Fun For Fam : Lingkungan Ramah Anak Di RT 13 Curug Kota Bogor


Anak-anak yang polos dan ceria menambah semaraknya lingkungan rumah kita. Bayangkan bila anak-anak kemudian murung dan tak ceria seperti biasanya? What happen with them? Kita akan bertanya seperti itu. pasti ada sebab mengapa anak-anak kelihatan murung dan cenderung pendiam. Tugas orang tua akan lebih berat dalam menjalankan tugasnya untuk membuat anak-anak kembal ceria dan bermain.

Salah satu cara membuat anak-anak bermain adalah dengan memberikan ruang untuk bermain dan mengekspresikan diri. Lingkungan tumbuh kembang anak pun perlu diperhatikan, apalagi zaman sekarang yang penuh dengan dinamika dengan arus globalisasi yang bukan tidak mungkin mempengaruhi perkembangan anak. 


Baru -baru ini, Desa Curug, Kota Bogor mengadakan sebuah program yang seru bertajuk "Fun For Fam : Lingkungan Ramah Anak". 




FILM WONDER WOMAN : KISAH WANITA PERKASA DARI THEMYSCIRA

Semua memang berawal dari sebuah kota mungil yang terletak di sebuah pulau terpencil yang ditutupi kabut bernama Themyscira. Disanalah Diana (Gal Gadot), putri Ratu Hippolyta (Connie Nielsen) hidup bersama dengan penuh kedamaian bersama seluruh rakyatnya. Sang bibi, Jendral Antiope (Robin Wright), menggembleng sang keponakan dengan kemampuan bela diri agar Diana dapat melindungi diri dan tampil sebagai sosok yang tangguh penuh percaya diri.

Suatu hari, Diana menyelamatkan Steve Trevor (Chris Pine), seorang agen mata-mata sekutu pada masa Perang Dunia Pertama yang dikejar oleh pasukan Jerman. Pertempuran di pesisir pantai pun tak terelakkan antara pasukan Jerman dan prajurit wanita Amazon yang dipimpin oleh Jendral Antiope.  Pasca pertempuran, Diana memutuskan untuk ikut Steve mencari sosok Dewa Perang Ares yang dipercayainya sebagai biang kerok meletusnya pertempuran besar seperti yang diceritakan Steve. Dengan membawa pedang sakti, tali laso api dan perisai, Diana bersiap menyongsong takdirnya di dunia luar.

Diana dan Steve akhirnya tiba di kota London. Setelah itu, bersama beberapa kawan Steve, mereka berangkat ke garis depan peperangan di No Man’s Land Belgia. Steve dan kawan-kawannya, Sameer (Saïd Taghmaoui), Charlie (Ewen B remmer) dan Chief (Eugene Brave Rock), dibantu Diana bermaksud menghalau niat jahat dari Jenderal Erich Ludendorff (Danny Huston) dan sang dokter racun Isabel Maru (Elena Anaya) meramu gas berbahaya untuk membinasakan lawan mereka secara keji.

Sosok Wonder Woman sudah mencuri perhatian saya sejak hadir pertama kali pada film Batman vs Superman: Dawn of Justice (2016). Dengan wajah rupawan serta penampilan tinggi nan menawan, tak salah jika sosok Gal Gadot yang memerankan sosok perempuan perkasa Amazon ini sekejap menjadi buah bibir khususnya para penggemar layar perak.

Patty Jenkins (Monsters), yang bertindak sebagai sutradara. berhasil meramu adegan demi adegan tokoh andalan DC Comics ini dalam rangkaian kisah yang menarik. Visualisasi perang dunia pertama yang ditampilkan menurut saya, jauh lebih natural dan seru dibanding film Captain America: The First Avenger (2011).  Intensitas adegan laga dipadu efek spesial serta latar setting suasana perang era 1940-an ditampilkan dalam proporsi yang sesuai dan impresif.

Tak bisa dipungkiri Gal Gadot mampu menghayati peran dan karakternya sebagai Puteri Diana yang perkasa sekaligus nggemesin karena sikap lugunya ketika menghadapi perkembangan dunia luar yang jauh melampaui dunianya di Themyscira.  Artis asal Israel ini dengan sigap dan lincah mempertontonkan kemampuannya beradegan aksi yang berbahaya melawan musuh yang banyak dan jauh lebih kuat. Tak hanya itu, Chris Pine yang berperan sebagai Kapten Steve Trevor mampu melepas bayang-bayangnya sebagai Captain Jim Kirk di film fenomenal Star Trek dan berhasil membangun chemistry yang memikat bersama Gal Gadot. Para pemeran pendukung juga memperlihatkan kualitas akting yang prima, salah satunya sekretaris Steve yang lucu dan centil Etta Candy (Lucy Davis).

Dari sisi sinematografis dan penceritaan, film ini tak sekedar menyampaikan pesan feminisme dan pemberdayaan perempuan (women empowerment) yang kental lewat sosok Wonder Woman, namun lebih jauh lagi, film ini menyajikan sisi humanis sekaligus ironi tingkah manusia menghadapi peperangan yang oleh Puteri Diana kerapkali membingungkannya karena berfikir pragmatis bahwa penyebab peperangan tak lain dari ulah Dewa Ares. Diskusinya (sekaligus konflik) bersama Steve tentang fenomena yang dialaminya, semakin membuka mata Puteri Diana tentang apa sesungguhnya yang terjadi. Penulis skenario Allan Heinberg cukup teliti dan cermat menatanya dalam rangkaian adegan yang memukau.

 

Penyaji Rindu Yang Semu

"Jika keyakinan mampu membuat kita menjadi kuat, maka keyakinan pulalah yang mampu membuat kita menjadi lemah." ucapnya lirih. Siang semakin matang, mega jingga menyambut matahari dan perlahan...

[[ This is a content summary only. Visit my website for full links, other content, and more! ]]

My Boss, My Coach, My Friend

Untuk tulisan random kedua ini saya pilih Tema chemistry antara pemimpin dan bawahannya request dari Kak Evi Yuniati.Kalo soal topik hubungan antar atasan dengan bawahan, yang masih segar diingatan...

[[ This is a content summary only. Visit my website for full links, other content, and more! ]]

Opini Versus Fakta

Pada saat saya sedang iseng menulis dumelan sepeti sekarang ini, saya akan banyak membaca bahan untuk referensi. Nah saat sedang membaca bahan itu, selalu saya ingatkan diri saya sendiri "bedakan...

[[ This is a content summary only. Visit my website for full links, other content, and more! ]]

Mari Makan Cokelat Lokal

Agak sulit dipercaya bahwa Indonesia adalah produsen kakao terbesar ketiga di dunia. Menurut data International Cocoa Organization (ICCO) pada 2015 lalu, peringkat pertama negara penghasil kakao...

[[ This is a content summary only. Visit my website for full links, other content, and more! ]]

Pilihan Menu Sahur Dan Berbuka Puasa Dari Fiva Food – Rajanya Rollade


Pernah mengalami waktu sahur hanya tinggal beberapa menit? Atau tidak ada pilihan menu berbuka puasa karena repot dengan kondisi rumah yang berantakan dan pembantu yang pulang kampung? Solusinya adalah Fiva Food, sebuah Perusahaan Makanan Olahan yang berada di Bekasi. Produk Makanan Olahan Fiva Food terdiri dari rollade, sosis, burger, kornet, nugget dan lainnya. Tinggal goreng atau diolah dengan bahan-bahan lainnya menghasilkan sajian yang nikmat.

Sebelum membuka rahasia bagaimana sajian menu sahur atau buka puasa praktis dan tidak lebih dari lima menit, mari kita keliling dulu Pabrik Fiva Food. 


Kami disambut oleh Mas Yosy Revalio di sebuah ruang pertemuan, layaknya sebuah saung. Disebelah kiri, terdapat sebuah kolam renang berukuran sedang. Dibelakang kami terdapat saung kecil tempat menghabiskan waktu bersama orang terdekat. Matahari memang terik, jadi kami langsung disuguhkan minuman dan snack, yang ternyata merupakan salah satu produk dari Fiva Food

Tak berapa lama, Mas Yosy menjelaskan Fiva Food lebih dekat, salah satunya tentang sosok Ibunda beliau yang membangun usaha dari nol. Ibu Besty Monoarfa memulai bisnis dari sebuah ruangan berukuran 1,5 m x 7 m di Jatibening, Bekasi pada tahun 1983. Berkat kerja kerasnya, Fiva Food sekarang berdiri di tanah dengan luas beberapa hektare. 

Keliling Pabrik Fiva Food


Masker dan penutup rambut saya kenankan ketika memasuki area pabrik pengolahan daging. Standar inilah yang wajib dikenakan oleh seluruh karyawan yang memasuki area pengolahan daging. Alasan utamanya adalah untuk menjaga standar kualitas dan sertifikasi yang telah diberikan oleh beberapa pihak pemberi sertifikasi salah satunya sanitasi dan pengolahan limbah. Pada saat kami mengunjungi pabrik, karyawan memang libur sehingga kami hanya menemukan beberapa karyawan saja. 



Lingkungan pabrik bersih, mesin dan peralatan tersusun rapi tanpa adanya sampah ataupun perkakas yang tercecer. Lantai pun kinclong, bahkan bau daging dari mesin pun tak tercium sekalipun karena alat-alat pengolahan telah dibersihkan pada saat selesai mengolah produk. Bahkan kami sempat ditunjukan bagaimana pengolahan air limbah yang sangat baik dan tak tercium oleh rumah penduduk disekitar pabrik. 

Produk-Produk Fiva Food 


Fiva Food mengolah beberapa daging seperti ayam, sapi dan ikan. Nah, mau tahu seperti apa produknya, ini dia :

Produk Olahan Ayam

Produk olahan ayam terdiri dari Kornet Ayam, Rolade Ayam dan Bratwurst Ayam. 



Produk Olahan Ikan

Produk olahan ikan terdiri dari Tuna Kaki Naga dan Tuna Keong Mas.


Produk Olahan Sapi

Produk Olahan Sapi terdiri dari Rolade Sapi, Bratwurst Sap, Kornet Sapi dan Sosis Sapi. Untuk olahan Sapi, saya menyukai Kornet dan Rolade yang telah digoreng garing tanpa perasa apapun. 

Produk Lunch Box atau Bento


Selain produk olahan, Fiva Food memiliki produk makanan siap saji berupa lunch box atau bento dengan rasa rolade, sosis dan kornet. Harganya berkisar antara 18.000-25.000. So, produk ini sangat praktis apalagi sebagai menu buka puasa pada saat dikantor atau event yang dihadir oleh banyak orang. 

5 Alasan Memilih Fiva Food


Halal dan Thayyib

Fiva Food mendapatkan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia dan telah bersertifikasi BPPOM sehingga tidak diragukan lagi kehalalan produknya.

Lezat dan Bergizi


Produk Fiva diolah dari bahan alamiah dengan kandungan gizi seperti protein dari daging sapi, ayam dan ikan, diramu dengan dengan bumbu-bumbu berkualitas seperti susu murni, jahe, bawang dan lainnya.

Mudah Disajikan

Produk olahan seperti kornet, rolade dan sosis tidak membutuhkan banyak waktu berjam-jam untuk memasaknya. Cukup dengan waktu 5 menit, dan makanan bisa langsung disajikan, makanya sangat cocok untuk menu sahur ataupun berbuka puasa.

Mudah Didapat


Fiva Food telah menjangkau pasar tradisional dan modern dibeberapa kota besar, selain itu Fiva Food memiliki Fiva Express, sebuah layanan antar yang cukup mudah, tinggal pesan dan produk akan sampai di rumah anda.

Harga Terjangkau


Seperti tampilan di website Fiva Food, harga produk berkisar antara 20.000 - 50.000 untuk ukuran 250 gram, sehingga sangat terjangkau dibandingkan produk sejenis dipasaran.

Sajian 5 Menit Untuk Sahur dan Berbuka 


Nah inilah rahasia memasak cepat ala Fiva Food, yaitu Oseng-Oseng Kornet Ayam Cabai Hijau dalam waktu 5 menit. 

Bahan

Sediakan 1 pak 250 gram kornet ayam

Bumbu 

Sediakan bawang merah, cabai merah, bawang putih, cabai hijau, daun salam dan kecap 

Cara Memasak :


  • Irislah Bawang Putih dan cabai merah sampai halus
  • Tumis Bawang Putih dan Cabai Merah sampai matang
  • Masukan cabai hijau yang telah diiris sedang, tomat segar dan daun salam, tambahkan sedikit air dan kecap manis
  • Masukan kornet ayam yang telah diiris seukuran dadu dan aduk rata
  • Kemudian hidangan siap disajikan
Nah, praktis bukan? Hanya 5 menit sebuah sajian lezat telah dihidangkan untuk menu sahur atau berbuka puasa bersama keluarga. Informasi mengenai Fiva Food bisa diakses melalui www.fivafood.com atau 0817 00 3482. Yuk pesan sekarang juga atau beli produknya di mini market atau hypermarket di sekitar anda.