Upin Ipin Adalah Serial Kartun Dengan Produk DIY Terbanyak


Upin Ipin Adalah Serial Kartun Dengan Produk DIY Terbanyak. Kalian pasti sering menonton Upin Ipin. Serial yang diproduksi oleh Les' Copaque di Malaysia. Upin Ipin adalah filem kartun yang dibikin oleh Mohd. Nizam Abdul Razak, Mohd Safwan Abdul Karim, dan Usamah Zaid. Mereka bertiga adalah pemilik rumah produksi Les' Copaque *tunjuk atas* setelah bertemu dengan mantan pedagang minyak dan gas yaitu H. Burhanuddin Radzi dan isterinya yang bernama Hj. Ainon Ariff. Serial ini dirilis pada 14 September 2007 di Malaysia dan disiarkan di TV9. Upin Ipin sudah ditayangkan di tiga negara yaitu Malaysia, Indonesia, dan Turki. Mungkin negara lainnya juga? Kasih tahu di komen kalau ada informasi baru.

Baca Juga: Konsep DIY Dari Brand-Brand Baru Wirausahawan Muda Ende

Apabila kalian sering menonton Upin Ipin, jeli, dan punya hasrat di dunia DIY, tentu akan sangat mudah menemukan produk-produk DIY dalam serial tersebut.

Apa?

Jadi hari ini tidak ada tutorial atau apa pun itu?

Ya, hari ini marilah kita tengok produk DIY yang saya maksudkan.

1. Pot Kaktus Untuk Mei Mei


Pada episode berjudul Untuk Prestasi merupakan episode ngiklan tentang produk susu SGM. Episode ini dibagi menjadi tiga bahagian. Pada bahagian dua kalian akan melihat adegan dimana Upin dan Ipin bertemu Mei Mei yang begitu ceria membawa pot berisi kaktus cantik. Kemudian muncul si Mail yang sedang bersepeda dengan kecepatan super tinggi. Ternyata Mail lagi balapan sama Ehsan (yang membonceng Fizi). Melihat itu Upin, Ipin, dan Mei Mei kocar-kacir menyelamatkan diri. Mereka memang tidak tertabrak sepeda Mail tapi Mei Mei tersandung batu, terjatuh, pot kaktus melayang ke udara, dan pecah.

Ngambek? Jelas! Nangis lah si Mei Mei. Tapi Upin Ipin yang saat itu sedang menyedot susu SGM kotak pun punya ide. Mereka beramai-ramai balik ke rumah. Saat itulah saya tersenyum senang. Upin Ipin kemudian membikin pot untuk kaktus milik Mei Mei dari kotak kemasan susu kotak tersebut. Betapa senangnya Mei Mei. Selain itu mereka juga membikin tempat alat tulis dan lain sebagainya. Tentu korban utama adalah cat minyak milik Kak Ross. Hehe.

2. Sepeda Gandeng


Kasihan juga menonton Upin Ipin karena mereka seringnya tidak bisa seperi teman-temannya. Seperti episode Basikal Baru. Mereka hanya bisa lari-larian menemani teman-teman yang mengayuh sepeda. Sampai kemudian Tuk Dalang ber-DIY-ria dengan menggabungkan dua sepeda bekas miliknya yang sudah super puruk menjadi sepeda gandeng. TDR 3000. Tuk Dalang Ranggi 3000. Haha, jadi ingat sapu terbangnya Harry Potter.

3. Roda Roda


Di Kabupaten Ende, anak-anak dulu sering banget main ban bekas yang dilajukan menggunakan sepotong kayu. Selain itu juga ada tutupan ember plastik yang dikasih kayu sebagai kemudinya. Apa nama mainan ini? Roda-roda? Atau dorong roda? Ah, entahlah. Yang jelas pada beberapa episode nampak Upin Ipin memainkan roda-roda ini, yang terbuat dari tutupan ember plastik ukuran sedang dipasangi kayu. Roda-roda ini pernah dipinjam Jarjit, tapi karena anak itu memang begitu itu, dia kesandung batu sehingga mainan itu pun rusak. Roda-roda ini jelas tidak dibeli di toko melainkan dibikin sendiri alias hasil DIY.

4. Layang-Layang


Ah suka sekali saya menonon episode ini. Seperti sedang mengalami sendiri. Siapa sih yang tidak tahu layang-layang? Bahkan urusan percintaan pun sering pakai istilah layang-layang. Jangan jadikan adinda layangan duhai kakanda, tarik ulur tanpa memikirkan perasaan adinda. Haha. Lagi-lagi TDR 3000 eh, lagi-lagi Tuk Dalang menjadi si pembikin layang-layang. Banyak macamnya pun. Ada yang sederhana seperti yang sering dibikin juga sama anak-anak kompleks sini, bermodalkan plastik, lidi, benang, dan benang gelas untuk mengudarakan si layang-layang. Sumpah, ngeri juga melihat mereka membikin benang gelas dengan tujuan memutuskan benang layang-layang lawan.

Layang-layang yang dibikin sama Tuk Dalang itu bagus-bagus, bahkan menginspirasi.

5. Perahu Kertas


Apa yang kita lakukan apabila tidak bisa membeli suatu benda? Ya bikin sendiri lah. Tapi, kadang, suatu benda itu memang tidak dijual di mana pun sehingga untuk memainkannya harus bikin sendiri terlebih dahulu. Salah satunya yang saya temui di Upin Ipin adalah perahu kertas. Hebatnya yang membikin Upin Ipin, mainan sesederhana pun dibikin jadi luar biasa melalui daya imajinasi tokoh di dalam Upin Ipin. Tontonlah, kalian pasti akan tahu.

⇜⇝

Baca Juga: Komunitas ACIL dan Konsistensinya Mendaur Ulang Sampah

Kalian pasti tidak menyangka bukan bahwa pos hari ini melirik tentang produk DIY yang terlihat saat menonton Upin Ipin. Itu belum semua loh. Masih ada lagi seperti papan yang dipakai sebagai penggantti raket saat bermain bulu tangkis. Itu kan kami bangeeeettt dulu waktu masih ana lo'o (anak kecil) haha. Papan pengganti raket, potongan tongkol jagung ditusuk bulu ayam (dicabut dari ayamnya Nene Sisi dulu) pengganti kok (shuttlecock). Bahagia itu memang sederhana Hehe.

Bagaimana menurut kalian, kawan?



Cheers.

Upin Ipin Adalah Serial Kartun Dengan Produk DIY Terbanyak


Upin Ipin Adalah Serial Kartun Dengan Produk DIY Terbanyak. Kalian pasti sering menonton Upin Ipin. Serial yang diproduksi oleh Les' Copaque di Malaysia. Upin Ipin adalah filem kartun yang dibikin oleh Mohd. Nizam Abdul Razak, Mohd Safwan Abdul Karim, dan Usamah Zaid. Mereka bertiga adalah pemilik rumah produksi Les' Copaque *tunjuk atas* setelah bertemu dengan mantan pedagang minyak dan gas yaitu H. Burhanuddin Radzi dan isterinya yang bernama Hj. Ainon Ariff. Serial ini dirilis pada 14 September 2007 di Malaysia dan disiarkan di TV9. Upin Ipin sudah ditayangkan di tiga negara yaitu Malaysia, Indonesia, dan Turki. Mungkin negara lainnya juga? Kasih tahu di komen kalau ada informasi baru.

Baca Juga: Konsep DIY Dari Brand-Brand Baru Wirausahawan Muda Ende

Apabila kalian sering menonton Upin Ipin, jeli, dan punya hasrat di dunia DIY, tentu akan sangat mudah menemukan produk-produk DIY dalam serial tersebut.

Apa?

Jadi hari ini tidak ada tutorial atau apa pun itu?

Ya, hari ini marilah kita tengok produk DIY yang saya maksudkan.

1. Pot Kaktus Untuk Mei Mei


Pada episode berjudul Untuk Prestasi merupakan episode ngiklan tentang produk susu SGM. Episode ini dibagi menjadi tiga bahagian. Pada bahagian dua kalian akan melihat adegan dimana Upin dan Ipin bertemu Mei Mei yang begitu ceria membawa pot berisi kaktus cantik. Kemudian muncul si Mail yang sedang bersepeda dengan kecepatan super tinggi. Ternyata Mail lagi balapan sama Ehsan (yang membonceng Fizi). Melihat itu Upin, Ipin, dan Mei Mei kocar-kacir menyelamatkan diri. Mereka memang tidak tertabrak sepeda Mail tapi Mei Mei tersandung batu, terjatuh, pot kaktus melayang ke udara, dan pecah.

Ngambek? Jelas! Nangis lah si Mei Mei. Tapi Upin Ipin yang saat itu sedang menyedot susu SGM kotak pun punya ide. Mereka beramai-ramai balik ke rumah. Saat itulah saya tersenyum senang. Upin Ipin kemudian membikin pot untuk kaktus milik Mei Mei dari kotak kemasan susu kotak tersebut. Betapa senangnya Mei Mei. Selain itu mereka juga membikin tempat alat tulis dan lain sebagainya. Tentu korban utama adalah cat minyak milik Kak Ross. Hehe.

2. Sepeda Gandeng


Kasihan juga menonton Upin Ipin karena mereka seringnya tidak bisa seperi teman-temannya. Seperti episode Basikal Baru. Mereka hanya bisa lari-larian menemani teman-teman yang mengayuh sepeda. Sampai kemudian Tuk Dalang ber-DIY-ria dengan menggabungkan dua sepeda bekas miliknya yang sudah super puruk menjadi sepeda gandeng. TDR 3000. Tuk Dalang Ranggi 3000. Haha, jadi ingat sapu terbangnya Harry Potter.

3. Roda Roda


Di Kabupaten Ende, anak-anak dulu sering banget main ban bekas yang dilajukan menggunakan sepotong kayu. Selain itu juga ada tutupan ember plastik yang dikasih kayu sebagai kemudinya. Apa nama mainan ini? Roda-roda? Atau dorong roda? Ah, entahlah. Yang jelas pada beberapa episode nampak Upin Ipin memainkan roda-roda ini, yang terbuat dari tutupan ember plastik ukuran sedang dipasangi kayu. Roda-roda ini pernah dipinjam Jarjit, tapi karena anak itu memang begitu itu, dia kesandung batu sehingga mainan itu pun rusak. Roda-roda ini jelas tidak dibeli di toko melainkan dibikin sendiri alias hasil DIY.

4. Layang-Layang


Ah suka sekali saya menonon episode ini. Seperti sedang mengalami sendiri. Siapa sih yang tidak tahu layang-layang? Bahkan urusan percintaan pun sering pakai istilah layang-layang. Jangan jadikan adinda layangan duhai kakanda, tarik ulur tanpa memikirkan perasaan adinda. Haha. Lagi-lagi TDR 3000 eh, lagi-lagi Tuk Dalang menjadi si pembikin layang-layang. Banyak macamnya pun. Ada yang sederhana seperti yang sering dibikin juga sama anak-anak kompleks sini, bermodalkan plastik, lidi, benang, dan benang gelas untuk mengudarakan si layang-layang. Sumpah, ngeri juga melihat mereka membikin benang gelas dengan tujuan memutuskan benang layang-layang lawan.

Layang-layang yang dibikin sama Tuk Dalang itu bagus-bagus, bahkan menginspirasi.

5. Perahu Kertas


Apa yang kita lakukan apabila tidak bisa membeli suatu benda? Ya bikin sendiri lah. Tapi, kadang, suatu benda itu memang tidak dijual di mana pun sehingga untuk memainkannya harus bikin sendiri terlebih dahulu. Salah satunya yang saya temui di Upin Ipin adalah perahu kertas. Hebatnya yang membikin Upin Ipin, mainan sesederhana pun dibikin jadi luar biasa melalui daya imajinasi tokoh di dalam Upin Ipin. Tontonlah, kalian pasti akan tahu.

⇜⇝

Baca Juga: Komunitas ACIL dan Konsistensinya Mendaur Ulang Sampah

Kalian pasti tidak menyangka bukan bahwa pos hari ini melirik tentang produk DIY yang terlihat saat menonton Upin Ipin. Itu belum semua loh. Masih ada lagi seperti papan yang dipakai sebagai penggantti raket saat bermain bulu tangkis. Itu kan kami bangeeeettt dulu waktu masih ana lo'o (anak kecil) haha. Papan pengganti raket, potongan tongkol jagung ditusuk bulu ayam (dicabut dari ayamnya Nene Sisi dulu) pengganti kok (shuttlecock). Bahagia itu memang sederhana Hehe.

Bagaimana menurut kalian, kawan?



Cheers.

Marathon Workshop Fotografi Gratis Dari 12 Fotografer Kondang

Marathon Workshop Fotografi Gratis Dari 12 Fotografer Kondang

Siap-siap, Ada Marathon Workshop Fotografi Gratis Dari 12 Fotografer Kondang

Komunitas FOSE (Fotografi Secret) kembali menggelar event fotografi terbesar di penghujung tahun 2019 ini. Tidak tanggung-tanggung, Marathon Workshop Fotografi Gratis Dari 12 Fotografer Kondang, Talkshow 12 tokoh Fotografer nasional, Pameran Foto, Lelang & Charity, Karnaval Budaya, Lomba Foto Model Pro, Lomba Foto Instagram dan sebagainya ini akan dihelat selama 3 hari, 6-8 Desember 2019 di Main Atrium AEON Mall Cakung, Jakarta Timur.

Komunitas FOSE (Fotografi Secret)

Sebelum lanjut, yuk kita kenalan dulu dengan FOSE. Komunitas FOSE (Fotografi Secret) adalah sebuah komunitas fotografi online di Telegram Group dengan nama akun @fotografisecrets dan memiliki galeri karya di Instagram @fotografisecret. Fose dibentuk pada tanggal 2 Juli 2017 oleh beberapa pemuda pecinta fotografi antara lain Bang Yan, Mbak Tarini dan kawan-kawan, saat ini anggota grup Telegram FOSE mencapai 1600 member aktif dari seluruh Indonesia.

Mengenai pameran foto hasil karya anggotanya, event ini adalah event ke-2 setelah pada tahun sebelumnya FOSE melaksanakan pameran foto dan workshop terkait fotografi dengan narasumber Roy Genggam pada 21-23 September 2018 di Mangga Dua Square, Jakarta Utara.

Foshare Day Marathon Workshop Fotografi

Foshare Day Marathon Workshop Fotografi ini akan menghadirkan 12 tokoh Fotografer nasional yang akan mengisi workshop dan talkshow, nah siapakah mereka?. Berikut 12 pemateri Marathon Workshop Fotografi, yaitu Arbain Rambey, Roy Genggam, Hendra Lesmana, Ferry Ardianto, Rezki Sterneanto, Ully Zoelkarnain, Fajar Kristiono, WS Pramono, Dody S. Mawardi, Lateevhaq, Ridha Kusumabrata dan Darwis Triadi. 

Pastinya masing-masing pemateri akan berinteraksi dengan pengunjung membahas berbagai isu tentang fotografi sesuai dengan keilmuan serta pengalaman narasumber yang tidak diragukan lagi kapasitasnya ini.

Lomba Foto Konsep Top Model Indonesia

Lomba Foto Konsep

3 Konsep berbeda;
Lomba foto ini akan mengambil 3 tema berbeda, yaitu;
1. Star Wars
2. Jumanji
3. Charlie's Angels

Acara juga akan dimeriahkan dengan lomba foto yang akan diadakan selama 2 hari pada tanggal 6 - 7 Desember bersama 9 Top Models Indonesia.

Jumat, 6 Desember 2019
1. Baby Margaretha @babymargaretha1
2. Karlin @karlin.h
3. Regita Kremer @regitakremer
4. Sandra Yunita @sandrayunita_
5. ⁨Novilia Annisa @noviliaannisaa

Sabtu, 7 Desember 2019
1. Jessica Wongso @jessysilanawong
2. Indri Mohana @yujinmohana
3. Adelia Zizi @adeliazizi9
4. Mira Persia @mirapersia
5. Sandra Yunita @sandrayunita_

Lomba Foto ini akan memperebutkan Hadiah dengan total nilai 12 juta rupiah;

Juara I
1 paket Visico VL 400, Terdiri dari :
2 pc Visico VL 400.
2 pc softbox 50x70cm.
2 pc light stand LS 8005.
1 pc trigger 816.
1 pc travel bag.

Juara II = 1 pc Visico speedlight VS 765 for Canon.

Juara III = 1 pc Digitec flashbot DBF-001 asesoris flash diffuser.

More BONUS by Focus Nusantara:
> Thinktank my 2nd brain Tablet.
> Thinktank my 2nd brain Laptop 15".

Registration 275K / day
Via Cheers App 250K / day
On the spot 300K / day
Kuota terbatas untuk 100 peserta.

Info lebih lanjut mengenai lomba foto, teman-teman dapat menghubungi: Hye Sin 0857 7539 3211 atau Tita 0878 8003 2090.

karnaval parade budaya kostum nusantara foto model MUA

Hal menarik lainnya adalah sesi Parade dan Karnaval Budaya yang dipersembahkan oleh Rumah Photo MUA Model (RPM) yang akan menampilkan sekitar 20 model dengan memakai kostum berwarna-warni ala Karnaval Jember. Semua model akan bergaya dan melintas di catwalk serta berinteraksi dengan pengunjung selama acara. Sesi pemotretan para model berbusana karnaval akan dilaksanakan pada akhir acara. 

Tentunya ini akan menjadi kesempatan hunting foto yang sangat menarik bagi para penggemar fotografi.

Jangan sampai terlewat yah :)



Kepo Buku #29: Silent Book Club ala Baca Bareng

Apakah kalian termasuk pembaca buku yang suka membaca di mana saja di tempat publik dan mencari teman untuk membaca bersama-sama? Episode ini bisa jadi cocok buat kalian karena kita akan memperkenalkan pada penggagas “Baca Baca Bareng,” sebuah klub membaca yang benar-benar fokus pada membaca. Pokoknya datang, duduk, pesan minum, baca! Titik! Ya emangnya mau ngapain lagi? 🙂

Selamat mendengarkan!


Episode ini bisa juga didengarkan di:

Apple Podcast | SoundcloudGoogle Podcast | Spotify | Anchor | Breaker | Sticher | Pocketcast | Radio Public

Tamu kali ini:

Kepo Buku adalah:

Follow akun Instagram Kepo Buku di Instagram.com/KepoBuku

 

AYO CERITAKAN BUKU YANG LAGI KALIAN BACA LEWAT AUDIO:

Yoi cuy, kita mau ngajak kalian buat ikutan di Kepo Buku. Intinya kita mau tahu kalian lagi baca buku apa? Kirim dalam bentuk rekaman suara (maksimal 5 menit). Jangan lupa sebut nama, lokasi dan ceritakan buku yang kalian lagi baca atau mau kalian rekomendasikan. Ada dua cara yang bisa dilakukan:

  1. ANCHOR: Untuk pengguna aplikasi Anchor, klik “Message” dan mulai rekam review kalian. (Durasi maksimal 1 menit tapi kalau masih kurang, silahkan rekam lagi)
  2. WHATSAPP:  Gunakan fasilitas Voice Note di Whatsapp. Klik/ ketik link ini di HP kalian: http://bit.ly/ikutkepobuku atau ke 087878505012
  3. EMAIL: Rekam di voice note di hp dan kirim lewat email ke suarane@gmail.com

Rekaman yang kita terima akan kita sertakan dalam episode-episode Kepo Buku berikutnya.

 

Credits & Disclaimer:

  • Kepo Buku tidak berafiliasi dengan penerbit ataupun penulis buku yang diulas di episode ini.
  • Musik: “Rainbows” oleh Kevin MacLeod (incompetech.com). Licensed under Creative Commons: By Attribution 3.0 License

-rh-

 

 

Mampukah Rembi Menggantikan Peran Tas Belanjaan Plastik?


Mampukah Rembi Menggantikan Peran Tas Belanjaan Plastik? Jum'at, 8 September 2019, Panitia Panca Windu Universitas Flores (Uniflor) kembali menggelar kegiatan menjelang hari baik di tahun 2020 nanti. Bakti sosial yang turut mendukung program Jum’at Bersih oleh Pemerintah Kabupaten Ende tersebut dilaksanakan di empat kelurahan pada wilayah Kecamatan Ende Tengah, Kabupaten Ende, yaitu Kelurahan Potulando, Kelurahan Kelimutu, Kelurahan Paupire, dan Kelurahan Onekore. Sejumlah dua ribu peserta bakti sosial yang dibagi lima ratus peserta per kelurahan diperkuat oleh dosen, karyawan, mahasiswa, perwakilan komunitas, dan masyarakat setempat. Untuk itulah saya harus bangun sedini mungkin sehingga gayung kamar mandi pun mengerut kening dan bertanya: benarkah kau bangun jam segini? Hehe.

Baca Juga: Parade Budaya Membuktikan Uniflor Adalah Mediator Budaya

Seremoni pembukaan kegiatan tersebut dilaksanakan di Perempatan Wolowona (sisi Timur) pada pukul 07.00 Wita, dihadiri oleh Bupati Ende Drs. Djafar Achmad, Sekretaris Daerah Kabupaten Ende Dr. dr. Agustinus G. Ngasu, Rektor Uniflor Dr. Simon Sira Padji, M.A. beserta jajaran Wakil Rektor, Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Flores (Yapertif) Dr. Laurentius D. Gadi Djou, Akt., Ketua Panitia Panca Windu Uniflor Ana Maria Gadi Djou, S.H., M.Hum., Dekan se-lingkup Uniflor, Unsur Forkompinda, perwakilan ASN, POLRI dari Polres Ende, serta tamu undangan. Pada lokasi seremoni pembukaan juga dipajang beraneka rembi (tas/keranjang anyaman) yang diperkenalkan selain sebagai hasil karya kerajinan tangan juga sebagai wadah belanjaan yang harus mampu menggantikan tas belanjaan plastik atau tas kresek alias kalau diubek-ubek tas plastik ini menimbulkan suara: kresek.

Bapak Bupati Kabupaten Ende, Bapak Djafar, membeli tikar anyaman dan sebuah rembi mini, usai seremoni pembukaan.

Bapak Bupati Kabupaten Ende, Bapak Djafar, memakai rembi mini.

Kegiatan dibuka dengan sambutan oleh Rektor Uniflor dan Bupati Ende, dilanjutkan dengan penekanan tombol sirine sebagai tanda launching. Tema yang diangkat adalah Go Clean: Reduce, Reuse, Recycle, Re-Design, Re-Imagine.

Apa itu rembi? Dan mengapa benda ini dipercaya mampu menggantikan peran tas belanjaan plastik?

Marilah ... dibaca.

Rembi


Rembi merupakan nama dari wadah anyaman berbahan alami yang merujuk pada tas/keranjang. Abang Oir Rodja pernah menulis tentang Seni Anyam Ende Lio yang khusus membahas ... ya membahas seni anyaman Ende Lio donk. Hehe. Rembi merupakan salah satu dari seni anyaman tersebut. Bahan-bahan yang dipakai untuk membikin rembi dari yang saya lihat pada Jum'at kemarin itu antara lain daun lontar dan bilah bambu tipis (khusus untuk keranjag berukuran raksasa). Tapi dari blog Abang Oir saya membaca nama bahan lain yaitu kulit bambu muda, wunu re’a/daun pandan hutan; wunu koli/daun lontar; kulit bhoka ino; ngidho; ua; taga; tali eko



Selain rembi, seni anyaman ini banyak jenisnya dan yang saya tahu sejak dulu itu bernama wati sebagai wadah yang sering dipakai para ine/mama menyimpan sirih, pinang, dan lain-lain keperluan. Bahkan saya punya donk sejenis wati, tapi tanpa tutupan, buat menyimpan barang-barang kecil. Jenis lainnya yang saya baca dari blog Abang Oir antara lain mbola-mbola, kadhengga, kidhe, kadho, kopa, mboka wati, lepo, kiko, raga, wuwu, ola bau, kata, dan lain sebagainya. Saya pernah tahu kidhe ini, ketika kidhe menjadi salah satu tema yang diangkat dalam Lomba Mural Triwarna Soccer Festival awal tahun 2019. 

Mampukah Rembi Menggantikan Peran Tas Belanjaan Pastik?


Ini pertanyaan penting karena punya tujuan majemuk. Pertama: rembi akan mengurangi sampah plastik di negeri ini. Kedua: rembi akan mendongkrak perekonomian masyarakat khususnya para pengrajin. Ketiga: rembi menjadi salah satu ikon (wisata) budaya yang diburu oleh wisatawan selain tenun ikat yang kesohor hingga penjuru dunia. Tapi, kembali ke pertanyaan awal tadi: mampukah?

Orang pesimis pasti akan bilang: tidak! Tapi orang optimis pasti akan bilang: ya, mampu!

Rembi Mengurangi Sampah Plastik


Jujur saja, sebelum kegiatan baksos dengan salah satu agenda mengangkat rembi sebagai tas/keranjang belanjaan pengganti tas belanjaan plastik, awal September 2019 saya sudah mendengar terlebih dahulu dari Bapak Bupati Nagekeo, Bapak Don, tentang kearifan lokal yaitu penggunaan tas anyaman alih-alih menggunakan tas plastik sebagai media untuk membawa barang belanjaan. Rembi, jika betul dimanfaatkan oleh masyarakat Kabupaten Ende khususnya para mama saat berbelanja di pasar, niscaya mampu mengurangi sampah plastik. Lagi pula rembi dibikin untuk dua jenis belanjaan. Ada rembi khusus belanjaan basah seperti ikan dan/atau daging, hingga sayuran. Ada rembi khusus belanjaan kering seperti aneka bumbu dapur. Tapi, tentunya para mama lebih suka membeli rembi khusus belanjaan basah karena bisa disatukan dengan belanjaan kering: bawang, cabai, lengkuas, merica, yang umumnya dibungkus ... plastik. Hiks.


Lagi, jujur saja, sebelum kegiatan baksos dengan salah satu agenda mengangkat rembi sebagai tas/keranjang belanjaan pengganti tas belanjaan plastik, menurut pengamatan saya, sudah banyak mama yang menggunakan keranjang plastik reuse yang kuat dan tahan banting sekaligus mengurangi pemborosan membeli tas belanjaan plastik. Artinya tas belanjaan plastik tidak terlalu banyak digunakan di pasar-pasar tradisional bukan? Lantas di mana? Di supermarket! Oleh karena itu, kampanye menggunakan rembi ini harus dilakukan di semua lapisan perbelanjaan baik yang tradisional maupun yang moderen. Suatu saat, pasti ada yang ke supermarket membawa rembi, dititip di tempat penitipan barang, kemudian saat selesai belanja semua belanjaan akan dimasukkan ke rembi alih-alih tas belanjaan plastik berlogo supermaret tersebut.

Salah seorang mama, baru pulang berbelanja dari Pasar Wolowona, melintas di lokasi seremoni pembukaan, menenteng keranjang belanjaan plastik.

Bisa?

Bisa donk. Saya sudah melakukannya. Bukan rembi, melainkan backpack. Kecuali belanjanya untuk keperluan satu bulan, itu memang butuh kardus. Haha.

Yang perlu diingat adalah, tas belanjaan plastik bukan satu-satunya penghasil sampah plastik di semesta raya. Masih ada botol dan gelas bekas minuman. Itu yang paling nyata terlihat saat hujan turun dan aliran air menghantar sampah hingga ke tepi pantai. Bagaimana untuk mengatasinya? Bawalah tumbler atau botol air minum sendiri dari rumah alih-alih membeli air minum kemasan. Selain keren sekaligus berhemat.

Rembi Mendongkrak Perekonomian


Keterkaitan ini jelas tidak bisa dibantah. Umumnya rembi dibikin oleh pengrajin yang tergabung dalam kelompok tertentu. Jum'at kemarin, rembi-rembi yang dipajang merupakan hasil kerajinan tangan dari Kelompok Karya Ibu. Kelompok ini juga sudah digandeng Dinas Koperasi Kabupaten Ende.


Apabila rembi betul mampu mengganti tas belanjaan plastik, otomatis perekonomian para pengrajin pun terdongkrak. Ini akan sangat bagus! Meskipun untuk mewujudkannya, memang, dibutuhkan kesadaran awal yaitu penggunaan plastik harus dikurangi meskipun plastik memang jauh lebih praktis.

Rembi Sebagai Ikon (Wisata) Budaya


Dari hasil status saya tentang rembi di Facebook, ada teman-teman yang bertanya tentang rembi, pengen punya juga. Soalnya kan selain disediakan rembi untuk belanjaan di pasar, ada pula rembi dengan model kekinian yang imut dan lucu bikin gemas siapapun yang melihatnya. Seperti yang dipakai Bapak Bupati Kabupaten Ende. Saya punya satu rembi yang dikasih sama pengungsi korban erupsi Gunung Rokatenda dari Pulau Palu'e.

Rembi hadiah dari pengungsi. Hehe.

Kalau yang ini wadah anyaman dari Pulau Sumba.

Rembi niscaya mampu menjadi ikon (wisata) budaya dari Kabupaten Ende karena siapa sih yang tidak mau punya oleh-oleh khas suatu daerah berharga murah, dapat dimanfaatkan sehari-hari, dan membikin pemakainya terlihat beda dan bergaya? Semua orang juga pasti mau! Termasuk saya. Sayangnya Jum'at kemarin saya tidak sempat membeli rembi karena sudah terlalu banyak orang berkerumun ingin membeli juga, dan saya toh sudah punya rembi sendiri hadiah dari pengungsi. Hehe. Oh ya, harga rembi bervariasi sesuai ukuran, model, dan tingkat kesulitan modifikasinya. Dipatok mulai dari Rp 50K hingga ratusan ribu.

⇜⇝

Baca Juga: Antara Saya, Trans Flores, dan Festival Daging Domba

Menjawab pertanyaan besar di tulisan ini, mampukah rembi menggantikan peran tas belanjaan plastik? Insha Allah mampu. Asalkan ada kesadaran dari kita semua, ada daya juang dari kita semua, untuk bersama-sama bertekad mengurangi sampah plastik yang secara masif sudah semakin menghancurkan bumi kita. 

Bagaimana menurut kalian, kawan?

#SeninCerita
#CeritaTuteh



Cheers.

Inilah Sebuah Solusi Untuk Laut Indonesia Yang Lebih Bersih


Apa kabar dengan sampah yang kita buang setiap harinya? Apakah kamu memikirkan bahwa sampah yang kita buang itu akan dibuang ke tempat sampah, kalau ke tempat benar pun belum tentu berakhir di tempat benar pula, kadang ada truk sampah yang tidak membawanya ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) malah berujung pada sungai. Belum lagi dengan kebiasaan masyarakat yang membuang sampah langsung ke sungai tanpa adanya rasa bersalah. Sampah aku mengalir ke sungai dari hulu dan berakhir di hilir serta bermuara di laut. Miris, laut menjadi tempat sampah yang paling besar di Bumi ini. Faktanya adalah sumber air bersih itu salah satunya berasal dari air laut. Air laut bisa dijadikan air melalui proses penyulingan dan proses lainnya.

Bulan lalu, saya melakukan kunjungan ke sebuah pulau di Kepulaun Seribu, salah satunya adalah Pulau Untung Jawa bersama AQUA Danone. Dalam kunjungan itu, kami mengunjungi salah satu pulau konservasi yang dilindungi. Disana juga terdapat ekosistem hewan langka yang dilindungi terutama beberapa burung langka seperti elang bondol. Selain itu kami juga melakukan bersih-bersih pinggir laut. Mulanya saya tak dengan menumpuknya sampah, padahal pulau tersebut merupakan pulau tak berpenduduk. Bayangkan apabila beberapa pulau tak berpenduduk terkena imbas sehingga habitat hewan langka pun terus tergerus sehingga mereka tidak memiliki tempat tinggal lagi.


"Bayangkan loh, kita hanya bersih-bersih selama 30 menit saja, sampah yang kumpulkan sudah banyak."

Saya mengangguk tanda setuju bahwa sampah yang terbawa arus ombak itu pun sangat banyak. Sebelum lebih jauh, kita lihat tayangan video dari liputan pada saat Donone Vlogger Academy bulan lalu.


Kami memunggut sampah botol plastik, sandal jepit, botol kaleng, stereofom, tabung gas elpiji, kipas angin dan masih banyak lainnya.

"Tabung gas elpiji loh ini!"

Teman saya sempat menemukan tabung gas elpiji yang biasanya untuk memasak. Bukan hanya itu namun stereofom dan botol plastik sangat mendominasi sampah yang berada di pulau konservasi tersebut.

"Kalau arusnya sedang pasang, maka sampahnya akan menupuk dan lebih banyak. Penyu, ikan dan hewan lainnya yang akan bertelur atau mencari makan pun terpaksa mencari tempat lain yang lebih jauh."

Bapak penjaga pulau ini menyatakan bahwa bukan hanya manusia saja yang rugi akibat sampah tersebut namun hewa laut dan hewan-hewan lainnya. Mari kita renungkan bersama.


Plastik Itu Bisa Dimanfaatkan

Siapa bilang kalau plastik itu merugikan? Iya saya setuju. Ada juga yang bilang kalau plastik itu juga bisa dimanfaatkan? Yes, sebagian orang yang berada di diskusi panel bersama MC ternama, Rory Asyari, juga memiliki banyak inovasi yang tidak terpikir oleh kita sama sekali.

Kelima pemuda-pemudi ini merupakan inovator dan inisiator dalam teknologi pengelolaan limbah plastik dan juga terdapat Tasya Kamila, publik figur yang memiliki kecintaan terhadap lingkungan.


Salah satu yang menarik perhatian saya adalah teknologi yang mendaur ulang plastik menjadi sesuatu yang sangat bermanfaat yaitu energi baru sebagai pengganti bahan bakar yang kita gunakan setiap harinya. Seperti kita ketahui bahwa plastik berasal dari minyak bumi, dan dengan teknologi tersebut, maka plastik dapat diubah bentuknya menjadi cair dan siap dijadikan bahan bakar untuk apapun.

Tasya Kamila memiliki peran yang strategis karena memiliki power dalam dunia social media sehingga bisa mempengaruhi banyak orang untuk lebih tanggap terhadap isu lingkungan seperti kampanye #BijakBerplastik yang sedang dilakukan oleh AQUA Danone. 

The Ocean Clean Up By Boyan Slat


Selain dari perilaku kita yang tidak membuang sampah secara sembarangan baik, juga dilakukan program bersama antara AQUA - Danone dengan The Ocean Clean Up dan Pemprov DKI Jakarta untuk membersihkan sampah disekitar utara Jakarta yaitu di Cengkareng, DKI Jakarta. 

Ialah Interceptor 001 sebagai sebuah solusi untuk laut Indonesia yang lebih bersih. Interceptor 001 menjadi salah satu solusi pencegahan sampah di sungai untuk tidak masuk ke laut pertama yang ada di dunia. 

Interceptor 001 saat ini berada di drainase Cengkareng ( Cengkareng Drain ), Pantai Indah Kapuk, Jakarta. Sistem ini sendiri sangat ramah lingkungan karena 100% bertenaga surya dengan baterai lithium-ion sehingga dapat beroperasi siang dan malam tanpa suara bising ataupun mengeluarkan asap. Sistem ini berfungsi untuk mengambil sampah plastik dari sungai, yang kemudian akan disortir, dan mencegah agar sampah tersebut tidak masuk ke laut.


It is time for us to change the world with our habit first. Sudah saatnya mengubah mindset kita bahwa buang sampah pada tempat itu bukan hanya jadi slogan semata namun sudah saatnya menjadi gaya hidup serta memberanikan diri untuk mengurangi sampah plastik yang ada di hidup kita, caranya dengan langkah yang bisa kita lakukan saat ini juga

Mengurangi pemakaian kantong plastik pada saat belanja,
Mengurangi sedotan plastik,
Membawa tumblr,
Belilah AQUA galon dan isi ulang di dispenser,
Dan buanglah sampah plastik pada tempatnya

Bagaimanapun sampah plastik itu memiliki manfaat ekonomi bagai pemulung dan beberapa industri yang mengolah dan mendaur ulang plastik tersebut. Yang harus kita lakukan adalah bijak menggunakan plastik, sudah saatnya #BijakBerplastik.



S0404: Podcast, Film dan Nostalgia

Kenangan atau nostalgia adalah salah satu hal yang paling menarik buat diangkat menjadi tema podcast. Rasanya hampir semua orang punya kenangan dan bisa menceritakannya dengan lancar karena memang kenangan selalu tersimpan rapi di kepala. Tinggal dipicu sedikit aja, tumpahlah semua kenangan itu jadi cerita menarik. Kali ini kita akan belajar dari sebuah podcast yang memanfaatkan unsur kenangan itu untuk mengajak orang bicara tentang film. Ini sebuah sudut pandang menarik yang semoga bermanfaat buat teman-teman podcaster lain. Enjoy!



 

Tamu Episode ini:

Novia Riani dari Podcast Podstalgia

 

Suarane Podcast episode ini juga bisa didengarkan di Soundcloud atau bisa dicari di berbagai aplikasi podcast lainnya seperti Spotify, Apple Podcast, Google Podcast, Breaker, Castbox, Aplikasi Dengar Radio dll. dengan kata kunci pencarian: “suarane.”

 

Credits: 

  • Musik yang dipakai di episode ini adalah “Loopster” karya Kevin MacLeod (incompetech.com). Licensed under Creative Commons: By Attribution 3.0 License

Memasak Bonanza Beef Ala Drama Korea Bersama Jebolan Master Chef Indonesia


Sayup-sayup terdengar lagu dari original soundtrack sebuah drama korea. Iya, saya ini bukan penggemar drama korea, tapi kalau sudah dengar lagu, entah dari bahasa apapun, yang penting saya tahu pesan yang disampaikan, maka otomatis saya akan hafal bahkan bisa melantunkannya beberapa menit kemudian. Sebut saja saya hamba-hamba lagu baper. Kalau sudah mengalun lagu yang melow saya selalu hanyut (sungai kali ah hanyut, hahaha).

Pada saat demo masak, saya langsung tertuju pada Chef Gabriela, jebolan Master Chef Indonesia yang mampu mempesona orang yang memandanganya. Kalau melihat Chef Gabriela, saya langsung teringat adegan drama Korea, apalagi pada saat adegan masak memasak.

"Gabriela, kamu cantik banget hari ini."

"Bukan kah aku udah katakan kalau aku tidak akan mengatakan apapun padamu kecuali 

"Kamu sudah memasak apa saja hari ini?"

"Aku memasak Beef Cabai Hijau."

"Kamu sangat pandai mengambil hatiku, itu makanan kesukaanku."

Chef Gabriela kemudian tersipu. Tak berapa lama minyak yang panas meletup dan mengenai tangan Chef. Langsung saja sang pria meraih tangan Chef Gabriela dan meniupnya. 

Sebuah lagu kemudian mengalun sebagai sebuah pengiring yang pas.

Mungkin aku begitu takut menghadapi kegagalan
Hingga tak bisa mengungkapkan cintaku padamu
Aku takut kau akan pergi
apabila aku mengungkapkannya

Aku akhirnya mampu mengumpulkan keberanian
untuk mengungkapkan rahasia ini
meskipun kau memilih untuk tak acuh
aku akan menyanyikannya untukmu

(Lagu Sing For You - EXO)

Akhirnya mereka bertatapan dan berpelukan. Wah, so sweet sekali ya akhirnya bisa jadian dan menjalin ke jenjang lebih bahagia. Hahaha, saya memang pandai merangkai adegan dalam imajinasi ini. Jangan baper ya hehehe.


Daging sapi itu sudah sangat jarang saya makan, maklum saya penggemar ayam, namun saya selalu memakan beef yakiniku kalau makan di sebuah restoran cepat saji. Nah, kali ini Chef Gabriela ini menampilkan beberapa alternatif masakan dari beef Bonanza. 

Bonanza ini merupakan salah satu produk daging yang sangat berkualitas dan harganya relatif kebih murah dengan merek sejenisnya. Masalah kualitas, saya ngga meragukan lagi karena sudah saya coba dan hasilnya masakan yang diolah luar biasa rasanya, serius, saya ngga bohong loh.


Hasil masakan yang disajikan adalah Beef Yakiniku yang sangat menggoda selera karena ini salah satu favoriteku. Bumbunya juga sangat mudah karena hanya diperlukan bawang bombai dan kecap saja serta sedikit garam, dan dimasak dengan api sedang sampai kecil. Dagingnya tanpa di iris atau olah lagi sebelum dimasak menjadi Yakiniku ini. 

Praktis banget buat yang pengen membuat masakan ala-ala restoran dengan budget yang cukup murah dan dapat dimakan oleh keluarga besar. 


Dan menu yang paling saya suka lainnya adalah Daging Sapi Cabai Hijau. Benar-benar merupakan salah satu masakan yang sangat Indonesia dan bisa dinikmati oleh siapapun tak terkecuali nenek atau kakek bahkan anak-anak karena tidak terlalu pedas namun sangat lezat. Mengenai bumbunya lagi-lagi sangat simple karena hanya memerlukan cabai hijau dan garam serta sedikit bawang putih yang diiris tipis.



Demo memasak ala drama Korea ini sangat mengasyikan karena membuka mata bahwa masakan yang enak itu ternyata bumbunya ngga macem-macem dan sangat simple. Oh iya, karena dagingnya sudah berkualitas dari Binanza, maka mengolahnya tidak memerlukan bumbu yang super duper ribet, cukup garam, kecap, bawang bombay dan bawang putih serta daun jeruk sudah sangat lezat. 

Nah, yang mau belanja dagingnya sudah tersedia di supermarket seperti Hero, Giant, dan lain-lainya di sekitar Jabodetabek ya. Informasi lebih lanjut bisa ke http://bonanza-beef.co.id/ ya. Happy Cooking!

Memasak Bonanza Beef Ala Drama Korea Bersama Jebolan Master Chef Indonesia


Sayup-sayup terdengar lagu dari original soundtrack sebuah drama korea. Iya, saya ini bukan penggemar drama korea, tapi kalau sudah dengar lagu, entah dari bahasa apapun, yang penting saya tahu pesan yang disampaikan, maka otomatis saya akan hafal bahkan bisa melantunkannya beberapa menit kemudian. Sebut saja saya hamba-hamba lagu baper. Kalau sudah mengalun lagu yang melow saya selalu hanyut (sungai kali ah hanyut, hahaha).

Pada saat demo masak, saya langsung tertuju pada Chef Gabriela, jebolan Master Chef Indonesia yang mampu mempesona orang yang memandanganya. Kalau melihat Chef Gabriela, saya langsung teringat adegan drama Korea, apalagi pada saat adegan masak memasak.

"Gabriela, kamu cantik banget hari ini."

"Bukan kah aku udah katakan kalau aku tidak akan mengatakan apapun padamu kecuali 

"Kamu sudah memasak apa saja hari ini?"

"Aku memasak Beef Cabai Hijau."

"Kamu sangat pandai mengambil hatiku, itu makanan kesukaanku."

Chef Gabriela kemudian tersipu. Tak berapa lama minyak yang panas meletup dan mengenai tangan Chef. Langsung saja sang pria meraih tangan Chef Gabriela dan meniupnya. 

Sebuah lagu kemudian mengalun sebagai sebuah pengiring yang pas.

Mungkin aku begitu takut menghadapi kegagalan
Hingga tak bisa mengungkapkan cintaku padamu
Aku takut kau akan pergi
apabila aku mengungkapkannya

Aku akhirnya mampu mengumpulkan keberanian
untuk mengungkapkan rahasia ini
meskipun kau memilih untuk tak acuh
aku akan menyanyikannya untukmu

(Lagu Sing For You - EXO)

Akhirnya mereka bertatapan dan berpelukan. Wah, so sweet sekali ya akhirnya bisa jadian dan menjalin ke jenjang lebih bahagia. Hahaha, saya memang pandai merangkai adegan dalam imajinasi ini. Jangan baper ya hehehe.


Daging sapi itu sudah sangat jarang saya makan, maklum saya penggemar ayam, namun saya selalu memakan beef yakiniku kalau makan di sebuah restoran cepat saji. Nah, kali ini Chef Gabriela ini menampilkan beberapa alternatif masakan dari beef Bonanza. 

Bonanza ini merupakan salah satu produk daging yang sangat berkualitas dan harganya relatif kebih murah dengan merek sejenisnya. Masalah kualitas, saya ngga meragukan lagi karena sudah saya coba dan hasilnya masakan yang diolah luar biasa rasanya, serius, saya ngga bohong loh.


Hasil masakan yang disajikan adalah Beef Yakiniku yang sangat menggoda selera karena ini salah satu favoriteku. Bumbunya juga sangat mudah karena hanya diperlukan bawang bombai dan kecap saja serta sedikit garam, dan dimasak dengan api sedang sampai kecil. Dagingnya tanpa di iris atau olah lagi sebelum dimasak menjadi Yakiniku ini. 

Praktis banget buat yang pengen membuat masakan ala-ala restoran dengan budget yang cukup murah dan dapat dimakan oleh keluarga besar. 


Dan menu yang paling saya suka lainnya adalah Daging Sapi Cabai Hijau. Benar-benar merupakan salah satu masakan yang sangat Indonesia dan bisa dinikmati oleh siapapun tak terkecuali nenek atau kakek bahkan anak-anak karena tidak terlalu pedas namun sangat lezat. Mengenai bumbunya lagi-lagi sangat simple karena hanya memerlukan cabai hijau dan garam serta sedikit bawang putih yang diiris tipis.



Demo memasak ala drama Korea ini sangat mengasyikan karena membuka mata bahwa masakan yang enak itu ternyata bumbunya ngga macem-macem dan sangat simple. Oh iya, karena dagingnya sudah berkualitas dari Binanza, maka mengolahnya tidak memerlukan bumbu yang super duper ribet, cukup garam, kecap, bawang bombay dan bawang putih serta daun jeruk sudah sangat lezat. 

Nah, yang mau belanja dagingnya sudah tersedia di supermarket seperti Hero, Giant, dan lain-lainya di sekitar Jabodetabek ya. Informasi lebih lanjut bisa ke http://bonanza-beef.co.id/ ya. Happy Cooking!

Kegiatan Keren Uniflor Go Clean Let’s Reduce Reuse Recycle


Kegiatan Keren Uniflor Go Clean Let's Reduce Reuse Recycle. Panitia Panca Windu Uniflor 2020 sudah di-launching. Kemeriahannya bisa kalian baca pada pos berjudul Parade Budaya Membuktikan Uniflor Adalah Mediator Budaya. Rangkaian kegiatan Panca Windu Uniflor pun sudah terlaksana mulai dari sebelum panitia di-launching. Telah terlaksana beberapa kegiatan pre-event yaitu (1) Kuliah Umum bersama Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun, S.H., M.H., LLM. dengan moderator Agus Adi Tetiro dengan tema Membangun Potensi Diri Sebagai Mediator Budaya Mengawal Ideologi Melawan Radikalisme, Pancasila Dari Ende Untuk Nusantara telah diselenggarakan pada Sabtu (26/10/2019) di Auditorium H. J. Gadi Djou. (2) Misa, Shalat Jum'at, dan ziarah, dalam rangka launching Panitia Panca Windu Uniflor, Parade Budaya, opening ceremony, dan kegiatan olah raga EGDMC 2019 yang diselenggarakan pada Jum'at (1/11/2019).

Baca Juga: Konsep DIY Dari Brand-Brand Baru Wirausahawan Muda Ende

Usai di-launching, kegiatan pertama yang akan dilakukan oleh panitia keren ini adalah bakti sosial. Bakti sosial dilaksanakan di Kecamatan Ende Tengah dengan empat titik/kelurahan yaitu Kelurahan Onekore, Kelurahan Paupire, Kelurahan Potulando, dan Kelurahan Kelimutu. Tema yang diusung adalah Go Clean, Let's Reduce Reuse Recycle. Saya mendengar masih ada penambahan untuk menjadi 5R: Reduce, Reuse, Recycle, Redesign, Reimage. Kegiatan tersebut bakal dilaksanakan pada Jum'at, 8 November 2019, bertepatan dengan program Pemerintah Daerah Ende yaitu Jum'at bersih.

Bakti sosial itu nanti tidak saja berwujud aksi bersih-bersih tetapi juga mengajak masyarakat untuk mengurangi, memakai ulang, dan mendaur ulang sampah terutama sampah plastik. Untuk mengurangi, panitia bekerja sama dengan Dinas Koperasi untuk memperkenalkan rembi, tas/keranjang anyaman khas Ende kepada khalayak. Rembi ini terdiri atas dua, rembi untuk belanjaan kering dan rembi untuk belanjaan basah. Rembi merupakan produk DIY yang dibikin oleh para pengrajin yang ada di Kabupaten Ende. Untuk memakai ulang, tentu barang plastik seperti tas plastik dapat dipakai ulang, terutama tas plastik yang disediakan oleh supermarket. Kita bisa membawa tas plastik sendiri apabila pergi ke supermarket untuk berbelanja. Untuk daur ulang, itu yang akan menjadi bagian saya kelak, sedang menyusun draf-nya, dalam seminar dan workshop.

Pertanyaannya sekarang, apa hubungan antara kegiatan pada Jum'at lusa dengan tema blog hari ini yaitu #RabuDIY?

Marilah saya jelaskan.

Dalam perkara 3R kita tahu satu kata yang jelas merujuk pada konsep DIY yaitu recycle. Recycle atau mendaur ulang artinya kita mengolah sampah menjadi suatu barang bernilai ekonomi lebih tinggi. Misalnya mendaur ulang koran menjadi keranjang seperti yang sudah sering saya lakukan. Kebetulan dalam kepanitiaan saya diberikan kepercayaan untuk beberapa tugas dan salah satunya adalah edukasi sampah. Sudah saya konsepkan tentang edukasi sampah ini. Tidak hanya seminar tentang sampah tetapi juga workshop. Rencana saya, setiap peserta nanti wajib membawa sampah plastik yang nantik bakal langsung dipraktekkan untuk membikin barang daur ulang saat workshop

Saya pikir penjelasan di atas sudah cukup jelas, hahaha.

Yang pasti, untuk edukasi sampah ini nanti saya bakal menggandeng Komunitas ACIL yang sudah terbukti telah mengedukasi masyarakat tentang sampah serta pengelolaannya.

Bagaimana menurut kalian, kawan?

#RabuDIY



Cheers.