Jakarta Night Journey : Menikmati Malam Dari Puncak Monas


Setiap perjalanan adalah pembelajaran. Dan setiap pembelajaran tentu saja akan membuat seseorang menjadi bijaksana. Pahit manis, suka duka dan tertawa menangis selalu menemai setiap perjalanan. Bahkan dengan seluruh perasaan ini, perjalanan menjadi sangat berwarna. 

Jakarta, salah satu bagian dari perjalanan saya. Beberapa tahun ini, bisa dikatakan tak semulu s yang diharapkan. Namun, Jakarta pun menawarkan sebuah pencapaian manis. Jakarta menawarkan keindahan yang tak kita sangka-sangka sebelumnya. Dan semuanya terangkum dalam Jakarta Night Journey

Indonesia Corners mengadakan Jakarta Night Journey dengan tujuan utama menampilkan sisi lain Jakarta yang tak pernah ditemukan sebelumnya. Indonesia Corners ini merupakan komunitas Travel Blogger di Indonesia (www.idcorners.com).  Beberapa tempat menjadi spot menarik seperti Balaikota Jakarta,  Jakarta Smart City, Kawasan Kota Tua dan Monumen Nasional. Jika saya boleh jujur, saya tak pernah sekalipun naik keatas puncak dan menikmati Jakarta dari ketinggian ratusan meter. 

Menelisik Balaikota Jakarta Dan Jakarta Smart City

Foto : Mba Evi
Sebelum menempati gedung yang sekarang bernama Balaikota Jakarta, pusat pemerintahan Batavia adalah Museum Fatahillah. Pada tahun 1964, Jakarta secara resmi menjadi Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia. Gedung bergaya arsitektur khas Eropa ini masih berdiri kokoh di Jalann Merdeka Barat. Saat melintas kawasan Monas, bangunan ini dapat dengan mudah dikenali sebagai bangunan lama nan indah.

Kini, setiap sabtu dan minggu, warga Jakarta dan sekitar dapat melihat secara langsung Balaikota Jakarta. Tidak ada tiket masuk untuk pengunjung yang ingin melihat lebih dekat seperti apa kemegahan bangunan dilihat secara langsung. Selain bangunan yang menarik, pengunjung bisa melihat secara langsung kantor Gubernur DKI Jakarta. Bahkan jika tidak bisa menemui Gubernur atau Wakilnya, pengunjung dapat berfoto dengan duplikasi dari kedua tokoh tersebut. Tak apalah, yang penting bisa selfie dan narsis bersama kawan-kawan.

Jakarta Smart City (JSC) berada dilantai 3, Balaikota. Kini warga Jakarta patut berbangga dengan adanya JSC. Secara tak langsung, warga dituntut mengunakan teknologi dan komunikasi secara lebih luas dan dapat memberikan input atau masukan pada setiap kejadian melalui JSC. Secara sederhana, JSC merupakan tempat mencari dan mendapatkan informasi, mengirim masukan kepada pemda dan berpastisipasi secara aktif dengan perkembangan Jakarta. Bentuk JSC yang ringkas dan dapat diakses melalui smartphone merupakan point plus dari konsep ini.

Keliling Jakarta Dengan Jakarta City Tour 


Foto : Mba Evi
TransJakarta melalui Bus City Tour mengajak kita menikmati Jakarta dari sisi lain. Tidak seperti bus TransJakarta secara umum, bus ini dikhususkan untuk wisatawan yang ingin berkeliling Jakarta secara gratis. Rute yang paling banyak diminati tentu saja Monumen Nasional - Kota Tua. Setiap Sabtu dan Minggu, bus ini selalu dipenuhi oleh warga yang ingin mengunjungi beberapa tempat bersejarah seperti Arsip Nasional, Kawasan Glodok dan tentu saja Kota Tua.

Tak hanya mengantarkan wisatawan, Bus City Tour ini memiliki seseorang juru bicara yang menjelaskan secara singkat sejarah tempat-tempat yang dilaluinya. Jadi, tak sekedar menikmati suasana Jakarta saja, namun kita mendapatkan pengetahuan sejarah secara menyenangkan. Oh, ini dia yang kita cari dari Jakarta selama ini.

Kawasan Kota Tua (Museum Fatahilah)

Foto : Ulu Bandung Diary
Ramainya orang hari itu, tak kami hiraukan. Kami kemudian mengambil posisi masing-masing dan kemudian dengan cepat sebuah banner besar dibuka dan ditempatkan ditengah. Senyum spontan kami melebar sementara Mba Evi sudah siap membidik potret kami. Klik dan klik. Setelah beberapa kali jepretan, akhirnya kami membubarkan diri secara cepat dan segera menaiki bus city tour kembali.

Kota Tua, sebuah ikon  Jakarta tempo dulu. Batavia, seolah-olah menjadi sebuah pintu gerbang menuju masa sekarang. Bangunan lama seperti Museum Fatahilah yang dahulu berfungsi sebagai balaikota seakan ingin mengungkapkan betapa kemegahan masa lalu masih bisa kita rasakan sampai sekarang. Apa jadinya jika bangunan lawas itu dirobohkan dan hancur berkeping-keping? Mungkin saja generasi muda tidak dapat belajar dari masa lalu dan menjadi generasi yang lupa sejarah bangsanya sendiri. Bung Karno pernah mengatakan Jas Merah. Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Kini tugas kita bukan hanya menjaga bangunan agar tak runtuh namun belajar dari sejarah dan masa lalu kelam bangsa kita.

Menikmati Malam Dari Puncak Monas 


Seperti lagu Akademi Fantasi, kami memang menuju puncak, namun bukan puncak gunung atau puncak gedung. Kami akan menuju puncak Monas malam ini. Kami mendapatkan kesempatan khusus untuk naik terlebih dahulu karena kami telah mendapatkan ijin dari pihak manajemen Monas.Waktu normal yang dibutuhkan untuk mencapai Monas biasanya bisa mencapai hitungan puluhan menit atau satu jam bahkan lebih, beruntung kami hanya menunggu beberapa menit saja. Dan, iya kami akhirnya menuju puncak Monas.

Sebelum mencapai Monas, kami terlebih dahulu masuk melalui pintu yang persis dibawah patung Diponegoro atau warga lebih akrab menyebutnya sebagai patung kuda. Setelah masuk, lalu kami melewati tempat pembelian tiket dan selanjutnya kami menuju dibawah cawan dan menunggu selama beberapa menit. Dan setelah itu, kami langsung menuju lift yang terdiri dari 3 bagian yaitu Cawan, tengah dan puncak.



Teng tong. Lift kami pun terbuka, dan saya heboh sendiri karena selama ini belum pernah sekalipun menikmati Jakarta dari puncak Monas. Yes, seumur hidup momen pertama kali inilah yang membuat saya jatuh cinta pada Monas, apalagi malam ini tak begitu mendung jadi kami pun dapat melihat Jakarta secara puas.

Mungkin hampir setengah jam lebih kami berada diatas Monas. Kami pun turun ke daerah cawan Monas dengan senyum yang terukir secara penuh. Mungkin, lain waktu kami akan kembali lagi dan lebih lama lagi menikmati malam bahkan keinginan saya adalah menikmati sunset dari puncak Monas.


Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pelaksanaan Jakarta Night Journey yaitu Pemda DKI Jakarta melalui Bidang Pariwisata, PT TransJakarta, Jakarta Smart City, Kawasan Kota Tua, Kawasan Monumen Nasional. Pihak Sponsor yaitu Asus Indonesia, Blue Bird Group dan Zuri Express. Media Partner yaitu TV One, Antv dan Viva.coid.

Selamat kepada pemenang Jakarta Night Journey Blog Competition, Live Tweet Competition dan Vlog/Video Instagram Competiton. Terima kasih kepada blogger peserta Jakarta Night Journey. Sampai jumpa pada kegiatan Indonesia Corners selanjutnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *