau. Setiap ponsel rasanya punya handsfree, kan? Itu tuh kabel headphone dan microphone yang dipasang ke colokan audio.  Jadi kalian juga tidak repot-repot nempel ponsel ke kuping. Tapi pastikan kalian mengenali di mana posisi mikrofonnya. Jangan terbalik.
  • Mikrofon Jepit – Itu istilah gue buat lavalier atau lapel microphone. Ini mikrofon kecil yang dijepit di kerah baju kayak penyiar-penyiar di televisi itu loh. Ada banyak model dan harga. Produsen mikrofon terkenal Rhode misalnya punya SmartLav yang khusus dibuat untuk ponsel pintar. Ada lagi yang lebih terjangkau dari merek Aputure. (Disclaimer: bukan buzzer pedagang Glodok apalagi olshop, tapi pssstt. yang terakhir disebut ini murmer lho untuk kualitas yang bagus..)
  • Microphone Splitter – Nah, ini menarik nih buat yang mau podcasting berdua. Ketimbang bolak-balik todong ponsel ke arah yang bicara, ada alat yang namanya microphone splitter yang dijual di pasaran. Ini gunanya untuk memecah jalur mikrofon menjadi dua. Satu buat elo, satu buat co-host atau nara sumber. Jadi wawancara bisa lebih natural, lebih santai bisa sambil ngopi-ngopi juga kan. Tapi pastikan jenis splitter yang digunakan untuk mikrofon dan bukan untuk headphone. Salah satu cirinya adalah pada ujung jack mikrofon splitter terdapat tiga garis hitam. Adaptor seperti ini agak jarang. Salah satunya adalah merek RODE SC6 Adapter. Lihat video reviewnya di sini. Saya juga pernah pesan mikrofon lavalier ini yang dibuat khusus (custom) dengan satu colokan dan dua mikrofon.
  • Mikrofon Biasa – Selain mikrofon jepit, ada juga mikrofon biasa yang ujung colokannya sudah model 3.5mm atau sesuai dengan colokan yang ada di ponsel. Modelnya pun beragam, ada yang dilengkapi kabel panjang ada yang langsung menempel di body ponsel.
    Dipilih.. dipiliihh.. Kakaaaa…. Mikrofonnya kakaaa.. :p

 

TES.. 1.. 2.. 3.. 4..
Meskipun ini tips terakhir, tapi biasakan untuk melakukannya di awal sebelum rekaman. Jangan pernah memulai rekaman tanpa memeriksa terlebih dahulu apakah kualitasnya bagus atau tidak. Rekamlah beberapa detik dengan posisi yang senyaman mungkin dan dengarkan dengan headphone. Periksa apakah suaranya nyaman didengar? Apakah suara sekeliling mengganggu? Apakah ada suara kresek atau hembusan nafas kalian? Setel volume di posisi pertengahan dan dengarkan apakah sudah cukup baik? Kalau sudah, ingat dan pertahankan posisi itu saat rekaman.

Kalian pernah dengar orang tes mikrofon dengan “Tes.. satu, dua tiga..” Kalau gue hitungnya sampai empat. Kenapa? Cara itu bukan iseng. Saat kita bilang “tes” atau “satu” tujuannya untuk mengecek apakah ada suara “hissing” atau semburan udara yang tertangkap mikrofon. Bahkan ada yang memakainya untuk mengecek level suara treble. “Dua” biasanya untuk mengukur “bas” dan gue tambahkan dengan menyebut angka “empat” untuk memastikan tidak ada suara “popping”. Ini adalah suara “pop” yang muncul saat menyebut huruf P atau B. Ini juga sangat berlaku untuk rekaman dengan ponsel.

~~~

Begitulah. Semoga tips ini bermanfaat buat para podcaster yang ingin memastikan kualitas suaranya bagus. Ada satu tips lagi dengan menggunakan software sederhana di komputer untuk membuat suara lebih stabil, lebih level. Bisa disimak di sini tipsnya.

Paling akhir sekali. Ada satu masalah yang sering muncul di kalangan calon podcaster, terutama saat mendengar hasil rekaman suara sendiri: mereka merasa suaranya terdengar aneh. Mengapa bisa begitu? Ada dua penyebabnya:

  • Pertama, kalian terlalu banyak berpatokan pada suara yang kalian anggap ideal dari para penyiar radio dan televisi.
  • Kedua, jelas aneh karena kita jarang mendengarkan rekaman suara sendiri. Coba pikir. Melihat wajah sendiri di foto saja kita sudah sering tapi kadang masih tidak puas, kan? Nah berapa sering kalian mendengar suara sendiri? Padahal biasa saja. Setiap orang punya suara khas.

Nah, buat yang tertarik, di posting berikutnya gue akan berbagi tentang teknik sederhana untuk bersuara yang ideal. Ini tidak akan menjamin suara kalian jadi seperti penyiar idola kalian itu. Mereka butuh bertahun-tahun untuk bisa bersuara seperti itu. Terlebih lagi, suara ideal menurut gue adalah suara yang bisa dipahami.

So stay tuned!

 

Salam,

Rane

Ini 10 Fitur WhatsApp Business Untuk Mendukung Bisnis

WhatsApp Business sudah hadir sebagai platform yang berdiri sendiri (standalone) dengan tujuan membidik kalangan pelaku bisnis agar mudah menjalin komunikasi dengan lebih baik kepada para pelanggannya. Aplikasi Android-nya juga sudah bisa diunduh (download) di Google Play Store dengan gratis tis tis.

Fitur WhatsApp Business Untuk Mendukung Bisnis
WhatsApp Business di Google Play
Sebagai pengguna Whatsapp Messenger pertanyaan yang pertama muncul apa perbedaan WhatsApp Messenger dan WhatsApp Business?. Pertanyaan yang mirip saat Facebook memperkenalkan Facebook Page, apa bedanya Facebook Profil dengan Facebook Page? Ok untuk menjawab itu perhatikan 10 point perbedaan yang saya dapat dari hasil bertapa di Sungai Cidahu Kampung Cibijong, Desa Jayabakti, Cidahu, Sukabumi sambil memusatkan fikiran kepada batu bersusun hasil karya anak-anak muda kreatif untuk mengajak warga untuk menjaga lingkungan. *mulai ngelantur deh*

Abaikan kalimat di atas, ini beberapa point penting fitur WhatsApp Business yang membedakannya dengan Whatsapp Messenger:
  1. WhatsApp Business dapat di-install dalam 1 HP bersama dengan WhatsApp Messenger, tidak ada kecemburuan diantara mereka, mereka hidup rukun bahkan saya bisa berbalas chat mesra dengan WhatsApp Messenger ke WhatsApp Business walau dalam HP yang sama. Ini juga memudahkan kita beralih akun untuk chat bisnis atau chat yang tidak ada hubungannya dengan bisnis tanpa berganti mobile phone;
  2. WhatsApp Business bisa didaftarkan menggunakan fixed line, namun tidak bisa didaftarkan dengan menggunakan nomor yang sama. Artinya untuk menginstall 2 aplikasi di 1 HP seperti di atas itu kita membutuhkan nomor lain yang berbeda dengan nomor yang kita pakai untuk WhatsApp Messenger;
  3. WhatsApp Business memiliki fitur balas cepat, balas otomatis maupun salam yang otomatis. Hanya perlu diubah sedikit sesuai dengan selera lalu WhatsApp Business akan menjawab otomatis chat yang belum sempat kita balas;
  4. Profil WhatsApp Business menampilkan keterangan akun bisnis, deskripsi bisnis dan peta sehingga pelanggan ataupun calon pelanggan dapat lebih yakin dengan siapa dia berkomunikasi;
  5. Dapat memperlihatkan jam operasional bisnis. Dalam profil terpampang jam operasional bisnis yang dapat kita atur secara bebas; 
  6. Dalam profil dapat juga menampilkan alamat email dan alamat web. Ini akan bermanfaat jika pelanggan menghubungi kita di luar jam operasional, mereka dapat mengirim pesan dll melalui email ataupun berkunjung lebih dahulu ke alamat web untuk mencari informasi yang sekiranya dibutuhkan;
  7. WhatsApp Business dapat memisahkan kategori pesan yang masuk dengan "Labels". Dengan fitur ini kita bisa mengkategorikan pesan masuk tertentu sehingga komunikasi dengan konsumen lebih terorganisir. Label itu antara lain: Pelanggan Baru, Menunggu Pembayaran, Terbayar, Pesan Selesai, dan kita bisa membuat kategori label sendiri sesuai kebutuhan kita;
  8. Nama akun (nama tampilan) yang kita gunakan tidak bisa diubah seperti akun WhatsApp Messenger. Sampai saat ini WhatsApp Business tidak memungkinkan kita mengubah nama yang kita daftarkan, karenanya pertimbangkan untuk menggunakan nama bisnis/Brand kita sebaik-baiknya. Mungkin suatu saat akan ada menu untuk mengubahnya, mungkin;
  9. Lencana centang hijau. WhatsApp Business akan melakukan verifikasi pada semua akun yang terdaftar, untuk akun yang telah lulus verifikasi maka akan muncul centang hijau di sebelah nama profil. Mirip-mirip lencana centang biru pada akun terverifikasi di Facebook Page, Instagram atau Twitter;
  10. Statistik pesan terkirim dan diterima. Fitur ini mencatat statistik pesan terkirm dan pesan yang diterima ini hanya ada di aplikasi WhatsApp Business, soal manfaat dari fitur ini saya belum tahu, tapi pasti lah berguna. :)
Fitur WhatsApp Business Untuk Mendukung Bisnis
Tampilan Fitur WhatsApp Business 

10 fitur WhatsApp Business ini adalah kelebihan dari Whatsapp Messenger, fitur standar di Whatsapp Messenger seperti status, info, voice call, video call, kirim file, broadcast, grup dan lainnya juga ada di WhatsApp Business. Intinya semua yang ada di Whatsapp Messenger ada juga di WhatsApp Business, tapi apa yang ada di WhatsApp Business tidak ada di Whatsapp Messenger. Sama seperti Whatsapp Messenger, WhatsApp Business juga bisa diakses melalui web https://web.whatsapp.com

Dengan adanya WhatsApp Business kita dapat melakukan banyak hal untuk mengembangkan bisnis kita yang sebelumnya tidak dapat dilakukan melalui Whatsapp Messenger. Patut diingat karena akun ini adalah akun bisnis maka musti dibedakan dengan akun pribadi di Whatsapp Messenger. WhatsApp Business sepatutnya kita gunakan untuk pelanggan/mitra/klien yang membutuhkan jawaban cepat dan hanya untuk membahas persoalan yang terkait bisnis, untuk chat jenis lain sebaiknya gunakan saja Whatsapp Messenger agar lebih bebas dan tidak terikat nama brand/perusahaan.
Fitur WhatsApp Business Untuk Mendukung Bisnis
Xiaomi India WhatsApp Business profil
[Pict: fonearena.com]
Kalau teman-teman memiliki Facebook Page tentu teman-teman paham kapan menggunakan Facebook Messenger dari akun facebook profil dan kapan menggunakan Facebook Messenger dari akun bisnis/Facebook Page. Whatsapp Messenger juga bisa menggantikan chat Facebook Messenger pada halaman Facebook sehingga pelanggan dari Halaman Facebook atau pun web dapat langsung menghubungi kita hanya dengan menekan tombol WhatsApp pada Halaman Facebook dan web kita.

Untuk saat ini saya belum coba mengkonversi (convert) nomor HP yang selama ini saya gunakan di WhatsApp Messenger untuk saya gunakan di WhatsApp Business, mungkin kalau sudah bulat niat saya untuk mengubahnya dan sudah berhasil saya akan update di postingan ini saja... mungkin :)

Ini 10 Fitur WhatsApp Business Untuk Mendukung Bisnis

WhatsApp Business sudah hadir sebagai platform yang berdiri sendiri (standalone) dengan tujuan membidik kalangan pelaku bisnis agar mudah menjalin komunikasi dengan lebih baik kepada para pelanggannya. Aplikasi Android-nya juga sudah bisa diunduh (download) di Google Play Store dengan gratis tis tis.

Fitur WhatsApp Business Untuk Mendukung Bisnis
WhatsApp Business di Google Play
Sebagai pengguna Whatsapp Messenger pertanyaan yang pertama muncul apa perbedaan WhatsApp Messenger dan WhatsApp Business?. Pertanyaan yang mirip saat Facebook memperkenalkan Facebook Page, apa bedanya Facebook Profil dengan Facebook Page? Ok untuk menjawab itu perhatikan 10 point perbedaan yang saya dapat dari hasil bertapa di Sungai Cidahu Kampung Cibijong, Desa Jayabakti, Cidahu, Sukabumi sambil memusatkan fikiran kepada batu bersusun hasil karya anak-anak muda kreatif untuk mengajak warga untuk menjaga lingkungan. *mulai ngelantur deh*

Abaikan kalimat di atas, ini beberapa point penting fitur WhatsApp Business yang membedakannya dengan Whatsapp Messenger:
  1. WhatsApp Business dapat di-install dalam 1 HP bersama dengan WhatsApp Messenger, tidak ada kecemburuan diantara mereka, mereka hidup rukun bahkan saya bisa berbalas chat mesra dengan WhatsApp Messenger ke WhatsApp Business walau dalam HP yang sama. Ini juga memudahkan kita beralih akun untuk chat bisnis atau chat yang tidak ada hubungannya dengan bisnis tanpa berganti mobile phone;
  2. WhatsApp Business bisa didaftarkan menggunakan fixed line, namun tidak bisa didaftarkan dengan menggunakan nomor yang sama. Artinya untuk menginstall 2 aplikasi di 1 HP seperti di atas itu kita membutuhkan nomor lain yang berbeda dengan nomor yang kita pakai untuk WhatsApp Messenger;
  3. WhatsApp Business memiliki fitur balas cepat, balas otomatis maupun salam yang otomatis. Hanya perlu diubah sedikit sesuai dengan selera lalu WhatsApp Business akan menjawab otomatis chat yang belum sempat kita balas;
  4. Profil WhatsApp Business menampilkan keterangan akun bisnis, deskripsi bisnis dan peta sehingga pelanggan ataupun calon pelanggan dapat lebih yakin dengan siapa dia berkomunikasi;
  5. Dapat memperlihatkan jam operasional bisnis. Dalam profil terpampang jam operasional bisnis yang dapat kita atur secara bebas; 
  6. Dalam profil dapat juga menampilkan alamat email dan alamat web. Ini akan bermanfaat jika pelanggan menghubungi kita di luar jam operasional, mereka dapat mengirim pesan dll melalui email ataupun berkunjung lebih dahulu ke alamat web untuk mencari informasi yang sekiranya dibutuhkan;
  7. WhatsApp Business dapat memisahkan kategori pesan yang masuk dengan "Labels". Dengan fitur ini kita bisa mengkategorikan pesan masuk tertentu sehingga komunikasi dengan konsumen lebih terorganisir. Label itu antara lain: Pelanggan Baru, Menunggu Pembayaran, Terbayar, Pesan Selesai, dan kita bisa membuat kategori label sendiri sesuai kebutuhan kita;
  8. Nama akun (nama tampilan) yang kita gunakan tidak bisa diubah seperti akun WhatsApp Messenger. Sampai saat ini WhatsApp Business tidak memungkinkan kita mengubah nama yang kita daftarkan, karenanya pertimbangkan untuk menggunakan nama bisnis/Brand kita sebaik-baiknya. Mungkin suatu saat akan ada menu untuk mengubahnya, mungkin;
  9. Lencana centang hijau. WhatsApp Business akan melakukan verifikasi pada semua akun yang terdaftar, untuk akun yang telah lulus verifikasi maka akan muncul centang hijau di sebelah nama profil. Mirip-mirip lencana centang biru pada akun terverifikasi di Facebook Page, Instagram atau Twitter;
  10. Statistik pesan terkirim dan diterima. Fitur ini mencatat statistik pesan terkirm dan pesan yang diterima ini hanya ada di aplikasi WhatsApp Business, soal manfaat dari fitur ini saya belum tahu, tapi pasti lah berguna. :)
Fitur WhatsApp Business Untuk Mendukung Bisnis
Tampilan Fitur WhatsApp Business 

10 fitur WhatsApp Business ini adalah kelebihan dari Whatsapp Messenger, fitur standar di Whatsapp Messenger seperti status, info, voice call, video call, kirim file, broadcast, grup dan lainnya juga ada di WhatsApp Business. Intinya semua yang ada di Whatsapp Messenger ada juga di WhatsApp Business, tapi apa yang ada di WhatsApp Business tidak ada di Whatsapp Messenger. Sama seperti Whatsapp Messenger, WhatsApp Business juga bisa diakses melalui web https://web.whatsapp.com

Dengan adanya WhatsApp Business kita dapat melakukan banyak hal untuk mengembangkan bisnis kita yang sebelumnya tidak dapat dilakukan melalui Whatsapp Messenger. Patut diingat karena akun ini adalah akun bisnis maka musti dibedakan dengan akun pribadi di Whatsapp Messenger. WhatsApp Business sepatutnya kita gunakan untuk pelanggan/mitra/klien yang membutuhkan jawaban cepat dan hanya untuk membahas persoalan yang terkait bisnis, untuk chat jenis lain sebaiknya gunakan saja Whatsapp Messenger agar lebih bebas dan tidak terikat nama brand/perusahaan.
Fitur WhatsApp Business Untuk Mendukung Bisnis
Xiaomi India WhatsApp Business profil
[Pict: fonearena.com]
Kalau teman-teman memiliki Facebook Page tentu teman-teman paham kapan menggunakan Facebook Messenger dari akun facebook profil dan kapan menggunakan Facebook Messenger dari akun bisnis/Facebook Page. Whatsapp Messenger juga bisa menggantikan chat Facebook Messenger pada halaman Facebook sehingga pelanggan dari Halaman Facebook atau pun web dapat langsung menghubungi kita hanya dengan menekan tombol WhatsApp pada Halaman Facebook dan web kita.

Untuk saat ini saya belum coba mengkonversi (convert) nomor HP yang selama ini saya gunakan di WhatsApp Messenger untuk saya gunakan di WhatsApp Business, mungkin kalau sudah bulat niat saya untuk mengubahnya dan sudah berhasil saya akan update di postingan ini saja... mungkin :)

Ini 10 Fitur WhatsApp Business Untuk Mendukung Bisnis

WhatsApp Business sudah hadir sebagai platform yang berdiri sendiri (standalone) dengan tujuan membidik kalangan pelaku bisnis agar mudah menjalin komunikasi dengan lebih baik kepada para pelanggannya. Aplikasi Android-nya juga sudah bisa diunduh (download) di Google Play Store dengan gratis tis tis.

Fitur WhatsApp Business Untuk Mendukung Bisnis
WhatsApp Business di Google Play
Sebagai pengguna Whatsapp Messenger pertanyaan yang pertama muncul apa perbedaan WhatsApp Messenger dan WhatsApp Business?. Pertanyaan yang mirip saat Facebook memperkenalkan Facebook Page, apa bedanya Facebook Profil dengan Facebook Page? Ok untuk menjawab itu perhatikan 10 point perbedaan yang saya dapat dari hasil bertapa di Sungai Cidahu Kampung Cibijong, Desa Jayabakti, Cidahu, Sukabumi sambil memusatkan fikiran kepada batu bersusun hasil karya anak-anak muda kreatif untuk mengajak warga untuk menjaga lingkungan. *mulai ngelantur deh*

Abaikan kalimat di atas, ini beberapa point penting fitur WhatsApp Business yang membedakannya dengan Whatsapp Messenger:
  1. WhatsApp Business dapat di-install dalam 1 HP bersama dengan WhatsApp Messenger, tidak ada kecemburuan diantara mereka, mereka hidup rukun bahkan saya bisa berbalas chat mesra dengan WhatsApp Messenger ke WhatsApp Business walau dalam HP yang sama. Ini juga memudahkan kita beralih akun untuk chat bisnis atau chat yang tidak ada hubungannya dengan bisnis tanpa berganti mobile phone;
  2. WhatsApp Business bisa didaftarkan menggunakan fixed line, namun tidak bisa didaftarkan dengan menggunakan nomor yang sama. Artinya untuk menginstall 2 aplikasi di 1 HP seperti di atas itu kita membutuhkan nomor lain yang berbeda dengan nomor yang kita pakai untuk WhatsApp Messenger;
  3. WhatsApp Business memiliki fitur balas cepat, balas otomatis maupun salam yang otomatis. Hanya perlu diubah sedikit sesuai dengan selera lalu WhatsApp Business akan menjawab otomatis chat yang belum sempat kita balas;
  4. Profil WhatsApp Business menampilkan keterangan akun bisnis, deskripsi bisnis dan peta sehingga pelanggan ataupun calon pelanggan dapat lebih yakin dengan siapa dia berkomunikasi;
  5. Dapat memperlihatkan jam operasional bisnis. Dalam profil terpampang jam operasional bisnis yang dapat kita atur secara bebas; 
  6. Dalam profil dapat juga menampilkan alamat email dan alamat web. Ini akan bermanfaat jika pelanggan menghubungi kita di luar jam operasional, mereka dapat mengirim pesan dll melalui email ataupun berkunjung lebih dahulu ke alamat web untuk mencari informasi yang sekiranya dibutuhkan;
  7. WhatsApp Business dapat memisahkan kategori pesan yang masuk dengan "Labels". Dengan fitur ini kita bisa mengkategorikan pesan masuk tertentu sehingga komunikasi dengan konsumen lebih terorganisir. Label itu antara lain: Pelanggan Baru, Menunggu Pembayaran, Terbayar, Pesan Selesai, dan kita bisa membuat kategori label sendiri sesuai kebutuhan kita;
  8. Nama akun (nama tampilan) yang kita gunakan tidak bisa diubah seperti akun WhatsApp Messenger. Sampai saat ini WhatsApp Business tidak memungkinkan kita mengubah nama yang kita daftarkan, karenanya pertimbangkan untuk menggunakan nama bisnis/Brand kita sebaik-baiknya. Mungkin suatu saat akan ada menu untuk mengubahnya, mungkin;
  9. Lencana centang hijau. WhatsApp Business akan melakukan verifikasi pada semua akun yang terdaftar, untuk akun yang telah lulus verifikasi maka akan muncul centang hijau di sebelah nama profil. Mirip-mirip lencana centang biru pada akun terverifikasi di Facebook Page, Instagram atau Twitter;
  10. Statistik pesan terkirim dan diterima. Fitur ini mencatat statistik pesan terkirm dan pesan yang diterima ini hanya ada di aplikasi WhatsApp Business, soal manfaat dari fitur ini saya belum tahu, tapi pasti lah berguna. :)
Fitur WhatsApp Business Untuk Mendukung Bisnis
Tampilan Fitur WhatsApp Business 

10 fitur WhatsApp Business ini adalah kelebihan dari Whatsapp Messenger, fitur standar di Whatsapp Messenger seperti status, info, voice call, video call, kirim file, broadcast, grup dan lainnya juga ada di WhatsApp Business. Intinya semua yang ada di Whatsapp Messenger ada juga di WhatsApp Business, tapi apa yang ada di WhatsApp Business tidak ada di Whatsapp Messenger. Sama seperti Whatsapp Messenger, WhatsApp Business juga bisa diakses melalui web https://web.whatsapp.com

Dengan adanya WhatsApp Business kita dapat melakukan banyak hal untuk mengembangkan bisnis kita yang sebelumnya tidak dapat dilakukan melalui Whatsapp Messenger. Patut diingat karena akun ini adalah akun bisnis maka musti dibedakan dengan akun pribadi di Whatsapp Messenger. WhatsApp Business sepatutnya kita gunakan untuk pelanggan/mitra/klien yang membutuhkan jawaban cepat dan hanya untuk membahas persoalan yang terkait bisnis, untuk chat jenis lain sebaiknya gunakan saja Whatsapp Messenger agar lebih bebas dan tidak terikat nama brand/perusahaan.
Fitur WhatsApp Business Untuk Mendukung Bisnis
Xiaomi India WhatsApp Business profil
[Pict: fonearena.com]
Kalau teman-teman memiliki Facebook Page tentu teman-teman paham kapan menggunakan Facebook Messenger dari akun facebook profil dan kapan menggunakan Facebook Messenger dari akun bisnis/Facebook Page. Whatsapp Messenger juga bisa menggantikan chat Facebook Messenger pada halaman Facebook sehingga pelanggan dari Halaman Facebook atau pun web dapat langsung menghubungi kita hanya dengan menekan tombol WhatsApp pada Halaman Facebook dan web kita.

Untuk saat ini saya belum coba mengkonversi (convert) nomor HP yang selama ini saya gunakan di WhatsApp Messenger untuk saya gunakan di WhatsApp Business, mungkin kalau sudah bulat niat saya untuk mengubahnya dan sudah berhasil saya akan update di postingan ini saja... mungkin :)

Episode 05 – Kepo Buku – Statistik, Kebohongan, Donald Trump dan Buddha

Episode kedua segmen Kepo Buku ini akan kembali membahas macam-macam buku mulai dari soal statistik, kebohongan, sampai ngobrolin soal Donald Trump dan Buddha. Bingung kan? Dengerin makanya hehe…

Masih bersama trio host di tiga negara, Rane di Bangkok, Steven di Ambon, Indonesia dan Toto di Singapura. Plus, pastinya ada hadiah buku buat yang beruntung yang disponsori oleh Ksatria Buku. Selengkapnya bisa didengar di sini atau di player di bawah ini:



Time Code:

Episode ini berdurasi hampir satu jam, pas buat didengarkan di jalan pulang pergi kantor atau sekolah/ kampus. Tapi kalau mau dicemil sedikit-sedikit, silahkan di sini (klik time code buat langsung ke bagian-bagian berikut):

  • 00:00 – Opening dan info soal buku, dari harbolnas sampai ebook
  • 13:17 – Bukunya Pertama: Weaponized Lies nya Toto. Cocok buat menjelang 2019 🙂
  • 29:46 – Buku Kedua dan ketiga: Everybody Lies dan Di bawah Bayangan Bendera Merah-nya Steven.
  • 38:58 – Buku Ketiga dan keempat: Fire and Fury dan satu buku tentang diet yang beda dari yang lain :p

 

SPONSOR:

Episode Kepo Buku ini disponsori oleh Ksatria Buku (Silahkan lihat koleksi buku mereka di Tokopedia atau Instagram)

 

Tautan Terkait:

 

Selamat menikmati.

^RH

Nasehat dari Lois Lane dan Tony Stark

 “Darkness is not just the absence of light; it’s the conviction that the light will never return.” 

Darkness is not just the absence of light; it’s the conviction that the light will never return., quote ini saya kutip dari narasi Lois Lane (Amy Adams) di akhir film Justice League (2017). Narasi yang bagus, karena bisa mewakili inti dari cerita film berdurasi 110 menit ini. Selebihnya tentang film Justice League bisa baca review-nya di.... cari sendiri ajah.

Saya menerjemahkan kalimat di atas dengan bebas menjadi; Kegelapan terjadi bukan saja karena tidak adanya cahaya, tapi terkadang karena keputusasaan untuk berharap terang akan kembali, (berkeyakinan bahwa gelap adalah hal yang lumrah).

Lois Lane dan Superman

Terbiasa sangsi atau menyerah memimpikan sinar, menerima apa adanya hidup dalam kegelapan. Sebagian ada yang tidak siap memperlihatkan wujud asli yang selalu bersembunyi dalam gelap. Beberapa yang kuat menolak ternyata selama ini mengaku-aku bahwa dialah cahaya, hingga sekuat tenaga menutup akses cahaya yang sebenarnya... ngomong apa sih Sot? :D

Quote di atas mengajarkan kita agar tidak begitu saja menyerah pada nasib, karena belum tentu kegelapan itu nasib kita. Sedikit menyinggung masalah keyakinan juga, kalau kita tidak yakin bahwa akan ada "terang" di ujung mimpi kita, maka akan sulit bagi kita untuk dapat menerima ide-ide dan cita-cita apalagi berjuang untuk mengubah situasi. Minimal kalau tidak percaya akan adanya terang, jangan ganggu mereka yang percaya dan sedang memperjuangkan mimpinya.

Jika ada pihak-pihak yang mengambil keuntungan dari situasi kegelapan maka pihak-pihak itu tentu tidak tinggal diam terhadap upaya-upaya mereka yang percaya akan terang saat berusaha mewujudkan cita-citanya. Banyak caranya, saya sering kok bertemu langsung atau tidak langsung orang-orang yang memperjuangkan kegelapan. Pihak-pihak begini dengan cepat dapat mengubah pihak-pihak yang netral menjadi pro status quo, menjadi bagian dari "pejuang kegelapan".

Tinggal kita menentukan pilihan, jika kita percaya akan cita-cita kita menggapai hak hidup di jalan yang terang maka tentu itu tak mudah. Namun demikian, jika kita yakin dan mau berjuang maka tidak ada satu pun rintangan yang dapat menghalangi, sebaliknya jika kita tidak percaya dan hanya menyerah pada keadaan maka tidak ada satu pun yang dapat membantu. Gak tau nyambung atau enggak deh penjabarannya :D

Kok jadi panjang? dalam menulis blog "kalau bisa panjang ngapain dipendekin?" :).

Sebelum nonton Justice League, saya nonton Spider-man Home Coming yang lumayan menghibur karena bercerita tentang Peter Parker/Spider-Man masa remaja sekitar 15-16 tahun, ya film ini menurut saya masuk dalam genre "film remaja". Di film ini saya tertarik dengan kata-kata Tony Stark (Robert Downey, Jr.) kepada Peter Parker (Tom Holland) saat menghukum dan mengambil kembali kostum Spider-man buatannya yang dianggap telah disalahgunakan oleh Parker.
"If you’re nothing without this suit, you shouldn't have it"

If you’re nothing without this suit, you shouldn't have it

"If you’re nothing without this suit, you shouldn't have it" kata Tony Stark. Artinya kurang lebih "Jika tanpa "pakaian" itu kamu bukan siapa-siapa, maka kamu tidak pantas memilikinya". Menurut saya ini lucu, coba kalimat itu dikembalikan kepada Tony Stark, jika tanpa pakaian tempur Iron Man memangnya siapa Tony Stark?

Jadi inget ketika Barry Allen (Flash) bertanya kepada Bruce Wayne  (Batman) mengenai kekuatan super yang dimiliki Batman, lalu Bruce Wayne menjawab "I'm rich". Kalau Bruce Wayne walaupun dengan intonasi humor menjawab kekuatan supernya adalah kekayaan, maka sebelas dua belas dengan Tony Stark, ya gak sih?

Kalau quote ini bisa diartikan banyak cara, bisa sebagai cermin agar kita jujur melihat diri kita sendiri sebelum menasehati orang lain, bisa juga sebagai motivasi agar kita memperpantas diri sebelum "menggunakan pakaian" yang akan menjadi identitas kita.

Kata "pakaian" ini banyak maknanya, dalam fim yang dimaksud pakaian ini adalah kostum Spider-Man yang serba canggih dengan berbagai tekhnologi mutakhir seperti milik Ironman. Tapi dalam kehidupan sehari-hari kata "pakaian" dapat kita asosiasikan dengan banyak hal, contohnya sebagai segala sesuatu yang kita gunakan untuk menegaskan identitas, termasuk di sini image branding, jabatan, gelar dst baik formal maupun informal.

spiderman suit technology

Jangan sampai "pakaian" itu kita gunakan sebelum kita pantas menggunakannya, selain hanya merendahkan arti dari pakaian itu, ini juga adalah kebohongan yang sedikit banyak akan berpengaruh pada pribadi dan karakter kita. Bagi saya, orang yang tidak sepantasnya menggunakan "pakaian" itu lucu, seperti badut, akan tetapi kalau badut memang sengaja menggunakannya untuk menghibur, nah kalau kita untuk apa? untuk membohongi diri sendiri dan orang lain?

Kalau kata saya sih, pencitraan semu akan lebih banyak mudharat-nya daripada manfaatnya. Kalau sekadar untuk gagah-gagahan atau demi sebuah maksud positif maka jujurlah, minimal pada diri sendiri, apa susahnya mengucapkan "saya sebenarnya belum pantas menggunakan "pakaian" ini, tapi bantu saya dan doakan saya agar dapat memantaskan diri dengan kualitas dan kapasitas yang sesuai dengan syarat-syarat menggunakan "pakaian" ini". Selayaknya lulus fit and proper test, karena kalau kita menggunakan pakaian yang tidak sepantasnya, maka tunggulah kehancuran.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika amanat telah disia-siakan, tunggu saja kehancuran terjadi." Ada seorang sahabat bertanya; 'bagaimana maksud amanat disia-siakan? ' Nabi menjawab; "Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancuran itu." Hadits Bukhari Nomor 6015.

Wallahul muwaffiq ila aqwamit-tharieq.
Sesungguhnya hanya Allah SWT yang memberi petunjuk ke jalan yang selurus-lurusnya


Banjir Hadiah Di JNE Loyalty Card Award 2018


Sebagai pembeli belanja online dan pengirim paket ke orang lain, pasti kenal dengan JNE. Lebih dari beberapa tahun ini,  semenjak online shop merajalela, jasa pengiriman barang pun jadi hal yang sangat dibutuhkan. Bayangkan jika tidak jasa pengiriman barang,  pasti online shop akan mati dan tidak berkembang dengan baik.

Ngomong-ngomong masalah loyalitas,  pasti beberapa orang memiliki alasan kenapa harus JNE? Terus terang, JNE memiliki harga yang bersaing dan menjangkau sampai ke pelosok negeri. Apalagi yang didaerah terpencil pun memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan usaha mereka. Bukan tidak mungkin,  kesejahteraan masyarakat pun akan terangkat dengan adanya JNE.


Beberapa hari lalu,  JNE menyelenggarakan JLC Award 2018, sebagai penghargaan kepada member JNE yang sangat loyal dan berdedikasi bagi JNE. Hadir dalam acara ini seluruh perwakilan JNE dari seluruh Indonesia mulai dari sabang sampai merauke. Biasanya resi JNE yang menumpuk hanya dibiarkan saja dan akhirnya dibuang,  namun jika bergabung dengan JLC (JNE Loyalty Card), maka resi tersebut akan berubah menjadi pembuka jalan untuk mendapatkan banyak hadiah yang telah disediakan. Beberapa hadiah telah dilakukan pengundiannya pada tanggal 21 Desember 2017 di kantor pusat JNE. Berikut adalah hadiah yang telah dilakukan pengundiannya yaitu

1. 1 Paket Wisata ke Disneyland Hongkong
2. 2 Motor Honda Beat
3. 3 Paket Wisata ke Singapore dan Legoland
4. 3 Paket Wisata Malang,  Jawa Timur
5. Ipad Mini
6. 10 Kamera Mirrorless
7. 100 Voucher Belanja

Untuk Periode 1 November -31 Desember 2017, JLC dengan transaksi tertinggi akan mendapatkan hadiah sebagai berikut:

1. 1 Unit Mobil Mitsubishi Xpender
2. 1 Unit Sepeda Motor Yamaha XMAX
3. 1 Paket Wisata untuk 2 orang ke Eropa
4. 1 Unit IPhone
5. 1 Unit Kamera Fuji XT10

Sedangkan hadiah untuk pemenang dengan pengiriman atau resi terbanyak adalah

1. 1 Unit Sepeda Motor Kawasaki Ninja RR
2. Paket Wisata ke Bangkok Untuk 2 orang
3. 1 Unit Samsung Galaxy Note 8
4. 1 Unit Kamera Canon Eos M 10
5. 1 Unit Smartphone Vivo V7


Selain itu,  JNE juga bermitra dengan beberapa pihak seperti CoinWorld dan HeliCity dalam memperluas jaringan dan menambah kualitas pelayanannya. Selain itu akan dibangun HUB yang mengabungkan beberapa pihak untuk memaksimalkan pengiriman dan tentunya akan menambah kuantitas pengiriman barang ke seluruh Indonesia.


JNE sebagai bagaian dari perkembangan masyarakat memiliki tangung jawab sosial di lingkungannya. Dalam acara JLC Award 2018, JNE memberikan santunan terhadap anak yatim piatu. Tentunya JNE sangat berharap akan lahir penerus bangsa yang besar dari anak yatim piatu tersebut.


Acara ini juga di meriahkan penampilan dari Maliq Deesential,  kumdian dari BEKRAFT,  CEO Young on Top dan masih banyak lainnya. JNE berharap dengan pelayanannya dapat membantu berkembangnya usaha kecil menengah atau UKM di seluruh Indonesia.

Episode 04 – Lagu Anak Zaman Old

 

Masih ingat lagu-lagu zaman anak-anak dulu? Ini kenangan beberapa lagu dari masa kecil gue yang sampai sekarang masih nempel di kepala. Episode ini tidak sama sekali tidak dipersiapkan dan direkam secara spontan gara-gara ingin mencoba kembali aplikasi lama yang pernah saya ulas di episode 02 tahun 2017 bernama Anchor. Semua lagu direkam secara spontan dengan iringan si “Tom,” ukulele kesayangan gue. Semoga berkenan.

Bisa didengarkan di player di bawah ini (Durasi: 28:56):



Tautan Terkait:

Catatan Teknis:

  • Episode ini aslinya direkam dengan menggunakan aplikasi platform audio Anchor. Satu lagi cara keren untuk siaran ala radio dan podcast melalui HP/ ponsel.
  • Berbeda dari biasanya, kali ini gue pakai mikrofon lapel, atau mikrofon jepit bercabang dua yang disambungkan ke hp Xiaomi Mi Max 2 agar bisa bebas bermain ukulele.
  • Lagu pembuka dan penutup: Carpe Diem – Kevin MacLeod (Incompetech.com)
  • Hak cipta lagu yang dicover di episode ini semua ada pemiliknya. Saya hanya menggunakan untuk tujuan hiburan dan bukan tujuan komersil.
  • Gambar cover podcast ini diambil dari Pixabay.com karya Alexas-Fotos.

Tabik!

 

Bangkok, 28 Januari 2017.

Rane