Perlu gak sih install VPN di HP?

Virtual Private Network (Jaringan Privat Virtual)
Berlatar belakang kebijakan pemerintah untuk membatasi akses media sosial besar seperti Facebook, Instagram sampai WhatsApp terkait aksi demonstrasi penolakan hasil pemilu 2019, banyak beredar tips untuk menerobos pembatasan itu dengan menginstal VPN di HP.

Pertanyaan umum tentang perlu atau tidaknya kita menginstall VPN di HP sebenarnya tergantung kebutuhan kita. Apa sebenarnya yang kita butuhkan?.

Secara sederhana, VPN atau Virtual Private Network (Jaringan Privat Virtual) adalah alat yang memungkinkan kita menjelajahi web sebagai anonim dengan aman dari mana saja. VPN melindungi kita dengan cara membuat terowongan (tunneling) terenkripsi yang menyambungkan komputer kita ke internet, hotspot Wi-Fi, dan jaringan lainnya.

Bagaimana bisa kita menjelajahi web secara anonim? 

Intinya VPN akan mengubah alamat IP Address kita dan menggantinya dengan IP Address dari penyedia VPN. Misalkan saya menggunakan Alamat IP internet di Bekasi maka saya dapat menggunakan VPN untuk menyembunyikan data saya dengan mengubah informasi menggunakan alamat IP sesuai yang disediakan oleh Provider VPN semisal di Singapura, Amerika dan seterusnya tergantung yang disediakan oleh Provider VPN. 

Dengan begitu saya tidak akan terpengaruh dengan pembatasan yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia karena alamat IP saya bukan lagi beralamat di Indonesia.

Fungsi VPN:

Menyembunyikan Alamat IP
Dengan menggunakan VPN maka alamat IP kita yang sebenarnya tidak akan diketahui oleh publik.
Mengubah alamat IP
Menggunakan VPN tentunya akan menghasilkan alamat IP yang berbeda sesuai server yang kita gunakan.
Enkripsikan Transfer Data
Sebuah Virtual Private Network akan melindungi data yang kita transfer melalui WiFi publik.
Sembunyikan lokasi Anda
Dengan Virtual Private Network, kita dapat memilih  alamat IP negara lain untuk informasi koneksi internet. Sehingga orang lain tidak mengetahui lokasi kita yang sebenarnya.
Akses situs web yang diblokir
Mengakses situs web yang diblokir oleh pemerintah dengan VPN dapat dilakukan karena kita dapat menggunakan alamat IP dari negara lain.

Soal risiko menggunakan VPN silakan cari sendiri di internet, sudah banyak yang membahas risiko penggunaan VPN gratis. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai sistem Aplikasi Gratis dan berbagai model bisnis sebuah aplikasi silakan baca: Apa Beda Pro Apps, Freemium, in-app purchase dst?

Akhirnya, Gak masalah kalau kamu mau install aplikasi VPN di HP kamu, saya lihat anak saya meng-install VPN untuk bermain game online, khususnya game online yang membatasi penggunaan IP Address yang sama, padahal mereka ingin mabar "Werewolf" di rumah dengan berbagi IP Address yang sama agar biaya internet dapat terkontrol. Aplikasi yang mereka gunakan adalah "Turbo VPN" dan menurut pengamatan saya aplikasi itu aman-aman saja selama tidak selalu dinyalakan. 

Tampilan aplikasi Turbo VPN Gratis Android
Saran saya, non aktifkan VPN jika kita tidak membutuhkannya. Lagi pula tidak ada aplikasi VPN gratis yang tidak mengandung iklan, iklan-iklan inilah yang agresif mengumpulkan data HP kita agar dapat menampilkan iklan yang cocok untuk kita.

Oh iya, kalau hanya untuk mengakses sosmed, sebenarnya kita gak perlu install VPN yang kalau salah pilih justru bisa membahayakan data pribadi. Apa perlunya juga kita mengubah IP Address kalau hanya mau akses beberapa situs umum seperti Facebook atau instagram misalnya. Kenapa nggak install "DNS resolver" dari Cloudflare yang lebih aman?

Tampilan aplikasi DNS Resolver VPN 1.1.1.1
Ok, 1.1.1.1 bukan aplikasi VPN dan gak bisa mengubah IP Address, tapi buat apa mengubah IP Address kalau cuma mau akses sosmed dan web-web "baik-baik" macam forum Reddit dan semacamnya yang sejak lama diblokir pemerintah.

Saya tidak meng-install VPN karena saya tidak perlu mengubah IP Address saya dan juga tidak mau membahayakan data HP saya. Saya cukup menginstal 1.1.1.1, aplikasi kecil tanpa iklan (Aplikasi Android sebesar 5,4 MB) dan sepertinya tanpa batasan bandwidth.

Saya sejak lama bergonta ganti VPN, tapi setelah install 1.1.1.1 sepertinya ini aplikasi yang terbaik dan yang penting PALING AMAN untuk saat ini

Jika ingin tahu lebih banyak, 1.1.1.1 adalah hasil kemitraan antara Cloudflare dan APNIC.
Cloudflare adalah salah satu jaringan terbesar dan tercepat di dunia. APNIC adalah organisasi nirlaba yang mengelola alokasi alamat IP untuk wilayah Asia Pasifik dan Oseania.

Link download aplikasi 1.1.1.1 

  1. HP Android (klik di sini)
  2. Apple iOS (klik di sini)

Setting pada PC/Laptop Windows

Meskipun Anda pemula di bidang komputer, pilih perangkat Anda di bawah ini untuk panduan penyetelan yang mudah diikuti.
  1. Klik di menu Start (Mulai), lalu klik Control Panel (Panel Kontrol).
  2. Klik Network and Internet (Jaringan dan Internet).
  3. Klik Change Adapter Settings (Ubah Pengaturan Adapter).
  4. Klik kanan pada jaringan Wi-Fi yang Anda sambungkan, lalu klik Properties (Properti).
  5. Pilih Internet Protocol Versi 4 (atau Versi 6 jika diinginkan).
  6. Klik Properties (Properti).
  7. Tuliskan setiap entri server DNS yang ada sebagai referensi mendatang.
  8. Klik Use The Following DNS Server Addresses (Gunakan Alamat Server DNS Berikut).
  9. Ganti alamat tersebut dengan alamat DNS 1.1.1.1:
  10. Untuk IPv4: 1.1.1.1 dan 1.0.0.1
  11. Untuk IPv6: 2606:4700:4700::1111 dan 2606:4700:4700::1001
  12. Klik Oke, lalu Close (Tutup).
  13. Mulai ulang browser Anda.
  14. Anda pun siap! Perangkat Anda kini memiliki server DNS yang lebih cepat, lebih privat 
Cloudflare memiliki jaringannya, APNIC memiliki alamat IP-nya (1.1.1.1). Keduanya termotivasi oleh misi untuk membantu membangun Internet yang lebih baik. Anda dapat membaca lebih lanjut tentang 1.1.1.1 webnya di https://1.1.1.1/id-ID/dns/ dan mencari tahu bagaimana mengaplikasikan settingan DNS 1.1.1.1 untuk PC/Laptop Windows atau MacBook Anda dengan mudah agar dapat mengakses media sosial melalui PC atau laptop :)

Salam


5 Kudapan Lebaran


Terlalu dini? Itu yang ada di pikiran saya saat mulai menulis pos ini sambil mendengarkan suara seksi kekasih impian James Arthur. Anggap saja di video musik itu dia menyanyikan Say You Won't Let Go untuk saya seorang. Ha ha haaaa. Balik lagi ke terlalu dini tadi. Saya merencanakan pos ini untuk Kamis depan, tapi kuatir hari libur bakal bikin saya libur nge-blog juga sampai selesai Idul Fitri, sehingga tidak ada salahnya menulis sekarang. Lagi pula, seandainya Kamis depan masih bisa nge-blog di sela-sela kesibukan mengganti atap rumah (LOL!), saya masih bisa menulis tentang menu andalan di rumah kami. Selalu, ya, selalu ada ide untuk menulis.

Baca Juga: 5 Youtuber Ende

Setiap rumah pasti punya kudapan andalan, kudapan favorit, yang disiapkan menjelang Idul Fitri. Sebut saja kastengel, nastar, puteri salju, dan lain sebagainya. Termasuk juga rumah kami. Selalu ada kudapan andalan yang disiapkan menjelang Idul Fitri. Meskipuuuun, seringnya saya merampok sekian stoples dari rumah kakak-kakak. Haha. Enak kan jadi anak bungsu *kedip-kedip*.

Mari kita cek. Siapa tahu samaan dengan kalian.

1. Stik Keju


Ya ampun! Ini memang paling dicari di rumah saya. Bikinnya juga banyak banget! Sekalian jadi cemilan orang serumah sampai beberapa minggu usai Idul Fitri. Jadi, kalau ada teman yang datang membawa tas mungil dan pulang membawa tambahan kresek berisi stoples, dapat dipastikan isi stoples itu adalah stik keju. Karena konon katanya stik keju bikinan saya itu rasanya di awang-awang, setelah ditelan aroma kejunya itu keluar, dan membikin ketagihan. Demikian juga kadar renyahnya itu yang mereka suka. Jelaaasss bikin hidung saya semakin mekarrrrr hahaha.


Mereka tidak tahu, dibalik stik keju yang renyah, ada lengan yang berotot membikin adonannya. Haha!


Sony, salah seorang sahabat DMBC pada akhirnya memesan stik keju ini ketimbang dia tidak kebagian. Ya karena setiap Idul Fitri, Sony memilih traveling ke mana-mana. Nah, pos soal stik keju ini berikut bahan dan cara membikinnya bisa kalian baca di pos Stik Keju Legendaris. Yang jelas tanpa timbangan untuk menakar bahan-bahannya.

2. Kukis Cokelat


Ini dia kudapan yang juga populer seantero Galaksi Tuteh dan sekitarnya. Kata mereka rasanya enak sih. Awal cerita sampai bikin kukis cokelat ini karena saya pengen bikin kukis yang agak berbeda dari yang pernah ada. Maka main-mainlah saya ke Cookpad yang berlimpah resep, mulai dari resep kuker, bolu, opor, soto, dan lain sebagainya.


Di atas, foto kukis cokelat (depan/bawah) dan kastengel (belakang/atas). Kukisnya tidak ditabur choco chip. Tapi saya pernah membikin yang pakai choco chip. Ini soal estetika saja. Oh ya, kukis cokelat ini menggunakan bahan yang tidak umum seperti nutrijel cokelat dan susu dancow. Sumpah, ini tanpa terigu.

3. Didit Balen


Saya tidak peduli nama yang disebut orang-orang, tetap saja saya menyebutnya didit balen. Dulu, waktu masih berlangganan majalah Aneka (masih imut), ada resep ini di majalah remaja tersebut, dan proses membikinnya pun sama. Nama ini melekat erat di benak saya sehingga sampai saat ini pun masih menyebutnya didit balen. Dan orang-orang menyebutnya bola cokelat.


Aslinya saya tidak menyukai didit balen soalnya paling malas sama proses menghancurkan biskuitnya itu! Tapi ... tapi ... tapi ... Indra Pharmantara paling suka kudapan ini. Dan, kalian tentu tahu di rumah saya itu ada aturan: siapa yang memberi ide, dia yang melaksanakan. Hyess, akhirnya Indra sendiri yang membikin kudapan yang satu ini. Biasanya dia dibantu 'anak' saya Jiel soalnya setiap menjelang Idul Fitri, Jiel dan Mamanya datang ke rumah buat bantu-bantu Mami (saya :p).



Memang menggoda sih ... apalagi kalau tinggal makan! Haha.

4. Brondong


Dulu, waktu masih kecil-kecil, setiap menjelang Idul Fitri kami punya tugas memisahkan kacang dari kulitnya, setelah kacang itu direbus. Kata kami: peje kacang. Untungnya sekarang sudah tidak ada ritual itu lagi karena banyak kacang yang dijual di pasaran dan rasanya enak-enak. Tapi sudah beberapa tahun kami tidak menyajikan kacang goreng, diganti sama brondong dan/atau krupuk melinjo. Ini brondong paling enak memang buat teman nonton filem, gantian sama stik keju *ngikik*.

5. Hasil Rampokan


I am pirates of Pharmantara. Bahagianya jadi anak bungsu itu ya begini, bisa merampok di rumah kakak-kakak. Ada satu kue cantik banget dikasih keponakan, kuker dengan icing berbentuk cewek berjilbab. Tapi sayang saya mencari fotonya tidak ketemu euy. Biasanya hasil rampokan ini jumlahnya bisa sama banyak dengan yang saya bikin sendiri.


Itu dia lima kudapan saat Lebaran yang pasti ada di rumah kami. Itu di luar kudapan lain yang dikirim sama tetangga dan teman-teman seperti aneka puding (termasuk puding kentang yang nyumi itu), aneka bolu/tart, sampai es krim. Intinya adalah semua orang senang, saya juga senang, hidup lebih senang *halah*.

Baca Juga: 5 Menu Breakfast

Bagaimana denga kalian? Bagi tahu yuk di komen :)



Cheers.

Tempat Alat Tulis


Rabu lagi. #RabuDIY lagi. Sebelumnya, ingin bertanya tentang puasanya kawan-kawan yang menjalankan ibadah di Bulan Ramadhan ini. Semoga puasanya lancar ya, ingat, tanggal 30 Mei itu ASN sudah liburan. Artinya, yang swasta seperti saya bisa mengikuti hahaha. Artinya lagi, puasanya harus lebih semangat karena sudah menjelang akhir. Tapi sayang, liburannya nanggung. Loh, kok nanggung? Betul-betul tidak tahu bersyukur! Bukan, kawan. Begini ... liburan dimulai tanggal 30 Mei kan, mau traveling ke mana, toh Lebarannya tanggal 5 Juni (Insha Allah), ditambah beberapa hari lagi libur, terus kembali bekerja. Nanggung kan? Yang nanggung ini sebaiknya disiasati dengan ber-DIY-ria saja. Haha.

Baca Juga: Sofa Drum

Baiklah, hari ini saya mau mengajak kalian semua membikin tempat alat tulis. Sederhana. Dan mudah dibikin. Awalnya membikin tempat alat tulis ini ya tidak sengaja. Karena apa? Karena saya orang yang sebentar bisa fokus, sebentar pikiran terbagi. Bayangkan saja, lagi asyik-asyiknya menganyam keranjang berbahan koran bekas, mendadak berhenti dan membikin tempat alat tulis. Kan asyem itu.

Pos kali ini juga tidak panjang-panjang. Saya tahu kalian bosan :p secara pun foto-fotonya tidak lengkap. Hanya satu foto saja yang bisa kalian lihat di awal pos.

Bahan dan Alat:


1. Botol plastik bekas.
2. Kain (apa saja untuk membungkusnya).
3. Jarum dan benang (warna senada kain).
4. Zipper / kancing tarik.
5. Gunting.
6. Pisau cutter.
7. Lem tembak / hot glue.

Cara Membikin:


Pertama:
Botol plastik dipotong 3/4 bagian kepala (dekat tutupnya) bisa dilihat gambar yang sudah jadi di awal pos. 

Kedua:
Pasangi zipper mengelilingi. Jadi, zipper-nya duluan baru kainnya. Kalau zipper kepanjangan, bisa dipotong/gunting saja sesuai lingkar botolnya.

Ketiga:
Lilit kainnya mengelilingi botol (lihat gambar di awal pos). Untuk merapikan kain pada tutupan tempat alat tulis, gunakan kembali tutupan botolnya. Untuk merapikan kain pada badan alat tulis (bagian pantat botol) pakai lem tembak atau hot glue saja.

TRADA!

Jadi deh. Semudah itu ... memang.

Pertanyaannya adalah apakah bisa dipakai? Ya bisa, donk. Saya memakainya beberapa kali sampai kemudian diminta teman. Dikasih? Ya kan saya baik hati ... dikasih saja hehe. Bikinnya mudah begini. Kalau kalian mau mencobanya, silahkan. Bisa juga dililit/bungkus kain, bisa juga ditempeli stiker atau kancing! Iya, kancing baju itu banyak manfaatnya kalau dalam dunia DIY bahkan bisa bikin gantungan kunci. Soal gantungan kunci kancing ini nanti saya pos lah. Tapi ada juga yang membikin hiasan dinding berbentuk pohon dan gajah menggunakan kancing. Tidak percaya? Coba cari di internet hehe.

Baca Juga: Stoples Kertas

Bagaimana ... mau mencobanya? Bagi tahu yuk di komen!



Cheers.

Google Photos

Foto diambil dari Wikimedia.


Saya, kalian, mereka, setiap hari mendokumentasikan kehidupan. Termasuk my dearest dinosaurus yang selalu terbawa-bawa dalam blog ini. Anak sekolah, orang kantoran, ibu rumah tangga, sekuriti, pengusaha, tukang bangunan, sosialita, terutama blogger dan Youtuber, sudah pasti mendokumentasikan kehidupan. Dari lini manapun, satu jenis dokumentasi yang pasti dilakukan adalah memotret dan menghasilkan foto! Setidaknya satu foto dari satu momen yang terjadi mampu mewakili. Foto merupakan hasil dokumentasi terbanyak di dunia ini. Terutama kalau yang memotret adalah perempuan dengan aksi memotret sebanyak tigapuluh kali, menghapus sebanyak duapuluh sembilan kali, lalu kembali memotret sebanyak yang dia mampu. Bisa dapat Nobel.

Baca Juga: Music From Youtube

Di mana kita menyimpan foto? Saya pernah menulis tentang media penyimpanan daring dalam pos Penyimpanan Online. Tapi zaman dulu itu tidak semudah zaman sekarang. Zaman dulu pikiran saya pasti mengarah pada kapasitas hardisk komputer yang mulai ngos-ngosan. Pernah saya menyimpan foto di DVD, waktu itu, demi melegakan ruangan di komputer. Kemudian mulailah kenalan sama flashdisk dan hardisk. Lalu saya mulai mengenal penyimpanan daring yang ternyata pun ada batasan-batasan susila kapasitas. Ya, ada batasnya, sehingga aksi menyimpan pun terbatas.

Setiap hari saya pasti memotret dan paling sering menggunakan Xiaomi Redmi 5 Plus. Kapasitas gawai yang saya pakai ini adalah 32GB tapi sudah dipotong ini itu semacam potongan pajak hadiah lomba. Aplikasi dan data aplikasi memakan ruang sebesar 9,37GB dan file lainnya itu mengunyah ruang sebanyak 5,27GB. Aktivitas memotret sering membikin gawai kepenuhan. Duh ... itu yang difoto apa saja sih!? Hehe. Yang jelas untuk keperluan pekerjaan saya lebih memilih gawai ketimbang kamera DSLR karena kemudahan dan kecepatan mengunggahnya ke berbagai media sosial. Yang lainnya ... foto (dan video) tidak jelas *ngikik*.

Masalah yang saya hadapi sebelumnya adalah ada begitu banyak foto yang bisa dipakai buat mempermanis pos blog. Menghapus foto yang sudah ada demi mengisi ruang dengan foto baru tentu bikin perasaan menjadi rela-tak-rela begitu. Hiks.

Untunglah semua pengguna Android (saya tidak tahu dengan pengguna iOS karena saya tidak pakai produk itu) boleh bersenang-senang dengan adanya layanan Google Photos. Sampai dua tahun lalu saya tidak begitu memedulikan Google Photos. Sampai kemudian saya kehilangan momen liputan (pekerjaan) gara-gara memori kepenuhan. Pada akhirnya saya menjadi orang yang paling gemar memotret dan merekam video tanpa perlu kuatir ini itu karena layanan Google Photos sangat membantu baik dalam hal pekerjaan maupun kesenangan saya nge-blog.

Langkah-langkah yang saya lakukan adalah sebagai berikut:

1. Memotret Sepuasnya


Kan sudah ada Google Photos. Saya tidak perlu kuatir memori kepenuhan! Karena toh setiap pagi galeri saya sudah kosong dan siap mengisi foto dan video baru. Saya juga tidak perlu sedikit-sedikit ngecek galeri gawai buat menghapus foto yang blur atau bocor. Itu bisa dilakukan nanti setelah pulang ke rumah.

2. Mengunggah/Backup Foto dan Video ke Google Photos


Pengaturan di gawai saya: foto-foto dan video dari gawai baru boleh terunggah ke Google Photos setelah ada koneksi Wi-Fi. Setiap berada di rumah, setelah koneksi internet diganti dari paket data ke Wi-Fi, mulailah satuper satu foto dan video terunggah ke Google Photos. Kalau sudah komplit di-backup, bakal ada pemberitahuan: Hapus sekian MB/GB dari perangkat.


Pada gambar di atas, apabila proses backup belum selesai atau sedang berjalan, maka pemberitahuan untuk menghapus sekian MB/GB dari perangkat pun sesuai dengan foto dan video yang sudah di-backup saja. Contoh di atas, ada 640 MB foto yang di-backup, maka ruang yang bisa saya bebaskan di galeri ya sebesar itu.

Anggap saja Google Photos adalah bank foto dan video milik pribadi.

3. Ambil Kapan Saja Saat Butuh


Saya selalu nge-blog, terutama saat mengetik konten/pos blog, menggunakan laptop. Kalau blogwalking sih saya tidak masalah menggunakan gawai. Ini hanya masalah kebiasaan saja. Google Photos mempermudah saya nge-blog. Proses unggah atau backup foto dan video ke Google Photos memang dilakukan melalui gawai, tapi saat nge-blog menggunakan laptop saya bisa langsung mengetik tautan http://photos.google.com maka dengan sendirinya bank foto dan video pribadi itu membuka. Oh ya, tentu langsung membuka ke akun saya karena Chrome di laptop saya tidak pernah log out dari akun Google/Gmail.

Foto yang saya butuhkan tinggal saya unduh dari Google Photos, tersimpan dengan manisnya di laptop dan menunggu untuk dieksekusi: crop dan tanda air. Selesai. Kalau fotonya sudah tidak dipakai lagi, ya tinggal hapus saja dari laptop. Sama juga sih kalau kalian nge-blog menggunakan gawai, kalau sudah selesai dipakai fotonya, bisa dihapus saja dari gawai. Bahkan, jika foto dan video tersebut sudah benar-benar tidak dipakai lagi, bisa juga dihapus dari Google Photosnya.

Asyik kan? 

Google Photos sangat membantu terutama untuk pos blog travel. Tahulah blog travel butuh banyak foto sementara menulisnya tidak setiap hari seperti blog ini. Kapanpun stamina saya siap untuk menulis perjalanan ke sana sini, tinggal buka Blogger, lalu buka Google Photos untuk memilih fotonya. Tidak perlu repot mencolok gawai ke laptop dan mengkopi foto dan video lagi.

Yaaaah bagi saya Google Photos telah sukses menekan angka colok-colokan antara gawai dengan laptop. Haha! Asalkan kalian memang menggunakan metode *tsaaaah metodeeee* yang saya pakai di atas.

Dengan demikian bisa melegakan ruang penyimpanan di gawai sampai 65%. Itu angka yang fantastis bagi saya. Pernah juga gawai saya legaaa sekali sampa sekitar 50% dari ruang penyimpanan yang 32GB sudah dipotong pajak aplikasi bawaan dan instalan. Dan, kapanpun saya membutuhkan foto dan video, tinggal unduh saja dari Google Photos, setelah selesai digunakan bisa langsung dihapus saja dari laptop. Menurut saya pribadi, ini adalah cara termudah bagi saya mengamankan foto dan video, serta cara termudah saya nge-blog.

Baca Juga: Pemateri Blog

Seperti biasa ... pertanyaan dari saya ... apakah kalian juga menggunakan metode yang kira-kira sama dengan yang saya gunakan? Hyuk bagi tahu di komen!




Cheers.

Satu Paket Crayon Kebahagiaan Untuk Keponakan


"Side apa ora?"

Adik saya dari Pemalang menanyakan janji saya untuk pulang kampung beberapa bulan lalu. Jadi atau ngga? begitulah kira-kira pertanyaan adik yang berjarak 4 tahun kelahiran. Semenjak Mamah dan Kakak saya meninggal,  rumah di kota kelahiran saya hanya dihuni oleh ayah,  adik,  adik ipar dan keponakan saya. Otomatis,  kehadiran saya dirumah cukup dinanti. Apalagi suasana Ramadhan yang cukup kental membuat hati saya dilanda rindu dan kangen.

Yang saya kangenin dari rumah adalah kuliner, kucing dan suasananya. Kok nggak kangen sama keluarga? Tidak usah diragukan lagi,  saya sebetulnya kangen sama keluarga,  namun memang jarang diungkapkan. Maklum sejak kecil,  saya jarang mengungkapkan sayang langsung kepada keluarga. Bagi saya, rasa sayang bisa ditunjukan secara langsung dengan perbuatan. Ah, so sweet banget deh.

Jakarta membuat jarak itu semakin nyata. Bukan masalah jarak sebetulnya,  melainkan karena pekerjaan saya sebagai Content Creator dan hobi traveling membuat saya jarang hadir di rumah. Jangankan di Pemalang, kamar kos saya pun sampai lupa siapa penghuninya, sangkin lama tidak dikunjungi penghuninya. 

Ayah dan adik saya sudah maklum sebetulnya dengan absennya saya beberapa kali pada peristiwa-peristiwa penting yang terjadi di rumah. Kadang saya juga bertanya dalam diri, " Apakah saya pakde yang baik bagi Syafira?". Syarifa adalah keponakan saya. Dulu pada waktu kecil sangat gendut sekali,  dengan berjalannya waktu kini tubuhnya kecil. Susah makan,  tapi masih mau makan nasi, sayur dan buah. Beda sekali dengan bapaknya, adik saya memang sangat suka makan sama dengan saya, hahaha.

Bagaimana membuat keponakan merasa senang walau tanpa kehadiran pakdenya? Apalagi di bulan Ramadhan seperti ini, saya pun memiliki keinginan untuk membuat Syafira tersenyum dari kejauhan. Tapi bagaimana dengan jarak antara Jakarta dan Pemalang yang lebih dari ratusan kilometer? Dan,  apakah yang bisa dilakukan dari jarak yang jauh ini?


Di antara rasa galau ini, saya tak sengaja melihat beberapa aplikasi dan menemukan aplikasi belanja online berwarna orange. Wah,  iya betul sekali,  saya bisa membelikan sesuatu dengan aplikasi ini. Apalagi setelah saya membuka aplikasi tersebut, ternyata sedang berlangsung BIG RAMADHAN SALE. Galau saya hilang setelah terlihat dengan jelas FREE ONGKIR (Bebas Ongkos Kirim). Mata saya langsung hijau, dan bagaikan mendapatkan angin segar ternyata bukan hanya sebatas free ongkir saja namun banyak diskon lainnya seperti 10 ribu day (banyak kejutannya kayak motor atau mobil dengan harga 10 ribu aja). Dan, masih banyak kejutan lain menanti. 

Baju sudah sangat banyak, boneka apa lagi. Setelah menemukan SHOPEE, saatnya mencari sesuatu yang cocok bagi Syafira meskipun harus extra karena sudah banyak sekali mainan yang telah dibeli sebelumnya. Salah pilih maka bukan kesenangan yang didapat malah sebaliknya. Lalu, saya berpikir keras, apa yang dibutuhkan anak seusia sekitar 4 tahun dan akan mulai masuk TK bulan Juli nanti. Oh iya, Syafira suka sekali menggambar. Hampir seluruh dinding di rumah adik saya dihiasi dengan warna warni crayon dan pensil warna. Nah, mungkin kalau dibelikan Crayon maka akan lebih semangat menggambar di kertas tentunya. Apalagi sebentar lagi akan masuk sekolah jadi butuh banyak sekali peralatan sekolah seperti crayon, pensil warna, cat warna, spidol, penggaris dan banyak lainnya. 

Setelah melihat paket crayon lengkap, ternyata banyak sekali pilihan dan harganya pun sangat terjangkau. Inilah yang sangat penting, saya memiliki budget yang tak banyak untuk membuat keponakan bahagia. Apalagi di bulan suci Ramadhan ini, kebaikan sekecil apapun pasti akan mendapatkan pahala, apalagi kebaikan ini sangat bermanfaat bagi Syafira nantinya. 

"Syafira mau pakai baju Princes."

Saya ingat kalau Syafira selalu suka hal yang berhubungan dengan Princes termasuk Princes Elsa dan Snow White. Dan, kebetulan paket crayon lengkap itu pun memiliki gambar princes dan berwarna pink. 

Yang saya suka dari Shopee adalah saya bisa menambahkan beberapa alamat dan menyesuaikan penjual yang dekat dengan rumah adik saya di Pemalang. Jadi, dengan mudah saya memasukan alamat adik saya beserta nomor telpon, sehingga nantinya akan dikirim langsung ke Pemalang. 

Bismillah, saya putuskan untuk membeli satu paket Crayon. Setelah itu langsung saya bayar dengan beberapa pilihan pembayaran salah satunya dengan transfer melalui salah satu bank. Cukup 5 sampai 10 menit, transaksi sudah selesai dan tinggal menunggu paket tersebut sampai.

Dan, setelah beberapa hari menunggu, saya mendapat kabar dari adik saya. Ternyata paket crayon pun telah sampai. 

"Udah nyampe paketannya, makasih Pakde Salman."

Betapa bahagiannya saya mendengar kabar ini. Senang sekali bisa membuat orang lain bahagia walaupun dengan budget yang tidak terlalu besar namun sangat bermanfaat. Bukankah hakikat Ramadhan itu adalah menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi orang lain dengan kebaikan yang kita perbuat. 

Syafira ternyata sangat bersemangat untuk menggambar mulai dari baju ala-ala inces, mahkota dan gambar pemandangan. Dan, saya pun merasa bangga sebagai pamannya, ternyata keponakan saya pun sangat kreatif dan memiliki bakat yang luar biasa. Mungkin saat besar nanti bisa jadi desainer ternama seperti Dian Pelangi, Anne Avantie dan lainnya. Semoga ya, Amiiin. 

Terima kasih Shopee. Ramadhan ini saya telah melakukan satu kebaikan dan membuat orang lain bahagia. Kenapa saya memilih Shopee? Big Ramadhan Sale juga membagikan banyak kebahagian bagi orang lain melalui diskon setiap hari, serba 10 ribu hadiah Umroh, goyang shopee 10 Milyar, gratis ongkos kirim 10 kali tanpa minimal transaksi, dan yang paling membuat saya mantap adalah ada fitur zakat dan donasi. Diskon dan banyak program dari Shopee ini pun membuat masyarakat bahagia dan inilah makna kebaikan Ramadhan yang telah dilakukan oleh Shopee.


Goyang Shopee 10 Milyar

Kita semua tahu kalau goyang Shopee itu sudah menjadi salah satu yang menarik perhatian pelanggan. Selama Ramadhan ini sampai tanggal 6 Juni, goyang Shopee ini akan hadir setiap hari dengan hadiahnya sampai 10 milyar rupiah loh. Wah, memang Shopee ini senang sekali membagikan kebahagiaan. 

Serba 10 ribu berhadiah Umroh

Big Ramadhan Sale kali ini juga menghadirkan kembali Serba 10 Ribu untuk para Sobat Shopee. Setiap harinya, mulai dari tanggal 22 April hingga 6 Juni 2019, Sobat Shopee bisa membeli produk-produk pilihan dengan harga Rp 10 ribu dan juga dapat memenangkan hadiah paket Umroh GRATIS.

Gratis Ongkos Kirim 10 Kali Tanpa Minimal Transaksi
  
Dan yang paling wow adalah gratis ongkos kirim 10 kali tanpa minimal transaksi ke seluruh Indonesia. Gratis ongkos kirim ini berlaku sampai dengan tanggal 6 Juni 2019. Wah memang sangat kece banget ya Shopee ini. 

Kebaikan Ramadhan yang bisa kita lakukan itu bukan seberapa besar atau seberapa mewah, namun seberapa mampu dan ikhlas kita melakukannya. Shopee pun banyak sekali membuat orang lain bahagia dengan programnya seperti gratis ongkos kirim yang dapat mengirimkannya ke seluruh Indonesia dan hadiah Umroh. Bagi saya, kebaikan yang hakiki adalah dibalik Shopee ini terdapat banyak sekali orang yang mendapat rejeki dan kebahagiaan seperti karyawan, jasa pengantar, penjual dan masih banyak lainnya yang menggantungkan hidupnya dari Shopee. Satu hal dengan tujuan memberikan kesejahteraan dan rejeki bagi orang lain itu insyaAllah akan tercatat sebagai kebaikan selamanya di mata Allah Swt, apalagi di bulan Ramadhan ini akan di lipat gandakan pahalanya. 

Tunggu apalagi, sudah saatnya kita menebar kebahagiaan dan kebaikan melalui Shopee. Yuk, kita berbagi dan belanja melalui Shopee. 


Satu Paket Crayon Kebahagiaan Untuk Keponakan


"Side apa ora?"

Adik saya dari Pemalang menanyakan janji saya untuk pulang kampung beberapa bulan lalu. Jadi atau ngga? begitulah kira-kira pertanyaan adik yang berjarak 4 tahun kelahiran. Semenjak Mamah dan Kakak saya meninggal,  rumah di kota kelahiran saya hanya dihuni oleh ayah,  adik,  adik ipar dan keponakan saya. Otomatis,  kehadiran saya dirumah cukup dinanti. Apalagi suasana Ramadhan yang cukup kental membuat hati saya dilanda rindu dan kangen.

Yang saya kangenin dari rumah adalah kuliner, kucing dan suasananya. Kok nggak kangen sama keluarga? Tidak usah diragukan lagi,  saya sebetulnya kangen sama keluarga,  namun memang jarang diungkapkan. Maklum sejak kecil,  saya jarang mengungkapkan sayang langsung kepada keluarga. Bagi saya, rasa sayang bisa ditunjukan secara langsung dengan perbuatan. Ah, so sweet banget deh.

Jakarta membuat jarak itu semakin nyata. Bukan masalah jarak sebetulnya,  melainkan karena pekerjaan saya sebagai Content Creator dan hobi traveling membuat saya jarang hadir di rumah. Jangankan di Pemalang, kamar kos saya pun sampai lupa siapa penghuninya, sangkin lama tidak dikunjungi penghuninya. 

Ayah dan adik saya sudah maklum sebetulnya dengan absennya saya beberapa kali pada peristiwa-peristiwa penting yang terjadi di rumah. Kadang saya juga bertanya dalam diri, " Apakah saya pakde yang baik bagi Syafira?". Syarifa adalah keponakan saya. Dulu pada waktu kecil sangat gendut sekali,  dengan berjalannya waktu kini tubuhnya kecil. Susah makan,  tapi masih mau makan nasi, sayur dan buah. Beda sekali dengan bapaknya, adik saya memang sangat suka makan sama dengan saya, hahaha.

Bagaimana membuat keponakan merasa senang walau tanpa kehadiran pakdenya? Apalagi di bulan Ramadhan seperti ini, saya pun memiliki keinginan untuk membuat Syafira tersenyum dari kejauhan. Tapi bagaimana dengan jarak antara Jakarta dan Pemalang yang lebih dari ratusan kilometer? Dan,  apakah yang bisa dilakukan dari jarak yang jauh ini?


Di antara rasa galau ini, saya tak sengaja melihat beberapa aplikasi dan menemukan aplikasi belanja online berwarna orange. Wah,  iya betul sekali,  saya bisa membelikan sesuatu dengan aplikasi ini. Apalagi setelah saya membuka aplikasi tersebut, ternyata sedang berlangsung BIG RAMADHAN SALE. Galau saya hilang setelah terlihat dengan jelas FREE ONGKIR (Bebas Ongkos Kirim). Mata saya langsung hijau, dan bagaikan mendapatkan angin segar ternyata bukan hanya sebatas free ongkir saja namun banyak diskon lainnya seperti 10 ribu day (banyak kejutannya kayak motor atau mobil dengan harga 10 ribu aja). Dan, masih banyak kejutan lain menanti. 

Baju sudah sangat banyak, boneka apa lagi. Setelah menemukan SHOPEE, saatnya mencari sesuatu yang cocok bagi Syafira meskipun harus extra karena sudah banyak sekali mainan yang telah dibeli sebelumnya. Salah pilih maka bukan kesenangan yang didapat malah sebaliknya. Lalu, saya berpikir keras, apa yang dibutuhkan anak seusia sekitar 4 tahun dan akan mulai masuk TK bulan Juli nanti. Oh iya, Syafira suka sekali menggambar. Hampir seluruh dinding di rumah adik saya dihiasi dengan warna warni crayon dan pensil warna. Nah, mungkin kalau dibelikan Crayon maka akan lebih semangat menggambar di kertas tentunya. Apalagi sebentar lagi akan masuk sekolah jadi butuh banyak sekali peralatan sekolah seperti crayon, pensil warna, cat warna, spidol, penggaris dan banyak lainnya. 

Setelah melihat paket crayon lengkap, ternyata banyak sekali pilihan dan harganya pun sangat terjangkau. Inilah yang sangat penting, saya memiliki budget yang tak banyak untuk membuat keponakan bahagia. Apalagi di bulan suci Ramadhan ini, kebaikan sekecil apapun pasti akan mendapatkan pahala, apalagi kebaikan ini sangat bermanfaat bagi Syafira nantinya. 

"Syafira mau pakai baju Princes."

Saya ingat kalau Syafira selalu suka hal yang berhubungan dengan Princes termasuk Princes Elsa dan Snow White. Dan, kebetulan paket crayon lengkap itu pun memiliki gambar princes dan berwarna pink. 

Yang saya suka dari Shopee adalah saya bisa menambahkan beberapa alamat dan menyesuaikan penjual yang dekat dengan rumah adik saya di Pemalang. Jadi, dengan mudah saya memasukan alamat adik saya beserta nomor telpon, sehingga nantinya akan dikirim langsung ke Pemalang. 

Bismillah, saya putuskan untuk membeli satu paket Crayon. Setelah itu langsung saya bayar dengan beberapa pilihan pembayaran salah satunya dengan transfer melalui salah satu bank. Cukup 5 sampai 10 menit, transaksi sudah selesai dan tinggal menunggu paket tersebut sampai.

Dan, setelah beberapa hari menunggu, saya mendapat kabar dari adik saya. Ternyata paket crayon pun telah sampai. 

"Udah nyampe paketannya, makasih Pakde Salman."

Betapa bahagiannya saya mendengar kabar ini. Senang sekali bisa membuat orang lain bahagia walaupun dengan budget yang tidak terlalu besar namun sangat bermanfaat. Bukankah hakikat Ramadhan itu adalah menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi orang lain dengan kebaikan yang kita perbuat. 

Syafira ternyata sangat bersemangat untuk menggambar mulai dari baju ala-ala inces, mahkota dan gambar pemandangan. Dan, saya pun merasa bangga sebagai pamannya, ternyata keponakan saya pun sangat kreatif dan memiliki bakat yang luar biasa. Mungkin saat besar nanti bisa jadi desainer ternama seperti Dian Pelangi, Anne Avantie dan lainnya. Semoga ya, Amiiin. 

Terima kasih Shopee. Ramadhan ini saya telah melakukan satu kebaikan dan membuat orang lain bahagia. Kenapa saya memilih Shopee? Big Ramadhan Sale juga membagikan banyak kebahagian bagi orang lain melalui diskon setiap hari, serba 10 ribu hadiah Umroh, goyang shopee 10 Milyar, gratis ongkos kirim 10 kali tanpa minimal transaksi, dan yang paling membuat saya mantap adalah ada fitur zakat dan donasi. Diskon dan banyak program dari Shopee ini pun membuat masyarakat bahagia dan inilah makna kebaikan Ramadhan yang telah dilakukan oleh Shopee.


Goyang Shopee 10 Milyar

Kita semua tahu kalau goyang Shopee itu sudah menjadi salah satu yang menarik perhatian pelanggan. Selama Ramadhan ini sampai tanggal 6 Juni, goyang Shopee ini akan hadir setiap hari dengan hadiahnya sampai 10 milyar rupiah loh. Wah, memang Shopee ini senang sekali membagikan kebahagiaan. 

Serba 10 ribu berhadiah Umroh

Big Ramadhan Sale kali ini juga menghadirkan kembali Serba 10 Ribu untuk para Sobat Shopee. Setiap harinya, mulai dari tanggal 22 April hingga 6 Juni 2019, Sobat Shopee bisa membeli produk-produk pilihan dengan harga Rp 10 ribu dan juga dapat memenangkan hadiah paket Umroh GRATIS.

Gratis Ongkos Kirim 10 Kali Tanpa Minimal Transaksi
  
Dan yang paling wow adalah gratis ongkos kirim 10 kali tanpa minimal transaksi ke seluruh Indonesia. Gratis ongkos kirim ini berlaku sampai dengan tanggal 6 Juni 2019. Wah memang sangat kece banget ya Shopee ini. 

Kebaikan Ramadhan yang bisa kita lakukan itu bukan seberapa besar atau seberapa mewah, namun seberapa mampu dan ikhlas kita melakukannya. Shopee pun banyak sekali membuat orang lain bahagia dengan programnya seperti gratis ongkos kirim yang dapat mengirimkannya ke seluruh Indonesia dan hadiah Umroh. Bagi saya, kebaikan yang hakiki adalah dibalik Shopee ini terdapat banyak sekali orang yang mendapat rejeki dan kebahagiaan seperti karyawan, jasa pengantar, penjual dan masih banyak lainnya yang menggantungkan hidupnya dari Shopee. Satu hal dengan tujuan memberikan kesejahteraan dan rejeki bagi orang lain itu insyaAllah akan tercatat sebagai kebaikan selamanya di mata Allah Swt, apalagi di bulan Ramadhan ini akan di lipat gandakan pahalanya. 

Tunggu apalagi, sudah saatnya kita menebar kebahagiaan dan kebaikan melalui Shopee. Yuk, kita berbagi dan belanja melalui Shopee. 


PBSI Belajar Nge-blog


Sabtu, tepatnya tanggal 18 Mei 2019, saya terjaga setelah berdamai dengan hasrat untuk terus menggumuli ranjang. Pukul 07.30 Wita saya baru selesai mandi, untungnya tidak lupa menggosok gigi, sedangkan puluhan mahasiswa sudah menunggu sejak pukul 07.00 Wita di Aula Lantai III Gedung Rektorat Universitas Flores (Uniflor). Buru-buru selesaikan dandanan *halaaah* maksudnya bergegas memakai jilbab dan sepatu. Lantas Onci membantu saya menyiapkan laptop, charger, mouse, serta mengeluarkan sepeda motor ke teras. Berangkat! Tentu sambil berdoa agar saya masih bisa menjaga keseimbangan mengingat waktu tidur yang kurang. Hanya dua jam. Payahnya saya lupa gawai di sofa ruang tamu. Ya harus kembali mengambilnya karena sayur tanpa garam itu biasa tapi hidup tanpa gawai seharian itu luar biasa ha ha ha.

Baca Juga: SUC Endenesia #1

Puluhan mahasiswa yang sudah menunggu di Aula Lantai III Gedung Rektorat Uniflor dengan mengenakan jas almamater biru itu seakan menampakkan wajah lega setelah melihat kedatangan saya, pun Ibu Sherly dan Ibu Sekretaris Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI). Maaf, itu kata pertama saya saat membuka kegiatan, karena bukan kesengajaan saya terlambat hampir satu jam dari kesepakatan. 

Ya, Sabtu kemarin, tepatnya tanggal 18 Mei 2019, saya diminta untuk memberikan pelatihan blog kepada mahasiswa Prodi PBSI - FKIP - Uniflor. Sebelumnya, Sabtu 4 Mei 2019, saya diminta menjadi pemateri blog oleh Fakultas Teknologi Informasi (FTI) kepada mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah (dan Prodi Pendidikan Fisika) yang ceritanya bisa dibaca di pos berjudul Pemateri Blog. Karena target atau pesertanya masih dari lini mahasiswa, saya tidak perlu membikin lagi materi baru, cukup dengan materi yang sudah dipakai Sabtu 4 Mei 2019 itu. Kalau dengan Prodi PBSI saya diminta langsung oleh pihak prodi (personal), maka dengan Prodi Pendidikan Sejarah saya diminta melalui FTI atas kerja sama antara Prodi Pendidikan Sejarah dengan FTI (saya bagian dari FTI).

Blogging is Fun and Easy


Masih materi yang sama: Blogging is Fun and Easy. Blogging memang fun and easy, termasuk gaya menyampaikan materi tersebut, harus fun and easy. Alhamdulillah waktu yang diberikan itu empat jam, waktu yang cukup panjang untuk mengenal blog - membikin blog - mengelola dashboard, sehingga proses penyampaian materi jauh lebih pelan, santai, dan lebih sabar menunggu proses. Tidak perlu terburu-buru. Diselingi dengan jokes ringan supaya peserta tidak bosan. Beberapa peserta saya panggil ke depan, temani saya di depan, menggunakan jaringan hotspot pribadi saya haha. Internet yang disediakan sudah sangat mumpuni, memang, tapi dipakai oleh terlalu banyak gawai.


Seperti biasa saya selalu menampilkan blogger yang kini lebih dikenal sebagai komika; Raditya Dika. Apa kesamaan saya dan Raditya Dika? Sama-sama blogger; kemudian Raditya Dika menjadi komika dan saya menjadi karatan. Haha. Pembukaan seperti itu memang disengaja untuk syok terapi bagi peserta. Dilanjutkan dengan pengenalan blog; apa itu blog, blog ber-niche dan blog gado-gado serta contohnya, blog gratisan dan blog berbayar beserta contohnya, sampai ragam platform blog yang dikenal luas dan dimanfaatkan oleh penghuni Planet Bumi. Dan ya, saya memberikan pelatihan membikin blog di Blogger. Platform untuk semua blog saya.

Tidak semua peserta membawa laptop tapi semua membawa gawai sehingga ada peserta yang membikin blog menggunakan laptop dan ada yang menggunakan gawai. Antusias belajar peserta sungguh luar biasa. Setelah blog dibikin, tugas peserta adalah mengisinya dengan satu pos tentang pelatihan blog bersangkutan. Saya memberi mereka waktu dua puluh menit mengingat sebagian besar peserta menggunakan gawai sehingga kecepatan menulis pasti tidak secepat menggunakan laptop. Dua puluh menit cukup lah menurut saya.


Yang tidak saya sangka kegiatan pelatihan blog itu dihadiri oleh Bapak Drs. Yohanes Sehandi, M.Si. Atasan saya dulu di UPT Publikasi dan Humas Uniflor. Beliau yang mengajarkan saya cara membikin berita baik berita panjang, feature, hingga flash news. Dan saya adalah orang yang mengajarkan beliau blog. Tidak disangka blog beliau masih terkelola dengan baik hingga sekarang dengan pembaca yang sangat banyak! Tulisan-tulisannya itu memang 'berat' tapi banyak pengunjung setianya. Yang paling saya ingat dari Pak Yan setelah beliau nge-blog adalah beliau selalu berkata bahwa blog adalah koran pribadi dan tempat menyimpan data-data tulisan (draf) sehingga tidak perlu kuatir kalau flashdisk-nya eror lagi. Mantap sekali Pak Yan ini kan ya. 



Setelah pos pertama para peserta dipublikasikan, tugas peserta adalah mengirimkan tautan blog ke nomor WA saya. Gunanya adalah saya bisa mencatat tautan blog mereka tersebut sekaligus menawarkan Kelas Blogging Tuteh untuk pelajaran lanjutan apabila mereka berminat. Alhamdulillah semakin banyak mahasiswa yang tahu blog dan antusias sekali bertanya, karena saya tanamkan pada mereka, bahwa modal untuk menulis sudah ada secara mereka adalah anak sastra! Jadi, mereka bisa mengisi blog dengan puisi, kritik cerpen/novel, dan lain sebagainya. Saya bilang: menulis adalah kekuatan terbesar mahasiswa PBSI, manfaatkan itu dengan sebaik-baiknya melalui blog.

Bagi kalian, mungkin blog bukanlah sesuatu yang baru lagi, tapi bagi sebagian orang lainnya, blog merupakan sesuatu yang benar-benar baru. Mereka bahkan mungkin tidak pernah tahu bahwa informasi yang dibaca di internet itu bersumber dari sebuah blog personal, dan mereka mungkin tidak pernah tahu bahwa mereka bisa menjadi si pemberi informasi pula. Tentu, melalui blog personal pula.

Selingan Oleh SUC Endenesia


Inilah yang sejak dulu ingin saya lakukan. Kegiatan mahasiswa, santai dan menyenangkan, pun ada hiburannya. Hiburan musik sudah biasa tapi hiburan stand up comedy itu baru pertama kali terjadi di Uniflor. Atas kerja sama dengan SUC Endenesia ada lima komika yang tampil pukul 11.30 Wita. Mereka adalah Udo, Sultan, Tulen, Adara, dan Willy. Hendra, karena masih ada kuliah, akhirnya hanya bisa menonton dari bagian belakang aula. 


Menariknya, dua komika adalah jebolan Prodi PBSI Uniflor yaitu Sultan dan Willy. Tentu ini membikin peserta pelatihan blog semakin riuh bertepuk tangan. Ada kebanggaan doooonk. Riuh sekali pokoknya. Awalnya ada ketakutan dalam diri saya ... apakah nanti para peserta ini tertawa dengan stand up comedy dari komika SUC Endenesia? Terus terang, ini adalah penjajalan kami terhadap penonton di luar penonton tetap di Miau Miau Cafe. Ternyata kekuatiran saya tersapu ... Pak Yan saja sampai tertawa sambil geleng-geleng kepala.

Nantikan semua videonya di Youtube ya :)


Bagi saya, menjadi pemateri blog merupakan sesuatu yang sangat menyenangkan. Kapan pun saya diminta, dan jika waktunya tepat, mari yuk! 

Terimakasih kepada Bapak Kaprodi PBSI Dr. Yosep Demon, M.Hum. yang telah meminta saya menjadi mentor untuk pelatihan blog kepada para mahasiswa PBSI Semester 2 dan Semester 4. Terimakasih Ibu Sekpro PBSI dan Ibu Sherly yang telah menghubungi saya untuk inisiasi awal, menentukan tempat, hingga estimasi waktu. Sehingga akhirnya kegiatan ini terlaksana dengan baik. Pun terima kasih kepada SUC Endenesia yang telah menghibur kami semua hari itu. Dan tentu saja, terima kasih kepada semua peserta pelatihan blog yang dengan setia menunggu sejak pukul 07.00 Wita hingga kegiatan berakhir pukul 12.30 Wita. Love you all!

Baca Juga: Pola Timbal Balik

Semoga bermanfaat!



Cheers.

PBSI Belajar Nge-blog


Sabtu, tepatnya tanggal 18 Mei 2019, saya terjaga setelah berdamai dengan hasrat untuk terus menggumuli ranjang. Pukul 07.30 Wita saya baru selesai mandi, untungnya tidak lupa menggosok gigi, sedangkan puluhan mahasiswa sudah menunggu sejak pukul 07.00 Wita di Aula Lantai III Gedung Rektorat Universitas Flores (Uniflor). Buru-buru selesaikan dandanan *halaaah* maksudnya bergegas memakai jilbab dan sepatu. Lantas Onci membantu saya menyiapkan laptop, charger, mouse, serta mengeluarkan sepeda motor ke teras. Berangkat! Tentu sambil berdoa agar saya masih bisa menjaga keseimbangan mengingat waktu tidur yang kurang. Hanya dua jam. Payahnya saya lupa gawai di sofa ruang tamu. Ya harus kembali mengambilnya karena sayur tanpa garam itu biasa tapi hidup tanpa gawai seharian itu luar biasa ha ha ha.

Baca Juga: SUC Endenesia #1

Puluhan mahasiswa yang sudah menunggu di Aula Lantai III Gedung Rektorat Uniflor dengan mengenakan jas almamater biru itu seakan menampakkan wajah lega setelah melihat kedatangan saya, pun Ibu Sherly dan Ibu Sekretaris Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI). Maaf, itu kata pertama saya saat membuka kegiatan, karena bukan kesengajaan saya terlambat hampir satu jam dari kesepakatan. 

Ya, Sabtu kemarin, tepatnya tanggal 18 Mei 2019, saya diminta untuk memberikan pelatihan blog kepada mahasiswa Prodi PBSI - FKIP - Uniflor. Sebelumnya, Sabtu 4 Mei 2019, saya diminta menjadi pemateri blog oleh Fakultas Teknologi Informasi (FTI) kepada mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah (dan Prodi Pendidikan Fisika) yang ceritanya bisa dibaca di pos berjudul Pemateri Blog. Karena target atau pesertanya masih dari lini mahasiswa, saya tidak perlu membikin lagi materi baru, cukup dengan materi yang sudah dipakai Sabtu 4 Mei 2019 itu. Kalau dengan Prodi PBSI saya diminta langsung oleh pihak prodi (personal), maka dengan Prodi Pendidikan Sejarah saya diminta melalui FTI atas kerja sama antara Prodi Pendidikan Sejarah dengan FTI (saya bagian dari FTI).

Blogging is Fun and Easy


Masih materi yang sama: Blogging is Fun and Easy. Blogging memang fun and easy, termasuk gaya menyampaikan materi tersebut, harus fun and easy. Alhamdulillah waktu yang diberikan itu empat jam, waktu yang cukup panjang untuk mengenal blog - membikin blog - mengelola dashboard, sehingga proses penyampaian materi jauh lebih pelan, santai, dan lebih sabar menunggu proses. Tidak perlu terburu-buru. Diselingi dengan jokes ringan supaya peserta tidak bosan. Beberapa peserta saya panggil ke depan, temani saya di depan, menggunakan jaringan hotspot pribadi saya haha. Internet yang disediakan sudah sangat mumpuni, memang, tapi dipakai oleh terlalu banyak gawai.


Seperti biasa saya selalu menampilkan blogger yang kini lebih dikenal sebagai komika; Raditya Dika. Apa kesamaan saya dan Raditya Dika? Sama-sama blogger; kemudian Raditya Dika menjadi komika dan saya menjadi karatan. Haha. Pembukaan seperti itu memang disengaja untuk syok terapi bagi peserta. Dilanjutkan dengan pengenalan blog; apa itu blog, blog ber-niche dan blog gado-gado serta contohnya, blog gratisan dan blog berbayar beserta contohnya, sampai ragam platform blog yang dikenal luas dan dimanfaatkan oleh penghuni Planet Bumi. Dan ya, saya memberikan pelatihan membikin blog di Blogger. Platform untuk semua blog saya.

Tidak semua peserta membawa laptop tapi semua membawa gawai sehingga ada peserta yang membikin blog menggunakan laptop dan ada yang menggunakan gawai. Antusias belajar peserta sungguh luar biasa. Setelah blog dibikin, tugas peserta adalah mengisinya dengan satu pos tentang pelatihan blog bersangkutan. Saya memberi mereka waktu dua puluh menit mengingat sebagian besar peserta menggunakan gawai sehingga kecepatan menulis pasti tidak secepat menggunakan laptop. Dua puluh menit cukup lah menurut saya.


Yang tidak saya sangka kegiatan pelatihan blog itu dihadiri oleh Bapak Drs. Yohanes Sehandi, M.Si. Atasan saya dulu di UPT Publikasi dan Humas Uniflor. Beliau yang mengajarkan saya cara membikin berita baik berita panjang, feature, hingga flash news. Dan saya adalah orang yang mengajarkan beliau blog. Tidak disangka blog beliau masih terkelola dengan baik hingga sekarang dengan pembaca yang sangat banyak! Tulisan-tulisannya itu memang 'berat' tapi banyak pengunjung setianya. Yang paling saya ingat dari Pak Yan setelah beliau nge-blog adalah beliau selalu berkata bahwa blog adalah koran pribadi dan tempat menyimpan data-data tulisan (draf) sehingga tidak perlu kuatir kalau flashdisk-nya eror lagi. Mantap sekali Pak Yan ini kan ya. 



Setelah pos pertama para peserta dipublikasikan, tugas peserta adalah mengirimkan tautan blog ke nomor WA saya. Gunanya adalah saya bisa mencatat tautan blog mereka tersebut sekaligus menawarkan Kelas Blogging Tuteh untuk pelajaran lanjutan apabila mereka berminat. Alhamdulillah semakin banyak mahasiswa yang tahu blog dan antusias sekali bertanya, karena saya tanamkan pada mereka, bahwa modal untuk menulis sudah ada secara mereka adalah anak sastra! Jadi, mereka bisa mengisi blog dengan puisi, kritik cerpen/novel, dan lain sebagainya. Saya bilang: menulis adalah kekuatan terbesar mahasiswa PBSI, manfaatkan itu dengan sebaik-baiknya melalui blog.

Bagi kalian, mungkin blog bukanlah sesuatu yang baru lagi, tapi bagi sebagian orang lainnya, blog merupakan sesuatu yang benar-benar baru. Mereka bahkan mungkin tidak pernah tahu bahwa informasi yang dibaca di internet itu bersumber dari sebuah blog personal, dan mereka mungkin tidak pernah tahu bahwa mereka bisa menjadi si pemberi informasi pula. Tentu, melalui blog personal pula.

Selingan Oleh SUC Endenesia


Inilah yang sejak dulu ingin saya lakukan. Kegiatan mahasiswa, santai dan menyenangkan, pun ada hiburannya. Hiburan musik sudah biasa tapi hiburan stand up comedy itu baru pertama kali terjadi di Uniflor. Atas kerja sama dengan SUC Endenesia ada lima komika yang tampil pukul 11.30 Wita. Mereka adalah Udo, Sultan, Tulen, Adara, dan Willy. Hendra, karena masih ada kuliah, akhirnya hanya bisa menonton dari bagian belakang aula. 


Menariknya, dua komika adalah jebolan Prodi PBSI Uniflor yaitu Sultan dan Willy. Tentu ini membikin peserta pelatihan blog semakin riuh bertepuk tangan. Ada kebanggaan doooonk. Riuh sekali pokoknya. Awalnya ada ketakutan dalam diri saya ... apakah nanti para peserta ini tertawa dengan stand up comedy dari komika SUC Endenesia? Terus terang, ini adalah penjajalan kami terhadap penonton di luar penonton tetap di Miau Miau Cafe. Ternyata kekuatiran saya tersapu ... Pak Yan saja sampai tertawa sambil geleng-geleng kepala.

Nantikan semua videonya di Youtube ya :)


Bagi saya, menjadi pemateri blog merupakan sesuatu yang sangat menyenangkan. Kapan pun saya diminta, dan jika waktunya tepat, mari yuk! 

Terimakasih kepada Bapak Kaprodi PBSI Dr. Yosep Demon, M.Hum. yang telah meminta saya menjadi mentor untuk pelatihan blog kepada para mahasiswa PBSI Semester 2 dan Semester 4. Terimakasih Ibu Sekpro PBSI dan Ibu Sherly yang telah menghubungi saya untuk inisiasi awal, menentukan tempat, hingga estimasi waktu. Sehingga akhirnya kegiatan ini terlaksana dengan baik. Pun terima kasih kepada SUC Endenesia yang telah menghibur kami semua hari itu. Dan tentu saja, terima kasih kepada semua peserta pelatihan blog yang dengan setia menunggu sejak pukul 07.00 Wita hingga kegiatan berakhir pukul 12.30 Wita. Love you all!

Baca Juga: Pola Timbal Balik

Semoga bermanfaat!



Cheers.

Pariwisata Nusantara


Sudah lama saya tidak me-review buku di #SabtuReview. Buku terakhir yang saya baca berjudul Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat karya Mark Manson dan sudah saya review di pos berjudul Bodo Amat. Banyak pelajaran berharga yang bisa dipetik dari buku bersampul oranye itu. Sementara buku yang selalu berada di dalam tas, yang bisa saya baca kapan saja, berjudul The Book of Origins karya Trevor Homer juga sudah saya review di pos berjudul The Book of Origins. Tentu, pengetahuan tentang segala sesuatu paling pertama di dunia ini kian bertambah. Saya pikir, sekarang saatnya me-review satu buku menarik terutama bagi kalian para traveler atau siapapun yang berencana keliling Indonesia. 

Baca Juga: Are They Dead?

Menulis tentang buku yang satu ini membikin saya teringat seorang sahabat traveler perempuan bernama Ika Soewadji. Kalau kalian belum mengenal Ika Soewadji, silahkan kenalan dulu melalui akun IG-nya:


Memangnya, apa hubungan antara buku yang bakal saya review dengan Ika? Karena buku tersebut adalah pemberian Ika berikut satu paket buku lainnya tentang Indonesia. Sama seperti buku Travel Writer yang juga diberikan oleh Ika. Meskipun tidak berhubungan darah tapi kami adalah kaka-ade, saudara, yang dipertemukan oleh dunia blog dan traveling. Percayalah, mengenal Ika merupakan salah satu anugerah terbaik dari Allah SWT untuk saya.

Jadi, mari kita kenalan dengan buku yang satu ini.

Tentang Informasi Pariwisata Nusantara


Informasi Pariwisata Nusantara, sebuah buku bersampul cokelat dengan aksen wayang kulit di depannya, diterbitkan oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia bekerjasama dengan Garuda Indonesia, dan ASEAN (Southeast Asia). Pada sampul belakang jelas-jelas tertulis: tidak untuk diperjualbelikan. Ya Alhamdulillah saya bisa mendapatkannya dari Ika. Mungkin waktu itu Ika mengikuti kegiatan yang digelar kementrian, secara dia kan travel blogger kesohor, dan mendapatkan paket buku-buku gratis dari acara itu, kemudian dikirimkan pada saya.

Buku ini tidak punya kata pengantar atau sekapur sirih. Dibuka dengan halaman Peta Kepulauan Indonesia dan halaman Sekilas Sejarah Pariwisata Indonesia. Sudah, itu saja. Selanjutnya 'petualangan' dimulai dari Sumatera hingga Papua.

Isi Informasi Pariwisata Nusantara


Namanya juga buku tentang pariwisata, isinya ya pasti tentang atraksi pariwisata dari seluruh Indonesia yang dimulai dari Sumatera sampai Papua. Ada pengaturan sub pada setiap provinsi dan daerah istimewanya. Sub-sub itu antara lain Profil singkat provinsi dan/atau daerah istimewa yang bersangkutan, Wisata Alam, Wisata Pantai, Wisata Gunung, Wisata Petualangan, Wisata Sejarah, Wisata Budaya, Wisata Museum, Wisata Kerajinan, Wisata Taman Nasional, hingga informasi penting seperti Transportasi, Akomodasi, Travel Agent, dan informasi alamat kantor dinas yang berkaitan dari provinsi dimaksud.

Paket komplit!

Jadi, kalau saya bilang sudah tahu banyak tentang Yogyakarta, belum tentu juga haha. Saya baru tahu soal Upacara Cing-Cing Goling dari buku ini.

Pada ritual ini, ratusan ayam panggang, lauk pauk dan nasi dibagikan kepada para pengunjung serta masyarakat di dekat bendungan. Selain itu juga ditampilkan cerita rakyat yang disajikan dalam bentuk fragmen. Upacara ini dilakukan sebagai wujud ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas keberhasilan panen.
Lokasi:
Digelar di Dusun Gedangan, Desa Gedangang, Kec. Karangmojo, Kab. Gunungkidul. Bisa ditempuh dengan kendaraan bermotor ke lokasi. (Informasi Pariwisata Nusantara,tt, 201).

Sebagai Orang NTT, tentu saya suka membaca bagian Provinsi Nusa Tenggara Timur. Ternyata, banyak sekali atraksi wisata yang juga baru saya ketahui setelah membaca buku Informasi Pariwisata Nusantara ini.


Yang membikin buku ini lebih menarik, selain informasi lengkap tentang Indonesia ada di dalamnya, adalah foto-foto yang melengkapi setiap artikel/informasi singkatnya. Foto-foto itu begitu memukau, penuh warna alam yang cerah dan indah, yang membikin para pembaca tertarik untuk menyiapkan waktu keliling Indonesia. Duuuuh niat keliling Indonesia tertunda melulu *halaaaah, ditabok dinosaurus*.

Kritik


Baru kali ini saya mengkritik buku hahaha. Eh, atau sudah pernah ya? Pokoknya begini ... untuk buku sebagus ini sayang sekali apabila diterbitkan terbatas dan tidak untuk diperjualbelikan. Tidak hanya para traveler, kita sebagai Orang Indonesia tentu tergila-gila dengan buku semacam ini. Banyak informasi yang mungkin baru kita tahu, yang bisa jadi magnet penarik jiwa untuk pergi ke sana, baik diri kita sendiri maupun wisatawan mancanegara (apagila diterbitkan dalam bahasa Inggris pula). Semua orang pasti tahu Raja Ampat di Papua Barat sana, tapi belum semua orang tahu tentang Pantai Pulau Jefman dan Pantai Pulau Rumberfon yang indah itu, misalnya.


Demikian tentang buku Informasi Pariwisata Nusantara yang sayangnya tidak dijual bebas di toko buku. Beruntunglah saya bisa mendapatkannya sebuah, hehe. Bagaimana dengan kalian, kawan? Yang belum pernah membacanya maupun yang sudah pernah membacanya, apa tanggapan kalian tentang buku keren ini? Bagi tahu yuk di komen!

Baca Juga: The Kings

Selamat dua minggu puasa :*



Cheers.