Filmora Aplikasi Sunting Video Android yang Juga Mengasyikan


Filmora Aplikasi Sunting Video Android yang Juga Mengasyikan. Hari ini saya masih disibukkan dengan peliputan kegiatan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Flores (Uniflor) yang pemberangkatan pertama bakal dilakukan tanggal 27 Juli 2019 dengan tujuan Kecamatan Aesesa di Kabupaten Nagekeo. Sibuk sih iya, tapi masih memberi ruang pada kami untuk bisa haha hihi bareng panitia lainnya. Oh ya, untuk kegiatan KKN ini, ada tiga orang yang ditugaskan menjadi tukang publikasi dan dokumentasi. Kakak Rossa Budiarti sebagai koordinator, dengan anggota saya dan Anto Ngga'a. Senangnya adalah kami dapat meliput ke tiga desa yang menerima dana PPM KKN dari Kemenristek Dikti. Dan itu artinya ... luar kota memanggil. Hahaha *dikeplak dinosaurus*.

Baca Juga: Tenda Pop Up Super Simpel Anti Air Itu Bernama Vitchelo

Hari ini juga saya melihat Anto menyunting video-video pendek dari kegiatan tersebut menggunakan telepon genggamnya. Kami memang ditugaskan juga untuk mengambil video-video pendek dari setiap kegiatan KKN. Aplikasi yang dipakai oleh Anto adalah Filmora. Mendegar tentang Filmora sudah sering, maupun membacanya di berbagai artikel, tapi saya belum pernah sekalipun mencobanya. Aplikasi sunting video yang ada di Android saya adalah KineMaster. Sementara itu kalau di laptop tetap pakai Sony Studio Platinum alias Vegas versi 13.

Tiba di rumah, saya langsung menginstal Filmora versi 3.1.4. di telepon genggam si Xiaomi Redmi 5 Plus. Kenapa harus menunggu tiba di rumah? Karena kan di rumah WiFi-nya lebih kencang ketimbang pakai paket data hahaha. Sekalian berhemat. Harga susu mahal, bung *LOL!*.


Tidak lama mengunduh Filmora di PlayStore. Tahu-tahu sudah siap dipasang. Ikuti petunjuknya, dan saya sudah bisa memakai aplikasi yang satu ini.

Mencoba Filmora


Antar Muka Filmora memang bersahabat. Ketika membukanya saya langsung dihadapkan pada dua pilihan utama yitu Buat Video Baru atau Proyek-Proyek yang Disimpan. Karena baru pertama kali, jadi saya pilih Buat Video Baru.



Saya diantar pada halaman di atas. Video-video saya tersimpan ke tiga folder memang; yang terkirim, dari kamera, dan dari WA. Saya pilih kamera, dan semua video yang direkam menggunkan kamera telepon genggam/Android pun terpampang nyata *halah* haha.


Selanjutnya, silahkan dipilih video mana yang mau disunting. Kira-kira sama seperti KineMaster, saya bisa memilih lebih dari satu video. Ini dia video yang saya pilih:


Setelah itu kita sudah bisa menyuntingnya. Mau ditambah musik, ditambah tema, atau dipotong sana-sini, semua tersedia. Menurut saya yang dasar-dasarnya penyuntingan video itu tersedia memang di Filmora. Sama kayak KineMaster. Asyiklah!



Kalau sudah oke sama penyuntingan, silahkan disimpan videonya. Boleh langsung disimpan atau diunggah ke berbagai media sosial seperti Instagram, Youtube, Vimeo, dan lain sebagainya; boleh juga disimpan di telepon genggam.


Selesai. Semudah itu. Dan tentu mengasyikan :)

Baca Juga: Sudah Saatnya Proses Belajar Mengajar Lebih Mudah

Bagi saya, Filmora merupaka pilihan yang boleh dijajal kemampuannya apabila kita memang perlu menyunting video di telepon genggam, pada saat itu juga, karena berbagai kebutuhan yang tentunya mendesak. Misalnya harus segera mempublikasikan suatu kegiatan. Tetapi kalau menyunting video panjang dan butuh lebih dari sekadar memakai tema dan musik yang disediakan oleh Filmora, tentunya saya harus tetap memakai laptop. Karena apa? Karena faktor kebiasaan saja. Hehe. Lebih leluasa lah untuk jari saya yang seukuran gajah ini.

Bagaimana dengan kalian, kawan? Terutama yang sudah mencoba Filmora atau aplikasi sunting video lainnya? Bagi tahu pengalaman kalian di komen doooonk. 



Cheers.

Selamat Datang Di Negara The Republik Panas Dalam, Cerita Dari Koboy Kampus


Apa sih yang kamu lakuin pada saat di kampus? Masa-masa dulu itu penuh dengan kenangan dan tidak bakal terulang sampai kapanpun. Kalau saya dulu termasuk golongan aktif organisasi dan kenal banyak komunitas. Salah komunitas yang saya ikuti sampai semester akhir adalah paduan suara dan IMPP (Salah satu ikatan mahasiswa daerah).

"Enak ngga kuliah?"

Beberapa orang yang kurang beruntung dan hanya sampai bangku SMA sering menanyakan hal ini pada saya.

"Ada enak ada enggaknya."

"Enaknya?"

"Bisa bebas memilih apapun yang disukai termasuk mata kuliah dan dosennya."

"Enggak enaknya?"

"Semuanya serba dituntut bagus dan harus lulus tepat waktu."

Kehidupan kampus inilah yang menginspirasi film Koboy Kampus. Sebuah film tentang kampus, tepatnya tentang Pidi Baiq. Siapa yang tak mengenal Pidi Baiq? Penulis buku Dilan 1990 ini sangat fenomenal dan karyanya meledak dipasaran. Bukan hanya buku,  namun filmnya juga sangat di gemari oleh masyarakat Indonesia pada umumnya.

Nah,  ada baiknya kita menonton trailer filmnya terlebih dahulu.


Sinopsisnya secara garis besar adalah cerita tentang Pidi Baiq pada masa kuliahnya di Fakultas Seni Rupa ITB. Di mana pada saat itu Pidi (Jason Ranti) dan teman-temannya Ninuk (Ricky Harun), Deni (Bisma Karisma), Erwin (David John Schaap) dan Dikdik (Miqdad Auddasy) mendirikan sebuah negara sendiri yang bernama "Negara Kesatuan Republik The Panasdalam".

Film ini dikemas dengan bahasa yang ringan, unik, penuh candaan khas tahun 1990-an, mengangkat problematika masa kuliah dan kisah cinta yang diwarnai lagu-lagu segar dari The Panasdalam Bank.


Secara keseluruhan, filmnya sangat menarik karena berhubungan dengan dunia kampus dan pada masa sekitar 1990-an akhir dengan bumbu jokes yag sangat kental. Apalagi pada masa tersebut mahasiswa dipandang sebagai agen perubahan dan sebagai kepanjangan dari aspirasi masyarakat.


Nah, siapa yang pengen mengenang semua kehidupan kampus dan kisah suka dukanya bisa mulai menonton dari tanggal 25 Juli 2019 di seluruh bioskop kesayangan kamu di seluruh Indonesia.

Cast:

Jason Ranti as Pidiq

Ricky Harun as Ninuk

Bisma Karisma as Deni

David John Schaap as Erwin

Migdad Addausy as Dikdik

Steffi Zamora,

Danilla Riyadi,

Vienny JKT48 as Viny

Christi Colondam,

Jennifer Lepas,

Anfa Safitri

Produser:

Budi Ismanto, Muhammad Soufan (munna), M. Nolizamo

Sutradara:

Pidi Baiq, Tubagus Deddy

Penulis:

Pidi Baiq, Tubagus Deddy

Produksi:

69 Production & MNC Pictures



Hari Literasi Sukacita Bersama Rumah Baca Sukacita


Hari Literasi Sukacita Bersama Rumah Baca Sukacita. Ketika saya menerima pesan WA dari Kak Ev, pendiri - pengelola - pengurus Rumah Baca Sukacita (RBS), rasanya senang sekali. Saya diminta untuk berbagi pengalaman bersama adik-adik anggota RBS tentang dunia jurnalistik dan dunia blog dalam rangka merayakan Hari Literasi Sukacita. Yang paling pertama terlintas dalam benak saya adalah bagaimana menyampaikan dunia jurnalistik dan blog kepada adik-adik RBS yang rata-rata masih usia Sekolah Dasar (kelas 1 s.d. kelas 6)? Bahasa yang digunakan harus super sederhana untuk mengatasi jurang usia ini, dan saya harus menyusun tatanan kalimat bekal berbagi pengalaman ini khusus di program catatan Android.

Baca Juga: Gotong Royong Itu Masih Hidup Dalam Tubuh Masyarakat

Setelah saya dan mungkin beberapa narasumber sudah meng-iya-kan alias setuju, maka e-pamflet di bawah ini pun diumumkan oleh RBS di laman Facebook mereka. Hwah, jadi terharu hahaha.


Sore itu Jumat, 12 Juli 2019, Taman Renungan Bung Karno Ende cukup ramai pengunjung. Banyak pula pengunjung dari luar kota yang ingin melihat lebih dekat Patung Bung Karno, Pohon Sukun bercabang lima serta prasastinya. Bagi kami, Orang Ende, Taman Renungan Bung Karno adalah kebanggaan, tempat hulu butir-butir Pancasila direnungkan oleh Proklamator dan Presiden pertama Republik Indonesia tersebut. I love you, Bung! Hehe. Empat serangkai wisata sejarah, khusus Bung Karno, di Kota Ende adalah Situs Bung Karno - Taman Renungan Bung Karno - Gedung Imaculata - Serambi Bung Karno. Yang terakhir, Serambi Bung Karno, baru tahun ini diresmikan.

Sekitar tigapuluhan anak, ditambah dan ditemani oleh para pengurus RBS, kami dudul melingkar di panggung Taman Renungan Bung Karno. Bismillah. Dalam hati saya terus mengingatkan diri, ingat Teh, bahasanya! Karena, berbicara di depan ribuan anak muda atau orangtua itu sudah biasa, tapi di hadapan anak-anak itu luar biasa. Di sini kemampuan berkomunikasi (saya) sebenarnya diuji. Mampu atau tidak. Beruntung saya selalu membawa jimat, backpack emak-emak itu haha, yang memuat semua keperluan termasuk benda-benda yang bakal saya tunjukkan kepada peserta.

Jurnalistik dan Blog


Memulai tentang dunia jurnalistik, paling sederhana, adalah berbicara tentang profesi wartawan. Kasihan, mereka masih kecil, jangan terlalu tinggi istilah yang dipakai. Tapi, mau tidak mau saya tetap harus memperkenalkan kepada mereka tentang 5W1H. Hebatnya, meskipun masih sekecil itu, mereka bahkan tahu tentang W ini loh. What, Where, When, Why, Who. Sedangkan H-nya sudah pasti How. Menjelaskan kepada anak-anak tentang pentingnya 5W1H dalam sebuah berita itu susah-susah gampang. Artinya, berita adalah fakta yang tak terbantahkan karena berdasarkan peliputan lapangan serta hasil wawancara narasumber. Sebagian peserta yang sudah duduk di bangku kelas 4 ke atas rada-rada paham, tapi yang masih kici lo'o (istilah kami Orang Ende) hanya melihat ... semoga mereka juga bisa paham.


Dari jurnalistik, saya bergeser ke dunia blog. Apa itu blog, dan apa saja yang ditulis di blog. Sederhananya, karena mereka masih anak-anak, saya berkata bahwa kalau menulis untuk koran itu harus betul-betul perhatikan 5W1H dan tata bahasa baku, kalau di blog itu boleh curhat. Di sini, saya tidak mungkin menjelaskan lebih detail bahwa blog juga bisa menjadi koran online begitu dan bahkan jika dikelola secara profesional bisa menjadi pundi Rupiah. Saya juga tidak menjelaskan tentang para blogger yang bisa membikin blog di Blogger, Wordpress, sampai Tumblr. Nanti saja kalau mereka sudah SMP atau SMA. 

Nah, pada kesempatan berbicara tentang diary online ini, saya mengeluarkan T-Journal, si Arekune, yang memuat semua tulisan saya. Termasuk semua alat tulis yang saya gunakan. Maksudnya apa? Maksudnya, agar adik-adik termotivasi untuk juga menulis, selain membaca, apa saja di buku harian. Karena tulisan adalah harta warisan paling berharga.

Membaca dan Menulis


Dua hal ini saya tekankan kepada para peserta. Hubungan keduanya adalah, ketika seseorang ingin menulis dan mempunyai tulisan yang kaya raya, dia harus banyak tahu, dan untuk banyak tahu ... ya harus membaca. Membaca dan menulis adalah dua hal yang tidak bisa dilepas bagaimanapun caranya. Sumpah. Menulis tanpa membaca itu ibarat pergi perang tanpa senjata dan amunisi. Ingat, senjata saja tidak cukup, harus siapkan amunisi. Karena, ketika peluru habis ditembak, masih ada stok amunisinya.

Kepada mereka saya katakan: makan makanan bergizi agar tubuh menjadi sehat dan kuat. Namanya menutrisi tubuh. Tapi untuk otak, harus ada nutrisi tambahan yaitu membaca.

Untuk memberikan contoh, saya mengeluarkan buku yang selalu saya bawa dalam backpack. Buku berjudul The Book of Origins karya Trevor Homer. Ternyata, beberapa peserta juga ada yang membawa buku di dalam tas mereka. Awesome! Kita sama donk. Hehe.

Berbagi Ilmu, Nasihat Ali bin Abi Thalib


Saya sangat mencintai Ali bin Abi Thalib. Dalam sebuah novel online berjudul Triplet yang pernah saya pos di blog ini, bersambung setiap hari Minggu, saya menulis sebagai berikut:

Salah satu nasihat Ali Bin Abi Thalib—termasuk dalam golongan pertama pemeluk Islam, saudara sepupu sekaligus menantu Nabi Muhammad SAW yangmana dia menikahi Fatimah az-Zahra—berbunyi: “Kekayaan seorang bakhil akan turun kepada ahli warisnya atau ke angin. Tidak ada yang lebih terpencil dari pada seorang bakhil.”

Penjelasan paling hakiki nasihat laki-laki yang pernah menjabat sebagai Khalifah pada tahun 656 – 661 tersebut tercantum di dalam Surat Ali ‘Imran 180: “Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Terima kasih, Ali bin Abi Thalib. 

Kegiatan sore itu ditutup dengan foto bersama ... salam literasi! Dan perlu diketahui ini adalah Hari Literasi Sukacita, bukan Hari Literasi Nasional maupun Hari Literasi Internasional yang diperingati setiap September, ya. Jadi, jangan protes duluan. Hehe.

⇜⇝

Terima kasih, RBS, sudah memberikan saya kesempatan untuk berbagi dengan adik-adik RBS yang kece-kece dan cerdas-cerdas. Semoga berkah untuk kita semua. Terima kasih juga untuk foto-foto kirimannya. Bisa jadi pemanis pos yang satu ini. Giliran saya juga memberikan kesempatan kepada RBS, khusus pengurus, apabila ingin tahu lebih banyak tentang blog: membikin, mengelola, menulis, dan lain sebagainya, boleh hubungi saya. Kita bikin kelas blogging (lagi) haha.

Baca Juga: Konsisten Nge-blog Setahun

Bagaimana dengan kalian, kawan? Kalau kalian juga pernah berbagi informasi dan pengalaman dari dunia jurnalistik dan blog kepada mereka-mereka yang masih ana lo'o (anak kecil), bagi tahu yuk di papan komentar.



Cheers.

Tubuh Stress Dan Sakit, Itu Tandanya Tidak Sehat Secara Finansial ~ #LiveHealthierLives


Pernah merasakan gejala sakit seperti demam, letih, lemah, lesu, dan tidak bergairah sama sekali? Tapi setelah menerima gaji atau bonus, badan kita menjadi sehat dan bugar tanpa merasakan sakit yang dialami sebelumnya. Mungkin kamu sedang tidak sehat secara finansial, bukan karena tubuhmu yang tidak sehat. 

“Dok, saya punya keluhan demam dan meriang.”

“Gejalanya sudah berapa hari?”

“Baru 2 hari lalu, Dok.”

“Boleh saya periksa terlebih dahulu?”

Setelah diperiksa dan mengecek sana sini, dokter sangat heran. Dia mengeryitkan dahi. 

“Ibu sedang tidak sehat secara finansial?”

Ibu tersebut sontak bertambah sedih. Sepertinya matanya berkaca-kaca dan sebentar lagi mengeluarkan air mata.

“Benar Dok, saya sedang terlilit hutang dan belum bisa melunasinya sampai hari ini.”

“Penyakit yang ibu derita sebetulnya berhubungan dengan hutang tersebut.”

“Kok bisa Dok?”

“Secara psikologis, kondisi finansial yang tidak sehat membuat tubuh bereaksi dengan stress. Tadinya stress tersebut masih dalam taraf wajar, jika diperburuk dengan kondisi makan tidak teratur dan kurang istirahat ataupun kurang olahraga, maka akan bertambah parah.”

“Solusinya bagaimana, Dok?”

“Selesaikan masalah hutang tersebut. Mulailah membayarnya perlahan-lahan dan direncanakan. Kurangi hal-hal konsumtif seperti membeli baju atau tas yang sebetulnya tidak terlalu dibutuhkan. Dana tersebut bisa untuk melunasi hutang.”

“Kalau sakit ini bagaimana Dok?”

“Minumlah obat, istirahat dan lakukan pelunasan hutang tersebut, maka yakin akan sembuh.”



Sebetulnya, stress dan sakit itu bagian dari kondisi psikologis yang disebabkan oleh tidak sehatnya finansial. Apalagi jika kita terlilit hutang atau kondisi finansial yang sangat rumit. Hal ini diungkapkan oleh Roslina Verauli, Psikolog, bahwa Manusia memiliki kebutuhan dasar yang harus dipenuhi untuk mencapai aktualisasi diri dan kebahagiaan. Kesehatan fisik dan keamanan finansial menjadi kebutuhan dasar yang harus dipenuhi, agar seseorang dapat memenuhi kebutuhan selanjutnya, yaitu relasi positif dan meraih performa terbaik mereka. Sehingga, ketika seseorang telah memenuhi kebutuhan dasar berupa sehat fisik dan finansial, peluang mereka untuk mendapatkan hubungan keluarga dan relasi yang baik akan semakin tinggi, begitu pula dengan kesempatan mereka untuk mencapai potensi terbaik diri mereka.

Jelas sekali kalau sehat fisik itu berasal dari beberapa faktor salah satunya adalah sehat secara finansial. Bagaimana kalau sudah sehat secara finansial tetapi malah sakit secara fisik? 

Salah satu yang menunjang kesehatan fisik adalah finansial, namun tidak mutlak hal tersebut mempengaruhi. Saat ini banyak sekali faktor seperti kurangnya gerak dan olah tubuh serta gaya hidup yang serba instan dan cepat membuat makanan dan minuman yang dikonsumsi pun tidak mencerminkan kesehatan.


Saya memiliki tubuh kurang ideal, bisa dikatakan termasuk dalam obesitas. Untuk menjaga kesehatan saya mulai dalam beberapa hal terutama makanan dan minuman. Untuk saat ini, saya mengurangi porsi nasi dan menambahnya dengan porsi buah-buahan. Mungkin, terasa sangat berat, namun saya sudah membuktikan kalau saya bisa menurunkan berat badan sedikit demi sedikit. Kemudian, saya mulai mengurangi minuman kemasan yang mengandung banyak gula. Kalaupun terpaksa minum, saya memilih yang low sugar sehingga bisa dikontrol gulanya. 

Mungkin pada awalnya sangatlah berat, namun setelah menjalaninya, saya merasakan perubahan yang sangat signifikan. Awalnya saya merasa kalau tubuh saya terasa berat, namun setelah melakukan metode tersebut tubuh mulai terasa ringan dan gerak pun menjadi sangat bebas. Hal yang berubah lainnya adalah ukuran celana ataupun baju bisa mengambil satu size dibawahnya. 

“Ada yang ukuran XXL?”

“Maaf mas hanya ada XL saja.”

Kalau saya berada di mall dan ingin berbelanja kaos atau kemeja, saya merasa bahwa mencari ukuran besar sangatlah susah. Apalagi ukuran XXL yang mungkin sangat jarang ada. Dari peristiwa ini juga saya bertekad untuk menurunkan size sehingga bisa memilih banyak model atau motif yang ada di mall. 

“Turun di depan ya, Pak.”

Kemudian angkot pun berhenti di tempat yang saya inginkan.

“Mas, bayarnnya kurang. Tadi mas nempatin duduk 2 orang.”

What! Apa! Sampai angkot pun ikut-ikutan tidak menghargai fisik saya. Dan, saya beralih naik ojek online.


Kadang ojek online pun merasa sangat keberatan karena badan saya yang sudah besar dan berat. Apalagi jika ada tanjakan atau polisi tidur yang kadang nyangkut atau tergesek motornya. Saya jadi merasa bersalah dengan drivernya. Makanya saya sering memberikan tip walaupun tidak seberapa, tapi setidaknya bisa mengobati kesalahan saya. 

Banyak sekali ketidaknyamanan yang saya rasakan dengan memiliki tubuh yang kurang ideal. Saya juga memiliki kenangan pahit mengenai masalah kesehatan. Mamah dan Kakak saya juga menderita penyakit kronis yang menyebabkan kematian. Banyak faktor yang mempengaruhi, salah satunya makanan dan minuman yang kurang sehat dan banyak sekali mengkonsumsi karbohidrat dan gula. Ini bisa menjadi warning bagi diri saya sendiri, dan juga saya sharing pengalaman ini dalam bentuk tulisan seperti ini pun agar bisa ikut memberikan pengaruh sehingga bisa beralih ke makanan yang sehat. 



Sejalan dengan hal tersebut, maka PT Sun Life Financial Indonesia (“Sun Life Indonesia”) kembali mengajak masyarakat khususnya generasi muda Indonesia untuk menerapkan investasi kesehatan, sebagai faktor penting dalam mendukung produktivitas dan kualitas hidup di masa datang. Mengusung kampanye kesehatan ‘Live Healthier Lives’, Sun Life mengajak generasi muda untuk menjaga kesehatan secara holistik, baik dari segi fisik, mental, maupun finansial, guna mempersiapkan diri menyambut bonus demografi pada 2030. Pada kesempatan ini, Sun Life juga memperkenalkan figur publik sekaligus penggiat kesehatan: Ibnu Jamil dan Kelly Tandiono, sebagai duta dari kampanye ‘Live Healthier Lives’.



Ibnu Jamil seperti yang kita ketahui adalah artis yang sudah malang melintang di dunia olahraga dan menyukai banyak olahraga terutama sepakbola dan lari. Sedangkan Kelly Tandiono merupakan role model gaya hidup sehat dengan aktif sebagai pelari dan sering mengikuti lomba triathlon baik tingkat nasional maupun internasional. 

Gaya hidup sehat dan aktif berolahraga sangat diharapkan untuk mengajak masyarakat mengikuti gaya hidup tersebut sehingga diharapkan tidak membebani secara finansial karena biaya pengobatan atau rumah sakit yang disebabkan oleh penyakit yang diderita akibat gaya hidup kurang sehat. 

Lalu bagaimana kalau sudah terlanjur sakit dan membutuhkan biaya rumah sakit yang sangat banyak? Sebelum terlambat, sehat secara fisik pun harus diimbangi dengan sehat secara finansial. Salah satu jalan untuk sehat secara finansial adalah dengan cara berasuransi. Kenapa asuransi, karena asuransi memudahkan kita mengatur porsi baik biaya kesehatan dan investasi, karena banyak sekali pilihan asuransi sekaligus investasi yang sudah ditawarkan oleh Sunlife Indonesia

“Sun Life Indonesia mendukung pemerintah dalam membangun generasi produktif yang berkualitas di masa depan, sekaligus menginspirasi generasi muda mempersiapkan kesehatan secara holistik, agar dapat mengambil peran dan berkontribusi kepada kesejahteraan diri pribadi, keluarga, serta bangsa Indonesia,” tutup Elin Waty, Presiden Direktur Sun Life Indonesia.



Vlog Competition Dengan Total hadiah 50 Juta Rupiah  

Sun Life mengadakan Sun Life Vlog Competition bertema Live Healthier Lives yang berlangsung pada 11 Juli ‒ 10 Agustus 2019. Di dalam vlog tersebut kamu bisa bercerita mengenai alasanmu memulai hidup sehat.

Ibnu dan Kelly menantangmu untuk menceritakan alasan kamu memulai hidup sehat melalui kompetisi vlog. Kamu bisa menerapkan gaya hidup sehat sambil berkesempatan mendapatkan hadiah fantastis!

Penasaran dengan hadiahnya? Akan dipilih sebanyak 3 (tiga) orang pemenang.

Juara 1: Uang tunai senilai 20.000.000 + Healthy Trip to Hong Kong bersama Ibnu Jamil dan Kelly Tandiono

Juara 2: Uang tunai senilai 15.000.000

Juara 3: Uang tunai senilai 10.000.000

So, tunggu apalagi. Siapkan kamera, rekam aksimu menerapkan gaya hidup sehat dan dapatkan banyak hadiahnya. Informasi lebih lanjut bisa ke http://bit.ly/SunLifeID. 

Kepada Hujan

solilokui Kepada Hujan

Love sometimes it makes us cry
Forgive me when I get it wrong
Sometimes it`s hard
To be that strong
And… I would do anything
For you I`d turn the stars around
I`d find the way somehow
This time you`ll see I`ll build
A bridge to you again
Love shines to sweep away the past
Were more than lovers more than friends
(Bad English)

Sosok dia sudah sangat merasuk dalam keseharianku. Aku tahu bahwa aku jauh dari sempurna baginya. Tuturku terkadang gagap, hatiku terkadang tak hangat, perilaku ku pun masih berhias duri dan kerikil. Namun rasa sayang ini sudah sedemikian menjalar dan benturan antara hati dan kekuranganku selalu berdenting, mengaum, memekik, dan gaduh.

Tapi aku begitu menikmati segala bentuk kebingungan itu. Ada sekelumit kesejukan ketika hatiku tercabik baik oleh keindahan maupun kekalutan. Seperti hujan yang membasahi tanah. Ada aroma yang khas, bukan harum tapi kesahajaan yang indah dan menyejukkan.

Aku dan dia jarang bertatap dan berhadapan dalam satu waktu kebersamaan. Sering kurindukan sosoknya ketika curahan hujan turun dan airnya memercik dibalik kaca. Dalam imajinasiku, indah dan sejuknya hujan tentu sebanding dengan sosok manisnya. 

Ada suara halus yang menyapa, ada sentuhan yang meraba, ada sejuk yang membalut. Akan kugandrungi dan kuelukan hujan, sama seperti begitu sayangnya aku pada sosok dia.

Pagi ini hujan mengguyur dan aku ingin sekali bergandengan dengan hujan agar kendala rentang jarak antara aku dan dia bisa terwakili olehmu, hujan. Gerimis perlahan menetes seperti sebuah kecupan yang membangkitkan semangat dan senyumku pagi ini.

Rinduku belum kunjung terpuaskan, kusampaikan hal itu pada hujan. Tapi hujan tak menjawab. Namun aku tahu bahwa dia tersenyum dan mengenggam tanganku, seperti ketika dia ada didekatku. 

Kau adalah representasi dari dirinya, dia yang menggayut dalam benak dan hatiku. Tentu kau kenal dengannya, suaranya merdu sepertimu. Aku berkata pada hujan tentang sosok dia, seseorang di sana yang kuharap dekat.

Ini hari yang istimewa bagi kami, wahai hujan. Telah kuakrabi malam, kutembus dinginnya dini hari, kujalani kabut tebal yang ada, berlari, terseok, terjatuh, namun aku harus sampai pada titik itu. Hari istimewa baginya. Kupersembahkan sesuatu yang terbaik bagi hatinya.

Telah kurancang dalam hatiku pagi yang dihiasi oleh beberapa kupu-kupu yang beriringan menuju lembah padang rumput yang hijau dan luas. Di situ aku berharap bisa menemui dirinya dalam balutan kehangatan hati dan senyum mengembang, lalu akan kusodorkan rindu dan pelukan erat dari seorang yang sederhana sepertiku ini. Lalu kubiarkan beberapa tetes airmata menuruni pipi sebagai simbol dari pelepasan rindu yang indah dan bersahaja.

Namun apakah dia akan berdiri di sana, wahai hujan? 

Bisakah dalam segala keterbatasanku ini, aku dapat meraih hatinya di hari istimewanya? Aku bergumul terus dalam kekumalan hidup, namun ada satu ruang yang berusaha kubersihkan dari debu. Agar dia dapat melongok dan merasa betah untuk mengunjungi. Ya, hati inilah yang aku upayakan. Seperti kupersembahkannya hati yang bahagia ini ketika menyambut kedatanganmu, wahai hujan.

solilokui Kepada Hujan

Hujan terus memandangiku......

Ada perasaan kikuk yang kerap datang, ketika dia memandangku dengan tatapan seperti yang kau lakukan sekarang, hujan.

Apakah hati ini punya kesempatan untuk memberi warna yang indah dalam sosoknya, sedangkan duniaku terasa begitu sempit......apakah hati ini bisa mengupayakan terang yang tak menyilaukan diantara dunia sekelilingnya yang nampak hijau dan berkilau-berpendar mengagumkan?

Katakan wahai hujan, apakah hati ini cukup berharga untuk bisa merapat dalam sosok dia? Aku beranjak mendekat hujan. Kupeluk hujan dengan penuh harap. Kurasakan belaiannya menyapu seluruh tubuhku. Kubiarkan hujan untuk merasakan kebingungan yang hinggap dihatiku. 

Lalu hujan turun semakin deras dan terasa tubuhku terguncang-guncang, namun hatiku tak tersakiti oleh guncangan hujan.....kubiarkan diriku histeris seiring dengan suara derasnya air hujan yang turun.

Sesaat kemudian, aku mulai lemas dan aku mulai terduduk. Hujan pun sudah mulai beranjak pamit untuk datang lagi kemudian. Kuhirup aroma tanah yang ditinggalkan hujan. Begitu eksotis dan menenteramkan. 

Kulihat beberapa tangkai bunga tersenyum lebar dengan cantik. Kuingat senyum itu. Senyum yang sangat aku kenal. Senyum yang membuat kepercayaanku tumbuh dan kebahagiaanlu merangkak naik. Semoga senyum itu tak akan pernah punah dari sosok dia, seseorang yang sangat aku kagumi dan aku sayang. 

Semoga hati yang kupunya ini bisa membuat senyum itu makin arif, dewasa, ikhlas, dan kubungkus hati ini sebagai persembahanku. Semoga dia mendapat yang terbaik dalam kehidupannya. Kutunggu kabar cerita dari kupu-kupu di lembah itu, bunga warna-warni, rumput, tanah dan tentu saja hujan. 

Kutunggu berita yang menggembirakan: bahwa dia di sana selalu bahagia dan mempunyai hati yang kuat di hari istimewanya, di hidupnya, selamanya.......

SOLILOKUI karya erik priabollywood
Januari 2009


Mau Liburan Dari Jakarta Ke Jogja? Inilah Tips Mencari Tiket Pesawat Murah


Menikmati Jogja itu akan terasa menyenangkan bila bersama sahabat atau keluarga terdekat. Selain Malioboro, Borobudur, Prambanan dan destinasi wisata lainnya, ternyata Jogja memiliki banyak wisata petualangan yang cukup bagus seperti Merapi Lava Tour, mengunjungi makam-makam raja Mataram dan mencoba es krim gelato ternama di Jogja. 

"Tiket pesawat lagi mahal-mahalnya nih."

"Gimana ya cara dapat tiket pesawat yang murah?"

"Ada ngga caranya biar dapat tiket diskon?"

Nah, berhubung mencari tiket pesawat dari Jakarta ke Jogja itu membutuhkan trik agar harganya lumayan mahal belakangan ini bisa dikurangi atau minimal mendapatkan banyak diskon. Tapi, sebelumnya saya akan mengajak keliling Merapi, makam raja Mataram di Kotagede dan menikmati es krim gelato.

Berpetualang Ke Merapi Lava Tour


Saat di hostel yang kami inapi, kami memutuskan untuk menyewa mobil untuk mengelilingi daerah sekitar Jogja. Maklum saja, saya sudah beberapa kali bolak balik Jogja dan sudah saatnya mengunjungi destinasi yang lain di sekitaran Jogja seperti Gunung Kidul, Sleman dan daerah lainnya. 

"Mau kemana nih kita?"

Kebetulan saya bersama dua sahabat yang sudah lama tidak traveling bareng, sehingga sudah sangat kami melepas rindu di Jogja.

"Merapi aja yuk."

"Wah, bakalan menyenangkan sih ke Merapi."

"Katanya kita bakalan naik jeep."

Membayangkan naik jeep dan berkeliling wilayah yang berpasir serta dipenuhi oleh jalur lava merapi yang konon mampu mengelapkan sekitar wilayah Merapi.

Setelah sampai di wilayahnya, kami kemudian menunggu untuk disiapkan jeepnya. Kami memilih jeep yang agak gelap dan cenderung aman tempat duduknya karena kami tahu medan yang akan kami lewati itu super-super tidak derduga dan banyak kejutan yang menanti. 


Kami melewati banyak sekali tempat-tempat memorial bagi korban keganasan wedus gembel Merapi. Mungkin, wilayah ini adalah radius 5-10 Km dari puncak Merapi yang terkena dampak erupsi dan lavanya. 

Dan, semakin kami melihat banyaknya sisa bangunan akibat bencana ini, semakin bersyukurlah kami tidak tertimpa bencana seperti yang dialami oleh warga di sekitar kaki gunung Merapi ini. 

Menikmati Masa Lampau Di Makam Raja-Raja Mataram Kota Gede


Hostel yang saya inapi itu berada di sekitar Kota Gede, Jogja. Setelah kami menikmati indahnya Merapi, kini saatnya keliling di sekitar area Kota Gede. Setelah dicari, muncullah nama Makam Raja-Raja Mataram dan lokasinya sekitar 3-5 Km dari hostel kami. 

"Yuk ketempat ini?"

Saya menunjukan foto-foto makam tersebut dengan keindahan bagunannya. 

"Yuk, daripada ke borobudur atau prambanan lagi."

Dan, setelah mengunakan mobil online, kami sampai di tempat sekitar 15 menit. 

Saya masih terkagum-kagum karena tidak ada nuansa seram atau mistis di dalam makam tersebut, yang ada adalah keindahan bangunan peninggalan kerajaan yang masih kokoh dan tidak termakan oleh usia.

Dan, yang kami lakukan adalah mengelilingi kompleks makam itu sekaligus foto-foto di sekitar bangunan yang menarik tersebut.

Menikmati Es Krim Gelato


Saya suka dengan es krim, apalagi di Jogja terdapat satu gelato yang tersohor dan rasanya ingin menikmatinya karena sangat tidak biasa. Harganya lumayan pricy untuk gelato ini, namun karena ukurannya yang lumayan banyak, maka tidak salah kalau kami mengunjungi tempat ini dengan berjalan kaki sekitar 2 km dari tempat terakhir kami pada waktu ini. 

Tips Mencari Tiket Pesawat Murah Dari Jakarta Ke Jogja

Tiket Pesawat Jakarta Jogja itu bisa disiasati dengan beberapa hal, apalagi kalau menginginkan tiket murah dan promo serta diskon. Nah, ini dia tips mencari tiket pesawat yang murah.

Ada beberapa cara yang harus dilakukan untuk mendapatkan tiket pesawat murah salah satunya adalah 

Waktu Pemesanan

Pesan tiket pada saat dini hari atau sekitar pukul 00.00 sampai 15.00, karena makin sore atau malam kita memesan pesawat maka akan naik harganya. 

Cek Tiket Promo

Biasanya setiap maskapai memiliki jadwal khusus melakukan promonya, seperti setiap senin dini hari dan waktu waktu tertentu seperti tanggal gajian. Sehingga kita bisa memanfaatkan pada waktu tersebut.

Langganan Email

Selain mengecek tiket promo, jangan lupa untuk subscribe email dari maskapai dan pencarian tiket online seperti pegipegi. Biasanya email tersebut merupakan informasi diskon atau promo yang lumayan mengiurkan apalagi kalau mencari tiket untuk keluarga. 

Cari Di Pegipegi

Nah, salah satu yang banyak diskon dan promonya itu adalah pegipegi. Pencarian tiket domestik yang sangat mudah dan cara pembayarannya pun dijamin sangat banyak pilihannya. Saya sih selalu melihat notifikasi yang masuk dari aplikasi pegipegi yang sudah saya instal di smartphone. Kalau ada promo menarik dan tanggalnya pun pas, maka saya akan langsung pesan saat itu juga. 


Nah, semakin mudah serta banyaknya cara mendapatkan tiket murah, yuk jangan lupa untuk liburan dan mendapatkan banyak tiket murahnya. Jangan lupa bahagia bersama keluarga dan sahabat dengan traveling ke tempat-tempat indah serta mengukir memori yang tak terlupakan di Jogja. 


5 Kegiatan Kece Menyongsong Dies Natalis 39 Uniflor


5 Kegiatan Kece Menyongsong Dies Natalis 39 Uniflor. Hyess! Tanggal 19 Juli merupakan tanggal keramat karena merupakan tanggal kelahiran Universitas Flores (Uniflor) tercinta. Bukan saja karena saya meraih gelar Sarjana Hukum dari universitas pertama di Pulau Flores ini, tetapi juga karena saya bekerja di tempat ini tepatnya di UPT Publikasi dan Dokumentasi. Mencintai Uniflor sudah default. Sejak tahun 2011 sampai sekarang saya masih bertahan di UPT yang sama alias belum pernah dipindah. Haha. Kadang saya bertanya-tanya kenapa belum dipindah juga(?). Mungkin karena saya belum diijinkan mengacau di unit lain *diketawain dinosaurus*.

Baca Juga: 5 Lokasi Terdekat Untuk Berwisata Sekitar Kota Ende

19 Juli 2019 Uniflor akan mencapai usia 39. Bayangkan! 39 tahun! Kalau manusia, itu mungkin sudah menikah dan dikaruniai dua anak super lutjuuuu. Akan ada perayaan besar-besaran saat ulang tahun ke-40 nanti. Tapi itu nanti, sekarang saya mau cerita-cerita tentang kegiatan ulang tahun ke-39 dulu ya. Seru-seru loh!

Perlu diketahui, ada dua panitia yang menyelenggarakan aneka lomba menyongsong ulang tahun Uniflor ke-39. Yang pertama: panitia besar yang terdiri dari dosen dan karyawan. Yang kedua: Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Uniflor yang juga selenggarakan berbagai lomba. Jadi, bisa kalian bayangkan betapa ramainya kampus kami di hari-hari terakhir ini. Meskipun masih ada prodi yang menyelenggarakan UAS tapi keseruan dan kehebohannya tetap saja ... wajib!

Apa saja sih kegiatan kece menyongsong dies natalis ini? Cekidot!

1. Jalan Sehat


Jalan sehat sudah dilakukan sejak Sabtu, 6 Juli 2019. Jalan sehat ini diikuti oleh segenap civitas akademika Uniflor termasuk siswa-siswi SMK yang praktek. Ramai dan sangat seru! Dimulai dari Kilometer Nol di Lapangan Pancasila, berakhir di Lapangan Futsal - Kampus III - Uniflor. Ada kacang ijo dan kudapan yang disiapkan oleh panitia. Dan serunya kami berjoged gembira dipimpin Kakak Shinta Degor.



Kakak Shinta (sepatu kuning), seng ada lawan! Hehe.

2. Lomba Futsal


Lomba futsal sudah dimulai usai upacara pembukaan. Upacara pembukaan ini dilaksanakan di Lapangan Futsal dan Pembinanya adalah Rektor Uniflor Bapak Dr. Simon Sira Padji, M.A.


Serunya lomba futsal ini terlebih dahulu dimulai oleh tim puteri. Bisa dibayangkan kan teman-teman yang sebelumnya sama sekali tidak pernah terjun di dunia futsal kemudian harus mewakili fakultasnya untuk bermain futsal?



Seru dan kocaaaaak.

3. Lomba Voli


Ini nih yang saya syukaaa haha. Apalagi kalau nonton tim putera bermain. Karena kan di dalam satu tim itu harus ada satu dosen dan/atau satu karyawan yang turut masuk dalam tim selain mahasiswa. Coba kalian bayangkan, mahasiswa yang biasanya sudah solid satu tim itu, dikurangi satu atau dua anggota untuk digantikan oleh dosen dan/atau karyawan.


Tapi asyik ya. Kali ini saya tidak mengikuti lomba futsal dan lomba voli. Serahkan pada yang lebih jago saja, ya adik-adik mahasiswa. Karena, kalau dulu sistem lombanya itu per kampus, sekarang per prodi. Sehingga kami-kami yang bekerja di unit-unit dibagi ke setiap prodi. Saya kebagian di Prodi Pendidikan Matematika (ProMat). Otomatis karena mahasiswa dilibatkan jadi kan asyik ... mereka lebih jago bermain voli dan futsal. Sumpah, mereka kompak dan tangguh-tangguh!

4. Lomba Debat


Yang satu ini lomba yang melibatkan perwakilan mahasiswa dari 16 (enambelas) program studi. Asyik sekali meliput lomba yang satu ini. Gemas juga sama pendapat-pendapat mereka saat debat antara pro dan kontra akan tema yang diundi.


Gemas karena kalau tidak sesuai dengan pendapat saya pribadi hahahaha. Saya pikir, anak hukum harusnya bisa menang karena kan banyak regulasi yang mengatur tentang tema-tema tersebut. Yang penting, melalui lomba debat ini jelas akan terasah pola berpikir, menganalisa, dan bagaimana menyampaikan pendapat dalam sebuah debat.

5. Lomba Vlog


Ini dia lomba kece yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Uniflor, karena sebelumnya diumumkan bahwa setiap prodi/fakultas harus selenggarakan lomba masing-masing. Tapi kemudian kemudi agak berubah tetapi FTI telah menyusun segala sesuatunya sehingga lomba ini tetap dilaksanakan.


Semoga banyak yang ikutan ya. Sebagai wujud dari FTI sebagai fakultas yang bergerak di dunia teknologi informasi serta sebagai wujud kecintaan peserta terhadap dunia pariwisata di NTT. Kalau bukan kita, siapa lagi?

⇜⇝

Lima kegiata kece di atas belum mewakili semua kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka ulang tahun Uniflor yang ke-39, apalagi kegiatan-kegiatan yang mulai disusun dalam rangka Panca Windu (40 tahun). Masih banyak yang lainnya, seperti futsal putera, lomba paduan suara, lomba karya tulis ilmiah, lomba pop singing, dan seterusnya. Harapan saya sebagai bagian dari Uniflor adalah kegiatan-kegiatan ini akan semakin mempererat rasa persaudaraan dan kekeluargaan yang memang sudah ada dan semakin pekat di Uniflor. Kami semua bersaudara.

Baca Juga: 5 Keistimewaan Canva

Saya sendiri memang tidak seberapa aktif dalam berbagai lomba, kecuali menjadi penonton aktif yang teriak-teriak meskipun sedang radang tenggorokan, karena juga sibuk dengan berbagai kegiatan menjelang Kuliah Kerja Nyata (KKN). Sebagai panitia KKN di bagian publikasi dan dokumentasi pun harus ke sana sini meliput kegiatan pertemuan dengan DPL, misalnya, hingga nanti peliputan saat mahasiswa KKN berangkat ke lokasi KKN.

Cukup letih kan? Hahahha.

Bagaimana dengan di tempat kalian, kawan? Bagi tahu yuk di komen!



Cheers.

Kepo Buku #18: Penerbit Haru dan Novel-novel Asia

Berawal dari novel-novel terjemahan dari Bahasa Korea dan Jepang, Penerbit Haru kini tengah berupaya merambah ke karya penulis-penulis Asia. Penerbit ini juga telah memiliki sejumlah imprint yang bergerak di berbagai bidang penerbitan, termasuk salah satunya yang menerima karya anak-anak muda Indonesia. Bagaimana caranya? Simak episode ini!

Tamu: Andry Setiawan (Penerbit Haru)
Featuring: Mputtt (Podcaster Magang) 🙂

Selamat menikmati, semoga berkenan. Salam buku!



Di mana dengar podcast Kepo Buku?

Apple Podcast | SoundcloudGoogle Podcast | Spotify | Anchor | Breaker | Sticher | Pocketcast | Radio Public

Terima kasih buat:

  • Andry Setiawan dari Penerbit Haru

Tentang Penerbit Haru:

Kepo Buku adalah:

Follow akun Instagram Kepo Buku di Instagram.com/KepoBuku

 

AYO CERITAKAN BUKU YANG LAGI KALIAN BACA LEWAT AUDIO:

Yoi cuy, kita mau ngajak kalian buat ikutan di Kepo Buku. Intinya kita mau tahu kalian lagi baca buku apa? Kirim dalam bentuk rekaman suara (maksimal 5 menit). Jangan lupa sebut nama, lokasi dan ceritakan buku yang kalian lagi baca atau mau kalian rekomendasikan. Ada dua cara yang bisa dilakukan:

  1. ANCHOR: Untuk pengguna aplikasi Anchor, klik “Message” dan mulai rekam review kalian. (Durasi maksimal 1 menit tapi kalau masih kurang, silahkan rekam lagi)
  2. WHATSAPP:  Gunakan fasilitas Voice Note di Whatsapp. Klik/ ketik link ini di HP kalian: http://bit.ly/ikutkepobuku atau ke 087878505012
  3. EMAIL: Rekam di voice note di hp dan kirim lewat email ke suarane@gmail.com

Rekaman yang kita terima akan kita sertakan dalam episode-episode Kepo Buku berikutnya.

 

Credits & Disclaimer:

  • Kepo Buku tidak berafiliasi dengan penerbit ataupun penulis buku yang diulas di episode ini.
  • Musik: “Rainbows” oleh Kevin MacLeod (incompetech.com). Licensed under Creative Commons: By Attribution 3.0 License

-rh-