Episode 08 – Dari Intoleransi Sampai Ngaduk Bubur: Ngobrol Bareng Alissa Wahid

Suarane Podcast kedatangan satu lagi tamu keren: Alissa Wahid, putri sulung dari KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Alissa diundang oleh SEA-Junction, sebuah lembaga nirlaba yang didirikan untuk mendorong saling kesepahaman dan juga sebagai salah satu pusat informasi dan kajian kawasan Asia Tenggara.

Di sela-sela kegiatannya, Alissa bercerita tentang Jaringan Gusdurian yang dipimpinnya, bagaimana Gus Dur mendidik anak-anaknya untuk menghargai perbedaan, nilai-nilai Gus Dur sampai ke urusan mengaduk bubur sekalipun 🙂

Cerita selengkapnya bisa didengarkan di Soundcloud atau langsung di player di bawah ini:



Indeks: 
Catatan: Podcast ini berdurasi 40 menit. Silahkan klik pada timecode di bawah untuk langsung menuju ke bagian-bagian tertentu dari podcast ini (saat klik akan membuka ke Soundcloud):

00:00 – Pembukaan
06:28 – Kegiatran jaringan GusDurian di Indonesia
09:21 – Indikasi berkembangnya sikap intoleran di kalangan generasi muda.
12:13 – Bagaimana sih anak-anak Gus Dur diajari untuk punya sikap toleran?
17:30 – Dari soal buku, perusakan tempat ibadah, sampai bubur yang diaduk 🙂
31:59 – Mau gabung jadi geng Gusdurian?
36:20 – Penutup (Ayo jangan lupa subscribe ke Suarane podcast)

 

Tautan Terkait:

Ucapan Terima Kasih:

  • Alissa Wahid yang sudah mau ngobrol
  • Bu Lia Sciortino dari Sea Junction, Bangkok (Nantikan episode ngobrol dengan Bu Lia dua minggu lagi)
  • Teman-teman komunitas Podcaster Indonesia, khususnya Daru aka Buluk dari Podcast Pojokan, Ilham dari #TetepMekenyemPodcast, Adit dari Podcast Buku Kutu, dan DW aka Dimas Wahyu dari DWPodcast dan tidak ketinggalan Yeni dari YenInPodcast (sorry gue nggak punya alamat podcast lo nih)

Catatan Teknis Buat Teman-teman Podcaster:

  • Wawancara dilakukan dengan alat rekam digital Tascam-DR07, produk gagal nih dan sudah tidak lagi diproduksi karena bahan untuk alatnya yang terbuat dari plastik dan menimbulkan bunyi yang mengganggu hasil rekaman!
  • Untuk mengakali bunyi dari bodi alat recordernya saya memadukan alat rekam Tascam di atas dengan lapel microphone custom yang bercabang dua. Tujuannya juga agar rekaman suara lebih jelas baik dari penanya maupun nara sumber. Namun kesalahan saya adalah tidak memasangkan lapel micnya di baju nara sumber. Akibatnya suara “njomplang”. Gagal lagi deh hehe
  • Backup recorder. Percaya atau tidak pada akhirnya saya mengandalkan hasil rekaman back-up dari smartphone Xiaomi Redmi Note 4 saya. Suaranya memang agak kecil, tapi bisa diatasi dengan poin berikutnya di bawah ini
  • Levelator! Yes, pada akhirnya software sederhana Levelator kembali menjadi penyelamat. Suara rekaman yang kecil dan tidak imbang akhirnya diselamatkan oleh software gratisan ini. Sayang banget software ini sudah berhenti pengembangannya. Semoga saat upgrade OS komputer nanti dia tetap kompatibel
  • LESSON LEARNED: 1. Saat wawancara/ ngobrol langsung, selalu sedia back-up! 2. Levelator kembali terbukti berhasil dalam levelling suara yang sangat njomplang. 3. Melibatkan teman-teman kadang memunculkan pertanyaan-pertanyaan menarik dan di luar dugaan.

 

Lain-lain:

Musik yang digunakan di episode ini adalah Carpe Diem oleh Kevin MacLeod (incompetech.com) – Licensed under Creative Commons: By Attribution 3.0
Creative Commons Licence
Suarane.org  is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Sejenak Menyegarkan Mata di Rumah Pohon Sukamekar Sukawangi

Sejenak Menyegarkan Mata di Rumah Pohon Sukamekar
Rumah Pohon, Desa Sukamekar Kecamatan Sukawangi Bekasi
Menguasai teori grafting atau menyambung pohon cukup mudah, dengan memanfaatkan mesin pencari Google maka ribuan artikel di internet dengan kata kunci "sambung pucuk" atau "sambung samping" siap untuk kita baca.

Membaca artikel-artikel itu ingatan saya melayang kembali ke pelajaran biologi saat SMA mengenai reproduksi vegetatif buatan, dan juga saat mencoba hasil enten jeruk besar dan manis yang dilakukan transmigran dari Pulau Bali di sekitaran wilayah Tobadak Mamuju Sulawesi Barat. 

Menguasai teori dengan mempraktekkannya itu jauh berbeda, memahami hanya dengan membaca jauh berbeda dengan tahu karena mengalami atau mempraktekkannya. Dengan melihat sendiri bagaimana adik-adik penggiat Rumah Pohon sedang melakukan praktek menyambung beberapa pohon, saya rasa gak semua orang bisa melakukannya dengan baik. Saat ditawarkan untuk mencoba saya pun menolak, saya belum cukup berpengetahuan untuk langsung mencoba menyambung pohon. Sayang kalau sampai batang pohon dan pucuk yang ada menjadi sia-sia di tangan saya :)

Menurut Marjuki Lahimsyah, S.Pd, MM. (55) yang akrab dipanggil Guru Marjuki, praktek pembelajaran menyambung pohon ini adalah bagian dari pendidikan karakter dan pengenalan filosofi hukum alam.

"Manusia dan tumbuhan memiliki banyak kesamaan, karenanya praktek menyambung pohon ini juga adalah salah satu cara sederhana untuk pembangunan karakter (character building) para peserta" ungkapnya.

"Selain itu, semoga para peserta pelatihan juga dapat memiliki keterampilan yang akan memperluas wawasan sehingga mampu menghargai alam serta menjaga kelestariannya, minimal lebih menghargai pepohonan yang ada di lingkungannya" sambung pendiri dan pembina Rumah Pohon ini. 
Sejenak Menyegarkan Mata di Rumah Pohon Sukamekar
Proses penyambungan pucuk. Foto: Imron Maulana
Beberapa pohon hias yang mengisi Rumah Pohon ini antara lain dari jenis Puring, Anting Putri, Jalitri, Melati Korea, Batavia (Jatropha pandurifolia), Dolar (Zamioculcas Zamiifolia), beberapa jenis palem dan lain-lain yang telah berhasil disambung dengan berbagai jenis batang pohon kayu. Sedangkan untuk pohon buah seperti ubi, cabai, tomat, terong dan lain sebagainya masih dalam tahap pengembangan.
Sejenak Menyegarkan Mata di Rumah Pohon Sukamekar
Saung Perubahan Rumah Pohon Desa Sukamekar Kecamatan Sukawangi
Bagi penggiat dan peserta pelatihan, Rumah Pohon juga disebut sebagai Saung Perubahan. Di antara rimbun pepohonan terdapat saung berkonstruksi baja ringan yang cukup untuk menampung hingga 30-40 orang sebagai tempat penyampaian berbagai macam materi pelatihan. Di saung ini saya duduk bersama dengan para peserta pelatihan dan sesekali terlibat dalam diskusi mengenai berbagai hal terkait agenda Rumah Pohon.

"Saung ini adalah tempat kita bertukar pikiran dan berdialog melakukan musyawarah berbagai hal terkait kegiatan di Rumah Pohon, konsultasi, pelaporan perkembangan tanaman dari proyek yang sedang dilakukan peserta pelatihan dan macam-macam" jelas Imron Maulana (22) salah seorang penggiat Rumah Pohon yang juga sedang belajar menyambung beberapa jenis tanaman.

Ke depannya Guru Marjuki ingin Rumah Pohon bukan hanya sebagai tempat belajar reproduksi vegetatif, tetapi juga bisa menjadi tempat budidaya, penghasil tanaman hias, produksi jamur kamboja, buah-buahan, kompos dan ragam produk organik lain yang nantinya akan dipasarkan secara online. Selain itu semua, Guru Marjuki juga berharap Rumah Pohon  ke depannya menjadi layak sebagai  salah satu destinasi wisata alam di Bekasi.

Sejenak Menyegarkan Mata di Rumah Pohon Sukamekar
Guru Marjuki menjelaskan penyambungan pucuk
Sayangnya, menurut penglihatan saya, areal yang dijadikan laboraturium hidup untuk mencoba berbagai kombinasi tanaman ini tidak memiliki lahan yang cukup luas. Dengan dibatasi jalan utama desa dan bibir Kali Bekasi, Rumah Pohon kurang lebih hanya seluas 6 sampai 7 meter dan memanjang mengikuti bibir kali Bekasi sekitar 10-15 meter. Semoga kelak areal laboratorium hidup Rumah Pohon dapat meluas hingga layak menjadi destinasi wisata alam seperti yang diharapkan.

Gak terlalu lama singgah sudah cukup untuk menyegarkan mata melihat berbagai pohon hias dan tunas-tunas pohon yang hijau merekah. Setelah dari Senin hingga Jumat hanya bertemu mesin dan beton, setidaknya hari ini saya merasakan sensasi kembali menyatu dengan alam. Selain menyegarkan mata, menikmati kopi dan berbincang-bincang membuat long weekend menjadi lebih bermakna. Yah, bahagia itu sederhana kok. :)

Tersembunyi di balik rimbun pepohonan, keberadaan Rumah Pohon tidak mencolok sekalipun terletak di pinggir jalan utama, sehingga mudah terlewati bagi yang baru pertama kali ingin berkunjung. Kalau mau berkunjung, info-info saja, nanti saya pandu :). 

Rumah Pohon berada di Kampung Pangkalan Nurul Iman RT. 02/03 Desa Sukamekar, Kec. Sukawangi, Kab. Bekasi 17655. Nurul Iman adalah nama masjid yang namanya digunakan oleh warga sebagai patokan lokasi, kebetulan masjid tersebut berjarak cukup dekat dengan Rumah Pohon. Sila kunjungi Halaman Facebook Rumah Pohon untuk informasi lebih lanjut di https://www.facebook.com/RumahPohonBekasi/

Semoga masih ada kesempatan buat saya untuk mampir dan mencoba sendiri menyambung pohon :)

Salam.

KERINGAN (KEripik RIndu kesayaNGAN) Ala Komunitas Mabes Home Bekasi


Soal kreativitas merangkai kata rupanya saya harus banyak belajar dari generasi milenial. Bahasa Indonesia yang sepertinya diharamkan oleh para pengembang perumahan dengan menempelkan istilah asing pada produknya agar lebih komersil justru tidak berlaku. Kata "keringan" yang makna umumnya adalah penganan kue kering bisa bermakna berbeda oleh Komunitas Mabes Home di Kampung Pangkalan Poncol Desa Sukamekar Kecamatan Sukawangi. KERINGAN bagi mereka adalah: KEripik RIndu kesayaNGAN.

Salah besar kalau masih ada anggapan pemuda desa kurang kreatif, nih buktinya hanya dengan modal awal sebesar 150 ribu rupiah yang disisihkan dari uang kas komunitas dalam hitungan hari Komunitas Mabes Home sudah mampu memberdayakan anggotanya terjun ke bisnis kuliner dengan omset kotor sekitar 600 ribu hingga 800 ribu rupiah per hari.
KERINGAN (KEripik RIndu kesayaNGAN) Ala Komunitas Mabes Home Bekasi
Amay anggota Mabes Home
Menurut Amay (19) salah satu anggota komunitas Mabes Home, produksi keringan (keripik rindu kesayangan) ini tidak lepas dari pelatihan dan pendampingan yang dilakukan oleh Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi yang sedang melakukan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kegiatan KKN selama 1 bulan yang dimulai dari tanggal 22 Januari hingga 23 Februari 2018 ini telah mematangkan ide Komunitas Mabes Home untuk mencari kegiatan yang dapat memberdayakan anggotanya dan bernilai ekonomi.

Gadis kelahiran Februari 1999 ini juga menjelaskan mengenai varian keringan yang mereka produksi, saat ini Mabes Home sudah memproduksi 5 varian rasa yaitu: 1. Pasrah - Original; 2. Sayang - Rasa Jagung Manis; 3. Sakit Hati - Pedas; 4. Sabar - BBQ; dan 5. Kejujuran - Keju. Dijual per kemasan (150gr) Rp. 8000 rupiah, jika membeli 2 kemasan ada diskon menjadi Rp. 15.000, Keripik Rindu Kesayangan dapat dipesan melalui WA di 0858 8613 3793 atas nama Dita Yuliani dan melayani COD.

Yang menarik bagi saya adalah bagaimana Mabes Home mampu menghabiskan keringan produksinya ini dalam sehari. Produksi mereka sebenarnya masih terbilang sedikit, dengan hanya 1 penggorengan mereka memproduksi sekitar 100 kantong keripik dalam sehari. Untuk usaha yang baru dirintis dalam hitungan hari ini, prestasi itu sudah merupakan awal yang baik kalo menurut saya :).
Masih menurut Amay, pemasaran dilakukan dengan cara pemasaran langsung "Direct Marketing" secara offline di lingkungan sekitar dan online memanfaatkan internet. Alat pemasaran mereka yang utama adalah WhatsApp Messenger, Facebook dan Instagram. Namun setelah saya telusuri hanya ada beberapa promosi di Facebook pribadi anggota Mabes Home, sedangkan di Instagram lebih sedikit lagi.
KERINGAN (KEripik RIndu kesayaNGAN) Ala Komunitas Mabes Home Bekasi
Bapak Mantan RW Sanan di Saung Komunitas Mabes Home Pangkalan Poncol Sukamekar
Dalam kaitan marketing dan hubungannya dengan komunitas kita mengenal istilah "community marketing", dalam teori community marketing ada dua jenis atau tipe dari community marketing, yaitu: Organic dan Sponsored. Tipe Organic ini dibentuk oleh user/pelanggan tanpa ada intervensi dari perusahaan/brand. Sedangkan tipe Sponsored sengaja dibentuk dan dikembangkan oleh perusahaan/brand. Dalam bingkai teori ini maka pemasaran yang dilakukan oleh Mabes Home ini kalau dipaksa untuk sesuai dengan teori maka akan lebih cocok masuk ke tipe Sponsored, karena produk kripik ini masih dalam tahap menentukan posisi (positioning) dengan target yang luas, menyasar semua segmen pasar. 

Target pemasaran pertama tentunya internal lingkaran komunitasnya yang heterogen, dari sini produk kripik akan banyak mendapatkan masukan dan kritik (feedback) terpercaya, khususnya mengenai rasa dan kualitas kripik itu sendiri seperti: kurang gurih, rasanya terlalu kuat dan berbagai feedback yang bertujuan untuk menyempurnakan produk. Jika anggota atau lingkaran internal komunitas telah puas baik terhadap rasa hingga kemasan maka dengan mengandalkan loyalitas dan solidaritas setiap anggota akan "percaya diri" untuk ikut memasarkan produk ini tanpa merasa dipaksa oleh organisasi. Ini yang Mabes Home lakukan sebelum mereka berani memasarkan lebih jauh produknya dengan rasa dan kemasan yang sekarang, ke depannya masih akan terus disempurnakan dan dikembangkan.
KERINGAN (KEripik RIndu kesayaNGAN) Ala Komunitas Mabes Home Bekasi
Aryo Band Ketua Komunitas Mabes Home
Dari salah satu anggota saya juga mendengar bahwa salah satu alasan adanya usaha kripik ini adalah untuk menambah uang kas komunitas dalam rangka memeriahkan acara milad Mabes Home. Baiklah itu sangat membanggakan, target jangka pendek ini (milad) akan dibiayai secara swadaya melalui usaha menjual kripik keringan ini. Namun dari berbincang-bincang dengan sesepuh komunitas yang disebut sebagai "Surya Paloh" saya menangkap sebuah tujuan jangka panjang yang perlu juga untuk dipertimbangkan.
KERINGAN (KEripik RIndu kesayaNGAN) Ala Komunitas Mabes Home Bekasi
Bapak Tari Karna Bewok bersama Relawan Baja Bopas
Menurut Bapak Tari Karna Bewok mantan ketua RT setempat, anggota komunitas ini tidak semuanya berpenghasilan tetap, karenanya dengan adanya usaha keripik keringan ini ia berharap dapat memberdayakan anggota yang masih belum bekerja ataupun yang banyak memiliki waktu luang. Bukan hanya produksi kripik, dia berharap usaha ini akan berkembang dan akan ada usaha-usaha lain yang akan memberi manfaat, baik itu pengalaman, pengetahuan dan finansial.

"Mereka harus belajar mandiri, salah satunya dengan usaha seperti ini. Orang yang benar-benar membantu akan memberikan kail bukan langsung ikannya". Sedikit saja kata-kata beliau tapi saya paham maksudnya. Tentu Anda juga paham kan?.

Komunitas Mabes Home
Kampung Pangkalan Poncol RT.01/06
Desa Sukamekar Kec. Sukawangi
Kabupaten Bekasi 17655

FWD Loop, Asuransi Zaman Milenial


Pada awal usia 20-an, saya sebetulnya sangat tidak memperhatikan apa itu perlindungan bagi diri sendiri sehingga melakukan apapun sesuai passion akan lebih mudah. Dulu, saya habiskan uang tersebut untuk hang out, ngopi-ngopi cantik, liburan dan lain-lain. Entah apa yang ada dipikiran saya saat itu, namun setelah dihitung-hitung biaya hang out dan main-main lebih banyak daripada kebutuhan pokok seperti makan atau transportasi. 

Gaya hidup memang mengharuskan saya untuk sekedar mencoba cafe-cafe baru atau belanja online sehingga tanpa sadar telah membuat saya lebih konsumtif. Padahal biaya perlindungan itu lebih penting, apalagi saya yang jauh dari orang tua tentu saja membutuhkan perhatian khusus pada saat sakit. Who will help you? Siapa yang peduli denganmu kalau bukan dirimu sendiri. 


Saya baru ingat, ada satu postingan instagram yang membuat saya terkejut. Seorang karyawan dengan gaji sekitar 27 juta, namun tidak bisa menabung sama sekali bahkan mala berhutang pada kartu kredit. Setelah diusut, gajinya dihabiskan untuk memesan kopi berbagai rasa dengan range harga ratusan ribu per sekali pesan, dan hal ini dilakukan setiap hari. Wow, 27 juta setiap bulan tidak bisa mencukupi gaya hidupnya. Agak tidak rasional, namun hal ini terjadi kalau tidak bisa menghentikan kebiasaan buruk ini. 

Lalu saya juga ingin menikmati kehidupan dan bergaya, apa yang harus dilakukan? Bagi saya gaya hidup perlu namun jangan memaksakan diri. Artinya setiap bulan harus diatur berapa persen pengeluaran untuk ngopi-ngopi cantik. Tentu saja ngopi-ngopi ini jangan dilakukan setiap hari. Lakukanlah setiap minggu sekali dengan setiap transaksi tidak boleh lebih dari 100 ribu misalnya. Jadi biaya ngopi-ngopi tidak lebih dari 400 ribu setiap bulannya. 


Biaya perlindungan atau asuransi ternyata tidak lebih dari biaya ngopi-ngopi tadi loh, hanya sekitar 250 ribuan setiap bulannya. Jadi, sebetulnya memiliki asuransi diusia dini pun sangat disarankan, sehingga segala resikonya pun dapat diatasi. 

Trust me, kita akan sangat nyaman menjalani kehidupan hanya dengan pengorbanan yang sedikit dibandingkan dengan gaya hidup yang tidak menjamin kehidupanmu nantinya. Tapi, FWD memberikan semuanya kepada semua orang untuk dapat menikmati diskon di aplikasi FWD Max. 




What is FWD Loop? FWD Loop adalah sebuah asuransi yang komplit tanpa ada tapinya dan memberikan perlindungan yang tidak menguras dompetmu. Bagi generasi milenial, pasti memprioritaskan gonta-ganti hape atau sibuk merencanakan traveling ke mana-mana, padahal bisa disisihkan sekitar 250 ribu saja setiap bulan untuk mendapatkan berbagai manfaat. 

Lalu untuk usia sedang sekitar 26-40 tahun, berapa premi yang harus dibayar tiap bulannya? Hanya dengan 500 ribu saja, maka semua manfaat akan didapatkan. Berikut adalaah nilai premi untuk setiap calon nasabah.

Usia 18-25 tahun nilai preminya Rp 250.000
Usia 26-40 tahun nilai preminya Rp 500.000
Usia 40-45 tahun nilai preminya Rp 750.000
Usia 46-55 tahun nilai preminya Rp 1.000.000


5 Manfaat Dalam Loop

1. Manfaat Meninggal 

Manfaat meninggal berupa uang pertanggungan dan nilai investasi (jika ada) akan diberikan apabila risiko kematian terjadi.

2. Manfaat Kecelakaan 

Manfaat ketidakmampuan atau meninggal akan diberikan apabila kamu menderita ketidakmampuan atau meninggal karena kecelakaan.


3. Manfaat Penyakit Kritis 

Manfaat penyakit kritis berupa uang pertanggungan akan diberikan apabila kamu menderita salah satu penyakit kritis. berupa uang pertanggungan akan diberikan apabila kamu menderita salah satu penyakit kritis.

4. Manfaat Rawat Inap

Manfaat rawat inap dan tindakan bedah akan diberikan apabila kamu menjalani rawat inap atau tindakan bedah di rumah sakit.

5. Manfaat Investasi
Manfaat investasi (termasuk hasil investasinya) dapat kamu nikmati selama polis kamu berlaku.


Wah, ternyata masih ada ya asuransi dengan range harga dibawah satu juta namun sangat banyak manfaatnya mulai dari rawat inap, kecelakaan, kematian, penyakit kritis dan investasi. Coba bandingkan dengan asuransi sejenis lainnya, pasti tidak sekomplit dan semurah ini kan. Informasi lengkap mengenai FWD Loop bisa diakses disini

Selamat menikmati kehidupan dengan passion yang selama ini diminati, jangan takut dengan resiko-resiko yang terjadi karena telah dilindungi. 

Perkenalkan Inilah Pacar Idamanku, Mitsubishi Xpander


Pacar itu menemani setiap saat dan waktu tanpa mengeluh ataupun ngambek. 24 jam selalu siap sedia dan bisa diajakin kemanapun. Inilah pacar idaman yang membuat saya pun betah berlama-lama bersamanya. Apalagi bulan Februari ini katanya sih bulan kasih sayang, jadi tambah pengen lagi deh memiliki pacar idaman. Mengenai kriteria pacar menurut saya sangat simpel yaitu 3B, beauty, brain behavior. Ini mau cari pacar atau mau cari Puteri Indonesia sih, hahaha. Tapi 3B ini sangatlah penting, bagi cowok seperti saya yang tidak memiliki kelebihan yang menonjol. Jadi seimbanglah antara pacar saya di posisi plus dan saya di posisi minus, jadi keturunannya nanti cakep-cakep seperti pacar saya ini, jangan sampai ngikutin saya yang agak gelap kulitnya ini. 

Wake up man, bangun. Pacar pun hanya dalam khayalan saja sudah menentukan kriteria yang sangat tinggi. Jangan muluk-muluk dulu. Mendingan mikirin kendaraan dan rumah impian yang akan membuat hidup menjadi nyaman. Apalagi hidup di Jakarta, pasti membutuhkan kedua hal ini, dan pastinya akan mendukung pencarian pacar yang ala-ala Puteri Indonesia. 


Ngomongin mencari pacar itu sama dengan mencari mobil idaman. Sama saja kriteria antara pacar dan mobil. Mobil itu harus memiliki 3B, Body, Built and Brand

Body

Tentu saja harus memiliki bentuk desain yang cantik namun tetap kokoh. Mobil yang bagus pasti memiliki desain baik exterior maupun interior sesuai dengan harga. Namun, kadang-kadang produsen memberikan poin plus kepada beberapa model dengan desain mewah namun harga terjangkau. 

Built

Kadang kala kriteria built ini dilupakan oleh sebagian orang. Produksi dalam negeri dengan teknologi modern mengacu negara lain seperti Jepang dan Eropa tentu saja menjadi poin plus dalam pemilihan mobil. 

Brand 

Jika memilih mobil yang sudah memiliki nama dan sangat dekat dengan masyarakat Indonesia, maka mobil ini akan saya pilih. Disamping itu, mencari suku cadang dan bengkel pun pasti sangat mudah. 


Selain 3B, kriteria lain dalam memilih pacar idaman adalah harga, kenyamanan dan keamanan. Terus terang di zaman now, harga menjadi salah satu pertimbangan. Apalagi generasi milenial yang sangat memperhatikan penampilan pun sangat menginginkan mobil dengan harga terjangkau namun kualitas bagus. Kenyamanan dan keamanan juga menjadi faktor utama, jangan sampai hal naas terjadi karena keamanannya sangat terabaikan karena harganya diluar batas wajar karena terlalu rendah sehingga mengabaikan 2 hal ini. 

Mau tahu siapa sih pacar idaman saya? Yes, Mitsubishi Xpander. Mobil inilah yang selama ini saya idamankan. Semua kriteria sangat pas tanpa ada kurang suatu apapun. Bahkan mobil MPV ini melebihi mobil sejenis lainnya. 

Sebelum menjadi calon istri, saya juga harus tahu keluarga dan rumahnya untuk mengetahui secara jelas siapa pacar saya ini. Sama saja jika kita mau membeli mobil, pastinya membutuhkan informasi yang lebih, maka mengunjungi pabrik pembuatan Mitsubishi Xpander di Cikarang merupakan sebuah kesempatan langka sekaligus menyenangkan. Yuk, mengenal lebih dekat Xpander dari mulai produksi sampai test drive-nya. 

Mengunjungi Pabrik Mitsubishi Xpander

Mr. Takao Kato - PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia
Kenapa harus ke pabriknya langsung? Kadang kita ditanya seperti ini oleh sebagian orang. Justru dengan melihat langsung proses produksi dan perakitannya, maka secara tidak langsung menambah keyakinan terhadap mobil (pacar idaman). Jika sebelum ke pabrik persentase membelinya hanya 50 persen, maka dengan melihat dengan mata kepala sendiri, maka naik menjadi 80-100 persen. 

Kami disambut oleh pimpinan PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia ( PT MMKSI) di ruang konferensi yang menampung sekitar ratusan orang. Saya berkumpul bersama tim Kompas Otomotif di bagian paling belakang. Salah satu pimpinan PT MMKSI adalah Mr Takao Kato yang menyebutkan bahwa Xpander ini adalah generasi terbaru MPV. Biasanya ibu-ibu sangat jatuh cinta dengan mobil keluarga satu ini karena nyaman dan muat banyak orang sekitar 7 orang. 

Rifat Sungkar - Brand Ambassador 
Rifat Sungkar pun sangat menyukai mobil Xpander ini salah satunya karena sangat nyaman dan dapat menampung seluruh keluarga jika bepergian kemanapun terutama pada saat liburan. Rifat telah memiliki 4 buah mobil Xpander, karena merasa bahwa inilah mobil yang dicari selama ini. Wow, 4 bang Rifat, ngga bagi-bagi sama saya nih. Please, minta satu aja. 


Setelah mendengarkan penjelasan dari pimpinan Mitsubishi dan Rifat Sungkar, maka kini waktunya keliling ke pabrik. Prosesnya sendiri terdiri dari beberapa bagian yaitu Stampling, Wellding,  Assembling, Painting dan Quality Control.

Stampling 

Pada bagian ini lempengan-lempengan material baja di press dan dibentuk menjadi pintu mobil sehingga menjadi satu kesatuan dengan body mobil nantinya. 

Wellding 

Pada bagian ini, bagian-bagian seperti pintu mobil tersebut disatukan dengan kerangka atau body mobil dengan cara dilas.


Painting

Proses selanjutnya adalah pemberian warna sehingga sesuai dengan pemesanan atau request dari dealer mobil, biasanya warna-warna utama seperti putih, abu-abu, silver dan hitam menjadi yang paling diproduksi.

Assembling

Bagian terakhir adalah proses perakitan semua komponen sehingga telah terbentuk mobil secara sempuran seperti pemasangan jok mobil, lampu dan lain-lainnya.

Quality Control

Setelah semua proses selesai akan dilakukan QC untuk mengetahui kelayakan mobil setelah proses produksi sehingga sangat terjamin kualitasnya di pasaran nantinya. 


Nyobain Naik Mobil Xpander


Dan setelah QC, maka saatnya untuk melakukan test drive. Seperti pacar, pastinya akan diuji coba terlebih dahulu seperti bagaimana sih sifat-sifatnya dan apakah cocok menjadi istri nantinya. Nah, mobil Xpander pun harus melakukan uji coba dibeberapa medan seperti tanjakan, belokan, medan basah atau licin dan lainnya.


Saya berkesempatan secara langsung naik mobil MPV yang sangat nyaman ini bersama instruktur sebelum mencoba sendiri bersama teman lainnya. Saat didalam mobil walaupun mobil dipacu dengan kecepatan tinggi namun tidak terjadi guncangan, hal ini karena mobil ini telah dilengkapi sistem ABS (Anti-lock Braking System), ASC (Active Stabilty Control) dan lainnya.


Setelah melakukan kunjungan ke rumah mertua eh maksudnya Pabrik Mitsubishi ini, maka saya dengan yakinnya akan melamar pacar idaman saya untuk menjadi istri yang setia sampai ajal nanti. Semua kriteria semuanya telah dimiliki seperti 3B (Body, Built and Brand), faktor keamanan dan kenyamanan serta suku cadang dan bengkel pun dimana-mana, apalagi saya dengar kalau harganya itu mulai dari Rp 192 juta. Wow, harganya sangat fantastis. Informasi lengkap mengenai Xpander ini bisa diakses di http://mitsubishixpander.com/info-produk .

Nah, inilah pacar idaman saya selama ini. Xpander ini incaran dan idaman kamu kan?

Notes : Dokumentasi dari Tim Mitsubishi dan KompasCom 

Episode 06 – Nongkrong Bareng Podcast Pojokan

Kali ini gue mau rekomendasi satu lagi channel podcast keren: Podcast Pojokan yang digawangi oleh Buluk dan Hap. Baru kali ini gue wawancara atau ngobrol lah lebih tepatnya, yang bikin keluar semua dari pakem ilmu wawancara yang selama ini gue yakini. Tapi justru di situlah kelebihan podcast ini. Meski terpisah jarak lebih dari 3000 Km antara Bangkok dan Depok, tapi rasanya seolah lagi nongkrong bareng mereka di pos siskamling di Kampung Beji sana, ngobrol segala macam tentang podcast podcast mereka dan juga podcast secara umum di Indonesia

Ayo ikutan nongkrong, yok. Masih ada tempat nih di pos kamling kita atau lumayan lah buat temen macet2an pulang pergi kerja.  Bisa dengar langsung di Souncloud di sini atau lewat player di bawah ini:



Dengarkan Podcast Pojokan ini di:

Soundcloud.com/podcastpojokan untuk episode terbaru atau di:

mixcloud.com/podcastpojokan untuk arsip-arsip podcast lama mereka.

 

Music used in this episode:

Carpe Diem by Kevin MacLeod (incompetech.com)

Licensed under Creative Commons: By Attribution 3.0 License

Tips Merekam Podcast dengan Ponsel

Belakangan ini makin banyak saja podcast Indonesia yang bermunculan dan menariknya banyak sekali yang direkam menggunakan ponsel pintar/ smartphone. Ini jelas bukan lagi masalah karena kualitas mikrofon ponsel pintar yang semakin canggih dan sudah mendekati kualitas mikrofon biasa.

Tapi, makin banyak yang merekam podcast dengan ponsel, makin banyak pula muncul “penyakit” terkait kualitas suara hasil rekaman dari ponsel dan ini malah berpotensi menjauhkan pendengar. Beberapa diantaranya:

  • Suara terlalu kecil, bahkan sekalipun volumenya di naikkan sampai maksimal. Sebagus apapun obrolan kalian kalau suara kecil, tentu tidak nyaman didengarkan.
  • Suara terlalu “kotor.” Kotor di sini maksudnya bisa karena gangguan suara dari sekeliling yang terlalu besar, musik yang terlalu besar, suara hembusan angin dari mulut saat merekam, suara kresek mikrofon yang tergesek-gesek, suara hembusan angin saat rekaman di luar dan tertangkap oleh mikrofon dll.
  • Hasil rekaman tidak stabil. Percayalah, paling tidak nyaman mendengarkan podcast yang suaranya bisa tiba-tiba tinggi, lalu kemudian rendah dan naik lagi bahkan sampai pecah.
  • Suara podcaster yang tidak jelas, entah terlalu lambat atau terlalu cepat atau tidak jelas bicara apa. Ini bukan soal bagus tidaknya suara. Meskipun lahir dari era radio dengan penyiar-penyiar “golden voice“, gue nggak percaya ada suara yang bagus dan tidak. Suara semua orang punya keunikan. Yang ada adalah suara yang jelas dan mudah dipahami dan yang tidak. Titik!

Nah, berangkat dari itu berikut beberapa tips yang semoga berguna bagi para podcaster atau calon podcaster yang mau memanfaatkan ponsel mereka untuk merekam.

 

KENALI POSISI MIKROFON PONSEL
Tips pertama dan paling penting adalah kenalilah baik-baik mikrofon ponsel kalian.

  • Kenali di mana posisi mikrofon di ponsel.  Jangan sampai kalian justru bicara ke speaker dan bukan mikrofon. Umumnya mikrofon di ponsel sudah dirancang sedemikian rupa sehingga dekat dengan mulut yaitu di bagian ujung bawah sebelah kiri sementara pengeras suara di ujung bawah sebelah kanan. Jadi buat yang kidal, jangan sampai tertukar dan bicara di pengeras suara dan bukannya mikrofon karena sedikit banyak ini berpengaruh ke hasil rekaman.Karena itulah salah satu cara ideal jika merekam dengan ponsel adalah dengan menggunakan posisi sebagaimana layaknya sedang menelpon. Kalaupun harus menggunakan mikrofon ponsel untuk ditodongkan ke orang lain, misalnya saat wawancara, pastikan posisi ponsel tidak persis horizontal dengan mulut pembicara. Letakkan sedikit ke bawah, sekitar dagu. Mengapa? Lebih lengkap lagi dibahas di tips berikutnya dan juga tips terakhir.
  • Jaga jarak mikrofon – Jarak ini jadi penting. Kenali posisi dan jarak yang paling menghasilkan suara terbaik entah dari segi volume atau daya tangkap. Posisi ideal mikrofon adalah yang tidak horizontal dengan mulut, tetapi sedikit di bawah mulut. Dengan demikian mikrofon tidak akan terganggu suara hembusan angin atau suara mulut lain yang tidak nyaman didengar.Berapa jarak yang ideal? Tentu saja tergantung kualitas mikrofon. Ada yang sensitif walaupun jauh tapi ada yang harus dekat dengan mulut. Jadi akrabi, kenali mikrofon di ponsel kalian. Jangan malas untuk melakukan tes rekaman.

 

NOISE CANCELLING MICROPHONE
Nyaris setiap mikrofon ponsel sudah menggunakan teknologi “noise cancelling“. Ini adalah teknologi yang memungkinkan mikrofon menangkap suara yang paling dekat dengannya dan meredam suara-suara lain di sekelilingnya. Inilah yang menjelaskan kenapa ada jenis ponsel tertentu yang meskipun kita merekam di tempat yang ramai namun suara kita tetap terdengar jelas.

Tapi di sisi lain, inilah yang menyebabkan kenapa sangat tidak disarankan untuk meletakkan ponsel di meja saat rekaman, terutama saat rekaman ngobrol beramai-ramai atau saat wawancara. Kenapa? Karena bisa jadi suara akan terdengar sangat jauh atau malah apesnya, mikrofon akan lebih menangkap suara sekitar daripada suara kita.

 

KENALI LOKASI REKAMAN
Lokasi menentukan kualitas. Perhatikan hal berikut dari segi lokasi:

  • Kebisingan – Dengan ponsel yang rata-rata mikrofonnya sudah memiliki teknologi noise cancelling, merekam di tengah pasar atau di atas angkot sekalipun, misalnya, bukan lagi masalah. Tapi hindari sumber suara yang sangat keras karena bisa jadi akan lebih ditangkap oleh mikrofon. Contoh: suara mesin motor atau mobil yang terlalu keras.
  • Angin – Mau ponsel kalian dilengkapi dengan teknologi noise cancelling secanggih apapun, angin adalah musuh besar. Suara angin yang terarah ke mikrofon jelas akan menimbulkan suara yang mengganggu, misalnya merekam di tengah angin kencang atau merekam di pinggir pantai. Coba saja tiup mikrofon ponsel. Seperti itulah suaranya. Karena itu cari lokasi yang tidak terlalu berangin, atau kalau terpaksa benar coba lindungi mikrofon dengan telapak tangan agar angin tidak berhembus langsung ke mikrofon. Bayangkan kalian lagi ngobrol di ponsel tapi tidak mau didengar orang lain. Nah seperti itu posisinya. Cuma jangan bisik-bisik juga kali.. :p
  • Ruangan – Merekam di dalam ruangan bukan berarti masalah terselesaikan. Seringkali hasil rekaman malah menggema atau malah seperti ngobrol di dalam kaleng. Kadang ini tidak nyaman bagi yang mendengarkan, Pastikan kondisi ruangan tidak mengeluarkan gema saat kita bicara.

 

JANGAN CHARGE PONSEL SAAT REKAMAN
Nah, ini juga seringkali mengganggu karena ada ponsel yang mengeluarkan suara listrik statis saat dipakai rekaman sambil dicharge. Kenali penyakit ini di ponsel masing-masing dengan merekam dalam posisi dicolok dan tidak. Kalau tidak ada beda kualitas suara, alhamdulillah. Ponsel mahal ya? Hehe..

 

PAKAI KONDOM!
Serius! Kondom adalah istilah becandaan untuk pelapis mikrofon yang berfungsi menyaring suara-suara luar, termasuk angin. Ini biasa dikenal dengan muffler, windscreen atau pop filter. Ada trik lain yaitu menggunakan sapu tangan atau handuk kecil yang tidak terlalu tebal. Tapi pastikan untuk mengecek kualitas suaranya, karena kadang-kadang malah membuat suara kita “mendem.”

 

PAKAI MIKROFON TAMBAHAN/ EKSTERNAL
Oke, buat yang mau selangkah lebih serius ke podcasting dengan ponsel, cobalah cari mikrofon tambahan. Ada beberapa macam mikrofon tambahan yang bisa gue rekomendasikan mulai dari yang sederhana sampai yang agak tidak sederhana hehe.

  • Handsfree – Handsfree adalah mikrofon tambahan paling terjangkau. Setiap ponsel rasanya punya handsfree, kan? Itu tuh kabel headphone dan microphone yang dipasang ke colokan audio.  Jadi kalian juga tidak repot-repot nempel ponsel ke kuping. Tapi pastikan kalian mengenali di mana posisi mikrofonnya. Jangan terbalik.
  • Mikrofon Jepit – Itu istilah gue buat lavalier atau lapel microphone. Ini mikrofon kecil yang dijepit di kerah baju kayak penyiar-penyiar di televisi itu loh. Ada banyak model dan harga. Produsen mikrofon terkenal Rhode misalnya punya SmartLav yang khusus dibuat untuk ponsel pintar. Ada lagi yang lebih terjangkau dari merek Aputure. (Disclaimer: bukan buzzer pedagang Glodok apalagi olshop, tapi pssstt. yang terakhir disebut ini murmer lho untuk kualitas yang bagus..)
  • Microphone Splitter – Nah, ini menarik nih buat yang mau podcasting berdua. Ketimbang bolak-balik todong ponsel ke arah yang bicara, ada alat yang namanya microphone splitter yang dijual di pasaran. Ini gunanya untuk memecah jalur mikrofon menjadi dua. Satu buat elo, satu buat co-host atau nara sumber. Jadi wawancara bisa lebih natural, lebih santai bisa sambil ngopi-ngopi juga kan. Tapi pastikan jenis splitter yang digunakan untuk mikrofon dan bukan untuk headphone. Salah satu cirinya adalah pada ujung jack mikrofon splitter terdapat tiga garis hitam. Adaptor seperti ini agak jarang. Salah satunya adalah merek RODE SC6 Adapter. Lihat video reviewnya di sini. Saya juga pernah pesan mikrofon lavalier ini yang dibuat khusus (custom) dengan satu colokan dan dua mikrofon.
  • Mikrofon Biasa – Selain mikrofon jepit, ada juga mikrofon biasa yang ujung colokannya sudah model 3.5mm atau sesuai dengan colokan yang ada di ponsel. Modelnya pun beragam, ada yang dilengkapi kabel panjang ada yang langsung menempel di body ponsel.
    Dipilih.. dipiliihh.. Kakaaaa…. Mikrofonnya kakaaa.. :p

 

TES.. 1.. 2.. 3.. 4..
Meskipun ini tips terakhir, tapi biasakan untuk melakukannya di awal sebelum rekaman. Jangan pernah memulai rekaman tanpa memeriksa terlebih dahulu apakah kualitasnya bagus atau tidak. Rekamlah beberapa detik dengan posisi yang senyaman mungkin dan dengarkan dengan headphone. Periksa apakah suaranya nyaman didengar? Apakah suara sekeliling mengganggu? Apakah ada suara kresek atau hembusan nafas kalian? Setel volume di posisi pertengahan dan dengarkan apakah sudah cukup baik? Kalau sudah, ingat dan pertahankan posisi itu saat rekaman.

Kalian pernah dengar orang tes mikrofon dengan “Tes.. satu, dua tiga..” Kalau gue hitungnya sampai empat. Kenapa? Cara itu bukan iseng. Saat kita bilang “tes” atau “satu” tujuannya untuk mengecek apakah ada suara “hissing” atau semburan udara yang tertangkap mikrofon. Bahkan ada yang memakainya untuk mengecek level suara treble. “Dua” biasanya untuk mengukur “bas” dan gue tambahkan dengan menyebut angka “empat” untuk memastikan tidak ada suara “popping”. Ini adalah suara “pop” yang muncul saat menyebut huruf P atau B. Ini juga sangat berlaku untuk rekaman dengan ponsel.

~~~

Begitulah. Semoga tips ini bermanfaat buat para podcaster yang ingin memastikan kualitas suaranya bagus. Ada satu tips lagi dengan menggunakan software sederhana di komputer untuk membuat suara lebih stabil, lebih level. Bisa disimak di sini tipsnya.

Paling akhir sekali. Ada satu masalah yang sering muncul di kalangan calon podcaster, terutama saat mendengar hasil rekaman suara sendiri: mereka merasa suaranya terdengar aneh. Mengapa bisa begitu? Ada dua penyebabnya:

  • Pertama, kalian terlalu banyak berpatokan pada suara yang kalian anggap ideal dari para penyiar radio dan televisi.
  • Kedua, jelas aneh karena kita jarang mendengarkan rekaman suara sendiri. Coba pikir. Melihat wajah sendiri di foto saja kita sudah sering tapi kadang masih tidak puas, kan? Nah berapa sering kalian mendengar suara sendiri? Padahal biasa saja. Setiap orang punya suara khas.

Nah, buat yang tertarik, di posting berikutnya gue akan berbagi tentang teknik sederhana untuk bersuara yang ideal. Ini tidak akan menjamin suara kalian jadi seperti penyiar idola kalian itu. Mereka butuh bertahun-tahun untuk bisa bersuara seperti itu. Terlebih lagi, suara ideal menurut gue adalah suara yang bisa dipahami.

So stay tuned!

 

Salam,

Rane

Ini 10 Fitur WhatsApp Business Untuk Mendukung Bisnis

WhatsApp Business sudah hadir sebagai platform yang berdiri sendiri (standalone) dengan tujuan membidik kalangan pelaku bisnis agar mudah menjalin komunikasi dengan lebih baik kepada para pelanggannya. Aplikasi Android-nya juga sudah bisa diunduh (download) di Google Play Store dengan gratis tis tis.

Fitur WhatsApp Business Untuk Mendukung Bisnis
WhatsApp Business di Google Play
Sebagai pengguna Whatsapp Messenger pertanyaan yang pertama muncul apa perbedaan WhatsApp Messenger dan WhatsApp Business?. Pertanyaan yang mirip saat Facebook memperkenalkan Facebook Page, apa bedanya Facebook Profil dengan Facebook Page? Ok untuk menjawab itu perhatikan 10 point perbedaan yang saya dapat dari hasil bertapa di Sungai Cidahu Kampung Cibijong, Desa Jayabakti, Cidahu, Sukabumi sambil memusatkan fikiran kepada batu bersusun hasil karya anak-anak muda kreatif untuk mengajak warga untuk menjaga lingkungan. *mulai ngelantur deh*

Abaikan kalimat di atas, ini beberapa point penting fitur WhatsApp Business yang membedakannya dengan Whatsapp Messenger:
  1. WhatsApp Business dapat di-install dalam 1 HP bersama dengan WhatsApp Messenger, tidak ada kecemburuan diantara mereka, mereka hidup rukun bahkan saya bisa berbalas chat mesra dengan WhatsApp Messenger ke WhatsApp Business walau dalam HP yang sama. Ini juga memudahkan kita beralih akun untuk chat bisnis atau chat yang tidak ada hubungannya dengan bisnis tanpa berganti mobile phone;
  2. WhatsApp Business bisa didaftarkan menggunakan fixed line, namun tidak bisa didaftarkan dengan menggunakan nomor yang sama. Artinya untuk menginstall 2 aplikasi di 1 HP seperti di atas itu kita membutuhkan nomor lain yang berbeda dengan nomor yang kita pakai untuk WhatsApp Messenger;
  3. WhatsApp Business memiliki fitur balas cepat, balas otomatis maupun salam yang otomatis. Hanya perlu diubah sedikit sesuai dengan selera lalu WhatsApp Business akan menjawab otomatis chat yang belum sempat kita balas;
  4. Profil WhatsApp Business menampilkan keterangan akun bisnis, deskripsi bisnis dan peta sehingga pelanggan ataupun calon pelanggan dapat lebih yakin dengan siapa dia berkomunikasi;
  5. Dapat memperlihatkan jam operasional bisnis. Dalam profil terpampang jam operasional bisnis yang dapat kita atur secara bebas; 
  6. Dalam profil dapat juga menampilkan alamat email dan alamat web. Ini akan bermanfaat jika pelanggan menghubungi kita di luar jam operasional, mereka dapat mengirim pesan dll melalui email ataupun berkunjung lebih dahulu ke alamat web untuk mencari informasi yang sekiranya dibutuhkan;
  7. WhatsApp Business dapat memisahkan kategori pesan yang masuk dengan "Labels". Dengan fitur ini kita bisa mengkategorikan pesan masuk tertentu sehingga komunikasi dengan konsumen lebih terorganisir. Label itu antara lain: Pelanggan Baru, Menunggu Pembayaran, Terbayar, Pesan Selesai, dan kita bisa membuat kategori label sendiri sesuai kebutuhan kita;
  8. Nama akun (nama tampilan) yang kita gunakan tidak bisa diubah seperti akun WhatsApp Messenger. Sampai saat ini WhatsApp Business tidak memungkinkan kita mengubah nama yang kita daftarkan, karenanya pertimbangkan untuk menggunakan nama bisnis/Brand kita sebaik-baiknya. Mungkin suatu saat akan ada menu untuk mengubahnya, mungkin;
  9. Lencana centang hijau. WhatsApp Business akan melakukan verifikasi pada semua akun yang terdaftar, untuk akun yang telah lulus verifikasi maka akan muncul centang hijau di sebelah nama profil. Mirip-mirip lencana centang biru pada akun terverifikasi di Facebook Page, Instagram atau Twitter;
  10. Statistik pesan terkirim dan diterima. Fitur ini mencatat statistik pesan terkirm dan pesan yang diterima ini hanya ada di aplikasi WhatsApp Business, soal manfaat dari fitur ini saya belum tahu, tapi pasti lah berguna. :)
Fitur WhatsApp Business Untuk Mendukung Bisnis
Tampilan Fitur WhatsApp Business 

10 fitur WhatsApp Business ini adalah kelebihan dari Whatsapp Messenger, fitur standar di Whatsapp Messenger seperti status, info, voice call, video call, kirim file, broadcast, grup dan lainnya juga ada di WhatsApp Business. Intinya semua yang ada di Whatsapp Messenger ada juga di WhatsApp Business, tapi apa yang ada di WhatsApp Business tidak ada di Whatsapp Messenger. Sama seperti Whatsapp Messenger, WhatsApp Business juga bisa diakses melalui web https://web.whatsapp.com

Dengan adanya WhatsApp Business kita dapat melakukan banyak hal untuk mengembangkan bisnis kita yang sebelumnya tidak dapat dilakukan melalui Whatsapp Messenger. Patut diingat karena akun ini adalah akun bisnis maka musti dibedakan dengan akun pribadi di Whatsapp Messenger. WhatsApp Business sepatutnya kita gunakan untuk pelanggan/mitra/klien yang membutuhkan jawaban cepat dan hanya untuk membahas persoalan yang terkait bisnis, untuk chat jenis lain sebaiknya gunakan saja Whatsapp Messenger agar lebih bebas dan tidak terikat nama brand/perusahaan.
Fitur WhatsApp Business Untuk Mendukung Bisnis
Xiaomi India WhatsApp Business profil
[Pict: fonearena.com]
Kalau teman-teman memiliki Facebook Page tentu teman-teman paham kapan menggunakan Facebook Messenger dari akun facebook profil dan kapan menggunakan Facebook Messenger dari akun bisnis/Facebook Page. Whatsapp Messenger juga bisa menggantikan chat Facebook Messenger pada halaman Facebook sehingga pelanggan dari Halaman Facebook atau pun web dapat langsung menghubungi kita hanya dengan menekan tombol WhatsApp pada Halaman Facebook dan web kita.

Untuk saat ini saya belum coba mengkonversi (convert) nomor HP yang selama ini saya gunakan di WhatsApp Messenger untuk saya gunakan di WhatsApp Business, mungkin kalau sudah bulat niat saya untuk mengubahnya dan sudah berhasil saya akan update di postingan ini saja... mungkin :)