Belajar Memahami Tari Bersama Sanggar Tari Cinong Bekasi

Sanggar Tari Cinong Bekasi
Sanggar Tari Cinong Bekasi | Foto: Roron Urip Pratomo
Balai Desa Babelan Kota di Kecamatan Babelan Bekasi saat Minggu sore kini tidak sepi lagi. Puluhan anak-anak berkumpul untuk berlatih kesenian dan keterampilan. Mulai dari latihan menari, seni bela diri silat hingga menari.

Yuni Widiasari atau yang akrab disapa Bunda Yuni sudah setahun belakangan ini memiliki kesibukan mengajarkan beberapa jenis tarian, antara lain tari Ondel-Ondel untuk anak-anak dan Sirih Kuning untuk remaja putri.

Dalam kegiatan belajar menari di balai desa ini Bunda Yuni tidak sendirian, ia dibantu putrinya Nurul Rahmadani dan beberapa gadis remaja yang sudah lebih dahulu belajar menari kepadanya.

"Kalau latihan menari di balai desa  itu hanya Minggu sore, kalau ada lomba atau mau tampil bisa latihan tambahan di rumah" jelas Miranti salah satu pengajar tari yang membantu Bunda Yuni sore itu.
Belajar Memahami Tari Bersama Sanggar Tari Cinong Bekasi
Sanggar Tari Cinong bukan bagian terpisah dari Perguruan Silat Cinong Bekasi, masih satu kesatuan sebagai wadah pelestarian budaya dan pengembangan bakat seperti juga Sanggar Lukis Cinong, Grup Palang Pintu, Ujungan, Lenong dan lainnya.

"Awalnya saya diminta Bang Jamal (ketua perguruan silat Cinong Bekasi) dan Bang Rusli untuk mengajarkan tarian untuk anak-anak dalam rangka mengisi acara milad Cinong" ungkap Bunda Yuni.

"Selanjutnya saya mulai fokus mengajarkan tari-tarian untuk keperluan mengisi acara waktu itu, Alhamdulillah saat tampil cukup memuaskan" lanjut Bunda Yuni yang berprofesi sebagai guru di salah satu sekolah swasta di Bekasi.
Belajar Memahami Tari Bersama Sanggar Tari Cinong Bekasi
Para Penari Sanggar Tari Cinong Bekasi Babelan
Menurut Bunda Yuni, setelah acara milad ternyata antusiasme anak-anak untuk belajar menari tidak surut, bukan saja anak-anak dari Kecamatan Babelan yang ingin belajar menari, bahkan ada beberapa anak dari Kecamatan Tarumajaya dan Kecamatan Sukawangi yang datang untuk belajar.

Penampilan anak-anak yang mempersembahkan tarian tradisional ternyata menjadi perhatian karena jarang ada penampilan tari tradisional kecuali dalam acara berskala besar. Saat itu dibawakan 3 tarian yaitu Tari Ondel-Ondel, Tari Sirih Kuning dan Tari Bajidor Kahot.

"Mungkin image bahwa tari tradisional itu susah dan jarang yang bisa, karenanya untuk penampilan tari tradisional butuh biaya mahal. Padahal kalau mau ayo kita belajar sekaligus melestarikan tari tradisional" ungkap Bunda Yuni.
Belajar Memahami Tari Bersama Sanggar Tari Cinong Bekasi
Bunda Yuni
Untuk kostum saat ada acara atau memenuhi undangan menari, Bunda Yuni mengaku dirinya masih menyewa kostum karena masih belum terlalu sering digunakan. Sedangkan untuk make up atau merias penari ia dibantu oleh keluarga besar Cinong.

Selain tari Sirih Kuning untuk hiburan saat acara, untuk remaja putri juga diajarkan tari Lenggang Nyai untuk keperluan lomba. Walau pun belum ada prestasi dalam kompetisi, Bunda Yuni mengaku sudah bahagia dapat berperan serta melestarikan dan mengajarkan tari tradisional kepada generasi muda.

Keceriaan dan keakraban dalam gerakan tari dan canda tawa mengisi aula salah satu gedung di dalam komplek balai desa Babelan Kota sore itu. Semoga semangat itu terus terjaga demi mengenal, mencintai, melestarikan kekayaan seni budaya Indonesia yang kaya.

Belajar Memahami Tari Bersama Sanggar Tari Cinong Bekasi
Seni tari jelas berbeda dengan olahraga, jika olahraga memiliki jiwa kompetisi dengan motto Citius, Altius, Fortius (lebih cepat, lebih tinggi, lebih kuat) maka seni tari menghadirkan pengalaman estetik dalam bentuk olah gerak sebagai ekspresi, kreasi, serta apresiasi. Bahasa mudahnya tari lebih mengutamakan keindahan dan keseimbangan gerak yang menyatu dengan musik pengiringnya.

Sama seperti olahraga, pada akhirnya seni tari memiliki peranan dalam pembentukan karakter sang penari secara fisik maupun psikologis untuk mencapai Kecerdasan Gerak atau Kecerdasan Kinestetik.  

Kecerdasan Gerak adalah kemampuan mengontrol gerakan, keseimbangan, ketangkasan, dan keanggunan dalam bergerak.  Untuk anak-anak seni tari dan olah raga sama-sama mengasah keterampilan motorik halus dan kasarnya dengan lebih baik.

Lebih dari itu, seni tari juga mengembangkan sikap estetis sehingga dapat membentuk manusia Indonesia dengan karakter yang seimbang, baik dalam perkembangan pribadi, lingkungan sosial, budaya dan alam sekitar, serta hubungan dengan Tuhan. Amiin.


Belajar Memahami Tari Bersama Sanggar Tari Cinong Bekasi

Sanggar Tari Cinong Bekasi
Sanggar Tari Cinong Bekasi | Foto: Roron Urip Pratomo
Balai Desa Babelan Kota di Kecamatan Babelan Bekasi saat Minggu sore kini tidak sepi lagi. Puluhan anak-anak berkumpul untuk berlatih kesenian dan keterampilan. Mulai dari latihan menari, seni bela diri silat hingga menari.

Yuni Widiasari atau yang akrab disapa Bunda Yuni sudah setahun belakangan ini memiliki kesibukan mengajarkan beberapa jenis tarian, antara lain tari Ondel-Ondel untuk anak-anak dan Sirih Kuning untuk remaja putri.

Dalam kegiatan belajar menari di balai desa ini Bunda Yuni tidak sendirian, ia dibantu putrinya Nurul Rahmadani dan beberapa gadis remaja yang sudah lebih dahulu belajar menari kepadanya.

"Kalau latihan menari di balai desa  itu hanya Minggu sore, kalau ada lomba atau mau tampil bisa latihan tambahan di rumah" jelas Miranti salah satu pengajar tari yang membantu Bunda Yuni sore itu.
Belajar Memahami Tari Bersama Sanggar Tari Cinong Bekasi
Sanggar Tari Cinong bukan bagian terpisah dari Perguruan Silat Cinong Bekasi, masih satu kesatuan sebagai wadah pelestarian budaya dan pengembangan bakat seperti juga Sanggar Lukis Cinong, Grup Palang Pintu, Ujungan, Lenong dan lainnya.

"Awalnya saya diminta Bang Jamal (ketua perguruan silat Cinong Bekasi) dan Bang Rusli untuk mengajarkan tarian untuk anak-anak dalam rangka mengisi acara milad Cinong" ungkap Bunda Yuni.

"Selanjutnya saya mulai fokus mengajarkan tari-tarian untuk keperluan mengisi acara waktu itu, Alhamdulillah saat tampil cukup memuaskan" lanjut Bunda Yuni yang berprofesi sebagai guru di salah satu sekolah swasta di Bekasi.
Belajar Memahami Tari Bersama Sanggar Tari Cinong Bekasi
Para Penari Sanggar Tari Cinong Bekasi Babelan
Menurut Bunda Yuni, setelah acara milad ternyata antusiasme anak-anak untuk belajar menari tidak surut bahkan ada beberapa anak dari Kecamatan Tarumajaya dan Kecamatan Sukawangi yang datang untuk belajar.

Penampilan anak-anak yang mempersembahkan tarian tradisional ternyata menjadi perhatian karena jarang ada penampilan tari tradisional kecuali dalam acara berskala besar. Saat itu dibawakan 3 tarian yaitu Tari Ondel-Ondel, Tari Sirih Kuning dan Tari Bajidor Kahot.

"Mungkin image bahwa tari tradisional itu susah dan jarang yang bisa, karenanya untuk penampilan tari tradisional butuh biaya mahal. Padahal kalau mau ayo kita belajar sekaligus melestarikan tari tradisional" ungkap Bunda Yuni.
Belajar Memahami Tari Bersama Sanggar Tari Cinong Bekasi
Bunda Yuni
Untuk kostum saat ada acara atau memenuhi undangan menari, Bunda Yuni mengaku dirinya masih menyewa kostum karena masih belum terlalu sering digunakan. Sedangkan untuk make up atau merias penari ia dibantu oleh keluarga besar Cinong.

Selain tari Sirih Kuning untuk hiburan saat acara, untuk remaja putri juga diajarkan tari Lenggang Nyai untuk keperluan lomba. Walau pun belum ada prestasi dalam kompetisi, Bunda Yuni mengaku sudah bahagia dapat berperan serta melestarikan dan mengajarkan tari tradisional kepada generasi muda.

Keceriaan dan keakraban dalam gerakan tari dan canda tawa mengisi aula salah satu gedung di dalam komplek balai desa Babelan Kota sore itu. Semoga semangat itu terus terjaga demi mengenal, mencintai, melestarikan kekayaan seni budaya Indonesia yang kaya.

Belajar Memahami Tari Bersama Sanggar Tari Cinong Bekasi
Seni tari jelas berbeda dengan olahraga, jika olahraga memiliki jiwa kompetisi dengan motto Citius, Altius, Fortius (lebih cepat, lebih tinggi, lebih kuat) maka seni tari menghadirkan pengalaman estetik dalam bentuk olah gerak sebagai ekspresi, kreasi, serta apresiasi. Bahasa mudahnya tari lebih mengutamakan keindahan dan keseimbangan gerak yang menyatu dengan musik pengiringnya.

Sama seperti olahraga, pada akhirnya seni tari memiliki peranan dalam pembentukan karakter sang penari secara fisik maupun psikologis untuk mencapai Kecerdasan Gerak atau Kecerdasan Kinestetik.  

Kecerdasan Gerak adalah kemampuan mengontrol gerakan, keseimbangan, ketangkasan, dan keanggunan dalam bergerak.  Untuk anak-anak seni tari dan olah raga sama-sama mengasah keterampilan motorik halus dan kasarnya dengan lebih baik.

Lebih dari itu, seni tari juga mengembangkan sikap estetis sehingga dapat membentuk manusia Indonesia dengan karakter yang seimbang, baik dalam perkembangan pribadi, lingkungan sosial, budaya dan alam sekitar, serta hubungan dengan Tuhan. Amiin.


5 Manfaat Tidak Menonton Televisi



Televisi merupakan salah satu sumber informasi dan hiburan dalam keluarga. Ragam berita tentang kehidupan dinosaurus dan anak cucu dikemas apik dengan host yang kalau tidak ganteng pasti cantik, dan tentu saja cerdas. Berbagai gosip mulai dari gosip artis sampai gosip calon artis disajikan lezat bak sekotak alu ndene dalam kardus. Belum lagi aneka talkshow, filem, kisah petualangan, sampai reality show yang tidak real itu. Semua itu digenapkan dengan suguhan sinetron yang dulu saya sebut industri air mata. Industri air mata ini, dari yang saya dengar, sudah berkembang menjadi industri yang lebih menakutkan, industri percontohan kehidupan anak sekolah.

Coba yaaa itu anak sekolah di kehidupan nyata tidak pakai rok mini di atas lutut secara langsung dipanggil guru BP buat diceramahin tiga jam. Coba yaaa itu anak sekolah di kehidupan nyata zaman dulu itu berani menantang mata guru saja sudah kena hukum. Di sinetron, anak sekolah berani baku jawab dengan guru bahkan bersikap kurang patut. 

Baca Juga: 5 Blogger Kocak

Karena di saya sering nonton televisi sampai larut, maka saya kemudian memutuskan untuk membeli televisi sendiri yang diletakkan di dalam kamar. Sehingga saya menonton televisi menggunakan Tekomvision sedangkan Mamatua menonton televisi menggunakan parabola model lama yang ukurannya lebih besar.

Dulu, saya menyukai beberapa program dari stasiun televisi Indonesia seperti TransTV, Trans7, dan NET. Seringnya saya menonton stasiun televisi luar seperti National Geographic, StarWorld, Fox, AXN, AFC, TLC, E!, dan lain sebagainya. Saya penikmat serial-serial ketje seperti Law & OrderCriminal Minds, NCIS, Castle, Grey Anatomy, Royal Pain, dan tentu saja The Walking Dead. Pssst, saya pernah bolos kerja hanya karena jam tayang The Walking Dead pindah ke pukul 10.00 Wita. Haha. Koplak. Jadi ingat waktu SMA juga sering bolos setiap Sabtu demi menonton filem Vampir China di RCTI. 

Mamatua saya tercinta yang baru berulangtahun pun gemar menonton televisi setiap usai shalat Subuh. Mama Dedeh! Mamatua dan Mama Dedeh itu sulit dipisahkan. Televisi akan dimatikan (mati?) setelah pukul 06.00 Wita usai lagu Indonesia Raya berkumandang. Dulu, lagu Indonesia Raya di rumah saya merupakan lagu wajib yang disetel kencang. Volume televisi FULLvolume receiver FULL. Hasilnya tetangga hanya bisa mengelus dada dan saya melenting dari kasur dengan mata nanar.

Sampai kemudian, piala dunia tahun 2014, kakak saya meminjam parabola besar punya Mamatua. Akhirnya Mamatua harus rela menonton sambungan pararel dari kamar saya. Itu pun tidak lama karena kemudian kalau tidak salah di tahun 2015 sesuatu terjadi pada jaringan Telkomvision, sumber penghiburan di televisi di rumah. Entah apa yang terjadi sehingga parabolanya tidak bisa menangkap sinyal yang diteruskan ke receiver. Saya sempat mati gaya. Mamatua bingung karena tidak dapat melihat wajah bulat manis Mama Dedeh dan tidak bisa mengumandangkan lagu Indonesia Raya. Mamasia jadi nganga kalau kerjaan sudah beres karena tidak ada yang bisa dia lakukan. Hasilnya Mamatua dan Mamasia menonton Mama Dedeh menggelar turnamen congklak.

Tapi hidup terus berjalan. Ya iya laaah hahaha. Dan setelah bertahun-tahun tidak ada televisi saya merasakan manfaat yang mungkin juga sudah duluan dirasakan oleh Om Gustri Brewon. Adalah Om Gusti, aktivis yang saya tahu memperjuangkan hak-hak penderita HIV dan Aids di NTT, yang pernah bercerita pada saya bahwa dirinya dan keluarga tidak menonton televisi. Awalnya saya terkejut. Tapi tentu Om Gusti punya alasannya sendiri. Dan ternyata saya kemudian juga tidak menonton televisi untuk waktu yang cukup lama - sampai sekarang.

Baca Juga: 5 Peserta Favorit Kelas Blogging

Jadi, apa saja manfaat tidak menonton televisi?

1. Menghemat Listrik


Mungkin ada yang bakal ngetawain saya menulis ini, tapi faktanya memang demikian. Karena tidak menonton televisi, penggunaan listrik menjadi jauh lebih hemat. Mungkin kalian juga bisa menerapkan aturan jam televisi boleh dinyalakan di rumah untuk menghemat listrik. Tapi bagi kami selama sekitar tiga tahunan belakangan ini, manfaat tidak menonton televisi adalah terjadinya penghematan listrik yang sangat signifikan. Maklum, kadang saya sendiri sering ketiduran saat sedang menonton televisi hahaha. Gantian televisi yang menonton saya.

2. Tidak Menjadi Korban Industri Air Mata


Setidaknya saya tidak lagi melihat Mamatua atau Mamasia mengomel  saat dan/atau setelah menonton sinetron di televisi. Pasang wajah sedih, dan nyaris menangis! Ketika ditanya, mereka bilang kasihan sama si Anu yang ternyata tokoh sinetron. Mereka kini lebih sering menggelar turnamen congklak. Qiqiqiq.

3. Selalu Ada Waktu Untuk Menulis


Ya, selalu ada waktu untuk menulis dan membaca. Dulu, bisa berjam-jam duduk di depan televisi, bahkan sambil tiduran dan ketiduran di kasur. Tapi sejak tidak menonton televisi, rasanya punya waktu cukup banyak untuk nge-blog; menulis dan blogwalking. Bahkan saya juga punya lebih banyak waktu untuk membaca buku-buku yang masih dibungkus plastik (saking lamanya menumpuk di lemari). Setiap malam sebelum tidur pun saya masih membaca puluhan artikel dari banyak situs favorit.

4. Kerja Otak Lebih Baik


Ini yang saya rasakan. Kerja otak menjadi lebih baik karena lebih banyak menulis dan membaca. Rasanya tidak perlu emosian sama tingkah suami artis Anu, tidak perlu emosian sama juri-juri ajang pencarian bakat menyanyi, dan lain sebagainya. Menulis, membaca, bermain game, menonton filem, traveling ... betul-betul mengisi waktu dengan baik versi saya. Heran ya ... dulu saya bisa menonton televisi berjam-jam bahkan sampai ketiduran dan membiarkan televisinya terus menyala sampai pagi!

5. Tidak Kecanduan


Karena tidak menonton televisi untuk waktu yang cukup lama, dengan sendirinya kecanduan televisi luntur dan hilang. Awal tidak menonton televisi rasanya sakau. Aduh ini gimana ya. Aduh sudah sampai mana ya The Walking Dead-nya. Aduh ... tapi sekarang tidak lagi. 

Tidak menonton televisi ternyata bermanfaat kan? Toh segala informasi dan hiburan pun bisa diperoleh dari internet.

Baca Juga: 5 Kelas Blogging

Semua poin yang tertulis di atas merupakan apa yang betul-betul saya alami dan rasakan setelah sejak 2015 tidak menonton televisi. Jelas, hemat listrik itu pasti hahaha. Bagaimana dengan kalian? Apakah kalian masih menonton televisi? Apakah ada yang kecanduan televisi? Apakah ada yang seperti saya tidak menonton televisi? 

Share yuk di komen :)


Cheers.

Bingung Cari Sewa Apartemen Di Jakarta? Jendela360 Solusinya

Sewa Apartemen Jakarta Royal Mediterania Garden Residence
Ikram merupakan seorang karyawan muda yang masih single. Setelah 2 tahun bekerja di sebuah perusahaan IT, ia mempertimbangkan untuk pindah kost. Ikram sudah tinggal di kos ini sejak ia masih kuliah karena harganya yang terjangkau dengan fasilitas lengkap dan jarak yang dekat ke kampus.

Namun, setelah bekerja, Ikram merasa kehidupan di kos tersebut sudah kurang cocok untuknya. Para penghuni lain kebanyakan mahasiswa yang mengerjakan tugas beramai-ramai hingga larut malam dan cukup menimbulkan suara ribut sehingga Ikram merasa waktu istirahatnya terganggu. Ikram mempertimbangkan untuk mencari kos yang berisikan karyawan karena kebanyakan karyawan akan langsung istirahat begitu pulang dan tidak berisik hingga larut malam.

Selain mencari kost karyawan, Ikram juga mempertimbangkan untuk mencari sewa apartemen yang dekat dengan kantornya. Penghuni apartemen biasanya jarang bertemu muka sehingga Ikram yang introvert tak perlu sering berbasa basi ria dengan tetangganya. Namun, Ikram merasa agak kesulitan untuk mencari sewa apartemen yang sesuai dengan budget karena kebanyakan sewa apartemen di Jakarta meminta uang sewa dibayar secara tahunan sementara Ikram mendapatkan gajinya secara bulanan sehingga pengeluaran sewa tahunan akan sangat memberatkan Ikram.

Dodi, teman kantor Ikram, menyarankan Ikram untuk mencari sewa apartemen di Jendela360.com karena sepupuhnya berhasil menemukan apartemen yang cocok di website tersebut dan puas dengan pelayanannya. Ikram yang penasaran dengan akhirnya memutuskan untuk membuka dan mempelajari website Jendela360.

Begitu membuka websitenya, Ikram langsung terpukau dengan Jendela360, karena website ini menawarkan keunggulan yang jauh melebihi agen perorangan yang banyak memasang iklan di internet.
Sewa Apartemen Jakarta Royal Mediterania Garden Residence Fully Furnished

Keunggulan dan Kelebihan Jendela360

Bagi Penyewa / Pencari Apartemen Jendela360 hadir untuk memudahkan para pencari hunian khususnya apartemen di Jakarta dan sekitarnya. Bagi calon penyewa, keuntungan yang didapatkan adalah:
  • Mendapatkan informasi yang lengkap mengenai apartemen di seluruh Jakarta serta dapat melihat foto seluruh ruangan apartemen dengan foto 360 derajat di website Jendela360.com
  • Calon penyewa didampingi oleh representative Jendela360 untuk kunjungan ke beberapa unit sekaligus.
  • Dengan sistem cicilan bulanan (menggunakan kartu kredit), penyewa tidak akan lagi merasa keberatan dengan sistem pembayaran 1 tahun dimuka (hard cash)
Sedangkan bagi Pemilik Apartemen, Jendela360 sebagai startup proptech (property technology) juga hadir sebagai agen di mana para pemilik apartemen bisa menitipkan apartemennya untuk dipasarkan melalui Jendela360. 

Berbeda dengan situs marketplace umum dan marketplace properti, di Jendela360 pemilik apartemen tidak perlu repot mengurus listing dan negosiasi dengan klien (calon penyewa apartemen) karena semuanya akan diurus oleh Jendela360. 
Sewa Apartemen Jakarta Royal Mediterania Garden Residence Fully Furnished

Keuntungan menitipkan apartemen di Jendela360:

  • Tidak perlu pusing memikirkan materi iklan (copywriting, marketing).
  • Tidak perlu repot memfoto unit apartemen karena fotografer dari Jendela360 siap datang ke apartemen dan memotret unit secara gratis!
  • Tidak perlu lagi mendampingi calon penyewa untuk melihat atau kunjungan unit.

Fitur dan Layanan Jendela360

Selain kelebihan yang ditonjolkan oleh Jendela360, platform penyewaan apartemen kekinian di Indonesia saat ini juga menawarkan fitur dan layanan yang memudahkan penggunanya, di antara lain:
  • Navigasi Website Jendela360.com mudah dipahami serta menyediakan informasi apartemen yang lengkap;
  • Adanya teknologi virtual tour 360 pada website Jendela360 sehingga pengguna bisa melihat setiap sudut apartemen dengan jelas;
  • Layanan Customer Service Full Day yang siap membantu menjawab pertanyaan baik dari calon penyewa maupun pemilik yang ingin menitipkan apartemennya untuk disewakan;
  • Offline Visitation yang didampingi oleh representative Jendela360
  • Proses pembayaran dengan sistem cicilan 12 bulan.
Selain itu, ada satu produk lagi dari Jendela360 yang membuat Ikram semakin tertarik, adalah Star Listing.

Apa itu Star Listing?

Star Listing adalah listing unit apartemen di Jendela360 yang memiliki kelebihan di antara listing unit apartemen lainnya. Kelebihan unit apartemen yang berlabel Star Listing ini di antaranya;
  1. Well Furnished, unit tertata rapi dengan sentuhan hiasan modern
  1. Win a Trip To Bali, penyewa unit yang berlabel Star Listing akan mendapatkan kesempatan memenangkan perjalanan ke Bali dengan memutar fortune wheel.
  1. Bisa dibayar bulanan (dengan kartu kredit ataupun tanpa kartu kredit)
  1. Unit-unit berlabel Star Listing baru tersedia di beberapa apartemen di Jakarta seperti apartemen Central Park (Jakarta Barat), Condominium SeaView Pluit (Jakarta Utara), Mediterania Garden Residence 2 (Jakarta Barat), Royal Mediterania Garden Residence (Jakarta Barat), Sudirman Park (Jakarta Pusat), Westmark (Jakarta Barat), Bassura City (Jakarta Timur), The Mansion Kemayoran Jasmine (Jakarta Pusat), Green Pramuka (Jakarta Timur), Belmont Residence (Jakarta Barat), Season City (Jakarta Barat), Puri Park View (Jakarta Barat), Thamrin Residence (Jakarta Pusat), Puri Orchard (Jakarta Barat).
Ikram tertarik dengan Star Listing karena bisa dibayar secara bulanan dengan cash tanpa kartu kredit seperti halnya bayar kos. Tentu saja ini sesuai dengan kondisi keuangan dan kebiasaan Ikram untuk langsung bayar kos begitu gajian.
Tidak pakai lama lagi, Ikram langsung melihat-lihat halaman Star Listing di Royal Mediterania Garden Residence yang paling dekat ke kantornya. Karena tinggal sendirian, Ikram hanya memerlukan unit studio atau 1BR. 

Tertarik dengan foto-foto unit dan harga sewanya, Ikram langsung menghubungi CS Jendela360 untuk memastikan ketersediaan unit. Begitu CS memastikan bahwa unit yang diinginkan masih tersedia, CS langsung mengkonfirmasi kapan Ikram bisa datang berkunjung melihat unit di Royal Mediterania Garden sambil ditemani adviser.

Pada hari yang dijanjikan, Ikram datang untuk melihat unit bersama adviser. Setelah melihat-lihat unit dan lingkungan apartemen, Ikram merasa cocok dan memutuskan untuk mengambil sewa di unit tersebut.

Kini, Ikram tinggal berjalan kaki pulang pergi ke tempat kerjanya dan bisa menikmati ketenangan saat beristirahat. Tentu saja dengan harga sewa yang terjangkau dan bisa dibayar dengan mudah secara bulanan seperti bayar kos.



***

*Semua foto dari web Jendela360



5 Manfaat Berpikiran Positif



Waktu masih belia dan menggemaskan khayalak ramai, serta masih suka ngetem di pinggir sawah bareng dinosaurus sambil ngejus alpukat, saya termasuk orang yang sulit berpikiran positif. Terutama waktu lihat orang-orang pada berkumpul dan saya tidak termasuk dalam kumpulan itu. Otak dan perasaan saya kompakan; mulai berpikir negatif. Perasaan berkata, mereka sedang ngomongin saya, otak meng-amin-kan. Perasaan berkata, mereka sedang mempermasalahkan jadwal keluar rumah saya, otak meng-amin-kan. Menghibur diri dengan bermain game, malah kepikiran tentang topik obrolan kumpulan-kumpulan itu. Why me, Lord? *panah raksasa menembus atmosfir lantas menancap di otak kanan saya*

Baca Juga: 5 Obat Alami Penyubur Rambut

Saya tahu itu salah.
Tapi saya melakukannya.
Perbuatan itu jangan ditiru.
Ini bukan puisi.

Seiring menua dan uzur berjalannya waktu, saya sadar pola pikir negatif itu harus diubah. Karena, yang rugi adalah DIRI SAYA SENDIRI! Orang-orang dalam kumpulan itu mana tahu saya kesal sama mereka? Negara juga menjamin setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat, sesuai amanat Pasal 28 E ayat (3) UUD 1945. Berpikiran negatif juga pernah menghasilkan badai yang luar biasa mengobrak-abrik persahabatan saya dengan orang-orang baik. Untungnya persahabatan kami lolos uji standar inter-galaksi. Jadi sampai hari ini pun kami tetap bersahabat baik, erat, karib, berpelukaaaan.

Lantas, apa yang saya lakukan?

  • Menghela nafas panjang.
  • Rajin berdzikir dan membaca ayat Al Qur'an.
  • Berkata pada diri sendiri; who the hell are you sampai-sampai orang kudu bergosip atau bikin status demi dirimua seorang, wahai Presiden Negara Kuning?
  • Dan tentu saja, belajar berpikiran positif.


Berpikiran positif!? Mendadak begitu saja? Tidak ada perasaan ini itu di hati?

Awalnya sulit. Saya kan juga manusia yang gagal jadi rocker. Kunci berpikiran positif, menurut pengalaman saya, adalah AMBIL HIKMAHNYA SAJA. Perlahan-lahan saya mulai menerapkannya. Mengambil yang baik, membuang yang buruk. Oleh karena itu, kemudian, Alhamdulillah, saya menjadi acuh dengan segala macam berkumpulan karena toh setiap orang punya perkumpulannya sendiri-sendiri. Apabila ada status Twitter dan Facebook yang konon ditujukan pada saya pun, saya masa bodoh alias BODO AMAT selama tidak menyebut nama, haha. Bahkan ketika ada yang melapor ke saya bahwa ada yang ngomongin saya, misalnya, anggap saja angin lalu, saya tidak mengkonfirmasi balik. Karena semua itu bisa bikin hari-hari saya kelabu.

Biarkan saya menikmati hidup ini dengan riang gembira.

Dan ketika pada akhirnya hubungan saya dengan seseorang membaik karena sebelumnya pernah disapu badai twister, saya berkata, "Maafkan saya, saya adalah orang yang paling egois padahal saya tahu saya salah. Semoga bisa mengerti, kalaupun tidak, tidak apa-apa. Saya tahu tidak semudah itu dirimu bisa memaafkan saya."  Oia, bahasa aslinya tidak se-sinetron seperti itu hahaha.

Kalian pasti pernah membaca manfaat berpikiran positif. Tapi kalian mungkin belum pernah tahu manfaat berpikiran positif yang saya rasakan. Jadi, berdasarkan pengalaman pribadi, apa manfaat berpikiran positif?

Baca Juga: 5 Obat Wajib Perjalanan Jauh

Mari kita simak:

1. Perasaan Lebih Bahagia


Thika:
Ncim, si Anu selalu menyindir saya.

Saya:
Ambil positifnya saja. Kau lebih cantik dari dia. Tapi ingat, Encim lebih cantik dari kau.

Thika:
)(*&^%$#@!

Berpikir positif akan membikin perasaan menjadi lebih bahagia karena kita sadar untuk selalu menempatkan diri di luar lingkaran setan. Kadang-kadang saya berkata pada diri sendiri: BODO AMAT sama hal-hal yang merugikan. Selain perasaan lebih bahagia, kita juga lebih sehat loh. Nanti, rasakan sendiri.

2. Otak/Pikiran Lebih Produktif


Karena tidak peduli dan/atau tidak sibuk memikirkan yang bukan-bukan, tetapi memikirkan yang iya-iya, otak kita jadi bisa lebih produktif untuk hal-hal yang positif. Karena waktu untuk berpikiran negatif itu dengan sendirinya akan diisi dengan kegiatan yang jauh lebih bermanfaat. Kaitannya sama otak lebih produktif adalah saya lebih enteng menulis konten blog. Pikiran negatif pergi, ide menulis konten blog menjadi jauh lebih banyak. Ada saja yang bisa ditulis. Pikiran positif sama dengan enerji positif kan ya eheheh.

3. Punya Lebih Banyak Teman


Pikiran negatif bakal bikin kita sakit hati sendiri dan memusuhi orang lain karena kita disuntik pikiran bahwa mereka melakukan hal buruk pada kita (termasuk menggosipkan kita). Berpikir positif dengan sendirinya akan membuat persahabatan atau hubungan kita dengan orang lain tetap terjalin. Bahkan, kita bisa punya teman baru ... lebih banyak lagi.

4. Lebih Banyak Kesempatan


Kaitannya sama nomor tiga di atas. Kalau punya banyak teman, tentu banyak kesempatan yang bisa diperoleh. Misalnya, mendadak dikasih kesempatan mengikuti kegiatan bermanfaat seperti seminar atau sarasehan (sebagai peserta) sama teman. Kan asyik, bisa menambah pengetahuan dan menambah teman. Coba bayangkan kalau saya sudah berpikiran negatif terlebih dahulu, lantas musuhan sama si A, ya kesempatan yang datang dari si A bisa nyasar ke orang lain. Padahal sebenarnya si A mau memberikan kesempatan itu pada saya.

5. Rejeki? Tentu ... Lebih!


Kesempatan adalah rejeki tersendiri. Tapi rejeki lain yang menyusulinya Insha Allah akan datang dengan sendirinya. Misalnya, punya teman yang mengajak saya mengikuti suatu kegiatan seminar, ternyata di sana saya bertemu teman lain yang punya suatu proyek, melihat saya mampu mengerjakan proyek tersebut, maka proyek itu jatuh ke tangan saya.

Berpikir positif selalu membawa manfaat baik. Coba dari sekarang dan rasakan sendiri perubahannya.

Baca Juga: 5 Manfaat Garam

Lantas, saya tidak punya musuh atau orang-orang tidak memusuhi saya? Nah ini yang perlu diluruskan. Tidak ada manusia yang ingin punya musuh, tapi kadang manusia tidak terlepas dari hal-hal seperti itu, apalagi yang sudah terjadi di masa lampau. Bagi saya, yang sudah terjadi dan masih bisa diperbaiki, mari silahkan. Tapi yang sudah terjadi dan belum bisa diperbaiki, tidak masalah. Sepanjang kita tidak terus-terusan (memicu) mengingat apa yang telah terjadi di masa lalu. Bagi saya membuat lingkaran itu perlu, meski tidak penting, untuk tahu di mana diri kita berdiri. 

Seperti kata Bondan kan, ketika mimpimu yang begitu indah, tak pernah terwujud, ya sudahlah.

Karena, mungkin memang belum saatnya mimpi itu terwujud.

Semoga bermanfaat :)



Cheers.

Komentar Disqus



Salah satu elemen penting dari dunia blogging adalah komentar. Ketika kita blogwalking, kadang hanya membaca, kadang juga meninggalkan komentar. Adalah penting bagi saya untuk membalas komentar dan sedapat mungkin tidak ada yang terlewatkan. Tombol reply pada komentar Blogger sangat membantu saya untuk tahu mana komentar yang sudah dibalas, mana yang belum. Karena, ketika tamu datang ke rumah kita dan menunjukan dirinya dengan santun, tentu kita berupaya menyediakan minum dan kudapan. Demikianlah kira-kira.

Baca Juga: Blog List dan Blogwalking

Tombol reply pada komentar Blogger mulai tidak berfungsi sejak dinosaurus kenal dunia internet beberapa minggu yang lalu. Tentu ini mengesalkan. Karena:

  • Kuatir ada komentar yang terlewat dibalas.
  • Penampakannya menjadi kurang menarik karena saya merapel per lima komentar untuk dibalas sekaligus.
  • Belum terpikirkan alasan ketiga.


Beberapa cara untuk mengatasinya lantas muncul di pos-pos blog. Untuk mengatasinya saya membaca di blog milik Kang Nata di Asikpedia. Lalu dibahas juga di blog milik Mas Bumi di Djangkarubumi. Tapi karena saya gaptek, sudah mencoba lantas muncul error yang lain yang mungkin disebabkan saling tabrakannya skrip entahlah, maka saya pun gagal untuk memperbaiki tombol reply yang eror tersebut. Ya sudah, saya pasrah saya. Namun ... rasa kesal di dasar hati diam tak mau pergi rasanya kok aneh nge-reply komentar tidak langsung pada komentar yang bersangkutan. Ini ibarat mengirim surat tapi nomor rumahnya meleset.

Akhirnya, mautak mau, saya pakai Disqus. Sudah lama tahu Disqus dari waktu dulu pernah menulis di Seword, dan sudah mendaftar akun di Disqus. Akun Disqus itu hanya saya gunakan apabila hendak berkomentar pada blog yang memakai sistem komentar tersebut. Lantas banyak juga blog yang memakai Disqus. Pikir punya pikir, ya sudah saya pakai Disqus saja deh. Tata cara pemasangannya di Blogger juga sangat mudah! Hanya memakan waktu sekitar lima menit, komentar Disqus sudah terpasang di blog sedang kalian baca ini.

Sayangnya, proses migrasi paus ke Australia komentar lama dari Blogger ke Disqus mengalami error demi error. Ya sudahlah, yang penting saya sudah usaha sebatas kemampuan hehe. Jadi, silahkan komentar *dijumroh*.

Baca Juga: Scootmatic

Kelemahan Disqus ini, berdasarkan beberapa hari memakainya adalah:

  • Apabila yang komentar itu tidak memasang tautan blog atau situsnya di Disqus, terlebih teman yang baru pertama kali berkomentar di sini, maka saya kesulitan melakukan kunjungan balik. Bila kalian tahu caranya, bagi tahu donk hehe.
  • Migrasi komentar lama (Blogger) ke Disqus yang masih terus gagal.


Bagi kalian yang main ke sini, jangan kuatir ... Insha Allah saya tetap blogwalking ke blog kalian *pasang senyum manis* karena cerita kalian di blog tidak akan saya dapatkan di ensiklopedia atau di majalah.

Selamat datang di dunia Disqusi dan mari kita berdiskusi.

FYI; dulu kala, ada salah satu sistem komentar yang kesohor dan pasti ada di banyak blog. Namanya Haloscan. Entah kenapa waktu itu Haloscan begitu kesohor padahal sistemnya sederhana saja, sama seperti komentar Blogger. Namun kemudian karena satu dan lain hal tidak dapat digunakan lagi dan saya juga pernah cukup lama tidak nge-blog sehingga kurang update informasi. Selain komentar, zaman dulu nge-blog ada istilah shoutbox. Salah satu yang paling ngetop adalah Doneeh. Shoutbox itu, istilah saya, quick coment. Komentar atau shout di shoutbox yang dipasang di side bar itu kadang tidak sesuai dengan pos blog. Seperti: hei hai, I'm here ...

Baiklah, demikian saja untuk hari ini. Mohon maaf apabila kalian merasa tidak nyaman atas penggantian sistem komentar karena sesungguhnya saya hanya ingin yang terbaik dalam dunia komen-komenan haha.

Baca Juga: Proyektor Ini Tidak Butuh Layar atau Dinding

Semoga bermanfaat!



Cheers.

Jangankan Makan Siang Gratis, Umroh Gratis Juga Ada

Ibadah Umroh dan Haji di Mekah

Belum lama ini saat sedang ngopi santai seorang teman bercerita tentang tetangganya yang berprofesi sebagai guru ngaji kampung mendapatkan rezeki berangkat umroh gratis tanpa dia tahu siapa yang telah membayar semua biayanya.

Fenomena seperti ini mungkin bukan hal yang aneh atau ajaib bagi sebagian orang, tapi bagi sang guru ngaji yang berekonomi pas-pasan tersebut, berangkat umroh gratis adalah sama dengan mendapatkan rezeki super nomplok yang tak terduga.

Namun teman tersebut juga menceritakan tentang bagaimana sang guru ngaji sederhana tersebut sempat kerepotan mengenai biaya untuk mengadakan acara sebelum keberangkatannya. Acara itu biasa disebut "walimatussafar", ada juga yang menyebutnya "walimah safar" atau "ratiban" saja, sebuah acara yang digelar saat orang akan berangkat haji dan umroh.

Acara walimatussafar ini menurut beberapa teman adalah semacam acara pamitan sebelum keberangkatan umroh/haji yang digelar si pemangku hajat.

Tapi menurut pandangan saya sebagai orang awam, kalau kita berpamitan yah seharusnya kita yang mendatangi orang-orang yang kita hormati untuk memohon pamit dan doanya sebelum berangkat, bukan mereka yang kita datangkan. Jadi kalau dalam pemikiran saya yah kurang pas kalau dikatakan sebagai pamitan :)

Dalam acara walimatussafar tersebut para undangan datang dan mendoakan keselamatan si pemilik acara, baik dalam perjalanan berangkat dan pulangnya. Nah kalau demikian saya paham. Sebuah tradisi yang baik-baik saja saya rasa.

Soal walimatussafar ini saya hanya berani menyatakan itu adalah sebuah tradisi dan memang tidak termasuk dalam sunah atau rukun haji dan umroh kan?.

Sebuah tradisi yang jika tidak memberatkan silahkan dilakukan, jika pun tidak dilaksanakan yah berpulang ke yang bersangkutan.

Soal dalil-dalil sholat sunah sebelum safar dan apa yang dilakukan nabi dan para sahabatnya sepulang bepergian jauh, sepertinya para ustad yang lebih paham daripada saya, jadi saya hanya memandang dari perasaan dan pemikiran awam saja,... sotoylogi detected.

guru ngaji kampung berangkat umroh gratis

Soal hadiah umroh gratis yang tidak diketahui siapa yang memberi ini keren loh. Itu sebuah cara halus untuk menjaga nama baik si penerima, untuk tetap memuliakan harga diri si penerima. Ini salah satu jurus tingkat tinggi, memberi tanpa membuat yang menerima pemberiannya merasa berhutang budi atau sejenisnya.

Bayangkan kalau guru ngaji tersebut tahu siapa yang membiayainya umroh. Walaupun si pemberi benar-benar ikhlas, tapi secara manusiawi sangat wajar kalau yang menerima pemberian akan sangat berterima kasih kepada yang memberi dan akan melakukan balas budi

Dari sisi pemberi, ia hanya ingin memberi secara ikhlas, sudah selesai. Ia tidak mau ada perubahan pandangan, perasaan dari pihak penerima. Bagi si pemberi, cukup Allah SWT yang tahu karena ia percaya bahwa sebaik-baiknya balasan adalah keridhoan Allah SWT.

Membuka identitas si pemberi juga saya kira kurang bijak, itu juga kayaknya akan mengurangi nilai pemberian karena akan menimbulkan risiko pergunjingan dan ghibah yang tertuju kepada si pemberi dan si penerima.

Coba deh cek ayat ini: 
"Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu, menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Baqarah: 271)

Orang yang menampakkan sedekahnya itu baik sekali, karena dapat memberi contoh atau teladan yang baik dan pendidikan karakter bagi pihak yang terlibat. Bagi si pemberi akan menjadi ujian keikhlasan sedekahnya, bagi penerima akan terjalin hubungan silaturahim dan kelapangan hati menerima sedekah. Bagi yang mengetahui dapat menggugah keinginan untuk meneladani. Namun bersedekah secara rahasia ternyata lebih baik bagi si pemberi, bukan saya yang bilang begitu, Al-Quran yang menyatakan demikian.

Ayat tersebut mungkin juga tidak cocok, karena mungkin saja umroh untuk guru mengaji tersebut adalah hadiah bukan sedekah. Buat teman-teman yang mengerti perbedaan sedekah dan hadiah juga pasti paham mengapa nabi tidak ikut memakan roti sedekah tapi ikut makan dengan sahabatnya saat beliau tahu roti tersebut adalah hadiah.

Semoga Allah SWT membalas kebaikan yang berlipat ganda kepada mereka yang telah memberangkatkan umroh sang guru ngaji sederhana tetangga teman saya itu. Dan untuk kita, semoga selalu ada hikmah pelajaran pada setiap kejadian jika saja kita mau menelitinya lebih jauh. 

Semoga kejadian ini menyadarkan kita bahwa ungkapan "tidak ada makan siang gratis" yang semakin sering didengar itu sebenarnya bukan berasal dari negeri ini, karena kalau di negeri ini, "jangankan makan siang, umroh gratis saja ada kok".

Wassalam.


Inilah Tempat Wisata Instagramable Di Kabupaten Kuningan

Bluepacker - Indonesian Travel Blogger - Tempat Wisata Instagramable Kabupaten Kuningan

Kadang kita jenuh dengan destinasi wisata (instagramable) yang itu-itu saja kayak Jakarta, Bali, Yogyakarta (Jogja), Malang, Banyuwangi, Semarang dan Bandung. Kalau ke luar negeri pun kita terpaku pada pilihan antara Singapore atau Malaysia. Sebelum ke luar negeri, kita lihat dulu deh tempat wisata yang instagramable tapi ngga terlalu jauh dari Jakarta. Dan, tempat ini bernama Kabupaten Kuningan, satu jam dari Cirebon yang merupakan gerbang pelabuhan di Jawa Barat. 

Siapa yang tidak tahu Kuningan? Sebuah tempat yang sangat penting pada saat pengukuhan Kemerdekaan Indonesia oleh Belanda. Linggarjati, namanya telah tersohor sebelum saya lahir dan hanya membacanya melalui buku sejarah di bangku sekolah. Kini, saya telah melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana perjuangan delegasi Indonesia di sana. Selain Linggarjati, Kuningan memiliki wisata alam yang tidak kalah menarik loh. Bayangkan saja curug atau air terjun sangat banyak dan telaga atau waduk pun membuat Kuningan sangat bangga dengan kesejukannya. Pun, sebuah museum tempat benda-benda purbakala di simpan pun menawarkan pilihan lainnya bagi pecinta sejarah.

Saya kira Kuningan akan sangat panas seperti Cirebon, tapi ternyata Gunung Cermai membuat kabupaten yang sangat kental dengan angklung ini sangat sejuk dan cenderung dingin. Sialnya saya tidak membawa jaket tebal, hanya sebuah sweater yang melekat di badan. Tapi, bukan malah menyiutkan nyali, malah saya menantang alam Kuningan dengan bertelanjang dada pada saat di sebuah curug. 

Bluepacker - Indonesian Travel Blogger - Tempat Wisata Instagramable Kabupaten Kuningan

Setelah berlangsungnya acara International Angklung Festibval Kuningan 2018, tidak lengkap rasanya tidak berkunjung ke beberapa tempat wisata yang sangat Instagramable dan sangat mudah aksesnya. Saya yakin pada penasaran tempat wisata apa saja sih yang sangat instagramable, tapi ini bukan seluruh tempat, hanya beberapa saja yang sempat saya kunjungi. Karena sangat banyak tempat wisata lainnya yang tidak kalah bagus dari list ini. 

Museum Perundingan Linggarjati

Bluepacker - Indonesian Travel Blogger - Tempat Wisata Instagramable Kabupaten Kuningan

Museum Perundingan Linggarjati memang sangat layak mendapatkan tempat di hati masyarakat Kuningan. Bagaimana tidak, sebuah sejarah tercipta di tempat sejuk di bawah kaki gunung Ciremai yang indah. Deligasi Indonesia dan Belanda melakukan perundingan yang akan menentukan pengakuan kedaulatan kemerdekaan Indonesia. Bukan perkara mudah untuk membuat Belanda secara yuridis atau secara hukum mengakui kemerdekaan yang telah diproklamirkan oleh Soekarna-Hatta. Beruntung, suasana sejuk dan damai di Linggarjati membuat Belanda akhirnya melunak dan mengakui kedaulatan Indonesia. 

Jas Merah, jangan sekali-kali merupakan sejarah. Bukan kah dengan belajar dari masa lalu kita akan merasakan manfaat dan membuat kuta jadi waspada sekaligus bangga dengan perjuangan pendahulu-pendahulu kita yang bersemangat dengan kemerdekaan kita. Lalu apa yang sudah kita lakukan untuk mengisi kemerdekaan ini? Jawablah dengan prestasi yang membanggakan negeri ini. 

Bluepacker - Indonesian Travel Blogger - Tempat Wisata Instagramable Kabupaten Kuningan

Bluepacker - Indonesian Travel Blogger - Tempat Wisata Instagramable Kabupaten Kuningan

Gedung bergaya Eropa membuat tempat ini sangat bagus dan instagramable. Jangan lewatkan setiap sudut gedung ini, karena gedung ini pun membuat saya terkagum-kagum karena kecantikannya. Apalagi jika kita menemukan sudut yang pas seperti di bawah kaki gunung Ceremai maka keindahan pun tak dapat disembunyikan lagi. 

Bluepacker - Indonesian Travel Blogger - Tempat Wisata Instagramable Kabupaten Kuningan

Rumah Hobit Di Bukit Sukageuri, Palutungan 

Bluepacker - Indonesian Travel Blogger - Tempat Wisata Instagramable Kabupaten Kuningan

Kalau bosan dengan pemandangan kota, tempat ini sangat cocok untuk melepas kepenatan. Pada saat pertama kali kesini, saya kira ini adalah hanya tempat biasa, namun setelah melihat banyak tempat seperti tempat selfie atau wefie. Kalau masalah viewnya jangan ditanya lagi karena banyak sekali spot-spot yang membuat foto kita makin bagus. 

Ternyata selain untuk rekreasi, tempat ini biasanya digunakan untuk camping. Area camping disediakan di sekitar parkiran dekat dengan kantin yang menjual berbagai macam makanan ringan dan juga mie instan serta lainnya. Jadi kalau misalnya laper karena kedingininan atau belum sarapan bisa sekedar melepas lapar disini. 



Bluepacker - Indonesian Travel Blogger - Tempat Wisata Instagramable Kabupaten Kuningan

Bluepacker - Indonesian Travel Blogger - Tempat Wisata Instagramable Kabupaten Kuningan

Situ Cicerem Telaga Biru

Bluepacker - Indonesian Travel Blogger - Tempat Wisata Instagramable Kabupaten Kuningan

Birunya air bukan hanya dimiliki oleh laut, ternyata Cicerem pun menyimpan air yang sangat jernih sehingga kadang kala bisa berwarna hijau tosca dan biru. Tidaklah seseram namanya, situ ini memang dibuat untuk menampung aliran air dari beberapa sumber mata air. Suasana hutan yang masih lebat membuat tempat ini sangat hijau dan sangat sejuk walau matahari sangat panas kalau misalnya datang pada saat siang. 

Jika weekend, banyak sekali keluarga yang datang dan mengunjungi tempat ini. Memang sangat disayangkan fasilitas toilet dan warung makan masih sedikit karena memang belum dikelola secara maksimal. Tapi, situ ini memang sangat layak untuk dikunjungi karena sangat instagramable dan bisa menemukan banyak ikan besar seperti koi dan emas. 

Bluepacker - Indonesian Travel Blogger - Tempat Wisata Instagramable Kabupaten Kuningan

Bluepacker - Indonesian Travel Blogger - Tempat Wisata Instagramable Kabupaten Kuningan

Situs (Museum) Purbakala Cipari 

Bluepacker - Indonesian Travel Blogger - Tempat Wisata Instagramable Kabupaten Kuningan

Jika tidak suka dengan alam, wisata sejarah dan purbakala bisa menjadi pilhan yang menarik. Situs purbakala Cipari adalah tempat yang sangat cocok untuk sekedar menyelami masa lampau. Di tempat inilah banyak ditemukan benda-benda peninggalan yang mungkin saja sudah ada pada masa peradaban awal manusia. Alat-alat rumah tangga dan bongkahan bangunan serta menhir mendominasi koleksi yang terdapat pada gedung museumnya. 

Saya terkesan dengan tempat ini, selain bisa menambah ilmu serta belajar bagaimana manusia dahulu menjalani kehidupan, tempat ini sangat cocok dijadikan obyek foto yang menakjubkan. Kesan tua namun sangat unik dengan nuansa-nuansa bebatuan yang tersusun dengan rapi.

Bluepacker - Indonesian Travel Blogger - Tempat Wisata Instagramable Kabupaten Kuningan

Curug Putri Palutungan 

Bluepacker - Indonesian Travel Blogger - Tempat Wisata Instagramable Kabupaten Kuningan

Konon katanya Curug ini adalah pemandian para putri dari kahyangan. Banyak sekali yang percaya jika mengunjungi tempat ini maka akan mendapatkan jodoh pangeran yang tampan. Saya pun percaya bahwa ini adalah pemandian para putri karena airnya sangat segar dan sejuk sekali. Selain itu, curug ini dipercaya akan mendatangkan jodoh dan dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Lagi-lagi saya percaya karena sebelum ke curug ini dibutuhkan olahraga jalan sehingga akan melancarkan peredaran darah, selain itu juga pemandangan alam yang sejuk membuat kita merasakan kedamaian. Kedua hal tersebut membuat kita merasa lebih segar dan rupawan sehingga sangat mungkin jika rutin dilakukan akan membuat wajah kita semakin menarik.

Khasiat air terjun memang sangat terbukti apalagi airnya berasal dari sumber mata air sehingga tidak heran jika ketika mandi di curug ini akan membuat perasaan kita lebih baik. Sugesti baik tentu saja akan membuat kita lebih damai dan percayalah jika kita merasakan kedamaian maka segala penyakit yang ada dalam tubuh kita bisa berkurang atau bahkan sembuh.

Tidak salah jika keindahan curug ini membuat saya betah berlama-lama dan mengabadikan sebanyak mungkin foto-foto yang tentu saja sangat instagramable sekali untuk koleksi di Instagram. 

Bluepacker - Indonesian Travel Blogger - Tempat Wisata Instagramable Kabupaten Kuningan

Kabupaten Kuningan masih menyimpang banyak sekali tempat wisata yang sangat indah. Perlu waktu yang lebih banyak untuk dapat menikmati seluruh wisatanya. Namun saya percaya kalau Tuhan mengijinkan, saya akan kembali lagi dan merasakan sensasi wisata di Kuningan dengan tempat-tempat yang menarik lainnya. Sampai jumpa di tempat wisata lainnya di Kuningan. 


2019 Tetap Nge-blog



Seperti yang sudah saya jelaskan pada pos tentang gara-gara blogwalking akhirnya gabung sama komunitas Blogger Perempuan, atau tentang aktivitas blogwalking dapat menghadirkan gagasan ide menulis konten blog, maka lagi-lagi akibat menikah muda blogwalking saya tergagaslah ide menulis konten yang satu ini. Sesuai judul: 2019 Tetap Nge-blog. Gara-gara blogwalking ke blog-nya Mas Doddy Purwanto. See? (Terjemahan Indonesia: apa kan saya bilang?). Blogwalking itu banyak manfaatnya!

Baca Juga: Perjalanan Rock'N'Rain

Pos Mas Doddy itu adalah tentang, kira-kira, resolusi tahun 2019. Setiap orang pasti punya resolusi meskipun banyak yang menyangkalnya. Tapi setidaknya ada satu harapan yang ingin diwujudkan di tahun mendatang. Sama. Saya juga punya resolusi di tahun mendatang yaitu melakukan ritus membangkitkan dinosaurus tetap diberi kesehatan dan kewarasan, serta selalu bersyukur atas nikmat kehidupan yang dianugerahi oleh Allah SWT.

Untuk mempermudah, hashtag yang saya baca dari komentar Admin 007 di blog Mas Doddy kita pakai. 

#2019TetapNgeblog

Lantas, apa alasan saya pada tahun 2019 nanti tetap nge-blog

  • Nge-blog membikin otak saya lebih fresh dan membikin saya lebih produktif dari hari ke hari. Karena, (sering) menulis merupakan proses memindahkan isi otak. Kalau sudah menulis, ide-ide yang berterbangan di otak itu satuper satu dikeluarkan. Ini menurut saya. Semacam piknik online lah haha.
  • Nge-blog membikin saya kaya raya. Kaya teman. Tentu saja. Kaya pengetahuan, tentu saja. Karena, setiap blog yang saya baca dari kegiatan blogwalking pasti ada yang membikin saya jadi tahu ini itu. Membaca, apalagi yang bermanfaat, tidak pernah bikin kita gulung tikar.
  • Nge-blog membikin saya punya warisan yang kelak bisa dibaca oleh siapa saja. Misalnya, kalau anak saya bertanya sudah ke mana kah saya semasa masih muda dan enerjik, tinggal saya suruh: baca blog ine (mama) yang soal travel.


Haha ...

Insha Allah, apabila tidak ada aral melintang, saya akan tetap nge-blog. Ya, #2019TetapNgeblog.

Bagaimana dengan kalian? Bagi tahu yuk di komen.


Cheers.

2019 Tetap Nge-blog



Seperti yang sudah saya jelaskan pada pos tentang gara-gara blogwalking akhirnya gabung sama komunitas Blogger Perempuan, atau tentang aktivitas blogwalking dapat menghadirkan gagasan ide menulis konten blog, maka lagi-lagi akibat menikah muda blogwalking saya tergagaslah ide menulis konten yang satu ini. Sesuai judul: 2019 Tetap Nge-blog. Gara-gara blogwalking ke blog-nya Mas Doddy Purwanto. See? (Terjemahan Indonesia: apa kan saya bilang?). Blogwalking itu banyak manfaatnya!

Baca Juga: Perjalanan Rock'N'Rain

Pos Mas Doddy itu adalah tentang, kira-kira, resolusi tahun 2019. Setiap orang pasti punya resolusi meskipun banyak yang menyangkalnya. Tapi setidaknya ada satu harapan yang ingin diwujudkan di tahun mendatang. Sama. Saya juga punya resolusi di tahun mendatang yaitu melakukan ritus membangkitkan dinosaurus tetap diberi kesehatan dan kewarasan, serta selalu bersyukur atas nikmat kehidupan yang dianugerahi oleh Allah SWT.

Untuk mempermudah, hashtag yang saya baca dari komentar Admin 007 di blog Mas Doddy kita pakai. 

#2019TetapNgeblog

Lantas, apa alasan saya pada tahun 2019 nanti tetap nge-blog

  • Nge-blog membikin otak saya lebih fresh dan membikin saya lebih produktif dari hari ke hari. Karena, (sering) menulis merupakan proses memindahkan isi otak. Kalau sudah menulis, ide-ide yang berterbangan di otak itu satuper satu dikeluarkan. Ini menurut saya. Semacam piknik online lah haha.
  • Nge-blog membikin saya kaya raya. Kaya teman. Tentu saja. Kaya pengetahuan, tentu saja. Karena, setiap blog yang saya baca dari kegiatan blogwalking pasti ada yang membikin saya jadi tahu ini itu. Membaca, apalagi yang bermanfaat, tidak pernah bikin kita gulung tikar.
  • Nge-blog membikin saya punya warisan yang kelak bisa dibaca oleh siapa saja. Misalnya, kalau anak saya bertanya sudah ke mana kah saya semasa masih muda dan enerjik, tinggal saya suruh: baca blog ine (mama) yang soal travel.


Haha ...

Insha Allah, apabila tidak ada aral melintang, saya akan tetap nge-blog. Ya, #2019TetapNgeblog.

Bagaimana dengan kalian? Bagi tahu yuk di komen.


Cheers.