Freestate, Sepatu Idaman Traveler

Gambar ini dan gambar lainnya diambil dari sini.


Sol sol do mi la la si laaaaa

*mata merem ngetes suara cempreng*

Nyanyi dulu yuk lagu Sepatu dari Tulus. Udah. Hah? Kok cepat? Karena kalau disuruh nyanyi saya bisa melantunkan dua album berturut-turut tanpa jeda. Sebaiknya kita akhiri urusan nyanyi sampai di sini sebelum kuping kalian tumbuh jamur tiram gara-gara suara saya.

Baca Juga : Backpacks Impian

Zaman dulu sepatu hanya boleh dipakai oleh raja-raja dan/atau bangsawan. Sepatu menunjukkan kasta atau kelas dari si pemakai. Terimakasih untuk perkembangan zaman serta penyamarataan hak-hak terutama hak asasi manusia, sehingga sepatu bukan lagi barang mewah yang hanya boleh dipakai oleh tuanku yang terhormat. Sepatu boleh dipakai oleh siapa saja. Bahkan bayi-bayi imut pun pasti pakai sepatu. Sepatu rajut si bayi itu kece badai tralala apalagi yang berwarna kuning. Bagi kita yang hidup di zaman canggih ini, sepatu sudah menjadi benda wajib, yang harus dipakai ketika keluar rumah.

Bagi traveler, sepatu termasuk benda wajib angkut meskipun ada juga traveler yang lebih nyaman memakai sandal jepit atau sandal gunung. Tentu saja sepatu yang dipilih haruslah yang nyaman dan ringan. Karena, aktivitas di luar ruangan bakal sangat sulit apabila memakai high heels duabelas senti. Naik ke puncak Gunung Kelimutu memakai high heels tidak saya anjurkan. Rempong, jeung! Selain nyaman, sepatu itu harus pula kuat alias tahan banting. Banyak orang bilang barang bagus itu tidak perlu bermerek dan mahal. Tapi, barang yang bermerek dan mahal itu oleh produsennya diusahakan haruslah tahan banting. Ada kualitas ada harga. Kita pasti tidak mau sepatu yang sekali pakai langsung bikin jempol kaki nongol menyapa dunia.

Salah satu sepatu yang saya rekomendasikan kali ini, termasuk sepatu yang sukses bikin iler saya tumpah ruah, adalah Freestate.

Freestate, best travel partner for your sole and soul.

Freestate didesain oleh Nicola Marshall-Jones dari Ten Thousand Island. Dibanderol 134 Dollar. Harga segitu terbilang murah untuk desain dan manfaat yang dirasakan oleh pemakainya. 


Apabila ada yang bilang tidak ada sepatu perjalanan multi tujuan terbaik, maka itu adalah klaim yang sangat berani. Itu yang tertulis di situs ini oleh Sarang Seth. Dalam industri yang menghabiskan miliaran Dollar dalam penelitian materialnya, akhirnya jadilah sepatu yang diklaim sebagai sepatu terbaik di seluruh dunia. Freestate; sepatu yang nyaman, fleksibel, bergaya, murah, tahan lama, dan cocok baik untuk kerja dan kegiatan di luar ruangan. Seth menulisnya: sepatu hibrida yang terlihat dan terasa nyaman.



Konstruksi elastis pada bagian tumit yang mengembang dan menyesuaikan dengan lekuk tumit memungkinkan Freestate dipakai dengan nyaman dengan kaus kaki maupun tanpa kaus kaki dan rasanya seperti kulit kedua yang membungkus kaki. Didesain dengan neoprene yang dapat bernapas dan TPU yang fleksibel, Freestate dapat dipakai kapan saja. Freestate yang dirancang tahan air hadir dengan lapisan dalam yang terbuat dari material eksklusif yang disebut Freelow, yang membantunya cepat kering. Konstruksi TPU, neoprene, dan karet, tidak terpengaruh oleh air sehingga pemakainya dapat menggunakan sepatu ini pun untuk berenang. Selain itu berkat kemampuan non-slip phylon pemakai dapat menekuk dan melenturkan kaki secara alami.


Freestate yang asyik dipakai di luar ruangan juga lebih ringan dari sepatu biasa karena dibuat menggunakan teknik jahit strobel yang canggih. Sepatu ini tahan lama, fleksibel, dan jauh lebih ringan dari sepatu lain. Freestate juga diklaim ramah terhadap mesin cuci, dan lapisan dalam Freeflow itu membantu proses pengeringan dengan seketika. Jadi, tak perlu menunggu lama atau nyalah-nyalahin cuaca.

Ngiler kan kan kan?


Bagaimana, kalian mau memilikinya? Silahkan siapkan 134 Dollar. Jangan tanya saya. Saya cukup bagian ngilernya saja. Karena, rak sepatu sudah cukup kesal dengan tingkah saya dan Thika hahaha. Tapi bagi kalian yang sering berkegiatan di luar ruangan, saya sangat menyarankan kalian membeli Freestate. Sekali beli, bisa dipakai lama dan bisa dipakai dalam kegiatan apapun.

Semoga bermanfaat!


Cheers.

KEPO BUKU #13: DARI BUKU KE LAYAR PERAK 2/2

Ini adalah bagian kedua Kepo Buku di mana kami bertiga, Hertoto “Toto” Eko, Rane Hafied dan Steven Sitongan  membahas buku-buku yang diadaptasi menjadi film. Masing-masing punya satu buku favoritnya yang juga sudah jadi film dan akan diceritakan dengan sudut pandang dan gaya masing-masing. Selain itu ada seorang teman Kepo Buku yang mengirimkan rekaman cerita bukunya yang juga tidak jauh-jauh dari dunia film.

Kami juga menunggu partisipasi teman-teman untuk kirim cerita bukunya lewat voice note. Selengkapnya ada di bawah.

Selamat menikmati.



Di mana dengar podcast Kepo Buku?

Google Podcast | Spotify | Anchor | Breaker | Sticher | Pocketcast | Radio Public

 

AYO CERITAKAN BUKU YANG LAGI KALIAN BACA LEWAT AUDIO:

Yoi cuy, kita mau ngajak kalian buat ikutan di Kepo Buku. Intinya kita mau tahu kalian lagi baca buku apa? Kirim dalam bentuk rekaman suara (maksimal 5 menit). Jangan lupa sebut nama, lokasi dan ceritakan buku yang kalian lagi baca atau mau kalian rekomendasikan. Ada dua cara yang bisa dilakukan:

  1. ANCHOR: Untuk pengguna aplikasi Anchor, klik “Message” dan mulai rekam review kalian. (Durasi maksimal 1 menit tapi kalau masih kurang, silahkan rekam lagi)
  2. WHATSAPP:  Gunakan fasilitas Voice Note di Whatsapp. Klik/ ketik link ini di HP kalian: http://bit.ly/ikutkepobuku
  3. EMAIL: Rekam di voice note di hp dan kirim lewat email ke suarane@gmail.com

Rekaman yang kita terima akan kita sertakan dalam episode-episode Kepo Buku berikutnya.

 

Credits:

  • Cerita buku dikirim oleh Johar Arifin di Boyolali. Terima kasih ya, Mas Johar..
  • Musik: “Fretless” oleh Kevin MacLeod (incompetech.com). Licensed under Creative Commons: By Attribution 3.0 License
  • Cover: pixabay.com

 

-rh-

I Choose To Be Happy One


Bahagia itu sederhana. Lihat orang tersenyum di pagi hari saja sudah membuat saya bahagia. Anak-anak yang lari dan bermain pun membuat saya tersenyum di pagi hari. Senyum dan kemudian hati menjadi bahagia itu datang dari hal-hal kecil yang tidak terduga bahkan kadang bukan datang dari sebuah kemewahan yang selama ini kita cari.

Saya sempat bekerja di sebuah kantor akuntan ternama di Jakarta dan kemudian beralih menjadi seorang blogger. Bagi sebagian orang, tindakan ini sangatlah bodoh dan merugikan saya sendiri. Memang tidak semua materi atau kebutuhan tidak semuanya tercukupi dengan menjadi seorang blogger, namun saya bahagia. Bayangkan saja, tulisan saya ini bisa dibaca oleh siapapun di Indonesia bahkan di Dunia. Siapa sangka, tulisan saya ini bisa memberikan motivasi bagi sebagian orang yang kehilangan arah. Dan, tulisan saya ini dapat membuat sebagian orang merasakan kebahagiaan yang saya sampaikan melalui tulisan. 


Dengan sharing, saya menemukan kebahagiaan karena orang lain merasakan manfaat dan sangat terbantu dengan tulisan yang saya buat. Apalagi ketika orang lain tersebut sangat membutuhkan informasi mengenai apapun termasuk rencana perjalanan ke sebuah negara yang asing. Tentu saja informasi detail sangat dibutuhkan. 

Ngoborlin tentang jalan-jalan, saya termasuk addicted. Kecanduan tapi untuk hal yang sangat positif tentunya. Saya bisa merencanakan mengunjungi beberapa negara dalam setahun. Bukan hanya untuk mengejar list dan mengoleksi banyak foto-foto bagus saja, melainkan untuk melepaskan diri dari rutinitas dan berinteraksi dengan budaya baru. 


Dengan traveling, saya menemukan hal-hal baru dan berkaca tentang apa yang sudah saya lakukan dan apa yang akan saya lakukan selanjutnya. Percayalah bahwa traveling itu seperti vitamin yang dapat membuat tubuh dan pikiran lebih segar dan kembali jernih untuk memulai aktivitas selanjutnya. Saya lebih bisa menghasilkan ide-ide luar biasa dan pun lebih bisa produktif dan mengerjakan banyak hal setelah itu. 

Salah satu hal yang menjadi kekhawatiran adalah masalah keamanan dan kesehatan di negara lain. Kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi dalam waktu beberapa hari. Oh iya, saya punya cerita yang cukup dramatis. Ini terjadi ketika saya melakukan perjalanan ke Osaka dari Tokyo di bulan Juli lalu. Ketika tiba di Osaka, saya diberitahu oleh teman bahwa kondisi Osaka sedang terjadi badai dan diharapkan untuk siap-siap mengungsi. Wah, saya pun menjadi ketakutan karena saya seorang diri. Alhamdulillah, sehari setelah itu teman saya pun memberikan kabar gembira bahwa peringatan badai dan bencana telah dicabut. Belum reda tentang berita bencana, di hotel tempat saya menginap terjadi tanda peringatan seperti alarm kebakaran. Saya dan penghuni hotel pun segera lari dan turun dari tangga. Waktu itu peringatan terjadi pukul 2 dini hari. beruntungnya lagi saya dan penghuni lainnya dipersilahkan untuk tidur kembali setelah 1 jam menunggu. 

Benar-benar dramatis sekali peristiwa yang terjadi pada saat kita traveling. Kita tidak dapat memilih untuk menghindari bencana atau kecelakaan yang terjadi di negara lain. Jangankan di negara lain, di negara sendiri saja kita tidak tahu musibah apa yang akan terjadi.


Supaya terhindar dari segala hal yang tidak pasti dan bahagia selama perjalanan, kita membutuhkan Happy One. Dengan happy one ini seluruhnya akan terjamin termasuk resiko kecelakaan, pendidikan, rumah, dan perjalanan. Hanya dengan satu kita akan menjadi lebih bahagia. 

Beberapa alasan memilih asuransi happyone.id adalah sebagai berikut :

OneID untuk All-in-One Insurance

Cukup dengan OneID kamu bisa dapatkan seluruh perlindungan hingga cek riwayatseluruh polis yang kamu miliki dengan lebih mudah.

Lebih Banyak Pilihan Produk

Sesuaikan kebutuhan perlindunganmu dengan berbagai produk yang kami miliki.

Proses Lebih Cepat dengan Fitur Download e-Policy

Selain dikirim melalui e-mail, kamu juga bisa mengunduh e-polis kapan saja melalui website.



Layanan 24 Jam

Kapanpun, di manapun, cukup hubungi nomor 1 500 112 untuk mendapatkan berbagai informasi hingga bantuan laporan klaim dari customer service kami. Layanan ini tersedia 24 jam setiap hari.

Lokasi Layanan Strategis

Temukan kami di berbagai tempat strategis yang tersebar di seluruh Indonesia lewat kantor cabang, unit layanan, dan gerai Garda Center yang ada di pusat-pusat perbelanjaan.

Informasi lengkap bisa ke www.happyone.id. So, yang menentukan kebahagiaan itu bukan orang lain, tapi diri kita sendiri. Memperhatikan hal-hal kecil dan menjaga dari hal-hal yang tidak akan kita duga itu sebuah langkah untuk menjadi bahagia. Salam senyum dan bahagia.


I Choose To Be Happy One


Bahagia itu sederhana. Lihat orang tersenyum di pagi hari saja sudah membuat saya bahagia. Anak-anak yang lari dan bermain pun membuat saya tersenyum di pagi hari. Senyum dan kemudian hati menjadi bahagia itu datang dari hal-hal kecil yang tidak terduga bahkan kadang bukan datang dari sebuah kemewahan yang selama ini kita cari.

Saya sempat bekerja di sebuah kantor akuntan ternama di Jakarta dan kemudian beralih menjadi seorang blogger. Bagi sebagian orang, tindakan ini sangatlah bodoh dan merugikan saya sendiri. Memang tidak semua materi atau kebutuhan tidak semuanya tercukupi dengan menjadi seorang blogger, namun saya bahagia. Bayangkan saja, tulisan saya ini bisa dibaca oleh siapapun di Indonesia bahkan di Dunia. Siapa sangka, tulisan saya ini bisa memberikan motivasi bagi sebagian orang yang kehilangan arah. Dan, tulisan saya ini dapat membuat sebagian orang merasakan kebahagiaan yang saya sampaikan melalui tulisan. 


Dengan sharing, saya menemukan kebahagiaan karena orang lain merasakan manfaat dan sangat terbantu dengan tulisan yang saya buat. Apalagi ketika orang lain tersebut sangat membutuhkan informasi mengenai apapun termasuk rencana perjalanan ke sebuah negara yang asing. Tentu saja informasi detail sangat dibutuhkan. 

Ngoborlin tentang jalan-jalan, saya termasuk addicted. Kecanduan tapi untuk hal yang sangat positif tentunya. Saya bisa merencanakan mengunjungi beberapa negara dalam setahun. Bukan hanya untuk mengejar list dan mengoleksi banyak foto-foto bagus saja, melainkan untuk melepaskan diri dari rutinitas dan berinteraksi dengan budaya baru. 


Dengan traveling, saya menemukan hal-hal baru dan berkaca tentang apa yang sudah saya lakukan dan apa yang akan saya lakukan selanjutnya. Percayalah bahwa traveling itu seperti vitamin yang dapat membuat tubuh dan pikiran lebih segar dan kembali jernih untuk memulai aktivitas selanjutnya. Saya lebih bisa menghasilkan ide-ide luar biasa dan pun lebih bisa produktif dan mengerjakan banyak hal setelah itu. 

Salah satu hal yang menjadi kekhawatiran adalah masalah keamanan dan kesehatan di negara lain. Kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi dalam waktu beberapa hari. Oh iya, saya punya cerita yang cukup dramatis. Ini terjadi ketika saya melakukan perjalanan ke Osaka dari Tokyo di bulan Juli lalu. Ketika tiba di Osaka, saya diberitahu oleh teman bahwa kondisi Osaka sedang terjadi badai dan diharapkan untuk siap-siap mengungsi. Wah, saya pun menjadi ketakutan karena saya seorang diri. Alhamdulillah, sehari setelah itu teman saya pun memberikan kabar gembira bahwa peringatan badai dan bencana telah dicabut. Belum reda tentang berita bencana, di hotel tempat saya menginap terjadi tanda peringatan seperti alarm kebakaran. Saya dan penghuni hotel pun segera lari dan turun dari tangga. Waktu itu peringatan terjadi pukul 2 dini hari. beruntungnya lagi saya dan penghuni lainnya dipersilahkan untuk tidur kembali setelah 1 jam menunggu. 

Benar-benar dramatis sekali peristiwa yang terjadi pada saat kita traveling. Kita tidak dapat memilih untuk menghindari bencana atau kecelakaan yang terjadi di negara lain. Jangankan di negara lain, di negara sendiri saja kita tidak tahu musibah apa yang akan terjadi.


Supaya terhindar dari segala hal yang tidak pasti dan bahagia selama perjalanan, kita membutuhkan Happy One. Dengan happy one ini seluruhnya akan terjamin termasuk resiko kecelakaan, pendidikan, rumah, dan perjalanan. Hanya dengan satu kita akan menjadi lebih bahagia. 

Beberapa alasan memilih asuransi happyone.id adalah sebagai berikut :

OneID untuk All-in-One Insurance

Cukup dengan OneID kamu bisa dapatkan seluruh perlindungan hingga cek riwayatseluruh polis yang kamu miliki dengan lebih mudah.

Lebih Banyak Pilihan Produk

Sesuaikan kebutuhan perlindunganmu dengan berbagai produk yang kami miliki.

Proses Lebih Cepat dengan Fitur Download e-Policy

Selain dikirim melalui e-mail, kamu juga bisa mengunduh e-polis kapan saja melalui website.



Layanan 24 Jam

Kapanpun, di manapun, cukup hubungi nomor 1 500 112 untuk mendapatkan berbagai informasi hingga bantuan laporan klaim dari customer service kami. Layanan ini tersedia 24 jam setiap hari.

Lokasi Layanan Strategis

Temukan kami di berbagai tempat strategis yang tersebar di seluruh Indonesia lewat kantor cabang, unit layanan, dan gerai Garda Center yang ada di pusat-pusat perbelanjaan.

Informasi lengkap bisa ke www.happyone.id. So, yang menentukan kebahagiaan itu bukan orang lain, tapi diri kita sendiri. Memperhatikan hal-hal kecil dan menjaga dari hal-hal yang tidak akan kita duga itu sebuah langkah untuk menjadi bahagia. Salam senyum dan bahagia.


Blogfam Is Back!


Blogfam Is Back!

Blogfam is back...

Beberapa keluarga Blogfam hari ini (Senin, 22 Oktober 2018) membuat postingan di blog maupun di medsos mengenai BlogFam Is Back. Kemungkinan akan ada reuni keluarga besar BlogFam yang tersebar di berbagai pelosok nusantara. Saya gak tau akan seperti apa BlogFam ke depan, mungkin itu salah satu agenda reuni nantinya, saat ini saya mau sedikit cerita tentang BlogFam aja deh.

Saya kenal Blogfam hampir seumur dengan saya mengenal blog, walau saya lebih dahulu mengenal Komunitas Blogger Makassar Angingmammiri yang ternyata dulunya adalah BlogFam kelurahan Makassar.

Dari jejak Mbak Injul selaku salah satu admin Blog Indosiar tempat awal saya belajar ngeblog akhirnya sekitar tahun 2006 saya ikutan mendaftar di Forum Blogfam, hanya silent reader sampai terakhir saya kunjungi di tahun 2013 kerjaan saya yah masih Dagang Siomay saking jarangnya berinteraksi :D
Blogfam Is Back!
BlogFam itu singkatan dari Blogger Family, penggunaan kata "Family" ini bukan sekadar asal pilih nama, istilah "anggota" atau "member" dalam forum BlogFam diganti dengan keluarga. Ini gak lepas dari tangan besi dan ketegasan moderator dalam menjaga interaksi baik dalam forum maupun saat kopdar, karena sifatnya kekeluargaan yah kopdar menjadi salah satu agenda yang wajib, minimal sekali biar saling kenal, katanya keluarga kok gak saling kenal? Katanya keluarga kok gak pernah ikut kopdar? mungkin dulu begitu aturan gak tertulisnya :D

Yang pasti sekali ikut kopdar kok saya gak kapok, malah misuh-misuh kalau ada kopdar yang kemungkinan bisa saya hadiri tapi saya gak diinformasikan :D Nah ini katanya BlogFam mau kopdar reuni sekitaran Desember. Belum fix di mana venue-nya tapi bisa dibayangkan bagaimana ramainya kalau keluarga besar yang rata-rata cerewet di dunia maya ini bertemu :D

Belakangan, saya sempat terlibat dan menyaksikan saat masa transisi Forum BlogFam berubah menjadi portal blog dengan beberapa bidang dengan masing-masing redaktur dan editor karena menggunakan sistem kontributor, tapi karena kesibukan masing-masing akhirnya sekarang blogfam.com menjadi aggregator blog. Ke depan akan menjadi seperti apa lagi? :)
Kalau menurut saya, BlogFam masih bisa bertahan hingga saat ini karena tidak mengharamkan perubahan. Di balik BlogFam ini saya mengenal orang-orang idealis berdedikasi tinggi dalam bidangnya masing-masing, mereka adalah inspirasi saya, karenanya saya bangga menjadi bagian dari keluarga virtual ini. Iya, mungkin saking lamanya berteman, anggota-anggota BlogFam ini sudah tersaring sedemikian rupa hingga sudah saling tahu karakter masing-masing. Saling mengapresiasi persamaan dan menghormati perbedaan, hingga hubungan kami seperti sebuah keluarga besar sampai saat ini.
Mungkin kerinduan akan sebuah "rumah besar" yang bisa menerima perbedaan dari banyak anggotanya, saling membantu dan membesarkan dll itulah yang membuat ide BlogFam is Back kembali hadir. Semoga menjadi semangat baru yang kembali menghangatkan "rumah besar" ini, amiin.






Ingin Ke Korea Tapi Minim Budget? Inilah 7 Penginapan di Bawah Rp 500 Ribu di Korea



Setiap pelancong pasti mengimpikan sebuar perjalanan on-budget atau mungkin jauh lebih murah dibandingkan dengan harga perjalanan pada umumnya. Namun ada berbagai hal yang mungkin membuat perjalanan Anda memakan banyak sekali biaya, salah satunya ialah akomodasi yakni penginapan. Biaya penginapan dapat membuat biaya perjalanan Anda melonjak tinggi, dan itu bisa saja membuat Anda lebih baik menunda untuk jalan-jalan ke Korea. 

Namun sekarang, sepertinya Anda perlu mengurungkan niat untuk menunda karena lewat artikel ini Anda akan disajikan berbagai informasi mengenai hotel murah yang dapat dijadikan sebagai pilihan Anda ketika melancong ke Negeri Ginseng ini. Awali perjalanan Anda dengan Qantas Airlines, lalu Anda dapat membaca artikel ini untuk mendapatkan rekomendasi tujuh penginapan murah di Korea. 



Trick Art Hostel

Melihat dari namanya Anda pasti sudah dapat menebak bahwa hotel satu ini diperindah dengan karya-karya seni yang akan menghibur mata Anda selama bermalam di sini. Trick Art Hostel memang memiliki banyak sekali karya seni yang menghiasi setiap sudut dindingnya. Penginapan yang terletak di Hongdae ini merupakan kawasan yang sangat ramai. Anda tak perlu khawatir akan kesulitan akses, karena hostel ini juga dikelilingi oleh berbagai fasilitas umum. Hanya dengan merogoh kocek sekitar Rp 200-270 ribu saja, Anda sudah dapat menikmati satu malam beristirahat di hostel ini. 

The House Hostel

Penginapan murah lainnya berada di Sokcho, Korea Selatan, yakni The House Hostel. Penginapan ini merupakan salah satu penginapan murah terbaik yang patut Anda sambangi untuk bermalam. Terletak di pedesaan Abai, The House Hostel merupakan tempat yang tepat untuk Anda merelaksasi diri hanya dengan mengocek harga sekitar Rp 250 ribu saja. 


Nearest Guesthouse

Bila Anda tengah ingin berlibur ke Jeonju Hanok Village, mungkin penginapa satu ini dapat menjadi pilihan Anda untuk bermalam, tentu saja dengan harga yang sangat ‘miring’ yakni Rp 300 ribu-an saja. Bila penginapan murah tidak mendapatkan fasilitas sarapan gratis, lain hal dengan penginapa satu ini. Anda akan disediakan semangkuk sereal, sepotong roti beserta selainya untuk amunisi Anda di pagi hari. 

NAMU Guesthouse

Bicara mengenai dunia per-jajan-an, bagi Anda yang pecinta kulineran mungkin NAMU Guesthouse dapat menjadi pilihan tepat bagi Anda. Bagaimana tidak, penginapan satu ini dikelilingi oleh berbagai pedagang yang menjajakan makanan. Selain banyak jajanan, penginapan ini dikocek sekitar Rp 300 ribu saja, oleh karena itu Anda dapat mengalokasikan sebagaian budget Anda untuk berkulineran di wilayah ini. 

Slow Citi Hostel

Bagi Anda yang tengah berada di Seogwipo, penginapan unik satu ini tidak terlalu jauh dari sana dan hanya memakan waktu sekitar lima menit ke halte bus. Penginapan terbaik di Pulau Jeju ini dapat menjadi pilihan terbaik karena fasilitasnya sangat lengkap seperti Wi-Fi dan sarapan gratis untuk setiap tamunya. Dengan hanya merogoh kocek sekitar Rp 270 ribu, Anda sudah dapat menikmati indahnya Pulau Jeju di hotel hostel ini. 


Love in Busan Guesthouse

Tidak, Anda tidak akan menemukan zombie seperti yang ada dalam film Train to Busan di sini. Anda justru akan mendapatkan kenyamanan ketika bermalam di Love in Busan. Di sini Anda akan dikelilingi oleh berbagai fasilitas yang menyokong kenyamanan Anda seperti Wi-Fi gratis, kelengkapan produk kecantikan, bahkan makanan yang selalu tersedia selama 24 jam (ini sangat penting bagi Anda yang memiliki minim budget pada perjalanan). Hanya dengan Rp 260 ribu, Anda sudah dapat merasakan kenyamanan bermalam di sini. 

Coolzaam Guesthouse

Bagi Anda yang sedang berada di kawasan Gyeongju, Anda dapat mengunjungi hostel satu ini untuk bermalam. Hostel ini dikelilingi oleh banyak transportasi umum seperti bus dan stasiun kereta sehingga sangat mudah untuk menjangkau penginapan ini. Selain itu, Coolzaam Guesthouse juga dikelilingi oleh berbagai lokasi wisata terdekat. Bila Anda bingung, para staf penginapan ini siap untuk memberikan arah kepada Anda. Kenyamanan ini bisa Anda dapatkan hanya dengan mengocek Rp 300 ribu saja. 

Ingin Ke Korea Tapi Minim Budget? Inilah 7 Penginapan di Bawah Rp 500 Ribu di Korea



Setiap pelancong pasti mengimpikan sebuar perjalanan on-budget atau mungkin jauh lebih murah dibandingkan dengan harga perjalanan pada umumnya. Namun ada berbagai hal yang mungkin membuat perjalanan Anda memakan banyak sekali biaya, salah satunya ialah akomodasi yakni penginapan. Biaya penginapan dapat membuat biaya perjalanan Anda melonjak tinggi, dan itu bisa saja membuat Anda lebih baik menunda untuk jalan-jalan ke Korea. 

Namun sekarang, sepertinya Anda perlu mengurungkan niat untuk menunda karena lewat artikel ini Anda akan disajikan berbagai informasi mengenai hotel murah yang dapat dijadikan sebagai pilihan Anda ketika melancong ke Negeri Ginseng ini. Awali perjalanan Anda dengan Qantas Airlines, lalu Anda dapat membaca artikel ini untuk mendapatkan rekomendasi tujuh penginapan murah di Korea. 



Trick Art Hostel

Melihat dari namanya Anda pasti sudah dapat menebak bahwa hotel satu ini diperindah dengan karya-karya seni yang akan menghibur mata Anda selama bermalam di sini. Trick Art Hostel memang memiliki banyak sekali karya seni yang menghiasi setiap sudut dindingnya. Penginapan yang terletak di Hongdae ini merupakan kawasan yang sangat ramai. Anda tak perlu khawatir akan kesulitan akses, karena hostel ini juga dikelilingi oleh berbagai fasilitas umum. Hanya dengan merogoh kocek sekitar Rp 200-270 ribu saja, Anda sudah dapat menikmati satu malam beristirahat di hostel ini. 

The House Hostel

Penginapan murah lainnya berada di Sokcho, Korea Selatan, yakni The House Hostel. Penginapan ini merupakan salah satu penginapan murah terbaik yang patut Anda sambangi untuk bermalam. Terletak di pedesaan Abai, The House Hostel merupakan tempat yang tepat untuk Anda merelaksasi diri hanya dengan mengocek harga sekitar Rp 250 ribu saja. 


Nearest Guesthouse

Bila Anda tengah ingin berlibur ke Jeonju Hanok Village, mungkin penginapa satu ini dapat menjadi pilihan Anda untuk bermalam, tentu saja dengan harga yang sangat ‘miring’ yakni Rp 300 ribu-an saja. Bila penginapan murah tidak mendapatkan fasilitas sarapan gratis, lain hal dengan penginapa satu ini. Anda akan disediakan semangkuk sereal, sepotong roti beserta selainya untuk amunisi Anda di pagi hari. 

NAMU Guesthouse

Bicara mengenai dunia per-jajan-an, bagi Anda yang pecinta kulineran mungkin NAMU Guesthouse dapat menjadi pilihan tepat bagi Anda. Bagaimana tidak, penginapan satu ini dikelilingi oleh berbagai pedagang yang menjajakan makanan. Selain banyak jajanan, penginapan ini dikocek sekitar Rp 300 ribu saja, oleh karena itu Anda dapat mengalokasikan sebagaian budget Anda untuk berkulineran di wilayah ini. 

Slow Citi Hostel

Bagi Anda yang tengah berada di Seogwipo, penginapan unik satu ini tidak terlalu jauh dari sana dan hanya memakan waktu sekitar lima menit ke halte bus. Penginapan terbaik di Pulau Jeju ini dapat menjadi pilihan terbaik karena fasilitasnya sangat lengkap seperti Wi-Fi dan sarapan gratis untuk setiap tamunya. Dengan hanya merogoh kocek sekitar Rp 270 ribu, Anda sudah dapat menikmati indahnya Pulau Jeju di hotel hostel ini. 


Love in Busan Guesthouse

Tidak, Anda tidak akan menemukan zombie seperti yang ada dalam film Train to Busan di sini. Anda justru akan mendapatkan kenyamanan ketika bermalam di Love in Busan. Di sini Anda akan dikelilingi oleh berbagai fasilitas yang menyokong kenyamanan Anda seperti Wi-Fi gratis, kelengkapan produk kecantikan, bahkan makanan yang selalu tersedia selama 24 jam (ini sangat penting bagi Anda yang memiliki minim budget pada perjalanan). Hanya dengan Rp 260 ribu, Anda sudah dapat merasakan kenyamanan bermalam di sini. 

Coolzaam Guesthouse

Bagi Anda yang sedang berada di kawasan Gyeongju, Anda dapat mengunjungi hostel satu ini untuk bermalam. Hostel ini dikelilingi oleh banyak transportasi umum seperti bus dan stasiun kereta sehingga sangat mudah untuk menjangkau penginapan ini. Selain itu, Coolzaam Guesthouse juga dikelilingi oleh berbagai lokasi wisata terdekat. Bila Anda bingung, para staf penginapan ini siap untuk memberikan arah kepada Anda. Kenyamanan ini bisa Anda dapatkan hanya dengan mengocek Rp 300 ribu saja. 

Studio JP Photography


Sebelumnya, baca dulu yang ini: Akhirnya Penyuka Kuning Menjadi Sarjana yang ditulis oleh Om Ihsan Dato. Hehe. Terimakasih Om Ihsan, Sabtu kemarin sudah langsung menulis blog dengan tema seorang perempuan yang dijuluki crazy capricorn. Huhuy!!!!! I'm so thankful.


***

Dunia fotografi di Kota Ende menggeliat sejak zaman dinosaurus berkoloni dan mengembara di bumi bertahun-tahun lampau. Skill para fotografer pun tidak perlu diragukan lagi dengan jam terbang tinggi dan pengalaman seabrek. Mereka hebat, mereka jago, mereka juara. Bahkan mereka membentuk komunitas fotografer. Komunitas yang menyatukan para fotografer dalam diskusi-diskusi, usul-saran yang membangun, saling berbagi cerita dan pengalaman. Kalau sekarang saya kurang tahu apakah komunitas tersebut masih ada atau sudah bubar. Beda dari dunia fotografi, dunia videografi belum seberapa karena videografer di Kota Ende belum sebanyak fotografer.

Saya pernah ditanya oleh orang-orang, "Menurut Kakak, siapa fotografer paling oke? Soalnya kami lagi cari jasa fotografer nih!" Maka saya menjawab nama-nama para fotografer yang saya kenal baik: Martozzo Hann, David Mozzar, Nick Amaraya, Jerry Pawe, Om Edi Du'e, Willy Zino, Alan RMC, Willy Keron, drg. Adel Riwu, Om Bolo, Noni Canon Santoso, dan lain-lain nama yang tidak bisa saya sebutkan satuper satu. Dulu saya juga menyebut nama Ady Mbuik, tapi dia kini lebih fokus ke jasa event organizer dan soundsystem.


Kenapa saya menjawab begitu? Karena, menurut saya yang awam dengan dunia fotografi, mereka semua bagus. Lagi pula rejeki bukan saya yang menentukan. Saya hanya bisa menyebut nama, soal pilihan tergantung pada yang mau menggunakan jasa fotografer. Bukan begitu? Begitu bukan? Qiqiqiq.


Meskipun fotografer di Kota Ende ini banyak tapi tidak bisa memilih semuanya sekaligus. Kecuali salah satu dari kami anak angkatnya Bill Gates atau masih saudara jauhnya Mark Zuckerberg. Maka Kamis kemarin, setelah Rabu pembagian jubah dan toga, kami memutuskan untuk foto studio di sebuah studio foto bernama JP Photography. JP singkatan dari Jerry Pawe, salah seorang fotografer ngetop Kota Ende. Ceritanya ketika saya hubungi, Om Je - demikian saya memanggilnya, membocorkan harga dan fasilitas yang didapat oleh pengguna jasa. Saya tidak langsung setuju melainkan harus rembug dulu bersama teman-teman Angkatan XXXIX. Setelah teman-teman setuju, barulah deal sama Om Je.

Studio JP Photography terletak di Jalan Gatot Soebroto tepatnya di belakang Apotik Gatsu Farma. Bangunannya bertingkat dua. Desain lantai bawah layaknya rumah-kantor. Tersedia seperangkat sofa, meja kerja, beberapa properti di bawah tangga, rak-rak berisi kamera jadul koleksian, foto-foto di dinding, serta motor jadul yang bisa kalian lihat di awal pos. Asisten Om Je menyambut kami dengan wajah ternganga terutama ketika melihat Ocha membawa dua jubah dengan hanger-nya sekalian. Maklum, dia tidak mau jubahnya kusut karena sudah diseterika setelah pembagian.


Om Je kemudian datang dan kami pindah ke lantai atas. Yuhuuuu. Di lantai atas tersedia studio foto dan kamar buat kaum hawa berganti baju. Saya, Indri, Ocha, dan Effie, langsung menguasai kamar karena kami harus dandan terlebih dahulu. Aduhai, meskipun tampilan luar saya preman begini, saya juga bisa dandan lah kalau sekadar eye shadow, blush on, gincu. Jadi lah itu. Tapi jangan paksa saya memakai eye liner, bisa perang dunia!


Setelah foto satuper satu, barulah foto barengan. Bahkan Om Je memberikan bonus bagi teman-teman lain yang pengen foto dengan baju berbeda. Semua teman sudah saya wanti-wanti di WAG membawa beberapa baju apabila hendak foto sendiri-sendiri tanpa jubah dan toga. Setelah foto sendiri-sendiri barulah foto bareng.

Apa pengalaman yang kami peroleh?

Foto di Studio JP Photography itu menyenangkan karena meskipun ada yang menunggu untuk sesi foto berikutnya tapi Om Je tidak memaksakan dirinya untuk 'harus lekas selesai'. Tidak. Om Je dengan sabar mengarahkan kami dan bahkan menawarkan sesi foto ini-itu. Selain itu, keramahan Om Je luar biasa bikin betah. Teman-teman yang kikuk seperti Mario, misalnya, diarahkan sampai benar-benar mendapat hasil yang bagus. Mana pula balkonnya luas jadi bisa leha-leha di situ sambil menunggu yang lain. Kan kita jadi betah. Kalau saja tidak ada daftar antrian malam itu, bisa-bisa kita tidur di studio fotonya Om Je. Hahaha.


Pasti ada yang bertanya-tanya; belum hari wisuda kenapa kami sudah melakukan sesi foto menggunakan jubah dan toga lengkap dengan kacu? Karena, pengalaman saya meliput kegiatan wisuda dari tahun ke tahun, sesi foto bersama usai wisuda tidak akan terlaksana. Alasannya? Yang pertama: sudah pasti lelah duluan duduk sekian jam di dalam ruangan. Yang kedua: usai kegiatan pasti pada selfie sana sini bareng ortu atau dosen atau teman. Yang ketiga: keluar dari Auditorium H. J. Gadi Djou itu masalah serius karena berdesak-desakan serta panas yang memapar (bahasanya, Teh :p) bakal bikin segalanya luntur termasuk semangat. Jadi, kami harus mencuri start untuk foto lebih awal.

Selama belum ada undang-undang yang mengaturnya, kami boleh foto curi start alias lebih awal dari hari wisuda.

Sudah selesai wisuda. Yang bekerja, kembali ke rutinitas. Yang belum bekerja, berjuang untuk mendapatkan pekerjaan yang kalau bisa sesuai dengan ilmu akademiknya. Sukses selalu untuk semua. Sukses juga untuk Mamatua tercinta. This is for you, Mom :)


I love you to the moon and back!



Cheers.

Blogfam Homecoming


Kalau menulis homecoming yang ada di kepala saya hanya jaring laba-laba dan wajah imut Tom Holland. Si ganteng yang belum cukup dewasa tapi mampu merontokkan keimanan dan kesetiaan para wanita. Tapi, nampaknya, setelah menulis pos ini, Tom Holland bakal tergeser sama Thanos Blogfam komunitas blogger terbesar di Indonesia yang lahir 6 Desember 2003. Karena baru-baru ini founder Blogfam Maknyak Labibah Zain telah menggagas Blogfam Homecoming lewat status Facebook-nya seperti yang sudah saya skrinsyut berikut ini:



Tentu saja gagasan itu disambut dengan riang gembira oleh Blogfamers, termasuk saya, kamu, dan mereka. Gagasan Blogfam Homecoming ibarat mata air di padang gurun panas nan gersang yang telah lama dijajah matahari tanpa jeda waktu. Gagasan ini mengalirkan semangat kehidupan baru pada akar pohon-pohon yang sudah layu, perlahan mengering, dan nyaris mati. Padahal pohon-pohon itu telah lama hidup dan berkembang ... sayang apabila kemudian mati dan lenyap selamanya dari muka bumi diintimidasi oleh penjahat baru dari Cybertron. Hayaaah ini nulisnya sambil menghayal Transformers.



Do you know Blogfam?

Tidak semua blogger yang mulai nge-blog di tahun 2015-an tahu Blogfam. Mereka mungkin bakal bertanya balik, "Blogfam? Apa itu? Sejenis Google Adsense kah? Atau sejenis affiliate marketing?" Bahkan, mungkin tidak semua blogger yang mulai nge-blog di tahun 2015-an tahu bahwa Indonesia pernah punya begitu banyaknya komunitas blogger besar, yang berkembang, dan menjadi penggerak ragam kegiatan bermanfaat dalam kehidupan umat manusia. Bukan hanya Blogfam; ada Anging Mammiri, Wongkito, Flobamora Community, Komunitas Emak Blogger, Blogger Perempuan, dan lain sebagainya.

Beruntunglah saya bisa merasakan euforia komunitas blogger pada masa itu. Masa emas, kalau boleh saya bilang, karena dari masa itu lah saya berkembang sampai sekarang ini. Berkembang bodinya. Ha ha ha.

Mengenal banyak karakter manusia dalam komunitas sebesar Blogfam memberikan banyak pengalaman pada saya. Melalui Forum Blogfam yang dikelola dengan sangat baik dan profesional, saya jadi tahu banyak kecuali urusan 'kamar tidur' hahaha. Yang boleh masuk sub-forum Kamar Tidur harus melalui ijin admin yang bersangkutan kalau tidak salah. Forum Blogfam sudah seperti rumah kedua saya; saya merusuh hampir di setiap kamarnya kecuali 'kamar tidur'. Semua Blogfamers disambut dengan riang gembira. Semua ide boleh dilempar. Semua kreativitas boleh dipamerkan. Semua ilmu boleh dibagi kecuali ilmu santet.

Gara-gara Blogfam saya jadi punya banyak teman dari seluruh Indonesia dan dari berbagai latar belakang: dosen, musisi, fotografer, pendidik, dokter, penulis, ibu rumah tangga, mahasiswa/pelajar, dan lain sebagainya. Gara-gara Blogfam saya menciptakan sebuah lagu berjudul Kucinta Blogfam hasil begadang bareng Noel (sayangnya, link download sudah tidak bisa dibuka hiks). Gara-gara Blogfam dan cerfet nama saya ada di sampul sebuah novel berjudul The Messenger. Gara-gara Blogfam saya jadi ketemu sama mereka semua kalau ke Jakarta, berasa punya keluarga besar yang sangat sayang pada saya:


Love you all.

Cerita bersama Blogfam terus bergulir bahkan saat kami menghadiri kegiatan lain seperti Asean Blogger Community di Bali. Dalam foto di bawah ini ada si Pitax yang telah meninggalkan kita semua. Al Fatihah untukmu, Pitax:

Bunda Injul, saya, (alm.) Pitax, Kang Iwok.

Atau foto yang satu ini, saat kopdar Blogfam di Indomaret, Bandara Ngurah Rai, Bali:

Bang Iwok, Mami Vie, Bunda Injul, Saya.

Atau nongkrong di Pasar Festival di Jakarta sampai berakhir di ruang karaoke hahaha. Berasa jadi peserta American Idol, The Voice, atau X-Factor:

Uyet, saya, Lea.

Nampaknya Pasfes dan 7/11 menjadi tempat nongkrong Blogfamers selain Indomaret *dikeplak* haha:


Rugi seribu rugi kaos Blogfam saya yang warnanya abu-abu entah berada di mana. Oia foto di atas itu foto pas kita nongkrong di 7/11, ada Arie Haryana juga dedengkotnya Kamera Lubang Jarum Indonesia. Saya masih simpan loh kamera lubang jarum pemeberian Arie. Makasih ya, Rie atas semua ilmu tentang kamera lubang jarum yang meskipun singkat sangat mudah dipahami. Saya juga dapat kaos Blogger Detik dari Kakak Mas.

Sayangnya tidak semua Blogfamer masih nge-blog tapi masih aktif wara-wiri di media sosial seperti Twitter dan Facebook. Ada yang sudah hiatus bertahun-tahun dan entah kapan kembali hehehe. Beberapa yang masih nge-blog dan terhubung ke aggregator Blogfam masih bisa dilihat update-an blog-nya. Tapi orangnya yang itu-itu juga; Salman, Om Bisot, Pak Jaf, dan saya. Mungkin yang lain masih ada yang rajin update blog, tetapi sayanya saja yang kehilangan jejak karena blog atau situs mereka tidak konek ke aggregator Blogfam. Entahlah. Yang jelas saya sangat merindukan mereka semua.


Blogfam juga punya akun Twitter yang dipegang oleh beberapa admin; si mimin dan si maman. Pada masa kejayaannya, akun Twitter @Blogfam ini ramainya luar biasa. Hehe. Bahkan ada salah satu program talkshow-nya yaitu #BincangNgeblog yang mengudara (cieeee mengudara) setiap Kamis kalau tidak salah. CMIIW. Program ini memang program kepo hahaha, yang bakal mengulik banyak hal dari blogger tamunya. Mau tahu profil blogger favorit kalian? Pantau saja #BincangNgeblog! Tapi sekarang sudah tak ada hahaha.



Kenapa Blogfam (Kemudian) Sepi?

Karena banyak sebab. Menurut saya, sebab paling utama adalah kesibukan/pekerjaan atau rumah tangga masing-masing anggotanya. Sebab yang kedua adalah adanya media sosial (Twitter, Facebook, Path) sehingga aktivitas nge-blog berganti ke aktivitas media sosial yang lebih kilat proses unggahannya. Karena kalau menulis di blog setidaknya harus ada persiapan materi yang cukup tergali. Sedangkan media sosial, Facebook misalnya, sekali jepret dan diberi caption, langsung unggah. 

Tapi saya tidak akan berhenti dari urusan blog ini. Setelah cukup lama hiatus, hilang muncul atau timbul tenggelam, sekarang saya lebih fokus nge-blog. Boleh dibilang dunia tulis-menulis yang membangkitkan saya untuk kembali rajin nge-blog. Mulai sadar kalau setiap hari selalu ada yang bisa ditulis di blog. Mulai lebih sedikit baik dalam menulis; jika dibandingkan dengan tulisan lama, bedanya bagai setengah-surga dan neraka. Hehe. Mulai lebih informatif dibandingkan dulu yang cuma menulis curhatan ibu peri gendut tentang galauness yang endless. Bersama Kakak Anazkia dan Om Bisot, saya juga membuka Kelas Blogging NTT yang sudah sampai Angkatan II dan telah belajar sampai Literasi Digital.


Sebagai anggota Blogfam ke-29 or 2-something or 9-something, CMIIW, haha, saya berharap Blogfam terutama forumnya dapat kembali ada. Setidaknya situs aggregator-nya dapat kembali ramai. Kangen sama bloglist yang seabrek yang dulu hampir setiap hari saya kunjungi. Kangen sama cerita-cerita mereka semua tentang hidup dan kehidupan. Kangen untuk haha-hihi lewat shoutbox yang sekarang sudah tidak ada ... yaaaa haha-hihi lewat komentar blog juga boleh lah. Kangen sama istilah kutu loncat yang dilontarkan pada saya. Kangen keramahan dan persaudaraan tanpa batas yang telah terjalin selama ini.

Itu harapan saya ... Semoga Blogfam dapat kembali hidup dan berjaya di akademi fantassiiiiiii dan berjaya!

Semoga.



***

Menulis ini pada hari ke-empat cuti. Nantikan #CeritCuti pada pos-pos berikutnya *halah*.



Cheers.