Saatnya Memacu Adrenaline Dengan River Tubing Sungai Pusur Klaten


Dalam kamus saya, adrenaline adalah ketakutan. Artinya apapun yang memacu adrenaline adalah menakutkan dan harus dihindari. Namun, sejalan dengan waku saya belajar untuk menaklukan adrenaline dan pelan-pelan bersahabat dengannya. Dahulu, wahana-wahana di Dufan adalah momok, namun sekarang dufan adalah kesenangan yang harus dirayakan. Kini, satu per satu saya mulai bermain dengan adrenaline, walaupun menurut khalayak umum masih dianggap belum begitu memacu adrenaline.

Explore Indonesia Jogja 2016 bersama Aqua Lestari membuka mata saya dan rombongan. Kami diajak untuk liburan sekaligus memacu adrenaline dengan mendatangi tempat water sport yang berada di Klaten, Jawa Tengah. Sebut saja River Tubing, salah satu water sport yang memacu adrenaline dan tenar di social media. Klaten ternyata memiliki River Tubing salah satunya adalah dikawasan sepanjang Sungai Pusur.


Beberapa tahun lalu, sungai pusur lebih mirip TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sampah dari hulu sampai hilirnya. Warga berlomba-lomba membuang setiap limbah rumah tangga setiap hari selama puluhan tahun. Akibatnya, Sungai Pusur berubah menjadi tercemar dan tak elok dipandang mata. 

Aqua Lestari bersama pemuda-pemuda dari kecamatan Polan Harjo, Klaten berhasil mendobrak kebiasaan membuang sampah tersebut dengan program bank sampah dan kerajinan dari limbah sampah. Hasilnya, luar biasa, sampah yang tadinya mengunung dan menumpuk ditepian sungai, lenyap dalam sekejap. Sungai kembali bersih dan membuat pemuda-pemuda berinisiatif memanfaatkan sungai menjadi water sport yang memacu adrenaline.


Siap Memacu Adrenaline


Kami berpacu dengan waktu, karena matahari sebentar lagi akan tenggelam. Hampir pukul 4 sore ketika pick up tiba ditempat. Saya tak membawa apapun kecuali tubuh dan baju yang melekat. Beberapa orang menenteng action cam untuk mengabadikan keseruan sore itu. Sehari sebelumnya, kami telah bermain dengan adrenaline di Sungai Oyo, sekitar Yogyakarta. Dan kali ini, kami pun melakukan hal yang sama, namun medannya tentu akan berbeda. Sensasinya juga berbeda.

Sebelum berangkat ke sungai, kami mendapatkan penjelasan singkat mengenai alat dan keamanan yang digunakan saat menyusuri sungai pusur. Terdapat helm dan baju pelampung yang kami gunakan, sedangkan kami mengunakan ban besar selama menyusuri sungai.

Kami harus meneteng sendiri ban besar sampai ke sungai yang tak jauh dari tempat mendapatkan briefing tadi. Hanya saja kami harus melewati rumah-rumah warga sebelum sampai di sungai.


Dan, akhirnya sungai pusur pun terlihat dengan jelas didepan mata. Airnya nampak bening cendrung cokelat karena tanah yang berada disekitar sungainya berwarna cokelat gelap. Struktur sungai pusur ini cenderung berbatu dan arusnya lumayan deras. Bisa dibayangkan betapa tertantangnya kami menjelajah sungai pusur ini.

Ban dilemparkan ke sungai, kemudian kami harus melawati bendungan ter;ebih dahulu sebelum berpacu dengan arus. Dan yup, kemudian setelah sampai bawah ban dinaiki dan akhirnya kami siap berpacu dengan adrenaline.


Awalnya saya sempat terjatuh beberapa kali, namun akhirnya saya bisa mengendalikan ban dengan baik dan melaju. Karena bebatuan dan sungainya tak terlalu lebar, sempat membuat ban saya tersangkut kembali, namun beruntung saya lolos kembali.

Sungguh petualangan yang sangat menyenangkan sekali. Apalagi Sungai Pusur ini menjadi salah satu River Tubing yang dikelola sendiri oleh pemuda desa di Klaten, Jawa Tengah .Apabila berminat untuk memacu adrenaline, informasi selengkapnya bisa ke fanpage River Tubing Sungai Pusur.


Terima kasih Airport.id dan Aqua lestari serta sponspor lain dalam acara Explore Indonesia Jogja 2016.



Rooftop Garden Sensation Di Greenhost Boutique Hotel Yogyakarta


Langit itu terlukis jelas awan putih berarak memanjakan mata yang memandang saat matahari begitu terang bersinar. Saya memperhatikan sekeliling lantai paling atas itu dengan seksama. Angin turut hadir dan membelai-belai tubuh saya yang tak terasa sudah dibanjiri keringat. Cuaca seperti inilah yang memanjakan saya untuk bermain bebas di rooftop. Tanaman yang umumnya sayuran ini tumbuh di selang-selang putih membuat mata saya kembali bersinar. Inilah senasinya memiliki kebun walau tak sebesar yang dibayangkan, namun jika berada di Jakarta, kebun kecil ini bisa saya sebut sebagai "Paradise".

Selang-selang putih itulah yang memberikan kehidupan pada tanaman. Sistem pemberian air ini dikenal sebagai Hidroponik yang sangat ramah lingkungan. Bukan tidak mungkin, dalam beberapa tahun mendatang, sistem tanam ini akan booming dan menjadi primadona di Jakarta. Selain alasan lahan yang terbatas, efektivitas dan keparktisan adalah poin utama melaksanakan hidroponik. 



Rombongan Explore Indonesia Jogja 2016 tak menunggu lama untuk mengabadikan rooftop. Mulai memotret tanaman dan lingkungan sekitar rooftop. Tiba-tiba secara tak sengaja, model dadakan berpose untuk kami. Jepret sana, jepret sini, kami seperti melakukan sesi foto dengan model profesional. Dan hasilnya memang mengagumkan, kami puas dan tertawa bersama melihat keseruan kami melakukan foto-foto di rooftop milik Greenhost Hotel. Tak heran hotel ini menjadi favorite tamu yang menginap karena konsep rooftopnya pun sangat keren.


Boutique Hotel Ramah Lingkungan 

Air sedikitpun sangat dimanfaatkan oleh Greenhost

Menyatu dengan alam dan mengerti lingkungan, Greenhost menyampaikan pesan ini melalui bangunan hotel yang sangat hijau. Atap bangunan dibiarkan menantang langit dan hanya kaca yang menghalanginya dari hujan. Sistem pengairan pun dibuat sangat efektif dan tidak ada satupun yang terbuang percuma dan akan berputar dan disaring kembali menjadi air yang bersih atau digunakan untuk keperluan tanaman dan flush toilet. 

Sedikit banyak, saya belajar untuk mengerti bahwa air yang kita gunakan harus dihemat demi menjaga lingkungan tetap seimbang. Selama ini, saya hanya memandang bahwa air adalah sumber daya yang tak terbatas, namun berkaca dengan belahan bumi lain yang mengalami kekeringan, inilah saatnya untuk lebih memahami pentingnya menghemat air di mana pun berada.


Selain sistem pengairan, konsep hotel sedikit berbeda, bisa dilihat dari perpaduan antara modern dan ramah lingkungan membuat hotel ini seperti rumah kebun. Konsep ini memang sangat cocok bagi wisatawan asing dan wisatawan dalam negeri yang kerap melakukan rutinitas dan berhadapan dengan gedung-gedung pencakar langit dan kemacetan. 

Prawirotaman, sebuah kawasan yang kerap disebut sebagai kampung turis adalah lokasi hotel ini berada. Grafiti menghias sepanjang jalan sebelum memasuki area hotel. Di ujung jalan, aktivitas pasar pun tak boleh dilewatkan begitu saja. Pedagang yang menjajakan dagangnya pun merupakan potret keseharian yang sangat instagramable. So, what are you waiting for? Segera ambil kamera dan jalan-jalanlah di sekeliling dan temukan gambar terbaikmu kemudian share. Sungguh menyenangkan melakukan aktivitas seru ini pada saat sore.


Meet The Room 


Ornamen kayu dan dinding tanpa dicat bagi saya adalah konsep kamar yang memukau. Hotel lain menciptakan kamar dengan cat atau wallpaper sehingga menambah kesan flat, namun Greenhost justru membiar tembok alamiah dan menyatu dengan konsep ramah lingkungan yang telah diusung sebelumnya. 

Kasur cukup lebar dengan selimut tebal dan disampingnya terpasang colokan listrik. Yup, untuk saya, colokan sudah menjadi nyawa kedua, apalagi kamera dan smartphone pun membutuhkan banyak colokan listrik untuk mengisi daya baterai setelah seharian telah digunakan. 



Kamar mandi sangat lengkap dengan perlengkapan mandi dan handuk. Sedangkan lemari pakaian pun tersedia dengan ukuran sedang dan cukup luas untuk menampung beberapa koper atau tas ransel ukuran besar. TV layar datar dengan berbagai channel luar dan dalam negeri siap menemani istirahat saya malam ini. Begitu pula dengan koneksi internet yang lumayan kencang dan membantu aktivitas online beberapa malam di hotel ini.

Tipe-tipe kamar terdiri dari Erick Room, Futura, Rempah 1, Rempah 2, Studio Kita 1-3 dengan arrange harga mulai dari 300 ribu  sampai 1 juta-an. 


Fasilitas Hotel 



Rooftop menjadi salah satu daya tarik Greenhost Hotel, namun fasilitas yang mendukungnya pun tak kalah. Sebut saja Souvenir Shop, Co-working space, Art Kitchen, Greenhost Creative Farming, Meeting Space, Tea Spa, Swimming Pool, Mezzanine Tea Shop, Attic Bar & Lounge, Parkir dan lain-lainnya. 

Fasilitas ini menunjang apapun keperluan saya selama menginap di Greenhost, apalagi konsep hotelnya sangat eco-friendly dan sangat disukai oleh wisatawan asing. Saya beberapa kali bertemu dengan bule-bule yang berseliweran di area lobi ataupun art kitchen. 



Terima kasih kepada airport.id yang telah menyelengarakan event Explore Indonesia Jogja 2016 bersama sponsor salah satunya adalah Greenhost Hotel ini.  

Informasi Greenhost Boutique Hotel Yogyakarta 

Alamat 
Jalan Prawirotaman II No. 629
Brontokusuman, Yogyakarta

Telepon 
+62274 389 777

Email 
info@greenhosthotel.com

Website 

Maps 


Yuk Bermain Air Di JogjaBay Pirates Adventure Waterpark


Nenek moyangku seorang pelaut
Gemar mengarung luas samudera
Menerjang ombak tiada takut
Menempuh badai sudah biasa

Angin bertiup layar terkembang
Ombak berdebur di tepi pantai
Pemuda berani berangkat sekarang
Ke laut kita ramai-ramai

Sejenak lagu masa kecil tentang seorang pelaut terngiang di kepala ketika bus rombongan kami melaju menuju salah satu waterpark ternama di Yogyakarta. Saya bersama rombongan Explore Indonesia 2016, berencana mengunjungi JogjaBay. Lokasinya berada di daerah Sleman, Yogyakarta. Tepat setahun lalu, waterpark ini diresmikan di area sekitar 7,7 hektare. Tak heran apabila JogjaBay merupakan salah satu water theme park terbesar, tercanggih dan terlengkap di Indonesia.

Bagaimana dengan wahana permainannya? 19 wahana permainan sangat ready untuk menjamu tamu yang haus memacu adrenalinenya. Saya adalah salah satunya. Walau bukan penyuka hal extreme, namun tak salahnya mencoba beberapa permainan seperti how to survive in tsunami and earthquake, bekti adventure, volcano coaster dan masih banyak lainnya.


Ayo Main Air 



Suasana kapal dan bajak laut sangat kental ketika saya masuk di area depan sebelum pintu masuk. Kapal besar dengan menara mercusuar diujung sebelah kanan seakan menujukan bahwa inilah saat yang tepat untuk bermain air dan memacu adrenaline kita. Setelah memasuki pintu utama, kami disambut petugas tiket dengan beberapa loket yang buka. Harga tiket masuk saat weekdays sekitar Rp 90.000 (Dewasa) dan Rp 60.000 (Anak-anak), sedangkan Weekend harga tiket Rp 100.000 (Dewasa) dan Rp 75.000 (Anak-anak). Untuk anak-anak dibawah 2 tahun, tidak dikenakan tiket masuk atau free, sedangkan batas antara anak-anak dan dewasa ditentukan dengan tinggi 110 cm. So, bagi anak-anak yang telah melewati papan pengukur akan dikenakan biaya yang sama dengan orang dewasa.

Dan here we go, mari kita bermain air. Welcome to pirates and water world ya. Hal pertama yang dilakukan untuk bermain air adalah melihat-lihat wahana mana yang paling cocok untuk saya mainkan, dan pilihan saya jatuh pada how to survive in tsunami and earthquake dan bekti adventure. Mood untuk mencoba wahana lain memang tak muncul pada saat itu, tapi yang terpenting adalah menikmati setiap permainannya kan. Trust me, it is more enjoyable than you play alot things


Kami menuju tempat menaruh semua barang-barang. Untung saja hanya satu tas yang saya bawa. Memang sebaiknya tidak membawa banyak barang untuk masuk ke wahana permainan. Apalagi barang-barang elektronik yang mudah rusak jika terkena air seperti laptop, kamera dan smartphone tanpa case anti air. Yuk saatnya bermain air.

Tip Bermain Air Di JogjaBay


Tentu sangat menyenangkan bermain wahana di JogjaBay, namun ada baiknya mengetahui beberapa tipnya. Mau tahu?

Waktu Berkunjung 

Waktu yang pas untuk berkunjung ke JogjaBay adalah Weekdays dan bukan musim liburan. Sudah menjadi rahasia umum kalau pada musim liburan, waterpark akan sangat ramai dengan pengunjung, maka hindarilah mengajak keluarga pada saat musim seperti ini.

Bawalah Perlengkapan Seperlunya

Saat bermain air, tentunya sangat repot apabila membawa seluruh perlengkapan yang ada. Cukup membawa barang perlengkapan seperlunya, seperti action cam dan perlengkapan berenang. Dengan bawaan ringkas, maka kita akan sangat menikmati permainan air tanpa memikirkan barang bawaan kita.


Pakai Lotion atau Sunblock

Jangan sampai lupa satu barang ini karena sangatlah penting untuk menjaga kulit kita. Tak mau kan kalau kulit menjadi hitam dan terbakar gara-gara terkena sinar matahari yang menyengat, maka bawalah sunblock pada saat sebelum bermain air.

Isi Perut Terlebih Dahulu

Bermain air sangat rawan terhadap masuk angin dan demam, maka sangat disarankan untuk mengisi perut terlebih dahulu. JogjaBay menyedikan beragam makanan seperti bakso, siomay, nasi goreng dan macam-macam lainnya. Kalau lapar atau perut kosong, bisa mengisinya di area makanan dan minuman.


Pilih Wahana Yang Pas 

Nah, ini yang paling penting. Pilihlah wahana yang pas buat kamu. Kalau punya masalah dengan jantung atau memiliki jantung lemah hindari wahana yang memacu adrenaline dan pilihlah wahana yang aman bagimu. Kalau misalnya tidak punya riwayat penyakit, kamu bebas memilih wahana apapun, tapi lagi-lagi perhatikan safetynya sebelum bermain di wahana tersebut.

Wahana dan Fasilitas JogjaBay



Drama Musikal

JogjaBay memiliki pertunjukan Drama Musikal yang tentunya sangat menarik untuk ditonton. Drama Musikal menyuguhkan Icon Karakter diantaranya Lawana, putri cantik, Jose, pemuda tampan, Mimi, kucing sang putri Lawana dan masih banyak karakter lainnya. Pertunjukan ini dapat dilihat setiap hari sabtu dan minggu pukul 15.00-16.00 WIB.

Wahana

JogjaBay memiliki 19 wahana yang menunjang pengunjung bermain seharian dari jam buka sampai jam tutup. Wahana tersebut antara lain Memo Racer, Bekti Adventure, Volcano Coaster, Timo-timo rider, Jolie Raft River, Brando Boomerang, Ziggy Giant Barrel, Mimi Family, Hip Playground, South Beach, dan masih banyak lainnya.


Fasilitas 

Nah, setelah lelah bermain beberapa wahana air, saatnya menikmati fasilitas lainnya yang ada di JogjaBay. Kawasan ini memiliki Restoran seperti Pirate Palace, Gili-gili BBQ, Dapur Lawana, Pool Bar, Mimi Gemi, Timo Memo dan lainnya. Sedangkan yang mau belanja oleh-oleh, JogjaBay Store memiliki banyak koleksi pernak-pernik dan oleh-oleh.

Fasilitas lainnya adalah Spa, Gazebo, Penyewaan loker, penyewaan handuk, layanan foto, Musholla, area parkir, kamar mandi dan lain-lain.


Sore hari waktunya kami pulang meninggalkan wahana dan berganti pakaian kering. Kami melewati beberapa toko souvenir sebelum akhirnya keluar dari wahana. Sangat menyenangkan bermain air bersama rombongan Explore Indonesia 2016 di Jogja yang diselengarakan oleh airport.id. Terima kasih kepada JogjaBay yang sudah menerima kami dengan tangan terbuka.


Informasi JogjaBay

Alamat 
Jalan Maguwoharjo, Depok
Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta

Jam buka 
Senin - Jumat : 09.00 - 18.00 WIB
Sabtu - Minggu : 08.00 - 18.00 WIB

Harga Tiket 
Weekdays
Dewasa : Rp 90.000
Anak-anak (Lansia diatas 65 tahun) : Rp 60.000
Weekend 
Dewasa : Rp 100.000
Anak-anak (Lansia diatas 65 tahun) : Rp 75.000
Tinggi badan diatas 110 cm dikategorikan sebagai dewasa.

Website 
www.jogjabay.com

Maps 

It Is Time To Halloween ‘Barbeque’ Party


Ancol kembali menawarkan rindu. Dan pantai itu saya kembali berlabuh. Hujan sedang menemani perjalanan saya menuju ke Ancol. Discovery Hotel mengundang saya dalam "Halloween Party". Beruntung hanya beberapa bagian tubuh saja yang basah dan itupun tak berarti. Di halte Busway, Dita sudah menunggu. Dita merupakan travelmate saya di perjalanan panjang pulau Rote. Dan hari ini kami bersua kembali. Setiap bertemu, kami pasti membahas momen keseruan kami di Rote, mulai dari alamnya yang indah, kebiasaan warganya, kelucuan tindakan kami dan masih banyak lainnya. 

Tak heran apabila berjumpa dengan Dita, yang ada dibenak saya bukan makanan melainkan Pulau Rote. Mungkin, ada sebuah perasaan untuk mengulang setiap peerjalanan yang kami lalui. Semoga saja ada kesempatan lainnya.


Halloween Party


Halloween identik dengan budaya barat. Namun, tidak ada salahnya mencoba mengetahui apa sih sebenarnya makna Halloween yang sebenarnya. Halloween diperingati sebagai hari untuk mengenang orang meninggal. Dikenal sebagai salah satu festival panen kelt kuno dan erat kaitannya dengan akar-akaran pangan. Oleh karena itu simbol halloween terkenal dengan buah labu yang disulap menjadi menyeramkan. 

Trick or treat, mengunakan kostum hantu-hantu seram, atraksi berhantu, menyalakan api ungun besar dan perayaan lain kerap menghias kota hampir diseluruh negara di Barat khususnya Amerika. Di Indonesia, Halloween tidak sepenuhnya dirayakan dalam arti sebenarnya. Adopsi yang ditiru hanyalah mengenakan kostum seram dan uniknya, kostum yang ditampilkan bukanlah secara langsung menjiplak dari barat. Indonesia memiliki kekhasannya tersendiri, bahkan hantunya pun berbeda dari barat, sebut saja pocong, kuntilanak, tuyul dan lainnya yang tentu saja lebih menyeramkan daripada drakula dan kawan-kawan.


Discovery Hotel Ancol pun memiliki cara unik untuk menghibur keriaan pada hari-hari Halloween, seperti menghias kue-kue menjadi menarik atau berhantu. Suasana restoran yang terang menjadi sedikit gelap namun dipenuhi warna-warni hantu.

Menikmati Barbeque


Barbeque hadir pada malam minggu di Discovery Hotel Ancol. Bagi penikmat Barbeque, tentunya momen ini jangan sampe terlewati karena menghidangkan ragam barbeque mulai dari sayuran, daging dan seafood yang rasanya menonjok lidah kamu.

Seperti biasa, sebari menunggu barbeque dihidangkan, tersedia live music dengan lagu-lagu yang akrab ditelinga kita.


Sepertinya malam minggu ini, akan menjadi malam yang luar biasa indah sambil menikmati barbeque dan live music serta menikmati pemandangan sekeliling Ancol. 

Informasi Discovery Hotel Ancol

Alamat 
Jl. Lodan Timur No. 7, Ancol Taman Impian
Jakarta Utara, DKI Jakarta 14430

Telepon/Online Reservation
021 - 293 77 777

Email 
info@discoveryhotelancol.com

Social Media 
Twitter : @DiscoveryAncol
Facebook : Discovery Hotel & Convention Ancol
IG : @discoveryancol

Website 
Hotel Discovery Ancol

Peta/Map 


Lasem : Tiongkok Kecil Di Tanah Jawa

bluepackerid.com - Lasem : Tiongkok Kecil Di Tanah Jawa

Selain Semarang yang memiliki Klenteng Sam Poo Kong dan erat kaitannya dengan Laksamana Cheng Ho, Lasem pun memiliki sejarah panjang tentang Opium dan Tiongkok. Maka tak jarang, masyarakat menyebutnya dengan Tiongkok Kecil di Jawa Tengah. Lasem telah mengikuti kemajuan jaman dengan berdiri bangunan megah masa kini, namun kejayaan masa lalunya pun tetap abadi dan lestari.

Lasem berjarak sekitar 119 KM dari Semarang. Apabila ditempuh mengunakan bus umum hanya sekitar 3 jam perjalanan. Moda transportasi yang digunakan bisa bus umum, mobil travel dan mobil pribadi. Lasem merupakan salah satu kecamatan di Rembang, jalur pantai utara (pantura) yang menghubungkan Semarang dan Surabaya. 

Saya bersama seorang kawan seperti tersedot kedalam jembatan masa lampau di Lasem. Saya tidak merencanakan dengan matang kunjungan kali ini. Hanya berbekal kenekatan semata, referensi blog teman dan bantuan mbah google, Lasem akan menjadi menarik dan petualangan kami dimulai. Namun, diawal perjalanan masalah itu datang, kami belum memesan satu pun hotel. Beruntung sekali mbah google menunjukan kami sebuah hostel sederhana dengan tarif 110 ribu semalam. Kami pun selamat malam ini, dan mengumpulkan energi untuk petualangan esok hari.

Klenteng Gie Yong Bio dan Pusat Batik Lasem 

bluepackerid.com - Lasem : Tiongkok Kecil Di Tanah Jawa

bluepackerid.com - Lasem : Tiongkok Kecil Di Tanah Jawa

Pada abad ke-14 dan 15, Lasem merupakan salah satu tempat berkembangnya imigram asal Tiongkok selain Semarang dan Surabaya. Laksamana Cheng Ho, sebagai perwakilan dari Dinasti Ming menjadi salah satu perwakilan politik dengan Kerajaan Majapahit. Di Sungai Babagan Lasem, seluruh transaksi perdagangan dilakukan, lambat laut bermukimlah penduduk imigram asalah Tiongkok dan membangunan rumah pecinan dan tempat peribadahan seperti klenteng.

Klenteng yang masih berdiri di Lasem adalah Gie Yong Bio, Cu An Kiong dan Po An Bo. Di Gie Yong Bio adalah klenteng Istimewa yang dibangun untuk menghormati pahlawan Lasem yaitu Tan Kee Wie, Oey Ing Kiat dan Raden Panji Margono. Klenteng ini berdiri pada tahun 1780 setelah perang melawan VOC pada tahun 1742 dan 1750. Ketiga pahlawan ini secara bersama-sama melawan VOC dan mengangkat sumpah sebagai saudara angkat.

bluepackerid.com - Lasem : Tiongkok Kecil Di Tanah Jawa

bluepackerid.com - Lasem : Tiongkok Kecil Di Tanah Jawa

Raden Panji mungkin adalah satu-satunya Kongco pribumi. Kongco merupakan sebutan kakek buyut dan memiliki altar penyembahan di klenteng ini. Selain di Gie Yong Bio, Raden Panji memiliki altar pada klenteng Cu An Kiong.

Memasuki pintu gerbang yang didominasi warna khas merah, saya terkagum dengan tembok keramik yang dipenuhi dengan gambar-gambar. Gambar ini hampir semunya ditulis dengan aksara kanji bahasa Mandarin. Sedangkan gambar memperlihatkan adegan-adegan dari dewa-dewa yang dipuja. Meski altar atau tempat pemujaan tak sebesar klenteng lainnya, namun halaman depan cukup besar ditambah dengan altar bagian samping.

bluepackerid.com - Lasem : Tiongkok Kecil Di Tanah Jawa

Gie Yong Bio terletak di gerbang pintu masuk Desa Babagan, populer sebagai kampung Batik. Tak lengkap rasanya, jika tak melihat batik Lasem lebih dekat. Belum lama kaki ini melangkah, tembok besar dengan pintu besar dengan arsitektur abad 15 masih kokoh dan indah.

Hanya cat dan tembok luar saja yang terkelupas membuka lapisan bata merah menambah keunikan bangunan ini. Kami sengaja berlama-lama di jalan hanya untuk mengabadikan rumah-rumah yang tampak sepi dan hanya beberapa sepeda motor lalu lalang. Kadang-kadang ada juga sepeda yang wara-wari dengan orang yang berjalan beriringan. Namun, sayang kami harus buru-buru menuju salah satu rumah batik di ujung jalan berliku ini.

bluepackerid.com - Lasem : Tiongkok Kecil Di Tanah Jawa

bluepackerid.com - Lasem : Tiongkok Kecil Di Tanah Jawa

Corak batik Lasem sangat dipengaruhi oleh budaya Tionghoa. Masyarakat Tionghoa sangat mempercayai bahwa hewan dan tumbuhan merupakan pembawa keberkahan dalam kehidupan. Sebut saja burung Hong dan Naga yang banyak digunakan sebagai simbol keberuntungan. Lasem pun memiliki ciri khas dalam motifnya. Motif Sekar Jagad, Latohan dan Watu Pecah, ketiga motif inilah yang dikembangkan sebagai ciri khas Lasem.

Motif Latohan berasal dari buah tanaman yang hidup ditepi laut. Lasem terkenal sebagai pesisir pantai utara sehingga tumbuhan ini sangat sering dijumpai. Sedangkan Sekar Jagad berasal dari kumpulan motif bunga yang berserak. Lain Latohan ataupun Sekar Jagad yang berasal dari tumbuhan, motif Watu Pecah berasal dari peristiwa pembangunan jalan Daendels, yaitu pada saat masyarakat diminta memecah batu besar menjadi kecil-kecil.

Rumah batik yang kami kunjungi nampak sepi, hanya terdapat seorang bapak dan seorang anak yang sedang bermain. Dengan ramah, bapak tersebut mempersilahkan kami masuk.

"Kebetulan yang sedang membatik libur hari ini," Ujar Bapak tersebut dari luar.

Di dalam terdapat beberapa orang yang tengah memilah-milah batik. Kami berdua langsung nimbrung dan duduk. Kami larut dalam cerita sambil melihat beberapa motif batik. Sebetulnya kami ingin berlama-lama, namun waktu kami hanya sampai sore dan harus kembali ke Semarang.

Sebelum pamit, kami menanyakan Makam Han Wee Sing yang terkenal itu. Kami hanya mendapatkan sedikit penjelasan tentang jalan yang kami lalui. Petunjuk arah menuntun kami ke arah yang benar. Dan pada ujung beberapa belokan kami pun sempat bertanya, dan sampailah pada makam Han.

Misteri Makam Han Wee Sing

bluepackerid.com - Lasem : Tiongkok Kecil Di Tanah Jawa

Di kala terik matahari tepat berada diatas kepala, kami melanjutkan pencarian terhadap salah satu makam yang melegenda. Legenda kutukan kepada Marga atau pemiliki nama Han, bagi laki-laki yang berbisnis, maka akan bangkrut, bagi perempuan tidak akan memiliki keturunan. Mitos ini sampai saat ini masih dipercayai, bahkan pemilik marga Han tidak akan melintas atau bepergian baik jalur darat ataupun udara melalui Lasem.

Menurut Legenda, Han Wee Sing adalah saudagar kaya raya dan memiliki dua putra. Han Wee Sing terkenal karena sifatnya yang baik hati dan suka berbagi, bertolak belakang dengan kedua putranya yaitu Han Te Su dan Han Te Ngo. Keduanya suka menghamburkan uang dan berjudi. Kekayaan Han Wee Sing berangsur berkurang sehingga jatuh miskin.

bluepackerid.com - Lasem : Tiongkok Kecil Di Tanah Jawa

Pada saat kematian Han Wee Sing pun harus menderita, karena uang hasil sumbangan kematiannya pun digunakan kedua putranya untuk berjudi. Akhirnya jenazah Han Wee Sing pun dimakamkan dengan hanya membungkusnya dengan kain. Tak sampai ke pemakaman, kemudian terjadi mendung dan hujan badai. Setelah hujan, ditempat jenazah Han Wee Sing pun kemudian membentuk sebuah makam. Tak lama kemudian, dari makam terdengar suara kutukan keluarga Han tidak boleh tinggal dan Menetap di Lasem.


bluepackerid.com - Lasem : Tiongkok Kecil Di Tanah Jawa

Begitulah legenda ini mengusik saya untuk mampir ke Makam dan sekedar melihat dari dekat. Ternyata jalan yang ditempuh tak semulus yang dibayangkan. Kami harus menyusuri kebun milik warga setelah pemakaman yang berada di depan sebelum kebun. Makam Han Wee Sing ternyata sangat tersembunyi. Di tutupi pohon jati yang masih muda dan dipagari oleh bambu. Kami masuk dan melihat lebih dekat makam yang tampak terawat dengan bong, batu nisan berwarna putih serta diukir huruf Mandarin bertuliskan nama Marga Han.

Bulu kudu saya sedikit merinding padahal waktu itu masih siang bolong. Tak berapa lama, saya dan teman saling berpandang dan berbalik badan segera keluar dari Makam Han yang penuh dengan kutukan.

Rumah Candu dan Klenteng Cu An Kiong 


Kami menyusuri jalan raya berukuran bernama Dasun, Desa Soditan. Tujuan kami adalah Rumah Candu, atau nama lainya adalah Opium. Cuaca mendung ketika kami sampai pada pintu gerbang berwarna jingga dan diatas bertuliskan Lawang Ombo. Kami sempat melihat ke kanan dan ke kiri dan melihat ke dalam, namun tak satupun orang terlihat.

Tak patah arang, kami berjalan ke pintu lainnya yang tak jauh dari pintu gerbang. Pintu berwarna kuning dan lebih kecil dari pintu sebelumnya. Kami mengetuk beberapa kali, namun tetap tak ada jawaban. Kami kembali lagi ke pintu utama, sambil melihat-lihat siapa tahu ada orang setelah kami ketuk. Dan hasilnya nihil, hanya suara sahutan anjing penjaga saja yang menyambut kami kemudian.



Dahulu Candu atau Opium sangat terkenal pada abad 19. Candu ditukar dengan senjata api dan digunakan sebagai salah satu alat melawan penjajah. Karena takut terlihat atau tertangkap Belanda pada waktu itu, Lawang Ombo inilah yang dijadikan sebagai lalu lintas Opium. Di dalam rumah, terdapat sebuah lubang berukuran tak lebih dari 3 meter dan berhubungan langsung dengan sungai menuju ke laut.

Lubang tersebut masih ada namun telah mengalami penyempitan ataau ditutupu sehingga hanya berdiameter 1 meter saja. Menurut sumber, pemilik rumah ini adalah Liem Kim Slok, seorang syahbandar yang melakukan perdagangan atau penyelundupan Opium terhdap kapal-kapal yang berlabuh di Lasem.



Berdekatan dengan Lawang Ombo, terdapat sebuah klenteng tertua yang dibangun pada tahun 1335 dan direnovasi pada tahun 1838, bernama Klenteng Cu An Kiong. Bisa dikatakan Klenteng ini adalah terbesar diantara ketiga klenteng yang ada di Lasem.

Pada abad 15, Masyarakat Tionghoa datang dan membabat hutan Jati untuk dijadikan rumah dan rumah peribadahan termasuk Klenteng. Cu An Kiong dahulunya dibangun mengunakan kayu jati sebagai tiang penyanganya. Sampai saat ini kedua tiang penyanga masih mengunakan kayu jati dan belum pernah diganti sampai sekarang.



Ukiran-ukiran dalam Klenteng merupakan hasil karya dari ahli ukir yang didatangkan langsung dari Guangdong, Tiongkok. Tak lama setelah menyelesaikan ukirannya, ahli ukir tersebut menetap di Kabupaten Kudus dan mengajarkan seni ukir.

Aliran sungai di Lasem yang bermuara ke Laut menyebabkan perkembangan pesat. Salah satu sumber menyatakan bahwa Laksamana Cheng Ho pernah mendarat di depan Klenteng dan berinteraksi dengan warga dan melakukan perdagangan serta alih teknologi seperti pertanian dan peternakan.

Lasem memiliki ratusan situs heritage atau kota tua yang wajib dijaga oleh kita bersama. Memasuki Lasem, sama seperti menikmati Tiongkok dalam versi lebih mini. Menginjakan kaki di Lasem seperti memasuki peradaban masa lalu yang masih terjaga. Tak hanya instagramable namun sangat menarik menyimak cerita sejarah yang menyatu didalamnya.

Lasem, saya akan kembali lagi, itu janji saya.

"Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Visit Jawa Tengah 2016 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah @VisitJawaTengah "  

Delicious Indonesian Signature Dish At Porta Venezia, Aryaduta Semanggi


Kadang Ibukota menawarkan kerinduan yang sempurna pada kampung disana. Walaupun banyak pula penawar atas kerinduan sesaat yang memanjakan semua indera termasuk indera perasa. Kampung halaman saya berada di pesisir pantai utara, jadi wajar selera masakan saya pun tak jauh-jauh dari masakan jawa yang manis, semanis saya hehehe. 

Citarasa masakan jawa identik dengan kuah kental, manis dan sambal ini setidaknya identik dengan masakan nusantara yang mengenal sambal dan rempah sebagai bumbunya. Meskipun tak bisa digeneralisir, namun setidaknya masakan di Pulau Jawa memiliki citarasa nusantara secara umum. Apalagi bagi orang yang Indonesia di luar negeri sana, pasti akan kangen dengan masakan masa kecilnya. Nah, yang saya rasakan saat ini. Rindu seindunya dengan masakan rumah.


Porta Venezia, sebuah gerbang menuju Milan, Italia. Nama ini diabadikan sebagai salah satu restoran masakan Italia di Jakarta, tepatnya di Semanggi. Porta Venezia merupakan bagian dari Arya Duta Hotel Semanggi. Saya cukup familiar dengan kawasan ini, dulu kantor saya sangat dekat dengan semanggi dan setiap saat pasti bolak-balik ke Semanggi. Namun, untuk saat ini, saya cukup jarang ke Semanggi, malah saya lebih sering ke Kuningan City karena menemukan tempat baru untuk sekedar nongkrong atau menyelesaikan tulisan di blog saya.

Dihibur sama Live Music Keren :D
Indonesian Signature Dish 


Porta Venezia memiliki ciri khas Italia yang kental, bahkan setelah ditelusuri melalui google pun, banyak review menyatakan bahwa tempat ini memiliki spesialisasi dalam masakan Italia atau Europian taste. Namun, kali ini saya diajak menikmati sajian khusus bertema Indonesian Dish, sebuah citarasa yang sangat saya kenal dengan ramuan rempah dan bahan-bahan lain yang khas.

Dalam kamus saya, Makanan Indonesia tidak pernah gagal memuaskan indra perasa, bahkan selalu mempesona dan penuh senasi sehingga ingin menikmatinya lagi dan lagi. Selain Makanan, Indonesia memiliki beragam ramuan rempah yang beragam sebut saja jahe, kunir, beras kencur, bandrek dan lain-lain. Bayangkan sajian makanan dan minuman Indonesia dalam bentuk yang lebih cantik dan indah berada dalam satu waktu yang sama. Bisa ditebak, saya tak ingin menyantapnya melainkan memotretnya berlama-lama untuk mencari angle terbaik.

Appetizer 

Makanan pembuka biasanya dibuka dengan makanan ringan pengugah selera makan seperti gorengan, sup atau salad, namun Porta Venezia justru menyajikan gado-gado, rujak dan lumpia. Oh wow, how came gado-gado and rujak be part of this appetizer? Biasanya kan gado-gado disajikan sebagai menu utama. Hahaha tenang pemirsa, gado-gado atau rujak ini justru akan mengugah selera makan loh.

Gado-gado


Jika yang kamu bayangkan adalah gado-gado dengan porsi besar dan mengenyakan itu salah besar. Totally wrong. Porsinya cukup sedikit dibandingkan dengan gado-gado pada umumnya. Penyajiannya pun sangat indah. Pertama melihat bukanya ingin menyantap tapi malah memandanganya saja karena indah.

Masalah rasa, gado-gado ini sebagian besar berisi sayuran rebus dengan sambal khas gado-gadonya. Saya sangat suka dengan sambalnya. Racikan sambalnya sangat pas bahkan sangat enak untuk ukuran gado-gado.

Rujak Buah 


Kombinasi buah segar dan sambal kacang membuat mulut merasakan sensasi segar. Mungkin inilah satu alasan mengapa rujak buah menjadi salah satu appetizer kali ini. Untuk buah saya memang pemilih, sehingga tak semua buah menarik selera saya. Coba ada mangga didalamnya, maka mulut ini tak akan berhenti mengunyah.

Lumpia 


Lumpia yang saya kenal itu biasanya berisi rebung (tunas pohon bambu), makluma saja saya dulu pernah menetap di Semarang. Lumpian sebetulnya isinya sangat beragam dan bisa diisi apapun seperti daging, sayura atau bahkan buah, oh wow. Dihadapan saya sudah disuguhkan lumpia dengan isi bihun dan udang yang mejulur dari lapisan luar yang renyah. Dapat dibayangkan bahwa paduan bihun dan udang memiliki taste tersendiri dan enak menurut saya.

Main Course  

Sepertinya saya memang menunggu-nunggu menu utama hadir untuk dihidangkan. Dari daftar yang dihidangkan terdapat empat menu utama yaitu Indonesian Seafood Platter, Gurame Pecak, Iga Sambal Mangga dan Tongseng Kambing. It's look so tasty banget ya. Mari kita menjelajah rasa demi rasa.

Indonesian Seafood Platter


Ada tuna, sate lilit, udang, sambal dan nasi. Paket komplit banget ini mah namanya. Secara personal saya menikmati tuna dan sambal, sedangkan rasa sate lilit memang tidak semenarik tuna tadi. Untuk udang, dengan ukuran yang begitu besar dan digoreng garing membuat kombinasi seafood platter ini makin komplit.

Gurame Pecak 


Gurame ukuran sedang dengan sambal diatasnya membuat sajian ini luar biasa perfect. Apalagi sambal yang diracik mengugah selera makan dan menyantapnya lagi dan lagi.

Iga Sambal Mangga


Iga ini diapain juga pasti hasilnya enak banget hehehe. Kali ini sajian Iga dibakar dengan matang ditambah dengan sambal mangga yang segar. Oh rasanya tuh pengen makan iga ini lagi.

Tongseng Kambing


I love the sweet thing. Dan tongseng kambing yang disajikan benar-benar semanis yang dirasakan dan daging kambingnya pun empuk. Jadi tidak ada alasan lain kecuali harus menikmatinya kan.

Dessert

Dessert is always in my list. Pokoknya kalo bagian ini saya selalu exicited banget. Apalagi dessert yang disajikan namanya unik-unik seperti Chocolate Talam Jagung, Es Selendang Mayang dan Colenak.

Chocolate Talam Jagung



Yang terpenting dalam sajian ini adalah cokelat dan jagung. Cokelat sangat dominan dipadu dengan bagian atas yang manis dan berisi jagung dalam adonan. Butuh waktu untuk menerka-nerka dimanakah jagung itu berada.

Es Selendang Mayang 



Es krim hampir saja meleleh karena saya asik memotret dessert ini. Ketika menyuapkan satu sendok teh ke dalam mulut, es krim ini menyatu dengan gula jawa cair. Setelah itu suapan kedua, barulah saya meraasakan perpaduan sempurna antara es, gula jawa dan pacar cina atau lebih seperti dawet teksturnya.

Colenak


Sajian ini hampir membuat saya tertipu. Tebak apa isi bagian bawah? bukan seperti yang dibayangkan sebelumnya, isinya adalah peyuem atau singkong yang difermentasi dan kemudian disajikan sedemekian rupa. Secara personal, saya hanya menikmatinya 60 persen saja, selebihnya saya hanya meringis merasakan rasa asam. Memang saya menghindari jenis peyeum ini dan hanya mencobanya sedikit saja.

Live Music Dan Sajian Lain




Nah kalau malam sabtu berada disekitar semanggi dan ingin dinner dengan suasana Italia atau Eropa bisalah mampir ke Porta Venezian. Masalah harga, all in dinner atau buffet ini biasa dibandrol dengan hanya puluhan ribu saja atau dibawah 100 rb. Wow, harga fantastis namun kelasnya bintang banyak kan.




Informasi Porta Venezia , Aryaduta Semanggi , Jakarta

Alamat Lengkap 
AryaDuta Semanggi
Jl. Garsium Dalam No. 8, Karet Semanggi
Jakarta Selatan 12930

Phone 
+62 21 251 5151

Email 
info.semanggi@aryaduta.com

Website 
www.aryaduta.com

Maps 

Serunya Nonton Ketoprak Di Pasar Malam Ngarsopuro Solo


Malam minggu di Solo merupakan malam yang panjang, bagaimana tidak, banyak sekali alternatif hiburan masyarakat yang hadir di sekitar jantung kota seperti di Jalan Diponegoro, Solo. Ngarsopuro Night Market atau lebih dikenal sebagai Pasar Malam Ngarsopuro adalah salah satunya. Dulu, sebelum ditertibkan menjadi kawasan budaya, jalan Diponegoro dipenuhi pedagang elektronik hampir sepanjang jalan, namun semenjak tahun 2009, jalanan ini berubah menjadi sebuah kawasan yang nyaman bagi warga. Jalan ini berhubungan langsung dengan Pura Mangkunegaran, salah satu Keraton terpenting di Solo.

Solo selalu menjadi daftar utama untuk saya kunjungi, dan baru tahun inilah saya dapat mewujudkan impian saya. Bolehlah eforia ini saya rayakan dengan teman yang kebetulan tinggal di Solo. Halim, Jejak Bocah Hilang, secara sengaja mengajak saya ke Ngarsopuro. Tentu saja saya segera mengiyakan saja tanpa berpikir panjang.



Pasar Malam selalu menyajikan sesuatu berbeda disetiap kota, entah karena tradisi, barang yang dijual, atraksi, kuliner dan budaya yang bercampur dalam satu tempat. Di pasar malam ini pula saya dapat merasakan suasana keakraban dan interaksi sesama warga dengan natural. Dan tentu saja menikmati obrolan logat Jawa yang kental dan sangat berbeda dengan kota lain. Karena hal itulah yang membuat saya jatuh hati pada pasar malam. 

Halim muncul tepat dibawah Tulisan Ngarsopuro. Wajahnya tergurat senyum khasnya, sementara kacamata beberapa kali ia betulkan. Kami pun berbincang sebentar sebelum mampir ke es krim Tentrem. Bagi penyuka es krim, wajib mampir ke sini karena enak dan harganya lumayan murah. Selain es krim, terdapat sajian menu tradisional salah satunya nasi liwet. 



Jalan Diponegoro sengaja ditutup setelah maghrib menyambut pasar malam. Ngarsopuro hadir hanya pada saat malam minggu saja, jadi keberuntungan bagi saya dapat menikmati malam minggu disini. Selain pasar malam, ternyata pada waktu itu juga dilaksanakan festival ketoprak, jadi lengkaplah keberuntungan malam itu di Solo.

Festival ketoprak diadakan di depan Pasar Triwindu, sebuah pasar yang menjual barang-barang antik dan langka. Pasar Triwindu berada di tengah jalan Diponegoro. Halaman yang sangat luas menjadi salah satu alasan festival ketoprak diadakan disini. 

Sebelum menonton festival ketoprak, saya sengaja berputar-putar terlebih dahulu melihat barang-barang yang dijual disepanjang jalan. Dan, ternyata tak sekedar barang-barang biasa, namun sangat luar biasa. Sebut saja kerajinan rumah-rumahan yang terbuat dari kayu dan jerami. Kemudian lampu hias warna-warna yang terbuat dari botol plastik bekas minuman. Dan tentunya gantungan kunci berbetuk tokoh kartun yang menarik.


Salut dengan kreatifitas warga Solo dalam menjual barang-barang tak biasa hasil dari kreasi mereka sendiri. Sesuatu yang tak bernilai seperti botol bekas, jerami, kain perca atau lainnya disulap menjadi sesuatu dengan nilai ekonomis yang tinggi. Luar biasa kerennya.Bagi fashion lover, tenang saja karena baju, celana atau kain batik dengan harga murah namun kualitasnya lumayan pun dijual di sini. 


Menonton Festival Ketoprak 


Kapan terakhir menonton ketoprak? Pertanyaan itu mendadak muncul ketika berada di depan Pasar Triwindu. Pasar yang hiruk-pikuk dan penuh barang dagangan berubah menjadi pangung utama. Nampak beberapa lakon memainkan peran. Wajah pria dan wanita telah berubah setelah diberikan make-up pangung. Beberapa lakon memang terlihat lucu sebelum mengelurkan dialognya. Iya, bisa ditebak bahwa kali ini ketopraknya menampilkan adegan humor.

Solo bisa dibilang sebagai kota 'Ketoprak'. Bahkan grup lawak Srimulat pun lahir dari kota Solo ini. Pantas saja pemeran ketoprak rata-rata memiliki keahlian dalam mengocok perut warga dengan dagelan yang dibuatnya. Selain Srimulat, dulu pernah digaungkan ketoprak humor sebagai salah satu ikon ketoprak dan ditayangkan ke seluruh penjuru Indonesia. Tentu saja saya adalah salah satu penikmat tayangan ini pada saat populer di era tahun 90-an. 



Cerita ketoprak mengangkat wajah masyarakat tempo dahulu dengan kostum tradisional jawa. Dialog diucapkan dalam bahasa jawa namun kadang kala terdapat beberapa kalimat dalam bahasa Indonesia. Saya cukup paham karena mengerti bahasa jawa secara umum. Seting pangung cukup sederhana namun terdapat layar besar yang digunakan sebagai background. Walau sederhana namun dapat menampilkan suasana tempo dulu seperti pasar dan bangunan tempo dulu. 

Saya cukup menikmati ketoprak ini sebagai salah satu nostalgia masa kecil dahulu. Dahulu saya sering menonton Wayang Kulit pada saat tetangga mengadakan hajatan, namun sekarang telah bergeser menjadi hiburan lain yang lebih modern. Rasanya ingin sekali membuat ketoprak menjadi satu kemasan hiburan menarik di televisi. Semoga saja ketoprak dan kebudayaan lain dapat menjadi tonton yang ditunggu. Semoga bisa terwujud, amin.

Pesta Tujuh Belasan Kampoeng Tempo Doeloe Di Hotel Grandzuri BSD


Tahun ini, Hotel Grandzuri BSD City memasuki ulang tahun ke-empat beberapa bulan lalu. Hotel dengan letak strategis di BSD City dan dapat dijangkau dari Jakarta dan sekitarnya dalam beberapa menit ini patut berbangga, karena merupakan hotel pilihan saat berada di Serpong. Agustus ini, Hotel Grandzuri menyuguhkan sesuatu yang spesial bertajuk "Pesta Rakyat Tujuh Belasan, Kampoeng Tempo Doeloe". Sebuah pesta untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71.

Kampoeng Tempo Doeloe seakan mengingatkan kembali bahwa Indonesia memiliki kekayaan kuliner khas pada jaman dahulu yang kalah tenar dibandingankan jajanan instan yang banyak dijumpai di mini market atau supermarket. 71 Jajanan Pasar Tradisional dan Makanan Tradisional seperti Pecel, Soto, Banjar, gado-gado dan lainnya turut menyemarakan pesta ini. Selain Jajanan Pasar, pesta kali ini turut menghadirkan lomba tujuh belasan bersama seluruh karyawan dan staff Hotel Grandzuri. 

bluepackerid.com - Pesta Tujuh Belasan Kampoeng Tempo Doeloe Di Hotel Grandzuri BSD City

Meriahnya Lomba Tujuh Belasan 

bluepackerid.com - Pesta Tujuh Belasan Kampoeng Tempo Doeloe Di Hotel Grandzuri BSD City

Seluruh karyawan dan staff Hotel Grandzuri BSD berbaris rapi mengenakan kaos merah dan celana putih. Bagian depan barisan membawa papan bertuliskan lomba yang akan diikuti sore itu. Wajah sumringah dan penuh semangat seakan menyatakan bahwa kami siap memeriahkan lomba kali ini. Saya termasuk yang turut semangat menyaksikan mereka berlomba. Lombanya pun tak biasa. Sebut saja balon terhimpit, beauty and the beast, slowly bikers, futsal bercorong, kerupuk kuat, pukul balon dan water estafet.

Berkat bujukan pantia lomba, blogger pun ikut memeriahkan acara lomba termasuk saya. Kali ini saya berminat pada pukul balon yang berisi air dan beauty and the beast. Kalau pukul balon berisi air ini sudah biasa dilihat, tapi untuk lomba beauty and the beast baru kali ini saya mendengar atau melihat lomba ini. Penasaran dengan beauty and the beast? Saya juga.

Yang Unik Yang Dilombakan

bluepackerid.com - Pesta Tujuh Belasan Kampoeng Tempo Doeloe Di Hotel Grandzuri BSD City

Perlombaan Tujuh Belasan ini selalu menarik untuk diikuti, apalagi biasanya lombanya sangat unik seperti panjat pinang, gebuk bantal, dan masih banyak lomba unik lainnya. Saya termasuk pecinta lomba unik, meskipun jarang ikutan setelah dewasa, namun saya menikmati saat yang berlomba menampilkan ekspresi unik, lucu atau bahkan konyol.

Lalu apa saja yang unik menurut saya? Ini dia beberapa lomba unik yang belum pernah saya lihat atau sudah pernah saya lihat namun sangat menghibur.

Futsal Bercorong


bluepackerid.com - Pesta Tujuh Belasan Kampoeng Tempo Doeloe Di Hotel Grandzuri BSD City

Perlombaan ini layaknya futsal seperti yang biasa kita lihat, namun yang spesial peserta lomba harus mengunakan corong yang menutup sebagian penglihatan mereka. Lalu bagaimana keseruannya? Iya banyak sekali peserta yang meleset saat mengambil bola dan malah menendang lawan main bahkan kawan sendiri pun ditendang. Permainan hanya cukup beberapa menit dan bagi peserta yang dapat membobol jaring gawang merekalah pemenangnya.

Balon Terhimpit 


bluepackerid.com - Pesta Tujuh Belasan Kampoeng Tempo Doeloe Di Hotel Grandzuri BSD City

Sebetulnya saya cukup penasaran dengan lomba satu ini. Apa sebenarnya yang harus dilakukan untuk memenangkan lomba ini? Meletuskan balon dengan jarum? Atau bagaiman? Ternyata dua orang akan berpasangan dan salah satunya duduk dikursi, sementara yang lain akan berlari dan menghimpitkan balon pasanganya sehingga meletus. Wow, menarik sekali lomba yang satu ini. Alhasil, saya dibuat terawa oleh perangai mereka yang unik.

Kerupuk Kuat 

bluepackerid.com - Pesta Tujuh Belasan Kampoeng Tempo Doeloe Di Hotel Grandzuri BSD City

"Bang, himpit terus bang krupuknya biar kita menang," ucap seorang wanita berkaos merah.

Sementara seorang pria berbaju rapi berwarna hitam menghimpit krupuk dengan lehernya agar krupuk dapat dimakan oleh pasangannya.

Begitulah suasana lomba krupuk kuat. Lomba makan krupuk berpasangan seperti ini rupanya menarik untuk dilihat. Selain harus dimaikan oleh pria dan wanita atau bisa berpasangan dengan jenis kelamin sama, ternyata kerjasama untuk menghabiskan krupuk sangat dibutuhkan. Pemenang ditentukan berdasarkan kekompakan dan bisa menghabiskan krupuk secara bersama-sama. Menarik bukan?

Beauty & The Beast 


bluepackerid.com - Pesta Tujuh Belasan Kampoeng Tempo Doeloe Di Hotel Grandzuri BSD City

Bukan berarti yang ikut lomba ini harus seorang puteri cantik dan pangeran buruk rupa. Kali ini Beauty and the Beast membalikan fakta tersebut. Lomba ini membutuhkan keahlian mendadani seseorang dengan mata tertutup. What? Apa bisa mendandani seseorang dengan mata tertutup? Lomba ini telah membuktikannya, walau hasil dandanan membuat terpingkal-pingkal.

Saya salah seorang peserta, namun bukan saya yang didandani. Sayalah yang mendandani, Bowo, kawan blogger. Keahlian make-up saya diuji. Bukan saja karena harus rapi dan cantik (baca : Pria Cantik), namun harus menarik untuk dipandang mata. Jeng-jeng bukan membuat wajah Bowo menarik, tapi tambah hancur karena make-upnya tidak terlihat dan cenderung tak beraturan. Sementara, pemenangnya memang sangat cucok dan menor bagi seorang pria hahaha.

Kampoeng Tempo Doeloe Dengan 71 Jajanan Pasar 

bluepackerid.com - Pesta Tujuh Belasan Kampoeng Tempo Doeloe Di Hotel Grandzuri BSD City

Jajanan Pasar menjadi makanan saya saat kecil. Pasar diperempatan jalan, saat pagi selalu menjual aneka jajanan yang mengoda selera. Sebut saja gempolan, bubur sumsum dan bubur candil (biji salak), ketiganya merupakan jajanan kesukaan saya. Gempolan berbentuk bulat berwarna merah kecokelatan dan putih, terbuat dari tepung terigu dan dicampur gula jawa. Sedaangkan untuk penyajiannya sangat nikmat dengan santan. Saya paling suka gempolan. Saat pulang kampung, hal pertama yang saya tanyakan adalah "Gempolannya Ada?".

Kampoeng Tempo Doeloe menghadirkan kembali jajanan pasar kehadapan saya. Tak hanya satu, dua atau 10 macam, namun 71 jajanan pasar dihadikan. Bagai menjelajah masa kecil, Kampoeng ini dapat menawar kerinduan akan kampung halaman nun jauh disana.

bluepackerid.com - Pesta Tujuh Belasan Kampoeng Tempo Doeloe Di Hotel Grandzuri BSD City

Jajanan pasar yang disajikan sangat beragam dan berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Saya kenal dengan beberapa macam Jajanan seperti kue gulung, moaci, kue cucur, pastel, puteri ayu, dan masih banyak lainnya. Moaci menjadi salah satu favorite saya. Sebetulnya Moaci ini setahu saya berasal dari Jepang. Mungkin karena dahulu terdapat peninggalan Jepang, salah satunya jajanan ini.

Cara membuat moaci tergolong unik. Tepung beras ketan ditumbuk sehingga membentuk adonan yang lembut dan lengket dan kemudian dibentuk bulat. Setelah berbentuk bulat kemudian ditaburkan tepung sehingga tidak lengket. Moaci tersohor Indonesia berasal dari Sukabumi, namun kini Moaci lebih terkenal berasal dari Semarang.

bluepackerid.com - Pesta Tujuh Belasan Kampoeng Tempo Doeloe Di Hotel Grandzuri BSD City

Sentuhan Sunda pun hadir dalam Kampoeng Tempo Doeloe melalui Nasi Tutug Oncom. Nasi Tutug Oncom ini berasal dari Tasikmalaya, Jawa Barat. Cara membuatnya pun tergolong spesial karena nasi akan dicampung dengan oncom goreng atau bakar. Tutug dalam bahasa Sunda berarti menumbuk dan proses inilah yang membuat Nasi ini terkenal dengan nama Tutug Oncom. Biasanya Nasi tersebut akan dihidangkan dengan lauk-lauk lain seperti sayur-sayuran, ayam, telur dan daging.

Signature Menu : Nasi Goreng Ugal-ugalan dan Sop Buntut Balado

bluepackerid.com - Pesta Tujuh Belasan Kampoeng Tempo Doeloe Di Hotel Grandzuri BSD City

Pernah merasakan Nasi Goreng dengan sambal pedas luar biasa? Seperti Maicih yang memiliki level kepedasan, Nasi Goreng Hotel Grandzuri BSD pun demikian. Nasi Goreng ini memiliki 5 level dimulai dari level  Mangstaph, Enak Gila, Nampar, Nampol dan Ugal-Ugalan.

Mulanya saya mencoba dari Mangstaph. Level ini menyajikan pedas yang biasa seperti nasi goreng dengan tambahan satu atau dua sendok cabai. Kemudian rasa ingin tahu membuat saya mencicipi Nasi Goreng Enak Gila. Kali ini lidah saya seperti ditusuk-tusuk oleh jarum karena pedasnya. Tidak berhenti sampai disitu, saya ingin menguji ketahanan pedas saya dengan mencoba level berikutnya. Sepertinya Level Nampar akan menjadi sesuatu yang menampar-nampar lidah saya. Benar saja, satu sendok nasi goreng membuat mata saya merem melek dan menahan pedasnya. Segera saja saya minum air untuk meredam pedas itu.

bluepackerid.com - Pesta Tujuh Belasan Kampoeng Tempo Doeloe Di Hotel Grandzuri BSD City

Menu berikutnya adalah Sop Buntut Sambal Balado ala Chef Yan Hari. Berbeda dengan Nasi Goreng yang sangat pedas, sambal balado yang tersaji bersama Sop Buntut tidak terlalu pedas dan terasa pas. Kuah sop yang bening dipadu dengan daging buntut yang lembut membuat sajian ini paling saya favoritekan.

Dua menu ini merupakan Signature Menu yang dapat dipesan setiap saat oleh tamu Hotel Grandzuri BSD. Sedangkan Jajanan Pasar hanya akan dijumpai beberapa macam saja setelah HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menikmati Staycation Dengan Bermain Air

bluepackerid.com - Pesta Tujuh Belasan Kampoeng Tempo Doeloe Di Hotel Grandzuri BSD City

Setelah kenyang dengan sajian Jajanan Pasar dan Signature Menu, saya dan beberapa media dan blogger mendapatkan kesempatan untuk Staycation. Seperti yang diketahui, Grandzuri memiliki fasilitas lengkap seperti fitness/gym center, swimping pool, parkir luas, penjemputan dan beragam fasilitas lainnya.

Kamar yang saya tempati pun lumayan luas dengan fasilitas kamar cukup lengkap. Urusan kamar mandi pun sangat diperhatikan, jadi kalau tidak bawa perlengkapan mandi, Hotel ini telah menyediakannya mulai dari pasta gigi, sikat gigi, sabun, shampoo dan perlengkapan lain.

bluepackerid.com - Pesta Tujuh Belasan Kampoeng Tempo Doeloe Di Hotel Grandzuri BSD City

Desain kamar memang sangat nyaman untuk istirahat, apalagi terdapat sentuhan artistik sebuah lukisan menambah suasana nyaman seperti dirumah sendiri. It feels like home for me.

Keesokan harinya, untuk mengisi hari, saya dan beberapa kawan blogger pun menikmati hari dengan berenang bersama. Suasana kolam pun sangat ramai hari itu, banyak anak-anak kecil yang turut bermain bersama saya dan kawan-kawan lain.

Hotel Grandzuri BSD selalu menawarkan kemeriahan yang berbeda tiap bulannya, untuk bulan depan pasti temanya akan berbeda dan akan menyajikan kejutan yang berbeda bagi tamunya. We'll see you soon.

Informasi Grand Zuri BSD

Alamat 
Jalan Pahlawan Seribu Kavling Ocean Walk
Blok CBD Lot. 6, BSD City, Serpong
Tangerang Selatan, Banten

Email 
reservation.bsd@grandzuri.com

Telepon
+6221 2940 4955

Website 
http://grandzuri.com/bsdcity

Maps