Mobil Formula 2 dan Lamborghini Impian Di Booth Pertamina GIIAS 2017


Sean Gelael, pembalap Formula 2 yang mengharumkan nama Indonesia di kacah Dunia, pun tak menyangka dirinya akan berlomba membawa merah putih di dadanya. Sama dengan Rio Haryanto yang sudah terlebih dahulu menjajal Formula 1, Sean pun merintis karir dengan tak mudah dan cenderung berliku-liku. Dan, ternyata mobil formula 2 yang dipakai pada saat lomba kini dipajang di booth Pertamina di pameran mobil terbesar di Indonesia dan salah satu terbesar di Asia, GIIAS 2017 (Gaikindo Indonesia International Auto Show) di ICE BSD City, Tangerang. 


Berada dipelukanmu mengajarkanku apa artinya kenyaman, kesempurnaan cinta. Suara merdu mendayu-dayu membuat saya hanyut dan ikut bernyanyi sambil mengabadikan aksi Rizky Febrian di atas panggung. Riuh penonton membanjiri booth Pertamina yang berada di hall 6E, ICE BSD. Tak hanya kaum muda, namun ibu-ibu pun tak mau kalah dan mencoba bernyanyi bersama Rizky saat microphone disodorkan kepadanya. Wah, serunya bisa bernyanyi dengan Rizky Febrian, anak dari pelawak terkenal, Sule. 


Selain mobil formula 2, terdapat Lamborghini berwarna kuning dengan bahan bakar Pertamax Turbo yang irit dan ramah lingkungan tentunya. Ngomong-ngomong masalah bahan bakar, setelah penampilan dari Rizky Febrian, kami disuguhkan obrolan bagaimana cara memilih bahan bakar yang irit dan ramah lingkungan. 



Dan ternyata pemakaian bahan bakar yang baik bukan hanya berdasarkan harganya saja, namun menyesuaikan jenis kendaraan yang dipakai. Misalnya mobil bertekhnologi tinggi seperti Lamborghini tidak mungkin mengunakan premium biasa harus mengunakan setidaknya Pertamaz Turbo, atau sebaliknya mobil keluarga seperti kijang tidak mungkin diberikan bahan bakar sekelas pertamax turbo.


Perlu diketahui bahwa banyak sekali jenis kendaraan yang diisi dengan bahan bakar seadanya akan mengakibatkan mesin cepar rusak dan tidak berfungsi seperti semestinya. 


Road To Jerez, begitulah campaign yang ingin disampaikan oleh Pertamina dengan mengajak turut serta masyarakat mendukung Sean Gelael pada seri Formula 2 pada tanggal 4-12 Oktober 2017 di Circuit Jerez, Spanyol. Pengunjung yang mengunjungi booth Pertamina berkesempatan mendapat kupon #RoadToJerez dengan cara berikut ini:

1. Belanja produk-produk Pertamina di booth PERTAMINA GIIAS 2017 senilai Rp.200.000,- maka anda berkesempatan mendapatkan 1 buah kupon Road To Jerez
2.Membeli Pertamax Series senilai Rp.300.000,- dan menukarkan bon pembeliannya dengan 1 buah kupon Road to Jerez di booth Pertamina GIIAS 2017
3.Bermain di Drive Your Style booth PERTAMINA dan mendapatkan 1 buah kupon Road to Jerez
Promo #RoadtoJerez ini akan diundi saat penutupan GIIAS pada tanggal 20 Agustus 2017 di booth utama Pertamina Hall 6 E, ICE BSD, Tangerang. Akan ada 3 pemenang yang beruntung yang mendapatkan masing-masing 1 paket Road To Jerez dan bisa mengajak 1 orang saudara/teman untuk pergi bersama. Yuk ajak siapapun untuk pergi ke Jerez dan nonton Formula 2 bersama teman atau keluargamu. Sampai jumpa di Spanyol nanti ya.

Flashmob Tarian Daerah Membuat Bangga Menjadi Indonesia (Indonesia Is Me 2017)


Hari minggu pagi yang biasanya ramai dengan orang berolahraga kali ini mendadak berubah. Setidaknya dua ribuan orang memadati jalan di depan FX Sudirman. Mereka bukanlah orang yang mau menuntut kenaikan upah atau pun demo lainnya. Mereka akan melakukan flashmob tarian dari berbagai daerah di Indonesia. Momen Car Free Day memang membuat aksi flashmob ini semarak dan penuh dengan orang-orang yang penasaran dengan anak-anak yang berpakaian ala-ala penari. 

Tak berapa lama, segerombolan laki-laki berbaju seperti suku indian di Amerika berteriak-teriak dan melompat. Langkah kaki tak berirama dan suara teriakannya pun bersahut-sahutan melengking tinggi. Iya, inilah tarian Cakalele atau Kabasaran dari Suku Minahasa, Sulawesi Utara. Memang tarian ini adalah tarian masyarakat yang telah pulang dari medan peperangan dan meraih kemenangan. Parang dan kayu penangkis digerak-gerakan mengikuti irama yang tak mereka ucapkan. Sungguh menarik mengikuti aksi mereka. 


Menari merupakan seni yang menarik. Setiap orang suka menari tanpa disadari. Dan, Indonesia memiliki ragam tarian yang sangat banyak. Maka tak heran, tarian dari Indonesia sangat menarik untuk diikuti oleh wisatawan baik dalam maupun luar negeri. Bahkan, sering mendengar orang asing yang sangat senang belajar tarian terutama di pulau Dewata. Duh, bangganya menjadi Indonesia. Apaalagi momen HUT Kemerdekaan seperti ini membuat semakin cinta terhadap negeri kita ini. 


Selanjutnya adalah Tari Piring dari Sumatera Barat. Tarian ini berasal dari Suku Minangkabau, Solok, Sumatera Barat. Piring dalam bahasa Minangkabau disebut Piriang. Bukan sulap bukan sihir, inilah tarian yang membuat kita berdecak kagum. Pasalnya butuh keahlian khusus agar piring tidak jatuh dan pecah. Selain mengengam dengan benar, gerakan yang serba cepat pun membuat lebih ekstra hati-hati. Inilah salah satu tarian yang membuat sport jantung. 


Wajah anak-anak yang polos dan penuh keceriaan membuat minggu pagi ini berwarna. Selendang dengan kain tradisional membalut tubuh kecil. Kepala disanggul kecil dengan hiasan bunga dan pernak-pernik berwarna-warni. Dua ribu anak telah siap dengan beragam tarian diantaranya Tari Puspanjali dari Bali, Tari Maumere dari NTT, Tari Siri Kuning dan Ondel-ondel dari Betawi, Tari Tor-tor dari Sumatera Utara, Giring-giring dari Kalimantan, dan terakhir Tari Yamko dari Papua



Sebelumnya dibuka dengan Tarian kabasaran dan Tari Piring, kali ini 7 tarian nonstop ditarikan oleh dua ribu anak-anak. Program ini merupakan rangkaian dari program PESTA MERDEKA dari Synthesis Development bekerjasama dengan Belantara Budaya. Belantara Budaya merupakan sanggar bagi ribuan anak-anak yang mempelajari tarian tradisional dan gratis tidak dipunggut biaya sepeser pun. Dan, Synthesis Development merupakan salah satu developer terbaik di Indonesia dengan membangun diantaranya yaitu Samara Suites, Prajawangsa City dan Synthesis Residence dengan ciri khas Indonesia sebagai bagian yang tak terpisahkan. 


Dan, spesial dalam beberapa hari ini ada Pesta Merdeka. Apa itu Pesta Merdeka? Promo apartemen beli 1 gratis 1 dan menangkan hadianya iphone 7, Macbook Air, paket liburan ke Bali dan voucher MAP. Oh iya, selain itu akan mendapatkan bebas service charge selama 3 bulan dan bebas biaya peralihan. Jangan ketinggalan ya hanya di Grand Atrium, Kota Kasablanka. 


Selain diskon dan promo ini, terdapat rangkaian acara sampai tanggal 20 Agustus 2017 di Kota Kasablanka. Berikut rangkaian acaranya :

11 Agustus 2017 Press Conference Indonesia Is Me
13 Agustus 2017 Tunjukan Indonesiamu, dengan flashmob tarian berbagai daerah
15 Agustus 2017 Pesona Kopi dan Cokelat Indonesia 
16 Agustus 2017 Rumahku Budayaku
17 Agustus 2017 Pagelaran Wayang Kulit dan Tembang Jawa Kuno Dalang Cilik Bayu Ananta
18 Agustus 2017 Bincang Sore "Jelita Nagri"
19 Agustus 2017 TIRAKAT by Lulu Lutfi Labibi
20 Agustus 2017 Bincang Minggu Pagi : INVESTASI MASA KINI, InspirAksi bersama Maman Suherman (Kang Maman) dan rekan, Penampilan dari Orkesta Negeri "The Brother"

Wah, banyak banget ya acara-acara menarik di Grand Atrium, Kota Kasablanka. Yuk ikutin promo menarik dan ikuti acaranya.


Sarkasme EAN Dan Kebiasaan Comot Mencomot

"Tuhan harus patuh kepada konstitusi Negara kita. Nabi dan Rasul tidak boleh melanggar aturan perundang-undangan Negara. Agama wajib menyesuaikan diri terhadap Pancasila. NKRI harga mati. Negara...

[[ This is a content summary only. Visit my website for full links, other content, and more! ]]

Opini.id Tempat Mencurahkan Isi hati


Ketika galau melanda dan meruntuhkan segala gairah yang ada, sudah saatnya mengalihkan pada hal-hal yang bermanfaat. Jangan sampai galau, kemudian loncat dari apartemen dan namamu tinggal menjadi headline media di seluruh Indonesia. Beda kalau pada saat galau, kemudian menuliskan kegalauan dan menjadi pemberitaan karena tulisanmu menjadi yang terbaik dalam sebuah platform. 

Oke, mari kita tinggalkan pembukaan blog yang menyimpang dari garis-garis besar haluan dunia perblogan ini. Bagi penulis seperti saya, mendapatkan tema dari sebuah brand kemudian dituliskan dalam kata-kata akan sangat mudah karena terdapat garis besar. Namun, akan sangat berbanding terbalik jika kitalah yang mengangkat tema sendiri kemudian dituangkan dalam sebuah tulisan, hasilnya pasti akan sangat luar biasa. Luar biasa ngawur atau malah sebaliknya menjadi out of the box dan menjadi leader opinion di tengah maraknya berita yang simpang siur di masyarakat.

As you know, blog sebetulnya sudah mengakomodasi hal tersebut karena memberikan ruang yang sangat luas untuk mengemukakan opini tentang apapun dan bebas. Namun, jangan sampai kebebasan ini kebablasan, bukan penghargaan yang didapat melainkan penjara. Kasus Acho membuktikan bahwa kebebasan pendapat jangan sampai menjadi boomerang bagi penulisnya sendiri. Jika menulis mengenai sebuah kronologi peristiwa maka bukti-bukti kuat harus ikut disampaikan. Jangan sampai berita yang didapat darimana dan tidak terbukti kebenarannya ditulis. Berhati-hatilah dalam beropini. 



Nah, kini ada opini.id yang mendobrak bentuk dari platform untuk berkreasi. Karena tak terbatas, opini.id ini mampu  menampung semua jenis bentuk karya baik tulisan, video, gambar dan lainnya. Namun, yang pasti kalian akan bebas beropini sesuai dengan isi hati. kapan lagi dapat mencurahkan isi hati dan mendapatkan apresiasi dari pembaca. 

Lalu apa yang beda dari platform-platform lainnya. Nah, ini dia keunikan dan keunggulan opini.id


Tampilan Sesuai Smartphone 

Kadang kala saat membuat sebuah website membuat kesal karena tampilannya tidak menyesuaikan layar smartphone yang cenderung vertikal. Opini.id menyesuaikan bentuk smartphone sehingga sangat nyaman membaca dimana pun. Dengan scroll ke kanan, maka tidak repot-repot scroll ke bawah secara terus menerus. Praktis dan nyaman ya. 

Dapat Menulis Opini dan Topik 

Seperti layaknya blog, kita dapat bercerita apapun dan menciptakan arus dengan mudahnya. Lupakan untuk selalu menjadi follower, saatnya menjadi influencer dan mempengaruhi orang lain untuk berbuat lebih baik. Budaya timur yang selalu sopan santun memang baik, namun lebih baik apabila mengubah orang lain melalui karya, hal itu sungguh luar biasa.

Tema Up To Date 

Bosan dengan pemberitaan mengenai politik dan hukum atau yang itu-itu saja. Opini.id memiliki gateways yang berbeda karena tema bisa sangat up to date dan berbeda dengan lainnya. Oh, iya gaya penyampaian yang segar dan berbeda membuat betah berlama-lama membacanya.


Unik

Ada Obrolan Kulkas, 1 Menit, Nge-giring Nalar dan konten-konten lain yang membuat betah dan berlama-lama di opini. Obrolan di depan kulkas dan hanya berdurasi kurang lebih 1 menit ini bakalan jadi sesuatu yang berbeda. Obrolan fresh tentang kejadian yang up to date dan tidak jarang membuat kita tertawa membuat saya memfavoritkan obrolan singkat ini. 


Be Popular

Tak hanya artis atau youtuber yang bisa menjadi terkenal, kita pun bisa menjadi terkenal di jagat opini. Biasanya dalam seminggu akan dipilih creator of the week dan mendapatkan hadiah yang menarik dari opini.id. So tunggu apa lagi, buka opini.id kemudian create topic dan jadilah terkenal karena karyamu. 


Yuks, nulis di opini, karena opini.id inilah tempat mencurahkan isi hati. 

Pesona Bumi Legenda Batik Nusantara


Meski pernah tenggelam, riwayat batik pun kini mulai mengeliat kembali. Perkembangan dunia busana membuat pengusaha Batik berbenah dan menyesuaikan dengan kekinian zaman. Pun demikian juga dengan Batik Pesisir. Semenjak beradab-abad lampau, batik merupakan perpaduan bukan hanya satu atau dua budaya melainkan banyak kebudayaan, pantas saja Batik bukan dikenal sebagai karya yang biasa namun bisa disebut Maha Karya Bangsa Indonesia.

Warna pesisir memiliki keunikannya tersendiri dan cenderung berani bermain warna. Jikalau Keraton Solo dan Yogyakarta memiliki tone warna cenderung gelap, pesisir justru sebaliknya sangat warna-warni terutama warna biru sedangkan untuk etnis Tionghoa berwarna merah cenderung marun. Coraknya sangat dominan dengan flora dan fauna seperti burung hong, naga, kapal, kereta kuda, bunga, pohon dan lainnya. 


Abad 18 lampau, kaum pribumi bukan hanya satu-satunya yang melakukan bisnis batik melaikan dari bangsa Eropa dan Tionghoa. Jikalau kaum perempuan peribumi cenderung menyukai corak warna yang berasal dari pengaruh Keraton Solo dan Yogyakarta, para Nyonya Eropa cenderung menyukai teduh dan pastel dengan corak dongeng putri salju atau gadis bertudung merah. Sedangkan Tioghoa sangat konsisten dengan warna merah sebagai keberuntungan. Selain mengembangkan dari bahan katun, etnis Tionghoa tertarik dengan kain berbahan sutera yang tersohor di negeri tirai bambu pada masanya.

Lockan, begitulah orang menyebut batik dari bahan sutera berbetuk sarung, selendang dan kain panjang. Perkembangan beradab silam membuat Tionghoa membuat lockan dari kain berukuran lebih kecil karena permintaan pasar yang luar biasa. 



Kini batik pesisir dikembangakan oleh Padepokan Pesisir yang didirikan oleh Haji Failasuf di Wiradesa, Kabupaten Pekalongan. Saat melakukan kunjungan, nuansa Batik sangat terasa mulai dari kereta kuda, bendera batik dan ornamen khas Jawa. Walau matahari sangat terik, namun semangat untuk mengetahui lebih dalam mengenai proses pembuatan batik itu lebih besar. Walaupun sebelumnya pernah mengunjungi proses pembuatan Lasem dan Cirebon sebagai dua kota lain penghasil batik, namun entah mengapa saya lebih senang berada di padepokan ini. 


Halaman luas dengan padepokan berada di tengah yang ramai dengan teman-teman dari Amazing Petung National Explore yang tengah beristirahat sambil menikmati makan siang. Saya pun bersantap siang kemudian tak berapa lama saya masuk ke gerbang di sisi kiri. Dan disanalah proses pembuatan batik dari awal hingga akhir dikerjakan oleh puluhan orang pekerja yang terampil. 



Panjang dan membutuhkan waktu yang lama, begitulah proses pembuatan Maha Karya ini. Namun, dapat disimpulkan menjadi 3 kegiatan penting yaitu memberikan lilin atau malam, pewarnaan dan pelepasan lilin pada kain (pelorotan). Canting seolah menjadi primadona dalam proses tahap awal. Pola-pola digambar pada kain katun polos sesuai dengan corak yang diinginkan. Biasanya kain akan diletakan pada Gawangan. Gawangan adalah tempat meletakan kain seperti layak gawang pada sepak bola, bentuknya perrsegi terbuat dari bambu. 


Setelah selesai diberikan malam, kemudian ditambahkan dengan warna-warna sesuai dengan kebutuhan. Warna-warna biasanya mengunakan bahan-bahan alami seperti orange diperoleh dari kunyit. Proses pewarnaan selesai kemudian dilanjutkan dengan pelepasan malam dari kain dengan teknik pencelupan kain kedalam air mendidih dan air dingin sekaligus. 


Setelah semuanya selesai, kemudian kain di jemur di terik matahari. Setelah kering, kain siap untuk di packing dan dipasarkan. Begitu mudah mengamati proses pembuatannya, namun sebenarnya proses ini sangat panjang. Tak heran batik tulis sangat fantastis harganya karena pembuatannya pun tidak main-main dan mengunkan seluruh hati dan pemikiran. Corak-corak yang dihasilkan pun buah dari karya yang mesti dihargai oleh siapapun. Namun, perkembangan dan tuntutan zaman, kemudian hadirlah batik printing yang disesuaikan dari batik tulis dan cap. 


Kini, Petung Kriyono pun memiliki coraknya tersendiri dan diluncurkan pada hari yang cerah tersebut oleh Bapak Asip Kholbihi, Bupati Kabupaten Pekalongan. Ragam batik ini tentunya akan memperkaya khasanah perbatikan di Kabupaten Pekalongan dan Indonesia. Petung Kriyono yang menjadi paru-paru Kabupaten Pekalongan sangat khas dengan flora dan faunanya sehingga dituangkan kedalam corak batik ini. 



Perjalanan di Kabupaten Pekalongan usai sampai disini. Namun, memori tentang Petung Kriyono dan Batik Pesisir khasnya tidak akan terlupakan begitu saja. Inilah oleh-oleh yang luar biasa dan tidak bisa diganti dengan hanya buah tangan berbentuk fisik semata. Saya bangga dengan kekayaan alam dan budayanya. Inilah cerita singkat dari Bumi Legenda Batik Nusantara, Kabupaten Pekalongan.

Menghirup Udara Petung Kriyono, Paru-Paru Tanah Jawa


Mata kantuk sirna ketika bis berhenti di Doro, sebuah Kecamatan di Kabupaten Pekalongan. Tujuan kami adalah Petung Kriyono, salah satu hutan penyangga di Pulau Jawa. Konon, Petung Kriyono tak hanya sebagai hutan saja melainkan tempat menyepi dan menemukan kedamaian. Kedamaian hakiki yang hilang pada generasi saat ini. Alam yang mempesona dihiasi keanekaragaman flora fauna cukup membersihkan hati dari Duniawi. Dan, perjalanan mencari sebuah kedamaian, kini dimulai.


Anggun Paris berbaris rapi di depan Kecamatan. Bentuknya memang tak secantik model dan iklan shampo, namun daya tahan dan kekuatan tak terkalahkan. Anggun Paris ini akan membawa kami menyusuri setiap sudut alam termasuk Curug Bajing. Anggun Paris penuh dengan besi beratapkan terpal. Suara mesin menderu, tangan saya berpegangan tiang penyanga yang terhubung dengan terpal. 

Matahari cukup kuat sinarnya, hingga saya harus memicingkan saat mulai meihat tumbuhan hijau di sisi kanan dan kiri. Jalanan aspal masih terlihat ketika jarak sudah mulai menjauh dari Doro dan memasuki kecamatan Petung Kriyono. Jika supir melintas tanpa mampir, dipastikan kami akan sampai di Dataran Tinggi Dieng yang berjarak puluhan kilometer di arah selatan. Kami hanya menjumpai hutan sebagai sumber mata pencarian masyarakat. Masyarakat mengenal bercocok tanam dari nenek moyang dari beradab-abad lampau. Tak hanya sayuran, namun kopi robusta pun sebgai salah satu yang tersohor di tanah Jawa.


“Kami senang menyambut tamu dari luar,” ujar Mas Anto, pemandu kami yang bersama-sama duduk di deratan belakang. Semenjak Petung Kriyono dikenal luas, pemuda-pemuda berlomba menawarkan jasa termasuk mendampingi tamu berkeliling destinasi unik di Petung Kriyono. Dan berkah itu pun datang kembali ketika rombongan berjumlah sekitar 70 orang menjelajah kawasan ini. Kami menyebut petualangan ini sebagai Amazing Petung National Explore 2017

Anggun Paris masih meraung-raung menaiki beberapa jalanan terjal walau belum terlalu extreme. Setelah melewati hutan pinus, kami pun sampai di pintu gerbang. Inilah Petung Kriyono dimana alam, budaya dan legenda menyatu dan tak terpisahkan.


Dua Penari meliuk-liuk mempesona puluhan pasang mata. Rempak nada sunda menjadi pembuka. Kemudian dilanjutkan dengan tarian selamat datang. Rentak tabuhan nada membuat nadi kami bergejolak dan bersemangat menjelajah beberapa destinasi wisata salah satunya Curug Sibedug. 

Selain dua penari, kami dihidangkan kopi khas Petung. Bagi penikmati kopi, dari aromanya saja sudah bisa membedakan kopi arabica atau robusta. Namun, saya membutuhkan waktu lama dan harus bertanya untuk memastikan kopi apakah ini. Setelah sampai dilidah, segala pertanyaan itu sirna, saya hanya menikmati setiap tegukan dan merasakan setiap aromanya.


Tiba-tiba di angkasa kami disambut dua benda terbang. Bukan Drone atau mahluk asing melainkan Elang Jawa yang langka. Menurut kepercayaan, Elang Jawa pantas disebut raja udara yang gagah dalam memangsa anak ayam atau hewan lainnya. Konon, dipercaya bahwa ketika elang berada diangkasa, artinya terdapat bangkai atau mangsa di bawahnya. Malang populasi terancam karena makin tergerusnya habitat asli di hutan hujan ini. Berlawanan dengan kepercayaan nenek moyang, kami percaya bahwa kemunculan dua elang ini adalah keberuntungan.Iya, kami beruntung dapat menikmati kekayaan alam seperti tempat ini. Anggun Paris memanggil, itu artinya kami harus segera melanjutkan perjalanan.


Debu dari jalan berbatuan dan aspal berhamburan. Memang atap Anggun Paris tertutup terpal namun tidak sepenuhnya melindungi kami dari debu. Setelah beberapa menit, air tejun persis di sebelah jalan terlihat jelas. Curug Sibedug berhias dengan merah putih. Airnya tak cukup deras karena kami datang pada saat musim kemarau melanda. Jarak dari pintu masuk menuju air terjun cukup dekat, tak lebih dari satu kilometer. Saya hanya masuk sampai ke tengah saja tanpa menaiki bebatuan ke arah tumpahan air terjun. Rupanya aliran air mengucur dari atas bukit bukan hanya satu melainkan dua sekaligus. Ketajuban saya bukan pada debit air maupun keindahan air terjunya, namun jarak dari jalan raya menuju ke air terjun sangatlah dekat. Jarang sekali menemukan air terjun seperti ini, beruntung sekali saya menemukannya di Petung Kriyono.



Siang mulai beradu dengan awan yang menghitam. Lagi-lagi rombongan kami diliputi keberuntungan, awan hitam dan biru saling berganti namun tidak ada satu pun air yang turun dari langit. Saya menelan ludah tanda kehausan, untung saja masih ada stok air mineral yang tadi dibagikan di Doro. Saya kembali melanjutkan perbincangan dengan Mas Anto yang sudah berada disamping. 

"Beruntung sekali hari ini tidak turun hujan, biasanya dari pagi sudah rintik-rintik," Mas Anto kembali menegaskan cuaca hari ini karena saya sempat menanyakannya. Ya saya dapat merasakan angin sepoi-sepoi dan terbukti beberapa teman mulai menahan kantuknya. Sementara itu, tak berapa lama kami telah sampai di Jembatan Sipinggit.


Kalau orang Jawa Barat memiliki Green Canyon, Petung Kriyono pun memiliki Black Canyon. Meskipun hitam, namun pesonanya tak kalah dengan Canyon-canyon lain. Bahkan, batu-batuan yang berada disekitar sungai dapat memacu adrenalin ketika melakukan rafting. Dipastikan, 2 jam tidak terasa dan ingin mengulang keseruannya. Sayang kami hanya berada disekitar jembatan Sipinggit saja, tidak melakukan rafting. Walaupun sebentar, kami dapat mengabadikan keelokan sungai dan bebatuan.


Selain rafting, sungai dimanfaatkan penduduk sebagai turbin dan mengaliri beberapa puluh rumah di desa Kayu Puring. Bayangkan jika malam tiba bisa dipastikan akan gelap tanpa adanya listrik jika tidak ada turbin pembangkit listrik ini. 

Lima menit setelah kami naik mobil, tiba-tiba saja kami berhenti. Ternyata alam memanggil kami. Di hadapan sudah terhampar sawah-sawah indah dan membentuk terasering. Letaknya persis disebelah jalan, jadi kami hanya turun dan mengeluarkan seluruh gadget yang ada.



Seorang putri turun dari kayangan. Dua sayap itu seperti terbang ketika tertiup angin. Dia melenggok mengikuti irama alam dan kemudian berjalan satu dua langkah mengerakan tangan seperti modal. Dia bukanlah putri kayangan sesungguhnya, hanya seorang penari yang menirukan pesona seorang putri kayangan. Kami membutuhkan seorang model agar bisa membuat pemandangan dalam lensa ini menjadi lebih hidup dan tidak kosong ataupun hampa.  

"Jarak ke Welo Asri hanya beberapa puluh menit saja, sudah dekat. " 

Benar kata Mas Anto, Anggun Paris ternyata sudah memasuki kawasan parkir Welo Asri. Mesin pun mati. Teman-teman yang berada di bak belakang langsung turun. Kami harus berburu dengan waktu, sebab masih ada dua destinasi lain yang harus kami datangi setelah ini. Mata saya langsung menatap jembatan bambu yang menghubungkan dua lokasi berbeda. Sontak teman-teman langsung berfoto di atas jembatan dengan tanda love di belakangnya. Seperti inilah cara kawasan Welo Asri menyambut kami, dengan cinta.



Petung Kriyono layak berjuluk Paru-Paru Tanah Jawa. Hutan alam ini ditetapkan sebagai Kawasan Hutan Tujuan Khusus (KHTK) dan satu-satunya hutan alam yang masih tersisa di pulau Jawa. Tak heran banyak satwa langka yang masih bertahan di sini, selain Elang Jawa, terdapat Owa-owa. Selain satwa, tumbuhan langka pun banyak ditemukan. Inilah laboratorium alam paling komplit yang melingkari sisi utara sabuk pengunungan Dieng. 

Setelah melawati jembatan bambu, sandal raksasa pun terlihat dengan jelas sebelum turunan ke bawah ke area sungai dan rumah pohon. Selain sungai terdapat curug kedunggede yang berada di bawah area ini. Airnya sangat jernih jika dilihat dari atas. Bahkan kadang-kadang berwarna kebiruan atau tosca. Di area sungai banyak bebatuan besar sampai kecil. Dari atas bisa melihat sungai dengan jelas.




Jika ke rumah pohon seharusnya hanya lurus saja dan melewati jembatan bambu hanya beberapa meter saja. Kemudian, pepohanan dengan ketinggian diatas dua meter akan sering kita lihat. Di pohon tertinggi itulah terdapat rumah pohon. Pantas saja disebut paru-paru, karena segala rupa bentuk pepohonan terdapat disekitar rumah pohon. Saya melihatnya seperti di Afrika karena memiliki sulur-sulur ranting yang tidak memanjang ke atas tidak seperti pohon di Indonesia yang biasanya tumbuh disetiap batang. Sungguh luar biasa saya bangga menjadi warga Jawa Tengah. 

Pemberhentian selanjutnya Curug Bajing. Konon, di kawasan ini terdapat banyak perampok yang sering menjarah semua harta warga. Hasil semua jarahan disembunyikan di balik bukit dan bersebelahan dengan air terjun. Warga pun tak dapat mengatasi perampok tersebut kemudian pindah ke desa di bawahnya. Lama-kelamaan akhirnya perampok tersebut tertangkap. Dari kejadian tersebut, tempat ini disebut sebagai Curug Bajing. Bajing diartikan sebagai perampok.



Kini, Curug Bajing tak seseram dahulu. Sebelum pintu masuk kami disambut warga yang berjualan mulai dari makanan sampai kopi khas Petung. Selanjutnya, kami dihadapkan dua pilihan antara Pohon Selfie atau Curug Bajing. Sebetulnya rasa penasaran ini ingin melihat pohon selfie setelah tadi di Welo Asri mendapati rumah pohon, namun kami diarahkan ke Curug terlebih dahulu.    

Jarak menuju curug harus ditempuh sekitar 15 menit dari pintu masuk. Kemudian untuk sampai di bawah air terjun, kami diharuskan untuk menambah sepuluh menit lagi perjalanan kebawah. Sebetulnya diposisi ini pun curug sudah terlihat dengan indah. Bahkan tempat terindah menikmati curug bukan dari jarak dekat namun jarak sedang seperti ini. Ini menurut saya yang malas menuju bawah karena pada saat pulang jalanan naik telah menanti.



Walau tak sampai ke bawah, udara sore itu cukup segar. Berbeda dengan polusi udara yang terjadi setiap sore di kota-kota besar termasuk Jakarta. Inilah surga, menikmati air terjun yang berada di perbukitan dengan pepohonan. It's perfect holiday. Andai saja saya bisa seharian disini, pastinya satu buah novel ditambah kopi hangat ataupun teh sudah menemani. Sayangnya matahari sudah mulai turun, meski sinarnya masih remang-remang.




Di Curug Bajing, banyak sekali spot untuk berfoto-foto, termasuk spot berbentuk gambar hati ataupun yang berbentuk kupu-kupu. Disamping itu, rumah diatas pohon walau tak setinggi di Welo Asri cukup memuaskan untuk berfoto ala-ala kekinian.

"Banyak sekali adat budaya yang masih kami laksanakan, salah satunya pada saat satu Suro."

Saya sudah berada di Anggun Paris dan meninggalkan Curug Bajing menuju Curug Lawe ketika salah satu pemandu menceritakan adat budaya yang masih dilaksanakan pada saat satu Suro. Kambing Kenditan dan Sedekah Telaga.

Kambing Kenditan bukanlah sembarang kambing. Kambing berwarna hitam ini memiliki garis putih yang melingkar diperutnya. Menurut keyakinan warga, kambing ini sangat spesial dan akan dipersembahkan ke bumi. Kepala kambing akan dipotong dan dikuburkan di tanah warisan para leluhur. Kemudian daging kambing akan dijadikan selamatan seluruh warga.

Berbeda lagi Sedekah Telaga. Telagan Mangunan di Petung Kriyono mempercayai kisah ular besar bernama Baru Klinting dan Putri Raja. Sampai saat ini, kisah itu masih dipercayai dan untuk menghormati kisah tersebut dan memberikan persembahan kepada telaga, digelarlah Sedekah Telaga. Satu kepala kerbau akan diarak dan kemudian dimasukan kedalam telaga pada satu Suro.



Udara sore sudah mulai terasa dingin. Dua cerita tadi cukup sebagai pengantar kami ke Curug Lawe. Setelah memasuki hutan pinus, kami pun sampai. Setelah turun, kami disambut puluhan anak sekolah dengan mengenakan pakaian gelap. Tak berapa lama kemudian, mereka menari dan menyanyikan lagu selamat datang. Meskipun ini akhir dari perjalana, namun saya yakin masih banyak lagi kesempatan untuk datang kembali di Paru-Paru Tanah Jawa. Dan, saya pasti akan kembali lagi. Saya berjanji.

Jalan-jalan Nyaman Dengan OB Herbal Ziplong


Selain masuk angin, hal yang menganggu ketika jalan-jalan atau traveling adalah batuk. Belum lagi ketika perjalanan jauh dengan kereta api atau pesawat dan mengharuskan kita untuk istirahat malah harus terganggu dengan hal sepele tersebut. Banyak yang menyepelekan batuk, namun ternyata batuk dapat menjadi peringatan tubuh akan kondisi yang sebenarnya terjadi seperti penyakit lain seperti flu, demam dan lainnya. 

Saya pun memiliki pengalaman buruk dengan batuk terutama pada saat traveling ke luar negeri. Waktu itu musim dingin di Jepang. Saya kira musim dingin bisa ditahan dengan hanya berlapis satu dengan jaket tipis, ternyata saya keliru. Dingin dengan suhu sekitar 9 derajat celcius pun bak ditusuk-tusuk es batu sampai ke tulang. Mulanya saya yang meremehkan udara dingin ini mulai berdamai dan menebalkan pakaian sampai 4 lapis mulai dari heattech t-shirt, kaos, sweater dan winter coat


Hari pertama dan kedua saya masih merasakan kedinginan, setelah itu semuanya berjalan lancar sampai seminggu kemudian saya terserang gejala flu dan demam, bahkan sinus pun menyerang. Tak hanya itu saya terserang batuk. Tentu saja jalan-jalan jadi sangat terganggu bahkan saya memerlukan waktu istirahat yang lebih dan menghilangkan beberapa tempat wisata yang harus saya kunjungi. Bayangkan betapa menyesalnya saya harus merelakan waktu yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk jalan-jalan. Saya harus berbaring di ranjang, untung saja ruangan di hostel yang saya tinggali ini hangat, jadi batuk dan gejala penyakit lain untuk sementara bisa diredam. 

Setelah mengkonsumsi jahe, gejala batuk dan sinus mulai mereda. Ditambah dengan istirahat yang cukup, badan saya sudah sangat nyaman untuk melanjutkan agenda jalan-jalan yang tertunda.

Sebetulnya batuk bukan merupakan penyakit, namun lebih sebagai reflek proteksi tubuh untuk memberikan jalan nafas ketika terpapar oleh lendir atau partikel kecil lain seperti asap atau debu agar proses bernafas berjalan dengan lancar. Nah, dengan mengkonsumsi obat batuk inilah dapat memperlancar dan melegakan proses bernafas ini. Sering kali ketika batuk melanda, bukan hanya obat batuk saja yang dikonsumsi melainkan obat-obatan lain yang tidak terkait dengan batuk seperti antibiotik yang dosisnya tidak sesuai. Kita tidak tahu apa yang ditimbulkan setelah mengkonsumsi antibiotik dan obat-obat keras lainnya. 


Ada baiknya memahai seperti apakah jenis-jenis batuk yang sering menyerang. Pada dasarnya batuk dibagi menjadi dua jenis yaitu batuk kering dan berdahak. 

Batuk Kering

Batuk kering merupakan batuk yang tidak mengeluarkan dahak atau lendir. Penyebab dari batuk kering antara lain disebabkan oleh penyakit yang disebabkan oleh virus, bronkospasme, alergi, obat darah tinggi, asma, asap, debu dan lainnya.

Batuk Berdahak

Batuk berdahak merupakan batuk yang mengeluarkan dahak baik yang dapat dikeluarkan ataupun sulit dikeluarkan. Dahak biasanya berasal dari hidung atau paru-paru. Peyabab dari batuk berdahak biasanya disebabkan oleh penyakit akibat virus, infeksi, penyakit paru-paru kronis, asam lambung naik, nasal discharge dan merokok atau mengunakan tembakau. 

Kedua batuk tersebut sangat berbeda pengobatannya, bahkan kita sering disuguhkan dengan dua obat batuk berbeda. Memang benar bahwa kedua jenis batuk ini berbeda, namun apakah bisa disembuhkan dengan satu obat saja? Jawabannya bisa. 


Obat Batuk Ziplong mejawab semua permasalahan obat batuk selama ini. Ziplong dapat mengobati batuk kering dan berdahak sekaligus. Disamping itu, Ziplong mengandung bahan herbal sehingga aman dikonsumsi baik bagi anak-anak, dewasa dan lanjut usia. Kandungan jahe memberikan kehangatan, madu dan kencur menambah stamina tubuh, herba timi membantu mengeluarkan dahak, akar kayu legi mengurangi lendir dan daun melegakan pernafasan. Wah, lengkap sekali Ziplong ini, cukup dengan satu sachet isi 12 mililiter, batuk hilang dan tenggorokan lega. 

lalu apa saja Keunggulan Obat Batuk Herbal Ziplong dibandingkan dengan obat lain? Ini dia beberapa keunggulannya. 

Herbal

Seperti yang sudah diketahui, Ziplong adalah obat batuk herbal yang mengandung banyak bahan alami seperti jahe, madu, kencur, akar kayu legi dan lainnya. 

Dapat Meredakan Dua Batuk Sekaligus

Batuk kering maupun berdahak akan segara menghilang dengan Ziplong. Ziplong mengandung bahan alami sehingga mampu mengobati kedua batik tersebut tanpa efek samping apapun.

Mudah Disimpan dan Dibawa saat Traveling

Kemasan Ziplong hanya berisi sekitar 12 mililiter sehingga sangat kecil sehingga sangat praktis dibawa kemanapun termasuk pada saat traveling. Kalau dibawa di kabin pesawat bagaimana? Jangan khawatir kemasannya sangat kecil, maka bisa dibawa kabin pesawat dengan aman. 


Candil, pelantun lagu Rocker Juga Manusia terpilih menjadi sebagai brand amabssador dari Ziplong. Candil yang memiliki suara khas melengking dan tinggi ini memang pantas menjadi icon dari Ziplong. Suara melengking dan tak putus-putus ini mengindikasikan bahwa batuk tidak akan menganggu aktivitas seorang penyanyi bahkan pada saat sela-sela konser pun Candil masih bisa minum ziplong karena kemasannya yang kecil. 

Kalau saja pada saat di Jepang saya sudah mengenal Ziplong, pasti saya sudah membawa banyak untuk stok selama di sana. Kalau batuk di Ziplong aja ya kan?