BUNGA DAN TEMBOK

Seumpama bunga
Kami adalah yang tak kau hendaki tumbuh
Seumpama bunga
Kami adalah yang tak kau kehendaki adanya

Engkau lebih suka membangun kota dan merampas tanah
Engkau lebih suka membangun jalan layang membangun tembok besi

Seumpama bunga
Kami adalah yang tak kau hendaki tumbuh
Seumpama bunga
Kamilah yang rontok di bumi kami sendiri

Engkau lebih suka menanam rumah dan merampas sawah
Engkau lebih suka membangun jalan layang membangun tembok besi

Jika kami bunga
Engkaulah tembok itu
Telah kami tanam biji-biji di tubuhmu
Kelak suatu nanti kami kan tumbuh 
Dengan keyakinan: engkau harus hancur!

Engkau harus hancur!
Engkau harus hancur!
Engkau harus hancur!


_____________
Musikalisasi Fajar Merah
Video by Muhsin Ali Mabrur

Dibawakan dengan ancur-ancuran saat Perpustakaan Jalanan Bekasi turut meramaikan perhelatan Hari Puisi Indonesia - GAUNG PUISI DI TAPAL BATAS UTARA di Sekolah ALam Prasasti, Kp Piket Desa Sukatenang Sukawangi Bekasi. Minggu, 12 Agustus 2018.



EPISODE 27 – MAKE INDONESIA WARAS AGAIN

Episode kali ini adalah segmen In My Sok Tau Opinion (IMSTO) yang gue rekam spontan di sela-sela break kerja hari ini. Ini semacam dialog lah dengan sisi lain gue mengenai sebuah kegelisahan melihat perkembangan politik akhir-akhir ini yang menurut gue udah cenderung nggak waras. Atau jangan-jangan gue yang nggak waras? Simpulkan sendiri deh 😊 Oya ada guest star di  episode ini yang pernah hadir di beberapa episode lalu: Si Ncuy. Siapa dia? Dengerin aja deh 😊



Disclaimer:

Konten ini sepenuhnya adalah tanggung jawab gue dan tidak terafiliasi dengan partai, kubu atau kepentingan politik manapun! Keberatan, kritik, komentar silahkan ke suarane@gmail.com atau tinggalkan pesan di sini.

Catatan teknis:

Episode kali ini direkam dan diedit dengan menggunakan fitur standar dari aplikasi Anchor. Si Ncuy dibuat dengan aplikasi Text To Speech. Musik latar: Wingspan & Rue Severine (Anchor)

 

 

#PDL I Can Sleep Everywhere



#PDL adalah Pernah DiLakukan. Tulisan ringan tentang apa saja yang pernah saya lakukan selama ini; jalan-jalan di sekitar Kabupaten Ende, backpacker-an ke tempat-tempat di luar Kota Ende, 'merusuhi' acara, termasuk perbuatan-perbuatan iseng bin jahil bin nekat.

***

Jum'at barokah. Jum'at, entrance weekend. Dan kalau sudah menulis weekend, pasti berhubungan sama hari pembebasan umat manusia dari rutinitas kerja rodi khususnya orang kantoran yang kudu bekerja dari Senin sampai Jum'at. Meskipun waktu kerja saya Senin sampai Sabtu tapi setiap Jum'at saya tetap bersenang-senang menunggu weekend soalnya Sabtu itu pekerjaan lebih longgar dari weekdays. Oke, prolognya cukup sekian. Biasanya saya bakal lama banget bermain-main di prolog.


Sebenarnya saya sudah berniat untuk tidak meng-update tulisan dalam dua hari ini karena:

1. Mempersiapkan wisuda (besok).
2. Panitia Ema Gadi Djou Memorial Cup 2018. Seperti biasa, anggota panitia Seksi Publikasi dan Dokumentasi.

Tetapi, karena suatu hal, saya tidak tahan untuk tidak bercerita. Jari-jari tangan saya gatalnya minta ampun!

Alkisah, Selasa malam saat pertandingan kedua yang mempertemukan Muthmainah FC dan IM Ertiga FC, saya diserang kantuk yang luar biasa saat sedang duduk di pinggir lapangan Stadion Marilonga bersama Anto Ngga'a. Padahal tidak alasan mendasar kenapa saya mendadak mengantuk begitu karena saya memang tidak biasa tidur siang. Meskipun pagi sampai sore saya bergulat dengan seabrek kegiatan pun tidak dapat membuat saya mengantuk kesorean. Tapi mungkin kegiatan Selasa kemarin rada padat ya, jadi saya sudah cukup lelah padahal baru pukul 20.00an Wita. Itu belum ditambah dengan JMKK.

Maka saya pun pamit pada Anto untuk masuk ke ruangan media center. Semua kursi penuh penumpang; wajah-wajah letih. Wah, mau duduk di mana ini. Eh, mata saya menumbuk seonggok karpet yang ditumpuk di dekat sudut ruangan. Duduk ah ... dari duduk menjadi rebah. Dari rebah menjadi ngorok. Hahaha. Sempat sih dengar Oston, si MC kondang, duduk di dekat saya bermain ML tapi terus saya hilang ke alam gelap. Lelap saja gitu, tanpa mimpi (ngarep mimpi ketemu Ryan Gosling). Thika Pharmantara yang temani cuma bisa melihat dari jauh ... pasrah punya Encim macam begini.


Ternyata aksi tidur itu diabadikan oleh Selfi dengan penuh semangat, lantas mengirimkannya via WA. Ebusyet, saya tidurnya cantik gini:


Kayak putri tidur hahaha.

Saya memang bisa tidur di mana saja. Yess, darling! I can sleep everywhere. Pernah, suatu kali kami serombongan pulang dari pernikahan sahabat kami di Kota Mbay, Kabupaten Nagekeo, jadi #KuliKamera gitu. Di tengah perjalanan saya mendadak ngantuk parah. Tanpa ba-bi-bu saya minta turun di daerah pantai. Tahukah kalian, ketika mata sudah dikuasai kantuk, hamparan pasir hitam itu terlihat seperti ranjang maha empuk? Lempar backpack ke pasir, jadi bantal, rebahan, dan hilang ke alam mimpi. Entah waktu itu mimpi apa, yang jelas saya tidur sampai dua jam lebih, meninggalkan Kakak Pacar, Akiem, dan Effie ternganga di alam nyata.

Pernah juga waktu saya dan Kakak Pacar #KuliKamera di Laja, saya diserang kantuk parah sepagi itu. Begitu tiba di Kecamatan Boawae, lihat masjid, langsung tepar di terasnya! Sampai Kakak Pacar dibangunin sama penjaga masjid, menyarankan saya tidur di dalam saja. Tidak apa-apa katanya. Tapi mana bisa saya bangun? Sudah enaaaak sekali tidurnya hihihi. Pernah juga waktu pulang dari Danau Kelimutu, sedang dibonceng Kakak Pacar, saya diserang kantuk. Sumpah, itu tidak tahan lagi kantuknya. Kakak Pacar meminta saya tidur di pundaknya. Memang tidak bagus, tapi lumayan semenit dua menit, tapi tidak sempurna kan. Tiba di rumah langsung tepar tidak pakai permisi lagi.

Untung ... Kakak Pacar paham :D hihihi.

Kejadian saya ketiduran di sembarang tempat itu, yang paling parah, waktu saya ketiduran di gate dan ketinggalan pesawat dari Surabaya menuju Kupang. Tobat? Maunya tobat. Tapi kalau sudah mengantuk, harus tanggung segala resiko *angkat bahu*.

Pernah, saya pernah begitu. Because I can sleep everywhere. Pernahkah kalian begitu juga? Tidur di sembarang tempat saking tidak tahan kantuk? Bagi tahu donk di komen.


Satu saja doa saya hari ini: bisa tidur lebih cepat, besok tidak terlambat bangun supaya bisa menuju ke salonnya Deth Radja buat make up, dan hadir prosesi wisuda dengan wajah cerah ceria. Aaaaaawwww.

Doakan saya ya :)


Cheers.

5 Persiapan Wisuda


Yay! Akhirnya, Insha Allah, hari yang ditunggu-tunggu tiba setelah ditunda selama sebulan. Wi-su-da. Wisuda bakal dilaksanakan Sabtu, 20 Oktober 2018 di Auditorium H. J. Gadi Djou. Di Kampus I Universitas Flores. Mumpung sekarang saatnya #KamisLima yuk kita cek apa saja sih yang harus dipersiapkan cakal wisudawan dan wisudawati? Apakah membeli permen dua bungkus juga perlu? Perlu sih, kalau kalian memang pecinta permen. Qiqiqiqi. Yang jelas jangan bawa sikat gigi dan mantan pacar.

Baca Juga : 5 Hasil Daur Ulang

Pos ini mungkin tidak akan bermanfaat bagi kalian yang berada di luar Pulau Flores, atau yang kuliah di universitas lain. Karena setiap universitas dan/atau perguruan tinggi punya peraturannya masing-masing. Saya menulis ini, khusus untuk mahasiswa/i Universitas Flores. Yuhuuuu.


Jadi, apa saja sih yang harus dipersiapkan?

Mari kita simak ...

1. Kelengkapan Berkas (Final)

Biasanya akan ada telepon/sms dari KTU Prodi tentang berkas yang belum lengkap. Hayo, bagi kalian yang berkasnya belum lengkap, segera lengkapi.

2. Gladi Bersih 

Gladi bersih wajib diikuti oleh semua calon wisudawan / wisudawati karena bakal ada penomoran kursi peserta. Saya sudah mengikutinya kemarin (Senin s.d. Rabu) di sela-sela kesibukan menjadi panitia Seksi Publikasi dan Dokumentasi Ema Gadi Djou Memorial Cup 2018. Yuhuuuu. Harus pintar bagi waktu dan dilarang keras begadang kalau tak ada perlunyaaaaaa ...

3. Jubah dan Toga

Setelah gladi bersih ada pembagian jubah dan toga. Di Universitas Flores, jubah dan toga dipinjamkan oleh pihak universitas. Jadi, silahkan mengantri saat hari pembagian tiba. Setelah itu, jangan lupa dicuci dulu yaaaa atau di-laundry saja. Ingat, pengembalian jubah dan toga juga ada batas waktunya.


4. Istirahat Yang Cukup

Ini wajib. Tidak perlu begadang kalau game-nya belum tamat. Eh ... hehe. Kenapa harus istirahat yang cukup? Karena prosesi wisuda itu lamanya ampun-ampunan. Kalau tidak cukup istirahat, bisa berabe. Bisa telat bangun. Bisa ketiduran saat prosesi. Bisa juga pingsan :D Sudah banyak kasus wisudawan / wisudawati pingsan. Meskipun panitia menyiapkan tim medis, tapi sebaiknya istirahat lah yang cukup.

5. Foto Studio

Foto studio perlu disiapkan sebelum hari wisuda. Sebelum jubah dan toga dicuci, ajak seluruh teman angkatan dari prodi untuk foto di studio. Karena, kalian akan sulit bisa foto bersama setelah prosesi wisuda selesai. Yang ada malah selfie sana sini bareng dosen, orangtua, pacar ... tercerai-berai satu angkatan itu. Foto studio bakal jadi kenangan paling manis. Ehem.

Mempersiapkan segala sesuatu untuk wisuda memang bikin perasaan deg-degan.


Luar biasa memang persiapan wisuda ini. Itu di luar baju loh hahaha. Anyway, terimakasih Kakak Rikyn Radja, koreografer ngehits NTT, yang sudah menghadiahkan saya gaun wisuda motif Sumba yang cantik *kedip-kedip hepi*. Untungnya Kakak Ully, penjahitnya, tidak lupa menjahit saking ditunda terlalu lamanya wisuda ini. Hehe.



Bagaimana dengan kalian yang sudah diwisuda? Apa saja persiapan yang kalian lakukan? Bagi tahu di komen yuk :)



Cheers.

5 Obat Sakit Kepala


Boleh saya ketawa dulu? Boleh doooonk ...

*ketawa agak lama, terus mulai menulis*

Selama ini, setiap Rabu, saya selalu menulis ragam manfaat yang berhubungan dengan kesehatan tubuh manusia. Mulai dari manfaat lidah buaya yang ngehits itu, manfaat mengkonsumsi telur, manfaat jalan kaki, manfaat menikung pacarnya sahabat, manfaat bawang putih, sampai obat herbal penurun hipertensi, dan lain sebagainya. Saya selalu berharap pos #RabuLima selalu bermanfaat untuk kalian semua. Sebelum bermanfaat untuk kalian, harus bermanfaat untuk saya terlebih dahulu hahaha. Oleh karena itu, saya sudah mulai mengkonsumsi lidah buaya mentah. Rasanya di lidah? Rasa buaya. Biasa saja. Hehe.


Kali ini saya mau mengajak kalian menengok lima obat sakit kepala versi saya. 

Sakit kepala itu banyak macamnya, banyak juga penyebabnya. Sakit kepala bisa disebabkan terlambat makan, bisa disebabkan kepala terlalu lama terpapar sinar matahari (berbeda untuk setiap orang, ada yang kuat, ada yang rapuh), bisa juga disebabkan stres berkepanjangan, atau karena kurang minum air putih. Makanya, rajinlah minum air putih minimal 8 gelas sehari. Kalau sakit kepala menyerang, rasanya pasti tidak enak. Yang enak itu es kelapa muda. Biasanya kalau sakit kepala, orang-orang akan meminum obat dan/atau pergi ke dokter. Soalnya kalau sudah sakit kepala, mau kerja apa pun jadi malas.

Ooo ... begitu.

Berikut, silahkan simak lima obat sakit kepala versi saya, tanpa harus menambahkan referensi dari sana dan sini karena ini murni versi saya.

Dotceki ... eh, cekidot ...

1. Si Dia Yang Mempesona

Si dia yang mempesona harus ada. Kalau tidak ada, kepala pasti sakit, apalagi jika ada permintaan ini itu dari penghuni rumah; beli sembako, beli jajan, beli baju, beli pacar, beli salome dan gerobaknya sekalian, beli yang punya toko. Wuih kepala rasanya dihantam kontainer! Ini penampakan si dia:


Kalau si dia yang berwarna pink itu tidak ada, alaram tanda bahaya muncul dan kepala bakal sakit banget. Hahaha. Come on, wajahnya jangan seserius itu. Untuk bisa mendapatkan si dia, harus bekerja dan berusaha. Dan tentu saja percaya bahwa Allah SWT telah mengatur rejeki setiap umatNya.

2. Si Dia Gerbang Bersosial

Berikutnya adalah si dia gerbang bersosial. Kalian kan tahu, zaman sekarang bersosial tidak face to face saja. Justru, bersosial melalui dunia maya lebih sering dilakukan entah itu lewat blog, Facebook, Twitter, Youtube. Banyak cara bersosial. Kalau yang satu ini tidak ada ... berabe:


Smartphone dan paket data. Gerbang bersosial di dunia maya. Tanpa keduanya ... kepala pasti sakit karena saya pasti gelisah maksimal. Makanya, Teh, jangan terlalu eksis dan narsis di dunia maya. Matilah kepala kau sakit seandainya smartphone rusak dan/atau tidak ada paket data! Seharusnya hal ini tidak boleh terjadi. Tapi zaman telah dan terus bergeser *halah* kalau dulu tidak ada teman buat main tanah itu petaka, maka sekarang tidak ada smartphone dan paket data maka datanglah mega sakit kepala.

3. Si Dia Yang Irit Bensin

Suatu kali ada yang bertanya pada saya, apa yang akan saya lakukan jika tidak ada kerjaan di rumah (setelah pulang kantor). Maka saya menjawab, jalan keliling kota, ke sana, ke sini, cari udara segar. Dan itu dapat dilakukan, selain berjalan kaki atau jalan sehat malam hari, menggunakan si Oim Hitup dan/atau Onif Harem. Akan tetapi si Onif Harem jauh lebih irit ketimbang Oim Hitup.


Bisa juga, yang lebih irit, pakai sepedanya si Indra hahaha. Tapi tidak saya sarankan untuk newbie pesepeda karena topografi Kota Ende yang bakal bikin betis berwajah masam sama kita. Oleh karena itu di Kota Ende tidak ada becak *ngakak guling-guling*.

4. Si Dia Yang Bikin Nyaman

Obat sakit kepala versi saya berikutnya adalah si dia yang bikin nyaman:


Banyak sekali jenis si dia yang bikin nyaman ini. Pemandangan gunung, sawah (seperti pada gambar di atas), pantai, danau, dan lain sebagainya. Alam merupakan salah satu obat sakit kepala saya. Pernah, suatu kali sedang sangat sakit kepala memikirkan ini itu, saya langsung ngegas Oim Hitup, pergi ke pantai, menonton anak pantai bermain, terus pulang dan tidur. Hihi.

5. Si Dia Maha Segalanya

Sebenarnya ini obat pertama. Tapi sengaja saya letakkan di paling akhir. Si Dia Maha Segalanya. Ngga'e. Tuhan.


Dia Yang Di Atas adalah sumber segalanya, termasuk sumber penyembuhan. Kalau sudah sakit kepala, coba kalian mengambil air wudhu dan mengaji (atau shalat apabila sudah waktunya shalat). Percayalah, ini obat segala obat. Semua kembali pada kepercayaan masing-masing. Misalnya kalau yang Muslim dengan ber-wudhu kemudian shalat dan/atau mengaji, teman-teman yang Nasrani bisa berdoa baik di rumah maupun di gereja.

Karena ini pos lucu-lucuan versi saya, jangan ditanggap keliwat serius. Nanti botak.

Jadi, kalau kepala kalian mendadak sakit kayak si Ucul pada awal pos ini, seperti saran si Putri, coba cek dompet ... siapa tahu ketiadaan si pink menjadi pemicu sakit kepala. Hehe. Siapa tahuuu; artinya tidak selalu begitu. 

Demikianlah lima obat sakit kepala versi saya. Yakin, kalian juga punya obat sakit kepala versi kalian sendiri. Bagi tahu donk dengan saya hehehe.


Cheers.

Nonton MotoGP Sepang Sekarang, Bayarnya Nanti Aja


Siapa yang menolak jika diajakin nonton MotoGP di Sepang, Malaysia? Termasuk saya pun akan menerima ajakan tersebut dengan senang hati. Malaysia memiliki arti dari sekedar negara kedua setelah Singapura yang pernah saya jejaki sebagai salah satu syarat menjadi seorang traveler sejati. Mungkin terlalu klise, tapi memang teman-teman traveler lain sangat menyarankan Malaysia sebagai negara yang perlu dikunjungi. 

2012, tepatnya untuk pertama kali saya menerima stempel kedatangan di bandara LCCT (Low Cost Carrier Terminal). Saya masih takjub dan tak percaya akhirnya saya bisa menikmati nasi lemak dan berfoto-foto di menara kembar yang sangat tersohor. Saat itu masih sangat jarang informasi mengenai SIM Card atau online maps karenanya saya hanya mengandalkan buku panduan dan maps yang selalu saya kumpulkan dari berbagai tempat seperti Tourism Information. Nyasar it sudah menjadi hal yang wajar dan sejata saya hanya bertanya dan bertanya kepada petugas dan penduduk sekitar. 


Selama di Kuala Lumpur, saya mencari informasi dan akhirnya memutuskan untuk ke Penang. Alasan saya adalah kota lama atau bangunan kunonya yang sangat terawat sama seperti di Malaka. Dan Penang adalah jalan menuju ke Hatyai, sebagai pintu gerbang menuju ke Thailand. Pengalaman yang selalu menyenangkan dan makanan yang sama dengan Indonesia membuat selera makan saya sama bahkan lebih. Kata teman, salah satu hal yang perlu diperhatikan pada saat traveling adalah makanan. Dan, menurut teman saya, sebelum menerima culure shock yang lebih extreme, saya harus menyesuaikan dengan negara tetangga terlebih dahulu. 

Beberapa kali ke Malaysia, saya sangat kangen dengan nasi lemaknya yang sangat enak. Nasi lemak kalau di Jakarta bisa disamakan dengan nasi uduk yang luar biasa sedapnya. Terakhir saya mengunjungi Sabah dan Sarawak di ujung utara Provinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara. Sedangkan edisi sebelumnya, saya mengunjungi Kuala Lumpur dengan segala keunikannya karena saya sempat menikmati kota dari atas city tour bus. 



Menyaksikan MotoGP di Sepang adalah impian yang belum tercapai dalam beberapa tahun belakangan ini. Salah satu yang membuat saya ingin menyaksikannya adalah karena Erlangga. Sahabat saya dari SMA yang kini juga sama-sama menetap di Jakarta. Dia pernah menonton F1 di Sepang. Saya sebetulnya iri, namun secara positif saya menjadikannya sebagai motivasi agar dapat menonton secara langsung. Bahkan, beberapa destinasi seperti Hongkong pun saya termotivasi dari foto-fotonya. Kami memang jarang bertemu, namun sekali bertemu banyak sekali cerita yang kita sharing dan mengalir seperti kita bertemu setiap harinya. 


MotoGP itu sebuah seni pertunjukan yang memukau seluruh indra termasuk mata. Bagi saya menyaksikan perlombaan itu memacu adrenaline dan membuat hidup menjadi lebih menyenangkan karena pengalaman ini bisa dibilang sekali seumur hidup. Mungkin lain waktu kita dapat ulang lagi, namun setiap masa merupakan sebuah kenangan yang manis dan tidak akan terulang lagi. Apalagi jika ini adalah momen pertama kali, mungkin saya tidak akan melupakannya seperti pertama kali ke Malaysia pada tahun 2012. 

Alasan lainnya adalah karena bisa dibayar nanti melalui cicilan. Loh, memangnya bisa ya traveling sekarang tapi bayarnya nanti aja? Bisa bangetlah karena ada program menarik berupa Maxi Travel dari Adira Finance. Dan, kebetulan juga MotoGP ini juga termasuk dalam Maxi Travel yang akan di laksanakan oleh Tx Travel sebagai salah satu tour travel terbaik di Indonesia. 


Maxi Travel ini memudahkan bagi siapa saja yang ingin traveling sekarang namun pengen menunda pengeluran karena banyak yang kebutuhan yang harus dipenuhi dalam beberapa bulan belakangan. Zaman now, memang banyak sekali alternatif yang dapat kita lakukan untuk traveling dan salah satu solusi bagi tidak memiliki dana lebih bisa melalui Maxi Travel. Program ini menawarkan bukan hanya paket perjalanan domestik baik dalam maupun luar negeri saja namun perjalanan Umroh, pemesanan tiket dan pemesanan hotel.

Lalu apa saja yang harus disiapkan untuk mendapatkan program Maxi Travel ini? Syaratnya hanya fotocopy KTP, Fotocopy STNK, BPKB Mobil atau Motor, KK dan NPWP. Nah, untuk paket wisata  bisa ditentukan sendiri oleh kita tanpa harus sesuai dengan brosur atau paketan yang telah ditentukan sebelumnya. 


Nah, yang ingin menyaksikan MotoGP di Sepang dapat mengakses Tx Travel secara langsung karena tour ini merupakan salah satu yang terpercaya menyelenggarakan paket Moto GP dengan banyak pilihan seperti tour 3D2N dan 4D3N. Sebagai informasi, program Moto GP Sepang ini akan diselenggarakan pada tanggal 3-5 November 2018 untuk paket tour 3D2N sedangkan paket 4D3N akan diberangkatkan pada 2-5 November 2018. Pemberangkatan bisa melalui 7 kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar dan Makassar. So, tidak ada lagi masalah bukan kalau berasal dari luar dari Jakarta. 

Nah yang penasaran dengan Itinerary, ini dia kegiatan selama 4 hari 3 malam yang akan dilakukan di Kuala Lumpur dan Sepang. 

Jum’at/02 : Penerbangan ke Kuala Lumpur

Kumpul di bandara 3 jam sebelum keberangkatan, bertemu Tour Leader untuk proses absen, bagasi dan boarding pass, lalu penerbangan ke Kuala Lumpur. Setiba di bandara KLIA-1, bertemu Local Guide, untuk group KLM langsung menuju ke hotel sedangkan group GA berkunjung ke Istana Merdeka, Tugu Negara, Mesjid Negara, Dataran Merdeka, City Gallery dan makan malam bersama lalu check-in hotel, istirahat.

Sabtu/03 > Qualifying

Sarapan pagi, mampir ke Twin Tower dan Berly’s Chocolate House, menuju sirkuit guna menyaksikan babak latihan dan kualifikasi dari Moto3 (12.35-13.15), MotoGP (14.10-14.50), Moto2 (15.05-15.50), makan malam dengan buffet menu “all u can eat” di restoran Kuala Lumpur, kembali ke hotel, istirahat.


Minggu/04 > Final Race Day

Sarapan pagi, menuju sirkuit guna menyaksikan babak pemanasan dan balapan final Moto3 (12.00-13.00), Moto2 (13.20-14.20), MotoGP (15.00-16.00), kembali ke bus semula di parkiran, mampir ke Mitsui Outlet Park KLIA Sepang untuk menghindari kemacetan di tol arah pusat kota, baru kemudian kembali ke hotel.

Hari-4/Senin/05 > City Tour

Sarapan pagi, check-out hotel, untuk group GA langsung menuju ke bandara sedangkan group KLM berkunjung ke Istana Merdeka, Tugu Negara, Mesjid Negara, Dataran Merdeka, City Gallery dan makan siang, kemudian menuju ke bandara KLIA-1 untuk proses bagasi dan boarding pass, lalu penerbangan ke Jakarta. Usailah sudah tur Nonton Bareng MotoGP Sepang bersama TX Travel, sampai jumpa di musim balap 2019.


Apa sih keunggulan dari Maxi Travel dibandingankan dengan program cicilan lainnya? Nah, ini dia beberapa keunggulannya. 

Prosesnya Mudah 

Customer datang langsung ke perusahaa tour & travel dan memilih paket yang telah ditentukan. Apabila perusahaan tour & travel bekerjasama dengan Adira Finance maka akan menghubungi petugas di cabang Adira Finance terdekat. Namun, apabila perusahaan tour & travel tersebut belum bekerjasama dengan Adira Finance maka customerlah yang mengajukan tour & travel tersebut. 

Syaratnya Mudah 

Syaratnya hanya fotocopy KTP, Fotocopy STNK, BPKB Mobil atau Motor, KK dan NPWP.

Jaminan Hanya BPKB 

Selain proses dan syaratnya yang mudah, jaminan yang disyaratkan oleh Adira Finance hanya berupaka BPKB saja tanpa embel-embel yang lain. 

Traveling Sekarang Bayarnya Nanti

Kaum milenial termasuk saya memang sangat menginginkan kebebasan financial dan ingin menikmati serta menjelajah negara lain tanpa khawatir dengan dana yang kurang mencukupi, oleh karenanya membutuhkan program Maxi Travel yang dapat jalan-jalan tanpa risau dan membayarnya nanti setelah liburan selesai. 


So tunggu apa lagi, jangan sampai kamu keburu kerepotan dengan urusan anak atau sudah keburu tua untuk menikmati seluruh hal yang harusnya bisa kamu lakukan pada saat muda. Yuk, angkat telepon dan hubungi Dering Adira di 1500511 atau bisa menghubungi email customercare@adira.co,id dan website adira di www.adira.co.id. Sampai jumpa di MotoGP Sepang. 

Backpacks Impian


Backpack, backpack, packpack. Saya memang serakah. Sudah punya banyak backpack tapi masih suka cuci mata di toko online terutama bagian backpack/daypack/ransel dan sepatu. Menurut hikayat, mata saya bakal lebih segar dan sehat, bahkan angka silinder berkurang, hanya dengan melihat foto backpack dan sepatu. Kenyataannya, mata saya memang terhibur tapi perasaan tersakiti patah jadi dua gara-gara harus menahan segala godaan syaitan yang terkutuk. Jempol tak boleh berkehendak seenak perut mengklik tombol beli atau tombol masukkan ke keranjang. Perasaan ini lebih sakit dari pertanyaan: kapan kawin? A-ha!

Baca Juga : Pen Printer

Backpack sudah menjadi bagian kehidupan saya, kalian, mereka. Setiap hari pasti panggul backpack. Jangan harap kalian melihat saya membawa tas perempuan kecuali pada hari saya tidak ingin mebebani pundak. Sebisa mungkin semua benda masuk ke jok sepeda motor, hehe. Macam-macam backpack berukuran sedang (bukan carrier) yang sekarang memenuhi lemari tas termasuk backpack khusus perempuan dan drawstring bag. Macam-macam merek; Consiva, Eiger, Trekker, sampai yang tidak bermerek. Tapi toh sampai sekarang saya masih mencari backpack yang benar-benar nyaman dipakai dan mudah ketika hendak mengeluarkan barang.

Banyak jenis backpack yang sudah masuk list. List buat cuci mata alias buat dilihat lagi, lagi, dan lagi. Untuk membeli backpack, egeeeennn!?, saya harus menahan diri. Haha. Hidup harus ada skala prioritas, kata Mamatua. Harus bisa bedakan antara keinginan dan kebutuhan. Beeeuuuh. Salah satu backpack yang paling saya sukai dari daftar cuci mata itu adalah backpack anti maling berikut ini:


Namanya Bobby. Harganya 89,95 Euro atau setara 106 Dollar. Harga segitu lumayan murah jika dibandingkan fasilitas si Bobby seperti: zipper dan kantong tersembunyi, anti air, anti cut, port pengisian USB terintegrasi, garis keselamatan, kompartemen shock-proof. Anti maling yang dimaksudkan di sini merujuk pada zipper dan kantong tersembunyi sehingga menyulitkan maling/copet merogoh karena bakal sulit mencari pintu masuk haha. Bahasanyaaa. Serta, anti cut alias tidak dapat disobek dengan benda tajam. Karena anti air, kita tidak perlu tambahan rain cover yang biasanya tersimpan di bagian bawah backpack. Ugh, ini backpack impian kita semua.


Selain Bobby, muncul begitu banyak pula backpack yang canggih nian. Yang bakal bikin kita geleng-geleng kepala saking canggihnya. Seperti SunPack dari FlexSolar berikut ini:


Didesain oleh Iris Liu dan Lilian Wang, harganya 59 Dollar. Apa keistimewaan SunPack? SunPack dilengkapi (terintegrasi) dengan panel surya Flextech! Jadi kalian tidak perlu repot membayar tambahan tagihan listrik karena ngecas ini itu terutama ngecas telepon genggam. SunPack juga bakal mempermudah kalian kalau berkegiatan di luar ruangan karena tidak perlu pusing mencari tempat colokan. Cihuy! Kebutuhan listrik untuk telepon genggam sudah disediakan oleh SunPack. Selain itu, SunPack dilengkapi fitur seperti penyimpanan terkotak, desain tahan air, penguncian anti-maling, kantong pemblokiran RFID untuk kartu, dan port USB dan headphone terpadu, tangguh dan fleksibel, panel tahan air, tahan debu, tahan cuaca. Dirancang dengan tekstur bergelombang, panel dapat menangkap tenaga matahari secara efisien kapan saja, di mana pun panel ini menghadap (tanpa perlu menghadap langsung ke matahari sebagai sumber listrik).

Awesome! Backpack impian kita semuaaaa *siul-siul*.

Satu lagi backpack impian yang patut diulas yaitu Duffle Sport. Duffle terdiri dari tiga kompartemen terpisah yang dapat berfungsi sendiri dan/atau juga bisa disatukan untuk fungsi lebih. Untuk mempermudah, silahkan lihat gambar berikut ini:


Gambar di atas adalah tiga Duffle yang terpisah. Kalau cuma pengen ke kantor dan membawa laptop, buku, dompet, barang printilan lainnya, pakai yang ini saja karena tipis dan lebih masuk akal, kan tidak mungkin juga ke kantor bawa carrier tapi isinya cuma laptop:


Kalau urusannya lebih ke banyak barang, misalnya butuh bawa pakaian ganti, atau butuh bawa cobek, silahkan gabungkan dengan yang satu ini:


Sedangkan kalau ingin bepergian selama seminggu dengan bawaan jauh lebih banyak: pakaian, sepatu, kamera, buku, handuk, dan lainnya, silahkan gabungkan yang berikut ini:

 
Keren sekali kan? Apabila hendak bepergian selama seminggu, bawa saja yang terakhir. Sudah sampai hotel, tinggalkan yang besar, jalan-jalan keliling kota misalnya, cukup memanggul yang kecil. Aaaarrggggh. Suka sekali sama desainnya! Duffle didesain oleh Johnathan Webster dan dibanderol 259 Dollar. Terberkatilah kau, Webster! Dan tentu ini backpack impian kita semua *siul tambah kencang*.


Seandainya diijinkan oleh Yang Di Atas, saya bakal pilih ketiganya. Maruk? Biarin deh. Soalnya betul-betul memenuhi impian sih. Apakah kalian sudah punya salah satu backpack di atas? Bagi tahu donk bagaimana rasanya memakai salah satu backpack impian itu.

Dunia ini, kata Mamatua, semakin canggih. Haha.

Semoga bermanfaat!


Cheers.

Belajar Literasi Digital


Hai semua, apa kabar? 

Tumben nanya begitu di awal pos *habis kesambit penunggu tanaman sawi di belakang rumah*.


Akhirnya materi yang sudah lama ditunggu tersampaikan juga di Kelas Blogging NTT oleh Kakak Anazkia. Tapi karena Kanaz-nya sedang sibuk berat, cieee uhuk, maka diteruskan oleh Om Bisot. Apakah materi tersebut? Literasi Digital. Materi ini termasuk materi yang saya tunggu-tunggu loh. Tidak selamanya mentor tahu segalanya kan? Hihihi. Jadi, begitu jarum jam memasuki waktu 21.00 Wita, saya berusaha untuk memantau WAG. Berusaha ... karena malam itu juga sedang mengerjakan sesuatu bersama Kakak Pacar. Silahkan berimajinasi apa yang kami lakukan. Qiqiqiqi. 

Apa itu literasi digital?

Menurut materi (creative common) yang disampaikan oleh Kanaz, literasi digital adalah:


Gambar di atas, juga beberapa gambar berikutnya di dalam pos ini, diambil dari materi tersebut, yang disusun oleh Relawan TIK, Internetsehat, dan ICT Watch. Secara umum yang dimaksud dengan literasi digital adalah kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), untuk menemukan, mengevaluasi, memanfaatkan, membuat dan mengkomunikasikan konten/informasi, dengan kecakapan kognitif ataupun teknikal. Ada banyak model kerangka (framework) untuk literasi digital yang dapat ditemukan di internet, dengan ragam nama dan bentuk. Setiap model memiliki keunikan dan keunggulannya masing-masing.

Ada tiga kerangka atau pilar utama literasi digital yang tertera di mater ini (yang mana materi ini disampaikan pada Mini Workshop di Wonosobo, 19 Februari 2018) yaitu proteksi, hak-hak, dan pemberdayaan:


Proteksi mencakup perlindungan data pribadi, keamanan daring, dan privasi individu (dan resiko personal). Hak-hak mencakup kebebasan berekspresi, kekayaan intelektual, dan aktivisme sosial (berkumpul, berserikat). Pemberdayaan mencakup jurnalisme warga, kewirausahaan, dan etika informasi. Jadi, ketika bicara tentang literasi digital, kita bicara tentang tiga kerangka tersebut di atas, yang pembahasan lengkapnya ada di dalam materi tersebut. Materi yang sangat lengkap karena membahas tentang data pribadi, hak-hak pengguna internet, serta pemberdayaan pengguna internet; jurnalisme warga, kewirausahaan, dan etika informasi.


Di tengah lautan hoaks yang menghantam di Indonesia bak tsunami, dengan kasus terfenomenal tentang oplas seorang ibu yang you know who, literasi digital ini penting diketahui oleh semua orang. Agar apa? Agar kita tidak menjadi si penyebar hoaks apalagi si pembuat hoaks. Ini berkaitan dengan kerangka ketiga sub etika informasi di atas. Dulu juga sudah ada kode etik online yang sayangnya belum diketahui semua orang, atau sudah diketahui tetapi diabaikan.


Duhai Kakanda, bunuh saja akyu dari pada diabaikan. Diabaikan itu syakiiittt.
Filter informasi ini penting karena sudah ada hukum yang mengaturnya yaitu Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Meskipun UU ITE ini penuh kontroversi namun tidak semua pasalnya merugikan netizen. Terutama perasaan netizen yang rentan karena putus cinta perlu dilindungi dari hoaks. Halaah hahaha. Maksud saya adalah sesama netizen harus menghargai orang lain ketika kita memberikan informasi; jangan sampai memberikan informasi palsu.

Jangan sampai jadi pembuat dan penyebar hoaks!

Jadi, meskipun kalian sudah tahu, saya sarankan kepada kita semua untuk membaca baik-baik kerangka literasi digital karena sangat bermanfaat bagi kehidupan maya kita, termasuk anak-anak kita. Hehe. Ini adalah panduan untuk kita agar kita tidak terseret ke ranah hukum hanya karena tidak paham atau karena pura-pura tidak paham/tahu. Tapi, bukan berarti sudah ada hukum yang mengaturnya, kita jadi enggan memilah yang mana kritikan, yang mana gosip, yang mana hoaks. Kritikan itu perlu selama itu bersifat membangun/mengoreksi yang disertai data.

Berbicara soal data, ini penting sekali. Semua orang tentu tidak ingin menyampaikan berita burung atau berita 'sekadar'nya bukan? Sama juga ketika kita menulis konten blog. Sertakan data entah data itu berdasarkan pengalaman pribadi, data berdasarkan literasi yang kita baca, data berdasarkan wawancara, data berdasarkan pesan atau data dari sponsor. Semuanya data. Oleh karena itu, jangan pernah mengabaikan pos/konten sebuah blog, karena blogger tidak asal menulis saja.

Banyak blogger yang melakukan riset terlebih dahulu sebelum membuat/menulis konten.


Semoga bermanfaat.


Cheers.

Menghargai Perbedaan dalam The Help

Diambil dari sini.

Sudah Sabtu lagi. Saatnya me-review. Semoga filem yang saya review ini bisa jadi referensi bagi kalian mengisi weekend. Bagi yang sedang berkebun, jangan lupa manfaatkan weekend untuk merawat tanamannya. Ngomong sama diri sendiri. Filem ini bukan filem baru, tentu saja, yang dirilis tahun 2011 silam. 

Baca Juga :

Dari judul dan gambar pada awal pos kalian pasti sudah tahu filem apakah gerangan? Yess, filem ini berjudul The Help. Diangkat dari novel yang ditulis oleh Kathryn Stockett, The Help adalah filem drama sejarah Amerika Serikat yang disutradarai oleh Tate Taylor dan diproduseri oleh Chris Columbus, Michael Barnathan dan Brunson Green (jadi ingat dokter Green di ER haha). Wikipedia menjelaskan: The Help dibintangi oleh Viola Davis, Emma Stone, Octavia Spencer, Jessica Chastain, Bryce Dallas Howard dan Allison Janney.

Apakah yang akan kalian lakukan ketika melihat ketidakadilan terjadi di depan mata? Ketidakadilan itu seperti; penindasan dan kesewenang-wenangan (a la Iwan Fals) serta pelanggaran HAM.

Apakah kalian akan diam saja?
Apakah kalian akan berontak?
Atau ... apakah kalian akan berontak melalui cara paling elegan yaitu melalui tulisan?

The Help, dengan seting tahun 1963, bercerita tentang kebrutalan para majikan terhadap asisten rumah tangga mereka yang didominasi oleh orang Afrika. Para majikan ini adalah Hilly Holbrook (Bryce Dallas Howard) si pemimpin kelompok sosialita dengan ibu Mrs. Walters (Sissy Spacek), ada juga Elizabeth Leefolt (Ahna O'Reilly), dan tentu saja si tokoh penulis Eugenia "Skeeter" Phelan (Emma Stone). Skeeter selalu merasa tidak nyaman berada di dekat teman-temannya dalam pertemuan-pertemua sosialita mereka karena Elizabeth apalagi si Hilly selalu bersikap rasis terhadap para asisten rumah tangga.

Rasisnya itu diantaranya adalah tidak memperbolehkan asisten rumah tangga memakai kamar mandi yang sama dengan kamar mandi mereka, apalagi sampai memakai kamar mandi tamu. Padahal kan kita tahu bahwa nature calling itu tidak dapat ditahan. Lagipula semua kamar mandi berfungsi sama kan? Tidak peduli siapa pun yang menggunakannya asalkan selalu dibersihkan setelah dipakai.

Adalah Aibileen Clark (Viola Davis) seorang pelayan Afrika-Amerika yang bekerja pada Elizabeth, serta temannya yang bernama Minny Jackson (Octavia Spencer) yang bekerja pada Hilly. Aibileen sangat dekat dengan anak Elizabeth yang berama Mae Mobley sedangkan Minny sangat terkenal dengan pie buatannya yang lezat pada setiap pertemuan para sosialita itu.

Suatu kali, badai mengerikan terjadi dan Minny menolak untuk pergi keluar menggunakan toilet bantuan. Nature calling sudah tidak dapat ditahan, maka dia memakai toilet tamu. Oleh karena itu Hilly memecat Minny, yang kemudian digantikan oleh Yule May (Aunjanue Ellis). Minny kemudian bekerja di rumah Celia (Jessica Chastain), isteri Johnny Foote (Mike Vogel). Johnny adalah mantan kekasih Hilly. Celia ini punya masalah tidak percaya diri atau apalah gara-gara keguguran dan merasa Johnny tidak mencintainya sepenuh hati. Masalah-masalah rumah tangga semacam itulah. Tapi Minny yang polos dan baik hati mampu menjadi 'teman' Celia yang selalu mendengarkan keluh kesahnya.

Melihat betapa rasisnya teman-temannya, Skeeter yang punya kemarahan terhadap ibunya karena dulu pernah memecat Constantine tanpa alasan yang jelas, mulai mendekati Aibileen untuk menjadi narasumber bukunya. Tidak hanya Aibileen, mereka juga mengajak para asisten dan pekerja lainnya untuk berbagi cerita atas sikap para majikan yang semena-mena itu. Pertemuan rahasia di rumah Aibileen yang awalnya hanya dua orang, kemudian berkembang menjadi belasan orang. Perasaan Skeeter semacam terkoyak mendengar cerita mereka. Manapula Yule kemudian dituduh mencuri cincin milik Hilly.

Murka Minny pada Hilly terbalaskan melalui sepiring pie. Dengan wajah manis yang dibuat-buat Minny mengantar pie itu untuk Hilly yang langsung dicoba di depan rumah. Lantas, Hilly bertanya, "Apa ini?" karena rasanya tidak seperti pie yang biasa dibikin Minny, dan Minny menjawab, "My shit." Kira-kira seperti itu lah. Hahaha. Minny ... kau awesome! Dan cerita itu terangkum di dalam buku yang ditulis Skeeter yang berjudul The Help.

The Help laku keras dan semua orang terbahak-bahak setiap kali membaca kisah pie-shit itu. Dengan diam-diam, hasil penjualan The Help diberikan Skeeter pada para narasumbernya termasuk Aibileen dan Minny. 

Kemudian The Help sampai di tangan Hilly. Awalnya dia biasa-biasa saja dengan buku itu sampai kemudian tiba pada kisah pie-shit. Maka histerislah Hilly. Sumpah, sampai adegan ini saya tertawa terbahak-bahak dan berkata, "Pembalasan Minny sangat manis, semanis pie-shit, eh se-shit pie-shit."

Kalau kalian ingin tahu selengkapnya, silahkan nonton sendiri filem The Help. Ada kok di Hooq. Saya sendiri juga nonton di Hooq.

Apa yang saya peroleh setelah menonton The Help?

Selain "Pembalasan Minny sangat manis, semanis pie-shit, eh se-shit pie-shit." itu? Cekidot.

Bahwa, Hak Asasi Manusia merupakan hak terhakiki yang tidak boleh dilanggar oleh siapapun termasuk majikan sendiri. Jangankan majikan yang membayar upah karena suatu pekerjaan, Presiden pun tidak boleh melanggar HAM ini. Salah satu cara menjaga HAM orang lain adalah dengan tidak berpikiran dan bersikap rasis seperti yang dilakukan, paling ekstrim, oleh Hilly. Perbedaan warna kulit bukan alasan untuk bersikap seperti itu.

Bahwa, tidak semua orang di dalam satu kelompok punya pemikiran yang sama. Seperti Skeeter yang berbeda dari Elizabeth dan Hilly, misalnya. Dia sangat-sangat tidak suka sikap, terutama, Hilly yang sangat merendahkan dan penuh penghinaan terhadap para asisten rumah tangga. Sama juga dalam kehidupan kita sehari-hari. Nurani, pada akhirnya, selalu menang. Janganlah kita menyamakan orang hanya karena mereka berasal dari kelompok yang sama ... siapa tahu mereka sebenarnya 'berbeda'.

Bahwa, menulis merupakan cara paling elegan untuk segala hal; berbagi cerita positif, mengungkap kebobrokan, menintakan sejarah. Agar kita tidak lupa pada kejadian masa lampau yang bisa jadi pelajaran untuk kehidupan masa sekarang. Kira-kira seperti itu menurut saya.

Bagaimana dengan kalian? Apabila sudah pernah menontonnya, apa pendapat kalian tentang filem The Help? Yang jelas, teruslah menulis. Kita bisa tahu tentang The Help dari sebuah buku yang DITULIS. Teruslah menulis.

Happy weekend!



Cheers.