#PDL Piknik Setiap Minggu



#PDL adalah Pernah DiLakukan. Pos #PDL merupakan cerita ringan tentang apa saja yang pernah saya lakukan selama ini.

***

Tahun 2013 merupakan tahun tersibuk bagi saya karena setiap hari Minggu saya harus, wajib, pergi piknik. Lokasi piknik adalah desa-desa yang berada di Kecamatan Maurole tempat tenda-tenda pengungsi berdiri. Mereka adalah pengungsi dari Pulau Palu'e, sebuah pulau sekaligus gunung berapi aktif bernama Rokatenda. Meskipun secara administratif Pulau Palu'e merupakan bagian dari Kabupaten Sikka namun letak geografisnya lebih dekat dengan Kabupaten Ende; tepat di depan pantai Kecamatan Maurole.

Baca Juga: #PDL Sheena dan Bananaque

Menggalang bantuan dan mengantarkannya langsung ke lokasi pengungsian memang bukan perkara mudah namun semua dilakoni dengan riang-gembira bersama Flobamora Community (Komunitas Blogger NTT). Setiap Minggu pagi membelah jalanan trans-Flores ke arah Timur lalu ke Utara, pergi-pulang sejumlah 180 sampai 200-an kilometer (terutaman ketika kami menemukan desa terjauh yaitu Desa Aewora), kehujanan sepanjang jalan, menabrak-melindas ular yang menyeberang, hingga malam-malam pukul 22.00 Wita baru kembali dari Kecamatan Maurole dengan kondisi jalan luar biasa horor, karena harus selesaikan pendataan pengungsi tambahan, semua merupakan berkah ... bagi saya. Setidaknya saya tidak nganga di depan laptop hanya bermain game saja atau ketiduran di depan televisi (waktu itu masih nonton televisi) haha.

Rasti adalah anak pengungsi favorit saya. Pertama kali bertemu kondisinya kayak baru keluar dari lumpur. Saya bilang pada Rasti dan anak-anak pengungsi lain yang ada di Desa Aewora itu: Minggu depan Ibu datang, sudah harus mandi bersih, sudah pulang dari Gereja ya! Berikut-berikutnya setiap Minggu dia sudah mandi bersih dan menunggu kami datang ... ada sekotak Ultramilk yang diharapkannya. Busyeeettt ingat masa itu jadi berkaca-kaca mata saya hahaha. Lebih sedih lagi ketika suatu kali datang SMS ke telepon genggam jadul saya dengan isi: IBU, KAMI BERAS HABIS.


Sumpah, menulis ini saya jadi kangen sama Rasti! Sudah hampir lima tahun, apa kabarnya dia ya sekarang. Jadi pengen pergi ke sana lagi, dari desa ke desa ...


Saya dan komunitas kami berhenti pergi ke Kecamatan Maurole setelah semua dana bantuan diserahkan. Setiap hari Minggu kami menyewa satu pick up untuk mengangkut paket-paket sembako dan kebutuhan wanita yang sudah di-packing dalam kresek sejumlah kepala keluarga yang terdata dengan sangat lengkap.

Jadi, kalau mau dirunut, pertama kali terjadi letusan Gunung Rokatenda itu, kami hanya mengumpulkan dana sejumlah Rp 1.750.000 saja. Kami belikan apa saja yang sekiranya dibutuhkan terutama sembako. Setelah itu, pergerakan ini meluas menjadi #1MugBerasUntukRokatenda. Ini gagasan saya gara-gara kesal melihat orang beraksi seribu lilin (di Monas) untuk korban anak NTT yang tewas dalam suatu peristiwa di Jogjakarta. Bukannya saya tidak peduli pada nyawa manusia, tapi yang sudah meninggal alangkah baiknya didoakan, yang masih hidup alangkah baiknya diperhatikan kebutuhannya bukan? Sambil tiduran siang saya tidak menyangkan hashtag itu kemudian viral se-Indonesia bahkan hingga ke mahasiswa asal NTT di Australia yang mengumpulkan bantuan hingga 60juta.

Berikutnya, hanya melalui media sosial saja bantuan yang terkumpul mencapai ratusan juta. Kami memutuskan untuk tidak memberikan sumbangan berupa uang, melainkan kebutuhan dasar dan kebutuhan lanjutan dari para pengungsi. Cara pertama adalah mendata setiap desa ada berapa kepala keluarga, berapa perempuan, berapa anak-anak, dan berapa manula. Setelah itu setiap malam minggu kami bergelut dengan beras, minyak, gula, sampai keperluan kebersihan dan pembalut! Rumah saya jadi beraroma deterjen. Hahhaha. Sumpah! Setiap dos sudah berisi tas kresek yang berisi beras sejumlah kepala keluarga, di luar dos ditulis Desa Niranusa sampai Desa Aewora.

Baca Juga: #PDL Menjadi Hakim Anggota

Selain itu, kami juga menyumbang kebutuhan lain seperti:

1. Benang bakal tenun ikat.
2. Bibit sayur dan cabe.
3. Bahan membuat pukat (untuk melaut).
4. Pakaian (bekas).
5. Kompor, penggorengan, panci, tikar, hingga ceret dan selimut.

Dan tentu saja, untuk stress healing kami punya Oskar Kappa yang adalah pengasuh Sekami Gereja Kathedral Ende, yang punya segala cara untuk menghibur anak-anak pengungsi dengan beragam permainan edukatif. Jadwal saya berubah hampir selama setahun: setiap Jum'at atau Sabtu pagi ke toko grosir milik sahabat saya Peny Kamadjaja untuk membeli semua kebutuhan, dan setiap malam Minggu bergulat dengan pengepakan.


Masih banyak kisah tentang para pengungsi yang ingin saya ceritakan tetapi tentu tidak cukup satu pos saja. Saya sedih, kawan. Sangat sedih. Sampai kemudian kisah ini diterima sebagai salah satu kisah inspiratif untuk Linamassa 3, saya tahu bahwa kita semua dapat melakukan perubahan yang baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Tidak perlu harus menadah tangan ke pemerintah, tapi secara mandiri melalui sebuah komunitas blogger pun bisa. Kami bisa, kenapa kalian tidak bisa? Harus bisa juga dooonk *ditimpuk*. Tapi setiap orang pasti punya caranya masing-masing. Komunitas kami selalu punya slogan: lewat langkah kecil yang kita bisa lakukan.

Yang paling tidak terlupakan sampai menulis ini pun saya menangis (hari itu pun demikian sepanjang jalan saya menangis) adalah setiap kali selesai membagikan bantuan dan kami hendak pamit, mereka menatap kami terharu dan berkata: Semoga Tuhan selalu melimpahkan kebaikan untuk kalian semua, selalu hati-hati di jalan karena perjalanannya jauh, semoga kita bisa ketemu lagi. Saya dan salah seorang anggota Komunitas Blogger NTT yang saya bonceng waktu itu menangis sepanjang jalan sampai kami tiba di sebuah rumah makan langganan untuk mengisi perut yang keroncongan.

Oia, selain mengantar bantuan, kami juga mendekati SMA di Kecamatan Maurole untuk seminar tentang blog dan internet.


Pernah, saya pernah melakukannya, piknik setiap hari Minggu di lokasi pengungsian, menanti segelas kopi yang ditawarkan oleh Mama Muna si koordinator pengungsi, dan menolak ikan dari pengungsi karena mereka lebih membutuhkan.

Baca Juga: #PDL Menulis Tentang Toleransi

Akan ke sana lagi ... apa kabar Rasti?



Cheers.

5 Keseruan Tinggal di Motorhome

Gambar di atas diambil dari situs Australian Motorhomes.


Seperti yang sudah saya janjikan pada pos Living in a Campervan, kali ini saya akan menulis tentang keseruan tinggal di motorhome. Niat sebelumnya sih menulis keseruan tinggal di campervan tapi sekalian saja motorhome ya. Menurut saya pribadi, motorhome adalah kendaraan roda empat berbagai jenis dan berbagai ukuran yang dimodifikasi dan difungsikan sebagai alat transportasi sekaligus hunian asyik. Bahkan dalam serial The Mentalist pun si Patrick Jane pada akhirnya membeli sebuah motorhome. Dari semua gambar motorhome dalam katalog, Jane yang kesohor dengan tingkah konyol-brilian itu justru membeli yang old style. Ini dia penampakannya:


Jane butuh rumah yang dia bawa ke mana-mana dan bisa diparkir di dekat gedung FBI di Austin karena dia memang tipe laki-laki yang tidak mau ribet meskipun suka memicu keributan dengan analisanya yang cerdas tapi frontal. Meskipun tanpa kamar mandi tapi motorhome milik Jane ini cukup komplit. Dapur harus ada karena dia suka minum teh, dan tentu sofa untuk tidur pun wajib ada karena dia suka tidur-tiduran sambil memikirkan solusi untuk memecahkan kasus pembunuhan. Dia memang bukan orang FBI tapi dia adalah konsultan yang dipakai oleh FBI. Jadi ingat serial Castle kan? Penulis buku misteri, Castle, yang dipakai oleh New York Police Department untuk membantu memecahkan kasus yang dihadapi/dikerjakan.

Baca Juga: 5 Keseruan Jadi Tukang Syuting

Gaya banget si Jane waktu punya motorhome ini (gambar diambil dari situs Australian Motorhomes):


Mari kita tinggalkan Jane yang sedang hepi pada gambar di atas, S6 dan S7 dia sudah punya motorhome ini, dan kembali pada topik hari ini yaitu tentang keseruan tinggal di motorhome.

Apakah saya sudah punya motorhome? Kalau kata itu dipisah, motor dan home, ya punya lah meskipun home-nya masih milik orangtua haha. Tapi sekian lama bergulat dengan Youtube khususnya video tentang tiny house dan motorhome, saya jadi iri melihat betapa bangga dan bahagianya para pemilik motorhome memperkenalkan hunian mereka itu. Perkenalan mereka biasanya begini: haaaaai saya Tuteh dan ini rumah saya selama enam tahun terakhir *sambil tunjuk RV (Recreational Vehicle) di belakang*. Hahaha.

Jadi, apa saja keseruan tinggal di motorhome versi (mimpi) saya? Yuk kita periksa sama-sama.

1. Kreativitas Memodifikasi


Meskipun sudah banyak perusahaan yang memproduksi motorhome komplit dari A sampai Z, tapi masih banyak orang yang memilih untuk memodifikasi sendiri mobil mereka. Harga bukan alasan utama sih karena toh biaya memodifikasi juga tergolong mahal. Saya yakin, urusan memodifikasi sendiri sesuai keinginan ini lah yang membikin masih banyak orang memilih untuk tidak membeli motorhome siap pakai melainkan bekerja bersama orang bengkel untuk memodifikasi mobil mereka. Urusan kreativitas dalam memodifikasi ini keren banget (kalau menonton videonya). Bagaimana mereka menggambar/merancang, menghitung ini itu, memilih bahan, menentukan barang mana yang dipakai/disimpan dan mana yang tidak, sampai proses pengerjaan dan finishing.

Urusan memodifikasi ini tidak berhenti setelah si pemilik mulai tinggal di dalam motorhome loh. Serunya, setelah enam bulan atau setahun, mereka bakal kembali ke bengkel untuk meminta bantuan tambahan ini, pengurangan itu, dan lain sebagainya. Keren kan? Your home, your style.

2. Belajar Mengendalikan Ego


Serunya ketika memutuskan untuk tinggal di motorhome adalah mengendalikan ego. Kok bisa ego dibawa-bawa? Karena pemilik motorhome yang sebelumnya tinggal di rumah normal harus memilah dan memilih barang mana yang dibawa serta serta menjadi penghuni motorhome, dan barang mana yang ditinggalkan atau disumbangkan pada orang lain. Pasti pusing! Orang semacam saya pasti bakal butuh waktu lima tahun untuk proses memilih dan memilah ini hahaha. Beberapa pemilik motorhome bahkan menjual rumah sekalian perabotan di dalamnya, untuk kemudian membeli perabotan lain (baru maupun loakan) yang cocok dengan motorhome mereka.

Coba kalian bayangkan, pakaian yang tiga lemari harus dikurangi sampai bahkan tinggal selemari saja, sepatu-sepatu pun demikian, belum lagi koleksian buku. Beberapa pemilik tetap mempertahankan rak buku mini di dalam motorhome mereka. Sebagai identitas, I guess.

3. Listrik Tenaga Matahari dan Hemat Air


Bukan rahasia lagi bila listrik dalam motorhome bersumber dari panel surya yang dipasang di atap mobil atau di samping kanan-kiri. Kadang ada pula panel yang bisa dicopot apabila kebutuhan listrik sudah mencukupi. Tidak perlu memikirkan kios penjual token listrik *ngikik* tapi tentu panel dan baterai itu harganya juga tidak murah. 

Berikutnya air. Karena toilet rata-rata yang composting sehingga kebutuhan air untuk toilet pun dapat dihemat. Tapi nih, yang kayak gini belum cocok di Indonesia yang rata-rata sejak kecil sudah mengenal sistem toilet-banjir-air, kalau airnya sedikit ada perasaan 'tidak bersih' yang menggerogoti perasaan hahaha. Saya sih begitu. Makanya emoh banget buang air besar di pesawat ha ha ha.

4. Traveling Sesuka Hati


Namanya juga motorhome, bagi yang gemar traveling se-daratan maupun beda daratan, sudah pasti pakai motorhome lebih menyenangkan sekalian hemat biaya. Bayangkan saja traveling ke banyak kota tanpa harus mengeluarkan sepeserpun untuk menginap. Cihuy sekali lah itu. Motorhome ini paling cocok memang untuk mereka-mereka yang kerjanya freelance dan pekerjaan itu dapat dilakukan secara daring. Seru!

5. Sunrise Everywhere


Berdasarkan apa yang saya tonton selama ini, yang paling dinanti oleh orang-orang yang tinggal di motorhome adalah sunrise. Bangun tidur di lokasi berbeda, menikmati sunrise bahkan dari titik paling strategis ... siapa bisa menolak? Kalian pasti juga tidak menolak kan? Hehe. Kecuali si Jane *ngikik* kebanyakan dia bangun pagi dengan pemandangan gedung FBI itu.


Tinggal di motorhome memang menyenangkan tapi tidak semua orang bisa menjalaninya. Saya sudah pernah menulisnya dalam pos tentang Living in a Campervan.

Baca Juga: 5 Kegiatan Pertama di 2019

Bagaimana? Seru kan ya tinggal di motorhome? Kita berkreasi sepuas-puasnya, belajar mengendalikan ego, listrik tenaga matahari dan hemat air, traveling sesuka hati, dan karena itu bisa menikmati sunrise (dan sunset) dari mana pun lokasi yang diinginkan. Manapula pasti kita bisa sombong sedikit lah sama orang lain karena punya rumah yang unik mirip bekicot haha. Satu yang pasti, kalau ada bencana bisa mengungsi membawa rumah sekalian *pikiran gila*.

Siapa tahu suatu saat keinginan ini akan terwujud. Amin.



Cheers.

5 Keseruan Tinggal di Motorhome

Gambar di atas diambil dari situs Australian Motorhomes.


Seperti yang sudah saya janjikan pada pos Living in a Campervan, kali ini saya akan menulis tentang keseruan tinggal di motorhome. Niat sebelumnya sih menulis keseruan tinggal di campervan tapi sekalian saja motorhome ya. Menurut saya pribadi, motorhome adalah kendaraan roda empat berbagai jenis dan berbagai ukuran yang dimodifikasi dan difungsikan sebagai alat transportasi sekaligus hunian asyik. Bahkan dalam serial The Mentalist pun si Patrick Jane pada akhirnya membeli sebuah motorhome. Dari semua gambar motorhome dalam katalog, Jane yang kesohor dengan tingkah konyol-brilian itu justru membeli yang old style. Ini dia penampakannya:


Jane butuh rumah yang dia bawa ke mana-mana dan bisa diparkir di dekat gedung FBI di Austin karena dia memang tipe laki-laki yang tidak mau ribet meskipun suka memicu keributan dengan analisanya yang cerdas tapi frontal. Meskipun tanpa kamar mandi tapi motorhome milik Jane ini cukup komplit. Dapur harus ada karena dia suka minum teh, dan tentu sofa untuk tidur pun wajib ada karena dia suka tidur-tiduran sambil memikirkan solusi untuk memecahkan kasus pembunuhan. Dia memang bukan orang FBI tapi dia adalah konsultan yang dipakai oleh FBI. Jadi ingat serial Castle kan? Penulis buku misteri, Castle, yang dipakai oleh New York Police Department untuk membantu memecahkan kasus yang dihadapi/dikerjakan.

Baca Juga: 5 Keseruan Jadi Tukang Syuting

Gaya banget si Jane waktu punya motorhome ini (gambar diambil dari situs Australian Motorhomes):


Mari kita tinggalkan Jane yang sedang hepi pada gambar di atas, S6 dan S7 dia sudah punya motorhome ini, dan kembali pada topik hari ini yaitu tentang keseruan tinggal di motorhome.

Apakah saya sudah punya motorhome? Kalau kata itu dipisah, motor dan home, ya punya lah meskipun home-nya masih milik orangtua haha. Tapi sekian lama bergulat dengan Youtube khususnya video tentang tiny house dan motorhome, saya jadi iri melihat betapa bangga dan bahagianya para pemilik motorhome memperkenalkan hunian mereka itu. Perkenalan mereka biasanya begini: haaaaai saya Tuteh dan ini rumah saya selama enam tahun terakhir *sambil tunjuk RV (Recreational Vehicle) di belakang*. Hahaha.

Jadi, apa saja keseruan tinggal di motorhome versi (mimpi) saya? Yuk kita periksa sama-sama.

1. Kreativitas Memodifikasi


Meskipun sudah banyak perusahaan yang memproduksi motorhome komplit dari A sampai Z, tapi masih banyak orang yang memilih untuk memodifikasi sendiri mobil mereka. Harga bukan alasan utama sih karena toh biaya memodifikasi juga tergolong mahal. Saya yakin, urusan memodifikasi sendiri sesuai keinginan ini lah yang membikin masih banyak orang memilih untuk tidak membeli motorhome siap pakai melainkan bekerja bersama orang bengkel untuk memodifikasi mobil mereka. Urusan kreativitas dalam memodifikasi ini keren banget (kalau menonton videonya). Bagaimana mereka menggambar/merancang, menghitung ini itu, memilih bahan, menentukan barang mana yang dipakai/disimpan dan mana yang tidak, sampai proses pengerjaan dan finishing.

Urusan memodifikasi ini tidak berhenti setelah si pemilik mulai tinggal di dalam motorhome loh. Serunya, setelah enam bulan atau setahun, mereka bakal kembali ke bengkel untuk meminta bantuan tambahan ini, pengurangan itu, dan lain sebagainya. Keren kan? Your home, your style.

2. Belajar Mengendalikan Ego


Serunya ketika memutuskan untuk tinggal di motorhome adalah mengendalikan ego. Kok bisa ego dibawa-bawa? Karena pemilik motorhome yang sebelumnya tinggal di rumah normal harus memilah dan memilih barang mana yang dibawa serta serta menjadi penghuni motorhome, dan barang mana yang ditinggalkan atau disumbangkan pada orang lain. Pasti pusing! Orang semacam saya pasti bakal butuh waktu lima tahun untuk proses memilih dan memilah ini hahaha. Beberapa pemilik motorhome bahkan menjual rumah sekalian perabotan di dalamnya, untuk kemudian membeli perabotan lain (baru maupun loakan) yang cocok dengan motorhome mereka.

Coba kalian bayangkan, pakaian yang tiga lemari harus dikurangi sampai bahkan tinggal selemari saja, sepatu-sepatu pun demikian, belum lagi koleksian buku. Beberapa pemilik tetap mempertahankan rak buku mini di dalam motorhome mereka. Sebagai identitas, I guess.

3. Listrik Tenaga Matahari dan Hemat Air


Bukan rahasia lagi bila listrik dalam motorhome bersumber dari panel surya yang dipasang di atap mobil atau di samping kanan-kiri. Kadang ada pula panel yang bisa dicopot apabila kebutuhan listrik sudah mencukupi. Tidak perlu memikirkan kios penjual token listrik *ngikik* tapi tentu panel dan baterai itu harganya juga tidak murah. 

Berikutnya air. Karena toilet rata-rata yang composting sehingga kebutuhan air untuk toilet pun dapat dihemat. Tapi nih, yang kayak gini belum cocok di Indonesia yang rata-rata sejak kecil sudah mengenal sistem toilet-banjir-air, kalau airnya sedikit ada perasaan 'tidak bersih' yang menggerogoti perasaan hahaha. Saya sih begitu. Makanya emoh banget buang air besar di pesawat ha ha ha.

4. Traveling Sesuka Hati


Namanya juga motorhome, bagi yang gemar traveling se-daratan maupun beda daratan, sudah pasti pakai motorhome lebih menyenangkan sekalian hemat biaya. Bayangkan saja traveling ke banyak kota tanpa harus mengeluarkan sepeserpun untuk menginap. Cihuy sekali lah itu. Motorhome ini paling cocok memang untuk mereka-mereka yang kerjanya freelance dan pekerjaan itu dapat dilakukan secara daring. Seru!

5. Sunrise Everywhere


Berdasarkan apa yang saya tonton selama ini, yang paling dinanti oleh orang-orang yang tinggal di motorhome adalah sunrise. Bangun tidur di lokasi berbeda, menikmati sunrise bahkan dari titik paling strategis ... siapa bisa menolak? Kalian pasti juga tidak menolak kan? Hehe. Kecuali si Jane *ngikik* kebanyakan dia bangun pagi dengan pemandangan gedung FBI itu.


Tinggal di motorhome memang menyenangkan tapi tidak semua orang bisa menjalaninya. Saya sudah pernah menulisnya dalam pos tentang Living in a Campervan.

Baca Juga: 5 Kegiatan Pertama di 2019

Bagaimana? Seru kan ya tinggal di motorhome? Kita berkreasi sepuas-puasnya, belajar mengendalikan ego, listrik tenaga matahari dan hemat air, traveling sesuka hati, dan karena itu bisa menikmati sunrise (dan sunset) dari mana pun lokasi yang diinginkan. Manapula pasti kita bisa sombong sedikit lah sama orang lain karena punya rumah yang unik mirip bekicot haha. Satu yang pasti, kalau ada bencana bisa mengungsi membawa rumah sekalian *pikiran gila*.

Siapa tahu suatu saat keinginan ini akan terwujud. Amin.



Cheers.

5 Buah Penunjang Diet



Ayo siapa yang saat ini sedang diet? Angkat tangan! Sekalian angkat perabotan *pindahan rumah* haha. Jangan malu mengaku kalau sedang diet. Diet adalah sebagian dari iman, menurut saya, karena diet adalah proses kita menguji iman dari godaan pizza, martabak keju, roti bantal, cheese cake, mozarella goreng, dan se-tanah airnya. Aduh, menulis ini kok jadi lapar. Huhuhu.

Baca Juga: 5 Manfaat Dompet Obat

Menurut Wikipedia, dalam bahasa Indonesia, kata diet lebih sering ditujukan untuk menyebut suatu upaya menurunkan berat badan atau mengatur asupan nutrisi tertentu. Asupan nutrisi ini berkaitan dengan tujuan diet itu sendiri. Ada yang diet untuk menurunkan berat badan, ada yang diet untuk meningkatkan massa otot, ada pula yang diet karena pantangan karena penyakit tertentu. Hyess, benar sekali, darling! Pengidap diabetes menjalankan diet kategori terakhir ini. Kalau kalian termasuk shopacholic, kalian pun harus diet belanja-belenji.


Kali ini saya mau menulis tentang buah-buahan penunjang diet. Jadi begini, saya pernah membaca tentang buah jeruk yang baik untuk diet. Artinya: buah jeruk hanyalah penunjang sedangkan yang utama tetap kurangi porsi makan. Yang terjadi malahan begini, konsumsi buah jeruknya kencang banget, porsi makan pun ngegas (kadang-kadang lupa ngerem). Kalau anak-anak sekarang bilang: INI YANG KAU KOSONG. Haha. Pola seperti itu namanya imbang, bahkan cenderung tidak memberi efek apa-apa terhadap tubuh selain bertambahnya bobot.

Banyak buah yang katanya baik untuk diet. Penunjang diet. Kalian pasti sering membaca atau mendengar dari orang-orang sekitar. Ada yang bilang jeruk, apel, alpukat, dan lain sebagainya. Berdasarkan pengalaman pribadi, saya baru menerapkan alpukat saja, yang lainnya belum sih. Jadi, berdasarkan membaca dari berbagai sumber, lima buah penunjang diet antara lain:

1. Alpukat


Dari situs AloDokter, berikut penjelasannya:

Alpukat mengandung lemak baik berupa asam oleat yang merupakan lemak tidak jenuh tunggal. Banyaknya kandungan lemak baik dalam buah ini bermanfaat untuk menunda lapar. Kemampuannya dalam membantu mengontrol kadar gula darah membuat yang mengonsumsinya merasa kenyang lebih lama. Lemak jenis ini juga diprediksi baik bagi kesehatan jantung serta mampu menurunkan kadar kolesterol darah dan meningkatkan jumlah lemak baik (HDL).

Selain kandungan lemak baik yang tinggi, alpukat juga kaya akan serat, vitamin, dan mineral. Dalam satu setengah buah untuk diet ini mengandung sekitar 4,6 gram serat, folat, dan vitamin B6. Di dalamnya juga terkandung kalium dalam jumlah yang cukup banyak, yaitu sekitar 345 mg.

2. Jeruk


Dari situs Fimela, berikut penjelasannya:

Jeruk merupakan buah yang memiliki serat cukup tinggi. Serat inilah yang bisa membuat kamu merasa kenyang lebih lama. Saat kamu kenyang, sangat memungkinkan bahwa kamu cukup makan dengan porsi yang kecil. Selain itu, jeruk juga sebagai buah yang rendah kalori namun tinggi vitamin. Penting kita tahu, makanan rendah kalori bisa membantu kita menurunkan berat badan dengan baik.

Untuk menurunkan berat badan pakai buah jeruk, kamu cukup mengonsumsi buah jeruk sebagai camilan pengganti keripik kentang dan sejenisnya. Kamu juga bisa minum segelas jus jeruk murni di pagi hari bersama 1 atau dua butir telur.

3. Apel


Dari Dietsehat, berikut penjelasannya:

Baca Juga: Manfaat Telur Bagi Tubuh

Apel merupakan buah yang rendah kalori dan kaya akan vitamin dan mineral yang akan membantu tubuh kamu untuk memiliki metabolisme yang lebih baik. Apel juga merupakan tonik bagi sistem saraf yang membantu pencernaan dan bertindak sebaga laksatif. Apel tergantung dari ukurannya hanya memiliki sekitar 80 sampai 100 kalori per buahnya.

4. Pisang


Dari Sunpride, berikut penjelasannya:

Pisang merupakan salah satu buah yang paling direkomendasikan untuk dikonsumsi pada saat kita melakukan diet. Hal ini dikarenakan pisang memiliki kandungan serat dan potasium yang sangat tinggi. Serat dan potasium inilah yang dapat menimbulkan efek kenyang yang lebih lama ketika dikonsumsi.

5. Pepaya


Masih dari Fimela, berikut penjelasannya:

Pepaya adalah buah yang kaya akan kalsium, vitamin, zat besi, dan riboflavin. Pepaya juga memiliki kadar lemak yang sangat rendah. Kandungan papain dalam buah pepaya juga membantu melancarkan pencernaan dan mengatasi konstipasi. Karena itulah buah ini sangat baik untuk diet.


Alpukat, jeruk, dan apel memang yang paling sering saya dengar. Kalau alpukat, saya menerapkannya dalam pola diet DEBM. Kalau jeruk, teman saya ada yang meminum air jeruk setiap pagi sebelum sarapan. Sedangkan apel, dulu ada yang menyarankan saya untuk mengonsumsi apel setiap hari cukup selama seminggu.

Awal mula menjalankan diet DEBM saya senang sekali karena harga alpukat masih standar cenderung murah. Namun dua bulan setelahnya, harga alpukat menukik ... eh ... melambung tajam ke angkasa mencakar langit sampai langitnya berdarah. Padahal alpukat yang paling bagus menunjang DEBM saya: kalau perut perih bisa dimakan langsung alpukatnya, bisa pula dimasak dengan agar-agar tanpa gula dan dimakan kala malam sebagai pengganti cemilan (disiram santan Kara), bisa dijus - tetap tanpa gula. Kan kurang asyik saya ngejus telur. Yaiks. Ketika alpukat semacam menghilang dari pasar, saya terpaksa meningkatkan asupan telur dan keju.

Kalau pisang dan pepaya belum pernah saya mencobanya untuk mendukung diet. Karena apa? Karena pisang dilarang dalam DEBM hahaha. Hanya saja saya sering mendapat hibah buah potong (pepaya dan melon) dari pak super boss kalau beliau sarapan buah potong yang diantar dari rumahnya dan kebetulan saya sedang berada di dekat beliau. Pepaya sendiri merupakan buah yang juga saya konsumsi bila terjadi susah buang air besar.

Baca Juga: 5 Manfaat Lidah Buaya Ini Perlu Kalian Tahu

Bagaimana dengan kalian, kawan? Bagi yang sedang diet, buah apa yang menjadi pilihan kalian untuk menunjang diet? Bagi tahu yuuuuk ...



Cheers.

Kepo Buku #2: “Tantangan Secangkir Kopi”

Kali ini kami berempat saling menantang untuk membaca buku-buku apa saja yang tidak termasuk dalam genre kesukaan masing-masing. Tantangan ini juga berlaku buat teman-teman pendengar Kepo Buku. Caranya berpartisipasi ada juga di bagian bawah artikel ini.  Ada pula kiriman rekaman review buku dari Ibhi di Jerman dan Iksan di Tangerang dan buku-buku apa saja yang tengah diincar oleh para host Kepo Buku di tahun ini.

Selamat menikmati.



Di mana dengar podcast Kepo Buku?

Apple Podcast | SoundcloudGoogle Podcast | Spotify | Anchor | CastboxBreaker | Sticher | Pocketcast | Radio Public

Kepo Buku juga kini bisa didengar di aplikasi Dengar Radio yang bisa diunduh di Playstore tautan ini.

 

Buku yang Diulas di episode ini:

  • Jurnalisme Musik (Idhar Resmadi) – Diulas oleh Ibhi di Jerman
  • Revolusi Iran (Nasir Tamara) – Diulas oleh Iksan di Tangerang

 

AYO CERITAKAN BUKU YANG LAGI KALIAN BACA LEWAT AUDIO:

Yoi cuy, kita mau ngajak kalian buat ikutan di Kepo Buku. Intinya kita mau tahu kalian lagi baca buku apa? Kirim dalam bentuk rekaman suara (maksimal 5 menit). Jangan lupa sebut nama, lokasi dan ceritakan buku yang kalian lagi baca atau mau kalian rekomendasikan. Ada dua cara yang bisa dilakukan:

  1. ANCHOR: Untuk pengguna aplikasi Anchor, klik “Message” dan mulai rekam review kalian. (Durasi maksimal 1 menit tapi kalau masih kurang, silahkan rekam lagi)
  2. WHATSAPP:  Gunakan fasilitas Voice Note di Whatsapp. Klik/ ketik link ini di browser HP kalian: http://bit.ly/ikutkepobuku
  3. EMAIL: Rekam di voice note di hp dan kirim lewat email ke suarane@gmail.com

Rekaman yang kita terima akan kita sertakan dalam episode-episode Kepo Buku berikutnya.

 

Credits & Disclaimer:

  • Kepo Buku tidak berafiliasi dengan penerbit ataupun penulis buku yang diulas di episode ini.
  • Musik: “Rainbows” oleh Kevin MacLeod (incompetech.com). Licensed under Creative Commons: By Attribution 3.0 License
  • Cover: pixabay.com

 

-rh-

Living In A Camper

Sumber Gambar: Telegraph.


Sudah lama saya tertarik dengan konsep rumah mini atau sering dikenal dengan istilah tiny house. Gara-gara dulu waktu masih rajin ketiduran di depan televisi saya paling rajin menonton George Clarke's Amazing Space di ... lupa ... kalau tidak salah di National Geographic. Correct me if I'm Wrong yaaa alias CMIIW. Acara si arsitek ganteng itu luar bisa menginspirasi. Bagaimana orang-orang mengubah mobil jadi rumah, bikin rumah mini dari peti kemas, sampai memanfaatkan pesawat rusak sebagai hunian asyik. Dari situ saya terus mencari konsep tiny house di internet, dan seringnya terdampar di Youtube. Kalian bisa menemukan jutaan video tentang tiny house di Youtube oleh akun-akun diantaranya Living Big In A Tiny House oleh Bryce Langston, atau video yang mengoprek tiny house oleh Kirsten Dirksen.

Baca Juga: Gate: Rak Serba Guna

Saya sendiri pernah mengulas tentang Lego Style Apartment yang videonya saya tunjukan ke Kakak Pacar dan dijawab dengan gelengan kepala. Katanya begini, "Kau pikir apartemen kecil begitu murah? Lihat saja kayunya, belum lagi sistem air dan gas, belum lagi kayu-kayu yang digunakan. Aduh eee Ine (panggilan untuk Mama dalam bahasa Ende) eee ... biar kita bikin rumah normal saja." Iya sih, kelihatannya minimalis begitu Lego Style Apartment tapi mahaaaal. Apartemen itu sudah dijual sama pemiliknya, Christian, dan dia kini punya hotel namanya Hotel Brummel.


Saya sudah bosan tinggal di rumah normal ... mana Pohon Tua juga gede begini. Sapunya bikin pegel seluruh persendian! Huhuhu ... padahal yang sapu rumah Mamasia. Psssttttt.

Dari melihat-lihat, dan ngiler, melihat begitu banyak tiny house, bertemulah saya dengan kumpulan video tentang camper. Macam-macam si camper ini. Ada campervan yang artinya sama dengan motor home (judulnya motor, tapi maksudnya mobil sejenis van, bis mini, dan lain sebagainya). Singkatnya, mobil modifikasi yang fungsinya seperti rumah dan bisa dibawa ke mana-mana kecuali ke Isla Nubar. Campervan ada pula yang terpisah dari mobilnya (pasang - lepas) sehingga kalau memang sedang tidak traveling atau tidak piknik, mobil bisa dipakai terpisah ke kantor, misalnya. Selain campervan ada pula bike camper. Sesuai namanya, bike camper ini terdiri dari camper dan sepeda dan/atau sepeda motor.

Ini contoh camper yang bisa dilepas-pasang di mobil. Mungil kelihatannya tapi jangan salah, camper ini keren sangat. Sumber dari Must See Tech di Youtube.

Kalau yang ini model-model campervan.

Dan yang ini model-model bike camper. Bike camper ini sangat saya sarankan apabila digunakan untuk piknik sehari-dua.

Sebenarnya campervan ini memang khusus buat piknik atau berkemah sehari-dua, tapi kemudian dimodifikasi ini itu sehingga fungsinya jadi sama kayak motor home.

Living in a campervan, sesuai judul pos ini, memang tidak bisa dilakoni oleh semua orang terutama orang-orang yang punya pekerjaan tetap di suatu kota dengan keluarga (isteri dan anak-anak). Apalagi jika isteri juga bekerja dan anak-anak masih sekolah. Tapi bagi pasangan muda yang pekerjaannya paruh waktu terutama pekerjaan paruh waktu itu dapat dilakukan daring, dan tentu saja gemar traveling, maka tinggal di dalam campervan sungguh diidam-idamkan. Kalian tidak mengidamkannya? Saya saja deh. Qiqiqi.

Baca Juga: Phone to Phone Charger

Sebuah campervan sudah pasti punya tempat tidur dan dapur mini beserta perlengkapannya. Asupan listrik (asupan!?) diperoleh dari panel surya. Tapi, bagaimana dengan kamar mandi dan toilet? Banyak yang memodifikasi van atau yang sudah jadi campervan dilengkapi dengan kamar mandi (shower) dan toilet. 

Bakal lantai shower mini yang dipasang di samping toilet (yang juga mini).

Lengkap!

Khusus untuk toilet, yang digunakan rata-rata composting toilet dengan penampungan yang dapat dibersihkan. Kalau begini kan enak, bisa sekalian hemat air hahaha. Tapi harus sering-sering ngecek atau mengasumsi kapan penuhnya *mikir sampai bola mata muter-muter*. Juga harus sering ngecek sumber air untuk kamar mandi dan toilet ini, serta sumber air bersih.

Jadi, campervan itu dasarnya mempunyai:
1. Sumber listrik dari panel surya.
2. Dapur mini lengkap dengan sink hingga kulkas mini.
3. Tempat tidur (bongkar pasang).
4. Tempat penyimpanan (tidak boleh ada space nganggur).
5. Kamar mandi dan toilet (composting).
6. Stok air minum dan air bersih untuk kamar mandi dan toilet.


Bagaimana dengan kalian, kawan, mau kah tinggal di campervan? Bagi tahu yuk di papan komentar.

Menulis tentang living in a camper ini membikin saya punya ide menulis tentang 5 Keseruan Tinggal di Campervan. Haha. Bekal buat Kamis nanti.



Cheers.

Beda Pilihan Itu Ngga Bikin Kita Bermusuhan


Pesta Demokrasi atau Pemilihan Umum (Pemilu) sebentar lagi akan dilaksanakan. Seperti edisi sebelumnya di 2014 dan 2009, pemilu kali ini akan memilih wakil kita di MPR dan DPR dan Pemilihan Presiden. Yang berbeda dari pemilu sebelumnya adalah pemilu legislatif dan pilpres dilakukan bersama-sama dalam satu waktu yaitu 17 April 2019. Loh bukannya 9 April ya? Hehehe kalau itu kan edisi yang lalu loh. 

"Man, kamu pilih yang mana?" 

"Kenapa sih nanya-nanya?"

"Aku pilih partai A."

"Aku pilih partai B."

Setelah percakapan tersebut, teman saya hilang dan tidak pernah bercakap-cakap lagi. 

"Kamu pilih A atau B?"

"Aku pilih A."

"Yah kita ngga sama, aku pilih B."

Lagi-lagi setelah percakapan tersebut kita berjauhan dan tidak saling menegur sapa sama sekali. 

Dua kejadian tersebut bisa saja terjadi sama kita. Bahkan jika sudah berlebihan akan menimbulkan keresahan dan kekerasan secara fisik. Saya sebagai warga negara sangat menyayangkan kalau terjadi upaya-upaya melakukan tindakan yang menimbukan keresahan dan kerusuhan. Beda pilihan sih boleh aja, tapi ngga bikin kita bermusuhan.  


Sebagai bagian dari seorang yang memiliki pengaruh di jagad maya, saya berupaya senetral mungkin dan tidak terpengaruh dengan isu-isu ataupun berita yang sangat meresahkan akhir-akhir ini. Hoax sepertinya sudah menjadi sarapan pagi bagi masyarakat. Sebagai warga kita harus memiliki cara untuk mencegah hoax itu merajalela. Saya ingin membagikan bagaimana cara menangkal hoax dengan mudah. 

Jangan Percaya Begitu Saja

Kadang-kadang kita terlalu mudah percaya dengan berita yang belum terbukti kebenarannya, dan yang paling fatal adalah kita langsung mempercayai tanpa mencari sumber berita yang valid terlebih dahulu. Biasanya di grup WA banyak sekali yang menyebarkan info tersebut. Hati-hati dengan kebenaran berita tersebut.

Cek Sumbernya

Kita kadang melewatkan sumber berita yang disebarkan tersebut, sebagai pengguna social media yang baik, perhatikan sumber beritanya, apakah dari media yang kredible atau malah sebaliknya. 

Cari Informasi Di Media Lainnya

Apakah berita tersebut sudah beredar luas di masyarakat dan diberitakan di media-media lainnya? Jangan sampai kita malah menyebarluasakan berita yang belum tentu kebenarannya.


Nah, untuk menangkal hoax dan isu-isu yang meresahkan masyarakat, beberapa waktu lalu saya menghadiri forum agar pemilu nantinya akan berjalan damai tanpa adanya perpecahaan di Jakarta Barat. Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jakarta Barat, beserta jajaran 3 Pilar, Polres Jakarta Barat, Dandim 0503, Walikota Jakarta Barat, Kajari, ketua Pengadilan, Kakankemenag, Ketua KPUD beserta komisioner Kota jakbar, Ketua Bawaslu, Ketua FKUB Jakbar, beserta Tokoh Lintas Agama, Ketua MUI Jakbar, PGI ( Persekutuan Gereja Indonesia ), KAJ ( Keuskupan Agung jakarta ), Walubi ( Wali Umat Budha Indonesia), PHDI ( Parisada Hindu Darma Indonesia), MATAKIN ( Majelis tinggi agama Konghucu Indonesia) mengajak semua warga Jakarta Barat untuk tidak menodai proses demokrasi Indonesia, dengan cara-cara kampanye yang tidak tidak sehat, atau memecah belah bangsa yang kerap dilakukan sekelompok oknum di berbagai kesempatan  di tempat ibadah.

Secara bersama-sama, nantinya akan dipasang spanduk himbauan agar menolak tempat ibadah digunakan untuk kepentingan kampanye, menolak tempat ibadah untuk dijadikan penyebaran Isu Hoax, Sara dan radikalisme, demi terciptanya Pemilu 2019 yang damai, aman dan sejuk. Komitmen bersama ini diwujudkan dengan pemasangan spanduk di sejumlah tempat ibadah di Jakarta barat, yang diantaranya ada 860 Mesjid, 237 gereja, 1 Pura, 85 Vihara, totalnya ada 1183 tempat ibadah yang akan dipasang spanduk.


Semakin dekat dengan pemilu maka isu-isu dan hoax akan semakin merajalela, sebagai masyarakat tentunya kita harus bersikap netral dan tidak bereaksi emosional terhadap berita apapun. Kita memerlukan kampanye yang kreatif dan sangat dekat dengan masyarakat sehingga tidak terdapat perpecahan. Dan, partai politik serta capres cawapres dapat memberikan contoh yang baik kepada masyarakat dengan kampanye damai dan tidak saling memprovokasi. Dan, seluruh masyarakat pun bersikap supportif dan tidak saling bermusuhan hanya karena berbeda pilihan. 

Berbeda pilihan itu ngga bikin kita bermusuhan kan? Semoga pemilu nanti akan berjalan dengan lancar dan aman serta diperoleh pemimpin yang sangat mencintai rakyatnya dan menyejahterakannya. Amiiin. 

#EndeBisa Mengguncang SMAN 1 Ende



#EndeBisa merupakan salah satu upaya pemberdayaan masyarakat yang dilakukan dalam lingkup kaum muda yang masih duduk di bangku SMA dan perguruan tinggi. Silahkan baca pos tentang #EndeBisa Menggebrak SMKN 1 Ende untuk tahu latar belakang #EndeBisa, apa itu #EndeBisa, dan apa saja yang ditawarkan oleh #EndeBisa. Termasuk, tentang Relawan Bung Karno Ende yang telah menggabungkan begitu banyak aktivis demi terlaksananya kegiatan ketje ini.

Baca Juga: Belajar Literasi Digital

Sabtu kemarin, 12 Januari 2019, #EndeBisa menyambangi SMAN 1 Ende setelah inisiasi sebelumnya oleh Relawan Bung Karno Ende. Saya sendiri memang tidak terlibat menjadi pemateri karena masih ada liputan (kerjaan) perayaan Natal Bersama di PBSI - Universitas Flores. Baru tiba di almamater saya SMAN 1 Ende sekitar pukul 11.30 Wita. Meskipun absen menjadi pemateri tapi saya tetap harus menjawab beberapa pertanyaan murid tentang dunia internet terkhusus yang ada kaitannya sama Literasi Digital. Alhamdulillah ya, haha. Senang sekali karena teman-teman Relawan Bung Karno Ende yang berkecimpung di dunia fotografi dan videografi (minggu lalu absen) juga turut serta, dan diliput langsung oleh wartawan Flores Pos.

Foto di atas, Armando (kiri - kaos abu-abu) dan Kiss (kanan - kaos merah). 

MC kali ini adalah Armando Abdullah. Dia adalah Penyiar Pro 2 RRI Ende sekaligus MC kondang Kota Ende yang dulunya adalah partner siaran saya waktu masih sama-sama di Radio Gomezone FM. Orangnya memang asli kocak dan gemar memotret sunrise atau suasana pagi Kota Ende.

Materi dan Goals


Materi apa saja yang disampaikan di hadapan sekitar 1.000an audiens? Audiens dengan semangat berkobar ingin memperoleh informasi dan menambah wawasan!

1. Pengantar tentang Relawan Bung Karno Ende oleh David Mossar


David Mossar, yang boleh saya bilang sebagai Wakil Koordinator Relawan Bung Karno Ende sekaligus bendaharanya. Fotografer kesohor ini sangat kharismatik dan low profile.


Sebagai penyusun acara, saya selalu ingin Relawan Bung Karno berada di urutan pertama sebagai pengantar kegiatan ini. Setelahnya, barulah kata sambutan dari pihak sekolah. Apa saja yang dijelaskan oleh David? Ringkasnya, David memperkenalkan tentang Relawan Bung Karno Ende dan berbagai aktivitas sosial yang telah dilakukan oleh komunitas ini. Salah satunya adalah konsentrasi terhadap perawatan bayi Anisa. 

Pasca operasi: benjolan besar di kening Anisa telah diangkat.

Kalian pasti tidak percaya bahwa saya pernah marah dan mengancam Mama Anisa yang pasca operasi kemudian ngotot harus pulang ke rumahnya di Pulau Ende karena merasa berat mengurusi Anisa sendirian di RSUD Ende. Padahal waktu itu saya sudah menawarkannya untuk makan siang akan kami siapkan, diantar ojek, dia fokus saja mengurus bayinya. Mama Anisa ini merasa 'sendiri' karena suaminya, setelah menerima uang bantuan, justru menghilang entah ke mana. Menurut saya, singkirkan dulu lah urusan suami-isteri karena kesehatan anak di atas segalanya, manapula Anisa masih demam tinggi dan pihak RSUD Ende belum mengijinkannya pulang.

Ah ... sudahlah ... nanti saya menangis lagi. Tenang di alam sana ya, Anisa.

Goal dari pengantar ini adalah #EndeKreative.

2. Etika Informasi oleh Ihsan Dato dari Komunitas SocMed Ende


Seharusnya materi kedua diisi oleh Komunitas ACIL Ende tetapi karena berhalangan maka langsung diisi oleh Ihsan Dato dari Komunitas SocMed Ende yang lahir dari rahim sebuah kegiatan keren bernama #SocMed4SocGood (Social Media for Social Good) akhir 2016 di Ende lalu yang diselenggrakan oleh Greeneration Foundation dan U.S. Embassy Jakarta.


Selain menjadi Koordinator dari Komunitas SocMed Ende dan dikenal sebagai Bapak Kepala Tata Usaha Fakultas Teknologi Informasi di Universitas Flores, Ihsan juga dikenal sebagai aktivis di kampungnya yaitu di Manulondo - Ndona dengan Lopo Cerdas. 

Goal dari materi ini adalah #EndeSocMed4SocGood.

3. Ayo Berwirausaha oleh Kiss dari Ampape Sablon


Usai kegiatan perdana di SMKN 1 Ende, David dihubungi oleh sahabatnya yaitu Kiss yang punya usaha Ampape Sablon. Singkatnya, Kiss ingin dapat menyuntik virus kepada audiens muda untuk melirik dunia wirausaha.


Dalam paparan materinya, Kiss yang merupakan Sarjana di bidang kehutanan ini bercerita tentang latar belakang mengapa dirinya kemudian banting setir ke dunia wirausaha khususnya sablon ini. Gagal di awal usaha itu pasti, tapi bagaimana caranya semangat untuk bangkit dan (kemudian) berhasil itu yang patut diteladani.


Kerennya, Kiss juga membawa peralatan sablonnya untuk langsung dipraktekkan di hadapan audiens. Bahkan, Kiss juga menyablon kaos dengan tulisan SMANSA 100% BIKIN KANGEN! Para murid juga boleh setor kaosnya yang mau disablon loh. Mereka tertarik sangat dengan sablon-sablon kaos begini. Mereka juga dapat hadiah kaos loh! Mana tahan. Hahaha.



Goal dari materi ini adalah #EndeBerwirausaha.

Baca Juga: 2019 Tetap Nge-blog

Kita berharap anak muda (peserta) mampu menggali potensi diri, mengembangkannya, dan dapat berwirausaha di tengah kancah pencarian kerja (usai lulus nanti) di masyarakat. Jangan berharap hanya jadi orang kantoran. Berwirausaha justru bagus sekali karena bisa bermanfaat bagi diri sendiri juga orang lain karena telah menciptakan lapangan kerja sendiri. Saya jadi ingat orasi Gubernur NTT Bapak Viktor Laiskodat saat wisuda kemarin.

Sudah dua sekolah yang dikunjungi oleh #EndeBisa, giliran sekolah kalian ... kapan? Haha. Jangan ditanya, kami harus membikin daftar tunggu.

Arand, salah seorang personil Relawan Bung Karno Ende yang juga punya komunitas di Kelurahan Mautapaga yaitu Mautapaga Creative.

Saya senang bisa kembali ke almamater tercinta. Mengingat Panggung Batara ini, mengingat dulu saya menyampaikan salam perpisahan dalam kegiatan perpisahan lulusan haha. Bapak Steff Hadun, masih mengabdi di SMAN 1 Ende, saya senang melihat beliau dengan senyum khasnya, dan terutama anak beliau saya kenal sebagai salah seorang penari kece asuhan Rikyn Radja. SMAN 1 Ende juga semakin bagus dilihat dari fisiknya, tentu juga dari mutu pendidikannya, dengan ikon komodo berikut ini:


Terakhir, saya harus mengakui sendiri bahwa #EndeBisa memang super keren. Niat kami untuk berbagi kebaikan telah terlaksana. Lalu, apabila semua sekolah sudah didatangi, bagaimana selanjutnya? Tenang, pemirsa. Setiap materi yang kami sampaikan itu adalah materi dasar, apabila terjadi kunjungan kedua, materi yang disampaikan merupakan kelanjutan (asalkan masih dalam tahun yang sama, dengan audiens yang sama) seperti belajar blog sebagai bentuk dari menjadi bermakna di belantara internet, belajar sablon (serta pelajaran lain dari pemateri wirausaha lainnya), belajar mengelola sampah serta tentu harus dimulai dari mengurangi sampah plastik. Karena, Indonesia telah darurat sampah.

Dan pada pos ini pula ijinkan saya mengucapkan turut berduka cita atas berpulangnya Bapak Media Sosial Indonesia Nukman Luthfie.


Beliaulah yang telah mengajari saya dalam sebuah FGD tentang mensinergikan blog dengan media sosial. Om Nukman, jalan bae-bae, kami mendoakanmu. Figur yang tak akan mudah hilang dari ingatan. Terimakasih untuk semua ilmu, informasi, dan wawasan, yang telah dibagi pada kami semua.



Cheers.

Don’t Breathe

Gambar diambil dari Wikipedia.


Mengapa Hooq masih menyegel Don't Breathe? Pertanyaan ini terus bergema di kepala saya serta dalam kehidupan sehari-hari dinosaurus sejak keinginan menontonnya terhalang simbol gembok. Huhuhu. Sekitar dua tahun menggauli Hooq hingga sekarang menulis ini, filem itu masih saja TERGEMBOK, pemirsa! Padahal itu filem lama! Tidak tahukah kau, wahai Hooq, saya rela meninggalkan Viu demi dirimu?


Apa salah dan dosa saya ... hiks *timpuk dinosaurus pakai permen*

Baca Juga: Buku Saku: Ende

Kalau belum nonton, kenapa pula hari ini menulis tentang Don't Breathe? Karena ada trailer-nya alias promosinya. Jadi nih, Hooq tidak kejam-kejam amat, karena masih menyediakan trailer untuk para penikmat filemnya. Bagi kalian yang belum nonton Venom, jangan kuatir, sudah ada trailer-nya juga di Hooq. Haha. Gini hari nonton trailer doank, Teh ... dududu. Apa kata dunia.

Tapi tak apalah.

Behind Don't Breathe


Don't Breathe merupakan filem horror thriller Amerika yang dirilis tahun 2016 dan disutradarai oleh Fede Alvarez. Filem menegangkan ini diproduseri oleh Fede Alvarez, Sam Raimi, dan Robert Tapert. Naskah filem yang ditulis oleh Fede Alvarez dan Rodo Sayagues ini dibintangi oleh Jane Levy, Dylan Minnette, Daniel Zovatto, and Stephen Lang. Saya memang jarang mendengar atau membaca nama-nama itu tapi akting mereka tidak perlu dipertanyakan lagi. Karena belum tentu saya bisa berakting sebagus mereka.

About Don't Breathe


Don't Breathe bercerita tentang Rocky, Alex, dan Money (yess, thankyou Wikipedia) yang adalah penjahat di Detroit. Pekerjaan mereka membobol rumah-rumah yang diamankan oleh perusahaan keamanan ayah si Alex dan menjual barang-barang curian tersebut. Mereka kemudian mendengar kabar bahwa ada seorang veteran perang Pasukan Khusus Angkatan Darat AS yang tinggal di lingkungan Detroit yang terabaikan (semacam lingkungan perumahan yang tidak dihuni begitu) memiliki uang 300.000 Dollar di rumahnya. Uang itu diterima si veteran sebagai penyelesaian setelah seorang perempuan muda yang kaya bernama Cindy Roberts membunuh puterinya dalam kecelakaan mobil. Si veteran perang adalah seorang laki-laki buta karena ledakan selama perang.

Berpikir mencuri di rumah orang yang buta: pasti mudah. Tinggal masuk, mengambil uangnya, terus kabur. Ternyata tidak semudah itu, bahkan nyawa mereka menjadi taruhannya, karena si veteran ini 'melihat' segala sesuatunya melalui suara. Indera pendengarannya sangat terlatih. 


Bahaya!

Maksud hati mencuri uang 300.000 Dollar si Money justru duluan meregang nyawa. Keributan yang terdengar akibat upaya mereka bertiga masuk paksa ke rumah itu membikin si buta dari gua hantu bangun dan mencium aroma pembobolan. Siapapun yang masuk ke rumah itu tanpa permisi, sudah pasti tidak berniat baik bukan? Veteran perang yang buta itu ternyata punya kemampuan yang luar biasa; Rocky dan Alex kemudian harus menyelamatkan diri berhadapan dengan si jagoan yang bahkan dapat mendengar dengus nafas mereka dari jarak lumayan jauh.

Menonton trailer-nya saja sudah bikin saya menahan nafas saking menegangkannya filem ini.

Karena trailer tidak lengkap maka saya mencari referensi tentang filem ini di Wikipedia. Ternyata di ruang bawah tanah rumah itu tersekap perempuan yang secara tidak sengaja membunuh anak si veteran dalam kecelakaan. Ya, Cindy Roberts! Penemuan harta karun Cindy diketahui Rocky dan Alex saat mereka terjebak di ruangan bawah tanah.

Baca Juga: Ngelawak Bersama Mamatua

Saya berharap suatu saat nanti dapat menonton Don't Breathe (full movie). 

Menonton trailer Don't Breathe membikin saya teringat pada A Quite Place yang saya tulis: ribut berarti mati. Saya pikir filem-filem setipe ini jauh lebih menakutkan ketimbang filem yang secara terang-benderang menampilkan wajah setan dan sebangsanya. Kalau kalian pernah menonton filem berjudul Exorcism of Emily Rose, kalian pasti merasakan tensi yang sama dengan Don't Breathe dan A Quite Place. Tidak perlu si setan ikut masuk dalam frame haha.

Bagi kalian yang pernah menonton Don't Breathe atau bahkan pernah mengulasnya, bagi tahu donk di komen :) siapa tahu pengalaman menonton kita berbeda ... yaaaa secara saya baru nonton trailer-nya saja.

Selamat berakhir pekan, kawan :)



Cheers.