search
top

Mari Berbagi untuk Perpustakaan – The Key Word, sebuah buku tentang Perpustakaan di Mata Masyarakat

Seandainya buku adalah jendela ilmu, berarti perpustakaan adalah gudangnya ilmu. Seandainya buku adalah jendela dunia, berarti perpustak aan adalah dunia itu sendiri. Kalau memang seperti itu, lalu mengapa perpustakaan belakangan ini seolah terabaikan dari perhatian banyak orang? Kenapa perpustakaan menjadi tempat terakhir dalam daftar tempat tujuan yang harus dikunjungi (dan mungkin tidak pernah ada dalam list sama sekali)? Bukankah di Perpustakaan kita bisa melihat dunia?

Dalam rangka menghidupkan kembali kepedulian masyar akat terhadap eksistensi dan peranan perpustakaan, Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga bekerjasama dengan Perpustakaan Kota Yogyakarta dan BLogfam dot com mempersembahkan SEBUAH BUKU TENTANG PERPUSTAKAAN; THE KEY WORD – Perpustakaan di Mata Masyarakat.

Kalau anda mengira buku ini berisi kumpulan artikel serius (textbook) yang akan membuat kening berkerut, anda salah. Buku ini dibuat lain. Membahas sesuatu yang serius tidak selalu harus dengan gaya serius. Ditulis oleh akademisi, mahasiswa, novelis, pejabat, Kyai, pustakawan hingga anak-anak. Simaklah bagaimana mereka menuliskan impian dan harapan-harapan mereka tentang perpustakaan. Apakah salah satu tulisan di dalamnya sesuai dengan pandangan anda terhadap perpustakaan?

Berikut beberapa cuplikan isi dari buku THE KEY WORD :

Perpustakaan di negeri ini jangan sampai jatuh/ tak terurus dan sepi pembacanya/kalau perpustakaan kita jatuh/sempurnalah kejatuhan peradaban bangsa (Musa Asy’arie)

………. potensi keabadian ini dapat diberlakukan untuk semua penulis tanpa terkecuali. Persis seperti hak semua orang untuk dikuburkan di tempa t yang layak. Sama dengan kenyataan bahwa semua orang, tak peduli pangkat atau kedudukannya, toh akan mati dan akan dikuburkan di suatu tempat. Setidaknya begitulah yang terbayang dan sampai sekarang masih saya harapkan berlaku di perpustakaan-perpustakaan. Betapa sedih, misalnya, jika sebuah buku tak sampai ke perpustakaan; seperti seorang prajurit yang gugur di medan laga tanpa ketahuan di mana kuburnya (Putu Laxman Pendit)

……..perpustakaan yang ribut dan dijaga oleh para anggotanya. Karena bisa gawat jika perpustakaan ramai tapi hanya dipenuhi orang yang tidak peduli buku. Seseorang di antara mereka mungkin akan mulai melepas celana dan menandai daerahnya. (Isman H Suryaman)

[Perpustakaan itu] Petugasnya tua dan galak. Well, kita harus ketemu kalau begitu. Kemudian baru deh Anda bisa nilai, saya tua dan galak nggak? Hehehe… (Sylvia L’Namira)

THE KEY WORD. Editor: Labibah Zain Kata Pengantar: Herry Zudianto. Para Key Word Finders: KH. A Mustofa Bisri (Gus Mus), Komaruddin Hidayat, Musa Asy’arie, Putu Laxman Pendit, Blasius Sudarsono, Adhitya Mulya, Isman H. Suryaman, Sri Rohyanti Zulqudsie, Shinta Handini, Iwok Abqary, Muthia Fadhila, Pritha Khalida, Fiqru Mafar, Umar Siddik, Risa Amrikasari, Rahmat Sunyoto, Muh Mursyid, Luckty Giyan Sukarno, Gusti Ayu Yuliati Danayati, Retnadi Nur’aini, Ida Nur’aini Hadna, M Solihin Arianto, Afia Rosdiana, Herri Kurniawan, Sylvia L’Namira, Muh Fauzan, Taufiq Murtadho, Trini haryanti, Wanda Amyra M, Medina Safira, Balkis Shavira, Aries Sukamto, Slamet Thohari, Muhsin Khalida, Donatus A Nugroho, Amang Suramang.

Apakah anda termasuk orang yang [masih] peduli terhadap perpustakaan? Berarti buku ini layak dan wajib anda koleksi. Karena apa? Seluruh hasil penjualan buku ini akan didonasikan untuk pengembangan perpustakaan-perpustakaan yang membutuhkan. Membeli buku ini berarti anda sudah memberikan bantuan untuk berdiri tegaknya perpustakaan di negeri ini, membantu kembali peluang masyarakat untuk mendapatkan sumber ilmu dan ikut mencerdaskan rakyat negeri.

Ketika banyak orang masih bisa berbondong-bondong ke toko buku, meraup satu-dua buku dan membayar ke kasir tanpa masalah, di luar sana masih banyak yang hanya bisa menatap ngeri harga bandrol sebuah buku. Mari kita giring mereka ke Perpustakaan. Berikan mereka kesempatan untuk menikmati lezatnya sebuah ilmu pengetahuan dan hiburan tanpa beban.

THE KEY WORD – Perpustakaan di Mata Masyarakat

Harga Normal : Rp. 60.000,-

  • Anggota Blogfam, diskon 30% menjadi : Rp. 42.000,-
  • Umum/Non Anggota Blogfam, diskon 20% menjadi : Rp. 48.000,-

(harga belum termasuk ongkos kirim)

 

CARA PEMBELIAN

Untuk Anggota Blogfam

Mengisi daftar pemesanan di forum blogfam – http://forum.blogfam.com/index.php/topic,13333.0.html, dengan mencantumkan :

Nama lengkap : ………..

Alamat lengkap : ………..

No. Telp. : ……….

Jumlah buku : ….. eks

 

Untuk Umum

Mengirim email ke blogfam@gmail.com, dengan Subjek Email : Pemesanan The Key Word

Dengan mencantumkan :

Nama lengkap : ………..

Alamat lengkap : ………..

No. Telp. : ……….

Jumlah buku : ….. eks

 

  • Kami akan mengkonfirmasi total yang harus dibayar (setelah dihitung harga buku dengan ongkos kirim).
  • Pembayaran dilakukan dengan sistem transfer ke :

Bank BCA – Cabang Rawamangun No. 0947185873 an. Shinta Handini

Bank Mandiri –  No. 1180005567259  an. Linda Astuti

  • Tolong konfirmasi apabila sudah melakukan transfer pembayaran melalui email : blogfam@gmail.com
  • Buku akan kami kirimkan begitu transfer pembayaran sudah kami terima.

 

Buku The Key Word ini bisa pula diperoleh di www.halamanmoeka.com

Kepedulian anda terhadap perpustakaan sangat kami butuhkan.

 

Salam Pustaka!

2 Responses to “Mari Berbagi untuk Perpustakaan – The Key Word, sebuah buku tentang Perpustakaan di Mata Masyarakat”

  1. ini kumpulan tulisan para pemenang kontes menulis yah?

  2. kyo says:

    sukses….

  3. [...] 2. “Keyworld: : Buku Tentang Perpustakaan di Mata Masyarakat [...]

Leave a Reply