Relikui Kematian #1


Harry Potter memang telah lama selesai. Buku terakhir seri ini, Harry Potter and The Deathly Hallows, diterbitkan tahun 2007, sedangkan filemnya dirilis tahun 2010 (Bagian 1) dan tahun 2011 (Bagian 2). Meskipun telah selesai, kisah spektakuler dari dunia sihir a la J.K. Rowling yang pernah ditolak oleh penerbit ini masih terus menyihir kehidupan saya. Ketika prekuelnya yaitu Fantastic Beast and Where to Find Them serta Fantastic Beast The Crimes of Grindelwald dirilis, otomatis memori kita tentang Harry Potter muncul ke permukaan. Bagaimana tidak? Pernah dulu waktu masih hangat-hangatnya, saya sering sekali mengucapkan mantera-mantera dari serial tersebut seperti Stupefy.

Baca Juga: Survival Movies

Kisah utama buku ke-tujuh Harry Potter, sesuai judulnya, adalah The Deathly Hallows atau Relikui Kematian. Di dalamnya kalian akan menemukan pengembaraan tiga serangkai yaitu Harry, Ron, dan Hermione dengan misi mencari dan menghancurkan horcrux-horcrux milik Voldemort agar si penyihir terhitam dan terjahat itu melemah dan mudah dikalahkan. Misi yang tidak mudah karena Albus Dumbledore hanya menyisakan sedikit petunjuk setelah kematiannya. Selain itu, misi mereka lainnya adalah mencari tahu tentang simbol Relikui Kematian yang tergambar pada lembar demi lembar buku warisan Albus Dumbledore untuk Hermione. Buku itu berjudul The Tales of Beedle and Bard. Simbol Relikui Kematian juga dipakai oleh Xenophilius Lovegood (ayah Luna Lovegood) dalam bentuk bandulan kalung. Hermione juga melihat simbol Relikui Kematian pada makam Ignotus Peverell di Godric's Hollow.

Kisah Tiga Bersaudara Peverell


Relikui kematian adalah tiga benda keramat yang diciptakan dan diberikan oleh Kematian kepada tiga bersaudara yaitu Antioch Peverell, Cadmus Peverell, dan Ignotus Peverell. Kisah ini berada dalam buku The Tales of Beedle and Bard.

Alkisah ... ada tiga orang bersaudara berjalan jauh melalui jalanan sepi dan berkelok saat senja. Dalam perjalanannya mereka sampai di sungai yang berbahaya uuntuk diseberangi. Tapi mereka mempelajari ilmu sihir. Mereka dengan mudahnya melambaikan tongkat dan membuat sebuah jembatan. Akan tetapi sebelum mereka bisa menyeberang, jalan mereka dihalangi oleh seorang yang berkerudung. Itu adalah Kematian, dan dia merasa tertipu. Tertipu karena biasanya para pengelana akan tenggelam ke dalam sungai. Tapi kematian sungguh licik. Dia berpura-pura memberi selamat pada tiga bersaudara itu atas sihir mereka dan dan berkata bahwa masing-masing dari mereka mendapatkan hadiah karena cerdas menghindarinya.

Maka saudara yang tertua, Antioch, meminta tongkat yang lebih kuat dari tongkat lain. Lalu Kematian menciptakan tongkat buatnya dari Pohon Elder yang ada di dekat situ. 

Saudara yang kedua, Cadmus, memutuskan bahwa dia ingin menghina Kematian lebih jauh lagi dan meminta kekuatan untuk menghidupkan orang-orang yang dicintai dari kematian. Lalu Kematian mengambil sebuah batu dari pinggir sungai dan berikan itu padanya. 

Akhirnya, kematian bertanya pada saudara yang ketiga dan termuda yaitu Ignotus. Seorang pria yang sederhana. Dia meminta sesuatu yang dapat membuatnya pergi dari tempat itu tanpa diikuti oleh kematian. Dan kematian dengan sangat segan menyerahkan Jubah Gaib miliknya. 

Saudara pertama bepergian ke sebuah desa yang jauh dimana dengan Tongkat Elder di tangannya dia membunuh seorang penyihir yang bertengkar dengannya. Mabuk dengan kekuatan Tongkat Elder yang diberikan kepadanya dia membual akan kehebatannya. Tetapi di malam itu penyihir lain mencuri tongkat itu dan menggorok leher saudara itu sebagai tambahan. Dan Kematian mengambil saudara pertama itu sebagai miliknya.

Saudara kedua pulang ke rumahnya dimana dia membawa batu itu dan memutarnya tiga kali di telapak tangannya. Dia sangat senang ketika gadis yang dinikahinya yang keburu meninggal muncul di depannya. Namun sang gadis itu sedih dan dingin karena dirinya tak layak di dunia manusia. Gila karena kerinduan yang sia-sia saudara kedua membunuh dirinya agar bisa menyusul gadis itu. Dan Kematian mengambil saudara kedua itu sebagai miliknya.

Sementara saudara ketiga, bertahun-tahun kematian mencarinya namun tak bisa menemukannya. Hanya ketika ia sudah tua, saudara termuda itu memberikan jubah gaib itu pada puteranya. Dia menyambut Kematian bak teman lama dan pergi bersama Kematian dengan bahagia meninggalkan kehidupan ini.

Itulah kisah tiga bersaudara Peverell dengan Relikui Kematian.

Relikui Kematian


Ada tiga benda keramat Relikui Kematian. Jika seorang penyihir memiliki ketiganya maka akan dapat menjadi penguasa kematian. Dia dapat menjadi sangat mematikan dengan Tongkat Elder, dia dapat membangkitkan kematian dengan Batu Kebangkitan, dia pun dapat bersembunyi dari Kematian serta melindungi dua benda keramat lainnya dengan Jubah Gaib.


Siapa yang pernah memegang ketiga benda ini? Albus Dumbledore dan Harry Potter. Jubah Gaib telah menjadi milik Harry sejak lama, diserahkan oleh Albus Dumbledore atas wasiat ayah Harry yaitu James Potter. Batu Kebangkitan diwasiatkan oleh Albus Dumbledore kepada Harry, yang disembunyikan di dalam snitch wasiat tersebut. Sedangkan Tongkat Elder diperoleh Harry setelah melucuti Draco Malfoy di rumah penghuni Asrama Slytherin tersebut (kesetiaan tongkat kepada pemilik baru meskipun fisik si tongkat berada di tangan orang lain). Karena tanpa Draco sadari, dialah yang melucuti Tongkat Elder dari Albus Dumbledore sebelum Kepala Sekolah itu dibunuh oleh Profesor Snape.

Tongkat Elder


Tongkat Elder atau Elder Wand merupakan tongkat kepunyaan Albus Dumbledore. Inilah tongkat yang diminta Antioch Peverell kepada Kematian. Dalam dunia sihir, setiap penyihir mempunyai tongkat mereka masing-masing. Ada dua pembuat tongkat yaitu Ollivander dan Gregorovitch (di Bulgaria). Setelah dibunuh oleh penyihir lain, maka tongkat milik Antioch itu kemudian menjadi milik Gregorovitch. Si pembuat tongkat sihir yang bangga karena memiliki Tongkat Elder dan merasa puas karena bisa lebih populer dari Ollivander. Sayangnya tongkat sakti itu kemudian menjadi milik Gellert Grindelwald. Entah bagaimana caranya. Mungkin Grindelwald mencuri setelah membikin pingsan si Gregorovitch.

Baca Juga: Sisi Lain Dunia Gulat Dalam Dangal

Karena ... menurut penuturan Ollivander ... sebuah tongkat sihir akan menjadi pemilik sah penyihir lain jika penyihir pemilik sebelumnya dilucuti, dipingsankan, atau dibunuh. 

Gambar diambil dari sini.

Pemilik Tongkat Elder selanjutnya adalah Albus Dumbledore setelah mengalahkan Gellert Grindelwald. Lalu menjadi milik Draco tanpa dia ketahui, setelah melucuti Albus Dumbledore, sebelum Kepala Sekolah bijak itu dibunuh oleh Profesor Snape. Dan ketika Harry melucuti Draco, tongkat sakti itu kemudian menjadi milik Harry.


Demikianlah perjalanan panjang Tongkat Elder sebelum kemudian dicuri oleh Voldemort dari makam Albus Dumbledore. 

The Last Duel


Pertarungan terakhir antara Voldemort dan Harry tidak dapat terelakkan. Terutama setelah semua horcrux Voldemort dihancurkan. Fyi, horcrux adalah wadah tempat penyihir hitam menyimpan sobekan/pecahan/bagian dari jiwanya untuk mencapai keabadian. Horcrux terakhir yang dihancurkan adalah Nagini saat si ular hendak menyerang Ron dan Hermione. Adalah Neville Longbottom yang melakukannya, menggunakan Pedang Gryffindor. Voldemort membagi jiwanya menjadi delapan; tujun disimpan pada horcrux dan satu pada dirinya sendiri.

Pada pertarungan terakhir itu, Voldemort menggunakan Tongkat Elder, sedangkan Harry menggunakan tongkat milik Draco Malfoy. Namun, lagi-lagi mengingat siapa kepemilikan sah Tongkat Elder, tongkat itu tentu loyal kepada pemiliknya yang sah. Maka ... Voldemort kalah total dan Tongkat Elder, fisik si tongkat, berada di tangan si pemilik yang sah yaitu Harry. Luar biasa, sungguh, penggambaran pertarungan terakhir itu.

Menariknya tentang Tongkat Elder yang loyal pada Harry ini juga bisa terlihat pada pertarungan di Hutan Terlarang. Saat itu harusnya Harry mati lah. Diserang begitu rupa sama penyihir terjahat, terhitam, terkuat. Tapi loyalnya Tongkat Elder pada Harry tidak mampu membuat si tongkat mengikuti kehendak Voldemort. Harry hanya dibikin pingsan sesaat (rohnya bertemu Albus Dumbledore serta orang-orang mati lainnya) dan kembali bernafas. Ada juga yang menyebutkan bahwa semua itu karena perlindungan Lily Potter pada sang anak ajaib ini.

Kasihan juga si Voldemort. Dia berpikir Profesor Snape lah yang menjadi pemilik Tongkat Elder karena si profesor lah yang membunuh Albus Dumbledore. Tidak dia ketahui bahwa Draco lah yang seharusnya dia bunuh, bukan Profesor Snape, karena Draco lah yang melucuti Albus Dumbledore.

Baca Juga: Bodo Amat

Bagaimana dengan Batu Kebangkitan? Bukankah kalau Harry mati saat di Hutan Terlarang, toh dia bisa bangkit lagi? Bukankah Albus Dumbledore pasti punya tujuan tertentu memberikan Batu Kebangkitan pada Harry? Ada dua teori tentang hal ini yang akan saya tulis minggu depan. Haha. Nantikan, ya!


Tongkat Elder pada akhirnya tidak menjadi milik siapa-siapa. Karena Harry mematahkannya dan membuang ke jurang. Maka satu-satunya benda keramat Relikui Kematian yang masih berada di tangan Harry adalah Jubah Gaib. Bagaimana kisah dua benda keramat lainnya? Nanti ya, kita lanjut di pos #SabtuReview minggu depan!

Selamat berakhir pekan, selamat menonton ulang Harry Potter.



Cheers.

Relikui Kematian #1


Harry Potter memang telah lama selesai. Buku terakhir seri ini, Harry Potter and The Deathly Hallows, diterbitkan tahun 2007, sedangkan filemnya dirilis tahun 2010 (Bagian 1) dan tahun 2011 (Bagian 2). Meskipun telah selesai, kisah spektakuler dari dunia sihir a la J.K. Rowling yang pernah ditolak oleh penerbit ini masih terus menyihir kehidupan saya. Ketika prekuelnya yaitu Fantastic Beast and Where to Find Them serta Fantastic Beast The Crimes of Grindelwald dirilis, otomatis memori kita tentang Harry Potter muncul ke permukaan. Bagaimana tidak? Pernah dulu waktu masih hangat-hangatnya, saya sering sekali mengucapkan mantera-mantera dari serial tersebut seperti Stupefy.

Baca Juga: Survival Movies

Kisah utama buku ke-tujuh Harry Potter, sesuai judulnya, adalah The Deathly Hallows atau Relikui Kematian. Di dalamnya kalian akan menemukan pengembaraan tiga serangkai yaitu Harry, Ron, dan Hermione dengan misi mencari dan menghancurkan horcrux-horcrux milik Voldemort agar si penyihir terhitam dan terjahat itu melemah dan mudah dikalahkan. Misi yang tidak mudah karena Albus Dumbledore hanya menyisakan sedikit petunjuk setelah kematiannya. Selain itu, misi mereka lainnya adalah mencari tahu tentang simbol Relikui Kematian yang tergambar pada lembar demi lembar buku warisan Albus Dumbledore untuk Hermione. Buku itu berjudul The Tales of Beedle and Bard. Simbol Relikui Kematian juga dipakai oleh Xenophilius Lovegood (ayah Luna Lovegood) dalam bentuk bandulan kalung. Hermione juga melihat simbol Relikui Kematian pada makam Ignotus Peverell di Godric's Hollow.

Kisah Tiga Bersaudara Peverell


Relikui kematian adalah tiga benda keramat yang diciptakan dan diberikan oleh Kematian kepada tiga bersaudara yaitu Antioch Peverell, Cadmus Peverell, dan Ignotus Peverell. Kisah ini berada dalam buku The Tales of Beedle and Bard.

Alkisah ... ada tiga orang bersaudara berjalan jauh melalui jalanan sepi dan berkelok saat senja. Dalam perjalanannya mereka sampai di sungai yang berbahaya uuntuk diseberangi. Tapi mereka mempelajari ilmu sihir. Mereka dengan mudahnya melambaikan tongkat dan membuat sebuah jembatan. Akan tetapi sebelum mereka bisa menyeberang, jalan mereka dihalangi oleh seorang yang berkerudung. Itu adalah Kematian, dan dia merasa tertipu. Tertipu karena biasanya para pengelana akan tenggelam ke dalam sungai. Tapi kematian sungguh licik. Dia berpura-pura memberi selamat pada tiga bersaudara itu atas sihir mereka dan dan berkata bahwa masing-masing dari mereka mendapatkan hadiah karena cerdas menghindarinya.

Maka saudara yang tertua, Antioch, meminta tongkat yang lebih kuat dari tongkat lain. Lalu Kematian menciptakan tongkat buatnya dari Pohon Elder yang ada di dekat situ. 

Saudara yang kedua, Cadmus, memutuskan bahwa dia ingin menghina Kematian lebih jauh lagi dan meminta kekuatan untuk menghidupkan orang-orang yang dicintai dari kematian. Lalu Kematian mengambil sebuah batu dari pinggir sungai dan berikan itu padanya. 

Akhirnya, kematian bertanya pada saudara yang ketiga dan termuda yaitu Ignotus. Seorang pria yang sederhana. Dia meminta sesuatu yang dapat membuatnya pergi dari tempat itu tanpa diikuti oleh kematian. Dan kematian dengan sangat segan menyerahkan Jubah Gaib miliknya. 

Saudara pertama bepergian ke sebuah desa yang jauh dimana dengan Tongkat Elder di tangannya dia membunuh seorang penyihir yang bertengkar dengannya. Mabuk dengan kekuatan Tongkat Elder yang diberikan kepadanya dia membual akan kehebatannya. Tetapi di malam itu penyihir lain mencuri tongkat itu dan menggorok leher saudara itu sebagai tambahan. Dan Kematian mengambil saudara pertama itu sebagai miliknya.

Saudara kedua pulang ke rumahnya dimana dia membawa batu itu dan memutarnya tiga kali di telapak tangannya. Dia sangat senang ketika gadis yang dinikahinya yang keburu meninggal muncul di depannya. Namun sang gadis itu sedih dan dingin karena dirinya tak layak di dunia manusia. Gila karena kerinduan yang sia-sia saudara kedua membunuh dirinya agar bisa menyusul gadis itu. Dan Kematian mengambil saudara kedua itu sebagai miliknya.

Sementara saudara ketiga, bertahun-tahun kematian mencarinya namun tak bisa menemukannya. Hanya ketika ia sudah tua, saudara termuda itu memberikan jubah gaib itu pada puteranya. Dia menyambut Kematian bak teman lama dan pergi bersama Kematian dengan bahagia meninggalkan kehidupan ini.

Itulah kisah tiga bersaudara Peverell dengan Relikui Kematian.

Relikui Kematian


Ada tiga benda keramat Relikui Kematian. Jika seorang penyihir memiliki ketiganya maka akan dapat menjadi penguasa kematian. Dia dapat menjadi sangat mematikan dengan Tongkat Elder, dia dapat membangkitkan kematian dengan Batu Kebangkitan, dia pun dapat bersembunyi dari Kematian serta melindungi dua benda keramat lainnya dengan Jubah Gaib.


Siapa yang pernah memegang ketiga benda ini? Albus Dumbledore dan Harry Potter. Jubah Gaib telah menjadi milik Harry sejak lama, diserahkan oleh Albus Dumbledore atas wasiat ayah Harry yaitu James Potter. Batu Kebangkitan diwasiatkan oleh Albus Dumbledore kepada Harry, yang disembunyikan di dalam snitch wasiat tersebut. Sedangkan Tongkat Elder diperoleh Harry setelah melucuti Draco Malfoy di rumah penghuni Asrama Slytherin tersebut (kesetiaan tongkat kepada pemilik baru meskipun fisik si tongkat berada di tangan orang lain). Karena tanpa Draco sadari, dialah yang melucuti Tongkat Elder dari Albus Dumbledore sebelum Kepala Sekolah itu dibunuh oleh Profesor Snape.

Tongkat Elder


Tongkat Elder atau Elder Wand merupakan tongkat kepunyaan Albus Dumbledore. Inilah tongkat yang diminta Antioch Peverell kepada Kematian. Dalam dunia sihir, setiap penyihir mempunyai tongkat mereka masing-masing. Ada dua pembuat tongkat yaitu Ollivander dan Gregorovitch (di Bulgaria). Setelah dibunuh oleh penyihir lain, maka tongkat milik Antioch itu kemudian menjadi milik Gregorovitch. Si pembuat tongkat sihir yang bangga karena memiliki Tongkat Elder dan merasa puas karena bisa lebih populer dari Ollivander. Sayangnya tongkat sakti itu kemudian menjadi milik Gellert Grindelwald. Entah bagaimana caranya. Mungkin Grindelwald mencuri setelah membikin pingsan si Gregorovitch.

Baca Juga: Sisi Lain Dunia Gulat Dalam Dangal

Karena ... menurut penuturan Ollivander ... sebuah tongkat sihir akan menjadi pemilik sah penyihir lain jika penyihir pemilik sebelumnya dilucuti, dipingsankan, atau dibunuh. 

Gambar diambil dari sini.

Pemilik Tongkat Elder selanjutnya adalah Albus Dumbledore setelah mengalahkan Gellert Grindelwald. Lalu menjadi milik Draco tanpa dia ketahui, setelah melucuti Albus Dumbledore, sebelum Kepala Sekolah bijak itu dibunuh oleh Profesor Snape. Dan ketika Harry melucuti Draco, tongkat sakti itu kemudian menjadi milik Harry.


Demikianlah perjalanan panjang Tongkat Elder sebelum kemudian dicuri oleh Voldemort dari makam Albus Dumbledore. 

The Last Duel


Pertarungan terakhir antara Voldemort dan Harry tidak dapat terelakkan. Terutama setelah semua horcrux Voldemort dihancurkan. Fyi, horcrux adalah wadah tempat penyihir hitam menyimpan sobekan/pecahan/bagian dari jiwanya untuk mencapai keabadian. Horcrux terakhir yang dihancurkan adalah Nagini saat si ular hendak menyerang Ron dan Hermione. Adalah Neville Longbottom yang melakukannya, menggunakan Pedang Gryffindor. Voldemort membagi jiwanya menjadi delapan; tujun disimpan pada horcrux dan satu pada dirinya sendiri.

Pada pertarungan terakhir itu, Voldemort menggunakan Tongkat Elder, sedangkan Harry menggunakan tongkat milik Draco Malfoy. Namun, lagi-lagi mengingat siapa kepemilikan sah Tongkat Elder, tongkat itu tentu loyal kepada pemiliknya yang sah. Maka ... Voldemort kalah total dan Tongkat Elder, fisik si tongkat, berada di tangan si pemilik yang sah yaitu Harry. Luar biasa, sungguh, penggambaran pertarungan terakhir itu.

Menariknya tentang Tongkat Elder yang loyal pada Harry ini juga bisa terlihat pada pertarungan di Hutan Terlarang. Saat itu harusnya Harry mati lah. Diserang begitu rupa sama penyihir terjahat, terhitam, terkuat. Tapi loyalnya Tongkat Elder pada Harry tidak mampu membuat si tongkat mengikuti kehendak Voldemort. Harry hanya dibikin pingsan sesaat (rohnya bertemu Albus Dumbledore serta orang-orang mati lainnya) dan kembali bernafas. Ada juga yang menyebutkan bahwa semua itu karena perlindungan Lily Potter pada sang anak ajaib ini.

Kasihan juga si Voldemort. Dia berpikir Profesor Snape lah yang menjadi pemilik Tongkat Elder karena si profesor lah yang membunuh Albus Dumbledore. Tidak dia ketahui bahwa Draco lah yang seharusnya dia bunuh, bukan Profesor Snape, karena Draco lah yang melucuti Albus Dumbledore.

Baca Juga: Bodo Amat

Bagaimana dengan Batu Kebangkitan? Bukankah kalau Harry mati saat di Hutan Terlarang, toh dia bisa bangkit lagi? Bukankah Albus Dumbledore pasti punya tujuan tertentu memberikan Batu Kebangkitan pada Harry? Ada dua teori tentang hal ini yang akan saya tulis minggu depan. Haha. Nantikan, ya!


Tongkat Elder pada akhirnya tidak menjadi milik siapa-siapa. Karena Harry mematahkannya dan membuang ke jurang. Maka satu-satunya benda keramat Relikui Kematian yang masih berada di tangan Harry adalah Jubah Gaib. Bagaimana kisah dua benda keramat lainnya? Nanti ya, kita lanjut di pos #SabtuReview minggu depan!

Selamat berakhir pekan, selamat menonton ulang Harry Potter.



Cheers.

Mudahnya Traveling Dengan Traveloka Airport Transport

Mudahnya Traveling Dengan Traveloka Airport Transport
Jalan-jalan, backpacker-an, berwisata, tamasya, atau apapun istilahnya, semua kegiatan itu nggak bisa dilepaskan dari satu payung besar bernama traveling

Siapa sih yang nggak suka traveling? Dunia travel ibarat tropi favorit yang digilai banyak orang, karena pengalaman menjelajah adalah makanan bagi jiwa, baik bagi yang melakukannya maupun bagi yang membaca tulisan atau menonton video perjalanannya.

Sejak dulu saya termasuk orang yang sering traveling, baik urusan pribadi maupun urusan pekerjaan, sehingga tahu rasanya urusan mencari tiket pesawat pada masa itu. Nggak cuma sekali dua kali harus ‘berebutan’ tiket dengan calon penumpang lain. 

Meskipun jenis pesawat udara yang melayani rute ke Timur Indonesia, khususnya, sudah semakin banyak, namun tetap saja mencari tiket pesawat bukan perkara mudah.
Semakin ke sini, para traveler semakin dimudahkan dengan begitu banyaknya layanan jasa, salah satunya adalah layanan jasa tiket pesawat online
Kalau kalian sering traveling pasti sudah tidak asing lagi dengan nama Traveloka. Perusahaan yang bergerak di bidang jasa layanan pemesanan tiket pesawat dan hotel secara online ini dapat dengan mudah diakses melalui aplikasi yang diunduh di Playstore.

Traveloka Airport Transport / Transportasi Bandara

Menariknya, pada tahun 2017 Traveloka berkolaborasi dengan Blue Bird dan meluncurkan satu layanan jasa yaitu Traveloka Airport Transport (Transportasi Bandara Traveloka).

Waktu membaca berita tentang fitur terbaru hasil kolaborasi Traveloka dan Blue Bird tentang Transportasi Bandara Traveloka, saya nggak pernah berpikir suatu hari nanti bakal menggunakannya. Karena yang namanya layanan jasa transportasi pasti "sama saja lah", mengangkut penumpang serta menetapkan tarif yang wajib dibayar oleh si penumpang. Tapi pengalaman menggunakan transportasi yang satu ini, waktu itu dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Tebet Barat, begitu berbeda. Kenapa? Ini beberapa yang saya sempat catat.

Murah yang Berkelas

Bagi saya, layanan jasa angkutan bandara murah Traveloka ini kalau boleh ditulis: murah yang berkelas. Kenapa berkelas? Karena kata murah biasanya identik dengan nggak berkualitas, ketidaknyamanan, sampai perasaan nggak puas. Beda dengan Transportasi Bandara Traveloka, si angkutan bandara murah yang memberikan kenyamanan maksimal pada pelanggannya. Artinya, tidak selamanya mahal itu berkelas dan tidak selamanya murah itu murahan.

Pengalaman menggunakan jasa layanan Trasportasi Bandara Traveloka bermula saat saya  dan teman-teman tiba di Bandara Soekarno Hatta, pada saat itu teman yang berjanji menjemput saya mendadak ngasih kabar kalau mobilnya harus masuk bengkel. Saya teringat pernah membaca mengenai layanan Transportasi Bandara dalam aplikasi Traveloka. Akhirnya saya memberanikan diri mencoba layanan tersebut. 

Oh iya, karena memesan dari bandara, maka pengguna jasa wajib menunjukkan voucher di counter Golden Bird, demikianlah peraturannya. Tidak sampai empat puluh lima menit sejak saya memesan, saya dan teman-teman sudah berada di dalam angkutan bandara murah ini menuju Tebet. Seandainya saya memesan lebih dulu, atau kalau si teman lebih dulu mengabarkan mobilnya harus masuk bengkel, mungkin saya tidak perlu menunggu selama itu. 
Crew Blogfam di salah satu sudut bandara
Crew Blogfam di salah satu sudut Bandara Ngurah Rai
Berkat pengalaman itulah, Transportasi Bandara Traveloka menjadi andalan saya sekeluarga dan teman-teman. Bahkan, untuk keluarga yang baru pertama kali datang ke Jakarta (dengan tujuan Bekasi), pun saya tidak perlu repot menjemput di bandara. Cukup membuka aplikasi Traveloka di smartphone, dan memesan transportasi bandaranya. Proses pemesanannya sangat mudah.

Kemudahan Memesan Traveloka Airport Transport

Untuk bisa menggunakan jasa angkutan bandara murah a la Traveloka ini, prosesnya sangat mudah. Buka aplikasi Traveloka, pilih Transportasi Bandara, mengisi data perjalanan, dan pilih lokasi penjemputan, nama bandara, serta tanggal perjalanan dan jumlah penumpangnya. Selanjutnya tinggal pilih model transportasi dan memeriksa kembali data perjalanan yang sudah diisi tadi. Ketuk tombol pesan, serta selesaikan proses pembayaran.

Untuk metode pembayarannya sendiri bisa menggunakan kartu kredit, bisa juga transfer ATM. Hanya sekitar sepuluh menit waktu yang saya butuhkan untuk menerima e-voucher yang dikirim ke e-mail. Kode voucher tersebut nanti akan dikirim melalui SMS. Otomatis pesanan itu akan masuk ke dalam e-booking dari aplikasi tersebut. Informasi nama pengemudi dan nomor pelat kendaraannya akan dikirimkan sekitar setengah jam melalui SMS. Lagi-lagi, otomatis semuanya tertera di aplikasi.

Pilih Mana?

Jelas, saya lebih memilih Traveloka Airport Transport, si angkutan bandara murah, karena murah dan kemudahannya. Selain itu, saya juga berpikir tentang pelayanan terpadu satu pintu dari Traveloka khusus untuk para traveler. Satu aplikasi, banyak layanan jasa. Tiket, hotel, dan transportasi. Traveling menjadi lebih mudah. Namun perlu diingat, bahwa layanan jasa transportasi bandara ini baru melayani beberapa kota di antaranya Jabodetabek, Solo, Surabaya, hingga Manado.

Happy Traveling!


Masak di Kantor


#PDL adalah Pernah Dilakukan. Pos #PDL setiap Jum'at ini merupakan cerita ringan tentang apa saja yang pernah saya lakukan selama ini.

***

Di ruang kerja saya, oleh KTU yang lama yang itu Mila Wolo, tersedia berbagai barang yang sering kalian lihat di rumah tangga. Mulai dari dispenser, piring, mangkuk, gelas, stoples kopi, stoples gula, stoples teh, stok kopi kemasan (sachet), ember dan sabun cuci piring, sampai kompor listrik mini! Jadi jangan heran, ide-ide untuk menyenangkan diri kala bosan melanda selalu saja datang. Oia, di ruang kerja mana pun di Universitas Flores, siapa yang mengotorkan gelas, dia wajib mencuci. Layani diri sendiri. Cleaning service tidak bertugas mencuci piring dan/atau gelas kotor. Mereka hanya bertugas membersihkan jendela, kusen, menyapu, mengepel, merapikan, dan lain-lain.

Baca Juga: Fobar

Kompor listrik mini ini menjadi salah satu andalan kami apabila kantin tutup. Waktu masih di lantai bawah (lantai dasar) hampir setiap hari saya ke kantin sih. Tapi setelah pindah ke lantai tiga, duuuh rasanya beraaaat ke kantin. Berat kembali ke lantai tiganya! Oke, kita lanjutkan. Jadi, suatu kali, Kakak Rosa Budiarti membawa mie, telur, dan cabai dari rumah karena kantin disinyalir bakal tutup selama beberapa hari. Saya kebagian juga donk. Maka kami memanfaatkan si kompor listrik.


Uh la la. Cetartos rasanya. Karena membikinnya di kantor, bukan di rumah, dan dinikmati saat masih panas. Lidah boleh melepuh yang penting kebosanan lenyap *halah*. Yang utama adalah memasak di kantor ini tidak dilakukan saat rush hour. Sekitar pukul 12.00 Wita lah baru kami mulai mengeluarkan bahan baku dan si kompor listrik mini.

Hyess! Pernah, saya pernah melakukannya. Memasak di kantor dan untung tidak ketahuan boss. Hihi. Bagaimana dengan kalian?


Cheers.

Ngidam Earphone Audio Technica Terbaik

Ngidam Earphone Audio Technica Terbaik
Alhamdulillah, Sabtu, 16 Maret 2019 akhirnya reuni alumni SMAN 54 berjalan dengan lancar. Senangnya bisa bertemu kembali teman-teman semasa sekolah dan juga beberapa guru yang sempat dihadirkan oleh panitia. Suasana "pecah" karena panitia berhasil meramu berbagai mata acara dan selingan yang menarik.

Terhitung sejak menghadiri reuni SMA di Transera Waterpark Bekasi sampai saat ini, saya sudah berkali-kali mendengarkan lagu “Paijo” yang diciptakan oleh Yogi RPH & DJ Donallize dan dinyanyikan oleh Zaskia Gotik. Ini satu-satunya lagu Zaskia Gotik yang saya dengarkan, saya tidak tahu lagi lagu-lagu lainnya yang konon beraliran Dancedhut. Yang saya tahu lagu Paijo ini lebih bernuansa Trap Hip Hop dengan kombinasi suara gamelan dan lirik berbahasa Jawa.

Lagu ini adalah salah satu lagu yang digunakan oleh teman-teman sebagai musik pengiring flashmob joget dan nge-dance bareng-bareng semua peserta reuni. Dari 3 lagu yang diputar oleh panitia, hanya lagu Paijo yang serasa unik dengan dentuman bass dan suara musik tradisional perkusi dan gamelannya, sehingga saya memutuskan untuk menanyakan judul lagu ini kepada panitia. Demikian perkenalan saya dengan lagu Paijo yang kini masuk dalam list lagu penyemangat dan moodboster.

Mendengarkan musik melalui earphone sudah menjadi kebiasaan saya sejak lama. Antara menonton film atau mendengarkan radio melalui smartphone, mendengarkan musik adalah pilihan utama saat menempuh perjalanan Bekasi - Jakarta PP (Pulang - Pergi) dengan bus atau kereta commuter line setiap harinya.

Dulu saya mengandalkan earphone bawaan handphone, tapi sekarang beberapa merek telpon selular terkini tidak lagi memasukkan earphone dalam paket penjualannya, sehingga kita harus membelinya secara terpisah. Kadang ada juga tawaran discount earphone saat kita membeli handphone di konter resmi. Kebetulan saya menggunakan HP yang tidak menyediakan earphone dalam paket pembelian, karenanya saya sudah beberapa kali mencoba berbagai merek earphone, dari harga puluhan ribu hingga ratusan ribu. 

Mengapa Saya Lebih Memilih Earphone?

Sebelum menjawab pertanyaan itu, mari kita sepakati dahulu istilah yang kadang membingungkan bagi sebagian orang ini. Headphone adalah speaker mini yang akan jika digunakan akan menutupi telinga. Sedangkan earphone atau earbuds digunakan dengan cara memasukkan mini speaker ke tepian lubang telinga. Cara kerja keduanya sama, biasanya disambungkan ke berbagai perangkat digital, seperti mp3 player, radio, komputer, dan hp dengan menggunakan kabel atau bluetooth. 

Kelebihan headphone itu ada pada kualitas suara yang dihasilkan, bagus dan jernih. Headphone cocok untuk menonton DVD ataupun untuk mendengarkan lagu dari gadget di ruangan. Selain itu sirkulasi udara di dalam kuping pun tetap lancar, karena masih adanya celah antara headphone dan kuping.
Sayangnya, ukuran headphone yang cukup besar akan merepotkan penggunanya untuk mobile. Sebagian orang juga akan merasakan panas dan kuping telinga yang memerah setelah beberapa saat menggunakan headphone.
Sedangkan kelebihan earphone itu cocok untuk digunakan mobile. Apalagi jika kita termasuk orang aktif yang selalu bergerak, earphone menjadi pilihan yang pas. Ukuran earphone yang cukup kecil mudah untuk dibawa ke mana pun kita pergi. Earphone cocok untuk digunakan mendengarkan musik dari iPod, mp3 player, dan notebook selama perjalanan.  Kita bisa mendengarkan berbagai macam suara yang diinginkan dengan volume yang lebih rendah dibandingkan saat kita menggunakan headphone.

Tapi hati-hati juga, untuk sebagian telinga yang cukup sensitif, penggunaan earphone juga berisiko bisa menyebabkan timbulnya rasa sakit pada gendang telinga karena distribusi suara langsung dari earphone bisa merusak telinga.

Earphone impian

Kalau soal earphone dan headphone, saya butuh dua-duanya untuk dipakai dalam situasi yang berbeda. Kalau sedang di rumah menonton film atau mendengarkan musik tentunya headphone adalah pilihan ideal, tapi kalau sedang beraktivitas, earphone yang berukuran kecil pastinya lebih mudah dan nyaman untuk dibawa ke mana pun kita pergi.

Earphone impian saya gak muluk-muluk, spesifikasi baik dan tentunya harga yang murahSalah satu produsen headphone dan earphone terbaik versi saya adalah Audio-Technica, sebuah perusahaan audio asal Jepang yang merancang dan memproduksi banyak perangkat audio dengan harga yang cukup terjangkau.
Shopee Earphone Audio Technica Terbaik
Perhatikan deh jejeran produk headphone dan earphone Audio Technica Terbaik di atas, harganya ituloh yang ramah di kantong.

Nah lihat deh harga Earphone Audio Technica ATH-CKL220is dibandrol di harga Rp.185.000, murah kan? tenang, produk Audio Technica pastinya sudah termasuk garansi selama 12 bulan resmi dari Audio Technica Indonesia.
Shopee Earphone Audio Technica Terbaik

Audio Technica ATH-CKL220iS yang ditawarkan di Shopee seharga Rp. 185.000 ini tersedia dalam 4 warna NEON baru dan dengan bungkus kabel yang disertakan, terlihat stylish dan modern. 

Nah, yang menarik adalah, harga Rp.185.000 bisa berubah menjadi lebih murah saat ada produk Audio Technica yang masuk dalam Flash Sale harian. Lumayan banget kalau beruntung bisa dapat Earphone Audio Technica Terbaik dengan harga yang murah. 

Spesifikasi Audio Technica ATH-CKL220iS
Type: Dynamic 
Driver Diameter: 8.5mm 
Frequency Response: 20 ''" 23,000 Hz 
Sensitivity: 100 dB/mW 
Maximum Input Power: 200 mW 
Impedance: 16 
Cable: 1.2m (Y-Type) 
Connector: 3.5mm 4-Pole gold plated stereo plug 
Accessories: Cable Wrap holder, ear pieces (XS/S/M/L) 
Weight: 3.5g 

MICROPHONE 
Polar Pattern: Omni-directional 
Type: Electret Condenser 
Frequency Response: 100Hz ''" 10,000Hz 
Open Circuit Sensitivity: -44dB (0dB=1V/Pa,1kHz) 

Isi dalam Kemasan : 
Audio-Technica ATH-CKL220iS in-Ear Headphones with Mic

Garansi Resmi 12 Bulan Audio Technica

Yuk ah pantengin promo di Shopee di bagian electronic sale Shopee, karena akan ada promo-promo khusus dan menarik setiap harinya

Cekidot langsung gan electronic sale Shopee harian di link ini!



5 Komoditas TSF


Berbicara tentang Triwarna Soccer Festival memang tidak ada habisnya. Selalu ada cerita, selalu ada bahan bekal pos blog. Boleh saya bilang ini tempat berburu dengan konten terkaya. Kali ini saya menulis tentang komoditas andalan yang rajin wara-wiri di sekitar Stadion Marilonga tempat event ini berlangsung. Komoditas yang dijual baik oleh para papa lele (pedagang kaki lima), pedagang asongan, maupun UMKM. Tapi sebelumnya, mari kita simak apa itu komoditas?

Baca Juga: 5 Jawara Mural

Menurut Wikipedia, komoditas adalah sesuatu benda nyata yang relatif mudah diperdagangkan, dapat diserahkan secara fisik, dapat disimpan untuk suatu jangka waktu tertentu dan dapat dipertukarkan dengan produk lainnya dengan jenis yang sama, yang biasanya dapat dibeli atau dijual oleh investor melalui bursa berjangka. Secara lebih umum, komoditas adalah suatu produk yang diperdagangkan, termasuk valuta asing, instrumen keuangan dan indeks.

Oleh karena itu, tidak salah jika setiap kali kata komoditas melintas di kepala saya, yang terbayang adalah hasil bumi (pertanian/perkebunan), hasil laut, dan hasil peternakan. Dan, tentu saja, sesuai judul pos ini, ada lima komoditas yang paling rajin wara-wiri di sekitar Stadion Marilonga pada hari-hari TSF berlangsung. Apa sajakah komoditas itu?

Cekidot!

1. Kopi


Kopi adalah komoditas dari hasil bumi yang paling utama dibutuhkan oleh orang-orang baik Panitia TSF, pengunjung pameran, maupun penonton pertandingan sepak bola. Jadi yang namanya kopi ini tidak pernah kehabisan stok. Thika Pharmantara yang tidak biasa ngopi pun akhirnya doyan.


Penyajian kopi berbeda-beda, tergantung siapa penjualnya. Apabila penjualnya pedagang papa lele, maka kopi disajikan di gelas kaca, tapi pembeli dapat meminta mengganti gelas kaca dengan gelas plastik (lagi-lagi gelas plastik) untuk dibawa alias tidak minum di tempat. Apabila penjualnya dari Komunitas Kopi Sokoria atau Komunitas RMC Detusoko maka mereka menyajikan kopi menggunakan gelas kertas lengkap dengan tutupannya. Sama juga dengan gelas dari brand TOP (Kopi TOP) yang umumnya menggunakan gelas kertas (panitia dapat gratisan ini setiap harinya, hahaha).

Selain kopi yang telah diseduh, ada pula kopi kemasan yang siap dibeli (sudah dalam bentuk bubuk). Komunitas Kopi Sokoria dan Komunitas RMC Detusoko menyediakannya. Berjenis umumnya Arabika dengan macam-macam merek lokal. Tapi jangan salah, merek lokal ini sudah sampai ke daerah lain di Indonesia bahkan luar negeri. Menariknya, di tenda pameran Komunitas Kopi Sokoria, pengunjung bisa turut menumbuk kopi cara manual, serta penjaga tendanya pada setiap Malam Minggu mengenakan pakaian adat Ende.

2. Jagung


Siapa yang tidak suka jagung? Di TSF jagung merupakan komoditas yang turut mewarnai proses penambalan perut hehe. Ada dua macam olahan jagung yaitu jagung rebus dan jagung bunga atau disebut brondong. Umumnya jagung rebus yang dijual itu kami sebut jagung manis. Karena rasanya maniiis banget! Namun, saya belum melihat penjual jagung rebus selama ini.


Seorang pedagang asongan dan keranjang dagangannya.

Entah berapa banyak kilogram jagung yang terjual setiap harinya. Yang jelas, tiada hari tanpa jagung baik rebus maupun brondong dan laris manis!

3. Telur Rebus


A-ha. Ini dia yang paling saya cari kalau lagi pengen makan Pop Mie. Sedap, tahu, Pop Mie ditambah telur rebus. Jadi, salah satu pala lele langganan saya itu hafal betul permintaan saya dari setiap event. Iya, kan kami nge-date terus dari El Tari Memorial Cup, EGDMC, sampai TSF ini. Makanya dia khusus siapkan Pop Mie dan telur rebus serta mencari saya untuk ngasih tahu kalau kesukaan saya itu sekarang ready stock di lapaknya.


Suatu kali dia bilang begini: Pop Mie telur tersedia, Ibu. Saya balas: Dangdut mie ada? Dia tergelak sambil geleng-geleng kepala.

4. Keripik


Di TSF keripik termasuk yang paling dicari. Orang Ende bilang: keripik enak untuk Oma Ami. Dan dua komoditas kripik utama yaitu keripik pisang dan keripik ubi/singkong. Khusus keripik ubi/singkong ada varian rasa. Balado? Ada! Keju? Ada juga dooonk. Eh, saya belum sempat memotret keripik. Nanti ya hahaha.

5. Kacang Ijo


Satu gelas (ya, plastik lagi) seharga lima ribu. Siapa sih yang tidak mau? Saya? Pasti mau lah! Tapi anehnya saya lebih suka kacang ijo yang isiannya lebih banyak mutiara ketimbang si kacang haha. Daaaan saya suka meminta es batu kepada penjualnya meskipun sedang hujan.


Ah sedapnya.

Baca Juga: 5 Mural Favorit

Berbicara tentang TSF memang tidak ada matinya! Selalu ada cerita, hehehe. Dan harapan saya, kalian tidak bosan membaca pos-pos di sini. Siapa tahu terhibur. Bahwa di kota kecil nun jauh di Timur, selalul ada hal-hal yang menarik untuk diketahui *halaaah* haha.

Oia, ada satu foto yang pengen saya pos juga kali ini. Ini fotonya waktu saya secara sengaja memotret Kakak Rikyn Radja yang sedang mengumumkan laga berikutnya serta aturan-aturan yang wajib diketahui oleh para supporter maupun penonton. Yang tidak disengaja adalah KILAT SAMBAR POHON KENARI yang muncul di jauh sana:


Momen yang pas, tapi tidak disengaja :D hehe.

Selamat mempersiapkan akhir minggu ya, kawan. Semoga apa yang kita lakukan setiap hari selalu bermanfaat.


Cheers.

Kepo Buku #9: Surat dan Review dari Teman-teman Kepo Buku

Selalu menyenangkan menerima banyak cerita dari teman-teman Kepo Buku. Kali ini ada Lila yang berbagi satu buku misteri karya Akiyoshi Rikako, lalu ada Mas Nasfa yang mengulas salah satu buku serial Dilan karya ‘Ayah’ Pidi Baiq dan Mas Rudi yang belajar banyak dari buku tentang Jack Ma. Oya, kita juga membalas beberapa surat, termasuk satu yang bertanya bagaimana sih cara membuat review buku audio buat dikirim ke Kepo Buku? Om Toto punya jawabannya.

Selamat mendengarkan!



Di mana dengar podcast Kepo Buku?

Apple Podcast | SoundcloudGoogle Podcast | Spotify | Anchor | Breaker | Sticher | Pocketcast | Radio Public

Buku yang Dibahas di Episode ini:

  • Giselle – Akiyoshi Rikako (Penerbit Haru)
  • Milea Suara Dari Dilan -Pidi Baiq (Penerbit Mizan)
  • Alibaba, Kerajaan yang Dibangun oleh Jack Ma – Duncan Clark (Penerbit Elex Media Komputindo)

 

Para teman Kepo Buku yang berpartisipasi di episode ini:

  • Mas Nasfa Akhmadie – Podcaster di “Podcast Milik Saya” – Makasih mas. 
  • Mbak Lila di Semarang – Terima kasih Mbak. Ditunggu reviewnya lagi
  • Bang Rudi Hartono di Pontianak – Thanks, Bang!
  • Teh Sisil di Bandung – Nuhun, teh.. 
  • Mas Mahrus Hadi di Surabaya – Terima kasih emailnya. Rekaman suaranya akan kita jadikan satu episode khusus, mas. Ditunggu.
  • Mbak Teti di Jakarta – Ayoo semangat. Ditunggu kirimannya! Jangan dihapus lagi hehe

 

Kepo Buku adalah:

 

AYO CERITAKAN BUKU YANG LAGI KALIAN BACA LEWAT AUDIO:

Yoi cuy, kita mau ngajak kalian buat ikutan di Kepo Buku. Intinya kita mau tahu kalian lagi baca buku apa? Kirim dalam bentuk rekaman suara (maksimal 5 menit). Jangan lupa sebut nama, lokasi dan ceritakan buku yang kalian lagi baca atau mau kalian rekomendasikan. Ada dua cara yang bisa dilakukan:

  1. ANCHOR: Untuk pengguna aplikasi Anchor, klik “Message” dan mulai rekam review kalian. (Durasi maksimal 1 menit tapi kalau masih kurang, silahkan rekam lagi)
  2. WHATSAPP:  Gunakan fasilitas Voice Note di Whatsapp. Klik/ ketik link ini di HP kalian: http://bit.ly/ikutkepobuku
  3. EMAIL: Rekam di voice note di hp dan kirim lewat email ke suarane@gmail.com

Rekaman yang kita terima akan kita sertakan dalam episode-episode Kepo Buku berikutnya.

 

Credits & Disclaimer:

  • Kepo Buku tidak berafiliasi dengan penerbit ataupun penulis buku yang diulas di episode ini.
  • Musik: “Rainbows” oleh Kevin MacLeod (incompetech.com). Licensed under Creative Commons: By Attribution 3.0 LicenseCover:

 

-rh-

 

Bunga Dinding


Hola! Ketemu lagi di #RabuDIY. Harinya kita berkreasi sepuas-puasnya. Hehe. #RabuDIY kali ini akan membahas tentang bunga hiasan dinding. Saya sering melihat bunga hiasan dinding atau bunga dinding ini di rumah orang-orang; keluarga, tetangga, teman. Bunganya menempel pada rangka dan biasanya sepasang. Rangka bunga dinding ini ada yang berbahan kayu tetapi kebanyakan berbahan plastik, sama seperti bahan bunga itu sendiri. Ya, plastik memang ada di mana-mana.

Baca Juga: Baskets

Suatu kali, saat sedang menganyam keranjang-keranjang pesanan, saya dikirimi gambar oleh Mila Wolo. Gambar itu adalah gambar bunga hiasan dinding dengan rangka terbuat dari kayu. Dia bertanya apakah saya bisa membikinnya? Saya menyanggupi tapi dengan satu syarat: tidak sama persis dengan gambar yang dia kirimkan. Gambar itu kira-kira seperti di bawah ini yang saya ambil dari Ali Express:


Awalnya saya memikirkan kayu sebagai bahan rangkanya karena besi tidak lah mungkin. Tapi demi memperoleh kayu-kayu itu saya harus pergi ke bengkel kayu untuk meminta atau membeli kayu-kayu bekas berukuran panjang dua puluh sampai tiga puluh senti meter dengan lebar sekitar lima senti meter. Putar otak ke kanan ke kiri, dibantu dinosaurus yang jungkir balik sampai giginya rontok, nonton ragam video tentang proyek-proyek DIY di Youtube, maka ... TRING! Muncul ide itu. 

Mari simak ... bagaimana membikin si bunga dinding ini.

Peralatan


1. Gunting.
2. Cutter.
3. Lem PVA (Webber).
4. Lem tembak (hot glue).
5. Mistar.
6. Alas kaca/keramik supaya mejanya tidak terluka.

Bahan-Bahan


Bahan-bahan untuk membikin bunga hiasan dinding ini sebagian besar merupakan barang bekas (yuk didaur ulang).

1. Botol plastik bekas air mineral.
2. Kardus.
3. Pipa kertas.
4. Cat.
5. Benang kasur.
6. Kertas HVS.

Cara Membuat


Potong botol plastik bekas air mineral dengan keutamaan bagian bawah/pantat botolnya. Ikuti bentuk bintang pada bagian itu, dan gunakan gunting untuk membentuk kelopak bunga. Ini hal yang mudah, menurut saya, hehehe. Penampakannya seperti pada gambar di bawah ini:


Jumlah bunganya tergantung kebutuhan. Silahkan dibikin sebanyak-banyaknya karena siapa tahu kalian bakal bikin banyak. Setelah selesai dengan membentuk bunga-bunga ini, langkah berikutnya adalah memberi warna. Saya menggunakan cat minyak/kayu warna merah dan pink:


Pada foto di atas, belum saya beri warna pink pada bagian garis/bintangnya. Biarkan cat mengering. Karena bahannya plastik, jelas tidak bisa menggunakan kipas angin, jadi dikeringkan secara alami dan lebih bagus lagi jika di bawah sinar matahari.

Baca Juga: Monotuteh

Urusan bunga beres, mari bikin rangkanya. Sayang waktu itu saya tidak memotret proses membikin rangka. Yang jelas saya membikin rangka berbahan karton bekas kardus yang dipotong sama ukuran. Karena karton bakal kardus yang saya gunakan itu tipis, maka dipertebal dengan menyatukan dua sampai tiga buah. Lalu dibungkus kertas HVS. Bakal 'kayu tipuan' ini di-cat cokelat, sesuai warna kayu dalam bayangan saya. Apabila cat kayu telah mengering, maka dapat dibentuk rangkanya.

Langkah terakhir adalah menempelkan bunga-bunga plastik ke rangka kayu menggunakan lem tembak. Penampakan hasil akhirnya seperti gambar berikut ini:


Gambar di atas sudah saya beri nomor:
1. Bunga plastik.
2. Rangka kayu tipuan :p.
3. Pemanis.
4. Tali.

Pemanis ini terbuat dari pipa kertas yang digulung, di-cat, dan ditempelkan. Awalnya saya tidak memikirkan soal ini, tapi dalam perjalanan pengerjaan, muncul ide-ide baru. Hehe.

Bunga dinding ini tidak saja dapat kita buat menggunakan botol plastik bekas tetapi juga berbagai bahan yang ada di rumah sesuai keinginan. Misalnya, bunga plastik dapat diganti dengan gulungan koran yang ditumpang-tinding dari besar ke kecil (bisa dua, bisa tiga, jangan lebih nanti terlalu berat). Bisa juga bunga-bunga dari koran yang membikinnya sangat mudah!

Yang menyenangkan hati adalah bunga hiasan dinding pesanan Mila ini masih tergantung manis di dinding ruang tamu rumahnya. Melihat bunga itu, ada kepuasan terhakiki. Hasil karya kita, meskipun dia memang membayar, dihargai dengan terus dipakai. Tak hanya bunga dinding itu saja, masih banyak barang hasil daur ulang yang saya bikin yang masih dipakai oleh teman-teman. 

Baca Juga: Hiasan Dinding DIY

Bagaimana, kawan? Menarik bukan? Saya yang tidak seberapa telaten ini bisa membikinnya, saya jamin kalian juga pasti bisa membikinnya. 


Cheers.

Teknologi Dasar

Sumber: Youtube.

Kehidupan umat manusia melaju pesat. Dalam kehidupan sehari-hari kita telah melupakan caranya membikin api menggunakan gesekan kayu atau batu karena bermodalkan Rp 500 kita sudah dapat membawa pulang korek api dari kios/warung. Lebih praktis lagi, tinggal membeli pemantik seharga Rp 1.000! Kita juga tidak perlu pusing memikirkan cara menyuling air besih dari air yang disediakan alam karena sudah ada PDAM yang menyediakannya. Listrik? Mana perlu kita repot berpikir membikin obor karena sejumlah uang telah membikin token listrik kita terpenuhi daya.

Baca Juga: Teknik Airbrush

Tapi, akan sangat menyenangkan apabila kita menonton video tentang teknologi dari dunia lampau yang ditulis primitif. Lalu tanpa sadar kita menyeletuk: oooh begitu ternyata caranya. Menarik sekali menonton video-video tentang kehidupan primitif yang beredar di Youtube. Tentu orang-orang di dalam video tersebut adalah orang-orang zaman sekarang. Hehe. Mereka punya daya kreativitas yang tinggi: memikirkan konsep dengan kembali pada teknologi dasar, membikin video, dan membagikannya dengan kita semua.

Ada beberapa video tentang teknologi primitif yang saya sukai. Diantaranya membangun gubuk berbahan tanah liat, membikin api, membikin anggur dari nangka, menyuling air, hingga memasak ikan/daging dengan mengandalkan batu ceper. 

Mari kita simak beberapa teknologi dasar yang terlupakan ini ... yang utama, yang kita butuhkan sehari-hari.

1. Membikin Api


Di dalam filem Castaway, betapa putus asanya Chuck Noland (Tom Hanks) saat membikin api. Api tidak kunjung menyala, tangannya terluka parah. Tapi niatnya sungguh genap. Atas dorongan Wilson (sahabat halu; sebuah bola yang tercap darah dari tangannya), Chuck berhasil membikin api melalui gesekan kayu pada kayu lainnya. Salah satu rahasianya adalah beri ruang pada angin! Video membikin api bisa dilihat pada video karya Primitive Technology Idea yang satu ini. Yang jelas, seperti kata Chuck dalam Castaway, jangan lupakan angin! Berilah ruang pada angin untuk menghasilkan api.

2. Menyaring Air


Pada video milik Survival Skills Primitive kalian akan tahu bagaimana caranya menyaring air (kotor/alam) menjadi air bersih. Ada beberapa lapisan yang dibutuhkan untuk menyaring air ini: ranting, batu, pasir, yang ditumpuk. Silahkan lihat sendiri videonya. Nah, air ini bisa dimasak menggunakan api yang dibikin sendiri seperti pada poin nomor satu di atas. Tapi, bagaimana dengan panci memasak? Untuk memasak air, orang zaman baheula menggunakan pot tanah liat. Bagaimana membikinnya? Mudah saja ... mudah bagi mereka ... sulit bagi saya. Haha.

3. Membikin Pot Tanah Liat


Membikin pot tanah liat atau clay pot membutuhkan bahan dasar tanah liat itu sendiri. Pada video milik Primitive Skills ini kalian akan melihat teknologi membikin pot tanah liat dengan teknologi yang lebih canggih. Mereka sudah bisa membikin pot tanah liat menggunakan alat putar yang juga dibikin sendiri menggunakan kayu. Pot tanah liat pada zaman baheula punya banyak manfaat. Kalau zaman sekarang sih setiap masakan ada alatnya masing-masing: panci kukus, panci rebus, wajan dalam, wajan dangkal (Teflon sangat ternama).

4. Membikin Gubuk


Ada banyak macam gubuk yang dibikin. Ada yang berbahan kayu ada pula berbahan batu dan tanah liat. Salah satu channel yang sangat saya sukai adalah Tube Unique Wilderness. Video membikin rumah dari bambu dan tanah liat dapat dilihat di sini. Gubuk adalah kebutuhan papan manusia, tempat berlindung dari hujan, badai, panas. Yang paling saya sukai dari Tube Unique Wilderness adalah tokoh yang bekerja di dalam video itu. Terlihat sangat primitive dan penuh kebisuan kecuali natural sound. Indah sekali hidup mereka; banyak aksi, nyaris tidak bicara.


Zaman sekarang, masih adakah kita yang menggunakan teknologi dasar? Tentu tidak. Sesekali, mungkin, teman-teman yang berkemah di alam bebas melakukannya. Tapi rasa-rasanya untuk memasak pun sudah dibawa kompor portabel dari rumah. Mengetahui teknologi dasar yang dilakukan para leluhur kita, adalah pengalaman jiwa yang luar biasa, bahwa betapa beruntungnya kita yang hidup pada zaman sekarang. Semua serba mudah.

Baca Juga: Paper Bed

Bagaimana dengan kalian, kawan? Pernahkah menonton video-video seperti tersebut di atas? Bagi tahu yuk di komen :)



Cheers.

Suarane #6 – [Kulonuwun] Kultur Fandom: Dari Star Wars ke Meteor Garden

Fandom adalah bagian dari budaya populer yang sudah ada sejak dulu, dengan berbagai bentuk dan kekhasan mengikuti eranya. Episode kali ini mencoba mengupas fenomena fandom lewat cerita seorang tamu mengenai kegilaannya pada Star Wars sampai fanatismenya pada serial Meteor Garden dengan cara yang sangat unik dan menarik. Semoga obrolan yang lumayan panjang ini bisa memberikan gambaran seperti apa sebenarnya budaya fandom yang memang lebih sering dicitrakan dalam wujud gadis-gadis histeris melihat para idolanya, padahal tamu kita kali ini membuktikan bahwa fandom lebih dari itu, lebih serius, dan jauh lebih “gila” lagi.. hehe..  🙂

Suarane Podcast episode ini juga bisa didengarkan di Soundcloud atau bisa dicari di berbagai aplikasi podcast lainnya dengan kata kunci “suarane.”

Credits: 

  • Musik yang dipakai di episode ini adalah “Carpe Diem” karya Kevin MacLeod (incompetech.com). Licensed under Creative Commons: By Attribution 3.0 License
  • Cover art: Rane